| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | ||||||||||||||||||||||||||
2 | ||||||||||||||||||||||||||
3 | Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Indikator Kinerja Klaster Pelayanan Kesehatan Dewasa dan Lanjut Usia | |||||||||||||||||||||||||
4 | ||||||||||||||||||||||||||
5 | No | Kegiatan | Indikator Kinerja | Definisi Operasional | Cara Penghitungan | Target Th 2025 | Satuan Sasaran | Total sasaran | Target Sasaran | Pencapaian Absolut | Cakupan | Keterangan | Sumber Data | |||||||||||||
6 | (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | |||||||||||||||
7 | 3.1. Pelayanan Kesehatan Dewasa | |||||||||||||||||||||||||
8 | 3.1.3 Penyakit Tidak Menular | |||||||||||||||||||||||||
9 | 1. | Deteksi Dini Diabetes Melitus | Deteksi Dini Penyakit Diabetes Melitus pada populasi target | Persentase populasi 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi dan populasi > 40 tahun yang dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi yang diperiksa Gula Darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 40 tahu dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% . Perhitungan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas adalah jumlah penduduk usia 15-39 tahun x prevalensi obesitas per wilayah (hasil SKI 2023) dan pewnduduk usia 15 - 39 tahun dengan hipertensi ( hasil SKI tahun 2023) Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi yang diperiksa Gula Darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 40 tahu dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% . Perhitungan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas adalah jumlah penduduk usia 15-39 tahun x prevalensi obesitas per wilayah (hasil SKI 2023) dan pewnduduk usia 15 - 39 tahun dengan hipertensi ( hasil SKI tahun 2023) | 60% | persen | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun x 60 % | Jumlah penduduk 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi dan populasi > 40 tahun yang dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu | ||||||||||||||||
10 | 2. | Deteksi Dini Obesitas | Persentase Skrining Obesitas pada populasi Target | Persentase populasi > 18 tahun dilakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh Pedoman Gizi Seimbang | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa Obesitas (IMT ) dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 15 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% | 60% | persen | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun x 60 % | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa Obesitas (IMT) | ||||||||||||||||
11 | 3. | Deteksi Dini Diabetes pada penderita TBC | Prosentase Penderita TB yang diperiksa Gula darahnya | Prosentase penderita TB yang diperiksa Gula Darah minimal 1 kali dalam masa pengobatan TB di FKTP | Jumlah Penderita TB diperiksa Gula darahnya dibagi Jumlah penderita TB yang berobat di FKTP dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 100% | persen | Jumlah Penderita TB | Jumlah Penderita TB x 100% | Jumlah Penderita TB diperiksa Gula darahnya | ||||||||||||||||
12 | 4. | Pelayanan Penderita Diabetes sesuai Standar | Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Mellitus (Standar Pelayanan Minimal ke 9) | Pelayanan kesehatan sesuai standar yang meliputi : a. Pengukuran gula darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau nutrisi c. Melakukan rujukan jika diperlukan.Gula darah Sewaktu (GDS) lebih dari 200 mg/dl ditambahkan pelayanan terapi farmakologi | Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun di dalam wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun dibagi jumlah estimasi penderita Diabetes Mellitus usia ≥15 tahun yang berada di dalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi kab/kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 100% | persen | Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun | Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun x 100 % | Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun | ||||||||||||||||
