ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
Tabel T-C.29.
7
KodeUrusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan Program/KegiatanIndikator Kinerja Program (outcomes)/ Kegiatan (output)Target Kinerja Capaian Program (Renstra Perangkat Daerah) Tahun 2026Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d dengan tahun 2021Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2022Target program dan kegiatan (Renja Perangkat Daerah tahun n-1) 2023
Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi
target kinerja program/kegiatan
Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra Perangkat
Daerah
Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil
untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut
8
Target Renja Perangkat Daerah tahun 2022
Realisasi Renja Perangkat Daerah tahun 2022 (TW-III)Tingkat Realisasi (%)
9
12345678 = (7/6)9
10
11
11URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR
12
31.2URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KESEHATANAngka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup31,82 /100.000 kelahiran hidup31.6/100.000 kelahiran hidup32 /100.000 kelahiran hidup36.75/100.000 kelahiran hidup87,0731,88 /100.000 kelahiran hidupPenyebab kematian ibu karena perdarahan, hipertensi, Infeksi. Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.Meningkatnya kematian ibuPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SR
13
3Angka Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran Hidup0,76 /1000 kelahiran hidup0.52/1000 kelahiran hidup0,80 /1000 kelahiran hidup0.03/1000 kelahiran hidup26670,79 /1000 kelahiran hidupPenyebab kematian bayi karena asifikais, sepsis dan BBLS. Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.Meningkatnya kematian bayiPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan)
14
3Prevalensi Stunting Balita13,69 Persen2,64 Persen14,92 Persen1,53 Persen14,45 PersenData stunting terdiri dari dua sumber, yang pertama data survey yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan data laporan bulanan dari puskesmas. Untuk data yang digunakan oleh nasional adalah data survey, dan data survey 2022 baru dilaksanakan pada bulan september dan hasilnya belum di publikasikan. Pencegahan stunting dilakukan bukan hanya oleh dinas kesehatan, tapi dengan seluruh OPD Lintas Sektor. Untuk Dinas Kesehatan sendiri sudah melakukan publikasi data stunting ke seluruh kelurahan dan menindaklanjuti evaluasi yang sudah di lakukan. Beberapa Inovasi yang sudah dibuat untuk percepatan penurunan stunting antara lain pembentukan pos gizi, bina gizi kota tangerang selatan (Bintang), Pelatihan MTBS dan Gizi Buruk, dan Pemberian Makanan Tambahan.Perwal Percepatan Penurunan Stunting, Perwal ASI Eksklusif
15
3Prevalensi KEK (Kurang Energi Kronik) pada Ibu Hamil3,89 Persen2,52 Persen3,93 Persen3,78 Persen97,17223653,92 Persen
16
3Prevalensi Obesitas Sentral30 Persen28,18 Persen40 Persen40,51 Persen101,27537 Persenkonsumsi makanan cepat saji atau minuman yang mengandung gula tambahan dalam jangka panjang serta aktifitas Fisik yang kurang menyebabkan angka obesitas meningkat Obesitas MeningkatMelakukan Skrining Deteksi Dini Faktor Resiko PTM dan Penangan kasus Obesitas untuk dilakukan konseling Gizi Seimbang.
