| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | ||||||||||||||||||||||||||
2 | J . S . A | |||||||||||||||||||||||||
3 | JOB SAFETY ANALISIS | |||||||||||||||||||||||||
4 | ||||||||||||||||||||||||||
5 | ||||||||||||||||||||||||||
6 | Proyek | : | Rehandling Soil Site Lati | Nomor Doc | : | OPP-LMO-PLANT/JSA/XI/25/006 | ||||||||||||||||||||
7 | Pekerjaan | : | Perbaikan Perawatan Excavator | Revisi | : | 0 | ||||||||||||||||||||
8 | Lokasi Pekerjaan | : | Workshop | Tanggal Efektif | : | |||||||||||||||||||||
9 | Peralatan | : | Tools Box, Stand Unit | |||||||||||||||||||||||
10 | APD | : | Helm, Sepatu pelindung, Kacamata & Sarung Tangan | |||||||||||||||||||||||
11 | ||||||||||||||||||||||||||
12 | NO | URAIAN / URUTAN PEKERJAAN | KEMUNGKINAN BAHAYA YANG AKAN TERJADI (BAHAYANYA) | TINDAKAN PENCEGAHAN (PENGENDALIAN BAHAYA) | ||||||||||||||||||||||
13 | 1 | Periksa dan pakai | 1.1 | Terbentur tools box | 1.1.1 | Harus menyesuaikan dengan Ikrar Keselamatan Perusahaan, kegiatan | ||||||||||||||||||||
14 | Alat Pelindung Diri (APD) | pertama dan pakai APD untuk mengurangi resiko cedera. | ||||||||||||||||||||||||
15 | 1.2 | Tertusuk benda tajam | 1.2.1 | APD (helm, sepatu pelindung, kacamata pelindung, sarung tangan, | ||||||||||||||||||||||
16 | masker debu dan APD Las (jika ada pekerjaan pengelasan) ) harus diperiksa . | |||||||||||||||||||||||||
17 | dan dipakai saat bekerja | |||||||||||||||||||||||||
18 | ||||||||||||||||||||||||||
19 | 2 | Menyiapkan peralatan dan tools | 2.1 | Terjatuh | 2.1.1 | Perhatikan daerah berjalan, berjalanlah sesuai dengan demarkasi | ||||||||||||||||||||
20 | Gunakan peralatan standar dan lakukan inspeksi terlebih dahulu | |||||||||||||||||||||||||
21 | 2.2 | Pinggang Terjepit | 2.2.1 | Menggangkat Tools Box dan atau tools yg beratnya 18,5kg wajib diangkat dengan | ||||||||||||||||||||||
22 | dua orang dan atau menggunakan alat angkat. | |||||||||||||||||||||||||
23 | 2.3 | Kaki tersandung | 2.3.1 | Lalui jalan dan atau area yang bebas | ||||||||||||||||||||||
24 | ||||||||||||||||||||||||||
25 | 3 | Memposisikan Unit | 3.1 | Tertabrak unit | 3.1.1 | Ikuti aturan klakson (Hidupkan mesin 1X, Maju klakson 2X, Mundur klakson 3X) | ||||||||||||||||||||
26 | 3.1.2 | Dalam memposisikan unit diarahkan oleh (Signal Man/Porter) | ||||||||||||||||||||||||
27 | 3.1.3 | Komunikasi antara Porter dengan operator menggunkan Radio HT | ||||||||||||||||||||||||
28 | 3.1.4 | Posisi Porter harus berada minimal 1X lebar unit | ||||||||||||||||||||||||
29 | 3.1.5 | Posisi Porter harus diketahui oleh Operator | ||||||||||||||||||||||||
30 | 3.2 | Porter terjatuh | 3.2.1 | Porter harus memperhatikan pergerakan aman dari (terpeleset, tersandung, terjatuh) | ||||||||||||||||||||||
31 | 3.3 | Unit Bergerak | 3.3.1 | Unit harus berhenti secara sempurna (tempat rata), aktifkan rem parkir, matikan | ||||||||||||||||||||||
32 | ||||||||||||||||||||||||||
33 | 4 | Memasang LOTO | 4.1 | Energy tidak terkendali | 4.1.1 | Matikan engine posisikan Clipsal OFF, pasang LOTO | ||||||||||||||||||||
34 | 4.2 | Jari terjepit | 4.2.1 | Posisikan jari tangan jauh dari titik jepit | ||||||||||||||||||||||
35 | ||||||||||||||||||||||||||
36 | 5 | Memasang ganjal Track | 5.1 | Terjepit | 5.1.1 | Pada saat memasang ganjal track hindari titik jepit antara track & ganjal | ||||||||||||||||||||
