ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAA
1
INDIKATOR KLASTER 1 (MANAJEMEN) PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS
2
NoJenis VariabelDefinisi OperasionalSkalaNilai HasilPROGRAM
3
Nilai 0Nilai 4Nilai 7Nilai 10
4
123456
5
A. Manajemen Inti Puskesmas
6
1Mempunyai Rencana Lima TahunanRencana lima tahunan puskesmas mengacu kepada Rencana Strategis Dinas kesehatan, Data dan informasi hasil analisis kinerja dan gambaran kesehatan wilayah Puskesmas selama 4 tahun sebelumnya dan juga kebijakan baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah PusatTidak PunyaPunya10
7
2Ada RUK, disusun berdasarkan Rencana Lima Tahunan, dan melalui analisis situasi dan perumusan masalahRUK disusun berdasarkan Rencana Lima Tahunan, dan melalui analisis situasi dan perumusan masalahTidak menyusunYa, beberapa ada analisa dan perumusanYa, sebagian ada analisa perumusanYa, seluruhnya ada analisa dan perumusan10
8
3Menyusun RPK secara terinci dan lengkapRPK tahunan dirinci menjadi RPK bulanan bersama dengan target pencapaiannya serta direncanakan kegiatan pengawasan dan pengendaliannyaTidak menyusunYa, terinci sebagian kecilYa, terinci sebagian besarYa, terinci semuanya10
9
4Melaksanakan mini lokakarya bulanan - Setiap bulan sekali
- Dihadiri seluruh staf internal Puskesmas
- Peserta : Kepala Puskesmas, Seluruh pegawai
Puskesmas, termasuk pegawai yang bertugas di Pustu
dan Poskesdes, Jejaring Fasyankes di wilker Puskesmas.
- Agenda: Menilai pencapaian & hambatan yang
dijumpai pada bulan atau periode yang lalu, Pemantauan pelaksanaan rencana yang akan
datang, Melakukan evaluasi Pemantauan Wilayah
Setempat (PWS)
Tidak melaksanakan< 5 kali / tahun5-8 kali / tahun9-12 kali / tahun10
10
5Melaksanakan mini lokakarya Tribulanan - Setiap 3 bulan sekali
- Dihadiri internal Puskesmas dan LS terkait
- Peserta : Camat, Kepala Puskesmas, Pegawai Puskesmas, Perwakilan Dinkes Kab/Kota, Tim penggerak PKK kecamatan. Perwakilan Puskesmas di wilayah kecamatan, Staf kecamatan, LS di kecamatan, a.l pertanian, agama, pendidikan, BKKBN, sosial (sesuai dengan LS yang ada di kecamatan), Lembaga/organisasi kemasyarakatan lain bila perlu.
- Agenda: Menggalang dan meningkatkan kerja sama antar sektor terkait dalam pembangunan kesehatan, Menginformasikan & mengidentifikasi capaian hasil kegiatan tribulanan sebelumnya, membahas & memecahkan masalah serta hambatan oleh LS, Menyusun RTL dan kesepakatan/komitmen Lintas Sektor untuk menjalankan RTL secara bersama-sama
Tidak melaksanakan< 2 kali / tahun2-3 kali / tahun4 kali / tahun10
11
6Membuat Penilaian Kinerja ditahun sebulumnya Mengirimkan ke dinas kesehatan kab/kota, dan mendapatkan feedback dari suku dinas kesehatan kab/kotaPenilaian Kinerja Puskesmas dilaksanakan oleh puskesmas untuk kemudian hasil penilaian akan diverifikasi dan diberikan feedbackoleh suku dinas kesehatan kabupaten/kota.Tidak membuatMembuat tapi tidak mengirimkanmembuat dan mengirimkan tetapi tidak mendapat feedbackmembuat, mengirimkan, dan mendapat mendapat feedback dinas kesehatan kab/kota10
12
7Tersedia Puskesmas Pembantu yang Menerapkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer di Tiap KelurahanPuskesmas Pembantu (Pustu) merupakan bagian dari jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di level desa atau kelurahan dan mengoordinasikan partisipasi masyarakat bidang kesehatan dalam wilayah kerja Puskesmas.
Kriteria Pustu ILP :
1. Melayani Siklus Hidup
2. Memiliki minimal 1 Orang Bidan dan 1 Orang Perawat
3. Memiliki 2 Orang Kader
Belum memiliki Puskesmas Pembantu ILPTersedia Puskesmas Pembantu ILP 10
13
8Melakukan pemantauan ketepatan, kelengkapan pengisian data PWS Pemantauan Wilayah Setempat merupakan alat
