ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
2
DAFTAR AREA of IMPROVEMENT (AoI) DAN PEMANTAUAN RENCANA AKSI ATAS HASIL PENILAIAN MANDIRI MATURITAS PENYELENGGARAAN SPIP
3
UNIT/SATUAN KERJA
:
BPS Provinsi Bali
4
5
No.Komponen/Unsur/SubunsurNo.Uraian ParameterNo.Area of Improvement (AoI)Rencana AksiPenanggung JawabTarget WaktuStatusKendala/HambatanLink Penyimpanan Bukti Dukung
6
2E
NILAI
KEUANGAN
NILAI
ASET
NILAI
KETAATAN
NILAI
7
STRUKTUR DAN PROSES
8
1Lingkungan Pengendalian
9
1.1Penegakan Integritas dan Nilai Etika (1.1)1Organisasi menegakkan integritas dan nilai etika dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasi
Organisasi menegakkan integritas dan nilai etika dalam pengelolaan keuangan
Organisasi menegakkan integritas dan nilai etika dalam pengelolaan aset
Organisasi menegakkan integritas dan nilai etika dalam pelaksanaan tugasnya sesuai peraturan yang berlaku
1Melakukan Evaluasi terhadap kebijakan secara berkala, terdokumentasi, dilakukan untuk menangani residual risk, dan ditindaklanjuti agar menghasilkan kinerja yang lebih baikMelakukan Evaluasi terhadap kebijakan secara berkala, terdokumentasi, dilakukan untuk menangani residual risk, dan ditindaklanjuti agar menghasilkan kinerja yang lebih baikMelakukan Evaluasi terhadap kebijakan secara berkala, terdokumentasi, dilakukan untuk menangani residual risk, dan ditindaklanjuti agar menghasilkan kinerja yang lebih baikMelakukan Evaluasi terhadap kebijakan secara berkala, terdokumentasi, dilakukan untuk menangani residual risk, dan ditindaklanjuti agar menghasilkan kinerja yang lebih baikMelakukan evaluasi kebijakanTim SDM dan HukumJanuari - Juni 2022https://asadadhajhdjka
10
2Kebijakan eksplisit atas pengendalian korupsi yang mencakup pernyataan kebijakan, penetapan struktur pengelola risiko korupsi, serta standar perilaku antikorupsi 2Mengevaluasi dan reviu kebijakan antikorupsiEvaluasi dan reviu kebijakan antikorupsiTim SDM dan HukumJanuari - Juni 2022
11
3Organisasi menetapkan dan melaksanakan SOP antikorupsi yang mencakup tiga proses prinsip dalam pengelolaan risiko korupsi, yakni cegah, deteksi, dan respons. 3SOP mencakup aspek edukasi, asesmen risiko, dan reviu serta evaluasi SOPReviu dan evaluasi SOP antikorupsiTim SDM dan HukumJanuari - Juni 2022
12
4Unit kerja sebagai lingkungan belajar dikelola untuk memungkinkan pegawai di semua level berpartisipasi dalam program antikorupsi dengan menghindari perilaku koruptif dan menunjukkan sikap lugas ketika berhadapan dengan situasi yang memicu perilaku korupsi4Edukasi/pembelajaran secara terstruktur dan terjadwalKnowledge sharing perilaku antikorupsiTim SDM dan HukumJanuari - Juni 2022
13
5Integritas organisasional yang terwujud dalam transparansi dan akuntabilitas telah tercermin dalam visi, misi, tujuan, dan nilai-nilai organisasi/unit kerja
14
6Terdapat persepsi bersama bahwa yang dijadikan acuan utama sebagai perilaku etis adalah peraturan, SOP, hukum, atau standar profesional
15
7Kejadian korupsi/perilaku koruptif telah ditindaklanjuti oleh orang yang kompeten dan independen
16
8Atas hasil audit atau investigasi telah diambil langkah dalam rangka memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan oleh praktik korupsi di dalam organisasi berupa pemastian pengenaan sanksi dan perbaikan melalui pemulihan kerugian dan peningkatan pengendalian.
