ABCDEFGHIZAAABADAEAFAGAHAIAJAKALAMANAOAPAQARASAT
1
METADATA INDIKATOR SASARAN PERANGKAT DAERAH
2
DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
3
TAHUN ANGGARAN 2023-2026
*Mohon diisikan cell yang berwarna orange
4
13
SasaranIndikator Kinerja SasaranMetodologiFormula Indikator SasaranData Capaian Awal PerencanaanTarget Kinerja SasaranTriwulan IV TA 2023Triwulan I TA 2024Triwulan II TA 2024Triwulan III TA 2024Triwulan IV TA 2024
14
2023202420252026TargetRealisasi
(Fisik Realisasi)
Capaian
(Prosen Realisasi)
TargetRealisasi
(Fisik Realisasi)
Capaian
(Prosen Realisasi)
KeteranganTarget2 perusahaan belum diundang atau sudah diundang namun belum menyusun Struktur SKala UpahCapaian
(Prosen Realisasi)
KeteranganTargetRealisasi
(Fisik Realisasi)
Capaian
(Prosen Realisasi)
KeteranganTargetRealisasi
(Fisik Realisasi)
Capaian
(Prosen Realisasi)
Keterangan
15
16
Meningkatnya penanganan masalah kesejahteraan sosialIndeks Penanganan Masalah Kesejahteraan SosialIndeks Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial dihitung dari:
((24%*Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial)+(29%*((Persentase Jumlah Warga Negara anak terlantar yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar anak terlantar di luar panti+Persentase Jumlah Warga Negara gelandangan dan pengemis yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar tuna sosial khususnya gelandangan pengemis di luar panti+Persentase Jumlah Warga Negara lanjut usia terlantar yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar lanjut usia terlantar di luar panti+Persentase Jumlah Warga Negara penyandang disabilitas terlantar yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar penyandang disabilitas terlantar di luar panti+Persentase jumlah Warga Negara korban bencana kabupaten/kota yang memperoleh perlindungan dan jaminan sosial pada saat dan setelah tanggap darurat bencana bagi korban bencana kabupaten/kota)/5) )+(8%*Persentase KUBE dan USEP yang masuk kategori mandiri)+(18%*Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lainnya Bukan korban HIV/ AIDS dan Napza yang tertangani layanan di luar Panti Sosial)+(4%*Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tertangani layanan kedaruratan sosial)+(17%*Persentase Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang aktif))*100%
Indeks Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial =((24%*Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial)+(29%*((Persentase Jumlah Warga Negara anak terlantar yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar anak terlantar di luar panti+Persentase Jumlah Warga Negara gelandangan dan pengemis yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar tuna sosial khususnya gelandangan pengemis di luar panti+Persentase Jumlah Warga Negara lanjut usia terlantar yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar lanjut usia terlantar di luar panti+Persentase Jumlah Warga Negara penyandang disabilitas terlantar yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar penyandang disabilitas terlantar di luar panti+Persentase jumlah Warga Negara korban bencana kabupaten/kota yang memperoleh perlindungan dan jaminan sosial pada saat dan setelah tanggap darurat bencana bagi korban bencana kabupaten/kota)/5) )+(8%*Persentase KUBE dan USEP yang masuk kategori mandiri)+(18%*Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lainnya Bukan korban HIV/ AIDS dan Napza yang tertangani layanan di luar Panti Sosial)+(4%*Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tertangani layanan kedaruratan sosial)+(17%*Persentase Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang aktif))*100%86.93 Skala 0 - 10087.76 Skala 0 - 10089.46  Skala 0 - 10090.55  Skala 0 - 10091.65  Skala 0 - 10087,76%92,53%105%72,02%73,97%102,71%76,69%77,87%101,53%81,22%#DIV/0!#DIV/0!87,76%#DIV/0!#DIV/0!
17
Keterangan:

