| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | MOHON MENGISI KOLOM YANG WARNA KUNING, data yg sdh terisi merupakan data sem 1 jika ada perubahan di sem 2 dengan capaian AKUMULASI, silahkan utk diupdate | |||||||||||||||||||||||||
2 | Periode Pelaporan : | Semester 2 | ||||||||||||||||||||||||
3 | Pilih Tahun : | Tahun 2024 | ||||||||||||||||||||||||
4 | Provinsi : | Kalimantan Tengah | ||||||||||||||||||||||||
5 | Kabupaten/Kota : | Kotawaringin Barat | ||||||||||||||||||||||||
6 | ||||||||||||||||||||||||||
7 | NO. | KODE INDIKATOR | NAMA INDIKATOR | CAPAIAN | PENJELASAN | PIC | Tantangan / Kendala | Strategi | ||||||||||||||||||
9 | Blok 2A : Indikator Pilar 1. PENINGKATAN KOMITMEN DAN VISI KEPEMIMPINAN | |||||||||||||||||||||||||
10 | 1 | Pilar 1. A2 | Terselenggaranya rapat koordinasi di tingkat kabupaten/kota | Ya | Diisi dengan Ya/Tidak | Bappeda | ||||||||||||||||||||
11 | 2 | Pilar 1. A3 | Terselenggaranya rembuk Stunting tingkat kecamatan | Ya | Diisi dengan Ya/Tidak | Kecamatan | ||||||||||||||||||||
12 | Pilar 1. A3_a | Jumlah Kecamatan yang telah melaksanakan rembug stunting 1 (satu) kali | 0 | Diisi dengan angka/jumlah | Kecamatan | 1 desa yang kurang tanggap terhadap kegiatan dan kurang lengkapnya unsur yg hadir pada saat pelaksanaan kegiatan | membuat kesepakatan melalui asosiasi kepala desa sekecamatan dan forkompimcam | Tulis Kecamatan : PANGKALAN BANTENG | ||||||||||||||||||
13 | Pilar 1. A3_b | Jumlah Kecamatan yang telah melaksanakan rembug stunting 2 (dua) kali | 0 | Diisi dengan angka/jumlah | Kecamatan | Tulis Kecamatan : PANGKALAN BANTENG | ||||||||||||||||||||
14 | 3 | Pilar 1. A5 | Jumlah desa/kelurahan yang memiliki bidan sesuai kebutuhan | 89 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Ada 5 Desa Yg tdk ada Tenaga Bidan Desa | pelayanan di lakukan melalui kelas ibu hamil | ||||||||||||||||||
15 | 4 | Pilar 1. A6 | Jumlah desa/kelurahan bebas stunting | 24 | Diisi dengan angka/jumlah | DPMD | ||||||||||||||||||||
16 | 5 | Pilar 1. B1 | Jumlah pemerintah desa yang mendapatkan peningkatan kapasitas dalam penanganan Percepatan Penurunan Stunting | 81 | Diisi dengan angka/jumlah | DPMD | ||||||||||||||||||||
17 | 6 | Pilar 1. B3 | Jumlah desa/kelurahan yang kader pembangunan manusianya mendapatkan pembinaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota | 81 | Diisi dengan angka/jumlah | DPMD | ||||||||||||||||||||
18 | Blok 2B : Indikator Pilar 2. PENINGKATAN KOMUNIKASI PERUBAHAN PERILAKU DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT | |||||||||||||||||||||||||
19 | 7 | Pilar 2. A1 | Terlaksananya kampanye nasional pencegahan stunting | Ya | Diisi dengan Ya/Tidak | Diskominfo | ||||||||||||||||||||
20 | 8 | Pilar 2. A2 | Persentase keluarga yang stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) | 97.72% | Dinkes | Perlu peningkatan dalam menuju ODF kabupaten. | Perlu komitmen pemda dalam percepatan ODF kabupaten. | |||||||||||||||||||
21 | Pilar 2. A2_a | Jumlah keluarga | 64264 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Perlu peningkatan akses, karena Dinas Kesehatan hanya sekedar memicu untuk berubah prilaku. sehingga akses yang ada kategori akses aman dapat terpenuhi. | Masih tetap proses pendekatan pemicuan/sosialisasi/mendorong untuk bisa mencapai akses aman sehingga Perlu rakor dalam berkomitmen pemda untuk menuntaskan mslh ini dan mencapai akses aman. | |||||||||||||||||||
22 | Pilar 2. A2_b | Jumlah keluarga yang stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) | 62799 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Rumah yang masih belum memiliki jamban sehat masih (OD) berada di DAS, sehingga perlu TTG | Pendampingan dan Monev ke setiap desa yang belum BABS | |||||||||||||||||||
23 | 9 | Pilar 2. A3 | Persentase keluarga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) | 83.7 | Dinkes | |||||||||||||||||||||
