| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | AA | AB | AC | AD | AE | AF | AG | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | No | Strategi | Aksi | Indikator | Indikator (RPD 24-26) - Mohon OPD mengisi indikator di kolom ini | Satuan | Baseline 2022 | Target | OPD Penanggung Jawab | OPD/Lembaga Pendukung | Keterangan | ||||||||||||||||||||||
2 | 2024 | 2025 | 2026 | 2027 | 2028 | 2029 | |||||||||||||||||||||||||||
3 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
4 | Tujuan Strategis 1. Peningkatan Ketersediaan Pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman | ||||||||||||||||||||||||||||||||
5 | 1.1 | Peningkatan ketersediaan pangan yang beragam | Meningkatkan ketersediaan pangan lokal, sayur, buah, dan pangan hewani | Panjang jaringan irigasi kondisi baik | Panjang jaringan irigasi kondisi baik | Km | 100,63 | 100,93 | 101,38 | 101,93 | 102,43 | 102,93 | 103,43 | Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||
6 | Persentase ketersediaan pangan pokok (beras dan umbi-umbian) | Persentase ketersediaan pangan pokok (beras dan umbi-umbian) | persen | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||
7 | Peningkatan produksi beras | Jumlah produksi beras | ton gbk | 20.827 | 19.316 | 19.464 | 19.512 | 18638 | 18264 | 17897 | Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||
8 | Persentase peningkatan produksi sayur dan buah | Persentase peningkatan ketersediaan sayur dan buah | persen | 94,53 | 95,53 | 96,53 | 97,53 | 98,53 | 99,53 | 100,00 | Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||
9 | Persentase peningkatan produksi daging (ruminansia dan unggas) | Jumlah produksi daging (ruminansia dan unggas) | ton | 5.844,30 | 5.902,74 | 5.961,77 | 6.021,38 | 6141,81 | 6264.65 | 6389.94 | Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Perusahaan Umum (Perum) Bulog, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan, Badan Pusat Statistik, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang | |||||||||||||||||||||
10 | Persentase peningkatan produksi telur | Jumlah produksi telur | ton | 4.146,67 | 4.229,61 | 4.314,20 | 4.400,48 | 4.488,49 | 4.578,26 | 4.669,82 | Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||
11 | Persentase peningkatan produksi susu | Jumlah produksi susu | ton | 291,293 | 297,125 | 303,067 | 309,128 | 315,310 | 321,616 | 328,048 | Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||
12 | Meningkatnya produksi perikanan budidaya | Jumlah produksi perikanan budidaya | ton | 1401,11 | 1422,86 | 1434,24 | 1446 | 1454,68 | 1461,95 | 1469,26 | Bidang dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||
13 | Meningkatnya ketersediaan ikan di Kota Sukabumi | Meningkatnya ketersediaan ikan di Kota Sukabumi | persen | 110 | 110 | 110 | 110 | 110 | 110 | 110 | Bidang dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan | |||||||||||||||||||||
14 | Memperluas upaya pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta jaminan keamanan dan mutu pangan | Persentase desa lokus stunting yang melaksanakan kegiatan P2L/KRPL | Jumlah kelompok di desa lokus stunting yang melaksanakan kegiatan P2L/KRPL | Kelompok | 8 | 12 | 13 | 13 | 13 | 13 | 13 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||||
15 | Melakukan kerjasama dengan stakeholder untuk memasyarakatkan dan pemanfaatan benih bersertifikat | Jumlah pendampingan dan pembinaan produksi bibit/benih daerah yang bersertifikat (UPR) | Jumlah kelompok yang melaksanakan produksi bibit/benih daerah yang bersertifikat (UPR) | Kelompok Co pengisian : 2 kel ut benih padi, 3 kel utk benih nila, 1 perusahaan breeder ayam pedaging) | 1 Kel u/Benih Padi | 1 Kel u/Benih Padi | 1 Kel u/Benih Padi | 1 Kel u/Benih Padi | 1 Kel u/Benih Padi | 1 Kel u/Benih Padi | 1 Kel u/Benih Padi | Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||||
16 | Memberdayakan peran perempuan untuk ikut dalam kegiatan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga | Jumlah KWT yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan pekarangan bagi memenuhi konsumsi keluarga B2SA di desa lokus penurunan stunting | Jumlah Kelompok tani yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan pekarangan bagi memenuhi konsumsi keluarga B2SA | kelompok tani | 17 | 23 | 24 | 24 | 24 | 24 | 24 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | ||||||||||||||||||||
17 | 1.2 | Penyediaan pangan yang aman | Melakukan pengawasan mutu dan keamanan pangan oleh satgas ketahanan pangan | Terbentuknya Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan | Terbentuknya Tim Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan | Tim | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||
