ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUWACADAEAFAGAHAIAJAKALAMANAOAPAQAR
1
NONDHANGKATANLOKASITAHUNNIPNAMAJENIS KELAMINAGAMATEMPAT LAHIR
(diisi nama kota lahir)
TANGGAL LAHIR
(diisi dengan format dd-mm-yyyy)
PENDIDIKAN TERAKHIRALAMAT TEMPAT TINGGALINSTANSIALAMAT INSTANSIUNITJABATANESELONPANGKAT
(pilih satu)
GOLNO. TELP PRIBADIALAMAT EMAILJUDUL PROPERABSTRAK PROYEK PERUBAHANMILESTONE JANGKA PENDEKMILESTONE JANGKA MENENGAHMILESTONE JANGKA PANJANGNO SERTIFIKATKUALIFIKASIPERINGKAT
2
11XVIIPuslatbang KHAN LAN2024197310171998011001Saiful, M.Pd.LAKI-LAKIISLAMPidie17-10-1973S2Gampong Blang, Meurah Dua, Kabupaten Pidie JayaPemkab Pidie JayaJln. Banda Aceh - Medan KM.158.5 Komplek Kantor Bupati Pidie Jaya, Meureudu, Kab. Pidie JayaSekretariat Daerah Kabupaten Pidie JayaAsisten Administrasi UmumII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C85277823636saiful.rasyid@gmail.comAKSELERASI PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR (AbangKomAr) BERBASIS DIGITAL LEARNING DI KABUPATEN PIDIE JAYA
Proyek "Akselerasi Pengembangan Kompetensi Aparatur (AbangKomAr) Berbasis Digital Learning"
bertujuan untuk mempercepat pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di
Kabupaten Pidie Jaya melalui pemanfaatan platform pembelajaran digital.
1. Koordinasi dengan mentor pra dan pasca gagasan baru 2. Membentuk tim efektif 3.Melakukakan Penyamaan persepsi dan tujuan serta pembagian tugas 4. Mengidentifikasi stakeholder yang akan dipilih 5.Pemilihan LMS yang akan dimasukkan dalam platform 6. Menyusun draft flatform pengembangan diklat kompetensi ASN berbasis Digital Learning 7.Penyusunan draft Perbup tentang pemanfaatan digital learning bagi ASN 8.Melakukan pemaparan konsep akselerasi pengembangan kompetensi aparatur (AbangKomAr)berbasis Digital Learning 9. Launching Program1.Penyempurnaan Flatform Pengembangan Kompetensi ASN berbasis Digital Learning 2. Penetapan peraturan Bupati tentang Pemanfaatan Teknologi Digital Learning bagi ASN 3.Melakukan MoU dengan stakeholder eksternal 4. Pembentukan Admin di OPD 5. Pelatihan bagi Admin di OPD 1.Pelaksanaan Pengembangan Pengendalian Resiko Kompetensi ASN melalui Flatform Akselerasi Pengembangan Kompetensi Aparatur berbasis Digital Learning 2.Pelaksanaan Peraturan Bupati tentang Pemanfaatan Teknologi Digital Learning bagi ASN 3.Monitoring dan Evaluasi00001181/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
7
3
22XVIIPuslatbang KHAN LAN2024197607262009041001Eddy Azwar, SKM, M.Kes.LAKI-LAKIISLAMPidie Jaya26-07-1976S2Perumnas Kuta Bude, Gajah Ayee PidiePemkab Pidie JayaJln. Banda Aceh - Medan KM.158.5 Komplek Kantor Bupati Pidie Jaya, Meureudu, Kab. Pidie JayaDinas Kesehatan dan Keluarga BerencanaKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B82276304488eddyazwardinkespj@gmail.com EDUKASI STUNTING MELALUI PERAN TOKOH AGAMA KABUPATEN PIDIE JAYAstunting merupakan suatu keadaan
yang mana anak mengalami
kegagalan dalam proses tumbuh
kembang sehingga menyebabkan tubuhnya
lebih pendek dari pada usia seharusnya. ituasi pandemi menyebabkan terjadinya
gangguan layanan gizi terutama di fasilitas
pelayanan kesehatan dan posyandu karena adanya pembatasan mobilitas masyrakat.
Proyek ini dilaksanakan dengan metode , FGD,
Seminar Nasional, Pengajian dan Khutbah
Jum’at, pembagian buku saku stunting serta
merancang media edukasi. Populasi dalam
penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita dan
masyarakat di wilayah kerja Dinas Kesehatan dan
KB Kabupaten Pidie Jaya.
1. rapat koordinasi bersama mentor dan stakeholder. 2. pembentukan tim efektif. 3. pembentukan tim edukasi. 4. membangun kerjasama dengan stakeholder. 5. menyusun materi edukasi. 6. penilaian edukasi stunting. 7. melaksanakan pelatihan stunting.1. tercapainya masayarakat yang memiliki keasadran tinggi terkait stunting. 2. angka stunting menurun. 3. melakukan seminar nasional terkait edukasi stunting.1. melakukan peninjauan di area stunting. 2. memperluas area edukasi. 3. memperluas area pengembangan edukasi. 3. mengkombinasi EPPBGM. 00001182/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan19
4
33XVIIPuslatbang KHAN LAN202419670928 199403 1 007Rizal Fikar, S.T, M.MLAKI-LAKIISLAMBireuen28-09-1967S2Jl. Pasie Rawa Cot Panyang No.3, Kramat Luar Kota SigliPemkab Pidie JayaKomplek Perkantoran Cot TriengDinas Perindustrian, Perdagangan Dan KoperasiKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B82206600241rizalfikar_67@yahoo.co.id“Strategi Pengembangan Produksi dan Diversifikasi Produk Unggulan Chocolate Pijay (SIGAM CHOCOLATE)"Sebagai daerah yang memiliki komoditi unggulan kakao serta telah ditetapkannya Kabupaten Pidie Jaya sebagai lokasi kawasan pertanian nasional Berdasarkan dari
Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 472/Kpts/RC.040/6/2008 tentang lokasi kawasan pertanian nasional bahwa Pidie Jaya masuk dalam komoditas prioritas tanaman perkebunan Kakao. selain itu Pada tahun 2023 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Pidie Jaya meraih Penghargaan Ajang Anugrah Perencanaan Prof. A. Majid Ibrahim (AMI) IX yang diselenggarakan oleh BAPPEDA Aceh Tahun 2023 dengan Judul Inovasi “Pengembangan Kawasan Industri Coklat dari Hulu ke Hilir
melalui proses Pembibitan, Proses Produksi, Wisata Kuliner hingga Edukasi Masyarakat”. berdasarkan pada latar belakang diatas maka Sigam Chocolate ini dijadikan sebagai proyek perubahan dalam kegiatan pelatihan kepemimpinan nasional ini. Sigam Chocolate berujuan untuk Peningkatan Nilai Tambah, Diversifikasi Produk dan Pengembangan Pasar yang akan memberikan manfaat pada Peningkatan Pendapatan UMKM Chocolate Pijay, Peningkatan Daya Saing, dan nilai tambah dan Peningkatan Promosi Chocolate Pijay sebagai identitas lokal dengan berfokus pada lima kegiatan strategis yaitu : 1.Terlaksanannya Pelatihan Produksi 2.Terlaksananya edukasi coklat 3.Tersedianya promosi melalui media digital (website) 4.terjalinnya kerjasama dengan pengusaha lokal sejenis (Socolatte) 5.adanya kerjasama dengan (Dinas Pertanian, Kominfo, Komunitas Petani Kakao). pelaksanaan proyek perubahan ini telah mencapai hasil sesuai dengan yang ditargetkan yaitu : Terlaksanannya Pelatihan Produksi, Terlaksananya edukasi coklat, Tersedianya promosi melalui media digital (website), terjalinnya kerjasama dengan pengusaha lokal sejenis (Socolatte), adanya kerjasama dengan (Dinas Pertanian, Kominfo, Komunitas Petani Kakao), Proyek perubahan ini telah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah
direncanakan dan memperoleh hasil yang maksimal. serangkain materi, pembelajaran juga teraplikasi dalam pelaksanaan proyek perubahan ini. Proyek perubahan ini pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Pidie Jaya.
1. Membentuk tim pemberdayaan coklat dan diversifikasi produk coklat
2. Melakukan kerjasama dengan koperasi coklat untuk pengembangan/diversifikasi produk coklat pijay.
3. Melakukan pelatihan untuk diversifikasi produk chocolate pijay
4. Melakukan edukasi terkait kegiatan produksi coklat kepada pelajar
5. Melakukan publikasi produk
1. Melakukan pelatihan kepada petani coklat untuk pengembangan produksi
2. Melakukan kerjasama dengan bank untuk pengembangan rumah coklat
3. Melakukan pelatihan lanjutan untuk diversifikasi produk chocolate pijay
4, Rebranding rumah produksi chocolate pijay agar lebih menarik dan kekinian.
1. Melakukan promosi hasil produk chocolate pijay yang telah didiversifikasi
2. Memberikan penghargaan kepada petani coklat
3. Melakukan pengembangan produk coklat yang berkelanjutan
4. Memfasilitasi pemasaran dan memfasilitasi mengikuti even-even produk coklat
00001183/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan54
5
44XVIIPuslatbang KHAN LAN202419691231 200212 1 078Saifuddin, M.Pd.LAKI-LAKIISLAMAceh Timur31-12-1969S2Gampong Meunasah Bie, Kec. Meurah Dua, Kab. Pidie JayaPemkab Pidie JayaKota Meureudu, Kab. Pidie JayaDinas Pemuda, Olahraga, Dan PariwisataKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B85260570007dinsaifu1969@gmail.com
Transformasi Promosi Digital Wisata Pidie Jaya (TOP
DWIJAYA).
Memberikan rekomendasi kepada wisatawan dalam merencakan perjalanannya dan memberikan informasi tentang tujuan wisaranya. memberikan kontribusi yang luas1. Mengidentifikasi kebutuhan dasar teknologi digital untuk objek wisata 2. survei lokasi 3, membentuk tim 4. Menyusun rencana anggaran 5. Instalasi wifi gratis 6. Melakukan pelatihan kepada staf dan pelaku usaha1. evaluasi dan penyesuaian sistem teknologi berdasarkan umpan balik 2. Perluasan penerapan wifi dan sistem qrcode 3. Kerjasama dengan komunitas lokal 4. Mengembangkan aplikasi mobile sederhanaMelakukan evaluasi berkelanjutan, Mengembangkan jaringan kerjasama dengan lembaga nasional dan internasional, meningkatkan promosi digital00001184/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan55
6
55XVIIPuslatbang KHAN LAN202419780307 199612 1001Saifuddin, S.STP, M.SPLAKI-LAKIISLAMLhokseumawe07-03-1978S2Jln. Pelita No.115 Tumpok Teungoh Kecamatan Banda Sakti Kota LhokseumawePemkab Aceh UtaraJln. Banda Aceh-Medan Km.295, Landing-LhoksukonBadan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya ManusiaKepala BadanII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C85297320608fudin08@rocketmail.com
Strategi Pengembangan Kompetensi ASN Melalui Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Dan Layanan ASN Kompak
Undang Undang No 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara telah mengamanatkan setiap
PNS memiliki hak dan kesempatan memenuhi minimal 20 JP bagi setiap PNS per tahun. Ini
merupakan tanggung jawab yang besar yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten
Aceh Utara mengingat jumlah ASN yang bekerja di Kabupaten Aceh Utara yaitu 9.648 yaitu yang
terdiri dari 8.249 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.399 Pegawai Pemerintah dangan Perjanjian
Kerja (PPPK). Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi semua instansi pemerintah, baik
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Proyek perubahan ini mengambil judul “Strategi pengembangan Kompetensi ASN melalui
Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) dan Layanan ASN Kompak” yang
merupakan gagasan untuk melakukan analisis terhadap kebutuhan pengembangan kompetensi
bagi seluruh ASN yang ada di Kabupaten Aceh Utara. Mengingat banyaknya jumlah ASN yang ada
di Kabupaten Aceh Utara, kegiatan analisis ini tidak dilakukan secara manual, namun dengan
memanfaatkan sistem informasi digital yang diberinama Layanan ASN Kompak (ASN yang ber
Kompeten, Produktif, Akuntabel dan berKualifikasi)
Berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LANRI) No 10
Tahun 2018 tentang Pengembangan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil, pada pasal Pasal 3
menyebutkan bahwa Pengembangan Kompetensi dilakukan melalui 3 tahapan yaitu : a.
penyusunan Kebutuhan dan Rencana Pengembangan Kompetensi; b. pelaksanaan
Pengembangan Kompetensi; dan c. evaluasi Pengembangan Kompetensi.
Tahapan penyusunan kebutuhan dan rencana pengembangan kompetensi merupakan
langkah krusial dalam proses pengembangan kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai
dasar yang kokoh untuk tahapan berikutnya (pelaksanaan dan evaluasi), dan memastikan bahwa
setiap langkah dalam proses pengembangan kompetensi dilakukan dengan cara yang terencana,
efektif, dan efisien.
Hasil capaian analisis kebutuhan kompetensi ini juga diharapkan mampu memberikan
manfaat sebagai pedoman untuk penegmbangan kompetensi bagi individu, dalam hal ini seluruh
ASN dalam kabupaten Aceh Utara, bermanfaat sebagai pedoman dalam pengambilan kebijakan
pengembangan kompetensi bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan bermanfaat bagi
Stakeholder lainnya sebagaimana tercantum pada peta stake holder proyek perubahan.
1.Membentuk Tim Pendampingan AKPK (SK Tim);
2. Pengembangan fitur layanan pengembangan kompetensi (ASN KOMPAK) pada Website
E.keurani.acehutara.go.id untuk
3. Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) di Kabupaten Aceh Utara.
4. Penyusunan instrumen AKPK untuk lembaga Sekretariat Daerah, BAPPEDA, Inspektorat;
5. Penyebarluasan dan pemberitahuan (AKPK) menggunakan media sosial ke Sekretariat Daerah, BAPPEDA, Inspektorat wilayah kerja BKPSDM
(secara sampling 3 OPD);
6. Pembuatan Surat Edaran terkait AKPK Pendampingan/monitoring proses pengisian instrumen AKPK;
7. Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi dan penyusunan draft Kartu Pengembangan Kompetensi;
8.Penyusunan AKPK dengan menu Kartu Bangkom;
1. Pengembangan Aplikasi menu dengan konten ASN Kompak
2.Peningkatan Marketing (AKPK)
3.Penyajian Modul Pengembangan Kompetensi;
4. Penyebarluasan sasaran kegiatan terhadap 27 OPD
1. Penyebarluasan sasaran kegiatan terhadap 30OPD
2.Evaluasi penerapan AKPK
3.Evaluasi pemenuhan 20 JP
00001185/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan56
7
66XVIIPuslatbang KHAN LAN202419760703 200501 1 002Andria Zulfa, S.E., M.Si., Ph.D, CGCAELAKI-LAKIISLAMLhokseumawe03-07-1976S3Jl. Bangdes Gang Sejahtera No.7 Gampong Tumpok Teungoh Kecamatan Banda Sakti Kota LhokseumawePemkab Aceh UtaraJl. Syech Syamsuddin As sumatrani Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti Kota LhokseumaweInspektoratInspekturII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B811684854andriazufa@yahoo.come-Audit Kinerja Strategi Handal Implementasi Model Kepemimpinan Digital Dalam Pengawasan
Proyek perubahan ini bertujuan untuk mengimplementasikan e-Audit Kinerja Strategi Handal Implementasi Model Kepemimpinan Digital Dalam Pengawasan di Inspektorat
Kabupaten Aceh Utara. Dengan mengusung inovasi "Save One Rupiah Save One Country" (Effective, Efficient, Economies) sebagai sarana dalam pengawasan, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam tugas pengawasan serta memperkuat partisipasi dan kepercayaan masyarakat.
Pembentukan Tim Efektif Keputusan Bupati Aceh Utara tentang Penetapan e-Audit Kinerja di Lingkungan Inspektorat Kabupaten Aceh Utara
Keputusan Sekretaris Daerah Kab. Aceh Utara Tentang Penetapan Rencana Aksi
Implementasi e-Audit Kinerja di Lingkungan Inspektorat Kab. Aceh Utara
Mensosialisasikan kepada Stakeholder tentang Rencana Aksi Implementasi e- Audit Kinerja
Penyusunan SOP Tata Cara Pelaksanaan e-Audit Kinerja di Lingkungan Inspektorat Kabupaten Aceh Utara
Terimplementasinya e-Audit kinerja pada 2 OPD yaitu, BAPPEDA dan DPMPPKB
Pengembangan Model Pengawasan Digital (e-audit)
Uji Coba dan penyusunan Modul Sistem Informasi
Pengumpulan dan pemutakhiran data infrastruktur dari PD

Peningkatan kualitas model pengawasan digital e-udit.
Pengembangan fitur-fitur tambahan sesuai kebutuhan dalam Sistem Informasi.
Tercapainya target kinerja Inspektur dengan output model pengawasan digital e-audit.
Implementasi Pengawasan Digital e-Audit pada seluruh entitas OPD di Lingkup Kabupaten Aceh Utara.
00001186/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
9
8
77XVIIPuslatbang KHAN LAN202419780705 199612 1 001Iskandar, S.STP., M.SPLAKI-LAKIISLAMAceh Utara05-07-1978S2Jl. Kenari Lr. Haji Cut Gampong Banda Masen Kecamatan Banda Sakti Kota LhokseumawePemkab Aceh UtaraJl. Tgk. Chik Ditiro No.1 LhoksukonDinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Aceh UtaraKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C85297261678iskandarar78is@gmail.com
Pemberian Bantuan Sosial Kepada Masyarakat Miskin
Proyek perubahan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat miskin
melalui perbaikan data masyarakat miskin telah menghasilkan beberapa
pencapaian utama. Pertama, data masyarakat miskin yang lebih akurat
dan valid berhasil dihasilkan, memastikan bahwa bantuan sosial
disalurkan dengan tepat sasaran. Kedua, penyaluran bantuan sosial
menjadi lebih efektif dan efisien karena didukung oleh teknologi
informasi yang terintegrasi. Selain itu, proyek ini meningkatkan kapasitas
sumber daya manusia yang terlibat melalui pelatihan dalam pengelolaan
data dan kolaborasi lintas instansi.
1.Melakukan pemetaan data penerima
bantuan sosial yang telah ada dan
yang membutuhkan.
2.Membentuk tim yang terdiri dari
perwakilan dinas sosial, kepala desa,
dan tokoh masyarakat.
3.Mengadakan rapat koordinasi dengan
instansi terkait seperti dinas
kesehatan, dinas pendidikan, dan
dinas pekerjaan umum.
4.Menyusun rencana anggaran untuk
pelaksanaan program bantuan sosial.
5.Menyusun Standard Operating
Procedure (SOP) untuk
pendistribusian bantuan sosial.
6.Menyiapkan logistik seperti sembako,
KIP, KIS, RST, BLT, dan Atensi.
7.Melakukan sosialisasi program kepada
masyarakat dan perangkat
1. Melakukan Identifikasi data yang perlu diperbarui, penghapusan
data ganda atau tidak valid, dan
peningkatan akurasi data
penerima bantuan kepada
masyarakat miskin, 2. Menyesuaikan dan memperbaiki
sistem pengumpulan dan
pemutakhiran data masyarakat
miskin sesuai dengan hasil
evaluasi, 3. Meningkatkan keterampilan
petugas lapangan dan staf terkait
dalam mengumpulkan, mengelola, dan memvalidasi data masyarakat miskin.
1. Melakukan survei longitudinalmuntuk menilai perubahan pada
penerima manfaat dari waktu kemwaktu. 2. Pembangunan pusat layanan informasi di Kecamatan yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan data dan tempat pelayanan masyarakat 3. Melaksanakan pengembangan sistem informasi yang terhubung dengan instansi terkait, seperti
Dukcapil, PRKP, dan Baitulmal,
untuk integrasi data penerima
manfaat.
00001187/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan22
9
88XVIIPuslatbang KHAN LAN202419710508 200312 1 002Ali Musafah, S.ELAKI-LAKIISLAMRembang08-05-1971S1Jln. A. Yani Gp. PB. Seuleumak Kec.Langsa BaroPemko LangsaJalan Darussalam No. 6-8 Kota LangsaSekretariat DaerahAsisten Perekonomian Dan PembangunanII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8126384271alimusafah473@gmail.com"PEKAT" Percepatan Produk Lokal Melalui E-Katalog di Kota LangsaPercepatan Produk Lokal Melalui E-Katalog dapat mempromosikan produk-produk UMKM berlegalitas dan berkualitas melaui platform E-Katalog, mampu meningkatkan motivasi, semangat dan menaikkan jumlah tayang produk lokal, meningkatkan pendapatan bagi Kelompok Usaha khususnya, serta Peningkatan
Pendapatan Pemerintah Kota Langsa Pada umumnya
1. Pembentukan Tim Klinik yang terdiri dari perwakilan Pemerintah, Pelaku Usaha
dan Stakeholder terkait 2. Mengidentifikasi Kebutuhan untuk Pengembangan E-Katalog Produk Lokal 3. Melaksanakan pengembangan dan pengujian platform E-Katalog
1. Melakukan evaluasi terhadap sistem dan mengidentifikasi area yang perlu
diperbaiki.
2. Memberikan pelatihan lanjutan kepada pelaku usaha tentang fitur-fitur
baru E-Katalog.
3. Memperluas program E-Katalog ke wilayah lain di Kota Langsa.
4. Melaksanakan kampanye berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran
dan partisipasi masyarakat.
5. Mengintegrasikan data penjualan dengan sistem informasi daerah.
6. Menjalin kerjasama dengan komunitas lokal untuk meningkatkan
partisipasi pelaku usaha.
7. Melakukan evaluasi terhadap efektivitas regulasi yang telah diterapkan
00001188/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
14
10
99XVIIPuslatbang KHAN LAN202419740112 199302 1 001Drs. Zulhadisyah S, M.SPLAKI-LAKIISLAMBanda Aceh12-01-1974S2Jln.Mandor Daud No.28 Dan.IV Keupula Gp.Matang Seulimeng Kec.Langsa Barat, Kota LangsaPemko LangsaJln.prof.A.Majid No.99 GP.Matang Seulimeng Kec.Langsa Barat, Kota LangsaBadan Kesatuan Bangsa Dan PolitikKepala BadanII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C85361603224zulhadisyah00@gmail.comOptimalisasi Pembinaan ORMAS, OKP dan LSM dalam menggunakan Aplikasi SIOLA-ORMAS (kemendagri) Kepada Ormas di Kota Langsa
Proyek Perubahan ini memiliki fokus pada upaya peningkatan kinerja layanan administrasi
Ormas, OKP dan LSM yang selama ini dilakukan secara konvensional, dengan waktu proses cukup
lama, birokrasi yang panjang dan belum pernah dilakukan pengukuran indek kepuasan layanan serta
masih membutuhkan berkas persyaratan fisik yang akan dirubah dengan transformasi digital melalui
aplikasi SIOLA-Ormas. Inovasi ini dilakukan karena belum adanya suatu transformasi digital yang
dilakukan secara menyeluruh dalam pengelolaan layanan administrasi Ormas, OKP dan LSM. Berdasarkan hal tersebut, Proyek Perubahan ini mengusulkan aplikasi SIOLA-Ormas yang selanjutnya
dikembangkan melalui kebijakan transformasi digitallayanan administrasi Ormas, OKP dan LSM pada
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Langsa untuk meminimalisir penggunaan berkas fisik,
menghilangkatan tatap muka, efisiensi waktu, memperpendek birokrasi, tracking proses penyelesaian,
dan pemberian indek kepuasan layanan. Transformasi digital pelayanan Biro Kepegawaian ini sejalan
dengan semangat Standar Pelayanan Berbasis Elekronik (SPBE) yang digaungkan oleh Pemerintah,
dimana pembangunan aplikasi baru yang memakan biaya tinggi dan menimbulkan miskonsepsi pada
efisiensi dan integrasi sistem.
1. Melaksanakan pembangunan sarana dan
prasarana di lokasi yang telah ditentukan.
2. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada
masyarakat tentang pentingnya
mendaftarakan keberadaannya melaui
Aplikasi SIOLA-Ormas (Kemendagri).
3. Pelatihan seluruh petugas yang terlibat.
4. Uji coba ke Ormas, OKP dan LSM
5. Peluncuran Sistem (Launching
Optimalisasi Pembinaan Ormas, OKP dan
LSM dalam mengunakan Aplikasi SIOLA- Ormas ( Kemendagri) kepada ormas di
Kota Langsa)
6. Piagam Penghasrgaan untuk Ormas yang
menjadi pilot project.
1. Evaluasi Sistem: Melakukan evaluasi terhadap sistem yang sudah berjalan dan
mengidentifikasi area untuk perbaikan.
2. Pelatihan Lanjutan: Memberikan pelatihanlanjutan kepada tim pengelola.
3. Perluasan Program: Memperluas program
Optimalisasi Pembinaan Ormas, OKP dan
LSM dalam mengunakan Aplikasi SIOLA- Ormas ( Kemendagri) kepada ormas di Kota
Langsa.