17
1.2Komitmen terhadap Kompetensi (1.2)1Tugas dan jabatan dalam organisasi dilaksanakan dan diisi oleh SDM yang kompeten5Melakukan evaluasi terhadap implementasi standar kompetensiMelakukan evaluasi terhadap implementasi standar kompetensiMelakukan evaluasi terhadap implementasi standar kompetensiMelakukan evaluasi terhadap implementasi standar kompetensiEvaluasi standar kompetensi secara berkalaTim SDM dan HukumJanuari - Juni 2022
18
1.3Kepemimpinan yang Kondusif (1.3)1Pimpinan organisasi menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk pencapaian tujuan organisasi.6
Meninjau relevansi kebijakan
Meninjau relevansi kebijakan
Meninjau relevansi kebijakan
Meninjau relevansi kebijakan
Evaluasi kebijakan oleh pimpinanPimpinanJanuari - Juni 2022
19
2Pimpinan Instansi Pemerintah mengalokasikan sumber daya untuk penerapan manajemen risiko.7
Melibatkan minimal 70 persen pegawai dalam UPR
Melibatkan minimal 70 persen pegawai dalam UPR
Melibatkan minimal 70 persen pegawai dalam UPR
Melibatkan minimal 70 persen pegawai dalam UPR
Pembinaan Pengendalian Risiko terhadap minimal 70 persen SDM
Kabag UmumJanuari - Juni 2022
20
3Pimpinan Instansi Pemerintah menggunakan informasi terkait risiko dalam pengambilan keputusan8
Menggunakan informasi pada manajemen risiko dalam pengambilan kepurusan
Menggunakan informasi pada manajemen risiko dalam pengambilan kepurusan
Menggunakan informasi pada manajemen risiko dalam pengambilan kepurusan
Menggunakan informasi pada manajemen risiko dalam pengambilan kepurusan
Mengoptimalkan Manajemen RisikoPimpinanJanuari - Juni 2022
21
4Pimpinan Instansi Pemerintah mendorong penerapan manajemen risiko, melalui Penggunaan kinerja penerapan manajemen risiko sebagai indikator penilaian kinerja9
Menerapkan Manajemen risiko sebagai penilaian kinerja
Menerapkan Manajemen risiko sebagai penilaian kinerja
Menerapkan Manajemen risiko sebagai penilaian kinerja
Menerapkan Manajemen risiko sebagai penilaian kinerja
Mengevaluasi pemanfaatan manajemen risiko
PimpinanJanuari - Juni 2022
22
5Program antikorupsi didukung dengan penyediaan alokasi sumberdaya secara eksplisit secara memadai, baik anggaran, personil, dan sarana prasarana
Menyediakan sumberdaya yang mencukupi untuk pengelolaan risiko korupsi (SDM dan anggaran)
Mengalokasikan anggaran untuk kegiatan antikorupsi
PimpinanJanuari - Juni 2022
23
6Faktor kekuasaan dan wewenang yang melekat pada pimpinan unit kerja dipakai untuk tujuan mengelola risiko korupsi secara efektif (tidak membiarkan/ mengabaikan)
24
7Pimpinan mendorong bawahan untuk mengikutinya melalui atensi yang diberikan di berbagai kesempatan, keterbukaan dan transparansi, reinforcement, perlakuan adil, dan pengambilan keputusan yang menyertakan pertimbangan etis.
25
1.4Pembentukan Struktur Organisasi yang Sesuai dengan Kebutuhan (1.4)1Struktur organisasi dibentuk dalam rangka mendukung pencapaian sasaran strategis organisasi.
Struktur organisasi dibentuk dalam rangka mendukung pencapaian keandalan laporan keuangan
Struktur organisasi dibentuk dalam rangka mendukung pencapaian keamanan aset
Dalam Struktur organisasi terdapat unit yang melaksanakan fungsi kepatuhan internal.
Melakukan evaluasi dalam tatalaksana
Melakukan evaluasi dalam tatalaksana
Melakukan evaluasi dalam tatalaksana
Melakukan evaluasi dalam tatalaksana
Melakukan pembentukan tim kerja yang dinamis dan dievaluasi efektivitasnya
PimpinanJanuari - Juni 2022
26
1.5Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab yang Tepat (1.5)1Wewenang dan tanggung jawab diberikan kepada pegawai yang tepat sesuai tingkatannya untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan dalam rangka percepatan pencapaian tujuan organisasi.

Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab memperhatikan benturan kepentingan
Melakukan evaluasi berkala dalam pendelegasian wewenang
Melakukan evaluasi berkala dalam pendelegasian wewenang
Melakukan evaluasi berkala dalam pendelegasian wewenang
Melakukan evaluasi berkala dalam pendelegasian wewenang
Evaluasi efektivitas pendelegasian wewenang
PimpinanJanuari - Juni 2022
27
1.6Penyusunan dan Penerapan Kebijakan yang Sehat tentang Pembinaan SDM (1.6)1Penerapan kebijakan manajemen dan praktik pembinaan SDM sehingga dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi
Melakukan evaluasi berkala terhadap pengelolaan SDM
Melakukan evaluasi berkala terhadap pengelolaan SDM
Melakukan evaluasi berkala terhadap pengelolaan SDM
Melakukan evaluasi berkala terhadap pengelolaan SDM
Evaluasi efektivitas pengelolaan SDM
Kabag UmumJanuari - Juni 2022
28
2Pegawai telah mendapatkan fasilitas untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan terkait manajemen risiko
Meningkatkan kemampuan untuk Manajemen risiko dengan melakukan in house training
Meningkatkan kemampuan untuk Manajemen risiko dengan melakukan in house training
Meningkatkan kemampuan untuk Manajemen risiko dengan melakukan in house training
Meningkatkan kemampuan untuk Manajemen risiko dengan melakukan in house training
Menambah jumlah pegawai untuk mengikuti sertifikasi Manajemen Risiko
BPS/PusdiklatJanuari - Juni 2022
29
3Pegawai memiliki kesadaran terkait manajemen risiko
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Knowledge sharing MRBagian UmumJanuari - Juni 2022
30
1.7Perwujudan Peran APIP yang Efektif (1.7)1Pengawasan APIP telah dapat memberikan nilai tambah pada perbaikan pengendalian organisasi
31
1.8Hubungan Kerja yang Baik dengan Instansi Pemerintah Terkait (1.8)1Pimpinan organisasi menjalin hubungan kerja yang baik (kemitraan) dengan instansi lain terkait dengan upaya pencapaian tujuan organisasi.
evaluasi atas prosedur kerjasama secara berkala
evaluasi atas prosedur kerjasama secara berkala
evaluasi atas prosedur kerjasama secara berkala
evaluasi atas prosedur kerjasama secara berkala
Evaluasi berkala KerjasamaPimpinanJanuari - Juni 2022
32
2Dalam rangka menciptakan hubungan kerja yang baik, instansi Pemerintah telah mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko (termasuk implikasi dari transfer risiko) terkait kemitraan
Menerapkan MR dalam menjalin kemitraan
Menerapkan MR dalam menjalin kemitraan
Menerapkan MR dalam menjalin kemitraan
Menerapkan MR dalam menjalin kemitraan
Melakukan Manajemen Risiko Kemitraan
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
33
2Penilaian Risiko
34
2.1Identifikasi Risiko (2.1)1Pemerintah Daerah telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko.
Membangun manajemen risiko terintegrasi
Membangun manajemen risiko terintegrasi
Membangun manajemen risiko terintegrasi
Membangun manajemen risiko terintegrasi
Menerapkan Manajemen Risiko dalam seluruh kegiatan (Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
35
2Risiko telah teridentifikasi dan dituangkan dalam register risiko
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Knowledge Sharing Manajemen Risiko
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
36
3Proses manajemen risiko telah melekat pada proses bisnis Instansi Pemerintah
Membangun manajemen risiko terintegrasi
Membangun manajemen risiko terintegrasi
Membangun manajemen risiko terintegrasi
Membangun manajemen risiko terintegrasi
Menerapkan Manajemen Risiko dalam seluruh kegiatan (Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
37
2.2Analisis Risiko (2.2)1Seluruh risiko telah dianalisis dampak dan tingkat keterjadiannya
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Knowledge Sharing Manajemen Risiko
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
38
2Instansi pemerintah telah menentukan prioritas risiko
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Knowledge Sharing Manajemen Risiko
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
39
3Instansi Pemerintah telah menentukan rencana tindak pengendalian
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Knowledge Sharing Manajemen Risiko
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
40
4Tindak pengendalian telah diimplementasikan
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Knowledge Sharing Manajemen Risiko
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
41
5Tindak pengendalian efektif menurunkan risiko
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Proses Manajemen Risiko dipahami oleh minimal 70 persen sampel (pegawai)
Knowledge Sharing Manajemen Risiko
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
42
6Analisis dan asesmen risiko telah dilakukan dan menghasilkan rancangan tindak pengendalian untuk memitigasi risiko korupsi yang sudah terpetakan
Evaluasi berkala Risiko Korupsi
Menerapkan Manajemen Risiko dalam seluruh kegiatan (Perencanaan, Pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
43
3Kegiatan Pengendalian
44
3.1Reviu atas Kinerja Instansi Pemerintah (3.1)1Pimpinan organisasi membandingkan tolok ukur kinerja dengan capaian kinerja secara berkala untuk mengatasi hambatan kinerja, menetapkan strategi perbaikan, dan menilai kinerja suatu unit sampai dengan periode tertentu dalam rangka mengawal pencapaian tujuan organisasi.
