| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | #NAME? | |||||||||||||||||||||||||
2 | ||||||||||||||||||||||||||
3 | DAFTAR SASARAN KEGIATAN DAN PEMILIK RISIKONYA (KLINIS & NON KLINIS) | |||||||||||||||||||||||||
4 | ||||||||||||||||||||||||||
5 | ||||||||||||||||||||||||||
6 | ||||||||||||||||||||||||||
7 | NO | NAMA KEGIATAN | TUJUAN KEGIATAN (S.M.A.R.T)- | PEMILIK RISIKO | KATEGORI RISIKO | |||||||||||||||||||||
8 | 1 | Pencegahan risiko pasien jatuh di kamar operasi | Kejadian pasien jatuh paska operasi di kamar operasi <5% dalam 1 tahun | IBS | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
9 | 2 | Pencegahan kesalahan dalam pemberian tablet vit A | mencegah terjadinya keracunan vit A pada balita | Program Gizi | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
10 | 3 | Pencegahan kesalahan dalam identifikasi pasien | mencegah terjadinya kesalahan dalam pemberian terapi | Operasional (Klinis) | ||||||||||||||||||||||
11 | 4 | Pencegahan kesalahan dalam pencabutan gigi | Mencegah kesalahan elemen pencabutan gigi | Poli Gigi | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
12 | 5 | Pencegahan penularan penyakit antar pasien poli gigi | Mencegah penularan penyakit antar pasien yang berobat di poli gigi | Poli Gigi | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
13 | 6 | Pencegahan Risiko pasien jatuh dari tempat tidur | Mencegah terjadinya pasien jatuh dari tempat tidur | Imunisasi | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
14 | 7 | Pencegahan Kesalahan dalam Pemberian Vaksin | mencegah terjadinya kesalahan dalam pemberian vaksin | Imunisasi | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
15 | 8 | Pencegahan Terkait Kesalahan Identifikasi Pasien | Mencegah terjadinya salah penginputan sertifikat catin | CATIN | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
16 | 9 | Pencegahan terjadinya infeksi nosokomial | mencegah terjadinya infeksi nosokomial | Ruang Bersalin | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
17 | 10 | Pencegahan terjadinya infeksi pada jaitan perineum | Mencegah terjadinya infeksi pada jaitan perineum | Ruang Bersalin | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
18 | 11 | Pencegahan terjadinya hipotermia pada bayi | Mencegah terjadinya hipotermia pada bayi | Ruang Bersalin | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
19 | 12 | Pencegahan pemberian obat extra parasetamol dosis lebih | Mencegah terjadinya pemberian parasetamol extra kelebihan dosis | MTBS | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
20 | 13 | Pencegahan penularan penyaki hepatitis B dari Ibu Hamil ke Anak | mencegah terjadinya penularan penyakit hepatitis B dari Ibu hamil yang reaktif HBSag ke anak | Program Hepatitis di Poli KIA | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
21 | 14 | Pencegahan Resiko Trauma Tertimpa alat ukur tinggi badan saat skrining kesehatan di sekolah | Mencegah terjadinya trauma | UKS | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
22 | 15 | Pencegahan Resiko Salah memanggil nama Siswa saat pemeriksaan kesehatan di sekolah | Mencegah terjadinya kesalahn saat melakukan skrining kesehatan di sekolah | UKS | Operasional ( Non Klinis) | |||||||||||||||||||||
23 | 16 | Pencegahan salah identifikasi penginputan resep obat pasien dengan nama yang sama | Mencegah terjadinya salah penginputan resep obat pasien dengan nama yang sama | MTBS | Operasional ( klinis) | |||||||||||||||||||||
24 | 17 | Kesalahan dalam memesan barang | Untuk meminimalisir kesalahan dalam pembelanjaan | Pengadaan | Operasional (Non klinis) | |||||||||||||||||||||
25 | 18 | tertusuknya jari petugas laboratorium ketika selesai pengambilan darah terhadap pasien | untuk mencegah terjadinya tertusuk jarum | Laboratorium | Operasional ( klinis) | |||||||||||||||||||||
26 | 19 | Pencegahan kesalahan minum obat | untuk mencegah terjadinya kesalahan minum obat | KIRANA | Operasional ( klinis) | |||||||||||||||||||||