4. Kolaborasi dengan Komunitas: Menjalin
kerjasama dengan komunitas lokal untuk
meningkatkan partisipasi.
5. Kampanye Berkelanjutan: Melaksanakan
kampanye berkelanjutan untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat.
6. Evaluasi Regulasi: Melakukan evaluasi
terhadap efektivitas regulasi yang diterapkan.
7. Penyusunan Draft Peraturan Walikota
Langsa tentang Pembentukan Optimalisasi
Pembinaan Ormas, OKP dan LSM dalam
mengunakan Aplikasi SIOLA-Ormas (
Kemendagri) kepada ormas di Kota Langsa :
Melakukan penyusunan draft Peraturan
Walikota Langsa tentang Pembentukan
Optimalisasi Pembinaan Ormas, OKP dan
LSM dalam mengunakan Aplikasi SIOLA- Ormas ( Kemendagri) kepada ormas di Kota
Langsa, dimana didalam Peraturan Bupati
tersebut tertuang bahwa konsep Optimalisasi
Pembinaan Ormas, OKP dan LSM dalam
mengunakan Aplikasi SIOLA-Ormas (
Kemendagri) kepada ormas di Kota Langsa
ini agar diaplikasikan ke seluruh taman yang
sudah ada di Kota Langsa.
1. Evaluasi Lanjutan: Melakukan evaluasi
lanjutan dan memperbaiki system
berdasarkan hasil evaluasi.
2. Pelatihan Berkelanjutan: Mengadakan
pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan
kompetensi tim pengelola.
3. Perluasan Infrastruktur: Membangun lebih
banyak Optimalisasi Pembinaan Ormas, OKP
dan LSM dalam mengunakan Aplikasi
SIOLA-Ormas ( Kemendagri) kepada ormas

di Kota Langsa di lokasi strategis lainnya di
Seluruh Kecamatan di Wilayah Kota Langsa.
4. Penyesuaian Program: Menyesuaikan
program berdasarkan umpan balik dan hasil
evaluasi.
00001189/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan47
11
1010XVIIPuslatbang KHAN LAN202419850310 201103 1 001dr. Muhammad Yusuf AkbarLAKI-LAKIISLAMLangsa10-03-1985S1Komp. Al Fatih NO.10, Payabujok Seulumak, Kota LangsaPemko LangsaKomp. BTN Seuriget, Serambi Indah, Kota langsaDinas KesehatanKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8116772220akbarmy.md@gmail.comTRANSFORMASI DIGITAL "SMART TOSS" DALAM PENANGGULANGAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI DINAS KESEHATAN KOTA LANGSA1. Membentuk Tim Efektif proyek perubahan
Transformasi Digital fokus pada Pengembangan Strategi
Integrasi Sistem pada Sistem Informasi Kesehatan Dinas
Kesehatan.
2. Menyajikan hasil analisis masalah berdasarkan
evidence base melalui platform digital untuk memahami
pola penyebaran TB, efektivitas pengobatan dan
evaluasi awal terhadap penggunaan teknologi dalam
proses “Smart TOSS” TB.
3. Mencari dukungan Stakeholder internal dan
eksternal terhadap proyek perubahan dalam bentuk
testimoni dan FGD
4. Melaksanakan penelitian dalam bentuk survey
untuk memahami permasalahan dan rekomendasi
berbasis data.
5. Menyusun rancangan sebuah draft peraturan
walikota berdasarkan hasil konsultasi publik sebagai
dasar regulasi yang mendukung proyek perubahan
6. Melaksanakan Tinjauan tinjauan hukum dengan
memastikan draft pada kerangka hukum yang ada dan
tidak bertentangan dengan peraturan lainnya. Adanya
keterlibatan pakar hukum untuk melakukan penilaian.
7. Melaksanakan advokasi dalam rangka
pengesahan dengan mengajukan draft akhir kepada
otoritas yang berwenang untuk disetujui dan disahkan
menjadi resmi.
1. Melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan
desentralisasi pengobatan pasien TB RO, untuk
memastikan pengobatan telah ditetapkan dengan benar.
2. Melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus
“Launching “Smart TOSS”, pendampingan skrining TB
sebagai bagian dari upaya pencegahan dan
pengendalian penyakit menular tuberkulosis
3. Melakukan kegiatan evaluasi dan monitoring
secara berkala terhadap efektivitas proyek perubahan
dan dampaknya yang dilaksanakan dalam bentuk siklus
1. Melaksanakan pelayanan Integrasi Sistem pada Sistem Informasi Kesehatan di seluruh pelayanan
kesehatan khususnya pada program pengendalian penyakit menular tuberkulosis kepada masyarakat
melalui media kehumasan pemerintah dan media massa.
2. Tahapan Manajemen
Perubahan Tahapan yang akan dilaksanakan selama
proses Implementasi Proyek Perubahan akan dibagi
kedalam 3 (tiga) tahapan yaitu jangka pendek,jangka
menengah, dan jangka panjang.
1. Melakukan evaluasi lanjutan dan memperbaiki sistem berdasarkan hasil evaluasi.
2. Mengadakan pelatihan Perkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha.
3. Membangun lebih banyak sarana pendukung E-Katalog
di lokasi strategis lainnya.
4. Melakukan penelitian untuk pengembangan metode
pemasaran digital yang lebih efektif.
5. Meningkatkan teknologi E-Katalog untuk mendukung
fitur-fitur baru.
6. Menyesuaikan program berdasarkan umpan balik dan
hasil evaluasi.
7. Membangun jaringan kerjasama dengan lembaga
nasional dan internasional.
8. Menciptakan mekanisme keberlanjutan program EKatalog agar tetap berjalan meski proyek berakhir
00001190/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan43
12
1111XVIIPuslatbang KHAN LAN202419810808 200504 1 001M. Maxsalmina, S.Hi, M.HLAKI-LAKIISLAMLhokseumawe08-08-1981S2Jalan angsana lorong Abdullah No 7 teumpok teungoh LhokseumawePemkot LhokseumaweJalan Syekh Syamsuddin Assumatrani LhokseumaweSekretariat DaerahAsisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh Dan Kesejahteraan RakyatII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8126968471meck.beudoh@gmail.comDARI GAMPONG UNTUK GAMPONG : REVITALISASI PAGEU GAMPONG SEBAGAI PENANGANAN TRANTIBUMLINMAS DI KOTA LHOKSEUMAWE
Strategi Penanganan Kenakalan
Remaja melalui pendekatan
pembentukan Pageu Gampong
merupakan salah satu strategi dalam
yang akan diambil oleh Pemerintah
Kota Lhokseumawe. Hal ini karena
Kenakalan remaja adalah isu yang
kompleks dan multidimensi yang
dihadapi oleh banyak masyarakat di
seluruh Kota yang ada di Indonesia, jika
hal ini tidak menjadi perhatian kita
bersama maka fenomena kenakalan
remaja akan menjadi lebih besar dan
sulit untuk dibendung, hal ini menjadi
perhatian serius dari Pemerintah Kota
Lhokseumawe karena dapat berakibat
fatal bagi masa depan generasi muda
dan stabilitas sosial.
Pembentukan Tim efektif
Terbentuknya Tim Pencegahan
dan Perbaikan Moraldilakukan
secara Terintegrasi dan
Komprehensif (TPPM) berbasis
masyarakat, dengan indikator
terbitnya SK Walikota
Lhokseumawe;
Penyiapan 4 (empat) gedung
pembinaan remaja ;
Penyiapan guru dan pembina
remaja, dengan indikator
terbitnya SK Sekretaris Daerah;
Terselenggaranya bimbingan
teknis tim TPPM ;
Terbitnya Propem Perkada
tentang Pembentukan Satlinmas
Pageu Gampong, dengan
indikator terbitnya SK Walikota
Lhokseumawe;
Tersusunnya Tim Penyusun
Peraturan Kepala Daerah tentang
Pembentukan Satlinmas Pageu
Gampong
Tersusunnya Standar
Operasional Prosedur (SOP)
strategi pencegahan dan
Perbaikan Moral secara
terintegrasi dan Komprehensif
(TPPM), dengan indikator SOP
ditandatangani oleh Kasatpol PP
dan Wilayatul Hisbah;
Melakukan pertemuan dan
konsultasi dengan Majelis
Permusyawaratan Ulama (MPU)
Kota Lhokseumawe;
Melakukan pertemuan dan
konsultasi dengan Majelis Adat
Aceh (MAA) Kota Lhokseumawe;
Tersusunnya Rencana Aksi,
dengan indikator dokumen
rencana aksi disahkan oleh
Kasatpol PP dan Wilayatul
Hisbah;
Terbentuknya Tim Reaksi Cepat
(TRC) penanganan kenakalan
remaja, dengan indikator
terbitnya SK Walikota
Lhokseumawe;
Tersusunnya Standar
Operasional Prosedur (SOP) Tim
Reaksi Cepat (TRC), dengan
indikator SOP ditandatangani
oleh Walikota Lhokseumawe.
Tersusunnya Standar
Operasional Prosedur (SOP)
Lhokseumawe Berakhlak, dengan
indikator SOP ditandatangani
oleh Kasatpol PP dan Wilayatul
Hisbah.
Pembentukan Balai Pendidikan
Tarbiyah
Sosialisasi kepada Aparatur
Gampong tentang pentingnya
Qanun Gampong tentang
Ketentraman dan Ketertiban
Gampong.
Terbangunnya kolaborasi
stakeholder, dengan indikator
ditandatanganinya kesepakatan
bersama stakeholders utama
dalam penanganan kenakalan
remaja.
Melakukan konsultasi dengan
MPU Aceh terkait replikasi
terhadap wilayah Aceh lainnya;
Melakukan konsultasi dengan
MAA Aceh terkait replikasi
terhadap wilayah Aceh lainnya;
d.Melakukan konsultasi dengan
Kepala Biro Hukum terkait
replikasi terhadap wilayah Aceh
lainnya;
Tersedianya 4 (empat) Gedung
pembinaan remaja dalam wilayah
Kota Lhokseumawe;
Tersedianya guru dan Pembina
terhadap remaja yang dilakukan
pembinaan;
Ditandatangani 20 (dua puluh)
Qanun Gampong tentang
Ketertiban dan Ketentraman
Umum
Lahirnya rekomendasi dari MPU
Aceh terkait replikasi di
Kabupaten/Kota di Aceh;
Lahirnya rekomendasi dari MAA
Aceh terkait replikasi di
Kabupaten/Kota di Aceh
Efektif dan
Terimplementasikannya Tim
Reaksi Cepat (TRC).
Ditandatanganinya Perjanjian
Kerjasama (PKS) antara
stakeholder di Kota
Lhokseumawe terkait
penanganan kenakalan remaja.
Selesainya Peraturan Kepala
Daerah tentang Pembentukan
Satlinmas Pageu Gampong
Terimplementasikannya 4 (empat)
Gedung pembinaan;
Terimplementasikannya Pageu
Gampong di seluruh gampong
dalam Wilayah Kota
Lhokseumawe.
Terimplementasikannya Tim
Reaksi Cepat (TRC) di Wilayah
Kota Lhokseumawe.
Terpublikasikannya Best Practise,
implementasi, pembelajaran dan
jurnal tentang Pageu Gampong
serta penanganan kenakalan
remaja di Kota Lhokseumawe;
Terlaksananya kegiatan remaja
melalui ekonomi reatif dalam
Wilayah Kota Lhokseumawe
00001191/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan34
13
1212XVIIPuslatbang KHAN LAN202419711212 200212 1 004Salahuddin, S.ST., M.SM.LAKI-LAKIISLAMAceh Timur12-12-1971S2Jln. Rancung-Dusun. A - Lr. Abadi no.12, Bathupat Timur-Kec. Muara satu- Kota Lhokseumawe, Prov. AcehPemkot LhokseumaweJln. Tgk. Chikditiro - Lancang Garam - Kec. Banda sakti-Kota LhokseumaweDinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga BerencanaKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81265069841shdodie@gmail.comKOLABORASI IMPLEMENTASI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING MELALUI RUMOH GIZI GAMPONG (RGG)Program Rumoh Gizi Gampong
(RGG) adalah model penanganan dan pencegahan stunting secara terpadu dan
terintergrasi melalui pendekatan
pemberdayaan keluarga dan masyarakat
Terbentuknya Rumoh Gizi Gampong stunting di 3 Gampong, Terbentuknya tim kader Rumoh Gizi Gampong stunting di 3 Gampong, Adanya pernyataan dukungan Geucik Gampong Padang Sakti, Gampong Balng Naleung Mameh Kecamatan Muara Dua, dan Gampong meunasah Mesjid kecamatan Muara Dua – Kota Lhokseumawe, Juknis tentang RGG dan BAASTerjalinnya kerjasama Persatuan ahli Gizi Kota Lhokseumawe dan dokter anak untuk kegiatan di Rumoh Gizi Gampong stunting di 68 Gampong, Terlaksananya intervensi tenaga sanitarian, promkes, gizi dan sektor terkait di Rumoh Gizi Gampong stunting di Gampong Blang Naleung mameh, Gampong Meunasah mesjid dan Padang Sakti- Kota Lhokseumawe, Pembentuk RGG untuk 35 Gampong dalam Wilayah Kota Lhokseumawe.Terbitnya Peraturan Walikota Lhokseumawe tentang Rumoh Gizi Gampong (RGG) stunting di Kota Lhokseumawe, Tersedianya sarana dan prasarana di setiap Rumoh Gizi Gampong stunting di
seluruh Gampong di Wilayah Kota Lhokseumawe, Seluruh Anak Stunting Mendapatkan layanan Kesehatan.
00001192/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan24
14
1313XVIIPuslatbang KHAN LAN202419750807 199702 1 001 Ramli, S.Sos., M.Kes.LAKI-LAKIISLAMLhoksukon07-08-1975S2Komplek Griya Atjeh Kongsi, Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti Kota LhokseumawePemkot LhokseumaweJl. Chik Ditiro No. 1, Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti Kota LhokseumaweDinas Pemuda, Olahraga Dan PariwisataKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C85260055151ramlibel75@gmail.comPeningkatan Kunjungan Pemasalan Senam pada Even AHAD FestivalAksi perubahan permasalahan olahraga pada kegiatan ahad festival mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat olahraga dan pentingnya menjaga gaya hidup1, Mengidentifikasi kebutuhan untuk pelaksanaan permasalahan olahraga di Ahad festival 2. Membetuk tim kerja 3. Menyusun rencana anggaran 4. Melakukan sosialisasi dan pelatihan awal1. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program permasalahan olahraga, 2. Mengembangkan program olahraga yang berkelanjutan dan berstruktur, 3 Mengenmabangkan kerjasama yang berkelanjutan1. Melakukan penilaian jangka panjang dari program permasalahan olahraga, 2. Mengembangakn infrstuktur menyeluruh, 3. Mengembangakn sistem onforkasi terintegrasi00001193/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan40
15
1414XVIIPuslatbang KHAN LAN202419680115 200212 1 001Dedi Irfansyah, S.T., M.TLAKI-LAKIISLAMMedan15-01-1968S2Jalan T. Diglee No. 129 Desa Meunasah Mesjid Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe Provinsi AcehPemkot LhokseumaweJalan Elak Lr. Tgk. Ie Bungong Desa Alue Awe Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe Provinsi AcehBadan Penanggulangan Bencana DaerahKepala PelaksanaII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C8116722715dedi.irfansyahst@gmail.comINOVASI STRATEGIS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP PUSDALOPS SEBAGAI PUSAT KESIAPSIAGAAN DAN TANGGAP DARURAT BENCANA DI KOTA LHOKSEUMAWE
(SIAGA)
Proyek perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas layanan Pusdalops di Kota Lhokseumawe melalui inovasi dan adaptasi berkelanjutan. Penyebab utama masalah yang dihadapi adalah Lemahnya Tata Kelola Penanggulangan Bencana, minimnya sarana mitigasi bencana, serta lemahnya sistem informasi dan komunikasi. Saat ini, koordinasi antar lembaga kurang efektif, infrastruktur penanggulangan bencana minim, dan partisipasi masyarakat rendah.1.Terbentuknya tim efektif 2.Tersedianya SOP yang jelas dan efektif 3.Pembentukan tim pusdalops 4. Tersedianya pelatihan intensif bagi petugas pusdalops 5.1. Implementasi penuh SOP baru dan efektif 2.Penguatan kerjasama dengan Lembaga terkait dan masyarakat 3.Pelatihan lanjutan dan sertifikasi bagi petugas Pusdalops 4.Pengembangan sistem informasi dan komunikasi yang terintegrasi1.Sistem Pusdalops yang modern dan berbasis teknologi 2. Peningkatan keterlibatan masyarakat 3.Evaluasi berkala dan penyesuaian strategi 4.Tingkas kepuasan tinggi dari pemangku kepentingan 00001194/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan44
16
1515XVIIPuslatbang KHAN LAN202419740320 200604 1 008Safaruddin, S.T., M.TLAKI-LAKIISLAMLhokseumawe20-03-1974S2Jalan Peutua Ali Lk.1 Gampong Tumpok Teungoh Kec. Banda Sakti LhokseumawePemkot LhokseumaweJalan H. Ramli Ridwan No.1 Gp. Mon Geudong LhokseumaweDinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan RakyatKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/B82211299274safaruddin.new1974@gmail.comTRANSFORMASI POLA PENERAPAN DAN OPTIMALISASI PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN PEMANFAATAAN RUANG (PesanAntar) PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT KOTA LHOKSEUMAWE
Transformasi pola penerapan dan optimalisasi pengendalian serta
pengawasan tata ruang merupakan langkah penting untuk menghadapi tantangan
urbanisasi dan perubahan lingkungan. Melalui pembaruan kebijakan, adopsi
teknologi, peningkatan kapasitas SDM, kolaborasi yang efektif, dan transparansi,
diharapkan pengelolaan tata ruang akan lebih efektif dan berkelanjutan, memenuhi
kebutuhan masyarakat dan menjaga keseimbangan lingkungan.
a) Penyusunan dan Pembaharuan Kebijakan serta Regulasi
b) Adopsi dan Integrasi Teknologi Canggih
c) Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)
d) Penyempurnaan Proses Pengawasan dan Penegakan Hukum
e) Meningkatkan Keterlibatan Publik dan Transparansi
a) Penguatan Implementasi Kebijakan dan Regulasi
b) Penerapan Teknologi Lanjutan
c) Peningkatan Kapasitas SDM dan Organisasi
d) Penguatan Proses Pengawasan dan Penegakan Hukum
e) Penguatan Keterlibatan Publik dan Transparansi
f) Penilaian dan Penyesuaian Berbasis Hasil Pembangunan Kolaborasi Lintas
Sektoral
a) Pengembangan dan Penerapan Kebijakan Tata Ruang Berkelanjutan
b) Penguatan Sistem Pengendalian dan Pengawasan yang Terintegrasi
c) Peningkatan Kapasitas dan Kualitas Sumber Daya Manusia
d) Penguatan Keterlibatan Publik dan Partisipasi Masyarakat
e) Pengembangan Infrastruktur dan Teknologi yang Berkelanjutan
f) Evaluasi dan Penyesuaian Strategis Berkelanjutan
g) Pembangunan Kemitraan dan Kolaborasi yang Kuat
00001195/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan51
17
1616XVIIPuslatbang KHAN LAN202419751010 199511 1 001Iswandi, S.STP, M.SiLAKI-LAKIISLAMBanda Aceh10-10-1975S2Jalan Maimun Saleh Juronh MuliaPemko SabangJalan. Diponegoro No.1 Gampong Kuta AteuhDinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Dan Gampong, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan AnakKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C8126920023iswandihasan78@gmail.comStrategi Pengentasan Kemiskinan Melalui Program Graduasi MandiriProyek Perubahan ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan melalui implementasi program graduasi mandiri di komunitas yang ekonominya sudah mulai membaik. Pendekatan graduasi mandiri dipilih karena diharapkan mampu memberdayakan individu dan keluarga untuk mencapai kemandirian ekonomi jangka panjang, sehingga mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Kemiskinan yang terjadi di Kota Sabang pada umumnya merupakan kemiskinan kultural. Kemiskinan kultural mengacu pada sikap hidup seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh gaya hidup, kebiasaan hidup atau budayanya, dimana mereka merasa berkecukupan dan tidak merasa
kekurangan, tidak mudah diajak berpartisipasi dalam pembangunan, tidak mudah untuk melakukan perubahan, menolak untuk mengikuti perkembangan, dan tidak mau memperbaiki kehidupannya. Hal ini disebabkan oleh budaya penduduk yang malas, tidak mau kerja keras, etos kerja sangat rendah, tidak disiplin dan sebagainya. Guna merubah pola pikir masyarakat dalam memperbaiki kehidupannya baik itu sumber daya ekonomi dan sumber daya manusia, maka ini yang menjadi fokus proyek berupa program graduasi mandiri.
Pembentukan tim efektif
pembetukan tim pelaksana
pembentukan tim koordinasi
penyusunan SOP dan SP
berkoordinasi dengan Instansi dan Lembaga terkait
melakukan sosialisasi
melakukan Bimbingan teknis tim pelaksana kegiatan
menyeleenggarakan sosisalisasi tentang peningkatan kemampuan keluarga
melakukan home Visit
Kesediaan masyarakat untu, graduasi mandiri
pembuatan Surat Keputusan Walikota tentang penetapan keluarga penerima manfaat Graduasi mandiri di kota sabang
Terbentuknya perarturan walikota tentang Program Graduasi Mandiri dalam pengentasan kemiskinan di Kota Sabang
Surat Keputusan Walikota tentang penetapan keluarga penerima manfaat Graduasi mandiri di kota sabang
Penyelenggaraan Sosialisasi tentang Graduasi Mandiri
Melakukan Home Visit
Pendampingan berkelanjutan usaha masyarakat pasca Graduasi Mandiri
Monitoring dan Evaluasi
00001196/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan29
18
1717XVIIPuslatbang KHAN LAN202419700803 199903 1 005Faisal Azwar, S.T., M.TLAKI-LAKIISLAMSamalanga08-03-1970S2Jl. H. Agussalim No. 215 Jurong Pante Jaya Ie Meulee Kota SabangPemko SabangJalan Diponegoro No. 20 Kota SabangDinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Tenaga KerjaKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C8116823870faisalazw70@gmail.comOPTIMALISASI TATA KELOLA PELAYANAN PERIZINAN MELALUI KLINIK LAYANAN TERINTEGRASI (KILAT) DI KOTA SABANG

