ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
2
3
Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Indikator Kinerja Klaster Pelayanan Kesehatan Dewasa dan Lanjut Usia
4
5
NoKegiatanIndikator KinerjaDefinisi OperasionalCara PenghitunganTarget Th 2025Satuan SasaranTotal sasaranTarget SasaranPencapaian AbsolutCakupanKeteranganSumber Data
6
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)(9)(10)(11)
7
3.1. Pelayanan Kesehatan Dewasa
8
3.1.3 Penyakit Tidak Menular
9
1.Deteksi Dini Diabetes MelitusDeteksi Dini Penyakit Diabetes Melitus pada populasi targetPersentase populasi 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi dan populasi > 40 tahun yang dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktuJumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi yang diperiksa Gula Darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 40 tahu dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% . Perhitungan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas adalah jumlah penduduk usia 15-39 tahun x prevalensi obesitas per wilayah (hasil SKI 2023) dan pewnduduk usia 15 - 39 tahun dengan hipertensi ( hasil SKI tahun 2023)

Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi yang diperiksa Gula Darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 40 tahu dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% . Perhitungan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas adalah jumlah penduduk usia 15-39 tahun x prevalensi obesitas per wilayah (hasil SKI 2023) dan pewnduduk usia 15 - 39 tahun dengan hipertensi ( hasil SKI tahun 2023)

60%persenJumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahunJumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun x 60 %Jumlah penduduk 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi dan populasi > 40 tahun yang dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu
10
2.Deteksi Dini ObesitasPersentase Skrining Obesitas pada populasi TargetPersentase populasi > 18 tahun dilakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh

Pedoman Gizi Seimbang
Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa Obesitas (IMT ) dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 15 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%60%persenJumlah penduduk usia ≥ 15 tahun Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun x 60 %Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa Obesitas (IMT)
11
3.Deteksi Dini Diabetes pada penderita TBCProsentase Penderita TB yang diperiksa Gula darahnyaProsentase penderita TB yang diperiksa Gula Darah minimal 1 kali dalam masa pengobatan TB di FKTP Jumlah Penderita TB diperiksa Gula darahnya dibagi Jumlah penderita TB yang berobat di FKTP dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 100%persenJumlah Penderita TB Jumlah Penderita TB x 100%Jumlah Penderita TB diperiksa Gula darahnya
12
4.Pelayanan Penderita Diabetes sesuai StandarPelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Mellitus (Standar Pelayanan Minimal ke 9)Pelayanan kesehatan sesuai standar yang meliputi :
a. Pengukuran gula darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan
b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau nutrisi
c. Melakukan rujukan jika diperlukan.Gula darah Sewaktu (GDS) lebih dari 200 mg/dl ditambahkan pelayanan terapi farmakologi
Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun di dalam wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun dibagi jumlah estimasi penderita Diabetes Mellitus usia 15 tahun yang berada di dalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi kab/kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 100%persenJumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahunJumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun x 100 %Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun
13
5..Diabetes Melitus Terkendali Penderita Diabetes Melitus dalam pengendalianPersentase individu dengan diabetes dengan kontrol glikemik terkendali berdasarkan target global HbA1C < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80-130 mg/dl atau gula darah 2 PP kapiler < 180 mg/dl pada kunjungan klinis terakhir.
Penderita diabetes dengan kontrol glikemik terkendali berdasarkan target global HbA1C < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80-130 mg/dl atau gula darah 2 PP kapiler < 180 mg/dl pada kunjungan klinis terakhir dibagi jumlah penduduk usia 15 tahun keatas di kali prevalensi DM berdasarkan SKI Tahun 2023 di kali 100 %
20%persen
14
6.Deteksi Dini Hipertensi Deteksi Dini penyakit Hipertensi pada usia 15 tahun keatasDeteksi Dini penyakit Hipertensi yang dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah minimal sekali setahunJumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang
diperiksa tekanan darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 15 tahun
di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%
70%persen
15
7.Deteksi Dini Penyakit JantungDeteksi Dini penyakit jantung pada penduduk usia 40 tahun keatas yang beresiko Persentase penderita hipertensi dan atau DM usia ≥ 40 tahun yang mendapatkan skrining penyakit jantung melalui pemeriksaan EKG

Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun yang diperiksa EKG dibagi Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%20%persen
16
8.Pelayanan Penderita Hipertensi sesuai StandarPelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi (Standar Pelayanan Minimal ke 8)Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi :
a. Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan
b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau kepatuhan minum obat
c. Melakukan rujukan jika diperlukan. Tekanan Darah Sewaktu (TDS) lebih dari 140 mmHg ditambahkan pelayanan terapi farmakologi
Jumlah penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun di wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi jumlah estimasi penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun yang berada didalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi Kab/Kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 100%persen
17
9.Penderita Hipertensi TerkendaliHipertensi dalam pengendalianPersentase penyandang hipertensi yang tekanan sistol dan diastol turun dari kurang dari 140/90 mmHg dalam kurun waktu 1 tahun minimal 3 kali (3 bulan) dalam 1 tahun Jumlah penyandang hipertensi yang tekanan sistol dan diastol turun dari kurang dari 140/90 mmHg dalam kurun waktu 1 tahun minimal 3 kali (3 bulan) dalam 1 tahun dibagi jumlah seluruh penyandang hipertensi dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikalikan 100 %

15%persen
18
10.Deteksi Dini StrokeDeteksi Dini Stroke pada penderita HT dan DM usia 40 tahunDeteksi Dini Penyakit Stroke dengan pemeriksaan profil lipid minimal sekali setahun bagi penderita DM adan atau HT usia ≥ 40 tahunJumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun yang diperiksa Profil Lipid dibagi Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%
50%persen
19
11.Deteksi Dini PPOKPersentase Skrining PPOK pada populasi Target
Persentase Skrining PPOK pada populasi berisiko usia ≥ 40 tahun
dan atau Mempunyai gejala dan keluhan batuk berdahak, sesak nafas, gejala berlangsung lama umumnya semakin memberat dengan Kuesioner PUMA
Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun yang diperiksa PUMA dibagi Jumlah penduduk usia ≥ 40 di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%.
Jumlah penduduk usia ≥ 40 didapatkan dari jumlah penduduk usia 40 th+ pada KMK No HK.01.07/ MENKES/ 5675/ 2021
90%persenJumlah populasi usia 45 – 70 tahun berisikoJumlah Skrining PPOK pada populasi berisiko usia ≥ 40 tahun x 90 %Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun yang diperiksa PUMA di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahunScrening Kesehatan Pada Pekerja di Pos UKK, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas
20
12.Deteksi Kanker KolorektalPersentase Skrining Kanker Kolorektal pada Populasi target Persentase populasi usia 50-59 tahun yang berisiko mendapatkan skrining Kanker Kolorektal Jumlah populasi usia 50-59 tahun yang berisiko mendapatkan skrining Kanker Kolorektal dibagi jumlah seluruh populasi usia 50 tahun atau lebih berisiko kanker kolorektal dikali 100%25%persenjumlah populasi 50-59 tahunjumlah populasi 50-59 tahun x 25 %jumlah populasi usia 50-59 tahun yang berisiko mendapatkan skrining kanker kolorektal
21
13Deteksi Dini kangker leher RahimPersentase perempuan pada populasi targetJumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker leher rahim dalam 3 tahun terakhir dibagi Jumlah sasaran dari penduduk Wanita usia 30 – 69 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%.75%persenJumlah Wanita usia 30 – 69 tahunJumlah Wanita usia 30 – 69 tahun x 75 %Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kankerleher rahim dalam 3 tahun terakhir
22
14Deteksi Dini Kanker PayudaraPersentase Perempuan pada populasi target
Persentase Perempuan usia 30 – 69 tahun yang mendapatkan skrining Kanker Payudara setiap 3 tahun sekali
Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker Payudara dalam 3 tahun terakhir dibagi Jumlah sasaran dari penduduk Wanita usia 30 – 69 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%.60%persenJumlah Wanita usia 30 – 69 tahunJumlah Wanita usia 30 – 69 tahun x 60 %Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker Payudara dalam 3 tahun terakhir Hasil kegiatan SADA NIS di Puskesmas dan jaringan , Bidan praktek mandiri serta OPD lain ( KB, Disnaker) dsb
23
15Persentase Skrining Kanker Paru Persentase Skrining Kanker Paru pada Populasi target Persentase populasi usia 45 – 70 tahun berisiko yang mendapatkan skrining Kanker Paru
Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok di deteksi kanker paru dengan kuesioner dan permeriksaan klinis di bagi jumlah penduduk usia 45-70 tahun dengan faktor resiko merokok di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100 %25%persenJumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokokJumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok x 10 %Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok di deteksi kanker paru dengan kuesioner dan permeriksaan klinis Screning Kesehatan Pada Pekerja di Pos UKK, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas
24
16Deteksi Dini Gangguan PenglihatanPersentase Skrining Tajam Penglihatan pada populasi Target

