BCDEFGHIJKLMNOPQRSTUV
1
2
3
4
LEMBAR KERJA EVALUASI PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK/WBBM
5
NAMA UNIT KERJA
: BALAI PENGAMANAN ALAT DAN FASILITAS KESEHATAN (BPAFK) MAKASSAR
6
7
PenilaianBobotPenjelasanPilihan JawabanJawabanNilai %KeteranganCatatan
8
9
A.PENGUNGKIT60.0054.5690.94%
10
I.PEMENUHAN30.0028.1093.68%
11
1.MANAJEMEN PERUBAHAN4.003.4887.06%
12
i.Penyusunan Tim Kerja0.500.50100.00%
13
a.Unit kerja telah membentuk tim untuk melakukan pembangunan Zona IntegritasYa, jika Tim telah dibentuk di dalam unit kerja.Ya/TidakYa1.00SK Tim yang masih berlaku
Sejak kapan, ada revisi
Tim telah dibentuk di dalam unit kerja.
14
b.Penentuan anggota Tim dipilih melalui prosedur/mekanisme yang jelasa. Jika dengan prosedur/mekanisme yang jelas dan mewakili seluruh unsur dalam unit kerja
b. Jika sebagian menggunakan prosedur yang mewakili sebagian besar unsur dalam unit kerja
c. Jika tidak di seleksi.
A/B/CA1.00Analisis terhadap perubahan SK untuk melihat keakuratan dokumenTerdapat SOP Pembentukan Tim Pembangunan Zona Integritas
15
ii. Rencana Pembangunan Zona Integritas 1.001.00100.00%
16
a.Terdapat dokumen rencana kerja pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBMYa, jika memiliki rencana kerja pembangunan Zona Integritas.Ya/TidakYa1.00 tidak mengikat tahunTerdapat dokumen rencana kerja Pembangunan Zona Integritas
17
b.Dalam dokumen pembangunan terdapat target-target prioritas yang relevan dengan tujuan pembangunan WBK/WBBMa. Jika semua target-target prioritas relevan dengan tujuanpembangunan WBK/WBBM
b. Jika sebagian target-target prioritas relevan dengan tujuan pembangunan WBK/WBBM
c. Jika tidak ada target-target prioritas yang relevan dengan tujuan pembangunan WBK/WBBM
A/B/CA1.00Tidak ada repetisi tiap tahun
Rencana kerja progresif/modifikasi target tahun sebelumnya
Terdapat rencana kerja prioritas pembangunan zona integritas
18
c.Terdapat mekanisme atau media untuk mensosialisasikan pembangunan WBK/WBBMa. Jika telah dilakukan pengelolaan media/aktivitas interaktif yang efektif untuk menginformasikan pembangunan ZI kepada internal dan stakeholder secara berkala
b. Jika pengelolaan media/aktivitas interaktif dilakukan secara terbatas dan tidak secara berkala
c. Jika pengelolaan media/aktivitas interaktif belum dilakukan
A/B/CA1.001. Waktu sosialisasi apakah berkala/rutin
2. Observasi dilakukan terhadap website atau media sosial, contoh tanggal upload, respon terhadap pertanyaan/aduan, dll
Sosialisasi pembangunan ZI melalui berbagai media sosial. Selain itu terdapat kegiatan yang mensosialisasikan pembangunan Zona Integritas Balai.
19
iii.Pemantauan dan Evaluasi Pembangunan WBK/WBBM1.000.6767.00%
20
a.Seluruh kegiatan pembangunan sudah dilaksanakan sesuai dengan rencanaa. Jika semua kegiatan pembangunan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana
b. Jika sebagian besar kegiatan pembangunan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana
c. Jika sebagian kecil kegiatan pembangunan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana
d. Jika belum ada kegiatan pembangunan yang dilakukan sesuai dengan rencana
A/B/C/DB0.67Analisa terhadap kesesuaian pelaksanaan kegiatan dengan rencana kerja kegiatan pembangunan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana
21
b.Terdapat monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan Zona Integritasa. Jika monitoring dan evaluasi melibatkan pimpinan dan dilakukan secara berkala
b. Jika monitoring dan evaluasi melibatkan pimpinan tetapi tidak secara berkala
c. Jika monitoring dan evaluasi tidak melibatkan pimpinan dan tidak secara berkala
d. Jika tidak terdapat monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan zona integritas
A/B/C/DB0.671. Analisa keterlibatan pimpinan dan waktu pelaksanaan
2. Rekaman zoom meeting, materi arahan pimpinan
3. Rekomendasi dan tindak lanjut
4. Laporan monev berbeda dengan laporan kegiatan, harus memunculkan rekomendasi dan tindak lanjut perbaikannya
monitoring dan evaluasi melibatkan pimpinan
22
c.Hasil Monitoring dan Evaluasi telah ditindaklanjutia. Jika semua catatan/rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi tim internal atas persiapan dan pelaksanaan kegiatan Unit WBK/WBBM telah ditindaklanjuti
b. Jika sebagian besar catatan/rekomendasi hasil monitoring danevaluasi tim internal atas persiapan dan pelaksanaan kegiatanUnit WBK/WBBM telah ditindaklanjuti
c. Jika sebagian kecil catatan/rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi tim internal atas persiapan dan pelaksanaan kegiatan Unit WBK/WBBM telah ditindaklanjuti
d. Jika catatan/rekomendasi hasil monitoring dan evaluasi tim internal atas persiapan dan pelaksanaan kegiatan Unit WBK/WBBM belum ditindaklanjuti
A/B/C/DB0.671. Analisa hasil monev yang relevan
2. Ruang lingkup tindak lanjut mencakup seluruh pokja
sebagian besar catatan/rekomendasi hasil monitoring danevaluasi tim internal atas persiapan dan pelaksanaan kegiatanUnit WBK/WBBM telah ditindaklanjuti
23
iv.Perubahan pola pikir dan budaya kerja 1.501.3187.50%
24
a.Pimpinan berperan sebagai role model dalam pelaksanaan Pembangunan WBK/WBBMya, jika pimpinan menjadi contoh pelaksanaan nilai-nilai organisasi.Ya/TidakYa1.001. Persepsi staf terhadap peran kepemimpinan (kinerja, komitmen terhadap pencapaian target)
