| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | LAPORAN RAPOR PENDIDIKAN KAB. PATI TAHUN 2025 | |||||||||||
2 | - Laporan ini berisi capaian seluruh indikator yang mempengaruhi indeks SPM Anda berdasarkan hasil agregat per jenjang di kabupaten/kota Anda. - Laporan ini dapat memberi gambaran kualitas satuan pendidikan Anda seperti yang tertuang di Permendikbudristek Nomor 9 Tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. | Laporan diperbarui 26 Mar 2025 | ||||||||||
3 | ||||||||||||
4 | Jenis Satuan Pendidikan | Status Satuan Pendidikan | No | Indikator | Label Capaian 2025 | Nilai Capaian 2025 | Definisi Capaian | Perubahan Nilai Capaian dari Tahun Lalu | Nilai Capaian 2024 | Peringkat di Provinsi | Sumber Data | |
5 | SMA/SMK Sederajat | Semua | B.10 | Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB Jumlah peserta didik di jenjang SMA/sederajat dibagi jumlah penduduk usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada kab/kota yang bersangkutan | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
6 | SMA/SMK Sederajat | Semua | B.10.1 | Kesenjangan APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi Selisih dari APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi tinggi dan APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Satdik tidak mengikuti AN | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN) | |
7 | SMA/SMK Sederajat | Semua | B.10.2 | APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender selisih APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
8 | SMA/SMK Sederajat | Semua | B.10.3 | APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas Jumlah anak disabilitas yang bersekolah di jenjang menengah dibagi jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada provinsi yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023 | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 | |
9 | ||||||||||||
10 | SMA/SMK Sederajat | Semua | B.12 | Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB Jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
11 | SMA/SMK Sederajat | Semua | B.12.1 | Kesenjangan APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi Selisih dari APM jenjang menengah sederajat dengan status sosial ekonomi tinggi dan APM jenjang menengah/sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Satdik tidak mengikuti AN | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN) | |
12 | SMA/SMK Sederajat | Semua | B.12.2 | APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender selisih APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
13 | SMA/SMK Sederajat | Semua | B.12.3 | APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas Jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023 | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 | |
14 | ||||||||||||
15 | SMA/SMK Sederajat | Negeri | B.10 | Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB Jumlah peserta didik di jenjang SMA/sederajat dibagi jumlah penduduk usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada kab/kota yang bersangkutan | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
16 | SMA/SMK Sederajat | Negeri | B.10.1 | Kesenjangan APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi Selisih dari APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi tinggi dan APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Satdik tidak mengikuti AN | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN) | |
17 | SMA/SMK Sederajat | Negeri | B.10.2 | APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender selisih APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
18 | SMA/SMK Sederajat | Negeri | B.10.3 | APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas Jumlah anak disabilitas yang bersekolah di jenjang menengah dibagi jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada provinsi yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023 | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 | |
19 | ||||||||||||
20 | SMA/SMK Sederajat | Negeri | B.12 | Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB Jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
21 | SMA/SMK Sederajat | Negeri | B.12.1 | Kesenjangan APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi Selisih dari APM jenjang menengah sederajat dengan status sosial ekonomi tinggi dan APM jenjang menengah/sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Satdik tidak mengikuti AN | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN) | |
22 | SMA/SMK Sederajat | Negeri | B.12.2 | APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender selisih APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
23 | SMA/SMK Sederajat | Negeri | B.12.3 | APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas Jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023 | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 | |
24 | ||||||||||||
25 | SMA/SMK Sederajat | Swasta | B.10 | Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB Jumlah peserta didik di jenjang SMA/sederajat dibagi jumlah penduduk usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada kab/kota yang bersangkutan | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
