| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | AA | AB | AC | AD | AE | AF | AG | AH | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA | |||||||||||||||||||||||||||||||||
2 | JENJANG SMA/SMK | |||||||||||||||||||||||||||||||||
3 | FASE E_F (10-11-12) | |||||||||||||||||||||||||||||||||
4 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
5 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
6 | FASE | KOMPETENSI | ||||||||||||||||||||||||||||||||
7 | SEJARAH | KEAGUNGAN TUHAN | BUDI PEKERTI | MARTABAT SPIRITUAL | LARANGAN DAN KEWAJIBAN | |||||||||||||||||||||||||||||
8 | Capaian Pembelajaran | Pada akhir Fase E peserta didik dapat menerapkan, mengkomunikasikan Ajaran Kepercayaannya, dengan sejarah Kepercayaan terhadap Tuhan YME serta dapat memberikan analisis pengetahuan tentang sistem Kepercayaan prosedural asal-usul hidup dan kepercayaan yang dikaitkan dengan keberagaman budaya spiritual nusantara yang berbudi luhur | Pada akhir Fase F peserta didik dapat memberikan argumentasi pengetahuan tentang prosedural asal-usul hidup dan kehidupan dengan beberapa teori asal mula alam semesta, mengkontruksi sejarah dan perjuangan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa meliputi keteladanan dan perjuangan pendidikan dan kemanusiaan menjadi nilai yang terkristalisasi dalam lingkup pergaulan global. | Pada akhir fase E, peserta didik dapat menghayati keagungan Tuhan dengan rasa syukur atas karunia adanya ciptaan-Nya serta mendeskripsikan unsur-unsur kewajiban manusia sujud syukur sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME, hubungan dengan diri sendiri, sosial, dan alam semesta. Peserta didik juga dapat mengamalkan ritual sujud manembah sesuai kepercayaannya serta memahami pola -pola ritual dalam berbagai kepercayaan di nusantara | Pada akhir fase F peserta didik dapat menjelaskan hubungan Tuhan YME dengan asal- usul adanya hidup dan kehidupan serta mampu menjelaskan hubungan antara manusia dan Tuhan melalui pengenalan dirinya sebagai ciptaan-Nya, menyadari percikan energi semesta dan KeiIIahian dalam diri untuk kepentingn sesama manusia, yang selaras dengan hukum alam semesta | Pada akhir Fase E peserta didik mengamalkan dan mengkomunikasikan konsep prosedural penumbuhan sikap budi pekerti luhur dalam dirinya serta penerapannya dalam wujud sikap tanggungjawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan -menghargai, santun ā menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas ā terpercaya dalam kehidupannya berbangsa dan bernegara " | Pada akhir fase F peserta didik dapat membangun nilai- nilai Luhur Keindonesiaan baik dalam lingkungan maupun dalam kehidupan berbangsa, bernegara. dengan mengamalkan dan meneladankan pribadi mandiri bertanggung jawab, sikap saling mengasihi sesama mahkluk serta sikap memayu hayuning bawono (menjaga dan melestarikan alam semesta) di lingkungan hidupnya | Pada akhir Fase E peserta didik menghayati dan mendeskripsikan pola ritual religius ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di daerahnya serta mencintai nilai kearifan lokal lingkungan hidup Peserta didik mengamalkan nilai religius spiritual melalui kreasi penerpan nilai ekospiritual dan teknologi kekinian dalam kehidupan dan penghidupan. | Pada akhir fase F peserta didik dapat mengamalkan sikap pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai Pancasila, Peserta didik mampu mengembangkan sikap saling mengasihi antar sesama hidup dalam kehidupan sehari- hari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta keragaman global tanpa kehilangan jati diri penghayat dan ke-Indonesiaannya. Peserta didik dapat menerima dan memahami bisikan hati nurani dan tanggap terhadap tanda-tanda alam dalam upaya mencapai keselarasan hidup lahir dan batin. | Pada akhir Fase E peserta didik menghayati dan mengamalkan perbuatan baik menerapkan ajaran kepercayaannya. Peserta didik dapat mendeskripsikan ragam larangan dan kewajiban ajaran Kepercayaannya | Pada akhir fase F peserta didik dapat mengamalkan ajaran Kepercayaan Peserta didik dapat memahami, menghadapi, dan mengatasi berbagai masalah dan tantangan hidup dengan kematangan jiwa dalam pengamalan budi pekerti luhur. | |||||||||||||||||||||||
9 | Kelas | KELAS 10 | KELAS 11 | KELAS 12 | KELAS 10 | KELAS 11 | KELAS 12 | KELAS 10 | KELAS 11 | KELAS 12 | KELAS 10 | KELAS 11 | KELAS 12 | KELAS 10 | KELAS 11 | KELAS 12 | ||||||||||||||||||
10 | Capaian Pembelajaran Pertahun | Peserta didik dapat mengamalkan Ajaran Kepercayaannya dan menghayati rasa percaya diri sebagai penghayat dengan pemahaman sejarah dan asal usul Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Peserta didik dapat menumbuhkan berperilaku santun, luhur menganalisis dan mengkomunikasikan wujud pengendalian diri, asal usul kehidupan dengan mengaitkan teori kehidupan alam semesta dan keragaman kepercayaan sebagai pelajar sepanjang hayat dengan mendiskripsikan diri pribadi manusia lingkungan masyarakat, bangsa dan negara. | Peserta didik dapat menghayati keberagaman Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat dan menghayati nilai-nilai keteladanan tokoh Kepercayaan di lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara | Peserta didik dapat mengamalkan dan menghayati nilai -nilai ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan membangun nilai-nilai luhur keIndonesiaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila baik dalam diri, lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara | Peserta didik dapat menghayati keagungan Tuhan serta mendeskripsikan unsur-unsur diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan YME, manembah dengan rasa syukur atas diri, sesama manusia dan lingkungan yang terikat dengan hukum-hukum alam penciptaan Tuhan Yang Maha Esa. | Peserta didik dapat menghayati kemahakuasaan Tuhan dalam diri setiap manusia dan lingkungan, dan alam