2. Pemahaman jajaran pimpinan satker terhadap pelaksanaan pembangunan WBK/WBBM
dokumen pendukung berupa bukti bahwa pimpinan menjadi contoh pelaksanaan nilai organisasi seperti daftar hadir pimpinan saat meeting dan notulensi pertemuan
25
b.Sudah ditetapkan agen perubahana. Jika agen perubahan telah ditetapkan dan berkontribusi terhadap perubahan pada unit kerjanya
b. Jika agen perubahan telah ditetapkan namun belum berkontribusi terhadap perubahan pada unit kerjanya
c. Jika belum terdapat agen perubahan
A/B/CB0.501. Analisa kesesuaian hasil kinerja dengan rencana program kerja
2. Analisa kesinambungan program kerja dari tahun ke tahun
3. Observasi produk kerja AoC di lapangan
4. Tim penilai memahami Permenpan No. 27/2014
agen perubahan telah ditetapkan namun belum berkontribusi terhadap perubahan pada unit kerjanya
26
c.Telah dibangun budaya kerja dan pola pikir di lingkungan organisasia. Jika telah dilakukan upaya pembangunan budaya kerja dan pola pikir dan mampu mengurangi resistensi atas perubahan
b. Jika telah dilakukan upaya pembangunan budaya kerja dan pola pikir tapi masih terdapat resistensi atas perubahan
c. Jika belum terdapat upaya pembangunan budaya kerja dan pola pikir
A/B/CA1.001. Analisa kepatuhan terhadap perubahan kebijakan
2. Menggali informasi resistensi terhadap perubahan (deeselonisasi, proyek perubahan)
3. Upaya meminimalisir resistensi
elah dilakukan upaya pembangunan budaya kerja dan pola pikir dan mampu mengurangi resistensi atas perubahan
27
d.Anggota organisasi terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBMa. Jika semua anggota terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM dan usulan-usulan dari anggota diakomodasikan dalam keputusan
b. Jika sebagian besar anggota terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM
c. Jika sebagian kecil anggota terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM
d. Jika belum ada anggota terlibat dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM
A/B/C/DA1.001. Reviu kesesuaian kesimpulan dan rencana tindak lanjut terhadap usulan anggota (tercantum pada notulen)

2. Produk dari rencana tindak lanjut poin 1
Semua anggota organisasi terlibat dalam pembangunan zona integritas. Dokumen : Penandatangan Pakta Integritas
28
2.PENATAAN TATALAKSANA3.503.50100.00%
29
i.Prosedur Operasional Tetap (SOP) Kegiatan Utama 1.001.00100.00%
30
a.SOP mengacu pada peta proses bisnis instansia. Jika semua SOP unit telah mengacu peta proses bisnis dan juga melakukan inovasi yang selaras
b. Jika semua SOP unit telah mengacu peta proses bisnis
c. Jika sebagian SOP unit telah mengacu peta proses bisnis
d. Jika belum terdapat SOP unit yang mengacu peta proses bisnis
A/B/C/DA1.00Wawancara:
Apakah SOP yang dimiliki disusun dengan mengacu pada proses bisnis unit kerja? Berikan penjelasannya
SOP telah mengacu peta proses bisnis. Dokumen pendukung : (a) Peta Proses Bisnis (b) master induk dokumen internal
31
b.Prosedur operasional tetap (SOP) telah diterapkana. Jika unit telah menerapkan seluruh SOP yang ditetapkan organisasi dan juga melakukan inovasi pada SOP yang diterapkan
b. Jika unit telah menerapkan seluruh SOP yang ditetapkan organisasi
c. Jika unit telah menerapkan sebagian besar SOP yang ditetapkan organisasi
d. Jika unit telah menerapkan sebagian kecil SOP yang ditetapkan organisasi
e. Jika unit belum menerapkan SOP yang telah ditetapkan organisasi
A/B/C/D/EA1.00Wawancara :
1. Apakah semua SOP yang dimiliki sudah diterapkan? (lakukan sampling kepada beberapa SOP)
2. Apakah ada kebaharuan/inovasi yang sedang dilaksanakan saat ini?
3. Jika ada, apakah telah tersedia SOP dalam pelaksanaan inovasi yang dimaksud?
seluruh SOP yang ditetapkan organisasi telah diterapkan
32
c.Prosedur operasional tetap (SOP) telah dievaluasia. Jika seluruh SOP utama telah dievaluasi dan telah ditindaklanjuti berupa perbaikan SOP atau usulan perbaikan SOP
b. Jika sebagian besar SOP utama telah dievaluasi dan telah ditindaklanjuti berupa perbaikan SOP atau usulan perbaikan SOP
c. Jika sebagian besar SOP utama telah dievaluasi tetapi belum ditindaklanjuti
d. Jika sebagian kecil SOP utama telah dievaluasi
e. Jika SOP belum pernah dievaluasi
A/B/C/D/EA1.00Wawancara :
1. Apakah dilakukan monev terhadap SOP yang dimiliki?
2. Bagaiamana bentuk tindak lanjut yang dilakukan terhadap hasil monev SOP?
seluruh SOP utama telah dievaluasi dan telah ditindaklanjuti berupa perbaikan SOP atau usulan perbaikan SOP
33
ii.Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)2.002.00100.00%
34
a.Sistem pengukuran kinerja unit sudah menggunakan teknologi informasia. Jika unit memiliki sistem pengukuran kinerja (e-performance/e-sakip) yang menggunakan teknologi informasi dan juga melakukan inovasi
b. Jika unit memiliki sistem pengukuran kinerja (
e-performance/e-sakip) yang menggunakan teknologi informasi
c. Jika belum memiliki sistem pengukuran kinerja (
e-performance/e-sakip) yang menggunakan teknologi informasi
A/B/CA1.00 Wawancara :
1.Apakah dalam pengukuran kinerja unit menggunakan teknologi informasi/aplikasi tertentu?
