| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | M | P | S | T | U | V | W | X | Y | Z | AA | AB | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | No. | Nama Kegiatan | Sasaran Kegiatan | Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) | Rincian Output | Rumus Perhitungan | Keterangan | Satuan | Target Tahunan | Target TW I | Target TW II | Target TW III | Target TW IV | Realisasi TW I | Realisasi TW II | ||||||||
8 | 1 | Pengawasan Internal dan Penyelenggaran Manajemen Kualitas dan Risiko | Meningkatnya kinerja hasil pengawasan dalam penerapan tata kelola dan pengendalian intern | 1 | Persentase penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil audit Inspektorat Jenderal | Sumber data yang digunakan yaitu Database Tindak Lanjut Hasil Audit yang dikelola oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Variabel yang digunakan untuk menghitung persentase penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil audit Inspektorat Jenderal antara lain, yaitu: - Jumlah rekomendasi yang selesai ditindaklanjuti (TLS), menunjukkan rekomendasi yang selesai ditindaklanjuti (TLS) oleh auditi dan dinyatakan sesuai oleh Inspektorat Jenderal; - Jumlah rekomendasi audit, menunjukkan total seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh Inspektorat Jenderal; - Persentase penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil audit, yaitu rasio antara jumlah rekomendasi yang selesai ditindaklanjuti (TLS) oleh auditi dan dinyatakan sesuai oleh Inspektorat Jenderal dengan jumlah rekomendasi yang dikeluarkan oleh Inspektorat Jenderal. | Persentase | 100 | 75 | 75 | 85 | 100 | 62% | 68% | |||||||||
9 | Terwujudnya Penguatan Nilai-Nilai Integritas di Lingkungan Kementerian ATR/BPN | 2 | Persentase Satuan Kerja berpredikat WTAB/WBK/WBBM (Kanwil) | Sumber data yang digunakan yaitu dokumen hasil evaluasi pembangunan Zona Integritas dari Tim Penilai Internal Pembangunan Zona Integritas Kantor Wilayah BPN (TPI Kanwil BPN). Variabel yang digunakan untuk menghitung persentase satuan kerja berpredikat WTAB/WBK/WBBM antara lain, yaitu: - Jumlah satuan kerja yang berpredikat WTAB/WBK/WBBM, menunjukkan jumlah satuan kerja yang meraih berpredikat WTAB/WBK/WBBM; - Jumlah Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan, menunjukkan jumlah Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan Kab/Kota di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional; - Persentase satuan kerja berpredikat WTAB/WBK/WBBM, yaitu rasio antara jumlah satuan kerja yang berpredikat WTAB/WBK/WBBM dengan jumlah Kantor Wilayah BPN dan Kantor Pertanahan. | Persentase | 14,28 | 14,28 | 14,28 | 14.28 | 14.28 | 14.28 | 14.28 | |||||||||||
10 | 3 | Persentase success rate Pembangunan Zona Integritas (Kanwil) | Variabel yang digunakan untuk menghitung persentase success rate Pembangunan Zona Integritas antara lain, yaitu: - Jumlah satuan kerja binaan yang meraih predikat Zona; - Jumlah satuan kerja binaan. | Persentase | 20 | N/A | N/A | N/A | 20 | N/A | N/A | ||||||||||||
11 | 2 | Pembinaan Sumber Daya Manusia | Terwujudnya Sumber Daya Manusia yang Profesional dan BerAKHLAK berdasarkan Meritokrasi | 4 | Indeks IP ASN | Layanan Manajemen SDM | Dimensi Kualifikasi Pendidikan : 25% Dimensi Kinerja: 30% Dimensi Disiplin: 5% Dimensi Kompetensi: 40% (menjadi tusi BPSDM) | Sumber data yang digunakan meliputi data tingkat pendidikan, data predikat kinerja, data kompetensi, dan data riwayat hukuman disiplin yang diakses dari https://siasn-instansi.bkn.go.id/tampilanData baik untuk data IPASN individu maupun IPASN instansi | persentase | 73 | 60 | 70 | 73 | 73 | 57.25 | 80.59 | |||||||
12 | Layanan Pendidikan Kedinasan | ||||||||||||||||||||||