24 | Pilar 2. A3_a | Jumlah keluarga | 19382 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Masih ada keluarga yg blm menerapkan PHBS | Meningkatkan intervensi Fokus Indikator PHBS yg Blm Terpenuhi | |||||||||||||||||||
25 | Pilar 2. A3_b | Jumlah keluarga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) | 16226 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Masih ada keluarga yg blm menerapkan PHBS | Meningkatkan intervensi Fokus Indikator PHBS yg Blm Terpenuhi | |||||||||||||||||||
26 | 10 | Pilar 2. A4 | Persentase anak usia di bawah lima tahun (balita) yang memperoleh imunisasi dasar lengkap | 65.3 | Dinkes | Jumlah logistik Vaksin dari Provinsi masih belum mencukupi | ||||||||||||||||||||
27 | Pilar 2. A4_a | Jumlah anak usia di bawah lima tahun (balita) | 4435 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | 1. Beberapa jenis vaksin mengalami kekosongan, 2 Mobilisasi pendudukmyang tingg, 3. Beberapa orang tua masih menolak Vaksinasi ganda | 1. Membuat surat permohonan vaksin dan logistik sesuai jumlahsasaran dan sasaran imunisasi kejar, 2 . Melakukan Validasi sasaran, 3. Kunjungan Rumah/ sweeping dan Melakukan Filter Balita yg Terdaftar 4. sosialisasi manfaat imunisasi | |||||||||||||||||||
28 | Pilar 2. A4_b | Jumlah anak usia di bawah lima tahun (balita) yang memperoleh imunisasi dasar lengkap | 2894 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | 1. Beberapa jenis vaksin mengalami kekosongan, 2 Mobilisasi pendudukmyang tingg, 3. Beberapa orang tua masih menolak Vaksinasi ganda | 1. Membuat surat permohonan vaksin dan logistik sesuai jumlahsasaran dan sasaran imunisasi kejar, 2 . Melakukan Validasi sasaran, 3. Kunjungan Rumah/ sweeping dan Melakukan Filter Balita yg Terdaftar 4. sosialisasi manfaat imunisasi | |||||||||||||||||||
29 | 11 | Pilar 2. B2 | Jumlah desa/kelurahan yang memiliki guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terlatih pengasuhan stimulasi penanganan stunting sebagai hasil pendidikan dan pelatihan di kabupaten/kota | 50 | Diisi dengan angka/jumlah | Dikbud | Tidak ada kendala | Melaksanakan Sosialisasi Penanganan Stunting untuk Guru PAUD | ||||||||||||||||||
30 | 12 | Pilar 2. B3 | Jumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) | 100 | Diisi dengan angka/jumlah | Dikbud | Tidak ada kendala | Melakukan sosialisasi dan pendampingan PAUD HI | ||||||||||||||||||
31 | 13 | Pilar 2. B4 | Jumlah posyandu memiliki standar pelayanan pemantauan tumbuh kembang | 210 | Diisi dengan angka/jumlah | DPMD | ||||||||||||||||||||
32 | 14 | Pilar 2. B5 | Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan kelas Bina Keluarga Balita (BKB) tentang pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) | 19 | Diisi dengan angka/jumlah | DP3AP2KB | ||||||||||||||||||||
33 | 15 | Pilar 2. B6 | Persentase kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan modul kesehatan dan gizi | 100% | Dinsos | |||||||||||||||||||||
34 | Pilar 2. B6_a | Jumlah kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) | 10,880 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinsos | |||||||||||||||||||||
35 | Pilar 2. B6_b | Jumlah kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan modul kesehatan dan gizi | 10,880 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinsos | |||||||||||||||||||||
36 | 16 | Pilar 2. B7 | Persentase Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang melaksanakan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja | 100 | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
37 | Pilar 2. B7_a | Jumlah Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Bina Keluarga Remaja (BKR) | 21 | Diisi dengan angka/jumlah | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
38 | Pilar 2. B7_b | Jumlah Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang melaksanakan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja | 21 | Diisi dengan angka/jumlah | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
39 | 17 | Pilar 2. C1_a | Terlaksananya Forum Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Penurunan Stunting Lintas Agama | Tidak | Diisi dengan Ya/Tidak | Kemenag | ||||||||||||||||||||
