| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | AA | AB | AC | AD | AE | AF | AG | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU | ||||||||||||||||||||||||||||||||
2 | JENJANG SMP | ||||||||||||||||||||||||||||||||
3 | FASE D | ||||||||||||||||||||||||||||||||
4 | FASE D | ASPEK / ELEMEN | |||||||||||||||||||||||||||||||
5 | KITAB SUCI WEDA (SUMBER AJARAN) | TATTWA/SRADDHA | SUSILA (ETIKA) | ACARA | SEJARAH | ||||||||||||||||||||||||||||
6 | Capaian Pembelajaran | Pada fase, ini peserta didik dapat menganalisis kitab suci Hindu bagian upaweda,wedangga dan jyotiṣa dengan penerapan tri kerangka Hindu (tattwa, susila dan acara) sebagai pedoman kehidupan pada lingkup keluarga. | Pada akhir fase, peserta didik dapat, menerapkan dan mengaplikasikan asta asiwarya dan catur marga dalam kehidupan sosial keagamaan. Hal ini dilakukan untuk melatih dirinya untuk memahami akan kecintaanya kepada Hyang Widhi Wasa dan menerapkannya dalam kehidupan keluarga, sekolah, masyarakat. | Pada akhir fase, peserta didik dapat menerapkan, menilai dari tri hita karana, catur purusa artha, serta pañca yama brata dan pañca niama brata sebagai aplikasi nilai-nilai susila untuk diterapkan dalam kehidupan untuk keseimbangan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam agar terbentuk pribadi yang unggul, menilai dari tri hita karana, catur purusa artha dan pañca yama brata dan pañca nyama sebagai aplikasi nilai-nilai susila untuk diterapkan dalam kehidupan untuk keseimbang an manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam agar terbentuk pribadi yang unggul. | Pada fase, ini peserta didik dapat menganalisis dan mengidentifikasi bentuk kearifan lokal kaitannya dengan nilai-nilai budaya bangsa dan kebangsaan. Hal ini dilakukan untuk melestarikan budaya daerah dan penerapan nilai keagamaan Hindu di Nusantara. | Pada fase, peserta didik dapat menganalisis kontribusi sejarah Hindu dalam perkembangan kekinian. Peserta didik dapat menjadikan sejarah sebagai sumber pembelajaran positif pada kehidupan kekinian dan berupaya melestarikan peninggalan sejarah dan kebudayaan Hindu di Indonesia. | |||||||||||||||||||||||||||
7 | Kelas | KELAS 7 | KELAS 8 | KELAS 9 | KELAS 7 | KELAS 8 | KELAS 9 | KELAS 7 | KELAS 8 | KELAS 9 | KELAS 7 | KELAS 8 | KELAS 9 | KELAS 7 | KELAS 8 | KELAS 9 | |||||||||||||||||
8 | Capaian Pembelajaran Pertahun | 7.1. Memahami Upaweda sebagai tuntunan Hidup. | 8.1. Memahami Wedangga sebagai tuntunan hidup. | 9.1. Mengaplikasikan jyotiṣa dalam kehidupan sehari-hari. | 7.2. Memahami atman sebagai sumber hidup | 8.2. Memahami ajaran aṣṭa aiśwarya sebagai kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa | 9.2. Mengaplikasikan ajaran catur marga dalam kehidupan | 7.3. Memahami ajaran tri hita karana untuk mencapai kebahagiaan hidup. | 8.3. Memahami ajaran catur purusa artha sebagai tujuan hidup | 9.3. Mengaplikasikan pañca yama brata dan pañca niyama brata | 7.4. Memahami bentuk dan fungsi upakara dalam Agama Hindu | 8.4. Mengaplikasikan dharma gītā dalam kehidupan | 9.4. Mengaplikasikan budaya hidup bersih dan sehat | 7.5. Memahami peninggalan sejarah Hindu di Indonesia | 8.5. Memahami perkembangan sejarah Hindu di Asia | ||||||||||||||||||
9 | Alur Tujuan Pembelajaran dalam setiap fase | 7.1.1. Peserta didik mengumpulkan informasi dari referensi yang ada baik di perpustakaan, internet, dan sumber lain untuk menjelaskan pengertian dari upaweda dengan benar. 7.1.2. Peserta didik membaca śloka suci Weda yang disajikan oleh guru dan mendiskusikan bersama kelompoknya dengan memperhatikan hal-hal kontekstual pada informasi yang telah dikumpulkan sebelumnya serta membuat ringkasan dari hasil diskusi tersebut agar dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian upaweda secara sistematis. 7.1.3. Peserta didik membuat infografik terkait materi Upaweda dengan bahan-bahan yang sudah dikumpulkan sebelumnya atau dengan cara browsing di internet untuk menjelaskan kedudukan upaweda dalam Weda secara hirarkis. 7.1.4. Peserta didik mengumpulkan portofolio dari tugas-tugas yang sudah dibuat dan membuatnya menjadi menjadi sebuah presentasi menarik terkait ajaran upaweda agar nantinya termotivasi untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. | 8.1.1. Peserta didik membaca berbagai sumber referensi yang ada baik di perpustakaan, internet, dan lain-lain untuk mencari dan menemukan pengertian wedangga serta menjelaskannya secara terstruktur. 8.1.2. Peserta didik melantunkan śloka suci Weda yang disajikan oleh guru lalu mendikusikan bersama kelompoknya dengan bimbingan guru mengenai materi terkait Wedangga, agar nantinya dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian wedangga secara tepat. 