37 | 5.2 | Terbentur | 5.2.1 | Hindarkan kepala jauh dari titik bentur | ||||||||||||||||||||||
38 | ||||||||||||||||||||||||||
39 | 6 | Naik / turun unit / lantai kerja | 6.1 | Terpeleset jatuh | 6.1.1 | Bersihkan anak tangga dan pegangan tangga dari lumpur pelumas atau air. | ||||||||||||||||||||
40 | 6.1.2 | Gunakan teknik 3 titik saat naik / turun, gunakan tangga, jangan melompat. | ||||||||||||||||||||||||
42 | dalam kantong khusus yang diikatkan ke badan sehingga kedua tangan | |||||||||||||||||||||||||
43 | bebas berpegangan saat naik turun. | |||||||||||||||||||||||||
44 | ||||||||||||||||||||||||||
45 | 5 | Periksa kerusakan unit | 5.1 | Tertabrak gerakan unit | 5.1.1 | Jika pekerjaan dilakukan lebih oleh satu orang, pastikan satu sama lain | ||||||||||||||||||||
46 | bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat yang dipahami keduanya | |||||||||||||||||||||||||
47 | 5.1.2 | Helm dan sepatu pelindung harus dipakai selama bekerja. | ||||||||||||||||||||||||
48 | 5.1.3 | Pengujian dilakukan sesuai rekomendasi shop manual Saat menguji perangkat kerja | ||||||||||||||||||||||||
49 | Pastikan daerah kerja cukup luas, bebas barang, material atau aktivitas lain. | |||||||||||||||||||||||||
50 | 5.1.4 | Hanya orang yang sudah dilatih khusus yang boleh mengoperasikan alat. | ||||||||||||||||||||||||
51 | 5.1.5 | Aturan klakson harus dipatuhi. | ||||||||||||||||||||||||
52 | 5.1.6 | Saat berada di kabin mengoperasikan alat sabuk pengaman harus dipakai. | ||||||||||||||||||||||||
53 | 5.1.7 | Dilarang berada di atas unit yang sedang manuver kecuali di dalam kabin. | ||||||||||||||||||||||||
54 | 5.1.8 | Jika terpaksa, langkah pencegahan kecelakaan harus dilakukan. | ||||||||||||||||||||||||
55 | 5.1.9 | Gunakan ceklis standar pengujian. | ||||||||||||||||||||||||
56 | 5.2 | Tersengat listrik | 5.2.1 | Saat menguji komponen listrik, mesin harus dalam keadaan mati. | ||||||||||||||||||||||
57 | 5.2.2 | Tangan dan tempat berpijak harus dalam keadaan kering dan bersih. | ||||||||||||||||||||||||
58 | 5.2.3 | Gunakan alat ukur standar (multitester) jangan menguji dengan menghubung | ||||||||||||||||||||||||
59 | singkatkan kabel listrik. | |||||||||||||||||||||||||
60 | 5.2.4 | Display ukur harus diletakkan di atas meja / lantai yang stabil dan bersih. | ||||||||||||||||||||||||
61 | 5.3 | Terkilir terjepit | 5.3.1 | Saat menguji mesin, sistem hidrolis / pneumatis buka / tutup penutup mesin | ||||||||||||||||||||||
62 | dengan hati-hati, perhatikan posisi tubuh dan tangan, pasang pengganjal tutup mesin. | |||||||||||||||||||||||||
63 | 5.4 | Terantuk struktur unit | 5.4.1 | Saat memasang sensor atau alat ukur, mesin harus dalam keadaan mati, | ||||||||||||||||||||||
64 | 5.4.2 | swing lock lever dalam posisi ON. | ||||||||||||||||||||||||
65 | 5.4.3 | Bersihkan nipple/sensor sebelum alat ukur dipasang, atur kabel sehingga | ||||||||||||||||||||||||
66 | tidak terjepit atau melewati bagian mesin yang berputar atau panas. | |||||||||||||||||||||||||
67 | 5.4.4 | Hati-hati terhadap bagian mesin yang berputar atau panas, gunakan sarung | ||||||||||||||||||||||||
68 | tangan jika perlu. Jika sensor di bawah, pakai helm kacamata pelindung. | |||||||||||||||||||||||||
69 | 5.5 | Terpapar panas | 5.5.1 | Jika mengukur gas buang, pasang alat ukur dengan hati-hati karena pipa | ||||||||||||||||||||||