40 | Pilar 2. C1_b | Jumlah pelaksanaan forum komunikasi perubahan perilaku dalam penurunan stunting lintas agama | 0 | Diisi dengan angka/jumlah | Kemenag | |||||||||||||||||||||
41 | Blok 2C : Indikator Pilar 3. PENINGKATAN KONVERGENSI INTERVENSI SPESIFIK DAN INTERVENSI SENSITIF | |||||||||||||||||||||||||
42 | 18 | Pilar 3. A3 | Jumlah desa/kelurahan yang mengintegrasikan program dan kegiatan Percepatan Penurunan Stunting dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa/kelurahan | 94 | Diisi dengan angka/jumlah | DPMD | ||||||||||||||||||||
43 | 19 | Pilar 3. A4 | Jumlah desa/kelurahan yang meningkatkan alokasi dana desa/kelurahan untuk Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif dalam penurunan Stunting | 60 | Diisi dengan angka/jumlah | DPMD | ||||||||||||||||||||
44 | 20 | Pilar 3. A5 | Jumlah desa/kelurahan yang melakukan konvergensi Percepatan Penurunan Stunting. | 94 | Diisi dengan angka/jumlah | DPMD | ||||||||||||||||||||
45 | 21 | Pilar 3. A6 | Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) | 94 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | koordinasi lintas sektor | ||||||||||||||||||
46 | 22 | Pilar 3. A7 | Persentase calon pengantin/calon ibu yang menerima Tablet Tambah Darah (TTD) | 100 | Dinkes | |||||||||||||||||||||
47 | Pilar 3. A7_a | Jumlah calon pengantin/calon ibu | 964 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak semua Catin Yang tercatat di KUA memeriksakan kesehatannya di Faskes | Melakukan Ku njungan Rumah Untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan catin | |||||||||||||||||||
48 | Pilar 3. A7_b | Jumlah calon pengantin/calon ibu yang menerima Tablet Tambah Darah (TTD) | 964 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak semua Catin Yang tercatat di KUA memeriksakan kesehatannya di Faskes | Melakukan Ku njungan Rumah Untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan catin | |||||||||||||||||||
49 | 23 | Pilar 3. A8 | Persentase Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang menerima tambahan asupan gizi | 100 | Dinkes | |||||||||||||||||||||
50 | Pilar 3. A8_a | Jumlah Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) | 262 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | melakukan kunjungan Rumah dan Penyuluhan Di Kelas Ibu hamil | |||||||||||||||||||
51 | Pilar 3. A8_b | Jumlah Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang menerima tambahan asupan gizi | 262 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Terlambat Pemberian PMT karena Sumber Dana Belum tersedia | Melakukan Perubahan Alur kas | |||||||||||||||||||
52 | 24 | Pilar 3. A9 | Persentase Ibu Hamil yang mendapatkan tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama masa kehamilan | 91.94998903 | Dinkes | |||||||||||||||||||||
53 | Pilar 3. A9_a | Jumlah Ibu Hamil | 4559 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | Melakukan Pendataan Ibu Hamil Perdesa | |||||||||||||||||||
54 | Pilar 3. A9_b | Jumlah Ibu Hamil yang mendapatkan tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama masa kehamilan | 4192 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah Melakukan Pendataan Ibu Hamil Perdesa | Melakukan Pendataan Ibu Hamil Perdesa | |||||||||||||||||||
55 | 25 | Pilar 3. A10 | Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif | 64.23 | Dinkes | |||||||||||||||||||||
56 | Pilar 3. A10_a | Jumlah bayi usia kurang dari 6 bulan | 959 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | Melakukan Pendataan | |||||||||||||||||||
57 | Pilar 3. A10_b | Jumlah bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif | 616 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak semua bayi Mendapatkan ASI Eksklusif | Konseling , Dan menyediakan Ruangan Menyusui di Fasilitas Umum | |||||||||||||||||||
58 | 26 | Pilar 3. A11 | Persentase anak usia 6-23 bulan yang mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) | 91.0 | Dinkes | |||||||||||||||||||||
