| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | ||||||||||||||||||||||||||
2 | SIMPLE PREPAYMENT AUDIT | |||||||||||||||||||||||||
3 | ||||||||||||||||||||||||||
4 | Pada laporan keuangan ada dua akun prepayment/other asset(receivables) | |||||||||||||||||||||||||
5 | contoh pada laporan keuangan: | |||||||||||||||||||||||||
6 | Other Receivables: | |||||||||||||||||||||||||
7 | Tahun XXX | Tahun XXX-1 | ||||||||||||||||||||||||
8 | Third Parties | 2,458,246,619 | - | |||||||||||||||||||||||
9 | Affiliated | 1,333,445 | - | |||||||||||||||||||||||
10 | ||||||||||||||||||||||||||
11 | Audit Procedure/Substantive apa yang perlu dilakukan? | |||||||||||||||||||||||||
12 | Jawaban yg simpel dan "memang" mujarab serta sudah umum adalah: | |||||||||||||||||||||||||
13 | 1 | konfirmasi | ||||||||||||||||||||||||
14 | if konfirmasi fail/tidak sufficient | |||||||||||||||||||||||||
15 | 2 | subsequent receive payment | ||||||||||||||||||||||||
16 | if subsequent payment fail/tidak sufficient | |||||||||||||||||||||||||
17 | 3 | vouching/cek dokumen | ||||||||||||||||||||||||
18 | ||||||||||||||||||||||||||
19 | Nah simpel ya.. | |||||||||||||||||||||||||
20 | Termasuk urutannya yg penting ya! | |||||||||||||||||||||||||
21 | Konfirmasi - Subsequent receive payment - Vouching | |||||||||||||||||||||||||
22 | Penting ya yg tiga tersebut dan urutan nya! | |||||||||||||||||||||||||
23 | ||||||||||||||||||||||||||
24 | WARNING! WARNING! WARNING! | |||||||||||||||||||||||||
25 | Jangan cuma juga hafal dan langsung melakukan yg sudah disebutkan ya! | |||||||||||||||||||||||||
26 | ||||||||||||||||||||||||||
27 | Nah pada contoh kasus diatas tetap perlu dilakukan inquiry! | |||||||||||||||||||||||||
28 | Dan menurut pe-blog ada 2 hal yg perlu di-Inquiry | |||||||||||||||||||||||||
29 | yg pertama cukup standar | |||||||||||||||||||||||||
30 | yg kedua karena studi kasus ini | |||||||||||||||||||||||||
31 | ||||||||||||||||||||||||||
32 | OK, kita bahas yg pertama: | |||||||||||||||||||||||||
33 | 1 | Perlu inquiry tentang "NATURE OF ACCOUNT" tersebut | ||||||||||||||||||||||||
34 | dan untuk contoh diatas didapat: | |||||||||||||||||||||||||
35 | a. | Third Parties sejumlah Rp2.458.246.619 | ||||||||||||||||||||||||
36 | Setelah Inquiry ternyata Client bilang angka itu pure Piutang PT. X | |||||||||||||||||||||||||
37 | Setelah inquiry tak lupa lakukan "scan ledger" apakah secara kasat mata list transaksi GL menunjukkan memang berisi Transaksi terkait PT. X | |||||||||||||||||||||||||
38 | Hal ini tidak saklek harus satu2 dicek ya seperti pada saat melakukan vouching | |||||||||||||||||||||||||
39 | Pe-blog juga tidak jarang scan GL dolo baru tanya Client perihal nature of account akun tersebut | |||||||||||||||||||||||||
40 | Dan perlu ditegaskan lagi biar saklek: | |||||||||||||||||||||||||
41 | Vouching GL adalah alternatif ketiga setelah Konfirmasi dan Subsequent Receive Payment | |||||||||||||||||||||||||
42 | Kenapa Konfirmasi paling merupakan bukti audit yg paling kuat? | |||||||||||||||||||||||||
43 | Sudah tau ya jawabannya kerena bukti audit "paling" dari third party | |||||||||||||||||||||||||
44 | Karena kita menanyakan/mengkonfirmasi saldo ke klien nya klien audit langsung ke PT. X dan nanti ada tandatangan Manajer Akuntansi klien nya klien kita itu | |||||||||||||||||||||||||
45 | Kalo Vouching kan kita "hanya" cek dokumen yg ada di klien | |||||||||||||||||||||||||
46 | Ada sih dokumen third party juga di voucher2 billing klien kita biasa nya | |||||||||||||||||||||||||
47 | Namun/poko'nya yg paling bisa diandalkan perihal third party nya itu prosedur audit Konfirmasi ya! | |||||||||||||||||||||||||