13 | 3 | Pelaksaan Kepatuhan Internal | Terwujudnya integritas dan akuntabilitas Kerja | 5 | Indeks Maturitas SPIP | Layanan Reformasi Kinerja | Level 1 s.d Level 5 | Penilaian Maturitas SPIP satuan kerja daerah berfokus terhadap komponen penyelenggaraan struktur dan proses. Sumber data yang diperlukan dalam penilaian ini adalah dokumen-dokumen yang akurat dan relevan secara substansi terhadap unsur dan subunsur yang ada pada komponen penyelenggaraan struktur dan proses. Kriteria dan bobot dari penyelenggaraan struktur dan proses adalah: Penyelenggaraan Struktur dan Proses (terdiri dari 5 unsur dan 25 subunsur) sebagai berikut 1. Lingkungan Pengendalian (Bobot 30%) Terdiri dari: 1.1. Penegakan Integritas dan Nilai Etika , 1.2. Komitmen terhadap Kompetensi , 1.3. Kepemimpinan yang Kondusif , 1.4. Pembentukan Struktur Organisasi yang Sesuai dengan Kebutuhan , 1.5. Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab yang Tepat , 1.6. Penyusunan dan Penerapan Kebijakan yang Sehat tentang Pembinaan SDM , 1.7. Perwujudan Peran APIP yang Efektif , 1.8 Hubungan Kerja yang Baik dengan Instansi Pemerintah Terkait 2. Penilaian Risiko (Bobot 20%) Terdiri dari: 2.1. Identifikasi Risiko , 2.2. Analisis Risiko 3. Kegiatan Pengendalian (Bobot 25%) Terdiri dari: 3.1. Reviu atas Kinerja Instansi Pemerintah , 3.2. Pembinaan Sumber Daya Manusia, 3.3. Pengendalian atas Pengelolaan Sistem Informasi, 3.4. Pengendalian Fisik atas Aset, 3.5. Penetapan dan Reviu atas Indikator dan Ukuran Kinerja, 3.6. Pemisahan Fungsi, 3.7. Otorisasi atas Transaksi dan Kejadian yang Penting, 3.8. Pencatatan yang Akurat dan Tepat Waktu atas Transaksi dan Kejadian, 3.9. Pembatasan Akses atas Sumber Daya dan Pencatatannya, 3.10. Akuntabilitas terhadap Sumber Daya dan Pencatatannya, 3.11. Dokumentasi yang Baik atas SPI serta Transaksi dan Kejadian Penting 4. Informasi dan Komunikasi (Bobot 10%) Terdiri dari: 4.1. Informasi yang Relevan dan 4.2. Komunikasi yang Efektif 5. Pemantauan (Bobot 15%) Terdiri dari: 5.1. Pemantauan Berkelanjutan dan 5.2. Evaluasi Terpisah | Indeks | 4 | N/A | N/A | 4 | 4 | N/A | N/A | |||||||
14 | 4 | Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Mandiri | Terwujudnya pelayanan prima | 6 | Indeks Pelayanan Publik | Layanan Reformasi Kinerja | Penilaian IPP diperoleh dari pengisian kertas kerja penilaian yang berisi pertanyaan dan jawaban dengan nilai skala 1 sampai 5. Interval Penilaian IPP Rentang % Rentang Indeks Kategori Keterangan 90% - 100% 4,51 – 5,00 A Pelayanan Prima 80% - 90% 4,01 – 4,50 A- Sangat Baik 70% - 80% 3,51 – 4,50 B Baik 60% - 70% 3,01 – 3,50 B- Baik dengan Catatan 50% - 60% 2,51 – 3,00 C Cukup 40% - 50% 2,01 – 2,50 C- Cukup dengan Catatan 30% - 40% 1,51 – 2,00 D Buruk 20% - 30% 1,01 – 1,50 E Sangat Buruk 0% - 20% 0 – 1,00 F Gagal | Sumber data: -Pengisian pada lembar kerja penilaian beserta bukti dukung/dokumen/laporan/peraturan yang relevan sesuai dengan masing-masing aspek penilaian PEKPPP Mandiri. -verifikasi lapang untuk melihat secara langsung pelaksanaan PEKPPP Mandiri PEKPPP Mandiri menggunakan bobot penilaian dari dua dimensi yaitu: 1. Dimensi Tata Kelola (50%) 2. Dimensi Kepuasan Masyarakat (50%) Aspek yang dinilai dalam PEKPPP Mandiri pada dimensi Tata Kelola adalah: 1. Fondasi Teknis (41%) ada 7 Indikator (pemenuhan standar pelayanan, peninjauan ulang SP, anggaran,SDM,Sarpras, digitalisasi pelayanan, inovasi) 2. AKsesibilitas dan inklusif (17%) ada 3 Indikator (publikasi regulasi kebijakan, sarpras inklusif, informasi yang aksesibel/inklusif) 3. Pelibatan Masyarakat (24%) ada 5 Indikator (Pengaduan, tindak lanjut pengaduan, Forum Konsultasi Publik, Rencana Tindak Lanjut SKM, pelibatan masyarakat dalam inovasi) 4. Efektifitas pemerintahan (18%) 2 Indikator (capaian target kinerja,dampak inovasi) Aspek yang dinilai dalam PEKPPP Mandiri pada dimensi Kepuasan Masyarakat adalah: Pengalaman pengguna (100%): sesuai dengan indikator SKM | Indeks | 3.8 | N/A | N/A | N/A | 3.8 | N/A | N/A | |||||||
15 | 5 | Penguatan Peraturan Perundang-undangan dan Pemberian Fasilitasi Bantuan Hukum yang Efektif | Optimalisasi pemberian layanan advokasi hukum | 7 | Persentase pemberian layanan advokasi hukum | Layanan Bantuan Hukum | (A/B)*100% A=Jumlah Pelayanan Advokasi hukum B=Jumlah Permohonan yang diterima terkait pelayanan advokasi hukum tahun berjalan + backlog tahun sebelumnya Prosentase dengan cara membandingkan jumlah pelayanan advokasi hukum yang diberikan dengan jumlah permohonan yang diterima terkait pelayanan advokasi hukum tahun berjalan dan backlog tahun sebelumnya | 1. Permohonan advokasi hukum 2. Kelengkapan Data/Dokumen/Warkah Pertanahan dan Tata Ruang 3. Database Penanganan Pelayanan Advokasi Hukum 4. Tim Fasilitasi Bantuan Hukum di daerah | Persentase | 100 | N/A | N/A | N/A | 100 | N/A | N/A | |||||||
