ABCDEFGHIJKL
1
LAPORAN RAPOR PENDIDIKAN KAB. PATI TAHUN 2025
2
- Laporan ini berisi capaian seluruh indikator yang mempengaruhi indeks SPM Anda berdasarkan hasil agregat per jenjang di kabupaten/kota Anda.
- Laporan ini dapat memberi gambaran kualitas satuan pendidikan Anda seperti yang tertuang di Permendikbudristek Nomor 9 Tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Laporan diperbarui 26 Mar 2025
3
4
Jenis Satuan PendidikanStatus Satuan PendidikanNoIndikator
Label Capaian 2025Nilai Capaian 2025Definisi CapaianPerubahan Nilai Capaian dari Tahun LaluNilai Capaian 2024Peringkat di ProvinsiSumber Data
5
SMA/SMK SederajatSemuaB.10Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB
Jumlah peserta didik di jenjang SMA/sederajat dibagi jumlah penduduk usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada kab/kota yang bersangkutan
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
6
SMA/SMK SederajatSemuaB.10.1Kesenjangan APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi
Selisih dari APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi tinggi dan APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Satdik tidak mengikuti ANTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN)
7
SMA/SMK SederajatSemuaB.10.2APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender
selisih APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
8
SMA/SMK SederajatSemuaB.10.3APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas
Jumlah anak disabilitas yang bersekolah di jenjang menengah dibagi jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada provinsi yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023
9
10
SMA/SMK SederajatSemuaB.12Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB
Jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
11
SMA/SMK SederajatSemuaB.12.1Kesenjangan APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi
Selisih dari APM jenjang menengah sederajat dengan status sosial ekonomi tinggi dan APM jenjang menengah/sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Satdik tidak mengikuti ANTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN)
12
SMA/SMK SederajatSemuaB.12.2APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender
selisih APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
13
SMA/SMK SederajatSemuaB.12.3APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas
Jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023
14
15
SMA/SMK SederajatNegeriB.10Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB
Jumlah peserta didik di jenjang SMA/sederajat dibagi jumlah penduduk usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada kab/kota yang bersangkutan
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
16
SMA/SMK SederajatNegeriB.10.1Kesenjangan APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi
Selisih dari APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi tinggi dan APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Satdik tidak mengikuti ANTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN)
17
SMA/SMK SederajatNegeriB.10.2APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender
selisih APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
18
SMA/SMK SederajatNegeriB.10.3APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas
Jumlah anak disabilitas yang bersekolah di jenjang menengah dibagi jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada provinsi yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023
19
20
SMA/SMK SederajatNegeriB.12Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB
Jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
21
SMA/SMK SederajatNegeriB.12.1Kesenjangan APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi
Selisih dari APM jenjang menengah sederajat dengan status sosial ekonomi tinggi dan APM jenjang menengah/sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Satdik tidak mengikuti ANTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN)
22
SMA/SMK SederajatNegeriB.12.2APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender
selisih APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
23
SMA/SMK SederajatNegeriB.12.3APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas
Jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023
24
25
SMA/SMK SederajatSwastaB.10Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB
Jumlah peserta didik di jenjang SMA/sederajat dibagi jumlah penduduk usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada kab/kota yang bersangkutan
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
26
SMA/SMK SederajatSwastaB.10.1Kesenjangan APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi
Selisih dari APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi tinggi dan APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Satdik tidak mengikuti ANTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN)
27
SMA/SMK SederajatSwastaB.10.2APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender
selisih APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
28
SMA/SMK SederajatSwastaB.10.3APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas
Jumlah anak disabilitas yang bersekolah di jenjang menengah dibagi jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada provinsi yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023
29
30
SMA/SMK SederajatSwastaB.12Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB
Jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
31
SMA/SMK SederajatSwastaB.12.1Kesenjangan APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi
Selisih dari APM jenjang menengah sederajat dengan status sosial ekonomi tinggi dan APM jenjang menengah/sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Satdik tidak mengikuti ANTidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN)Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN)
32
SMA/SMK SederajatSwastaB.12.2APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender
selisih APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC)
33
SMA/SMK SederajatSwastaB.12.3APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas
Jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023
Capaian Tidak TersediaTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak ada data untuk indikator iniTidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini)Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023
34
35
SMA KemenagSemuaA.1Kemampuan literasi
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).
