| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | UNIVERSITAS DARMA PERSADA FAKULTAS TEKNIK PRODI SISTEM INFORMASI Jl. Radin Inten II (Terusan Casablanca) Pondok Kelapa - Jakarta 13450 Telp. (021) 8649051, 8649053, 8649057 Fax. (021) 8649052 E-mail : humas@unsada.ac.id - Hompage : http//www/unsada.ac.id | |||||||||||||||||||||||||
2 | RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) | |||||||||||||||||||||||||
3 | Nama Mata Kuliah | Kode Mata Kuliah | Bobot (sks) | Semester | Tgl Penyusunan | |||||||||||||||||||||
4 | PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA | 00110050 | 2 | 1 | 30-Jun-22 | |||||||||||||||||||||
5 | Otorisasi | Membuat | Memeriksa | Mengesahkan | ||||||||||||||||||||||
6 | Dosen Penanggung Jawab MK | Ketua Program Studi | Dekan Fakultas Teknik | |||||||||||||||||||||||
7 | ||||||||||||||||||||||||||
8 | .(Eka Yuni Astuty, MMSI) | (Dr. Ade Supriyatna, S.T,M.T) | ||||||||||||||||||||||||
9 | Capaian Pembelajaran (CP) | CPL-PRODI (Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi)Yang Dibebankan Pada Mata Kuliah | ||||||||||||||||||||||||
10 | CPL 13 | Kemampuan bekerja secara efektif baik secara individual maupun dalam tim multidisiplin atau multibudaya. | ||||||||||||||||||||||||
11 | CPL 14 | Kemampuan mengenali kebutuhan dan mengelola pembelajaran diri seumur hidup. | ||||||||||||||||||||||||
12 | CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) | |||||||||||||||||||||||||
13 | CPMK 13.2 | Kemampuan bekerja efektif secara tim multi-disiplin atau multibudaya | ||||||||||||||||||||||||
14 | CPMK 14.1 | Kemampuan mengenali kebutuhan pembelajaran diri seumur hidup | ||||||||||||||||||||||||
15 | CPMK 14.2 | Kemampuan mengelola pembelajaran diri seumur hidup. | ||||||||||||||||||||||||
16 | SUB CPMK (Sub Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) | |||||||||||||||||||||||||
17 | SUB-CPMK 13.2.1. | Kemampuan bekerja efektif secara tim multi-disiplin atau multibudaya yang mempunyai komitmen terhadap tanggung jawab profesional dan tanggung jawab etika dalam skala nasional dan internasional. | ||||||||||||||||||||||||
18 | SUB-CPMK 13.2.2 | Kemampuan bekerja efektif secara tim multi-disiplin atau multibudaya dengan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan, terhadap kolega, pimpinan, dan masyarakat luas dalam skala nasional dan internasional. | ||||||||||||||||||||||||
19 | SUB-CPMK 14.1.1 | Kemampuan mengenali kebutuhan pembelajaran diri seumur hidup untuk selalu mengembangkan dan memperbaharui pengetahuan serta keterampilannya. | ||||||||||||||||||||||||
20 | SUB-CPMK 14.1.2 | Kemampuan mengenali kebutuhan pembelajaran diri seumur hidup dalam mengakses pengetahuan terkait isu-isu terkini yang relevan. | ||||||||||||||||||||||||
21 | SUB-CPMK 14.2.1 | Kemampuan mengelola pembelajaran diri seumur hidup dalam menggali berbagai informasi yang relevan untuk pengembangan diri, menumbuhkan daya kreasi dan inovasi yang tinggi. | ||||||||||||||||||||||||
22 | SUB-CPMK 14.2.2 | Kemampuan mengelola pembelajaran diri seumur hidup yang berkelanjutan untuk pengembangan pribadi, meningkatkan daya saing dan kemampuan kerja. | ||||||||||||||||||||||||
23 | Pemetaan CPL terhadap CPMK | |||||||||||||||||||||||||
24 | CPMK 13.2 | CPMK 14.1 | CPMK 14.2 | |||||||||||||||||||||||
25 | CPL 13 | √ | ||||||||||||||||||||||||
26 | CPL 14 | √ | √ | |||||||||||||||||||||||
27 | Pemetaan CPMK terhadap Sub-CPMK | |||||||||||||||||||||||||
