ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAAABACADAEAFAGAHAIAJAKALAMANAOAPAQARASATAUAVAWAXAYAZBABBBCBDBEBFBGBHBIBJBKBLBMBNBOBPBQBRBSBTBUBVBWBXBYBZCACBCCCDCECFCGCHCICJCKCLCMCNCOCPCQCYCZDADBDC
1
"PENILAIAN MANDIRI MATURITAS PENYELENGGARAAN SPIP TERINTEGRASI
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA TANGERANG
Periode Penilaian 01 Juli 2025 sampai dengan 30 Juni 2026"
KOLOM JANGAN DIHAPUS, ADA RUMUSNYA!
2
KERTAS KERJA PENILAIAN STRUKTUR DAN PROSES
KK 3.1 - PENILAIAN STRUKTUR DAN PROSES EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENCAPAIAN TUJUAN ORGANISASI (T1)
Indeks KK No.
Disusun oleh/Tanggal
Direviu oleh/Tanggal
Disetujui oleh/Tanggal
: 3.1
: Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA
Tangerang / 26 Mei 2026
:
*Khusus di Kolom CQ: apabila menambahkan kolom Satker evaluasi, sesuaikan rumus di kolom ini sejumlah satker yang disampel (menggabungkan data dari kolom 'Grade', contoh penggabungan bisa dilihat di baris yang sudah ada rumusnya)*Khusus di Kolom CY: apabila menambahkan kolom Satker evaluasi, sesuaikan rumus di kolom ini sejumlah satker yang disampel (menggabungkan data dari kolom 'Grade', contoh penggabungan bisa dilihat di baris yang sudah ada rumusnya)
3
KodeUraian SubunsurNoUraian ParameterKode ParameterGradeKriteriaPenjelasanCara PengujianPMPK
4
SPIPMRIIEPKSatker 1Satker 2Satker 3Satker 4Satker 5Satker 6Satker 7Satker 8Satker 9Satker 10Kesimpulan Akhir PMKesimpulan Akhir PKKesimpulan Akhir Evaluasi
5
Sektor/Fokus: Sektor/Fokus: Sektor/Fokus: Sektor/Fokus: Sektor/Fokus: Sektor/Fokus: Sektor/Fokus: Sektor/Fokus: Sektor/Fokus: Sektor/Fokus:
6
Uraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian PenyebabUraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian PenyebabUraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian PenyebabUraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian PenyebabUraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian PenyebabUraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian PenyebabUraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian PenyebabUraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian PenyebabUraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian PenyebabUraian Hasil PengujianGrade PMGrade PKGrade EvaluasiKluster AoIUraian AoIKluster PenyebabUraian Penyebab
7
12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152535455565758596061626364656667686970717273747576777879808182838485868788899091929394
8
1.1Penegakan Integritas dan Nilai EtikaEDCB
9
1K/L/D menegakkan integritas dan nilai etika dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasiSPIP--APenegakan integritas dan nilai etika telah diperbaiki secara berkelanjutan sehingga tercipta suasana kerja organisasi yang kondusif yang dapat mendorong kinerja para pegawai secara optimal- Setiap individu dalam organisasi dapat mendorong penerapan nilai-nilai organisasi
- Setiap individu mendukung pencapaian kinerja organisasi
- Keberhasilan pencapaian kinerja organisasi dapat dihubungkan dengan integritas dan perilaku individu serta mempengaruhi remunerasi individu
W/D/OBahwa …..
Telah …..



Tautan link dakung:
Cperlu meningkatkan kualitas kinerja di lingkungan kerjanya dengan cara .....karena tidak terdapat metode yang pas atau sesuai dengan kebijakan yang ditetapkanBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabC0000
10
SPIP--BKebijakan dan implementasi organisasi telah dievaluasi untuk meningkatkan integritas dan nilai etika para pegawaiKebijakan dan implementasi telah dievaluasi dengan ketentuan:
- Berkala
- Terdokumentasi
- Dilakukan untuk menangani residual risk
- Hasil evaluasi telah ditindak lanjuti
- Perbaikan telah menghasilkan kinerja yang lebih baik
W/D/OBahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
11
SPIP--CPenegakan integritas dan nilai etika telah dilaksanakan oleh pegawai dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya dalam organisasi- Terdapat wujud keteladanan dari pimpinan atas nilai organisasi
- Terdapat praktik pembangunan integritas dan nilai etika
- Terdapat praktik penegakan nilai etika
- Terdapat bukti penegakan disiplin
- Terdapat pemberian punishment bagi pegawai yang melanggar dan reward bagi pegawai yang menegakan integritas dan nilai etika
- Proses tersebut di atas dilaksanakan melalui struktur dan mekanisme yang ditetapkan
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang telah:
1. Menerbitkan Surat Keputusan Kepala Lembaga Pemasyarakatan terkait Pemberian Reward kepada pegawai sebagai pegawai teladan di Triwulan I dan II
2. Menerbitkan surat laporan wawancara dan observasi manajamen resiko beserta hasil wawancara .
Link Data Dukung : https://drive.google.com/drive/folders/1ZDUv5c1O9PIjNIMwwD1xhYWZOCTxvyr1?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
12
SPIP--DKebijakan penegakan integritas dan nilai etika organisasi telah dipahami oleh seluruh pegawaiKebijakan telah dikomunikasikan dan dipahami oleh:
- Pimpinan (struktural)
- Penanggungjawab penegakan integritas dan nilai etika
- Pegawai
W/D/OBahwa Lapas Kelas IIA Tangerang telah melaksanakan sosialisasi kode etik dan kode perilaku pegawai berupa UANG
Link Datang Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/10EvyLe4NZjMXSMLLz073g3nGqEt0mloc?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
13
SPIP--ETerdapat kebijakan penegakan integritas dan nilai etika untuk seluruh pegawai dalam organisasiKebijakan telah mengatur:
- Keteladanan pimpinan
- Upaya pembangunan integritas
- Nilai etika
- Penegakan disiplin
- Pemberian reward and punishment
- Penetapan struktur dan mekanisme penanganan penegakan integritas dan nilai etika
W/D/OBahwa Lapas Kelas IIA Tangerang telah memiliki Permenimipas terkait kode etik dan permenimipas terkait tata cara penjatuhan hukuman disiplin
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1JiR44dSgv92weJ8vf3MHuwusJ7VSKfAO?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
14
1.2Komitmen terhadap Kompetensi1,000
15
1Tugas dan jabatan dalam organisasi dilaksanakan dan diisi oleh SDM yang kompetenSPIP--APengelolaan kompetensi SDM telah diperbaiki secara berkelanjutan dan secara optimal mampu mendukung pencapaian tujuan organisasi- Setiap posisi dalam organisasi telah diisi oleh SDM sesuai dengan standar kompetensinya
- Penerapan standar kompetensi telah berhasil meningkatkan kinerja yang memberikan dampak bagi pencapaian tujuan organisasi
- Keberhasilan pencapaian kinerja organisasi dapat dihubungkan dengan kompetensi SDM-nya
W/D/OBahwa …..
Telah …..
CUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
EUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
EUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
EUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
EUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
EUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
EUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
EUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
EUraian AoIUraian PenyebabECEEEEEEEE0000
16
SPIP--BStandar kompetensi organisasi dan implementasi/pemanfaatannya telah dievaluasi untuk mengetahui efektivitasnyaStandar kompetensi dan implementasi/pemanfaatannya telah dievaluasi dengan ketentuan:
- Berkala
- Terdokumentasi
- Dilakukan untuk menangani residual risk
- Hasil evaluasi telah ditindak lanjuti
- Perbaikan telah menghasilkan kinerja yang lebih baik
W/D/OBahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
17
SPIP--CStandar kompetensi telah diimplementasikan/dimanfaatkan dalam pengelolaan/pembinaan SDM organisasi- Standar kompetensi dimanfaatkan untuk menyusun analisis kompetensi SDM
- Analisis kompetensi yang disusun berdasarkan standar kompetensi dimanfaatkan untuk perencanaan rekrutmen SDM
- Analisis kompetensi yang disusun berdasarkan standar kompetensi dimanfaatkan untuk perencanaan pengembangan SDM
- Standar kompetensi dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan pengisian jabatan (mutasi/ promosi/ seleksi)
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang
Telah: Menerbitkan surat Permintaan Usulan Promosi serta dengan konsisten membentuk tim pelaksana penyusunan analisis jabatan,analisis beban kerja di lingkungan UPT. Lapas Kelas IIA Tangerang juga menerbitkan surat Analisis Kompetensi Jabatan Berdasarkan Komepetensi guna memberikan dampak bagi pencapaian tujuan organisasi.