manajemen pencatatan dan pelaporan guna
memantau situasi kesehatan di suatu wilayah
baik di tingkat Puskesmas maupun Dinas
Kesehatan di masing-masing daerah yang
dilakukan secara berkelanjutan, agar dapat
dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat
terhadap wilayah kerjanya
TidakYa10
14
B. Manajemen Sumberdaya
15
9Ada struktur organisasiPenataan organisasi dan sumber daya Puskesmas berdasarkan klasterTidak adaAda10
16
10Ada pembagian tugas dan tanggungjawab tim masing-masing klasterPembagian Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing Klaster terdiri dari Penanggung Jawab Klaster dan Tim masing-masing KlasterTidak adaAda10
17
11Tersedia 9 Jenis Tenaga Kesehatan dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, nutrisionis, tenaga apoteker dan atau tenaga teknis kefarmasian, dan ahli teknologi laboratorium medikTidak TersediaTersedia0tidak ada dr, perawat gigi, ATLM
18
12Dilakukan evaluasi kinerja tenaga Puskesmasproses menilai hasil karya tenaga kesehatan profesi termasuk tenaga kesehatan strategis dan tenaga kesehatan non profesi serta tenaga pendukung/penunjang keiatan yang terlibaat dan
bekerja serta mengabdikan dirinya seperti dalam upaya
dan manajemen kesehatn dalam suatu organisasi melalui
instrument penilaian kinerja
Tidak dilaksanakanDilaksanakan10
19
13Ada Perencanaan pengembangan SDM (Adanya perencanaan SDM)Menyusun strategi untuk memenuhi kebutuhan SDM Kesehatan.Tidak adaAda10
20
14Jumlah SDMK yang ditingkatkan kompetensinya (sesuai renstra)Pegawai mendapatkan Pelatihan Minimal 40 JP/ Tahun< 2 % dari jumlah pegawai mendapatkan pelatihan2-5 % dari jumlah pegawai mendapatkan pelatihan6-10 % dari jumlah pegawai mendapatkan pelatihan>10 % dari jumlah pegawai mendapatkan pelatihan10
21
C. Manajemen Sarana Prasarana dan Perbekalan Kesehatan
22
15dilakukan inventarisasi peralatan di PuskesmasInventarisasi peralatan di puskesmas adalah kegiatan pencatatan atau pendaftaran seluruh peralatan yang dimiliki puskesmasTidak dilakukanDilakukan10
23
16Ada daftar inventaris sarana di PuskesmasInventarisasi peralatan di puskesmas dapat meliputi data barang, data supplier, proses barang masuk, proses barang keluar, laporan daftar supplier, laporan daftar barang, laporan daftar barang masuk, laporan daftar barang keluar, dan laporan stok barangTidak adaAda10
24
17Dilakukan Pegisian ASPAKbarang yang diterimadiberikan kepada pengurus barang untuk dikelola sebagai barang inventaris dan dicatatkan di ASPAK<20 %20-40 %41-60%>60 %10
25
18Dilakukan pemeliharaan alat kesehatanPemeliharaan alat Terencana dan Tidak Terencana<20 %20-40 %41-60%>60 %7
26
19Mencatat penerimaan dan pengeluaran obat di setiap unit pelayananPenacatatan Penerimaan dan Pengeluaran Obat di masing-masing KlasterTidak dilakukanYa, beberapa unitYa, sebagian besar unitYa, diseluruh unit10
27
D. Manajemen Data dan Sistem Informasi
28
20Tersedia Rekam Medik Elektronik (RME)Tersedia Sistem Informasi Puskesmas yang terintegrasi dengan satu sehatTidakYa10
29
21Ditetapkannya tim Sistem Informasi Puskesmas (petugas dan SK Tim)Tersedia SK Penetapan Tim Sistem Data dan Informasi PuskesmasTidak ditetapkanDitetapkan0KECAMATAN
30
22Melakukan validasi data SDMKproses untuk memastikan data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM) yang dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) benar dan sesuai standarTidak dilakukanDilakukan <2 Kali/ tahunDilakukan 2-3 Kali/ tahunDilakukan 4 kali/ tahun (per TW)0KECAMATAN
31
23Membuat dan mengirim laporan bulanan ke sudinkes kota/kab tepat waktuLaporan Program dan KlasterTidak mengirimkan Mengirimkan <6 laporan tepat waktuMengirimkan 6 s.d. 9 laporan tepat waktuMengirimkan 10 s.d. 12 laporan tepat waktu10
