| A | B | C | D | E | F | G | H | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | AA | AB | AC | AD | AE | AF | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | DATA PENANGGULANGAN KEBAKARAN TAHUN 2025 | ||||||||||||||||||||||||||||||
2 | DI PABRIK DAN KAWASAN PT PETROKIMIA GRESIK | ||||||||||||||||||||||||||||||
3 | |||||||||||||||||||||||||||||||
4 | NO | TANGGAL | WAKTU KEJADIAN | EQUIPMENT/AREA | MEKANISME KEBAKARAN | KRONOLOGI | UNIT KERJA LOKASI KEBAKARAN | FIRST RESPONDER | MEDIA PEMADAM | TINDAK LANJUT KEJADIAN | Panggilan | Response Time | Pemadaman | ||||||||||||||||||
5 | 1 | 1 Januari 2025 | 02.30 | 113 JA (Area Compressor) | Oil Cap pada 113 JA pecah sehingga oli bocor masuk ke dalam rotor pompa, kemudian oli panas menyala dan terbakar. | - 02.30 WIB : staf lab (Sdr Qolbun Salim) melihat nyala api disekitar area pompa 113 JA dan segera menelpon DCS Amonia. - 02.32 WIB : Operator amonia dan dibantu operator urea tiba di lokasi kejadian melakukan pemadaman awal menggunakan APAR. - 02.35 WIB : Pengamanan sistem dilakukan dengan switching ke 113 J, untuk menjaga proses produksi. - 02.38 WIB : Api menyala kembali dikarenakan suhu di area rotor pompa masih tinggi, sehingga dilakukan pemadaman kembali. - 02.40 WIB : Cooling dilakukan dengan memberikan blanket dibasahi dengan air mengalir, sambil menunggu perbaikan | Amoniak I B | Operator | APAR DCP 3,5 kg 4 ea | ||||||||||||||||||||||
6 | 2 | 14 Januari 2025 | 13.30 | 103J Compressor Amoniak I A | Tetesan oli mengenai hot surface kemudian terbakar | pada saat hendak menshutdownkan 103J karena vakum turbin indikasi buruk, tiba-tiba muncul api pada sisi bawah Turbin (area bawah dekat aktuaror) petugas Patigeni Sdr Bagus segera memadamkan dengan Apar 6kg 1ea lalu api padam. Kemudian Sdr Bagus meminta bantuan opr lain untuk memindahkan steam yg standby di area yang terbakar (sebelumnya standby di area penampungan ceceran oli) | Amoniak I A | Bagus Istiyana - Patigeni | APAR DCP 6 kg | Dilakukan kajian Root Cause Analysis yang dilead oleh Dep. Keandalan | |||||||||||||||||||||
7 | 3 | 16 Januari 2025 | 22:30 | Flexible Hose Gun Solar 108A | Bocoran solar mengenai hot surface kemudian terbakar | Ketika start (running test) unit setelah perbaikan flame detector gun solar 108A oleh instrumen, terjadi kebocoran solar di flexibel hose, dan timbul api, Sdr M Rizky Arsyi operator UBB (2180310) mengetahui timbulnya api segera mengambil APAR untuk memadamkan api, api berhasil di padamkan pada pukul 22.35, dilanjut dengan cooling sampai pukul 22.45 menggunakan air hydrant. Kebakaran diketahui karena adanya kebocoran solar pada flex hose | UBB | M. Rizky Arsyi - Operator | APAR DCP | ||||||||||||||||||||||