8.1.3. Peserta didik membuat gambar atau bagan tentang kodifikasi Weda yang dicontohkan oleh gurunya atau melalui sumber referensi terkait, agar dapat menjelaskan kedudukan Wedangga dalam Weda secara hirarkis. 8.1.4. Peserta didik secara berkelompok melakukan wawancara kepada tokoh umat Hindu di daerah masing-masing untuk mendapatkan penjelasan tentang penerapan ajaran wedangga dalam kehidupan sehari-hari sesuai kearifan lokal yang berlaku. 8.1.5. Peserta didik mendokumentasikan hasil wawancara tersebut menjadi sebuah video yang bisa diakses secara daring maupun luring, agar nantinya contoh yang ada dalam video tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. | 9.1.1. Peserta didik berdiskusi kelompok atau dengan teman sebangku setelah mengamati gambar, video, atau media lainnya terkait jyotiṣa yang disajikan oleh gurunya. Selanjutnya peserta didik menjelaskan pengertian jyotiṣa di depan kelas secara tepat. 9.1.2. Peserta didik membaca buku-buku atau śāstra dan suśāstra Weda yang terkait dengan jyotiṣa agar dapat menyebutkan dan menjelaskan sumber ajaran jyotiṣa dengan benar. 9.1.3. Peserta didik menelusuri melalui sumber yang ada untuk menjabarkan ajaran jyotiṣa menurut kearifan lokal Hindu di nusantara dengan bijak. 9.1.4. Peserta didik melakukan pembelajaran dan latihan secara terbimbing dari guru untuk mencari hari baik sesuai kearifan lokal agar dapat mendeskripsikan berbagai macam cara mencari kebaikan menurut jyotiṣa dengan baik. 9.1.5. Peserta didik melakukan identifikasi hari-hari suci Hindu yang pernah dirayakannya. Selanjutnya peserta didik menjelaskan dengan tepat berbagai macam perayaan hari suci Hindu sebagai salah satu implementasi jyotiṣa. 9.1.6. Peserta didik melakukan telaah terhadap kegiatan perayaan hari suci yang telah dilakukan dan menjelaskan manfaatnya secara tepat. | 7.2.1. Peserta didik mengamati gambar ilustrasi atau video yang ditunjukkan oleh gurunya terkait segala sesuatu yang menghidup dan dihidupi agar dapat menjelaskan pengertian atman sebagai sumber hidup dengan tepat. 7.2.2. Peserta didik melakukan studi pustaka dengan bimbingan guru agar dapat menyebutkan dan menjelaskan sifat-sifat atman secara benar. 7.2.3. Peserta didik melakukan diskusi kelompok atau dengan temannya mengenai atman agar dapat mendeskripsikan hubungan antara atman dengan badan dan Brahman secara benar. 7.2.4. Peserta didik membaca dan menerjemahkan śloka dalam suśāstra Weda terkait atman dengan bimbingan guru dan melakukan tanya jawab terkait materi yang dipelajari agar dapat menyebutkan dan menjelaskan śloka-śloka tentang atman secara tepat. 7.2.5. Peserta didik membuat infografik, presentasi, atau bentuk lain untuk menjelaskan fungsi atman secara benar. | 8.2.1. Peserta didik berdiskusi bersama teman atau kelompoknya dengan bimbingan guru agar dapat menjelaskan penjelasan tentang pengertian aṣṭa aiśwarya secara benar. 8.2.2. Peserta didik membaca dan menerjemahkan śloka suci Weda yang terkait aṣṭa aiśwarya dengan bimbingan guru, agar dapat menyebutkan dan menjelaskan sumber-sumber ajaran Weda terkait aṣṭa aiśwarya secara tepat. 8.2.3. Peserta didik membuat infografik atau bentuk lain dengan berdasarkan studi pustaka yang telah dilakukan agar dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian aṣṭa aiśwarya dengan benar. 8.2.4. Peserta didik membuat presentasi, video, atau yang sejenis tentang cerita rakyat di daerah masing-masing, lalu mengaitkannya dengan materi agar dapat menjabarkan kisah-kisah mitologi berwawasan kearifan lokal terkait ajaran aṣṭa aiśwarya. 8.2.5. Peserta didik mendongengkan cerita rakyat yang telah digali sebelumnya di depan kelas agar dapat memahami nilai-nilai luhur kearifan lokal mitologi tentang aṣṭa aiśwarya yang ada di wilayah masing-masing. | 9.2.1. Peserta didik melakukan studi pustaka pada sumber atau referensi yang ada agar dapat menjelaskan pengertian catur marga dan mengaitkannya dengan ajaran ketuhanan dalam Hindu secara tepat. 9.2.2. Peserta didik melalui bimbingan gurunya membaca beberapa suśāstra Weda terkait catur marga agar dapat menyebutkan dan menjelaskan sumber ajaran catur marga dalam Weda. 9.2.3. Peserta didik melakukan kegiatan permainan kata atau sejenisnya dengan bimbingan guru terkait dengan ajaran catur marga. Setelah kegiatan ini peserta didik diharapkan dapat menyebutkan dan menjabarkan bagian-bagian catur marga dengan benar. 9.2.4. Peserta didik melakukan diskusi kelompok, menceritakan pengalaman pribadi, atau yang lainnya terkait contoh-contoh nyata materi yang dipelajari dengan bimbingan guru agar dapat menunjukkan contoh-contoh penerapan catur marga dalam kehidupan sehari-hari. 9.2.5. Peserta didik mempraktikan salah satu contoh penerapan ajaran catur marga dengan bimbingan guru agar dapat merasakan dan menjelaskan manfaatnya dalam kehidupan nyata. 