| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | Indikator Capaian Kinerja Pembangunan Daerah | |||||||||||||||||||||||||
2 | Aspek : | Kesejahteraan Masyarakat | ||||||||||||||||||||||||
3 | Bidang Urusan : | Pengendalian Penduduk dan Keluarga berencana | ||||||||||||||||||||||||
4 | SKPD Penanggung Jawab : | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana | ||||||||||||||||||||||||
5 | ||||||||||||||||||||||||||
6 | No. | Indikator Kinerja | TAHUN 2026 | REALISASI | KETERANGAN | REALISASI ANGGARAN | FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAPAIAN | |||||||||||||||||||
7 | TRIWULAN I | TRIWULAN II | TRIWULAN III | TRIWULAN IV | PENDORONG | PENGHAMBAT | TINDAK LANJUT | |||||||||||||||||||
8 | 1 | Laju Pertumbuhan Penduduk | -0,16 | |||||||||||||||||||||||
9 | 2 | Total fertility Rate | 2,01 | |||||||||||||||||||||||
10 | 3 | Keluarga Pra sejahtera dan keluarga sejahtera (1.1/1.2 x 100) | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
11 | 3,1 | Jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera I | ||||||||||||||||||||||||
12 | 3,2 | Jumlah Keluarga | ||||||||||||||||||||||||
13 | 4 | Persentase Perangkat Daerah (Dinas/Badan) yang berperan aktif dalam Pembangunan Daerah melalui Kampung KB (5.1/5.2 x 100) | 75,00 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 75,00 | |||||||||||||||||||
14 | 4,1 | Jumlah Perangkat daerah yang berperan aktif di kampung KB | 39 | 39 | ||||||||||||||||||||||
15 | 4,2 | Jumlah semua perangkat Daerah | 52 | 52 | ||||||||||||||||||||||
16 | 5 | Persentase Perangkat Daerah (Dinas/Badan) yang menyusun dan menanfaatkan Rancangan Induk Pengendalian Penduduk (6.1/6.2 x 100) | 75 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 75 | |||||||||||||||||||
17 | 5,1 | Jumlah Perangkat daerah yang menyusun dan memanfaatkan Rancangan Induk Pengedalian Penduduk | 39 | 39 | ||||||||||||||||||||||
18 | 5,2 | Jumlah semua perangkat Daerah | 52 | 52 | ||||||||||||||||||||||
19 | 6 | Jumlah Kebijakan (Peraturan Daerah/Peraturan Kepala Daerah) yang mengatur tentang pengendalian kuantitas dan kualitas penduduk | 1 | 1 | ||||||||||||||||||||||
20 | 7 | Jumlah sektor yang meyepakati dan memanfaatkan data profil (parameter dan proyeksi penduduk) untuk perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan | 34 | 34 | ||||||||||||||||||||||
21 | 8 | Jumlah Kerjasama Penyelenggaraan pendidikan Formal, non Formal dan Informal yang melakukan pendidikan kependudukan | 8 | 8 | ||||||||||||||||||||||
22 | 9 | Rata-rata Jumlah anak perkeluarga (9.1/9.2 x 100) | 1,34 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 1,34 | |||||||||||||||||||
23 | 9,1 | Jumlah anak | 390021 | 390021 | ||||||||||||||||||||||
24 | 9,2 | Jumlah Keluarga | 290139 | 290139 | ||||||||||||||||||||||
25 | 10 | Rasio Akseptor (10.1/10.2 x 100) | 66,20 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
26 | 10,1 | Jumlah Akseptor KB | 94720 | |||||||||||||||||||||||
27 | 10,2 | Jumlah pasangan usia subur | 143088 | |||||||||||||||||||||||
28 | 11 | Angka Pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15-49 thn (11.1/11.2 x 100) | 66,20 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
29 | 11,1 | Jumlah peserta KB Aktif | 94720 | |||||||||||||||||||||||
30 | 11,2 | Jumlah pasangan usia subur | 143088 | |||||||||||||||||||||||
31 | 12 | Angka kelahiran remaja (perempuan usia 15 -19) per 1.000 perempuan usia 15-19 (ASFR 15-19) (12.1/12.2 x 1000) | 26,1 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 26,1 | |||||||||||||||||||
32 | 12,1 | Jumlah kelahiran dari perempuan pada kelompok umur 15-19 | 1200 | 1200 | ||||||||||||||||||||||
33 | 12,2 | Jumlah penduduk perempuan kelompok umur 15-19 | 45974 | 45974 | ||||||||||||||||||||||