Persentase penduduk kelompok sasaran usia 7 – 15 tahun dan > 15 tahun yang mendapatkan skrining gangguan penglihatan
Jumlah penduduk usia 7 keatas yang dilakukan deteksi Dini Indera (Gangguan Penglihatan) wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 70%persenJumlah penduduk usia 7 keatasJumlah penduduk usia 7 keatas x 70 %Jumlah penduduk usia 7 keatas yang dilakukan deteksi Dini Indera (Gangguan Penglihatan)
25
17Detreksi Dini Gangguan PendengaranPersentase Skrining Tajam Pendengaran pada populasi Target
Persentase penduduk kelompok sasaran usia 7 – 15 tahun dan > 15 tahun yang mendapatkan skrining gangguan pendengaranJumlah penduduk usia 7 keatas yang dilakukan deteksi Dini Indera (Gangguan Pendengaran) wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 70%persenJumlah penduduk usia 7 keatasJumlah penduduk usia 7 keatas x 70 %Jumlah penduduk usia 7 keatas yang dilakukan deteksi Dini Indera (Gangguan Pendengaran)
26
17.Deteksi Dini Faktor Resiko MerokokPersentase merokok pada penduduk 21-59 tahunPersentase merokok pada penduduk usia 21-59 tahun adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 21-59 tahun yang merokok dengan jumlah penduduk umur 21-59 tahunJumlah penduduk umur 21-59 tahun yang merokok dibagi jumlah semua penduduk umur 21-59 tahun dan dinyatakan dalam satuan persen (%).

PM 10-21 = (JP10-21 M/ JP 10-21) x 100%

PM 10-21 : Persentase merokok pada penduduk usia 10-21 tahun
JP 10-21 M : Jumlah penduduk umur 10-21 tahun yang merokok pada waktu tertentu
JP 10-21 : Jumlah penduduk umur 10-21tahun pada periode waktu yang sama
12.4%Jumlah penduduk umur 21-59 tahun Jumlah penduduk umur 21-59 tahun x 12,4 %Jumlah penduduk umur 21-59 tahun yang yang diskrining merokokScrening Kesehatan Pada Usia Sekolah di UKS, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas
27
18.Konseling Layanan Upaya Berhenti MerokokJumlah pelayanan Upaya Berhenti Merokok (UBM)Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti MerokokJumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok minimal 1 orang setiap bulan12 OrangOrangJumlah orang yang merokokJumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok minimal 1 orang setiap bulanJumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti MerokokScrening Kesehatan Pada Usia Sekolah di UKS, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas
28
Pelayanan Kesehatan pada Pra usia lanjut (45 - 59 tahun)Setiap warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun.
Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi :
1. Edukasi kesehatan
2. Skrining faktor resiko yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun.
Jumlah warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun di bagi Jumlah semua warga negara usia 45 tahun sampai 59 tahun di wilayah kerja tertentu dalam kurun waktu satu tahun yang sama di kali 100 %.100%
29
3.2.4 Penyakit Tidak Menular
M6M65:M149
30
1.Deteksi Dini Diabetes MelitusDeteksi Dini Penyakit Diabetes Melitus pada populasi targetPersentase populasi 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi dan populasi > 40 tahun yang dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktuJumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi yang diperiksa Gula Darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 40 tahu dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% . Perhitungan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas adalah jumlah penduduk usia 15-39 tahun x prevalensi obesitas per wilayah (hasil SKI 2023) dan pewnduduk usia 15 - 39 tahun dengan hipertensi ( hasil SKI tahun 2023)

Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi yang diperiksa Gula Darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 40 tahu dan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100% . Perhitungan penduduk usia 15-39 tahun dengan obesitas adalah jumlah penduduk usia 15-39 tahun x prevalensi obesitas per wilayah (hasil SKI 2023) dan pewnduduk usia 15 - 39 tahun dengan hipertensi ( hasil SKI tahun 2023)

60%Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahunJumlah penduduk usia ≥ 40 tahun dan penduduk usia 15-39 tahun x 60 %Jumlah penduduk 15-39 tahun dengan obesitas dan atau hipertensi dan populasi > 40 tahun yang dilakukan pemeriksaan gula darah sewaktu
31
2.Deteksi Dini ObesitasPersentase Skrining Obesitas pada populasi TargetPersentase populasi > 18 tahun dilakukan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh

Pedoman Gizi Seimbang
Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa Obesitas (IMT ) dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 15 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%60%Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun x 60 %Jumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang diperiksa Obesitas (IMT)
32
3.Deteksi Dini Diabetes pada penderita TBCProsentase Penderita TB yang diperiksa Gula darahnyaProsentase penderita TB yang diperiksa Gula Darah minimal 1 kali dalam masa pengobatan TB di FKTP Jumlah Penderita TB diperiksa Gula darahnya dibagi Jumlah penderita TB yang berobat di FKTP dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 100%Jumlah Penderita TB Jumlah Penderita TB x 100%Jumlah Penderita TB diperiksa Gula darahnya
33
4.Pelayanan Penderita Diabetes sesuai StandarPelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Mellitus (Standar Pelayanan Minimal ke 9)Pelayanan kesehatan sesuai standar yang meliputi :
a. Pengukuran gula darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan
b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau nutrisi
c. Melakukan rujukan jika diperlukan.Gula darah Sewaktu (GDS) lebih dari 200 mg/dl ditambahkan pelayanan terapi farmakologi
Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun di dalam wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun dibagi jumlah estimasi penderita Diabetes Mellitus usia 15 tahun yang berada di dalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi kab/kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 100%Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahunJumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun x 100 %Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun
34
5.Diabetes Melitus Terkendali Penderita Diabetes Melitus dalam pengendalianPersentase individu dengan diabetes dengan kontrol glikemik terkendali berdasarkan target global HbA1C < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80-130 mg/dl atau gula darah 2 PP kapiler < 180 mg/dl pada kunjungan klinis terakhir.
Penderita diabetes dengan kontrol glikemik terkendali berdasarkan target global HbA1C < 7% atau gula darah preprandial kapiler 80-130 mg/dl atau gula darah 2 PP kapiler < 180 mg/dl pada kunjungan klinis terakhir dibagi jumlah penduduk usia 15 tahun keatas di kali prevalensi DM berdasarkan SKI Tahun 2023 di kali 100 %
20%
35
6.Deteksi Dini Hipertensi Deteksi Dini penyakit Hipertensi pada usia 15 tahun keatasDeteksi Dini penyakit Hipertensi yang dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah minimal sekali setahunJumlah penduduk usia ≥ 15 tahun yang
diperiksa tekanan darah dibagi Jumlah sasaran penduduk usia ≥ 15 tahun
di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%
70%
36
7.Deteksi Dini Penyakit JantungDeteksi Dini penyakit jantung pada penduduk usia 40 tahun keatas yang beresiko Persentase penderita hipertensi dan atau DM usia ≥ 40 tahun yang mendapatkan skrining penyakit jantung melalui pemeriksaan EKG

Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun yang diperiksa EKG dibagi Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%50%
37
8.Pelayanan Penderita Hipertensi sesuai StandarPelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi (Standar Pelayanan Minimal ke 8)Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi :
a. Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan
b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau kepatuhan minum obat
c. Melakukan rujukan jika diperlukan. Tekanan Darah Sewaktu (TDS) lebih dari 140 mmHg ditambahkan pelayanan terapi farmakologi
Jumlah penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun di wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi jumlah estimasi penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun yang berada didalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi Kab/Kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 100%
38
9.Penderita Hipertensi TerkendaliHipertensi dalam pengendalianPersentase penyandang hipertensi yang tekanan sistol dan diastol turun dari kurang dari 140/90 mmHg dalam kurun waktu 1 tahun minimal 3 kali (3 bulan) dalam 1 tahun Jumlah penyandang hipertensi yang tekanan sistol dan diastol turun dari kurang dari 140/90 mmHg dalam kurun waktu 1 tahun minimal 3 kali (3 bulan) dalam 1 tahun dibagi jumlah seluruh penyandang hipertensi dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikalikan 100 %