Terobosan KILAT ini dapat
memberikan nilai tambah bagi organisasi dalam memberikan pelayanan dan kepastian hukum dalam berusaha, meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha serta menjaga kualitas perizinan
yang dapat dipertanggungjawabkan, perlu didukung penyelenggaraan perizinan berusaha di daerah
yang cepat, mudah, terintegrasi, transparan, efisien, efektif, dan akuntabel. Proyek perubahan ini
menggambarkan rangkaian kepemimpinan nasional, telah mendapatkan kemampuan penguasaan diri
untuk mengembangkan kepemimpina strategis yang berintegritas dalam membangun pemerintahan
yang bersih dan akuntabel yang didukung dengan energi kepemimpinan.
Membentuk perangkat pelaksana Percepatan
Perizinan Berusaha
• Menyediakan sistem informasi pelayanan,
layanan konsultasi, pengelolaan pengaduan dan
kepuasan masyarakat.
• Meningkatkan jumlah pelaku usaha memiliki
Nomor Induk Berusaha (NIB)
• Meningkatkan kompetensi SDM DPMPTSP
Kota Sabang
• Memperkuat kolaborasi pemangku
kepentingan pelayanan perizinan berusaha
• Meningkatnya laporan realisasi investasi
• Meningkatnya layanan pendukung DPMPTSP
berbasis digital untuk peningkatan standar
pelayanan peizinan
• Meningkatkan jumlah perizinan berusaha
• Meningkatkan realisasi investasi daerah
00001197/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
13
19
1818XVIIPuslatbang KHAN LAN202419740514 199311 1 001Faisal, S.Sos, M.APLAKI-LAKIISLAMSabang14-05-1974S2Jurong M Nur Hasan, Gampong Kuta AteuhPemko SabangJalan Diponegoro Nomor 23Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDMKepala BadanII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81269036368faisalsabang14@gmail.com
STRATEGI PERCEPATAN IMPLEMENTASI TALENT POOL
PADA MANAJEMEN TALENTA PEMERINTAH KOTA
SABANG
Proyek Perubahan ini berjudul “Strategi Percepatan Implementasi Talent Pool pada Manajemen Talenta Pemerintah Kota Sabang” yang bertujuan untuk mempercepat implementasi Talent Pool dalam rangka optimalisasi manajemen talenta di Pemerintah Kota Sabang. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penempatan aparatur sipil negara (ASN) di posisi strategis dapat dilakukan dengan lebih terukur, transparan, dan berbasis pada kompetensi serta potensi yang dimiliki. Dengan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi oleh pemerintahan daerah, manajemen talenta yang baik menjadi kunci dalam menciptakan birokrasi yang adaptif, responsif, dan inovatif. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan talenta ASN di Pemerintah Kota Sabang, sehingga ASN yang berpotensi tinggi dapat berkembang optimal dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan daerah. Selain itu, implementasi yang baik dari Talent Pool akan meningkatkan efektivitas dalam penempatan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi, serta menciptakan ASN yang lebih profesional, kompeten, dan berAKHLAK. Proyek ini juga selaras dengan program nasional mengenai penguatan sumber daya manusia
dalam birokrasi pemerintahan, serta menjadi langkah strategis bagi Pemerintah Kota Sabang
untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang unggul di masa mendatang.

a. Pembentukan tim Manajemen Talenta (M-Talent)
b. Membuat Draft Peraturan Wali Kota Sabang tentang pedoman penyelenggaraan talent pool Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kota Sabang meliputi aspek talent mapping, talent development, talent placement, dan talent retention.
c. Studi Banding ke Pemerintah Daerah yang telah menjalankan talent pool.
d. Membuat Data Profil ASN di Kota Sabang.
Terlaksananya sosialisasi terkait Peraturan Wali Kota Kota Sabang kepada stakeholder dan ASN.Terbitnya Peraturan Walikota tentang Pemerintah Kota Sabang tentang pedoman penyelenggaraan talent pool Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Sabang00001198/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan42
20
1919XVIIPuslatbang KHAN LAN202419770918 199511 1 001Naufal, S.STP, M.SiLAKI-LAKIISLAMSabang18-09-1977S2Jalan K.H. Agussalim Gampong Ie Meulee Kecamatan Sukajaya Kota SabangPemko SabangJalan K.H. Agussalim Gampong Ie Meulee Kecamatan Sukajaya Kota SabangInspektoratInspekturII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81370904564naufaldinsos@gmail.comStrategi Peningkatan Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kota Sabang Melalui Penguatan Risk ManajemenDalam rangka memenuhi mandatory yang diamanahkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan Peraturan Kepala BPKP Nomor: PER-1326/K/LB/2009 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Pemerintah Kota Sabang melalui Inspektorat Daerah telah melakukan langkah langkah strategis guna meningkatkan kematangan dari Penyelengaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dengan mengoptimalkan indikator indikator pendukungnya berupa
Lingkungan pengendalian, Penilaian risiko, Kegiatan pengendalian Informasi dan komunikasi serta Pemantauan pengendalian intern. Namun sampai saat ini upaya tersebut belum mampu membawa hasil yang maksimal karena masih banyak evidence yang dipersyaratkan dalam evaluasi SPIPT yang dilakukan oleh pihak BPKP belum mampu disajikan dengan baik. Untuk maksud tersebut diperlukan semacam inovasi agar Proses Peningkatan maturitas SPIP Terintegrasi dapat berjalan dengan baik.
Pembentukan asesor OPD
Penyusunan draft Juknis pelaksanaan register resiko
Penyusunan register Resiko
Penilaian Mandiri SPIP
Pelatihan lanjutan bagi asesor dalam penyusunan register resiko
Penyelesaian Juknis Penyelenggaraan resiko dan penilaian mandiri
Pelatihan bagi tim asesor dalam penilaian mandiri
Mendampingi tim evaluasi dalam penyiapan dokumen yang dianggap kurang untuk proses evaluasi
Pemantauan Penerapan register resiko sebagai instrumen pengendalian intern secara disiplin pada seluruh kegiatan OPD
Menyiapkan bimtek bagi kepala OPD dalam mengelola resiko di OPDnya masing-masing
00001199/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan53
21
2020XVIIPuslatbang KHAN LAN202419750119 199703 1 003Jufriadi, SE, M.Si.LAKI-LAKIISLAMSabang19-01-1975S2JL. CHIK DITIRO JR. PANTEE JAYA GAMPONG IE MEULEE SABANGPemko SabangJl. Diponegoro No. 20 Kuta Ateuh Sabang
Badan Pengelolaan Keuangan Daerah
Kepala BadanII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B85228038410jufriadi8817@yahoo.co.idStrategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui Transformasi digital Pajak DaerahAda beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum menerapkan manajemen strategi dalam
peningkatan PAD, yaitu mengetahui potensi sumber – sumber PAD seperti kondisi awal suatu
daerah, kondisi ini tergantung pada keadaan struktur ekonomi dan sosial suatu daerah, besar
kecilnya keinginan pemerintah daerah untuk menetapkan pungutan-pungutan. hal ini
dikarenakan oleh struktur ekonomi dan sosial suatu masyarakat menentukan tinggi rendahnya
tuntutan akan adanya pelayanan publik dalam kuantitas dan kualitas tertentu, kemampuan
masyarakat dalam membayar segala pungutan-pungutan yang ditetapkan oleh pemerintah
daerah. Adanya perbedaan struktur ekonomi dan sosial, kemampuan membayar segala
pungutan yang ditetapkan oleh pemerintah akan lebih tinggi di masyarakat industri daripada
masyarakat agraris. peningkatan cakupan atau ekstensifikasi dan intensifikasi penerimaan PAD,
kegiatan ini merupakan upaya memperluas cakupan penerimaan pendapatan. Dalam usaha
peningkatan cakupan ini, ada hal penting yang juga harus diperhatikan yaitu menambah objek
dan subjek pajak dan retribusi, peningkatan besarnya penetapan atau perubahan tarif sesuai
perkembangan perekonomian dan melakukan penagihan pajak daerah.
Pembentukan Tim Efektif Pendataan dan Penagihan
dengan lintas sektoral (SK. Wali Kota Sabang)
1.
Percepatan digitalisasi Penerimaan Pajak Daerah
melalui Kerjasama dengan Pihak Perbankan Bank
Aceh Syariah dan BSI
2.

Perhitungan Potensi Pajak Daerah kelapangan dengan
pemanfaatan teknologi digital di Kecamatan Sukajaya
Kota Sabang
3.

Sosialisasi Pajak Daerah secara langsung pada semua
wajib pajak di Kecamatan Sukajaya Kota Sabang
1. Memberikan bimbingan kepada wajib pajak daerah dalam menginput data secara digital
Membangun komunikasi dan kerjasama dengan Prive Public Partneship (PPP) dengan wajib
pajak daerah dalam upaya peningkatan Tim Intensifikasi dan ektensifikasi
2.
Perhitungan data potensi Pajak Daerah kelapangan dengan pemanfaatan tehnologi di gital di
Kecamatan Sukakarya dan Kecamatan Makmue
3.
4.Memberian reward untuk wajib pajak yang taat dan patuh dalam pembayaran pajak daerah
Mengoptimalkan Tim Efektif dalam rangka peningkatan Pajak Daerah dan upaya inovasi
perhitungan Potensi Pajak Daerah
1.
Penyediaan sarana alat pendukung perekaman data pajak hotel dan Pajak Restoran dan
inovasi penagihan Piutang Pajak Daerah
2.
Meningkatkan Investasi daerah dan membangun kerjasama Pihak Bank Indonesia untuk
marketing public dan penerimaan Pajak Daerah dengan BI Fast dan pengembangan Smart
City Tax
3.