Baik81,92%Sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca.Naik 3,2878,64%Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
36
SMA KemenagSemuaA.1Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi di atas kompetensi minimumDi atas52,10%Peserta didik mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks, mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap isi teks.Naik 15,87%36,23%
37
SMA KemenagSemuaA.1Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi mencapai kompetensi minimumMencapai29,81%Peserta didik mampu membuat interpretasi dari informasi implisit yang ada dalam teks, mampu membuat simpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam suatu teks.Turun 12,60%42,41%
38
SMA KemenagSemuaA.1Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi di bawah kompetensi minimumDi bawah16,47%Peserta didik mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana.Turun 2,97%19,44%
39
SMA KemenagSemuaA.1Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi jauh di bawah kompetensi minimumJauh di bawah1,61%Peserta didik belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam ataupun membuat interpretasi sederhana.Turun 0,30%1,91%
40
SMA KemenagSemuaA.1.skorKemampuan literasi
Nilai rerata peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).
76,46Naik 5,6870,78Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
41
SMA KemenagSemuaA.1.1Kompetensi membaca teks informasi
Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks informasional (non-fiksi).
75,45Naik 5,3370,12Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
42
SMA KemenagSemuaA.1.2Kompetensi membaca teks sastra
Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks fiksi.
76,54Naik 5,0871,46Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
43
SMA KemenagSemuaA.1.3Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1)
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menemukan, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan suatu ide atau informasi eksplisit dalam teks informasional (non-fiksi) dan sastra.
74,39Naik 3,0571,34Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
44
SMA KemenagSemuaA.1.4Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks (L2)
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan membandingkan dan mengontraskan ide atau informasi dalam atau antarteks, membuat kesimpulan, mengelompokkan, serta mengombinasikan ide dan informasi dalam teks atau antarteks informasional (non-fiksi) dan sastra.
76,12Naik 4,1471,98Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
45
SMA KemenagSemuaA.1.5Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3)
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menganalisis, memprediksi, dan menilai konten, bahasa, dan unsur-unsur dalam teks informasional (non-fiksi) dan sastra.
75,48Naik 5,8069,68Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
46
47
SMA KemenagSemuaA.2Kemampuan numerasi
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.
Baik77,73%Sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk numerasiNaik 9,3868,35%Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
48
SMA KemenagSemuaA.2Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi di atas kompetensi minimumDi atas59,41%Peserta didik mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta non-rutin berdasarkan konsep matematika yang dimilikinya.Naik 14,07%45,34%
49
SMA KemenagSemuaA.2Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi mencapai kompetensi minimumMencapai18,32%Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep matematik yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam.Turun 4,70%23,02%
50
SMA KemenagSemuaA.2Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi di bawah kompetensi minimumDi bawah20,16%Peserta didik memiliki kemampuan dasar matematika: komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin.Turun 7,04%27,20%
51
SMA KemenagSemuaA.2Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi jauh di bawah kompetensi minimumJauh di bawah2,11%Peserta didik hanya memiliki kemampuan dasar matematika yang terbatas: penguasaan konsep yang parsial dan keterampilan komputasi yang terbatas.Turun 2,33%4,44%
52
SMA KemenagSemuaA.2.skorKemampuan numerasi
Nilai rerata peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.
63,14Naik 4,8258,32Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
53
SMA KemenagSemuaA.2.1Kompetensi pada domain Bilangan
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten bilangan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
61Naik 3,8657,14Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
54
SMA KemenagSemuaA.2.2Kompetensi pada domain Aljabar
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten aljabar untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
61,53Naik 3,5657,97Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
55
SMA KemenagSemuaA.2.3Kompetensi pada domain Geometri
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten geometri untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
60,92Naik 4,1756,75Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
56
SMA KemenagSemuaA.2.4Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian
Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten data dan ketidakpastian untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
62,03Naik 2,6359,4Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
57
SMA KemenagSemuaA.2.5Kompetensi mengetahui (L1)
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan memahami fakta, proses, konsep, dan prosedur.
61,71Naik 9,8351,88Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
58
SMA KemenagSemuaA.2.6Kompetensi menerapkan (L2)
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada konten bilangan dengan konteks situasi nyata untuk menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan.
62,82Naik 3,8758,95Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
59
SMA KemenagSemuaA.2.7Kompetensi menalar (L3)
Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau konteks yang lebih kompleks.
60,39Naik 2,9757,42Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
60
61
SMA KemenagSemuaA.3Karakter
Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai akhlak pada manusia, akhlak pada alam, akhlak bernegara, gotong royong, kreativitias, nalar kritis, kebinekaan global dan kemandirian pada survei karakter.