2. Bagaimana cara penggunaan aplikasi tersebut
3. Bagaimana manfaat yang diterima setelah menggunakan dari aplikasi tersebut ? (Before-After penggunaan aplikasi),
4. Selain teknologi tersebut apakah ada inovasi yang lain,

Observasi :
Melihat aplikasi yang digunakan
sudah dilakukan pengukuran kinerja unit sudah menggunakan teknologi informasi
35
b.Operasionalisasi manajemen SDM sudah menggunakan teknologi informasia. Jika unit memiliki operasionalisasi manajemen SDM yang menggunakan teknologi informasi dan juga melakukan inovasi
b. Jika unit memiliki operasionalisasi manajemen SDM yang menggunakan teknologi informasi secara terpusat
c. Jika belum menggunakan teknologi informasi dalam operasionalisasi manajemen SDM
A/B/CA1.00 Wawancara :
1.Apakah dalam operasionalisasi manajemen SDM menggunakan teknologi informasi/aplikasi tertentu?
2. Bagaimana cara penggunaan aplikasi tersebut
3. Bagaimana manfaat yang diterima setelah menggunakan dari aplikasi tersebut ? (Before-After penggunaan aplikasi),
4. Selain teknologi tersebut apakah ada inovasi yang lain,

Observasi :
Melihat aplikasi yang digunakan
unit memiliki operasionalisasi manajemen SDM yang menggunakan teknologi informasi secara terpusat
36
c.Pemberian pelayanan kepada publik sudah menggunakan teknologi informasia. Jika unit memberikan pelayanan kepada publik dengan menggunakan teknologi informasi terpusat/unit sendiri dan terdapat inovasi
b. Jika unit memberikan pelayanan kepada publik dengan menggunakan teknologi informasi secara terpusat
c. Jika belum memberikan pelayanan kepada publik dengan menggunakan teknologi informasi
A/B/CA1.00 Wawancara :
1.Apakah pelayanan publik telah menggunakan teknologi informasi,
2. Teknologi informasi ini apakah terpusat/milik unit sendiri
3. Apakah memiliki SOP Pelayanan Publik yang menggunakan TI tersebut
4. Apakah dampak/manfaat dari penggunaan TI tersebut (Before-After penggunaan aplikasi),
5. Adakah inovasi yang dibuat pada pelayanan publik,

Observasi :
melihat aplikasi yang digunakan
pelayanan publik telah menggunakan teknologi informasi
37
dTelah dilakukan monitoring dan dan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan pemberian layanan kepada publika. Jika laporan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan pemberian layanan kepada publik sudah dilakukan secara berkala
b. Jika laporan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan pemberian layanan kepada publik sudah dilakukan tetapi tidak secara berkala
c. Jika tidak terdapat monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan pemberian layanan kepada publik
A/B/CA1.00 Wawancara :
1.Apakah telah dilakukan monev terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan pemberian layanan kepada publik
2. Apakah Monev dilaksanakan secara berkala? (bulanan, triwulan atau semester)
telah dilakukan monev terhadap pemanfaatan teknologi informasi dalam pengukuran kinerja unit, operasionalisasi SDM, dan pemberian layanan kepada publik
38
iii.Keterbukaan Informasi Publik 0.500.50100.00%
39
a.Kebijakan tentang keterbukaan informasi publik telah diterapkana. Jika sudah terdapat Pejabat Pengelola Informasi Publik (PPID) yang menyebarkan seluruh informasi yang dapat diakses secara mutakhir dan lengkap
b. Jika sudah terdapat PPID yang menyebarkan sebagian informasi yang dapat diakses secara mutakhir dan lengkap
c. Jika belum ada PPID dan belum melakukan penyebaran informasi publik
A/B/CA1.00 Wawancara :
1. Apakah terdapat Tim PPID?
2. Apakah Tim PPID sudah menyebarkan seluruh informasi yang dapat diakses secara mutakhir dan lengkap?
3. Dengan menggunakan media apa informasi publik tersebut dapat diakses?

Observasi :
Melihat kesesuaian daftar informasi publik dengan daftar yang ada di web

terdapat Tim PPID
40
b.Telah dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publika. Jika dilakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik dan telah ditindaklanjuti
b. Jika monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik telah dilakukan tetapi belum ditindaklanjuti
c. Jika monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik belum dilakukan
A/B/CA1.00 Wawancara :
1.Apakah telah dilakukan monev terhadap kebijakan keterbukaan informasi publik
2. Apakah Monev kebijakan keterbukaan informasi publik telah ditindaklanjuti
telah dilakukan monev terhadap kebijakan keterbukaan informasi publik
41
3.PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR5.005.00100.00%
42
i.Perencanaan Kebutuhan Pegawai sesuai dengan Kebutuhan Organisasi 0.250.25100.00%
43
a.Kebutuhan pegawai yang disusun oleh unit kerja mengacu kepada peta jabatan dan hasil analisis beban kerja untuk masing-masing jabatanYa, jika kebutuhan pegawai yang disusun oleh unit kerja mengacu kepada peta jabatan dan hasil analisis beban kerja untuk masing-masing jabatan.Ya/TidakYa1.00Memastikan terdapat dokumen minimal- Sudah ada peta jabatan
- Perencanaan pegawai disusun dalam dokumen tahunan,
44
b.Penempatan pegawai hasil rekrutmen murni mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatana. Jika semua penempatan pegawai hasil rekrutmen murni mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatan
b. Jika sebagian besar penempatan pegawai hasil rekrutmen murni mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatan
c. Jika sebagian kecil penempatan pegawai hasil rekrutmen murni mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatan
d. Jika penempatan pegawai hasil rekrutmen murni tidak mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatan
A/B/C/DA1.00Mendapatkan informasi cara penghitungan kebutuhan pegawai untuk menghasilkan ABK Per Jabatan (minimal sampling 1 jenis Jabatan)

DO :
- Semua : 100 % ??
