ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
KOMPETENSI/ELEMEN
2
MATA PELAJARAN SOSIOLOGI
3
JENJANG SMA
4
DISUSUN BERDASAR KEPTUSAN KEPALA BADAN STANDAR, KURIKULUM DAN ASESMEN PENDIDIKAN NOMOR : 032/H/KR/2024
5
1Informasi UmumPenyusun: Slamet Triyono
6
Sekolah: SMA Negeri 1 Cilacap
7
Mata Pelajaran: Sosiologi
8
Fase E: E
9
2Elemen/KompetensiPemahaman KonsepKeterampilan Proses
10
Mata pelajaran IPS diawali dengan
pemahaman terhadap materi meliputi definisi dan konsep yang dikaitkan dengan peristiwa dan fenomena manusia pada bidang sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Pemahaman konsep mata pelajaran IPS difokuskan pada materi yang akan digunakan untuk menjawab pertanyaan kunci sehingga perlu direkomendasikan materi ajar yang relevan. Elemen pemahaman konsep mengarahkan peserta didik untuk dapat mendefinisikan, menafsirkan, dan merumuskan konsep atau teori dengan bahasa mereka sendiri. Pada elemen ini, peserta didik tidak hanya hafal secara verbal, tetapi juga memahami konsep dan konteks dari masalah atau
fakta yang ditanyakan.
Pendekatan keterampilan proses adalah pendekatan pembelajaran yang fokus pada proses belajar, aktivitas, dan kreativitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan, nilai, dan sikap, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik perlu mengasah pengetahuan dan keterampilan berpikir untuk memahami lebih dalam peristiwa dan fenomena yang terjadi pada kehidupan manusia. Hal ini untuk mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat yang
berkebinekaan global.Keterampilan proses dalam mata pelajaran IPS meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan, menarik kesimpulan, mengomunikasikan, merefleksikan,
dan merencanakan projek lanjutan
11
3Capaian Pembelajaran PertahunPeserta didik mampu memahami fungsi sosiologi sebagai ilmu yang secara kritis, analitis, kreatif, dan solutif mengkaji masyarakat. Peserta didik
mampu memahami status dan peran individu dalam kelompok sosial dan memahami berbagai ragam gejala sosial yang ada di dalam masyarakat. Peserta didik mampu memahami keragaman manusia dan budayanya sebagai bagian dari masyarakat multikultural.
●mengamati fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara sistematis serta menemukan persamaan dan perbedaannya dan potensinya; ●membuat pertanyaan secara mandiri untuk menggali informasi tentang fenomena kehidupan manusia dalam dimensi ruang dan waktu secara sistematis;
●mengumpulkan informasi dari sumber primer dan/atau sekunder, melakukan observasi, dan mendokumentasikannya;
●menarik simpulan berdasarkan dari informasi yang diperoleh dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi dan hasil dokumentasi;
●mengomunikasikan hasil analisis informasi yang
diperoleh dari sumber primer dan/atau sekunder, data hasil observasi, dan hasil dokumentasi dalam bentuk media digital dan/atau nondigital; dan
●merefleksikan hasil analisis informasi yang diperoleh dari sumber primer dan/atau sekunder, hasil observasi, dan hasil dokumentasi serta menyusun rencana tindak
lanjut.
12
4Alur Tujuan Pembelajaran Fase EMateriTopikKompetensiIndikator PenilaianEviden/BuktiJumlah Jam
13
E.1. Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu untuk mengkaji kehidupan masyarakat dengan berbagai perspektif kajian teori sosiologi dan pendapat diri peserta didik serta melakukan identifikasi berbagai ragam gejala sosial dilingkungan sekitar melalui metode ilmiah.Sosiologi sebagai ilmuFungsi sosiologi sebagai ilmu tentang masyarakat serta konsep-konsep dasar sosiologi seperti keluarga, masyarakat dan interaksi sosialMenjelaskan1Menjelaskan fungsi sosiologi untuk mengkaji gejala sosial di masyarakatDeskripsi pemahaman sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat disertai contoh konsep dasar sosiologi103 jam
14
Merumuskan2Mengemukakan sifat dan hakekat sosiologi sebagai ilmu dalam mengkaji masyarakat
15
Menunjukan3Menjelaskan manfaat dan kegunaan sosiologi dalam kehidupan
16
Menjelaskan4Menjelaskan karakteristik sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yanng ilmiah
17
Memberi contoh5Memberi contoh konsep dasar sosiologi seperti masyarakat dan keluarga
18
Interaksi sosial sebagai konsep dasar sosiologiMendeskripsikan1Mendeskripsikan pemahaman inetraksi sosial dalam kehidupanPresentasi/video/film pendek/vlog /tentang dinamika kehidupan sosial masyarakat Indonesia
19
Mendeskripsikan2Mendeskripsikan jenis-jenis interaksi sosial dalam kehidupan masyarakat
