| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | STANDAR PERILAKU KERJA JPT PRATAMA DAN FUNGSIONAL UTAMA (5-6) | |||||||||||||||||||||||||
2 | ASPEK PERILAKU KERJA : ORIENTASI PELAYANAN | |||||||||||||||||||||||||
3 | NO | SITUASI | INDIKATOR PERILAKU KERJA | TERPENUHI | LEVEL YANG DIPEROLEH | |||||||||||||||||||||
4 | 1 | Ketika memberikan pelayanan kepada pihak-pihak yang dilayani | Berusaha memenuhi kebutuhan mendasar dalam pelayanan dan percepatan penanganan masalah | X | ||||||||||||||||||||||
5 | Mengevaluasi dan mengantisipasi kebutuhan pihak-pihak yang dilayani | √ | ||||||||||||||||||||||||
6 | Mengembangkan sistem pelayanan baru bersifat jangka panjang untuk memastikan kebutuhan dan kepuasan pihak-pihak yang dilayani | Tidak diujikan | ||||||||||||||||||||||||
7 | 2 | ketika membangun hubungan dengan pihak-pihak yang dilayani | Berusaha memenuhi kebutuhan mendasar dalam pelayanan dan percepatan penanganan masalah | |||||||||||||||||||||||
8 | Mengevaluasi dan mengantisipasi kebutuhan pihak-pihak yang dilayani | |||||||||||||||||||||||||
9 | Mengembangkan sistem pelayanan baru bersifat jangka panjang untuk memastikan kebutuhan dan kepuasan pihak-pihak yang dilayani | |||||||||||||||||||||||||
10 | 3 | Ketika diharapkan memberikan nilai-nilai tumbuh atas layanan yang diberikan kepada pihak-pihak yang dilayani | Berusaha memenuhi kebutuhan mendasar dalam pelayanan dan percepatan penanganan masalah | |||||||||||||||||||||||
11 | Mengevaluasi dan mengantisipasi kebutuhan pihak-pihak yang dilayani | |||||||||||||||||||||||||
12 | Mengembangkan sistem pelayanan baru bersifat jangka panjang untuk memastikan kebutuhan dan kepuasan pihak-pihak yang dilayani | |||||||||||||||||||||||||
13 | 4 | Ketika beradaptasi dengan menggunakan teknologi digital | Berusaha memenuhi kebutuhan mendasar dalam pelayanan dan percepatan penanganan masalah | |||||||||||||||||||||||
14 | Mengevaluasi dan mengantisipasi kebutuhan pihak-pihak yang dilayani | |||||||||||||||||||||||||
15 | Mengembangkan sistem pelayanan baru bersifat jangka panjang untuk memastikan kebutuhan dan kepuasan pihak-pihak yang dilayani | |||||||||||||||||||||||||
16 | 5 | Ketika diharapkan dengan benturan kepentingan | Berusaha memenuhi kebutuhan mendasar dalam pelayanan dan percepatan penanganan masalah | |||||||||||||||||||||||
17 | Mengevaluasi dan mengantisipasi kebutuhan pihak-pihak yang dilayani | |||||||||||||||||||||||||
18 | Mengembangkan sistem pelayanan baru bersifat jangka panjang untuk memastikan kebutuhan dan kepuasan pihak-pihak yang dilayani | |||||||||||||||||||||||||
19 | ||||||||||||||||||||||||||
20 | ||||||||||||||||||||||||||
21 | ASPEK PERILAKU KERJA : KOMITMEN | |||||||||||||||||||||||||
22 | NO | SITUASI | INDIKATOR PERILAKU KERJA | TERPENUHI | LEVEL YANG DIPEROLEH | |||||||||||||||||||||
23 | 1 | Ketika menjalankan tugas serta kewajibannya sebagai anggota organisasi | Bertindak berdasarkan nilai-nilai organisasi secara konsisten | |||||||||||||||||||||||
24 | Menunjukkan komitmen atas kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi | |||||||||||||||||||||||||
25 | Mengambil keputusan atau tindakan yang membutuhkan pengorbanan yang besar (menjadi model perilaku positif yang terintegrasi) | |||||||||||||||||||||||||
26 | 2 | Ketika harus menjaga citra organisasi | Bertindak berdasarkan nilai-nilai organisasi secara konsisten | |||||||||||||||||||||||