18 | Jumlah program pengawasan keamanan pangan daerah di retailer dan pasar tradisional | Pengawasan tempat pengolahan makanan siap saji (Restoran, Katering, Depot Air Minum, Sentra Makanan Jajanan, Makanan Jajanan) | kegiatan | 2 | 2 | 4 | 4 | 4 | 4 | 4 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan, Kepolisian Resor, Komando Distrik Militer (Kodim) | 1. Program Pengawasan Keamanan Pangan (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan) 2. ....... (Dinas Kesehatan) | Kegiatan bersama (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan, Kepolisian Resor, Komando Distrik Militer (Kodim)) : 1. Pengawasan Bersama dan Pembinaan Keamanan Pangan 2. Pembinaan kepada kelompok masyarakat (anak sekolah, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), masyarakat) | |||||||||||||||||||
19 | Pengawasan tempat pengolahan makanan siap saji (Restoran, Katering, Depot Air Minum, Sentra Makanan Jajanan, Makanan Jajanan) | persen | 69,83 | 65 | 68 | 72 | 75 | 78 | 80 | Dinas Kesehatan | DO: Jumlah Tempat Pengolahan Pangan (TPP) yang ada dibagi Jumlah TPP yang memenuhi syarat IKL dikali 100 | Pengawasan berupa Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang dilaksanakan oleh Puskesmas selama satu tahun. Target Provinsi sampai tahun 2024 sebesar 65%. | |||||||||||||||||||||
20 | Pengawasan keamanan pangan di pedagang pasar | kegiatan | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan | |||||||||||||||||||||||
21 | Jumlah desa yang mendapat pembinaan dan perluasan intervensi desa pangan aman | Pengawasan PIRT dan produk hasil PIRT | kegiatan | 2 | 2 | 4 | 4 | 4 | 4 | 4 | Dinas Kesehatan | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan | |||||||||||||||||||||
22 | Terdapatnya OKKPD | Terdapatnya OKKPD | OKKPD | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||||
23 | Menguatkan kapasitas Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) untuk keamanan pangan asal tumbuhan | Persentase peningkatan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang memenuhi syarat keamanan pangan | Meningkatnya keamanan pangan PSAT dan PAH | persen | 85 | 85 | 85 | 85 | 85 | 85 | 85 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Target Nasional : 85% | Belum dimasukkan Pre Market | |||||||||||||||||||
24 | Penguatan kapasitas pengawasan bagi Balai Veteriner dalam rangka keamanan pangan asal hewan | Persentase peningkatan mutu produk hewan | Persentase unit usaha pangan asal hewan yang memiliki sertifikat Pra NKV atau NKV | persen | 55 | 55 | 60 | 65 | 70 | 75 | 80 | Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||||
25 | 1.3 | Pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah dan masyarakat | Meningkatkan ketersediaan cadangan pangan | Persentase cadangan pangan | jumlah cadangan pangan pemerintah | ton | 0 | 35,923 | 25,8 | 25 | 25 | 25 | 25 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||
26 | Adanya dokumen yang menginternalisasi Perbadan No 15/2023 tentang Perhitungan Cadangan Pangan Pemerintah sebagai peraturan baru sebelum Peraturan Menteri Pertanian No 11/2018 tentang Perhitungan Cadangan Beras Pemerintah Daerah ke dalam dokumen perencanaan daerah | Adanya dokumen yang menginternalisasi Perbadan No 15/2023 tentang Perhitungan Cadangan Pangan Pemerintah sebagai peraturan baru sebelum Peraturan Menteri Pertanian No 11/2018 tentang Perhitungan Cadangan Beras Pemerintah Daerah ke dalam dokumen perencanaan daerah | dokumen | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) | Dokumen : RPD, Renstra, Renja | ||||||||||||||||||||
27 | 1.4 | Penanganan kerusakan dan kehilangan hasil panan (food loss) | Mengembangkan pertanian modern (smart farming) untuk mengurangi food loss | Jumlah kelompok tani yang mendapatkan pelatihan smart farming untuk mencegah food loss | Persentase lembaga usaha tani yang menerapkan mekanisasi pertanian ( produksi dan pasca panen) dengan baik | persen | 65 | 65 | 70 | 75 | 80 | 85 | 90 | Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||
28 | Menyediakan akses/bantuan informasi, komunikasi, dan teknologi kepada petani, nelayan, dan peternak terkait | Jumlah kelompok tani yang mendapatkan peningkatan kapasitas dalam mengakses informasi mengenai harga komoditas pangan di pasar | Persentase kelompok tani yang mendapatkan peningkatan kapasitas dalam mengakses informasi mengenai harga komoditas pangan di pasar | persen | 0 | 50 | 55 | 60 | 65 | 70 | 70 | Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan | Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan | |||||||||||||||||||