28 | SUB-CPMK 13.2.1. | SUB-CPMK 13.2.2 | SUB-CPMK 14.1.1 | SUB-CPMK 14.1.2 | SUB-CPMK 14.2.1 | SUB-CPMK 14.2.2 | ||||||||||||||||||||
29 | CPMK 13.2 | √ | √ | |||||||||||||||||||||||
30 | CPMK 14.1 | √ | √ | |||||||||||||||||||||||
31 | CPMK 14.2 | √ | √ | |||||||||||||||||||||||
32 | Diskripsi Singkat MK | Dalam mata kuliah Pendidikan Agama Buddha mahasiswa mempelajari Konsep Agama dan Fungsinya, Ketuhanan, Manusia, Moral,Etika dan Sila, IPTEK dan Seni, Kerukunan antar Umat Beragama, Masyarakast, Budaya, Politik dan Hukum. Pembelajaran ini berisipemahaman yang mendasar tentang ajaran Buddha terutama Sutta – sutta dan Dhammapada yang dibutuhkan pada masa kini danmenjadi pegangan dasar, motivasi bagi kesungguhan dan kejujuran dan kecakapan mahasiswa di dalam mengambil mata kuliah-matakuliah lain, serta kehidupan di masyarakat nantinya. | ||||||||||||||||||||||||
33 | Bahan Kajian / Materi Pembelajaran | 1. Pengertian Nanomaterial dan Biomaterial 2. Jenis-jenis nanomaterial 3. Proses Manufaktur 4. Sifat-sifatnya 5. Aplikasi-aplikasinya | ||||||||||||||||||||||||
34 | Daftar Referensi | Utama: | ||||||||||||||||||||||||
35 | 1. Apeldom. 1983. Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta, Pradnya Paramita.S 2. Barrent, J. 1990. Pengantar Ilmu Politik, Jakarta, Erlangga. 3. Bertens, K. 1980. Sari Sejarah Filsafat Barat, Jogyakarta, Kanisius 4. Brownlee, M. 1967. Pengambilan Keputusan Etis dan Faktor-Faktor Di dalamnya, Jakarta, BPK gunung Mulia 5. Budiarjo, M. 1984. Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta, BPK Gunung Mulia. 6. Darmaputera, E. 1989. Etika Sederhana Untuk Semua, Jakarta, BPK Gunung Mulia 7. Darmeputera, E. 1987. Pancasila Identitas Modernitas, Jakarta,BPK Gunung Mulia. 8. Hadiwijono, H. 1980. Sari dan Sejarah Filsafat Barat I & II, Jakarta, Kanisius 9. Keraf A Sonny, 2006. Etika Lingkungan, Jakarta, Penerbit Buku Kompas 10. Keraf, A. Sonny., Etika Lingkungan (Jakarta : Penerbit Buku Kompas, 2006) 11. Kohlberg, L. 1995. Tahap-tahap Perkembangan Etis, Jogyakarta, Kanisius. 12. Kuncoro, P. 1976. Hak-Hak Azasi Manusia dan Pancasila, Jakarta, Pradnya Paramita. 13. Naisbit, J & Patricia, A. 1990. Megatrends 2000: Ten New Direction For 1990’s, New York, William Morrow. 14. Prakosa, Kesit B., Pajak dan Retribusi Daerah (Yogyakarta: UII Press, 2003) 15. Purwowidagdo, J. 1994. Pendidikan, Pembangunan dan Masa Depan Bangsa, Jakarta, BPK Gunung Mulia | |||||||||||||||||||||||||
36 | Media Pembelajaran | Perangkat lunak: | Perangkat keras : | |||||||||||||||||||||||
37 | Microsoft Office (minimal) | Laptop dan LCD Projector | ||||||||||||||||||||||||
38 | Nama Dosen Pengampu | |||||||||||||||||||||||||
39 | Matakuliah prasyarat (Jika ada) | - | ||||||||||||||||||||||||
40 | ||||||||||||||||||||||||||
41 | Minggu Ke- | Kategori CPMK | Kategori Sub – CPMK | Kemampuan akhir yang direncanakan | Bahan Kajian (Materi Pembelajaran) | Bentuk dan Metode Pembelajaran | Estimasi Waktu | Pengalaman Belajar Mahasiswa | Penilaian | |||||||||||||||||
42 | Kriteria & Bentuk | Indikator | Bobot (%) | |||||||||||||||||||||||
43 | (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | |||||||||||||||
44 | 1, | CPMK 13.2 | SUB CPMK 13.2.1 SUB CPMK13.2.2 | Mampu memiliki pengetahuan tentang Mata Kuliah Pendidikan Agama Buddha dan menguraikan apa yang akan dikerjakan dan seharusnya dicapai dalam mata kuliah ini | Pengantar (RPS, kontrak kuliah, kriteriaPenilaian, dan Pembagian Tugas Kelompok), Visi dan Misi Pendidikan Agama Buddha di Perguruan Tinggi, Substansi Kajian | Bentuk: Kuliah Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning. | 2x60 Menit | Mampu memiliki pengetahuan tentang Mata Kuliah Pendidikan Agama Buddha | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu memiliki pengetahuan tentang MataKuliah Pendidikan Agama Buddha | 5% | |||||||||||||||
