| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | AA | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | Friday, 24 April 2026 | TIM: | 1. M. Nurrochim Fais, S.Pd. | 5. Laila Farchatinnisa, S.Pd | |||||||||||||||||||||||
2 | 2. Achmad Mujib, S.Pd. | 6. M. Yusuf Alif C., S.Ag | |||||||||||||||||||||||||
3 | EVALUASI PROGRAM KERJA SEKOLAH TAHUN 2025/2026 | 3. Tri Adi Nurhadi, S.Pd. | 7. Guru Tahfidz | ||||||||||||||||||||||||
4 | SMA ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG | 4. Dian Sri Astuti, S.Pd. | |||||||||||||||||||||||||
5 | BIDANG KEAGAMAAN | ||||||||||||||||||||||||||
6 | NO | NAMA PROGRAM | TARGET AWAL | CAPAIAN | ANALISIS (KENDALA & FAKTOR PENDUKUNG) | TINDAK LANJUT/ REKOMENDASI | KETERANGAN | ||||||||||||||||||||
7 | A. | PEMBIASAAN HARIAN DAN MINGGUAN | |||||||||||||||||||||||||
8 | 1 | Pembiasaan pagi hari: | |||||||||||||||||||||||||
9 | a. | Pembacaan Asmaul Husna | 1) rutin membaca asmaul husna, 2) hafal asmaul husna | Alhamdulillah Asmaul Husna rutin dibaca oleh perwakilan murid, sebagai tanda/panggilan murid segera ke masjid, dan karena tidak dibaca serentak masih banyak murid yang belum hafal. | Kendala: Kurang kesadaran/partisipasi murid. | Guru ikut memimpin dan mengajak murid membaca bersama di dalam masjid. | |||||||||||||||||||||
10 | Faktor pendukung: Guru mendampingi, tersedia buku panduan. | ||||||||||||||||||||||||||
11 | b. | Pembiasaan i'tikaf | dengan penuh kesadaran murid membiasakan diri I'tikaf disela waktu menunggu adzan atau waktu luang lainnya | Belum maksimal. Hanya 1-2 murid yang melaksanakan dengan kesadaran sendiri. | Kendala: Kurangnya sosialisasi dan kesadaran murid melakukan i'tikaf | Bidang keagamaan perlu membuat kampanye I'tikaf. Guru agama mempraktikkan langsung bersama murid saat jam luang. | |||||||||||||||||||||
12 | Faktor Pendukung: Fasilitas masjid memadai, ada materi dari guru agama. | ||||||||||||||||||||||||||
13 | c. | Shalat dhuha | 1) rutin melaksanakan shalat dhuha, 2) tuma'ninah atau tidak terburu-buru dalam melaksanakan shalat dhuha | Shalat dhuha rutin dilaksanakan dan dipimpin murid. Namun, banyak yang masih terburu-buru (kurang tuma'ninah). | Kendala: Kurang kesadaran shalat khusyu'. | Edukasi tata cara shalat saat jam agama. Guru pendamping menyebar ke barisan murid (tidak hanya di depan). mempraktikkan shalat bersama Imam. | |||||||||||||||||||||
14 | Faktor Pendukung: Ada pendampingan dan pengawasan. | ||||||||||||||||||||||||||
15 | d. | Dzikir dan do'a setelah shalat dhuha | 1) rutin membaca dzikir dan do'a, 2) hafal dzikir dan do'a, 3) menengadahkan tangan ketika berdo'a, 4) menghayati bacaan dzikir dan do'a | Alkhamdulillah dzikir dan do'a dibaca rutin secara jahr/keras setelah selesai shalat, namun masih banyak murid yang tidak ikut melafadzkan, masih banyak murid belum hafal. Dalam berdo'a masih banyak murid yang tidak menengadahkan tangan apalagi menghayati do'a. | Kendala: jauhnya jangkauan untuk mengingatkan | 1) Guru menegur langsung murid yang mengobrol, 2) Mengingatkan kembali adab berdoa sebelum dzikir dimulai, 3) memanfaatkan buku panduan untuk dibawa/dibaca, 4) tempo membaca dzikir dan do'a yang tidak cepat namun tidak lamban, 5) syukur-syukur menggunakan irama | |||||||||||||||||||||
16 | Faktor pendukung: keterlibatan guru dalam mendampingi murid, pengawasan guru di depan menggunakan pengeras suara, dan adanya buku panduan sebagai pedoman dzikir. | ||||||||||||||||||||||||||