29 | Adanya pendampingan untuk memahami kalender pertanian setiap daerah yang fokus pada diversifikasi pangan/penataan pola tanam komoditas untuk mencegah overproduction di waktu yang sama | Adanya pendampingan untuk memahami kalender pertanian setiap daerah yang fokus pada diversifikasi pangan/penataan pola tanam komoditas untuk mencegah overproduction di waktu yang sama | Kelompok | 0 | 0 | 164 | 164 | 164 | 164 | 164 | Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan | |||||||||||||||||||||
30 | Melakukan pendampingan produsen pangan dalam pengendalian food loss melalui peningkatan kapasitas | Jumlah industri pangan skala kecil/UMKM yang didampingi/ditingkatkan kapasitasnya dalam rangka pengendalian food loss | Jumlah industri pangan skala kecil/UMKM yang didampingi/ditingkatkan kapasitasnya dalam rangka pengendalian food loss | Jumlah IKM bidang pangan | 0 | 0 | 0 | 66 | 66 | 66 | 66 | Bidang Industri, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Perguruan Tinggi | ||||||||||||||||||||
31 | Mengembangkan pangkalan data untuk memantau proses produksi, distribusi, dan penyimpanan dalam mengendalikan food loss | Tersedianya data food loss setiap tahun | Tersedianya data food loss setiap tahun | Jenis | 0 | 0 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) | ||||||||||||||||||||
32 | Tersedianya pangkalan data yang memantau proses produksi, distribusi, dan penyimpanan dalam mengendalikan food loss | Tersedianya pangkalan data yang memantau proses produksi, distribusi, dan penyimpanan dalam mengendalikan food loss | Database | 0 | 0 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) | |||||||||||||||||||||
33 | Tujuan Strategis 2. Peningkatan Keterjangkauan Pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman | ||||||||||||||||||||||||||||||||
34 | 2.1 | Peningkatan stabilitas pasokan dan harga pangan | Memanfaatkan panel harga pangan sebagai early warning system (EWS) tetap aktif terpantau dan terlaporkan | Terlaksananya pemantauan ketersediaan dan harga yang dimanfaatkan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan pokok/strategis di tingkat produsen | Pemantauan Stok, Pasokan dan Harga Pangan (Simonstok) | kegiatan | 0 | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||
35 | Penyusunan Neraca Pangan | kegiatan | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||||||
36 | Pemantauan Perkembangan Harga Pangan (Panel harga) | kegiatan | 365 | 365 | 365 | 365 | 365 | 365 | 365 | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||
37 | Terlaksananya pemantauan ketersediaan dan harga yang dimanfaatkan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan pokok/strategis di tingkat konsumen | Persentase stabilisasi dan jumlah ketersediaan harga barang kebutuhan pokok | persen | 4,88 | 5,88 | 6,38 | 6,88 | 7,38 | 7,88 | 8,38 | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan | perbandingan simpangan baku terhadap harga rata-rata | |||||||||||||||||||||
38 | stabilisasi harga dan pasokan pangan (batas atas fluktuasi harga pangan) | persen | beras 5%, telur, daging sapi dan daging ayam 10%, sayur buah 25%, minyak goreng, gula pasir, dan terigu 10% | beras 5%, telur, daging sapi dan daging ayam 10%, sayur buah 25%, minyak goreng, gula pasir, dan terigu 10% | beras 5%, telur, daging sapi dan daging ayam 10%, sayur buah 25%, minyak goreng, gula pasir, dan terigu 10% | beras 5%, telur, daging sapi dan daging ayam 10%, sayur buah 25%, minyak goreng, gula pasir, dan terigu 10% | beras 5%, telur, daging sapi dan daging ayam 10%, sayur buah 25%, minyak goreng, gula pasir, dan terigu 10% | beras 5%, telur, daging sapi dan daging ayam 10%, sayur buah 25%, minyak goreng, gula pasir, dan terigu 10% | beras 5%, telur, daging sapi dan daging ayam 10%, sayur buah 25%, minyak goreng, gula pasir, dan terigu 10% | Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||||||
39 | Meningkatkan mekanisme distribusi pangan yang mencakup pangan komoditas unggulan daerah (kelompok hewani dan hortikultura) dan pangan lokal | Jumlah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM)/bazar untuk menjaga pasokan dan pengendalian harga | Pelaksanaan Bazar dan Pasar Murah | kecamatan | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan | |||||||||||||||||||||
40 | Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) | kegiatan | 29, APBD: 24, Provinsi : 3, APBN : 2 | 25 (APBD) | 25 (APBD) | 25 (APBD) | 25 (APBD) | 25 (APBD) | Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||||
41 | 2.2 | Perluasan akses sistem informasi pasar dan harga pangan | Menyusun prognosa ketersediaan produksi dan kebutuhan pangan | Tersedianya data/informasi prognosa ketersediaan produksi dan kebutuhan pangan | Tersedianya data/informasi prognosa ketersediaan produksi dan kebutuhan pangan | dokumen | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||
