| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | JANUARI 2025 | |||||||||||||||||||||||||
2 | No. | Jenis Kegiatan | Rujukan | Non Rujukan | Dirujuk | |||||||||||||||||||||
3 | Medis | Non Medis | ||||||||||||||||||||||||
4 | Rumah Sakit | Bidan | Puskesmas | Faskes Lainnya | Jumlah Hidup | Jumlah Mati | Total Rujukan Medis | Jumlah Hidup | Jumlah Mati | Total Rujukan Non Medis | Jumlah Hidup | Jumlah Mati | Total Non Rujukan | |||||||||||||
5 | A | NEONATAL | ||||||||||||||||||||||||
6 | 1 | Bayi Lahir Hidup | ||||||||||||||||||||||||
7 | 1.1 | Lahir Prematur (< 37 minggu) | 66 | |||||||||||||||||||||||
8 | > 2500 gram | 1 | 0 | |||||||||||||||||||||||
9 | 1.1.1 | 1500 - <2500 gram (BBLR) | 8 | 0 | ||||||||||||||||||||||
10 | 1.1.2 | 1000 - <1500 gram (BBLSR) | 1 | 0 | ||||||||||||||||||||||
11 | 1.1.3 | <1000 gram (BBLER) | 1 | 1 | 0 | 1 | ||||||||||||||||||||
12 | 1.2 | Lahir Non Prematur (≥ 37 - 41 minggu) | ||||||||||||||||||||||||
13 | 1.2.1 | 1500 - <2500 gram (BBLR) | 1 | 3 | 0 | |||||||||||||||||||||
14 | 1.2.2 | 2500 - <4000 gram (BBLN) | 2 | 1 | 47 | 0 | 1 | |||||||||||||||||||
15 | 1.2.3 | ≥4000 gram (BBLL) | 3 | 0 | ||||||||||||||||||||||
16 | 1.3 | Lahir Lebih dari 41 minggu | ||||||||||||||||||||||||
17 | 1.3.1 | 1500 - <2500 gram (BBLR) | ||||||||||||||||||||||||
18 | 1.3.2 | 2500 - <4000 gram (BBLN) | 2 | 0 | ||||||||||||||||||||||
19 | 1.3.3 | ≥4000 gram (BBLL) | ||||||||||||||||||||||||
20 | 3 | Kematian Neonatal dan Perinatal | ||||||||||||||||||||||||
21 | 3.1 | Kematian Neonatal Dini (0 - 7 hari) | 1 | |||||||||||||||||||||||
22 | 3.2 | Kematian Neonatal Lanjut Perinatal (8 - 28hari) | 1 | |||||||||||||||||||||||
23 | 4 | Komplikasi Neonatal: | ||||||||||||||||||||||||
24 | 4.1 | Asfiksia | 27 | |||||||||||||||||||||||
25 | 4.2 | Trauma Kelahiran | ||||||||||||||||||||||||
26 | 4.3 | BBLR | 1 | 8 | ||||||||||||||||||||||
27 | BBLSR | 1 | ||||||||||||||||||||||||
28 | 4.4 | Tetanus Neonatorum | ||||||||||||||||||||||||
29 | 4.5 | Kelainan Bawaan | ||||||||||||||||||||||||
30 | 4.6 | Covid-19 | ||||||||||||||||||||||||
31 | 4.7 | Infeksi / Sepsis | 8 | |||||||||||||||||||||||
32 | 4.8 | Komplikasi lainnya | ||||||||||||||||||||||||
33 | BPD | 1 | ||||||||||||||||||||||||
34 | HIE | 1 | ||||||||||||||||||||||||
35 | N. JAUNDICE | 1 | 6 | |||||||||||||||||||||||
36 | N. PNEUMONIA | 1 | 2 | |||||||||||||||||||||||
37 | N. JHIPOGLIKEMIA | 1 | ||||||||||||||||||||||||
38 | RDS/TTN | 5/1 | ||||||||||||||||||||||||
39 | dengue | 1 | ||||||||||||||||||||||||
40 | 5 | Bayi BBLR yang dilakukan perawatan metode kanguru | 3 | |||||||||||||||||||||||
41 | 7 | Bayi baru lahir yang dilakukan Skrining Hipertiroid Kongenital | 50 | |||||||||||||||||||||||
42 | 12 | Bayi mendapatkan imunisasi, Vitamin, dan Pengobatan Profilaksis: | ||||||||||||||||||||||||
43 | 12.1 | Hb 0 | 1 | 50 | ||||||||||||||||||||||
44 | 12.2 | BCG | ||||||||||||||||||||||||
45 | 12.3 | Polio 1,2,3 | ||||||||||||||||||||||||
46 | 12.4 | DPT-HB-HiB 1, 2,3,4 | ||||||||||||||||||||||||
47 | 12.5 | IPV | ||||||||||||||||||||||||