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/113-xfkKFFhXMo07DiCIj934tH13T9COS?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
18
SPIP--DStandar kompetensi telah dikomunikasikan dan dipahami oleh seluruh pegawai organisasiStandar kompetensi telah dikomunikasikan dan dipahami oleh:
- Pimpinan (struktural)
- Penanggungjawab pengelolaan SDM
- Pegawai
sesuai tusinya
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang
Telah memberikan pelatihan kehumasan guna meningkatkan kompetensi SDM demi tercapainya kinerja yang baik di wilayah UPT.
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1Y60bIBPG8UuZ3gCpb2cYg64SxGkV4Z2y?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
19
SPIP--ETerdapat standar kompetensi yang jelas untuk seluruh jabatan dan posisi dalam organisasiTerdapat standar kompetensi yang mengatur:
- Standar kompetensi SDM struktural
- Standar kompetensi SDM fungsional
- Standar kompetensi manajerial
- Standar kompetensi sosio kultural
- Standar kompetensi teknis
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang Telah, memiliki standar kompetensi, penerapan SOP promosi dan mutasi, Peraturan terkait standar kompetensi manajerial dan sosio kultural mengacu Permenpan 38 tahun 2017, dibuktikan dengan data dukung sebagai berikut:
1.Permenpan RB Permenpan RB Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1Zk9kJNk-ss-T6wg_MiHQ0eA36iw5SqgF?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
20
1.3Kepemimpinan yang Kondusif4,7500,0000,000
21
1Pimpinan K/L/D menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk pencapaian tujuan organisasiSPIP--APenerapan manajemen kinerja, pengelolaan keuangan, manajemen SDM, serta manajemen risiko dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja seluruh level pimpinan dan pegawaiSudah JelasW/D/OBahwa …..
Telah …..
BUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBB0000
22
SPIP--BPimpinan organisasi melaksanakan evaluasi berkala atas kebijakan pengendalian intern dan berupaya mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan pengendalian yang kondusifa. K/L/D melakukan evaluasi untuk meninjau kembali relevansi kebijakan beserta implementasinya dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Telah dilaksanakan evaluasi berkala;
2. Evaluasi dilaksanakan untuk menangani residual risk;
3. Tindak lanjut atas hasil evaluasi telah dilaksanakan;
b. Pimpinan organisasi terbuka atas masukan dari pegawai dan adaptif terhadap perubahan.
c. Keluhan dari pegawai atas keterbatasan/masalah sumberdaya dukungan pelaksanaan pekerjaan dapat diatasi.
W/D/OBahwa Lembaga Kelas IIA Tangerang,telah melaksanakan evaluasi berkala atas kebijakan pengendalian intern untuk menangani residual risk, menindaklanjuti hasil evaluasi, bersikap terbuka terhadap masukan, adaptif terhadap perubahan, serta mampu mengatasi keluhan pegawai terkait dukungan pelaksanaan pekerjaan,dibuktikan dengan data dukung Laporan Evaluai Capaian Anggaran dan Capaian Kinerja pada Triwulan I tahun 2026.
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1xSrzQP4x8NL7GEzCqymuNbBzz41_IHKL?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
23
SPIP--CPimpinan organisasi melaksanakan kebijakan dan didukung dengan SDM yang bekerja sesuai dengan kebijakan yang ditetapkana. Pimpinan organisasi menerapkan manajemen berbasis kinerja dan mempertimbangkan risiko dalam pengambilan keputusan.
b. Pimpinan organisasi memberikan keteladanan dalam beretika, berintegritas, ketaatan terhadap perundang-undangan, dan berkinerja secara efektif dan efisien.
c. Pegawai mendukung pimpinan organisasi dengan hadir dan bekerja sesuai dengan ketentuan.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang, telah melaksanakan kebijakan dengan pimpinan yang menerapkan manajemen berbasis kinerja, mempertimbangkan risiko, memberi keteladanan dalam etika, integritas, dan ketaatan hukum, serta didukung pegawai yang hadir dan bekerja sesuai ketentuan
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/101REnl4Kb4KVNU77bwhKvRsrcTwSrLUL?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
24
SPIP--DPimpinan organisasi terlibat dalam penyusunan dan penetapkan kebijakan yang mendukung penciptaan lingkungan kerja yang kondusif untuk pencapaian tujuan organisasi serta memahami substansi kebijakan pengendalian intern dan mendorong penerapan kebijakan dalam berbagai interaksi kepada jajaran di bawahnyaa. Pimpinan organisasi telah memahami substansi dari kebijakan yang telah ditetapkan.
b. Pimpinan organisasi mengarahkan pegawai agar dapat bekerja selaras dengan kebijakan, melalui:
1. Rapat internal.
2. Upacara/apel pagi.
3. Forum diskusi/jam pimpinan.
4. Interaksi informal.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang telah melibatkan pimpinan dalam penyusunan dan penetapan kebijakan pengendalian intern, memahami substansinya, serta mendorong penerapannya melalui rapat internal, apel pagi, forum diskusi, dan interaksi informal kepada jajaran di bawahnya agar dapat bekerja selaras dengan kebijakan yang telah di tetapkan.
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1v-UCCktQPK4LhSY2H5Itre0do0Oif5Mn?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
25
SPIP--EPimpinan organisasi terlibat dalam penyusunan dan penetapkan kebijakan yang mendukung penciptaan lingkungan kerja yang kondusif untuk pencapaian tujuan organisasiPimpinan organisasi terlibat dalam penyusunan kebijakan yang mendukung penciptaan lingkungan kerja yang kondusif untuk pencapaian tujuan organisasi, antara lain kebijakan terkait manajemen kinerja, manajemen keuangan dan aset, manajemen SDM, serta manajemen risiko.W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang telah melibatkan pimpinan dalam penyusunan dan penetapan kebijakan manajemen kinerja, keuangan dan aset, SDM, serta manajemen risiko untuk menciptakan lingkungan kerja kondusif bagi pencapaian tujuan organisasi, dibuktikan dengan data dukung sebagai berikut:
1. Permenimipas Nomor 1 Tahun 2024
2. Permenimipas Nomor 4 Tahun 2024
3. Permenkumham Nomor 5 Tahun 2018
4. Permenhumkam Nomor 8 Tahun 2021 5.Permenhumakan Nomor 13 Tahun 2015 6. SOP Layanan Kunjungan Tatap Muka Tahun 2026
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1DM_yzYQreO4nR5_6m-Vur1kh0YI3ltJE?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
26
2Pimpinan K/L/D mengalokasikan sumber daya untuk penerapan manajemen risikoSPIPMRI-ASudah mengalokasikan sumber daya secara memadai untuk penerapan manajemen risiko pada tingkat operasional unit kerja, strategis unit kerja, dan strategis K/L/D
a. Instansi Pemerintah telah menganggarkan dana implementasi manajemen risiko seperti rapat terkait manajemen risiko, identifikasi dan analisis risiko, penyusunan profil risiko, implementasi RTP, kegiatan monitoring dan reviu dalam rencana kerja/DPA/DIPA dan dalam implementasi manajemen risiko tidak terkendala kekurangan dana implementasi ditingkat operasional unit kerja, strategis unit kerja, dan strategis K/L/D
b. Minimal 70% SDM yang menjadi anggota UPR pada tingkat operasional dan strategis unit kerja serta strategis K/L/D diisi oleh orang yang berkompeten dalam bidang manajemen risiko
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang telah mengalokasikan sumber daya secara memadai untuk penerapan manajemen risiko pada tingkat operasional unit kerja, strategis unit kerja, dan strategis K/L/D, dibuktikan dengan data dukung sebagai berikut:
1. Dokumen RKA-KL Tahun 2026
2. Laporan Wawancara dan Observasi Manajemen Resiko 2026;
3. SK Unit Pemilik Resiko
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1rMdmsSZC7VOs320UlL_hKqngJ8qodoeE?usp=drive_link
AUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabAA0000
27
SPIPMRI-BSudah mengalokasikan sumber daya secara memadai untuk penerapan manajemen risiko pada tingkat operasional unit kerja dan strategis unit kerja namun pada tingkat srategis K/L/D belum memadaia. Instansi Pemerintah telah menganggarkan dana implementasi manajemen risiko seperti rapat terkait manajemen risiko, identifikasi dan analisis risiko, penyusunan profil risiko, implementasi RTP, kegiatan monitoring dan reviu dalam rencana kerja/DPA/DIPA dan dalam implementasi manajemen risiko tidak terkendala kekurangan dana implementasi ditingkat operasional dan strategis unit kerja, namun masih terkendala kekurangan dana pada tingkat strategis K/L/D dan