26 | SMA/SMK Sederajat | Swasta | B.10.1 | Kesenjangan APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi Selisih dari APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi tinggi dan APK jenjang menengah sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Satdik tidak mengikuti AN | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN) | |
27 | SMA/SMK Sederajat | Swasta | B.10.2 | APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender selisih APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APK jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
28 | SMA/SMK Sederajat | Swasta | B.10.3 | APK SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas Jumlah anak disabilitas yang bersekolah di jenjang menengah dibagi jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada provinsi yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023 | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 | |
29 | ||||||||||||
30 | SMA/SMK Sederajat | Swasta | B.12 | Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB Jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
31 | SMA/SMK Sederajat | Swasta | B.12.1 | Kesenjangan APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kuintil status sosial ekonomi Selisih dari APM jenjang menengah sederajat dengan status sosial ekonomi tinggi dan APM jenjang menengah/sederajat di daerah dengan status sosial ekonomi rendah | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Satdik tidak mengikuti AN | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Tidak Tersedia (Satdik tidak mengikuti AN) | Asesmen Nasional, Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Data Pokok Pendidikan, Kemenag, SES (AN) | |
32 | SMA/SMK Sederajat | Swasta | B.12.2 | APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB berdasarkan kelompok gender selisih APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin perempuan dengan APM jenjang SMA/sederajat di daerah dengan kriteria individu berjenis kelamin laki-laki | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Kemenag, (BPS/Dukcapil, TBC) | |
33 | SMA/SMK Sederajat | Swasta | B.12.3 | APM SMA/K/MA/MAK/Paket C/SMALB murid disabilitas Jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun yang sedang belajar di satuan pendidikan jenjang SMA/sederajat dibagi dengan jumlah anak disabilitas usia 16 (enam belas) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun pada wilayah yang bersangkutan. Data Susenas (Badan Pusat Statistik) hanya dapat tersedia hingga tingkat Nasional karena keterbatasan sampel disabilitas, Sehingga Data Capaian 2024 disamakan dengan Capaian 2023 | Capaian Tidak Tersedia | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak ada data untuk indikator ini | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Tidak Tersedia (Tidak ada data untuk indikator ini) | Data Pokok Pendidikan, Survei Sosial Ekonomi Nasional 2023 | |
34 | ||||||||||||
35 | SMA Kemenag | Semua | A.1 | Kemampuan literasi Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi). | Baik | 81,92% | Sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk literasi membaca. | Naik 3,28 | 78,64% | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |
36 | SMA Kemenag | Semua | A.1 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi di atas kompetensi minimum | Di atas | 52,10% | Peserta didik mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks, mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap isi teks. | Naik 15,87% | 36,23% | |||
37 | SMA Kemenag | Semua | A.1 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi mencapai kompetensi minimum | Mencapai | 29,81% | Peserta didik mampu membuat interpretasi dari informasi implisit yang ada dalam teks, mampu membuat simpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam suatu teks. | Turun 12,60% | 42,41% | |||
38 | SMA Kemenag | Semua | A.1 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi di bawah kompetensi minimum | Di bawah | 16,47% | Peserta didik mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana. | Turun 2,97% | 19,44% | |||
39 | SMA Kemenag | Semua | A.1 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi jauh di bawah kompetensi minimum | Jauh di bawah | 1,61% | Peserta didik belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam ataupun membuat interpretasi sederhana. | Turun 0,30% | 1,91% | |||
40 | SMA Kemenag | Semua | A.1.skor | Kemampuan literasi Nilai rerata peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi). | 76,46 | Naik 5,68 | 70,78 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
41 | SMA Kemenag | Semua | A.1.1 | Kompetensi membaca teks informasi Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks informasional (non-fiksi). | 75,45 | Naik 5,33 | 70,12 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
42 | SMA Kemenag | Semua | A.1.2 | Kompetensi membaca teks sastra Nilai rerata peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks fiksi. | 76,54 | Naik 5,08 | 71,46 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
43 | SMA Kemenag | Semua | A.1.3 | Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menemukan, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan suatu ide atau informasi eksplisit dalam teks informasional (non-fiksi) dan sastra. | 74,39 | Naik 3,05 | 71,34 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
