| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | No | Variabel | Total Sasaran | Target Sasaran | Definisi Operasional | Cara Penghitungan | Target Th 2025 | Sumber Data | TARGET | Satuan sasaran | Kriteria Variabel | ||||||||||||||||
2 | 1 | KINERJA PROGRAM | (3) | (4) | (5) | (6) | |||||||||||||||||||||
3 | 2 | 2.1.UKM ESENSIAL DAN PERKESMAS | Pelayanan Kesehatan | ||||||||||||||||||||||||
4 | 3 | 2.1.1.PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN | Program | ||||||||||||||||||||||||
5 | 4 | 2.1.1.1.Pengkajian PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
6 | 5 | 2.1.1.1.1.Rumah Tangga yang dikaji | 12370 | 2474 | Rumah Tangga (RT) yang dikaji/dilaksanakan survey PHBS tatanan RT di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun. | Jumlah Rumah Tangga yang dikaji PHBS dibagi jumlah sasaran Rumah Tangga dikali 100% | 20% | Laporan Profil Promkes | 20% | Rumah Tangga | Sub Variabel | ||||||||||||||||
7 | 6 | 2.1.1.1.2.Institusi Pendidikan yang dikaji | 60 | 30 | Institusi Pendidikan (SD/ MI , SLTP / MTs, SLTA/ MA dan atau sederajat ) yang dikaji/dilaksanakan survey PHBS tatanan Instistusi Pendidikan di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun | Jumlah Institusi Pendidikan yang dikaji PHBS dibagi jumlah sasaran Institusi Pendidikan dikali 100% | 50% | Laporan Profil Promkes | 50% | Institusi Pendidikan | Sub Variabel | ||||||||||||||||
8 | 7 | 2.1.1.1.3.Pondok Pesantren (Ponpes) yang dikaji | 15 | 11 | Pondok Pesantren yang dikaji/dilaksanakan survey PHBS tatanan Pondok Pesantren di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun. | Jumlah Pondok Pesantren yang dikaji PHBS dibagi jumlah Ponpes dikali 100% | 70% | Laporan Profil Promkes | 70% | Ponpes | Sub Variabel | ||||||||||||||||
9 | 8 | 2.1.1.2.Tatanan Sehat | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
10 | 9 | 2.1.1.2.1.Rumah Tangga Sehat yang memenuhi 10 indikator PHBS | 2474 | 1385 | Rumah Tangga (minimal yang dikaji adalah 20% dari Total Rumah Tangga) yang memenuhi 10 indikator PHBS rumah tangga (persalinan ditolong oleh nakes di Faskes, bayi diberi ASI eksklusif, menimbang bayi/balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan pakai air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik dirumah, makan buah dan sayur tiap hari, aktivitas fisik tiap hari, tidak merokok) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun. | Jumlah Rumah Tangga yang memenuhi 10 indikator PHBS rumah tangga dibagi jumlah sasaran rumah tangga yang dikaji dikali 100% | 56% | Laporan Profil Promkes | 56% | Rumah Tangga | Sub Variabel | ||||||||||||||||
11 | 10 | 2.1.1.2.2.Institusi Pendidikan yang memenuhi 8 - 10 indikator PHBS (klasifikasi IV) | 30 | 23 | Institusi Pendidikan (minimal yang dikaji adalah 50% dari institusi pendidikan yang ada ) yang memenuhi 8 - 10 indikator PHBS Institusi Pendidikan (mencuci tangan dengan air yang mengalir & menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah, menggunakan jamban bersih dan sehat, Olah raga yang teratur dan terukur, Menggunakan air bersih, Memberantas jentik nyamuk di lingkungan sekolah, Sekolah menerapkan Kawasan tanpa rokok, Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan sehat , Membuang sampah pada tempatnya dan melakukan edukasi kesehatan di sekolah di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun. | Jumlah Institusi Pendidikan yang memenuhi 8 - 10 Indikator PHBS Institusi Pendidikan dibagi jumlah sasaran Institusi Pendidikan yang dikaji dikali 100% | 75% | Laporan Profil Promkes | 75% | Institusi Pendidikan | Sub Variabel | ||||||||||||||||
12 | 11 | 2.1.1.2.3.Ponpes yang memenuhi 11 -13 indikator PHBS Ponpes (Klasifikasi IV) | 11 | 6 | Pondok Pesantren (minimal yang dikaji adalah 70 % dari Ponpes yang ada) yang memenuhi 11-13 indikator PHBS Pondok Pesantren (kebersihan perorangan, penggunaan air bersih, menggunakan kamar mandi dan jamban sehat, aktivitas fisik secara rutin, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, membersihkan tempat penampungan air dan barang bekas bebas jentik, mengkonsumsi makanan gizi seimbang, pemanfaatan Poskestren dan sarana yankes, tidak merokok, mengetahui informasi kesehatan prioritas, menjadi peserta dana sehat dan atau jamkesmas, membuang sampah ke dalam tempat sampah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun. | Jumlah Ponpes yang memenuhi 11 - 13 indikator PHBS Ponpes dibagi jumlah Pondok Pesantren yang dikaji dikali 100% Catatan: tidak dihitung sebagai pembagi bila tidak ada Ponpes | 55% | Laporan Profil Promkes | 55% | Ponpes | Sub Variabel | ||||||||||||||||
13 | 12 | 2.1.1.3.Intervensi/ Penyuluhan | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
14 | 13 | 2.1.1.3.1.Kegiatan intervensi pada Kelompok Rumah Tangga | 260 | 260 | Kelompok rumah tangga di Posyandu yang telah diintervensi minimal 4 kali per Posyandu terkait 10 indikator PHBS bisa dengan penyuluhan kelompok langsung atau memberikan informasi kesehatan melalui WA grub dan atau bentuk intervensi lain (dengan metode apapun) oleh petugas Puskemas di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun | Jumlah kegiatan penyuluhan/bentuk intervensi lain terkait 10 indikator PHBS pada rumah tangga melalui Posyandu yang ada di wilayah Puskesmas selama 1 tahun dibagi (4 kali jumlah posyandu yang ada di wilayah kerja puskesmas) dikali 100 % | 100% | Laporan Tribulanan | 100% | kali | Sub Variabel | ||||||||||||||||