8 | 4 | 07 Februari 2025 | 22:30 | Top Manhole 105 D Amoniak I B | Massa negatif mesin trafo las menumpuk pada 1 titik kemudian terjadi overload, timbul akumulasi panas, lalu membakar klem kabel massa negatif | Klem kabel masa negatif mesin trafo las terbakar saat digunakan untuk pengelasan MH Top 105-D. Seketika itu api langsung dipadamkan dg 1 ea APAR yg tersedia di bagian bawah 105-D, dan api langsung padam. Penyebab Kejadian : - Masa negatif mesin trafo las menumpuk (3 kabel menjadi 1 titik), sehingga mengakibatkan kelebihan beban - Jarak antara masa positif dan masa negatif mesin trafo las terlalu jauh | Amoniak I B | Operator | APAR DCP | ||||||||||||||||||||||
9 | 5 | 8 Februari 2025 | 22:20 | Outlet Granulator 22M361 Phonska IV | Damper blower 22C302 tiba-tiba full close menyebabkan fire back dari furnace ke outlet granulator 22M361 kemudian membakar rubber panel | Pada pukul 21.30 dilakukan proses start furnance baru, kemudian pada pukul 22.20 muncul asap di area outlet granulator yang kemudian dilaporkan oleh operator. Segera setelah itu menelpon personil PMK dan KK2. Di waktu yang sama operator segera melakukan stop furnance dan bersama tim patigeni melakukan pemadaman menggunakan APAR & air PRW. Pada pukul 22.36 Fire Truck dan PMK tiba di lokasi dan pada saat tersebut titik api telah berhasil dipadamkan. Kemudian segera dilakukan proses cooling down hingga pukul 23.06 dinyatakan aman. | Phonska IV | Operator | APAR DCP, Air PRW | ||||||||||||||||||||||
10 | 6 | 13 Februari 2025 | 9:30 | Workshop Pemeliharaan I | Cutting torch yang masih dalam keadaan panas diletakkan mengenai palet kayu kemudian palet tersebut terbakar | 09.30 Saat Sdr Heru melakukan pemotongan plat besi , diketahui ujung torch plasma sudah tumpul ,selanjutnya sdr heru mematikan mesin las tersebut dan mengambil ujung torch yang baru ke gudang , setelah kembali ke lokasi mengetahui pallet kayu yg di sebelah plat tsb sudah terbakar , kemudian sdr heru bergegas untuk mencari APAR dan memadamkannya , Api Padam pukul 09.40 | Pemeliharaan I | Kru Bengkel | APAR DCP | ||||||||||||||||||||||
11 | 7 | 25 Maret 2025 | 12:40 | Barak Listrik SA I | Timbul lonjakan ampere karena AC beroperasi dalam kondisi trouble namun ELCB tidak berfungsi dengan semestinya sehingga panas terakumulasi kemudian ELCB terbakar | Saat berada di ruang istirahat sekitar pukul 12.40 tiba-tiba ELCB AC terbakar sendiri. Kemudian oleh pihak listrik SA I dilakukan pemadaman menggunakan apar 3,5 kg sebanyak 1 ea. Api berhasil dipadamkan. Untuk penanganan awal, power source sudah diamankan, dipasang isolasi, lalu dilakukan penggantian ELCB. | SA I | Kru Listrik | APAR PH | ||||||||||||||||||||||
12 | 8 | 8 April 2025 | 14:15 | Impeller PAF D UBB | Gesekan putaran motor PAF menimbulkan percikan api | Pada pukul 14.15 sdr Ferdian mengetahui adanya percikan api dari isolasi impeller. kemudian pada pukul 14.17 sdr Ferdian mengambil APAR untuk memadamkan percikan tersebut. Setelah beberapa saat percikan dapat dipadamkan. | UBB | Operator | APAR DCP | ||||||||||||||||||||||
