| C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | Name | Description | Key Behaviour - Number | Key Behaviour - Description | Workspace | |||||||||||||||||||
2 | Statistical Analysis | Proses untuk melakukan analisa issue yang ada menggunakan ketepatan data dengan menyajikan analisa data dan kesimpulan | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
3 | Statistical Analysis | Proses untuk melakukan analisa issue yang ada menggunakan ketepatan data dengan menyajikan analisa data dan kesimpulan | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
4 | Statistical Analysis | Proses untuk melakukan analisa issue yang ada menggunakan ketepatan data dengan menyajikan analisa data dan kesimpulan | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
5 | Statistical Analysis | Proses untuk melakukan analisa issue yang ada menggunakan ketepatan data dengan menyajikan analisa data dan kesimpulan | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
6 | Statistical Analysis | Proses untuk melakukan analisa issue yang ada menggunakan ketepatan data dengan menyajikan analisa data dan kesimpulan | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
7 | Statistical Analysis | Proses untuk melakukan analisa issue yang ada menggunakan ketepatan data dengan menyajikan analisa data dan kesimpulan | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
8 | Change Management | Proses penerapan disiplin yang memandu cara mempersiapkan, melengkapi, dan mendukung individu agar berhasil mengadopsi perubahan guna mendorong keberhasilan dan hasil organisasi. | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
9 | Change Management | Proses penerapan disiplin yang memandu cara mempersiapkan, melengkapi, dan mendukung individu agar berhasil mengadopsi perubahan guna mendorong keberhasilan dan hasil organisasi. | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
10 | Change Management | Proses penerapan disiplin yang memandu cara mempersiapkan, melengkapi, dan mendukung individu agar berhasil mengadopsi perubahan guna mendorong keberhasilan dan hasil organisasi. | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
11 | Change Management | Proses penerapan disiplin yang memandu cara mempersiapkan, melengkapi, dan mendukung individu agar berhasil mengadopsi perubahan guna mendorong keberhasilan dan hasil organisasi. | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
12 | Change Management | Proses penerapan disiplin yang memandu cara mempersiapkan, melengkapi, dan mendukung individu agar berhasil mengadopsi perubahan guna mendorong keberhasilan dan hasil organisasi. | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
13 | Change Management | Proses penerapan disiplin yang memandu cara mempersiapkan, melengkapi, dan mendukung individu agar berhasil mengadopsi perubahan guna mendorong keberhasilan dan hasil organisasi. | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
14 | Food Safety and Quality Management System | Proses penerapan kebijakan, proses dan prosedur yang diperlukan untuk perencanaan dan pelaksanaan keamanan pangan dan Kualitas organisasi untuk memenuhi persyaratan pelanggan | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
15 | Food Safety and Quality Management System | Proses penerapan kebijakan, proses dan prosedur yang diperlukan untuk perencanaan dan pelaksanaan keamanan pangan dan Kualitas organisasi untuk memenuhi persyaratan pelanggan | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
16 | Food Safety and Quality Management System | Proses penerapan kebijakan, proses dan prosedur yang diperlukan untuk perencanaan dan pelaksanaan keamanan pangan dan Kualitas organisasi untuk memenuhi persyaratan pelanggan | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
17 | Food Safety and Quality Management System | Proses penerapan kebijakan, proses dan prosedur yang diperlukan untuk perencanaan dan pelaksanaan keamanan pangan dan Kualitas organisasi untuk memenuhi persyaratan pelanggan | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
18 | Food Safety and Quality Management System | Proses penerapan kebijakan, proses dan prosedur yang diperlukan untuk perencanaan dan pelaksanaan keamanan pangan dan Kualitas organisasi untuk memenuhi persyaratan pelanggan | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
19 | Food Safety and Quality Management System | Proses penerapan kebijakan, proses dan prosedur yang diperlukan untuk perencanaan dan pelaksanaan keamanan pangan dan Kualitas organisasi untuk memenuhi persyaratan pelanggan | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
20 | People Management | Proses mengelola sumber daya manusia meliputi pemetaan kebutuhan department, pengembangan individu, dan perencanaan pengembangan karir anggota tim | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