semesta | Peserta didik dapat mengamalkan kewajiban menjadi pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global, santun dan bijak dalam berinteraksi dan berkebhinnekaan global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. | Peserta didik dapat menghayati tahapan belajar sepanjang hayat menumbuhkan budi pekerti luhur dalam diri melalui praktik menerapkannya dalam kehidupan nyata tanpa henti. Peserta didik dapat mengkomunikasikan konsep prosedural penumbuhan sikap budi pekerti luhur dalam dirinya serta penerapannya dalam wujud sikap tanggung jawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan, menghargai, santun, menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas, terpercaya dalam kehidupannya Peserta didik dapat mengamalkan pengendalian diri dalam mempraktikkan budi pekerti luhur kehidupan dalam lingkungan, bangsa dan negara. Serta dapat mendeskripsikan wujud pengendalian diri sebagai sikap bertanggungjawab, mandiri, berbakti, peduli, menghargai orang lain, santun, pemaaf, jujur, berintegritas. | Peserta didik dapat mengamalkan budi pekerti luhur kehidupan, dengan mengkomunikasikan serta penerapannya dalam wujud sikap tanggung jawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan, disiplin, menghargai, santun, mengembangkan kolaborasi kreatif dalam keberagaman global sesuai jati diri penghayat, menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas, serta sikap peduli antar sesama dalam kehidupannya, sebagai pelajar Pancasila. | Peserta didik dapat menghayati, mengamalkan, menerapkan kematangan jiwa, pengamalan budi pekertiluhur mengatasi berbagai masalah tantangan hidup menjadi pribadi mandiri yang bertanggung jawab dengan menyadari, adanya percikan keTuhanan dan unsur alam dalam dirinya. Memberdayakan dan mengamalkan energi semesta dan keIllahian dalam diri untuk kepentingan sesama mahkluk serta meneladani sikap mengasihi dan menjaga serta melestarikan alam semesta lingkungan hidupnya, bangsa negara dalam keberagaman global | Peserta didik dapat mendeskripsikan keragaman budaya spiritual nusantara dan nilai kearifan lokal warisan leluhur, menghayati ritual religius ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di daerahnya serta mencintai nilai kearifan lokal lingkungan hidup, mengamalkan nilai religius spiritual melalui kreasi penerapan nilai ekospiritual dan teknologi kekinian dalam kehidupan dan penghidupan. | Peserta didik dapat menghayati makna sujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai nilai kearifan lokal nusantara dan kearifan lokal dari masing-masing daerah sebagai warisan budaya serta mengekspresikan kecintaan budaya nusantara dan kearifan lokal melalui kecintaan beratraksi budaya memelihara warisan leluhur. | Peserta didik dapat mendekripsikan tahapan kemampuan menerima dan memahami bisikan hati nurani dan tanggap terhadap tanda-tanda alam dalam upaya mencapai keselarasan hidup lahir dan batin. | Peserta didik dapat menganalisis dan menilai hubungan berbagai larangan dalam Kepercayaan dengan hukum alam sebagai rambu memenuhi kewajiban spiritual manusia, relevan dengan sikap kehidupan berbangsa dan bernegara | Peserta didik dapat menghargai aturan larangan dan kewajiban dalam lingkungan masyarakat, bangsa dan negara | Peserta didik dapat menghargai, melaksanakan aturan larangan dan kewajiban dalam lingkungan masyarakat, bangsa dan negara | ||||||||||||||||||
11 | Alur Tujuan Pembelajaran dalam setiap fase | 10.1 Peserta didik dapat mengidentifikasikan Sejarah Kepercayaan dari teks buku pelajaran, dari sumber yang mendukung (elektronik, manuskrip, pelaku, tempat ibadah) yang ada di Nusantara | 11.1 Peserta didik mengumpulkan informasi tentang tokoh sejarah perjuangan dan tokoh kepercayaan (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 12.1 Peserta didk mengumpulkan informasi tentang ajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 10.1 Peserta didik dapat menindentifikasi pengamatan tentang kebesaran Tuhan dilihat dari fenomena-fenomena alam, keagungan Tuhan dengan kemampuan menjelaskannya sesuai pemahaman logis dari pengamatannya (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 11.1 Peserta didik menginterprestasikan asal usul kehidupan diri pribadinya dalam kehidupan di alam semesta (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 12.1 Peserta didik mengindentifikasi kewajiban menjadi pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global, santun dan bijak dalam berinteraksi dan berkebhinnekaan global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 10.1 Peserta didik dapat mengidentifikasi budi pekerti luhur sebagai sikap pribadi dalam dirinya, merefleksikan dalam kehidupannya (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 11.1 Peserta didik mengenal budi pekerti luhur dalam kehidupan, dengan mengkomunikasikan serta penerapannya dalam wujud sikap tanggung jawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan, disiplin, menghargai, santun, mengembangkan kolaborasi kreatif dalam keberagaman global sesuai jati diri penghayat, menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas, serta sikap peduli antar sesama dalam kehidupannya, sebagai pelajar Pancasila (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 12.1 Peserta didik mengindentifikasi pengamalan budipekertiluhur mengatasi berbagai masalah tantangan hidup menjadi pribadi mandiri yang bertanggung jawab dengan menyadari, adanya percikan keTuhanan dan unsur alam dalam dirinya (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 10.1 Peserta didik mengindentifikasi keragaman budaya spiritual nusantara dan nilai kearifan lokal warisan leluhur, menghayati ritual religius ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di daerahnya, mencintai nilai kearifan lokal lingkungan hidup (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 11.1 Peserta didik mengindentifikasi