ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAA
1
Friday, 24 April 2026TIM:
1. M. Nurrochim Fais, S.Pd.
5. Laila Farchatinnisa, S.Pd
2
2. Achmad Mujib, S.Pd.
6. M. Yusuf Alif C., S.Ag
3
EVALUASI PROGRAM KERJA SEKOLAH TAHUN 2025/2026
3. Tri Adi Nurhadi, S.Pd.
7. Guru Tahfidz
4
SMA ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG
4. Dian Sri Astuti, S.Pd.
5
BIDANG KEAGAMAAN
6
NONAMA PROGRAMTARGET AWALCAPAIANANALISIS (KENDALA & FAKTOR PENDUKUNG)TINDAK LANJUT/ REKOMENDASIKETERANGAN
7
A.PEMBIASAAN HARIAN DAN MINGGUAN
8
1Pembiasaan pagi hari:
9
a.Pembacaan Asmaul Husna1) rutin membaca asmaul husna, 2) hafal asmaul husnaAlhamdulillah Asmaul Husna rutin dibaca oleh perwakilan murid, sebagai tanda/panggilan murid segera ke masjid, dan karena tidak dibaca serentak masih banyak murid yang belum hafal.Kendala: Kurang kesadaran/partisipasi murid.Guru ikut memimpin dan mengajak murid membaca bersama di dalam masjid.
10
Faktor pendukung: Guru mendampingi, tersedia buku panduan.
11
b.Pembiasaan i'tikafdengan penuh kesadaran murid membiasakan diri I'tikaf disela waktu menunggu adzan atau waktu luang lainnya Belum maksimal. Hanya 1-2 murid yang melaksanakan dengan kesadaran sendiri.Kendala: Kurangnya sosialisasi dan kesadaran murid melakukan i'tikafBidang keagamaan perlu membuat kampanye I'tikaf. Guru agama mempraktikkan langsung bersama murid saat jam luang.
12
Faktor Pendukung: Fasilitas masjid memadai, ada materi dari guru agama.
13
c.Shalat dhuha1) rutin melaksanakan shalat dhuha, 2) tuma'ninah atau tidak terburu-buru dalam melaksanakan shalat dhuhaShalat dhuha rutin dilaksanakan dan dipimpin murid. Namun, banyak yang masih terburu-buru (kurang tuma'ninah).Kendala: Kurang kesadaran shalat khusyu'.Edukasi tata cara shalat saat jam agama. Guru pendamping menyebar ke barisan murid (tidak hanya di depan). mempraktikkan shalat bersama Imam.
14
Faktor Pendukung: Ada pendampingan dan pengawasan.
15
d.Dzikir dan do'a setelah shalat dhuha1) rutin membaca dzikir dan do'a, 2) hafal dzikir dan do'a, 3) menengadahkan tangan ketika berdo'a, 4) menghayati bacaan dzikir dan do'aAlkhamdulillah dzikir dan do'a dibaca rutin secara jahr/keras setelah selesai shalat, namun masih banyak murid yang tidak ikut melafadzkan, masih banyak murid belum hafal. Dalam berdo'a masih banyak murid yang tidak menengadahkan tangan apalagi menghayati do'a.Kendala: jauhnya jangkauan untuk mengingatkan1) Guru menegur langsung murid yang mengobrol, 2) Mengingatkan kembali adab berdoa sebelum dzikir dimulai, 3) memanfaatkan buku panduan untuk dibawa/dibaca, 4) tempo membaca dzikir dan do'a yang tidak cepat namun tidak lamban, 5) syukur-syukur menggunakan irama
16
Faktor pendukung: keterlibatan guru dalam mendampingi murid, pengawasan guru di depan menggunakan pengeras suara, dan adanya buku panduan sebagai pedoman dzikir.