21 | People Management | Proses mengelola sumber daya manusia meliputi pemetaan kebutuhan department, pengembangan individu, dan perencanaan pengembangan karir anggota tim | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
22 | People Management | Proses mengelola sumber daya manusia meliputi pemetaan kebutuhan department, pengembangan individu, dan perencanaan pengembangan karir anggota tim | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
23 | People Management | Proses mengelola sumber daya manusia meliputi pemetaan kebutuhan department, pengembangan individu, dan perencanaan pengembangan karir anggota tim | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
24 | People Management | Proses mengelola sumber daya manusia meliputi pemetaan kebutuhan department, pengembangan individu, dan perencanaan pengembangan karir anggota tim | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
25 | People Management | Proses mengelola sumber daya manusia meliputi pemetaan kebutuhan department, pengembangan individu, dan perencanaan pengembangan karir anggota tim | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
26 | Negotiation Skills | Menjalin komunikasi yang dibentuk untuk mencapai satu tujuan dan mencapai kesepakatan bersama dan bersifat menguntungkan semua pihak | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
27 | Negotiation Skills | Menjalin komunikasi yang dibentuk untuk mencapai satu tujuan dan mencapai kesepakatan bersama dan bersifat menguntungkan semua pihak | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
28 | Negotiation Skills | Menjalin komunikasi yang dibentuk untuk mencapai satu tujuan dan mencapai kesepakatan bersama dan bersifat menguntungkan semua pihak | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
29 | Negotiation Skills | Menjalin komunikasi yang dibentuk untuk mencapai satu tujuan dan mencapai kesepakatan bersama dan bersifat menguntungkan semua pihak | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
30 | Negotiation Skills | Menjalin komunikasi yang dibentuk untuk mencapai satu tujuan dan mencapai kesepakatan bersama dan bersifat menguntungkan semua pihak | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
31 | Negotiation Skills | Menjalin komunikasi yang dibentuk untuk mencapai satu tujuan dan mencapai kesepakatan bersama dan bersifat menguntungkan semua pihak | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
32 | Production Processing | Proses mengubah material atau bahan baku menjadi suatu produk yang sudah dapat digunakan konsumen atau yang biasa disebut produk jadi (finished goods) atau produk setengah jadi (semi-finished product). | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
33 | Production Processing | Proses mengubah material atau bahan baku menjadi suatu produk yang sudah dapat digunakan konsumen atau yang biasa disebut produk jadi (finished goods) atau produk setengah jadi (semi-finished product). | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
34 | Production Processing | Proses mengubah material atau bahan baku menjadi suatu produk yang sudah dapat digunakan konsumen atau yang biasa disebut produk jadi (finished goods) atau produk setengah jadi (semi-finished product). | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
35 | Production Processing | Proses mengubah material atau bahan baku menjadi suatu produk yang sudah dapat digunakan konsumen atau yang biasa disebut produk jadi (finished goods) atau produk setengah jadi (semi-finished product). | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
36 | Production Processing | Proses mengubah material atau bahan baku menjadi suatu produk yang sudah dapat digunakan konsumen atau yang biasa disebut produk jadi (finished goods) atau produk setengah jadi (semi-finished product). | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
37 | Production Processing | Proses mengubah material atau bahan baku menjadi suatu produk yang sudah dapat digunakan konsumen atau yang biasa disebut produk jadi (finished goods) atau produk setengah jadi (semi-finished product). | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
38 | Project Management | Proses untuk melakukan perancangan, perencanaan, pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi pada penyelenggaraan sebuah project yang sedang dan atau akan dikerjakan sesuai dengan target yang ditetapkan | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
39 | Project Management | Proses untuk melakukan perancangan, perencanaan, pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi pada penyelenggaraan sebuah project yang sedang dan atau akan dikerjakan sesuai dengan target yang ditetapkan | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
