| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | ||||||||||||||||||||||||||
2 | PERSIPAN AKREDITASI | |||||||||||||||||||||||||
3 | ||||||||||||||||||||||||||
4 | Komponen | Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik | ||||||||||||||||||||||||
5 | Butir 1 | Pendidik menyediakan dukungan sosial emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran | ||||||||||||||||||||||||
6 | ||||||||||||||||||||||||||
7 | Indikator | Observasi | Dokumen | Wawancara | Bukti yang Relevam | PENILAIAN SAMGAT BAIK | ||||||||||||||||||||
8 | 1.1.1 | Interaksi guru dan murid yang setara dan menghargai | Pada saat observasi kelas, terjadi interaksi tanya jawab guru dengan murid, guru menanggapi semua pertanyaan murid, guru mendorong murid memberi tanggapan atau bertanya. | Telaah dokumen RPP atau dokumen lain yang menunjukkan bahwa proses belajar dirancang untuk mendorong interaksi aktif antara guru dengan murid seperti tanya jawab, pelibatan semua murid dalam diskusi, dan lain-lain | Hasil wawancara dengan guru dan murid pada saat observasi | Guru memberi kesempatan murid bertanya/berkomentar, kemudian: | ||||||||||||||||||||
9 | ● Mendengarkan dengan seksama, menggali maksud murid lebih lanjut dan merespon dengan tanggapan relevan; | |||||||||||||||||||||||||
10 | ● Menggunakan bahasa yang membangun semangat ketika merespon; | |||||||||||||||||||||||||
11 | ● Memberi kesempatan pada tiga atau lebih murid untuk bertanya/ memberi masukan atau berkomentar | |||||||||||||||||||||||||
12 | 1.1.2 | Perhatian kepada murid yang memerlukan dukungan lebih/ekstra dalam pembelajaran | - | a. Bimbingan atau pendampingan (foto, daftar hadir, atau laporan singkat dan lainnya). | a. Catatan guru tentang murid yang dibimbing. | a. mengamati perkembangan belajar murid, | Guru telah mengidentifikasi murid yang memerlukan bantuan dalam belajar berdasarkan pengamatan perkembangan belajar murid. | |||||||||||||||||||
13 | b. Dokumentasi RPP yang memuat penyesuaian pembelajaran | b. Hasil Wawancara Komunikasi dengan orang tua/wali (bisa berupa tangkapan layar atau surat). | b. mengidentifikasi murid yang memerlukan bantuan dalam belajar | Guru telah mencari informasi tambahan, berdiskusi dengan orang tua/wali atau guru/tenaga kependidikan lain, dan telah memberikan dukungan tambahan secara berkesinambungan untuk membantu murid belajar, bekerja sama dengan guru lain dan atau orang tua/wali. | ||||||||||||||||||||||
14 | c. mencari informasi tambahan kepada orang tua/wali atau guru/tenaga kependidikan lain | Dukungan tambahan guru bukan hanya tentang belajar tetapi juga tentang penguatan sosial emosional murid. | ||||||||||||||||||||||||
15 | d. merancang dukungan belajar tambahan bagi murid tersebut | |||||||||||||||||||||||||
16 | e. memberikan dukungan tambahan untuk murid belajar | |||||||||||||||||||||||||
17 | 1.1.3 | Guru menerapkan pola pikir bertumbuh untuk menguatkan keterampilan sosial emosional murid dalam proses belajar | Hasil Observasi Kelas mengenai frekuensi pemberian umpan balik positif, cara guru menangani kesalahan murid, kesempatan yang diberikan untuk mencoba kembali, interaksi guru-murid saat visitasi dan lainnya yang relevan. | Hasil telaah Dokumen mengenai RPP yang mencantumkan strategi pembangunan karakter, jurnal refleksi murid, portofolio perkembangan keterampilan dan dokumen lain yang relevan. | Hasil Wawancara Murid: mengenai tingkat keyakinan diri sebelum dan setelah pembelajaran/praktikum, persepsi tentang dukungan guru, kemampuan mengelola emosi saat menghadapi kesulitan dan lainnya yang relevan. | Guru memberi keteladanan pola pikir bertumbuh. Guru berempati jika murid mengekspresikan emosi negatif saat menghadapi tantangan/kesulitan. Emosi negatif murid dapat berupa rasa bosan, kelelahan, frustrasi, tidak tertarik pada materi pelajaran, kecewa, sedih, marah, dan lain-lain. | ||||||||||||||||||||