- Sebagian Besar ≥ 50% ??
- Sebagian Kecil < 50 % ??

Kesesuaian antara hasil rekrutmen murni dan SK penempatan pegawai, dianalisis dari 2 tahun terakhir dimana terdapat perekrutan pegawai.
semua penempatan pegawai hasil rekrutmen murni mengacu kepada kebutuhan pegawai yang telah disusun per jabatan;
45
c.Telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap penempatan pegawai rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan jabatan dalam organisasi telah memberikan perbaikan terhadap kinerja unit kerjaYa, jika sudah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap penempatan pegawai hasil rekrutmen untuk memenuhi kebutuhan jabatan dalam organisasi telah memberikan perbaikan terhadap kinerja unit kerja.Ya/TidakYa1.00- Utk SKP yang model lama : dilihat ada atau tidak ada
- Termin waktu : sejak mulai direkrut (SKP 1 tahun terakhir)
- Khusus utk Evaluasi PPNPN : ditanyakan apakah semua satker ada target kinerjanya ?
- Terkadang monev satker dilakukan secara umum, namun perlu dilihat kembali secara mendetil
- Sudah ada monitoring dan evaluasi tapi perlu ditambahkan analisis penempatan pegawai hasil rekrutmen dan laporan hasil monev perlu diperbaiki
46
ii.Pola Mutasi Internal0.500.50100.00%
47
a.Dalam melakukan pengembangan karier pegawai, telah dilakukan mutasi pegawai antar jabatanYa, jika dilakukan mutasi pegawai antar jabatan sebagai wujud dari pengembangan karier pegawai.Ya/TidakYa1.00Mutasi pegawai antar jabatan dapat dimaknai mutasi antar satker (internal)

Wawancara :
- Apakah ada pola mutasi/rotasi
- Jabatan (JFU atau JFT)
- Rotasi KKP : antar tempat atau antar jabatan (JP ke JF/JS) ??

- Tersedia dokumen mutasi pegawai tahun
- Mutasi pegawai mengacu pada kekosongan jabatan
48
b.Dalam melakukan mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkana. Jika semua mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan organisasi dan juga unit kerja memberikan pertimbangan terkait hal ini
b. Jika semua mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan organisasi
c. Jika sebagian besar mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan organisasi
d. Jika sebagian kecil semua mutasi pegawai antar jabatan telah memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan organisasi
e. Jika mutasi pegawai antar jabatan belum memperhatikan kompetensi jabatan dan mengikuti pola mutasi yang telah ditetapkan organisasi
A/B/C/D/EA1.00Wawancara :
1. Apakah ada telaah Pegawai yang dimutasi/dirotasi?
2. Adakah kebijakan internal satker utk mutasi?
Kebijakan satker tidak bertentangan dengan Kebijakan Pusat
3. Disandingkan pegawai yg mutasi/rotasi dengan kebijakan yang ada dan standar kompetensi masing-masing jabatan (posisi lama ke posisi baru)
- Pedoman mutasi internal perlu diupdate disesuaikan dengan perkembangan organisasi Kemenkes yang terbaru
- Bukti pola mutasi dalam rangka pengembangan karir
- Ditambahkan data dukung SK Tim Kerja
- Assessment dalam rangka mutasi pegawai
- Mutasi pegawai lebih kepada untuk mengisi kekosongan jabatan
- bukti pemindahan hanya menampilkan pemindahakan karena kebutuhan organisasi (mengisi kebutuhan kekurangan tenaga) tidak menunjukan pemindahan dalam rangka pengembangan karir pegawai
49
c.Telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mutasi yang telah dilakukan dalam kaitannya dengan perbaikan kinerjaYa, jika sudah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mutasi yang telah dilakukan dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja.Ya/TidakYa1.00
50
iii.Pengembangan Pegawai Berbasis Kompetensi 1.251.25100.00%
51
a.Unit Kerja melakukan Training Need Analysis Untuk pengembangan kompetensiYa, jika sudah dilakukan Training Need Analysis Untuk pengembangan kompetensi.Ya/TidakYa1.00- TNA lebih menggambarkan kompetensi manajerial dan sosial kultural, kebutuhan pelatihan teknis nya belum ada
- Perlu dibuat perencanaan kebutuhan pelatihan 5 tahunan, rencana pemenuhan sampai dengan monev nya
52
b.Dalam menyusun rencana pengembangan kompetensi pegawai, telah mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawaia. Jika semua rencana pengembangan kompetensi pegawai mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai
b. Jika sebagian besar rencana pengembangan kompetensi pegawai mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai
c. Jika sebagian kecil rencana pengembangan kompetensi pegawai mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai
d. Jika belum ada rencana pengembangan kompetensi pegawai yang mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai
A/B/C/DA1.00- Kesesuaian dengan peta jabatan
- Membandingkan daftar pegawai yang sudah diklat dengan rencana yang sudah disusun
- Selama tahun berjalan dan 1 tahun sebelumnya
- Telah disusun rencana pengembangan pegawai dalam periode tahunan,
- Rencana pengembangan pegawai belum semua mempertimbangkan hasil pengelolaan kinerja pegawai
53
c. Tingkat kesenjangan kompetensi pegawai yang ada dengan standar kompetensi yang ditetapkan untuk masing-masing jabatana. Jika persentase kesenjangan kompetensi pegawai dengan standar kompetensi yang ditetapkan sebesar <25%
b. Jika persentase kesenjangan kompetensi pegawai dengan standar kompetensi yang ditetapkan sebesar >25%-50%
c. Jika sebagian besar kompetensi pegawai dengan standar kompetensi yang ditetapkan untuk masing-masing jabatan >50% -75%
d. Jika persentase kesenjangan kompetensi pegawai dengan standar kompetensi yang ditetapkan sebesar >75%-100%
A/B/C/DA1.00Membandingkan keseuaian antara kompetensi yang dimiliki pegawai dengan standar kompetensi yang ditetapkan (misal : untuk posisi bendahara dihandle oleh SKM, bisa jika sudah menduduki posisi tersebut dan sudah di diklatkan)

Jumlah pegawai yang tidak sesuai dengan kompetensinya dibagi jumlah seluruh pegawai --> % kesenjangan
54
d.Pegawai di Unit Kerja telah memperoleh kesempatan/hak untuk mengikuti diklat maupun pengembangan kompetensi lainnyaa. Jika seluruh pegawai di Unit Kerja telah memperoleh kesempatan/hak untuk mengikuti diklat maupun pengembangan kompetensi lainnya
b. Jika sebagian besar pegawai di Unit Kerja telah memperoleh kesempatan/hak untuk mengikuti diklat maupun pengembangan kompetensi lainnya
c. Jika sebagian kecil pegawai di Unit Kerja telah memperoleh kesempatan/hak untuk mengikuti diklat maupun pengembangan kompetensi lainnya
d. Jika belum ada pegawai di Unit Kerja telah memperoleh kesempatan/hak untuk mengikuti diklat maupun pengembangan kompetensi lainnya
A/B/C/DA1.00Wawancara :
- Apakah ada pegawai yang tidak mengikuti diklat ?
- Termasuk seluruh jenis diklat (terutama diklat peningkatan terkait kompetensi teknis), baik online maupun offline dan dilihat kesesuaiannya
55
e.Dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi, unit kerja melakukan upaya pengembangan kompetensi kepada pegawai (seperti pengikutsertaan pada lembaga pelatihan, in-house training, coaching, atau mentoring)a. Jika unit kerja melakukan upaya pengembangan kompetensi kepada seluruh pegawai
b. Jika unit kerja melakukan upaya pengembangan kompetensi kepada sebagian besar pegawai
c. Jika unit kerja melakukan upaya pengembangan kompetensi kepada sebagian kecil pegawai
d. Jika unit kerja belum melakukan upaya pengembangan kompetensi kepada pegawai
A/B/C/DA1.00Membandingkan keseuaian antara kompetensi yang dimiliki pegawai dengan standar kompetensi yang ditetapkan (misal : untuk posisi bendahara dihandle oleh SKM, bisa jika sudah menduduki posisi tersebut dan sudah di diklatkan)

Jumlah pegawai yang tidak sesuai dengan kompetensinya dibagi jumlah seluruh pegawai --> % kesenjangan
Sudah ada data rekap pengembangan kompetensi pegawai (melengkapi rekap pelatihan pegawai yang sudah dan belum terlaksana)
56
f.Telah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil pengembangan kompetensi dalam kaitannya dengan perbaikan kinerjaa. Jika monitoring dan evaluasi terhadap hasil pengembangan kompetensi dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja telah dilakukan secara berkala
b. Jika monitoring dan evaluasi terhadap hasil pengembangan kompetensi dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja telah dilakukan namun tidak secara berkala
c. Jika monitoring dan evaluasi terhadap hasil pengembangan kompetensi dalam kaitannya dengan perbaikan kinerja belum dilakukan
A/B/CA1.00Wawancara :
- Apakah ada pegawai yang tidak mengikuti diklat ?