13 | 5.. | Diabetes Melitus Terkendali | Penderita Diabetes Melitus dalam pengendalian | Persentase individu dengan diabetes dengan kontrol glikemik terkendali berdasarkan target global HbA1C < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80-130 mg/dl atau gula darah 2 PP kapiler < 180 mg/dl pada kunjungan klinis terakhir. | Penderita diabetes dengan kontrol glikemik terkendali berdasarkan target global HbA1C < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80-130 mg/dl atau gula darah 2 PP kapiler < 180 mg/dl pada kunjungan klinis terakhir dibagi jumlah penduduk usia 15 tahun keatas di kali prevalensi DM berdasarkan SKI Tahun 2023 di kali 100 % | 20% | persen | |||||||||||||||||||
14 | 6. | Deteksi Dini Hipertensi | Deteksi Dini penyakit Hipertensi pada usia 15 tahun keatas | Deteksi Dini penyakit Hipertensi yang dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah minimal sekali setahun | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa tekanan darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 15 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% | 70% | persen | |||||||||||||||||||
15 | 7. | Deteksi Dini Penyakit Jantung | Deteksi Dini penyakit jantung pada penduduk usia 40 tahun keatas yang beresiko | Persentase penderita hipertensi dan atau DM usia ≥ 40 tahun yang mendapatkan skrining penyakit jantung melalui pemeriksaan EKG | Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun yang diperiksa EKG dibagi Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% | 20% | persen | |||||||||||||||||||
16 | 8. | Pelayanan Penderita Hipertensi sesuai Standar | Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi (Standar Pelayanan Minimal ke 8) | Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi : a. Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau kepatuhan minum obat c. Melakukan rujukan jika diperlukan. Tekanan Darah Sewaktu (TDS) lebih dari 140 mmHg ditambahkan pelayanan terapi farmakologi | Jumlah penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun di wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi jumlah estimasi penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun yang berada didalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi Kab/Kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 100% | persen | |||||||||||||||||||
17 | 9. | Penderita Hipertensi Terkendali | Hipertensi dalam pengendalian | Persentase penyandang hipertensi yang tekanan sistol dan diastol turun dari kurang dari 140/90 mmHg dalam kurun waktu 1 tahun minimal 3 kali (3 bulan) dalam 1 tahun | Jumlah penyandang hipertensi yang tekanan sistol dan diastol turun dari kurang dari 140/90 mmHg dalam kurun waktu 1 tahun minimal 3 kali (3 bulan) dalam 1 tahun dibagi jumlah seluruh penyandang hipertensi dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikalikan 100 % | 15% | persen | |||||||||||||||||||
18 | 10. | Deteksi Dini Stroke | Deteksi Dini Stroke pada penderita HT dan DM usia 40 tahun | Deteksi Dini Penyakit Stroke dengan pemeriksaan profil lipid minimal sekali setahun bagi penderita DM adan atau HT usia ≥ 40 tahun | Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun yang diperiksa Profil Lipid dibagi Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% | 50% | persen | |||||||||||||||||||
19 | 11. | Deteksi Dini PPOK | Persentase Skrining PPOK pada populasi Target | Persentase Skrining PPOK pada populasi berisiko usia ≥ 40 tahun dan atau Mempunyai gejala dan keluhan batuk berdahak, sesak nafas, gejala berlangsung lama umumnya semakin memberat dengan Kuesioner PUMA | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun yang diperiksa PUMA dibagi Jumlah penduduk usia ≥ 40 di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. Jumlah penduduk usia ≥ 40 didapatkan dari jumlah penduduk usia 40 th+ pada KMK No HK.01.07/ MENKES/ 5675/ 2021 | 90% | persen | Jumlah populasi usia 45 – 70 tahun berisiko | Jumlah Skrining PPOK pada populasi berisiko usia ≥ 40 tahun x 90 % | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun yang diperiksa PUMA di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun | Screning Kesehatan Pada Pekerja di Pos UKK, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas | |||||||||||||||
20 | 12. | Deteksi Kanker Kolorektal | Persentase Skrining Kanker Kolorektal pada Populasi target | Persentase populasi usia 50-59 tahun yang berisiko mendapatkan skrining Kanker Kolorektal | Jumlah populasi usia 50-59 tahun yang berisiko mendapatkan skrining Kanker Kolorektal dibagi jumlah seluruh populasi usia 50 tahun atau lebih berisiko kanker kolorektal dikali 100% | 25% | persen | jumlah populasi 50-59 tahun | jumlah populasi 50-59 tahun x 25 % | jumlah populasi usia 50-59 tahun yang berisiko mendapatkan skrining kanker kolorektal | ||||||||||||||||