13 | 9 | 8 April 2025 | 10:28 | Open Storage Belerang sisi PA II | Gesekan roda kendaraan dengan jalan menimbulkan panas kemudian membakar ceceran belerang | * Pukul 09.50 WIB terdapat supir truk bermuatan gypsum yang melakukan penerpalan di area open storage belerang sisi dome PA II. * Pukul 10.28 WIB terlihat asap biru di spot tersebut dan diketahui oleh SI Pabrik III. * Pukul 10.33 WIB TKNO SASU I dan SI melakukan pemadaman menggunakan air sewer. * Pukul 10.35 WIB spot yang terbakar dipastikan padam. | SA SU I | TKNO & SI | Air sewer | ||||||||||||||||||||||
14 | 10 | 21 April 2025 | 3:10 | Purifier 104JA | Kabel rol yang digunakan pada instalasi listrik 104JA yang diletakkan pada sisi atas frame 104JA mengalami overload kemudian terbakar lalu jatuh mengenai area selang oli. Selang kemudian meleleh menyebabkan oli bocor sehingga kebakaran semakin membesar. | DCS info alarm ( Speed power 102 BJ ) drop . Kemudian DCS meminta operator di lapangan untuk mengecek di lokasi. Pukul 03.10 :Seketika diketahui Sdr Ruby. ( 2180173 ) (petugas Patigeni) melihat titik api dan segera memadamkan dengan Apar. Kemudian Sdr Rubi meminta bantuan opr lain untuk menghubungi Bagian PMK dikarenakan kurang efektif menggunakan apar saat pemadaman. Pukul 03.11 PMK yang mendapat laporan segera menuju lokasi, dan pada pukul 03.18 api berhasil dipadamkan bersama dengan PMK. Pukul 03.25 dilakukan tindakan pendinginan area | Purifier 104JA Amoniak I A | Ruby - Patigeni | APAR 23 ea, Foam 500 L | Dilakukan kajian Root Cause Analysis yang dilead oleh Dep. Keandalan | |||||||||||||||||||||
15 | 11 | 30 April 2025 | 0:17 | Barak Wheel Loader Operasi Pabrik II A | Terjadi trouble pada instalasi electrical unit wheel loader. Socket pada electric control box mengalami arc flash sehingga overheat kemudian terbakar. | Pada pukul 00:17 WIB, wheel loader tiba-tiba membunyikan klakson secara otomatis. Operator yang sedang berada di barak segera mengecek ke lokasi dan mendapati bahwa mesin dalam kondisi mati, serta posisi kontak dalam keadaan off. Operator kembali ke barak, namun klakson kembali berbunyi dan mesin menyala sendiri. Saat dilakukan pengecekan kedua, terlihat adanya asap yang keluar dari area electric control box, disusul oleh munculnya api. Api sempat dipadamkan secara bergantian menggunakan APAR. Pak Muslihan segera menghubungi pihak Damkar serta tim maintenance alat berat dari PT PCS. | Operasi Pabrik II A | Operator | APAR DCP | - Preventive maintenance electrical setiap 250 running hours atau berdasarkan manual book - Menyusun SOP untuk mematikan cut off switch setiap mesin mati setelah selesai melakukan pekerjaan | |||||||||||||||||||||
16 | 12 | 3 Mei 2025 | 0:50 | HV1032 SynLoop Amoniak I B | Akumulasi bocoran syn-gas di packing gland HV-1032 (Temp 325 C) | Sdr Hardiman (Foreman Lapangan) melakukan cek area dan melihat titik api di area HV-1032, kemudian ybs melaporkan temuan tsb ke DCS, kemudian DCS menghubungi Safety by HT. Sambil menunggu PMK datang, tim patigeni dan operator Amoniak/Urea melakukan pemadaman awal menggunakan APAR. | Amoniak I B | Operator | APAR DCP & CO2 | ||||||||||||||||||||||
17 | 13 | ||||||||||||||||||||||||||||||
18 | 14 | ||||||||||||||||||||||||||||||
19 | 15 | ||||||||||||||||||||||||||||||
20 | 16 | ||||||||||||||||||||||||||||||