18 | 4. Hasil Wawancara guru mengenai cara pandang guru terhadap pola pikir bertumbuh murid, bagaimana mereka membantu murid mengatasi masalah emosi saat menghadapi kesulitan, bagaimana mereka membantu murid mengatasi masalahnya secara sistematis, dan yang relevan lainnya | Guru mampu menunjukkan cara untuk memahami akar masalah serta membimbing dan menguatkan kemandirian murid mengelola emosinya sehingga murid mampu mengatasi kesulitan/masalah yang dihadapi | ||||||||||||||||||||||||
19 | ||||||||||||||||||||||||||
20 | Komponen | Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik | ||||||||||||||||||||||||
21 | Butir 2 | Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran | ||||||||||||||||||||||||
22 | ||||||||||||||||||||||||||
23 | 1.2.1 | Penggunaan kesepakatan kelas yang dirumuskan secara partisipatif untuk mengelola suasana belajar yang kondusif | Hasil observasi proses pembelajaran di kelas, poster/tulisan kesepakatan yang ditulis di kelas dan atau bentuk lainnya | Telaah dokumen hasil supervisi kepala sekolah/madrasah atau pengawas kepada guru | Hasil wawancara dengan perwakilan guru mengenai catatan refleksi guru atau jurnal pembelajaran, daftar hadir saat penyusunan kesepakatan, RPP yang mencantumkan penggunaan kesepakatan kelas, dan bentuk lainnya yang relevan. | Ada kesepakatan kelas yang disusun dengan melibatkan murid secara bermakna, sehingga sebagian besar murid memahami arti penting isi kesepakatan tersebut dan secara sukarela berperan aktif menegakkannya (misalnya dengan saling mengingatkan atau menegur kawan yang melanggar). | ||||||||||||||||||||
24 | 4. Hasil wawancara dengan murid | |||||||||||||||||||||||||
25 | 1.2.2 | Tidak ada penggunaan tindakan agresif dalam pengelolaan kelas | Hasil observasi kelas atau supervisi yang menunjukkan guru mengelola kelas dengan cara positif dan non-agresif. | Telaah Dokumen kode etik atau tata tertib guru yang melarang kekerasan atau tindakan merendahkan, Dokumen Jurnal refleksi guru tentang pendekatan pengelolaan kelas yang digunakan, angket/survey murid tentang rasa aman dan nyaman di kelas, dan dokumen lain yang relevan | Hasil wawancara guru | Dalam upaya membuat murid lebih disiplin, Guru: | ||||||||||||||||||||
26 | Hasil wawancara murid | ● Tidak lagi memberi ancaman, tapi mengajak murid berdialog untuk merefleksikan dan menyadarkannya tentang dampak negatif dari perilaku buruk atau tidak disiplin murid | ||||||||||||||||||||||||
27 | ● TIDAK menggunakan ucapan yang menyakiti dan TIDAK menerapkan hukuman fisik pada murid. | |||||||||||||||||||||||||
28 | 1.2.3 | Efektivitas penggunaan jam pembelajaran | Hasil Observasi kelas/bengkel praktik saat pembelajaran dengan memperhatikan bukti yang ada seperti denah tempat duduk, ceklis kondisi kelas, hasil observasi oleh pengawas dan lain sebagainya. | Telaah dokumentasi seperti catatan jurnal mengajar, dokumen tata tertib kelas, catatan tindakan korektif, analisis capaian pembelajaran, laporan perkembangan materi, RPP dengan metode bervariasi, dan dokumentasi kegiatan serta dokumen lain yang relevan | Hasil wawancara terhadap murid dan orang tua mengenai informasi pembelajaran murid. | Guru mampu membuat suasana belajar tertib, mengajak semua murid terlibat aktif dalam kegiatan belajar dan semua murid fokus pada kegiatan pembelajaran. | ||||||||||||||||||||
