| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | KISI-KISI SOAL UJI PENGETAHUAN (UP) UKM PPG KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2025 | |||||||||||||||||||||||||
2 | BIDANG STUDI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) | |||||||||||||||||||||||||
3 | ||||||||||||||||||||||||||
4 | No. | Kompetensi lulusan PPG (KL-PPG) | Sub Kompetensi lulusan PPG | Konten | Pedagogik dan/atau teknologi | Indikator Berbasis TPACK | Taksonomi Bloom | Tingkat Kesulitan | ||||||||||||||||||
5 | C3 | C4 | C5 | C6 | Md | Sdg | Skr | |||||||||||||||||||
6 | 2 | Mampu merumuskan tujuan dan indikator tujuan pembelajaran sebagai suatu kesatuan utuh yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk pengembangan potensi peserta didik sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, nilai-nilai moderasi beragama dan/atau Profil Pelajar Rahmatan lil ‘alamin (PPRA). | Merumuskan tujuan dan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap untuk mengembangkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik. | Kondisi Jazirah Arab dan Peradaban Pra Islam | Menentukan rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap supaya peserta didik dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia. | 1. Disajikan deskripsi materi tentang Kondisi dan Peradaban Jazirah Arab Pra Islam, mahasiswa dapat menentukan rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai dengan indikator tujuan supaya peserta didik dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||
7 | Merumuskan tujuan dan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan untuk mengembangkan kemampuan bernalar kritis dan kreatif peserta didik. | Nabi Muhammad Sebelum Kerasulan Sampai Hijrah Ke Madinah | Menentukan rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan supaya peserta didik mampu berpikir kritis. | 2. Disajikan pernyataan materi tentang Nabi Muhammad sebelum Hijrah ke Madinah, mahasiswa dapat menentukan rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai dengan indikator supaya peserta didik mampu berpikir kritis. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
8 | Merumuskan tujuan dan indikator tujuan pembelajaran ranah keterampilan untuk mengembangkan nilai-nilai kebinekaan global dan bergotong royong peserta didik | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Abu Bakar, Umar Bin Khattab | Menentukan rumusan tujuan pembelajaran ranah keterampilan supaya peserta didik mempunyai semangat bergotong royong. | 3. Disajikan pernyataan materi tentang Sistem pemerintahan masa kepemimpinan Abu Bakar atau Umar Bin Khatab, mahasiswa dapat menentukan rumusan tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang paling sesuai dengan indikator supaya peserta didik memiliki semangat gotong royong. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
9 | Merumuskan tujuan dan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap untuk mengembangkan sikap penerimaan terhadap tradisi peserta didik. | Sejarah Masuknya Islam di Indonesia dan Asia Tenggara | Menentukan rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap supaya peserta didik mempunyai sikap penerimaan terhadap tradisi. | 4. Disajikan deskripsi kasus pengembangan materi tentang Teori Masuknya Islam di Indonesia atau Asia Tenggara, mahasiswa dapat menentukan rumusan indikat tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai dengan materi supaya peserta didik memiliki sikap penerimaan terhadap tradisi | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
10 | Merumuskan tujuan dan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dinamis dan inovatif peserta didik. | Sistem Pemerintahan Islam Dinasti Ayyubiyah dan Faktor Penyebab Keruntuhan Dinasti Ayyubiyah | Menentukan rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan supaya peserta didik memiliki kemampuan berpikir dinamis dan inovatif. | 5. Disajikan deskripsi materi tentang Sistem Pemerintahan Islam pada masa Kekhalifahan Dinasti Ayubiyah, mahasiswa dapat menentukan rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai dengan materi supaya peserta didik memiliki kemampuan berpikir dinamis dan inovatif. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
11 | 3 | Mampu menguasai dan mengembangkan materi ajar berdasarkan struktur keilmuan dan merumuskan alur materi ajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Menganalisis materi ajar berdasarkan struktur keilmuan dalam merencanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Kondisi Jazirah Arab dan Peradaban Pra Islam | Melakukan analisis materi ajar berdasarkan struktur keilmuan pada perencanaan tujuan pembelajaran dengan pendekatan PBL | 6. Disajikan deskripsi aktivitas pembelajaran guru dalam perencanaan tujuan pembelajaran pada materi kondisi jazirah Arab atau peradaban pra Islam dengan pendekatan PBL, mahasiswa dapat menganalisis materi ajar Agama Bangsa Arab Pra Islam berdasarkan struktur keilmuan pada perencanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik | 1 | 1 | ||||||||||||||||||