27 | Menunjukkan komitmen atas kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi | |||||||||||||||||||||||||
28 | Mengambil keputusan atau tindakan yang membutuhkan pengorbanan yang besar (menjadi model perilaku positif yang terintegrasi) | |||||||||||||||||||||||||
29 | 3 | Ketika menghadapi keadaan dilematis | Bertindak berdasarkan nilai-nilai organisasi secara konsisten | |||||||||||||||||||||||
30 | Menunjukkan komitmen atas kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi | |||||||||||||||||||||||||
31 | Mengambil keputusan atau tindakan yang membutuhkan pengorbanan yang besar (menjadi model perilaku positif yang terintegrasi) | |||||||||||||||||||||||||
32 | 4 | Ketika diharapkan memupuk jiwa nasionalisme | Bertindak berdasarkan nilai-nilai organisasi secara konsisten | |||||||||||||||||||||||
33 | Menunjukkan komitmen atas kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi | |||||||||||||||||||||||||
34 | Mengambil keputusan atau tindakan yang membutuhkan pengorbanan yang besar (menjadi model perilaku positif yang terintegrasi) | |||||||||||||||||||||||||
35 | 5 | Ketika dihadapkan dengan masalah korupsi/kolusi/nepotisme (KKN) | Bertindak berdasarkan nilai-nilai organisasi secara konsisten | |||||||||||||||||||||||
36 | Menunjukkan komitmen atas kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan pribadi | |||||||||||||||||||||||||
37 | Mengambil keputusan atau tindakan yang membutuhkan pengorbanan yang besar (menjadi model perilaku positif yang terintegrasi) | |||||||||||||||||||||||||
38 | ||||||||||||||||||||||||||
39 | ||||||||||||||||||||||||||
40 | ASPEK PERILAKU KERJA : INISIATIF KERJA | |||||||||||||||||||||||||
41 | NO | SITUASI | INDIKATOR PERILAKU KERJA | TERPENUHI | LEVEL YANG DIPEROLEH | |||||||||||||||||||||
42 | 1 | Ketika menjalankan tugas yang terkait pekerjaannya | Menyusun rencana, tindakan taktis maupun langkah antisipasi terhadap permasalahan rutin. Menyusun perbaikan berkelanjutan dan menghargai orang lain | |||||||||||||||||||||||
43 | Merancang rencana jangka pendek, adaptasi ide untuk meningkatkan kinerja, dan memberikan dukungan terhadap orang lain | |||||||||||||||||||||||||
44 | Merancang rencana komperehensif, berorientasi jangka panjang, mempertimbangkan kesuksesan anggota organisasi, serta membuat terobosan baru | |||||||||||||||||||||||||
45 | 2 | Ketika kondisi/situasi penyelesaian | Menyusun rencana, tindakan taktis maupun langkah antisipasi terhadap permasalahan rutin. Menyusun perbaikan berkelanjutan dan menghargai orang lain | |||||||||||||||||||||||
46 | Merancang rencana jangka pendek, adaptasi ide untuk meningkatkan kinerja, dan memberikan dukungan terhadap orang lain | |||||||||||||||||||||||||
47 | Merancang rencana komperehensif, berorientasi jangka panjang, mempertimbangkan kesuksesan anggota organisasi, serta membuat terobosan baru | |||||||||||||||||||||||||
48 | 3 | Ketika menjadi bagian anggota tim/kelompok kerja | Menyusun rencana, tindakan taktis maupun langkah antisipasi terhadap permasalahan rutin. Menyusun perbaikan berkelanjutan dan menghargai orang lain | |||||||||||||||||||||||
49 | Merancang rencana jangka pendek, adaptasi ide untuk meningkatkan kinerja, dan memberikan dukungan terhadap orang lain | |||||||||||||||||||||||||