32
E. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan
33
24Nilai Indeks Kepuasan MasyarakatIndeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasaan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya.Tidak baik
25.00 - 64.99
Kurang Baik
65.00 - 76.60
Baik
76.61-88.30
Sangat Baik
88.31 - 100
0KECAMATAN
34
25Tersedia Manajemen RisikoManajemen risiko adalah proses untuk mengelola risiko dengan cara mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, penatalaksanaan risiko dan monitoring dan reviu untuk mengurangi kerugian dan cedera terhadap pasien, staf, pengunjung, serta institusi puskesmas dan sasaran pelayanan UKM serta masyarakat.
Upaya manajemen risiko dilaksanakan dengan menyusun program manajemen risiko setiap tahun yang mancakup proses manajemen risiko yaitu komunikasi dan konsultasi, menetapkan konteks, identifikasi, analisis, evaluasi, penatalaksanaan risiko, dan pemantauan dan review yang dilakukan serta pelaporan manajemen resiko.
Tidak adaAda tapi tidak mencakup seluruh aspek dipuskesmasAda dan Mencakup seluruh aspek namun belum dilakukan tindak lanjutAda, mencakup seluruh aspek dan sudah dilakukan tindak lanjut10
35
26Pelaporan Insiden Keselamatan PasienLaporan kejadian atau situasi yang dapat menyebabkan cedera, penyakit, cacat, atau kematian yang tidak seharusnya terjadiTidak dilaporkanAda pelaporan dan jika ada insiden dilakukan investigasi, analisis dan tindak lanjut10
36
27Tercapainya Target Indikator Nasional Mutu di PuskesmasIndikator Nasional Mutu adalah tolok ukur yang digunakan untuk menilai tingkat capaian target mutu pelayanan kesehatan
Indikator Nasional Mutu yang mencapai target adalah indikator yang mencapai target selama minimal 10 bulan dalam 1 tahun
Indikator Nasional Mutu di Puskesmas dan targetnya adalah sebagai berikut
1. Kepatuhan Kebersihan Tangan (>=85%) dengan waktu pengukuran tiap bulan
2. Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (100%) dengan waktu pengukuran tiap bulan
3. Kepatuhan Identifikasi Pasien (100%) dengan waktu pengukuran tiap bulan
4. Keberhasilan pengobatan pasien Tuberkolosis semua kasus Sensitif Obat (>=90%) dengan waktu pengukuran tiap bulan
5. Ibu Hamil yang mendapatkan pelayanan Ante Natal Care (ANC) sesuai standar (100%) dengan waktu pengukuran tiap bulan
6. Kepuasan Pengguna Layanan (>=76,61) dengan waktu pengukuran per semester
Kurang dari 3 INM yang mencapai target Sebanyak 3 - 4 INM yang mencapai targetSebanyak 5 INM yang mencapai targetSeluruh INM mencapai target0KECAMATAN
37
F. Manajemen Keuangan dan Aset
38
28Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA)dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan yang berisi program, kegiatan, standar pelayanan minimal, target kinerja dan anggaran BLUDRBA disampaikan setelah tgl. 31 Desember tahun sebelumnya.RBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku, serta terdapat perubahan RBA > 12 kaliRBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku, serta terdapat perubahan RBA 6 -12 kaliRBA disampaikan sebelum tgl. 31 Desember tahun sebelumnya dan sesuai dengan format dalam Peraturan Perundangan yang berlaku, serta terdapat perubahan RBA < 6 kali0KECAMATAN
39
29Ketepatan waktu membuat laporan bulanan keuangan per bulan (laporan meliputi E BKU diselesaikan kurang dari tanggal 5 bulan berikutnya)Tidak menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan.Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap tapi terlambat di atas 5 hari dari target waktu.Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap tapi terlambat dalam rentang waktu 1 s.d. 5 hari dari target waktu.Menyampaikan Laporan Buku Kas Umum Bulanan secara lengkap dengan tepat waktu.0KECAMATAN