17 | e. | Membaca ikrar | 1) rutin membaca ikrar dan do'a sebelum belajar, 2) hafal ikrar dan do'a, 3) menengadahkan tangan ketika berdo'a, 4) menghayati bacaan dzikir dan do'a, 5) memposisikan diri dengan baik | Alkhamdulillah ikrar dan do'a terlaksana setiap hari, namun masih ada beberapa murid yang tidak memposisikan diri dengan benar ketika ikrar dan do'a, masih banyak murid yang membaca tanpa ada penghayatan ketika ikrar dan do'a. | Kendala: kurangnya sosialisasi bidang keagamaan kepada murid yang bertugas, pembacaan ikrar dan do'a yang terlalu cepat tidak dapat dihikmati. | Pengarahan khusus bagi petugas ikrar agar temponya pas dan jelas. Guru pendamping ikut memastikan sikap sempurna murid. atau jika jumlah murid di masjid yang di awasi terlalu banyak maka ikrar dan do'a dikembalikan ke kelas masing-masing agar lebih intens. | |||||||||||||||||||||
18 | f. | Membaca do'a sebelum belajar | Faktor pendukung: pendampingan dan pengarahan guru, adanya buku panduan dapat digunakan untuk dibaca, peranan Rohis yang mendampingi dalam setiap pembiasaan | ||||||||||||||||||||||||
19 | 2 | Pembiasaan tadarus: | |||||||||||||||||||||||||
20 | a. | Tahsin (halaqah bagi murid yang belajar membaca) | 1) murid rutin melaksanakan tadarus pagi sesuai kelompok masing-masing | Alkhamdulillah kegiatan tadarus terlaksana dengan cukup baik, bahkan data murid yang dapat membaca al Qur'an bertambah dari semester sebelumnya, dengan rincian : Kelas X (20 Tahsin Putra dan 10 Tahsin Putri, 21 Tahfidz Putra dan 27 Tahfidz Putri) Kelas XI (24 Tahsin Putra dan 15 Tahsin Putri, 27 Tahfidz Putra dan 21 Tahfidz Putri), Kelas XII (18 Tahsin Putra dan 4 Tahsin Putri, 27 Tahfidz Putra dan 21 Tahfidz Putri) | Kendala: 1) memastikan murid tadarus sesuai kelompok, 2) kurangnya kesadaran murid untuk tadarus secara mandiri, 3) kurangnya rekapan data capaian murid terkini | 1) banyaknya murid yang tidak mengikuti tadarus pada kelompoknya karena kurangnya kontrol keagamaan terhadap kehadiran murid. Oleh karena itu diusahakan kontrol kehadiran termasuk juga kenaikan tingkat tadarus dilaksanakan secara rutin dan teratur. 2) dan kami merasa pengelompokan tadarus justru memberi kesempatan kepada murid untuk bersantai dan dianggap sebagai waktu luang maka sebagai opsi kedua lebih baik tadarus dikembalikan kepada wali kelas di kelas masing-masing. | khusus dihari jum'at tadarus secara bersama dan menurut kami diusahakan surat yang di baca adalah QS. Al Kahfi walaupun tidak selesai satu surat. | ||||||||||||||||||||
21 | b. | Tartil (halaqah bagi murid yang sudah bisa membaca al Qur'an) | |||||||||||||||||||||||||
22 | c. | Tahfidz (halaqah bagi murid yang berfokus pada hafalan al Qur'an) | Faktor pendukung: 1) pendampingan guru sebagai pentaskhih dan pengendali kehadiran, 2) pembentukan kelompok tadarus sesuai dengan kemampuan murid, 3) adanya bahan ajar dari kitab Yanbu'a | ||||||||||||||||||||||||
23 | 3 | Pembiasaan shalat jama'ah (dhuhur dan asar) | |||||||||||||||||||||||||
24 | a. | Pembacaan Asmaul Husna | 1) rutin membaca asmaul husna, 2) hafal asmaul husna | Alhamdulillah Asmaul Husna rutin dibaca oleh perwakilan murid, sebagai tanda/panggilan murid segera ke masjid, dan karena tidak dibaca serentak masih banyak murid yang belum hafal. | Kendala: Kurang kesadaran/partisipasi murid karena asik mengobrol atau main game dan main HP. | Guru ikut memimpin dan mengajak murid membaca bersama di dalam masjid. | |||||||||||||||||||||