27 | 20 | Tidak Terjadi Kesalahan Identitas Pasien | untuk mencegah terjadinya kesalahan melaksanakan asuhan keperawatan | TINDAKAN | Operasional ( klinis) | |||||||||||||||||||||
28 | 21 | Pencegahan Terkait Kesalahan Identifikasi Pasien | Mencegah terjadinya salah penginputan hasil pengiputan hasil pemeriksaan pasien dan pemberian asuhan kebidanan pasien | KIA | Operasional (non Klinis) | |||||||||||||||||||||
29 | 22 | Pencegahan Risiko pasien jatuh dari tempat tidur | Mencegah terjadinya pasien jatuh dari tempat tidur | KIA | Operasional (klinis) | |||||||||||||||||||||
30 | 23 | Pencegahan Terjadi Kesalahan pemeriksaan leopold | Mencegah terjadinya kesalahan diagnosa kehamilan | KIA | Operasional (klinis) | |||||||||||||||||||||
31 | 24 | Tidak Terjadi Kesalahan Identitas Pasien | untuk mencegah terjadinya kesalahan melaksanakan asuhan kebidanan | KB | Oprasional ( Klinis) | |||||||||||||||||||||
32 | 25 | Pencegahan Resiko Pasien Terjadinya Infeksi | Mencegah terjadinya infeksi pasca tindakan | KB | Oprasional ( Klinis) | |||||||||||||||||||||
33 | 26 | Resiko pasien lansia jatuh saat berjalan | Mencegah lansia jatuh saat berjalan | Lansia | Oprasional ( Klinis) | |||||||||||||||||||||
34 | 27 | Pencegahan terjadinya salah informasi pada pasien lansia | Mencegah terjadinya salah informasi pada pasien lansia | Lansia | Oprasional ( Klinis) | |||||||||||||||||||||
35 | 28 | Identifikasi pasien tidak sesuai | Mencegah Terjadinya Kesalahan Identifikasi Pasien dalam Asuhan Keperawatan | indera | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
36 | 29 | Kesalahan prosedur dalam melakukan tindakan telinga dan mata | Pencegahan terjadinya kesalahan dalam prosedur Tindakan Telinga dan Mata | indera | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
37 | 30 | Pencegahan kejadian peserta kebugaran jatuh saat lari / jalan | Mencegah terjadinya kejadian risiko cedera pada peserta karena jatuh saat lari / jalan | kesjaor | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
38 | 31 | Pencegahan masyarakat tidak dilakukan investigasi penyakit potensial KLB dalam waktu 24 jam | Mencegah terjadinya penyebaran penyakit melalui kegiatan investigasi | Surveilans | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
39 | 32 | Pencegahan paparan penyakit dari pasien ke petugas kesehatan | Mencegah terjadinya petugas tertular infeksi dari pasien | poli PAL | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
40 | 33 | Pencegahan kesalahan penginputan data pasien yang melapor kematian | Mencegah terjadinya kesalahan penginputan data pasien yang melapor kematian | Surveilans | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
41 | 34 | Pencegahan kesalahan pemberian obat | Mencegah terjadinya kesalahan pemberian obat melalui double check obat dan resep sebelum diserahkan kepada pasien | Farmasi | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
42 | 35 | |||||||||||||||||||||||||
43 | 36 | |||||||||||||||||||||||||
44 | 37 | |||||||||||||||||||||||||
45 | 38 | Kerterlambatan Merujuk Pasien ke RS | Mencegah terjadinya perburukan kondisi Pasien | Pelayanan 24 Jam | Operasional ( klinis) | |||||||||||||||||||||
46 | 39 | Pencegahan Risiko pasien jatuh dari tempat tidur | Mencegah terjadinya pasien jatuh dari tempat tidur | Pelayanan 24 Jam | Operasional ( klinis) | |||||||||||||||||||||
47 | 40 | Pencegahan terjadinya infeksi pada Post Heacting | Mencegah terjadinya infeksi pada post Heacting | Pelayanan 24 Jam | Operasional ( klinis) | |||||||||||||||||||||
48 | 41 | |||||||||||||||||||||||||
49 | 42 | |||||||||||||||||||||||||
50 | 43 | Pencegahan kesalahan dalam identifikasi pasien | Mencegah terjadinya kesalahan dalam memberikan terapi | Poli Umum | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