makna sujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai nilai kearifan lokal nusantara dan kearifan lokal dari masing-masing daerah sebagai warisan budaya serta mengekspresikan kecintaan budaya nusantara dan kearifan lokal melalui kecintaan beratraksi budaya memelihara warisan leluhur (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 12.1 Peserta didik mengindentifikasi tahapan kemampuan menerima dan memahami bisikan hati nurani dan tanggap terhadap tanda-tanda alam dalam upaya mencapai keselarasan hidup lahir dan batin nilai-nilai budaya nusantara (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 10.1 Peserta didik dapat mengindentifikasi pokok-pokok perintah dan larangan kepercayaan dan ketentuan larangan dalam norma adat istiadat, sebagai rambu memenuhi kewajiban spiritual manusia yang relevan dengan sikap kehidupan berbangsa dan bernegara (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 11.1 Peserta didik mengindentifikasi aturan larangan dan kewajiban dalam lingkungan masyarakat, bangsa dan negara (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 12.1 Peserta didik mengindentifikasi aturan larangan dan kewajiban dalam berbagai masalah dan tantangan hidup dengan kematangan jiwa dalam pengamalan budi pekerti luhur di lingkungan masyarakat, bangsa dan negara (dari berbagai sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | ||||||||||||||||||
12 | 10.2 Peserta didik dapat mengumpulkan informasi tentang (pengertian agama lokal / kepercayaan; keberadaan/asal usul manusia, keragaman kepercayaan, perjumpaan kebudayaan, dan perjuangan Kepercayaan di Indonesia) kemudian mendiskusikannya | 11.2 Peserta didik mengindentifikasi sejarah perjuangan dan tokoh kepercayaan dalam usaha mempertahankan Pancasila (dari berbagai sumber: visual, lingkungan, audio, video atau observasi ) | 12.2 Peserta didik menelaah ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan membangun nilai-nilai luhur keIndonesiaan berdasarkan Pancasila baik dalam diri, lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (dibuktikan dengan Lembar Kerja Siswa) | 10.2 Peserta didik dapat mendiskusikan melalui pengamatan langsung, gambar (photo) atau video, alam semesta serta keteraturannya, sifat kemakuasaan dan kebesaran Pencipta sebagai awal dari segala yang ada. | 11.2 Peserta didik mengindentifikasi hubungan antara manusia dan Tuhan melalui pengenalan dirinya sebagai ciptaan-Nya, menyadari percikan energi semesta | 12.2 Peserta didik menyebutkan kewajiban menjadi pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global, santun dan bijak dalam berinteraksi dan berkebhinnekaan global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. | 10.2 Peserta didik dapat mengkomunikasikan konsep prosedural penumbuhan sikap budi pekerti luhur dalam dirinya serta penerapannya dalam wujud sikap tanggung jawab penumbuhan sikap tersebut secara berkala. | 11.2 Peserta didik budi mengindentifikasi sikap budi pekerti luhur dalam kehidupan, dengan mengkomunikasikan serta penerapannya sebagai wujud sikap tanggung jawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan, disiplin, menghargai, santun, mengembangkan kolaborasi kreatif dalam keberagaman global sesuai jati diri penghayat, menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas, serta sikap peduli antar sesama dalam kehidupannya, sebagai pelajar Pancasila. | 12.2 Peserta didik menyebutkan pengamalan budi pekertiluhur mengatasi berbagai masalah tantangan hidup menjadi pribadi mandiri yang bertanggung jawab dengan menyadari, adanya percikan keTuhanan dan unsur alam dalam dirinya. | 10.2 Peserta didik menelaah keragaman budaya spiritual nusantara dan nilai kearifan lokal warisan leluhur, | 11.2 Peserta didik menyebutkan makna sujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai nilai kearifan lokal nusantara dan kearifan lokal dari masing-masing daerah sebagai warisan budaya serta mengekspresikan kecintaan budaya nusantara dan kearifan lokal melalui kecintaan beratraksi budaya memelihara warisan leluhur. | 12.2 Peserta didik mempertimbangkan tahapan kemampuan menerima dan memahami bisikan hati nurani dan tanggap terhadap tanda-tanda alam dalam upaya mencapai keselarasan hidup lahir dan batin nilai-nilai budaya nusantara | 10.2 Peserta didik dapat menelaah tentang Kewajiban dan larangan dalam ajaran Kepercayaan sebagai rambu memenuhi kewajiban spiritual manusia yang relevan dengan sikap kehidupan berbangsa dan bernegara | 11.2 Peserta didik menyebutkan aturan larangan dan kewajiban dalam lingkungan masyarakat, bangsa dan negara | 12.2 Peserta didik mengevaluasi aturan larangan dan kewajiban dalam berbagai masalah dan tantangan hidup dengan kematangan jiwa dalam pengamalan budi pekerti luhur di lingkungan masyarakat, bangsa dan negara | |||||||||||||||||||
13 | 10.3 Peserta didik membuat analisis tentang Ajaran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang ada di nusantara sebelum masuknya agama-agama (Hindu, Budha, Islam, dan Nasrani) | 11.3 Peserta didik menyebutkan nilai-nilai keteladanan tokoh Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (dari sumber: visual, lingkungan, video, observasi,) | 12.3 Peserta didik menyebutkan nilai-nilai ajaran Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara | 10.3 Peserta didik dapat menyebutkan dan eksplorasi mandiri dari sumber terpercaya (internet, buku atau pendukung lainnya), konsepsi penciptaan manusia dalam kepercayaannya, menuliskan bagan urut-urutan /gambar penciptaan, disertai penjelasan rasional singkat hubungan manusia dengan Tuhan dan ciptaan_nya yang lain. | 11.3 Peserta didik menyebutkan hubungan antara manusia dan Tuhan melalui pengenalan dirinya sebagai ciptaan-Nya, menyadari percikan energi semesta | 12.3 Peserta didik mengamalkan kewajiban menjadi pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global, santun dan