42 | Menambahkan informasi sayur dan buah sebagai komoditi yang ikut dipantau dalam panel harga pangan | Tersedianya panduan teknis panel harga pangan komoditas pangan pokok/strategis termasuk sayur dan buah | Tersedianya panduan teknis panel harga pangan komoditas pangan pokok/strategis termasuk sayur dan buah | panduan | Mengikuti panduan teknis dari Pusat/Provinsi | Mengikuti panduan teknis dari Pusat/Provinsi | Mengikuti panduan teknis dari Pusat/Provinsi | Mengikuti panduan teknis dari Pusat/Provinsi | Mengikuti panduan teknis dari Pusat/Provinsi | Mengikuti panduan teknis dari Pusat/Provinsi | Mengikuti panduan teknis dari Pusat/Provinsi | Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||||
43 | 2.3 | Pengembangan sistem jaring pengaman sosial pangan dengan pemanfaatan jenis pangan yang beragam | Mengembangkan mekanisme pemanfaatan beras biofortifikasi dan fortifikasi menjadi salah satu komoditas bantuan pangan non tunai | Tersedianya program penyediaan dan penyaluran beras fortifikasi atau biofortifikasi pada keluarga beresiko stunting | Tersedianya program penyediaan dan penyaluran beras fortifikasi atau biofortifikasi pada keluarga beresiko stunting | kelompok tani | 15 | apakah TPHP mau membina 1 kelompok di cibeureum, nanti hasilnya dibeli bid KP utk program stunting | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan | Atau kl mau menerapkan Program PNS Peduli Stunting, dg memberikan uang sesuai pangkat PNS ybs. Nanti sesudah uang kepedulian nya terkumpul, bisa dialokasikan untuk bantuan pangan stunting, beras fortifikasi. | Thn skrg ada, Krn ada bantuan keuangan khusus Inovasi PASTI PENTING. Thn depan mah ga tau Mbak | ||||||||||||||||||||||
44 | Mengembangkan keberagaman pangan dengan nilai gizi yang baik sebagai bantuan pangan | Persentase penerima bantuan pangan non tunai | Jumlah penerima bantuan pangan tunai | Keluarga | 24.018 | 21.629 | 22.821 | 21.619 | 21.634 | 22.025 | 22.366 | Dinas Sosial | 16,67% | ||||||||||||||||||||
45 | Mengintegrasikan pelayanan gizi esensial pada program bantuan sosial untuk kelompok termarginalkan (perempuan, gelandangan, penyandang disabilitas, penyandang masalah hukum, terlantar, etnis minoritas) | Tersedianya kebijakan pengintegrasian suplementasi gizi (permakanan) dalam program bantuan sosial untuk kelompok marginal (perempuan, gelandangan, penyandang disabilitas, penyandang masalah hukum, terlantar, etnis minoritas) | Persentase PPKS yang mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial dasar yang sesuai standar | persen | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | Dinas Sosial | |||||||||||||||||||||
46 | Jumlah penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan) utk lansia, disabilitas, ibu hamil, anak sekolah, dan balita | Keluarga | 11.043 | 10.812 | 10.716 | 9.966 | 11.235 | 10.639 | 10.672 | Dinas Sosial | |||||||||||||||||||||||
47 | 2.4 | Penguatan usaha mikro dan koperasi di bidang pangan | Membina Usaha Mikro/Koperasi dalam pengembangan industri pangan lokal (PIPL) untuk peningkatan gizi kelompok rawan | Persentase Usaha Mikro/Koperasi sektor pangan yang dibina untuk mengembangkan produk berbahan dasar pangan lokal untuk peningkatan gizi kelompok rawan | Persentase koperasi aktif | persen | 18,98 | 19,83 | 20,68 | 21,53 | 22,3 | 23 | 23,5 | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan | jmlh koperasi ada 300, ada pendamping koperasi 3 orang, | ||||||||||||||||||
48 | Persentase usaha mikro yang naik kelas | persen | 0,01 | 0,01 | 0,02 | 0,03 | 0,04 | 0,05 | 0,06 | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan | koperasi produsen 30 (pangan dan pertanian), konsumen 260, pemasaran 3, simpan pinjam 42, jasa 27 | ||||||||||||||||||||||
49 | Persentase promosi produk lokal yang dilaksanakan | persen | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan | koperasi dan umkm belum diarahkan khusus ke pengembangan produk lokal ke arah penanganan gizi rawan | ||||||||||||||||||||||
50 | 2.5 | Penyediaaan dan penyaluran pangan untuk situasi darurat; | Revitalisasi/mengaktifkan program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) bekerja sama dengan supplier bahan pangan lokal di daerah masing-masing | Jumlah Cadangan Pangan Pemerintah Daerah CPPD) | Jumlah Cadangan Pangan Pemerintah Daerah CPPD) | Ton | 0 | 35,923 | 25,8 | 25 | 25 | 25 | 25 | Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||
51 | Penyediaan logistik penyelamatan dan evakuasi korban bencana | Persentase penyediaan pemenuhan kebutuhan pangan pokok bagi korban bencana | persen | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | Badan Penanggulangan Bencana Daerah | Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||||