Faktor Pendorong: 1. Kerjasama yang baik antar berbagai pihak dalam penanganan PPKS
2. Telah terbentuk tim monitoring KUBE

Uraian Permasalahan: 1. Kejadian yg tidak bisa diprediksi
2. Tidak tersedia shelter untuk ODGJ terlantar yang dikelola oleh Pemkot
3. Keterbatasan layanan camp assesment DIY

Rencana Tindak Lanjut: 1. Optimalisasi penanganan dan pendampingan PPKS
2. Memperluas jejaring untuk rujukan PPKS tidak hanya DIY namun juga LKS bersifat swasta, kerja sama antar Kabupaten, dll.
Keterangan:

Faktor Pendorong: 1. Telah terbentuk tim monitoring KUBE
2. Telah tersusun Kriteria Tingkat Perkembangan KUBE (Tumbuh, Berkembang, Mandiri)
3. Kerjasama yang baik antar berbagai pihak dalam penanganan PPKS
4.Jejaring yang baik dengan mitra mengenai pemenuhan kebutuhan PPKS

Uraian Permasalahan: 1.Kejadian tidak bisa diprediksi
2.Tidak tersedia shelter ODGJ terlantar yang dikelola oleh Pemkot
3. Keterbatasan layanan camp assesment DIY

