| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | Lampiran 1 | |||||||||||||||||||||||||
2 | ||||||||||||||||||||||||||
3 | PEMETAAN KEBIJAKAN ITAMA | |||||||||||||||||||||||||
4 | No. | Fokus Pengawasan pada Area Kritis dan Strategis dengan Pengawasan yang Inovatif | Strategi | Sub-Subtema | Tipe Pengawasan | Uraian Kegiatan | Output PKPT 2024 | Jumlah Output | Inspektorat Pelaksana | |||||||||||||||||
5 | 1 | Inisiatif Strategis dalam rangka mendorong capaian indikator kinerja | 6 | 4.2 | Asurans | Melaksanakan Pemeriksaan Kinerja | Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
6 | 2 | Pengadaan barang/jasa (Penerimaan gratifikasi, suap dan penyalahgunaan wewenang dalam proses pengadaan barang/jasa masuk ke dalam level risiko sedang). | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Pemeriksaan Kepatuhan | Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan | 11 | PIMK | |||||||||||||||||
7 | 3 | Pengadaan barang/jasa melalui tender (Penerimaan gratifikasi, suap dan penyalahgunaan wewenang dalam proses pengadaan barang/jasa masuk ke dalam level risiko sedang). | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Probity Audit | Laporan Hasil Probity Audit | 2 | PIMK | |||||||||||||||||
8 | 4 | Aplikasi dan infrastruktur dengan menggunakan audit tools dari BRIN untuk mewujudkan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang terpadu dan menyeluruh untuk mencapai birokrasi dan pelayanan publik yang berkinerja tinggi. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Pemeriksaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik | Laporan Hasil Pemeriksaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
9 | 5 | Sistem Manajemen Keamanan Informasi telah diterapkan secara efektif dan beroperasi sesuai harapan dan kebutuhan. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Pemeriksaan atas ISO 27001 | Laporan Hasil Pemeriksaan atas ISO 27001 | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
10 | 6 | Penerimaan Negara Bukan Pajak yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2021 dengan menggunakan aplikasi e-MawasPNBP untuk mendorong akuntabilitas dan optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak di BPK. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Penerimaan Negara Bukan Pajak | Laporan Hasil Reviu Penerimaan Negara Bukan Pajak | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
11 | 7 | Penilaian tata kelola atas penerapan manajemen risiko dan kepatuhan terhadap ketentuan manajemen risiko di BPK. | 3 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Manajemen Risiko | Laporan Hasil Reviu Manajemen Risiko | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
12 | 8 | Akun anomali yang terdapat pada aplikasi eReviu LK dan MonSAKTI. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Konsep Laporan Keuangan TA 2024, Semester I dan Triwulan III TA 2025 | Laporan Hasil Reviu Konsep Laporan Keuangan TA 2024, Semester I dan Triwulan III TA 2025 | 3 | PIMK | |||||||||||||||||
13 | 9 | Reviu menggunakan aplikasi ev-papbj untuk memastikan bahwa penyerapan anggaran dan pengadaan barang/jasa telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Penyerapan Anggaran dan Pengadaan Barang/Jasa | Laporan Hasil Reviu Penyerapan Anggaran dan Pengadaan Barang/Jasa | 4 | PIMK | |||||||||||||||||
14 | 10 | Perencanaan kebutuhan barang telah sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya, baik berupa pengadaan baru, pemeliharaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, dan penghapusan. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara TA 2027 dan Revisi Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara | Laporan Hasil Reviu Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara TA 2027 dan Revisi Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara | 2 | PIMK | |||||||||||||||||