16 | 6 | Pengembangan Data dan Informasi | Terselenggaranya layanan Kementerian ATR/BPN berbasis elektronik | 8 | Persentase terpenuhinya layanan perkantoran | Layanan Data dan Informasi | Persentase Realisasi layanan Perkantoran = (A/B)*100% Keterangan: A=Realisasi layanan Perkantoran B=target layanan Perkantoran | Semua komponen pendukung KRO Layanan perkantoran pada tahun anggaran berjalan Data diperoleh dari Aplikasi Kementerian Keuangan yaitu OM SPAN | Persentase | 100 | 20 | 50 | 75 | 100 | 25 | 47,68 persen | |||||||
17 | Terlaksananya Dukungan Manajemen dan Tugas Teknis lainnya di Daerah | 9 | NIlai SAKIP | Layanan Perencanaan dan Penganggaran | Indeks | 83,01 | N/A | N/A | 83,01 | 83,01 | N/A | N/A | |||||||||||
18 | Layanan Pemantauan dan Evaluasi | ||||||||||||||||||||||
19 | 7 | Pembinaan Pengelolaan Keuangan dan BMN | Terwujudnya Penguatan Pengelolaan Keuangan dan Aset | 10 | Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) | Layanan Manajemen Keuangan | Formulasi IKPA yang berlaku saat ini mengikuti ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor PER-5/PB/2024. IKPA terdiri atas 8 indikator yang dinilai yaitu: 1. Revisi DIPA 10% 2. Deviasi halaman III DIPA 15% 3. Penyerapan anggaran 20% 4. Belanja kontraktual 10% 5. Penyelesaian tagihan 10% 6. Pengelolaan UP dan TUP 10% 7. Dispensasi Surat Perintah Membayar SPM pengurang nilai IKPA 8. Capaian output 25% Nilai IKPA pada aplikasi yang dikelola oleh DJPb untuk K/L/unit Eselon I/Satker diperoleh dengan menjumlahkan 7 tujuh nilai kinerja indikator dikalikan dengan bobot masing-masing indikator pada tingkat K/L/unit Eselon I/Satker lalu dikurangi Dispensasi SPM. Dalam hal terdapat satu atau lebih indikator kinerja yang tidak memiliki transaksi, maka nilai akhir IKPA K/L/unit Eselon I/Satker dihitung sebagaimana formulasi berikut. Nilai IKPA Wilayah memperhitungkan rata-rata nilai IKPA seluruh satker yang berada di lingkup wilayahnya. | Variabel berupa 8 indikator penilaian IKPA yaitu: 1. Revisi DIPA 10% 2. Deviasi halaman III DIPA 15% 3. Penyerapan anggaran 20% 4. Belanja kontraktual 10% 5. Penyelesaian tagihan 10% 6. Pengelolaan UP dan TUP 10% 7. Dispensasi Surat Perintah Membayar SPM pengurang nilai IKPA 8. Capaian output 25% Data diperoleh dari Aplikasi Kementerian Keuangan yaitu OM SPAN level Kementerian. | Nilai | 95 | 95 | 95 | 95 | 95 | 99,88 | 97.88 | |||||||
20 | 11 | Capaian target PNBP | Capaian target PNBP dihitung dengan membandingkan antara realisasi PNBP dengan target PNBP realisasi PNBP : target PNBP | 1. Target PNBP 2. Realisasi PNBP Sumber data: Capaian target PNBP diperoleh dari Aplikasi Kementerian Keuangan yaitu OM SPAN dan Single Source Database SSD PNBP, juga memanfaatkan aplikasi internal Kementerian ATR/BPN untuk sumber data penerimaan layanan pertanahan Aplikasi Komputerisasi Kantor Pertanahan | Persentase | 5 | 1 | 2,5 | 4 | 5 | 0.04 | 0,29 | |||||||||||
21 | 12 | Kualitas Laporan Keuangan | 1. Tingkat Wilayah (UAPPA-W) Persentase kualitas laporan keuangan dihitung dengan rumus perhitungan: Kualitas LK = 50% A + 20% B + 30% C Keterangan: A: Ketepatan Waktu Penyelesaian Rekonsiliasi = (Jumlah SHR* yang Terbit/ Frekuensi Rekonsiliasi)/Jumlah satker*** x 100% B: Ketepatan Waktu Penyampaian LK = Jumlah LK yang Diupload/Jumlah satker*** x 100% C: Penyelesaian Anomali Data = (Jumlah Nilai Skala/Jumlah satker***)/Jumlah Skala** x 100% Skala Nilai Penyelesaian Anomali Data Skala 5 : Total To-Do-List < 4 transaksi dalam periode pelaporan Skala 4 : Total To-Do-List 4 - 9 transaksi dalam periode pelaporan Skala 3 : Total To-Do-List 10 - 14 transaksi dalam periode pelaporan Skala 2 : Total To-Do-List 15 - 20 transaksi dalam periode pelaporan Skala 1 : Total To-Do-List > 20 transaksi dalam periode pelaporan *SHR = Surat Hasil Rekonsiliasi **Jumlah Skala Nilai Penyelesaian Anomali Data = 5 (untuk konversi nilai dari skala ke persentase) ***Jumlah satker dalam wilayah yang bersangkutan 2. Tingkat Satuan Kerja (UAKPA) Persentase kualitas laporan keuangan dihitung dengan rumus perhitungan: Kualitas LK = 50% A + 20% B + 30% C Keterangan: A: Ketepatan Waktu Penyelesaian Rekonsiliasi = Jumlah SHR* yang Terbit/ Frekuensi Rekonsiliasi x 100% B: Ketepatan Waktu Penyampaian LK = Jumlah LK yang Diupload x 100% C: Penyelesaian Anomali Data = Nilai Skala/Jumlah Skala** x 100% Skala Nilai Penyelesaian Anomali Data Skala 5 : Total To-Do-List < 4 transaksi dalam periode pelaporan Skala 4 : Total To-Do-List 4 - 9 