Reviu Kinerja Berkala
Reviu Kinerja Berkala
Reviu Kinerja Berkala
Reviu Kinerja Berkala
Melakukan Reviu Kinerja Secara berkala untuk menangani residual risk dan melakukan tindak lanjut hasil reviu
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
45
3.2Pembinaan Sumber Daya Manusia (3.2)1Pembinaan SDM dilakukan sehingga setiap pegawai dapat memberikan manfaat optimal dalam pencapaian tujuan organisasi
Evaluasi pembinaan SDM
Evaluasi pembinaan SDM
Evaluasi pembinaan SDM
Evaluasi pembinaan SDM
Monitoring dan Evaluasi pembinaan SDM
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
46
3.3Pengendalian atas Pengelolaan Sistem Informasi (3.3)1Pengendalian atas pengelolaan sistem informasi dilakukan untuk memastikan sistem informasi dapat menyajikan data yang akurat dan tepat waktu untuk digunakan oleh pengguna.
evaluasi Pengelolaan Sistem Informasi
evaluasi Pengelolaan Sistem Informasi
evaluasi Pengelolaan Sistem Informasi
evaluasi Pengelolaan Sistem Informasi
Evaluasi pengelolaan sistem informasi
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
47
3.4Pengendalian Fisik atas Aset (3.4)1Pengelolaan BMN/D dilakukan untuk menjamin aset tersedia dan dapat digunakan dengan baik oleh pengguna dalam rangka mendukung kinerja organisasi.
Evaluasi Berkala atas SOP pengendalian fisik aset
Evaluasi Berkala atas SOP pengendalian fisik aset
Evaluasi Berkala atas SOP pengendalian fisik aset
Evaluasi Berkala atas SOP pengendalian fisik aset
Evaluasi AsetBagian UmumJanuari - Juni 2022
48
3.5Penetapan dan Reviu atas Indikator dan Ukuran Kinerja (3.5)1Kegiatan pengendalian atas penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja dilakukan untuk menjamin keandalan ukuran dan ketepatan penetapan indikator masing-masing unit secara berjenjang dibandingkan dengan IKU organisasi.
