ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
2
KRITERIA PENETAPAN TUJUAN
3
4
Kualitas Sasaran
5
1. Sesuai dengan mandat, tugas, dan fungsi organisasi
6
2. Berorientasi pada hasil
7
3. Mempertimbangkan isu strategis:
8
- Mendukung terwujudnya visi dan misi K/L atau
9
- Terkait dengan isu strategis Nasional yang dianalisis dalam RPJMN
10
- Menjadi bagian dari janji Presiden
11
- Mendukung pencapaian prioritas nasional
12
- Selaras dan sinergi dengan sasaran/program organisasi di atasnya
13
- Overlapping avoided antar sasaran/program/kegiatan
14
15
Kualitas Indikator Kinerja
16
1. Spesifik dan relevan (dapat menggambarkan secara akurat bagaimana sasaran/program/kegiatan dapat dicapai)
17
2. Realistis (mempertimbangkan kemampuan organisasi)
18
3. Overlapping avoided antar sasaran/program/kegiatan
19
4. Berorientasi pada hasil
20
5. Time bound (Dapat dicapai dalam jangka tertentu)
21
6. Continuous Improvement (dievaluasi secara berkala untuk menilai kualitas dan kuantitas indikator)
22
23
Kualitas Target Kinerja
24
1. Spesifik (nilai dan satuan yang akan diukur tergambarkan secara akurat)
25
2. Measurable (nilai dan satuan dapat terukur dan dapat dibuktikan)
26
3. Achievable (penetapan target realistis dapat dicapai)
27
4. Relevant (mendukung pencapaian target indikator perencanaan diatasnya)
28
5. Time-bound (dapat dicapai dalam jangka tertentu)
29
6. Continuous Improvement (dievaluasi secara berkala untuk menilai kualitas dan kuantitas target)
30
7. Memperhatikan capaian tahun lalu
31
8. Proyektif (mampu menggambarkan rencana pencapaian target per periodenya secara terukur dan relevan)
32
33
34
KRITERIA SKOR STRUKTUR DAN PROSES
35
36
Uraian Indikator Karakteristik PengendalianSkor
37
Infrastruktur pengendalian intern belum ada, sehingga berdampak pada:
1. Pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi yang tidak efektif,
2. Pelaporan keuangan dan pengelolaan aset yang tidak andal,
3. Tingkat ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang tinggi, serta
4. Kerentanan terjadinya korupsi pada organisasi.
1
38
Organisasi telah memiliki infrastruktur pengendalian intern dan telah dilaksanakan, tetapi masih sebatas formalitas. Hal ini berdampak pada:
1. Pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi yang belum efektif,
2. Pelaporan keuangan dan pengelolaan aset yang belum andal,
3. Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta
4. Risiko keterjadian korupsi yang tinggi.
2
39
Pengendalian telah dibangun dan diimplementasikan pada seluruh program dan kegiatan organisasi, tetapi belum terdapat evaluasi terhadap efektivitas pengendalian. Hal ini berdampak pada:
1. Sebagian besar pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi sudah cukup efektif,
2. Permasalahan yang terdapat pada pelaporan keuangan dan pengelolaan aset tidak material,
3. Masih terdapat ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta
4. Masih terdapat risiko keterjadian korupsi.
3
40
Pengendalian telah dibangun dan diimplementasikan pada seluruh program dan kegiatan organisasi. Evaluasi atas efektivitas pengendalian berjalan untuk meyakinkan bahwa pengendalian mampu menjamin efektvitas pencapaian tujuan organisasi. Hal ini berdampak pada:
1. Tugas dan fungsi organisasi telah dilaksanakan dengan efektif,
2. Pelaporan keuangan dan pengelolaan aset berjalan dengan baik, dan
3. Kepatuhan yang baik terhadap peraturan perundang-undangan.
Namun, organisasi belum mampu beradaptasi terhadap perubahan, sehingga belum mampu mengoptimalkan peluang dalam upaya peningkatan efektivitas pencapaian tujuan organisasi.
4
41
Sistem pengendalian yang dibangun telah berjalan dengan efektif dan mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan organisasi. Hal tersebut berdampak pada:
1. Efektivitas dan efisiensi tugas dan fungsi organisasi,
2. Tidak adanya permasalahan dalam pelaporan keuangan dan pengelolaan aset, serta
3. Ketaatan seluruh bagian organisasi terhadap peraturan perundang-undangan.
5
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100