transaksi dalam periode pelaporan Skala 3 : Total To-Do-List 10 - 14 transaksi dalam periode pelaporan Skala 2 : Total To-Do-List 15 - 20 transaksi dalam periode pelaporan Skala 1 : Total To-Do-List > 20 transaksi dalam periode pelaporan *SHR = Surat Hasil Rekonsiliasi **Jumlah Skala Nilai Penyelesaian Anomali Data = 5 (untuk konversi nilai dari skala ke persentase) | Variabel yang ditetapkan dalam pengukuran kualitas LK: 1. Jumlah SHR yang terbit per periode rekonsiliasi 2. Ketepatan waktu penyampaian LK ke KPPN per periode pelaporan 3. Jumlah transaksi To Do List yang dapat diselesaikan per periode pelaporan Sumber data : Aplikasi MonSAKTI | Persentase | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | |||||||||||
22 | 13 | Indeks Pengelolaan Aset | Layanan BMN | NIlai IPA Kanwil dan Kantah dinilai menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: Σ = Total 5 = Jumlah Parameter n = Tahun berjalan Indeks Parameter = 1 - 4 (menyesuaikan indeks Kementerian Keuangan) Bobot Parameter: P1 : Ketepatan waktu dan kelengkapan dokumen dalam penyampaian laporan dan usulan RKBMN (10%) P2 : Tindak lanjut pemanfaatan, pemindahtanganan dan penghapusan BMN (20%) P3 : Tindak lanjut BMN rusak berat (25%) P4 : BMN memiliki dokumen kepemilikan (25%) P5 : Penggunaan BMN sesuai ketentuan (20%) | Sumber data peniliain : Aplikasi SIMAN Indeks Pengelolaan Aset Tingkat K/L mengukur 3 sasaran strategis yang terdiri dari 5 Parameter utama, yaitu : SS1 : Kepatuhan Pengelolaan BMN terhadap Peraturaan Perundang-Undangan - P1 : Ketepatan waktu dan kelengkapan dokumen dalam penyampaian laporan dan usulan RKBMN (10%) SS2 : Pengawasan dan Pengendalian BMN yang efektif - P2 : Tindak lanjut pemanfaatan, pemindahtanganan dan penghapusan BMN ( 20%) - P3 : Tindak lanjut BMN rusak berat (25%) SS3 : Administrasi BMN yang andal - P4 : BMN memiliki dokumen kepemilikan (25%) - P5 : Penggunaan BMN sesuai ketentuan (20%) | Nilai Indeks | 3,4 | 3 | 3 | 3,4 | 3,4 | 3,4 | 3,4 | ||||||||||
23 | 8 | Pengelolaan Administrasi Umum | Terlaksananya Pengelolaan PBJ Pemerintah Secara Elektronik; Pengelolaan Tata Naskah Dinas secara elektronik; Pengelolaan Arsip; serta Pengelolaan Sarana dan Prasarana Kantor Pusat dan Daerah | 14 | Persentase Pengelolaan Tata Naskah Dinas Elektronik | Layanan Umum | Persentase jumlah naskah dinas yang tercipta secara elektronik/jumlah naskah dinas yang tercipta keseluruhan * 100 % | 1. Jumlah naskah dinas yang tercipta secara elketronik mellaui aplikasi E-Office 2. Jumlah seluruh naskah dinas yang tercipta selama satu tahun | persentase | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | |||||||
24 | 15 | Jumlah terpenuhinya Sarana dan Prasarana Kantor Daerah yang mendukung layanan pertanahan | Layanan Sarana Internal | Persentase terpenuhinya = realisasi fisik yang telaksana / target fisik keseluruhan * 100 % | Jumlah paket sarana dan prasarana yang terpenuhi di Kantor Daerah | persentase | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | ||||||||||
25 | Layanan Prasarana Internal | ||||||||||||||||||||||
26 | 9 | Penyelenggaraan Hubungan Masyarakat dan Protokol | Terwujudnya tata kelola kehumasan yang berkualitas untuk mendukung Citra Positif Kementerian | 16 | Persentase Terpenuhinya Komunikasi Publik di Daerah | Layanan Hubungan Masyarakat dan Informasi | Persentase terpenuhinya komunikasi publik =(Indeks pelaksanaan strakom + IPM + Persentase layanan informasi publik)/3 Indeks pelaksanaan strakom = (PM+EM+SMP+SME+OM/Maksimum Nilai Ideks (4))*100% Indeks Pengaduan Masyarakat (IPM) = IPM = (ΣPDTL / ΣPDSK) x 100%) ΣPDTL = Jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti ΣPDSK = Jumlah pengaduan dari semua kanal Persentase Layanan Informasi Publik = (A/B)*100% A: Jumlah informasi yang direspon B: Permintaan informasi | Variabel : - Jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti - Jumlah pengaduan dari semua kanal - Jumlah informasi yang direspon - Permintaan informasi - Data realisasi strakom tahun berjalan Sumber Data - Pengolahan aplikasi pengaduan internal, aplikasi LAPOR - Pengolahan permohonan informasi publik - Pengolahan rilis dan media monitoring - Pengolahan medsos - Pengelolaan kanal berita di website - Pelaksanaan kegiatan kehumasan | persentase | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 98.33 | |||||||
