ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
NoVariabelTotal Sasaran Target Sasaran Definisi OperasionalCara PenghitunganTarget Th 2025Sumber DataTARGETSatuan sasaran Kriteria Variabel
2
1KINERJA PROGRAM(3)(4)(5)(6)
3
22.1.UKM ESENSIAL  DAN PERKESMAS Pelayanan Kesehatan
4
32.1.1.PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN   Program
5
42.1.1.1.Pengkajian PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)  Variabel
6
52.1.1.1.1.Rumah Tangga yang dikaji123702474Rumah Tangga (RT) yang dikaji/dilaksanakan survey PHBS tatanan RT di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun. Jumlah Rumah Tangga yang dikaji PHBS dibagi jumlah sasaran Rumah Tangga dikali 100%20%Laporan Profil Promkes20%Rumah TanggaSub Variabel
7
62.1.1.1.2.Institusi Pendidikan yang dikaji6030Institusi Pendidikan (SD/ MI , SLTP / MTs, SLTA/ MA dan atau sederajat ) yang dikaji/dilaksanakan survey PHBS tatanan Instistusi Pendidikan di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahunJumlah Institusi Pendidikan yang dikaji PHBS dibagi jumlah sasaran Institusi Pendidikan dikali 100%50%Laporan Profil Promkes50%Institusi PendidikanSub Variabel
8
72.1.1.1.3.Pondok Pesantren (Ponpes) yang dikaji1511Pondok Pesantren yang dikaji/dilaksanakan survey PHBS tatanan Pondok Pesantren di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun. Jumlah Pondok Pesantren yang dikaji PHBS dibagi jumlah Ponpes dikali 100%70%Laporan Profil Promkes70%PonpesSub Variabel
9
82.1.1.2.Tatanan Sehat Variabel
10
92.1.1.2.1.Rumah Tangga Sehat yang memenuhi 10 indikator PHBS24741385Rumah Tangga (minimal yang dikaji adalah 20% dari Total Rumah Tangga) yang memenuhi 10 indikator PHBS rumah tangga (persalinan ditolong oleh nakes di Faskes, bayi diberi ASI eksklusif, menimbang bayi/balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan pakai air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik dirumah, makan buah dan sayur tiap hari, aktivitas fisik tiap hari, tidak merokok) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun. Jumlah Rumah Tangga yang memenuhi 10 indikator PHBS rumah tangga dibagi jumlah sasaran rumah tangga yang dikaji dikali 100%56%Laporan Profil Promkes56%Rumah TanggaSub Variabel
11
102.1.1.2.2.Institusi Pendidikan yang memenuhi 8 - 10 indikator PHBS (klasifikasi IV)3023Institusi Pendidikan (minimal yang dikaji adalah 50% dari institusi pendidikan yang ada ) yang memenuhi 8 - 10 indikator PHBS Institusi Pendidikan (mencuci tangan dengan air yang mengalir & menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban bersih dan sehat, Olah raga yang teratur dan terukur, Menggunakan air bersih, Memberantas jentik nyamuk di lingkungan sekolah, Sekolah menerapkan Kawasan tanpa rokok, Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan sehat , Membuang sampah pada tempatnya dan melakukan edukasi kesehatan di sekolah di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun.Jumlah Institusi Pendidikan yang memenuhi 8 - 10 Indikator PHBS Institusi Pendidikan dibagi jumlah sasaran Institusi Pendidikan yang dikaji dikali 100%75%Laporan Profil Promkes75%Institusi PendidikanSub Variabel
12
112.1.1.2.3.Ponpes yang memenuhi 11 -13 indikator PHBS Ponpes (Klasifikasi IV)116Pondok Pesantren (minimal yang dikaji adalah 70 % dari Ponpes yang ada) yang memenuhi 11-13 indikator PHBS Pondok Pesantren (kebersihan perorangan, penggunaan air bersih, menggunakan kamar mandi dan jamban sehat, aktivitas fisik secara rutin, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, membersihkan tempat penampungan air dan barang bekas bebas jentik, mengkonsumsi makanan gizi seimbang, pemanfaatan Poskestren dan sarana yankes, tidak merokok, mengetahui informasi kesehatan prioritas, menjadi peserta dana sehat dan atau jamkesmas, membuang sampah ke dalam tempat sampah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun. Jumlah Ponpes yang memenuhi 11 - 13 indikator PHBS Ponpes dibagi jumlah Pondok Pesantren yang dikaji dikali 100% Catatan: tidak dihitung sebagai pembagi bila tidak ada Ponpes55%Laporan Profil Promkes55%PonpesSub Variabel
13
122.1.1.3.Intervensi/ Penyuluhan Variabel
14
132.1.1.3.1.Kegiatan intervensi pada Kelompok Rumah Tangga260260Kelompok rumah tangga di Posyandu yang telah diintervensi minimal 4 kali per Posyandu terkait 10 indikator PHBS bisa dengan penyuluhan kelompok langsung atau memberikan informasi kesehatan melalui WA grub dan atau bentuk intervensi lain (dengan metode apapun) oleh petugas Puskemas di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun Jumlah kegiatan penyuluhan/bentuk intervensi lain terkait 10 indikator PHBS pada rumah tangga melalui Posyandu yang ada di wilayah Puskesmas selama 1 tahun dibagi (4 kali jumlah posyandu yang ada di wilayah kerja puskesmas) dikali 100 %100%Laporan Tribulanan 100%kaliSub Variabel