- Termasuk seluruh jenis diklat (terutama diklat peningkatan terkait kompetensi teknis), baik online maupun offline dan dilihat kesesuaiannya
Telah dilakukan monev hasil pengembangan kompetensi pegawai per triwulan
57
iv.Penetapan Kinerja Individu 2.002.00100.00%Menilai komitmen Satker untuk mendukung pengembangan kompetensi pegawai dan melakukan upaya maksimal
58
a.Terdapat penetapan kinerja individu yang terkait dengan perjanjian kinerja organisasia. Jika seluruh penetapan kinerja individu terkait dengan kinerja organisasi serta perjanjian kinerja selaras dengan sasaran kinerja pegawai (SKP)
b. Jika sebagian besar penetapan kinerja individu terkait dengan kinerja organisasi
c. Jika sebagian kecil penetapan kinerja individu terkait dengan kinerja organisasi
d. Jika belum ada penetapan kinerja individu terkait dengan kinerja organisasi
A/B/C/DA1.00Metode : Dokumen Cascading dari Penjanjian Kinerja Pimpinan, di breakdown sampai ke setiap jabatan dan dilihat SKPnyaDokumen diperlihatkan Cascading penetapan kinerja individu dari pimpinan sampai dengan level pegawai pelaksana
59
b.Ukuran kinerja individu telah memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnyaa. Jika seluruh ukuran kinerja individu telah memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnya serta menggambarkan logic model
b. Jika sebagian besar ukuran kinerja individu telah memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnya
c. Jika sebagian kecil ukuran kinerja individu telah memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnya
d. Jika ukuran kinerja individu belum memiliki kesesuaian dengan indikator kinerja individu level diatasnya
A/B/C/DA1.00Metode : Dokumen Cascading dari Penjanjian Kinerja Pimpinan, di breakdown sampai ke setiap jabatan dan dilihat SKPnyatersedianya Cascading penetapan kinerja individu dari pimpinan sampai dengan level pegawai pelaksana
60
c.Pengukuran kinerja individu dilakukan secara periodika. Jika pengukuran kinerja individu dilakukan secara bulanan
b. Jika pengukuran kinerja individu dilakukan secara triwulanan
c. Jika pengukuran kinerja individu dilakukan secara semesteran
d. Jika pengukuran kinerja individu dilakukan secara tahunan
e. Jika pengukuran kinerja individu belum dilakukan
A/B/C/D/EA1.00Satker rata-rata per 6 bulan, namun jika dilakukan per bulan akan lebih baik nilainyapenilaian SKP dilengkapi hasil pengukuran kinerja individu setiap bulan
61
d.Hasil penilaian kinerja individu telah dijadikan dasar untuk pemberian rewardYa, jika hasil hasil penilaian kinerja individu telah dijadikan dasar untuk pemberian reward (Seperti: pengembangan karir individu, atau penghargaan)Ya/TidakYa1.00Misal : piagam penghargaan, employee of the month, dllsudah ada peraturan mengenai pemberian reward bagi pegawai berprestasi
62
v.Penegakan Aturan Disiplin/Kode Etik/Kode Perilaku Pegawai 0.750.75100.00%
63
a.Aturan disiplin/kode etik/kode perilaku telah dilaksanakan/diimplementasikana. Jika unit kerja telah mengimplementasikan seluruh aturan disiplin/kode etik/kode perilaku yang ditetapkan organisasi dan juga membuat inovasi terkait aturan disiplin/kode etik/kode perilaku yang sesuai dengan karakteristik unit kerja
b. Jika unit kerja telah mengimplementasikan seluruh aturan disiplin/kode etik/kode perilaku yang ditetapkan organisasi
c. Jika unit kerja telah mengimplementasikan sebagian aturan disiplin/kode etik/kode perilaku yang ditetapkan organisasi
d. Jika unit kerja belum mengimplementasikan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku yang ditetapkan organisasi
A/B/C/DA1.00
64
vi.Sistem Informasi Kepegawaian 0.250.25100.00%
65
a.Data informasi kepegawaian unit kerja telah dimutakhirkan secara berkalaa. Jika data informasi kepegawaian unit kerja dapat diakses oleh pegawai dan dimutakhirkan setiap ada perubahan data pegawai
b. Jika data informasi kepegawaian unit kerja dapat diakses oleh pegawai dan dimutakhirkan namun secara berkala
c. Jika data informasi kepegawaian unit kerja belum dimutakhirkan
A/B/CA1.00- Respon cepat pemutakhiran data kepegawaian oleh seluruh pegawai (tahu dan bisa melakukan hal tsb)
- Verifikasi dari analis kepegawaian (dalam proses crosscheck ke ROPEG)
- Sampling aktifitas pemutakhiran data mandiri yang dilakukan oleh pegawai/print out / history / before - after dalam sistem

data pelatihan
66
4.PENGUATAN AKUNTABILITAS5.005.00100.00%
67
i.Keterlibatan Pimpinan2.502.50100.00%
68
a.Unit kerja telah melibatkan pimpinan secara langsung pada saat penyusunan perencanaana. Jika pimpinan selalu terlibat dalam seluruh tahapan penyusunan perencanaan
b. Jika pimpinan ikut terlibat dalam sebagian tahapan penyusunan perencanaan
c. Jika tidak ada keterlibatan pimpinan dalam penyusunan perencanaan (hanya menandatangani)
A/B/CA1.00Permenkes No. 13 tahun 2022 tentang tentang Perubahan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024
PermenPANRB No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Permenpan No. 6 tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara
Permenkeu No. 129 tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan BLU
Permenkeu No. 208 tahun 2019 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan
Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga
dan Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
Aplikasi: SAKTI, E-Renggar, ASPAK, dll aplikasi yang digunakan di masing-masing
pimpinan selalu terlibat dalam seluruh tahapan penyusunan perencanaan
69
b.Unit kerja telah melibatkan secara langsung pimpinan saat penyusunan penetapan kinerjaa. Jika pimpinan selalu terlibat dalam seluruh tahapan penyusunan perjanjian kinerja