Reviu indikator kinerja
Reviu indikator kinerja
Reviu indikator kinerja
Reviu indikator kinerja
Reviu Indikator Kinerja PegawaiBagian UmumJanuari - Juni 2022
49
3.6Pemisahan Fungsi (3.6)1Terdapat pemisahan fungsi sehingga seluruh aspek utama transaksi dan kejadian tidak dikendalikan hanya oleh satu orang
Menyesuaikan pemisahan fungsi dengan perubahan lingkungan strategis
Menyesuaikan pemisahan fungsi dengan perubahan lingkungan strategis
Menyesuaikan pemisahan fungsi dengan perubahan lingkungan strategis
Menyesuaikan pemisahan fungsi dengan perubahan lingkungan strategis
Menyesuaikan pemisahan fungsi dengan perubahan lingkungan strategis
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
50
3.7Otorisasi atas Transaksi dan Kejadian yang Penting (3.7)1Terdapat proses untuk memastikan transaksi dan kejadian penting hanya dapat diotorisasi ketika memenuhi persyaratan dan dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan
Mengevaluasi kebijakan otoritas transaksi
Mengevaluasi kebijakan otoritas transaksi
Mengevaluasi kebijakan otoritas transaksi
Mengevaluasi kebijakan otoritas transaksi
Evaluasi Otorisasi TransaksiBagian UmumJanuari - Juni 2022
51
3.8Pencatatan yang Akurat dan Tepat Waktu atas Transaksi dan Kejadian (3.8)1Terdapat proses untuk memastikan transaksi telah diklasifikasikan dengan layak dan dikelompokkan dengan benar serta dicatat dengan segera sehingga relevan, bernilai, dan berguna bagi manajemen
Evaluasi pencatatan transaksi secara berkala
Evaluasi pencatatan transaksi secara berkala
Evaluasi pencatatan transaksi secara berkala
Evaluasi pencatatan transaksi secara berkala
Evaluasi berkala terhadap pencatatan atas transaksi
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
52
3.9Pembatasan Akses atas Sumber Daya dan Pencatatannya (3.9)1Terdapat pembatasan atas kesempatan dan hak untuk menggunakan, atau memperoleh sumber daya dan mengakses pencatatannya
Evaluasi kebijakan pembatasan sumber daya dan pencatatannya
Evaluasi kebijakan pembatasan sumber daya dan pencatatannya
Evaluasi kebijakan pembatasan sumber daya dan pencatatannya
Evaluasi kebijakan pembatasan sumber daya dan pencatatannya
Evaluasi kebijakan pembatasan sumber daya dan pencatatannya
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
53
3.10Akuntabilitas terhadap Sumber Daya dan Pencatatannya (3.10)1Terdapat pertanggungjawaban seseorang atau unit organisasi dalam mengelola sumber daya yang diberikan/dikuasakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan organisasi
Evaluasi berkala atas penggunaan Sumber daya
Evaluasi berkala atas penggunaan Sumber daya
Evaluasi berkala atas penggunaan Sumber daya
Evaluasi berkala atas penggunaan Sumber daya
Evaluasi penggunaan sumberdayaBagian UmumJanuari - Juni 2022
54
3.11Dokumentasi yang Baik atas SPI serta Transaksi dan Kejadian Penting (3.11)1Terdapat pengelolaan, pemeliharaan, dan pendokumentasian secara berkala yang mencakup seluruh SPI serta transaksi dan kejadian penting yang dilaksanakan secara lengkap dan akurat untuk memfasilitasi penelusuran transaksi, kejadian, dan informasi terkait
Evaluasi berkala penerapan SPI
Evaluasi berkala penerapan SPI
Evaluasi berkala penerapan SPI
Evaluasi berkala penerapan SPI
Evaluasi berkala penerapan SPIBagian UmumJanuari - Juni 2022
55
4Informasi dan Komunikasi
56
4.1Informasi yang Relevan (4.1)1Tersedianya informasi yang relevan untuk kebutuhan internal dan eksternal.
Evaluasi atas layanan eksternal dan internal
Evaluasi atas layanan eksternal dan internal
Evaluasi atas layanan eksternal dan internal
Evaluasi atas layanan eksternal dan internal
Evaluasi atas layanan eksternal dan internal
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
57
2Pimpinan Instansi Pemerintah membangun sistem pengaduan
Mengelola sistem pengaduan agar meningkatkan kinerja dan perbaikan pelayanan
Mengelola sistem pengaduan agar meningkatkan kinerja dan perbaikan pelayanan
Mengelola sistem pengaduan agar meningkatkan kinerja dan perbaikan pelayanan
Mengelola sistem pengaduan agar meningkatkan kinerja dan perbaikan pelayanan
Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
58
3Strategi dan kebijakan manajemen risiko telah dikomunikasikan.
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Knowledge sharing MRBagian UmumJanuari - Juni 2022
59
4Register risiko dan rencana tindak pengendalian telah dikomunikasikan ke pihak terkait
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Meningkatkan kesadaran penerapan MR sampai di atas 70 persen
Knowledge sharing MRBagian UmumJanuari - Juni 2022
60
5Saluran pelaporan internal dikelola secara kredibel dalam menerima pelaporan dan memberikan perlindungan kepada pelapor sehingga kepedulian meningkat dan memberikan efek penggentar yang efektif.