51 | 44 | Pencegahan paparan penyakit dari pasien ke petugas kesehatan | Mencegah terjadinya petugas tertular infeksi dari pasien | Poli Umum | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
52 | 45 | Kesalahan mengidentifikasi pasien | mencegah kesalahan tertukarnya identifikasi pasien | Poli TB | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
53 | 46 | Pencegahan putus pengobatan | untuk mencegah terjadinya putus pengobatan | Poli TB | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
54 | 47 | |||||||||||||||||||||||||
55 | 48 | Pencegahan kesalahan dalam identifikasi pasien | Mencegah terjadi nya salah pasien | Pendaftaran | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
56 | 49 | Pencegahan terjadinya kesalahan dalam penyimpanan berkas rekam medis | Mencegah terjadinya salah penyimpanan berkas rekam medis | Rekam Medis | Operasional (non klinis) | |||||||||||||||||||||
57 | 50 | |||||||||||||||||||||||||
58 | 51 | |||||||||||||||||||||||||
59 | 52 | Kesalahan identifkasi pasien / salah orang | Mencegah terjadinya kesalahan identifikasi pasien | Unit pelayanan Haji | Operasional (Non klinis) | |||||||||||||||||||||
60 | 53 | Keselahan mengidentifikasi pasien | Mencegah kesalahan tertukarnya identitas pasien | poli PTM | Operasional (Non klinis) | |||||||||||||||||||||
61 | 54 | Kesalahan diagnosa dan terapi | Mencegah terjadiny keselahan dalam penetapan diagnosa dan terapi | poli PTM | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
62 | 55 | resiko jatuh | Mencegah terjadinya resiko jatuh pada pasien pralanisa dan lansia di poli PTM | poli PTM | Operasional (Non klinis) | |||||||||||||||||||||
63 | 56 | Kesalahan pengukuran | Mencegah terjadinya kesalahan dalam pengukuran di posbindu oleh kader | program PTM (POSBINDU) | Operasional (Non klinis) | |||||||||||||||||||||
64 | 58 | Kesalahan Identifikasi pasien / salah orang | Mencegah terjadinya identitas pasien | Poli Haji | Operasional ( Non Klinis ) | |||||||||||||||||||||
65 | 59 | Kurang lengkap dalam menggali informasi dari pasien | Mencegah missopportunity | poli PKPR dan KTPA | Operasional (non klinis) | |||||||||||||||||||||
66 | 60 | |||||||||||||||||||||||||
67 | 61 | |||||||||||||||||||||||||
68 | 62 | |||||||||||||||||||||||||
69 | 63 | |||||||||||||||||||||||||
70 | 64 | |||||||||||||||||||||||||
71 | 65 | |||||||||||||||||||||||||
72 | 66 | Kesalahan mengidentifikasi pasien | mencegah kesalahan tertukarnya identifikasi pasien | Poli TB | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
73 | 67 | Pencegahan putus pengobatan | untuk mencegah terjadinya putus pengobatan | Poli TB | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
74 | 68 | Pencegahan kesalahan dalam pemberian ARV TLD/TLE | mencegah terjadinya kesalahan dalam penginputan ARV TLD/TLE | Poli HIV | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
75 | 69 | Pencegahan putus pengobatan ARV | mencegah ODHIV (orang dengan HIV) putus pengobatan | poli HIV | Operasional (Klinis) | |||||||||||||||||||||
76 | 70 | |||||||||||||||||||||||||
77 | 71 | |||||||||||||||||||||||||
78 | 72 | |||||||||||||||||||||||||
79 | 73 | |||||||||||||||||||||||||
80 | 74 | |||||||||||||||||||||||||
81 | 75 | |||||||||||||||||||||||||
82 | 76 | |||||||||||||||||||||||||
83 | 77 | |||||||||||||||||||||||||
84 | 78 | |||||||||||||||||||||||||
85 | 79 | |||||||||||||||||||||||||
86 | 80 | |||||||||||||||||||||||||
87 | 81 | |||||||||||||||||||||||||
88 | 82 | |||||||||||||||||||||||||
89 | 83 | |||||||||||||||||||||||||
90 | 84 | |||||||||||||||||||||||||
91 | 85 | |||||||||||||||||||||||||
92 | 86 | |||||||||||||||||||||||||
93 | 87 | |||||||||||||||||||||||||
94 | 88 | |||||||||||||||||||||||||
95 | 89 | |||||||||||||||||||||||||
96 | 90 | |||||||||||||||||||||||||
97 | 91 | KATEGORI STRATEGIS | ||||||||||||||||||||||||
98 | 92 | |||||||||||||||||||||||||
99 | 93 | |||||||||||||||||||||||||
100 | 94 | |||||||||||||||||||||||||