b. Jika pimpinan terlibat dalam sebagian tahapan penyusunan perjanjian kinerja
c. Jika tidak ada keterlibatan pimpinan dalam penyusunan perjanjian kinerja
A/B/CA1.00Permenpan No. 6 tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negarapimpinan selalu terlibat dalam seluruh tahapan penyusunan perjanjian kinerja
70
c.Pimpinan memantau pencapaian kinerja secara berkalaa. Jika pimpinan selalu terlibat dalam seluruh pemantauan pencapaian kinerja dan menindaklanjuti hasil pemantauan
b. Jika pimpinan unit kerja terlibat dalam seluruh pemantauan pencapaian kinerja tetapi tidak ada tindak lanjut hasil pemantauan
c. Jika pimpinan unit kerja terlibat dalam sebagian pemantauan pencapaian kinerja
d. Jika tidak ada keterlibatan pimpinan dalam pemantauan pencapaian kinerja
A/B/C/DA1.00PP 39 tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
PMK No. 22/PMK.02/2021 tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga
pimpinan selalu terlibat dalam seluruh pemantauan pencapaian kinerja dan menindaklanjuti hasil pemantauan
71
ii.Pengelolaan Akuntabilitas Kinerja 2.502.50100.00%
72
a.Dokumen perencanaan kinerja sudah adaya, jika unit kerja memiliki dokumen perencanaan kinerja lengkapYa/TidakYa1.00terdapat dokumen perencanaan kinerja pada tiap tiap unit
73
b.Perencanaan kinerja telah berorientasi hasilya, jika perencanaan kinerja telah berorientasi hasilYa/TidakYa1.00dokumen untuk 2 periodeperencanaan kinerja telah berorientasi hasil
74
c.Terdapat penetapan Indikator Kinerja Utama (IKU)ya, jika unit kerja memiliki IKUYa/TidakYa1.00dokumen untuk 2 periodeunit kerja memiliki IKU
75
d.Indikator kinerja telah telah memenuhi kriteria SMARTa. Jika seluruh indikator kinerja telah SMART
b. Jika sebagian besar indikator kinerja telah SMART
c. Jika sebagian kecil indikator kinerja telah SMART
d. Jika belum ada indikator kinerja yang SMART
A/B/C/DA1.00 indikator kinerja telah SMART
76
e.Laporan kinerja telah disusun tepat waktuYa, jika unit kerja telah menyusun laporan kinerja tepat waktuYa/TidakYa1.00PermenPANRB No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi PemerintahSurat dari Eselon I untuk batas waktu penyampaian Laporan Kinerja
77
f.Laporan kinerja telah memberikan informasi tentang kinerjaa. Jika seluruh pelaporan kinerja telah memberikan informasi tentang kinerja
b. Jika sebagian pelaporan kinerja belum memberikan informasi tentang kinerja
c. Jika seluruh pelaporan kinerja belum memberikan informasi tentang kinerja
A/B/CA1.00PermenPANRB No. 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintahtersediannya Laporan Kinerja
78
g.Terdapat sistem informasi/mekanisme informasi kinerjaya, jika terdapat sistem informasi/mekanisme informasi kinerjaYa/TidakYa1.00terdapat Aplikasi E-monev Bappenas, E-monev DJA, E-Performance
79
hUnit kerja telah berupaya meningkatkan kapasitas SDM yang menangangi akuntabilitas kinerjaa. Jika seluruh SDM pengelola akuntabilitas kinerja kompeten
b. Jika sebagian SDM pengelola akuntabilitas kinerja kompeten
c. Jika seluruh SDM pengelola akuntabilitas kinerja belum ada yang kompeten
A/B/CA1.00SDM pengelola akuntabilitas kinerja kompeten
80
5.PENGUATAN PENGAWASAN7.506.1281.62%
81
i.Pengendalian Gratifikasi 1.501.50100.00%
82
a.Telah dilakukan public campaign tentang pengendalian gratifikasia. Jika public campaign telah dilakukan secara berkala
b. Jika public campaign dilakukan tidak secara berkala
c. Jika belum dilakukan public campaign
A/B/CA1.00Rencana kegiatan public campaign
(rencana kerja)
laporan pelaksanaan kegiatan sosialisasi
83
b.Pengendalian gratifikasi telah diimplementasikana. Jika Unit Pengendalian Gratifikasi, pengendalian gratifikasi telahmenjadi bagian dari prosedur
b. Jika Unit Pengendalian Gratifikasi, upaya pengendalian gratifikasi telah mulai dilakukan
c. Jika telah membentuk Unit Pengendalian Gratifikasi tetapi belum terdapat prosedur pengendalian
d. Jika belum memiliki Unit Pengendalian Gratifikasi
A/B/C/DA1.00
SOP tentang Tata Cara Pelaporan Gratifikasi dan Penolakan Gratifikasi
Dokumen pendukung BA Penolakan
Pencantuman "no gratifikasi" di Surat Tugas

SOP Pengendalian Gratifikasi
84
ii.Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP)1.501.2281.25%
85
a.Telah dibangun lingkungan pengendaliana. Jika unit kerja membangun seluruh lingkungan pengendalian sesuai dengan yang ditetapkan organisasi dan juga membuat inovasi terkait lingkungan pengendalian yang sesuai dengan karakteristik unit kerja
b. Jika unit kerja membangun seluruh lingkungan pengendalian sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
c. Jika unit kerja membangun sebagian besar lingkungan pengendalian sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
d. Jika unit kerja membangun sebagian kecil lingkungan pengendalian sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
e. Jika unit kerja belum membangun lingkungan pengendalian
A/B/C/D/EA1.00SK Tim SPIP
SK Tim SPIP
86
b.Telah dilakukan penilaian risiko atas pelaksanaan kebijakana. Jika unit kerja melakukan penilaian risiko atas seluruh pelaksanaan kebijakan sesuai dengan yang ditetapkan organisasi dan juga membuat inovasi terkait lingkungan pengendalian yang sesuai dengan karakteristik unit kerja;
b. Jika unit kerja melakukan penilaian risiko atas seluruh pelaksanaan kebijakan sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
c. Jika melakukan penilaian risiko atas sebagian besar pelaksanaan kebijakan sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
d. Jika melakukan penilaian risiko atas sebagian kecil pelaksanaan kebijakan sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