40 | Project Management | Proses untuk melakukan perancangan, perencanaan, pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi pada penyelenggaraan sebuah project yang sedang dan atau akan dikerjakan sesuai dengan target yang ditetapkan | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
41 | Project Management | Proses untuk melakukan perancangan, perencanaan, pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi pada penyelenggaraan sebuah project yang sedang dan atau akan dikerjakan sesuai dengan target yang ditetapkan | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
42 | Project Management | Proses untuk melakukan perancangan, perencanaan, pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi pada penyelenggaraan sebuah project yang sedang dan atau akan dikerjakan sesuai dengan target yang ditetapkan | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
43 | Project Management | Proses untuk melakukan perancangan, perencanaan, pelaksanaan, Monitoring, dan Evaluasi pada penyelenggaraan sebuah project yang sedang dan atau akan dikerjakan sesuai dengan target yang ditetapkan | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
44 | Budgeting Management | Proses merencanakan dan memperkirakan pengeluaran dana atau biaya perusahaan yang terjadi karena adanya kegiatan atau kegiatan operasional untuk menghasilkan produk atau jasa dan berlaku untuk jangka waktu tertentu. | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
45 | Budgeting Management | Proses merencanakan dan memperkirakan pengeluaran dana atau biaya perusahaan yang terjadi karena adanya kegiatan atau kegiatan operasional untuk menghasilkan produk atau jasa dan berlaku untuk jangka waktu tertentu. | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
46 | Budgeting Management | Proses merencanakan dan memperkirakan pengeluaran dana atau biaya perusahaan yang terjadi karena adanya kegiatan atau kegiatan operasional untuk menghasilkan produk atau jasa dan berlaku untuk jangka waktu tertentu. | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
47 | Budgeting Management | Proses merencanakan dan memperkirakan pengeluaran dana atau biaya perusahaan yang terjadi karena adanya kegiatan atau kegiatan operasional untuk menghasilkan produk atau jasa dan berlaku untuk jangka waktu tertentu. | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
48 | Budgeting Management | Proses merencanakan dan memperkirakan pengeluaran dana atau biaya perusahaan yang terjadi karena adanya kegiatan atau kegiatan operasional untuk menghasilkan produk atau jasa dan berlaku untuk jangka waktu tertentu. | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
49 | Budgeting Management | Proses merencanakan dan memperkirakan pengeluaran dana atau biaya perusahaan yang terjadi karena adanya kegiatan atau kegiatan operasional untuk menghasilkan produk atau jasa dan berlaku untuk jangka waktu tertentu. | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
50 | Cost Management | Proses pengukuran dan monitoring biaya serta produktivitas melalui satu siklus periode tertentu | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
51 | Cost Management | Proses pengukuran dan monitoring biaya serta produktivitas melalui satu siklus periode tertentu | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
52 | Cost Management | Proses pengukuran dan monitoring biaya serta produktivitas melalui satu siklus periode tertentu | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
53 | Cost Management | Proses pengukuran dan monitoring biaya serta produktivitas melalui satu siklus periode tertentu | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
54 | Cost Management | Proses pengukuran dan monitoring biaya serta produktivitas melalui satu siklus periode tertentu | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
55 | Cost Management | Proses pengukuran dan monitoring biaya serta produktivitas melalui satu siklus periode tertentu | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
56 | Risk Management | Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
57 | Risk Management | Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
58 | Risk Management | Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
59 | Risk Management | Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
60 | Risk Management | Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
61 | Risk Management | Suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
62 | Product change over | Proses peralihan area dan peralatan setelah pemrosesan satu Produk dan sebelum memulai pemrosesan produk lain dengan tujuan menghindari kontaminasi produk sebelumnya menjadi produk baru pada proses selanjutnya. | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
63 | Product change over | Proses peralihan area dan peralatan setelah pemrosesan satu Produk dan sebelum memulai pemrosesan produk lain dengan tujuan menghindari kontaminasi produk sebelumnya menjadi produk baru pada proses selanjutnya. | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