59 | Pilar 3. A11_a | Jumlah anak usia 6-23 bulan | 100 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | tidak Semua Balita Ke Faskes | semua Balita yang ke Faskes di Lakukan wawancara | |||||||||||||||||||
60 | Pilar 3. A11_b | Jumlah anak usia 6-23 bulan yang mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) | 91 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak semua Balita Ke Faskes | Kunjungan Rumah bagi Balita Yg Tdk hadir ke Faskes | |||||||||||||||||||
61 | 27 | Pilar 3. A12 | Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk | 100% | Dinkes | |||||||||||||||||||||
62 | Pilar 3. A12_a | Jumlah anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk | 13 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | melakukan koordinasi lintas Program dan lintas Sektor | |||||||||||||||||||
63 | Pilar 3. A12_b | Jumlah anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk | 13 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | melakukan koordinasi lintas Program dan lintas Sektor | |||||||||||||||||||
64 | 28 | Pilar 3. A13 | Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi | 100 | Dinkes | |||||||||||||||||||||
65 | Pilar 3. A13_a | Jumlah anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang | 246 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | Melakukan koordinasi lintas sektor | |||||||||||||||||||
66 | Pilar 3. A13_b | Jumlah anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi | 246 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | Melakukan koordinasi lintas sektor | |||||||||||||||||||
67 | 29 | Pilar 3. B1 | Cakupan pendampingan Keluarga Berisiko Stunting | 115 | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
68 | Pilar 3. B1_a | Jumlah Keluarga Berisiko Stunting | 7061 | Diisi dengan angka/jumlah | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
69 | Pilar 3. B1_b | Jumlah Keluarga Berisiko Stunting yang mendapat pendampingan | 8091 | Diisi dengan angka/jumlah | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
70 | 30 | Pilar 3. B2 | Cakupan calon pengantin yang menerima pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi sejak 3 bulan pra-nikah | 99.11 | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
71 | Pilar 3. B2_a | Jumlah calon pengantin | 225 | Diisi dengan angka/jumlah | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
72 | Pilar 3. B2_b | Jumlah calon pengantin yang menerima pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi sejak 3 bulan pra-nikah | 223 | Diisi dengan angka/jumlah | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
73 | 31 | Pilar 3. B3 | Persentase remaja putri yang menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin) | 87.30368413 | Dinkes | |||||||||||||||||||||
74 | Pilar 3. B3_a | Jumlah remaja putri | 6813 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | Melakukan Pendataan | |||||||||||||||||||
75 | Pilar 3. B3_b | Jumlah remaja putri yang menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin) | 5948 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Dilaksanakan pada saat Tahun Ajaran Baru | Melakukan Pendataan | |||||||||||||||||||
76 | 32 | Pilar 3. B4 | Tersedianya data hasil surveilans keluarga berisiko Stunting | Ya | Diisi dengan Ya/Tidak | DP3AP2KB | ||||||||||||||||||||
77 | 33 | Pilar 3. B6 | Persentase pelayanan keluarga berencana pasca melahirkan | 75.00 | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
78 | Pilar 3. B6_a | Jumlah ibu melahirkan/nifas | 312 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | Tidak ada masalah | Meningkan SDM Nakes dan Kunjungan Rumah | |||||||||||||||||||
79 | Pilar 3. B6_b | Jumlah ibu melahirkan/nifas yang mendapatkan pelayanan KB pasca melahirkan | 234 | Diisi dengan angka/jumlah | DP3AP2KB | |||||||||||||||||||||
80 | 34 | Pilar 3. B7 | Persentase unmet need pelayanan keluarga berencana | 11.64% | Diisi dengan angka/persentase | DP3AP2KB | ||||||||||||||||||||