15 | 14 | 2.1.1.3.2.Kegiatan intervensi pada Institusi Pendidikan | 120 | 120 | Institusi Pendidikan (SD / MI ; SLTP / MTs, SLTA/MA ) yang telah diintervensi minimal 2 kali per institusi pendidikan baik dengan penyuluhan dan atau bentuk intervensi lainnya (dengan metode apapun) oleh petugas Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun | Jumlah kegiatan penyuluhan/bentuk intervensi lain pada institusi pendidikan yang dikaji PHBS selama 1 tahun dibagi (2 kali jumlah institusi pendidikan yang dikaji PHBS) dikali 100 % | 100% | Laporan Semesteran | 100% | kali | Sub Variabel | ||||||||||||||||
16 | 15 | 2.1.1.3.3.Kegiatan intervensi pada Pondok Pesantren | 30 | 30 | Pondok Pesantren yang telah diintervensi minimal 2 kali tiap ponpes baik dengan penyuluhan kelompok langsung atau memberikan informasi kesehatan melalui WA grub dan atau bentuk intervensi lainnya ( dengan metode apapun ) oleh petugas Puskesmas di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun | Jumlah kegiatan penyuluhan/bentuk intervensi lain pada pondok pesantren yang dikaji PHBS selama 1 tahun dibagi (2 kali jumlah pondok pesantren yang dikaji PHBS) dikali 100 % | 100% | Laporan Semesteran | 100% | kali | Sub Variabel | ||||||||||||||||
17 | 16 | 2.1.1.4.Pengembangan UKBM | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
18 | 17 | 2.1.1.4.1.Posyandu Balita PURI (Purnama Mandiri) | 65 | 50 | Posyandu yang berstrata Purnama dan Mandiri di wilayah kerja Puskesmas dalam waktu 1 tahun | Jumlah Posyandu Purnama dan Mandiri dibagi jumlah Posyandu yang ada dikali 100% | 77% | Laporan Profil Promkes | 77% | Posyandu | Sub Variabel | ||||||||||||||||
19 | 18 | 2.1.1.4.2.Poskesdes/ Poskeskel Aktif | 7 | 6 | Poskesdes/Poskeskel yang berstrata Madya, Purnama dan Mandiri di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun | Jumlah Poskesdes/Poskeskel yang berstrata Madya, Purnama dan Mandiri dibagi jumlah Poskesdes/Poskeskel yang ada dikali 100% | 79% | Laporan Profil Promkes | 79% | Poskesdes/ Poskeskel | Sub Variabel | ||||||||||||||||
20 | 19 | 2.1.1.4.3.Poskestren | Poskestren yang berstrata Madya, Purnama, Mandiri di wilayah kerja Puskesmas yang ada Pondok Pesantrennya dalam waktu satu tahun | Jumlah Poskestren berstrata Madya Purnama Mandiri dibagi jumlah poskestren yang ada di kali 100% | 70% | Laporan Profil Promkes | 70% | Poskestren | Sub Variabel | ||||||||||||||||||
21 | 20 | 2.1.1.4.3.SBH | Pangkalan SBH yang berstrata Madya, Purnama, Mandiri di wilayah kerja Puskesmas dalam waktu satu tahun | Jumlah Pangkalan SBH berstrata Madya Purnama Mandiri dibagi jumlah pangkalan SBH yang ada di kali 100% | 50% | Laporan Profil Promkes | 50% | Pangkalan SBH | Sub Variabel | ||||||||||||||||||
22 | 19 | 2.1.1.5.Pengembangan Desa/Kelurahan Siaga Aktif | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
23 | 20 | 2.1.1.5.1.Desa/Kelurahan Siaga Aktif | 7 | 7 | Desa/Kelurahan Siaga Aktif dengan Strata Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu satu tahun | Jumlah Desa/Kelurahan Siaga Aktif dengan Strata Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri dibagi jumlah total desa dikali 100% | 98,6% | Laporan Profil Promkes | 98,6% | Desa | Sub Variabel | ||||||||||||||||
24 | 21 | 2.1.1.5.2.Desa/Kelurahan Siaga Aktif PURI (Purnama Mandiri ) | 7 | 1 | Desa/Kelurahan Siaga Aktif dengan Strata Purnama dan Mandiri di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun | Jumlah Desa/Kelurahan Siaga Aktif Purnama dan Mandiri dibagi jumlah total Desa Siaga dikali 100% | 18,0% | Laporan Profil Promkes | 18,0% | Desa | Sub Variabel | ||||||||||||||||
25 | 22 | 2.1.1.5.3.Pembinaan Desa/Kelurahan Siaga Aktif | 7 | 7 | Pembinaan Desa/Kelurahan Siaga oleh petugas Puskesmas minimal 2 (dua) kali dalam satu tahun di wilayah kerja Puskesmas | Jumlah Desa/Kelurahan Siaga yang dibina 2 kali per tahun dibagi jumlah total desa/Kelurahan Siaga dikali 100 % | 100% | Laporan Semesteran | 100% | Desa | Sub Variabel | ||||||||||||||||
26 | 23 | 2.1.1.6. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
27 | 24 | 2.1.1.6.1.Promosi kesehatan untuk program prioritas di dalam gedung Puskesmas dan jaringannya (sasaran masyarakat) | 120 | 120 | Puskesmas dan jaringannya (Puskesmas, Pustu, Ponkesdes) memberikan promosi kesehatan program prioritas (Penurunan AKI AKB, Stunting, Germas, Gizi Seimbang, Anti Rokok, Skrining Penyakit, Imunisasi, Patuh Pengobatan, Sanitasi, Kebersihan Lingkungan, Pencegahan Penyakit Menular & Tidak Menular) kepada masyarakat yang datang ke Puskesmas dan jaringannya minimal 12 (dua belas) kali dalam satu tahun | Jumlah Puskesmas dan jaringannya yang melakukan promosi kesehatan program prioritas minimal sebanyak 12 (dua belas) kali dalam kurun waktu satu tahun kepada masyarakat yang datang ke Puskesmas dan jaringannya dibagi jumlah Puskesmas dan jaringannya di satu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100 % | 100% | Laporan Bulanan | 100% | Puskesmas & Jaringannya | Sub Variabel | ||||||||||||||||
28 | 25 | 2.1.1.6.1.Pengukuran dan Pembinaan Tingkat Perkembangan UKBM | 111 | 111 | Pengukuran dan pembinaan tingkat perkembangan UKBM adalah penentuan strata UKBM yang terdiri dari strata Pratama, Madya, Purnama & Mandiri serta pembinaan tingkat perkembangannya agar meningkat stratanya. UKBM yang diukur dan dibina tingkat perkembangannya adalah Posyandu, Poskesdes, Pos Kesehatan Pesantren, Saka Bhakti Husada, yang ada di wilayah kerja Puskesmas, oleh petugas Puskesmas selama 1 (satu) tahun. Skor strata berdasarkan Buku Pedoman Pengukuran Tingkat Perkembangan UKBM yaitu Posyandu (Pratama : <60; Madya : 60-74; Purnama :75-94; Mandiri : 95 -100 ); Posyandu COE/ILP (Pratama : <56; Madya : 56-70; Purnama :71-85; Mandiri : 86 -100 Poskesdes (Pratama : <50; Madya : 50 - 69; Purnama:70-89; Mandiri : 90 - 100); Poskestren (Pratama : <50; Madya : 50 - 69; Purnama:70-89;Mandiri : 90 - 100); SBH ( Pratama : < 30; Madya : 30 - 60: Purnama: 61 - 79; Mandiri : 80 -100). | Jumlah UKBM yang diukur dan dibina tingkat perkembangannya dibagi Jumlah UKBM yang ada di satu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun dikali 100 % | 100% | Laporan Profil Promkes | 100% | Jenis UKBM | Sub Variabel | ||||||||||||||||