15 | 11 | Perencanaan kegiatan dan anggaran telah sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Rencana Kerja dan Anggaran TA 2026 serta Revisi Anggaran | Laporan Hasil Reviu Rencana Kerja dan Anggaran TA 2026 serta Revisi Anggaran | 2 | PIMK | |||||||||||||||||
16 | 12 | Akurasi, keandalan, dan keabsahan data/informasi kinerja untuk menghasilkan Laporan Kinerja BPK yang berkualitas dan membantu penyelenggaraan sistem akuntabilitas kinerja BPK. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Laporan Kinerja | Laporan Hasil Reviu Laporan Kinerja | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
17 | 13 | Keseluruhan tahapan pengadaan Aparatur Sipil Negara. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Penerimaan Aparatur Sipil Negara | Laporan Hasil Reviu Penerimaan Aparatur Sipil Negara | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
18 | 14 | Permintaan reviu oleh pimpinan BPK maupun Kementerian/Lembaga lainnya. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Mutu Kelembagaan (on call) | Laporan Hasil Reviu Mutu Kelembagaan (on call) | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
19 | 15 | Penilaian terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan oleh seluruh satuan kerja di BPK, mengolah data/informasi/materi serta dokumen yang sudah disusun oleh satuan kerja. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi | Laporan Hasil Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
20 | 16 | Penilaian terhadap maturitas sistem pengendalian intern, manajemen risiko, dan indeks efektivitas pengendalian korupsi. | 3 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Reviu Tingkat Kematangan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah | Laporan Hasil Reviu Tingkat Kematangan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
21 | 17 | Penilaian kualitas perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, dan evaluasi akuntabilitas kinerja internal untuk untuk mengetahui sejauh mana implementasi SAKIP dilaksanakan, serta untuk mendorong peningkatan pencapaian kinerja yang tepat sasaran dan berorientasi hasil. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
22 | 18 | Kesimpulan atas penerapan tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal. | 1 | 2.1 2.2 | Asurans | Melaksanakan Evaluasi Governance, Risk Management and Control | Laporan Hasil Evaluasi Governance, Risk Management and Control | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
23 | 19 | Penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil reviu oleh Satker | 3 | 2.3 4.2 | Asurans | Melaksanakan Pemantauan Tindak Lanjut atas Hasil Pengawasan | Laporan Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan | 2 | PIMK | |||||||||||||||||
24 | 20 | Menemukan penyimpangan/redflag pada aspek kelembagaan yang akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan/reviu/evaluasi/inspeksi mendadak | 1 | 2.2 | Asurans | Melaksanakan Pemantauan Kelembagaan | Laporan Pemantauan Kelembagaan | 2 | PIMK | |||||||||||||||||
25 | 21 | Penyelesaian tindak lanjut rekomendasi hasil reviu oleh Satker | 6 | 2.3 4.2 | Asurans | Melaksanakan Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Peer Review | Laporan Pemantauan Tindak Lanjut Peer Review | 1 | PIMK | |||||||||||||||||
26 | 22 | Pemberian bahan pertimbangan atas area kritis pada proses bisnis kelembagaan. | 1 | 2.2 | Advisori | Memberikan Bahan Pertimbangan Kelembagaan | Laporan Pertimbangan Kelembagaan | 2 | PIMK | |||||||||||||||||
27 | 23 | Pemberian pendampingan atas area yang dievaluasi oleh Kementerian/Lembaga lainnya. | 1 | 2.3 | Advisori | Memberikan Pendampingan Pelaksanaan Evaluasi Kementerian/Lembaga Lain | Laporan Pendampingan Pelaksanaan Evaluasi Kementerian/Lembaga Lain | 3 | PIMK | |||||||||||||||||