17
e.Membaca ikrar1) rutin membaca ikrar dan do'a sebelum belajar, 2) hafal ikrar dan do'a, 3) menengadahkan tangan ketika berdo'a, 4) menghayati bacaan dzikir dan do'a, 5) memposisikan diri dengan baikAlkhamdulillah ikrar dan do'a terlaksana setiap hari, namun masih ada beberapa murid yang tidak memposisikan diri dengan benar ketika ikrar dan do'a, masih banyak murid yang membaca tanpa ada penghayatan ketika ikrar dan do'a.Kendala: kurangnya sosialisasi bidang keagamaan kepada murid yang bertugas, pembacaan ikrar dan do'a yang terlalu cepat tidak dapat dihikmati.Pengarahan khusus bagi petugas ikrar agar temponya pas dan jelas. Guru pendamping ikut memastikan sikap sempurna murid. atau jika jumlah murid di masjid yang di awasi terlalu banyak maka ikrar dan do'a dikembalikan ke kelas masing-masing agar lebih intens.
18
f.Membaca do'a sebelum belajarFaktor pendukung: pendampingan dan pengarahan guru, adanya buku panduan dapat digunakan untuk dibaca, peranan Rohis yang mendampingi dalam setiap pembiasaan
19
2Pembiasaan tadarus:
20
a.Tahsin (halaqah bagi murid yang belajar membaca)1) murid rutin melaksanakan tadarus pagi sesuai kelompok masing-masingAlkhamdulillah kegiatan tadarus terlaksana dengan cukup baik, bahkan data murid yang dapat membaca al Qur'an bertambah dari semester sebelumnya, dengan rincian : Kelas X (20 Tahsin Putra dan 10 Tahsin Putri, 21 Tahfidz Putra dan 27 Tahfidz Putri) Kelas XI (24 Tahsin Putra dan 15 Tahsin Putri, 27 Tahfidz Putra dan 21 Tahfidz Putri), Kelas XII (18 Tahsin Putra dan 4 Tahsin Putri, 27 Tahfidz Putra dan 21 Tahfidz Putri)Kendala: 1) memastikan murid tadarus sesuai kelompok, 2) kurangnya kesadaran murid untuk tadarus secara mandiri, 3) kurangnya rekapan data capaian murid terkini1) banyaknya murid yang tidak mengikuti tadarus pada kelompoknya karena kurangnya kontrol keagamaan terhadap kehadiran murid. Oleh karena itu diusahakan kontrol kehadiran termasuk juga kenaikan tingkat tadarus dilaksanakan secara rutin dan teratur. 2) dan kami merasa pengelompokan tadarus justru memberi kesempatan kepada murid untuk bersantai dan dianggap sebagai waktu luang maka sebagai opsi kedua lebih baik tadarus dikembalikan kepada wali kelas di kelas masing-masing.khusus dihari jum'at tadarus secara bersama dan menurut kami diusahakan surat yang di baca adalah QS. Al Kahfi walaupun tidak selesai satu surat.
21
b.Tartil (halaqah bagi murid yang sudah bisa membaca al Qur'an)
22
c.Tahfidz (halaqah bagi murid yang berfokus pada hafalan al Qur'an)Faktor pendukung: 1) pendampingan guru sebagai pentaskhih dan pengendali kehadiran, 2) pembentukan kelompok tadarus sesuai dengan kemampuan murid, 3) adanya bahan ajar dari kitab Yanbu'a
23
3Pembiasaan shalat jama'ah (dhuhur dan asar)
24
a.Pembacaan Asmaul Husna1) rutin membaca asmaul husna, 2) hafal asmaul husnaAlhamdulillah Asmaul Husna rutin dibaca oleh perwakilan murid, sebagai tanda/panggilan murid segera ke masjid, dan karena tidak dibaca serentak masih banyak murid yang belum hafal.Kendala: Kurang kesadaran/partisipasi murid karena asik mengobrol atau main game dan main HP.Guru ikut memimpin dan mengajak murid membaca bersama di dalam masjid.
25
Faktor pendukung: Guru mendampingi, tersedia buku panduan.
26
b.Adzan dan iqamah secara bergiliran1) dilaksanakan rutin secara bergantian sesuai jadwal yang ditentukan, 2) hafal lafadz-lafadz adzan dan iqamah, 3) murid menyimak/mendengarkan/menjawab ketika adzan dikumandangkan terlaksana dengan baik. Petugas adzan dan iqamah dilakukan secara bergantian, namun ketika adzan dikumandangkan masih ada murid yang tidak menyimak dan menjawab adzan, bahkan terkait jadwal adzan seringkali murid ditunjuk secara dadakan.Kendala: 1) terhentinya pemantauan peran rohis dan ketua kelas oleh korbid keagamaan, 2) suasana yang gaduh, rame, dan tidak terkondisi sehingga sulit untuk menyimak adzan.1) melakukan pengarahan rutin bagi murid yang akan petugas, 2) Guru pendamping menertibkan jamaah sebelum adzan di kumandangkan.