9.2.6. Peserta didik membuat proyek seperti presentasi atau yang lainnya terkait praktik yang sudah dilakukan agar dapat membiasakan diri untuk menerapkan ajaran catur marga dalam kehidupan sehari-hari. | 7.3.1. Peserta didik mengamati fenomena alam di sekitarnya atau melalui media pembelajaran yang disajikan oleh guru terkait tri hita karana agar dapat menjelaskan pengertian ajaran tri hita karana secara benar. 7.3.2. Peserta didik membuat pertanyaan dan jawaban bersama teman sebangku atau kelompoknya agar dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian dari ajaran tri hita karana 7.3.3. Peserta didik melakukan kajian terhadap fenomena yang sudah diamati agar dapat menjabarkan hubungan ajaran tri hita karana dengan nilai-nilai moral dalam kehidupan nyata secara tepat. 7.3.4. Peserta didik melakukan kegiatan proyek di sekolah seperti menanam pohon sebagai bentuk penerapan ajaran tri hita karana serta melaporkan kepada guru secara tertulis agar dapat mengimplementasikan ajaran tri hita karana dalam kehidupan sehari-hari. 7.3.5. Peserta didik membuat vlog pembelajaran atau media lainnya terkat proyek yang sudah dilakukan agar dapat menunjukkan contoh-contoh perilaku yang mencerminkan ajaran tri hita karana. | 8.3.1. Peserta didik menyimak video dari internet atau media lainnya terkait catur purusa artha agar dapat menjelaskan pengertian ajaran catur purusa artha dengan tepat. 8.3.2. Peserta didik melakukan studi pustaka yang ada dalam kitab suci Weda atau sumber referensi terpercaya agar dapat menjabarkan sumber ajaran catur purusa artha secara benar. 8.3.3. Peserta didik membuat infografik, bagan, atau yang sejenisnya melalui hasil kajian pustaka yang telah dilakukan agar dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian dari ajaran catur purusa artha dengan tepat. 8.3.4. Peserta didik melakukan telaah terhadap infografik, bagan, atau yang dibuat dalam kegiatan sebelumnya agar dapat menunjukkan contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan ajaran catur purusa artha 8.3.5. Peserta didik melakukan kegiatan proyek dengan bimbingan guru yang terkait dengan praktik nyata mengenai materi yang dipelajari agar dapat menerapkan ajaran catur purusa artha dalam kehidupan sehari-hari. | 9.3.1. Peserta didik menyimak video atau media lainnya tentang peristiwa yang terkait perilaku susila dan pengendalian diri, agar dapat menjelaskan pengertian ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata secara benar. 9.3.2. Peserta didik membaca śloka suci Weda dengan bimbingan guru untuk dapat menjabarkan sumber ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata secara tepat. 9.3.3. Peserta didik melakukan kegiatan diary story atau yang lainnya agar dapat menyebutkan serta menjelaskan bagian-bagian dari ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata secara benar. 9.3.4. Peserta didik melakukan kegiatan proyek yang terkait dengan implementasi materi dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menerapkan ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata dalam kehidupan sehar-hari. 9.3.5. Peserta didik melakukan kajian atau telaah terhadap kegiatan proyek yang telah dilakukan agar dapat menganalisis manfaat ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata dalam kehidupan nyata. | 7.4.1. Peserta didik melakukan pengamatan secara langsung terhadap berbagai banten atau upakara yang ada di daerah setempat melalui tayangan video, gambar, dan media lainnya agar dapat menjelaskan pentingnya upakara dalam Hindu. 7.4.2. Peserta didik melakukan studi pustaka terhadap sumber-sumber terpercaya agar dapat menyebutkan dan menjelaskan bentuk-bentuk upakara yang sederhana. 7.4.3. Peserta didik melakukan kajian terhadap pustaka dengan bimbingan guru agar dapat menjabarkan fungsi-fungsi upakara dalam keagamaan Hindu secara benar. 7.4.4. Peserta didik mempraktikkan pembuatan salah satu jenis banten atau upakara Hindu yang berwawasan kearifan lokal setempat agar dapat mengimplementasikan ajaran acara dalam dalam kehidupan sehari-hari. 7.4.5. Peserta didik membuat video, presentasi, atau yang lainnya tentang upacara Hindu yang ada di daerahnya masing-masing secara detail agar dapat menjabarkan simbolisasi upacara-upakara dalam kegiatan acara Hindu. | 8.4.1. Peserta didik menyimak video pembelajaran tentang anak yang melakukan dharma gītā dengan membaca kitab suci Weda agar dapat menjelaskan pengertian dharma gītā. 8.4.2. Peserta didik melakukan diskusi dengan bimbingan guru agar dapat menjelaskan pentingnya dharma gītā dalam kehidupan beragama Hindu. 8.4.3. Peserta didik melakukan kajian pustaka terhadap kitab suci Weda atau sumber referensi lainnya agar dapat menyebutkan dan menjelaskan secara tepat jenis-jenis dharma gītā dalam kegiatan keagaman Hindu 8.4.4. Peserta didik mempraktikkan salah satu jenis dharma gītā sesuai kearifan lokal di daerah masing-masing dengan bimbingan guru agar dapat menerapkan dharma gītā dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan nyata. 