15
142.1.1.3.2.Kegiatan intervensi pada Institusi Pendidikan120120Institusi Pendidikan (SD / MI ; SLTP / MTs, SLTA/MA ) yang telah diintervensi minimal 2 kali per institusi pendidikan baik dengan penyuluhan dan atau bentuk intervensi lainnya (dengan metode apapun) oleh petugas Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahunJumlah kegiatan penyuluhan/bentuk intervensi lain pada institusi pendidikan yang dikaji PHBS selama 1 tahun dibagi (2 kali jumlah institusi pendidikan yang dikaji PHBS) dikali 100 %100%Laporan Semesteran 100%kaliSub Variabel
16
152.1.1.3.3.Kegiatan intervensi pada Pondok Pesantren3030Pondok Pesantren yang telah diintervensi minimal 2 kali tiap ponpes baik dengan penyuluhan kelompok langsung atau memberikan informasi kesehatan melalui WA grub dan atau bentuk intervensi lainnya ( dengan metode apapun ) oleh petugas Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahunJumlah kegiatan penyuluhan/bentuk intervensi lain pada pondok pesantren yang dikaji PHBS selama 1 tahun dibagi (2 kali jumlah pondok pesantren yang dikaji PHBS) dikali 100 %100%Laporan Semesteran 100%kaliSub Variabel
17
162.1.1.4.Pengembangan UKBMVariabel
18
172.1.1.4.1.Posyandu Balita PURI (Purnama Mandiri)6550Posyandu yang berstrata Purnama dan Mandiri di wilayah kerja Puskesmas dalam waktu 1 tahunJumlah Posyandu Purnama dan Mandiri dibagi jumlah Posyandu yang ada dikali 100%77%Laporan Profil Promkes77%Posyandu Sub Variabel
19
182.1.1.4.2.Poskesdes/ Poskeskel Aktif76Poskesdes/Poskeskel yang berstrata Madya, Purnama dan Mandiri di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahunJumlah Poskesdes/Poskeskel yang berstrata Madya, Purnama dan Mandiri dibagi jumlah Poskesdes/Poskeskel yang ada dikali 100%79%Laporan Profil Promkes79%Poskesdes/ PoskeskelSub Variabel
20
192.1.1.4.3.PoskestrenPoskestren yang berstrata Madya, Purnama, Mandiri di wilayah kerja Puskesmas yang ada Pondok Pesantrennya dalam waktu satu tahunJumlah Poskestren berstrata Madya Purnama Mandiri dibagi jumlah poskestren yang ada di kali 100%70%Laporan Profil Promkes70%PoskestrenSub Variabel
21
202.1.1.4.3.SBHPangkalan SBH yang berstrata Madya, Purnama, Mandiri di wilayah kerja Puskesmas dalam waktu satu tahunJumlah Pangkalan SBH berstrata Madya Purnama Mandiri dibagi jumlah pangkalan SBH yang ada di kali 100%50%Laporan Profil Promkes50%Pangkalan SBHSub Variabel
22
192.1.1.5.Pengembangan Desa/Kelurahan Siaga Aktif Variabel
23
202.1.1.5.1.Desa/Kelurahan Siaga Aktif77Desa/Kelurahan Siaga Aktif dengan Strata Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahunJumlah Desa/Kelurahan Siaga Aktif dengan Strata Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri dibagi jumlah total desa dikali 100%98,6%Laporan Profil Promkes98,6%DesaSub Variabel
24
212.1.1.5.2.Desa/Kelurahan Siaga Aktif PURI (Purnama Mandiri )71Desa/Kelurahan Siaga Aktif dengan Strata Purnama dan Mandiri di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahunJumlah Desa/Kelurahan Siaga Aktif Purnama dan Mandiri dibagi jumlah total Desa Siaga dikali 100%18,0%Laporan Profil Promkes18,0%DesaSub Variabel
25
222.1.1.5.3.Pembinaan Desa/Kelurahan Siaga Aktif77Pembinaan Desa/Kelurahan Siaga oleh petugas Puskesmas minimal 2 (dua) kali dalam satu tahun di wilayah kerja Puskesmas Jumlah Desa/Kelurahan Siaga yang dibina 2 kali per tahun dibagi jumlah total desa/Kelurahan Siaga dikali 100 %100%Laporan Semesteran100%DesaSub Variabel
26
232.1.1.6. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan MasyarakatVariabel
27
242.1.1.6.1.Promosi kesehatan untuk program prioritas di dalam gedung Puskesmas dan jaringannya (sasaran masyarakat)120120Puskesmas dan jaringannya (Puskesmas, Pustu, Ponkesdes) memberikan promosi kesehatan program prioritas (Penurunan AKI AKB, Stunting, Germas, Gizi Seimbang, Anti Rokok, Skrining Penyakit, Imunisasi, Patuh Pengobatan, Sanitasi, Kebersihan Lingkungan, Pencegahan Penyakit Menular & Tidak Menular) kepada masyarakat yang datang ke Puskesmas dan jaringannya minimal 12 (dua belas) kali dalam satu tahun
Jumlah Puskesmas dan jaringannya yang melakukan promosi kesehatan program prioritas minimal sebanyak 12 (dua belas) kali dalam kurun waktu satu tahun kepada masyarakat yang datang ke Puskesmas dan jaringannya dibagi jumlah Puskesmas dan jaringannya di satu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100 %100%Laporan Bulanan 100%Puskesmas & JaringannyaSub Variabel
28