27
Faktor pendukung: adanya pendampingan dan pengarahan yang tidak hanya dari korbid kegamaan namun juga di bantu oleh wali kelas.
28
c.Shalat sunah qabliyah-ba'diyah1) rutin melaksanakan shalat sunah qabliyah-ba'diyah, 2) tuma'ninah atau tidak terburu-buru dalam melaksanakan shalat sunah qabliyah-ba'diyahAlkhamdulillah shalat qabliyah-ba'diyah secara rutin dilaksanakan oleh murid dengan pendampingan guru, dalam pelaksanaannya masih banyak murid yang terburu-buru dan bahkan menurut pengamatan guru pendamping mungkin saja murid tersebut tidak membaca bacaan shalat.Kendala: 1) kurangnya kesadaran dalam diri murid untuk melaksanakan ibadah secara khusyu', 2) sulitnya pengawasan secara langsung dari guru pendamping karena sulitnya jangkauanEdukasi batas waktu shalat sunnah. Guru memberi contoh shalat yang tuma'ninah.
29
Faktor pendukung: 1) keterlibatan guru dalam mendampingi dan mengarahkan murid, 2) pengawasan guru di depan menggunakan pengeras suara.
30
d.Shalat Dhuhur/Asar1) Jama'ah dilaksanakan secara rutin, 2) melaksanakan shalat dengan benar, 3) mengenakan pakaian yang pantas saat shalat (baju seragam sesuai tatib, mengenakan peci, bagi murid putri mengenakan mukena).Alkhamdulillah dilaksanakan secara rutin, namun masih ada beberapa murid yang shalatnya belum benar dan mengenakan seragam tidak sesuai tatib. Terkait tugas Imam shalat untuk murid alkhamdulillah terlaksana walaupun belum diberlakukan standar Imam.Kendala: terhentinya pemantauan peran rohis dan ketua kelas oleh korbid keagamaan.Edukasi shalat dari korbid keagamaan. Kolaborasi dengan tim tatib untuk merapikan seragam atau tatib yang lain sebelum masuk masjid.
31
Faktor pendukung: 1) keterlibatan guru dalam mendampingi dan mengarahkan murid, 2) keterlibatan tanse dalam menangani pelanggaran di masjid
32
e.Membaca dzikir setelah shalat1) rutin membaca dzikir dan do'a, 2) hafal dzikir dan do'a, 3) menengadahkan tangan ketika berdo'a, 4) menghayati bacaan dzikir dan do'aAlkhamdulillah dzikir dan do'a dibaca rutin secara jahr/keras setelah selesai shalat, namun masih banyak murid yang tidak ikut melafadzkan, masih banyak murid belum hafal. Dalam berdo'a masih banyak murid yang tidak menengadahkan tangan apalagi menghayati do'a.Kendala: jauhnya jangkauan untuk mengingatkan1) Guru menegur langsung murid yang mengobrol, 2) Mengingatkan kembali adab berdoa sebelum dzikir dimulai, 3) memanfaatkan buku panduan untuk dibawa/dibaca, 4) tempo membaca dzikir dan do'a yang tidak cepat namun tidak lamban, 5) syukur-syukur menggunakan irama
33
f.Membaca do'a setelah shalat fardluFaktor pendukung: keterlibatan guru dalam mendampingi murid, pengawasan guru di depan menggunakan pengeras suara, dan adanya buku panduan sebagai pedoman dzikir.
34
g.Kultum oleh murid secara bergiliran1) dilaksanakan secara rutin bergantian, 2) menyampaikan tanpa membaca full teksAlkhamdulillah terlaksana cukup baik oleh murid walaupun penyampaian kultum dengan cara membaca.Kendala: 1) terhentinya pendapingan dari korbid keagamaan, 2) murid di tunjuk secara dadakan.membuat jadwal rutin terkait pengarahan terhadap rohis dan murid yang bertugas.