34 | 13 | Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) yang istrinya dibawah 20 Tahun | 13,68 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 13,68 | |||||||||||||||||||
35 | 13,1 | Jumlah pasangan usia subur dengan istri di umur kurang 20 tahun | 19570 | 19570 | ||||||||||||||||||||||
36 | 13,2 | Jumlah pasangan usia subur | 143088 | 143088 | ||||||||||||||||||||||
37 | 14 | Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (unmet need) (13.1/13.2 x 100) | 4,25 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
38 | 14,1 | Jumlah PUS yang ingin ber-KB tetapi tidak terlayani | 6082 | |||||||||||||||||||||||
39 | 14,2 | Jumlah pasangan usia subur | 143088 | |||||||||||||||||||||||
40 | 15 | Persentase penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) (14.1/14.2 x 100) | 34,93 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
41 | 15,1 | Jumlah akseptor KB yang menggunakan MKJP | 33086 | |||||||||||||||||||||||
42 | 15,2 | Jumlah akseptor KB | 94720 | |||||||||||||||||||||||
43 | 16 | Persentase tingkat keberlangsungan pemakaian kontrasepsi (15.1/15.2 x 100) | 51,06 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
44 | 16,1 | Jumlah pasangan usia subur yang tidak lagi menggunakan kontrasepsi | 48368 | |||||||||||||||||||||||
45 | 16,2 | Jumlah akseptor KB | 94.720 | |||||||||||||||||||||||
46 | 17 | Cakupan Anggota Bina Keluarga Balita (BKB) Ber-KB (16.1/16.2X100) | 65,85 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | pendorong | penghambat | tindak lanjut | ||||||||||||||||
47 | 17,1 | Jumlah Anggota Kelompok BKB Yang Ber-KB | 15.434 | 1. tersedianya alat Edukasi berupa BKB KIT stunting pada kelompok poktan BKB. 2. adanya pelatihan pada penyuluh tentang penggunaan alat edukasi, 3. terlaksananya koordinasi dan dukungan antara penyuluh dengan pemerintah tingkat kelurahan dan jajarannya | 1. kurangnya partisifasi masyarakat tentang adanya kelompok bkb di wilayahnya, 2. masih banyak masyarakat yang kurang memahami tentang dampak baiknya kegiatan BKB pada Masyarakat, 3.terjadinya beberapa kegiatan yang tidak di laksanakan di karenakan adanya rasionalisasi anggaran, 4. tidak ada alokasi anggaran untuk pembinaan kelompok. | 1. melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman tentang apa manfaat jika mengikuti kegiatan BKB, 2. memaksimalkan jadwal pertemuan dengan kader BKB dan menambah alat Edukasi kepada kelompok BKB, 3. penyusunan anggaran berdasarakan skala prioritas program kegiatan. | ||||||||||||||||||||
48 | 17,2 | Jumlah Anggota Kelompok BKB | 23.438 | |||||||||||||||||||||||
49 | 18 | Cakupan Anggota Bina Keluarga Remaja (BKR) Ber-KB (17.1/17.2X100) | 37,67 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 1. tersedianya alat edukasi berupa buku KIT Siap Nika yang di peruntukan ke kelompok BKR, 2. terlaksannya kegiatan pembinaan pada kelompok BKR 3, terlaksananya koordinasi dan dukungan antara penyuluh dengan pemerintah tingkat kelurahan dan jajarannya | 1, masih kurangnya alat edukasi pada kelompok BKR, 2. kurangnya partisifasi masyarakat tentang adanya kelompok bkR di wilayahnya, 2. masih banyak masyarakat yang kurang memahami tentang dampak baiknya kegiatan BKR pada Masyarakat, 3.terjadinya beberapa kegiatan yang tidak di laksanakan di karenakan adanya rasionalisasi anggaran, 4. tidak ada alokasi anggaran untuk pembinaan kelompok. | 1. melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman tentang apa manfaat jika mengikuti kegiatan BKR, 2. memaksimalkan jadwal pertemuan dengan kader BKR dan menambah alat Edukasi kepada kelompok BKR, 3. penyusunan anggaran berdasarakan skala prioritas program kegiatan. | ||||||||||||||||
50 | 18,1 | Jumlah Anggota BKR yang Ber-KB | 4067 | |||||||||||||||||||||||
51 | 18,2 | Jumlah Anggota Kelompok BKR | 10796 | |||||||||||||||||||||||