e. Jika unit kerja belum melakukan penilaian resiko
A/B/C/D/EB0.75(Permenkes 25 Tahun 2019)penilaian risiko atas seluruh pelaksanaan kebijakan sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
87
c.Telah dilakukan kegiatan pengendalian untuk meminimalisir risiko yang telah diidentifikasia. Jika unit kerja melakukan kegiatan pengendalian untuk meminimalisir resiko sesuai dengan yang ditetapkan organisasi dan juga membuat inovasi terkait kegiatan pengendalian untuk meminimalisir resiko yang sesuai dengan karakteristik unit kerja
b. Jika unit kerja melakukan kegiatan pengendalian untuk meminimalisir resiko sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
c. Jika unit kerja belum melakukan kegiatan pengendalian untuk meminimalisir resiko
A/B/CB0.50Pemantauan dilakukan berkala/tidak (tergantung kebijakan/rencana pengendalian unit kerja yang dinilaiData dukung Laporan Pemantauan atas Kegiatan Pengendalian Risiko telah dilampirkan
88
d.SPI telah diinformasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkaita. Jika SPI telah diinformasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh pihak terkait
b. Jika SPI telah diinformasikan dan dikomunikasikan kepada sebagian pihak terkait
c. Jika SPI belum diinformasikan dan dikomunikasikan kepada pihak terkait
A/B/CA1.00Dokumen pendukung : pertemuan sosialisasi (undangan, notulen, daftar hadir, foto,dll);
Sampling beberapa pemilik risiko minimal mengetahui atau tidak risiko yang dimiliki
89
iii.Pengaduan Masyarakat1.501.50100.00%
90
a.Kebijakan Pengaduan masyarakat telah diimplementasikana. Jika unit kerja mengimplementasikan seluruh kebijakan pengaduan masyarakat sesuai dengan yang ditetapkan organisasi dan juga membuat inovasi terkait pengaduan masyarakat yang sesuai dengan karakteristik unit kerja
b. Jika unit kerja telah mengimplementasikan seluruh kebijakan pengaduan masyarakat sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
c. Jika unit kerja belum mengimplementasikan kebijakan pengaduan masyarakat
A/B/CA1.00unit kerja telah mengimplementasikan seluruh kebijakan pengaduan masyarakat sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
91
b.pengaduan masyarakat dtindaklanjutiya,pengaduan masyaakat ditindaklanjutiYa/TidakYa1.00Laporan Penanganan Pengaduan Masyarakat
92
c.Telah dilakukan monitoring dan evaluasi atas penanganan pengaduan masyarakata. Jika penanganan pengaduan masyarakat dimonitoring dan evaluasi secara berkala
b. Jika penanganan pengaduan masyarakat dimonitoring dan evaluasi tetapi tidak secara berkala
c. Jika penanganan pengaduan masyarakat belum di monitoring dan evaluasi
A/B/CA1.00Berkala/tidaknya dilihat dari Kebijakan Penanganan Pengaduan Masyarakat apakah dilakukan bulanan/triwulanan/semesteran
Laporan Monev berisikan RTL.
Laporan Monev terkait Penanganan Pengaduan Masyarakat
93
d.Hasil evaluasi atas penanganan pengaduan masyarakat telah ditindaklanjutia. Jika seluruh hasil evaluasi atas penanganan pengaduan telah ditindaklanjuti oleh unit kerja
b. Jika sebagian hasil evaluasi atas penanganan pengaduan telah ditindaklanjuti oleh unit kerja
c. Jika hasil evaluasi atas penanganan pengaduan belum ditindaklanjuti
A/B/CA1.00Laporan Tindak Lanjut atas Hasil Monev terkait Penanganan Pengaduan Masyarakat
94
iv.Whistle-Blowing System1.501.0066.67%
95
96
a.Whistle Blowing System telah diterapkana. Jika unit kerja menerapkan seluruh kebijakan Whistle Blowing System sesuai dengan yang ditetapkan organisasi dan juga membuat inovasi terkait pelaksanaan Whistle Blowing System yang sesuai dengan karakteristik unit kerja
b. Jika unit kerja menerapkan kebijakan
Whistle Blowing System sesuai dengan yang ditetapkan organisasi
c. Jika unit kerja belum menerapkan kebijakan
Whistle Blowing System
A/B/CA1.00WBS disarankan terintegrasi di Itjen
tangkapan layar (SS) WBS pada website resmi BPAFK Makassar
97
b.Telah dilakukan evaluasi atas penerapan Whistle Blowing Systema. Jika penerapan Whistle Blowing System dimonitoring dan evaluasi secara berkala
b. Jika penerapan
Whistle Blowing System dimonitoring dan evaluasi tidak secara berkala
c. Jika penerapan
Whistle Blowing System belum di monitoring dan evaluasi
A/B/CB0.50Jika terintegrasi dengan Itjen maka dapat bersurat kepada Itjen untuk mendapatkan laporan saldo WBS satker terkait.Laporan Monev Penerapan WBS
98
c.Hasil evaluasi atas penerapan Whistle Blowing System telah ditindaklanjutia. Jika seluruh hasil evaluasi atas penerapan Whistle Blowing System telah ditindaklanjuti oleh unit kerja
b. Jika sebagian hasil evaluasi atas penerapan
Whistle Blowing System telah ditindaklanjuti oleh unit kerja
c. Jika hasil evaluasi atas penerapan
Whistle Blowing System belum ditindaklanjuti
A/B/CB0.50Laporan Status TL atas saldo WBS satker (dari Itjen) Tindak Lanjut atas hasil monev Penerapan WBS
99
v.Penanganan Benturan Kepentingan 1.500.9060.20%
100
a.Telah terdapat identifikasi/pemetaan benturan kepentingan dalam tugas fungsi utamaa. Jika terdapat identifikasi/pemetaan benturan kepentingan pada seluruh tugas fungsi utama
b. Jika terdapat identifikasi/pemetaan benturan kepentingan tetapi pada sebagian besar tugas fungsi utama
c. Jika terdapat identifikasi/pemetaan benturan kepentingan tetapi pada sebagian kecil tugas fungsi utama
d. Jika belum terdapat identifikasi/pemetaan benturan kepentingan dalam tugas fungsi utama
A/B/C/DB0.67Permenkes 24 Tahun 2019 tentang Pedoman Penanganan Konflik Kepentingan di Lingk. Kemenkes (terkait format formnya)Melengkapi Formulir identifikasi dan penanganan Konflik Kepentingan (sesuai Permenkes 24 Tahun 2019)