DEFKASATAUAVAWAXAYAZEAEBECEDEEEFEGEHEIEJEKEL
1
MATRIKS CAPAIAN RENCANA AKSI PERJANJIAN KINERJA
2
BALAI BESAR/BALAI POM
3
TAHUN 2024April
4
IndikatorAnalisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau
peningkatan/ penurunan kinerja serta upaya perbaikan dan penyempurnaan kinerja ke depan (rekomendasi perbaikan kinerja).
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan
ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
Tindak Lanjut rekomendasi hasil evaluasi sebelumnya
(Internal maupun eksternal)
5
IndikatorTarget 2024TargetRealisasi s.d bulanRekomendasiTindak LanjutKendalaKondisi Sebelum Rencana AksiKondisi Setelah Rencana Aksi
6
APRILAPRILSelesai *Belum **
7
PembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan AprilKriteria Capaian terhadap Taget Bulan April%Capaian thd Target tahun nKriteriaKriteria Capaian terhadap Taget Tahun 2024Rencana AksiTime line
8
1Persentase Obat yang memenuhi syarat98,298,216018088,8990,52CUKUP90,52CUKUPAkan Tercapai1Persentase Obat yang memenuhi syaratTidak tercapainya target Persentase Obat yang memenuhi syarat karena:
1. sampling Obat Acak yang selesai diuji masih relatif sedikit sebagai dampak banyaknya cuti bersama dalam rangka hari raya di bulan April;
2. Terdapat sampel yang TMK penandaan sehingga berpengaruh pada kesimpulan akhir menjadi TMS
1. Rapat monev bulanan yang membahas capaian dan RTL;
2. Koordinasi antara fungsi pengujian dan inspeksi dalam menyusun dan melaksanakan RTL
3. Rapat Monev TW 1 Reglab Nasional 24-25 April 2024 sebagai salah satu upaya meningkatkan koordinasi lintas regional
Peningkatan kompetensi petugas sampling dan penguji1. Dilakukan penyeliaan pada personel pengujian yang baru dimutasi
2. Dilakukan peningkatan kompetensi petugas sampling terkait penilaian penandaan dan iklan dengan mengikuti bimtek
1. Bimtek Internal Pengujian Pangan
2. Perbaikan instrumen sehingga pengujian dapat optimal
TW 2 tahun 2024
9
2Persentase Makanan yang memenuhi syarat93,393,3708582,3588,27CUKUP88,27CUKUPAkan Tercapai2Persentase Makanan yang memenuhi syaratTidak tercapainya target Persentase Makanan yang memenuhi syarat karena:

1. Sampling Makanan Acak yang selesai diuji masih relatif sedikit sebagai dampak beberapa kali libur nasional dan cuti bersama, serta pelaksanaan Bimtek Internal Pangan sehingga mengurangi waktu pengujian
2. Akumulasi banyaknya sampel TMK dari bulan sebelumnya
3. Alat KCKT yang bermasalah belum sepenuhnya dapat digunakan secara rutin
4. Terdapat 2 pegawai baru yang masih tahap kepenyeliaan sehingga mempengaruhi lamanya waktu uji
5. Terdapat sampel regional dengan jumlah yg relatif sama dengan sampel rutin




1. Pengujian sampel dilakukan rutin tapi tidak bisa maksimal adanya hari libur cuti bersama terutama untuk sampel yang preparasinya selama beberapa hari.
2. Pelaksanaan Bimtek internal pada tanggal 27-31 Mei 2024m sehingga mengurangi waktu pelaksanaan pengujian
3. Telah dilakukan perbaikan alat KCKT akan tetapi hasilnya belum optimal, sehingga alat tidak berfungsi maksimal.
4. Pelaksanaan kepenyeliaan masih dilakukan terhadap pegawai baru
Percepatan pengujian sampel, dan pemanfaatan instrument sehingga tidak ada instrument yang idle


Kepenyeliaan dilakukan secara intensif karena terdapat banyak Metode Analisa yang harus di kuasai penguji