52 | 19 | Cakupan Anggota Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Ber-KB (18.1/18.2X100) | 8,89 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 1.Terbentuknya sekolah Lansia di 15 kecamatan, 1 sekolah/kecamatan, 2. terlaksannya kegiatan pembinaan pada kelompok BKL 3, terlaksananya koordinasi dan dukungan antara penyuluh dengan pemerintah tingkat kelurahan dan jajarannya | 1, tidak adanya alat edukasi pada kelompok BKL, 2. kurangnya partisifasi masyarakat tentang adanya kelompok bkl di wilayahnya, 2. masih banyak masyarakat yang kurang memahami tentang dampak baiknya kegiatan BKL pada Masyarakat, 3.terjadinya beberapa kegiatan yang tidak di laksanakan di karenakan adanya rasionalisasi anggaran, 4. tidak ada alokasi anggaran untuk pembinaan kelompok. | 1. perlu adanya pengadaan alat Edukasi untuk Kelopok BKL dan berada pada tiap sekolah lansia, 2. di perlukan adanya sosialisasi tentang pentingnya pemahaman tentang perawatan terhadap lansia dan pembentukan sekolah lansia perlu di kembangkan, 3. penyusunan anggaran berdasarakan skala prioritas program kegiatan. | ||||||||||||||||
53 | 19,1 | Jumlah Anggota BKL yang Ber-KB | 1160 | |||||||||||||||||||||||
54 | 19,2 | Jumlah Anggota Kelompok BKL | 13047 | |||||||||||||||||||||||
55 | 20 | Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) di setiap Kecamatan (19.1/19.2X100) | 86,67 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 1. Adanya peran aktif mitra kerja 2. telah terbentuknya PPKS di 12 Kecamatan di Kota Makassar 3. terbitnya SK PPKS di 12 Kecamatan. | 1. belum ada pembinaan langsung terkait PPKS di balai, 2. kurangnya pengetahuan masyarakat tentang keberadaan PPKS ( Pusat Pelayanan Keluarga sejahtera) di balai UPT kecamatan. 3. tidak ada alokasi anggaran untuk pembinaan PPKS | 1. perlu adanya pembinaan dan pelatihan terhadap kader PPKS di 12 kecamatan, 2. memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang apa itu PPKS. 3. dalam penyusunan anggaran perlu dukungan anggaran sesuai dengan skala prioritas program PPKS | ||||||||||||||||
56 | 20,1 | Jumlah PPKS | 13 | |||||||||||||||||||||||
57 | 20,2 | Jumlah Kecamatan | 15 | |||||||||||||||||||||||
58 | 21 | Cakupan Remaja dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (20.1/20.2X100) | 1080 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 1. terbentuknya PIK-R pada jalur pendidikan dan masyarakat, 2. adanya dukungan para pembina yang berada di sekolah tentang pentingnya kelompok PIK R di tiap sekolah. 3. meningkatnya pengetahuan remaja tentang pentingnya pengetahuan tentang gizi remaja, seks di luar nikah dll, 4. sudah adanya dukungan anggaran untuk pembinaan PIK-R | 1. pembinaan PIK R masih terbatas belum tersasar semua kelompok baik PIK R jalur Pendidikan Maupun jalur Masyarakat. 2. anggaran operasional kelompok belum mencukupi | 1. perlu adanya pembinaan dan sosialisasi ke semua kelompok PIK R. 2. dalam penyusunan anggaran perlu dukungan anggaran sesuai dengan skala prioritas program Kegiatan Kelompok PIK R. | ||||||||||||||||
59 | 21,1 | Jumlah PIK R/M | 162 | |||||||||||||||||||||||
60 | 21,2 | Jumlah Kecamatan | 15 | |||||||||||||||||||||||
61 | 22 | Cakupan PKB/PLKB yang didayagunakan Perangkat Daerah KB untuk Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah di Bidang Pengendalian Penduduk (21.1/21.2X100) | 100 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
62 | 22,1 | Jumlah PKB dan PLKB yang didayagunakan | 99 | 1. beberapa PKB/PLKB Membina Kelurahan Lebih Dari Satu | 1. Peningkatan Kapasitas Penyuluh KB dalam pelaksanaan Penyuluhan Program Bangga Kencana | |||||||||||||||||||||
63 | 22,2 | Jumlah PKB/PLKB | 99 | |||||||||||||||||||||||