bijak dalam berinteraksi dan berkebhinnekaan global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 10.3 Peserta didik menginterpretasikan pola bersikap dalam hidup dengan sesama manusia dengan menerapkan nilai budi pekerti luhur dalam kehidupannya | 11.3 Peserta didik budi mengevaluasi sikap budi pekerti luhur dalam kehidupan, dengan mengkomunikasikan serta penerapannya sebagai wujud sikap tanggung jawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan, disiplin, menghargai, santun, mengembangkan kolaborasi kreatif dalam keberagaman global sesuai jati diri penghayat, menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas, serta sikap peduli antar sesama dalam kehidupannya, sebagai pelajar Pancasila. | 12.3 Peserta didik menghayati pengamalan budi pekertiluhur mengatasi berbagai masalah tantangan hidup menjadi pribadi mandiri yang bertanggung jawab dengan menyadari, adanya percikan keTuhanan dan unsur alam dalam dirinya. Memberdayakan dan mengamalkan energi semesta dan keIllahian dalam diri untuk kepentingan sesama mahkluk serta meneladani sikap mengasihi dan menjaga serta melestarikan alam semesta lingkungan hidupnya, bangsa negara dalam keberagaman global(dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 10.3 Peserta didik dapat menghayati ritual religius ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di daerahnya, mencintai nilai kearifan lokal lingkungan hidup(dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 11.3 Peserta didik menjelaskan makna sujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai nilai kearifan lokal nusantara dan kearifan lokal dari masing-masing daerah sebagai warisan budaya serta mengekspresikan kecintaan budaya nusantara dan kearifan lokal melalui kecintaan beratraksi budaya memelihara warisan leluhur. | 12.3 Peserta didik menjelaskan tahapan kemampuan menerima dan memahami bisikan hati nurani dan tanggap terhadap tanda-tanda alam dalam upaya mencapai keselarasan hidup lahir dan batin nilai-nilai budaya nusantara. | 10.3 Peserta didik dapat mengintegrasikan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, dengan argumentasi logis tentang pentingnya prosedur melakukan perbuatan baik / positif sebagai baian menghidari perbuatan tercela. | 11.3 Peserta didik merumuskan aturan larangan dan kewajiban dalam lingkungan masyarakat, bangsa dan negara | 11.3 Peserta didik memperbandingkan aturan larangan dan kewajiban dalam berbagai masalah dan tantangan hidup dengan kematangan jiwa dalam pengamalan budi pekerti luhur di lingkungan masyarakat, bangsa dan negara | |||||||||||||||||||
14 | 10.4 Peserta didik dapat menggunakan media yang mendukung (on line atau media pendukung lain, pelaku, buku pendamping atau lainnya) membuat infografis tentang sejarah Kepercayaan (masa masuknya Hindu-Budha, Islam, masa kolonial dengan bukti sejarah yang ada) | 11.4 Peserta didik menyebutkan sifat-sifat keteladanan tokoh Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara (dari sumber: visual, lingkungan, audio, video, observasi ) | 12.4 Peserta didik mengamalkan nilai-nilai ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan membangun nilai-nilai luhur keIndonesiaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila baik dalam diri, lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 10.4 Peserta didik dapat menjelaskan tentang keberagaman bentuk-bentuk ritual Kepercayaan Nusantara. | 11.4 Peserta didik menjelaskan hubungan antara manusia dan Tuhan melalui pengenalan dirinya sebagai ciptaan-Nya, menyadari percikan energi semesta | 12.4 Peserta didik mengimplementasikan kewajiban menjadi pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global, santun dan bijak dalam berinteraksi dan berkebhinnekaan global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 10.4 Peserta didik dapat berperilaku budi pekertiluhur dalam keseharian keseharian melakukan kebaikan (jujur- ikhlas, kerja keras dengan rela berbagi, tulus mencintai, berbuat demi kedamaian) | 11.4 Peserta didik budi menjelaskan sikap budi pekerti luhur dalam kehidupan, dengan mengkomunikasikan serta penerapannya sebagai wujud sikap tanggung jawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan, disiplin, menghargai, santun, mengembangkan kolaborasi kreatif dalam keberagaman global sesuai jati diri penghayat, menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas, serta sikap peduli antar sesama dalam kehidupannya, sebagai pelajar Pancasila. | 12.4 Peserta didik dapat mengamalkan, pengamalan budi pekertiluhur mengatasi berbagai masalah tantangan hidup menjadi pribadi mandiri yang bertanggung jawab dengan menyadari, adanya percikan keTuhanan dan unsur alam dalam dirinya. Memberdayakan dan mengamalkan energi semesta dan keIllahian dalam diri untuk kepentingan sesama mahkluk serta meneladani sikap mengasihi dan menjaga serta melestarikan alam semesta lingkungan hidupnya, bangsa negara dalam keberagaman global | 10.4 Peserta didik dapat menjelaskan keragaman budaya spiritual nusantara dan nilai kearifan lokal warisan leluhur, menghayati ritual religius ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di daerahnya serta mencintai nilai kearifan lokal lingkungan hidup, nilai religius spiritual melalui kreasi penerapan nilai ekospiritual dan teknologi kekinian dalam kehidupan dan penghidupan. | 11.4 Peserta didik mengintegrasikan makna sujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai nilai kearifan lokal nusantara dan kearifan lokal dari masing-masing daerah sebagai warisan budaya serta mengekspresikan kecintaan budaya nusantara dan kearifan lokal melalui kecintaan beratraksi budaya memelihara warisan leluhur. | 12.4 Peserta didik mengintergrasikan tahapan kemampuan menerima dan memahami bisikan hati nurani dan tanggap terhadap tanda-tanda alam dalam upaya mencapai keselarasan hidup lahir dan batin nilai-nilai budaya nusantara | 10.4 peserta didik dapat menganalisis tentang aturan kewajiban dan larangan ajaran Kepercayaan dan pola ajaran kepercayaan umum pada kepercayaan-kepercayaan lain (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 11.4 Peserta didik meneladankan aturan larangan dan kewajiban dalam lingkungan masyarakat, bangsa dan negara (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 11.4 Peserta didik melaksanakan aturan larangan dan kewajiban dalam berbagai masalah dan tantangan hidup dengan kematangan jiwa dalam pengamalan budi pekerti luhur di lingkungan masyarakat, bangsa dan negara (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | |||||||||||||||||||