Membangun Kerjasama dengan pihak Lembaga Pendidikan untuk pengembangan
berkelanjutan perkembangan tehnologi digitalisasi dalam peningkatan penerimaan pajak
hotel.
00001200/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
sangat Memuaskan
17
22
2121XVIIPuslatbang KHAN LAN202419830909 200212 1 001M. Iqbal Sofyan, S.STPLAKI-LAKIISLAMsabang09-09-1983s1jl ujung karangPemko Sabangjl diponogoro no 21
badan perencanaan Pembangunan Daerah
kepala badanII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81265979766iqbalsofyan2@gmail.comPengentasan Kemiskinan untuk KemandirianImplementasi Proyek Perubahan Pengentasan Kemiskinan untuk
Kemandirian (PEKA) dalam jangka pendek telah berkontribusi terhadap
perubahan paradigma dalam penyusunan rencana pembangunan
khususnya dalam menangani masalah kemiskinan di Kota Sabang.
Perencanaan berbasis evidence-based akan memberikan hasil
pembangunan yang terukur yang diawali dengan pendataan yang akan
menjadi baseline untuk mengukur capaian pembangunan di masa
depan.
1.Melakukan studi literatur dan pendalaman terhadap permasalahan kemiskinan.
2. Membentuk tim pelaksana kegiatan proyek.
3.Melakukan pemetaaan terhadap kawasan-kawasan prioritas.
4. Menyusun rencana kerja dan roadmap.
1. Pengembangan Sistem Informasi Terpadu.
2.Evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan proyek.
3. Pengujian program percontohan.
4. Pengembangan program.
1. Penyusunan roadmap jangka panjang.
2. Mengintegrasikan strategi dan program penanganan kemiskinan ke dalam RPJMK,
Renstra, dan Renja.
3. Evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan program.
4. Penguatan kolaborasi dan kemitraan dalam implementasi program.
00001201/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan46
23
2222XVIIPuslatbang KHAN LAN202419671020 199403 1 006Hasrat, S.PLAKI-LAKIISLAMAceh Barat20-10-1967S1Jalan Pahlawan No 128 Suka Karya SinabangPemkab SimeulueSinabangDinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan HewanKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81210111899abubakarhasrat12@gmail.comTransformasi Pola Pengembangan Rumpun Kerbau Simeulue Melalui Pembangunan Kawasan Peternakan Terpadu Kabupaten Simeulue (TRANSPOR-KU)
Kabupaten Simeulue merupakan salah satu wilayah yang strategis dan potensial untuk
pengembangan sub sektor peternakan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan penyumbang
utama pendapatan daerah. Potensi sektor peternakan Kabupaten Simeulue didukung oleh
ditetapkannya kerbau simeulue sebagai plasma nutfah nasional melalui SK Mentan RI No.
579/Kpts/SR.120/4/2014. Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan sesuai dengan
tugas dan fungsinya bertugas untuk optimalisasi pengembangan rumpun kerbau simeulue.
Sampai saat ini, populasi kerbau simeulue mencapai 21.672 ekor yang tersebar pada 10
Kecamatan. Perkembangan kerbau simeulue selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan
yang sangat drastis. Beberapa permasalahan yang dihadapi 1). Mayoritas masyarakat peternak
masih menerapkan sistem pemeliharaan secara ekstensif, 2). Keterbatasan Hijauan Pakan
Ternak (HPT) dan konsentrat, 3). Pemotongan ternak produktif yang tidak terkontrol, serangan
penyakit Septicaemia Epizootica (SE); dan 4) Belum tersedianya balai pembibitan ternak. Analisis
ASTRID, Fishbone dan SOAR digunakan untuk menjawab permasalahan tersebut. Dari hasil
analisis didadapatkan terobosan inovatif sebagai proyek perubahan, yaitu Transformasi Pola
Pengembangan Rumpun Kerbau Simeulue yang disingkat sebagai “TRANSPOR-KU”. Tujuan
Proyek Perubahan ini adalah menjawab isu strategis pengembangan rumpun kerbau simeulue
melalui intensifikasi pola pemeliharaan, pendidikan dan pelatihan melalui Sekolah Lapang
Peternakan Simeulue (SLPS) serta pelestarian plasma nutfah yang berdampak terhadap
peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Simeulue. Gagasan inovatif dituangkan
dalam 5 kegiatan yaitu 1). Intensifikasi pola pemeliharaan ternak, 2). Pembangunan kawasan
peternakan terpadu Kabupaten Simeulue, 3). Sekolah lapang peternakan simeulue (good farming
practice), 4). Optimalisasi kegiatan UPSUS SIWAB; dan 5). Sinergitas instansi pusat dan daerah
serta stakeholders. Pencapaian hasil implementasi Proyek Perubahan jangka pendek di
antaranya: 1). Terbentuknya tim efektif; 2). Pembagian tugas melalui FGD; 3). Koordinasi dan
sosialisasi dengan stakeholder; 4). Sekolah Lapang Peternakan Simeulue (SLPS); 5).
Terinisiasinya koordinasi dan kerjasama daerah dan pusat. Selain pencapaian target
implementasi proyek perubahan jangka pendek, target proyek perubahan jangka menengah dan
jangka panjang akan diimplementasikan.
1.Menjelaskan ide rencana dan penyamaan persepsi 2. Pembentukan tim efektif 3. Pembagian Tugas melalui Focus Group Discussion 4.Penentuan stakeholder yang terlibat pada proyek perubahan 5.Rekomendasi penapisan dokumen lingkungan hidup 6.Pelaksanaan sekolah lapang peternakan simeulue 1.Usulan Anggaran Pembangunan KPTKS 2.Lanjutan Sekolah Lapang Peternakan Simeulue 3. Proses Pembentukan UPTD KPTKS 4.Sinergitas Pusat dan daerah1.Evaluasi Sekolah lapang peternakan simeulue 2.Usulan Analisis mengenai dampak lingkungan KPTKS 3. Pembangunan Infrastruktur KPTKS 4.Peningkatan Sinergitas pusat dan daerah 00001202/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan48
24
2323XVIIPuslatbang KHAN LAN202419730618 200008 1 001Jaswir, S.Pd., M.Pd.LAKI-LAKIISLAMSigulai18-06-1973S2Desa Sigulai Kecamatan Simeulue BaratPemkab SimeulueJalan Letkol Ali Hasan, Kec. Simeulue Timur Kab. SimeulueBadan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya ManusiaKepala BadanII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B81361012012andungwir73@gmail.comPercepatan Penegakan Disipilin ASN melalui pembentukan majelis kode etik dan disiplinTingkat kedisiplinan ASN kabupaten
Simeulue telah mengalami peningkatan
yang signifikan dengan adanya
Pembentukan Majelis Kode Etik dan
Disiplin serta sosialisasi yang dilakukan
secara terstruktur. Hal ini telah
menciptakan kesadaran bagi ASN
pentingnya akan budaya disiplin di dunia
birokrasi.
1. Mengidentifikasi kebutuhan untuk
pembentukan Majelis Kode etik dan
Disiplin ASN dan persiapan sumber daya 2. Penyusunan dan Penerbitan Surat
Keputusan tentang Tim Efektif Proyek
Perubahan
1. Terbitnya Peraturan Bupati Simeulue Tentang Disiplin Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue
2. Monitoring dampak implementasi percepatan disiplin terhadap tingkat disiplin ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue
3. Monitoring dampak disiplin ASN terhadap kinerja ASN di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Simeulue
4. Monitoring dan Evaluasi disiplin ASN sebagai dasar dalam
pengembangan kompetensi.
5. Penguatan Sistem Monitoring : Menguatkan sistem monitoring dan
evaluasi pelanggaran kode etik dan disiplin ASN
6. Pelatihan Berkelanjutan: Menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan
bagi Tim Sekretariat dan Majelis Kode etik dan disiplin dan ASN
7. Pengembangan Sistem Informasi: Mengembangkan sistem
informasi penegakan kode etik dan disiplin yang terintegrasi
Evaluasi dan Penyesuaian Kebijakan: Melakukan evaluasi dan
penyesuaian kebijakan berdasarkan hasil monitoring
Pelaporan Berkala: Menyusun laporan berkala tentang
perkembangan proyek kepada pimpinan
1. Sustainability Proyek: Menjamin keberlanjutan proyek melalui
pengembangan kebijakan yang lebih baik.
2. Pengembangan Kompetensi: Meningkatkan kompetensi ASN dalam
hal kode etik dan disiplin dan kinerja melalui program pelatihan
lanjutan.
3. Evaluasi Tahunan: Melakukan evaluasi tahunan terhadap
pelaksanaan proyek dan membuat penyesuaian yang diperlukan.
4. Penguatan Kerjasama: Meningkatkan kerjasama dengan pihak
terkait untuk mendukung penegakan kode etik dan disiplin ASN.
5. Peningkatan Kinerja: Mendorong peningkatan kinerja ASN melalui
program insentif dan penghargaan
00001203/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan45
25
2424XVIIPuslatbang KHAN LAN202419750525 199903 1 006Deddi Erisma, S.ELAKI-LAKIISLAMMeulaboh05-02-1975S1air dingin, kecamatan simeulue timur, sinabang kab. simeuluePemkab Simeuluejln tgk. umar SinabangSekretariat Daerah Kabupaten SimeulueAsisten Perekonomian Dan PembangunanII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81360149288deddierisma@gmail.comTRANSFORMASI PENGELOLAAN UMKM MELALUI IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DIGITAL
Transformasi Pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Melalui Implementasi Strategi Pemasaran Digital (TranDig UMKM) merupakan aksi kolaborasi antara
Pemerintah Kabupaten Simeulue, UMKM, Pemerintah Gampong, serta Masyarakat untuk membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar lebih dapat bersaing di pasar
yang saat ini lebih cenderung menggunakan aplikasi digital dalam proses marketing. Sedangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada umumnya masih bersifat konvensional
baik pada tahapan produksi, promosi serta marketingnya. Banyak kendala yang membuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum maksimal menjalankan usahanya secara digital
secara menyeluruh. Kendala tersebut antara lain keterbatasan Sumber Daya Manusia, keterbatasan sarana/akses tekhnologi serta minimnya pendanaan yang mereka miliki. Ketidakmampuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam melakukan pemasaran secara digital berpengaruh pada tingkat income yang mereka dapatkan.
Tersedianya data akurat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan dimanfaatkan untuk pemerintah.
● Tersedianya data pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah memiliki izin Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat izin
Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta Sertifikat Halal.
● Terlaksananya sosialisasi dan pelatihan terkait promosi dan pemasaran produk UMKM melalui Implementasi Strategi Pemasaran
Digital (TranDig UMKM) berbasis media online / aplikasi digital bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah
memiliki Izin.
● Terlaksananya uji coba promosi dan pemasaran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Implementasi Strategi Pemasaran
Digital (TranDig UMKM) berbasis media online / aplikasi digital (menggunakan media social sepertiiklan Facebook, iklan Instagram, iklan twitter, Google Disply dll).
● Terlaksananya Launching dan Penerapan Sistem Pemasaran Produk Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM)
● UMKM) berbasis media online /aplikasi digital.
● Tersedianya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terintegrasi dalam Badan Usaha Milik Desa (BUMD)
● Tersediaya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah mandiri serta mampu bersaing yang berorientasi pada Personal Branding (BrandAwareness).
● Tersedianya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mampu beradaptasi dengan teknologi digital dalam proses pemasaran serta persaingan
produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang lebih efektif.
● Terwujudnya pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang lebih intensif berbasis
platform digital.
00001204/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan21
26
2525XVIIPuslatbang KHAN LAN202419721201 200112 1 002Hasyimi IB, S.KM, M.KesLAKI-LAKIISLAMBaleatu01-12-1978S2Desa Uning Teritit kec. Bukit Kab. Bener MeriahPemkab Bener MeriahKomplek perkantoran Pemda BenerMeriahDinas KesehatanKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/B81277770640tdewan710@gmail.com
“OPTIMALISASI TATA KELOLA (KESCATIN) DALAM
KEGIATAN BIMBINGAN PERKAWINAN (BIMWIN)”
Proyek perubahan ini berfokus pada
optimalisasi tata kelola KESCATIN
untuk meningkatkan pelayanan
Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) di
Kabupaten Bener Meriah. Inisiatif ini
bertujuan untuk memberikan
edukasi yang menyeluruh mengenai
kesehatan reproduksi kepada calon
pengantin, guna mempersiapkan
mereka sebelum memasuki fase
pernikahan. Calon pengantin,
sebagai generasi awal keluarga,
perlu mengembangkan kondisi
kesehatan yang optimal agar dapat
menjalani kehamilan yang sehat dan
melahirkan generasi penerus yang
berkualitas.
a. Pembentukan tim efektif.
b. Mengoptimalisasikan kegiatan Bimbingan Perkawinan.
c. Memaksimalkan penggunaan aplikasi kescatin.
a. Mengoptimalisasikan kegiatan Bimbingan Perkawinan ditingkat Kabupaten dengan
Dinas terkait.
b. Mengoptimalisasikan kegiatan Bimbingan Perkawinan ditingkat Kecamatan antara
Puskesmas dan KUA.
c. Mengoptimalisasikan kegiatan Bimbingan Perkawinan ditingkat Puskesmas.
d. Mengoptimalisasikan kegiatan Bimbingan Perkawinan ditingkat Desa.
e. Memaksimalkan penggunaan aplikasi kescatin dalam kegiatan Bimwin di tingkat
Kabupaten, Kecamatan dan Desa.
a. Evaluasi pemamfaatan Aplikasi Kescatin
b. Evaluasi kerjasama lintas sektor
c. Evaluasi Pelayanan Kescatin
d. Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
e. Menurunkan angka stunting
00001205/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan55
27
2626XVIIPuslatbang KHAN LAN202419740325 200112 1 001Alfahmi, S.T.,M.A.PLAKI-LAKIISLAMHakim Wih Ilang25-03-1974S2Gele Gantung, Kec. Kebayakan, Kab. Aceh TengahPemkab Bener MeriahSerule Kayu, Kec. Bukit, Kab. Bener Meriah, Prov.AcehBadan Perencanaan Pembangunan DaerahKepala BadanII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/B85294445544alfahmi74@yahoo.co.idSTAR - BM STRATEGI INTEGRASI DAN DIGITALISASI DATA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BENER MERIAH

Bappeda Kabupaten Bener Meriah
memiliki persoalan strategis dalam
menyusun perencanaan yang
terintegrasi kondisi ini belum
terlaksana dengan baik yang
disebabkan oleh belum maksimalnya
perencanaan pembangunan daerah
akibat data yang masih konvensional
dan sulit di akses. Untuk itu
diperlukan strategi terintegrasi dan
digitalisasi data perencanaan
pembangunan daerah Kabupaten
Bener Meriah (STAR- BM) yang
merupakan arah baru untuk
mempercepat dan mempermudah
dalam proses perencanaan
pembangunan daerah di Kabupaten
Bener Meriah.

Strategi ini diharapkan dapat
difungsikan dan diterapkan secara
konprehensif berkelanjutan pada
semua OPD, instansi vertikal dan
masyarakat. Kebijakan strategi data
terintegrasi ini untuk mengatasi
sistem penginputan dilakukan
dengan data manual seperti
mengirim surat dan mendatangi
instansi terkait untuk memperoleh
data dan informasi. Dengan
dibuatnya STAR BM diharapkan
terbentuknya SOP pemutakhiran data
perencanaan pembangunan daerah
melalui data officer dalam forum satu
data Indonesia (SDI)
1.Menghadap mentor untuk memohon arahan atas rencana pelaksanaan proyek perubahan 2.Membahas Melakukan konsolidasi dengan staf dan kolega membahas aksi proyek perubahan 3.Rapat internal untuk Menyusun tim kerja pelaksanaan aksi proyek perubahan 4.Pembentukan tim kerja pelaksanaan aksi perubahan 5. Sosialisasi Internal tentang STAR BM 6. Sosialisasi Eksternal tentang STAR BM dan penandatanganan komitmen Bersama 7.Pernyataan dukungan dari beberapa OPD terkait pelaksanaan STAR BM 8.Pembentukan tim kerja eksternal 9.Pembuatan program kerja , SK tim dan draf SOP 10.Penyususnan Data Awal 11.Pemetaan kebutuhan data 12.Pemetaan kebutuhan data 13.Penyerahan data kepada tim 14.Uji coba upload data ke SDI 15. Pengumpulan dan pengiputan data terpadu 16.Evaluasi internal dan eksternal 17.Testimoni1.Pengimputan data secara berkala oleh officer masing -masing OPD 2. Perluasan bidang pendataan data 3.Memfungsikan portal SDI1.Terlaksananya SOP yang dibentuk terkait integrasi data dari officer ke SDI 2. SDI menjadi pusat data Kabupaten Bener Meriah00001206/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan38
28
2727XVIIPuslatbang KHAN LAN202419780121 200604 1 006Edi Jaswin, S.KM, M.SiLAKI-LAKIISLAMAceh Tengah21-01-1978S2Jalan Kantor Camat Lama Kp.Uring Buntul Nangka Kec.Bukit Kab.Bener MeriahPemkab Bener MeriahKomplek Perkantoran Pemda Serule Kayu Bener MeriahDinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga BerencanaKepala DinasII-bPEMBINAIV/A85276910190edijaswin@gmail.comSTRATEGI PENANGGULANGAN POTENSI SERTA KASUS KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK DI KAB. BENER MERIAH, MELALUI KAKANDA (Kolaborasi dan Advokasi Penanganan Kasus Kekerasan
Terhadap Perempuan dan Anak)
Permasalahan kekerasan Perempuan dan anak di Indonesia menjadi pekerjaan rumah yang cukup rumit karena kasusnya terus ada. Hal demikian tidak saja terjadi di provinsi Aceh secara umum tetapi juga di Kabupaten Bener Meriah secara khusus. Kabupaten Bener Meriah yang dikenal dengan masyarakatnya yang beragam baik latar belakang suku bangsa, agama dan ras namun tetap harmonis juga memiliki catatan-catatan terjadinya kekerasan terhadap Perempuan dan anak. Untuk kekerasan terhadap Perempuan dilihat dari tahun 2020 tercatat ada sekitar 29 kasus, untuk 2021 ada 19 kasus, 2022 dan 2023 tercatat ada 11 kasus. Hal ini membuktikan bila kekerasan terhadap Perempuan terus terjadi di kabupaten ini. Untuk kekerasan terhadap anak jika dilihat dari tahun 2020, maka terjadi peningkatan jumlah kekerasan dari tahun ke tahun. Terbukti, tahun 2020 ada sekitar 24 kasus terjadi, tahun 2021 ada sekitar 25 kasus, kemudian tahun 2022 sebanyak 34 dan tahun 2023 ada 78 kasus dan di tahun 2024 sebanyak 52 Kasus . Selain itu, Tingkat Pendidikan masyarkat dan rentang kendali antara pusat dan kota sangat beragam. Tentu dengan keadaan tersebut pengetahuan masyarakat terkait kekerasan Perempuan dan anak juga berbeda-beda. Hal ini bisa saja menyebabkan masih adanya kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak yang tidak tertangani karena tidak dilaporkan. Untuk itu diperlukan semacam inovasi dan terobosan yang kompleks untuk bisa menanggulangi masalah ini dengan menggunakan strategi penanggulangan potensi serta kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak di Kabupaten Bener Meriah.
Konsultasi dengan Mentor,
Sosialisasi dilingkungan Internal/ PEmbentukan
Tim efektip,Terwujudnya Dukungan dari Stakeholder,
sama dengan mitra Strategis, Membentuk Tim
Klinik Advokasi Menyusun Draf Peraturan Bupati
Memerbitkan Peraturan Bupati,
Terwujudnya Layanan KAKANDA,
Monitoring dan Evaluasi,
sosialisasi peraturan Bupati
Monitoring dan Evaluasi, Terlaksana
Perlayanan Klinik KAKANDA yang terintegrasi,
implementasi kerja sama mitra Strategis,
desiminasi hasil Proyek
00001207/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan41
29
2828XVIIPuslatbang KHAN LAN202419800101 200504 1 004Ismail, S.E, M.SiLAKI-LAKIISLAMAceh Tengah01-01-1980S2PAYA GAJAH KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAHPemkab Bener MeriahKOMPLEK PEMDA SERULE KAYU BENER MERIAHDinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B85218973808ismailara1980@gmail.comStrategi Implementasi Tata Kelola Pembinaan dan Pengembangan "SENTONG" BUMDES di Kabupaten Bener MeriahSentong Bumdes, Inovasi Fasilitasi dan Kolaborasi bersama, Stakeholder,/Kemitraan sebagai upanya bersama meningkatan Tata Kelola Bumdes/Bumdesma, Proyek Perubahan ini membantu Pemerintah Daerah dalam
Pembinaan dan menyusun arah Kebijakan Pengembangan Bumdes serta membantu Bumdes dalam mengembangakan Tata Kelola Bumdes, melalui, Caoching Clinik Pojok Intraktif , E-Comerse Produk Bumdes, Kemitraan/Pentahelix ,
Pembinaan dan Pendampingan Bumdes berkelanjutan , memperkuat Tata Kelola Bumdes.
1. Penguatan Kelembagaan dan Manajemen melalui
Pembinaan dan Pendampingan berkelanjutan bersama instansi terkait
2. Peningkatan Kapasitas SDM BUMDes bidang
Kelembagaan dan Manajemen BUMDes melalui
coaching clinic PI –BUMDes
3. Pendatatan Produk BUMDes 10 BUMDes Pilot Projek Perubahan
4. Persiapan E-COMMERCE Promosi dan Pemasaran
Produk BUMDes untuk 10 BUMDes Pilot Pojek
Perubahan
5. Penandatanganan naskah kerjasama sinergitas
/Jaringan Kemitraan Kabupaten, Kampung, Stakeholder
(pentahelix) .
1. Pengembangan E-COMMERCE Produk BUMDes 10
BUMDes Pilot Projek Perubahan
2. Peningkatan Kapasitas SDM Aspek Usaha/Unit Usaha
melalui pemanpaatan coaching clinic PI – BUMDes
3. Intervensi Pembinaan dan Pendampingan BUMDes
berkelanjutan 20 Kampung
4. Jaringan Kemitraan (pentahelix).
1. Peningkatan Kapasitas PI - BUMDES.
2. E-COMMERCE Produk BUMDes.
3. Evaluasi Pembinaan dan Pendampingan berkelanjutan.
4 Evaluasi kerjasama sinergitas (pentahelix).
00001208/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan33
30
2929XVIIPuslatbang KHAN LAN202419880403 200701 1 002Khairmansyah, S.IP, M.ScLAKI-LAKIISLAMBlang Kejeren03-04-1988S2DESA BLANG TAMPU, KECAMATAN BUKIT, KABUPATEN BENER MERIAHPemkab Bener MeriahDESA SERULE KAYU KOMPLEK PERKANTORAN PEMDA BENER MERIAH
Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah
Pj. Sekretaris Daerah
II-bPEMBINA TINGKAT IIV/B85277377242Kheyindo@gmail.comINTEGRASI INTERVENSI PENANGANAN KEMISKINAN KABUPATEN BENER MERIAH BERBASIS DIGITALISASI
Kabupaten Bener Meriah menghadapi tantangan serius dalam pengentasan kemiskinan akibat ketidakterpaduan data kemiskinan antar stakeholder atau Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait. Ketidakterpaduan ini menyebabkan berbagai permasalahan, termasuk perencanaan dan pelaksanaan program yang tidak tepat sasaran, pemborosan sumber daya, kesulitan dalam pelacakan dan evaluasi program, serta penurunan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ketidakterpaduan data kemiskinan antar SKPK mengakibatkan berbagai dampak negatif. Program pengentasan kemiskinan yang dijalankan sering kali tidak mencapai sasaran yang tepat karena data yang digunakan tidak akurat dan tidak terintegrasi. Hal ini juga menyebabkan duplikasi usaha dan pemborosan sumber daya yang berharga. Selain itu, pemantauan dan evaluasi terhadap program-program yang dijalankan menjadi sulit dilakukan tanpa data yang akurat dan terintegrasi. Kondisi ini juga menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan instansi terkait, yang dapat memperburuk situasi kemiskinan di Kabupaten Bener Meriah.
Kabupaten Bener Meriah telah melaksanakan berbagai intervensi terkait penanggulangan kemiskinan yang tersebar dibeberapa SKPK baik melalui program yang secara langsung menyasar masyarakat miskin maupun program yang bersifat tidak langsung. Pada tahun 2023 yang lalu, realisasi program penanggulangan kemiskinan sebesar Rp. 114.936.081.592., yang diimplementasikan di 12 SKPK, seperti Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Dinas Sosial dan lain-lain, dengan capaian program penanggulangan kemiskinan tahun 2023 (18,31%) dibandingkan dengan capaian tahun 2022 (18,39%), menunjukkan bahwa penurunan tingkat kemiskinan tidak terlalu signifikan, hanya sebesar 0,08%, artinya bahwa upaya penanggulangan kemiskinan yang telah dilakukan belum secara signifikan mampu menjadi daya dorong untuk penurunan tingkat kemiskinan.
Memastikan koordinasi yang efektif dan pembagian tanggung jawab melalui pembentukan tim teknis. Mengintegrasikan data kemiskinan secara real-time dan memastikan aksesibilitas data antar instansi melalui portal satu data kemiskinan.
Data menjadi satu dan berasal dari satu sumber.
Program intervensi lebih terarah.Stakeholder terkait memiliki tanggung jawab yang jelas dalam pengentasan kemiskinan.
Data yang dihasilkan selalu bersifat update (terbaru) dan program yang dilakukan juga selalu mengikuti dinamika yang ada.
00001209/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
sangat Memuaskan
2
32
3031XVIIPuslatbang KHAN LAN202419730101 200604 1 003Fajri, S.Ag, M. Si.LAKI-LAKIISLAMPadang Datar01-01-1973S2Dusun Subur, Dayah Baro kec Krueng sabee,Aceh JayaPemkab Aceh JayaJl. Ali Gunong, Dayah Baro, Kec. Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, AcehDinas Syari'at IslamKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8116732994fajricalang73@gmail.comSTRATEGI KOLABORASI PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN MASJID (Si-MAJID) KABUPATEN ACEH JAYADinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Jaya dalam salah satu tugas
pokoknya adalah melaksanakan tugas umum dan khusus pemerintah
dan pembangunan di bidang pelaksanaan Syariat Islam sesuai
ketentuan perundang-undangan yang berlaku, melihat bahwa kondisi
pada saat ini harus ditindaklanjuti dengan mencari solusi konkret dalam
menyelesaikan permasalahan tersebut sejak dini. Atas dasar tersebutlah Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Jaya
merasa perlu untuk melahirkan satu inovasi untuk memperkuat
perekonomian masjid yang diberi nama Si-MAJID. Inovasi Si-MAJID ini
merupakan inovasi yang digagas dengan tujuan akhir untuk mencapai
mesjid yang mandiri dalam operasional kegiatan keagamaannya
dengan melakukan kolaborasi bersama stakeholder terkait dari seluruh
OPD teknis yang berada di daerah.
Mewujudkan terbangunnya komitmen
dengan mentor dan stakeholder.
a.
Mewujudkan penetapan SK Kepala
Dinas Syariat Islam tentang tim efektif.
b.
Mewujudkan penetapan SK Bupati
tentang Tim Pengembangan
Perekonomian Masjid.
c.
Mewujudkan lahirnya nota
kesepahaman kolaborasi
pengembangan perekonomian masjid
dengan stakeholder.
d.
Mewujudkan tersusunnya draf
Peraturan Bupati tentang
Pengembangan Ekonomi Masjid.
e.
Mewujudkan perumusan branding
logo inovasi Si-MAJID.
f.
Mewujudkan pengembangan SDM bagi
pengurus masjid di Kabupaten Aceh
Jaya.
g.
Mewujudkan fasilitasi pendampingan
perizinan berusaha bagi unit usaha
masjid bersama DPMPTSP Kabupaten
Aceh Jaya.
h.
Mewujudkan peninjauan lokasi unit
usaha masjid terpilih.
Mewujudkan peluncuran branding
logo inovasi Si-MAJID.
a.
Merumuskan pedoman strategi
pengembangan perekonomian masjid
bagi seluruh pengurus masjid di
Kabupaten Aceh Jaya.
b.
Mewujudkan evaluasi
keberlangsungan unit usaha masjid
tahap pertama.
c.
Mewujudkan pengesahan peraturan
bupati tentang pengembangan
ekonomi masjid.
d.
Mewujudkan perluasan target
pengembangan perekonomian masjid
ke seluruh Kabupaten Aceh Jaya.
a. Mewujudkan kemandirian masjid
dalam mengelola operasional
kegiatan kemasjidannya.
b. Menjadikan mesjid sebagai sentra
perekonomian masyarakat sekitar.
00001210/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
sangat Memuaskan
16
33
3132XVIIPuslatbang KHAN LAN202419780616 200312 1 006
Juanda S.Pd.I, M.PdLAKI-LAKIISLAMCalang16-06-1978S2Jl. Puskesmas Calang, Desa Kp. Blang, Kec. Kr. Sabee, Kab. Aceh JayaPemkab Aceh JayaJl. Pinto Sa Dalam, Kuala Meurisi Kec. Kr. Sabee Kab. Aceh Jaya
Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian
Kepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81360241344joe_oneda@yahoo.co.idSuper App Smart Aceh Jaya Terdepan (SAJAN)
Proyek perubahan Smart Aceh Jaya Terdepan (SAJAN) memiliki
benang merah atas intruksi Presiden untuk penyederhanaan
aplikasi-aplikasi yang sudah ada sehingga masyarakat
pengguna akan mudah menggunakan alat bantu dalam
mengakses pelayanan pemerintah. Disamping itu, dengan
portal super pps ini memberikan akses dalam mendukung visi
pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang lebih terampil
dalam pemanfaatan teknologi digital.
Mengidentifikasi kebutuhan
integrasi aplikasi di setiap dinas.
Membentuk tim pelaksana proyek
dari Dinas Komunikasi Informatika
dan Persandian serta stakeholder
terkait.
Menyusun rencana anggaran
Melakukan survey dan inventarisir
seluruh aplikasi yang ada di
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya.
Merancang desain portal Super
Apps
1.Evaluasi dan penyesuaian sistem
berdasarkan umpan balik.
Menambahkan fitur baru
berdasarkan kebutuhan
pengguna.
2. Meningkatkan kerjasama dengan
komunitas lokal untuk
mendukung penggunaan portal.
3. Mengembangkan aplikasi mobile
pendukung untuk portal.
4. Mengadakan pelatihan lanjutan
bagi staf pemerintahan dan
masyarakat.
1. Melakukan evaluasi berkelanjutan, 2. Mengembangkan jaringan kerjasama, 3. Meningkatkan promosi digital00001211/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
4
34
3233XVIIPuslatbang KHAN LAN202419690603 199803 1003Bustami, S.PdLAKI-LAKIISLAMLhok Parom03-06-1969S2DUSUN MAKMUR, BLANG BARO KEC. SEUNAGANPemkab Nagan RayaJL. ISHAK PEUKAN, KOMPLEK PERKANTORAN SUKA MAKMUEDinas PerkebunanKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81360400722bustamidinsos@gmail.comStrategi Optimalisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui pemberdayaan Kelompok Tani secara Partisipatif dan Kolaboratif Di Kabupaten Nagan RayaProyek perubahan berjudul "strategi optimalisasi program peremajaan sawit rakyat (PSR) melalui pemberdayaan kelompok tani secara partisipatif dan kolaboratif di Kabupaten Nagan raya bertujuan untuk mempercepat implementasi pembangunan perkebunan kelapa sawit dari dana hibah oleh BPDP-KS Kepada Kelompok Tani atau pekebun kelapa sawit dalam hal ini diatur dengan penyaluran dana perkebunan kelapa sawit didasarkan pada Perpres No. 61 Tahun 2015 Perubahan Perpres No. 24 dan Perubahan Perpres No. 66 Tahun 2018 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang diantaranya adalah untuk peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat.a. Membentuk Tim Pemberdayaan Kelompok Tani pada program peremajaan sawit rakyat
b. Menyusun Draf Peraturan bupati tentang perlindungan dan kesejahteraan para petani dan pekebun
c. Membuat MOU dengan Perusahaan dalam pemberdayaan kelompok tani PSR tentang penyediaan biibt unggul (yang bersertifikat)
d. Melaksanakan pelatihan/bimtek kepada pekebun, kelompok tani dan gabungan kelompok tani tentang program peremajaan sawit rakyat secara bertahap dan berkelanjutan (1 kali)
e. Membuat pedoman teknis pelaksanaan pemberdayaan PSR
f. Menyusun draft Perbup perlindungan dan kesejahteraan para petani kebun
g. Sosialisasi program peremajaan sawit rakyat di tingkat kabupaten
a. Melaksanakan pelatihan/bimtek lanjutan kepada pekebun, kelompok tani dan gabungan kelompok tani tentang program peremajaan sawit rakyat secara bertahap dan berkelanjutan (3 kali)
b. Membuat draft final Perbup perlindungan dan kesejahteraan para petani kebun