50 | Merancang rencana komperehensif, berorientasi jangka panjang, mempertimbangkan kesuksesan anggota organisasi, serta membuat terobosan baru | |||||||||||||||||||||||||
51 | 4 | Ketika menghadapi masa-masa sulit | Menyusun rencana, tindakan taktis maupun langkah antisipasi terhadap permasalahan rutin. Menyusun perbaikan berkelanjutan dan menghargai orang lain | |||||||||||||||||||||||
52 | Merancang rencana jangka pendek, adaptasi ide untuk meningkatkan kinerja, dan memberikan dukungan terhadap orang lain | |||||||||||||||||||||||||
53 | Merancang rencana komperehensif, berorientasi jangka panjang, mempertimbangkan kesuksesan anggota organisasi, serta membuat terobosan baru | |||||||||||||||||||||||||
54 | 5 | Ketika dituntut bekerja lebih baik | Menyusun rencana, tindakan taktis maupun langkah antisipasi terhadap permasalahan rutin. Menyusun perbaikan berkelanjutan dan menghargai orang lain | |||||||||||||||||||||||
55 | Merancang rencana jangka pendek, adaptasi ide untuk meningkatkan kinerja, dan memberikan dukungan terhadap orang lain | |||||||||||||||||||||||||
56 | Merancang rencana komperehensif, berorientasi jangka panjang, mempertimbangkan kesuksesan anggota organisasi, serta membuat terobosan baru | |||||||||||||||||||||||||
57 | ||||||||||||||||||||||||||
58 | ||||||||||||||||||||||||||
59 | ASPEK PERILAKU KERJA : KERJA SAMA | |||||||||||||||||||||||||
60 | NO | SITUASI | INDIKATOR PERILAKU KERJA | TERPENUHI | LEVEL YANG DIPEROLEH | |||||||||||||||||||||
61 | 1 | Ketika menghadapi masalah dengan pegawai lain/orang yang tidak disukai di tempat kerja | Berkomitmen terhadap penyelesaian tugas dan memberikan dukungan secara aktif terhadap anggota tim yang lebih besar dan beragam | |||||||||||||||||||||||
62 | Membangun semangat kelompok besar dan nilai tambah dalam pelaksanaan tugas | |||||||||||||||||||||||||
63 | Secara aktif menjaga motivasi dan hubungan yang positif dalam organisasi | |||||||||||||||||||||||||
64 | 2 | Ketika mendapatkan pembagian tugas yang tidak menyenangkan | Berkomitmen terhadap penyelesaian tugas dan memberikan dukungan secara aktif terhadap anggota tim yang lebih besar dan beragam | |||||||||||||||||||||||
65 | Membangun semangat kelompok besar dan nilai tambah dalam pelaksanaan tugas | |||||||||||||||||||||||||
66 | Secara aktif menjaga motivasi dan hubungan yang positif dalam organisasi | |||||||||||||||||||||||||
67 | 3 | Ketika menghadapi pimpinan yang tidak memperdulikan kontribusi anggota tim | Berkomitmen terhadap penyelesaian tugas dan memberikan dukungan secara aktif terhadap anggota tim yang lebih besar dan beragam | |||||||||||||||||||||||
68 | Membangun semangat kelompok besar dan nilai tambah dalam pelaksanaan tugas | |||||||||||||||||||||||||
69 | Secara aktif menjaga motivasi dan hubungan yang positif dalam organisasi | |||||||||||||||||||||||||
70 | 4 | Ketika bekerja di dalam kelompok/tim | Berkomitmen terhadap penyelesaian tugas dan memberikan dukungan secara aktif terhadap anggota tim yang lebih besar dan beragam | |||||||||||||||||||||||
71 | Membangun semangat kelompok besar dan nilai tambah dalam pelaksanaan tugas | |||||||||||||||||||||||||
72 | Secara aktif menjaga motivasi dan hubungan yang positif dalam organisasi | |||||||||||||||||||||||||