b. Minimal 70% SDM yang menjadi anggota UPR pada tingkat operasional dan strategis unit kerja diisi oleh orang yang berkompeten dalam bidang manajemen risiko serta kurang dari 70% SDM yang menjadi anggota UPR pada tingkat Strategis K/L/D diisi oleh orang yang berkompeten dalam bidang manajemen risiko
W/D/O
28
SPIPMRI-CSudah mengalokasikan sumber daya secara memadai untuk penerapan manajemen risiko pada tingkat operasional unit kerja dan strategis unit kerjaa. Instansi Pemerintah telah menganggarkan dana implementasi manajemen risiko seperti rapat terkait manajemen risiko, identifikasi dan analisis risiko, penyusunan profil risiko, implementasi RTP, kegiatan monitoring dan reviu dalam rencana kerja/DPA/DIPA dan dalam implementasi manajemen risiko tidak terkendala kekurangan dana implementasi ditingkat operasional dan strategis unit kerja
b. Minimal 70% SDM yang menjadi anggota UPR pada tingkat operasional dan strategis unit kerja diisi oleh orang yang berkompeten dalam bidang manajemen risiko
W/D/O
29
SPIPMRI-DSudah mengalokasikan sumber daya secara memadai untuk penerapan manajemen risiko pada tingkat operasional unit kerja namun pada tingkat strategis unit kerja belum memadaia. Instansi Pemerintah telah menganggarkan dana implementasi manajemen risiko pada tingkat operasional unit kerja seperti rapat terkait manajemen risiko, identifikasi dan analisis risiko, penyusunan profil risiko, implementasi RTP, kegiatan monitoring dan reviu dalam rencana kerja/DPA/DIPA secara memadai, namun belum memadai pada tingkat strategis unit kerja, dan/atau
b. Kurang dari 70% SDM yang menjadi anggota UPR pada tingkat operasional Unit Kerja diisi oleh orang yang berkompeten dalam bidang manajemen risiko
W/D/O
30
SPIPMRI-ESudah mengalokasikan sumber daya untuk penerapan manajemen risiko pada tingkat operasional unit kerja namun belum memadaia. Instansi Pemerintah telah menganggarkan dana implementasi manajemen risiko pada tingkat operasional unit kerja seperti rapat terkait manajemen risiko, identifikasi dan analisis risiko, penyusunan profil risiko, implementasi RTP, kegiatan monitoring dan reviu dalam rencana kerja/DPA/DIPA namun belum memadai, dan/atau
b. Kurang dari 70% SDM yang menjadi anggota UPR pada tingkat operasional Unit Kerja diisi oleh orang yang berkompeten dalam bidang manajemen risiko
W/D/O
31
3Pimpinan K/L/D menggunakan informasi terkait risiko dalam pengambilan keputusanSPIPMRI-ASeluruh pengambilan keputusan strategis K/L/D, strategis unit kerja, dan operasional unit kerja telah mempertimbangkan risiko dan memberikan dampak bagi pencapaian tujuan organisasi
Seluruh keputusan pimpinan instansi maupun pimpinan unit kerja secara umum menggunakan informasi terkait risiko di tingkat operasional unit kerja, strategis unit kerja, dan strategis K/L/D dan memberikan dampak bagi pencapaian tujuan organisasiW/D/OBahwa Lembaga Pemasyakatan Kelas IIA Tangerang telah mempertimbangkan risiko dan memberikan dampak bagi pencapaian tujuan organisasi, dengan data dukung sebagai berikut:
1. Laporan Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi dan Penerapan Manajemen Resiko Triwulan I tahun 2026
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1AAJ-d0ypFkNK089B_y2QUYLntE8GhbuW?usp=drive_link
AUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabAA0000
32
SPIPMRI-BSeluruh pengambilan keputusan strategis K/L/D, strategis unit kerja, dan operasional unit kerja telah mempertimbangkan risiko
Seluruh keputusan pimpinan instansi maupun pimpinan unit kerja secara umum menggunakan informasi terkait risiko di tingkat operasional unit kerja, strategis unit kerja, dan strategis K/L/DW/D/O
33
SPIPMRI-CSeluruh pengambilan keputusan strategis unit kerja dan operasional unit kerja telah mempertimbangkan risiko
Seluruh keputusan pimpinan instansi maupun pimpinan unit kerja secara umum menggunakan informasi terkait risiko di tingkat operasional dan strategis unit kerjaW/D/O
34
SPIPMRI-DSeluruh pengambilan keputusan operasional unit kerja telah mempertimbangkan risiko
Seluruh keputusan pimpinan instansi maupun pimpinan unit kerja secara umum menggunakan informasi terkait risiko di tingkat operasional W/D/O
35
SPIPMRI-ESebagian pengambilan keputusan operasional unit kerja telah mempertimbangkan risiko
Sebagian keputusan pimpinan instansi maupun pimpinan unit kerja secara umum menggunakan informasi terkait risiko di tingkat operasional W/D/O
36
4Pimpinan K/L/D mendorong penerapan manajemen risiko, melalui penggunaan kinerja penerapan manajemen risiko sebagai indikator penilaian kinerjaSPIPMRI-AKinerja penerapan manajemen risiko digunakan sebagai dasar penilaian kinerja pada seluruh UPR tingkatan operasional unit kerja, seluruh UPR tingkatan strategis unit kerja, dan UPR tingkat strategis K/L/D secara memadai dan telah dievaluasi pencapaiannyaKinerja penerapan manajemen risiko sudah digunakan sebagai indikator kinerja pada dokumen perencanaan UPR tingkat strategis K/L/D, seluruh UPR tingkatan strategis unit kerja, dan seluruh UPR tingkatan operasional unit kerja secara tepat, telah diukur pencapaiannya, serta dievaluasi pencapaiannyaW/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang telah mempertimbangkan kinerja penerapan manajemen risiko sebagai salah satu indikator kinerja, dengan data dukung sebagai berikut:
1. LKjIP Tahun 2025
Link Data Dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1VeGA1rAvMleDd4dbpgsW2pQPTAyCWkwZ?usp=drive_link
AUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabAA0000
37
SPIPMRI-BKinerja penerapan manajemen risiko digunakan sebagai dasar penilaian kinerja pada seluruh UPR tingkatan operasional unit kerja, seluruh UPR tingkatan strategis unit kerja, dan UPR tingkat strategis K/L/D secara memadaiKinerja penerapan manajemen risiko sudah digunakan sebagai indikator kinerja pada dokumen perencanaan UPR tingkat strategis K/L/D, seluruh UPR tingkatan strategis unit kerja, dan seluruh UPR tingkatan operasional unit kerja secara tepat dan telah diukur pencapaiannyaW/D/O
38
SPIPMRI-CKinerja penerapan manajemen risiko digunakan sebagai dasar penilaian kinerja pada seluruh UPR tingkatan operasional unit kerja dan seluruh UPR tingkatan strategis unit kerja secara memadaiKinerja penerapan manajemen risiko sudah digunakan sebagai indikator kinerja pada dokumen perencanaan seluruh UPR tingkatan strategis unit kerja dan seluruh UPR tingkatan operasional unit kerja secara tepat dan telah diukur pencapaiannyaW/D/O
39
SPIPMRI-DKinerja penerapan manajemen risiko digunakan sebagai dasar penilaian kinerja pada seluruh UPR tingkatan operasional unit kerja secara memadaiKinerja penerapan manajemen risiko sudah digunakan sebagai indikator kinerja pada dokumen perencanaan seluruh UPR tingkatan operasional unit kerja secara tepat dan telah diukur pencapaiannyaW/D/O
40
SPIPMRI-EKinerja penerapan manajemen risiko digunakan sebagai dasar penilaian kinerja pada sebagian UPR tingkatan operasional unit kerja secara memadaiKinerja penerapan manajemen risiko sudah digunakan sebagai indikator kinerja pada sebagian dokumen perencanaan tingkatan operasional unit kerja secara tepat dan telah diukur pencapaiannyaW/D/O
41
1.4Struktur Organisasi Sesuai Kebutuhan4,000
42
1Struktur organisasi dibentuk dalam rangka mendukung pencapaian sasaran strategis organisasiSPIP--AK/L/D memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan struktur organisasi dalam rangka mendukung perubahan proses bisnis dan perubahan perencanaan strategisPerbaikan struktur organisasi dan tata laksana dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan teknologi informasi yang terintegrasi untuk mengelola arus data dan informasi dalam menjalanan fungsi-fungsi dalam proses bisnis organisasi. sehingga kedudukan fungsi berada di atas struktur.W/D/OBahwa …..