21 | 13 | Deteksi Dini kangker leher Rahim | Persentase perempuan pada populasi target | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker leher rahim dalam 3 tahun terakhir dibagi Jumlah sasaran dari penduduk Wanita usia 30 – 69 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 75% | persen | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun x 75 % | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kankerleher rahim dalam 3 tahun terakhir | |||||||||||||||||
22 | 14 | Deteksi Dini Kanker Payudara | Persentase Perempuan pada populasi target | Persentase Perempuan usia 30 – 69 tahun yang mendapatkan skrining Kanker Payudara setiap 3 tahun sekali | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker Payudara dalam 3 tahun terakhir dibagi Jumlah sasaran dari penduduk Wanita usia 30 – 69 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 60% | persen | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun x 60 % | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker Payudara dalam 3 tahun terakhir | Hasil kegiatan SADA NIS di Puskesmas dan jaringan , Bidan praktek mandiri serta OPD lain ( KB, Disnaker) dsb | |||||||||||||||
23 | 15 | Persentase Skrining Kanker Paru | Persentase Skrining Kanker Paru pada Populasi target | Persentase populasi usia 45 – 70 tahun berisiko yang mendapatkan skrining Kanker Paru | Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok di deteksi kanker paru dengan kuesioner dan permeriksaan klinis di bagi jumlah penduduk usia 45-70 tahun dengan faktor resiko merokok di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100 % | 25% | persen | Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok | Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok x 10 % | Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok di deteksi kanker paru dengan kuesioner dan permeriksaan klinis | Screning Kesehatan Pada Pekerja di Pos UKK, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas | |||||||||||||||
24 | 16 | Deteksi Dini Gangguan Penglihatan | Persentase Skrining Tajam Penglihatan pada populasi Target | Persentase penduduk kelompok sasaran usia 7 – 15 tahun dan > 15 tahun yang mendapatkan skrining gangguan penglihatan | Jumlah penduduk usia 7 keatas yang dilakukan deteksi Dini Indera (Gangguan Penglihatan) wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 70% | persen | Jumlah penduduk usia 7 keatas | Jumlah penduduk usia 7 keatas x 70 % | Jumlah penduduk usia 7 keatas yang dilakukan deteksi Dini Indera (Gangguan Penglihatan) | ||||||||||||||||
25 | 17 | Detreksi Dini Gangguan Pendengaran | Persentase Skrining Tajam Pendengaran pada populasi Target | Persentase penduduk kelompok sasaran usia 7 – 15 tahun dan > 15 tahun yang mendapatkan skrining gangguan pendengaran | Jumlah penduduk usia 7 keatas yang dilakukan deteksi Dini Indera (Gangguan Pendengaran) wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 70% | persen | Jumlah penduduk usia 7 keatas | Jumlah penduduk usia 7 keatas x 70 % | Jumlah penduduk usia 7 keatas yang dilakukan deteksi Dini Indera (Gangguan Pendengaran) | ||||||||||||||||
26 | 17. | Deteksi Dini Faktor Resiko Merokok | Persentase merokok pada penduduk 21-59 tahun | Persentase merokok pada penduduk usia 21-59 tahun adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 21-59 tahun yang merokok dengan jumlah penduduk umur 21-59 tahun | Jumlah penduduk umur 21-59 tahun yang merokok dibagi jumlah semua penduduk umur 21-59 tahun dan dinyatakan dalam satuan persen (%). PM 10-21 = (JP10-21 M/ JP 10-21) x 100% PM 10-21 : Persentase merokok pada penduduk usia 10-21 tahun JP 10-21 M : Jumlah penduduk umur 10-21 tahun yang merokok pada waktu tertentu JP 10-21 : Jumlah penduduk umur 10-21tahun pada periode waktu yang sama | 12.4% | Jumlah penduduk umur 21-59 tahun | Jumlah penduduk umur 21-59 tahun x 12,4 % | Jumlah penduduk umur 21-59 tahun yang yang diskrining merokok | Screning Kesehatan Pada Usia Sekolah di UKS, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas | ||||||||||||||||