c. Melakukan penyempurnaan database potensi lahan dan legalitas lahan untuk program peremajaan sawit rakyat
d. Memfasilitasi Perusahaan Perkebunan untuk mengambil peran di program sawit rakyat (PSR) melalui Perjanjian Kerjasama antara Perusahaan dengan kelompok tani dan pemerintah daerah
a. Malaksanakan pelatihan/bimtek lanjutan kepada pekebun, kelompok tani dan gabungan kelompok tani
tentang program peremajaan sawit rakyat secara bertahap dan berkelanjutan (5 kali)
b. Menerbitkan Perbup tentang perlindungan dan kesejahteraan para petani kebun
c. Memfasilitasi Perusahaan Perkebunan/Universitas untuk mengambil peran di program sawit rakyat (PSR) melalui Perjanjian Kerjasama antara Perusahaan dengan kelompok tani dan pemerintah daerah
d. Melaksanakan tanaman tumpang sari di Lokasi PSR
00001212/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan58
35
3334XVIIPuslatbang KHAN LAN202419770209 200604 1 003Azman, S.Hut LAKI-LAKIISLAMNagan Raya02-09-1977S1JL. HABIB MUDA SEUNAGAN, GAMPONG PEULEUKUNG KEC. SEUNAGAN TIMURPemkab Nagan RayaKOMPLEK PERKANTORAN SUKA MAKMUEDinas Kelautan Perikanan dan PanganKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B85260136911dkppazman@gmail.comStrategi intensivikasi Perikanan Budidaya Hulu ke Hilirdi Kabupaten Nagan Raya (SI-NILA NAGAYA)
kabupaten Nagan Raya memiliki potensi alam yang mendukung untuk penerapan pola integrasi perikanan budidaya. Namun, dalam mengembangkan sektor perikanan, Terdapat tantangan dalam melakukan integrasi sistem produksi dan pemasaran produk. Perilaku masyarakat yang masih konvesional dalam penerapan sistem budidaya, sulitnya mendapatkan benih unggul, harga pakan yang cenderung naik, terbatasnya SDM yang terampil, pemasaran yang belum terjangkau, akses modal usaha yang belum menjanjikan, sertifikasi lahan yang belum optimal dilakukan dan hilirisasi produk perikanan masih sangat terbatas. Proyek perubahan ini fokus pada strategitransformasi terhadap permasalahan yang dihadapi dengan menghadirkan inovasi yang terintegrasi dimulai dari hulu yaitu : pembenahan serta pengoptimalan Balai Benih Ikan (BBI) sebagai sentral produksi benih ikan unggul (baik aspek ketersediaan maupun kualitas benihnya) juga sebagai pusat transformasi teknologi budidaya melalui pendampingan dan bimbingan teknis; membangun komitmen dengan stakeholder terkait pembenahan di sektor
perikanan budidaya seperti permodalan dengan pihak perbankan berupa fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), sertifikasi lahan pembudidaya dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN),
ekspansi pasar hasil hilirisasi produksi perikanan melalui pasar lokal dan digital, pengembangan produk olahan melalui UMKM, pembuatan kartu pelaku usaha perikanan (KUSUKA), pengembangan teknologi budidaya dan hilirisasi produk perikanan bekerjasama dengan Universitas Teuku Umar (UTU). Berdasarkan analisis kebutuhan organisasi yang dimulai dari identifikasi masalah, kemudian dilakukan analisis isu strategis dengan pendekatan model ASTRID, dilakukan analisis penyebab masalah dengan model Fish Bone, dilanjutkan analisis strategi penyelesaian masalah dengan analisis SWOT dan terakhir dilakukan analisis McNAMARA, maka rencana strategi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah secara terintegrasi secara tepat adalah “Strategi Transformasi Hulu-Hilir Perikanan Budidaya di Kabupaten Nagan Raya (SI-NILA NAGAYA)”. Tujuan proyek perubahan ini adalah untuk mewujudkan efektivitas, efisiensi, berkualitas, integrasi dan optimalisasi pelaksanaan poduksi dan pemasaran sektor perikanan, sehingga dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya pengentasan emiskinan, menurunkan angka prevalensi stunting dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Nagan Raya.
a. Tersusunnya draft Peraturan Bupati tentang retribusi penjualan benih di Balai Benih Ikan;
b. Terimplementasinya sistem manajemen data yang efektif untuk pencatatanproduksi, distribusi, dan stok benih ikan;
c. Terbangunnya digitalisasi proses administrasi dan operasional untukmeningkatkan efisiensi;
d. Tersedianya Kartu Pelaku Usaha Perikanan (KUSUKA);
e. Tersusunnya Mapping zonasi UsahaPerikanan Rakyat;
f. Terselenggaranya kampanye edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya benih ikan berkualitas dan praktik akuakultur yang berkelanjutan;
g. Tersedianya program penyuluhan rutin kepada petani ikan lokal untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang teknik
a. Tersedianya peremajaan indukan unggul yang menghasilkan benih ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan pasar yang baik
b. Teradopsinya teknologi baru dalam pembenihan, seperti penggunaan sistem resirkulasi air untuk meningkatkan efisiensi produksi
c. Terbangunnya fasilitas pembenihan tambahan untuk meningkatkan kapasitas produksi
d. Terjalinnya kemitraan dengan universitas dan lembaga penelitian untuk inovasi dan pengembangan teknologi pembenihan
e. Terbangunnya kemitraan strategis dengan perusahaan swasta untuk pemasaran, distribusi benih ikan, bimbingan teknis termasuk pemanfaatan dana CSR serta Penguatan modal usaha
mikro
f. Terbangunnya kerjasama dengan BPN dalam rangka sertifikasi tanah pembudidaya kolam rakyat, Terciptanya penguatan modal usaha mikro dengan Bank Pemerintah.
a. Terkembangkannya platform digital untuk Pengelolaan operasional dan layanan kepada masyarakat
b. Terimplementasikannya praktik akuakultur berkelanjutan yang ramah lingkungan dan mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem
c. Terbukanya peluang ekspansi pasar
d. Terbangunnya kapasitas SDM dalam pengelolaan perikanan budidaya.
00001213/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan20
36
3435XVIIPuslatbang KHAN LAN202419690125 199803 2 003Erni Wanti, S.H., M.SiPEREMPUANISLAMMeulaboh25-01-1969S2Jalan Kebun Pasi Lr. Pak Daiem Gampong Seuneubok Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat, Provinsi AcehPemkab Aceh BaratJalan Sultan Iskandar Muda, Meulaboh, Kabupaten Aceh BaratSekretariat Dprk Aceh BaratSekretaris Dprk Aceh BaratII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81243658484erniwanti.id@gmail.comSTRATEGI KOMUNIKASI HUMAS MENUJU TRANSPARANSI PUBLIK MELALUI BALEE BEURAKAHSalah satu fungsi DPRD adalah pengawasan yang
bertujuan mengembangkan kehidupan demokrasi,
menjamin keterwakilan rakyat dalam melaksanakan
tugas dan kewenangannya, maka perlu dilakukan
penjaringan Masyarakat untuk menyampaikan
aspirasinya melalui informasi kehumasan. Humas harus
menjadi ujung tombak untuk membawa reformasi
birokrasi dan harus pro aktif untuk membentuk opini
publik agar terbentuk persepsi yang benar. Peran humas di era reformasi birokrasi sebagaimana
dikutip BAKOHUMAS (edisi 6/2013, halo 22), kominfo
antara lain :
Humas harus menjadi ujung tobak untuk membawa
reformasi birokrasi keluar dari kandang dan daerah
menjadi bagian dari kehidupan Masyarakat;
1.
Reformasi birokrasi bukanlah proyek dari pemerintah
semata, tapi gerakan nasional bangsa Indonesia.
2.
Harus ada strategi marketing sosial efektif untuk
menjadi Gerakan sosial yang efektif untuk menjadikan
Gerakan nasional. Humas menjadi aktor pro aktif
untuk membentuk oponi publik agar terbentuk
persepsi yang benar tentang reformasi birokrasi.
Karena harus kita akui masih banyak pihak yang ingin
mendistorsi kebijakan publik
Rapat koordinasi dengan Mentor dan Stakeholder
Pembentukan Tim Efektif
Membangun dukungan Stakeholder
Membangun Kerjasama dengan Stakeholder
Melakukan sosialisasi
Lounching Balee Beurakah
Membuat pedoman pengelolaan Balee Beurakah
Evaluasi pengelolaan Balee Beurakah
Pengembangan kapasitas ASN
Terpenuhinya kebutuhan informasi dan komunikasi
publik
Terhimpunnya publikasi semua kegiatan
00001214/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan39
37
3536XVIIPuslatbang KHAN LAN202419800812 200904 1 003Wistha Nowar, S.Pt., M.SiLAKI-LAKIISLAMAceh Barat12-08-1980S2KOMPLEK ISLAMIC RELIEF BLOK A7 JALAN PUTRO IJO GAMPONG LEUHAN KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARATPemkab Aceh BaratJALAN GAJAH MADABadan Perencanaan Pembangunan DaerahKepala II-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8121333833wisthan@gmail.comOPTIMALISASI PERLINDUNGAN SOSIAL ANTISIPASI KEMISKINAN (OPTIMIS)Salah satu permasalahan pembangunan di Kabupaten Aceh Barat yang menjadi fokus penanganannya setiap tahun adalah Penanggulangan Kemiskinan. Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Aceh Barat pada akhir tahun 2023 adalah sebesar 17.86%, jauh melampui Tingkat Kemiskinan Nasional yang hanya sebesar 9.36%. Berbagai upaya penanganan sudah dilakukan, mulai dari
pengurangan beban hidup, peningkatan pendapatan serta pengurangan kantong-kantong kemiskinan. Namun, ada satu upaya yang belum pernah dilakukan yaitu, pencegahan penambahan penduduk miskin dari kelompok masyarakat rentan. Oleh karenanya melalui proyek perubahan ini, pencegahan peningkatan penduduk miskin dilakukan dengan cara Optimalisasi Perlindungan Sosial bagi Pekerja Rentan untuk Antisipatis Kemiskinan (OPTIMIS) dengan cara berkolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Perusahaan Swasta, Pemerintah Gampong serta masyarakat untuk membantu keikutsertaan para pekerjarentan dalam program perlindungan social yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Manfaat utama yang diharapkan dengan adanya OPTIMIS ini adalah terlindunginya keluarga para pekerja rentan bila sewaktu-waktu terjadinya guncangan pendapatan yang disebabkan oleh musibah yang dialami oleh para pekerja rentan, sehingga tidakakan menyebabkan terputusnya sekolah bagi anak-anaknya, kesulitan proses pengobatan, bertambahnya pekerja anak ibawah umur serta terakhir meningkatnya angka kemiskinan.
a. terbentuknya tim percepatan pelaksanaan perlindungan sosial bagi pekerja rentan
b. Terciptanya Nota Kesepahaman pelaksanaan perlindungan sosial bagi pekerja rentan antara Bupati, Pimpinan Perusahaan Swasta, dan Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan
c. Terlaksananya Optimalisasi Perlindungan Pekerja Rentan Antisipasi Kemiskinan (OPTIMIS) bagi seluruh stakeholder
d. Tersedianya Draf Peraturan Bupati Aceh Barat tentang Perlinsos




rentan
Lahirnya Peraturan Bupati Aceh Barat tentang kewajiban CSR Perusahaan Swasta untuk perlindungan sosial pekerja
Lahirnya Peraturan Bupati Aceh Barat tentang kewajiban dana desa untuk perlindungan sosial pekerja rentan
Terealisasinya program Sedekah Untuk Masyarakat Tidak Sejahtera (SODARA) dalam rangka perlindungan social
Jumlah pekerja rentan yang ter-cover dalam perlindungan sosial
Lahirnya Peraturan Bupati Aceh Barat tentang kewajiban CSR Perusahaan Swasta untuk perlindungan sosial pekerja rentan
Jumlah pekerja rentan yang tercover dalam perlindungan sosial 100%
00001215/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
3
38
3637XVIIPuslatbang KHAN LAN202419850321 200312 1 002 Syurya Luthfi, S.STPLAKI-LAKIISLAMKota Kuala Simpang21-03-1985S1DUSUN RUKUN DESA DALAM KEC. KARANG BARUPemkab Aceh TamiangJL. Ir. H. JUANDA KARANG BARUDinas Lingkungan HidupKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B81360475583asysykary@gmail.comSAMPAH FOR INTERNET(SPiN)Kabupaten Aceh Tamiang menghadapi masalah serius dalam pengelolaan
sampah, dengan 23.987,80 ton sampah tidak terkelola dari total 44.062,80 ton per
tahun berdasarkan data SIPSN tahun 2022. Rendahnya tingkat pemilahan sampah
dari rumah tangga menjadi penyebab utama. Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab
Aceh Tamiang mengusulkan program "Taman SPIN" (Sampah for Internet). Program
ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dengan
insentif akses internet gratis. Diharapkan program ini dapat mengubah perilaku
masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan, mengurangi volume
sampah ke TPA, dan memberikan nilai ekonomi dari sampah terpilah.Tujuan proyek Perubahan ini
adalah meningkatkan partisipasi
masyarakat dalam pemilahan sampah
rumah tangga di Kabupaten Aceh
Tamiang melalui program "Taman
SPIN", dengan target peningkatan
tingkat pemilahan sampah menjadi
30% pada tahun 2025 sesuai target
nasional. Keberhasilan program akan
diukur dari peningkatan persentase
pemilahan sampah rumah tangga,
penurunan volume sampah yang
masuk ke TPA,
Analisis Kebutuhan (1 Hari):
Mengidentifikasi kebutuhan sarana dan
prasarana Taman SPIN.
2. Penentuan Lokasi (1 Hari): Menentukan
lokasi strategis untuk
pembangunan Taman SPIN.
3. Pembentukan Tim (1 Hari): Membentuk
tim pengelola proyek dan
merekrut relawan.
4. Sosialisasi Awal (4 Hari): Merencanakan
strategi sosialisasi dan edukasi kepada
masyarakat.
5. Kerjasama dengan Pihak Ketiga (3
Hari): Melaksanakan koordinasi dengan
stakeholder dan Pihak Ketiga terkait
dukungan aksi perubahan dan menjalin
kemitraan.
6. Desain Sistem (1 Hari): Merancang
sistem pencatatan dan pelaporan
sampah terpilah.
7. Rencana Anggaran (1 Hari): Menyusun
rencana anggaran dan sumber
pendanaan.
8. Penyusunan Regulasi (2 Hari):
TAHAP IMPLEMENTASI (21 Hari)
1. Pembangunan Taman SPIN (14
Hari): Melaksanakan pembangunan
sarana dan prasarana di lokasi yang
telah ditentukan.
2. Sosialisasi dan Edukasi (3 Hari):
Melakukan sosialisasi dan edukasi
kepada masyarakat tentang
pentingnya pemilahan sampah.
3. Pelatihan Petugas Layanan (1 Hari)
: Pelatihan seluruh petugas yang
terlibat.
4. Uji Coba Layanan (2 Hari) : Uji coba
ke masyarakat
5. Peluncuran Sistem (Launching
Taman SPIN) (1 Hari) : Peresmian
Taman
6. SPIN pada lokasi Kampung yang
menjadi pilot project.