Baik55,78Peserta didik terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari.Naik 0,5655,22Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
62
SMA KemenagSemuaA.3.1Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Nilai rerata karakter peserta didik yang berkaitan akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara di survei karakter.
57,92Naik 1,3256,6Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
63
SMA KemenagSemuaA.3.2Gotong Royong
Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan kesediaan dan pengalaman berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
56,93Turun 2,4359,36Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
64
SMA KemenagSemuaA.3.3Kreativitas
Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai senang berpikir berbeda, menerapkan ide baru dalam memecahkan masalah, dan membuat karya-karya baru.
53,56Naik 0,6852,88Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
65
SMA KemenagSemuaA.3.4Nalar Kritis
Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai penelusuran informasi, analisis dan evaluasi informasi, serta refleksi etis dalam pengambilan keputusan.
55,63Naik 1,9253,71Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
66
SMA KemenagSemuaA.3.5Kebinekaan global
Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan sikap terhadap kesetaraan agama, budaya, dan gender; nilai minat terhadap budaya dari berbagai negara; dan kepedulian pada isu-isu global.
52,89Turun 0,4053,29Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
67
SMA KemenagSemuaA.3.6Kemandirian
Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai melakukan perencanaan secara reflektif, dan pengelolaan emosi dan pengendalian diri.
53,84Naik 1,1252,72Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
68
69
SMA KemenagSemuaB.1Kesenjangan literasi
Nilai rerata kesenjangan literasi berdasarkan kelompok gender, sosial ekonomi status, dan wilayah yang diukur melalui asesmen kompetensi minimum (AKM).
Rendah2,66Tidak ada perbedaan capaian literasi baik berdasar kelompok gender, kelompok sosial ekonomi maupun antar wilayah urban dan rural.Turun 0,082,74Peringkat menengah bawah (61-80%)Asesmen Nasional 2024
70
SMA KemenagSemuaB.1.1Kesenjangan antar kelompok gender
Perbedaan skor literasi peserta didik laki-laki dibandingkan perempuan.
9,25Naik 1,937,32Peringkat bawah (81-100%)Asesmen Nasional 2024
71
SMA KemenagSemuaB.1.2Kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi status
Perbedaan skor literasi peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi dibandingkan peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah.
0,29Turun 0,250,54Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
72
SMA KemenagSemuaB.1.3Kesenjangan antar wilayah
Perbedaan skor literasi peserta didik bertempat tinggal di wilayah urban dibandingkan di wilayah rural.
1,98Naik 1,620,36Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
73
74
SMA KemenagSemuaB.2Kesenjangan numerasi
Nilai rerata kesenjangan numerasi berdasarkan kelompok gender, sosial ekonomi status, dan wilayah berdasarkan hasil asesmen kompetensi minimum (AKM).
Rendah2,66Tidak ada perbedaan capaian numerasi baik berdasar kelompok gender, kelompok sosial ekonomi maupun antar wilayah urban dan rural.Naik 1,551,11Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
75
SMA KemenagSemuaB.2.1Kesenjangan antar kelompok gender
Perbedaan skor numerasi peserta didik laki-laki dibandingkan perempuan.
4,13Naik 1,322,81Peringkat bawah (81-100%)Asesmen Nasional 2024
76
SMA KemenagSemuaB.2.2Kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi status
Perbedaan skor numerasi peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi dibandingkan peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah.
0,05Turun 0,290,34Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
77
SMA KemenagSemuaB.2.3Kesenjangan antar wilayah
Perbedaan skor numerasi peserta didik bertempat tinggal di wilayah urban dibandingkan di wilayah rural.
1,76Naik 1,590,17Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
78
79
SMA KemenagSemuaB.3Kesenjangan karakter
Nilai rerata kesenjangan skor karakter berdasarkan kelompok gender, sosial ekonomi status, dan wilayah dari hasil survei karakter.
Rendah2,33Tidak ada perbedaan capaian karakter baik berdasar kelompok gender, kelompok sosial ekonomi maupun antar wilayah urban dan rural.Naik 0,411,92Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024
80
SMA KemenagSemuaB.3.1Kesenjangan antar kelompok gender
Perbedaan skor karakter peserta didik laki-laki dibandingkan perempuan.
4,09Turun 0,664,75Peringkat bawah (81-100%)Asesmen Nasional 2024
81
SMA KemenagSemuaB.3.2Kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi status
Perbedaan skor karakter peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi dibandingkan peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah.
0,08Turun 0,260,34Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
82
SMA KemenagSemuaB.3.3Kesenjangan antar wilayah
Perbedaan skor karakter peserta didik bertempat tinggal di wilayah urban dibandingkan di wilayah rural.