252.1.1.6.1.Pengukuran dan Pembinaan Tingkat Perkembangan UKBM111111Pengukuran dan pembinaan tingkat perkembangan UKBM adalah penentuan strata UKBM yang terdiri dari strata Pratama, Madya, Purnama & Mandiri serta pembinaan tingkat perkembangannya agar meningkat stratanya. UKBM yang diukur dan dibina tingkat perkembangannya adalah Posyandu, Poskesdes, Pos Kesehatan Pesantren, Saka Bhakti Husada, yang ada di wilayah kerja Puskesmas, oleh petugas Puskesmas selama 1 (satu) tahun. Skor strata berdasarkan Buku Pedoman Pengukuran Tingkat Perkembangan UKBM yaitu Posyandu (Pratama : <60; Madya : 60-74; Purnama :75-94; Mandiri : 95 -100 ); Posyandu COE/ILP (Pratama : <56; Madya : 56-70; Purnama :71-85; Mandiri : 86 -100 Poskesdes (Pratama : <50; Madya : 50 - 69; Purnama:70-89; Mandiri : 90 - 100); Poskestren (Pratama : <50; Madya : 50 - 69; Purnama:70-89;Mandiri : 90 - 100); SBH ( Pratama : < 30; Madya : 30 - 60: Purnama: 61 - 79; Mandiri : 80 -100). Jumlah UKBM yang diukur dan dibina tingkat perkembangannya dibagi Jumlah UKBM yang ada di satu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun dikali 100 % 100%Laporan Profil Promkes100%Jenis UKBMSub Variabel
29
262.1.2.PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN Program
30
272.1.2.1.Penyehatan Air  Variabel
31
282.1.2.1.1.Inspeksi Kesehatan Lingkungan Sarana Air Minum (SAM)30121657Monitoring/ Inspeksi Kesehatan Lingkungan /IKL terhadap Sarana Air Minum (SAM),yaitu yang meliputi :
- jaringan perpipaan, (PDAM, Hippam / BPSPAM),
- Bukan Jaringan Perpipaan Komunal (sumur pompa tangan,
sumur bor dengan pompa, sumur gali terlindung, sumur
gali dengan pompa),
- Perlindungan Mata Air (PMA),
- Penampungan Air Hujan (PAH)
yang disebut sebagai sistim penyediaan air bersih/Minum (SPAM) di wilayah kerja Puskesmas selama kurun waktu tertentu.
Jumlah SAM yang di IKL dibagi jumlah SAM yang ada dikali 100 %55%Laporan Bulanan55%SAMSub Variabel
32
292.1.2.1.2.Sarana Air Minum (SAM) yang telah di IKL13901251Sarana Air Minum (SAM) dimana hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara teknis dalam kategori resiko rendah dan sedang, sehingga aman untuk dipakai kebutuhan sehari-hari (termasuk untuk kebutuhan makan dan minum) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu Jumlah SAM yang di IKL dengan hasil rendah dan sedang dibagi jumlah SAM yang di IKL dikali 100 %90%Laporan Bulanan90%SAMSub Variabel
33
302.1.2.1.3.Sarana Air Minum (SAM) yang diperiksa kualitas airnya1001761Sarana Air Minum (SAM) yang beresiko rendah dan sedang di uji kualitas airnya (laboratorium/sanitarian kit) di wilayah kerja Puskesmas selama kurun waktu tertentu Jumlah SAM yang di uji kualitas airnya dibagi jumlah SAM resiko rendah dan sedang dikali 100%76%Laporan Bulanan76%SAMSub Variabel
34
312.1.2.1.4.Sarana Air Minum (SAM) yang memenuhi syarat10Sarana Air Minum (SAM) yang sudah diuji kualitas secara fisik, kimia, dan mikrobiologi (laboratorium/sanitarian kit) memenuhi syarat kesehatanJumlah SAM yang uji kulitas airnya memenuhi syarat dibagi jumlah SAM yang diuji kualitas airnya15%Laporan Bulanan15%SAMSub Variabel
35
322.1.2.2.Penyehatan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP)Variabel
36
332.1.2.2.1.Pembinaan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP)1711,9Monitoring/ Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Tempat Pengelolaan Makanan (TPP) dengan sasaran:
1. Jasa Boga / Katering (Gol A, B, dan C)
2. Restoran
3. DAM (Depot Air Minum)
4. TPP Tertentu (Makanan yang tahan hingga 7 hari)
5. Rumah Makan (Gol A1 dan A2)
6. Penyediaan Makanan Keliling Tempat Tidak Tetap (Gerai Pangan Jajanan Keliling Gol A1, A2, dan B)
7. Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya (Sentra Pangan Jajanan/Kantin, Gerai Pangan Jajanan, dan Dapur Gerai Pangan Jajanan) pada kurun waktu tertentu
Jumlah TPP yang di IKL dibagi jumlah TPP yang ada dikali 100 %70%Laporan Tribulan70%TPPSub Variabel
37
342.1.2.2.2.TPP yang memenuhi syarat kesehatan95,4TPP yang dari segi fisik (sanitasi), penjamah, kualitas makanan memenuhi syarat tidak berpotensi menimbulkan kontaminasi atau dampak negatif kesehatan, dengan bukti hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang memenuhi syarat kesehatan selama di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentuJumlah TPP yang memenuhi syarat kesehatan dibagi jumlah TPP yang dibina dikali 100 %60%Laporan Tribulan60%TPPSub Variabel
38
352.1.2.3. Pembinaan Tempat Fasilitas Umum (TFU)  Variabel
39