12 | Menganalisis materi ajar berdasarkan struktur keilmuan dalam melaksanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Nabi Muhammad Sebelum Kerasulan Sampai Hijrah Ke Madinah | Melakukan analisis materi ajar berdasarkan struktur keilmuan pada pelaksanaan tujuan pembelajaran dengan pendekatan PjBL | 7. Disajikan deskripsi aktivitas guru dalam pelaksanaan tujuan pembelajaran pada materi Nabi Muhammad sebelum kerasulan sampai hirah ke Madinah dengan pendekatan PjBL, mahasiswa dapat menganalisis materi ajar Kondisi Sosio-Kultural Masyarakat Madinah Pra-Hijrah berdasarkan struktur keilmuan pada pelaksanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
13 | Menganalisis materi ajar berdasarkan struktur keilmuan dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Abu Bakar, Umar Bin Khattab | Melakukan analisis materi ajar berdasarkan struktur keilmuan pada evaluasi tujuan pembelajaran dengan pendekatan DBL | 8. Disajikan narasi kasus guru melakukan evaluasi pembelajaran pada materi Islam masa khulafaaurrasyidin dengan pendekatan DBL, mahasiswa dapat menguraikan materi ajar Islam masa khulafaaurrosyidin: Abu Bakar, Umar Bin Khattab dalam evaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
14 | Menganalisis rumusan alur materi ajar secara logis dalam merencanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib | Melakukan analisis alur materi secara logis dalam merencanakan tujuan pembelajaran dengan pendekatan TPACK | 9. Disajikan pernyataan praktik pedagogi tentang perencanaan materi ajar pada materi Islam masa khulafaaurrasyidin secara logis dengan pendekatan TPACK, mahasiswa dapat menentukan alur materi ajar Perkembangan ilmu pengetahuan masa kepemimpinan Utsman Bin Affan atau Ali Bin Abi Thalib dalam perencanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
15 | Menganalisis rumusan alur materi ajar secara logis dalam melaksanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Sejarah Masuknya Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. | Melakukan analisis alur materi secara logis dalam melaksanakan tujuan pembelajaran dengan pendekatan Deep Learning (DL) | 10. Disajikan pernyataan praktik pedagogi tentang pelaksanaan materi ajar sejarah masuknya Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, Amerika atau Australia secara logis dengan pendekatan DL, mahasiswa dapat menentukan alur materi ajar tetang sejarah masuknya Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, Amerika, atau Australia pada pelaksanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
16 | Menganalisis rumusan alur materi ajar secara logis dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik.. | Sistem Pemerintahan Islam Dinasti Ayyubiyah Dan Faktor Penyebab Keruntuhan Dinasti Ayyubiyah | Melakukan analisis alur materi secara logis dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran dengan pendekatan pelayanan konseling | 11. Disajikan pernyataan praktik pedagogi tentang pelaksanaan materi ajar sistem Pemerintahan Islam Dinasti Ayyubiyah dan faktor penyebab keruntuhannya secara logis dengan model pelayanan konseling, mahasiswa dapat menentukan alur materi ajar Faktor - faktor Penyebab Runtuhnya Dinasti Ayyubiyah dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
17 | Menerapkan pengembangan materi ajar berdasarkan struktur keilmuan dalam merencanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter (Nilai-nilai P5) | Melakukan pengembangan materi ajar berdasarkan struktur keilmuan pada merencanakan tujuan pembelajaran | 12. Disajikan pernyataan praktik pedagogi tentang pelaksanaan program penguatan profile pelajar pancasila (P5) secara logis, mahasiswa dapat menentukan pengembangan materi ajar nilai-nilai P5 dalam merencanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
18 | Menerapkan pengembangan materi ajar berdasarkan struktur keilmuan dalam melaksanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter (Nilai-nilai PPRA) | Melakukan pengembangan materi ajar berdasarkan struktur keilmuan pada melaksanakan tujuan pembelajaran | 13. Disajikan pernyataan praktik pedagogi tentang pelaksanaan program Penguatan profile pelajar rahmatan lil alami (PPRA) secara logis, mahasiswa dapat menentukan pengembangan materi ajar nilai-nilai PPRA dalam melaksanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
19 | Menerapkan pengembangan materi ajar berdasarkan struktur keilmuan dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Nilai-nilai Islam sebagai agama yang moderat, konsep wasathiyyah, dan implementasi moderasi beragama. | Melakukan pengembangan materi ajar berdasarkan struktur keilmuan pada evaluasi tujuan pembelajaran | 14. Disajikan pernyataan praktik pedagog atau praktek di masyarakat tentang imlementasi nilai-nilai moderasi beragama secara logis, mahasiswa dapat menentukan pengembangan materi ajar niali-nilai Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah yang tepat sesuai dengan implementasi moderasi beragama dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