Perbaikan alat KCKT segera diselesaikan

1. Kepenyeliaan dilakukan secara intensif karena terdapat banyak Metode Analisa yang harus di kuasai penguji.
2. Optimalisasi penggunaan alat
JuniWaktu uji kurang optimal
1. Kepenyeliaan dilakukan secara intensif karena terdapat banyak Metode Analisa yang harus di kuasai penguji.
2. Optimalisasi penggunaan alat
1. Pegawai baru mulai bisa menguji sampel dengan parameter uji secara mandiri, dengan arahan dari katim, penyelia atau penguji senior
2. Alat KCKT bisa digunakan, meskipun belum optimal
10
3Persentase Obat yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan92,892,8495392,4599,63CUKUP99,63CUKUPAkan Tercapai3Persentase Obat yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasanTidak tercapainya target Persentase Obat yang memenuhi syarat karena :
1. sampling Obat Targetted yang selesai diuji masih relatif sedikit sebagai dampak kurangnya hari kerja di bulan April;
2. ditemukan sampel yang TMK penandaan sehingga berpengaruh pada kesimpulan akhir menjadi TMS
1. Rapat monev bulanan yang membahas capaian dan RTL;
2. Koordinasi antara fungsi pengujian dan inspeksi dalam menyusun dan melaksanakan RTL
Peningkatan kompetensi petugas sampling dan penguji1. Dilakukan penyeliaan pada personel pengujian yang baru dimutasi
2. Dilakukan peningkatan kompetensi petugas sampling terkait penilaian penandaan dan iklan dengan mengikuti bimtek
1. Bimtek Internal Pengujian Pangan
2. Perbaikan instrumen sehingga pengujian dapat optimal
TW 2 tahun 2024
11
4Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan95,595,5242596,00100,52SANGAT BAIK100,52
SANGAT BAIK
Tercapai / Melampaui4Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasanTidak tercapainya target karena:

1. Sampel yang pada renlak diuji pada bulan Juni, tapi masuk pada nulan Mei, sehingga jumlah sampel betambah 2x lipat.
2. Sampling Makanan Acak yang selesai diuji masih relatif sedikit sebagai dampak beberapa kali libur nasional dan cuti bersama, serta pelaksanaan Bimtek Internal Pangan sehingga mengurangi waktu pengujian
3. Alat KCKT yang bermasalah belum sepenuhnya dapat digunakan secara rutin
4. Terdapat 2 pegawai baru yang masih tahap kepenyeliaan sehingga mempengaruhi lamanya waktu uji
5. Terdapat sampel regional dengan jumlah yg relatif sama dengan sampel rutin




1. Pengujian sampel dilakukan rutin tapi tidak bisa maksimal adanya hari libur cuti bersama terutama untuk sampel yang preparasinya selama beberapa hari.
2. Pelaksanaan Bimtek internal pada tanggal 27-31 Mei 2024m sehingga mengurangi waktu pelaksanaan pengujian
3. Telah dilakukan perbaikan alat KCKT akan tetapi hasilnya belum optimal, sehingga alat tidak berfungsi maksimal.
4. Pelaksanaan kepenyeliaan masih dilakukan terhadap pegawai baru
Percepatan pengujian sampel, dan pemanfaatan instrument sehingga tidak ada instrument yang idle


1. Kepenyeliaan dilakukan secara intensif karena terdapat banyak Metode Analisa yang harus di kuasai penguji
2. Perbaikan alat KCKT segera diselesaikan

1. Kepenyeliaan dilakukan secara intensif karena terdapat banyak Metode Analisa yang harus di kuasai penguji.
Optimalisasi penggunaan alat
juniWaktu uji kurang optimal1. Pegawai baru memiliki kompetensi teknis laboratorium yang terbatas
2. Alat KCKT tidak bisa digunakan
1. Pegawai baru mulai bisa menguji sampel dengan parameter uji secara mandiri, dengan arahan dari katim, penyelia atau penguji senior
2. Alat KCKT bisa digunakan, meskipun belum optimal
12
5Persentase pangan fortifikasi yang memenuhi syarat8787264557,7866,41Kurang66,41CUKUPAkan Tercapai5Persentase pangan fortifikasi yang memenuhi syaratTidak ada Target Pengujian sampel Fortifikasi pada TW2

Akumulasi dari TW sebelumnya
Akumulasi dari TW sebelumnhyaBimtek Fortifikan untuk para pelaku usaha produsen garam