29 | 26 | 2.1.2.PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN | Program | ||||||||||||||||||||||||
30 | 27 | 2.1.2.1.Penyehatan Air | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
31 | 28 | 2.1.2.1.1.Inspeksi Kesehatan Lingkungan Sarana Air Minum (SAM) | 3012 | 1657 | Monitoring/ Inspeksi Kesehatan Lingkungan /IKL terhadap Sarana Air Minum (SAM),yaitu yang meliputi : - jaringan perpipaan, (PDAM, Hippam / BPSPAM), - Bukan Jaringan Perpipaan Komunal (sumur pompa tangan, sumur bor dengan pompa, sumur gali terlindung, sumur gali dengan pompa), - Perlindungan Mata Air (PMA), - Penampungan Air Hujan (PAH) yang disebut sebagai sistim penyediaan air bersih/Minum (SPAM) di wilayah kerja Puskesmas selama kurun waktu tertentu. | Jumlah SAM yang di IKL dibagi jumlah SAM yang ada dikali 100 % | 55% | Laporan Bulanan | 55% | SAM | Sub Variabel | ||||||||||||||||
32 | 29 | 2.1.2.1.2.Sarana Air Minum (SAM) yang telah di IKL | 1390 | 1251 | Sarana Air Minum (SAM) dimana hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) secara teknis dalam kategori resiko rendah dan sedang, sehingga aman untuk dipakai kebutuhan sehari-hari (termasuk untuk kebutuhan makan dan minum) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu | Jumlah SAM yang di IKL dengan hasil rendah dan sedang dibagi jumlah SAM yang di IKL dikali 100 % | 90% | Laporan Bulanan | 90% | SAM | Sub Variabel | ||||||||||||||||
33 | 30 | 2.1.2.1.3.Sarana Air Minum (SAM) yang diperiksa kualitas airnya | 1001 | 761 | Sarana Air Minum (SAM) yang beresiko rendah dan sedang di uji kualitas airnya (laboratorium/sanitarian kit) di wilayah kerja Puskesmas selama kurun waktu tertentu | Jumlah SAM yang di uji kualitas airnya dibagi jumlah SAM resiko rendah dan sedang dikali 100% | 76% | Laporan Bulanan | 76% | SAM | Sub Variabel | ||||||||||||||||
34 | 31 | 2.1.2.1.4.Sarana Air Minum (SAM) yang memenuhi syarat | 1 | 0 | Sarana Air Minum (SAM) yang sudah diuji kualitas secara fisik, kimia, dan mikrobiologi (laboratorium/sanitarian kit) memenuhi syarat kesehatan | Jumlah SAM yang uji kulitas airnya memenuhi syarat dibagi jumlah SAM yang diuji kualitas airnya | 15% | Laporan Bulanan | 15% | SAM | Sub Variabel | ||||||||||||||||
35 | 32 | 2.1.2.2.Penyehatan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
36 | 33 | 2.1.2.2.1.Pembinaan Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) | 17 | 11,9 | Monitoring/ Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Tempat Pengelolaan Makanan (TPP) dengan sasaran: 1. Jasa Boga / Katering (Gol A, B, dan C) 2. Restoran 3. DAM (Depot Air Minum) 4. TPP Tertentu (Makanan yang tahan hingga 7 hari) 5. Rumah Makan (Gol A1 dan A2) 6. Penyediaan Makanan Keliling Tempat Tidak Tetap (Gerai Pangan Jajanan Keliling Gol A1, A2, dan B) 7. Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya (Sentra Pangan Jajanan/Kantin, Gerai Pangan Jajanan, dan Dapur Gerai Pangan Jajanan) pada kurun waktu tertentu | Jumlah TPP yang di IKL dibagi jumlah TPP yang ada dikali 100 % | 70% | Laporan Tribulan | 70% | TPP | Sub Variabel | ||||||||||||||||
37 | 34 | 2.1.2.2.2.TPP yang memenuhi syarat kesehatan | 9 | 5,4 | TPP yang dari segi fisik (sanitasi), penjamah, kualitas makanan memenuhi syarat tidak berpotensi menimbulkan kontaminasi atau dampak negatif kesehatan, dengan bukti hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang memenuhi syarat kesehatan selama di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu | Jumlah TPP yang memenuhi syarat kesehatan dibagi jumlah TPP yang dibina dikali 100 % | 60% | Laporan Tribulan | 60% | TPP | Sub Variabel | ||||||||||||||||
38 | 35 | 2.1.2.3. Pembinaan Tempat Fasilitas Umum (TFU) | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
39 | 36 | 2.1.2.3.1.Pembinaan sarana TFU Prioritas | 24 | 21,12 | Inspeksi kesehatan lingkungan dan pembinaan yang meliputi rekomendasi teknis dll terhadap penanggung jawab dan petugas pada TFU Prioritas (Puskesmas, SD/MI, SMP/MTs) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu. | Jumlah TFU Prioritas yang dibina dibagi jumlah TFU Prioritas yang terdaftar dikali 100 % | 88% | Laporan Tribulan | 88% | TFU | Sub Variabel | ||||||||||||||||
40 | 37 | 2.1.2.3.2.TFU Prioritas yang memenuhi syarat kesehatan | 20 | 5 | TFU prioritas yang memenuhi syarat kesehatan, dimana secara teknis cukup aman untuk dipergunakan dan tidak memiliki resiko negatif terhadap pengguna, petugas dan lingkungan sekitar dengan dibuktikan hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang memenuhi syarat pada kurun waktu tertentu | Jumlah TFU Prioritas yang memenuhi syarat kesehatan dibagi jumlah TFU Prioritas yang terdaftar dikali 100 % | 25% | Laporan Tribulan | 25% | TFU | Sub Variabel | ||||||||||||||||
41 | 38 | 2.1.2.4.Yankesling (Klinik Sanitasi) | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
42 | 39 | 2.1.2.4.1.Konseling Sanitasi | 336 | 33,6 | Pelayanan berupa Konseling Sanitasi yang diberikan kepada pasien/penderita Penyakit yang Berbasis Lingkungan (PBL), yaitu ISPA, TBC, DBD, Malaria, Chikungunya, Flu burung, Filariasis, Diare, Kecacingan, Kulit, keracunan makanan dan peptisida di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu . | Jumlah pasien PBL yang dikonseling dibagi dengan jumlah Pasien PBL di wilayah Puskesmas dikali 100 % | 10% | Laporan Bulanan Puskesmas (LB1), laporan/jumlah pasien jumlah | 10% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