15 | 10.5 Peserta didik dapat mengidentifikasi keragaman Kepercayaan yang berada di bangsa di Indonesia serta konsep hubungan spiritualitas manusia dengan Tuhan. (proses budaya spiritual, keberagaman penyebutan Tuhan) | 11.5 Peserta didik meneladani sifat-sifat keteladanan tokoh Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam lingkungan masyarakat berbangsa dan bernegara (dari sumber: visual, lingkungan, audio, video, observasi) | 12.5 Peserta didik menempatkan dan meneladankan nilai -nilai ajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan membangun nilai-nilai luhur keIndonesiaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila baik dalam diri, lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 10.5 Peserta didik dapat menjelaskan tahapan martabat sujud dan kecerdasan spiritual berkeyakinan kepada Sang Pencipta sebagai alur belajar sepanjang hayat | 11.5 Peserta didik menyadari hubungan antara manusia dan Tuhan melalui pengenalan dirinya sebagai ciptaan-Nya, menyadari percikan energi semesta | 12.5 Peserta didik meneladankan kewajiban menjadi pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global, santun dan bijak dalam berinteraksi dan berkebhinnekaan global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 10.5 Peserta didik dapat mengamalkan tahapan belajar sepanjang hayat menumbuhkan budi pekerti luhur dalam diri melalui praktik menerapkannya dalam kehidupan nyata tanpa henti (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 11.5 Peserta didik budi mengintegrasikan sikap budi pekerti luhur dalam kehidupan, dengan mengkomunikasikan serta penerapannya sebagai wujud sikap tanggung jawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan, disiplin, menghargai, santun, mengembangkan kolaborasi kreatif dalam keberagaman global sesuai jati diri penghayat, menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas, serta sikap peduli antar sesama dalam kehidupannya, sebagai pelajar Pancasila. | 12.5 Peserta didik dapat mengintegrasikan, kematangan jiwa, pengamalan budi pekertiluhur mengatasi berbagai masalah tantangan hidup menjadi pribadi mandiri yang bertanggung jawab dengan menyadari, adanya percikan keTuhanan dan unsur alam dalam dirinya. Memberdayakan dan mengamalkan energi semesta dan keIllahian dalam diri untuk kepentingan sesama mahkluk serta meneladani sikap mengasihi dan menjaga serta melestarikan alam semesta lingkungan hidupnya, bangsa negara dalam keberagaman global | 10.5 Peserta didik dapat mengintegrasikan nilai religius spiritual melalui kreasi penerapan nilai ekospiritual dan teknologi kekinian dalam kehidupan dan penghidupan di lingkungan masyarakat, bangsa dan negara (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 11.5 Peserta didik meneladankan makna sujud dalam kehidupan sehari-hari sebagai nilai kearifan lokal nusantara dan kearifan lokal dari masing-masing daerah sebagai warisan budaya serta mengekspresikan kecintaan budaya nusantara dan kearifan lokal melalui kecintaan beratraksi budaya memelihara warisan leluhur (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 12.5 Peserta didik meneladankan tahapan kemampuan menerima dan memahami bisikan hati nurani dan tanggap terhadap tanda-tanda alam dalam upaya mencapai keselarasan hidup lahir dan batin nilai-nilai budaya nusantara (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 10.5 peserta didik dapat menunjukkan indikator peningkaatan pengamalan kewajiban dan larangan dalam kepercayaannya di lingkungan masyarakat, bangsa dan negara (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 11.5 Peserta didik mengimplementasikan aturan larangan dan kewajiban dalam lingkungan masyarakat, bangsa dan negara (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 12.5 Peserta didik mengintegrasikan aturan larangan dan kewajiban dalam berbagai masalah dan tantangan hidup dengan kematangan jiwa dalam pengamalan budi pekerti luhur di lingkungan masyarakat, bangsa dan negara (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | |||||||||||||||||||
16 | 10.6 Peserta didik dapat menyimpulkan hasil diskusi tokoh-tokoh terhadap Kepercayaannya, Sejarah ajaran dengan sumber yang mendukung (dari sumber: elektronik, visual, lingkungan, audio, video, observasi, wawancara atau lainnya ) | 11.6 Peserta didik mengevaluasi menyimpulkan keberagaman Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan masyarakat, berbangsa dan bernegara | 10.6 Peserta didik dapat menjabarkan tahapan martabat sujud dan kecerdasan spiritual berkeyakinan kepada Sang Pencipta sebagai alur belajar sepanjang hayat (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | 11.6 Peserta didik menerapkan percikan energi semesta dan KeiIIahian dalam diri untuk kepentingn sesama manusia, yang selaras dengan hukum alam semesta | 10.6 Peserta didik dapat menghayati tahapan belajar sepanjang hayat menumbuhkan budi pekerti luhur dalam diri melalui praktik menerapkannya dalam kehidupan nyata tanpa henti. Peserta didik dapat mengkomunikasikan konsep prosedural penumbuhan sikap budi pekerti luhur dalam dirinya serta penerapannya dalam wujud sikap tanggung jawab, kerja keras dan peduli berbagi, sopan, menghargai, santun, menerima berbeda pendapat, serta sikap taat azas, terpercaya dalam kehidupannya (dibuktikan dengan hasil praktek bisa melalui video, bukti lainnya: tertulis ) | |||||||||||||||||||||||||||||