27 | 18. | Konseling Layanan Upaya Berhenti Merokok | Jumlah pelayanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) | Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok | Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok minimal 1 orang setiap bulan | 12 Orang | Orang | Jumlah orang yang merokok | Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok minimal 1 orang setiap bulan | Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok | Screning Kesehatan Pada Usia Sekolah di UKS, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas | |||||||||||||||
28 | Pelayanan Kesehatan pada Pra usia lanjut (45 - 59 tahun) | Setiap warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun. Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi : 1. Edukasi kesehatan 2. Skrining faktor resiko yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun. | Jumlah warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun di bagi Jumlah semua warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun yang sama di kali 100 %. | 100% | ||||||||||||||||||||||
29 | 3.2.4 Penyakit Tidak Menular | M6M65:M149 | ||||||||||||||||||||||||
30 | 1. | Deteksi Dini Diabetes Melitus | Deteksi Dini Penyakit Diabetes Melitus pada populasi target | Persentase populasi 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi dan populasi > 40 tahun yang dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi yang diperiksa Gula Darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 40 tahu dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% . Perhitungan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas adalah jumlah penduduk usia 15-39 tahun x prevalensi obesitas per wilayah (hasil SKI 2023) dan pewnduduk usia 15 - 39 tahun dengan hipertensi ( hasil SKI tahun 2023) Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi yang diperiksa Gula Darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 40 tahu dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% . Perhitungan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas adalah jumlah penduduk usia 15-39 tahun x prevalensi obesitas per wilayah (hasil SKI 2023) dan pewnduduk usia 15 - 39 tahun dengan hipertensi ( hasil SKI tahun 2023) | 60% | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun x 60 % | Jumlah penduduk 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi dan populasi > 40 tahun yang dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu | |||||||||||||||||
31 | 2. | Deteksi Dini Obesitas | Persentase Skrining Obesitas pada populasi Target | Persentase populasi > 18 tahun dilakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh Pedoman Gizi Seimbang | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa Obesitas (IMT ) dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 15 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% | 60% | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun x 60 % | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa Obesitas (IMT) | |||||||||||||||||
32 | 3. | Deteksi Dini Diabetes pada penderita TBC | Prosentase Penderita TB yang diperiksa Gula darahnya | Prosentase penderita TB yang diperiksa Gula Darah minimal 1 kali dalam masa pengobatan TB di FKTP | Jumlah Penderita TB diperiksa Gula darahnya dibagi Jumlah penderita TB yang berobat di FKTP dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 100% | Jumlah Penderita TB | Jumlah Penderita TB x 100% | Jumlah Penderita TB diperiksa Gula darahnya | |||||||||||||||||
33 | 4. | Pelayanan Penderita Diabetes sesuai Standar | Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Mellitus (Standar Pelayanan Minimal ke 9) | Pelayanan kesehatan sesuai standar yang meliputi : a. Pengukuran gula darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau nutrisi c. Melakukan rujukan jika diperlukan.Gula darah Sewaktu (GDS) lebih dari 200 mg/dl ditambahkan pelayanan terapi farmakologi | Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun di dalam wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun dibagi jumlah estimasi penderita Diabetes Mellitus usia ≥15 tahun yang berada di dalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi kab/kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 100% | Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun | Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun x 100 % | Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun | |||||||||||||||||