45 | 2 | CPMK 13.2 | SUB CPMK 13.2.1 SUB CPMK 13.2.2 | Mahasiswa mampu : Menjelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian agama dan fungsinya Menguraikan Kekhasan Agama Buddha | Pengertian dan Fungsi Agama - Istilah Agama - Beberapa Defenisi Agama - Ilmu Agama - Unsur-unsur dalam Agama - Fungsi Agama Kekhasan ajaran Buddha | Bentuk: Kuliah Metode:Soal, Diskusi, Problem, Based Learning. | 2x60 Menit | Mahasiswa mampu : Menjelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian agama dan fungsinya | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mahasiswa mampu Menjelaskan dengan kata-kata sendiri pengertian agama dan fungsinya. | 5% | |||||||||||||||
46 | 3 | CPMK 13.2 | SUB CPMK 13.2.1 SUB CPMK13.2.2 | Menjelaskan dengan kata-kata sendiri implikasi penghayatan kepercayaan kepada Tuhan dalam relasinya dengan sesama dan alam semesta sebagai lingkungan hidupnya, khususnya dalam pengembangan keperibadiannya sebagai mahasiswa Buddhis dan mempedomaninya dalam kehidupan sehari-hari. | Saddha, Puja Buddha, Bodhisattva, Arahat dan Dewa Dhammaniyama Ketuhanan Yang Maha Esa dalam AjaranBuddha, Samadhi sebagai landasan memahami dan mengerti Ketuhanan Yang maha Esa. Konsep keselamatan | Bentuk: Kuliah Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning. | 2x60 Menit | Mahasiswa mampu : Menjelaskan implikasi penghayatan kepercayaan kepada Tuhan dalam relasinya dengan sesama danalam semesta sebagai lingkungan hidupnya | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mahasiswa mampu Menjelaskan implikasi penghayatan kepercayaan kepada Tuhan dalam relasinya dengan sesama dan alam semesta sebagai lingkungan hidupnya | 5% | |||||||||||||||
47 | 4 | CPMK 14.1 | SUB CPMK 14.1.1 SUB CPMK 14.1.2 | Mahasiswa mampu: Menguraikan dengan kata-kata sendiri tentang manusia dalam ajaran Buddha. Menjelakan dengan kata-kata sendiri bahwa manusia adalah perpaduan nama-rupa dan muncul karena kondisi (Sankhata Dhamma). Menjelaskan bahwa kelahiran sebagai manusia adalah berkah Menjelaskan bahwa manusia mempunyai tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat serta alam lingkungannya. | Definisi Manusia (ajaran Buddha) Dhammapada dan Karaka Chapa Sutta(sutta penyu buta) Angutttara nikaya Ananda Vagga bagianAbhibhu) Nakharika Sutta (sutta ujung kuku) Pria dan wanita adalah mitra Ajaran Buddha tentang manusia Hakikat dan martabat manusia Tanggung jawab manusia | Bentuk: Kuliah Metode:Soal, Diskusi, Problem Based Learning | 2x60 Menit | Mampu: Menguraikan dengan kata-kata sendiri tentang manusia dalam ajaran Buddha. | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu Menguraikan dengan kata-kata sendiri tentang manusia dalam ajaran Buddha. | 5% | |||||||||||||||