Menyusun SOP Standar Pemberian
Voucher Internet dan SOP Penyetoran
Sampah.
9. Penyusunan Draft Peraturan Bupati
Aceh Tamiang tentang Pembentukan
Taman SPIN : Melakukan penyusunan
draft Peraturan Bupati Aceh Tamiang
tentang Pembentukan Taman SPIN,
dimana didalam Peraturan Bupati
tersebut tertuang bahwa konsep Taman
SPIN ini agar diaplikasikan ke seluruh
taman yang sudah ada di Kabupaten
Aceh Tamiang.
Evaluasi Sistem: Melakukan evaluasi terhadap sistem yang sudah berjalan dan mengidentifikasi area untukperbaikan.
2. Pelatihan Lanjutan: Memberikan pelatihan lanjutan kepada tim pengelola.
3. Perluasan Program: Memperluas program Taman SPIN ke wilayah lain di Kabupaten Aceh Tamiang.
4. Kolaborasi dengan Komunitas: Menjalin kerjasama dengan komunitas lokal untuk meningkatkan partisipasi.
5. Kampanye Berkelanjutan: Melaksanakan kampanye berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
6. Evaluasi Regulasi: Melakukan evaluasi terhadap efektivitas regulasi yangditerapkan.
1. Evaluasi Lanjutan: Melakukan evaluasi lanjutan dan memperbaiki system berdasarkan hasil evaluasi.
2. Pelatihan Berkelanjutan: Mengadakan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi tim pengelola.
3. Perluasan Infrastruktur: Membangun lebih banyak Taman SPIN di lokasi strategis lainnya di Seluruh Kecamatan di Wilayah kabupaten Aceh Tamiang.
4. Penyesuaian Program: Menyesuaikan program berdasarkan umpan balik dan hasil evaluasi.
00002384/PKNTK.II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan59
39
3738XVIIPuslatbang KHAN LAN202419841220 200312 1 002Iman Suhery, S.STP, M.SPLAKI-LAKIISLAMRantau20-12-1984S2DUSUN SETIA DESA KESEHATAN KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN ACEH TAMIANGPemkab Aceh TamiangJalan Ir. H. Juanda karang baru kabupaten aceh tamiangBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh TamiangKepala PelaksanaII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8116806646imansuhery691@gmail.com
PENINGKATAN PENCEGAHAN, KESIAPSIAGAAN DAN PENANGANAN
BENCANA DAERAH MELALUI LAYANAN SIAGA KEBENCANAAN (LAGAK)
Layanan Siaga Kebencanaan (LAGAK) merupakan Layanan Terpadu yang menggabungkan aktivitas kesiagaan seperti peringatan dini bencana dengan aktivitaspenggulangan bencana. Layanan ini juga menyediakan Call Center yang siaga 24 jam untuk menerima laporan masyarakat tentang peristiwa kebencanaan seperti kebakaran dan non-kebakaran. Kabupaten Aceh Tamiang memiliki potensi bencana alam banjir dan bencana kebakaran yang cukup tinggi. Selain itu, dengan wilayah yang cukup luas Kabupaten Aceh Tamiang memiliki kerentanan bencana yang tersebar merata yang membutuhkan koordinasi dan integrasi dalam perencanaan pembangunan yang mengurangi risiko terjadinya bencana. Dengan kondisi seperti itu, dibutuhkan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana baik pada pihak BPBD Aceh Tamiang maupun pada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang. Perlu adanya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang risiko bencana. Selain itu, penanganan terhadap adanya bencana secara efektif dan efisien juga sangat diperlukan.a. Pembentukan Tim Layanan Siaga Kebencanaan (LAGAK);
b. Pembuatan Layanan Siaga Kebencanaan (LAGAK);
c. Penyusunan SOP dan SP Layanan Siaga Kebencanaan (LAGAK);
d. Penyusunan SOP Penanganan Bencana;
e. Pelaksanaan Pelatihan Mekanisme LAGAK;
f. Pengintegrasian Layanan Siaga Kebencanaan (LAGAK) dengan sistem
peringatan dini melalui SMS blast;
g. Sosialisasi dan uji coba Layanan Siaga Kebencanaan (LAGAK);
h. Pembentukan Kampung Siaga Bencana (15 kampung); dan
i. Penyusunan Draft Peraturan Bupati Aceh Tamiang tentang Pembentukan
Layanan Siaga Bencana.
a. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi penggunaan Layanan Siaga
Kebencanaan (LAGAK);
b. Penyusunan Draft Final Peraturan Bupati tentang Layanan Siaga
Kebencanaan (LAGAK);
c. Pelaksanaan Forum Konsultasi Publik terkait SOP dan SP Layanan Siaga
Kebencanaan (LAGAK);
d. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan mitra penanganan
bencana, antara lain: Pertaminan dan Dinas Sosial;
e. Pelatihan bagi Tim SAR dan Tim Damkar;
f. Pembentukan Kampung Siaga Bencana (30 kampung); dan
g. Pelatihan penanganan bencana bagi masyarakat.
a. Pembentukan Kampung Siaga Bencana (158 kampung);
b. Pengembangan Layanan Siaga Kebencanaan melalui website/android;
c. Pengesahan Peraturan Bupati tentang Layanan Siaga Kebencanaan
(LAGAK); dan
d. Meningkatkan indeks kesiapsiagaan bencana masyarakat Aceh Tamiang sebesar 30%.
00001216/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 27
40
3839XVIIPuslatbang KHAN LAN202419791212 199810 1 001Safrizal, S.STP, M.Ec.DevLAKI-LAKIISLAMParu Keude12-12-1979S2Gampong Kramat Luar, Kota Sigli, Pidie, AcehPemkab PidieJl. Prof. A. Majid Ibrahim, Sigli, Pidie, Aceh
Dinas Kelautan Dan Perikanan
Kepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C85228120777zallpa.1212@gmail.com“STRATEGI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENEMPATAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN BERBASIS GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS PADA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN PIDIE”( S I P A P I )
Strategi Implementasi Sistem Informasi Penempatan Alat Penangkapan Ikan (SIPAPI)
Berbasis Geographic Information Systems merupakan Sistem yang dirancang untuk
memfasilitasi nelayan dalam penentuan lokasi dan jumlah API di wilayah ruang laut
Kabupaten Pidie secara lebih efisien dan efektif, sehingga dapat menghindari konflik,
menumbuhkembangkan produktifitas dan efektivitas nelayan, dan menjaga
kelestarian sumber daya laut yang berkelanjutan.
1.Pembentukan TIM 2. Menjalin kerjasama lintas sektor 3.Menyusun Regulasi 4.Merancang kebutuhan teknis SIPAPI 5. Sosialisasi Rencana SIPAPI 6.Persiapan Launching1.Launching SIPAPI 2.Surat Edaran Bupati tentang
Pemanfaatan SIPAPI 3.Sosialisasi dan Diseminasi
SIPAPI
1.Pengumpulan dan Input Data 2.Mengembangkan atau
memperbaharui fungsi SIPAPI sesuai 3.Melakukan pengendalian, evaluasi
dan pengawasan.
00001217/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 26
41
3940XVIIPuslatbang KHAN LAN202419771120 200801 1 001Miswar, S.Sos, M.MLAKI-LAKIISLAMMeuleuweuek20-11-1977S2Gp. Blang Seupeng, Kec. Peukan Baro, Kab. PidiePemkab PidieJln. Tgk. Chik Ditiro No. 30 Blang Asan Kota Sigli
Sekretariat Dprk Pidie
Sekretaris DPRK
II-bPEMBINA TINGKAT IIV/B81312162885miswarm31@gmail.com“PENERAPAN E-GOVERNMENT BERBASIS CLOUD COMPUTING DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PENYUSUNAN QANUN DI SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN PIDIE”Implementasi penguatan transformasi Aparatur Sipil
Negara (ASN) berbasis E-Government merupakan salah
satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan
yang baik dan efisien. Transformasi ASN berbasis
E-Government perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas
pelayanan publik, akuntabilitas, dan transparansi.
Pemerintah Kabupaten Pidie telah berkomitmen untuk
mewujudkan pemerintahan yang baik dan efisien melalui
berbagai kebijakan, salah satunya adalah dengan
mendorong transformasi digital. Implementasi Proyek
Perubahan yang
berjudul Penerapan
E-Government Berbasis
Cloud Computing Dalam
M e n i n g k a t k a n
Pelayanan Penyusunan
Qanun di Sekretariat DPR
Kabupaten Pidie
merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas
pelayanan publik kepada masyarakat dan anggota DPR
Kabupaten Pidie,
Mewujudkan terbangunnya komitmen dengan mentor
dan stakeholder.
• Mewujudkan penetapan Surat Keputusan Sekretaris DPR
Kabupaten Pidie tentang Tim Efektif Proyek Perubahan.
• Mewujudkan Surat Edaran Bupati Pidie tentang Proyek
Perubahan.
• Mewujudkan lahirnya Nota Kesepahaman kolaborasi
Proyek Perubahan dengan stakeholder.
• Merancang portal layanan.
• Terwujudnya Lauching dan Sosialisasi Proyek Perubahan.
Tersedianya portal layanan proyek perubahan sebagai
media pengumpulan dokumen serta publikasi kepada
masyarakat.
• Stakeholder dan masyarakat dapat dengan mudah
mengakses draft Rancangan Qanun dan dokumen
pendukung lainnya secara online.
Evaluasi berkala untuk mengembangkan dan
optimalisasi layanan.
00001218/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 49
42
4041XVIIPuslatbang KHAN LAN202419851125 200312 1 001Teuku Hendra Hidayat Yoga,
S.STP, M.Ec.Dev
LAKI-LAKIISLAMBanda Aceh25-11-1985S2Jl. Tgk Ismail No.7E, Gampong Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda AcehPemkab PidieJl. Prof. A. Majid Ibrahim
Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten
Kepala BadanII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B81395138686teukuhendra015@gmail.comSTRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN PENGELOLAAN ASET PROPERTI INVESTASI MELALUI SIPADIProyek perubahan ini disusun sebagai salah satu rumusan kepemimpinan inovatif dalam rangka meningkatkan kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dengan cara melaksanakan ekstensifikasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah berbasis digital, serta pengelolaan pemanfaatan aset properti investasi melalui SIPADI (Sistem Pemanfaatan Aset Pidie). Sistem tersebut dirancang untuk mengakomodir permohonan pemanfaatan oleh pihak ketiga dan pengelolaan permohonan secara terintegrasi demi mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan transparan.
a. Peningkatan Jumlah Wajib Pajak
b. Peningkatan Pembayaran Piutang Pajak
c. Tersedianya Aplikasi Terintegrasi
d. Tersedianya Layanan Pajak Daerah Berbasis Digital