Mengevaluasi saluran pelaporan (WBS)
Evaluasi Pemanfaatan WBS dan sarana pelaporan lainnya
Bagian UmumJanuari - Juni 2022
61
4.2Komunikasi yang Efektif (4.2)1Terlaksananya komunikasi yang efektif dengan internal dan eksternal
Evaluasi upaya promosi pelaksanaan kegiatan
Evaluasi upaya promosi pelaksanaan kegiatan
Evaluasi upaya promosi pelaksanaan kegiatan
Evaluasi upaya promosi pelaksanaan kegiatan
Evaluasi Efektivitas SosialisaiBagian UmumJanuari - Juni 2022
62
5Pemantauan
63
5.1Pemantauan Berkelanjutan (5.1)1Pimpinan organisasi/penanggungjawab program dan kegiatan/penanggungjawab operasional mengevaluasi secara berkala pengendalian intern yang telah dilakukan dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Mengevaluasi Pelaksanaan SPIP
Mengevaluasi Pelaksanaan SPIP
Mengevaluasi Pelaksanaan SPIP
Mengevaluasi Pelaksanaan SPIP
Rapat Evaluasi SPIPBagian UmumJanuari - Juni 2022
64
2Proses manajemen risiko telah direviu
Reviu Kebijakan, framework, proses, dan praktik MR
Reviu Kebijakan, framework, proses, dan praktik MR
Reviu Kebijakan, framework, proses, dan praktik MR
Reviu Kebijakan, framework, proses, dan praktik MR
Reviu Kebijakan, framework, proses, dan praktik MR
APIPJanuari - Juni 2022
65
3Pemantauan/monitoring terhadap risiko telah dilakukan
Monitoring yang memadai terhadap risiko
Monitoring yang memadai terhadap risiko
Monitoring yang memadai terhadap risiko
Monitoring yang memadai terhadap risiko
Monitoring Efektivitas penerapan MRBagian UmumJanuari - Juni 2022
66
5.2Evaluasi Terpisah (5.2)1Evaluasi terpisah dilakukan oleh pegawai dengan keahlian tertentu yang disyaratkan dan dapat melibatkan APIP atau auditor eksternal untuk menilai kinerja sistem pengendalian intern, mengidentifikasi kelemahan pengendalian, menentukan penyebab dari kegagalan aktivitas pengendalian, serta pengaruhnya terhadap pencapaian tujuan instansi.
Tindak lanjut evaluasi terpisah
Tindak lanjut evaluasi terpisah
Tindak lanjut evaluasi terpisah
Tindak lanjut evaluasi terpisah
Menindaklanjuti hasil evaluasiBagian UmumJanuari - Juni 2022
67
2Terdapat reviu independen terhadap proses manajemen risiko
Reviu proses MR
Reviu proses MR
Reviu proses MR
Reviu proses MR
Reviu memadaiBagian UmumJanuari - Juni 2022
68
69
Keterangan:
70
1
Unit/Satuan Kerja hanya mengisi 'Komponen 2 Struktur dan Proses'
71
2
Pada sub unsur 2.1.1 terdapat contoh pengisian AoI sampai dengan link bukti dukungnya
72
3
Area of Improvement (AoI)
:
(diisi dengan kelemahan yang masih harus diperbaiki)
73
4
Rencana Aksi
:
(diisi dengan rencana aksi untuk mengatasi kelemahan yang masih harus diperbaiki)
74
5
Penanggung Jawab
:
(diisi dengan pegawai/unit/satker yang bertanggung jawab untuk melaksanakan renaksi) 
75
6
Target Waktu
:
(diisi dengan waktu target penyelesaian renaksi) 
76
7Status:
Belum (jika tindak lanjut belum dilakukan)
77
Proses (jika sedang dalam proses untuk ditindaklanjuti)
78
Selesai (jika tindak lanjut telah tuntas dilakukan)
79
8
Keterangan
:
(diisi dengan keterangan yang harus diungkap terkait status renaksi, serta hambatan/kendala yang menjadi tantangan renaksi)
80
9
Link Penyimpanan
:
(diisi dengan link penyimpanan dokumen bukti adanya pelaksanaan rencana aksi yang telah 'selesai')
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100