73 | 5 | Ketika dituntut untuk mengembangkan jaringan kerjasama | Berkomitmen terhadap penyelesaian tugas dan memberikan dukungan secara aktif terhadap anggota tim yang lebih besar dan beragam | |||||||||||||||||||||||
74 | Membangun semangat kelompok besar dan nilai tambah dalam pelaksanaan tugas | |||||||||||||||||||||||||
75 | Secara aktif menjaga motivasi dan hubungan yang positif dalam organisasi | |||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | ASPEK PERILAKU KERJA : KEPEMIMPINAN | |||||||||||||||||||||||||
79 | NO | SITUASI | INDIKATOR PERILAKU KERJA | TERPENUHI | LEVEL YANG DIPEROLEH | |||||||||||||||||||||
80 | 1 | Ketika menjadi pemimpin informal dalam unit kerja/organisasi | Menunjukkan kepercayaan diri serta sikap yang adil dan profesional dalam segala situasi, serta bersedia untuk mengambil resiko | |||||||||||||||||||||||
81 | Menunjukkan kemandirian dan kemampuan menjadi katalisator | |||||||||||||||||||||||||
82 | Menjadi teladan dalam kepemimpinan organisasi | |||||||||||||||||||||||||
83 | 2 | Ketika diharapkan menjadi penyemangat rekan kerja/bawahan | Menunjukkan kepercayaan diri serta sikap yang adil dan profesional dalam segala situasi, serta bersedia untuk mengambil resiko | |||||||||||||||||||||||
84 | Menunjukkan kemandirian dan kemampuan menjadi katalisator | |||||||||||||||||||||||||
85 | Menjadi teladan dalam kepemimpinan organisasi | |||||||||||||||||||||||||
86 | 3 | Ketika terjadi perselisihan dalam kelompok/unit kerja/organisasi | Menunjukkan kepercayaan diri serta sikap yang adil dan profesional dalam segala situasi, serta bersedia untuk mengambil resiko | |||||||||||||||||||||||
87 | Menunjukkan kemandirian dan kemampuan menjadi katalisator | |||||||||||||||||||||||||
88 | Menjadi teladan dalam kepemimpinan organisasi | |||||||||||||||||||||||||
89 | 4 | Ketika mengatur pelaksanaan tugas/pekerjaan bawahan | Menunjukkan kepercayaan diri serta sikap yang adil dan profesional dalam segala situasi, serta bersedia untuk mengambil resiko | |||||||||||||||||||||||
90 | Menunjukkan kemandirian dan kemampuan menjadi katalisator | |||||||||||||||||||||||||
91 | Menjadi teladan dalam kepemimpinan organisasi | |||||||||||||||||||||||||
92 | 5 | Ketika mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan | Menunjukkan kepercayaan diri serta sikap yang adil dan profesional dalam segala situasi, serta bersedia untuk mengambil resiko | |||||||||||||||||||||||
93 | Menunjukkan kemandirian dan kemampuan menjadi katalisator | |||||||||||||||||||||||||
94 | Menjadi teladan dalam kepemimpinan organisasi | |||||||||||||||||||||||||
95 | 6 | Ketika dihadapkan dengan situasi yang tidak pasti (terdapat kemungkinan mendatangkan hasil yang negatif) | Menunjukkan kepercayaan diri serta sikap yang adil dan profesional dalam segala situasi, serta bersedia untuk mengambil resiko | |||||||||||||||||||||||
96 | Menunjukkan kemandirian dan kemampuan menjadi katalisator | |||||||||||||||||||||||||
97 | Menjadi teladan dalam kepemimpinan organisasi | |||||||||||||||||||||||||
98 | 7 | Ketika terjadi perubahan-perubahan yang spesifik dalam organisasi | Menunjukkan kepercayaan diri serta sikap yang adil dan profesional dalam segala situasi, serta bersedia untuk mengambil resiko | |||||||||||||||||||||||
99 | Menunjukkan kemandirian dan kemampuan menjadi katalisator | |||||||||||||||||||||||||
100 | Menjadi teladan dalam kepemimpinan organisasi | |||||||||||||||||||||||||