20
Menjelaskan3Menjelaskan faktor-faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial
21
Mendeskripsikan4Mendeskripsikan bentuk-bentuk interaksi sosial yang ada dalam kehidupan
22
E.2. Memahami konsep tentang status dan peran individu dalam kelompok melalui studi literasi dan observasi secara nyata dalam lingkungan sekitar, serta mengomunikasikan dalam bentuk paparan secara terbuka Status dan peranHubungan status dan peran dalam kehidupan sosialMendeskripsikan1Mendeskripsikan pemahaman tentang status dalam kehidupan masyarakatPresentasi dalam bentuk video,info grafis, film pendek atau PPT tentang hubungan status dan peran manusia dalam kehidupan
23
memberi contoh2Menjelaskan bentuk status dalam masyarakat
24
menemukan3memberi contoh tentang berbagai macam status yang melekay dalam diri seseorang
25
menjelaskan4Mendeskripsikan pemahaman tentang peran dalam kehidupan masyarakat
26
mengomunikasikan5Menarik kesimpulan hubungan antara status dan peran yang harus dijalankan manusia dalam kehidupan
27
E.3. Menganalisis ragam gejala sosial sebagai dinamika dalam kehidupan masyarakat mutikutural dan mengevaluasinya dengan berdasarkan pada fakta-fakta sosial yang aktual terjadi di masyarakat, menjelaskan fungsi pengendalian sosial dalam menghadapi ragam gejala sosial yang terjadiMenganalisis ragam gejala sosial dalam masyarakat serta fungsi pengendalian sosialRagam Gejala Sosial dan pengendalian sosialMendeskripsikan1Mendeskripsikan pengertian gejala sosial berdasarkan berbagai literaturlaporan hasil analisis/kerja kelompok tentang ragam gejala sosial berupa bahan tayang serta hasil kerja
28
menganalisis2Menganalisis adanya ragam gejala sosial dalam masyarakat multikultural berdasarkan konteks kehidupan nyata
29
Menjelaskan3Menjelaskan macam-macam gejala sosial yang ada dalam masyarakat
30
Presentasi4Melakukan presentasi tentang fenomena gejala sosial dalam masyarakat melalui studi literasi
31
Menjelaskan5Menjelaskan posisi nilai dan norma dalam menghadapi gejala sosial di masyarakat
32
Menjelaskan6Menjelaskan sosialisasi dalam masyarakat multikultur sebagai gejala sosial yang ada
33
Mendeskripsikan7Mendeskripsikan perilaku menyimpang sebagai bentuk gejala sosial dalam kehidupan masyarakat
34
Menjelalskan8Menjelaskan fungsi pengendalian sosial dalam menyikapi ragam gejala sosial dalam masyarakat
35
E.4. Mendeskripsikan keragaman masyarakat Indonesia serta nilai-nilai yang mendasari tetap berlangsungnya keragaman tersebut sebagai sebuah kekayaan bangsa dan negaraKeragaman masyarakat Indonesia sebagai kekayaan bangsa dan negaraKeragaman dalam kehidupan masyarakatMenjelaskan1Menjelaskan pengertian keragaman dalam kehidupan masyarakat IndonesiaMembuat presentasi/film atau video pendek/info grafis atau flyer tentang keanekaragaman masyarakat Indonesia sebagai sebuah kekayaan bangsa
36
Mendeskripsikan2Mendeskripsikan keanekaragaman kelompok sosial di Indonesia
37
Menjelaskan3Menjelaskan keanekaragaman Budaya Indonesia
38
Merancang4Merancang presentasi/pembuatan video pendek tentang salah satu suku bangsa di Indonesia
39
Menganalisis5Menganalisis nilai-nilai universal pada suku bangsa di Indonesia
40
Menyajikan6Menyajikan presentasi/video tentang kehidupan salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia
41
Menyajikan7Menyajikan hasil analisis tentang nilai-nilai universal yang ada pada suku di Indonesia
42
5Profil Pelajar PancasiaPeserta didik menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepa Tuhan Yang Maha Esa (diwujudkan dalam perilaku beribdaha menurut agama dan kepercayaannya, toleransi terhadap umat beragama lain, menjunjung tinggi perbedaan), Mandiri (diwujudkan dalam sikap dan perilaku tidak bergantung pada orang lain, percaya diri, bersedaia menerima kritik, Bergotong-royong (diwujudkan melalui tindakan bersedia bekerjasama, menghargai hasil karya orang lain, bersedaia mengemukakan pendapat),Berkebinekaan global (diwujdukan dalam perilaku selalu belajar, memiliki cakrawala yang luas, bersedia mengembangkan potensi dirinya, berorientasi ke masa depan, memiliki cita-cita yang tinggi ), Bernalar Kritis (memiliki kemampuan memilih dan memilah informasi, mampu menylesaikan persoalan bersama, sanggup memecahkan masalah, dapat mengambil keputusan), Kreatif (diwujudkan dalam sikap dan perilaku memiliki gagasan yang orisinil, mampu menciptakan suasana yang baik, dapat mebawa pembaharuan atau inovasi, memiliki semangat juang yang tinggi).