43 | 40 | 2.1.2.4.2.Inspeksi Kesehatan Lingkungan PBL | 24 | 4,8 | Inspeksi Kesehatan Lingkungan terhadap sarana pasien PBL yang telah dikonseling | Jumlah IKL sarana pasien PBL yang dikonseling dibagi dengan jumlah pasien yang dikonseling dikali 100% | 20% | Laporan Bulanan Puskesmas | 20% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
44 | 41 | 2.1.2.4.3.Intervensi terhadap pasien PBL yang di IKL | 0 | 0 | Pasien PBL menindaklanjuti hasil inspeksi | Jumlah pasien PBL yang menindaklanjuti hasil inspeksi dibagi jumlah pasien PBL yang di IKL dikali 100% | 40% | Laporan Bulanan Puskesmas | 40% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
45 | 42 | 2.1.2.5. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ( STBM ) = Pemberdayaan Masyarakat | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
46 | 43 | 2.1.2.5.1.Desa/kelurahan yang Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) | 7 | 7 | Desa/Kelurahan yang masyarakatnya sudah tidak ada yang berperilaku buang air besar di sembarangan tempat tetapi sudah buang air besar di tempat yang terpusat/jamban sehat pada kurun waktu tertentu. | Jumlah Desa/Kelurahan yang sudah Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dibagi jumlah desa/kelurahan yang ada dikali 100 % | 100% | Laporan Bulanan STBM | 100% | Desa/Kel. | Sub Variabel | ||||||||||||||||
47 | 44 | 2.1.2.5.2.Desa/ Kelurahan Implementasi STBM 5 Pilar | 7 | 2,8 | Desa/Kelurahan yang : 1. Minimal ada intervensi pemicuan 5 Pilar STBM; 2. Ada Natural Leader terlatih 5 Pilar STBM; 3. Ada rencana aksi kegiatan menuju 5 Pilar STBM. | Jumlah Desa/Kelurahan implementasi STBM 5 Pilar dibagi jumlah desa/kelurahan yang ada dikali 100% | 40% | Laporan Bulanan STBM | 40% | Desa/Kel. | Sub Variabel | ||||||||||||||||
48 | 45 | 2.1.2.5.3.Desa/ Kelurahan ber STBM 5 Pilar | 7 | 1,4 | Desa/Kelurahan yang masyarakatnya : 1. Pilar pertama/ Stop BABS 100%; 2. Keempat pilar lainnya (cuci tangan pakai sabun, Mengelola air minum dan makanan yang aman, Mengelola sampah dengan benar, Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman) telah mencapai 50% dari total KK. dan dibuktikan dengan Berita Acara Verifikasi | Jumlah Desa/ Kelurahan STBM 5 Pilar dibagi jumlah Desa/ Kelurahan yang ada dikali 100 % | 20% | Laporan Bulanan STBM | 20% | Desa/Kel. | Sub Variabel | ||||||||||||||||
49 | 46 | 2.1.3.PELAYANAN KESEHATAN KELUARGA | Program | ||||||||||||||||||||||||
50 | 47 | 2.1.3.1.Kesehatan Ibu | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
51 | 48 | 2.1.3.1.1.Kunjungan Pertama Ibu Hamil (K1) | 0 | 0 | Kunjungan antenatal pertama pada trimester 1 dibagi seluruh sasaran ibu hamil di suatu wilayah kerja dengan kurun waktu dalam 1 tahun yang sama | Jumlah Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar (K1 Murni) dibagi sasaran ibu hamil dikali 100% | 100% | Laporan PWS KIA | 100% | Ibu hamil | Sub Variabel | ||||||||||||||||
52 | 49 | 2.1.3.1.2.Pelayanan Persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan (Pf) -SPM | 0 | 0 | Adalah Ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan | Jumlah persalinan oleh tenaga kesehatan yang kompeten di fasilitas pelayanan kesehatan dibagi jumlah sasaran ibu bersalin dikali 100% | 100% | Laporan PWS-KIA | 100% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
53 | 50 | 2.1.3.1.3.Pelayanan Nifas oleh tenaga kesehatan (KF) | 0 | 0 | Adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca bersalin oleh tenaga kesehatan, dengan distribusi waktu; 1 kali pada 6 - 48 jam, 1 kali pada 3 - 7 hari, 1 kali pada 8 - 28 hari dan 1 kali pada 29 - 42 hari | Jumlah ibu nifas yang memperoleh 4 kali pelayanan nifas sesuai standar dibagi sasaran ibu bersalin dikali 100% | 95% | Laporan PWS-KIA | 95% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
54 | 51 | 2.1.3.1.4.Penanganan komplikasi kebidanan (PK) | 0 | 0 | Adalah penanganan komplikasi kebidanan, yaitu penyakit menular maupun tidak menular serta masalah gizi yang terjadi pada waktu hamil, bersalin dan nifas, abortus, perdarahan, Pre eklamsi/ eklamsi, persalinan macet, infeksi, abortus, malaria, HIV/AIDS, Sifilis, Hepatitis, TB, hipertensi, diabetes melitus, anemia gizi besi dan Kurang Energi Kronis (KEK), dll oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi | Jumlah ibu hamil,bersalin dan nifas dengan komplikasi kebidanan yang mendapatkan penanganan definitif (sampai selesai) dibagi 20% sasaran ibu hamil dikali 100% | 100% | Laporan PWS-KIA | 100% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
55 | 52 | 2.1.3.1.5.Ibu hamil yang diperiksa HIV | 0 | 0 | Adalah Ibu hamil diperiksa Human Imuno Deficiency Virus (HIV) | Jumlah ibu hamil yang diperiksa HIV dibagi ibu hamil K1 dikali 100 % | 100% | LAPORAN LB3KIA | 100% | Ibu hamil | Sub Variabel | ||||||||||||||||
56 | 53 | 2.1.3.2.Kesehatan Bayi | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
57 | 54 | 2.1.3.2.1.Pelayanan Kesehatan Neonatus pertama (KN1) | 0 | 0 | Neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada 6 (enam) sd 48 (empat puluh delapan) jam setelah lahir. Pelayanan yang diberikan meliputi: Inisiasi Menyusu Dini (IMD), salep mata, perawatan tali pusat, injeksi vitamin K1, imunisasi Hepatitis B (HB0) dan pemeriksaan menggunakan Form Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM) | Jumlah neonatus yang mendapat pelayanan sesuai standar pada 6-48 jam setelah lahir di bagi sasaran lahir hidup dikali 100% | 100% | Laporan PWS-KIA | 100% | Bayi | Sub Variabel | ||||||||||||||||