48 | 5 | CPMK 14.1 | SUB CPMK 14.1.1 SUB CPMK 14.1.2 | Mahasiswa mampu: Menjelaskan tentang perbedaan istilah Moral,Etika dan Sila. Menjelaskan bahwa sila adalah pondasi kehidupan batin melalui pikiran, ucapan danperbuatan dan cara cara memperoleh kehidupan (jalan Kesucian). Menjelaskan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara Sila diperlukan untuk tercapainya hubungan harmonis antar sesama manusia dan alam | Definisi Moral, Etika, Sila Visudhimagga Dasar – dasar pelaksanaan Sila Sati dan Sampajanna Hiri dan Ottapa Pembagian Sila Pancasila dan Panca Dhamma | Bentuk: Kuliah Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning. | 2x60 Menit | Mampu: Menjelaskan tentang perbedaan istilah Moral, Etika dan Sila. Menjelaskan bahwa sila adalah pondasi kehidupan batin melalui pikiran, ucapan dan perbuatan dan cara cara memperoleh kehidupan (jalan Kesucian | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu Menjelaskan tentang perbedaan istilah Moral,Etika dan Sila. Menjelaskan bahwa sila adalah pondasi kehidupan batin melalui pikiran, ucapan dan perbuatan dan cara cara memperoleh kehidupan (jalan Kesucian | 5% | |||||||||||||||
49 | 6 | CPMK 14.1,14.2 | SUB CPMK 14.1.1 SUB CPMK14.1.2 SUB CPMK 14.2.1 SUB CPMK14.2.2 | Mahasiswa mampu: Menguraikan dengan kata-kata sendiri arti ‘ilmu pengetahuan”, “teknologi’, serta mengidentifikasi hubungan di antara sadhadan ilmu pengetahuan dan seni dlm sepanjang sejarah manusia Menjelaskan kelebihan dan kekurangan ilmupengetahuan | Arti Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,Perbedaan dan Hubungan di antara Keduanya; Hubungan Iman dan Ilmu Pengetahuandalam Sejarah Kehidupan Manusia | Bentuk: Kuliah Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning. | 2x60 Menit | Mampu: Menguraikan dengan kata-kata sendiri arti ‘ilmu pengetahuan”, “teknologi’, serta mengidentifikasi hubungan di antara sadhadan ilmu pengetahuan dan seni dlm sepanjang sejarah manusia | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu menjelaskan Hubungan Iman dan Ilmu Pengetahuandalam Sejarah Kehidupan Manusia, Batas Penjelajahan Ilmu Pengetahuan dan Problema Legitimasinya; dan Hubungan yang Bermakna antara Iman danIptek dari Sudut Pandang Buddha dhamma | 5% | |||||||||||||||
50 | 7 | CPMK 14.1,14.2 | SUB CPMK 14.1.1 SUB CPMK14.1.2 SUB CPMK 14.2.1 SUB CPMK14.2.2 | Menganalisa dan menyampaikan batas- batas penjelajahan ilmu pengetahuan sertaproblema legitimasinya dalam era post modernisme, hubungan yang bermakna antara iman dan ilmu pengetahuan, dari sudut pandang ajaran Buddha Menguraikan dan mengkaji dampak positif dan negatif dari pengembangan dan penggunaan IPTEK Mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta menunjukan sikap dan perilaku yang konstruktif dan kritis dalam pemanfaatan IPTEK dan Seni | Batas Penjelajahan IlmuPengetahuan danProblema Legitimasinya; Hubungan yang Bermakna antara Iman danIptek dari Sudut Pandang Buddha dhamma Dampak Positif dan Negatif dari Perkembangan dan Penggunaan IPTEK Iman, Ilmu dan Amal sebagai satu kesatuan Kewajiban menuntut ilmu dan mengamalkanilmu Tanggung jawab terhadap alam dan lingkungan Sikap Mahasiswa terhadap Pengembangandan Pemanfaatan IPTEK | Bentuk: Kuliah Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning. | 2x60 Menit | Mampu: Menganalisa dan menyampaikan batas- batas penjelajahan ilmu pengetahuan serta problema legitimasinya dalam era post modernisme, hubungan yang bermakna antara iman dan ilmu pengetahuan, dari sudut pandang ajaran Buddha. | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu menganalisa dan menyampaikan batas- batas penjelajahan ilmu pengetahuan serta problema legitimasinya dalam era post modernisme, hubungan yang bermakna antara iman dan ilmu pengetahuan, dari sudut pandang ajaran Buddha. | 5% | |||||||||||||||