21 | 17 | ||||||||||||||||||||||||||||||
22 | 18 | ||||||||||||||||||||||||||||||
23 | 19 | ||||||||||||||||||||||||||||||
24 | 20 | ||||||||||||||||||||||||||||||
25 | 21 | ||||||||||||||||||||||||||||||
26 | 22 | ||||||||||||||||||||||||||||||
27 | 23 | ||||||||||||||||||||||||||||||
28 | 24 | ||||||||||||||||||||||||||||||
29 | 25 | ||||||||||||||||||||||||||||||
30 | |||||||||||||||||||||||||||||||
31 | |||||||||||||||||||||||||||||||
32 | |||||||||||||||||||||||||||||||
33 | |||||||||||||||||||||||||||||||
34 | |||||||||||||||||||||||||||||||
35 | |||||||||||||||||||||||||||||||
36 | |||||||||||||||||||||||||||||||
37 | |||||||||||||||||||||||||||||||
38 | |||||||||||||||||||||||||||||||
39 | |||||||||||||||||||||||||||||||
40 | |||||||||||||||||||||||||||||||
41 | |||||||||||||||||||||||||||||||
42 | |||||||||||||||||||||||||||||||
43 | |||||||||||||||||||||||||||||||
44 | |||||||||||||||||||||||||||||||
45 | |||||||||||||||||||||||||||||||
46 | |||||||||||||||||||||||||||||||
47 | |||||||||||||||||||||||||||||||
48 | |||||||||||||||||||||||||||||||
49 | |||||||||||||||||||||||||||||||
50 | |||||||||||||||||||||||||||||||
51 | |||||||||||||||||||||||||||||||
52 | |||||||||||||||||||||||||||||||
53 | |||||||||||||||||||||||||||||||
54 | |||||||||||||||||||||||||||||||
55 | |||||||||||||||||||||||||||||||
56 | |||||||||||||||||||||||||||||||
57 | |||||||||||||||||||||||||||||||
58 | |||||||||||||||||||||||||||||||
59 | |||||||||||||||||||||||||||||||
60 | |||||||||||||||||||||||||||||||
61 | |||||||||||||||||||||||||||||||
62 | |||||||||||||||||||||||||||||||
63 | |||||||||||||||||||||||||||||||
64 | |||||||||||||||||||||||||||||||
65 | |||||||||||||||||||||||||||||||
66 | |||||||||||||||||||||||||||||||
67 | |||||||||||||||||||||||||||||||
68 | |||||||||||||||||||||||||||||||
69 | |||||||||||||||||||||||||||||||
70 | |||||||||||||||||||||||||||||||
71 | |||||||||||||||||||||||||||||||
72 | |||||||||||||||||||||||||||||||
73 | |||||||||||||||||||||||||||||||
74 | |||||||||||||||||||||||||||||||
75 | |||||||||||||||||||||||||||||||
76 | |||||||||||||||||||||||||||||||
77 | |||||||||||||||||||||||||||||||
78 | |||||||||||||||||||||||||||||||
79 | |||||||||||||||||||||||||||||||
80 | |||||||||||||||||||||||||||||||
81 | |||||||||||||||||||||||||||||||
82 | |||||||||||||||||||||||||||||||
83 | |||||||||||||||||||||||||||||||
84 | |||||||||||||||||||||||||||||||
85 | |||||||||||||||||||||||||||||||
86 | |||||||||||||||||||||||||||||||
87 | |||||||||||||||||||||||||||||||
88 | |||||||||||||||||||||||||||||||
89 | |||||||||||||||||||||||||||||||
90 | |||||||||||||||||||||||||||||||
91 | |||||||||||||||||||||||||||||||
92 | |||||||||||||||||||||||||||||||
93 | |||||||||||||||||||||||||||||||
94 | |||||||||||||||||||||||||||||||
95 | |||||||||||||||||||||||||||||||
96 | |||||||||||||||||||||||||||||||
97 | |||||||||||||||||||||||||||||||
98 | |||||||||||||||||||||||||||||||
99 | |||||||||||||||||||||||||||||||
100 | |||||||||||||||||||||||||||||||