Rencana Tindak Lanjut: 1. Pendataan Ulang KUBE berdasarkan kriteria tingkat perkembangan
2. Optimalisasi penanganan PPKS
3. Memperluas jejaring untuk rujukan PPKS
4. Optimalisasi pendampingan PSKS melalui peningkatan kapasitas dan monev
5. Finalisasi penetapan parameter verval DTKS
33
34
35
Review 202387,86%92,56%92,99%93,43%87,86%92,53%105,31%72,02%73,97%76,69%77,87%81,22%#DIV/0!92,56%#DIV/0!#DIV/0!
36
Sumber Data:87,86%92,56%92,99%93,43%87,86%92,53%72,02%73,97%76,69%77,87%81,22%#DIV/0!92,56%#DIV/0!
37
Persentase Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang aktif90,69%91,99%93,29%94,59%90,69%90,69%90,69%90,69%90,69%90,69%90,69%#DIV/0!91,99%#DIV/0!
38
Persentase Jumlah Warga Negara anak terlantar yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar anak terlantar di luar panti100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%#DIV/0!100,00%#DIV/0!
39
Persentase Jumlah Warga Negara gelandangan dan pengemis yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar tuna sosial khususnya gelandangan pengemis di luar panti100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%#DIV/0!100,00%#DIV/0!
40
Persentase Jumlah Warga Negara lanjut usia terlantar yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar lanjut usia terlantar di luar panti100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%#DIV/0!100,00%#DIV/0!
41
Persentase Jumlah Warga Negara penyandang disabilitas terlantar yang mendapatkan rehabilitasi sosial dasar penyandang disabilitas terlantar di luar panti100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%#DIV/0!100,00%#DIV/0!
42
Persentase KUBE dan USEP yang masuk kategori mandiri44,20%45,58%46,96%48,40%44,20%44,20%44,48%44,48%44,75%44,75%45,03%#DIV/0!45,58%#DIV/0!
43
Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lainnya Bukan korban HIV/ AIDS dan Napza yang tertangani layanan di luar Panti Sosial81,25%100,00%100,00%100,00%81,25%100,00%25,00%37,50%50,00%56,25%75,00%#DIV/0!100,00%#DIV/0!
44
Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tertangani layanan kedaruratan sosial100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%#DIV/0!100,00%#DIV/0!
45
Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang memperoleh perlindungan dan jaminan sosial88,69%92,83%93,24%93,66%88,69%94,08%64,77%63,52%65,40%65,60%65,40%#DIV/0!92,83%#DIV/0!
46
Persentase jumlah Warga Negara korban bencana kabupaten/kota yang memperoleh perlindungan dan jaminan sosial pada saat dan setelah tanggap darurat bencana bagi korban bencana kabupaten/kota100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%100,00%#DIV/0!100,00%#DIV/0!
47
Review 2024
48
Meningkatnya kesejahteraan sosial Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS)Indeks Kesejahteraan Sosial Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS)Intervensi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) sesuai kewenangan (anak balita terlantar; anak terlantar; anak yang berhadapan dengan hukum; anak jalanan; anak dengan kedisabilitasan; anak yang menjadi korban tindak kekerasan; anak yang memerlukan kebutuhan khusus; lanjut usia terlantar; penyandang disabilitas; tuna susila; gelandangan; pengemis; pemulung; bekas warga binaan lembaga pependudukan; pekerja migran bermasalah sosial; korban bencana alam; korban bencana sosial; fakir miskin; dan keluarga bermasalah sosial psikologis)Indeks Kesejahteraan Sosial Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) =((20%*Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang memperoleh Perlindungan dan Jaminan Sosial)+(29%*((Persentase anak terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya di luar panti+Persentase gelandangan pengemis yang terpenuhi kebutuhan dasarnya di luar panti+Persentase lanjut usia terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya di luar panti+Persentase penyandang disabilitas terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya di luar panti+Persentase jumlah Warga Negara korban bencana kabupaten/kota yang memperoleh perlindungan dan jaminan sosial pada saat dan setelah tanggap darurat bencana bagi korban bencana kabupaten)/5))+(5%*Persentase KUBE dan USEP yang masuk kategori mandiri)+(15%*Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lainnya Bukan korban HIV/ AIDS dan Napza yang tertangani layanan di luar Panti Sosial)+(4%*Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tertangani layanan kedaruratan sosial)+(12%*Persentase Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang aktif)+(15%*Persentase akurasi data sasaran intervensi kemiskinan))*100%94,88%95,19%95,50%0,00%0,00%#DIV/0!94,88%0,00%0,00%
49
Sumber Data:94,88%95,19%95,50%0,00%0,00%#DIV/0!94,88%0,00%0,00%
50
Persentase Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang aktifPersentase91,99%93,29%94,59%91,99%
51
Persentase anak terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya di luar pantiPersentase100,00%100,00%100,00%100,00%
52
Persentase gelandangan pengemis yang terpenuhi kebutuhan dasarnya di luar pantiPersentase100,00%100,00%100,00%100,00%
53
Persentase lanjut usia terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya di luar pantiPersentase100,00%100,00%100,00%100,00%
54
Persentase penyandang disabilitas terlantar yang terpenuhi kebutuhan dasarnya di luar pantiPersentase100,00%100,00%100,00%100,00%
55
Persentase KUBE dan USEP yang masuk kategori mandiriPersentase45,58%46,96%48,40%45,58%
56
Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lainnya Bukan korban HIV/ AIDS dan Napza yang tertangani layanan di luar Panti SosialPersentase100,00%100,00%100,00%100,00%
57
Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang tertangani layanan kedaruratan sosialPersentase100,00%100,00%100,00%100,00%
58
Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang memperoleh perlindungan dan jaminan sosialPersentase92,83%93,24%93,66%92,83%
59
Persentase akurasi data sasaran intervensi kemiskinanPersentase100,00%100,00%100,00%100,00%
60
Persentase jumlah Warga Negara korban bencana kabupaten/kota yang memperoleh perlindungan dan jaminan sosial pada saat dan setelah tanggap darurat bencana bagi korban bencana kabupaten/kotaPersentase100,00%100,00%100,00%100,00%
61
Menurunnya Tingkat Pengangguran TerbukaTingkat Pengangguran TerbukaJumlah angkatan kerja diperoleh dari BPS : Survey Angkatan Kerja Nasional

Jumlah angkatan kerja adalah penduduk usia produktif (15 - 64 tahun) yang bekerja, punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan pengangguran