Telah …..
BUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBB0000
43
SPIP--BEfisiensi dan efektivitas struktur organisasi dapat dilihat secara berkala melalui pengujian atas pelaksanaan proses bisnis organisasi dan ketepatannya dengan perencanaan strategisK/L/D melakukan evaluasi atas K/SOP terkait struktur organisasi dan tata laksana beserta implementasinya antara lain dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Evaluasi dilaksanakan untuk menangani residual risk;
b. Terdapat duplikasi fungsi karena struktur yang tidak efektif/efisien;
c. Arus data dan informasi yang tidak handal dalam pelaksanaan proses bisnis;
d. Perubahan lingkungan strategis.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang, telah dilaksanakan pemantauan manajemen resiko yang memuat pengendalian risiko struktur organisasi.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1fdsd_gT-vIDl4msz9dqUU7CrcEbZjuK_?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
44
SPIP--CStruktur organisasi dijalankan sesuai proses bisnis organisasi dengan SDM yang mencukupi- Struktur organisasi telah ditindaklanjuti dengan implementasi/pelaksanaan kegiatan organisasi sesuai proses bisnis;
- Proses bisnis telah dijabarkan dengan SOP
- Organisasi telah menerapkan kebijakan/SOP yang mengatur mengenai hubungan dan jenjang pelaporan intern/arus data dan informasi.
- Organisasi telah memetakan kebutuhan pegawai untuk mendukung proses bisnis yang diantaranya mengatur mengenai analisis beban kerja untuk pimpinan dan pegawai.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang telah memiliki peta jabatan dan analisis beban resiko serta laporan inovasi pengendalian.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1kEtxLEuK803bUVmBT-bzRtNZenowhOwq?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
45
SPIP--DProses bisnis organisasi dapat didukung dengan struktur organisasi yang ditetapkan dan personel pada setiap lini mengetahui arus data dan informasi yang diperlukan dalam melaksanaan tugas dan fungsinyaa. Struktur organisasi dan tata laksana sesuai dengan proses bisnis yang ditetapkan dengan mempertimbangkan:
- Ukuran dan sifat kegiatan.
- Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan sentralisasi/desentralisasi organisasi.
- Struktur organisasi harus mampu memfasilitasi arus informasi di dalam instansinya.
b. Struktur organisasi dan tata laksana telah dikomunikasikan dan dipahami.
W/D/OBahwa Lapas Kelas IIA Tangerang telah dilaksanakan Proses bisnis organisasi dapat didukung dengan struktur organisasi yang ditetapkan dan personel pada setiap lini mengetahui arus data dan informasi yang diperlukan dalam melaksanaan tugas dan fungsinya, dengan data dukung sebagai berikut:
1.Keputusan Direktur Jendral Pemasyarakatan Kemenkumham RI No PAS-40.PR.01.01 tahun 2016
2. SOP
3. Peta Bisnis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1YyIdoGLuBd02FITnMc9GdZO9ZqTbud80?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
46
SPIP--ETerdapat penetapan struktur, tugas, dan fungsi organisasiAdanya struktur organisasi dan tata laksana yang disusun yang mengacu kepada peraturan terkait.W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang,telah dilaksanakan Terdapat penetapan struktur, tugas, dan fungsi organisasi, dengan data dukung sebagai berikut: 1.Nota Dinas No.Pas.2-OT.01.03-40 2.Permenipas Nomor 4 Tahun 2024 3.Permenipas Nomor 1 Tahun 2024
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1c-Kdi9b3WqhWvBJzkoYQFQ7SCu3CEP79?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
47
1.5Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab yang Tepat4,000
48
1Wewenang dan tanggung jawab diberikan kepada pegawai yang tepat sesuai tingkatannya untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan dalam rangka percepatan pencapaian tujuan organisasiSPIP--APimpinan organisasi memiliki akses untuk melihat proses pendelegasian wewenang dan tanggungjawab yang diberikan dan memonitor pelaksanaan tugas fungsi yang dijalankan untuk menjamin tujuan percepatan yang diharapkan dan mendukung perbaikan secara berkelanjutan.a. Terdapat tools untuk memonitor pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab yang diberikan secara berjenjang dan menampung pelaporan atas pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab kepada jenjang di atasnya.
b. Kemudahan akses memungkinkan pimpinan untuk memberikan teguran/arahan atas pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab pelaksanaan kegiatan sebelum menyalahi prosedur yang ditetapkan;
c. penerima manfaat/stakeholder memberikan feedback yang baik atas kecepatan respon organisasi terhadap kebutuhan mereka.
W/D/OBahwa …..
Telah …..
BUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBB0000
49
SPIP--BEfisiensi dan efektivitas pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab organisasi yang didelegasikan dapat dilihat melalui evaluasi berkala atas pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab serta analisis terhadap kualitas hasil pelaksanaan tugas/fungsi yang dilaksanakan (respon stakeholder)Organisasi melakukan evaluasi atas kebijakan/prosedur terkait pendelegasian wewenang dan tanggung jawab beserta implementasinya dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Telah dilaksanakan evaluasi berkala;
b. Evaluasi dilaksanakan untuk menangani residual risk;
c. Tindak lanjut atas hasil evaluasi telah dilaksanakan.
d. Menindaklanjuti keluhan/kekurangan kualitas pelaksanaan tugas fungsi yang disampaikan oleh stakeholder.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang,telah melakukan Efisiensi dan efektivitas wewenang dan tanggung jawab organisasi yang didelegasikan.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1NEr7TXdk7mUiC6t9-0Gh9JPmuclnfyqE?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
50
SPIP--CPelaksanaan tugas dan fungsi yang didelegasikan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan/prosedur yang ditetapkana Tugas fungsi dan program/kegiatan telah dilaksanakan dengan menerapkan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam kebijakan/prosedur yang ditetapkan;
b. Pihak-pihak yang menerima pendelegasian telah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan prosedur dan menyampaikan pelaporan kepada pihak yg memberikan wewenang secara berkala sesuai kebijakan.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang, telah memastikan kebijakan dan prosedur pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dipahami oleh pihak terkait serta dikomunikasikan kepada seluruh pegawai dan pemangku kepentingan
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/17jsXbAUCXqnlDzRSJKNgS0tWb7dmbWOC?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
51
SPIP--DKegiatan/prosedur yang dalam pelaksanaannya telah didelegasikan kepada struktur dibawahnya telah dipahami dan diketahui oleh pihak terkaita.Kebijakan/prosedur yang mengatur pelaksanaan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab telah dipahami oleh pegawai yang berkepentingan;
b. Kebijakan/prosedur yang mengatur pelaksanaan pendelegasian wewenang dan tanggung jawab telah dikomunikasikan kepada seluruh pegawai dan stakeholder.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang, telah membuat SOP terkait PLT/PLH
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1WbXfvi0meUnxykgpwLiORYL64VX42USZ?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
52
SPIP--EPimpinan organisasi menetapkan kebijakan terkait wewenang dan tanggung jawab pelaksanaan kegiatan kepada struktur di bawahnya secara berjenjangOrganisasi memiliki kebijakan/prosedur yang mengatur pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas fungsi dan program/kegiatan dalam rangka mendukung pencapaian tujuan organisasi yang memuat antara lain:
- Prosedur pelaksanaan wewenang dan tanggungjawab yang didelegasikan;
- Alur hubungan vertikal serta horizontal dan kejelasan ruang lingkung pendelegasian wewenang dan tanggung jawab;
- Kewajiban dan pertanggungjawaban pihak yang diberikan wewenang kepada pihak yang memberikan wewenang.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang telah memiliki SOP terkait Plt dan Plh .