29 | Materi dan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan rencana, jadwal dan jam pembelajaran yang seharusnya. | |||||||||||||||||||||||||
30 | ||||||||||||||||||||||||||
31 | Komponen | Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik | ||||||||||||||||||||||||
32 | Butir 3 | Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna | ||||||||||||||||||||||||
33 | ||||||||||||||||||||||||||
34 | 1.3.1 | Pembelajaran yang memfasilitasi murid mencapai kompetensi yang ditetapkan sesuai perencanaan pembelajaran | Observasi kelas selama proses pembelajaran menyeluruh, dan penerapan Soft skill dibentuk melalui proses pembelajaran | Telaah Dokumen : | Wawancara dengan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai murid | Guru melaksanakan siklus pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan dan asesmen) secara lengkap, menerapkan berbagai praktik pedagogis yang membuat murid mendapat beragam pengalaman belajar untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan. Selama pembelajaran, guru melakukan asesmen formatif dan sumatif secara efektif. | ||||||||||||||||||||
35 | 2. Wawancara dengan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai murid | a. Rencana pembelajaran memuat tujuan untuk mencapai kompetensi. | Guru memandu murid dalam belajar sehingga murid juga memahami cara belajarnya, meningkatkan berbagai kompetensi soft skill yang sesuai dengan bidang keahlian yang akan dicapai. | |||||||||||||||||||||||
36 | b. Dokumentasi RPP memuat metode pembelajaran tidak membosankan, menggunakan metode yang tepat. | |||||||||||||||||||||||||
37 | c. Dokumen asesmen formatif dan sumatif sesuai kompetensi yang akan dicapai. | |||||||||||||||||||||||||
38 | dokumen perencanaan yang menunjukkan keterkaitan erat antara: | |||||||||||||||||||||||||
39 | a. Kompetensi dasar kurikulum | |||||||||||||||||||||||||
40 | b. Standar industri terkini | |||||||||||||||||||||||||
41 | c. Teknik penilaian spesifik | |||||||||||||||||||||||||
42 | proses pembelajaran yang menampilkan: | |||||||||||||||||||||||||
43 | a. Interaksi guru-murid berbasis pertanyaan mendalam | |||||||||||||||||||||||||
44 | b. Penggunaan alat/mesin dengan prosedur tepat | |||||||||||||||||||||||||
45 | c. Kolaborasi antar murid dalam menyelesaikan tugas | |||||||||||||||||||||||||
46 | Hasil asesmen yang mencerminkan: a. Perkembangan individu tiap murid | |||||||||||||||||||||||||
47 | b. Tingkat penguasaan kompetensi vokasional | |||||||||||||||||||||||||
48 | c. Pencapaian soft skills yang terukur | |||||||||||||||||||||||||
49 | 1.3.2 | Hasil asesmen dimanfaatkan untuk perbaikan perencanaan dan proses pembelajaran. | Rekap nilai asesmen (ulangan harian, PTS, PAS, praktik), Analisis butir soal (daya beda, tingkat kesukaran), Laporan pencapaian kompetensi murid. | Hasil wawancara dengan perwakilan guru dan murid | Guru menindaklanjuti hasil asesmen untuk memperbaiki rancangan tahap dan pendekatan pembelajaran dan didokumentasikan dalam perencanaan pembelajaran. | |||||||||||||||||||||
50 | b. Hasil analisis diagnosis kesulitan belajar, catatan guru tentang murid yang perlu remedial/pengayaan, hasil angket/feedback murid tentang pemahaman materi. | Guru memanfaatkan hasil asesmen untuk menjadi umpan balik yang rinci kepada murid sehingga murid dapat memperbaiki proses belajarnya dan mencapai hasil belajar yang lebih baik dari sebelumnya. | ||||||||||||||||||||||||
51 | c. rencana Tindak Lanjut (RTL) pembelajaran, jadwal remedial dan pengayaan, dokumentasi kegiatan remedial/pengayaan. | |||||||||||||||||||||||||