362.1.2.3.1.Pembinaan sarana TFU Prioritas2421,12Inspeksi kesehatan lingkungan dan pembinaan yang meliputi rekomendasi teknis dll terhadap penanggung jawab dan petugas pada TFU Prioritas (Puskesmas, SD/MI, SMP/MTs) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu. Jumlah TFU Prioritas yang dibina dibagi jumlah TFU Prioritas yang terdaftar dikali 100 %88%Laporan Tribulan88%TFUSub Variabel
40
372.1.2.3.2.TFU Prioritas yang memenuhi syarat kesehatan205TFU prioritas yang memenuhi syarat kesehatan, dimana secara teknis cukup aman untuk dipergunakan dan tidak memiliki resiko negatif terhadap pengguna, petugas dan lingkungan sekitar dengan dibuktikan hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang memenuhi syarat pada kurun waktu tertentuJumlah TFU Prioritas yang memenuhi syarat kesehatan dibagi jumlah TFU Prioritas yang terdaftar dikali 100 %25%Laporan Tribulan25%TFUSub Variabel
41
382.1.2.4.Yankesling (Klinik Sanitasi) Variabel
42
392.1.2.4.1.Konseling Sanitasi33633,6Pelayanan berupa Konseling Sanitasi yang diberikan kepada pasien/penderita Penyakit yang Berbasis Lingkungan (PBL), yaitu ISPA, TBC, DBD, Malaria, Chikungunya, Flu burung, Filariasis, Diare, Kecacingan, Kulit, keracunan makanan dan peptisida di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu . Jumlah pasien PBL yang dikonseling dibagi dengan jumlah Pasien PBL di wilayah Puskesmas dikali 100 % 10%Laporan Bulanan Puskesmas (LB1), laporan/jumlah pasien jumlah10%OrangSub Variabel
43
402.1.2.4.2.Inspeksi Kesehatan Lingkungan PBL244,8Inspeksi Kesehatan Lingkungan terhadap sarana pasien PBL yang telah dikonseling Jumlah IKL sarana pasien PBL yang dikonseling dibagi dengan jumlah pasien yang dikonseling dikali 100%20%Laporan Bulanan Puskesmas20%OrangSub Variabel
44
412.1.2.4.3.Intervensi terhadap pasien PBL yang di IKL00Pasien PBL menindaklanjuti hasil inspeksi Jumlah pasien PBL yang menindaklanjuti hasil inspeksi dibagi jumlah pasien PBL yang di IKL dikali 100%40%Laporan Bulanan Puskesmas40%OrangSub Variabel
45
422.1.2.5. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) = Pemberdayaan Masyarakat Variabel
46
432.1.2.5.1.Desa/kelurahan yang Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)77Desa/Kelurahan yang masyarakatnya sudah tidak ada yang berperilaku buang air besar di sembarangan tempat tetapi sudah buang air besar di tempat yang terpusat/jamban sehat pada kurun waktu tertentu.Jumlah Desa/Kelurahan yang sudah Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dibagi jumlah desa/kelurahan yang ada dikali 100 % 100%Laporan Bulanan STBM100%Desa/Kel.Sub Variabel
47
442.1.2.5.2.Desa/ Kelurahan Implementasi STBM 5 Pilar72,8Desa/Kelurahan yang :
1. Minimal ada intervensi pemicuan 5 Pilar STBM;
2. Ada Natural Leader terlatih 5 Pilar STBM;
3. Ada rencana aksi kegiatan menuju 5 Pilar STBM.
Jumlah Desa/Kelurahan implementasi STBM 5 Pilar dibagi jumlah desa/kelurahan yang ada dikali 100%40%Laporan Bulanan STBM40%Desa/Kel.Sub Variabel
48
452.1.2.5.3.Desa/ Kelurahan ber STBM 5 Pilar71,4Desa/Kelurahan yang masyarakatnya :
1. Pilar pertama/ Stop BABS 100%;
2. Keempat pilar lainnya (cuci tangan pakai sabun, Mengelola air minum dan makanan yang aman, Mengelola sampah dengan benar, Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman) telah mencapai 50% dari total KK.
dan dibuktikan dengan Berita Acara Verifikasi
Jumlah Desa/ Kelurahan STBM 5 Pilar dibagi jumlah Desa/ Kelurahan yang ada dikali 100 %20%Laporan Bulanan STBM20%Desa/Kel.Sub Variabel
49
462.1.3.PELAYANAN KESEHATAN KELUARGAProgram
50
472.1.3.1.Kesehatan IbuVariabel
51
482.1.3.1.1.Kunjungan Pertama Ibu Hamil (K1)00Kunjungan antenatal pertama pada trimester 1 dibagi seluruh sasaran ibu hamil di suatu wilayah kerja dengan kurun waktu dalam 1 tahun yang samaJumlah Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar (K1 Murni) dibagi sasaran ibu hamil dikali 100%100%Laporan PWS KIA100%Ibu hamilSub Variabel
52
492.1.3.1.2.Pelayanan Persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan (Pf) -SPM00Adalah Ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan Jumlah persalinan oleh tenaga kesehatan yang kompeten di fasilitas pelayanan kesehatan dibagi jumlah sasaran ibu bersalin dikali 100%100%Laporan PWS-KIA100%OrangSub Variabel
53
502.1.3.1.3.Pelayanan Nifas oleh tenaga kesehatan (KF)00Adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca bersalin oleh tenaga kesehatan, dengan distribusi waktu; 1 kali pada 6 - 48 jam, 1 kali pada 3 - 7 hari, 1 kali pada 8 - 28 hari dan 1 kali pada 29 - 42 hariJumlah ibu nifas yang memperoleh 4 kali pelayanan nifas sesuai standar dibagi sasaran ibu bersalin dikali 100%95%Laporan PWS-KIA95%OrangSub Variabel
54