52 | 2.6 | Penumbuhan kemandirian pangan untuk masyarakat di daerah rentan rawan pangan dan terdampak bencana; | Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah pangan lokal | Tersedianya peningkatan kapasitas masyarakat untuk pengolahan pangan lokal dalam mendukung ketahanan pangan | Tersedianya peningkatan kapasitas masyarakat untuk pengolahan pangan lokal sesuai potensi wilayah dalam mendukung ketahanan pangan | kegiatan | 4 | 4 | 4 | 4 | 4 | 4 | 4 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Diskumindag | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Pelaku Usaha | diusulkan anggaran di RPJMD 2025-2029 | |||||||||||||||||
53 | Mendampingi daerah rentan pangan prioritas 1- 3 dalam perencanaan dan penyusunan program untuk ketahanan pangan dan gizi | Persentase kelurahan rentan pangan prioritas 1-3 yang mendapatkan pendampingan dalam perencanaan dan penyusunan program untuk ketahanan pangan dan gizi | Rasio luas kawasan permukiman rawan banjir dan longsor yang terlindungi infrastruktur pengendali banjir WS kewenangan kota | persen | 57,32 | 57,37 | 57,42 | 57,47 | 57,52 | 57,57 | 57,62 | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang | Badan Penanggulangan Bencana Daerah | ||||||||||||||||||||
54 | Meningkatnya daerah bebas rawan pangan | persen | 100 | 100 | 90 | 90 | 90 | 90 | 90 | Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Kelurahan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial | ||||||||||||||||||||||
55 | 2.7 | Pengembangan sistem logistik pangan | Mengembangkan sistem logistik pangan melalui penguatan supply chain ecosystem berdasarkan kondisi daerah | Tersedianya sistem informasi logistik pangan untuk mendukung sistem distribusi pangan antar wilayah | Jumlah sarana perdagangan (pasar) yang direhabilitasi | pasar | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan | |||||||||||||||||||
56 | Tingkat Kemantapan Jalan Kota | persen | 84,54 | 85,15 | 85,3 | 85,44 | 85,58 | 85,72 | 85,86 | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang | Dinas Perhubungan | ||||||||||||||||||||||
57 | Tujuan Strategis 3. Peningkatan Pemanfaatan Pangan dan Pelayanan Gizi Esensial | ||||||||||||||||||||||||||||||||
58 | 3.1 | Penguatan sistem kewaspadaan pangan dan gizi dan pemantauan status gizi | Mengintegrasikan sistem informasi pangan dan gizi (SIPG) dalam rangka penguatan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di daerah beserta pemanfaatannya | Jumlah dokumen (pengumpulan, pengolahan, dan penyajian) penguatan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di daerah | Jumlah dokumen (pengumpulan, pengolahan, dan penyajian) penguatan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di daerah | bulanan | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | 12 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||
59 | Tersedianya portal Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) --> pusat | Tersedianya portal Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) --> pusat | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Badan Pangan Nasional | ||||||||||||||||||||||
60 | Jumlah dokumen yang memuat data/informasi mengenai skor PPH ketersediaan | Jumlah dokumen yang memuat data/informasi mengenai skor PPH ketersediaan | dokumen | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||
61 | 3.2 | Pemutakhiran status ketahanan dan kerentanan pangan setiap tahun | Meningkatkan pemanfaatan peta rawan pangan | Persentasi kelurahan rentan pangan prioritas 1-3 yang mendapatkan pendampingan dalam pemanfaatan informasi peta rawan pangan untuk pengembangan kebijakan ketahanan pangan | Persentasi kelurahan rentan pangan prioritas 1-3 yang mendapatkan pendampingan dalam pemanfaatan informasi peta rawan pangan untuk pengembangan kebijakan ketahanan pangan | Persen | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | pemanfaatan dana kelurahan utk menangani kerawanan pangan di kelurahan rawan pangan | ||||||||||||||||||
62 | 3.3 | Edukasi pola konsumsi pangan perserorangan dan masyarakat yang Beragam, Bergizi Seimbang, Aman, dan Halal (B2SAH) sejak usia dini melalui komunikasi perubahan perilaku | Meningkatkan kegiatan advokasi penganekaragaman konsumsi pangan | Jumlah Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) : Desa B2SA, dan Asri | Jumlah kelompok P2L | Kelompok | 17 | 23 | 23 | 23 | 23 | 23 | 23 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||
63 | Jumlah pelaksanaan kegiatan Sepakat (Sekolah Pangan Kreatif dan Sehat) | Kegiatan | 6 | 6 | 6 | 6 | 6 | 6 | 6 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | |||||||||||||||||||||||