KIE tentang pentingnya fortifikasi Iodium untuk kesehatan

Bimtek penandaan/label


-Bimtek Fortifikan untuk para pelaku usaha produsen garam

KIE tentang pentingnya fortifikasi Iodium untuk kesehatan

Bimtek penandaan/label


Juli – Desember 2024Jumlah Fortifikan yang Tidak Memenuhi SyaratJumlah MS 57.78 %Tidak ada perubahan karena belum ada pengujian sampel fortifikasi
13
6Indeks kesadaran masyarakat (awareness index) terhadap Obat dan Makanan aman dan bermutu di masing–masing wilayah kerja UPT850,00Nilai Belum Keluar-6Indeks kesadaran masyarakat (awareness index) terhadap Obat dan Makanan aman dan bermutu di masing–masing wilayah kerja UPT
14
7Indeks kepuasan pelaku usaha terhadap pemberian bimbingan dan pembinaan pengawasan Obat dan Makanan97,70,00Nilai Belum Keluar-7Indeks kepuasan pelaku usaha terhadap pemberian bimbingan dan pembinaan pengawasan Obat dan Makanan
15
8Indeks kepuasan masyarakat atas kinerja Pengawasan Obat dan Makanan800,00Nilai Belum Keluar-8Indeks kepuasan masyarakat atas kinerja Pengawasan Obat dan Makanan
16
9Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Publik BPOM95,50,00Nilai Belum Keluar-9Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Publik BPOM
17
10Persentase keputusan/rekomendasi hasil Inspeksi sarana produksi dan distribusi yang dilaksanakan9595100,00105,26SANGAT BAIK105,26
SANGAT BAIK
Tercapai / Melampaui10Persentase keputusan/rekomendasi hasil Inspeksi sarana produksi dan distribusi yang dilaksanakan
18
11Persentase keputusan/rekomendasi hasil inspeksi yang ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan757583,82111,76SANGAT BAIK111,76KurangTercapai / Melampaui11Persentase keputusan/rekomendasi hasil inspeksi yang ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan
19
12Persentase keputusan penilaian sertifikasi yang diselesaikan tepat waktu989812515879,1180,73CUKUP80,73CUKUPAkan Tercapai12Persentase keputusan penilaian sertifikasi yang diselesaikan tepat waktu
20
13Persentase sarana produksi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan71,271,2354971,43100,32SANGAT BAIK100,32
SANGAT BAIK
Tercapai / Melampaui13Persentase sarana produksi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan
21
14Persentase sarana distribusi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan808023329778,4598,06CUKUP98,06CUKUPAkan Tercapai14Persentase sarana distribusi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan
22
15Indeks Pelayanan Publik4,70,00Nilai Belum Keluar-15Indeks Pelayanan Publik
23
16Persentase UMKM yang memenuhi standar produksi pangan olahan dan/atau pembuatan OT dan Kosmetik yang baik1002023,33116,67SANGAT BAIK23,33KurangPerlu Upaya Keras16Persentase UMKM yang memenuhi standar produksi pangan olahan dan/atau pembuatan OT dan Kosmetik yang baik
24
17Tingkat efektifitas KIE Obat dan Makanan95,795,796,89101,24SANGAT BAIK101,24
SANGAT BAIK
Tercapai / Melampaui17Tingkat efektifitas KIE Obat dan Makanan
25
18Jumlah sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman1243020,0066,67Kurang20,00KurangPerlu Upaya Keras18Jumlah sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) AmanTarget bulan April 30%, capaian 66,67%. Hal ini karena pada bulan April kegiatan PJAS yang telah dilaksanakan advokasi Kabupaten Gowa, tahapan Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Komunitas Sekolah (tahapan PJAS selanjutnya) belum terlaksana.Pada bulan April minggu keempat kegiatan advokasi telah dilaksanakan di Kabupaten Kabupaten Gowa. Tahapan selanjutnya yaitu Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Komunitas Sekolah belum dilaksanakan karena koordinasi dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten yang diintervensi, Kementrian Agama Kabupaten Gowa dan pihak sekolah yang diintervensi dan perluasan (target 82 sekolah) masih dalam proses.Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa telah dilakukan optimal sehingga Advokasi di Kabupaten Gowa telah dilaksanakan. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten yang diintervensi, Kementrian Agama Kabupaten Gowa dan pihak sekolah yang diintervensi dan perluasan (target 82 sekolah) lebih ditingkatkanAdvokasi di Kabupaten Gowa telah dilaksanakanKoordinasi dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten yang diintervensi, Kementrian Agama Kabupaten Gowa dan pihak sekolah yang diintervensi dan perluasan (target 82 sekolah) lebih ditingkatkan sehingga pelaksanaan tahapan PJAS selanjutnya (Sosialisasi Keamanan Pangan untuk Komunitas Sekolah, Bimbingan Teknis Keamanan Pangan untuk Kader Keamanan Pangan Sekolah (2 Kabupaten) dan Pemberian Paket Edukasi Keamanan Pangan (2 Kabupaten)) terlaksanaDesember 2024Koordinasi dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten yang diintervensi, Kementrian Agama Kabupaten Gowa dan pihak sekolah yang diintervensi dan perluasan (target 82 sekolah) belum optimalSosialisasi Keamanan Pangan untuk Komunitas Sekolah, Bimbingan Teknis Keamanan Pangan untuk Kader Keamanan Pangan Sekolah (2 Kabupaten) dan Pemberian Paket Edukasi Keamanan Pangan (2 Kabupaten) belum terlaksanaAdvokasi di Kabupaten Gowa sudah terlaksana
26
19Jumlah desa pangan aman311920,00105,28SANGAT BAIK20,00KurangPerlu Upaya Keras19Jumlah desa pangan amanTarget bulan April 19%, capaian 20%. Hal ini karena pada bulan April kegiatan advokasi telah dilaksanakan di Kabupaten Gowa.Pada bulan April kegiatan advokasi telah dilaksanakan di Kabupaten Gowa.Koordinasi dengan Pemerintah Desa yang diintervensi lebih ditingkatkanAdvokasi di Kabupaten Gowa telah dilaksanakanPelaksanaan koordinasi dengan Pemerintah Desa yang diintervensi untuk tahapan selanjutnyaDesember 2024Koordinasi dengan Pemerintah Desa yang diintervensi dalam prosesKoordinasi dengan Pemerintah Desa yang diintervensi dilaksanakan lebih optimal sehingga tahapan program Desa Pangan Aman selanjutnya (Bimtek Kader Keamanan Pangan Desa) terlaksana.Advokasi untuk Kabupaten Gowa telah terlaksana
27
20Jumlah pasar aman dari bahan berbahaya224335,0081,40CUKUP35,00KurangPerlu Upaya Keras20Jumlah pasar aman dari bahan berbahayaTarget bulan April 43%, capaian 81,40%. Hal ini karena pada bulan April kegiatan advokasi di Kabupaten Gowa dan pengawalan terhadap Pasar yang diintervensi tahun 2023 di Kabupaten Pangkep (Pasar Kassi) dan Bantaeng (Pasar Lambocca) telah terlaksana. Sedangkan tahapan selanjutbya yaitu Bimtek Pengelola Pasar dan Sampling Pasar Tahap I belum terlaksana.Pada bulan April kegiatan advokasi di Kabupaten Gowa dan pengawalan terhadap Pasar yang diintervensi tahun 2023 di Kabupaten Pangkep (Pasar Kassi) dan Bantaeng (Pasar Lambocca) telah terlaksana. Adapun tahapan selanjutnya yaitu Bimtek Petugas Pengelola Pasar dan Sampling Pasar Tahap I belum terlaksanaKoordinasi dengan Petugas Pengelola Pasar yang diintervensi lebih ditingkatkanPelaksanaan advokasi di Kabupaten Gowa dan Kegiatan Pengawalan terhadap Pasar yang diintervensi tahun 2023 di Kabupaten Pangkep (Pasar Kassi) dan Bantaeng (Pasar Lambocca) telah terlaksana.Koordinasi dengan Petugas Pengelola Pasar untuk pelaksanaan tahapan selanjutnya (Bimtek Pengelola Pasar dan Sampling Pasar Tahap I) lebih ditingkatkanDesember 2024Koordinasi dengan Petugas Pengelola Pasar yang diintervensi dalam prosesTahapan selanjutnya yaitu Bimtek Pengelola Pasar dan Sampling Pasar Tahap I belum terlaksanaPelaksanaan advokasi di Kabupaten Gowa, survei pasar Kabupaten Gowa dan Kegiatan Pengawalan terhadap Pasar yang diintervensi tahun 2023 di Kabupaten Pangkep (Pasar Kassi) dan Bantaeng (Pasar Lambocca) telah terlaksana.
28
21Persentase sampel Obat yang diperiksa dan diuji sesuai standar1002020,32101,58SANGAT BAIK20,32KurangPerlu Upaya Keras21Persentase sampel Obat yang diperiksa dan diuji sesuai standarCapaian bulan April 2024 sudah sesuai terhadap target April yaitu 101,58% (Sangat Baik)1. Penyusunan renlak sampling dan pengujian yang melibatkan UPT anggota Region Makassar, sehingga koordinasi berjalan lancar
2. Komunikasi dan proaktif untuk menyelesaikan permasalahan terkait sampling dan pengujian
1. Pengadaan instrumen laboratorium untuk menunjang kegiatan pengujian
2. Peningkatan kompetensi penguji dan petugas sampling supaya hasil pemerikssaan dan pengujian sampel sesuai standar
1. Menunggu relaksasi Automatic Adjusment anggaran di semester 2 dengan telah menentukan item instrumen yang akan dibeli supaya dapat segera dieksekusi
2. Bimtek Pengujian internal maupun terpadu
Juli - Desember 2024
29
22Persentase sampel makanan yang diperiksa dan diuji sesuai standar1002027,54137,72TIDAK DAPAT DISIMPULKAN27,54KurangPerlu Upaya Keras22Persentase sampel makanan yang diperiksa dan diuji sesuai standarSampel yang selesai diperiksa dan diuji sesuai standar melebihi target bulan april karena adanya sejumlah sampel UPT lain yang diuji di BBPOM di Makassar melebihi target awal