52 | d. RPP/Modul Ajar revisi,catatan refleksi guru pada jurnal mengajar, bukti supervisi akademik dari kepala sekolah/pengawas. | |||||||||||||||||||||||||
53 | e. dokumentasi perubahan metode pembelajaran (misalnya dari ceramah ke PjBL), materi ajar/media pembelajaran yang diperbarui. | |||||||||||||||||||||||||
54 | ||||||||||||||||||||||||||
55 | Komponen | Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik | ||||||||||||||||||||||||
56 | Butir 4 | Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik | ||||||||||||||||||||||||
57 | ||||||||||||||||||||||||||
58 | 1.4.1 | Pembelajaran yang efektif menguatkan keimanan dan ketakwaan murid pada Tuhan YME untuk membentuk akhlak yang mulia | Observasi lingkungan sekolah/madrasah dan tempat pembinaan keimanan dan ketakwaan dan Tercipta suasana atau lingkungan belajar yang membentuk akhlak dan moral dalam perilaku murid keseharian di sekolah/madrasah dan pembiasaan di lingkungan sekolah/madrasah dalam membentuk akhlak dan moral. | dokumen yang berkaitan dengan keimanan dan ketakwaan | Hasil Wawancara ada peran guru dalam menanamkan nilai-nilai agama, akhlak dan moral di luar jam pembelajaran intrakurikuler | Selain melalui beragam kegiatan pembelajaran di kelas, SMK/MAK juga memastikan tersedianya lingkungan belajar dan pembiasaan yang menunjukkan konsistensi upaya SMK/MAK dalam membangun akhlak murid agar memiliki sopan santun, adab dalam berperilaku serta peduli terhadap lingkungan sekitar. | ||||||||||||||||||||
59 | Praktik pengajaran tidak lagi hanya menghafal, namun sudah ada praktik pengajaran yang mendorong murid untuk memahami dan menganalisis materi yang dipelajari - bukan hanya mendengarkan guru. | |||||||||||||||||||||||||
60 | Guru mengajak murid mengaitkan pembelajaran pada akhlak mulia, dan memberi petunjuk dan contoh yang jelas tentang perilaku apa yang mencerminkan akhlak mulia, agar murid bisa menerapkannya. | |||||||||||||||||||||||||
61 | ||||||||||||||||||||||||||
62 | 1.4.2 | Pembelajaran yang efektif dalam menguatkan kecintaan terhadap tanah air, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran, dan karya anak bangsa. | ||||||||||||||||||||||||
63 | Pembelajaran yang efektif dalam menguatkan kecintaan terhadap tanah air, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran, dan karya anak bangsa | Kegiatan bersifat nasional yang diwajibkan pemerintah dilaksanakan di sekolah/madrasah. | Hasil wawancara mengenai : | Pada mata pelajaran yang relevan, guru menerapkan metode pembelajaran mendalam (diskusi, argumentasi, studi kasus, dll.) yang memandu murid menganalisis materi dan mengaitkannya dengan sejarah, kekayaan budaya dan alam, dan/atau pemikiran dan karya bangsa Indonesia - serta melakukan refleksi perbaikan rancangan pembelajaran tersebut. | ||||||||||||||||||||||
64 | Ada pembahasan topik-topik yang berkaitan dengan cinta tanah air, kekayaan budaya, atau alam Indonesia pada mata pelajaran relevan | ● ada interaksi berdiskusi, argumentasi, studi kasus atau yang lainnya secara luas untuk dieksplorasi murid. | Sudah ada rancangan kegiatan kokurikuler yang terkait dengan penguatan kecintaan akan sejarah, kekayaan budaya dan alam, dan/atau pemikiran dan karya bangsa Indonesia dan rancangan tersebut telah disusun agar terhubung dengan materi yang dipelajari pada intrakurikuler, serta penerapannya melibatkan murid termasuk pada saat pelaksanaan refleksi dan evaluasinya. | |||||||||||||||||||||||
65 | ● Kegiatan kokurikuler pada mata pelajaran tertentu sebagai pendalaman dari intrakurikuler dirancang terkait dengan cinta tanah air, kekayaan budaya, atau alam Indonesia. Dilanjutkan dengan refleksi/evaluasi. | Ragam kegiatan sudah membangun keterhubungan antara pengetahuan tersebut dengan identitas positif murid sebagai warga Indonesia | ||||||||||||||||||||||||