58 | 55 | 2.1.3.2.2.Pelayanan Kesehatan Neonatus 0 - 28 hari (KN lengkap) -SPM | 0 | 0 | Neonatus umur 0-28 hari yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar paling sedikit 3 (tiga) kali dengan distribusi waktu : 1 (satu) kali pada 6 – 48 jam setelah lahir; 1 (satu) kali pada hari ke 3 – 7; 1 (satu) kali pada hari ke 8 – 28 | Jumlah neonatus umur 0-28 hari yang memperoleh minimal 3 kali pelayanan sesuai standar dibagi sasaran lahir hidup dikali 100% | 100% | Laporan PWS KIA | 100% | Bayi | Sub Variabel | ||||||||||||||||
59 | 56 | 2.1.3.2.3.Penanganan komplikasi neonatus | 0 | 0 | Neonatus dengan komplikasi yang mendapat penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan tertentu. Neonatal dengan komplikasi adalah neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan dan/kematian, dan neonatus dengan komplikasi meliputi trauma lahir, asfiksia, ikterus, hipotermi,Tetanus Neonatorum, sepsis, Bayi Berat Badan Lahir (BBLR) kurang dari 2500 gr, kelainan kongenital, sindrom gangguan pernafasan maupun termasuk klasifikasi kuning dan merah pada MTBM, dll | Jumlah neonatus dengan komplikasi yang mendapat penanganan sesuai standar dibagi 15% sasaran lahir hidup kali 100% | 100% | Laporan PWS-KIA | 100% | Bayi | Sub Variabel | ||||||||||||||||
60 | 57 | 2.1.3.2.4.Pelayanan kesehatan bayi 29 hari - 11 bulan | 0 | 0 | Bayi yang mendapatkan pelayanan paripurna sesuai standar minimal 4 (empat) kali yaitu 1 (satu) kali pada umur 29 hari – 2 bulan; 1 (satu) kali pada umur 3-5 bulan, 1 (satu) kali pada umur 6-8 bulan dan 1( satu) kali pada umur 9-11 bulan sesuai standar dan telah lulus KN lengkap pada kurun waktu tertentu. Pelayanan kesehatan tersebut meliputi, pemberian Vitamin A 1 (satu) kali, imunisasi dasar lengkap, SDIDTK 4 kali bila sakit di MTBS. | Jumlah bayi usia 29 hari- 11 bulan yang telah memperoleh 4 kali pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi sasaran bayi dikali 100% | 95% | PWS-KIA | 95% | Bayi | Sub Variabel | ||||||||||||||||
61 | 58 | 2.1.3.3. Kesehatan Anak Balita dan Anak Prasekolah | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
62 | 59 | 2.1.3.3.1.Pelayanan kesehatan balita (0 - 59 bulan) | 0 | 0 | Pelayanan kesehatan balita berusia 0-59 bulan sesuai standar meliputi pelayanan kesehatan balita sehat dan balita sakit 1. Pelayanan kesehatan balita usia 0-11 bulan sehat meliputi: a). Penimbangan minimal 8 kali setahun b).pengukuran panjang/tinggi badan minimal 2 kali/tahun. c). Pemantauan perkembangan minimal 2 kali/tahun. d).Pemberian kapsul vitamin A pada fusia 6-11 bulan 1 kali setahun. e) Pemberian imunisasi dasar lengkap. Pelayanan kesehatan Balita usia 12-23 bulan: (1) Penimbangan minimal 8 kali setahun (minimal 4 kali dalam kurun waktu 6 bulan). (2) Pengukuran panjang/tinggi badan minimal 2 kali/tahun (3) Pemantauan perkembangan minimal 2 kali/tahun (4).Pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun. (5) Pemberian Imunisasi Lanjutan. Pelayanan kesehatan Balita usia 24-59 bulan: (1) Penimbangan minimal 8 kali setahun (minimal 4 kali dalam kurun waktu 6 bulan). (2) Pengukuran panjang/tinggi badan minimal 2 kali/tahun. (3) Pemantauan perkembangan minimal 2 kali/ tahun. (4) Pemberian kapsul vitamin A sebanyak 2 kali setahun. d) Pemantauan perkembangan balita. e) Pemberian kapsul vitamin A. f) Pemberian imunisasi dasar lengkap. g) Pemberian imunisasi lanjutan. h) Pengukuran berat badan dan panjang/tinggi badan. i) Edukasi dan informasi. 3) Pelayanan kesehatan balita sakit adalah pelayanan balita menggunakan pendekatan manajemen terpadu balita sakit (MTBS) | Jumlah Balita usia 12-23 bulan yang mendapat Pelayanan Kesehatan sesuai Standar 1 + Jumlah Balita usia 24-35 bulan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar 2 + Balita usia 36-59 bulan mendapakan pelayanan sesuai standar 3 sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah balita usia 12 –59 bulanpada kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% | 100% | Laporan PWS-KIA | 100% | Balita | Sub Variabel | ||||||||||||||||
63 | 60 | 2.1.3.3.2.Pelayanan kesehatan Anak pra sekolah (5-6 Tahun) | 0 | 0 | Anak pra sekolah umur 60-72 bulan yang memperoleh pelayanan sesuai standar meliputi pemantauan pertumbuhan minimal 8 (delapan) kali dalam 1 (satu) tahun; pemantauan perkembangan minimal 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada kurun waktu tertentu. | Jumlah anak umur 60-72 bulan yang memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi sasaran anak prasekolah dikali 100% | 84% | Laporan PWS-KIA | 84% | Anak | Sub Variabel | ||||||||||||||||
64 | 61 | 2.1.3.4. Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
65 | 62 | 2.1.3.4.1.Sekolah setingkat SD/MI/SDLB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan | 0 | 0 | Sekolah setingkat SD/MI/SDLB yang mendapatkan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan (contoh: data PKP 2024 menggunakan data Juli 2023 sd Juni 2024) | Jumlah sekolah setingkat SD/ MI/ SDLB yang melaksanakan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan dibagi jumlah seluruh sekolah setingkat SD/MI/ SDLB di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan yang sama dikali 100% | 100% | Laporan skrining kesehatan | 100% | Sekolah | Sub Variabel | ||||||||||||||||