27 | 10 | Pengelolaan infrastruktur dasar geospasial tematik pertanahan dan ruang yang berkualitas dan termutakhir. | Tersedianya infrastruktur dasar geospasial tematik pertanahan dan ruang yang berkualitas dan termutakhir | 17 | Persentase kesesuaian cakupan model dasar pertanahan dan ruang terhadap Luas APL | Foto Tegak PTSL Desa/Kelurahan Lengkap Luar Jawa Bali | Persentase Kesesuaian =((A+B)/2)*100% A: persentase kesesuaian cakupan peta foto dengan bidang tanah yang terpetakan B: persentase tersedianya model dasar 3D untuk mendukung 3D Kadaster A = (C/D)*100% C: realisasi cakupan peta foto dengan bidang tanah yang terpetakan D: target luasan bidang tanah yang terpetakan (2025-2029) B = (E/D)*100% E: realisasi cakupan model dasar 3D dengan bidang tanah yang terpetakan D: target luasan bidang tanah yang terpetakan (2025-2029) | Variabel: 1. Realisasi cakupan peta foto dan model dasar 3D 2. Target luasan bidang tanah yang terpetakan (2025-2029) Sumber data: https://petadasar.atrbpn.go.id/ | Presentase | 18% (59310) Ha Total atau 5.733 Ha TA 2026 | 17 % (55.867 Ha) | 17.08% (58.733 Ha) | 18% (58.733 Ha) | 18% (59310) Ha Total atau 5.733 Ha TA 2026 | 17.08% (3267 Ha) | 17.08% (3267 Ha) | |||||||
28 | |||||||||||||||||||||||
29 | |||||||||||||||||||||||
30 | |||||||||||||||||||||||
31 | |||||||||||||||||||||||
32 | |||||||||||||||||||||||
33 | |||||||||||||||||||||||
34 | |||||||||||||||||||||||
35 | |||||||||||||||||||||||
36 | 11 | Penyediaan informasi bidang tanah dan ruang yang terpetakan dan tervalidasi | Tersedianya Informasi Bidang Tanah dan Ruang yang terpetakan dan tervalidasi | 18 | Persentase cakupan bidang tanah dan ruang yang terpetakan valid | Layanan Pemantauan dan Evaluasi | IKK= (Total Luas Bidang Tanah Valid)/(Total luas areal penggunaan lain atau total luas non kawasan hutan) x 100% | Variabel: 1. Total Luas Bidang Tanah Tervalidasi 2. Total luas areal penggunaan lain atau total luas non kawasan hutan Sumber data: Laporan Kinerja (LKj) | Presentase | 52% (227.553 Ha Total/5.004 Ha 2026) | 50% (2.502 Ha) | 51% (5.504 Ha) | 52% (5.004 Ha) | 52% (227.553 Ha Total/5.004 Ha 2026) | 51,22 (2.502 Ha) | 51.76 | |||||||
37 | PBT Redistribusi Tanah Kategori 6 | ||||||||||||||||||||||
38 | PBT Konsolidasi Tanah Kategori 1 | ||||||||||||||||||||||
39 | PBT Non Sistematis Kategori 1 | ||||||||||||||||||||||
40 | PBT BMN Luas Kurang Dari 25.000 M2 Kategori 3 | ||||||||||||||||||||||
41 | PBT PTSL Desa/Kelurahan Lengkap Luar Jawa Bali | ||||||||||||||||||||||
42 | PBT PTSL Desa/Kelurahan Lengkap Luar Jawa Bali Pihak Ketiga | ||||||||||||||||||||||
43 | Berita Acara Penyuluhan Luar Jawa Bali | ||||||||||||||||||||||
44 | 12 | Pengelolaan infrastruktur dasar geospasial tematik pertanahan dan ruang yang berkualitas dan termutakhir | Tersedianya pelayanan pemenuhan surveyor berlisensi yang berkompeten | 19 | Persentase penyelesaian pelayanan pemenuhan surveyor berlisensi yang berkompeten | Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Surveyor Berlisensi | Persentase Penyelesaian = (A/B)*100% A: Realisasi jumlah pemenuhan Surveyor Berlisensi yang berkompeten B: Target Surveyor Berlisensi yang berkompeten (2025-2029) | Variabel yang digunakan : 1. Target Surveyor Berlisensi (2025-2029) 2. Realisasi Jumlah Pemenuhan Surveyor Berlisensi Kompeten Sumber Data : Rekapitulasi Pelayanan | Persentase | 100% (10 Orang) | 0 | 0 | 100 | 100% (10 Orang) | N/A | N/A | |||||||
45 | Tersedianya pelayanan cakupan peta tematik yang berkualitas dan termutakhir | 20 | Persentase cakupan Peta Tematik yang yang berkualitas dan termutakhir | Layanan Pemetaan Tematik Bidang Skala 1:2.500 | Persentase Penyelesaian = (A/B)*100% A: Realisasi cakupan peta tematik B: Target cakupan peta tematik 2025 -2029 | Variabel: 1. Realisasi cakupan peta tematik 2.Target cakupan peta tematik Sumber data: Laporan Kinerja (LKj) | Persentase | 4% (2115 Ha 2026 dari target 2029 50.000 Ha) | 0,4% (211 Ha) | 1% (528 Ha) | 2% (1057 Ha) | 4% (2115 Ha 2026 dari target 2029 50.000 Ha) | N/A | N/A | |||||||||
46 | Layanan Pemetaan Tematik Bidang Tanah untuk Pemecahan Sertifikat Skala 1 : 1.000 | ||||||||||||||||||||||
47 | |||||||||||||||||||||||
48 | |||||||||||||||||||||||
49 | Layanan Pemetaan Tematik Kawasan Skala 1:10.000 | ||||||||||||||||||||||