64 | Product change over | Proses peralihan area dan peralatan setelah pemrosesan satu Produk dan sebelum memulai pemrosesan produk lain dengan tujuan menghindari kontaminasi produk sebelumnya menjadi produk baru pada proses selanjutnya. | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
65 | Product change over | Proses peralihan area dan peralatan setelah pemrosesan satu Produk dan sebelum memulai pemrosesan produk lain dengan tujuan menghindari kontaminasi produk sebelumnya menjadi produk baru pada proses selanjutnya. | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
66 | Product change over | Proses peralihan area dan peralatan setelah pemrosesan satu Produk dan sebelum memulai pemrosesan produk lain dengan tujuan menghindari kontaminasi produk sebelumnya menjadi produk baru pada proses selanjutnya. | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
67 | Product change over | Proses peralihan area dan peralatan setelah pemrosesan satu Produk dan sebelum memulai pemrosesan produk lain dengan tujuan menghindari kontaminasi produk sebelumnya menjadi produk baru pada proses selanjutnya. | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
68 | Production Planning | Proses perencanaan dan pengendalian bahan baku yang masuk, diproses, dan keluar dari sistem produksi sehingga permintaan produk dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu pengiriman yang tepat, dan biaya produksi yang efisien | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
69 | Production Planning | Proses perencanaan dan pengendalian bahan baku yang masuk, diproses, dan keluar dari sistem produksi sehingga permintaan produk dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu pengiriman yang tepat, dan biaya produksi yang efisien | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
70 | Production Planning | Proses perencanaan dan pengendalian bahan baku yang masuk, diproses, dan keluar dari sistem produksi sehingga permintaan produk dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu pengiriman yang tepat, dan biaya produksi yang efisien | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
71 | Production Planning | Proses perencanaan dan pengendalian bahan baku yang masuk, diproses, dan keluar dari sistem produksi sehingga permintaan produk dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu pengiriman yang tepat, dan biaya produksi yang efisien | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
72 | Production Planning | Proses perencanaan dan pengendalian bahan baku yang masuk, diproses, dan keluar dari sistem produksi sehingga permintaan produk dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu pengiriman yang tepat, dan biaya produksi yang efisien | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
73 | Production Planning | Proses perencanaan dan pengendalian bahan baku yang masuk, diproses, dan keluar dari sistem produksi sehingga permintaan produk dapat dipenuhi dengan jumlah yang tepat, waktu pengiriman yang tepat, dan biaya produksi yang efisien | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
74 | Resource Management | Proses pengelolaan sumber daya (man power, facility & budget) di perusahaan dengan cara yang paling efektif & efisien untuk mendukung pelaksanaan sistem kerja di perusahaan dapat berjalan dengan optimal | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
75 | Resource Management | Proses pengelolaan sumber daya (man power, facility & budget) di perusahaan dengan cara yang paling efektif & efisien untuk mendukung pelaksanaan sistem kerja di perusahaan dapat berjalan dengan optimal | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
76 | Resource Management | Proses pengelolaan sumber daya (man power, facility & budget) di perusahaan dengan cara yang paling efektif & efisien untuk mendukung pelaksanaan sistem kerja di perusahaan dapat berjalan dengan optimal | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
77 | Resource Management | Proses pengelolaan sumber daya (man power, facility & budget) di perusahaan dengan cara yang paling efektif & efisien untuk mendukung pelaksanaan sistem kerja di perusahaan dapat berjalan dengan optimal | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
78 | Resource Management | Proses pengelolaan sumber daya (man power, facility & budget) di perusahaan dengan cara yang paling efektif & efisien untuk mendukung pelaksanaan sistem kerja di perusahaan dapat berjalan dengan optimal | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
79 | Resource Management | Proses pengelolaan sumber daya (man power, facility & budget) di perusahaan dengan cara yang paling efektif & efisien untuk mendukung pelaksanaan sistem kerja di perusahaan dapat berjalan dengan optimal | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