66 | 63 | 2.1.3.4.2.Sekolah setingkat SMP/MTs/SMPLB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan | 0 | 0 | Sekolah setingkat SMP/MTs/SMPLB yang mendapatkan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan | Jumlah sekolah setingkat SMP/ MTs/ SMPLB yang melaksanakan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan dibagi jumlah seluruh sekolah setingkat SD/MI/ SDLB di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan yang sama dikali 100% | 100% | Laporan skrining kesehatan | 100% | Sekolah | Sub Variabel | ||||||||||||||||
67 | 64 | 2.1.3.4.3.Sekolah setingkat SMA/MA/SMK/SMALB yang melaksanakan pemeriksaan penjaringan kesehatan | 0 | 0 | Sekolah setingkat SMA/MA/SMK/SMALB yang mendapatkan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan | Jumlah sekolah setingkat SMA/ MA/SMK/SMALB yang melaksanakan skrining kesehatan kesehatan di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu tahun ajaran pendidikan dibagi jumlah seluruh sekolah setingkat SMA/MA/SMK/ SMALB di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan yang sama dikali 100% | 100% | Laporan skrining kesehatan | 100% | Sekolah | Sub Variabel | ||||||||||||||||
68 | 65 | 2.1.3.4.4.Pelayanan Kesehatan pada Usia Pendidikan Dasar kelas 1 sampai dengan kelas 9 dan diluar satuan pendidikan dasar | 0 | 0 | Murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 (SD/MI dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 tahun diluar sekolah (pondok pesantren, panti/LKSA, lapas/LPKA dan lainnya) yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan. Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi : skrining kesehatan (penilaian status gizi, penilaian tanda vital, penilaiankesehatan gigi dan mulut dan penilaian ketajaman indera) dan tindak lanjut hasil skrining kesehatan (Standar Pelayanan Minimal ke 5) | Jumlah murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 (SD/MI dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 tahun diluar sekolah (pondok pesantren, panti/LKSA, lapas/LPKA dan lainnya) yang mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan dibagi jumlah semua murid kelas 1 sampai dengan kelas 9 (SD/MI dan SMP/MTs) dan usia 7 -15 tahun diluar sekolah (pondok pesantren, panti/LKSA, lapas/LPKA dan lainnya) di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun ajaran pendidikan yang sama dikali 100% | 100% | Laporan skrining kesehatan (dalam dan luar sekolah) | 100% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
69 | 66 | 2.1.3.4.5.Pelayanan kesehatan remaja | 0 | 0 | Remaja usia 10 – 17 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan remaja berupa skrining kesehatan sesuai standar, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) , konseling dan pelayanan medis di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun . Skrining kesehatan sesuai standar meliputi : a. pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut, b. pengukuran tekanan darah, c. anamnesis perilaku berisiko. | Jumlah remaja usia 10 - 18 tahun yang mendapat pelayanan kesehatan remaja berupa skrining kesehatan sesuai standar, KIE, konseling dan pelayanan medis di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun dibagi jumlah semua remaja usia 10 - 18 tahun di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu tahun yang sama dikali 100% | 100% | Laporan pelayanan kesehatan remaja, Laporan skrining kesehatan. | 100% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
70 | 67 | 2.1.3.5 .Pelayanan Kesehatan Lansia | 0% | Variabel | |||||||||||||||||||||||
71 | 68 | 2.1.3.5.1.Pelayanan Kesehatan pada Usia Lanjut (usia ≥ 60 tahun ) (SPM ke 7) | 0 | Setiap warga negara usia 60 tahun atau lebih yang mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar minimal 1 kali pada kurun waktu satu tahun. Skrining meliputi : 1. Pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar perut 2. Pengukuran tekanan darah 3. Pemeriksaan gula darah dan kolesterol. 4. Pemeriksaan gangguan mental 5. Pemeriksaan gangguan kognitif 6. Pemeriksaan tingkat kemandirian usia lanjut 7.Anamnesa perilaku berisiko. Tindaklanjut hasil skrining kesehatan meliputi: a) Melakukan rujukan jika diperlukan b) Memberikan penyuluhan kesehatan | Jumlah warga negara berusia 60 tahun atau lebih yang mendapat skrining kesehatan sesuai standar minimal 1 (satu) kali di suatu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun di bagi jumlah semua warga negara berusia 60 tahun atau lebih di suatu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun yang sama di kali 100 %. | 100% | Laporan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut | 100% | Orang | Sub Variabel | |||||||||||||||||
72 | 69 | 2.1.3.5.2.Pelayanan Kesehatan pada Pra usia lanjut (45 - 59 tahun) | 0 | 0 | Setiap warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun. Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi : 1. Edukasi kesehatan 2. Skrining faktor resiko yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun. | Jumlah warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun di bagi Jumlah semua warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun yang sama di kali 100 %. | 100% | Laporan Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut dan Pra Usia lanjut | 100% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
73 | 70 | 2.1.3.6. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
74 | 71 | 2.1.3.6.1.KB aktif (Contraceptive Prevalence Rate/ CPR) | 0 | 0 | Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai alokon terus-menerus hingga saat ini untuk menjarangkan kehamilan atau yang mengakhiri kesuburan. | Jumlah Peserta KB aktif dibagi jumlah PUS dikali 100% < 65 % = sesuaia capaian 65 % - 70 % = 100 % 71 % - 75 % = 90 % 76 % - 80 % = 80 % 81 % - 85 % = 70 % 86 % - 90 % = 60 % 90 % - 100 %=50 % | 70% | LB3 USUB | 70% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