64 | 23 | Cakupan PUS Peserta KB Anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahterah (UPPKS) yang Ber-KB Mandiri (22.1/22.2*100) | 33,23 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | a.Melakukan pembinaan kader kelompok UPPKA yang ber-KB Mandiri ditingkat lini lapangan 43 b. Melakukan koordinasi dengan lintas sektor c. Memberikan Orientasi dan pelatihan teknis pengelola ketahanan dan kesejahteraan keluarga bagi kader UPPKA yang ber-KB Mandiri. | 1. belum adanya bantuan alat guna menunjang usaha pada kelompok UPPKA. 2. modal masih memakai modal sendiri 3, berkurangnya kegiatan sosialisasi tentang pentingnya peningkatan UPPKA dalam mencegah terjadinya Stunting 4. pada triwulan ke 2 belum ada kegiatan berjalan karena menyesuaikan jadwal anggaran kas pada BIdang KS dan selanjutnya terjadinanya rasionalisasi anggaran. | a. Meningkatkan pembinaan kader kelompok UPPKA yang ber-KB Mandiri ditingkat lini lapangan. b. Meningkatkan dukungan mitra kerja dalam pelaksanaan kegiatan kelompok UPPKA yang ber-KB Mandiri. c. Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keikut sertaan keluarga sasaran dalam kelompok kegiatan UPPKA. d. dalam penyusunan anggaran perlu dukungan anggaran sesuai dengan skala prioritas program Kegiatan Kelompok UPPKA | ||||||||||||||||
65 | 23,1 | Jumlah Anggota Kelompok UPPKS yang Ber-KB Mandiri | 1659 | |||||||||||||||||||||||
66 | 23,2 | Jumlah Anggota Kelompok UPPKS | 4992 | |||||||||||||||||||||||
67 | 24 | Rasio Petugas Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) Setiap Desa/Kelurahan (23.1/23.2X100) | 755,56 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 100 | |||||||||||||||||||
68 | 24,1 | Jumlah Petugas Pembantu Pembina KB Desa | 1156 | Jumlah Petugas Pembantu Pembina KB ada setiap Kelurahan dan dan Setiap RT RW | Banyaknya Petugas Pembantu Pembina KB yang baru sehingga masih kurang paham terhadap program Bangga Kencana | 1. Peningkatan Kapasitas Petugas Pembantu Pembina KB, secara langsung Oleh Masing masing Penyuluh KB setiap kelurahan. 2. Peningkatan Kapasitas kader oleh DPPKB | ||||||||||||||||||||
69 | 24,2 | Jumlah Desa/Kelurahan | 153 | |||||||||||||||||||||||
70 | 25 | Cakupan Ketersediaan dan Distribusi Alat dan Obat Kontrasepsi untuk memenuhi permintaan masyarakat (24.1/24.2X100) | 48,47 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | Kesadaran masyarakat untuk menggunakan kontrasepsi semakin meningkat | Keterbatasan alokon dikarenakan keterlambatan penyediaan, ketidaksesuaian antara usulan kebutuhan dan realisasi, tidak semua faskes aktif melaporkan kebutuhan dan pemakaian | Sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang KB, Koordinasi intensif dengan BKKBN Provinsi, Penyusunan perencanaan kebutuhan yang lebih akurat, Peningkatan sistem pelaporan logistik, Pengaturan distribusi berkala ke faskes, Penguatan manajemen gudang Alokon peningkatan kapasitas SDM pengelolaan logistik, monitoring dan evaluasi berkala | ||||||||||||||||
71 | 25,1 | Jumlah alkon per mix kontrasepsi yang tersedia di Faskes dan gudang Alkon kab/kota | 37517 | |||||||||||||||||||||||
72 | 25,2 | Perkiraan Permintaan Masyarakat | 77405 | |||||||||||||||||||||||
73 | 26 | Persentase Faskes dan jejaringnya (diseluruh tingkatan wilayah) yang bekerjasama dengan BPJS dan memberikan pelayanan KBKR sesuai dengan standarisasi pelayanan (24.1/24.2X100) | 76,43 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | Jumlah pesrta JKN di suatu wilayah, kepadatan penduduk dan kepastian pembayaran dari BJS Kesehatan | Ketersediaan tenaga medis, kelengkapan alat dan fasilitas, proses kredensialing dan akreditasi, kemampuan mengelola klaim BJS, Sistem IT dan Pelaporan | Sosialisasi dan advokasi contohnya edukasi manfaat kerjasama, Fasilitasi proses kredensialing dan kerjasama yang berkaitan dengan pelayan KB, peningkatan kapasitas SDM misal Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi, Dukungan pemenuhan sarana dan prasarana seperti IUD KIT dan Implant KIT, Penguatan sistem IT dan pelaporan, Penguatan koordinasi lintas sektor, monitoring dan evaluasi berkala | ||||||||||||||||