512.1.3.1.4.Penanganan komplikasi kebidanan (PK)00Adalah penanganan komplikasi kebidanan, yaitu penyakit menular maupun tidak menular serta masalah gizi yang terjadi pada waktu hamil, bersalin dan nifas, abortus, perdarahan, Pre eklamsi/ eklamsi, persalinan macet, infeksi, abortus, malaria, HIV/AIDS, Sifilis, Hepatitis, TB, hipertensi, diabetes melitus, anemia gizi besi dan Kurang Energi Kronis (KEK), dll oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensiJumlah ibu hamil,bersalin dan nifas dengan komplikasi kebidanan yang mendapatkan penanganan definitif (sampai selesai) dibagi 20% sasaran ibu hamil dikali 100%100%Laporan PWS-KIA100%OrangSub Variabel
55
522.1.3.1.5.Ibu hamil yang diperiksa HIV00Adalah Ibu hamil diperiksa Human Imuno Deficiency Virus (HIV) Jumlah ibu hamil yang diperiksa HIV dibagi ibu hamil K1 dikali 100 %100%LAPORAN LB3KIA100%Ibu hamilSub Variabel
56
532.1.3.2.Kesehatan Bayi Variabel
57
542.1.3.2.1.Pelayanan Kesehatan Neonatus pertama (KN1)00Neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada 6 (enam) sd 48 (empat puluh delapan) jam setelah lahir. Pelayanan yang diberikan meliputi: Inisiasi Menyusu Dini (IMD), salep mata, perawatan tali pusat, injeksi vitamin K1, imunisasi Hepatitis B (HB0) dan pemeriksaan menggunakan Form Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM)Jumlah neonatus yang mendapat pelayanan sesuai standar pada 6-48 jam setelah lahir di bagi sasaran lahir hidup dikali 100%100%Laporan PWS-KIA100%BayiSub Variabel
58
552.1.3.2.2.Pelayanan Kesehatan Neonatus 0 - 28 hari (KN lengkap) -SPM00Neonatus umur 0-28 hari yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar paling sedikit 3 (tiga) kali dengan distribusi waktu :
1 (satu) kali pada 6 – 48 jam setelah lahir;
1 (satu) kali pada hari ke 3 – 7;
1 (satu) kali pada hari ke 8 – 28
Jumlah neonatus umur 0-28 hari yang memperoleh minimal 3 kali pelayanan sesuai standar dibagi sasaran lahir hidup dikali 100%100%Laporan PWS KIA100%BayiSub Variabel
59
562.1.3.2.3.Penanganan komplikasi neonatus00Neonatus dengan komplikasi yang mendapat penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan tertentu. Neonatal dengan komplikasi adalah neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan dan/kematian, dan neonatus dengan komplikasi meliputi trauma lahir, asfiksia, ikterus, hipotermi,Tetanus Neonatorum, sepsis, Bayi Berat Badan Lahir (BBLR) kurang dari 2500 gr, kelainan kongenital, sindrom gangguan pernafasan maupun termasuk klasifikasi kuning dan merah pada MTBM, dllJumlah neonatus dengan komplikasi yang mendapat penanganan sesuai standar dibagi 15% sasaran lahir hidup kali 100%100%Laporan PWS-KIA100%BayiSub Variabel
60
572.1.3.2.4.Pelayanan kesehatan bayi 29 hari - 11 bulan00Bayi yang mendapatkan pelayanan paripurna sesuai standar minimal 4 (empat) kali yaitu 1 (satu) kali pada umur 29 hari – 2 bulan; 1 (satu) kali pada umur 3-5 bulan, 1 (satu) kali pada umur 6-8 bulan dan 1( satu) kali pada umur 9-11 bulan sesuai standar dan telah lulus KN lengkap pada kurun waktu tertentu. Pelayanan kesehatan tersebut meliputi, pemberian Vitamin A 1 (satu) kali, imunisasi dasar lengkap, SDIDTK 4 kali bila sakit di MTBS.Jumlah bayi usia 29 hari- 11 bulan yang telah memperoleh 4 kali pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi sasaran bayi dikali 100%95%PWS-KIA95%BayiSub Variabel
61
582.1.3.3. Kesehatan Anak Balita dan Anak Prasekolah Variabel
62
592.1.3.3.1.Pelayanan kesehatan balita (0 - 59 bulan)00Pelayanan kesehatan balita berusia 0-59 bulan sesuai standar meliputi pelayanan kesehatan balita sehat dan balita sakit 1. Pelayanan kesehatan balita usia 0-11 bulan sehat meliputi: a). Penimbangan minimal 8 kali setahun b).pengukuran panjang/tinggi badan minimal 2 kali/tahun. c). Pemantauan perkembangan minimal 2 kali/tahun. d).Pemberian kapsul vitamin A pada fusia 6-11 bulan 1 kali setahun.
e) Pemberian imunisasi dasar lengkap. Pelayanan kesehatan Balita usia 12-23 bulan:
(1) Penimbangan minimal 8 kali setahun (minimal 4 kali dalam kurun waktu 6 bulan).
(2) Pengukuran panjang/tinggi badan minimal 2 kali/tahun (3) Pemantauan perkembangan minimal 2 kali/tahun (4).Pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun.
(5) Pemberian Imunisasi Lanjutan. Pelayanan kesehatan Balita usia 24-59 bulan:
(1) Penimbangan minimal 8 kali setahun (minimal 4 kali dalam kurun waktu 6 bulan).
(2) Pengukuran panjang/tinggi badan minimal 2 kali/tahun.
(3) Pemantauan perkembangan minimal 2 kali/ tahun.
(4) Pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun.
d) Pemantauan perkembangan balita.
e) Pemberian kapsul vitamin A.
f) Pemberian imunisasi dasar lengkap.
g) Pemberian imunisasi lanjutan.
h) Pengukuran berat badan dan panjang/tinggi badan.
i) Edukasi dan informasi.