50 | 13 | Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, PPAT serta Mitra Kerja | Terselenggaranya pendaftaran tanah lengkap seluruh indonesia berbasis digital | 21 | Persentase bidang tanah yang bersertipikat | Layanan Pendaftaran Pertama Kali | Jumlah bidang tanah bersertipikat di T1 dikurangi T-1 dibagi jumlah seluruh bidang tanah *100% | Sumber data : KKP | Persen | 73.79% ( 5,231 BIDANG) | 73.04% | 73.35% | 73.57% | 73.79% ( 5,231 BIDANG) | 72,93% | 72.07 | |||||||
51 | Layanan Informasi SKPT | ||||||||||||||||||||||
52 | Layanan Pengecekan SHAT | ||||||||||||||||||||||
53 | Layanan Pemecahan SHAT | ||||||||||||||||||||||
54 | Layanan Pemeliharaan Data Pertanahan | ||||||||||||||||||||||
55 | Layanan Sumpah Sertipikat Hilang | ||||||||||||||||||||||
56 | Layanan Pemantauan dan Evaluasi | ||||||||||||||||||||||
57 | SHAT PTSL ASN Kategori 1 | ||||||||||||||||||||||
58 | SHAT Non Sistematis Kategori 1 | ||||||||||||||||||||||
59 | SHAT Redistribusi Tanah | ||||||||||||||||||||||
60 | SHAT Konsolidasi Tanah | ||||||||||||||||||||||
61 | SHAT BMN (s.d 25.000 m2) Kategori 1 | ||||||||||||||||||||||
62 | Peningkatan dukungan multisektor dan potensi jejaring kerjasama global dalam kebijakan di bidang pertanahan dan pelaksanaan pendaftaran tanah | 22 | Persentase PPAT yang telah lulus sertifikasi dan Persentase Mitra Kerja | Sertifikasi Pejabat Pembuat Akta Tanah | PPAT yang lulus mengikuti ujian di T1 ditambah dengan PPAT yang mengikuti peningkatan kualitas di T1 dikurangi dengan PPAT yang lulus di T-1 ditambah dengan PPAT yang mengikuti peningkatan kualitas di T-1 dibagi dengan jumalh PPAT yang mengikuti ujian sertipikasi PPAT dikali 100 persen. | PPAT yang telah diverifikasi permohonan Pengangkatan dalam setiap tahun berjalan dibagi dengan jumlah PPAT yang lulus ujian PPAT dikali 100 persen Sumber data : Aplikasi Layanan PPAT | Persentase | 100 | 20 | 50 | 100 | 100 | N/A | N/A | |||||||||
63 | 23 | Persentase menurunnya pengaduan terkait pelayanan PPAT | Layanan Rekomendasi hasil pembinaan dan pengawasan PPAT Wilayah | Jumlah Pengaduan PPAT tahun sebelumnya dikurangi jumlah pengaduan PPAT tahun berjalan dibagi dengan jumlah Pengaduan tahun sebelumnya dikali 100 persen | Sumber data : Aplikasi Layanan PPAT | Persentase | 100 | 30 | 50 | 75 | 100 | N/A | N/A | ||||||||||
64 | Layanan Rekomendasi hasil pembinaan dan pengawasan PPAT Daerah | ||||||||||||||||||||||
65 | 14 | Pengaturan dan Penetapan Hak tanah dan Ruang yang adaptif terhadap perubahan iklim | Peningkatan dan Perbaikan Tata Kelola Pengaturan dan Penetapan Hak Atas Tanah dan ruang Badan Hukum dan Perorangan | 24 | Persentase Surat Keputusan Hak Atas Tanah dan ruang perorangan dan badan hukum | Surat Keputusan Penetapan Hak Atas Tanah Perorangan dan Badan Hukum | Jumlah SK Pemberian Hak Atas Tanah di T1 dikurangi T-1 dibagi Jumlah SK Pemberian Hak Atas Tanah di T-1 dikali 100 persen. | variabel : Jumlah SK hak atas tanah dan ruang yang diterbitkan (perorangan dan badan hukum). Jumlah SK hak atas tanah dan ruang yang menjadi target sasaran Sumber data: E office | Persentase | 100 | 10 | 50 | 75 | 100 | 4,42 | 30,37 | |||||||
66 | Pengaturan Tanah Pemerintah, Tanah Ulayat, dan Tanah Komunal | Peningkatan dan Perbaikan Tata Kelola Pengaturan dan Penetapan Hak Atas Tanah Instansi Pemerintah, Hak Pengelolaan dan Pengadminitrasian Tanah Ulayat | 25 | Persentase Surat Keputusan Hak Atas Tanah Instansi Pemerintah, Hak Pengelolaan | Surat Keputusan Penetapan Hak Atas Tanah Instansi Pemerintah, BUMN dan BUMD | Jumlah SK Pemberian atau Penetapan Hak Atas Tanah untuk instansi pemerintah, BUMN, BUMD, serta Hak Pengelolaan di T1 dikurangi T-1 dibagi Jumlah SK Pemberian atau Penetapan Hak Atas Tanah untuk instansi pemerintah, BUMN, BUMD, serta Hak Pengelolaan di T-1 dikali 100 persen. | Variabel : -Jumlah SK hak atas tanah instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan HPL yang diterbitkan. -Jumlah SK hak atas tanah instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dan HPL yang menjadi target sasaran. Sumber data : *LKJ *KKP | Persentase | 100 | 5 | 22 | 70 | 100 | 5,71 | 22.06 | ||||||||
67 | Data Tanah Instansi Pemerintah | ||||||||||||||||||||||