35
Faktor pendukung: peran rohis dalam pelaksanaan pembiasaan, pendampingan oleh korbid keagamaan.
36
4Pembiasaan hari jum'at:
37
a.Jum'at putra (kegiatan shalat jum'at)1) melaksanakan shalat jum'at tepat waktu, 2) menciptakan suasana tenang dan khusyu'Alkhamdulillah shalat jum'at dilaksanakan tepat waktu dan tercipta suasana tenang dengan pengarahan guru di awal, pembagian tugas muadzin dari murid, khotib dari guru, imam dari guru/murid, Kendala: -membuat konsep yang lebih memerankan Rohis dan lebih sistematis lagi terkait pembiasaan shalat jum'at, semisal sebelum dimulai ada petugas yang mengingatkan kepada jama'ah untuk menjaga ketenangan dan menyempurkan shaf, menyampaikan total infak yang di dapat, termasuk juga mempersiapkan kegiatan shalat jum'at dari khotib, muadzin, dan tempat, serta pengelolaan uang infak.
38
Faktor pendukung: keterlibatan guru dalam mendampingi dan mengarahkan murid.
39
b.Jum'at putri (kegiatan khusus putri ketika waktu dhuhur)1) Melaksanakan sholat dhuhur berjamaah dengan khusyu', 2) Melaksanakan susunan Jum'at Putri (kultum, shalat jamaah dhuhur, dzikir dan doa) dengan tertib, 3) Melatih kemampuan public speaking murid putri melalui pergantian tugas sebagai MC, Pengisi Kultum, Pemimpin Asmaul Husna, Dzikir dan Doa.Jum'at Putri terlaksana dengan tepat waktu, dan kondusif dengan pendampingan dari guru dan karyawan Kendala: 1) Pemberitahuan petugas Jum'at putri yang terlalu mendadak, 2) jadwal pembagian imam Jum'at Putri yang membingungkan, 3) tempat kegiatan Jum'at Putri yang seringkali belum siap digunakan.
40
Faktor pendukung: 1) Jumlah murid yang tidak terlalu banyak (hanya murid putri) cenderung lebih mudah untuk dikondisikan, 2) Pendampingan ibu guru dan karyawan membantu murid murid lebih kondusif dan tertib.
41
c.Infaq jum'at1) dilaksanakan secara rutin, 2) adanya pelaporan secara rutinAlkhamdulillah terlaksana secara rutin, namun jarang sekali adanya pelaporan hasil infak kepada jama'ahKendala: kurangnya pendampingan dari keagamaandiusahakan pendampingan secara rutin oleh keagamaan terkait pelaporan hasil infak dan pentasharufan
42
Faktor pendukung: pendampingan dari keagamaan
43
5Pembiasaan penguatan adab:
44
a.Bersama wali kelas di jam wali kelas terlaksana secara rutinterlaksana sesuai jadwal yang ditentukanKendala: -dari ketua korbid keagamaan lebih intensif komunikasi untuk mengingatkan terkait kegiatan penguatan adab
45
Faktor pendukung: konten materi adab, penanggung jawab dalam hal tersebut.
46
b.bersama tim penguatan adab sekolahterlaksana secara rutintidak terlaksanaKendala: kurangnya koordinasi dari koordinator keagamaan untuk mempersiapkan materi dan konsep secara matangdari ketua korbid keagamaan lebih intensif mengadakan koordinasi dan mengingatkan terkait kegiatan penguatan adab
47
Faktor pendukung: konten materi adab, penanggung jawab dalam hal tersebut.
48
B.KEGIATAN TEMPORAL
49
1Peringatan hari besar Islamterlaksananya kegiatan dengan baikAlkhamdulillah terlaksana dengan baikKendala: -terkait kegiatan maulid berupa kajian khusus untuk guru merupakan hal baik sebagai pemenuhan kualitas ruhaniyah dan mempererat ukhuwah jika dilaksanakan secara rutin sebagai kajian rutin, dan ini sekaligus menjadi usulan korbid keagamaan kepada waka humas.