75 | 72 | 2.1.3.6.2.Peserta KB baru | 0 | 0 | Pasangan Usia Subur (PUS) yang baru pertama kali menggunakan metode kontrasepsi termasuk mereka yang pasca keguguran, sesudah melahirkan, atau pasca istirahat minimal 3 (tiga) bulan pada kurun waktu tertentu . | Jumlah peserta KB baru dibagi jumlah PUS dikali 100% | 10% | LB3 USUB | 10% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
76 | 73 | 2.1.3.6.3.Akseptor KB Drop Out | 0 | 0 | Peserta yang tidak melanjutkan penggunaan kontrasepsi (drop out) dalam 1 (satu) tahun kalender diwilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu .Kasus drop out tidak termasuk mereka yang ganti cara. | Jumlah peserta KB aktif yang drop out dibagi jumlah KB aktif dikali 100% Jumlah peserta KB yang drop out dibagi jumlah peserta KB aktif dikali 100 %. Catatan untuk kinerja Puskesmas : < 10% = 100%; 10 - 12,5% = 75%; >12,5-15% =50%; >15 -17,5% =25% >17,5% = 0% | < 10% | LB3 USUB | <10% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
77 | 74 | 2.1.3.6.4.Peserta KB mengalami komplikasi | 0 | 0 | Peserta KB baru atau lama yang mengalami gangguan kesehatan dan mengarah pada keadaan patologis sebagai akibat dari proses tindakan/ pemberian/ pemasangan alat kontrasepsi yang digunakan seperti perdarahan, infeksi/ abses, flour albus patologis, perforasi, translokasi, hematoma, tekanan darah meningkat, perubahan Hemoglobin, edikalipusi. Komplikasi yang terjadi dalam periode 1 (satu) tahun kalender dihitung 1 (satu) kali serta dihitung per metode (IUD, implant, suntik, pil, MOP dan MOW) di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu | Jumlah peserta KB yang mengalami komplikasi dibagi jumlah KB aktif dikali 100% . Catatan untuk kinerja Puskesmas: < 3,5% = 100%; 3,5 - 4,5% = 75%; > 4,5-7,5% = 50%; > 7,5 -10% = 25% > 10% = 0% | < 3 ,5 % | LB3 USUB | <3,50% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
78 | 75 | 2.1.3.6.5.PUS dengan 4 T ber KB | 0 | 0 | PUS dimana istrinya memiliki salah satu kriteria “4T” yaitu : 1) berusia kurang dari 20 tahun; 2) berusia lebih 35 tahun; 3) telah memiliki anak hidup lebih dari 3 orang; atau 4) jarak kelahiran antara satu anak dengan lainnya kurang dari 2 tahun. | Jumlah PUS 4T ber KB dibagi jumlah PUS dengan 4T dikali 100 % | 80% | LB3 USUB, | 80% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
79 | 76 | 2.1.3.6.6.KB pasca persalinan | 0 | 0 | Ibu yang mulai menggunakan alat kontrasepsi langsung sesudah melahirkan (sampai dengan 42 hari sesudah melahirkan). | jumlah ibu paska persalinan ber KB dibagi Jumlah sasaran ibu bersalin x 100% | 60% | LB3 USUB | 60% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
80 | 77 | 2.1.3.6.7.CPW dilayanan kespro catin | 0 | 0 | calon pengantin perempuan yang telah mendapat pelayanan kesehatan reproduksi calon pengantin di Puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun | Jumlah calon pengantin perempuan yang telah mendapat pelayanan kesehatan reproduksi calon pengantin, dibagi jumlah calon pengantin perempuan yang terdaftar di KUA/lembaga agama lain di wilayah kerja Puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun dikali 100% | 68 % | Laporan Bulanan Catin | 68% | Orang | Sub Variabel | ||||||||||||||||
81 | 78 | 2.1.4.PELAYANAN GIZI | Program | ||||||||||||||||||||||||
82 | 79 | 2.1.4.1.Pelayanan Gizi Masyarakat | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
83 | 80 | 2.1.4.1.1.Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita (6-59 bulan ) | 3197 | 2877 | Bayi umur 6 - 11 bulan yang mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan vitamin A sebesar 100.000 Satuan Internasional (SI) dan anak umur 12 sampai 59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A berwarna merah dengan kandungan vitamin A sebesar 200.000 SI . | Jumlah balita 6 - 59 bulan yang mendapat kapsul Vit. A di bagi Jumlah balita 6 - 59 bulan di kali 100 %. | 90% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)/51 | 90% | Balita | Sub Variabel | ||||||||||||||||
84 | 81 | 2.1.4.1.2.Pemberian 90 tablet Besi pada ibu hamil | 760 | 684 | Ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minimal 90 tablet selama masa kehamilan . | jumlah ibu hamil yang mendapat minimal 90 Tablet Tambah darah di bagi Jumlah ibu hamil yang ada di kali 100 %. | 90% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)/77 | 90% | Ibu hamil | Sub Variabel | ||||||||||||||||
85 | 82 | 2.1.4.1.3.Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri | 4620 | 4158 | Remaja putri SMP dan SMA sederajat yg mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai standar (TTD mengandung zat besi setara dgn 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat atau TTD lainnya dgn kandungan yg sesuai dgn WHO dan di minum secara rutin 1 tablet setiap minggu minimal 26 tablet dalam satu tahun ajaran ) . mendapat Tablet tambah darah (TTD) seminggu sekali yang sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat . | Jumlah remaja putri SMP dan SMA sederajat yang mengkonsumsi tablet tambah darah di bagi jumlah sasaran jumlah siswi SMP dan SMA sederajat di kali 100 %. | 90% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG)/44 | 90% | Remaja Putri | Sub Variabel | ||||||||||||||||
86 | 83 | 2.1.4.2.Penanggulangan Gangguan Gizi | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
87 | 84 | 2.1.4.2.1.Pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang | 51 | 43,35 | Balita usia 6 bulan sampai dengan 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z-score -3 SD sampai kurang dari -2 SD yang mendapat tambahan asupan gizi selain makanan utama. | Jumlah balita gizi kurang mendapat makanan tambahan di bagi jumlah seluruh balita gizi kurang di kali 100 % . | 85% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG) | 85% | Balita | Sub Variabel | ||||||||||||||||