64 | Melaksanakan kegiatan kampanye "isi piringku menu khas daerah/pangan lokal" di wilayah kabupaten/kota melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia secara periodik | Jumlah kampanye "isi piringku menu khas daerah/pangan lokal" melalui berbagai kanal komunikasi | Koordinasi dan Sinkronisasi Pemantauan dan Evaluasi Konsumsi per kapita per tahun | kampanye | Siaran Radio : 3x Kelompok P2L : 17x P2WKSS : 2x PKK : 4x | Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, TTim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Dinas Kesehatan | ||||||||||||||||||||||||||
65 | Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan | Kegiatan | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Kesehatan | seluruh perangkat daerah terkait | ||||||||||||||||||||||
66 | Melakukan penguatan kampanye gerakan makan ikan (gemarikan) | Jumlah kampanye gerakan gemar makan ikan (gemarikan) | Jumlah kampanye gerakan gemar makan ikan (gemarikan) di sekolah dasar | kegiatan | 2 | 2 | 2 | 2 | 2 | 2 | 2 | Bidang dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | selalu dilakukan 2x setahun (pada akhir semester) | ||||||||||||||||||||
67 | Angka konsumsi ikan | Angka Konsumsi Ikan | kg/kap/tahun | 36,9 | 37,18 | 37,46 | 37,74 | 37,65 | 37,84 | 38,03 | Bidang dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | ||||||||||||||||||||||
68 | Meningkatkan komitmen pimpinan untuk mengintegrasikan pesan kunci pedoman gizi seimbang (PGS) ke dalam kurikulum pendidikan dasar, menengah dan atas | Jumlah dokumen kebijakan yang mengadopsi pesan kunci PGS ke dalam kurikulum dasar, menengah, dan atas | Jumlah dokumen kebijakan yang mengadopsi pesan kunci PGS ke dalam kurikulum dasar, menengah, dan atas (tambahkan makanan halal thoyib) | dokumen | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 1 | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Kementerian Agama | sampai tahun 2023, sudah ada sertifikasi halal gratis utk 700 produk makanan minuman UMKM, mulai tahun 2024 bayar 250rb per produk | |||||||||||||||||||
69 | Melakukan peningkatan kapasitas komunikasi antar pribadi bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan penerima manfaat menjadi 90% | Terlaksananya pelatihan peningkatan kapasitas komunikasi antar pribadi (KAP) bagi tenaga kesehatan yang berorientasi pada penguatan mitra pendamping (kader) di desa/kelurahan | Bimbingan Teknis dan Supervisi Pengembangan dan Pelaksanaan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) | kegiatan | 4 | 4 | 4 | 4 | 4 | 4 | 4 | Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||||
70 | Melakukan kerjasama dengan influencer, tokoh masyarakat/agama /politik/selebgram lokal untuk kampanye perubahan perilaku | Jumlah kampanye digital yang dilakukan influencer/tokoh masyarakat/agama/politik/selebgram lokal untuk perubahan perilaku makan B2SAH | Jumlah kampanye digital yang dilakukan oleh tokoh politik untuk perubahan perilaku makan B2SAH | kampanye digital | 2 | 2 | 2 | 2 | 2 | 2 | 2 | Dinas Komunikasi dan Informatika | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Dinas Kesehatan | ||||||||||||||||||||
71 | Jumlah kampanye perubahan perilaku makan Beragam, Bergizi Seimbang, Aman, dan Halal (B2SAH) melalui media penyiaran/media tatap muka/media luar ruang/sms blast. | Jumlah kampanye perubahan perilaku makan Beragam, Bergizi Seimbang, Aman, dan Halal (B2SAH) melalui siaran radio, media sosial (instagram, facebook, website, youtube) | kegiatan | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan | Dinas Komunikasi dan Informatika | |||||||||||||||||||||
72 | Jumlah kampanye gizi seimbang melalui siaran radio, media sosial (instagram, facebook, website, youtube) | kegiatan | 16 | 16 | 16 | 16 | 16 | 16 | 16 | Dinas Kesehatan | Dinas Komunikasi dan Informatika | ||||||||||||||||||||||
73 | Mengembangkan platform rujukan informasi bagi jurnalis dan media untuk komunikasi perubahan perilaku konsumsi pangan B2SAH | Tersedianya platform rujukan informasi jurnalis dan media dalam rangka mendukung komunikasi perubahan perilaku konsumsi pangan B2SAH | Tersedianya platform rujukan informasi jurnalis dan media dalam rangka mendukung komunikasi perubahan perilaku konsumsi pangan B2SAH | website | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | Dinas Komunikasi dan Informatika | Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan,, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | ||||||||||||||||||||