8.4.5. Peserta didik membuat produk berupa video atau dokumentasi lainnya tentang kegiatan dharma gītā yang dilakukan agar dapat membiasakan kegiatan dharma gītā dalam kehidupan sehari-hari. | 9.4.1. Peserta didik mengamati video atau gambar tentang fenomena orang sakit atau yang lainnya agar dapat menjelaskan pentingnya budaya hidup bersih dan sehat menurut Hindu. 9.4.2. Peserta didik melakukan diskusi dengan bimbingan dari guru agar dapat menjabarkan budaya hidup bersih dan sehat berdasarkan suśāstra Weda. 9.4.3. Peserta didik melakukan praktik salah satu budaya hidup bersih dan sehat di sekolah misalnya cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir agar dapat menerapkan budaya hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. 9.4.4. Peserta didik menganalisis kegiatan praktik yang telah dilakukan untuk menyadari manfaat budaya hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. 9.4.5. Peserta didik bersama kelompoknya membuat produk-produk kesehatan sederhana dengan bimbingan guru untuk membiasakan perilaku yang mencerminkan budaya hidup bersih dan sehat. | 7.5.1. Peserta didik melakukan penelusuran secara langsung melalui studi lapangan atau pun secara tidak langsung melalui virtual laboratory, browsing di internet, studi pustaka dan sejenisnya agar dapat menyebutkan jenis-jenis peningalan sejarah agama Hindu yang ada di Indonesia. 7.5.2. Peserta didik melakukan kajian terhadap hasil informasi yang ditemukan sebelumnya terhadap peninggalan sejarah agama Hindu yang ada di Indonesia agar dapat menjelaskan karakteristik peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia. 7.5.3. Peserta didik membuat video atau media lainnya tentang candi, prasasti, lontar, dan bentuk peninggalan lainnya yang ada di wilayah masing-masing agar dapat menggambarkan peninggalan sejarah agama Hindu yang ada di Indonesia secara lebih rinci. 7.5.4. Peserta didik menceritakan sejarah peninggalan agama Hindu yang ada di Indonesia di depan kelas secara kronologis melalui media presentasi yang telah dibuat sebelumnya. 7.4.5. Peserta didik membuat rangkuman, resume, atau bentuk lain berdasarkan studi dan kajian yang sudah dilakukan tentang peninggalan sejarah Hindu agar dapat mengambil hikmah di balik peninggalan sejarah Hindu yang ada di Indonesia. | 8.5.1. Peserta didik melakukan penelusuran pada sumber terkait baik melalui internet, buku, maupun sumber lain agar dapat menjelaskan sejarah agama Hindu di Asia secara kronologis. 8.5.2. Peserta didik membuat infografik, bagan, atau bentuk lain dengan memanfaat informasi yang sudah dikumpulkan sebelumnya agar dapat menguraikan karakteristik agama dan kehidupan beragama Hindu yang berkembang di Asia secara rinci. 8.5.3. Peserta didik melakukan studi lapangan di wilayah terdekat atau kajian pada virtual laboratory terkait sejarah agama Hindu pada zaman dahulu agar agar dapat menguraikan tokoh-tokoh penyebar agama Hindu yang ada di Asia. 8.5.4. Peserta didik membuat vlog pembelajaran tentang tokoh-tokoh penyebar agama Hindu di Asia agar dapat meneladani perilaku-perilaku baik dari para tokoh Hindu yang berperan dalam menyebarkan agama Hindu di Asia. 8.5.5. Peserta didik melakukan kajian terhadap hasil studi yang telah dilakukan sebelumnya agar dapat menganalisis dan mengambil hikmah di balik sejarah perkembangan agama Hindu yang ada di Asia. | ||||||||||||||||||
10 | Perkiraan jumlah jam pelajaran | 3 JP per minggu x 5 minggu | 3 JP per minggu x 6 minggu | 3 JP per minggu x 8 minggu | 3 JP per minggu x 6 minggu | 3 JP per minggu x 6 minggu | 3 JP per minggu x 9 minggu | 3 JP per minggu x 6 minggu | 3 JP per minggu x 6 minggu | 3 JP per minggu x 6 minggu | 3 JP per minggu x 6 minggu | 3 JP per minggu x 6 minggu | 3 JP per minggu x 7 minggu | 3 JP per minggu x 7 minggu | 3 JP per minggu x 7 minggu | ||||||||||||||||||
11 | Kata/frasa kunci | 1. upaweda 2. pengertian 3. bagian-bagian 4. kedudukan upaweda 5. implementasi | 1. wedangga 2. pengertian 3. bagian-bagian 3. kedudukan wedangga 4. penerapan | 1. jyotiṣa 2. pengertian 3. sumber ajaran jyotiṣa 4. kearifan lokal 5. mencari kebaikan 6. hari-hari suci Hindu 7. manfaat hari-hari suci Hindu | 1. pengertian atman 2. sifat-sifat atman 3. hubungan atman dan Brahman 4. śloka-śloka tentang atman 5. fungsi atman | 1. aṣṭa aiśwarya 2. pengertian 3. sumber ajaran aṣṭa aiśwarya 4. bagian-bagian 5. kisah-kisah mitologi | 1. catur marga 2. pengertian 3. sumber ajaran catur marga 4. bagian-bagian 5. penerapan 6. manfaat | 1. tri hita karana 2. pengertian 3. bagian-bagian 4. nilai-nilai moral 5. implementasi | 1. catur purusa artha 2. pengertian 3. sumber ajaran 4. bagian-bagian 5. penerapan | 1. pañca yama brata 2. pañca niyama brata 3. pengertian 4. sumber ajaran 5. bagian-bagian 6. penerapan 6. manfaat | 1. upakara 2. pengertian 3. bentuk-bentuk 4. fungsi-fungsi 5. simbolisasi | 1. dharma gītā 2. pengertian 3. jenis-jenis 4. praktik dharma gītā | 1. hidup bersih 2. hidup sehat 3. pengertian 4. sumber ajaran 5. penerapan 6. manfaat 7. pembiasaan | 1. sejarah agama Hindu di Indonesia 2. kerajaan Hindu 3. peninggalan Hindu 4. hikmah | 1. sejarah Agama Hindu di Asia 2. perkembangan Hindu 3. peninggalan 4. upaya-upaya pelestarian 5. manfaat | ||||||||||||||||||