40
30Standar Operasional Prosedur pengelolaan kasStandar Operasioanal Prosedur Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (SOP BLUD) mengenai :
1. Penganggaran Badan Layanan Umum Daerah
2. Pelaksanaan Anggaran dan Pengelolaan KAS BLUD
3. Penatausahaan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan BLUD
Tidak ada SOP pengelolaan kas.Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD dan lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas.Ada SOP pengelolaan kas yang telah ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, dan rutin direview dan diupdate.Ada SOP pengelolaan kas yang telah
ditandatangani oleh pemimpin BLUD, lengkap mencakup semua kegiatan pengelolaan kas, telah disosialisasi ke seluruh pihak di BLUD, rutin direview dan diupdate, dan tidak ada temuan terkait SOP pengelolaan kas.
0KECAMATAN
41
31Penyerapan anggaran >= 85% (DES)Penyerapan Anggaran merupakan indikator kinerja yang digunakan untuk mengukur kualitas pelaksanaan anggaran berdasarkan kesesuaian eksekusi belanja dengan target penyerapan anggaran >85 % pertahunRealisasi penyerapan anggaran < 85 %Realisasi penyerapan anggaran >= 85 %0KECAMATAN
42
G. Manajemen Jejaring
43
32Terdapat MOU dengan jejaring pelayanan kesehatan di wilayah kerja PuskesmasTerdapat MOU Puskesmas dengan Jejaring Pelayanan KesehatanTidak adaAda0KECAMATAN
44
33Terlaksananya pertemuan rutin bulananPuskemas melaksanakan pertemuan rutin dengan jejaring di wilayah kerjanyaTidak ada1 kali/tahun2 kali/tahun≥ 4 kali/tahun0KECAMATAN
45
34Tersedia laporan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja PuskesmasPuskesmas mengkoordinir kebutuhan laporan dari Jejaring di wilayah kerjanyaTidak adaAda0KECAMATAN
46
H. Manajemen Pemberdayaan Masyarakat
47
35Terlaksananya identifikasi kebutuhan masyarakat (SMD, MMD, dan upaya lain) dinilai dari pelaksanaan, pengumpulan laporan dan tindak lanjutProses menilai untuk memperoleh kebutuhanyang diinginkan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan diPuskesmas guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.tidak Melaksanakan identifikasi, tidak mengumpulkan laporan dan tidak melaksanakan tindak lanjutMelaksanakan identifikasi, tidak mengumpulkan laporan dan tidak melaksanakan tindak lanjutMelaksanakan identifikasi,mengumpulkan laporan dan tidak melaksanakan tindak lanjutMelaksanakan identifikasi,mengumpulkan laporan dan melaksanakan tindak lanjut10
48
36Adanya Posyandu ILP di tiap KelurahanKriteria Posyandu ILP :
1. Melayani Siklus Hidup
2. Memiliki Minimal 5 orang Kader
3. Melaksanakan Kunjungan Rumah
Belum memiliki Posyandu ILPTersedia Posyandu ILP namun belum di setiap kelurahan, Tersedia Posyandu ILP di masing-masing kelurahan10
49
37Proporsi Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) AktifPenjelasan :
Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) wahana pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat, dikelola oleh, dari, untuk, dan bersama masyarakat, dengan pembinaan sektor kesehatan, lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait lainnya. UKBM yang dimaksud beragam jenisnya yang didasarkan pada kebutuhan suatu wilayah sehinga jenis UKBM di satu wilayah dengan wilayah lainnya dapat berbeda. Di antara beberapa UKBM yang ada di suatu wilayah diantaranya yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Posyandu Lansia, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), Saka Bakti Husada (SBH) dan UKBM lain yang berperan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