51 | 8 | CPMK 13.2 | SUB CPMK 13.2.1 SUB CPMK13.2.2 | Mahasiswa mampu: Menjelaskan dengan kata-kata sendiri realitas dan masalah masyarakat Indonesiayang majemuk, Menguraikan dengan singkat dan sistematis kerukukanan menurut perspektif Buddha danmenganalisis realita hubungan antar penganut agama yang berbeda Mengkaji implementasi dan pengembangansikap dan prilaku yang etis thd penganut agama lain Mempresentasikan tentang kerukunan antarumat beragama di Indonesia Merencanakan program kerja sama mahasiswa yang berbeda agama di tingkatfakultas atau universitas atau antar universitas | Realitas dan Masalah Masyarakat Indonesia yang Majemuk Definisi dan hakikat Agama Pelaksanaan Sila demi terwujudnya kerukunan kehidupan beragama danbernegara. Pancasila Brahmavihara Kalama Sutta. Prasasti Asoka Upali Sutta Saraniyadhamma Sutta Mahasiswa dan Kerukunan Antar UmatBeragama (Program Kerja) | Bentuk: Kuliah Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning. | 2x60 Menit | Mampu: Menjelaskan realitas dan masalah masyarakat Indonesiayang majemuk, Menguraikan kerukukanan menurut perspektif Buddha danmenganalisis realita hubungan antar penganut agama yang berbeda Mengkaji implementasi dan pengembangansikap dan prilaku yang etis thd penganut agama lain Mempresentasikan tentang kerukunan antar umat beragama di Indonesia | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu: Menjelaskan realitas dan masalah masyarakat Indonesiayang majemuk, Menguraikan kerukukana menurut perspektif Buddha danmenganalisis realita hubungan antar penganut agama yang berbeda Mengkaji implementasi dan pengembangansikap dan prilaku yang etis thd penganut agama lain Mempresentasikan kerukunan antarumat beragama di Indonesia | 5% | |||||||||||||||
52 | 9 | CPMK 13.2 | SUB CPMK 13.2.1 SUB CPMK13.2.2 | Mahasiswa mampu: Menguraikan dengan singkat makna kata – kata Masyarakat, dharma wijaya, gharavasadan pabbajita Menguraikan dengan singkat konsep masyarakat Buddha. Menjelaskan konsep masyarakat madani dalan pandangan Buddha | Definisi Masyarakat 4 sikap Harmonis Konsep Dharma wijaya (masyarakat Madani) Konsep karaniya metta Susunan Masyarakat Buddha | Bentuk: Kuliah Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning. | 2x60 Menit | Mampu: Menguraikan dengan singkat makna kata – kata Masyarakat, dharma wijaya, gharavasadan pabbajita Menguraikan dengan singkat konsep masyarakat Buddha. | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu: Menguraikan dengan singkat makna kata – kata Masyarakat, dharma wijaya, gharavasadan pabbajita Menguraikan dengan singkat konsep masyarakat Buddha. | 5% | |||||||||||||||
53 | 10 | CPMK 13.2 | SUB CPMK 13.2.1 SUB CPMK13.2.2 | Mahasiswa mampu: Menguraikan dengan singkat dan sistimatispengertian budaya dan integrasi budaya serta hubungan agama dengan budaya Menguraikan dengan menggunakan kata- kata sendiri pengertian “budaya” yang berkaitan dengan “budaya akademis” dalamPerguruan Tinggi Mengidentifikasi dan mengambil keputusansecara tepat dalam bentuk pola pikir dan prilaku yang kritis dlm keberpihakan mahasiswa pada kebenaran dan keadilan sera pengentasan kemiskinan Menganalisa secara logis, kritis, sistematis dan inovatif budaya kerja yang tidak narimo dan menerapkannya dalam bentuk sikap danperilaku kerja keras. Mempresentasikan hubungan positif antaraAgama dan Budaya dalam bentuk makalah | Pengertian Budaya dan Integrasi Budaya - Pengertian Budaya dan Kebudayaan - Integrasi Budaya Hubungan Agama dan Budaya Kebudayaan materi dan sastra Buddhis(candi & Sastra). Bentuk bentuk pikiran yang baik (cetasika)atau brahmavihara Budaya Akademik dalam Perguruan Tinggi Pola Pikir dan Perilaku yang Kritis dalamKeberpihakan