34 | 5. | Diabetes Melitus Terkendali | Penderita Diabetes Melitus dalam pengendalian | Persentase individu dengan diabetes dengan kontrol glikemik terkendali berdasarkan target global HbA1C < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80-130 mg/dl atau gula darah 2 PP kapiler < 180 mg/dl pada kunjungan klinis terakhir. | Penderita diabetes dengan kontrol glikemik terkendali berdasarkan target global HbA1C < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80-130 mg/dl atau gula darah 2 PP kapiler < 180 mg/dl pada kunjungan klinis terakhir dibagi jumlah penduduk usia 15 tahun keatas di kali prevalensi DM berdasarkan SKI Tahun 2023 di kali 100 % | 20% | ||||||||||||||||||||
35 | 6. | Deteksi Dini Hipertensi | Deteksi Dini penyakit Hipertensi pada usia 15 tahun keatas | Deteksi Dini penyakit Hipertensi yang dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah minimal sekali setahun | Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa tekanan darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 15 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% | 70% | ||||||||||||||||||||
36 | 7. | Deteksi Dini Penyakit Jantung | Deteksi Dini penyakit jantung pada penduduk usia 40 tahun keatas yang beresiko | Persentase penderita hipertensi dan atau DM usia ≥ 40 tahun yang mendapatkan skrining penyakit jantung melalui pemeriksaan EKG | Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun yang diperiksa EKG dibagi Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% | 50% | ||||||||||||||||||||
37 | 8. | Pelayanan Penderita Hipertensi sesuai Standar | Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi (Standar Pelayanan Minimal ke 8) | Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi : a. Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau kepatuhan minum obat c. Melakukan rujukan jika diperlukan. Tekanan Darah Sewaktu (TDS) lebih dari 140 mmHg ditambahkan pelayanan terapi farmakologi | Jumlah penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun di wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi jumlah estimasi penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun yang berada didalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi Kab/Kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 100% | ||||||||||||||||||||
38 | 9. | Penderita Hipertensi Terkendali | Hipertensi dalam pengendalian | Persentase penyandang hipertensi yang tekanan sistol dan diastol turun dari kurang dari 140/90 mmHg dalam kurun waktu 1 tahun minimal 3 kali (3 bulan) dalam 1 tahun | Jumlah penyandang hipertensi yang tekanan sistol dan diastol turun dari kurang dari 140/90 mmHg dalam kurun waktu 1 tahun minimal 3 kali (3 bulan) dalam 1 tahun dibagi jumlah seluruh penyandang hipertensi dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikalikan 100 % | 10% | ||||||||||||||||||||
39 | 10. | Deteksi Dini Stroke | Deteksi Dini Stroke pada penderita HT dan DM usia 40 tahun | Deteksi Dini Penyakit Stroke dengan pemeriksaan profil lipid minimal sekali setahun bagi penderita DM adan atau HT usia ≥ 40 tahun | Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun yang diperiksa Profil Lipid dibagi Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% | 50% | ||||||||||||||||||||
40 | 11. | Deteksi Dini PPOK | Persentase Skrining PPOK pada populasi Target | Persentase Skrining PPOK pada populasi berisiko usia ≥ 40 tahun dan atau Mempunyai gejala dan keluhan batuk berdahak, sesak nafas, gejala berlangsung lama umumnya semakin memberat dengan Kuesioner PUMA | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun yang diperiksa PUMA dibagi Jumlah penduduk usia ≥ 40 di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. Jumlah penduduk usia ≥ 40 didapatkan dari jumlah penduduk usia 40 th+ pada KMK No HK.01.07/ MENKES/ 5675/ 2021 | 90% | Jumlah populasi usia 45 – 70 tahun berisiko | Jumlah Skrining PPOK pada populasi berisiko usia ≥ 40 tahun x 90 % | Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun yang diperiksa PUMA di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun | Screning Kesehatan Pada Pekerja di Pos UKK, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas | ||||||||||||||||