66 | ● Ada gagasan/inisiatif murid yang difasilitasi oleh guru atau sekolah/madrasah. | |||||||||||||||||||||||||
67 | 1.4.3 | Pembelajaran yang efektif dalam memfasilitasi murid untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan memecahkan masalah | Dokumen kurikulum yang sudah diselaraskan dengan dunia kerja dan rencana pembelajaran yang memuat praktik, simulasi, proyek, atau studi kasus yang menyerupai situasi kerja nyata. | Wawancara mengenai Murid melakukan praktik, simulasi, proyek, atau studi kasus yang menyerupai situasi kerja nyata dan hasil kegiatan praktik, simulasi, proyek, atau studi kasus yang menyerupai situasi kerja nyata | Praktik pengajaran memberi kesempatan pada murid untuk mengasah daya nalar dan pemecahan masalah - dengan rancangan kegiatan yang didasarkan pada tahap perkembangan atau kebutuhan belajar murid, serta dengan melibatkan murid dalam menyusun rencana kegiatan, refleksi, dan evaluasinya. | |||||||||||||||||||||
68 | Pada semua mata pelajaran yang relevan, guru secara konsisten menerapkan metode pembelajaran mendalam (diskusi, argumentasi, studi kasus, dll.) yang memandu murid untuk menganalisis materi dan mengaitkannya dengan isu-isu nyata untuk mengasah daya nalar dan kemampuan memecahkan masalah. | |||||||||||||||||||||||||
69 | 1.4.4 | Pembelajaran yang efektif dalam membangun kompetensi dan/atau karakter yang menjadi misi utama SMK/MAK | Observasi pembelajaran dan lapangan mengenai : | Telaah dokumen mengenai: | Wawancara dengan guru dan murid mengenai kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler | Terdapat ragam dokumentasi dan penjelasan sebagai bukti bagaimana kompetensi dan atau karakter dibangun tidak hanya melalui kegiatan intrakurikuler, namun juga program kokurikuler dan/atau ekstrakurikuler | ||||||||||||||||||||
70 | ● Kegiatan kokurikuler dan/atau ekstrakurikuler dalam rangka penguatan pada intrakurikuler dirancang untuk membangun karakter dan budaya kerja. | ● Dokumen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan SMK/MAK, | Ada kesinambungan yang jelas terlihat antara kompetensi dan karakter yang akan dibangun dengan rancangan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. | |||||||||||||||||||||||
71 | ● Penanaman dan pembiasaan karakter dan budaya kerja dilakukan oleh semua mata pelajaran. | ● Modul Ajar/RPP yang mencantumkan capaian karakter (misalnya disiplin, kerja sama, tanggung jawab, | Pada semua mata pelajaran yang relevan, guru secara konsisten menerapkan metode pembelajaran mendalam (diskusi, argumentasi, studi kasus, dll.) yang memandu murid untuk menguatkan karakter/kompetensi yang menjadi misi utama SMK/MAK | |||||||||||||||||||||||
72 | ● Suasana pembelajaran praktik tercermin dalam rangka pembentukan karakter dan budaya kerja dengan mengadopsi budaya kerja yang terjadi di dunia kerja | ● Program ekstrakurikuler (pramuka, kewirausahaan, keagamaan, olahraga, seni), | ||||||||||||||||||||||||
73 | ● Tata tertib sekolah/madrasah yang menekankan nilai karakter (disiplin, tanggung jawab, toleransi), | |||||||||||||||||||||||||
74 | ● MoU/PKS dengan IDUKA dan Program magang/praktik kerja industri (Prakerin/PKL), | |||||||||||||||||||||||||
75 | ● Instrumen penilaian sikap/karakter murid, dan asil rapor karakter, | |||||||||||||||||||||||||
76 | ● Dokumentasi kegiatan rutin (apel pagi, literasi, doa bersama, piket kelas). | |||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||