20 | Menilai materi ajar secara komprehensif dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik. | Urgensi Islam sebagai agama yang moderat, konsep wasathiyyah, dan implementasi moderasi beragama. | Melakukan penilaian rumusan alur materi ajar secara komprehensif pada perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran | 15. Disajikan pernyataan praktik pedagogi atau praktek di masyarakat tentang alasan imlementasi nilai-nilai moderasi beragama, mahasiswa dapat menilai pegembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah dengan alasan yang tepat sesuai dengan implementasi moderasi beragama. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
21 | 4 | Mampu merancang pembelajaran secara terstruktur dan berkesinambungan melalui penerapan pendekatan/strategi yang relevan dan kontekstual dengan memadukan aspek materi ajar, pedagogi, dan teknologi dalam konstruksi rancangan pembelajaran. | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah berdasarkan materi ajar sesuai pengalaman pembelajaran. | Kondisi Jazirah Arab dan Peradaban Pra Islam | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan materi pembelajaan | 16. Disajikan deskripsi penerapan pembelajaran dengan materi Peradaban Bangsa Arab Pra Islam sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan materi pembelajaran. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||
22 | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah berdasarkan pengetahuan pedagogik sesuai pengalaman pembelajaran. | Nabi Muhammad Sebelum Kerasulan Sampai Hijrah Ke Madinah | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan pengetahuan pedagogik | 17. Disajikan pernyataan penerapan pembelajaran dengan materi Perjalanan dari Makkah ke Yatsrib (Madinah) sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan pengetahuan pedagogik. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
23 | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis masalah berdasarkan pengetahuan teknologi sesuai pengalaman pembelajaran. | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Abu Bakar, Umar Bin Khattab | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan pengetahuan teknologi | 18. Disajikan deskripsi kasus penerapan pembelajaran dengan materi Akhir Pemerintahan atau Kematian Abu Bakar atau Umar Bin Khattab, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis masalah sesuai dengan pengetahuan teknologi. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
24 | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu berdasarkan materi ajar sesuai pengalaman pembelajaran. | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu sesuai dengan materi pembelajaran. | 19. Disajikan deskripsi kasus penerapan pembelajaran dengan materi Akhir Pemerintahan atau Kematian Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu sesuai dengan materi pembelajaran. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
25 | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu berdasarkan pengetahuan pedagogik sesuai karakteristik peserta didik. | Sejarah Masuknya Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu sesuai dengan pengetahuan pedagogi. | 20. Disajikan pernyataan kasus penerapan pembelajaran dengan materi ajar Strategi Dakwah Walisongo dan perkembangan Islam di Nusantara sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu sesuai dengan pengetahuan pedagogi. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
26 | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu berdasarkan pengetahuan teknologi sesuai karakteristik peserta didik. | Sejarah Masuknya Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu sesuai dengan pengetahuan teknologi. | 21. Disajikan pernyataan penerapan pembelajaran dengan materi bentuk-bentuk Tradisi Islam Nusantara sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu sesuai dengan pengetahuan teknologi. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
27 | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam berdasarkan materi ajar untuk mengembangkan kemampuan critical thinking peserta didik. | Sistem Pemerintahan Islam Dinasti Abasiyah dan Umayyah dan Faktor Penyebab Keruntuhannya | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan materi pembelajaran. | 22. Disajikan narasi kasus penerapan pembelajaran dengan materi proses berdirinya Dinasti Umayyah di Damaskus sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan materi pembelajaran. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