44 | SMA Kemenag | Semua | A.1.4 | Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks (L2) Nilai rerata peserta didik pada kemampuan membandingkan dan mengontraskan ide atau informasi dalam atau antarteks, membuat kesimpulan, mengelompokkan, serta mengombinasikan ide dan informasi dalam teks atau antarteks informasional (non-fiksi) dan sastra. | 76,12 | Naik 4,14 | 71,98 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
45 | SMA Kemenag | Semua | A.1.5 | Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menganalisis, memprediksi, dan menilai konten, bahasa, dan unsur-unsur dalam teks informasional (non-fiksi) dan sastra. | 75,48 | Naik 5,80 | 69,68 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
46 | ||||||||||||
47 | SMA Kemenag | Semua | A.2 | Kemampuan numerasi Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. | Baik | 77,73% | Sebagian besar peserta didik telah mencapai batas kompetensi minimum untuk numerasi | Naik 9,38 | 68,35% | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |
48 | SMA Kemenag | Semua | A.2 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi di atas kompetensi minimum | Di atas | 59,41% | Peserta didik mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta non-rutin berdasarkan konsep matematika yang dimilikinya. | Naik 14,07% | 45,34% | |||
49 | SMA Kemenag | Semua | A.2 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi mencapai kompetensi minimum | Mencapai | 18,32% | Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep matematik yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam. | Turun 4,70% | 23,02% | |||
50 | SMA Kemenag | Semua | A.2 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi di bawah kompetensi minimum | Di bawah | 20,16% | Peserta didik memiliki kemampuan dasar matematika: komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin. | Turun 7,04% | 27,20% | |||
51 | SMA Kemenag | Semua | A.2 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi jauh di bawah kompetensi minimum | Jauh di bawah | 2,11% | Peserta didik hanya memiliki kemampuan dasar matematika yang terbatas: penguasaan konsep yang parsial dan keterampilan komputasi yang terbatas. | Turun 2,33% | 4,44% | |||
52 | SMA Kemenag | Semua | A.2.skor | Kemampuan numerasi Nilai rerata peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. | 63,14 | Naik 4,82 | 58,32 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
53 | SMA Kemenag | Semua | A.2.1 | Kompetensi pada domain Bilangan Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten bilangan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. | 61 | Naik 3,86 | 57,14 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
54 | SMA Kemenag | Semua | A.2.2 | Kompetensi pada domain Aljabar Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten aljabar untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. | 61,53 | Naik 3,56 | 57,97 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
55 | SMA Kemenag | Semua | A.2.3 | Kompetensi pada domain Geometri Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten geometri untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. | 60,92 | Naik 4,17 | 56,75 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
56 | SMA Kemenag | Semua | A.2.4 | Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian Nilai rerata peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten data dan ketidakpastian untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. | 62,03 | Naik 2,63 | 59,4 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
57 | SMA Kemenag | Semua | A.2.5 | Kompetensi mengetahui (L1) Nilai rerata peserta didik pada kemampuan memahami fakta, proses, konsep, dan prosedur. | 61,71 | Naik 9,83 | 51,88 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
58 | SMA Kemenag | Semua | A.2.6 | Kompetensi menerapkan (L2) Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada konten bilangan dengan konteks situasi nyata untuk menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan. | 62,82 | Naik 3,87 | 58,95 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
59 | SMA Kemenag | Semua | A.2.7 | Kompetensi menalar (L3) Nilai rerata peserta didik pada kemampuan menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau konteks yang lebih kompleks. | 60,39 | Naik 2,97 | 57,42 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
60 | ||||||||||||
61 | SMA Kemenag | Semua | A.3 | Karakter Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai akhlak pada manusia, akhlak pada alam, akhlak bernegara, gotong royong, kreativitias, nalar kritis, kebinekaan global dan kemandirian pada survei karakter. | Baik | 55,78 | Peserta didik terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari. | Naik 0,56 | 55,22 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |
62 | SMA Kemenag | Semua | A.3.1 | Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia Nilai rerata karakter peserta didik yang berkaitan akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara di survei karakter. | 57,92 | Naik 1,32 | 56,6 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