Jumlah angkatan kerja yang bekerja adalah penduduk usia produktif (15 - 64 tahun) yang bekerja
Tingkat Pengangguran Terbuka = (jumlah angkatan kerja-jumlah yang bekerja)/jumlah angkatan kerja x 100%9.13  %8.63 - 8.98 %8.41 - 8.83  %8.31 - 8.68 %8.17 - 8.53 %6,97%6,07%115,50%6,82 - 6,98%6,07%111,04%Keterangan: Realisasi menggunakan rilis BPS Tahun 2023

Faktor Pendorong: Meningkatnya rekruitmen perusahaan terhadap tenaga kerja untuk mengurangi tingkat pengangguran

Uraian Permasalahan: - Profil pengangguran didominasi oleh penduduk usia 40 tahun keatas
- Ketersediaan lowongan pekerjaan belum sesuai dengan aspek kebutuhan, unit dan lokasi pekerjaan yang diharapkan masyarakat/penganggur.

Rencana Tindak Lanjut: memberikan informasi lowongan pekerjaan di luar DIY melalui sosialisasi dan web
6,82 - 6,98%6,07%111,04%Keterangan: Data BPS belum rilis

Faktor Pendorong: - Meningkatnya permohonan rekruitmen tenaga kerja yang difasilitasi oleh Dinas

Uraian Permasalahan: - Berhentinya penempatan Tenaga Kerja Formal ke Malaysia (menurunkan jumlah penempatan AKAN 30%)

Rencana Tindak Lanjut: - Mencari alternatif penempatan AKAN di Jepang dan Korea melalui Program G to G
6,82 - 6,98%6,07%111,04%6,82 - 6,98%#DIV/0!#DIV/0!
62
Review 20237,18%6,97 - 7,18%6,82 - 6,98%6,61 - 6,68 %6,38 - 6,53%6,97 - 7,18%6,07%112,95%#DIV/0!#DIV/0!
63
Sumber Data:7,18%6,97%6,82%6,61%6,38%6,97%6,07%6,82%6,07%6,82%6,07%6,82%6,07%6,82%#DIV/0!
64
- jumlah angkatan kerja267.690268.690274.170279.670284.870268.690223.830274.170223.830274.170223.830274.170223.830274.170
65
- jumlah yang bekerja248.480249.970255.470261.170266.690249.970210.250255.470210.250255.470210.250255.470210.250255.470
66
Review 2024
67
Meningkatnya Penyerapan Tenaga KerjaTingkat Penyerapan Tenaga Kerja(Jumlah Penempatan Tenaga Kerja + Jumlah Perluasan Kesempatan Kerja + Jumlah Magang + Jumlah Penempatan Pelatihan)/ Jumlah Penganggur(Jumlah Penempatan Tenaga Kerja + Jumlah Perluasan Kesempatan Kerja + Jumlah Magang + Jumlah Penempatan Pelatihan)/ Jumlah Penganggur54,47%67,97%69,27%69,31%#DIV/0!#DIV/0!54,47%#DIV/0!
68
Sumber Data:54,47%67,97%69,27%69,31%#DIV/0!#DIV/0!#DIV/0!54,47%#DIV/0!#DIV/0!
69
Jumlah Penempatan Tenaga Kerja dari IPK Online1.3491.3491.3501.3511.349
70
Jumlah Perluasan Kesempatan Kerja (TKM dan Padat Karya)148168168168148
71
Jumlah Magang yang diupah sesuai UMK dan didaftarkan di BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan selama satu tahun. Sumber dana APBD OJT (On Job Training) dan dari Perusahaan159159159159159
72
Jumlah Penempatan Pelatihan dihitung 6 bulan setelah dilatih435306343343435
73
Jumlah Penganggur hasil pendataan dari Dinsosnakertrans3.8392.9162.9162.9163.839
74
Meningkatnya Kesejahteraan PekerjaPersentase Perusahaan yang sudah melaksanakan Struktur dan Skala UpahPersentase Perusahaan yang sudah melaksanakan Struktur dan Skala Upah dihitung dari Perusahaan yang sudah melaksanakan Struktur dan Skala Upah/Jumlah Total Perusahaan dikali 100%Persentase Perusahaan yang sudah melaksanakan Struktur dan Skala Upah =Perusahaan yang sudah melaksanakan Struktur dan Skala Upah/Jumlah Total Perusahaan dikali 100%3-3,8  %3,8-4,6  %4,6-5,4  %5,4-6,2  %6,2-7 %3,8 - 4,6 %6,25%135,792%0,88%0,91%103,03%Keterangan:

Faktor Pendorong: - Beberapa perusahaan sudah sadar pentingnya penyusunan susu baik bagi pekerja maupun pengusaha
- Pekerja merasa nyaman dengan kepastian kenaikan jenjang upah berdasarkan ketentuan aturan

Uraian Permasalahan: 1. Ada beberapa perusahaan yang masih takut untuk menyusun Struktur Skala Upah karena berkaitan dengan rahasia perusahaan dan kekhawatiran tidak terpenuhinya oleh perusahaan karena berkaitan dengan berbagai faktor misal inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu
2. Masih ada perusahaan yang belum mensosialisasikan Struktur Skala Upah kepada pekerja

Rencana Tindak Lanjut: Pembinaan yang lebih intens ke perusahaan
2,35%2,39%101,42%Keterangan:

Faktor Pendorong: Sudah makin banyak perusahaan yang mengajukan PP sehingga mereka harus menyusun SUSU sebagai syarat disyahkannya PP

Uraian Permasalahan: 1. Ada beberapa perusahaan yang masih takut untuk menyusun Struktur Skala Upah karena berkaitan dengan rahasia perusahaan dan kekhawatiran tidak terpenuhinya oleh perusahaan karena berkaitan dengan berbagai faktor misal inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu
2. Masih ada perusahaan yang belum mensosialisasikan Struktur Skala Upah kepada pekerja

Rencana Tindak Lanjut: - Pembinaan terus menerus
- mengadakan workshop SUSU, PP, dan PKB
- pendataan sarana HI Perusahaan
3,82%#DIV/0!#DIV/0!3,8 - 4,6 %#DIV/0!#DIV/0!
75
Review 20246,81%7,38%7,95%6,81%
76
Sumber Data:4,41%6,81%7,38%7,95%4,41%6,25%0,88%0,91%2,35%2,39%3,82%#DIV/0!6,81%#DIV/0!
77
Perusahaan yang sudah melaksanakan Struktur dan Skala Upah75120130140751101516404265120
78
Jumlah Total Perusahaan170117611761176117011761170117611701176117011761
79
Meningkatnya kualitas kerjasama transmigrasiPersentase kerjasama yang ditindaklanjuti dengan pengiriman transmigranPersentase kerjasama yang ditindaklanjuti dengan pengiriman transmigran dihitung dari kerjasama yang ditindaklanjuti dengan pengiriman transmigran/Total Kerjasama yang terjalin dikali 100%. Kuota jumlah dan lokasi masing-masing ditentukan oleh Pemerintah Pusat dan kemudian Pemerintah Provinsi menargetkan kuota masing-masing Kabupaten/Kota. Persentase kerjasama yang ditindaklanjuti dengan pengiriman transmigran = Kerjasama yang ditindaklanjuti dengan pengiriman transmigran/Total Kerjasama yang terjalin dikali 100%18.75 %15,63%18,75%21,86%25,00%15,63%26,67%170,61%0,00%0,00%#DIV/0!Keterangan: Untuk kuota dan lokasi penempatan transmigrasi menunggu dari Kementerian Desa PDTT

Faktor Pendorong: Tingginya animo yang mendaftar transmigrasi

Uraian Permasalahan: Semakin menurunnya kuota penempatan dari Kementerian Desa PDTT