28 | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam berdasarkan pengetahuan pedagogik untuk mengembangkan kemampuan creativity peserta didik. | Sistem Pemerintahan Islam Dinasti Abasiyah dan Umayyah dan Faktor Penyebab Keruntuhannya | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan pengetahuan pedagogi. | 23. Disajikan narasi kasus penerapan pembelajaran dengan materi Faktor Penyebab Runtuhnya Khalifah Bani Umayah di Damaskus sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan pengetahuan pedagogi. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
29 | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam berdasarkan pengetahuan teknologi untuk mengembangkan kemampuan collabotation atau communication peserta didik. | Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan pengetahuan teknologi. | 24. Disajikan kasus penerapan pembelajaran dengan materi implementasi pendidikan karakter atau pendidikan nilai sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam sesuai dengan pengetahuan teknologi. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
30 | Merancang pembelajaran secara terstruktur melalui pendekatan pembelajaran berbasis kesatuan tekologi, materi dan pedagogi (TPACK) berdasarkan materi ajar untuk mengembangkan kemampuan adaptif peserta didik. | Moderasi Beragama | Menyusun rancangan pembelajaran secara terstruktur dengan pendekatan pembelajaran berbasis TPACK sesuai dengan materi pembelajaran. | 25. Disajikan kasus penerapan pembelajaran dengan materi implementasi moderasi beragama di Indonesia sesuai dengan struktur keilmuan, mahasiswa dapat memilih rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis TPACK sesuai dengan materi pembelajaran. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
31 | 5 | Mampu melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan mewujudkan suasana belajar, proses pembelajaran dan lingkungan belajar yang aman, nyaman, membahagiakan, akomodatif, adaptif, dan progresif terhadap perkembangan zaman untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui strategi pembelajaran sesuai dengan suasana belajar yang aman untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Kondisi Jazirah Arab dan Peradaban Pra Islam | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi pembelajaran berpendekatan PBL guna menciptkan suasana belajar yang aman untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 26. Diberikan kasus penyajian materi Kehidupan Sosial. Politik dan Ekonomi di Jazirah Arab yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan strategi pembelajaran berpendekatan PBL guna menciptkan suasana belajar yang aman untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||
32 | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui strategi pembelajaran sesuai dengan suasana belajar yang nyaman untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Nabi Muhammad Sebelum Kerasulan Sampai Hijrah Ke Madinah | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi pembelajaran berpendekatan PjBL guna menciptkan suasana belajar yang nyaman untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 27. Diberikan kasus penyajian materi Peristiwa Hijrah Nabi Ke Madinah yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan strategi pembelajaran berpendekatan PjBL guna menciptkan suasana belajar yang nyaman untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
33 | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui strategi pembelajaran sesuai dengan suasana belajar yang membahagiakan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Abu Bakar, Umar Bin Khattab | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan strategi pembelajaran berpendekatan DBL guna menciptkan suasana belajar yang membahagiakan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 28. Diberikan kasus penyajian materi Strategi dakwah Abu Bakar atau Umar Bin Khattab yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan strategi pembelajaran berpendekatan DBL guna menciptkan suasana belajar yang membahagiakan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
34 | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui model pembelajaran sesuai dengan proses belajar yang akomodatif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan model pembelajaran berpendekatan DL guna menciptkan suasana belajar yang akomodatif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 29. Diberikan kasus penyajian materi Strategi dakwah Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan model pembelajaran berpendekatan DL guna menciptkan suasana belajar yang akomodatif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