68 | 15 | Nilai Tata Guna Tanah Skala Detail | Terwujudnya Penatagunaan Tanah berbasis mikro yang berkelanjutan | 26 | Jumlah Rekomendasi Penatagunaan Tanah Skala Detail | Neraca Penatagunaan Tanah Kecamatan | ∑A A= Rekomendasi Penatagunaan Tanah Skala Detail | Variabel : - Data Potensi Penataan Wilayah Pesisir, Pulau-Pulau Kecil, Perbatasan dan Wilayah Tertentu, Data Potensi Penataan Pertanahan Pulau-Pulau Kecil dan Pulau Kecil Terluar Sumber: ATR/BPN | Rekomendasi Kebijakan | 1 | 0.40 | 0,45 | 1 | 1 | N/A | 0,45 | |||||||
69 | 16 | Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang (Daerah) | Tersedianya instrumen pemanfaatan ruang | 27 | Persentase Akumulasi Penilaian Kesesuaian Rencana Kegiatan Pemanfaatan Ruang terhadap RTR | Fasilitasi Bimbingan Teknis KKPR | ∑A | A= Bimbingan Teknis KKPR Sumber: Laporan Kinerja DJTR | Persentase | 100% | 20 | 50 | 75 | 100 | N/A | 54.55 | |||||||
70 | Persetujuan KKPR | (Variabel) 1. KKPR PENILAIAN_TERBIT(t): akumulasi jumlah Penerbitan KKPR dengan penilaian kewenangan pusat pada tahun t 2. KKPR PENILAIAN_TERBAYAR(t): akumulasi jumlah Permohonan KKPR dengan penilaian kewenangan pusat yang PNBP-nya sudah dibayar (Sumber) Laporan Kinerja DJTR | |||||||||||||||||||||
71 | 17 | Nilai Tata Guna Tanah Skala Detail | Terwujudnya Penatagunaan Tanah berbasis mikro yang berkelanjutan | 28 | Jumlah Layanan Kebijakan Penataan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah | Layanan Peta Analisis PGT | ΣA A = Layanan Kebijakan Kebijakan Penataan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah | Variabel: 1. Layanan Penatagunaan Tanah; Sumber Data: Data Layanan Penatagunaan Tanah | Layanan | 1166 | 223 | 507 | 75 | 1166 | 207 | 507 | |||||||
72 | Layanan Pertimbangan Teknis Pertanahan | ||||||||||||||||||||||
73 | 18 | Penyediaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan Potensi Objek Redistribusi Tanah | Tersedianya TORA dan Potensi Objek Redistribusi Tanah | 29 | Jumlah Data dan Informasi ketersediaan TORA dan Potensi Objek Redistribusi Tanah | Data dan Informasi P4T Kategori Luar Jawa-Bali | ΣA A = Data dan Infomasi TORA dan Potensi Objek Redistribusi Tanah | Variabel: 1. Data Tanah Objek Reforma Agraria (TORA); 2. Data Potensi Objek Redistribusi Tanah; Sumber Data: 1. Potensi Objek Redistribusi Tanah (Kementerian ATR/BPN); 2. Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (Data GTRA); 3. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (TORA PKH); 4. Civil Society Organization / CSO (Data LPRA) | Data | 4 | 25% (1Data) | 50% (2 Data) | 100% (4 Data) | 100% ( 4 Data) | N/A | (1 Data) 40,33% | |||||||
74 | Layanan Pemantauan dan Evaluasi | ||||||||||||||||||||||
75 | Data GTRA Provinsi | ||||||||||||||||||||||
76 | Data GTRA Kabupaten/Kota | ||||||||||||||||||||||
77 | Penataan Kembali Penguasaan dan Pemilikan Tanah melalui Penetapan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) | Penurunan Ketimpangan Kepemilikan Tanah | 30 | Jumlah Subjek & Objek Redistribusi Tanah | SK Redistribusi Tanah Kategori Luar Jawa-Bali | ΣA A = Subjek dan Objek Redistribusi Tanah | ΣA A = Subjek dan Objek Redistribusi Tanah | Bidang | 850 | 25% (170 Bidang) | 50% (425 Bidang) | 100% (850 Bidang) | 100% (850 Bidang) | N/A | N/A | ||||||||
78 | 19 | Kolaborasi lintas sektor yang inklusif dalam mendukung kesejahteraan dan pemberdayaan Subjek Reforma Agraria | Meningkatnya Kesejahteraan dan Pemberdayaan Subjek Reforma Agraria | 31 | Jumlah Kepala Keluarga Penerima Akses Reforma Agraria | Data Penerima Akses Reforma Agraria Daerah | ∑A A= Kepala Keluarga yang menerima akses reforma agraria | Variabel: Data Subjek Penerima Akses Reforma Agraria; Sumber Data: ATR/BPN | Kepala Keluarga | 200 | 40 | 100 | 200 | 200 | N/A | 100 | |||||||
79 | Akses Reforma Agraria Kategori Luar Jawa-Bali | ||||||||||||||||||||||
80 | Fasilitasi Pendampingan Usaha Akses Reforma Agraria | ||||||||||||||||||||||
81 | 20 | Pengadaan dan Pencadangan Tanah | Tersedianya Tanah untuk Mendukung Pembangunan Bagi Kepentingan Umum Melalui Pengadaan Tanah dan Pencadangan Tanah | 32 | Persentase ketersediaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum | Layanan Pemantauan dan Evaluasi | Realisasi luas pengadaan tanah/Target luas pengadaan tanah dalam SK Penlok) x 100% | Realisasi Luas dari pengukuran di tahap pelaksanaan, Luas Penlok dari Luas yang tertera dalam SK Penetapan Lokasi. | Persentase | 88,21 | 25 | 50 | 75 | 88,21 | 79,61 | 85.85 | |||||||
82 | Data Pengadaan Tanah | ||||||||||||||||||||||