63 | SMA Kemenag | Semua | A.3.2 | Gotong Royong Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan kesediaan dan pengalaman berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. | 56,93 | Turun 2,43 | 59,36 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
64 | SMA Kemenag | Semua | A.3.3 | Kreativitas Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai senang berpikir berbeda, menerapkan ide baru dalam memecahkan masalah, dan membuat karya-karya baru. | 53,56 | Naik 0,68 | 52,88 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
65 | SMA Kemenag | Semua | A.3.4 | Nalar Kritis Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai penelusuran informasi, analisis dan evaluasi informasi, serta refleksi etis dalam pengambilan keputusan. | 55,63 | Naik 1,92 | 53,71 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
66 | SMA Kemenag | Semua | A.3.5 | Kebinekaan global Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan sikap terhadap kesetaraan agama, budaya, dan gender; nilai minat terhadap budaya dari berbagai negara; dan kepedulian pada isu-isu global. | 52,89 | Turun 0,40 | 53,29 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
67 | SMA Kemenag | Semua | A.3.6 | Kemandirian Nilai rerata karakter peserta didik berdasarkan nilai melakukan perencanaan secara reflektif, dan pengelolaan emosi dan pengendalian diri. | 53,84 | Naik 1,12 | 52,72 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
68 | ||||||||||||
69 | SMA Kemenag | Semua | B.1 | Kesenjangan literasi Nilai rerata kesenjangan literasi berdasarkan kelompok gender, sosial ekonomi status, dan wilayah yang diukur melalui asesmen kompetensi minimum (AKM). | Rendah | 2,66 | Tidak ada perbedaan capaian literasi baik berdasar kelompok gender, kelompok sosial ekonomi maupun antar wilayah urban dan rural. | Turun 0,08 | 2,74 | Peringkat menengah bawah (61-80%) | Asesmen Nasional 2024 | |
70 | SMA Kemenag | Semua | B.1.1 | Kesenjangan antar kelompok gender Perbedaan skor literasi peserta didik laki-laki dibandingkan perempuan. | 9,25 | Naik 1,93 | 7,32 | Peringkat bawah (81-100%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
71 | SMA Kemenag | Semua | B.1.2 | Kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi status Perbedaan skor literasi peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi dibandingkan peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. | 0,29 | Turun 0,25 | 0,54 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
72 | SMA Kemenag | Semua | B.1.3 | Kesenjangan antar wilayah Perbedaan skor literasi peserta didik bertempat tinggal di wilayah urban dibandingkan di wilayah rural. | 1,98 | Naik 1,62 | 0,36 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
73 | ||||||||||||
74 | SMA Kemenag | Semua | B.2 | Kesenjangan numerasi Nilai rerata kesenjangan numerasi berdasarkan kelompok gender, sosial ekonomi status, dan wilayah berdasarkan hasil asesmen kompetensi minimum (AKM). | Rendah | 2,66 | Tidak ada perbedaan capaian numerasi baik berdasar kelompok gender, kelompok sosial ekonomi maupun antar wilayah urban dan rural. | Naik 1,55 | 1,11 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |
75 | SMA Kemenag | Semua | B.2.1 | Kesenjangan antar kelompok gender Perbedaan skor numerasi peserta didik laki-laki dibandingkan perempuan. | 4,13 | Naik 1,32 | 2,81 | Peringkat bawah (81-100%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
76 | SMA Kemenag | Semua | B.2.2 | Kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi status Perbedaan skor numerasi peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi dibandingkan peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. | 0,05 | Turun 0,29 | 0,34 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
77 | SMA Kemenag | Semua | B.2.3 | Kesenjangan antar wilayah Perbedaan skor numerasi peserta didik bertempat tinggal di wilayah urban dibandingkan di wilayah rural. | 1,76 | Naik 1,59 | 0,17 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
78 | ||||||||||||
79 | SMA Kemenag | Semua | B.3 | Kesenjangan karakter Nilai rerata kesenjangan skor karakter berdasarkan kelompok gender, sosial ekonomi status, dan wilayah dari hasil survei karakter. | Rendah | 2,33 | Tidak ada perbedaan capaian karakter baik berdasar kelompok gender, kelompok sosial ekonomi maupun antar wilayah urban dan rural. | Naik 0,41 | 1,92 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |
80 | SMA Kemenag | Semua | B.3.1 | Kesenjangan antar kelompok gender Perbedaan skor karakter peserta didik laki-laki dibandingkan perempuan. | 4,09 | Turun 0,66 | 4,75 | Peringkat bawah (81-100%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
81 | SMA Kemenag | Semua | B.3.2 | Kesenjangan antar kelompok sosial ekonomi status Perbedaan skor karakter peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi tinggi dibandingkan peserta didik dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. | 0,08 | Turun 0,26 | 0,34 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
82 | SMA Kemenag | Semua | B.3.3 | Kesenjangan antar wilayah Perbedaan skor karakter peserta didik bertempat tinggal di wilayah urban dibandingkan di wilayah rural. | 0,2 | Turun 0,48 | 0,68 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
83 | ||||||||||||