25 | Faktor pendukung: Guru mendampingi, tersedia buku panduan. | ||||||||||||||||||||||||||
26 | b. | Adzan dan iqamah secara bergiliran | 1) dilaksanakan rutin secara bergantian sesuai jadwal yang ditentukan, 2) hafal lafadz-lafadz adzan dan iqamah, 3) murid menyimak/mendengarkan/menjawab ketika adzan dikumandangkan | terlaksana dengan baik. Petugas adzan dan iqamah dilakukan secara bergantian, namun ketika adzan dikumandangkan masih ada murid yang tidak menyimak dan menjawab adzan, bahkan terkait jadwal adzan seringkali murid ditunjuk secara dadakan. | Kendala: 1) terhentinya pemantauan peran rohis dan ketua kelas oleh korbid keagamaan, 2) suasana yang gaduh, rame, dan tidak terkondisi sehingga sulit untuk menyimak adzan. | 1) melakukan pengarahan rutin bagi murid yang akan petugas, 2) Guru pendamping menertibkan jamaah sebelum adzan di kumandangkan. | |||||||||||||||||||||
27 | Faktor pendukung: adanya pendampingan dan pengarahan yang tidak hanya dari korbid kegamaan namun juga di bantu oleh wali kelas. | ||||||||||||||||||||||||||
28 | c. | Shalat sunah qabliyah-ba'diyah | 1) rutin melaksanakan shalat sunah qabliyah-ba'diyah, 2) tuma'ninah atau tidak terburu-buru dalam melaksanakan shalat sunah qabliyah-ba'diyah | Alkhamdulillah shalat qabliyah-ba'diyah secara rutin dilaksanakan oleh murid dengan pendampingan guru, dalam pelaksanaannya masih banyak murid yang terburu-buru dan bahkan menurut pengamatan guru pendamping mungkin saja murid tersebut tidak membaca bacaan shalat. | Kendala: 1) kurangnya kesadaran dalam diri murid untuk melaksanakan ibadah secara khusyu', 2) sulitnya pengawasan secara langsung dari guru pendamping karena sulitnya jangkauan | Edukasi batas waktu shalat sunnah. Guru memberi contoh shalat yang tuma'ninah. | |||||||||||||||||||||
29 | Faktor pendukung: 1) keterlibatan guru dalam mendampingi dan mengarahkan murid, 2) pengawasan guru di depan menggunakan pengeras suara. | ||||||||||||||||||||||||||
30 | d. | Shalat Dhuhur/Asar | 1) Jama'ah dilaksanakan secara rutin, 2) melaksanakan shalat dengan benar, 3) mengenakan pakaian yang pantas saat shalat (baju seragam sesuai tatib, mengenakan peci, bagi murid putri mengenakan mukena). | Alkhamdulillah dilaksanakan secara rutin, namun masih ada beberapa murid yang shalatnya belum benar dan mengenakan seragam tidak sesuai tatib. Terkait tugas Imam shalat untuk murid alkhamdulillah terlaksana walaupun belum diberlakukan standar Imam. | Kendala: terhentinya pemantauan peran rohis dan ketua kelas oleh korbid keagamaan. | Edukasi shalat dari korbid keagamaan. Kolaborasi dengan tim tatib untuk merapikan seragam atau tatib yang lain sebelum masuk masjid. | |||||||||||||||||||||
31 | Faktor pendukung: 1) keterlibatan guru dalam mendampingi dan mengarahkan murid, 2) keterlibatan tanse dalam menangani pelanggaran di masjid | ||||||||||||||||||||||||||