35 | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui model pembelajaran sesuai dengan proses belajar yang adaptif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Sejarah Masuknya Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan model pembelajaran berpendekatan TPACK guna menciptkan suasana belajar yang adaptif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 30. Diberikan kasus penyajian materi pemikiran tokoh-tokoh Islam Indonesia era Modern Kontemporeryang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan model pembelajaran berpendekatan TPACK guna menciptkan suasana belajar yang adaptif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
36 | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui model pembelajaran sesuai dengan proses belajar yang progresif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Sejarah Masuknya Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan model pembelajaran berbasis pelayanan bimbingan konseling guna menciptkan suasana belajar yang progresif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 31. Diberikan kasus penyajian materi sejarah masuknya Islam di Asia Tenggara yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan model pembelajaran berbasis pelayanan bimbingan konseling guna menciptkan suasana belajar yang progresif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
37 | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui pendekatan pembelajaran sesuai dengan lingkungan belajar yang akomodatif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Sistem Pemerintahan Islam Dinasti Abasiyah dan Umayyah dan Faktor Penyebab Keruntuhannya | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK sesuai dengan lingkungan belajar yang akomodatif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 32. Diberikan kasus penyajian materi Sistem Pemerintahan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK guna menciptkan lingkungan belajar yang akomodatif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
38 | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui pendekatan pembelajaran sesuai dengan lingkungan belajar yang adaptif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Sistem Pemerintahan Islam Dinasti Abasiyah dan Umayyah dan Faktor Penyebab Keruntuhannya | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan pendekatan pembelajaran yang relevan sesuai dengan lingkungan belajar yang adaptif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 33. Diberikan kasus penyajian materi Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan tokoh-tokohnya pada masa Dinasti Abbasiyyah yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan pendekatan pembelajaran yang relevan guna menciptkan lingkungan belajar yang adaptif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
39 | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui pendekatan pembelajaran sesuai dengan lingkungan belajar yang progresif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan pendekatan pembelajaran yang relevan sesuai dengan lingkungan belajar yang progresif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 34. Diberikan kasus penyajian materi pendidikan nilai atau pendidikan karakter yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan pendekatan pembelajaran yang relevan guna menciptkan lingkungan belajar yang progresif untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
40 | Melaksanakan pembelajaran berpusat pada peserta didik melalui strategi pembelajaran sesuai dengan lingkungan belajar yang membahagiakan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | Moderasi Beragama | Mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menggunakan pendekatan pembelajaran yang relevan sesuai dengan lingkungan belajar yang membahagiakan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 35. Diberikan kasus penyajian materi implementasi moderasi beragama di Indonesia yang materinya kurang sesuai dengan perkembangan zaman, mahasiswa dapat menentukan penggunaan pendekatan pembelajaran yang relevan guna menciptkan lingkungan belajar yang membahagiakan untuk menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
41 | 6 | Mampu mengevaluasi pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan instrumen dan teknik asesmen yang tepat, sesuai karakteristik peserta didik, lingkungan belajar dan tujuan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan teknik asesmen yang tepat sesuai karakteristik peserta didik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Kondisi Jazirah Arab dan Peradaban Pra Islam | Menentukan teknik asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat sesuai karakteristik peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 36. Disajikan deskripsi pembelajaran materi Kehidupan Sosial. Politik dan Ekonomi di Jazirah Arab dengan pendekatan PBL, mahasiswa dapat menentukan teknik asesmen yang tepat sesuai karakter peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||