Mahasiswa kepada Kebenaran, Keadilan dan Pengentasan Kemiskinan Budaya Kerja yang Tidak “Narimo” tetapi“Kerja Keras” | Bentuk: Kuliah Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning. | 2x60 Menit | Mampu: Menguraikan dengan singkat dan sistimatis pengertian budaya dan integrasi budaya serta hubungan agama dengan budaya | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu: Menguraikan dengan singkat dan sistimatis pengertian budaya dan integrasi budaya serta hubungan agama dengan budaya | 5% | |||||||||||||||
54 | 11 | UJIAN TENGAH SEMESTER | 20% | |||||||||||||||||||||||
55 | 12 | CPMK 14.1,14.2 | SUB CPMK 14.1.1 SUB CPMK14.1.2 SUB CPMK 14.2.1 SUB CPMK14.2.2 | Mahasiswa mampu Menguasai pengetahuan tentang politik, tujuan dan hubungannya dengan negara Menjelaskan dengan ringkas dan sistimatis konsep politik atau kepemimpinan menurutajaran Buddha Menerapkan pemikiran logis, kritis, sitematis dan inovatif melalui bentuk sikap dan perilakudalam konteks tanggung jawab sosial politik seorang umat Buddha | Pengertian dan Tujuan Politik serta Hubungannya dengan Negara Konsep Politik dan Kepemimpinan MenurutAjaran Buddha. Cakkavattisihanada Sutta Kutadanta Sutta Maha Parinibhana Sutta Sigalowada sutta Dasa Raja Dhamma | - Bentuk: Kuliah - Metode: Soal, Diskusi, Problem, - Based Learning. | 2x60 Menit | Mampu Menguasai pengetahuan tentang politik, tujuan dan hubungannya dengan negara | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu Menguasai pengetahuan tentang politik, tujuan dan hubungannya dengan negara | 5% | |||||||||||||||
56 | 13 | CPMK 14.1,14.2 | SUB CPMK 14.1.1 SUB CPMK14.1.2 SUB CPMK 14.2.1 SUB CPMK14.2.2 | Menguraikan pentingnya Tanggung jawab sosial politik umat Buddha dalam hal pajak. Mengidentifikasi dan menganlisa masalahdan kebutuhan akan sebuah dialog dalamrangka etika politik Menguraikan dan mempresentasikan situasi, masalah dan tantangan sosial politik masyarakat Indonesia dewasa ini. Menjelaskan dengan sistimatis akan kebutuhan redemokratisasi dalam era reformasi Menjelaskan dengan menggunakan kata- kata sendiri tentang politik, kemajemukan agama dan masalah serta tantangannya dewasa ini dalam rangka keutuhan NKRI Menjelaskan dengan kata kata sendiri sila atau pedoman hidup seorang sarjana dalam masyarakat dan keluarga | Tanggung Jawab Sosial Politik umat Buddhadan Identifikasi Nilai-Nilai yang Harus Dipedomani Tanggung Jawab Sosial Politik umat Buddhadan Pajak - Pengertian dan Pentingnya Pajak - Pajak dalam Pembangunan - Sadar dan Taat Pajak - Pajak dari perspektif Buddha Dhamma Masalah dan Kebutuhan Sebuah Dialog dalam Rangka Etika Berpolitik Situasi, Masalah dan Tantangan Sosial Politik Masyarakat Indonesia Dewasa Ini - Politik dan Redemokratisasi dalam Era Reformasi (Situasi, Masalah, Tantangan Politik dalam Era Reformasi; Redemokratisasi dalam Era Reformasi) Politik, Kemajemukan Agama dan NKRI (Situasi, Masalah dan Tantangan Politik Dewasa ini; Kemajemukan Agama dan Keutuhan NKRI) | - Bentuk: Kuliah - Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning | 2x60 Menit | Mampu Menguraikan pentingnya Tanggung jawab sosial politik umat Buddha dalam hal pajak Mengidentifikasi dan menganlisa masalahdan kebutuhan akan sebuah dialog dalamrangka etika politik. | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mahasiswa mampu menguraikan pentingnya tanggung jawab social politik ymat Buddha dalam hal pajak; serta mampu mengidentifikasi dan menganalisa masalah dan kebutuhan akan sebuah dialog dalam rangka pilik mayarakat Indonesia. | 5% | |||||||||||||||