41 | 12. | Deteksi Kanker Kolorektal | Persentase Skrining Kanker Kolorektal pada Populasi target | Persentase populasi usia 50 tahun atau lebih yang berisiko mendapatkan skrining Kanker Kolorektal | Jumlah populasi usia 50 tahun atau lebih yang berisiko mendapatkan skrining Kanker Kolorektal dibagi jumlah seluruh populasi usia 50 tahun atau lebih berisiko kanker kolorektal dikali 100% | 25% | Jumlah populasi usia 50 tahun atau lebih | |||||||||||||||||||
42 | 13. | Deteksi Dini Kanker Payudara | Persentase Perempuan pada populasi target | Persentase Perempuan usia 30 – 69 tahun yang mendapatkan skrining Kanker Payudara setiap 3 tahun sekali | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker Payudara dalam 3 tahun terakhir dibagi Jumlah sasaran dari penduduk Wanita usia 30 – 69 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. | 60% | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun x 60 % | Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker Payudara dalam 3 tahun terakhir | Hasil kegiatan SADA NIS di Puskesmas dan jaringan , Bidan praktek mandiri serta OPD lain ( KB, Disnaker) dsb | ||||||||||||||||
43 | 14. | Persentase Skrining Kanker Paru | Persentase Skrining Kanker Paru pada Populasi target | Persentase populasi usia 45 – 70 tahun berisiko yang mendapatkan skrining Kanker Paru | Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok di deteksi kanker paru dengan kuesioner dan permeriksaan klinis di bagi jumlah penduduk usia 45-70 tahun dengan faktor resiko merokok di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100 % | 25% | Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok | Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok x 10 % | Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok di deteksi kanker paru dengan kuesioner dan permeriksaan klinis | Screning Kesehatan Pada Pekerja di Pos UKK, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas | ||||||||||||||||
44 | 17. | Deteksi Dini Faktor Resiko Merokok | Persentase merokok pada penduduk ≥60 tahun | Persentase merokok pada penduduk usia ≥60 tahun adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur ≥60 tahun yang merokok dengan jumlah penduduk umur ≥60 tahun | Jumlah penduduk umur ≥60 tahun yang merokok dibagi jumlah semua penduduk umur ≥60 tahun dan dinyatakan dalam satuan persen (%). PM 10-21 = (JP10-21 M/ JP 10-21) x 100% PM 10-21 : Persentase merokok pada penduduk usia 10-21 tahun JP 10-21 M : Jumlah penduduk umur 10-21 tahun yang merokok pada waktu tertentu JP 10-21 : Jumlah penduduk umur 10-21tahun pada periode waktu yang sama | 12.4% | Jumlah penduduk umur ≥60 tahun | Jumlah penduduk umur ≥60 tahun x 12,4 % | Jumlah penduduk umur ≥60 tahun yang yang diskrining merokok | Screning Kesehatan Pada Usia Sekolah di UKS, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas | ||||||||||||||||
45 | 18. | Konseling Layanan Upaya Berhenti Merokok | Jumlah pelayanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) | Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok | Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok minimal 1 orang setiap bulan | 12 Orang | Orang | Jumlah orang yang merokok | Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok minimal 1 orang setiap bulan | Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok | Screning Kesehatan Pada Usia Sekolah di UKS, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas | |||||||||||||||
46 | ||||||||||||||||||||||||||
47 | ||||||||||||||||||||||||||
48 | ||||||||||||||||||||||||||
49 | ||||||||||||||||||||||||||
50 | ||||||||||||||||||||||||||
51 | ||||||||||||||||||||||||||
52 | ||||||||||||||||||||||||||
53 | ||||||||||||||||||||||||||
54 | ||||||||||||||||||||||||||
55 | ||||||||||||||||||||||||||
56 | ||||||||||||||||||||||||||
57 | ||||||||||||||||||||||||||
58 | ||||||||||||||||||||||||||
59 | ||||||||||||||||||||||||||
60 | ||||||||||||||||||||||||||
61 | ||||||||||||||||||||||||||
62 | ||||||||||||||||||||||||||
63 | ||||||||||||||||||||||||||
64 | ||||||||||||||||||||||||||
65 | ||||||||||||||||||||||||||
66 | ||||||||||||||||||||||||||
67 | ||||||||||||||||||||||||||
68 | ||||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||
71 | ||||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||
73 | ||||||||||||||||||||||||||
74 | ||||||||||||||||||||||||||
75 | ||||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||