50
a.Isra' mi'rajFaktor pendukung: dukungan dari seluruh guru dan murid
51
b.Maulid Nabi
52
c.I'dul qurbanterselenggara dengan baikbelum terlaksana
53
2Amaliyah ramadhan (Amaliyah dan Mabit)terselenggara dengan baikAlkhamdulillah dalam kegiatan ini murid melaksanakan amaliyah ramadhan bersama di sekolah dengan baik, untuk kegiatan mabit dilaksanakan hanya sampai jam 21.00, berupa tarawih bersama.Kendala: beberapa murid yang mudik gasikAdanya tugas tambahan bagi murid yang tidak mengikuti kegiatan Mabit
54
Faktor pendukung: keikut sertaan guru dalam mendampingi
55
3
Halal bihalal
terselenggara dengan baikAlkhamdulillah terselenggara dengan baik dan sederhana penuh kekeluargaan, dilaksanakan dilapangan upacara oleh seluruh guru dan muridKendala: -, Faktor pendukung: keikut sertaan seluruh guru dan murid-
56
4Khotmil Qur'an dan wisuda tahfidzterselenggara dengan baikbaru membentuk kepanitiaan
57
5Camp Tahfidzterselenggara dengan baikBelum diselenggarakan, Kurangnya wawasan dan gambaran terkait program ini, juga masih bingung dengan tujuan utama dan output yang diharapkanLebih baik ditiadakan atau dialihkan ke program lain yang lebih esensial
58
KETAHFIDAN
59
1Screening Al Qur'anmenentukan kelompok tadarus berdasarkan hasil tes kemampuan muridterlaksana cukup baik dan terpetakan secara jelas kemampuan murid dalam membaca al Qur'an.Kendala: kurang jelasnya korbid memberikan standar penilaian sehingga hasil tes agak bervariasijika yang di screening kelas X dan XI maka riskan terjadi penurunan tingkat kelompok tadarus, maka agar tidak terjadi demikian screening difokuskan pada kelas X.di Jelaskan oleh temen-temen tahfidz
60
Faktor pendukung: menyediakan instrumen asesmen yang jelas, membagi penguji screening.
61
2Simaan al Qur'an bil ghoib oleh murid kelompok tahfidzterselenggaranya kegiatan sima'an al qur'an bil ghoibAlkhamdulillah terselenggara walau hanya satu kaliKendala: tidak adanya konsep yang jelas dari korbid keagamaan terkait waktu dan prosedur penyelenggaraankegiatan sima'an adalah kegiatan yang bagus, maka agar terselenggara dengan baik harus dikonsep dengan baik dan menentukan penanggung jawab
62
Faktor pendukung: keterlibatan guru tahfidz, membuat rancangan prosedur yang jelas, menentukan penanggung jawab.
63
3
Ujian tahfidz
konsisten terselenggara dengan baik setiap satu semesterAlkhamdulillah terlaksana dan rutin insyaAllah, kali kedua dilaksanakan satu minggu sebelum ASAT depanAlhamdulillah tidak begitu ada kendala
64
4KBM Tahfidzterselenggara dengan baik dan tertibAlhamdulillah terselenggara dengan baik dan terlihat adanya peningkatan perhatian dan keseriusan muridKendala : Beberapa murid mengulur waktu KBM (datang terlambat) Faktor Pendukung : Adanya kartu kendali tahfidz membuat capaian jelas dan dapat dipantau anak juga orang tua, walaupun beberapa anak masih sering hilang atau tertinggal
65
5Klinik Tahfidzterselenggara dengan baik dan tertibAlkhamdulillah klinik tahfidz dilaksanakan setiap hari jum'at (13.00 - 14.30), dengan rincian murid: 1) tahfidz ( kelas X: 20, kelas XI: 28), 2) Tahsin ( Kelas X: 3 murid).kendala : kurangnya perhatian (kehadiran) murid terhadap klinik tahfidz
66
D.SOSIAL KEAGAMAAN
67
1Beasiswa Adik Asuhmemberikan beasiswa kepada 10 adik asuhAlkhamdulillah terlaksana dengan baik, pada saat ini dapat membantu 11 adik asuh. dengan rincian 5 murid SD, 4 murid SMP, 2 murid SMAKendala: -terus istiqamah menyemarakkan galang dana untuk beasiswa adik asuh
68
Faktor pendukung: dukungan dari seluruh murid, wali murid, dan guru
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100