48 | 12.6 | Campak-Rubella | ||||||||||||||||||||||||
49 | 12.7 | Vitamin A 100.000 SI (1 kali dalam setahun) | ||||||||||||||||||||||||
50 | 12.8 | Pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) | 3 | 1 | 1 | 71 | ||||||||||||||||||||
51 | 13 | Bayi yang lahir dari Ibu HIV + | ||||||||||||||||||||||||
52 | 13.1 | Pemeriksaan Early Infant Diagnosis (EID) | ||||||||||||||||||||||||
53 | 13.2 | Pengobatan ARV bagi balita HIV+ | ||||||||||||||||||||||||
54 | 13.3 | Pengobatan profilaksis kotrimoksazol (ZIDOVUDIN) | 1 | |||||||||||||||||||||||
55 | 14 | Bayi yang lahir dari Ibu Sifilis + | ||||||||||||||||||||||||
56 | 14.1 | Pemeriksaan Titer RPR | ||||||||||||||||||||||||
57 | 14.2 | Pengobatan dosis tunggal Benzatin Penicilin G | ||||||||||||||||||||||||
58 | 15 | Bayi yang lahir dari Ibu Hepatitis + | ||||||||||||||||||||||||
59 | 15.1 | Pemeriksaan serologis HBs Ag | ||||||||||||||||||||||||
60 | 15.2 | Pemberian Hb 0 | ||||||||||||||||||||||||
61 | 15.3 | Pemberian Hb Ig | ||||||||||||||||||||||||
62 | ||||||||||||||||||||||||||
63 | Pengisian formulir 3.7 Rekapitulasi Kegiatan Pelayanan Neonatal, Bayi, dan Balita sebagai berikut: | |||||||||||||||||||||||||
64 | 1. Formulir kegiatan Neonatal, Bayi, dan Balita digunakan untuk mengetahui jumlah pelayanan pada neonatal, bayi, dan Balita mulai dari pendataan kelahiran, IMD, Skrining Hipertiroid Kongenita, gizi buruk, pemberian imunisasi, vitamin, dan profilaksis. | |||||||||||||||||||||||||
65 | 2. Data yang dilaporkan merupakan kegiatan pelayanan Neonatal, Bayi, dan Balita sesuai dengan jenis kegiatan pelayanan yang diberikan. Formulir ini mencatat banyaknya kegiatan yang dilaksanakan dan bukan pada jumlah pasien, maka dapat dipastikan terjadinya double counting pasien. | |||||||||||||||||||||||||
66 | 3. Bayi lahir hidup diisi dengan jumlah bayi yang dilahirkan dalam kondisi hidup berdasarkan usia janin saat dilahirkan yaitu Lahir Prematur (< 37 minggu), Lahir Non Prematur (≥ 37 - 41 minggu), dan Lahir Lebih dari 41 minggu; yang masing-masing dibagi lagi berdasarkan berat bayi pada saat lahir. | |||||||||||||||||||||||||
67 | 4. Jumlah Lahir Mati diisi dengan kematian janin sebelum lahir pada usia gestasi kehamilan ibu > 28 minggu (atau berat janin ≥ 1000 gram dan/atau panjang badan ≥ 35 cm). Jumlah lahir mati diisi dengan jumlah lahir mati pada tahap antepartum dan intrapartum, tidak diisi di kolom jumlah hidup dan dirujuk. | |||||||||||||||||||||||||
68 | 5. Lahir mati antepartum diisi dengan kematian janin di dalam kandungan pada usia gestasi kehamilan ibu > 28 minggu sampai sebelum adanya tanda-tanda persalinan (sebelum kala 2). | |||||||||||||||||||||||||
69 | 6. Lahir mati intrapartum diisi dengan kematian janin pada usia gestasi kehamilan ibu > 28 minggu yang terjadi pada saat proses persalinan (saat kala 2). | |||||||||||||||||||||||||
70 | 7. Kematian neonatal terbagi menjadi kematian neonatal dini (kematian bayi baru lahir yang terjadi pada usia 0-7 hari) dan kematian neonatal lanjut perinatal (kematian bayi baru lahir yang terjadi pada usia 8-28 hari). | |||||||||||||||||||||||||