17 | Perkiraan jumlah jam pelajaran | 7 x 3 JP | 7 x 3 JP | 7 x 3 JP | 8 x 3 JP | 8 x 3 JP | 8 x 3 JP | 8 x 3 JP | 8 x 3 JP | 8 x 3 JP | 7 x 3 JP | 7 x 3 JP | 7 x 3 JP | 6 x 3 JP | 6 x 3 JP | 6 x 3 JP | ||||||||||||||||||
18 | Kata/frasa kunci | mengamalkan ajaran kepercayaannya | sejarah Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa | keteladanan tokoh Penghayat Kepercayaan | mengamalkan ajaran Kepercayaan | asal usul kehidupan | pelajar sepanjang hayat | menumbuhkan budi pekerti luhur, menginterprstasikan | budipekertiluhur, mengintegrasikan | pribadi mandiri | budaya spiritual, kearifan lokal | makna sujud | bisukan hati nurani | mengamalkan ajaran kepercayaannya, norma | aturan larangan | aturan kewajiban | ||||||||||||||||||
19 | Keberagaman Kepercayaan | menyebutkan tokoh Penghayat Kepercayaan | sifat-sifat tokoh | martabat sujud, menjabarkan | hubungan manusia dengan Tuhan | kompetensi global | menghayati/menerapkan budi pekerti hidup bersama dalam bermasyarakat, bernegara dan global | kolaborasi kreatif | tantangan hidup | ritual, keberagaman, eko spiritual | kearifan lokal | tanda-tanda alam | menyusun daftar larangan, adat istiadat, | lingkungan masyarakat | bangsa dan negara | |||||||||||||||||||
20 | asal usul hidup dan kepercayaan | perkembangan sejarah tokoh Penghayat Kepercayaan | menghayati | pelajar sepanjang hayat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kompetensi Ideologi Negara Kompetensi Sosial | percikan keTuhanan | berkebhinekaan global nilai-nilai Pancasila | Mengamalkan ajaran budi pekerti luhur | keberagaman global | percikan ke Tuhanan | teknologi, kekinian, kreasi | warisan budaya nusantara | nilai-nilai budaya | Memperagakan kewajiban ritualnya | kematangan jiwa | tantangan hidup | |||||||||||||||||||
21 | Profil peserta didik Pancasila | Pelajar sepanjang hayat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menguasai Kompetensi Ideologi Negara (kemampuan sikap religius/ spiritual menerapkan Pancasila dalam wawasan kebangsaan Indonesia), Kompetensi Sosial (kemampuan dalam berkomunikasi dan berinterkasi secara efektif dengan lingkungan masyarakat, membangun sikap gotong royong dalam keadilan sosial), Kompetensi Kepribadian (kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi yaitu memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari yang berkaitan erat dengan kemanusiaan dengan falsafah hidup yang mengharapkan manusia Pancasila menjadi model persatuan manusia seutuhnya yang memiliki nilai-nilai luhur) menjadi pribadi yang mandiri ( menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas, yakni menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan ). bernalar kritis( mampu menganalisanya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri) dan kreatif (selalu berupaya aktif menolong orang-orang yang membutuhkan dan mencarikan solusi terbaik untuk mendukung keberlangsungan kehidupan mereka). | Pelajar sepanjang hayat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menguasai Kompetensi Ideologi Negara (kemampuan sikap religius/ spiritual menerapkan Pancasila dalam wawasan kebangsaan Indonesia), Kompetensi Sosial (kemampuan dalam berkomunikasi dan berinterkasi secara efektif dengan lingkungan masyarakat, membangun sikap gotong royong dalam keadilan sosial), Kompetensi Kepribadian (kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi yaitu memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari yang berkaitan erat dengan kemanusiaan dengan falsafah hidup yang mengharapkan manusia Pancasila menjadi model persatuan manusia seutuhnya yang memiliki nilai-nilai luhur) menjadi pribadi yang mandiri ( menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas, yakni menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan ). bernalar kritis( mampu menganalisanya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri) dan kreatif (selalu berupaya aktif menolong orang-orang yang membutuhkan dan mencarikan solusi terbaik untuk mendukung keberlangsungan kehidupan mereka). | Pelajar sepanjang hayat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menguasai Kompetensi Ideologi Negara (kemampuan sikap religius/ spiritual menerapkan Pancasila dalam wawasan kebangsaan Indonesia), Kompetensi Sosial (kemampuan dalam berkomunikasi dan berinterkasi secara efektif dengan lingkungan masyarakat, membangun sikap gotong royong dalam keadilan sosial), Kompetensi Kepribadian (kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi yaitu memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari yang berkaitan erat dengan kemanusiaan dengan falsafah hidup yang mengharapkan manusia Pancasila menjadi model persatuan manusia seutuhnya yang memiliki nilai-nilai luhur) menjadi pribadi yang mandiri ( menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas, yakni menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan ). bernalar kritis( mampu menganalisanya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri) dan kreatif (selalu berupaya aktif menolong orang-orang yang membutuhkan dan mencarikan solusi terbaik untuk mendukung keberlangsungan kehidupan mereka). | Pelajar sepanjang hayat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menguasai Kompetensi Ideologi Negara (kemampuan sikap religius/ spiritual menerapkan Pancasila dalam wawasan kebangsaan Indonesia), Kompetensi Sosial (kemampuan dalam berkomunikasi dan berinterkasi secara efektif dengan lingkungan masyarakat, membangun sikap gotong royong dalam keadilan sosial), Kompetensi Kepribadian (kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi yaitu memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari yang berkaitan erat dengan kemanusiaan dengan