ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
MOHON MENGISI KOLOM YANG WARNA KUNING, data yg sdh terisi merupakan data sem 1 jika ada perubahan di sem 2 dengan capaian AKUMULASI, silahkan utk diupdate
2
Periode Pelaporan :Semester 2
3
Pilih Tahun :Tahun 2024
4
Provinsi :Kalimantan Tengah
5
Kabupaten/Kota :Kotawaringin Barat
6
7
NO.KODE INDIKATORNAMA INDIKATORCAPAIANPENJELASANPICTantangan / KendalaStrategi
9
Blok 2A : Indikator Pilar 1. PENINGKATAN KOMITMEN DAN VISI KEPEMIMPINAN
10
1Pilar 1. A2Terselenggaranya rapat koordinasi di tingkat kabupaten/kotaYaDiisi dengan Ya/TidakBappeda
11
2Pilar 1. A3Terselenggaranya rembuk Stunting tingkat kecamatanYaDiisi dengan Ya/TidakKecamatan
12
Pilar 1. A3_aJumlah Kecamatan yang telah melaksanakan rembug stunting 1 (satu) kali0Diisi dengan angka/jumlahKecamatan1 desa yang kurang tanggap terhadap kegiatan dan kurang lengkapnya unsur yg hadir pada saat pelaksanaan kegiatanmembuat kesepakatan melalui asosiasi kepala desa sekecamatan dan forkompimcamTulis Kecamatan : PANGKALAN BANTENG
13
Pilar 1. A3_bJumlah Kecamatan yang telah melaksanakan rembug stunting 2 (dua) kali0Diisi dengan angka/jumlahKecamatanTulis Kecamatan : PANGKALAN BANTENG
14
3Pilar 1. A5Jumlah desa/kelurahan yang memiliki bidan sesuai kebutuhan89Diisi dengan angka/jumlahDinkesAda 5 Desa Yg tdk ada Tenaga Bidan Desapelayanan di lakukan melalui kelas ibu hamil
15
4Pilar 1. A6Jumlah desa/kelurahan bebas stunting24Diisi dengan angka/jumlahDPMD
16
5Pilar 1. B1Jumlah pemerintah desa yang mendapatkan peningkatan kapasitas dalam penanganan Percepatan Penurunan Stunting81Diisi dengan angka/jumlahDPMD
17
6Pilar 1. B3Jumlah desa/kelurahan yang kader pembangunan manusianya mendapatkan pembinaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota81Diisi dengan angka/jumlahDPMD
18
Blok 2B : Indikator Pilar 2. PENINGKATAN KOMUNIKASI PERUBAHAN PERILAKU DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
19
7Pilar 2. A1Terlaksananya kampanye nasional pencegahan stuntingYaDiisi dengan Ya/TidakDiskominfo
20
8Pilar 2. A2Persentase keluarga yang stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)97.72%DinkesPerlu peningkatan dalam menuju ODF kabupaten.Perlu komitmen pemda dalam percepatan ODF kabupaten.
21
Pilar 2. A2_aJumlah keluarga 64264Diisi dengan angka/jumlahDinkesPerlu peningkatan akses, karena Dinas Kesehatan hanya sekedar memicu untuk berubah prilaku. sehingga akses yang ada kategori akses aman dapat terpenuhi.Masih tetap proses pendekatan pemicuan/sosialisasi/mendorong untuk bisa mencapai akses aman sehingga Perlu rakor dalam berkomitmen pemda untuk menuntaskan mslh ini dan mencapai akses aman.