71 | 8. Komplikasi Neonatal merupakan komplikasi yang terjadi pada bayi baru lahir (0-28 hari) yang dapat mengakibatkan kesakitan dan atau kematian. | |||||||||||||||||||||||||
72 | 9. Asfiksia merupakan komplikasi pada bayi baru lahir karena suatu keadaan gawat darurat berupa kegagalan bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir sehingga bayi tidak mendapat oksigen yang cukup. | |||||||||||||||||||||||||
73 | 10. Trauma kelahiran merupakan komplikasi pada bayi baru lahir karena suatu keadaan seperti mengalami cedera akibat tekanan/trauma saat bayi dilahirkan melewati jalan lahir. | |||||||||||||||||||||||||
74 | 11. Komplikasi neonatal BBLR merupakan komplikasi pada bayi baru lahir karena bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir <2500 gram. | |||||||||||||||||||||||||
75 | 12. Tetanus neonatorum merupakan komplikasi pada bayi baru lahir karena suatu penyakit yang timbul disebabkan oleh toksin bakteri Clostridium tetani yang dapat menyerang otak, saraf otonom, saraf spinal, dan neuromuscular junction sehingga dapat menyebabkan kekakuan kelompok otot lokal atau menyeluruh dengan ditandai adanya trismus, iritabilitas, kaku leher, sulit menelan, dan kekakuan otot abdomen dan toraks. | |||||||||||||||||||||||||
76 | 13. Kelainan bawaan merupakan komplikasi pada bayi baru lahir, bayi, dan anak balita karena kelainan struktural atau fungsional, termasuk kelainan metabolik, yang ditemukan sejak lahir. | |||||||||||||||||||||||||
77 | 14. Covid-19 adalah infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-Cov 2 yang menyerang saluran pernafasan. | |||||||||||||||||||||||||
78 | 15. Infeksi/sepsis merupakan komplikasi pada bayi baru lahir karena sindrom klinis penyakit sistemik yang disebabkan oleh mikroorganisme penyebab infeksi seperti bakteri, virus, jamur, dan protozoa, pada satu bulan pertama setelah lahir. | |||||||||||||||||||||||||
79 | 16. Komplikasi lainnya merupakan komplikasi pada bayi baru lahir yang tidak tercantum dalam daftar. | |||||||||||||||||||||||||
80 | 17. Penyebab kesakitan pada bayi baru lahir (neonatal) dilaporkan sesuai dengan komplikasi yang ditemukan. | |||||||||||||||||||||||||
81 | 18. Penyebab kematian pada neonatal yang dilaporkan sesuai dengan penyebab utama kematian pasien neonatal. | |||||||||||||||||||||||||
82 | 19. Sehingga pada 1 pasien neonatal, data kesakitan bisa dilaporkan berkali-kali, sedangkan data kematian hanya bisa dihitung 1 kali. | |||||||||||||||||||||||||
83 | 20. Bayi BBLR yang dilakukan perawatan metode kanguru diisi dengan jumlah bayi yang dilahirkan dengan berat lahir < 2500 gram yang mendapatkan Perawatan Metode Kanguru, yaitu kontak kulit ke kulit secara dini, berkepanjangan, dan berkesinambungan antara ibu (atau penggantinya) dan bayi dengan tujuan bayi memperoleh panas melalui proses konduksi. | |||||||||||||||||||||||||