83 | 21 | Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan | Optimalisasi Pemanfaatan Peta Nilai Tanah untuk layanan Pertanahan, Penilai yang Berkompeten, dan Pendayagunaan Ekonomi Pertanahan | 33 | Persentase cakupan Informasi Nilai Tanah | Pembaruan Peta Zona Nilai Tanah | (A/B)x100 | Keterangan A : Total luas peta nilai tanah dalam satuan hektar B : Luas Area Penggunaan Lain (APL) dalam satuan hektar | Persentase | 85,87 | 25 | 50 | 85,87 | 85,87 | 12.33 | 85.87 | |||||||
84 | Layanan Pemantauan dan Evaluasi | ||||||||||||||||||||||
85 | Peta Zona Nilai Tanah | ||||||||||||||||||||||
86 | 22 | Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan | Terwujudnya bidang-bidang tanah yang tertata pada lokasi konsolidasi tanah serta optimalisasi pengembangan pertanahan dengan pemanfaatan tanah tertinggi dan terbaik | 34 | Realisasi bidang tanah yang ditata di lokasi konsolidasi tanah | Layanan Pemantauan dan Evaluasi | ΣA | Keterangan A : Jumlah bidang tanah yang selesai dilaksanakan konsolidasi tanah Interpretasi: Semakin tinggi realisasi bidang tanah yang ditata melalui Konsolidasi Tanah, maka semakin tinggi penataan terhadap penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang dapat menciptakan lingkungan hidup yang baik sesuai rencana tata ruang serta semakin tinggi tanah yang tersedia untuk kepentingan umum | Bidang | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | N/A | N/A | |||||||
87 | 23 | Penyelesaian sengketa pertanahan | Penyelesaian Sengketa Pertanahan yang Optimal | 35 | Persentase Penyelesaian Sengketa Pertanahan | Berita Acara Sosialisasi/Pembinaan/Koordinasi/Pemantauan/Evaluasi | Jumlah Penyelesaian Sengketa Pertanahan s.d. tahun berjalan / Jumlah sengketa pertanahan masuk s.d. tahun berjalan * 100% | Sumber Data : SKMPP dan Aplikasi Justisia | Persentase | 100 | 20 | 50 | 75 | 100 | N/A | 60 | |||||||
88 | Penyelesaian Sengketa Pertanahan - Daerah | ||||||||||||||||||||||
89 | 24 | Pencegahan dan Penyelesaian konflik pertanahan | Penyelesaian Konflik Pertanahan yang Optimal | 36 | Persentase Penyelesaian Mafia Pertanahan | Penyelesaian Tindak Pidana Pertanahan - Daerah | Jumlah Penyelesaian Mafia Pertanahan s.d. tahun berjalan / Jumlah Mafia pertanahan masuk s.d. tahun berjalan * 100% | Sumber Data : SKMPP dan Aplikasi Justisia | Persentase | 100 | N/A | N/A | 70 | 100 | N/A | 15 | |||||||
90 | Tersusunnya rekomendasi dan strategi pencegahan kasus pertanahan | 37 | Persentase Rekomendasi Pencegahan Kasus Pertanahan. | Rekomendasi Pencegahan sengketa, konflik dan perkara pertanahan | Jumlah Realisasi Rekomendasi Pencegahan Kasus Pertanahan tahun berjalan / Jumlah Target Rekomendasi Pencegahan Kasus Pertanahan * 100% | Persentase | 100 | N/A | N/A | 100 | 100 | N/A | 10.00 | ||||||||||
91 | 25 | Penanganan perkara pertanahan | Penanganan Perkara Pertanahan yang Optimal | 38 | Persentase terselesaikannya penanganan perkara pertanahan | Surat Keputusan Penyelesaian Perkara Pertanahan - Daerah | Jumlah Penyelesaian Perkara Pertanahan s.d. tahun berjalan / Jumlah Perkara pertanahan masuk s.d. tahun berjalan * 100% | Sumber Data : SKMPP dan Aplikasi Justisia | Persentase | 100 | 50 | 60 | 100 | 100 | 13,33 | 60 | |||||||
92 | Laporan Hasil Sidang Perkara Pertanahan - Daerah | ||||||||||||||||||||||
93 | 26 | Penertiban Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah | Tersedianya Rekomendasi Hasil Penertiban Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah | 39 | Rasio Penertiban Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah | Rekomendasi Penertiban Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah | (∑Rekomendasi Hasil Penertiban Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah₍ₜ₎ / ∑ₜ₌₁ⁿ Rekomendasi Hasil Penertiban Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah) | Rasio | 0,03 | N/A | N/A | 0,03 | 0,03 | N/A | N/A | ||||||||
94 | Data Indikasi Pelanggaran P4T | ||||||||||||||||||||||
95 | |||||||||||||||||||||||
96 | |||||||||||||||||||||||
97 | |||||||||||||||||||||||
98 | |||||||||||||||||||||||
99 | 33 | Sasaran Kegiatan | |||||||||||||||||||||
100 | 39 | Indikator Kinerja Kegiatan | |||||||||||||||||||||
101 | |||||||||||||||||||||||
102 | |||||||||||||||||||||||
103 | |||||||||||||||||||||||
104 | |||||||||||||||||||||||
105 | |||||||||||||||||||||||
106 |