74 | Meningkatkan peran tokoh masyarakat, tokoh agama dalam pengendalian faktor risiko PTM melalui pola makan sehat, aktivitas fisik dan deteksi dini | Jumlah program yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi perempuan dalam pengendalian faktor risiko PTM | Jumlah Posyandu yang melaksanakan screening faktor risiko PTM | Posyandu | 461 | 461 | 461 | 461 | 461 | 461 | 461 | Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||||
75 | Melakukan orientasi agent of change pencegahan penyakit tidak menular (PTM) | Jumlah pelaksanaan orientasi agent of change PTM untuk pengendalian faktor risiko PTM melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik | Jumlah pelaksanaan orientasi agent of change PTM untuk pengendalian faktor risiko PTM melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik | 0 | 0 | 7 | 15 | 33 | 33 | 33 | Dinas Kesehatan | ||||||||||||||||||||||
76 | Adanya penetapan agent of change PTM | Adanya penetapan agent of change PTM | 0 | 0 | 7 | 15 | 33 | 33 | 33 | Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||||||
77 | Meningkatkan peran PKK dalam pendampingan keluarga untuk promosi aktivitas fisik, peningkatan konsumsi buah dan sayur, pembatasan konsumsi gula, garam dan lemak | Jumlah peningkatan kapasitas/pendampingan perempuan pada TP PKK (untuk promosi aktivitas fisik, peningkatan konsumsi buah dan sayur, pembatasan konsumsi gula, garam dan lemak) | Jumlah peningkatan kapasitas/pendampingan perempuan pada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) (untuk promosi aktivitas fisik, peningkatan konsumsi buah dan sayur, pembatasan konsumsi gula, garam dan lemak) --> GGL belum masuk | kegiatan | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | 3 | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) | Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan,, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | ||||||||||||||||||||
78 | 3.4 | Peningkatan frekuensi kegiatan sosialisasi dan edukasi keamanan dan mutu pangan; | Meningkatkan sosialisasi pentingnya pencantuman informasi kandungan kadar gula, garam, lemak (GGL) dalam produksi pangan olahan dan siap saji | Jumlah pembinaan produsen pangan olahan industri rumah tangga dan siap saji berskala kecil terkemas sesuai regulasi terkini yang berlaku terkait pencantuman informasi kandungan GGL | Jumlah dokumen hasil pengendalian dan pengawasan serta tindak lanjut pengawasan PIRT | dokumen | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||
79 | Meningkatkan sosialiasi keamanan dan mutu pangan jajanan anak sekolah | Jumlah sosialisasi tentang Keamanan dan mutu Pangan Jajanan Anak Sekolah | Jumlah sosialisasi tentang Keamanan dan mutu Pangan Jajanan Anak Sekolah | sosialisasi | - | 10 | 10 | 10 | 10 | 10 | 10 | Dinas Kesehatan | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama | ||||||||||||||||||||
80 | 3.5 | Peningkatan konsumsi protein hewani, vitamin, dan mineral bersumber sayur dan buah untuk mengatasi masalah gizi pada sasaran siklus hidup, terutama untuk ibu hamil dan anak balita (di bawah lima tahun) dan kelompok rentan rawan pangan; | Mengembangkan konsep isi piringku dengan pangan lokal di Kota Sukabumi | Jumlah program pengembangan isi piringku dengan pangan lokal | Jumlah program pengembangan isi piringku dengan pangan lokal | program | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) | ||||||||||||||||||
81 | 3.6 | Pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif serta penyediaan dan pemanfaatan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) berbasis pangan lokal; | Membina kabupaten/kota untuk menetapkan regulasi mengenai ASI Eksklusif | Tersedianya regulasi mengenai ASI Eksklusif | Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pemberian ASI Eksklusif | Regulasi | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Kesehatan | Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak | ||||||||||||||||||
82 | Meningkatkan aksesibilitas terhadap makanan tambahan berbahan dasar pangan lokal | Cakupan balita gizi kurang usia 6-23 bulan yang mendapatkan MP-ASI, termasuk yang berbahan dasar lokal | Cakupan balita gizi kurang usia 6-23 bulan yang mendapatkan MP-ASI, termasuk yang berbahan dasar lokal | Persen | N/A | 80 | 80 | 80 | 80 | 80 | 80 | Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||||
83 | Cakupan ibu hamil mengalami KEK yang mendapatkan PMT | Cakupan ibu hamil mengalami KEK yang mendapatkan PMT | Persen | 80 | 85 | 90 | 90 | 90 | 90 | 90 | Dinas Kesehatan | ||||||||||||||||||||||