42 | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan instrumen asesmen yang tepat sesuai karakteristik peserta didik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Nabi Muhammad Sebelum Kerasulan Sampai Hijrah Ke Madinah | Menentukan instumen asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat sesuai karakteristik peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 37. Disajikan deskripsi pembelajaran materi Dakwah Islam Nabi di Madinah dengan pendekatan PjBL, mahasiswa dapat menentukan instrumen asesmen yang tepat sesuai karakter peserta didik pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
43 | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan teknik asesmen yang tepat sesuai lingkungan belajar yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Abu Bakar, Umar Bin Khattab | Menentukan teknik asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat sesuai lingkungan belajar pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 38. Disajikan diskripsi pembelajaran materi Masa Kepemimpinan Abu Bakar atau Umar Bin Khattab dengan pendekatan DL, mahasiswa dapat menentukan teknik asesmen yang tepat sesuai lingkungan belajar pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
44 | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan instrumen asesmen yang tepat sesuai lingkungan belajar yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib | Menentukan instrumen asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat sesuai lingkungan belajar pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 39. Disajikan deskripsi pembelajaran materi Masa Kepemimpinan Utsman Bin Affan atau Ali Bin Abi Thalib, mahasiswa dapat menentukan instrumen asesmen yang tepat sesuai lingkungan belajar pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
45 | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan teknik asesmen yang tepat sesuai tujuan pembelajaran yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Sejarah Masuknya Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. | Menentukan teknik asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat sesuai tujuan pembelajaran pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 40. Disajikan deskripsi pembelajaran materi Sejarah masuknya Islam di Afrika, Eropa, Amerika atau Australia, mahasiswa dapat menentukan teknik asesmen yang tepat sesuai tujuan pembelajaran pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
46 | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan instrumen asesmen yang tepat sesuai tujuan pembelajaran yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Sejarah Masuknya Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. | Menentukan instrumen asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat sesuai tujuan pembelajaran pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 41. Disajikan deskripsi pembelajaran materi Tokoh-tokoh Pengetahuan Islam di Afrika, Eropa, America atau Australia, mahasiswa dapat menentukan instrumen asesmen yang tepat sesuai tujuan pembelajaran pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
47 | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan teknik asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Sistem Pemerintahan Islam Dinasti Abasiyah dan Umayyah dan Faktor Penyebab Keruntuhannya | Menentukan teknik asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 42. Disajikan deskripsi pembelajaran materi Proses Berdirinya Dkekahlifahan Bani Umayyah di Andalusia, mahasiswa dapat menentukan teknik asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
48 | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan instrumen asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Sistem Pemerintahan Islam Dinasti Abasiyah dan Umayyah dan Faktor Penyebab Keruntuhannya | Menentukan instrumen asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 43. Disajikan deskripsi pembelajaran materi Sistem Pemerintahan Islam pada masa Dinasti Umayyah di Andalusia, mahasiswa dapat menentukan instrumen asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen sebelumnya pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
49 | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan teknik asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter | Menentukan teknik asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 44. Disajikan deskripsi pembelajaran materi implementasi pendidikan nilai atau pendidikan karakter, mahasiswa dapat menentukan teknik asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
50 | Mengevaluasi input, proses, dan hasil pembelajaran secara terpadu dan berkelanjutan dengan instrumen asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. | Moderasi Beragama | Menentukan instrumen asesmen pada input, proses dan hasil yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 45. Disajikan deskripsi pembelajaran materi implementasi moderasi beragama di Indonesia, mahasiswa dapat menentukan instumen asesmen yang tepat dengan mempertimbangkan hasil asesmen awal pada aspek sikap, pengetahuan atau keterampilan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