32 | e. | Membaca dzikir setelah shalat | 1) rutin membaca dzikir dan do'a, 2) hafal dzikir dan do'a, 3) menengadahkan tangan ketika berdo'a, 4) menghayati bacaan dzikir dan do'a | Alkhamdulillah dzikir dan do'a dibaca rutin secara jahr/keras setelah selesai shalat, namun masih banyak murid yang tidak ikut melafadzkan, masih banyak murid belum hafal. Dalam berdo'a masih banyak murid yang tidak menengadahkan tangan apalagi menghayati do'a. | Kendala: jauhnya jangkauan untuk mengingatkan | 1) Guru menegur langsung murid yang mengobrol, 2) Mengingatkan kembali adab berdoa sebelum dzikir dimulai, 3) memanfaatkan buku panduan untuk dibawa/dibaca, 4) tempo membaca dzikir dan do'a yang tidak cepat namun tidak lamban, 5) syukur-syukur menggunakan irama | |||||||||||||||||||||
33 | f. | Membaca do'a setelah shalat fardlu | Faktor pendukung: keterlibatan guru dalam mendampingi murid, pengawasan guru di depan menggunakan pengeras suara, dan adanya buku panduan sebagai pedoman dzikir. | ||||||||||||||||||||||||
34 | g. | Kultum oleh murid secara bergiliran | 1) dilaksanakan secara rutin bergantian, 2) menyampaikan tanpa membaca full teks | Alkhamdulillah terlaksana cukup baik oleh murid walaupun penyampaian kultum dengan cara membaca. | Kendala: 1) terhentinya pendapingan dari korbid keagamaan, 2) murid di tunjuk secara dadakan. | membuat jadwal rutin terkait pengarahan terhadap rohis dan murid yang bertugas. | |||||||||||||||||||||
35 | Faktor pendukung: peran rohis dalam pelaksanaan pembiasaan, pendampingan oleh korbid keagamaan. | ||||||||||||||||||||||||||
36 | 4 | Pembiasaan hari jum'at: | |||||||||||||||||||||||||
37 | a. | Jum'at putra (kegiatan shalat jum'at) | 1) melaksanakan shalat jum'at tepat waktu, 2) menciptakan suasana tenang dan khusyu' | Alkhamdulillah shalat jum'at dilaksanakan tepat waktu dan tercipta suasana tenang dengan pengarahan guru di awal, pembagian tugas muadzin dari murid, khotib dari guru, imam dari guru/murid, | Kendala: - | membuat konsep yang lebih memerankan Rohis dan lebih sistematis lagi terkait pembiasaan shalat jum'at, semisal sebelum dimulai ada petugas yang mengingatkan kepada jama'ah untuk menjaga ketenangan dan menyempurkan shaf, menyampaikan total infak yang di dapat, termasuk juga mempersiapkan kegiatan shalat jum'at dari khotib, muadzin, dan tempat, serta pengelolaan uang infak. | |||||||||||||||||||||
38 | Faktor pendukung: keterlibatan guru dalam mendampingi dan mengarahkan murid. | ||||||||||||||||||||||||||
39 | b. | Jum'at putri (kegiatan khusus putri ketika waktu dhuhur) | 1) Melaksanakan sholat dhuhur berjamaah dengan khusyu', 2) Melaksanakan susunan Jum'at Putri (kultum, shalat jamaah dhuhur, dzikir dan doa) dengan tertib, 3) Melatih kemampuan public speaking murid putri melalui pergantian tugas sebagai MC, Pengisi Kultum, Pemimpin Asmaul Husna, Dzikir dan Doa. | Jum'at Putri terlaksana dengan tepat waktu, dan kondusif dengan pendampingan dari guru dan karyawan | Kendala: 1) Pemberitahuan petugas Jum'at putri yang terlalu mendadak, 2) jadwal pembagian imam Jum'at Putri yang membingungkan, 3) tempat kegiatan Jum'at Putri yang seringkali belum siap digunakan. | ||||||||||||||||||||||
40 | Faktor pendukung: 1) Jumlah murid yang tidak terlalu banyak (hanya murid putri) cenderung lebih mudah untuk dikondisikan, 2) Pendampingan ibu guru dan karyawan membantu murid murid lebih kondusif dan tertib. | ||||||||||||||||||||||||||
41 | c. | Infaq jum'at | 1) dilaksanakan secara rutin, 2) adanya pelaporan secara rutin | Alkhamdulillah terlaksana secara rutin, namun jarang sekali adanya pelaporan hasil infak kepada jama'ah | Kendala: kurangnya pendampingan dari keagamaan | diusahakan pendampingan secara rutin oleh keagamaan terkait pelaporan hasil infak dan pentasharufan | |||||||||||||||||||||