3) Pelayanan kesehatan balita sakit adalah pelayanan balita menggunakan pendekatan manajemen terpadu balita sakit (MTBS)
Jumlah Balita usia 12-23 bulan yang mendapat Pelayanan Kesehatan sesuai Standar 1 + Jumlah Balita usia 24-35 bulan mendapatkan
pelayanan kesehatan sesuai standar 2 + Balita usia 36-59 bulan mendapakan pelayanan sesuai standar 3 sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah balita usia 12 –59 bulanpada kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%
100%Laporan PWS-KIA100%BalitaSub Variabel
63
602.1.3.3.2.Pelayanan kesehatan Anak pra sekolah (5-6 Tahun)00Anak pra sekolah umur 60-72 bulan yang memperoleh pelayanan sesuai standar meliputi pemantauan pertumbuhan minimal 8 (delapan) kali dalam 1 (satu) tahun; pemantauan perkembangan minimal 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada kurun waktu tertentu.Jumlah anak umur 60-72 bulan yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi sasaran anak prasekolah dikali 100%84%Laporan PWS-KIA84%Anak Sub Variabel
64
612.1.3.4. Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja Variabel
65
622.1.3.4.1.Sekolah setingkat SD/MI/SDLB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan00Sekolah setingkat SD/MI/SDLB yang mendapatkan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan (contoh: data PKP 2024 menggunakan data Juli 2023 sd Juni 2024)Jumlah sekolah setingkat SD/ MI/ SDLB yang melaksanakan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan dibagi jumlah seluruh sekolah setingkat SD/MI/ SDLB di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan yang sama dikali 100%100%Laporan skrining kesehatan 100%SekolahSub Variabel
66
632.1.3.4.2.Sekolah setingkat SMP/MTs/SMPLB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan00Sekolah setingkat SMP/MTs/SMPLB yang mendapatkan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikanJumlah sekolah setingkat SMP/ MTs/ SMPLB yang melaksanakan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan dibagi jumlah seluruh sekolah setingkat SD/MI/ SDLB di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan yang sama dikali 100%100%Laporan skrining kesehatan100%SekolahSub Variabel
67
642.1.3.4.3.Sekolah setingkat SMA/MA/SMK/SMALB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan00Sekolah setingkat SMA/MA/SMK/SMALB yang mendapatkan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan Jumlah sekolah setingkat SMA/ MA/SMK/SMALB yang melaksanakan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu tahun ajaran pendidikan dibagi jumlah seluruh sekolah setingkat SMA/MA/SMK/ SMALB di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan yang sama dikali 100%100%Laporan skrining kesehatan100%SekolahSub Variabel
68
652.1.3.4.4.Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan Dasar kelas 1 sampai dengan kelas 9 dan diluar satuan pendidikan dasar00Murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 (SD/MI dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 tahun diluar sekolah (pondok pesantren, panti/LKSA, lapas/LPKA dan lainnya) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan. Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi : skrining kesehatan (penilaian status gizi, penilaian tanda vital, penilaiankesehatan gigi dan mulut dan penilaian ketajaman indera) dan tindak lanjut hasil skrining kesehatan
(Standar Pelayanan Minimal ke 5)
Jumlah murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 (SD/MI dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 tahun diluar sekolah (pondok pesantren, panti/LKSA, lapas/LPKA dan lainnya) yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan dibagi jumlah semua murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 (SD/MI dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 tahun diluar sekolah (pondok pesantren, panti/LKSA, lapas/LPKA dan lainnya) di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan yang sama dikali 100%100%Laporan skrining kesehatan (dalam dan luar sekolah)100%OrangSub Variabel
69
662.1.3.4.5.Pelayanan kesehatan remaja00Remaja usia 10 – 17 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan remaja berupa skrining kesehatan sesuai standar, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) , konseling dan pelayanan medis di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun .
Skrining kesehatan sesuai standar meliputi :
a. pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut,
b. pengukuran tekanan darah,
c. anamnesis perilaku berisiko.
Jumlah remaja usia 10 - 18 tahun yang mendapat pelayanan kesehatan remaja berupa skrining kesehatan sesuai standar, KIE, konseling dan pelayanan medis di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun dibagi jumlah semua remaja usia 10 - 18 tahun di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu tahun yang sama dikali 100%100%Laporan pelayanan kesehatan remaja, Laporan skrining kesehatan.100%OrangSub Variabel
70
672.1.3.5 .Pelayanan Kesehatan Lansia0%Variabel
71
682.1.3.5.1.Pelayanan Kesehatan pada Usia Lanjut (usia ≥ 60 tahun ) (SPM ke 7)0Setiap warga negara usia 60 tahun atau lebih yang mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar minimal 1 kali pada kurun waktu satu tahun.
Skrining meliputi :
1. Pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut
2. Pengukuran tekanan darah
3. Pemeriksaan gula darah dan kolesterol.
4. Pemeriksaan gangguan mental
5. Pemeriksaan gangguan kognitif
6. Pemeriksaan tingkat kemandirian usia lanjut
7.Anamnesa perilaku berisiko. Tindaklanjut hasil skrining kesehatan meliputi:
a) Melakukan rujukan jika diperlukan
b) Memberikan penyuluhan kesehatan
Jumlah warga negara berusia 60 tahun atau lebih yang mendapat skrining kesehatan sesuai standar minimal 1 (satu) kali di suatu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun di bagi jumlah semua warga negara berusia 60 tahun atau lebih di suatu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun yang sama di kali 100 %.100%Laporan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut100%OrangSub Variabel
72
692.1.3.5.2.Pelayanan Kesehatan pada Pra usia lanjut (45 - 59 tahun)00Setiap warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun.
Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi :
1. Edukasi kesehatan
2. Skrining faktor resiko yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun.
Jumlah warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun di bagi Jumlah semua warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun yang sama di kali 100 %.100%Laporan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut dan Pra Usia lanjut100%OrangSub Variabel
73
702.1.3.6. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Variabel
74
712.1.3.6.1.KB aktif (Contraceptive Prevalence Rate/ CPR)00Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai alokon terus-menerus hingga saat ini untuk menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan.Jumlah Peserta KB aktif dibagi jumlah PUS dikali 100%
< 65 % = sesuaia capaian
65 % - 70 % = 100 %
71 % - 75 % = 90 %
76 % - 80 % = 80 %
81 % - 85 % = 70 %
86 % - 90 % = 60 %
90 % - 100 %=50 %
70%LB3 USUB70%OrangSub Variabel
75
722.1.3.6.2.Peserta KB baru00Pasangan Usia Subur (PUS) yang baru pertama kali menggunakan metode kontrasepsi termasuk mereka yang pasca keguguran, sesudah melahirkan, atau pasca istirahat minimal 3 (tiga) bulan pada kurun waktu tertentu .Jumlah peserta KB baru dibagi jumlah PUS dikali 100% 10%LB3 USUB 10%OrangSub Variabel
76
732.1.3.6.3.Akseptor KB Drop Out00Peserta yang tidak melanjutkan penggunaan kontrasepsi (drop out) dalam 1 (satu) tahun kalender diwilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu .Kasus drop out tidak termasuk mereka yang ganti cara. Jumlah peserta KB aktif yang drop out dibagi jumlah KB aktif dikali 100% Jumlah peserta KB yang drop out dibagi jumlah peserta KB aktif dikali 100 %.
Catatan untuk kinerja Puskesmas : < 10% = 100%;
10 - 12,5% = 75%;
>12,5-15% =50%;
>15 -17,5% =25%
>17,5% = 0%
< 10%LB3 USUB<10%OrangSub Variabel
77
742.1.3.6.4.Peserta KB mengalami komplikasi00Peserta KB baru atau lama yang mengalami gangguan kesehatan dan mengarah pada keadaan patologis sebagai akibat dari proses tindakan/ pemberian/ pemasangan alat kontrasepsi yang digunakan seperti perdarahan, infeksi/ abses, flour albus patologis, perforasi, translokasi, hematoma, tekanan darah meningkat, perubahan Hemoglobin, edikalipusi. Komplikasi yang terjadi dalam periode 1 (satu) tahun kalender dihitung 1 (satu) kali serta dihitung per metode (IUD, implant, suntik, pil, MOP dan MOW) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu Jumlah peserta KB yang mengalami komplikasi dibagi jumlah KB aktif dikali 100% .

Catatan untuk kinerja Puskesmas: < 3,5% = 100%;
3,5 - 4,5% = 75%;
> 4,5-7,5% = 50%;
> 7,5 -10% = 25%
> 10% = 0%
< 3 ,5 %LB3 USUB<3,50%OrangSub Variabel
78
752.1.3.6.5.PUS dengan 4 T ber KB00PUS dimana istrinya memiliki salah satu kriteria “4T” yaitu : 1) berusia kurang dari 20 tahun;
2) berusia lebih 35 tahun;
3) telah memiliki anak hidup lebih dari 3 orang; atau
4) jarak kelahiran antara satu anak dengan lainnya kurang dari 2 tahun.
Jumlah PUS 4T ber KB dibagi jumlah PUS dengan 4T dikali 100 %80%LB3 USUB, 80%OrangSub Variabel
79
762.1.3.6.6.KB pasca persalinan00 Ibu yang mulai menggunakan alat kontrasepsi langsung sesudah melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan).jumlah ibu paska persalinan ber KB dibagi Jumlah sasaran ibu bersalin x 100%60%LB3 USUB60%OrangSub Variabel
80
772.1.3.6.7.CPW dilayanan kespro catin00calon pengantin perempuan yang telah mendapat pelayanan kesehatan reproduksi calon pengantin di Puskesmas dalam kurun waktu 1 tahunJumlah calon pengantin perempuan yang telah mendapat pelayanan kesehatan reproduksi calon pengantin, dibagi jumlah calon pengantin perempuan yang terdaftar di KUA/lembaga agama lain di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun dikali 100%68 %Laporan Bulanan Catin68%OrangSub Variabel
81
782.1.4.PELAYANAN GIZI Program
82
792.1.4.1.Pelayanan Gizi MasyarakatVariabel
83
802.1.4.1.1.Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita (6-59 bulan )31972877Bayi umur 6 - 11 bulan yang mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan vitamin A sebesar 100.000 Satuan Internasional (SI) dan anak umur 12 sampai 59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A berwarna merah dengan kandungan vitamin A sebesar 200.000 SI . Jumlah balita 6 - 59 bulan yang mendapat kapsul Vit. A di bagi Jumlah balita 6 - 59 bulan di kali 100 %.90%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)/5190%BalitaSub Variabel
84
812.1.4.1.2.Pemberian 90 tablet Besi pada ibu hamil760684Ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minimal 90 tablet selama masa kehamilan . jumlah ibu hamil yang mendapat minimal 90 Tablet Tambah darah di bagi Jumlah ibu hamil yang ada di kali 100 %. 90%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)/7790%Ibu hamilSub Variabel
85
822.1.4.1.3.Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri46204158Remaja putri SMP dan SMA sederajat yg mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai standar (TTD mengandung zat besi setara dgn 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat atau TTD lainnya dgn kandungan yg sesuai dgn WHO dan di minum secara rutin 1 tablet setiap minggu minimal 26 tablet dalam satu tahun ajaran ) . mendapat Tablet tambah darah (TTD) seminggu sekali yang sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat .Jumlah remaja putri SMP dan SMA sederajat yang mengkonsumsi tablet tambah darah di bagi jumlah sasaran jumlah siswi SMP dan SMA sederajat di kali 100 %. 90%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)/4490%Remaja PutriSub Variabel