1. Penyusunan renlak sampling dan pengujian yang melibatkan UPT anggota Region Makassar, sehingga koordinasi berjalan lancar
2. Komunikasi dan proaktif untuk menyelesaikan permasalahan terkait sampling dan pengujian

1. Anggaran pengadaan instrumen laboratorium mengalami Automatic Adjusment sehingga belum diadakan
2. Target tahunan pengujian disamakan dengan sampling, pada kenyataan jumlah yang diuji lebih banyak daripada yang disampling

Menunggu relaksasi Automatic Adjusment anggaran di semester 2 dengan telah menentukan item instrumen yang akan dibeli supaya dapat segera dieksekusiJuli - Desember 2024
30
23Persentase keberhasilan penindakan kejahatan di bidang Obat dan Makanan973539,35112,43SANGAT BAIK40,57KurangPerlu Upaya Keras23Persentase keberhasilan penindakan kejahatan di bidang Obat dan Makanan
Jumlah perkara tahun 2024 sampai dengan bulan April 2024:

- Perkara Carry Over sebanyak 8 perkara di Bulan Maret yaitu 3 perkara berada di Posisi Tahap 2 dan 5 Perkara berada di Posisi P21.
sehingga total Persentase Keberhasillan penindakan terhadap target perkara tahun 2024 dan perkara carry over sebesar 39.35% tercapai dari pada yang ditargetkkan pada Bulan April 2024 Sebesar 35%, hal ini disebabkan karena 3 perkara carry Over telah berada pada Proses Tahap 2. dan 5 Perkara lainnya telah berada di posisi P21, serta Perkara Tahun 2024 sudah mencapai di Tahap 2 sebanyak 2 Perkara dari target sebanyak 10 Perkara
agar pemenuhan pencapaian target dapat tercapai Tim Subtansi Penindakan akan melakukan :
- penjejakan digital dan penajaman trand terhadap kerawanan kejahatan dan meningkatkan investigasi pada pelaksanaan intelijen pada seluruh komoditi obat dan makanan yang berpotensi terjadi di wilayah pengawasan BBPOM di Makassar
- lebih giat untuk melaksanakan koordinasi terhadap stakeholder agar seluruh perkara dapat diselesaikan hingga tahap Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti kepada Jaksa Penuntut Umum
Untuk memenuhi pencapaian persentase keberhasilan penindakan kejahatan di Bidang Obat dan Makanan maka Program / kegiatan yang berupaya dilakukan Pada Bulan Mei antara lain :
1. lebih giat untuk melaksanaan Operasi Intelijen Bidang Obat dan Makanan (operasi Intel sebaiknya dilaksanakan sebanyak 4 kali kegiatan di Bulan Mei)
2. Rapat Pembahasan Rencana Penyidikan dan skenario Penindakan
3. Operasi Penindakan (untuk perkara yang telah berada pada posisi A1)
4. Gelar Kasus dan Pelaporan.
Rekomendasi hasil evaluasi kedepan untuk mencapai Pemenuhan Persentase Keberhasilan Penindakan adalah :
- Pemutakhiran data terhadap beberapa kegiatan yang dapat mendukung pencapaian Persentase keberhasilan penindakan kejahatan di bidang Obat dan Makanan
- Melaksanakan pemberkasan hingga sampai
pada Tahap II
Tindak lanjut rekomendasi hasil evaluasi kedepan agar pemenuhan pencapaian target dapat tercapai Tim Subtansi Penindakan akan melakukan :