12 | Profil Pelajar pañcasila | Dalam pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter mandiri saat mengumpulkan informasi, membuat infografik, maupun portofolio. Di samping itu peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan karakter gotong-royong dan kekeluargaan pada saat melakukan diskusi di kelas bersama teman-temannya. | Dalam pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter mandiri dengan menekankan pada kreatifitas dan inovasi, terutama pada saat penelusuran informasi di internet dan membuat bagan kodifikasi Weda. Di samping itu, peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan karakter gotong royong melalui diskusi atau kegiatan kelompok. | Dalam pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter mandiri dan bernalar kritis, terutama pada saat penelusuran informasi di internet dan diskusi tentang materi jyotiṣa. Di samping itu peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter berkebhinekaan global saat latihan mencari hari dalam Hindu menurut kearifan lokal di daerah masing-masing. | Dalam pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter beriman dan bertaqwa saat memahami atman dan brahman baik melalui kajian pustaka, pengamatan video, dan lain-lain. Di samping itu peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter bernalar kritis dan mandiri saat melakukan kajian serta membuat infografis dan sejenisnya tentang atman dan brahman dalam pembelajaran. | Dalam pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia pada saat memahami kebesaran Hyang Widhi melalui diskusi maupun kajian pustaka suci Weda. Di samping itu peserta didik diharapkan dapat mengembangkankan karakter berkebhinekaan global saat menggali nilai-nilai kearifan lokal setempat terkait ajaran aṣṭa aiśwarya, serta karaktar mandiri dan kreatif saat melakukan membuat video dan mendongengkan cerita-cerita rakyat yang terkait mitologi Hindu. | Dalam pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia saat melakukan praktik nyata ajaran catur marga dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter mandiri dan kreatif saat membuat presentasi, serta karakter bernalar kritis saat melakukan kajian terhadap pustaka yang ada pada saat pembelajaran. | Dalam pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter beriman dan berakhklak mulia saat menunjukkan contoh-contoh perilaku yang mencerminkan ajaran tri hita karana dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter mandiri dan kreatif saat membuat vlog pembelajaran atau yang lainnya dalam pembelajaran ini. | Dalam pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter beriman dan berakhklak mulia saat menunjukkan contoh-contoh perilaku yang mencerminkan ajaran catur purusa artha dalam kehidupan sehari-hari. Di samping itu peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter mandiri dan kreatif saat membuat proyek seperti presentasi, vlog atau yang lainnya dalam pembelajaran. | Dalam kgiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter beriman dan berakhklak mulia pada saat menerapkan dan menceritakan pengalaman sehari-hari terkait perbuatan yang mencerminkan ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata. Di samping itu peserta didik diharapkan dapat mengembangkan karakter bernalar kritis saat melakukan kajian dan telaah atas proyek yang dilakukan. | Dalam pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter berkebhinekaan global saat mengenal dan mempraktikkan berbagai macam upacara dan upakara dalam Hindu. Di samping itu peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter bernalar kritis pada saat membuat kajian dan menjabarkan simbolisasi dalam upacara dan upakara Hindu, serta karakter mandiri saat melakukan praktik-praktik pembelajaran yang diberikan oleh guru. | Dalam hal ini peserta didik mampu mengembangkan karakter mandiri dan kreatif saat melakukan pembelajaran, diskusi, serta membuat produk pembelajaran. Di samping itu peserta didik diharapkan mampu membiasakan diri untuk menerapkan karakter berkebinekaan global pada saat mempraktikkan dharma gītā yang bernuansa kearifan lokal. | Dalam pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter mandiri dan bernalar kritis saat pengamatan fenomena dan melakukan