28 | 24 | Pemberian edukasi atas area kritis pada proses bisnis kelembagaan. | 1 | 2.2 | Advisori | Memberikan Edukasi Berupa Sosialiasi Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan | Laporan Sosialisasi atas Pelaksanaan Kegiatan Pengawasan | 7 | PIMK | |||||||||||||||||
29 | 25 | Kegiatan rutin | 1 | 2.4 | Manajemen Internal | Melaksanakan Kegiatan Manajerial Inspektorat PIMK | Laporan Manajemen Internal Inspektorat PIMK | 25 | PIMK | |||||||||||||||||
30 | ||||||||||||||||||||||||||
31 | ||||||||||||||||||||||||||
32 | ||||||||||||||||||||||||||
33 | Keterangan : | |||||||||||||||||||||||||
34 | Strategi | |||||||||||||||||||||||||
35 | 1 = meningkatkan mutu pelaksanaan pengawasan internal atas mutu pemeriksaan, mutu kelembagaan, dan penegakan integritas | |||||||||||||||||||||||||
36 | 2 = menyusun standar manajemen mutu dan memutakhirkan sistem pemerolehan keyakinan mutu | |||||||||||||||||||||||||
37 | 3 = Meningkatkan kualitas praktik pengawasan sesuai tingkat kematangan IACM | |||||||||||||||||||||||||
38 | 4 = Menyelaraskan kode etik BPK dengan stadar international | |||||||||||||||||||||||||
39 | 5 = Implementasi sistem manajemen integritas | |||||||||||||||||||||||||
40 | 6 = mengkoordinasikan implementasi rencana aksi atas tindak lanjut rekomendasi peer review | |||||||||||||||||||||||||
41 | ||||||||||||||||||||||||||
42 | Sub-Subtema | |||||||||||||||||||||||||
43 | subtema 1 : Penjaminan mutu pemeriksaan yang responsif berbasais Early Warning System | |||||||||||||||||||||||||
44 | 1.1 = Pengawasan atas mutu pemeriksaan dan pengendalian mutu penugasan pemeriksaan | |||||||||||||||||||||||||
45 | 1.2 = Identifikasi dan pencegahan risiko pelanggaran integritas pada penugasan pemeriksaan | |||||||||||||||||||||||||
46 | 1.3 = Identifikasi dan pencegahan risiko atas mutu pemeriksaan | |||||||||||||||||||||||||
47 | 1.4 = Kegiatan Rutin | |||||||||||||||||||||||||
48 | subtema 2 : Penjaminan mutu kelembagaan yang responsif berbasais Early Warning System | |||||||||||||||||||||||||
49 | 2.1 = Pengawasan atas proses bisnis kelembagaan | |||||||||||||||||||||||||
50 | 2.2 = Identikasi dan pencegahan risiko pelanggaran integritas pada tata kelola dan manajemen risiko kelembagaan | |||||||||||||||||||||||||
51 | 2.3 = Identifikasi dan pencegahan risiko pada tata kelola dan mutu kelembagaan | |||||||||||||||||||||||||
52 | 2.4 = kegiatan rutin | |||||||||||||||||||||||||
53 | subtema 3: Penjaminan mutu penegakan integritas yang responsif berbasis early warning system | |||||||||||||||||||||||||
54 | 3.1 = Pengawasan atas implementasi komponen pencegahan pada manajemen integritas | |||||||||||||||||||||||||
55 | 3.2 = penindakan dan pencegahan risiko pelanggaran integritas pada proses bisnis | |||||||||||||||||||||||||
56 | 3.3 = identifikasi dan pencegahan risiko pelanggaran integritas pada proses bisnis | |||||||||||||||||||||||||
57 | 3.4 = kegiatan rutin | |||||||||||||||||||||||||
58 | subtema 4: Pelaksanaan inisiatif strategis | |||||||||||||||||||||||||
59 | 4.1= pengembangan early warning system untuk penjaminan mutu pemeriksaan, mutu kelembagaan, mutu penegakan integrtas | |||||||||||||||||||||||||
60 | 4.2 = pemenuhan tindak lanjut rekomendasi atas hasil peer review | |||||||||||||||||||||||||
61 | ||||||||||||||||||||||||||
62 | ||||||||||||||||||||||||||
63 | ||||||||||||||||||||||||||
64 | ||||||||||||||||||||||||||
65 | ||||||||||||||||||||||||||
66 | ||||||||||||||||||||||||||
67 | ||||||||||||||||||||||||||
68 | ||||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||
71 | ||||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||
73 | ||||||||||||||||||||||||||
74 | ||||||||||||||||||||||||||
75 | ||||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||