22
Pilar 2. A2_bJumlah keluarga yang stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)62799Diisi dengan angka/jumlahDinkesRumah yang masih belum memiliki jamban sehat masih (OD) berada di DAS, sehingga perlu TTGPendampingan dan Monev ke setiap desa yang belum BABS
23
9Pilar 2. A3Persentase keluarga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)83.7Dinkes
24
Pilar 2. A3_aJumlah keluarga19382Diisi dengan angka/jumlahDinkesMasih ada keluarga yg blm menerapkan PHBSMeningkatkan intervensi Fokus Indikator PHBS yg Blm Terpenuhi
25
Pilar 2. A3_bJumlah keluarga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)16226Diisi dengan angka/jumlahDinkesMasih ada keluarga yg blm menerapkan PHBSMeningkatkan intervensi Fokus Indikator PHBS yg Blm Terpenuhi
26
10Pilar 2. A4Persentase anak usia di bawah lima tahun (balita) yang memperoleh imunisasi dasar lengkap65.3DinkesJumlah logistik Vaksin dari Provinsi masih belum mencukupi
27
Pilar 2. A4_aJumlah anak usia di bawah lima tahun (balita) 4435Diisi dengan angka/jumlahDinkes1. Beberapa jenis vaksin mengalami kekosongan, 2 Mobilisasi pendudukmyang tingg, 3. Beberapa orang tua masih menolak Vaksinasi ganda1. Membuat surat permohonan vaksin dan logistik sesuai jumlahsasaran dan sasaran imunisasi kejar, 2 . Melakukan Validasi sasaran, 3. Kunjungan Rumah/ sweeping dan Melakukan Filter Balita yg Terdaftar 4. sosialisasi manfaat imunisasi
28
Pilar 2. A4_bJumlah anak usia di bawah lima tahun (balita) yang memperoleh imunisasi dasar lengkap2894Diisi dengan angka/jumlahDinkes1. Beberapa jenis vaksin mengalami kekosongan, 2 Mobilisasi pendudukmyang tingg, 3. Beberapa orang tua masih menolak Vaksinasi ganda1. Membuat surat permohonan vaksin dan logistik sesuai jumlahsasaran dan sasaran imunisasi kejar, 2 . Melakukan Validasi sasaran, 3. Kunjungan Rumah/ sweeping dan Melakukan Filter Balita yg Terdaftar 4. sosialisasi manfaat imunisasi
29
11Pilar 2. B2Jumlah desa/kelurahan yang memiliki guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terlatih pengasuhan stimulasi penanganan stunting sebagai hasil pendidikan dan pelatihan di kabupaten/kota50Diisi dengan angka/jumlahDikbudTidak ada kendalaMelaksanakan Sosialisasi Penanganan Stunting untuk Guru PAUD
30
12Pilar 2. B3Jumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI)100Diisi dengan angka/jumlahDikbudTidak ada kendalaMelakukan sosialisasi dan pendampingan PAUD HI
31
13Pilar 2. B4Jumlah posyandu memiliki standar pelayanan pemantauan tumbuh kembang210Diisi dengan angka/jumlahDPMD
32
14Pilar 2. B5Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan kelas Bina Keluarga Balita (BKB) tentang pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)19Diisi dengan angka/jumlahDP3AP2KB
33
15Pilar 2. B6Persentase kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan modul kesehatan dan gizi100%Dinsos
34
Pilar 2. B6_aJumlah kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)10,880Diisi dengan angka/jumlahDinsos
35
Pilar 2. B6_bJumlah kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan modul kesehatan dan gizi10,880Diisi dengan angka/jumlahDinsos
36
16Pilar 2. B7Persentase Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang melaksanakan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja100DP3AP2KB
37
Pilar 2. B7_aJumlah Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Bina Keluarga Remaja (BKR) 21Diisi dengan angka/jumlahDP3AP2KB
38
Pilar 2. B7_bJumlah Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja dan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang melaksanakan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja21Diisi dengan angka/jumlahDP3AP2KB
39
17Pilar 2. C1_aTerlaksananya Forum Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Penurunan Stunting Lintas AgamaTidakDiisi dengan Ya/TidakKemenag
40
Pilar 2. C1_bJumlah pelaksanaan forum komunikasi perubahan perilaku dalam penurunan stunting lintas agama0Diisi dengan angka/jumlahKemenag
41
Blok 2C : Indikator Pilar 3. PENINGKATAN KONVERGENSI INTERVENSI SPESIFIK DAN INTERVENSI SENSITIF
42
18Pilar 3. A3Jumlah desa/kelurahan yang mengintegrasikan program dan kegiatan Percepatan Penurunan Stunting dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa/kelurahan94Diisi dengan angka/jumlahDPMD
43
19Pilar 3. A4Jumlah desa/kelurahan yang meningkatkan alokasi dana desa/kelurahan untuk Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif dalam penurunan Stunting60Diisi dengan angka/jumlahDPMD