48 | Selain bisa cek saldo sekaligus, kadang ada klien nya klien kita yg murah hati mengirim kan list/rincian outstanding | |||||||||||||||||||||||||
49 | Apalagi kalo klien nya klien kita menjawab dengan saldo yg ada selisih | |||||||||||||||||||||||||
50 | Apalagi juga kalo merugikan saldo di klien kita menurut klien nya klien kita itu | |||||||||||||||||||||||||
51 | Jelas ya klien nya klien kita rugi kalo AR pada klien kita menunjukkan saldo yg lebih besar dari saldo yg ada di klien kita | |||||||||||||||||||||||||
52 | ||||||||||||||||||||||||||
53 | b. | Affiliated sejumlah Rp1.333.445 | ||||||||||||||||||||||||
54 | Setelah tanya klien ternyata akun AR affiliated ini ternyata piutang karyawan lho! | |||||||||||||||||||||||||
55 | Dan eh setelah sekilas dilihat kan saldo nya kecil | |||||||||||||||||||||||||
56 | Coba cek apakah saldo nya "MATERIAL" atau tidak? | |||||||||||||||||||||||||
57 | Penjelasan materiality apa tinggal googling aja kok! Gampang! | |||||||||||||||||||||||||
58 | Materiality itu singkat nya salah saji sekian amount yg jumlah nya bisa mempengaruhi pengambilan keputusan atas laporan keuangan | |||||||||||||||||||||||||
59 | Eh setelah dicek ternyata cukup kecil nih amount nya untuk di"PASS"/tidak diaudit | |||||||||||||||||||||||||
60 | Beres dong! Asik! | |||||||||||||||||||||||||
61 | Eits!!! jangan hepi dulu! Tetep ya meskipun dibawah materiality kita tetap "harus" bertanya ke klien perihal nature of account akun ini! | |||||||||||||||||||||||||
62 | Done!!!! | |||||||||||||||||||||||||
63 | ||||||||||||||||||||||||||
64 | Dan yg kedua: | |||||||||||||||||||||||||
65 | 2 | Buat yg "rada-rada" punya pengalaman -> beda nya grouping Home Statement (Laporan Keuangan resmi dari klien) dengan format/susunan laporan keuangan audit | ||||||||||||||||||||||||
66 | Hati-hati lho sama yg punya saldo tahun lalu kosong "0" begini | |||||||||||||||||||||||||
67 | Cek dulu apakah sebelum nya/tahun lalu benar2 ga ada saldo akun THIRD PARTIES dan AFFILIATED ini | |||||||||||||||||||||||||
68 | Simple nya cek TB (Trial Balance) audit dgn TB klien untuk dua periode tersebut ya! | |||||||||||||||||||||||||
69 | Nanti dikembangkan sendiri meng"audit"nya berdasarkan logika kalian masing-masing | |||||||||||||||||||||||||
70 | Contoh: | |||||||||||||||||||||||||
71 | List Receivable: | |||||||||||||||||||||||||
72 | Nature | Kode Akun/COA | HS Klien | TB/Laporan Keuangan Audit | ||||||||||||||||||||||
73 | XXX | XXX-1 | XXX-1 | |||||||||||||||||||||||
74 | PT. X | 341 | 1,000 | 1,000 | 1,000 | |||||||||||||||||||||
75 | PT. Y | 234 | 100 | 100 | ||||||||||||||||||||||
76 | PT. Y | 232 | 100 | |||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | Yang ada "sekilas" di klien tahun ini (Tahun XXX): | Yang ada "sekilas" di klien tahun lalu (Tahun XXX-1) [kalau tidak jeli ya!]: | ||||||||||||||||||||||||
79 | Tahun XXX | Kode Akun/COA | Tahun XXX-1 | |||||||||||||||||||||||
80 | PT. X | 1,000 | 341 | PT. X | 1,000 | |||||||||||||||||||||
81 | PT. Y | 100 | 234 | PT. Y | - | |||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | Ternyata ada saldo receivable PT. Y yg tidak hanya kode akun 234 tapi juga 232 yg ternyata juga auditor tahun lalu sudah cek | |||||||||||||||||||||||||
84 | dan mengerti perlu digabung pada Laporan Audit dan digrouping yg perlu disatukan pada TB/Laporan Keuangan audit | |||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | OK mengerti ya perlu nya dicek yg begini-begini! kan bisa salah Laporan Audit kita! Malah groupingan laporan audit kita tahun ini (Tahun XXX) ngaco dan tidak tepat! | |||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | DONE!! next audit Other Liabilities! | |||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||