UKBM Aktif adalah UKBM yang melaksanakan kegiatan baik secara fisik maupun alternatif kegiatan lainnya seperti kunjungan rumah, pemantauan jarak jauh, pengukuran mandiri dan janji temu.

Sumber Data : Laporan Rutin Bulanan/Triwulanan/Semesteran/Tahunan
-----
Rumus Perhitungan :
Jumlah UKBM yang Aktif di suatu wilayah dibagi Jumlah UKBM yang ada di suatu wilayah dikali 100%
<20 %20-40 %41-60%>60 %10PPSM
50
38UKBM melaksanakan revitalisasi pelayananPenjelasan :
Revitalisasi pelayanan UKBM yang dimaksud adalah upaya pengintegrasian layanan kesehatan bayi, balita, usia produktif, ibu, dan/atau lansia dalam satu bentuk UKBM terintegrasi.

Sumber Data : Laporan Rutin Bulanan/Triwulanan/Semesteran/Tahunan
-----
Rumus Perhitungan :
Jumlah UKBM yang melaksanakan revitalisasi pelayanan

-----
Pada kondisi awal (tahun 2021) data tidak tersedia (NA) karena instrumen, konsep dan kriteria perhitungan indikator belum diaplikasikan. Namun, target masih memungkinkan untuk diproyeksikan
0210PPSM
51
39Persentase Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang Dilakukan PendampinganPenjelasan :
Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) wahana pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan yang dibentuk atas dasar kebutuhan masyarakat, dikelola oleh, dari, untuk, dan bersama masyarakat, dengan pembinaan sektor kesehatan, lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait lainnya. UKBM yang dimaksud beragam jenisnya yang didasarkan pada kebutuhan suatu wilayah sehinga jenis UKBM di satu wilayah dengan wilayah lainnya dapat berbeda. Di antara beberapa UKBM yang ada di suatu wilayah diantaranya yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Posyandu Lansia, Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), Saka Bakti Husada (SBH) dan UKBM lain yang berperan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Pendampingan adalah proses pemantauan dan evaluasi pelaksanaan UKBM di masingh-masing wilayah yang dapat menghasilkan keluaran berupa pencatatan, pelaporan, profil dan evaluasi UKBM.

Sumber Data : Laporan Rutin Bulanan/Triwulanan/Semesteran/Tahunan
-----
Rumus Perhitungan :
Jumlah UKBM yang dilakukan pendampingan dibagi jumlah UKBM yang ada di suatu wilayah dikali 100%