44
20Pilar 3. A5Jumlah desa/kelurahan yang melakukan konvergensi Percepatan Penurunan Stunting.94Diisi dengan angka/jumlahDPMD
45
21Pilar 3. A6Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)94Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalahkoordinasi lintas sektor
46
22Pilar 3. A7Persentase calon pengantin/calon ibu yang menerima Tablet Tambah Darah (TTD)100Dinkes
47
Pilar 3. A7_aJumlah calon pengantin/calon ibu964Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak semua Catin Yang tercatat di KUA memeriksakan kesehatannya di FaskesMelakukan Ku njungan Rumah Untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan catin
48
Pilar 3. A7_bJumlah calon pengantin/calon ibu yang menerima Tablet Tambah Darah (TTD)964Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak semua Catin Yang tercatat di KUA memeriksakan kesehatannya di FaskesMelakukan Ku njungan Rumah Untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan catin
49
23Pilar 3. A8Persentase Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang menerima tambahan asupan gizi100Dinkes
50
Pilar 3. A8_aJumlah Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK)262Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalah melakukan kunjungan Rumah dan Penyuluhan Di Kelas Ibu hamil
51
Pilar 3. A8_bJumlah Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (KEK) yang menerima tambahan asupan gizi262Diisi dengan angka/jumlahDinkesTerlambat Pemberian PMT karena Sumber Dana Belum tersediaMelakukan Perubahan Alur kas
52
24Pilar 3. A9Persentase Ibu Hamil yang mendapatkan tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama masa kehamilan91.94998903Dinkes
53
Pilar 3. A9_aJumlah Ibu Hamil4559Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalahMelakukan Pendataan Ibu Hamil Perdesa
54
Pilar 3. A9_bJumlah Ibu Hamil yang mendapatkan tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama masa kehamilan4192Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalah Melakukan Pendataan Ibu Hamil PerdesaMelakukan Pendataan Ibu Hamil Perdesa
55
25Pilar 3. A10Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif64.23Dinkes
56
Pilar 3. A10_aJumlah bayi usia kurang dari 6 bulan959Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalahMelakukan Pendataan
57
Pilar 3. A10_bJumlah bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif616Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak semua bayi Mendapatkan ASI EksklusifKonseling , Dan menyediakan Ruangan Menyusui di Fasilitas Umum
58
26Pilar 3. A11Persentase anak usia 6-23 bulan yang mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)91.0Dinkes
59
Pilar 3. A11_aJumlah anak usia 6-23 bulan100Diisi dengan angka/jumlahDinkestidak Semua Balita Ke Faskessemua Balita yang ke Faskes di Lakukan wawancara
60
Pilar 3. A11_bJumlah anak usia 6-23 bulan yang mendapat Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)91Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak semua Balita Ke FaskesKunjungan Rumah bagi Balita Yg Tdk hadir ke Faskes
61
27Pilar 3. A12Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk100%Dinkes
62
Pilar 3. A12_aJumlah anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk13Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalahmelakukan koordinasi lintas Program dan lintas Sektor
63
Pilar 3. A12_bJumlah anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi buruk yang mendapat pelayanan tata laksana gizi buruk13Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalahmelakukan koordinasi lintas Program dan lintas Sektor
64
28Pilar 3. A13Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi100Dinkes
65
Pilar 3. A13_aJumlah anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang246Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalahMelakukan koordinasi lintas sektor
66
Pilar 3. A13_bJumlah anak berusia di bawah lima tahun (balita) gizi kurang yang mendapat tambahan asupan gizi246Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalahMelakukan koordinasi lintas sektor
67
29Pilar 3. B1Cakupan pendampingan Keluarga Berisiko Stunting115DP3AP2KB
68
Pilar 3. B1_aJumlah Keluarga Berisiko Stunting7061Diisi dengan angka/jumlahDP3AP2KB
69
Pilar 3. B1_bJumlah Keluarga Berisiko Stunting yang mendapat pendampingan8091Diisi dengan angka/jumlahDP3AP2KB
70