57 | 14,15 | CPMK 13.2 | SUB CPMK 13.2.1 SUB CPMK13.2.2 | Mahasiswa mampu: Menguasai pengetahuan tentang makna hukum serta hubungannya dengan perlindungan kepentingan dan kebahagiaan Menjelaskan pentingnya penegakan dan kesadaran hukum yang disertai dengan contoh-contoh praktis Menguraikan pandangan buddha tentang Hukum, Menganalisis dengan kritis situasi penegakan hukum di Indonesia saat ini serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan kontrol terhadap penegakan Hukum Menguraikan partisipasi mahasiswa dalam rangka mewujudkan HAM dan Demokrasi di Indonesia Menganalisis pelanggaran hukum ; tindak pidana korupsi dan mempresentasikan berbagai informasi tentang tindak pidana korupsi sebagai pelanggaran hukum serta menyimpulkan sikap dan perilaku umat Buddha yang etis dalam rangka pewujudan HAM dan demokrasi dalam bentuk makalah kelompok | Makna Hukum dan Hubunganya dengan Perlindungan Kepentingan dan Kebahagiaan Penegakan dan Kesadaran Hukum - Penegakan Hukum - Kesadaran Hukum Ajaran Buddha tentang Hukum - Cattari Arya Saccani - Kamma dan Punarbhava - Tilakkhana dan Paticcasamuppada Situasi Penegakan Hukum di Indonesia danPeran umat Buddha dalam Melakukan Kontrol Terhadap Penegakan Hukum Partisipasi Mahasiswa Buddha dalam Rangka Penegakan Hukum - HAM dan Demokrasi di Indonesia Anti Korupsi (Tindak Pidana Korupsi: Pelanggaran Hukum, Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, Semangat Heroisme Mahasiswa dan Aktualisasi AntiKorupsi, Investigasi Perilaku Koruptif dan Tindakan Korupsi- tugas Kelompok) | Bentuk: Kuliah Metode: Soal, Diskusi, Problem Based Learning. | 2x(2x60”) Menit | Mampu menjelaskan HUKUM Penegakan Hukum, HAMdan Demok rasi serta Peran umat Buddha | Kriteria : Partisipasi Mahasiswa, Bentuk : Non- Test | Mampu menjelaskan HUKUM Penegakan Hukum, HAMdan Demok rasi serta Peran umat Buddha | 10% | |||||||||||||||
58 | 16 | UJIAN AKHIR SEMESTER | 10% | |||||||||||||||||||||||
59 | 100% | |||||||||||||||||||||||||
60 | ||||||||||||||||||||||||||
61 | Tabel Skala Persepsi | |||||||||||||||||||||||||
62 | Aspek/Dimensi yang Dinilai | Skala Penilaian | ||||||||||||||||||||||||
63 | Sangat Kurang | Kurang | Cukup | Baik | ||||||||||||||||||||||
64 | (Skor < 20) | (21 – 40) | (41 – 60) | (61 – 80) | ||||||||||||||||||||||
65 | Kemampuan Komunikasi | |||||||||||||||||||||||||
66 | Penguasaan Materi | |||||||||||||||||||||||||
67 | Kemampuan Menghadapi Pertanyaan | |||||||||||||||||||||||||
68 | Ketepatan Menyelesaikan Masalah | |||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||
71 | Tabel Rubrik Holistik | |||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||
73 | GRADE | SKOR | KRITERIA PENILAIAN | |||||||||||||||||||||||
74 | Sangat Kurang | <20 | Rancangan yang disajikan tidak teratur dan tidak menyelesaikan permasalahan | |||||||||||||||||||||||
75 | Kurang | 21 - 40 | Rancangan yang disajikan teratur namun kurang menyelesaikan permasalahan. | |||||||||||||||||||||||
76 | Cukup | 41 - 60 | Rancangan yang disajikan tersistematis, menyelesaikan masalah, namun kurang dapat diimplementasikan | |||||||||||||||||||||||
77 | Baik | 61 - 80 | Rancangan yang disajikan sistematis, menyelesaikan masalah, dapat diimplementasikan, kurang inovatif | |||||||||||||||||||||||
78 | Sangat Baik | >81 | Rancangan yang disajikan sistematis, menyelesaikan masalah dan dapat diimplementasikan dan inovatif | |||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||