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1cKVStodCnCoF8POgJoxtFThJ0_XK4fa9?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
53
1.6Penyusunan dan Penerapan Kebijakan yang Sehat tentang Pembinaan SDM4,0000,0000,000
54
1Penerapan kebijakan manajemen dan praktik pembinaan SDM sehingga dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasiSPIP--APengelolaan SDM telah diperbaiki secara berkelanjutan dan secara optimal mampu mendukung pencapaian tujuan organisasiPerbaikan berkelanjutan telah menghasilkan:
- Pengelolaan SDM telah berhasil meningkatkan kinerja yang memberikan dampak bagi pencapaian tujuan organisasi
- Keberhasilan pencapaian kinerja organisasi dapat dihubungkan dengan pengelolaan SDM-nya
- Pengelolaan SDM mampu meningkatkan kepuasan kerja pegawai
W/D/OBahwa …..
Telah …..
BUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBB0000
55
SPIP--BKebijakan dan implementasi terkait pengelolaan SDM organisasi telah dievaluasi sehingga dapat diketahui efektivitasnyaKebijakan dan implementasi telah dievaluasi dengan ketentuan:
- Berkala
- Terdokumentasi
- Dilakukan untuk menangani residual risk
- Hasil evaluasi telah ditindak lanjuti
- Perbaikan telah menghasilkan kinerja yang lebih baik
W/D/OBahwa Lembaga Kelas IIA Tangerang, telah melakukan evaluasi berkala dan terdokumentasi terhadap kebijakan dan implementasi pengelolaan SDM untuk menangani residual risk, menindaklanjuti hasil evaluasi, serta melaksanakan perbaikan yang meningkatkan kinerja.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1E_JwrYU3nzFfplHhTUcDFQ1WEJwQQ2vx?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
56
SPIP--CPengelolaan SDM telah dilaksanakan sejak rekrutmen sampai dengan pemberhentian pegawai sesuai kebijakan/prosedur yang ditetapkan- Pengelolaan SDM dilakukan sesuai dengan kebijakan/prosedur yang ditetapkan
- Pengelolaan SDM dilakukan sesuai dengan perencanaan yang disusun
- Terdapat database kepegawaian yang update dan handal yang dapat dimanfaatkan untuk perencanaan pengelolaan SDM
- Pengelolaan SDM dilakukan sebagai upaya untuk menangani risiko yang disebabkan kelemahan SDM/Man
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarkatan Kelas IIA Tangerang, telah melaksanakan pengelolaan SDM sejak rekrutmen hingga pemberhentian sesuai kebijakan dan perencanaan, didukung database kepegawaian yang mutakhir dan handal, serta digunakan untuk menangani risiko akibat kelemahan SDM.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1plEt1vT2j4sIVTZLfRmAiAI_xgfrHanl?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
57
SPIP--DKebijakan terkait pengelolaan SDM telah dikomunikasikan dan dipahami oleh pihak yang berkepentingan dalam organisasi- Kebijakan telah dipahami oleh penanggungjawab pengelolaan SDM
- Kebijakan telah dikomunikasikan kepada pimpinan (struktural), pegawai
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang,telah mengkomunikasikan kebijakan pengelolaan SDM kepada pimpinan, penanggung jawab pengelolaan SDM, dan seluruh pegawai serta memastikan kebijakan tersebut dipahami oleh pihak yang berkepentingan.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1Qfvj0BOfKka0pNZhKMbDwULrpVZwHgTP?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
58
SPIP--ETerdapat kebijakan yang mengatur pengelolaan SDM sejak rekrutmen sampai dengan pemberhentian pegawaiKebijakan telah mengatur:
- Prosedur penerimaan pegawai
- Prosedur penilaian kinerja individu pegawai
- Prosedur kenaikan pangkat, jabatan, golongan
- Prosedur kenaikan gaji
- Prosedur pengembangan kompetensi (diklat, tugas belajar, ijin belajar)
- Prosedur mutasi
- Prosedur seleksi
- Prosedur pemberhentian pegawai
- Prosedur pensiun
- Prosedur supervisi oleh pimpinan
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, telah memiliki kebijakan pengelolaan SDM sejak rekrutmen hingga pemberhentian yang mengatur prosedur penerimaan, penilaian kinerja, kenaikan pangkat/jabatan/golongan, kenaikan gaji, pengembangan kompetensi (diklat/tugas-/ijin belajar), mutasi, seleksi, pemberhentian, pensiun, serta supervisi oleh pimpinan.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1JKb8WCYA3thDonvxhLvxFLkSKxDhqr6f?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
59
2Pegawai telah mendapatkan fasilitas untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risiko SPIPMRI-ATerdapat upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risiko yang memadai dengan cakupan seluruh pegawai dan telah dievaluasi pencapaiannyaA. Kriteria upaya peningkatan kompetensi yang memadai:
1. Memiliki program pelatihan/sertifikasi terkait manajemen risiko baik tahunan maupun lima tahunan baik ditingkat K/L/Pemerintah daerah maupun Kerja/SATKER;
2. Unit Kerja Eseon I/SATKER memiliki program in house training tahunan;
3. Instansi Pemerintah telah melaksanakan program pelatihan/sertifikasi tersebut dan dibuktikan dengan adanya laporan pelatihan dan bukti perolehan sertifikat keahlian (setiap Unit Kerja Eseon I/SATKER terdapat pegawai yang memiliki sertifikat keahlian);
4. In House Training telah dilaksanakan setidaknya satu kali dalam satu semester oleh masing-masing Unit Kerja Eseon I/SATKER serta instruktur harus orang yang telah memiliki sertifikat keahlian;

B. Kriteria Output:
Pelatihan dan in house training untuk meningkatkan kompetensi telah dilakukan untuk setiap tingkatan risiko:
1. Strategis K/L/D untuk Eselon I adalah lebih dari 90% pejabat;
2. Strategis Unit Eselon I/SATKER untuk Eselon II adalah lebih dari 90% pejabat;
3. Operasional Kerja/SATKER untuk Eselon III ke atas sampai dengan staf adalah lebih dari 90% pejabat dan staff di level ini.

C. Terdapat evaluasi atas dampak peningkatan kompetensi dan ketrampilan terhadap kualitas proses dan hasil manajemen risiko
W/D/OBahwa …..
Telah …..
CUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabCC0000
60
SPIPMRI-BTerdapat upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risiko yang memadai dengan cakupan seluruh pegawaiA. Kriteria upaya peningkatan kompetensi yang memadai:
1. Memiliki program pelatihan/sertifikasi terkait manajemen risiko baik tahunan maupun lima tahunan baik ditingkat K/L/Pemerintah daerah maupun Kerja/SATKER;
2. Unit Kerja Eseon I/SATKER memiliki program in house training tahunan;
3. Instansi Pemerintah telah melaksanakan program pelatihan/sertifikasi tersebut dan dibuktikan dengan adanya laporan pelatihan dan bukti perolehan sertifikat keahlian (setiap Unit Kerja Eseon I/SATKER terdapat pegawai yang memiliki sertifikat keahlian);
4. In House Training telah dilaksanakan setidaknya satu kali dalam satu semester oleh masing-masing Unit Kerja Eseon I/SATKER serta instruktur harus orang yang telah memiliki sertifikat keahlian;

B. Kriteria Output:
Pelatihan dan in house training untuk meningkatkan kompetensi telah dilakukan untuk setiap tingkatan risiko:
1. Strategis K/L/D untuk Eselon I adalah lebih dari 90% pejabat;
2. Strategis Unit Eselon I/SATKER untuk Eselon II adalah lebih dari 90% pejabat;
3. Operasional Kerja/SATKER untuk Eselon III ke atas sampai dengan staf adalah lebih dari 90% pejabat dan staff di level ini.
W/D/OBahwa …..
Telah …..