30Pilar 3. B2Cakupan calon pengantin yang menerima pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi sejak 3 bulan pra-nikah99.11DP3AP2KB
71
Pilar 3. B2_aJumlah calon pengantin225Diisi dengan angka/jumlahDP3AP2KB
72
Pilar 3. B2_bJumlah calon pengantin yang menerima pendampingan kesehatan reproduksi dan edukasi gizi sejak 3 bulan pra-nikah223Diisi dengan angka/jumlahDP3AP2KB
73
31Pilar 3. B3Persentase remaja putri yang menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin)87.30368413Dinkes
74
Pilar 3. B3_aJumlah remaja putri6813Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalahMelakukan Pendataan
75
Pilar 3. B3_bJumlah remaja putri yang menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin)5948Diisi dengan angka/jumlahDinkesDilaksanakan pada saat Tahun Ajaran BaruMelakukan Pendataan
76
32Pilar 3. B4Tersedianya data hasil surveilans keluarga berisiko StuntingYaDiisi dengan Ya/TidakDP3AP2KB
77
33Pilar 3. B6Persentase pelayanan keluarga berencana pasca melahirkan75.00DP3AP2KB
78
Pilar 3. B6_aJumlah ibu melahirkan/nifas312Diisi dengan angka/jumlahDinkesTidak ada masalahMeningkan SDM Nakes dan Kunjungan Rumah
79
Pilar 3. B6_bJumlah ibu melahirkan/nifas yang mendapatkan pelayanan KB pasca melahirkan234Diisi dengan angka/jumlahDP3AP2KB
80
34Pilar 3. B7Persentase unmet need pelayanan keluarga berencana11.64%Diisi dengan angka/persentaseDP3AP2KB
81
Blok 2D : Indikator Pilar 4. PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PADA TINGKAT INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
82
35Pilar 4. A1Persentase keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan manfaat sumber daya pekarangan untuk peningkatan asupan gizi100%Distan
83
Pilar 4. A1_aJumlah keluarga berisiko Stunting510Diisi dengan angka/jumlahDistan
84
Pilar 4. A1_bJumlah keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan manfaat sumber daya pekarangan untuk peningkatan asupan gizi510Diisi dengan angka/jumlahDistan
85
36Pilar 4. A2Persentase keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan promosi peningkatan konsumsi ikan dalam negeri100%DPKP
86
Pilar 4. A2_aJumlah keluarga berisiko Stunting510Diisi dengan angka/jumlahDPKP
87
Pilar 4. A2_bJumlah keluarga berisiko Stunting yang mendapatkan promosi peningkatan konsumsi ikan dalam negeri510Diisi dengan angka/jumlahDPKP
88
37Pilar 4. A3Persentase Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta yang menerima variasi bantuan pangan selain beras dan telur (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral dan/atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu/MPASI)100DinsosTidak memiliki data
89
Pilar 4. A3_aJumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta541Diisi dengan angka/jumlahDinsos
90
Pilar 4. A3_bJumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta yang menerima variasi bantuan pangan selain beras dan telur (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin dan mineral dan/atau Makanan Pendamping Air Susu Ibu/MPASI)541Diisi dengan angka/jumlahDinsos
91
38Pilar 4. A4Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan tunai bersyarat100Dinsos
92
Pilar 4. A4_aJumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial142Diisi dengan angka/jumlahDinsos
93
Pilar 4. A4_bJumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan tunai bersyarat142Diisi dengan angka/jumlahDinsos
94
39Pilar 4. A5Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan pangan non-tunai100Dinsos
95
Pilar 4. A5_aJumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial241Diisi dengan angka/jumlahDinsos
96
Pilar 4. A5_bJumlah Pasangan Usia Subur (PUS) dengan status miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang menerima bantuan pangan non-tunai241Diisi dengan angka/jumlahDinsos
97
40Pilar 4. A6Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) fakir miskin dan orang tidak mampu yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan100%Dinkes
98
Pilar 4. A6_aJumlah Pasangan Usia Subur (PUS) fakir miskin dan orang tidak mampu10880Diisi dengan angka/jumlahDinkes
99
Pilar 4. A6_bJumlah Pasangan Usia Subur (PUS) fakir miskin dan orang tidak mampu yang menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan10880Diisi dengan angka/jumlahDinkes
100
41Pilar 4. B1Persentase pengawasan produk pangan fortifikasi yang ditindaklanjuti oleh Pelaku Usaha100%Lokapom
101
Pilar 4. B1_aJumlah pelaku usaha pangan fortifikasi yang menerima rekomendasi dari Pemda5Diisi dengan angka/jumlahLokapom