10%
39
10.Deteksi Dini StrokeDeteksi Dini Stroke pada penderita HT dan DM usia 40 tahunDeteksi Dini Penyakit Stroke dengan pemeriksaan profil lipid minimal sekali setahun bagi penderita DM adan atau HT usia ≥ 40 tahunJumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun yang diperiksa Profil Lipid dibagi Jumlah penderita Hipertensi dan DM usia ≥ 40 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%
50%
40
11.Deteksi Dini PPOKPersentase Skrining PPOK pada populasi Target
Persentase Skrining PPOK pada populasi berisiko usia ≥ 40 tahun
dan atau Mempunyai gejala dan keluhan batuk berdahak, sesak nafas, gejala berlangsung lama umumnya semakin memberat dengan Kuesioner PUMA
Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun yang diperiksa PUMA dibagi Jumlah penduduk usia ≥ 40 di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%.
Jumlah penduduk usia ≥ 40 didapatkan dari jumlah penduduk usia 40 th+ pada KMK No HK.01.07/ MENKES/ 5675/ 2021
90%Jumlah populasi usia 45 – 70 tahun berisikoJumlah Skrining PPOK pada populasi berisiko usia ≥ 40 tahun x 90 %Jumlah penduduk usia ≥ 40 tahun yang diperiksa PUMA di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahunScrening Kesehatan Pada Pekerja di Pos UKK, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas
41
12.Deteksi Kanker KolorektalPersentase Skrining Kanker Kolorektal pada Populasi target Persentase populasi usia 50 tahun atau lebih yang berisiko mendapatkan skrining Kanker Kolorektal Jumlah populasi usia 50 tahun atau lebih yang berisiko mendapatkan skrining Kanker Kolorektal dibagi jumlah seluruh populasi usia 50 tahun atau lebih berisiko kanker kolorektal dikali 100%25%Jumlah populasi usia 50 tahun atau lebih
42
13.Deteksi Dini Kanker PayudaraPersentase Perempuan pada populasi target
Persentase Perempuan usia 30 – 69 tahun yang mendapatkan skrining Kanker Payudara setiap 3 tahun sekali
Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker Payudara dalam 3 tahun terakhir dibagi Jumlah sasaran dari penduduk Wanita usia 30 – 69 tahun di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%.60%Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahunJumlah Wanita usia 30 – 69 tahun x 60 %Jumlah Wanita usia 30 – 69 tahun yang dideteksi dini Kanker Payudara dalam 3 tahun terakhir Hasil kegiatan SADA NIS di Puskesmas dan jaringan , Bidan praktek mandiri serta OPD lain ( KB, Disnaker) dsb
43
14.Persentase Skrining Kanker Paru Persentase Skrining Kanker Paru pada Populasi target Persentase populasi usia 45 – 70 tahun berisiko yang mendapatkan skrining Kanker Paru
Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok di deteksi kanker paru dengan kuesioner dan permeriksaan klinis di bagi jumlah penduduk usia 45-70 tahun dengan faktor resiko merokok di wilayah kerja puskesmas dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100 %25%Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokokJumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok x 10 %Jumlah penduduk usia 45- 75 tahun dengan faktor resiko merokok di deteksi kanker paru dengan kuesioner dan permeriksaan klinis Screning Kesehatan Pada Pekerja di Pos UKK, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas
44
17.Deteksi Dini Faktor Resiko MerokokPersentase merokok pada penduduk ≥60 tahunPersentase merokok pada penduduk usia ≥60 tahun adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur ≥60 tahun yang merokok dengan jumlah penduduk umur ≥60 tahunJumlah penduduk umur ≥60 tahun yang merokok dibagi jumlah semua penduduk umur ≥60 tahun dan dinyatakan dalam satuan persen (%).

PM 10-21 = (JP10-21 M/ JP 10-21) x 100%

PM 10-21 : Persentase merokok pada penduduk usia 10-21 tahun
JP 10-21 M : Jumlah penduduk umur 10-21 tahun yang merokok pada waktu tertentu
JP 10-21 : Jumlah penduduk umur 10-21tahun pada periode waktu yang sama
12.4%Jumlah penduduk umur ≥60 tahunJumlah penduduk umur ≥60 tahun x 12,4 %Jumlah penduduk umur ≥60 tahun yang yang diskrining merokokScrening Kesehatan Pada Usia Sekolah di UKS, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas
45
18.Konseling Layanan Upaya Berhenti MerokokJumlah pelayanan Upaya Berhenti Merokok (UBM)Jumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti MerokokJumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok minimal 1 orang setiap bulan12 OrangOrangJumlah orang yang merokokJumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti Merokok minimal 1 orang setiap bulanJumlah orang yang merokok dan mendapatkan Layanan Konseling Upaya Berhenti MerokokScrening Kesehatan Pada Usia Sekolah di UKS, Screning Kesehatan Pada Usia Produktif, Screning Kesehatan Pada Usia Lanjut, Pemeriksaan Kesehatan (Surat Keterangan Sehat) di Puskesmas
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100