61
SPIPMRI-CTerdapat upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risikoyang memadai dengan cakupan sebagian besar pegawaiA. Kriteria upaya peningkatan kompetensi yang memadai:
1. Memiliki program pelatihan/sertifikasi terkait manajemen risiko baik tahunan maupun lima tahunan baik ditingkat K/L/Pemerintah daerah maupun Unit Kerja/SATKER;
2. Unit Kerja/SATKER memiliki program in house training tahunan;
3. Instansi Pemerintah telah melaksanakan program pelatihan/sertifikasi tersebut dan dibuktikan dengan adanya laporan pelatihan dan bukti perolehan sertifikat keahlian (setiap Unit Kerja/SATKER terdapat pegawai yang memiliki sertifikat keahlian);
4. In House Training telah dilaksanakan setidaknya satu kali dalam satu semester oleh masing-masing unit Kerja/SATKER serta instruktur harus orang yang telah memiliki sertifikat keahlian;

B. Kriria Output:
Pelatihan dan in house training untuk meningkatkan kompetensi telah dilakukan untuk setiap tingkatan risiko:
1. Strategis K/L untuk Eselon I adalah 71%-90% pejabat;
2. Strategis Unit Eselon I/SATKER untuk Eselon II adalah 71%-90% pejabat;
3. Operasional Unit Eselon I/SATKER untuk Eselon III ke atas sampai dengan staf adalah 71%-90% pejabat dan staff di level ini.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Tangerang,telah berupaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risiko yang memadai di lingkungan Satker.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1D2vQzQS5oAxRD5E-IIWuMIVILouD-r_r?usp=drive_link
62
SPIPMRI-DTerdapat upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risiko yang memadai dengan cakupan sebagian pegawaiA. Kriteria Memadai:
1. Memiliki program pelatihan/sertifikasi terkait manajemen risiko baik tahunan maupun lima tahunan baik ditingkat K/L/Pemerintah daerah maupun Unit Kerja/SATKER;
2. Unit Kerja/SATKER memiliki program in house training tahunan;
3. Instansi Pemerintah telah melaksanakan program pelatihan/sertifikasi tersebut dan dibuktikan dengan adanya laporan pelatihan dan bukti perolehan sertifikat keahlian (setiap Unit Kerja/SATKER terdapat pegawai yang memiliki sertifikat keahlian);
4. In House Training telah dilaksanakan setidaknya satu kali dalam satu semester oleh masing2 Unit Kerja/SATKER serta instruktur harus orang yang telah memiliki sertifikat keahlian;

B. Kriteria Output:
Pelatihan dan in house training untuk meningkatkan kompetensi telah dilakukan untuk setiap tingkatan risiko:
1. Strategis K/L/D untuk Eselon I adalah 50% - 70% pejabat;
2. Strategis Unit Eselon I/SATKER untuk Eselon II adalah 50% -70% pejabat;
3. Operasional Unit Eselon I/SATKER untuk Eselon III ke atas sampai dengan staf adalah 50% -70% pejabat dan staff di level ini.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Tangerang,telah berupaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risiko yang memadai di lingkungan Satker.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1bLb7cGBijxBRLzAxbW1IfVtsTD1XFVk3?usp=drive_link
63
SPIPMRI-ETerdapat upaya peningkatan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risiko namun belum memadaiKriteria belum memadai apabila terdapat parameter point 1-4 dalam kriteria memadai tidak terpenuhi.
Kriteria Memadai:
1. Memiliki program pelatihan/sertifikasi terkait manajemen risiko baik tahunan maupun lima tahunan baik ditingkat K/L/Pemerintah daerah maupun Unit Kerja/SATKER;
2. Unit Kerja/SATKER memiliki program in house training tahunan;
3. Instansi Pemerintah telah melaksanakan program pelatihan/sertifikasi tersebut dan dibuktikan dengan adanya laporan pelatihan dan bukti perolehan sertifikat keahlian (setiap Unit Kerja/SATKER terdapat pegawai yang memiliki sertifikat keahlian);
4. In House Training telah dilaksanakan setidaknya satu kali dalam satu semester oleh masing2 Unit Kerja/SATKER serta instruktur harus orang yang telah memiliki sertifikat keahlian;

B. Kriteria Output:
Pelatihan dan in house training untuk meningkatkan kompetensi telah dilakukan untuk setiap tingkatan risiko:
1. Strategis K/L/D untuk Eselon I adalah < 50% pejabat;
2. Strategis Unit Eselon I/SATKER untuk Eselon II adalah < 50% pejabat;
3. Operasional Unit Eselon I/SATKER untuk Eselon III ke atas sampai dengan staf adalah < 50% pejabat dan staff di level ini.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Tangerang,telah berupaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risiko yang memadai di lingkungan Satker.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1v5uT1gKLd7f64Enpm4PIroglHEDtUV8f?usp=drive_link
64
3Pegawai memiliki kesadaran terkait manajemen risikoSPIPMRI-ASeluruh pegawai telah memiliki pemahaman terkait manajemen risiko 100% pegawai sampel menunjukan kesadaran/keaktifan dalam penerapan MRW/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Tangerang,telah berupaya meningkatkan pemahaman tentang manajemen resiko kepada seluruh pegawai yang ada di lingkungan Satker agar ercapainya tujuan organisasi.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/16IX1QfdvPXpqoaLG0vDdUIS-Z0l0E_7s?usp=drive_link
AUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabAA0000
65
SPIPMRI-BSebagian besar pegawai telah memiliki pemahaman terkait manajemen risiko70-99% pegawai sampel menunjukan kesadaran/keaktifan dalam penerapan MRW/D/O
66
SPIPMRI-CSebagian pegawai telah memiliki pemahaman terkait manajemen risiko50% - 70% pegawai sampel menunjukan kesadaran/keaktifan dalam penerapan MRW/D/O
67
SPIPMRI-DSebagian kecil pegawai telah memiliki pemahaman terkait manajemen risiko20% - 49% pegawai sampel menunjukan kesadaran/keaktifan dalam penerapan MRW/D/O
68
SPIPMRI-EBeberapa pegawai telah memiliki kesadaran pemahaman terkait manajemen risiko< 20% pegawai sampel menunjukan kesadaran/keaktifan dalam penerapan MR W/D/O
69
1.7Perwujudan Peran APIP yang Efektf5,000
70
1Pengawasan APIP telah dapat memberikan nilai tambah pada perbaikan pengendalian organisasiSPIP--AAPIP telah menjadi unit yang terus belajar baik dari dalam maupun dari luar organisasi untuk perbaikan berkelanjutanMengikuti syarat Level 5 Kapabilitas APIP (Optimizing)W/D/OBahwa BPKP telah melakukan evaluasi dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum proses penilaian mandiri telah sesuai dengan Peraturan BPKP Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi pada K/L/D berada pada level 2 (terstruktur) dengan skor 2,23,
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1eBIGqqbXlcL05SyQoa_fd6zljSS_U_DQ?usp=drive_link
AUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabAA0000
71
SPIP--BAPIP telah mengintegrasikan semua informasi di seluruh organisasi untuk memperbaiki tata kelola dan manajemen risikoMengikuti syarat Level 4 Kapabilitas APIP (Managed)W/D/OBahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
72
SPIP--CPraktik profesional dan audit internal telah ditetapkan secara seragamMengikuti syarat Level 3 Kapabilitas APIP (Integrated)W/D/OBahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
73
SPIP--DProses audit dilakukan secara tetap (rutin) dan berulangMengikuti syarat Level 2 Kapabilitas APIP (Infrastructure)W/D/OBahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
74
SPIP--ETidak ada praktik yang tetap, tidak ada kapabilitas yang berulang dan tergantung pada kinerja individuMengikuti syarat Level 1 Kapabilitas APIP (Initial)W/D/OBahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
75
1.8Hubungan Kerja yang Baik dengan Instansi Pemerintah Terkait4,0000,0000,000
76
1Pimpinan K/L/D menjalin hubungan kerja yang baik (kemitraan) dengan instansi lain terkait dengan upaya pencapaian tujuan organisasi.SPIP--APelaksanaan hubungan kerja yang baik dengan mitra kerjasama organisasi menghasilkan efektivitas pencapaian tujuan organisasi dan efisiensi penggunaan sumberdaya masing-masing instansiPimpinan organisasi telah menjalin hubungan kerja yang baik dengan instansi lain melalui pembagian peran dan ukuran kinerja yang diharapkan dapat saling mendukung kepada tujuan masing-masing. Pembagian peran mendukung pimpinan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk melaksanakan kegiatan sesuai lingkupnya.W/D/OBahwa …..