a. Penandatanganan kerja sama dengan kantor pelayanan Pajak Pratama dalam rangka pelaksanaan monitoring dan evaluasi terkait pelaporan data dasar pengenaan pajak.
b. Penandatanganan kerja sama dengan BPN dalam rangka pemanfaatan peta Zona Nilai Tanah (ZNT) yang digunakan sebagai referensi dasar pengenaan pajak.
c. Tersedianya tim terpadu implementasi ekstensifikasi pajak daerah secara kolaboratif antara pengelola pajak daerah dengan KPP Pratama Aceh Besar dan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pidie
d. Terlaksananya kegiatan ekstensifikasi dan intensifikasi pajak daerah di wilayah kecamatan dengan subjek dan objek pajak potensial.
e. Terlaksananya kegiatan ekstensifikasi retribusi daerah untuk seluruh SKPK pengelola etribusi di Kabupaten Pidie.
f. Terselenggaranya evaluasi kegiatan pemanfaatan aset properti investasi melalui SIPADI.
a. Terlaksananya rencana aksi ekstensifikasi pajak daerah, retribusi daerah, dan pemanfaatan aset properti investasi secara menyeluruh dan berkelanjutan di Kabupaten Pidie.
b. Tersedianya basis data pendapatan asli daerah dengan memanfaatkan teknologi informasi yang berisi
kumpulan data yang saling berhubungan dan didesain untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Pidie.
c. Pengembangan fitur SIPADI yang dapat digunakan tidak hanya untuk pengelolaan aset properti investasi
namun juga untuk pengelolaan retribusi jasa usaha yang dapat direplikasi oleh daerah lain yang membutuhkan.
00001219/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
15
43
4142XVIIPuslatbang KHAN LAN202419800830 200112 1 003Abdurrahmansyah, S.E, M.MLAKI-LAKIISLAMRunding30-08-1980S2JALAN MALIKUL SALEH, KOTA SUBULUSSALAM
Pemkot Subulussalam
Jalan Raja Tua, Kota SubulussalamSekretariat DPRKSekretaris DPRKII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8122909958bdoelss80@gmail.com“STRATEGI FASILITASI PENJARINGAN ASPIRASI MASYARAKAT MASING-MASING DAPIL MELALUI PUSAT LAYANAN ASPIRASI MASYARAKAT (PusLAM) DI SEKRETARIAT DPRK SUBULUSSALAM”Di era digital saat ini, teknologi informasi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas berbagai proses, termasuk dalam bidang pemerintahan. Pemanfaatan teknologi informasi dapat membantu pemerintah termasuk Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam dalam menjaring aspirasi masyarakat secara lebih cepat, luas, dan akurat. Saat ini Sekretariat DPRK Subulussalam belum memanfaatkan sarana teknologi informasi untuk menjaring aspirasi masyarakat. Proses penjaringan aspirasi masyarakat hanya melalui kegiatan Reses yang berdasarkan aturan hanya dapat dilaksanakan tiga kali dalam setahun sehingga berjalan dengan tidak optimal. Untuk itu perlu dilaksanakan proyek perubahan berupa strategi Fasilitasi penjaringan aspirasi masyarakat di masing-masing daerah pemilihan (dapil) melaui Pusat Layanan Aspirasi Masyarakat (PusLAM) dengan tujuan
untuk memberikan alternatif yang lebih efektif kepada masyarakat Kota Subulussalam.
a. Tersedianya SK Ketua DPRK Subulussalam
b. Tersususnnya SOP PusLAM
c. Terlaksananya kegiatan peningkatan kapasitas Tim PusLAM
d. Tersedianya insfrastruktur dasar
e. Sosialisasi
Meningkatnya inovasi layanan PusLAM
Tertampungnya aspirasi masyarakat yang bersumber dari PusLAM ke dalam APBK Subulussalam
Terbangunnya Kemitraan Strategis Masyarakat dengan PT. Telkomsel dan Lembaga OPD lainnya
Terealisasinya Aspirasai masyarakat yang bersumber dari PusLAM
Tersedia Klinik PusLAM di kecamatan
Tersedianya Fitur PusLAM Melalui aplikasi My terlkomsel
00001220/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 31
44
4243XVIIPuslatbang KHAN LAN202419810114 200604 1 008Rano Sartono Saraan, S.ELAKI-LAKIISLAMSitohang14-01-1981S1Jalan Teuku Umar, Kota Subulussalam
Pemkot Subulussalam
Jalan Teuku Umar, Kota SubulussalamBadan Kepegawaian Dan Pengembangan SDMKepala BadanII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B81264241561ranoizysaraan@gmail.comPeningkatan Kompetensi ASN (TAKSI ASN) Melalui Learning Manajemen System BKPSDM Kota SubulussalamPeningkatan Kompetensi ASN (TAKSI ASN) melalui learning management system memudahkan ASN untuk dapat mengakses program pengembangan yang sesuai dengan kebutuhannyaa. Melakukan FGD Internal dengan agenda memahami masalah rendahnya kompetensi ASN b. memetakan stakeholder terlibat c. membentuk tim efektif d. peluncuran/launching dan sosialisasi proyek perubahan TAKSI ASNa. Melakukan penyesuaian pada platform LMS dengan kebutuhan user dan melakukan survei penggunaan b. Menyelesaikan perwal 1 Bulan 2 JP dan melakukan pembahasan internal kebagaian hukum c. Menyelesaikan MoU dengan Lembaga Administrasi negara terkait ASN Corpu d. Menjalin kerjasama dengan Kominfo untuk peningkatan portal Learning management Systema. terbitnnya Perwal 1 bulan 2JP b. emningkatnya nilai IP ASN Kota Subulussalam c. Terjalinnya Mou Dengan LAN RI d.Terjalinnya Mou Dengan pendidikan tinggi00001221/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 30
45
4344XVIIPuslatbang KHAN LAN202419710923 200504 1 001Rudi Hartono Bintang, S.SiLAKI-LAKIISLAMSidikalang23-09-1971S1Jalan Teuku Umar, Kota Subulussalam
Pemkot Subulussalam
Jalan Lae Oram Komp.Perkantoran-Kota SubulussalamBadan Pengelolaan Keuangan DaerahKepala BadanII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B87855677390rudi.bintang0923@gmail.comSIPKD Terpadu: Satu Akses Banyak LayananProyek Perubahan ini bertujuan untuk mengatasi fragmentasi penggunaan aplikasi di instansi pemerintah Kota Subulussalam, khususnya di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). Saat
ini, kurangnya integrasi menghambat efisiensi pelayanan publik, menurunkan transparansi, dan mengancam keamanan data. Proyek ini akan mengembangkan dan memperkuat Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) sebagai platform terpusat, serta menciptakan aplikasi layanan publik terintegrasi. Selain itu, proyek ini akan meningkatkan keterampilan digital pegawai dan masyarakat melalui pelatihan. Implementasi dilakukan dalam tiga tahap: integrasi data, pengembangan aplikasi, dan peningkatan keterampilan digital, dengan melibatkan berbagai stakeholders. Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan efisiensi, transparansi, dan keamanan, serta layanan publik yang lebih baik dan modern.
Membangun platform integrasi data antar instansi
di Subulussalam, khususnya BPKD, sebagai fondasi
integrasi layanan publik dan prototipe SIPKD Terpadu.
Membangun aplikasi layanan
publik terintegrasi yang terhubung
dengan platform data
untuk memudahkan laporan.
Meningkatkan keterampilan
digital pegawai dan masyarakat melalui implementasi berkelanjutan Aplikasi SIPKD Terpadu.
00001222/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 57
46
4445XVIIPuslatbang KHAN LAN202419780101 199810 1 001Faisal M, S.STPLAKI-LAKIISLAMBanda Aceh01-01-1978S1Jalan Rawa Sakti VI No.116, Jeulingke, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda AcehPemko Banda AcehJalan Tgk Abu Lam U, No.7 Banda Aceh
Sekretariat Daerah
Asisten Administrasi Umum
II-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81269404448faisal.sstp.as3@gmail.comPengelolaan Terpadu PAD berbasis Kolaboratif melalui Optimalisasi Fungsi Koordinasi Asisten Administrasi UmumPengelolaan Terpadu PAD Berbasis Kolaboratif (PEuTEuPAD) Melalui Optimalisasi Fungsi Koordinasi Asisten Administrasi Umum merupakan inisiatif strategis yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Banda Aceh. Proyek ini berfokus pada pemanfaatan peran kunci Asisten Administrasi Umum dalam mengkoordinasikan berbagai Organisasi Perangkat Daerah yang terkait dengan pengelolaan PAD. Latar belakang proyek ini adalah adanya tantangan dalam pencapaian target PAD dan kebutuhan untuk meningkatkan kemandirian fiskal Kota Banda Aceh. Melalui optimalisasi fungsi koordinasi, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih kuat antar OPD penghasil PAD, sehingga dapat mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.
a. Rapat Pembentukan Tim Efektif
b. Koordinasi dengan stakeholder terkait
c. Rapat pembentukan Tim Khusus Pemantau Pajak dan Retribusi Daerah
d. Penyusunan Kalender Kerja Tahunan Tim Khusus Pemantau Pajak dan Retribusi Daerah
e. Penandatanganan Pakta Integritas dengan OPD Pengelola PAD
f. Penyelenggaraan Event Sadar Pajak dan Retribusi Daerah
g. Pelaksanaan tindakan penegakan hukum atas tunggakan pajak dengan upaya persuasif
h. Pemasangan tapping box pada Usaha Wajib Pajak
i. Pelaksanaan sosialisasi dan promosi terkait kewajiban membayar Pajak dan Retribusi Daerah
j. Pelaksanaan Rapat Rutin Evaluasi dengan OPD Pengelola PAD
k. Perumusan kebijakan insentif fiskal bagi Wajib Pajak yang taat pajak
a. Fasilitasi pelaksanaan Bulan Bakti Pajak
b. Perumusan draft kebijakan yang mendorong investasi sehingga dapat menimbulkan potensi ekonomi baru
c. Penyusunan kajian yang komprehensif dalam menentukan/menetapkan target Pajak dan Retribusi Daerah
d. Pembentukan unit layanan sebagai Pusat Konsultasi dan Pengaduan Pajak dan Retribusi Daerah
e. Peningkatan kapasitas kepada SDM di semua Unit Kerja Pengelolaan Retribusi Daerah
a. Pembentukan Unit Research and
Development untuk mendorong
inovasi dalam Pengelolaan Pajak
dan Retribusi Daerah serta
mencari potensi pajak daerah
yang baru
b. Penetapan kebijakan insentif fiskal
bagi Wajib Pajak yang taat pajak
c. Penetapan kebijakan yang
mendorong investasi sehingga
dapat menimbulkan potensi
ekonomi baru
d. Pembentukan Badan Pengelola
Pajak dan Restribusi Daerah
00001223/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
sangat Memuaskan
6
47
4546XVIIPuslatbang KHAN LAN202419720929 199903 1 007Alimsyah, S.Pd, M.SLAKI-LAKIISLAMMandala29-09-1972S2Jln. H.M Ishak Bin Lorong Krueng Doe II Gampong Lambhuk Kec. Ulee Kareng Kota Banda AcehPemko Banda AcehJln. Tgk Dianjong, No 12 Gampong Keudah, KutarajaDinas Perpustakaan Dan KearsipanKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C85260800703syahlim.id@gmail.com
TRANSFORMASI TATA KELOLA KEARSIPAN DIGITAL
DI PEMERINTAHAN GAMPONG KOTA BANDA ACEH
Merupakan integrasi teknologi digital ke dalam semua
aspek dan operasi organisasi yang pada gilirannya
mengarah pada perubahan infrastruktur dalam pola
organisasi. Hal ini juga sebuah formulasi dalam
perubahan sistem pengelolaan arsip konvensional
menjadi sistem yang berbasis digital.
Membangun Komitmen, Menyusun Kebijakan tentang Kearsipan, MoU, Mensosialisasikan pentingnya kearsipan, Pelatihan Manajemen Kearsipan Digital, Monitoring dan Evaluasi Proper
Melanjutkan sosialisasi dan pelatihan manajemen kearsipan digital pemerintahan gampong, Terbentuknya SOP, Tersedianyanya infrastruktur IT yang update, Tersedianya tenaga pengelola kearsipan di gampong
Tercapainya tata kelola kearsipan yang baik dan meningkatnya pelayanan kearsipan yang efesien dan efektif
00001224/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 50
48
4647XVIIPuslatbang KHAN LAN202419741010 200604 1 003
Ir. Muhammad Syaifuddin Ambia, S.T. M.T
LAKI-LAKIISLAMBireun10-10-1974S2Jl Sultan Iskandar Muda No.155 Punge JurongPemko Banda AcehJl. Pocut Baren No.28 Kp.Laksana Kecamatan Kuta AlamDinas Pemberdayaan Masyarakat Dan GampongKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B81269400499ambia.uno@gmail.comSTRATEGI MODEL BISNIS REINVESTASI PENGEMBANGAN USAHA BUMG DI KOTA BANDA ACEHBadan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau dalam tatanan pemerintahan desa di Aceh disebut Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 11
Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa bertujuan untuk mendorong perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Tujuan BUMDes meliputi peningkatan
Pendapatan Asli Desa melalui unit – unit usaha yang dikelola oleh BUMDes sehingga desa memilikWi sumber pendapatan yang lebih stabil, berkelanjutan, dan dapat meningkatkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat desa.BUMDes diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang mampu mengembangkan potensi lokal dan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa secara keseluruhan. Pengelolaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di Kota Banda Aceh menghadapi berbagai permasalahan yang mengakibatkan penurunan kinerja dan kegagalan BUMG yang akhirnya tidak memberikan pendapatan asli desa serta tidak berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat di gampong. Banyak BUMG yang dikelola oleh individu dengan keterampilan manajemen yang terbatas, modal usaha yang terbatas sering kali menjadi penghalang bagi BUMG untuk berkembang, akses ke sumber pembiayaan tambahan seperti pinjaman bank masih kurang optimal. Sebagian besar BUMG belum sepenuhnya mengadopsi teknologi dalam operasionalnya, yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, pasar untuk produk dan layanan yang dihasilkan oleh BUMG sering kali terbatas pada tingkat lokal, sehingga menghambat pertumbuhan dan ekspansi.
Komitmen dengan OPD dan instansi vertikal;
Terjalin kerjasama pemberdayaan BUMG dengan Lembaga Pendidikan;
Terbentuknya BKAD/BKAG,
Tersedianya Perwal ADG Penyertaan Modal BUMG.
Kerjasama dengan badan kerjasama internasional (KOICA)/Higashimatsushima Jepang terkait peningkatan SDM & SDA;
Kolaborasi BUMG dengan BUMD/BUMN/ Swasta;
Bentuk BUMG Bersama; dan
Perwal Penggunaan Produk BUMG.
Kerjasama BUMG dengan Baitul Mal Aceh;
Posyantek gampong;
Aplikasi pemasaran produk BUMG secara terintegrasi WhatsApp Bisnis dan Artificial Intelegent (AI) dan website BUMG.
00001225/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
sangat Memuaskan
1
49
4748XVIIPuslatbang KHAN LAN202419690210 199801 1 001Sulaiman Bakri, S.Pd., M.PdLAKI-LAKIISLAMAs Pinang10-02-1969S2Jl. Ir.Mohd Taher Lr.Pisang No.5 Lamdom-Lueng Bata Banda AcehPemko Banda AcehJalan P.Nyak Makam No1 LampinengDinas Pendidikan Dan KebudayaanKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C82130803680sulaimanbakri499@gmail.com"PENDEKAR KOTA: Peningkatan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kota Banda Aceh"
Dinas Pendidikan dan kebudayaan kota banda aceh menemukan bahwa belum dilaksanakannya pemenuhan jam kerja bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebagaimana diamanahkan pada permendikbud n0.5 tahun 2018 yaitu 37,5 jam/minggu, sangat memepengaruhi rendahnya kualitas pembelajaran.
1.Survey kebutuhan,pembentukan tim,penyusunan draft perwal,sosialisasi,bimtek
Optimalisasi, pendampingan, peningkatan infrastruktur,kerjasama dan penerbitan regulasi
optimalisasi,pendampingan,pengembangan sistem,kerjasama dan pemanfaatan
00001226/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
12
50
4849XVIIPuslatbang KHAN LAN202419820530 200112 1 002Said Fauzan, S.STP, M.ALAKI-LAKIISLAMBugak Krueng30-05-1982S2Kompleks IDI Residance No.B13 LampegraPemko Banda AcehJl. sultan Iskandar Muda No.4 Ulee Le
Dinas Pariwisata
Kepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8116830582saidfauzansf@gmail.comOPTIMALISASI KUNJUNGAN WISATAWAN KOTA BANDA ACEH MELALUI SISTEM JAK LOM (Jelajah Kota Lewat Online Mobile)Perkembangan pariwisata Indonesia saat ini terus meningkat ditandai dengan terus tumbuhnya kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara. Banda Aceh
sebagai salah kota yang memiliki kekhususan dalam penerapan syariat Islam tentunya
memiliki batasan-batasan dalam hal pengembangan konten-konten pariwisata, dimana saat ini teknologi informasi telah mendorong penggunaan internet sebagai media promosi. Seiring waktu munculah media sosial, yang dimanfaatkan sebagai media pertukaran informasi dan promosi.
Namum hal tersebut diatas bukanlah menjadi halangan dalam pengembangan
pariwisata, karena hal tersebut menjadi nilai jual tersendiri khususnya bagi Dinas Pariwisata
Kota Banda Aceh. Kolaborasi dari semua stakeholder merupakan tolak ukur sebuah
keberhasilan dalam hal peningkatan pengembangan pariwisata yang melahirkan inovasi yang salah satunya dengan pengintegrasian berbagai data multi sektoral dalam satu portal
informasi yang dapat diakses oleh wisatawan khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Perkembangan teknologi informasi yang cepat menjadi potensi perkembangan
pariwisata salah satunya memanfaatan Artifitial Inteligent (AI) atau kecerdasan buatan untuk
kepemanduan pariwisata. Di era digital saat ini, data memiliki peran yang penting dalam
pengambilan kebijakan.
Terintegrasinya data kepariwisataan Kota Banda Aceh
Peningkatan kunjungan wisatawanPeningkatan PAD sektor pariwisata.00001227/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
8
51
4950XVIIPuslatbang KHAN LAN202419800708 199912 1 002Khairul Ichsan, S.STPLAKI-LAKIISLAMLangsa08-07-1980S1KOMP. DARUSSALAM RESIDENCE LANGSAPemko LangsaJLN. AHMAD YANI LANGSABadan Pengelolaan Keuangan DaerahKepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C85260009111khairulichsan80@gmail.comstrategi peningkatan PAD PBB-P2 melalui Pemutakhiran Database PBB-P2 (berbasis NIK dan GIS) dalam wilayah Kota LangsaPBB-P2 merupakan pajak yang proses
administrasinya dilakukan oleh
pemerintah pusat sedangkan seluruh
penerimaannya dibagikan ke daerah
dengan proporsi tertentu. Setelah
dikeluarkan Undang-Undang no. 28 tahun
2009 maka pengelolaan PBB-P2 dialihkan
menjadi pajak daerah. Pelaksanaan
pemungutan PBB-P2 oleh Pemerintah
Kota Langsa saat ini masih kurang
optimal dikarenakan beberapa kendala 1) Peta Blok PBB yang masih belum di update 2) SPPT yang masih belum update dan masih data lama
3) Adanya beberapa objek PBB yang berdiri di atas 1 sertifikat tanah. Rendahnya pencapaian realisasi tersebut
mengindikasikan adanya permasalahan dalam
pelaksanaan pemungutan PBB-P2 Pemerintah
Kota Langsa. Permasalahan tersebut bisa
berasal dari petugas pemungut pajak (fiskus)
atau dari wajib pajak sendiri. Untuk itu dinilai
perlu melakukan analisis mengenai
pelaksanaan pemungutan PBB-P2 pemerintah
kota Langsa dimana Badan Pengelolaan
Keuangan Daerah (BPKD) Pemerintah Kota
Langsa sebagai satuan kerja yang berwenang
dalam melakukan pemungutan PBB-P2
tersebut. Untuk menanggulangi hal tersebut diperlukan
langkah strategis yaitu melakukan Optimalisasi
PAD PBB-P2 Melalui Pemutakhiran Database
PBB-P2 Berbasis NIK Dan GIS Dalam Wilayah
Kota Langsa sebagai solusi inovatif dalam
peningkatan pendapatan asli daerah dan guna
mendukung pembiayaan kegiatan pelayanan
publik di Kota Langsa.
1.Pembentukan tim efektif;
2.Rapat koordinasi dan sosialisasi Proyek Perubahan dengan stakeholder
terkait;
3.MoU Kerjasama dengan Dinas Dukcapil;
4.MoU Kerjasama dengan Kantor Pertanahan Kota Langsa;
5.Melakukan pemutakhiran database PBB-P2 pada 5 Gampong dalam
wilayah Kota Langsa;
6.Pembuatan Peta Blok PBB-P2 berbasis GIS pada 5 Gampong dalam wilayah
Kota Langsa; dan
7.Sosialisasi dan Launching brand/motto TEKAD PEMUDA.
1.Melanjutkan sosialisasi dan pendataan
ulang subjek PBBP2 pada 2 Kecamatan
dalam wilayah kota langsa;

2.Melanjutkan pembuatan peta blok PBB-
P2 berbasis GIS pada 2 kecamatan dalam

wilayah kota langsa; dan
3.Revisi Peraturan Walikota Langsa tentang
Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP)
ASN yang memuat kewajiban ASN
terhadap pembayaran lunas PBB-P2 dan
pelopor taat pajak PBB-P2.
1.Melanjutkan sosialisasi dan pendataan
ulang subjek PBBP2 di wilayah Kota
Langsa;
2.Melanjutkan pembuatan peta blok
PBB-P2 berbasis GIS di wilayah Kota
Langsa;
3.Membuat Peraturan Walikota Langsa
tentang PBB-P2 yang memuat
keberlangsungan pemutakhiran
database subjek pajak PBB-P2 berbasis
NIK dan GIS; dan
4.Melakukan monitoring dan evaluasi.
00001228/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 25
52
5051XVIIPuslatbang KHAN LAN202419710218 199103 1 001Mahlil, SHLAKI-LAKIISLAMPeusangan18-02-1971S1TAMAN MEULIGO PB. SEULEUMAK LANGSAPemko LangsaJL. PANGLIMA POLEM LANGSADinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan UKMKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B85297179060mahlilkoperindag@gmail.com
RUMAH MITRA UMKM PRODUKSI DAN DISTRIBUSI
Kota Langsa merupakan salah satu kota di
Provinsi Aceh yang memiliki potensi besar
dalam tumbuhnya para pelaku usaha mikro
kecil menengah, data BPS berjumlah 17.676. Dinas
Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan
UKM Kota Langsa mempunyai tugas pokok
“Melaksanakan Urusan Pemerintah Daerah
Bidang Perindustrian, Bidang Perdagangan, Bidang Koperasi dan usaha kecil
Membentuk tim efektif yang melibatkan stakeholder.
Melakukan pendataan dan evaluasi pada pelaku UMKM saat ini termasuk mendata target pasar dan
produk strategis yang sudah di terapkan.
Memberikan bimbingan teknis kepada para pelaku UMKM.
Akan di bentuk rumah produksi dengan memanfaatkan aset sebagai tempat rumah produksi.
Peresmian Rumah Produksi dan Distribusi.
Melakukan koordinasi dengan pengusaha-pengusaha cafe agar dapat membuat etalase untuk
memamerkan produk UMKM.
Membentuk tim sebagai pengurus rumah produksi dan distribusi.
Membantu para pelaku UMKM untuk mengajak bergabung di rumah produksi dan distribusi.
Rumah produksi dan distribusi UMKM sudah mulai memproduksi produk-produk UMKM.
Memberikan bimbingan teknis (BIMTEK) untuk melatih UMKM dalam pengelolaan akun media sosial
dan mempublikasikan konten dengan berinteraksi langsung dengan pelanggan.
Retail-retail modern sudah memajangkan etalase untuk produk lokal.
Untuk cafe-cafe yang ada di Kota Langsa sudah mempunyai etalase produk-produk UMKM.
Para pelaku UMKM sudah bergabung di rumah produksi dan distribusi untuk memproduksi produk-
produk. Membantu UMKM membangun toko online yang lengkap untuk meningkatkan penjualan dan
jangkauan pasar
Membangun jaringan dengan memfasilitasi kolaborasi antara UMKM, membantu membangun
komunitas seperti komunitas rumah produksi untuk para pelaku UMKM yang tidak ada tempat untuk
produksi
Inovasi dan Kreatif mendorong para pengusaha retail-retail modern dan pengusaha cafe seluruh Kota
Langsa untuk dapat membuat etalase dan memasarkan produk-produk UMKM
00001229/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024memuaskan 35
53
5152XVIIPuslatbang KHAN LAN202419730820 200112 1 003Mauiza Uswa, S.T, M.TLAKI-LAKIISLAMAceh Tengah20-08-1973S2Lingkungan Jaya Blang Kolak I, Kec. Bebesan
Pemkab Aceh Tengah
Jl. Takengon Isaq, Komplek Perkantoran Blang Bebangka
Dinas Perumahan dan Pemukiman
Kepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B81360053253izauswa@gmail.comSTRATEGI PEMUTAKHIRAN DATA PERUMAHAN DAN KECIPTAKARYAAN BY NAME BY ADDRESS BERBASIS STAKEHODLER DI KABUPATEN ACEH TENGAH Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Aceh Tengah merupakan slaah satu SKPD yang memiliki tugas pelayanan kepada masyarakat dalam menyediakan infrastruktur bagi pengembanagan perumahan dan pemukiman. Dinas Perumahan dan Pemukiman berupaya untuk menyediakan data serta program yang bermanfaat untuk masyarakat maupun pemangku kepentingan sebagai pengambil kebijakan. data ini memiliki peran penting dalam merencanakan dan pengembanagna kawasan hunian. Saat ini pendataan pada bidang perumahan dan keciptakaryaan masih dilaksanakan secara manual dan mandiri oleh Dinas Perumahan dan Permukiman serta stakeholder terkait lainnya. Sehingga, data-data yang tersedia seringkali tidak sinkron satu sama lain, antara data pada Dinas Perumahan dan Permukiman dan dengan SKPD terkait. Untuk itu, dalam proyek perubahan ini akan dilakukan inovasi melalui pendekatan berbasis stakeholder, dimana pendataan perumahan dan keciptakaryaan akan dilakukan melalui satu pintu untuk mewujudkan satu data yang terintegrasi. Pada proyek perubahan ini, akan dilaksanakaan Nota Kesepahaman (MoU) dengan stakeholder lainnya. Dengan begitu, akan terjadi kerjasama antara Dinas Perumahan dan Permukiman dengan stakeholder yang terlibat. Data-data yang terinput dalam sistem nantinya akan dapat digunakan secara bersama-sama oleh pemangku kepentingan dalam proses pengambilan kebijakan pembangunan infrastruktur untuk masyarakat.
Terbangunnya sistem penginputan data serta layanan aduan infrastruktur perumahan dan keciptakaryaan. Adanya MoU dengan stakeholder untuk kerjasama pengumpulan data infrastruktur perumahan dan keciptakaryaan. Implementasi sistem penginputan data serta pelaporan atau layanan aduan infrastruktur perumahan dan keciptakaryaan. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang pengaplikasian sistem. Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) SKPD untuk mengolah dan mengelola data.
Pengembangan sistem pelaporan infrastruktur perumahan dan permukiman dengan mengintegrasikan sistem informasi ini dengan sistem lainnya di lingkup kabupaten.
Implementasi serta pemutakhiran data dan informasi infrastruktur perumahan dan permukiman.
Pengembangan sistem informasi menjadi sistem yang berbasis GIS (Geographic Information System).
00001230/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024memuaskan 23
54
5253XVIIPuslatbang KHAN LAN202419730806 200504 1 001Marwandi Munthe, S.T., M.TLAKI-LAKIISLAMTakengon06-08-1973S2Umah Opat Mongal, Kecamatan Bebesen
Pemkab Aceh Tengah
Pailang, Kecamatan Bebesen
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
Kepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B81377085252marwandi@yahoo.com
Strategi Membangun Kemitraan Koperasi Dengan
BUMK Untuk Menekan Inflasi
Bahwa awal tahun 2024 Kota Takengon menjadi salah satu daerah perhitungan Indek Harga Konsumen (IHK) dari data BPS Aceh Tengah bulan Mei 2024 inflasi di Aceh Tengah menyentuh angka 4,91% jauh diatas standar inflasi Nasional 3,5% tentu banyak faktor penyebab kenaikan inflasi ini. Proyek perubahan Strategi Membangun Kemitraan Koperasi Dengan BUMK Untuk Menekan Inflasi di Kabupaten Aceh Tengah merupakan langkah strategis dan trobosan baru dalam mengurangi dampak inflasi, terutama dalam memenuhi ketersediaan barang (stok), pendistribusian dan stabilisasi harga. Koperasi merupakan Lembaga ekonomi yang memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi ditingkat lokal dan dapatmenjadi Solusi efektif dalam menangani masalah inflasi, melalui Upaya kolaboratif antara pemerintah, koperasi, pelaku usaha (produsen) dan BUMK.
-Penandatanganan MOU antara koperasi dengan PT. Flora Agung
-Penandatanganan MOU antara Koperasi dengan 1 (satu) BUMK
-Terselenggarannya Pelaksanaan pasar rakyat di 1 (satu) kampung
-Terlaksananya penandatanganan MOU antara Koperasi dengan 10 (sepuluh) BUMK
-Terselenggaranya pelaksanaan kegiatan pasar rakyat
-Terlaksananya penandatanganan MOU antara koperasi dengan BUMK di targetkan dengan seluruh BUMK di
Kabupaten Aceh Tengah
-Terselenggaranya pelaksanaan kegiatan pasar rakyat di 14 (empat belas) Kecamatan
-Terlaksananya kerjasama koperasi Gayo Logistik Internasional dengan PT. Flora Agung ekspor komoditi cabe ke Sumatera Utara
00001231/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
11
55
5354XVIIPuslatbang KHAN LAN202419740531 199403 1 003Roy Christian Paul Sitorus Pane, APLAKI-LAKIKRISTENTanjung Balai31-05-1974S2Perum Firdaus Garden A24, Sei Rampah
Pemkab Serdang Bedagai
Jln. Negara Pasar Bengkel, Perbaungan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C83190460003roy.christ05@gmail.comSTRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH MELALUI OPTIMALISASI PEMANFAATAN SIINAS PADA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
Pengembangan industri kecil dan menengah merupakan salah satu prioritas utama untuk
mewujudkan pertumbuhan ekonomi sekaligus
untuk mendukung pencapaian visi dan misi
Kabupaten Serdang Bedagai, dimana sektor industri
pengolahan merupakan lapangan usaha yang
memiliki kontribusi besar dalam PDRB Kabupaten
Serdang Bedagai dan hal ini merupakan amanah
yang diemban oleh Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kabupaten Serdang Bedagai sebagai
penyelenggara urusan pemerintahan di bidang
perindustrian dan perdagangan.
Berdasarkan identifikasi permasalahan yang
dihadapi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Serdang Bedagai, dengan menggunakan
metode analisis ASTRID (Aktual, Spesifik,
Transformatif, Relevan dan Inovatif) dirumuskan isu
strategis lambatnya perkembangan industri kecil
dan menengah di Kabupaten Serdang Bedagai dan
selanjutnya dapat diketahui penyebab masalah
dengan menggunakan metode analisis fishbone.
Untuk dapat menemukan alternatif strategi
penyelesaian masalah digunakan metode analisis
SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations and
Result). Pemilihan alternatif pemecahan masalah
digunakan metode tapisan Mc. Namara, sehingga
dirumuskan alternatif strategi, yaitu Optimalisasi
Pemanfaatan Sistem Informasi Industri Nasional
(SIINAS), dengan melaksanakan sosialisasi dan
pendampingan SIINAS. Gagasan inovasi dalam
implementasi strategi yaitu penerapan teknologi
informasi dalam pelaksanaan sosialisasi SIINAS,
melalui pembuatan materi sosialisasi dalam bentuk
video tutorial menggunakan artificial intelligence
(AI) yang akan disampaikan melalui media platform
digital, seperti website dan media sosial, sehingga
dapat menjangkau audiens dalam hal ini pelaku
industri yang lebih luas dengan informasi yang
tersedia tanpa batasan waktu. Implementasi proyek perubahan dilaksanakan
melalui tahapan perubahan strategis dengan
pentahapan rencana proyek perubahan (milestone)
yang disusun dalam tiga tahap, yaitu tahap jangka
pendek dalam kurun waktu 2 bulan dimana dalam
tahap ini direncanakan dapat terwujud 40 pelaku
industri yang terdaftar dalam SIINAS. Tahap jangka
menengah dalam kurun waktu 6-12 bulan dengan
rencana mewujudkan 20 % dari jumlah pelaku industri
terdaftar dalam SIINAS, selanjutnya tahap jangka
Panjang dengan kurun waktu 12-24 bulan dengan
target 50 % pelaku industri terdaftar dalam SIINAS dan
kenaikan laju pertumbuhan sektor industri dalam PDRB
minimal 0,9 % dari tahun sebelumnya.
Proyek perubahan pada Dinas Perindustrian dan
Perdagangan juga direncanakan dengan menggunakan
branding pada strategi marketing dengan tagline
“Informasi akurat, Industri kuat, ekonomi tumbuh”.
Selanjutnya dilakukan pemetaan terhadap
stakeholders, baik internal maupun eksternal untuk
mengetahui pengaruh berbagai pihak, dengan kategori
promoters, latens, apethics maupun defenders, serta
pemetaan sumber daya untuk mengetahui keberadaan
sumber daya yang digunakan dalam proyek perubahan.
Perencanaan proyek perubahan juga didukung oleh
pembelajaran mata kuliah pendukung yaitu
Pembangunan Ekonomi Hijau, Manajemen
Pemerintahan, Pengawasan Berbasis Resiko dan Digital
Skill Dalam Pembuatan Kebijakan, sehingga memiliki
kaidah akademis yang dapat dipertanggungjawabkan.
1.Rapat koordinasi dengan mentor dan stakeholder 2. Rapat pembentukan tim efektif 3. Pembuatan SK tim efektif 4.Rapat pembahasan tugas tim efektif 5.Rapat tim penyusun materi sosialisasi 6.Penerbitan SK Coaching Clinic 7.Pelaksanaan sosialisasi SIINAS (Langsung dan melalui kanal youtube) 8.Pelaksanaan pendampingan melalui coaching clinic 9. Monitoring dan evaluasi1. Pelaksanaan sosialisasi SIINAS 2. Pelaksanaan Pendampingan melalui coaching clinic. 3.Monitoring dan evaluasi
1.Pelaksanaan sosialisasi SIINAS 2. Pelaksanaan Pendampingan melalui coaching clinic 3.Monitoring dan Evaluasi
00001232/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
10
56
5455XVIIPuslatbang KHAN LAN202419700825 200312 1 004dr. Helminur Iskandar Sinaga, M.KesLAKI-LAKIISLAMPerdagangan25-08-1970S2Jln. Anggrek No. 25, Perdagangan 1
Pemkab Serdang Bedagai
Jln. Negara Komplek Bumi Sergai, Kab. Serdang Bedagai
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Kepala DinasII-bPEMBINA UTAMA MUDAIV/C81265654641helmisinaga08@gmail.comREVITALISASI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK KENCANA DESA (KKD) DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2024