84 | 3.7 | Peningkatan layanan kesehatan dan gizi masyarakat | Mendorong pembinaan dan pengawasan pelaksanaan suplementasi gizi (makanan tambahan, TTD, dan kapsul vit. A) untuk mencapai cakupan target sasaran sebesar 90 % pada tahun 2024 | Adanya komitmen dalam pencapaian cakupan target sasaran suplementasi gizi | Adanya komitmen dalam pencapaian cakupan target sasaran suplementasi gizi | Dokumen | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Kesehatan | Komitmen Bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/ Madrasah Kota Sukabumi tentang Penyelenggaraan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri (Rematri) Usia 12-18 Tahun di Kota Sukabumi Tahun 2022 | ||||||||||||||||||
85 | Cakupan balita usia 6-59 bulan mendapatkan suplementasi gizi (Vitamin A) | Cakupan balita usia 6-59 bulan mendapatkan suplementasi gizi (Vitamin A) | Persen | 98 | 98 | 98 | 98 | 98 | 98 | 98 | Dinas Kesehatan | ||||||||||||||||||||||
86 | Persentase remaja putri yang mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) | Persentase remaja putri yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) | Persen | 54 | 75 | 90 | 92 | 94 | 95 | 100 | Dinas Kesehatan | ||||||||||||||||||||||
87 | Meningkatkan tata kelola pelayanan gizi pada situasi darurat/bencana | Jumlah peningkatan kapasitas dalam tata kelola pelayanan gizi bagi kelompok rawan dalam situasi darurat/bencana (pelatihan gizi bencana) | Persentase pemenuhan standar pelayanan minimal sub urusan bencana bagi daerah rawan dan korban bencana | poin | 0,53 | 0,55 | 0,56 | 0,56 | 0,57 | 0,58 | 0,59 | Badan Penanggulangan Bencana Daerah | seluruh perangkat daerah | ||||||||||||||||||||
88 | Persentase pemenuhan standar pelayanan minimal kebutuhan dasar bagi korban bencana | persen | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | Dinas Sosial | seluruh perangkat daerah | ||||||||||||||||||||||
89 | Meningkatkan kapasitas puskesmas dalam melaksanakan pelayanan terpadu (Pandu) PTM | Jumlah puskesmas yang melaksanakan pelayanan terpadu PTM sesuai standar | Jumlah puskesmas yang melaksanakan pelayanan terpadu PTM sesuai standar | puskesmas | 15 | 15 | 15 | 15 | 15 | 15 | 15 | Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||||
90 | Meningkatkan peran Pemerintah Daerah dalam Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dan pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) | Jumlah kampanye Gerakan Lawan Obesitas (GENTAS) | Jumlah kampanye Gerakan Lawan Obesitas (GENTAS) | kampanye | 0 | 0 | 7 | 7 | 7 | 7 | 7 | Dinas Kesehatan | |||||||||||||||||||||
91 | Jumlah kelurahan melaksanakan POSBINDU didampingi puskesmas | Jumlah kelurahan melaksanakan POSBINDU didampingi puskesmas | kelurahan | 33 | 33 | 33 | 33 | 33 | 33 | 33 | Dinas Kesehatan | ||||||||||||||||||||||
92 | Persentasi anak obesitas usia sekolah (7-18 tahun) yang dilaksanakan pengukuran deteksi dini PTM | Persentase anak usia sekolah (7-18 tahun) yang dilaksanakan screening kesehatan | persen | 91,2 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | Dinas Kesehatan | ||||||||||||||||||||||
93 | Meningkatkan upaya kesehatan lingkungan di rumah tinggal | Menciptakan lingkungan perumahan yang aman, sehat, dan berkelanjutan | Persentase kawasan kumuh | persen | 8,72 | 8,36 | 7,96 | 7,56 | 7,16 | 6,76 | 6,36 | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang | |||||||||||||||||||||
94 | Persentase rumah layak huni | persen | 98,47 | 98,63 | 98,64 | 98,66 | 98,67 | 98,68 | 98,69 | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang | |||||||||||||||||||||||
95 | Persentase keluarga dengan akses air minum aman | persen | 13,52 | 13,94 | 14,36 | 14,78 | 15,20 | 15,62 | 16,03 | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang | |||||||||||||||||||||||
96 | Persentase rumah tinggal bersanitasi | persen | 57,87 | 57,95 | 58,09 | 58,24 | 58,38 | 58,52 | 58,66 | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang | |||||||||||||||||||||||
97 | Persentase jumlah rumah tangga yang memperoleh layanan pengolahan air limbah domestik | persen | 57,87 | 57,95 | 58,09 | 58,24 | 58,38 | 58,52 | 58,66 | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang | |||||||||||||||||||||||
98 | 3.8 | Pengendalian pemborosan pangan (food waste); | Menginisiasi gerakan masyarakat mengurangi food waste | Jumlah pelatihan bagi organisasi masyarakat (pemuda atau perempuan) dalam rangka penanganan limbah makananan melalui gerakan 4R (reuse, reduce, recycle, replace) atau composting | Sosialisasi Kang Empos (Karung, Ember, dan Kompos) | kegiatan | 0 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) | |||||||||||||||||||
99 | Sosialisasi Eco Enzym dan Pupuk Cair di lokasi P2WKSS | kegiatan | 0 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, | |||||||||||||||||||||||
100 | Penyuluhan dan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pemilahan Sampah | RW | 0 | 14 | 54 | 51 | 58 | 85 | 93 | Dinas Lingkungan Hidup | |||||||||||||||||||||||