70 | gas buang sangat panas, pastikan tidak ada orang didekat gas buang. | |||||||||||||||||||||||||
71 | 5.6 | Unit rusak | 5.6.1 | Jika memutar crankshaft, jangan memutar kipas atau dengan melakukan | ||||||||||||||||||||||
72 | crank / pemaksaan. Atur posisi tubuh dan tangan putar puli crank shaft. | |||||||||||||||||||||||||
73 | 5.7 | Jari terjepit | 5.7.1 | Jika pelindung kipas dibuka, pastikan kipas sudah benar-benar berhenti. | ||||||||||||||||||||||
74 | Display alat ukur diamati di dalam kabin, sebelum menghidupkan mesin | |||||||||||||||||||||||||
75 | bunyikan klakson 1 kali tunggu 15 detik, jika aman hidupkan mesin. | |||||||||||||||||||||||||
76 | 5.7.2 | Lakukan pengukuran sesuai rekomendasi shop manual. | ||||||||||||||||||||||||
77 | Saat menguji undercarriage:- | |||||||||||||||||||||||||
78 | 5.8 | Jari tangan terjepit | 5.8.1 | Jangan sampai tangan berada di antara track dengan ganjal / lantai, pasang | ||||||||||||||||||||||
79 | ganjal / blok dengan hati-hati. | |||||||||||||||||||||||||
80 | 5.9 | Tertabrak gerakan unit | 5.9.1 | Beberapa pengukuran pada swing motor dan travel circuit dilakukan | ||||||||||||||||||||||
81 | dengan melakukan manuver, kesalahan pengoperasian bisa berakibat | |||||||||||||||||||||||||
82 | fatal maka langkah-langkah pencegahan seperti pada nomor 5.1. dipatuhi. | |||||||||||||||||||||||||
83 | 5.9.2 | Jika menemukan saluran hidrolis / pneumatis yang bocor, jangan mencoba | ||||||||||||||||||||||||
84 | menahannya dengan tangan, matikan mesin bebaskan tekanan dalam sirkuit | |||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | 6 | Ganti komponen yang rusak | 6.1 | Tersengat listrik | 6.1.1 | Saat mengganti komponen listrik:- | ||||||||||||||||||||
87 | Sebelum perangkat listrik diganti, terminal negatif aki harus dilepas dulu. | |||||||||||||||||||||||||
88 | 6.1.2 | Tangan dan lantai tempat berpijak harus bersih dan kering. | ||||||||||||||||||||||||
89 | 6.1.3 | Jika melepas konektor, pegang kedua ujung konektor dengan kedua tangan, | ||||||||||||||||||||||||
90 | 6.1.4 | jangan menarik pada kebelnya atau dengan sebelah tangan. | ||||||||||||||||||||||||
91 | 6.1.5 | Ganti perangkat listrik sesuai dengan rekomendasi shop manual. | ||||||||||||||||||||||||
92 | 6.1.6 | Setelah dipasang, bersihkan konektor dan semprotkan contact restorer. | ||||||||||||||||||||||||
93 | 6.2 | Kabel rusak / terbakar | 6.2.1 | Atur kabel agar rapi dan tidak terjepit, kabel harus sesuai rekomendasi. | ||||||||||||||||||||||
94 | 6.2.2 | Dilarang menyambung kabel berbeda ukuran, sambungan kabel harus | ||||||||||||||||||||||||
95 | 6.2.3 | memakai konektor, tidak menggunakan isolasi. | ||||||||||||||||||||||||
96 | 6.2.4 | Lepas pasang konektor beberapa kali untuk memeriksa. | ||||||||||||||||||||||||
97 | 6.2.5 | Pasang setiap konektor yang dilepas sebelum melanjutkan melepaskan / | ||||||||||||||||||||||||
98 | mengerjakan perangkat listrik berikutnya. | |||||||||||||||||||||||||
99 | 6.3 | Terkena semburan fluida | 6.3.1 | Saat mengganti perangkat hidrolis / pneumatis:- | ||||||||||||||||||||||
100 | 6.3.2 | Bebaskan tekanan sirkuit setelah mesin mati dengan menggerak-gerakkan | ||||||||||||||||||||||||
101 | kontrol Kendorkan tutup tangki hidrolik perlahan dan hati-hati. | |||||||||||||||||||||||||