-----
Pada kondisi awal (tahun 2021) data tidak tersedia (NA) karena instrumen, konsep dan kriteria perhitungan indikator belum diaplikasikan. Namun, target masih memungkinkan untuk diproyeksikan
0<20%20-30%>30%10PPSM
52
I. Manajemen Program
53
40Indeks Keluarga Sehat (IKS)Penjelasan:
Keluarga adalah satu kesatuan keluarga inti (ayah, ibu, dan anak) sebagaimana dinyatakan dalam Kartu Keluarga. Untuk menyatakan bahwa suatu keluarga sehat atau tidak digunakan sejumlah penanda atau indikator.
Dalam rangka pelaksanaaan Program Indonesia Sehat telah disepakati adanya 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga, antara lain yaitu 1) Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB); 2) Ibu melakukan persalinan di Fasilitas Kesehatan; 3) Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap; 4) Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif; 5) Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan; 6) Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar; 7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur; 8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan; 9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok; 10) Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); 11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih; 12) Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat. Berdasarkan indikator tersebut, dilakukan penghitungan Indeks Keluarga Sehat (IKS) dari setiap keluarga.

Sumber : Formulir Penilaian Khusus/Sistem Informasi Puskesmas/EIS
-----
Rumus Perhitungan :
Jumlah Indikator Keluarga Sehat yang bernilai 1/(12-Jumlah Indikator yang tidak bernilai 1)
< 0.50.5 - 0.80KPLDH
54
41Cakupan pendataan PIS PK dari jumlah KK yang diinput (diinput per jumlah KK)Penjelasan:
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) - Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KPLDH) adalah Program yang di laksanakan untuk mewujudkan kecamatan sehat di wilayah kerja Puskesmas. Kegiatannya di fokuskan kepada kunjungan pendataan kesehatan yang mengacu pada 12 Indikator Keluarga Sehat.

Pendataan Kesehatan adalah kunjungan yang dilakukan oleh petugas kesehatan/kader dalam rangka melakukan pendataan kesehatan sesuai dengan 12 Indikator Keluarga sehat.

Sasaran Penduduk DKI Jakarta adalah jumlah Kepala Keluarga yang terdapat dalam STBM Kementerian Kesehatan dengan total sasaran 2.333.781 KK.

Sumber : Instrumen Pendataan PIS-PK
-----
Rumus Perhitungan :
Jumlah Pendataan Kesehatan PIS-PK-KPLDH dibagi sasaran penduduk DKI Jakarta dikali 100%
0-24%25-49%50-74%75-100%7KPLDH
55
42Puskesmas Melaksanakan Pelayanan Penanganan Malnutrisi TerpaduPenjelasan :
Puskesmas mampu melakukan tata laksana gizi buruk pada balita adalah Puskesmas Kecamatan dan Kelurahan dengan kriteria: 1) Mempunyai Tim Asuhan Gizi terlatih, terdiri dari dokter, bidan/perawat dan tenaga gizi. 2) Memiliki Standar Prosedur Operasional tata laksana gizi buruk pada balita.

Sumber Data : e-PPGBM
-----
Rumus Perhitungan :
Jumlah Puskesmas mampu tatalaksana gizi buruk dibagi dengan jumlah seluruh Puskesmas dikali 100%

-----
Pada kondisi awal (tahun 2021) data tidak tersedia (NA) karena instrumen, konsep dan kriteria perhitungan indikator belum diaplikasikan. Namun, target masih memungkinkan untuk diproyeksikan
010010GIZI
56
43Puskesmas Melaksanakan Surveilans GiziPenjelasan :
Puskesmas adalah puskesmas yang memiliki wilayah binaan.
Wilayah binaan adalah lokasi/RW dalam Kelurahan yang menjadi tanggung jawab Puskesmas.
Puskesmas yang melaksanakan surveilans gizi adalah Puskesmas yang melakukan kegiatan pengumpulan data, pengolahan dan analisis data, serta diseminasi informasi, dengan kriteria:
1. Pengumpulan data adalah puskesmas di wilayah kerja Kabupaten/Kota melakukan entri data sasaran balita dan ibu hamil serta data pengukuran melalui Sistem Informasi Gizi Terpadu, rerata setiap bulan mencapai minimal 60% sasaran ibu hamil dan balita.
2. Pengolahan dan analisis data adalah puskesmas di wilayah kerja Kabupaten/Kota melakukan konfirmasi dan identifikasi penyebab masalah gizi pada seluruh balita gizi buruk.
3. Diseminasi informasi adalah puskesmas di wilayah kerja Kabupaten/Kota melakukan penyusunan rencana kegiatan berdasarkan hasil surveilans gizi dan di-upload ke dalam sistem setiap triwulan