0,2Turun 0,480,68Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
83
84
SMA KemenagSemuaD.1Kualitas pembelajaran
Nilai rerata untuk kualitas pembelajaran meliputi manajemen kelas, dukungan psikologi, dan metode pembelajaran di survei lingkungan belajar.
Sedang60,99Pembelajaran mengarah pada peningkatan kualitas yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif dari guru.Naik 0,2960,7Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
85
SMA KemenagSemuaD.1.1Manajemen kelas
Nilai rerata untuk keteraturan suasana kelas dan disiplin positif di survei lingkungan belajar.
64,32Naik 2,4761,85Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
86
SMA KemenagSemuaD.1.2Dukungan psikologis
Nilai rerata untuk dukungan afektif, perhatian dan kepedulian guru, dan umpan balik konstruktif di survei lingkungan belajar.
61,03Turun 2,5463,57Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
87
SMA KemenagSemuaD.1.3Metode pembelajaran
Nilai rerata untuk instruksi yang adaptif, panduan guru, aktivitas interaktif, pembelajaran literasi, pembelajaran numerasi, skor iklim pembelajaran terbuka di survei lingkungan belajar.
58,42Naik 1,7556,67Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
88
89
SMA KemenagSemuaD.2Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru
Nilai rerata terkait tingkat aktivitas refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru berdasarkan survei lingkungan belajar.
Baik62,92Guru aktif meningkatkan kualitas pembelajaran setelah melakukan refleksi pembelajaran yang telah lewat, mengeksplorasi referensi pengajaran baru, dan berinovasi menghadirkan pembelajaran yang memantik keterlibatan peserta didik.Naik 7,5655,36Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
90
SMA KemenagSemuaD.2.1Belajar tentang pembelajaran
Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait aktivitas belajar yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar.
54,79Naik 2,4052,39Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
91
SMA KemenagSemuaD.2.2Refleksi atas praktik mengajar
Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait tingkat refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru atas praktik mengajar.
69,34Naik 11,7857,56Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
92
SMA KemenagSemuaD.2.3Penerapan praktik inovatif
Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait praktik pengajaran guru yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
59,68Naik 5,6854Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
93
94
SMA KemenagSemuaD.3Kepemimpinan instruksional
Nilai rerata terkait tingkat kepemimpinan instruksional satuan pendidikan yang mendukung perbaikan kualitas pembelajaran berdasarkan survei lingkungan belajar.
Baik58,34Kepemimpinan instruksional yang visioner dengan mengacu pada visi-misi satuan pendidikan secara konsisten termasuk mengkomunikasikan visi-misi kepada warga satuan pendidikan sehingga perencanaan, praktik dan asesmen pembelajaran berorientasi peningkatan hasil belajar peserta didik melalui dukungan program, sistem insentif atau sumber daya yang memadai yang berdampak pada membudayanya guru melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran.Naik 6,1652,18Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
95
SMA KemenagSemuaD.3.1Visi-misi satuan pendidikan
Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait penyampaian dan penerapan visi-misi satuan pendidikan yang berpusat pada perbaikan pembelajaran.
59,4Naik 11,2248,18Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
96
SMA KemenagSemuaD.3.2Pengelolaan kurikulum satuan pendidikan
Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait pengelolaan pengembangan kurikulum satuan pendidikan dengan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik.
57Naik 5,1851,82Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
97
SMA KemenagSemuaD.3.3Dukungan untuk refleksi guru
Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait program, sistem insentif, dan sumber daya yang mendukung refleksi guru dan perbaikan pembelajaran.
58,89Naik 2,6756,22Peringkat atas (1-20%)Asesmen Nasional 2024
98
99
SMA KemenagSemuaD.4Iklim keamanan satuan pendidikan
Nilai rerata iklim keamanan terkait kesejahteraan psikologis, dan rasa aman terhadap perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, rokok, minuman keras, dan narkoba berdasarkan survei lingkungan belajar.
Baik70,96Satuan pendidikan memiliki lingkungan satuan pendidikan yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga satuan pendidikan dalam mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan satuan pendidikan.Naik 2,5168,45Peringkat menengah atas (21-40%)Asesmen Nasional 2024
100
SMA KemenagSemuaD.4.1Kesejahteraan psikologis (wellbeing) peserta didik
Nilai rerata terkait peserta didik terhadap kesejahteraan psikologis dan perasaan aman yang dirasakan di satuan pendidikan.
63,92Naik 2,8161,11Peringkat menengah (41-60%)Asesmen Nasional 2024