falsafah hidup yang mengharapkan manusia Pancasila menjadi model persatuan manusia seutuhnya yang memiliki nilai-nilai luhur) menjadi pribadi yang mandiri ( menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas, yakni menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan ). bernalar kritis( mampu menganalisanya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri) dan kreatif (selalu berupaya aktif menolong orang-orang yang membutuhkan dan mencarikan solusi terbaik untuk mendukung keberlangsungan kehidupan mereka). | Pelajar sepanjang hayat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menguasai Kompetensi Ideologi Negara (kemampuan sikap religius/ spiritual menerapkan Pancasila dalam wawasan kebangsaan Indonesia), Kompetensi Sosial (kemampuan dalam berkomunikasi dan berinterkasi secara efektif dengan lingkungan masyarakat, membangun sikap gotong royong dalam keadilan sosial), Kompetensi Kepribadian (kompetensi yang berkaitan dengan perilaku pribadi yaitu memiliki nilai-nilai luhur sehingga terpancar dalam perilaku sehari-hari yang berkaitan erat dengan kemanusiaan dengan falsafah hidup yang mengharapkan manusia Pancasila menjadi model persatuan manusia seutuhnya yang memiliki nilai-nilai luhur) menjadi pribadi yang mandiri ( menghargai diri sendiri terwujud dalam sikap integritas, yakni menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan ). bernalar kritis( mampu menganalisanya secara kritis tanpa memaksakan pendapatnya sendiri) dan kreatif (selalu berupaya aktif menolong orang-orang yang membutuhkan dan mencarikan solusi terbaik untuk mendukung keberlangsungan kehidupan mereka). | ||||||||||||||||||||||||||||
22 | Glosarium | Agama leluhur, budaya spiritual, hidup rohaniah, kebudayaan lokal | mengumpulkan informasi, mengindentifikasi,mengevaluasi, menyebutkan, meneladani, keteladanan, berbangsa dan bernegara | mengamalkan, nilai-nilai luhur, menghayati, menelaah, nilai-nilai ajaran, nilai-nilai Pancasila,lingkungan masyarakat | budi pekerti luhur, budi luhur pribadi, mawas diri, duduk benar, makan benar, melihat benar, bicara benar, bertindak benar. Jujur-iklas, nafkah bersih, welas asih, cinta sesama, damai tenteram, gotongroyong, | menyebutkan, menjelaskan, asal usul, kehidupan, pengenalan diri, ciptaan Tuhan, energi alam semesta, | mengindentifikasi, mengimplementasikan, kewajiban, kompetensi, global, interaksi, kebhinekaan global, nailai-nilai Pancasila | sikap pribadi, penumbuhan budi pekerti diri, borang perilaku, aspek perilaku pribadi budi pekerti kehidupan (iklas-jujur; bekerja keras; berbagi; welas asih, cinta damai) | budipekerti luhur, kehidupan, mengkomunikasikan, sikap peduli, global, pendapat, kolaborasi, azas, pelajar Pancasila | mengindentifikasikan. pribadi mandiri, percikan keTuhanan, unsur alam, menghayati, pengamalan, memberdayakan, energi alam semesta | mengindentifikasi, menghayati, menjelaskan,meneladankan, menyesuaikan, mengintegrasikan, kearifan lokal, warisan budaya, mengekspresikan, kecintaan budaya, makna sujud | mengindentifikasi, menghayati, menjelaskan,meneladankan, mengintegrasikan, kearifan lokal, warisan budaya, mengekspresikan, kecintaan budaya, makna sujud | menjelaskan, menyebutkan, mengintegrasikan, menerima,menghayati, memahami bisikan, hati nurani, tanggap, tanda-tanda alam, keselarasan hidup, nilai-nilai budaya nusantara | mengindentiffikasi, menyebutkan,menjelaskan, menelaah, menganalisis, mengintegrasikan, meneladankan, mengamalkan larangan, kewajiban, | mengindentifikasi, menimplementasikan, mengintegrasikan, menyebutkan, menjelaskan, meneladankan, mengamalkan larangan, kewajiban, | tantangan hidup, mengintegrasikan, mengevaluasi, mengamalkan, melaksanakan,kematangan jiwa, pengamalan budipekerti, lingkungan, masyarakat, bangsa negara | ||||||||||||||||||
23 | Indikator Penilaian | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | Pengamatan (dapat: menunjukkan, membandingkan,menghubungkan) | ||||||||||||||||||
24 | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | Ingatan (dapat: menyebutkan, menunjukkan kembali) | |||||||||||||||||||
25 | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | Pemahaman (dapat: menjelaskan, mendifinisikan secara lisan dengan pemahamannya sendiri) | |||||||||||||||||||
26 | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | Aplikasi/penerapan (dapat: memberikan contoh, menggunakan secara tepat) | |||||||||||||||||||
27 | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Penerimaan (dapat: menunjukkan sikap menerima, menolak) | Penerimaan (dapat: menunjukkan sikap menerima, menolak) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | Analisis(pemeriksaan dan pemilihan dengan teliti) (dapat: menguraikan, mengklarifikasi/memilah) | |||||||||||||||||||
28 | Sintesis(membuat panduan baru) (dapat: menghubungkan materi-materi yang ada menjadi suatu kesatuan yang baru, menyimpulkan, menggeneralisasi(membuat prinsip yang umum)) | Sintesis(membuat panduan baru) (dapat: menghubungkan materi-materi yang ada menjadi suatu kesatuan yang baru, menyimpulkan, menggeneralisasi(membuat prinsip yang umum)) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Internalisasi (dapat: mengakui serta menyakini, mengingkari) | Penerimaan (dapat: menunjukkan sikap menerima, menolak) | Sintesis(membuat panduan baru) (dapat: menghubungkan materi-materi yang ada menjadi suatu kesatuan yang baru, menyimpulkan, menggeneralisasi(membuat prinsip yang umum)) | Penerimaan (dapat: menunjukkan sikap menerima, menolak) | Sintesis(membuat panduan baru) (dapat: menghubungkan materi-materi yang ada menjadi suatu kesatuan yang baru, menyimpulkan, menggeneralisasi(membuat prinsip yang umum)) enerimaan (dapat: menunjukkan sikap menerima, menolak) | Sintesis(membuat panduan baru) (dapat: menghubungkan materi-materi yang ada menjadi suatu kesatuan yang baru, menyimpulkan, menggeneralisasi(membuat prinsip yang umum)) | Sambutan (dapat: kesediaan berpartisipasi/terlibat, memanfaatkan) | Sambutan (dapat: kesediaan berpartisipasi/terlibat, memanfaatkan) | Penerimaan (dapat: menunjukkan sikap menerima, menolak) | Sintesis(membuat panduan baru) (dapat: menghubungkan materi-materi yang ada menjadi suatu kesatuan yang baru, menyimpulkan, menggeneralisasi(membuat prinsip yang umum)) | Sintesis(membuat panduan baru) (dapat: menghubungkan materi-materi yang ada menjadi suatu kesatuan yang baru, menyimpulkan, menggeneralisasi(membuat prinsip yang umum)) | Sintesis(membuat panduan baru) (dapat: menghubungkan materi-materi yang ada menjadi suatu kesatuan yang baru, menyimpulkan, menggeneralisasi(membuat prinsip yang umum)) | |||||||||||||||||||