42 | Faktor pendukung: pendampingan dari keagamaan | ||||||||||||||||||||||||||
43 | 5 | Pembiasaan penguatan adab: | |||||||||||||||||||||||||
44 | a. | Bersama wali kelas di jam wali kelas | terlaksana secara rutin | terlaksana sesuai jadwal yang ditentukan | Kendala: - | dari ketua korbid keagamaan lebih intensif komunikasi untuk mengingatkan terkait kegiatan penguatan adab | |||||||||||||||||||||
45 | Faktor pendukung: konten materi adab, penanggung jawab dalam hal tersebut. | ||||||||||||||||||||||||||
46 | b. | bersama tim penguatan adab sekolah | terlaksana secara rutin | tidak terlaksana | Kendala: kurangnya koordinasi dari koordinator keagamaan untuk mempersiapkan materi dan konsep secara matang | dari ketua korbid keagamaan lebih intensif mengadakan koordinasi dan mengingatkan terkait kegiatan penguatan adab | |||||||||||||||||||||
47 | Faktor pendukung: konten materi adab, penanggung jawab dalam hal tersebut. | ||||||||||||||||||||||||||
48 | B. | KEGIATAN TEMPORAL | |||||||||||||||||||||||||
49 | 1 | Peringatan hari besar Islam | terlaksananya kegiatan dengan baik | Alkhamdulillah terlaksana dengan baik | Kendala: - | terkait kegiatan maulid berupa kajian khusus untuk guru merupakan hal baik sebagai pemenuhan kualitas ruhaniyah dan mempererat ukhuwah jika dilaksanakan secara rutin sebagai kajian rutin, dan ini sekaligus menjadi usulan korbid keagamaan kepada waka humas. | |||||||||||||||||||||
50 | a. | Isra' mi'raj | Faktor pendukung: dukungan dari seluruh guru dan murid | ||||||||||||||||||||||||
51 | b. | Maulid Nabi | |||||||||||||||||||||||||
52 | c. | I'dul qurban | terselenggara dengan baik | belum terlaksana | |||||||||||||||||||||||
53 | 2 | Amaliyah ramadhan (Amaliyah dan Mabit) | terselenggara dengan baik | Alkhamdulillah dalam kegiatan ini murid melaksanakan amaliyah ramadhan bersama di sekolah dengan baik, untuk kegiatan mabit dilaksanakan hanya sampai jam 21.00, berupa tarawih bersama. | Kendala: beberapa murid yang mudik gasik | Adanya tugas tambahan bagi murid yang tidak mengikuti kegiatan Mabit | |||||||||||||||||||||
54 | Faktor pendukung: keikut sertaan guru dalam mendampingi | ||||||||||||||||||||||||||
55 | 3 | Halal bihalal | terselenggara dengan baik | Alkhamdulillah terselenggara dengan baik dan sederhana penuh kekeluargaan, dilaksanakan dilapangan upacara oleh seluruh guru dan murid | Kendala: -, Faktor pendukung: keikut sertaan seluruh guru dan murid | - | |||||||||||||||||||||
56 | 4 | Khotmil Qur'an dan wisuda tahfidz | terselenggara dengan baik | baru membentuk kepanitiaan | |||||||||||||||||||||||
57 | 5 | Camp Tahfidz | terselenggara dengan baik | Belum diselenggarakan, | Kurangnya wawasan dan gambaran terkait program ini, juga masih bingung dengan tujuan utama dan output yang diharapkan | Lebih baik ditiadakan atau dialihkan ke program lain yang lebih esensial | |||||||||||||||||||||
58 | KETAHFIDAN | ||||||||||||||||||||||||||
59 | 1 | Screening Al Qur'an | menentukan kelompok tadarus berdasarkan hasil tes kemampuan murid | terlaksana cukup baik dan terpetakan secara jelas kemampuan murid dalam membaca al Qur'an. | Kendala: kurang jelasnya korbid memberikan standar penilaian sehingga hasil tes agak bervariasi | jika yang di screening kelas X dan XI maka riskan terjadi penurunan tingkat kelompok tadarus, maka agar tidak terjadi demikian screening difokuskan pada kelas X. | di Jelaskan oleh temen-temen tahfidz | ||||||||||||||||||||