Rencana Tindak Lanjut: Optimalisasi koordinasi dengan Kementerian Desa PDTT dan provinsi DIY terkait kuota dan lokasi penempatan Transmigrasi
26,67%26,67%100%Keterangan:

Faktor Pendorong: Tingginya animo yang mendaftar transmigrasi

Uraian Permasalahan: Semakin menurunnya kuota penempatan dari Kementerian Desa PDTT

Rencana Tindak Lanjut: Optimalisasi koordinasi dengan Kementerian Desa PDTT dan provinsi DIY terkait kuota dan lokasi penempatan Transmigrasi
#DIV/0!#DIV/0!#DIV/0!#DIV/0!#DIV/0!#DIV/0!
80
Review 202435,29%42,11%47,62%35,29%
81
Sumber Data:15,63%35,29%42,11%47,62%15,63%26,67%26,67%26,67%26,67%26,67%#DIV/0!#DIV/0!35,29%#DIV/0!
82
Kerjasama yang ditindaklanjuti dengan pengiriman transmigran568105444446
83
Total Kerjasama yang terjalin3217192132151515151517
84
Meningkatnya Reformasi Birokrasi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan TransmigrasiHasil Nilai Reformasi BirokrasiHasil penilaian mandiri reformasi birokrasi oleh Inspektorat dihitung berdasarkan PermenPAN RB Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi.Hasil Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi oleh Inspektorat =87.31 Skala 0 - 10087.35  Skala 0 - 10087.40  Skala 0 - 10087.45  Skala 0 - 10087.50 Skala 0 - 100A NilaiA nilai100,00%87,487,497,68
85
Review 2023A NilaiA NilaiA NilaiA NilaiA NilaiA nilai
86
Kategori hasil penilaian RB oleh InspektoratAA NilaiA NilaiA NilaiA NilaiA NilaiKeterangan:

Faktor Pendorong: Komitmen internal OPD (semua unit kerja) yang tinggi untuk mewujudkan reformasi birokrasi

Uraian Permasalahan:

Rencana Tindak Lanjut: Optimalisasi internalisasi reformasi birokrasi
Keterangan:

Faktor Pendorong: Komitmen internal OPD (semua unit kerja) yang tinggi untuk mewujudkan reformasi birokrasi

Uraian Permasalahan: Belum optimalnya penerapan reformasi birokrasi pada sebagian poin RB

Rencana Tindak Lanjut: Optimalisasi internalisasi reformasi birokrasi
87
Sumber Data:87,3587,487,4587,587,3588,57
88
Hasil Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi dalam bentuk persentase90,7187,3587,487,4587,587,3588,5787,497,6887,497,68111,7620137
89
Review 2024
90
Penilaian RB Perangkat Daerah oleh Inspektorat dengan predikat :
AA (lebih dari 90-100)
A (lebih dari 80-90)
BB (lebih dari 70-80)
B (lebih dari 60-70)
CC (lebih dari 50-60)
C (lebih dari 30-50)
D (lebih dari 0-30)

Note: PermenpanRB No. 26 Tahun 2020 sudah dicabut dengan PermenpanRB Nomer 9 Tahun 2023, tetapi OPD tidak mengacu pada PermenpanRB Nomer 9 karena tidak mengamanatkan RB level OPD sehingga disempurnakan dengan Kepwal.
Hasil evaluasi reformasi birokrasi oleh InspektoratNilaiAAAA
91
Sumber Data:
92
Hasil penilaian RB Dinsosnakertrans oleh Inspektorat dengan 8 parameter :
1. Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Dinsosnakertrans
2. Nilai Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Dinsosnakertrans
3. Penguatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Dinsosnakertrans
4. Indeks Kepuasan Masyarakat
5. Capaian persentase Rencana Pengadaan yang diumumkan pada SIRUP
6. IP ASN Dinsosnakertrans
7. Penilaian Pengawasan arsip internal
8. Penilaian Indeks Pembangunan Statistik
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123