Telah …..
CUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabCC0000
77
SPIP--BPelaksanaan kebijakan kerjasama organisasi dievaluasi secara berkalaOrganisasi melakukan evaluasi atas kebijakan/prosedur pelaksanaan kerjasama dan mekanisme kerja antar unit/organisasi/mitra kerja beserta implementasinya dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Telah dilaksanakan evaluasi berkala;
b. Evaluasi dilaksanakan untuk menangani hambatan koordinasi/kerjasama;
c. Tindak lanjut atas hasil evaluasi telah dilaksanakan dengan pembaharuan kebijakan/perubahan pola kerjasama yang diperlukan.
W/D/OBahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
78
SPIP--CMasing-masing pihak melaksanakan kegiatan sesuai dengan lingkup kewenangan masing-masing sesuai kebijakan dan ukuran kinerja yang ditetapkanOrganisasi melaksanakan komunikasi, koordinasi, pertukaran data dan informasi dengan unit/organisasi/mitra kerja sesuai dengan kebijakan/prosedur dan kebutuhan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.W/D/OBahwa Lapas Kelas IIA Tangerang telah melakukan kerjasama dan telah dilakukan wawancara
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1omkmuFJGigEQ5-3kPPyVO-PCoHr_5F32?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
79
SPIP--DPubilkasi kebijakan kerjasama organisasi kepada para pihak yang berkepentingan (antara lain subjek, objek, dan penerima manfaat kerjasama)Kebijakan/prosedur yang mengatur pelaksanaan kerjasama dan mekanisme kerja antar unit/organisasi/mitra kerja telah dikomunikasikan dan dipahami oleh pihak yang berkepentingan.W/D/OBahwa Lapas Tangerang telah mengkomunikasikan dan memastikan pemahaman kebijakan kerjasama kepada seluruh pihak berkepentingan, termasuk subjek, objek, dan penerima manfaat kerjasama
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1NQC_AQePv9AwEi_BH55fPbdSR7zjiV68?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
80
SPIP--EPimpinan organisasi menetapkan mekanisme hubungan kerja/tata cara kerjasama dengan instansi lainAdanya kebijakan/prosedur yang mengatur pelaksanaan kerjasama dan mekanisme kerja antar unit/organisasi/mitra kerja dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Kebijakan/prosedur tersebut antara lain memuat:
- lingkup dan hasil kerjasama yang diharapkan;
- alur komunikasi dan koordinasi;
- wewenang, tugas, fungsi, hak, dan kewajiban masing-masing pihak;
- ukuran hasil kerjasama dalam rangka mencapai tujuan organisasi masing-masing.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang,telah menetapkan mekanisme hubungan kerja dan tata cara kerjasama dengan instansi lain melalui kebijakan yang mengatur lingkup, hasil, alur komunikasi, koordinasi, serta wewenang dan kewajiban masing-masing pihak untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1OFElIdxbPyjSY_ZIu6LlaUasLeUdxQS5?usp=drive_link
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
Bahwa …..
Telah …..
81
2Dalam rangka menciptakan hubungan kerja yang baik, K/L/D telah mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko (termasuk implikasi dari transfer risiko) terkait kemitraanSPIPMRI-AInstansi Pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan risiko terkait kemitraan, penerapannya telah terintegrasi dengan proses bisnis Instansi Pemerintah, telah direviu secara berkala dan dijadikan bahan pembelajaranA. Instansi Pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan risiko terkait kemitraan, telah dilakukan reviu secara berkala dan hasil reviu dijadikan media pembelajaran.
B. Kriteria implementasi adalah sebagai berikut:
1. Terintegrasi apabila penerapan manajemen risiko:
a. Telah menyatu dalam proses perencanaan kegiatan kemitraan;
b. Manajemen risiko diterapkan diseluruh kegiatan kemitraan;
c. Dirancang untuk mengelola seluruh risiko yang muncul
d. Menginkorporasikan hasil dari manajemen risiko kedalam dokumen kinerja dan pengambilan keputusan.
2. Kriteria memadai apabila penerapan manajemen risiko telah dilakukan terhadap semua kemitraan yang memiliki peran yang penting dalam organisasi.
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang telah membuat dokumen yang dijadikan sebagai data dukung berikut :
1. Dokumen Manajemen Risiko Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang, yang berpedoman pada Permenimipas dan Surat Edaran
2. Surat Edaran Sekretaris Jenderal tentang Selera Risiko Tingkat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
3. Pedoman Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1sUKsWmqG6k6YnVmLqPmP8kQ83kU5W-i3?usp=drive_link
AUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabAA0000
82
SPIPMRI-BInstansi Pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan risiko terkait kemitraan dan penerapannya telah terintegrasi dengan proses bisnis Instansi PemerintahA. Instansi Pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan risiko terkait kemitraan.
B. Kriteria implementasi adalah sebagai berikut:
1. Terintegrasi apabila penerapan manajemen risiko:
a. Telah menyatu dalam proses perencanaan kegiatan kemitraan;
b. Manajemen risiko diterapkan diseluruh kegiatan kemitraan;
c. Dirancang untuk mengelola seluruh risiko yang muncul
d. Menginkorporasikan hasil dari manajemen risiko kedalam dokumen kinerja dan pengambilan keputusan.
2. Kriteria memadai apabila penerapan manajemen risiko telah dilakukan terhadap semua kemitraan yang memiliki peran yang penting dalam organisasi.
W/D/O
83
SPIPMRI-CInstansi Pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan risiko terkait kemitraan dan telah diterapkan dengan memadaiA. Instansi Pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan risiko terkait kemitraan.
B. Kriteria implementasi secara memadai apabila penerapan manajemen risiko telah dilakukan terhadap semua kemitraan yang memiliki peran yang penting dalam organisasi.
W/D/O
84
SPIPMRI-DInstansi Pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan risiko terkait kemitraan namun belum diterapkan dengan memadaiA. Instansi Pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan risiko terkait kemitraan.
B. Kriteria implementasi secara tidak memadai apabila sebagian dari kemitraan utama (yang memiliki peran penting terhadap organisasi) yang telah menerapkan manajemen risiko.
W/D/O
85
SPIPMRI-EInstansi Pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan risiko terkait kemitraan namun belum diterapkan sama sekaliSudah JelasW/D/O
86
2.1Identifikasi Risiko5,0000,0000,000
87
1K/L/D telah memiliki Kebijakan Manajemen RisikoSPIPMRI-AK/L/D telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko yang memadai, terintegrasi serta telah direviu secara berkalaKebijakan Manajemen Risiko memiliki kriteria memadai dan dalam kebijakan tersebut telah menjelaskan bahwa:
1. Penerapan manajemen risiko oleh Instansi Pemerintah telah menyatu/menjadi pertimbangan dalam proses perencanaan (perumusan target dan strategi pencapaian tujuan Instansi Pemerintah),
2. Manajemen risiko diterapkan diseluruh level organisasi
3. Manajemen risiko dirancang untuk mengelola seluruh risiko yang muncul
4. Menginkorporasikan hasil dari manajemen risiko kedalam dokumen kinerja dan pengambilan keputusan
5. Kebijakan tersebut telah direviu secara berkala
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang, telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko yang memadai, terintegrasi serta telah direviu secara berkala.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1bn02Z9LSaRgU0gAZOF3pOO3tA2e2jLQs?usp=drive_link
AUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabAA0000
88
SPIPMRI-BK/L/D telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko yang memadai dan terintegrasiTerintegrasi berarti bahwa Kebijakan Manajemen Risiko memiliki kriteria memadai dan dalam kebijakan tersebut telah menjelaskan bahwa:
1. Penerapan manajemen risiko oleh Instansi Pemerintah telah menyatu/menjadi pertimbangan dalam proses perencanaan (perumusan target dan strategi pencapaian tujuan Instansi Pemerintah),
2. Manajemen risiko diterapkan diseluruh level organisasi
3. Manajemen risiko dirancang untuk mengelola seluruh risiko yang muncul
4. Menginkorporasikan hasil dari manajemen risiko kedalam dokumen kinerja dan pengambilan keputusan
W/D/O
89
SPIPMRI-CK/L/D telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko yang memadaiMemadai apabila Kebijakan Manajemen Risiko yang dibuat telah memuat:
1. Penetapan konteks manajemen risiko (konteks risiko strategis dan Operasional)
2. Identifikasi risiko setidaknya memuat penyebab risiko, dampak risiko, pihak yang terkena dampak
3. Analisis risiko setidaknya memuat metode prioritisasi risiko
4. Penetapan kriteria penilaian risiko (kriteria dampak, kriteria kemungkinan, dan skala nilai risiko);
5. Penetapan struktur manajemen risiko dan alur pertanggungjawaban;
6. Penetapan risk appetite/selera risiko
7. Gambaran proses manajemen risiko.
9. Pembangunan budaya risiko
W/D/O
90
SPIPMRI-DK/L/D telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko namun belum memadaiBelum memadai apabila K/L/D telah memiliki kebijakan terkait manajemen risiko namun belum memenuhi seluruh kriteria kebijakan yang memadai (hanya memenuhi beberapa parameter yang ada dalam kriteria memadai)W/D/O
91
SPIPMRI-EK/L/D telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko namun sama sekali belum memuat persyaratan dalam kriteria memadaiSudah JelasW/D/O
92
2Risiko telah teridentifikasi dan dituangkan dalam register risiko
SPIPMRI-AKualitas identifikasi risiko dan register risiko memadai, serta telah mengidentifikasi peluangKualitas Identifikasi Risiko dan Risk Register yang memadai bila:
1. Proses identifikasi risiko menghasilkan risiko utama dan peluang yang bisa diambil;
2. Seluruh sasaran strategis K/L/D, sasaran strategis unit kerja serta program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam penetapan konteks telah diidentifikasi risikonya;
3. Pihak yang terlibat setidakya seluruh pegawai unit kerja yang benar-benar memahami proses bisnis organisasi;
4. Proses identifikasi telah sesuai dengan kebijakan yang dibuat;
5. Risk register setidaknya memuat hal berikut: a. uraian tujuan/sasaran strategis/kegiatan, b. Indikator tujuan/sasaran strategis/kegiatan, c. Uraian Risiko, d. Pemilik risiko, e. Uraian dan sumber penyebab, f. Uraian dan pihak yang terdampak;
6. Pernyataan risiko, RTP, penyebab secara umum jelas/dapat dipahami (>90% sampling).
W/D/OBahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang,telah memiliki Kualitas identifikasi risiko dan register risiko memadai, serta telah mengidentifikasi peluang.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/1aj0yQIHy_tfjZo5fwWO6ZdbyLAfgokaM?usp=drive_link
AUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabAA0000
93
SPIPMRI-BKualitas identifikasi risiko dan register risiko memadaiKualitas Identifikasi Risiko dan Risk Register yang memadai bila:
1. Proses identifikasi risiko menghasilkan risiko utama;
2. Seluruh program dan kegiatan serta sasaran statregis unit kerja yang telah ditetapkan dalam penetapan konteks telah diidentifikasi risikonya;
3. Pihak yang terlibat setidakya seluruh pegawai unit kerja yang benar-benar memahami proses bisnis organisasi;
4. Proses identifikasi telah sesuai dengan kebijakan yang dibuat;
5. Risk register setidaknya memuat hal berikut: a. uraian tujuan/sasaran strategis/kegiatan, b. Indikator tujuan/sasaran strategis/kegiatan, c. Uraian Risiko, d. Pemilik risiko, e. Uraian dan sumber penyebab, f. Uraian dan pihak yang terdampak;
6. Pernyataan risiko, RTP penyebab, secara umum jelas/dapat dipahami (70%-90% sampling).
W/D/O
94
SPIPMRI-CKualitas identifikasi risiko dan register risiko cukup memadaiKualitas Identifikasi Risiko dan Risk Register cukup memadai bila:
1. Proses identifikasi risiko menghasilkan risiko utama;
2. Seluruh program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam penetapan konteks telah diidentifikasi risikonya;
3. Pihak yang terlibat setidakya 2/3 pegawai unit kerja yang benar-benar memahami proses bisnis organisasi;
4. Proses identifikasi telah sesuai dengan kebijakan yang dibuat;
5. Risk register setidaknya memuat hal berikut: a. uraian tujuan/sasaran strategis/kegiatan, b. Indikator tujuan/sasaran strategis/kegiatan, c. Uraian Risiko, d. Pemilik risiko, e. Uraian dan sumber penyebab, f. Uraian dan pihak yang terdampak;
6. Pernyataan risiko, RTP penyebab sebagia besar jelas/dapat dipahami (50%-70% sampling).
W/D/O
95
SPIPMRI-DKualitas identifikasi risiko dan register risiko belum memadaiKualitas Identifikasi Risiko dan Risk Register belum memadai bila:
1. Proses identifikasi risiko menghasilkan daftar risiko
2. Belum seluruh program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam penetapan konteks telah diidentifikasi risikonya;
3. Pihak yang terlibat kurang dari 2/3 pegawai unit kerja yang benar-benar memahami proses bisnis organisasi;
4. Proses identifikasi belum sesuai dengan kebijakan yang dibuat, baru sebatas 1-2 proses yang sesuai dengan kebijakannya;
5. Risk register yang dibuat belum sesuai dengan kriteria memadai yaitu masih ada hal-hal sebagai berikut ini yang tidak dicantumkan: a. uraian tujuan/sasaran strategis/kegiatan, b. Indikator tujuan/sasaran strategis/kegiatan, c. Uraian Risiko, d. Pemilik risiko, e. Uraian dan sumber penyebab, f. Uraian dan pihak yang terdampak
6. Pernyataan risiko, RTP penyebab secara umum kurang jelas/dapat dipahami (<50%sampling).
W/D/O
96
SPIPMRI-ERegister risiko telah disusunSudah JelasW/D/O
97
3Proses manajemen risiko telah melekat pada proses bisnis K/L/DSPIPMRI-AProses manajemen risiko mendukung inovasi, diidentifikasi untuk memaksimalkan peluang dan dijadikan bahan pembelajaranProses manajemen risiko telah terintegrasi dengan proses bisnis utama dari unit kerja terkait dan menjadi pertimbangan dalam proses perencaan strategis K/L/D dan Unit kerja Eselon I/II/SATKER maupun dalam proses perencanaan operasional unit kerja Eselon I/II/SATKER. Proses manajemen risiko juga dilakukan untuk mengidentifikasi dan memaksimalkan peluang-peluang yang ada serta mendorong adanya inovasi-inovasi. Disamping itu, hasil dari proses manajemen risiko menjadi bahan pembelajaran dalam pengambilan keputusanW/D/OBahwa Proses manajemen risiko di Lembaga Kelas IIA Tangerang, telah diterapkan secara konsisten, terintegrasi dengan proses bisnis dan proses perencanaan tingkat operasional unit kerja, strategis unit kerja, dan strategis K/L/D.
Link data dukung :
https://drive.google.com/drive/folders/10Pc_6_TRx3K1pf_D8zYkCqGVFtb8cXqP?usp=drive_link
AUraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabBahwa …..
Telah …..
Uraian AoIUraian PenyebabAA0000
98
SPIPMRI-BProses manajemen risiko telah diterapkan secara konsisten, terintegrasi dengan proses bisnis dan proses perencanaan tingkat operasional unit kerja, strategis unit kerja, dan strategis K/L/DProses manajemen risiko telah melekat (terintegrasi) dengan proses bisnis utama dari unit kerja terkait dan menjadi pertimbangan dalam proses perencanaan strategis K/L/D, strategis unit kerja, dan operasional unit kerjaW/D/O
99
SPIPMRI-CProses manajemen risiko telah diterapkan secara konsisten, terintegrasi dengan proses bisnis dan proses perencanaan tingkat operasional unit kerja dan strategis unit kerjaProses manajemen risiko telah terintegrasi dengan proses bisnis utama dari unit kerja terkait dan menjadi pertimbangan dalam proses perencanaan pada strategis unit kerja dan pada operasional unit kerjaW/D/O
100
SPIPMRI-DProses manajemen risiko telah terintegrasi dengan dengan proses bisnis dan proses perencanaan tingkat operasional unit kerja serta telah diterapkan secara konsistenProses manajemen risiko telah terintegrasi dengan proses bisnis utama dari unit kerja terkait dan menjadi pertimbangan dalam proses perencaan pada operasional unit kerja serta implementasi dari proses manajemen risiko ini telah dilakukan secara konsisten oleh unit kerja.W/D/O