80 | Technology Processing | Ilmu mengenai teknologi yang diperlukan untuk mendapatkan proses pengolahan yang terbaik untuk setiap produk | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
81 | Technology Processing | Ilmu mengenai teknologi yang diperlukan untuk mendapatkan proses pengolahan yang terbaik untuk setiap produk | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
82 | Technology Processing | Ilmu mengenai teknologi yang diperlukan untuk mendapatkan proses pengolahan yang terbaik untuk setiap produk | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
83 | Technology Processing | Ilmu mengenai teknologi yang diperlukan untuk mendapatkan proses pengolahan yang terbaik untuk setiap produk | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
84 | Technology Processing | Ilmu mengenai teknologi yang diperlukan untuk mendapatkan proses pengolahan yang terbaik untuk setiap produk | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
85 | Technology Processing | Ilmu mengenai teknologi yang diperlukan untuk mendapatkan proses pengolahan yang terbaik untuk setiap produk | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
86 | Industry 4.0 | System dalam industri yang memanfaatkan teknologi komunikasi, otomatisasi, dan IOT sehingga system dapat melakukan analisa dan mengambil keputusan tanpa bantuan operator | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
87 | Industry 4.0 | System dalam industri yang memanfaatkan teknologi komunikasi, otomatisasi, dan IOT sehingga system dapat melakukan analisa dan mengambil keputusan tanpa bantuan operator | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
88 | Industry 4.0 | System dalam industri yang memanfaatkan teknologi komunikasi, otomatisasi, dan IOT sehingga system dapat melakukan analisa dan mengambil keputusan tanpa bantuan operator | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
89 | Industry 4.0 | System dalam industri yang memanfaatkan teknologi komunikasi, otomatisasi, dan IOT sehingga system dapat melakukan analisa dan mengambil keputusan tanpa bantuan operator | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
90 | Industry 4.0 | System dalam industri yang memanfaatkan teknologi komunikasi, otomatisasi, dan IOT sehingga system dapat melakukan analisa dan mengambil keputusan tanpa bantuan operator | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
91 | Industry 4.0 | System dalam industri yang memanfaatkan teknologi komunikasi, otomatisasi, dan IOT sehingga system dapat melakukan analisa dan mengambil keputusan tanpa bantuan operator | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
92 | Business Process | Suatu kumpulan kegiatan atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang terkait dengan tanggung jawabnya | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
93 | Business Process | Suatu kumpulan kegiatan atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang terkait dengan tanggung jawabnya | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
94 | Business Process | Suatu kumpulan kegiatan atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang terkait dengan tanggung jawabnya | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
95 | Business Process | Suatu kumpulan kegiatan atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang terkait dengan tanggung jawabnya | 3 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan secara mandiri | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
96 | Business Process | Suatu kumpulan kegiatan atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang terkait dengan tanggung jawabnya | 4 | Mampu mengajarkan functional competency yang diharapkan kepada orang lain | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
97 | Business Process | Suatu kumpulan kegiatan atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang terkait dengan tanggung jawabnya | 5 | Mampu melakukan inovasi/ improvement/ standarisasi | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
98 | Line Balancing Process | Proses analisa dan perhitungan keseimbangan hasil produksi dengan membagi beban antar proses secara merata sehingga tidak ada proses produksi yang kosong | 0 | Tidak mengetahui teori sama sekali | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
99 | Line Balancing Process | Proses analisa dan perhitungan keseimbangan hasil produksi dengan membagi beban antar proses secara merata sehingga tidak ada proses produksi yang kosong | 1 | Mengetahui teori terkait | MANUFACTURE | |||||||||||||||||||
100 | Line Balancing Process | Proses analisa dan perhitungan keseimbangan hasil produksi dengan membagi beban antar proses secara merata sehingga tidak ada proses produksi yang kosong | 2 | Mampu melakukan functional competency yang diharapkan dengan bimbingan atasan | MANUFACTURE |