29 | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Sambutan (dapat: kesediaan berpartisipasi/terlibat, memanfaatkan) | Penerimaan (dapat: menunjukkan sikap menerima, menolak) | Sambutan (dapat: kesediaan berpartisipasi/terlibat, memanfaatkan) | Sambutan (dapat: kesediaan berpartisipasi/terlibat, memanfaatkan) | Apresiasi(sikap menghargai) (dapat: menganggap penting serta bermanfaat, indah serta harmonis, mengagumi) | Apresiasi(sikap menghargai) (dapat: menganggap penting serta bermanfaat, indah serta harmonis, mengagumi) | Apresiasi(sikap menghargai) (dapat: menganggap penting serta bermanfaat, indah serta harmonis, mengagumi) | Sambutan (dapat: kesediaan berpartisipasi/terlibat, memanfaatkan) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | ||||||||||||||||||||||
30 | Keterampilan bergerak dan bertindak (dapat: mampu menggunakan/mengorganisasikan anggota tubuh dan panca indra) | Apresiasi(sikap menghargai) (dapat: menganggap penting serta bermanfaat, indah serta harmonis, mengagumi) | Sambutan (dapat: kesediaan berpartisipasi/terlibat, memanfaatkan) | Apresiasi(sikap menghargai) (dapat: menganggap penting serta bermanfaat, indah serta harmonis, mengagumi) | Apresiasi(sikap menghargai) (dapat: menganggap penting serta bermanfaat, indah serta harmonis, mengagumi) | Internalisasi (dapat: mengakui serta menyakini, mengingkari) | Internalisasi (dapat: mengakui serta menyakini, mengingkari) | Internalisasi (dapat: mengakui serta menyakini, mengingkari) | Apresiasi(sikap menghargai) (dapat: menganggap penting serta bermanfaat, indah serta harmonis, mengagumi) | |||||||||||||||||||||||||
31 | Kecakapan verbal dan non-verbal (dapat: mengucapkan/berucap/berbicara dengan fasih, cakap menggunakan anggota tubuh serta membuat mimik/ekpresi/wajah) | Internalisasi (dapat: mengakui serta menyakini, mengingkari) | Apresiasi(sikap menghargai) (dapat: menganggap penting serta bermanfaat, indah serta harmonis, mengagumi) | Internalisasi (dapat: mengakui serta menyakini, mengingkari) | Internalisasi (dapat: mengakui serta menyakini, mengingkari) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Internalisasi (dapat: mengakui serta menyakini, mengingkari) 5. Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | |||||||||||||||||||||||||
32 | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Internalisasi (dapat: mengakui serta menyakini, mengingkari) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | ||||||||||||||||||||||||||||||
33 | Karakteristik(Penghayatan) (dapat: melembagakan/meniadakan, melaksanakan dalam kehidupannya sendiri/perilaku keseharian) | Keterampilan bergerak dan bertindak (dapat: mampu menggunakan/mengorganisasikan anggota tubuh dan panca indra) | ||||||||||||||||||||||||||||||||
34 | Evaluasi Penilaian | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | Tes lisan, tertulis, Observasi (skala sikap), pemberian tugas | ||||||||||||||||||
35 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 14 | |||||||||||||||||||
36 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
37 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
38 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
39 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
40 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
41 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
42 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
43 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
44 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
45 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
46 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
47 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
48 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
49 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
50 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
51 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
52 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
53 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
54 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
55 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
56 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
57 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
58 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
59 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
60 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
61 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
62 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
63 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
64 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
65 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
66 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
67 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
68 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
71 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
73 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
74 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
75 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||