51 | 7 dan 8 | 7. Mampu melaksanakan refleksi pembelajaran secara komprehensif (konten, pedagogi, dan teknologi) pada tahapan pembelajaran yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. 8. Mampu menunjukkan jati diri profil guru profesional melalui langkah pengembangan diri, publikasi ilmiah dan pembuatan karya inovatif secara berkelanjutan. | Melakukan refleksi pembelajaran secara komprehensif terhadap konten, pedagogi, dan teknologi dalam merencanakan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan | Nabi Muhammad Sebelum Kerasulan Sampai Hijrah Ke Madinah | Merefleksikan praktik perencanaan pembelajaran pada konten, pedagogi dan teknologi dalam pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. | 46. Disajikan narasi praktek pembelajaran seorang guru dengan materi Hijrahnya Nabi ke Madinah dengan menekankan pada aspek konten, pedagogi dan teknologi yang berpotensi menimbulkan masalah pembelajaran, mahasiswa dapat mengidentifikasi praktik baik/best practice dalam merencanakan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||
52 | Melakukan refleksi pembelajaran secara komprehensif terhadap konten, pedagogi, dan teknologi dalam melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. | Islam Masa Khulafaaurrosyidin: Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib | Merefleksikan praktik pelaksanaan pembelajaran pada konten, pedagogi dan teknologi dalam pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. | 47. Disajikan narasi praktek pembelajaran seorang guru dengan materi kisah kepemimpinan Utsman Bin Affan atau Ali Bin Abi Thalib dengan menekankan pada aspek konten, pedagogi dan teknologi yang berpotensi menimbulkan masalah pembelajaran, mahasiswa dapat mengidentifikasi praktik baik/best practice dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
53 | Melakukan refleksi pembelajaran secara komprehensif terhadap konten, pedagogi, dan teknologi dalam mengevaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. | Sistem Pemerintahan Islam Dinasti Ayyubiyah Dan Faktor Penyebab Keruntuhan Dinasti Ayyubiyah | Merefleksikan praktik evaluasi pembelajaran pada konten, pedagogi dan teknologi dalam pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik Gen Z dan Alpha | 48. Disajikan narasi contoh praktek pembelajaran seorang guru dengan materi sSistem Pemerintahan Islam pada masa Kekhalifahan Dinasti Ayubiyah dengan menekankan pada aspek konten, pedagogi dan teknologi yang berpotensi menimbulkan masalah pembelajaran, mahasiswa dapat mengidentifikasi praktik baik/best practice dalam evaluasi pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
54 | Menunjukkan jati diri sebagai guru profesional melalui praktik baik yang berguna untuk pengembangan diri secara berkelanjutan. | Guru Profesional di Era Digital dan AI | Mengidentifikasi praktek pendidikan dan menggunakannya sebagai modal pengembangan diri di Era Digital dan Artificial Intellegence (AI) | 49. Disajikan narasi kemampuan guru dalam penguasaan materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di era digital dan AI, mahasiswa dapat menilai kemampuan guru sebagai modal pengembangan diri guru secara berkelanjutan. | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
55 | Menunjukkan jati diri sebagai guru profesional melalui praktik baik yang berguna untuk menyusun publikasi ilmiah atau karya inovatif secara berkelanjutan. | Guru Profesional dan AI | Menunjukkan kemampuan mengidentifikasi masalah pendidikan dan menentukan solusinya dalam penelitian ilmiah sesuai dengan karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik Gen Z dan Alpha | 50. Disajikan narasi kemampuan guru dalam penggunaan AI untuk pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang bermakna, mahasiswa dapat mengidentifikasi masalah dan solusinya secara ilmiah untuk menunjukkan jati diri sebagai guru profesional sesuai dengan karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik Gen Z dan Alpha | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||
56 | JUMLAH | 13 | 22 | 3 | 12 | 13 | 25 | 12 | ||||||||||||||||||
57 | ||||||||||||||||||||||||||
58 | ||||||||||||||||||||||||||
59 | ||||||||||||||||||||||||||
60 | ||||||||||||||||||||||||||
61 | ||||||||||||||||||||||||||
62 | ||||||||||||||||||||||||||
63 | ||||||||||||||||||||||||||
64 | ||||||||||||||||||||||||||
65 | ||||||||||||||||||||||||||
66 | ||||||||||||||||||||||||||
67 | ||||||||||||||||||||||||||
68 | ||||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||
71 | ||||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||
73 | ||||||||||||||||||||||||||
74 | ||||||||||||||||||||||||||
75 | ||||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||