- Monev terhadap rencana aksi Data/informasi/survey terkait analisis/tren/potensi/ pemetaan kejahatan Obat dan Makanan
- Pemenuhan target sebanyak 5 perkara hingga TW 2
Diharapkan 8 perkara carry over dapat selesai Tahap II
pada Bulan Desember 2024 dan pemenuhan target di bulan mei 2024 sebanyak 4 perkara dapat terealisasi.
untuk lebih berkoordinasi dengan pihak kejaksaan dalam mensosialisasikan dan menerapkan perubahan peraturan Perundang-undangan mengenai Undang - Undang Tentang Kesehatan No 36 Tahun 2009 menjadi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 yang terbaru dalam proses pemberkasan.
6 perkara carry over berada di posisi tahap P21, dan 2 Perkara Carry Over berada di posisi Tahap 2, sehingga pencapaian keberhasilan penindakan dapat tercapai sebesar 26.54 % dapat mencapai target yang ditetapkan sebesar 25 % pada bulan Maret 2024.
6 perkara carry over berada di posisi tahap P21, dan 2 Perkara Carry Over berada di posisi Tahap 2, sehingga pencapaian keberhasilan penindakan dapat tercapai sebesar 26.54 % dapat mencapai target yang ditetapkan sebesar 25 % pada bulan Maret 2024.
31
24Indeks RB UPT91,51-Nilai Belum Keluar-24Indeks RB UPT
32
25Nilai AKIP UPT82,45-Nilai Belum Keluar-25Nilai AKIP UPT
33
26Indeks Profesionalitas ASN UPT86,85-Nilai Belum Keluar-26Indeks Profesionalitas ASN UPT
34
27Persentase pemenuhan laboratorium pengujian Obat dan Makanan sesuai standar GLP85,44-Nilai Belum Keluar-27Persentase pemenuhan laboratorium pengujian Obat dan Makanan sesuai standar GLP
35
28Indeks pengelolaan data dan informasi UPT yang optimal332,3879,33Kurang79,33KurangPerlu Upaya Keras28Indeks pengelolaan data dan informasi UPT yang optimal
36
29Nilai Kinerja Anggaran UPT90,036060,34100,56SANGAT BAIK67,02CUKUPAkan Tercapai29Nilai Kinerja Anggaran UPT
37
30Persentase Keterlibatan UPT dalam program sediaan Farmasi Makanan Minuman serta Program pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan di Provinsi/Kabupaten/Kota

95-Nilai Belum Keluar
38
31Nilai Pengelolaan Kearsipan89,47-Nilai Belum Keluar
39
32Nilai Kualitas Pengadaan Barang dan Jasa81,56-Nilai Belum Keluar
40
33Nilai Pengelolaan Barang Milik Negara49-Nilai Belum Keluar
41
34Persentase Realisasi Penggunaan Produk dalam negeri60-Nilai Belum Keluar
42
Makassar, 18 April 2024
Kepala Balai Besar POM di Makassar





Dra. Hariani, Apt
43
44
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144