Rumus Perhitungan :
Jumlah Puskesmas melaksanakan surveilans gizi dibagi dengan jumlah seluruh Puskesmas dikali 100%
010010GIZI
57
58
44Penyediaan Klinik Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Fasilitas Pelayanan KesehatanPenjelasan :
Tersedianya klinik atau ruang khusus dan tenaga terlatih yang dapat memberikan terapi berhenti merokok di Puskesmas di suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun.
Layanan UBM mencakup :
1. Promotif
2. Preventif
3. Kuratif
4. Rehabilitatif

Sumber Data : Laporan administrasi berjenjang ke Dinas Kesehatan dari Puskesmas melalui Suku Dinas Kesehatan wilayah setempat. Dokumentasi berupa laporan dan foto kegiatan.
-----
Rumus Perhitungan :
Jumlah klinik UBM yang terbentuk di Puskesmas dan Rumah Sakit di suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun.

TidakYa0PTM
59
ada dikecamatan
60
45Puskesmas Memiliki Kelompok Dukungan Keluarga untuk Penyandang ODGJPuskesmas membentuk dan membina Kelompok Dukungan Keluarga untuk penyandang ODGJ di suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun.
Pembentukan Kelompok Dukungan Keluarga bertujuan untuk :
a. mendukung penyandang ODGJ agar lebih mandiri dalam aktifitas sehari - hari
b. mengurangi stigma terhadap penyandang ODGJ di masyarakat
TidakYa0KESWA
61
62
46Melaksanakan PerkesmasPerkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat) adalah program yang memadukan ilmu keperawatan dan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
Program Perkesmas dilakukan dengan:
Melakukan upaya kesehatan dasar
Membina keluarga
Melakukan pendampingan kesehatan pada keluarga
Mengutamakan pelayanan promotif dan preventif
Melibatkan pasien sebagai mitra kerja
Menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan
TidakYa10PERKESMAS
63
47Pembinaan kelompok asman togaUpaya pengembangan kesehatan tradisional melalui asuhan mandiri pemanfaatan taman obat keluarga dan keterampilan bertujuan untuk terselenggaranya asuhan mandiri pemanfaatan taman obat keluarga dan keterampilan, melalui:
- Pembentukan dan pengembangan kelompok asuhan mandiri
- Kegiatan kelompok asuhan mandiri secara benar dan berkesinambungan;
- Pelaksanaan pembinaan asuhan mandiri secara berjenjang.
TidakYa0KECAMATAN
64
48Puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisionalPenjelasan:
Pelaksanaan upaya kesehatan tradisional oleh Puskesmas terhadap masyarakat di wilayah kerjanya yang memenuhi kriteria:

- Puskesmas yang memiliki kelompok asuhan mandiri kesehatan tradisional ramuan
- Puskesmas mampu melakukan pengolahan Herbal/Memanfaatkan TOGA
- Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan sudah dilatih/melaksanakan upaya kesehatan tradisional (pelatihan akupresur untuk perawat, bidan, dokter; akupunktur untuk dokter)
TidakYa0KECAMATAN
65
66
67
68
Tabel Rekapitulasi Klaster 1
69
NoJenisNilai
70
AManajemen Inti Puskesmas
71
BManajemen Sumberdaya
72
CManajemen Sarana Prasarana dan Perbekalan Kesehatan
73
DManajemen Data dan Sistem Informasi
74
EManajemen Mutu Pelayanan Kesehatan
75
FManajemen Keuangan dan Aset
76
GManajemen Jejaring
77
HManajemen Pemberdayaan Masyarakat
78
IManajemen Program
79
Cakupan Klaster 1
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100