74 | 26,1 | Jumlah Faskes dan jejaring yang bekerjasama dengan BPJS | 120 | |||||||||||||||||||||||
75 | 26,2 | Jumlah Faskes dan Jejaring | 157 | |||||||||||||||||||||||
76 | 27 | Cakupan Penyediaan Informasi Data Mikro Keluarga disetiap Daerah (27.1/27.2X100) | 100 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 100 | |||||||||||||||||||
77 | 27,1 | Jumlah Informasi Data Mikro Keluarga yang Tersedia | 290.139 | 290.139 | ||||||||||||||||||||||
78 | 27,2 | Jumlah Seluruh Informasi Data Mikro Keluarga | 290.139 | 290.139 | ||||||||||||||||||||||
79 | 28 | Cakupan kelompok kegiatan yang melakukan pembinaan keluarga melalui 8 fungsi keluarga (29.1/29.2x100) | 100 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
80 | 28,1 | Jumlah kelompok kegiatan yang melakukan pembinaan keluarga melalui 8 fungsi keluarga | 1229 | |||||||||||||||||||||||
81 | 28,2 | Jumlah kelompok kegiatan | 1229 | |||||||||||||||||||||||
82 | 29 | Cakupan Keluarga yang mempunyai balita dan anak yang memahami dan melaksanakan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak (30.1/30.2x100) | 47,04 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
83 | 29,1 | Jumlah keluarga yang mempunyai balita dan anak yang memahami dan melaksanakan pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang | 24972 | |||||||||||||||||||||||
84 | 29,2 | Jumlah keluarga mempunyai balita dan anak | 53091 | |||||||||||||||||||||||
85 | 30 | Rata-rata usia kawin pertama wanita (31.1 / 31.2) | 21 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | 21 | |||||||||||||||||||
86 | 30,1 | Jumlah (umur kawin pertama wanita x jumlah wanita menurut usia kawin pertama) | 2946216 | 2946216 | ||||||||||||||||||||||
87 | 30,2 | Jumlah wanita menurut usia kawin pertama | 140296 | 140296 | ||||||||||||||||||||||
88 | 31 | Persentase pembiayaan program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga melalui APBD (32.1/32.2x100) | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
89 | 31,1 | Jumlah anggaran untuk urusan PPKB | ||||||||||||||||||||||||
90 | 31,2 | Jumlah APBD | ||||||||||||||||||||||||
91 | 32 | Dokumen Rancangan Induk Pengendalian Penduduk dengan 5 aspek | ||||||||||||||||||||||||
92 | 33 | Persentase Remaja yang terkena Infeksi Menular Seksual (IMS) | #DIV/0! | |||||||||||||||||||||||
93 | 33,1 | Jumlah Remaja yang terkena infeksi menular Seksual (IMS) | ||||||||||||||||||||||||
94 | 33,2 | Jumlah Remaja | ||||||||||||||||||||||||
95 | 34 | persentase sektor yang tersosialisasi konsep pembagunan berwawasan Kependudukan dan alat ukurnya (IPBK/Indeks Pembagunan Berwawasan Kependudukan) | 100 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | |||||||||||||||||||
96 | 34,1 | Jumlah Organisasi Perangkat Daerah yang terpapar | 52 | |||||||||||||||||||||||
97 | 34,2 | Jumlah Organisasi Perangkat Daerah yang ada | 52 | |||||||||||||||||||||||
98 | 35 | Cakupan Ketersediaan dan didistribusi alat dan obat kontrasepsi di gudang Kabupaten/Kota | 17,69 | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | #DIV/0! | Minat masyarakat untuk menggunakan kontrasepsi semakin meningkat, bertambahnya faskes dan jejaring yang bekerjasama dengan DPPKB untuk permintaan Alokon | Keterlambatan penyediaan Alat kontrasepsi dari gudang BKKBN provinsi ke gudang alokon Kota | Koordinasi intensif dengan BKKBN Provinsi, Penyusunan perencanaan kebutuhan yang lebih akurat, Peningkatan sistem pelaporan logistik, Pengaturan distribusi berkala ke faskes, Penguatan manajemen gudang Alokon peningkatan kapasitas SDM pengelolaan logistik, monitoring dan evaluasi berkala | ||||||||||||||||
99 | 35,1 | Persediaan alat dan obat Kontrasepsi | 9875 | |||||||||||||||||||||||
100 | 35,2 | Rata-rata Pemakaian alat dan obat Kontrasepsi per bulan | 1747 | |||||||||||||||||||||||