84 | 21. Bayi baru lahir dilakukan IMD diisi dengan jumlah bayi baru lahir yang dilakukan proses permulaan kegiatan menyusu dalam 1 jam pertama setelah bayi lahir melalui cara kontak kulit ke kulit dengan menempatkan bayi di dada ibunya segera setelah bayi keluar dari jalan lahir. | |||||||||||||||||||||||||
85 | 22. Bayi baru lahir yang dilakukan Skrining Hipertiroid Kongenital diisi dengan jumlah bayi baru lahir yang dilakukan proses Skrining Hipertiroid Kongenital. | |||||||||||||||||||||||||
86 | 23. Bayi dan Anak Balita terdiri dari bayi baru lahir usia 0 – 28 hari, bayi usia 29 hari – 11 bulan, dan anak balita usia 12 - 59 bulan. | |||||||||||||||||||||||||
87 | 24. Balita gizi buruk diisi dengan jumlah pasien balita gizi buruk sesuai kelompok usia yang tercantum dalam tabel. | |||||||||||||||||||||||||
88 | 25. Balita menggunakan buku KIA diisi dengan jumlah balita berusia 0-59 bulan yang menggunakan buku KIA untuk memperoleh informasi perawatan kesehatan anak, gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang dan pemenuhan pelayanan kesehatan anak. | |||||||||||||||||||||||||
89 | 26. Balita dilakukan skrining pertumbuhan dan perkembangan diisi dengan jumlah kunjungan balita yang dipantau pertumbuhan dan perkembangan sesuai umur, dilapokan sesuai dengan jenis skrining yang tercantum dalam tabel. | |||||||||||||||||||||||||
90 | 27. Bayi mendapatkan Imunisasi, Vitamin, dan Pengobatan profilaksis diisi dengan jumlah kunjungan bayi yang memperoleh pelayanan imunisasi HB 0, BCG, Polio (1,2,3), DPT-HP-Hib (1,2,3,4), IPV, Campak-Rubela, Vitamin A 100.000 SI, serta pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). | |||||||||||||||||||||||||
91 | 28. Bayi yang lahir dari Ibu HIV + diisi dengan jumlah balita bayi yang lahir dari Ibu HIV+ yang menerima pemeriksaan Early Infant Diagnosis (EID), pengobatan ARV bagi balita HIV+, dan pengobatan profilaksis kotrimoksazol. | |||||||||||||||||||||||||
92 | 29. Bayi yang lahir dari Ibu Sifilis + diisi dengan jumlah kunjungan bayi yang menerima pemeriksaan Titer RPR dan pengobatan Benzatin Pennisilin dosis tunggal. | |||||||||||||||||||||||||
93 | 30. Bayi yang lahir dari Ibu Hepatitis + diisi dengan jumlah kunjungan bayi yang menerima pemeriksaan serologis HBS Ag, imunisasi HB 0, dan HB Ig. | |||||||||||||||||||||||||
94 | 31. Anak Balita mendapatkan Imunisasi, Vitamin, dan Pengobatan profilaksis diisi dengan jumlah kunjungan anak balita (12-59 bulan) yang memperoleh pelayanan imunisasi Campak-Rubela, Vitamin A 200.000 SI 2 kali dalam setahun, mendapat obat pencegahan kecacingan 1 kali setahun, Balita terduga TBC/ kontak erat mendapat TPT (Terapi Pencegahan TBC), Balita TBC mendapatkan OAT, serta pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). | |||||||||||||||||||||||||
95 | 32. Balita gizi buruk mendapatkan perawatan diisi dengan balita gizi buruk usia 0-5 bulan dan usia 6-59 bulan yang mendapat rawat inap, serta balita gizi buruk usia 6-59 bulan yang mendapat rawat jalan. | |||||||||||||||||||||||||
96 | 33. Penjelasan kolom rujukan, non rujukan, dan dirujuk sama dengan penjelasan formulir RL 3.6. | |||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||