60 | Faktor pendukung: menyediakan instrumen asesmen yang jelas, membagi penguji screening. | ||||||||||||||||||||||||||
61 | 2 | Simaan al Qur'an bil ghoib oleh murid kelompok tahfidz | terselenggaranya kegiatan sima'an al qur'an bil ghoib | Alkhamdulillah terselenggara walau hanya satu kali | Kendala: tidak adanya konsep yang jelas dari korbid keagamaan terkait waktu dan prosedur penyelenggaraan | kegiatan sima'an adalah kegiatan yang bagus, maka agar terselenggara dengan baik harus dikonsep dengan baik dan menentukan penanggung jawab | |||||||||||||||||||||
62 | Faktor pendukung: keterlibatan guru tahfidz, membuat rancangan prosedur yang jelas, menentukan penanggung jawab. | ||||||||||||||||||||||||||
63 | 3 | Ujian tahfidz | konsisten terselenggara dengan baik setiap satu semester | Alkhamdulillah terlaksana dan rutin insyaAllah, kali kedua dilaksanakan satu minggu sebelum ASAT depan | Alhamdulillah tidak begitu ada kendala | ||||||||||||||||||||||
64 | 4 | KBM Tahfidz | terselenggara dengan baik dan tertib | Alhamdulillah terselenggara dengan baik dan terlihat adanya peningkatan perhatian dan keseriusan murid | Kendala : Beberapa murid mengulur waktu KBM (datang terlambat) Faktor Pendukung : Adanya kartu kendali tahfidz membuat capaian jelas dan dapat dipantau anak juga orang tua, walaupun beberapa anak masih sering hilang atau tertinggal | ||||||||||||||||||||||
65 | 5 | Klinik Tahfidz | terselenggara dengan baik dan tertib | Alkhamdulillah klinik tahfidz dilaksanakan setiap hari jum'at (13.00 - 14.30), dengan rincian murid: 1) tahfidz ( kelas X: 20, kelas XI: 28), 2) Tahsin ( Kelas X: 3 murid). | kendala : kurangnya perhatian (kehadiran) murid terhadap klinik tahfidz | ||||||||||||||||||||||
66 | D. | SOSIAL KEAGAMAAN | |||||||||||||||||||||||||
67 | 1 | Beasiswa Adik Asuh | memberikan beasiswa kepada 10 adik asuh | Alkhamdulillah terlaksana dengan baik, pada saat ini dapat membantu 11 adik asuh. dengan rincian 5 murid SD, 4 murid SMP, 2 murid SMA | Kendala: - | terus istiqamah menyemarakkan galang dana untuk beasiswa adik asuh | |||||||||||||||||||||
68 | Faktor pendukung: dukungan dari seluruh murid, wali murid, dan guru | ||||||||||||||||||||||||||
69 | |||||||||||||||||||||||||||
70 | |||||||||||||||||||||||||||
71 | |||||||||||||||||||||||||||
72 | |||||||||||||||||||||||||||
73 | |||||||||||||||||||||||||||
74 | |||||||||||||||||||||||||||
75 | |||||||||||||||||||||||||||
76 | |||||||||||||||||||||||||||
77 | |||||||||||||||||||||||||||
78 | |||||||||||||||||||||||||||
79 | |||||||||||||||||||||||||||
80 | |||||||||||||||||||||||||||
81 | |||||||||||||||||||||||||||
82 | |||||||||||||||||||||||||||
83 | |||||||||||||||||||||||||||
84 | |||||||||||||||||||||||||||
85 | |||||||||||||||||||||||||||
86 | |||||||||||||||||||||||||||
87 | |||||||||||||||||||||||||||
88 | |||||||||||||||||||||||||||
89 | |||||||||||||||||||||||||||
90 | |||||||||||||||||||||||||||
91 | |||||||||||||||||||||||||||
92 | |||||||||||||||||||||||||||
93 | |||||||||||||||||||||||||||
94 | |||||||||||||||||||||||||||
95 | |||||||||||||||||||||||||||
96 | |||||||||||||||||||||||||||
97 | |||||||||||||||||||||||||||
98 | |||||||||||||||||||||||||||
99 | |||||||||||||||||||||||||||
100 | |||||||||||||||||||||||||||