81 | Blok 2D : Indikator Pilar 4. PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PADA TINGKAT INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT | |||||||||||||||||||||||||
82 | 35 | Pilar 4. A1 | Persentase keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan manfaat sumber daya pekarangan untuk peningkatan asupan gizi | 100% | Distan | |||||||||||||||||||||
83 | Pilar 4. A1_a | Jumlah keluarga berisiko Stunting | 510 | Diisi dengan angka/jumlah | Distan | |||||||||||||||||||||
84 | Pilar 4. A1_b | Jumlah keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan manfaat sumber daya pekarangan untuk peningkatan asupan gizi | 510 | Diisi dengan angka/jumlah | Distan | |||||||||||||||||||||
85 | 36 | Pilar 4. A2 | Persentase keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan promosi peningkatan konsumsi ikan dalam negeri | 100% | DPKP | |||||||||||||||||||||
86 | Pilar 4. A2_a | Jumlah keluarga berisiko Stunting | 510 | Diisi dengan angka/jumlah | DPKP | |||||||||||||||||||||
87 | Pilar 4. A2_b | Jumlah keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan promosi peningkatan konsumsi ikan dalam negeri | 510 | Diisi dengan angka/jumlah | DPKP | |||||||||||||||||||||
88 | 37 | Pilar 4. A3 | Persentase Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta yang menerima variasi bantuan pangan selain beras dan telur (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral dan/atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu/MPASI) | 100 | Dinsos | Tidak memiliki data | ||||||||||||||||||||
89 | Pilar 4. A3_a | Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta | 541 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinsos | |||||||||||||||||||||
90 | Pilar 4. A3_b | Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta yang menerima variasi bantuan pangan selain beras dan telur (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral dan/atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu/MPASI) | 541 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinsos | |||||||||||||||||||||
91 | 38 | Pilar 4. A4 | Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan tunai bersyarat | 100 | Dinsos | |||||||||||||||||||||
92 | Pilar 4. A4_a | Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial | 142 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinsos | |||||||||||||||||||||
93 | Pilar 4. A4_b | Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan tunai bersyarat | 142 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinsos | |||||||||||||||||||||
94 | 39 | Pilar 4. A5 | Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan pangan non-tunai | 100 | Dinsos | |||||||||||||||||||||
95 | Pilar 4. A5_a | Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial | 241 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinsos | |||||||||||||||||||||
96 | Pilar 4. A5_b | Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan pangan non-tunai | 241 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinsos | |||||||||||||||||||||
97 | 40 | Pilar 4. A6 | Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) fakir miskin dan orang tidak mampu yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan | 100% | Dinkes | |||||||||||||||||||||
98 | Pilar 4. A6_a | Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) fakir miskin dan orang tidak mampu | 10880 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | |||||||||||||||||||||
99 | Pilar 4. A6_b | Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) fakir miskin dan orang tidak mampu yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan | 10880 | Diisi dengan angka/jumlah | Dinkes | |||||||||||||||||||||
100 | 41 | Pilar 4. B1 | Persentase pengawasan produk pangan fortifikasi yang ditindaklanjuti oleh Pelaku Usaha | 100% | Lokapom | |||||||||||||||||||||
101 | Pilar 4. B1_a | Jumlah pelaku usaha pangan fortifikasi yang menerima rekomendasi dari Pemda | 5 | Diisi dengan angka/jumlah | Lokapom | |||||||||||||||||||||