43
6Glosarium
Akulturasi : Proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok masyarakat dengan suatu kebudayaannya dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing
44
Analisis Penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.
45
Gejala sosial : suatu fenomena yang ditandai dengan timbulnya permasalahan sosial yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tingkah laku setiap individu di dalam lingkungan kehidupannya. Dengan kata lain, setiap gejala ini menjadi dampak sekaligus penyebab dari gejala sosial lainnya.
46
Tindakan sosial : tindakan yang bersifat subjektif dalam segala perilaku manusia. Ciri utama dari perilaku dalam tindakan sosial adalah pemaknaan yang bersifat subjektif, mampu mempengaruhi orang lain dan menerima pengaruh dari orang lain.
47
Lembaga sosial : seperangkat aturan yang mengatur rangkaian tata cara dan prosedur dalam melakukan hubungan antar manusia saat mereka menjalani kehidupan bermasyarakat dengan tujuan mendapatkan keteraturan hidup
48
Masyarakat multikutural : masyarakat yang terdiri dari berbagai macam suku yang masing-masing punya struktur budaya yang berbeda-beda. Mereka dapat hidup bersama berdampingan satu sama lain yang sederajat dan saling berinterseksi dalam suatu tatanan kesatuan sosial politik.
49
Keteraturan sosial : kondisi kehidupan yang aman, tentram, dan tertib dari perilaku yang merugikan masyarakat. Untuk mewujudkan kondisi tersebut, maka dibuat nilai dan norma yang berfungsi untuk mengontrol perilaku masyarakat.
50
Tertib sosial : kondisi kehidupan masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur, sebagai hasil hubungan yang selaras antara tindakan, nilai, dan norma dalam interaksi sosial
51
Konteks : bagian suatu uraian atau kalimat yang dapat mendukung atau menambah kejelasan makna situasi yang ada hubungannya dengan suatu kejadian. Ada beberapa jenis konteks.
52
Eksplorasi : penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan) dan fakta sosial yang sesungguhnya.
53
Metodologi ilmiah : suatu prosedur atau tata cara sistematis yang digunakan para ilmuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi
54
Identitas diri : kesadaran individu untuk menempatkan diri dan memberi arti pada dirinya sebagai seorang pribadi yang unik, memiliki keyakinan yang relatif stabil, serta memiliki peran penting dalam konteks kehidupan bermasyarakat.
55
Penelitian sosial : penyelidikan-penyelidikan yang dirancang untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan sosial, hubungan antara dua atau lebih gejala sosial, atau praktik-praktik sosial dengan cara metodologi ilmiah.
56
Entitas : sesuatu yang memiliki keberadaan yang unik dan berbeda, walaupun tidak harus dalam bentuk fisik.
57
7Rasional Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Penyederhanaan dan penetapan materi esensial dalam alur tujuan pembelajaran (ATP) dimaksudkan untuk mencapai pemahaman dasar materi sosiologi fase E secara efektif dan sesuai dengan kebutuhan. Penyusunan alur pembelajaran juga mempertimbangan tahapan dalam proses pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan system thingking (suatu proses untuk melihat segala sesuatu sebagai kesatuan utuh dan menekankan pada hubungan antar elemen yang ada pada suatu sistem) . Dengan model alur tujuan pembelajaran mendorong peserta didik mampu mengkontektualisasikan materi pembelajaran dengan kehidupan yang nyata di masyarakat. Pencapaian pembelajaran pada elemen keterampilan proses inkuiri (inquiry process skill) dapat dilakukan dengan dua alternatif, yakni berdiri sendiri pada pembelajaran sosiologi dan atau melalui studi multidisiplin dengan mata pelajaran lain dalam bentuk kegiatan pembelajaran berbasis proyek (project based learning/problem based learning/integreted learning).
58
8Catatan khusus penggunaan alur tujuan pembelajaranPenggunaan alur tujuan pembelajaran (ATP) perlu memperhatikan kondisi kesiapan satuan pendidikan yang terkait dengan intek siswa, kompetensi guru, heterogenitas kondisi siswa, akses jaringan internet, ketersediaan sarana pendukung, dinamika lingkungan sekitar pembelajaran dan kearifan lokal budaya masyarakat setempat.
59
60
MengetahuiCilacap, 22 Juli 2024
61
Kepala SekolahGuru Mata Pelajaran
62
63
64
65
66
67
Rajan, S.Pd,S.S, M.PdDrs. Slamet Triyono
68
NIP 19650912 199412 1 005
NIP 19650425 199512 1 001
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100