Program Kampung Keluarga
Berkualitas merupakan salah
satu kebijakan strategis
pemerintah melalui BKKBN
dalam upaya percepatan
peningkatan kualittas hidup P
penduduk Indonesia. Kebijakan ini praktis menjadi isu strategis
dalam perencanaan pembangunan di
pemerintah daerah melalui Dinas P2KBP3A
termasuk di Kabupaten Serdang Bedagai.
Beberapa indikator implementasi kebijakan
program keluarga berkualitas, antara lain
capaian cakupan akseptor KB baik yang
aktif maupun akseptor KB baru, capaian
TFR, IPM guna meningkatkan ketentraman,
kemandirian dan kebahagiaan keluarga.
seluruh indikator layanan kampung berkualitas
dan pemberdayaan perempuan dan
perlindungan anak tingkat desa.
1.

Mewujudkan penetapan SK Kepala Dinas
Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak tentang Tim Efektif.
2.

Mewujudkan Peraturan Bupati tentang
Revitalisasi Kampung Berkualitas melalui
Pembentukan Kelompok Kencana Desa (KKD)
3.

Mewujudkkan SK Bupati tentang Kelompok
Kencana Desa sebanyak 50 desa dari 243 desa
yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai.
4.

Mewujudkkan SK Kepala Desa tentang kelompok
kencana desa di 50 desa di Kabupaten Serdang
Bedagai.
5.

Membangun komunikasi efektif dan sinergisitas
dengan OPD terkait dengan upaya revitalisasi
kampung berkualitas dan implementasi
kelompok kencana desa.
6.

Mewujudkan sosialisasi kegiatan kelompok
kencana desa
7.
Melaksanakan launching revitalisasi kampung
Keluarga Berkualitas melalui Pembentukan
Kelompok Kencana Desa (KKD).
1. Membentuk Kelompok Kencana Desa di 100
desa dari 243 desa yang ada di Kabupaten
Serdang Bedagai.
2.

Membangun Kelompok Kencana Kecamatan di
tingkat Kecamatan
3.
4.Mewujudkan capaian keluarga sejahtera
Menciptakan sistem informasi keluarga
sejahtera
Membentuk Kelompok Kencana Desa di
seluruh desa yaitu 243 desa di Kabupaten
Serdang Bedagai
1.

Menyediakan anggaran untuk penyediaan
sarana dan prasarana pendukung operasional
Kelompok Kencana Desa;
2.

Menyediakan anggaran untuk penyediaan
sistem informasi keluarga sejahtera.
3.
Mewujudkan Peraturan Daerah tentang
Kampung Keluarga Berkualitas di Kabupaten
Serdang Bedagai.
4.

Meningkatnya pemenuhan capaian
indikator keluarga berkualitas.
00001233/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
sangat Memuaskan
18
57
5556XVIIPuslatbang KHAN LAN202419750109 200212 1001DR. Yandi Yusnandar, ST., MTLAKI-LAKIISLAMSigli01-09-1975S3Jl. Jeumpa Kopelma DarussalamPemkab Pidie JayaKomplek Perkantoran Cot Trieng
Dinas Kelautan Dan Perikanan
Kepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8126964152yandiy@gmail.comBUDIDAYA PERIKANAN YANG BAIK DAN INTEGRASI MANGROVE (BUDAYAKAN IMAN) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN TATA KELOLA DAN PENGUATAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN PIDIE JAYADinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten
Pidie Jaya merupakan salah satu organisasi
pemerintah daerah yang memiliki tugas
penting dalam melaksanakan pembangunan
sektor kelautan dan perikanan. Pembangunan
dalam sektor ini ditujukan untuk
mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
laut secara berkelanjutan, yang bertujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi
masyarakat pesisir serta menyediakan sumber
protein hewani yang krusial bagi ketahanan
pangan. Sebagai lembaga pemerintah daerah,
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten
Pidie Jaya memainkan peran krusial dalam
pengelolaan sektor kelautan dan perikanan
di wilayahnya. Dinas ini bertanggung jawab
untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber
daya laut dengan cara yang berkelanjutan
dan berfokus pada kesejahteraan ekonomi
masyarakat pesisir. Selain itu, dinas ini juga
berperan dalam menyediakan sumber
protein hewani yang esensial bagi
ketahanan pangan. Untuk mencapai tujuan
tersebut, diperlukan penerapan strategi dan
pendekatan inovatif yang melibatkan
interaksi serta pembelajaran dari berbagai
pemangku kepentingan,
a. Terbentuknya tim efektif implementasi BUDAYAKAN IMAN dan rapat persiapan pelaksanaan
kegiatan.
b. Tersusunnya rancangan peraturan Kepala Daerah tentang prosedur penerimaan program
pemerintah bidang kelautan dan perikanan.
c. Tersusunnya Proposal Program BUDAYAKAN IMAN
d. Tersusunnya media promosi BUDAYAKAN IMAN.
e. Terbentuknya tim pelaksana kegiatan operasionalisasi Balai Benih Multi Species Fish (BBMSF).
a. Ditetapkannya Peraturan Kepala Daerah tentang prosedur penerimaan program pemerintah
bidang kelautan dan perikanan.
b. Terdistibusinya Proposal Program BUDAYAKAN IMAN kepada lembaga donor/sponsor.
c. Terlaksananya Sosialisasi Promosi BUDAYAKAN IMAN.
d. Beroperasinya BBSMF secara parsial.
a. Terimplementasikannya Prosedur Penerimaan Program Pemerintah Bidang Kelautan dan
Perikanan.
b. Terimplementasikannya konsep BUDAYAKAN IMAN.
c. Berkembangnya layanan BBMSF lebih lanjut.
00001234/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024memuaskan 32
58
5657XVIIPuslatbang KHAN LAN202419761230 200112 1 002H. Isnaini, ST., M.SiLAKI-LAKIISLAMPidie30-12-1976S2Jln. Sigli-Garot, Gampong Pukat, Kec. Pidie, Kabupaten PIdiePemkab PidieJln. Prof. A. Majid Ibrahim, Sigli
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
Kepala BadanII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B81360009134isnainiibrmsi@gmail.comSITARENBANG TANGKIS PIDIE Kolaborasi Stakeholder dalam perencanaan pembangunan untuk percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem di kabuoaten pidieProyek Perubahan yang akan
dilaksanakan berjudul
“Sitarenbang Tangkis Pidie”
Kolaborasi Stakeholder Dalam
Perencanaan Pembangunan
Untuk Percepatan
Penanggulangan Kemiskinan
Ekstrem di Kabupaten Pidie.
Proyek Perubahan ini merupakan
inovasi yang akan dilaksanakan
oleh Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah Kabupaten
Pidie dalam rangka percepatan
penanggulangan kemiskinan
secara efektif sesuai karakteristik
wilayah dan kearifan lokal di
Kabupaten Pidie.
1.Membentuk Tim Efektif 2.Rapat Verifikasi dan validasi Data Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem 3. Rapat Koordinasi Tim efektif dalam rangka pelaksanaan rapat koordinasi TKPKD 4. Rapat koordinasi tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah (TKPKD) 5.Rapat reviu dokumen rencana penanggulangan kemiskinan daerah (RPKD) 6.Rapat koordinasi penyusunan rencana aksi penanggulangan kemiskinan 7.Rapat penyusunan rancangan sk Bupati tentang TKPKD 8.Rapat penyusunan rancangan perubahan peraturan Bupati tentang TKPKD 9.Rapat penyusunan peta digital spasial kantong kemiskinan 10.Rapat pembahasan penyusunan rancangan perubahan peraturan bupati tentang TKPKD 11. Launching peta digital spasial kantong kemiskinan1.Verifikasi usulan OPD dalam penanggulangan kemiskinan 2. Evaluasi sinergitas usulan lintas OPD dalam PKPelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem 2. Penetapan Gampong sebagai Pilot Project 3. Monitoring dan Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan yang melibatkan stakeholder00001235/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024memuaskan 28
59
5758XVIIPuslatbang KHAN LAN202419860623 200701 1 001Edy Saputra, S.IP., M.MLAKI-LAKIISLAMPidie23-06-1986S2Keunire-PidiePemkab PidieJln. Prof. A. Majid Ibrahim, Sigli
Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga
Kepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B85222780070ayah.naifa16@gmail.com“STRATEGI PENGELOLAAN DESTINASI WISATA DI KABUPATEN PIDIE MELALUI PEMBENTUKAN DESA WISATA GUNA PENINGKATAN EKONOMI KREATIF MASYARAKAT”
Proyek Perubahan ini bertujuan
untuk mengembangkan
pengelolaan Destinasi Wisata
Melalui Pembentukan Pemuda
Sadar Wisata Guna Untuk
Peningkatan Ekonomi Kreatif
Masyarakat, Strategi ini
dirancangan untuk
memfasilitasi masyarakat yang
berkunjung di destinasi wisata
di Kabupaten Pidie yang aman,
nyaman dan bersih sehingga
dengan pengelolaan destinasi
wisata yang lebih teratur
transparan dan bebas dari
pungli.

Proyek perubahan ini merupakan suatu ide kreatif dan inovatif dari
Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pidie untuk
meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat dan melibatkan
pemuda dalam pengelolaan destinasi wisata demi terwujudnya
masyarkat yang sadar akan menjaga dan melestarikan wisata baik
wisata alam, wisata budaya dan wisata kuliner.
1. Tersedianya Keputusan Bupati tentang Pembentukan Pemuda Sadar Wisata;
2. Tercapainya Kesepahaman dengan Stakeholder mengenai tujuan Pembentukan Pemuda Sadar
Wisata;
3. Terciptanya rancangan/ Desain Desa Wisata;
4. Promosi Destinasi Wisata Secara Digital;
5. Terbentuknya 1 Desa Wisata di Kabupaten Pidie.
1. Terbentuknya Pemuda Sadar Wisata pada 23 Kecamatan Kabupaten Pidie;
2. Terbentuknya 5 Desa Wisata di Kabupaten Pidie;
3. Tersedinya sarana dan prasarana umum serta kemudahan akses menuju lokasi destinasi wisata;
4. Meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari dalam daerah maupun dari luar.
1. Terbentuknya Pemuda Sadar Wisata di seluruh Desa/Gampong dalam Kabupaten Pidie;
2. Terbentuknya 10 Desa Wisata di Kabupaten Pidie
3. Tersedianya informasi wisata melalui platform social media;
4. Terpeliharanya objek wisata dengan baik;
5. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat;
Meningkatnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata.
00001236/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 36
60
5859XVIIPuslatbang KHAN LAN2024 19750826 200604 1001Ir. Fadhli, S.T., M.TLAKI-LAKIISLAMBanda Aceh26-08-1975S2BireuenPemkab BireuenJalan Tgk Chik Ditiro, BireuenDinas PUPRKepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B8116701726fadhli.amir1726@gmail.comDigitalisasi Penguatan Pengendalian Proyek Melalui Sistem Pemantauan Proyek Berbasis Aplikasi dan GIs (SISPAMPRO)Pengendalian proyek merupakan aspek krusial dalam memastikan proyek berjalan sesuai rencana, baik dari segi waktu, anggaran, maupun kualitas hasil. Tanpa pengendalian
yang efektif, proyek infrastruktur rentan terhadap keterlambatan, pembengkakan biaya, serta hasil yang tidak optimal. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bireuen menghadapi tantangan ini dalam pengelolaan berbagai proyek infrastruktur, sehingga diperlukan sistem yang mampu memantau dan mengendalikan setiap tahapan proyek secara real-time dan terintegrasi. Berdasarkan analisis APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan) dan USG (Urgency, Seriousness, Growth), ditemukan bahwa pengendalian proyek yang tidak efektif di Dinas PUPR Bireuen adalah masalah prioritas. Masalah ini mendesak, serius, dan terus berkembang, terutama disebabkan oleh keterlambatan pelaporan, miskomunikasi, dan kurangnya akses data real-time. Sistem manual yang digunakan saat ini menghambat pengambilan keputusan yang tepat waktu. SISPAMPRO (Sistem Pemantauan Proyek Berbasis
Aplikasi dan GIS) bertujuan meningkatkan efisiensi pengelolaan proyek infrastruktur melalui pemantauan real-time, mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta mengurangi risiko penyimpangan. Sistem ini membantu meningkatkan kolaborasi antar pihak terkait dan mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta terukur.
a. Tersedianya kerjsama dengan Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Badan Perencanaan Daerah Bireuen dan Aceh, Badan Pengelola Keuangan Daerah Bireuen dan Provinsi Aceh, Inspektorat Kabupaten, Biro Administrasi Pembangunan Aceh, Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan Nasional.
b. Pembuatan Aplikasi Sistem Pengendalian Proyek berbasis Digital yang dinamakan SIS-PAMPRO (Sistem Pengendalian Proyek Berbasis Digital menggunakan Aplikasi dan Web Gis).
c. Penyusunan SOP
d. Impelementasi SISPAMPRO pada Dinas PUPR
e. Sosialisasi SISPAMPRO dan SOP pada Dinas terkait.
a. Terlaksananya kerjasama integrasi SISPAMPRO dengan Bagian Administrasi Pembangunan Sek retariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Badan Perencanaan Daerah Bireuen dan Aceh, Badan Pengelola Keuangan Daerah Bireuen dan Provinsi Aceh, Inspektorat Kabupaten, Biro Administrasi Pembangunan Aceh, Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan Nasional.
b. Terintegrasinya SISPAMPRO dengan Dinas Terkait
c. Melengkapi sistem berdasarkan umpan balik pengguna : melengkapi database proyek dan pelaporan yang lebih akurat dengan penambahan fitur-fitur pendukung pemantauan dan pelaporan, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas sistem.
a. Melakukan Pengembangan berkelanjutan SISPAMPRO dengan penambahan fitur kolaborasi yang mendukung kerja jarak jauh dan koordinasi tim yang tersebar.

b. Meningkatkan aksesibilitas pengguna secara berjenjang sampai ke pimpinan tertinggi dalam evaluasi dan monitoring proyek PUPR.

c. Organisasi Perangkat Daerah mengadopsi SISPAMPRO
00001237/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024
Sangat Memuaskan
5
61
5960XVIIPuslatbang KHAN LAN202419760213 199603 1 001Mursyidi, S.H., M.M LAKI-LAKIISLAMSamalanga13-02-1976S2Simpang MamplamPemkab BireuenJalan Tgk Chik Ditiro, Bireuen
Dinas Pertanahan
Kepala DinasII-bPEMBINA TINGKAT IIV/B82166229162mursyidialdaudi@gmail.comPANGKALAN DATA PERTANAHAN UNTUK EFEKTIFITAS
PEMANFAATAN ASET DI PEMERINTAH KABUPATEN BIREUEN
Pangkalan Data Pertanahan adalah sebuah sistem terintegrasi yang mengumpulkan, menyimpan dan mengelola data terkait dengan kepemilikan, batas, penggunaan lahan daninformasi lainnya yang relevan dengan sektor pertanahan.Pangkalan data menjadi penting dalam penanganan masalah pertanahan. Beberapa faktor antara lain dengan adanya pangkalan data informasi tentang kepemilikan tanah menjadi lebih transparan mudah di akses oleh publik,prose pengurusan sertifikat tanah, penyelesaian sengketa dan perencanaan tata ruang menjadi lebih efisien, data tersimpan di pangkalan data lebih akurat serta upto date sehingga mengurangi resiko kesalahan dalam pengambilan keputusan dan aksesibilitas informasi tentang tanah dapat di akses dengan mudah oleh berbagai pihak yang berkepentingan.
1.Terbentuknya tim efektif dan dukungan stakeholder internal dan eksternal 2.Terlaksananya survey di kecamatan kota juang 3. Terlaksananya survey pengambilan titik koordinat dan foto titik lokasi di kecamatan kota juang 4. Terbuatnya layout peta 5. Terselenggaranya pembuatan pangkalan data tanah untuk kecamatan kota juang1.Terselenggaranya Pembuatan Pangkalan data tanah untuk kecamatan jeumpa dan kuala1.Terselenggaranya Pembuatan Pangkalan data tanah untuk 17 kecamatan00001238/PKN TK. II/4012/016/LAN-LAN/2024Memuaskan 37
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101