86
832.1.4.2.Penanggulangan Gangguan Gizi Variabel
87
842.1.4.2.1.Pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang5143,35Balita usia 6 bulan sampai dengan 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z-score -3 SD sampai kurang dari -2 SD yang mendapat tambahan asupan gizi selain makanan utama.Jumlah balita gizi kurang mendapat makanan tambahan di bagi jumlah seluruh balita gizi kurang di kali 100 % . 85%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)85%BalitaSub Variabel
88
852.1.4.2.2 Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK )4435,2Ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang di tandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Yang mendapat makanan tambahan asupan zat gizi di luar makanan utama.Jumlah ibu hamil KEK yang mendapat makanan tambahan di bagi Jumlah sasaran ibu hamil KEK yang ada di kali 100 % . 80%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)80%Ibu hamilSub Variabel
89
862.1.4.2.3.Balita gizi buruk mendapat perawatan sesuai standar tatalaksana gizi buruk10,86Anak usia 0 - 59 bulan yang memiliki tanda klinis gizi buruk dan atau indeks Berat Badan menurut panjang Badan (BB/Pb) atau Berat badan menurut Tinggi badan (BB/TB) dengan nilai Z-score kurang dari -3 SD atau LILA <11,5 cm pada balita usia 6 - 59 bulan yang di hrawat inap maupun rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat sesuai dengan tata laksana gizi buruk . Jumlah gizi buruk pada bayi 0-5 bulan + balita 6 - 59 bulan yang mendapat perawatan di bagi Jumlah seluruh gizi buruk pada balita 0-59 bulan di kali 100 % .86%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)86%BalitaSub Variabel
90
872.1.4.2.4.Pemberian Proses Asuhan Gizi di Puskesmas (sesuai buku pedoman asuhan gizi tahun 2018 warna kuning )3113732proses asuhan gizi pada (bayi,balita,remaja,bumil,busui, lansia ) yang mempunyai masalah gizi seperti : pemantauan pertumbuhan,status gizi dan PTM serta PMBA jumlah kasus yang di tangani (12 kasus ) di bagi jumlah dokumen yang di buat (12 dokumen ) 12 dokumen
( 100 % )
Dokumen PAG12DokumenSub Variabel
91
882.1.4.3. Pemantauan Status GiziVariabel
92
892.1.4.3.1.Balita yang di timbang berat badanya ( D/S)35562667Anak yang berusia 0 bulan sampai 59 bulan yang di timbang berat badanya (D/S)Jumlah balita di timbang (D) di bagi Jumlah Balita yang ada (S) di kali 100 %75%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)75%BalitaSub Variabel
93
902.1.4.3.1.Balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D)29162449Anak yang berusia 0 bulan sampai 59 bulan yang memiliki grafik berat badan mengikuti garis pertumbuhan atau kenaikan berat badan pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya sesuai standar. Jumlah balita naik berat badannya (N) di bagi Jumlah seluruh balita yang di timbang (D ) di kali 100 %84%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)84%BalitaSub Variabel
94
912.1.4.3.2.Balita stunting ( pendek dan sangat pendek )3556498Anak umur 0 - 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) memiliki Z-score kurang dari -2SD
- <2,5% : sangat rendah
- < 10% : rendah
- < 10 - <20% : sedang
- 20 - <30% : tinggi
- > 30% : sangat tinggi
Jumlah balita pendek dan sangat pendek di bagi Jumlah balita yang diukur panjang /tinggi badan di kali 100 % .14,00%e-PPGBM 14%BalitaSub Variabel
95
922.1.4.3.3.Bayi usia 6 (enam) bulan mendapat ASI Eksklusif360180Bayi yang sampai usia 6 bulan yang hanya diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin dan mineral sejak lahir. Jumlah bayi usia 6 bulan mendapat ASI Eksklusif di bagi jumlah bayi usia 6 bulan di kali 100 % 50%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)50%BayiSub Variabel
96
932.1.4.3.4.Bayi yang baru lahir mendapat IMD (Inisiasi Menyusu Dini)726450Inisiasi Menyusu Dini (IMD ) adalah Proses menyusu di mulai segera setelah lahir. IMD dilakukan dengan cara kontak kulit ke kulit antara bayi dengan ibunya segera setelah lahir dan berlangsung minimal 1 (satu) jam . Jumlah bayi baru lahir hidup yang mendapat IMD di bagi Jumlah seluruh bayi baru lahir hidup di kali 100 %62%Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)62%BayiSub Variabel
97
942.1.5.PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT Program
98
952.1.5.1.Diare Variabel
99
962.1.5.1.1.Pelayanan Diare Balita00Penemuan kasus diare balita di sarana kesehatan di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu.Jumlah penderita balita diare yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dibagi target dikali 100%. Target = jumlah balita (sesuai data pusdatin) x prevalensi balita diare menurut provinsi Jawa Timur (SSGI 2022) di wilayah kerja puskesmas pada kurun waktu tertentu Balita adalah anak usia 0-59 bulan.100%Laporan Register PISP (diare) pada worksheet DIARE REKAP, kolom 16100%BalitaSub Variabel
100
972.1.5.1.1.Proporsi penggunaan oralit dan Zinc pada penderita diare balita00Penderita diare balita yang berobat mendapat oralit dan tablet Zinc di sarana kesehatan di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentuJumlah penderita diare balita yang mendapat oralit dan tablet Zinc yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dibagi total penderita diare balita di sarana kesehatan dikali 100 %100%Laporan Register PISP (diare) pada worksheet DIARE REKAP, kolom 40100%BalitaSub Variabel