84 | SMA Kemenag | Semua | D.1 | Kualitas pembelajaran Nilai rerata untuk kualitas pembelajaran meliputi manajemen kelas, dukungan psikologi, dan metode pembelajaran di survei lingkungan belajar. | Sedang | 60,99 | Pembelajaran mengarah pada peningkatan kualitas yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif dari guru. | Naik 0,29 | 60,7 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |
85 | SMA Kemenag | Semua | D.1.1 | Manajemen kelas Nilai rerata untuk keteraturan suasana kelas dan disiplin positif di survei lingkungan belajar. | 64,32 | Naik 2,47 | 61,85 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
86 | SMA Kemenag | Semua | D.1.2 | Dukungan psikologis Nilai rerata untuk dukungan afektif, perhatian dan kepedulian guru, dan umpan balik konstruktif di survei lingkungan belajar. | 61,03 | Turun 2,54 | 63,57 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
87 | SMA Kemenag | Semua | D.1.3 | Metode pembelajaran Nilai rerata untuk instruksi yang adaptif, panduan guru, aktivitas interaktif, pembelajaran literasi, pembelajaran numerasi, skor iklim pembelajaran terbuka di survei lingkungan belajar. | 58,42 | Naik 1,75 | 56,67 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
88 | ||||||||||||
89 | SMA Kemenag | Semua | D.2 | Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru Nilai rerata terkait tingkat aktivitas refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru berdasarkan survei lingkungan belajar. | Baik | 62,92 | Guru aktif meningkatkan kualitas pembelajaran setelah melakukan refleksi pembelajaran yang telah lewat, mengeksplorasi referensi pengajaran baru, dan berinovasi menghadirkan pembelajaran yang memantik keterlibatan peserta didik. | Naik 7,56 | 55,36 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |
90 | SMA Kemenag | Semua | D.2.1 | Belajar tentang pembelajaran Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait aktivitas belajar yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar. | 54,79 | Naik 2,40 | 52,39 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
91 | SMA Kemenag | Semua | D.2.2 | Refleksi atas praktik mengajar Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait tingkat refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru atas praktik mengajar. | 69,34 | Naik 11,78 | 57,56 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
92 | SMA Kemenag | Semua | D.2.3 | Penerapan praktik inovatif Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait praktik pengajaran guru yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pengajaran. | 59,68 | Naik 5,68 | 54 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
93 | ||||||||||||
94 | SMA Kemenag | Semua | D.3 | Kepemimpinan instruksional Nilai rerata terkait tingkat kepemimpinan instruksional satuan pendidikan yang mendukung perbaikan kualitas pembelajaran berdasarkan survei lingkungan belajar. | Baik | 58,34 | Kepemimpinan instruksional yang visioner dengan mengacu pada visi-misi satuan pendidikan secara konsisten termasuk mengkomunikasikan visi-misi kepada warga satuan pendidikan sehingga perencanaan, praktik dan asesmen pembelajaran berorientasi peningkatan hasil belajar peserta didik melalui dukungan program, sistem insentif atau sumber daya yang memadai yang berdampak pada membudayanya guru melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran. | Naik 6,16 | 52,18 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |
95 | SMA Kemenag | Semua | D.3.1 | Visi-misi satuan pendidikan Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait penyampaian dan penerapan visi-misi satuan pendidikan yang berpusat pada perbaikan pembelajaran. | 59,4 | Naik 11,22 | 48,18 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
96 | SMA Kemenag | Semua | D.3.2 | Pengelolaan kurikulum satuan pendidikan Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait pengelolaan pengembangan kurikulum satuan pendidikan dengan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik. | 57 | Naik 5,18 | 51,82 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
97 | SMA Kemenag | Semua | D.3.3 | Dukungan untuk refleksi guru Nilai rerata satuan pendidikan di daerah terkait program, sistem insentif, dan sumber daya yang mendukung refleksi guru dan perbaikan pembelajaran. | 58,89 | Naik 2,67 | 56,22 | Peringkat atas (1-20%) | Asesmen Nasional 2024 | |||
98 | ||||||||||||
99 | SMA Kemenag | Semua | D.4 | Iklim keamanan satuan pendidikan Nilai rerata iklim keamanan terkait kesejahteraan psikologis, dan rasa aman terhadap perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, rokok, minuman keras, dan narkoba berdasarkan survei lingkungan belajar. | Baik | 70,96 | Satuan pendidikan memiliki lingkungan satuan pendidikan yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga satuan pendidikan dalam mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan satuan pendidikan. | Naik 2,51 | 68,45 | Peringkat menengah atas (21-40%) | Asesmen Nasional 2024 | |
100 | SMA Kemenag | Semua | D.4.1 | Kesejahteraan psikologis (wellbeing) peserta didik Nilai rerata terkait peserta didik terhadap kesejahteraan psikologis dan perasaan aman yang dirasakan di satuan pendidikan. | 63,92 | Naik 2,81 | 61,11 | Peringkat menengah (41-60%) | Asesmen Nasional 2024 | |||