praktik yang terkait hidup bersih dan sehat. Di samping itu peserta didik diharapkan mampu membiasakan karakter gotong-royong terutama dalam melakukan diskusi dan membuat produk bersama teman-temannya. | Dalam pembelajaran ini peserta didik mampu diharapkan mampu mengembangkan karakter mandiri saat melakukan penelusuran bahan pustaka dan membuat infografik. Di samping itu peserta didik juga diharapkan mengembangkan karakter bernalar kritis terutama saat membuat kajian terhadap terhadap hasil informasi yang sudah dikumpulkan. | Dalam pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan mampu mengembangkan karakter bernalar kritis, kreatif, dan kemandirian terutama saat melakukan studi terhadap upaya-upaya pelestarian peninggalan sejarah Hindu. Di samping itu peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter berkebhinekaan global saat mengetahui ragam peninggalan budaya Hindu yang beranekaragam. | ||||||||||||||||||
13 | Glosarium | upaweda, itihasa, purāṇa, gandharwa weda, dhanur weda, agama, arthaśāstra, kanda, parwa, adhyaya, śloka | wedangga, siksa, chanda, nirukta, wyakarana, kalpa, jyotiṣa | jyotiṣa, surya wamsa, candra wamsa, sasih, pawukon, wariga, primbon, paririmbon, bilang taun, ala, ayu, hari suci | atman, adwaita wedanta, wisistadwaita wedanta, dwaita wedanta, sifat-sifat atman, sthula sarira, suksma sarira, pañca mahabhuta, pañca budhindriya, pañca karmendriya, pañca maya kosa, fungsi atman. | aṣṭa aiśwarya, anima, mahima, laghima, prapti, prakamya, isitwa, wasitwa, yatrakamawasayitwa, mitologi Hindu | catur marga, bhakti marga, karma marga, jñāna marga, yoga marga, | tri hita karana, parahyangan, pawongan, palemahan, ekologi | catur purusa artha, dharma, artha, kama, moksa | pañca yama brata, pañca niyama brata | upakara, yajna, fungsi upakara, tingkatan upakara, sarana upakara | dharma gītā, sekar alit, sekar madhya, sekar agung, śloka, palawakya, kearifan lokal | hidup bersih, hidup sehat, suci, arogya, ayurweda, ahara, wihara, ausadha | peninggalan, candi, karya śāstra, yupa, prasasti, rontal, kakawin, parwa. | peninggalan Hindu, bangsa Arya, pembagian zaman perkembangan Hindu, arca, prasasti, candi | ||||||||||||||||||
14 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
15 | Indikator Penilaian | 7.1.1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dari upaweda dengan benar. 7.1.2. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian upaweda secara sistematis. 7.1.3. Peserta didik menjelaskan kedudukan upaweda dalam Weda secara hirarkis. 7.1.4. Peserta didik dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. | 8.1.1. Peserta didik dapat menjelaskan Wedangga secara terstruktur. 8.1.2. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian wedangga secara tepat. 8.1.3. Peserta didik dapat menjelaskan kedudukan Wedangga dalam Weda secara hirarkis. 8.1.4. Peserta didik dapat menerapkan ajaran wedangga dalam kehidupan sehari-hari sesuai kearifan lokal yang berlaku. 8.1.5. Peserta didik dapat menerapkan ajaran Wedangga dalam kehidupan sehari-hari. | 9.1.1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian jyotiṣa secara tepat. 9.1.2. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan sumber ajaran jyotiṣa dengan benar. 9.1.3. Peserta didik dapat menjabarkan ajaran jyotiṣa menurut kearifan lokal Hindu di nusantara. 9.1.4. Peserta didik dapat mendeskripsikan berbagai macam cara mencari kebaikan menurut jyotiṣa. 9.1.5. Peserta didik dapat mengimplementasikan ajaran jyotiṣa dalam kehidupan sehari-hari. 9.1.6. Peserta didik dapat menguraikan ajaran jyotiṣa manfaat secara tepat. | 7.2.1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian atman sebagai sumber hidup dengan tepat. 7.2.2. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan sifat-sifat atman secara benar. 7.2.3. Peserta didik dapat mendeskripsikan hubungan antara atman dengan badan dan Brahman secara benar. 7.2.4. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan śloka-śloka tentang atman secara tepat. 7.2.5. Peserta didik dapat menjelaskan fungsi atman secara benar. | 8.2.1. Peserta didik dapat menjelaskan penjelasan tentang pengertian aṣṭa aiśwarya secara benar. 8.2.2. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan sumber-sumber ajaran Weda terkait aṣṭa aiśwarya secara tepat. 8.2.3. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian aṣṭa aiśwarya dengan benar. 8.2.4. Peserta didik dapat menjabarkan kisah-kisah mitologi berwawasan kearifan lokal terkait ajaran aṣṭa aiśwarya. 8.2.5. Peserta didik dapat mendongengkan cerita rakyat tentang mitologi tentang aṣṭa aiśwarya yang ada di wilayah masing-masing. | 9.2.1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian catur marga dan mengaitkannya dengan ajaran ketuhanan dalam Hindu secara tepat. 9.2.2. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan sumber ajaran catur marga dalam Weda. 9.2.3. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjabarkan bagian-bagian catur marga dengan benar. 9.2.4. Peserta didik dapat menunjukkan contoh-contoh penerapan catur marga dalam kehidupan sehari-hari. 9.2.5. Peserta didik dapat mempraktikan salah satu contoh penerapan ajaran catur marga dan menjelaskan manfaatnya dalam kehidupan nyata. 9.2.6. Peserta didik dapat menerapkan ajaran catur marga dalam kehidupan sehari-hari. | 7.3.1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian ajaran tri hita karana secara benar. 7.3.2. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian dari ajaran tri hita karana 7.3.3. Peserta didik dapat menjabarkan hubungan ajaran tri hita karana dengan nilai-nilai moral dalam kehidupan nyata secara tepat. 7.3.4. Peserta didik dapat mengimplementasikan ajaran tri hita karana dalam kehidupan sehari-hari. 7.3.5. Peserta didik menunjukkan contoh-contoh perilaku yang mencerminkan ajaran tri hita karana. | 8.3.1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian ajaran catur purusa artha dengan tepat. 8.3.2. Peserta didik dapat menjabarkan sumber ajaran catur purusa artha secara benar. 8.3.3. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan bagian-bagian dari ajaran catur purusa artha dengan tepat. 8.3.4. Peserta didik dapat menunjukkan contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan ajaran catur purusa artha 8.3.5. Peserta didik dapat menerapkan ajaran catur purusa artha dalam kehidupan sehari-hari. | 9.3.1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata secara benar. 9.3.2. Peserta didik dapat menjabarkan sumber ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata secara tepat. 9.3.3. Peserta didik dapat menyebutkan serta menjelaskan bagian-bagian dari ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata secara benar. 9.3.4. Peserta didik dapat menerapkan ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata dalam kehidupan sehar-hari. 9.3.5. Peserta didik dapat menganalisis manfaat ajaran pañca yama brata dan pañca niyama brata dalam kehidupan nyata. | 7.4.1. Peserta didik dapat menjelaskan pentingnya upakara dalam Hindu. 7.4.2. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan bentuk-bentuk upakara yang sederhana. 7.4.3. Peserta didik dapat menjabarkan fungsi-fungsi upakara dalam keagamaan Hindu secara benar. 7.4.4. Peserta didik dapat mengimplementasikan ajaran acara dalam dalam kehidupan sehari-hari. 7.4.5. Peserta didik dapat menjabarkan simbolisasi upacara-upakara dalam kegiatan acara Hindu. | 8.4.1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dharma gītā. 8.4.2. Peserta didik dapat menjelaskan pentingnya dharma gītā dalam kehidupan beragama Hindu. 8.4.3. Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan secara tepat jenis-jenis dharma gītā dalam kegiatan keagaman Hindu 8.4.4. Peserta didik dapat mempraktikkan dharma gītā sesuai kearifan lokal di daerah masing-masing 8.4.5. Peserta didik dapat dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam dharma gītā. 8.4.6. Peserta didik dapat membiasakan kegiatan dharma gītā dalam kehidupan sehari-hari. | 9.4.1. Peserta didik dapat menjelaskan pentingnya budaya hidup bersih dan sehat menurut Hindu. 9.4.2. Peserta didik dapat menjabarkan budaya hidup bersih dan sehat berdasarkan suśāstra Weda. 9.4.3. Peserta didik dapat menerapkan budaya hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. 9.4.4. Peserta didik dapat menganalisis manfaat budaya hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. 9.4.5. Peserta didik dapat membiasakan perilaku yang mencerminkan budaya hidup bersih dan sehat. | 7.5.1. Peserta didik dapat menyebutkan jenis-jenis peningalan sejarah agama Hindu yang ada di Indonesia. 7.5.2. Peserta didik dapat menjelaskan karakteristik peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia. 7.5.3. Peserta didik dapat menggambarkan peninggalan sejarah agama Hindu yang ada di Indonesia secara lebih rinci. 7.5.4. Peserta didik dapat menceritakan sejarah peninggalan agama Hindu yang ada di Indonesia. 7.4.5. Peserta didik dapat menguraikan hikmah di balik peninggalan sejarah Hindu yang ada di Indonesia. | 8.5.1. Peserta didik dapat menjelaskan sejarah agama Hindu di Asia secara kronologis. 8.5.2. Peserta didik dapat menguraikan karakteristik agama dan kehidupan beragama Hindu yang berkembang di Asia secara rinci. 8.5.3. Peserta didik dapat menguraikan tokoh-tokoh penyebar agama Hindu yang ada di Asia. 8.5.4. Peserta didik dapat meneladani perilaku-perilaku baik dari para tokoh Hindu yang berperan dalam menyebarkan agama Hindu di Asia. 8.5.5. Peserta didik dapat menganalisis dan mengambil hikmah di balik sejarah perkembangan agama Hindu yang ada di Asia. | ||||||||||||||||||
16 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
17 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
18 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
19 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
20 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
21 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
22 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
23 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
24 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
25 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
26 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
27 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
28 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
29 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
30 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
31 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
32 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
33 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
34 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
35 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
36 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
37 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
38 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
39 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
40 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
41 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
42 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
43 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
44 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
45 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
46 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
47 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
48 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
49 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
50 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
51 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
52 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
53 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
54 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
55 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
56 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
57 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
58 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
59 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
60 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
61 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
62 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
63 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
64 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
65 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
66 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
67 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
68 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
69 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
70 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
71 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
72 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
73 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
74 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
75 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
76 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
77 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
78 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
79 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
80 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
81 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
82 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
83 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
84 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
85 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
86 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
87 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
88 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
89 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
90 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
91 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
92 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
93 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
94 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
95 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
96 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
97 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
98 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
99 | |||||||||||||||||||||||||||||||||
100 | |||||||||||||||||||||||||||||||||