88 | 85 | 2.1.4.2.2 Pemberian makanan tambahan pada ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK ) | 44 | 35,2 | Ibu hamil dengan risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) yang di tandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm. Yang mendapat makanan tambahan asupan zat gizi di luar makanan utama. | Jumlah ibu hamil KEK yang mendapat makanan tambahan di bagi Jumlah sasaran ibu hamil KEK yang ada di kali 100 % . | 80% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG) | 80% | Ibu hamil | Sub Variabel | ||||||||||||||||
89 | 86 | 2.1.4.2.3.Balita gizi buruk mendapat perawatan sesuai standar tatalaksana gizi buruk | 1 | 0,86 | Anak usia 0 - 59 bulan yang memiliki tanda klinis gizi buruk dan atau indeks Berat Badan menurut panjang Badan (BB/Pb) atau Berat badan menurut Tinggi badan (BB/TB) dengan nilai Z-score kurang dari -3 SD atau LILA <11,5 cm pada balita usia 6 - 59 bulan yang di hrawat inap maupun rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat sesuai dengan tata laksana gizi buruk . | Jumlah gizi buruk pada bayi 0-5 bulan + balita 6 - 59 bulan yang mendapat perawatan di bagi Jumlah seluruh gizi buruk pada balita 0-59 bulan di kali 100 % . | 86% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG) | 86% | Balita | Sub Variabel | ||||||||||||||||
90 | 87 | 2.1.4.2.4.Pemberian Proses Asuhan Gizi di Puskesmas (sesuai buku pedoman asuhan gizi tahun 2018 warna kuning ) | 311 | 3732 | proses asuhan gizi pada (bayi,balita,remaja,bumil,busui, lansia ) yang mempunyai masalah gizi seperti : pemantauan pertumbuhan,status gizi dan PTM serta PMBA | jumlah kasus yang di tangani (12 kasus ) di bagi jumlah dokumen yang di buat (12 dokumen ) | 12 dokumen ( 100 % ) | Dokumen PAG | 12 | Dokumen | Sub Variabel | ||||||||||||||||
91 | 88 | 2.1.4.3. Pemantauan Status Gizi | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
92 | 89 | 2.1.4.3.1.Balita yang di timbang berat badanya ( D/S) | 3556 | 2667 | Anak yang berusia 0 bulan sampai 59 bulan yang di timbang berat badanya (D/S) | Jumlah balita di timbang (D) di bagi Jumlah Balita yang ada (S) di kali 100 % | 75% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG) | 75% | Balita | Sub Variabel | ||||||||||||||||
93 | 90 | 2.1.4.3.1.Balita ditimbang yang naik berat badannya (N/D) | 2916 | 2449 | Anak yang berusia 0 bulan sampai 59 bulan yang memiliki grafik berat badan mengikuti garis pertumbuhan atau kenaikan berat badan pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya sesuai standar. | Jumlah balita naik berat badannya (N) di bagi Jumlah seluruh balita yang di timbang (D ) di kali 100 % | 84% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG) | 84% | Balita | Sub Variabel | ||||||||||||||||
94 | 91 | 2.1.4.3.2.Balita stunting ( pendek dan sangat pendek ) | 3556 | 498 | Anak umur 0 - 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) memiliki Z-score kurang dari -2SD - <2,5% : sangat rendah - < 10% : rendah - < 10 - <20% : sedang - 20 - <30% : tinggi - > 30% : sangat tinggi | Jumlah balita pendek dan sangat pendek di bagi Jumlah balita yang diukur panjang /tinggi badan di kali 100 % . | 14,00% | e-PPGBM | 14% | Balita | Sub Variabel | ||||||||||||||||
95 | 92 | 2.1.4.3.3.Bayi usia 6 (enam) bulan mendapat ASI Eksklusif | 360 | 180 | Bayi yang sampai usia 6 bulan yang hanya diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin dan mineral sejak lahir. | Jumlah bayi usia 6 bulan mendapat ASI Eksklusif di bagi jumlah bayi usia 6 bulan di kali 100 % | 50% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG) | 50% | Bayi | Sub Variabel | ||||||||||||||||
96 | 93 | 2.1.4.3.4.Bayi yang baru lahir mendapat IMD (Inisiasi Menyusu Dini) | 726 | 450 | Inisiasi Menyusu Dini (IMD ) adalah Proses menyusu di mulai segera setelah lahir. IMD dilakukan dengan cara kontak kulit ke kulit antara bayi dengan ibunya segera setelah lahir dan berlangsung minimal 1 (satu) jam . | Jumlah bayi baru lahir hidup yang mendapat IMD di bagi Jumlah seluruh bayi baru lahir hidup di kali 100 % | 62% | Sigizi (Indikator Kinerja Gizi /IKG) | 62% | Bayi | Sub Variabel | ||||||||||||||||
97 | 94 | 2.1.5.PELAYANAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT | Program | ||||||||||||||||||||||||
98 | 95 | 2.1.5.1.Diare | Variabel | ||||||||||||||||||||||||
99 | 96 | 2.1.5.1.1.Pelayanan Diare Balita | 0 | 0 | Penemuan kasus diare balita di sarana kesehatan di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu. | Jumlah penderita balita diare yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dibagi target dikali 100%. Target = jumlah balita (sesuai data pusdatin) x prevalensi balita diare menurut provinsi Jawa Timur (SSGI 2022) di wilayah kerja puskesmas pada kurun waktu tertentu Balita adalah anak usia 0-59 bulan. | 100% | Laporan Register PISP (diare) pada worksheet DIARE REKAP, kolom 16 | 100% | Balita | Sub Variabel | ||||||||||||||||
100 | 97 | 2.1.5.1.1.Proporsi penggunaan oralit dan Zinc pada penderita diare balita | 0 | 0 | Penderita diare balita yang berobat mendapat oralit dan tablet Zinc di sarana kesehatan di wilayah kerja Puskesmas pada kurun waktu tertentu | Jumlah penderita diare balita yang mendapat oralit dan tablet Zinc yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dibagi total penderita diare balita di sarana kesehatan dikali 100 % | 100% | Laporan Register PISP (diare) pada worksheet DIARE REKAP, kolom 40 | 100% | Balita | Sub Variabel |