17
3Prevalensi Balita Gizi Buruk0,04 Persen0,05 Persen0,04 Persen0,09 Persen44,40,04 PersenTerhentinya kegiatan pemantauan pertumbuhan di posyandu mempengaruhi kenaikan jumlah kasus gizi buruk di tangsel karena tidak dapat dilakukannya deteksi dini balita kurang gizi.gizi buruk meningkatPelacakan balita malnutrisi dan pendampingan balita balnutrisi. Dilakukannya kembali deteksi dini status gizi balita. penanganan segera balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan. Pelatihan Tim Gizi Buruk, Pelatihan PAGT, Pelatihan Konseling Laktasi, Pelatihan PMBA,
18
71:02:02PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKATAngka Kesakitan Menurut Penyakit Tertentu per 100 penduduk7,20 16,2781553,337,8meningkatnya capaian skrining penyakit, karna mobilitas fisik meningkat sehingga mempengaruhi temuan kasus penyakit menular dan tidak menular Tercapainya kasus penemuan penyakit yang mendaptkan pelayanan kesehatan sesuai standar meningkatkan pelayanan pengobatan penyakit dan meningkatkan edukasi kepada pasien dengan pasien menular dan tidak menular P2P
19
7Cakupan balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar100 %100 %100%75 %75%100 %Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.tercapainya cakupan balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standarPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan)KESMAS/ KESGA
20
7Persentase anak usia pendidikan dasar yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar100 %100 %100%100%100%100 %Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu skrining kesehatan anak usia pendidikan dasar, meningkatkan peran UKS, berkoordinasi dengan RS mengenai Dokter kecilTercapainya Persentase anak usia pendidikan dasar yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standarmelakukan advokasi skrining kesehatan peserta didik ke OPD terkaitKESMAS/ KESGA
21
7Persentase bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir100 %100 %100%80 %80%100 %Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.tercapainya Persentase bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahirPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan)KESMAS/ KESGA
22
7Persentase ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan kesehatan bersalin100 %100 %100%80 %80%100 %Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.tercapainya presentase ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan kesehatanPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SRKESMAS/ KESGA
23
7Persentase ibu hamil yang mendapat pelayanan kesehatan ibu hamil100 %100 %100%75.9675.96%100 %Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.tercapainya presentase ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatanPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SRKESMAS/ KESGA
24
7Prosentase warga negara usia 60 tahun ke atas yang mendapatkan pelayanan skrining kesehatan sesuai dengan standar minimal 1 kali yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan dalam kurun waktu satu tahun100 %100%100%76.25%76.25%100 %Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu monitoring dan evaluasi Puskesmas, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Caregiver, pemantauan puskesmas santun lansia.tercapainya Prosentase warga negara usia 60 tahun ke atas yang mendapatkan pelayanan skrining kesehatan sesuai dengan standar minimal 1 kali yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan dalam kurun waktu satu tahunpemantauan lansia resiko (ngider sehat), monitoring dan evalusi posbinduKESMAS/ KESGA
25
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan31340 orang2981930.117 orang2286875,93%30418 orangKegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.tercapainya jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatanPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SR
26
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Ibu hamil KEK mendapatkan PMT1100 ibu hamil7851100 ibu hamil52547,727272731100 ibu hamilKegiatan yang sudah di lakukan yaitu seluruh ibu hamil KEK diberikan Makanan Tambahan, sampai dengan TW3 jumlah ibu hamil KEK sebanyak 525 ibu hamil KEKTercapainya Ibu hamil KEK yang mendapat PMTPerwal Stunting
27
28
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Ibu Hamil Mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) Minimal 90 Tablet105245 orang2990297232 orang2126321,8683149699176 orangKegiatan yang sudah dilakukan adalah pemberian tablet tambah darah kepada seluruh ibu hamil minimal 90 tabletTercapainya Ibu hamil mendapat TTD minimal 90 tablet selama kehamilanPerwal Stunting
29
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah remaja putri mendapat TTD40788 remaja putri36.06437162 remaja putri51678139,061406838069 remaja putriDalam pemberian TTD Rematri masih ada beberapa sekolah yang masih belum mau menerima TTD, sehingga belum semua remaja putri di kota tangsel mendapatkan TTD. Kegiatan yang sudah di lakukan yaitu AKSI Bergizi (Kegiatan sarapan bersama, olah raga bersama, dan minum TTD bersama di sekolah). Sosialisasi penggunaan Aplikasi ceria dengan Kemenkes. Memperluas cakupan pemberian TTD dengan sosialisasi ke sekolah sekolah tentang pentingnya konsumsi TTD dalam mencegah stuntingTercapainya pemberian TTD untuk remaja putriMOU dengan Dindik dan Kemenag untuk pemberian TTD di sekolah
30
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Rumah tangga yang diperiksa mengonsumsi garam beriodium4644 rumah tangga4644 rumah tangga4644 rumah tangga251654,177433254644 rumah tanggatidak tersedianya iodine test sehingga pengecekan garam beriodium terhamat dan tidak maksimalCakupan pemeriksaan garam beriodium menurunPengadaan iodine test
31
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kotajumlah fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional35 fasyankes3030 fasyankes3034 fasyankes
32
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah kelurahan yang menerima promosi kesehatan54 kelurahan54 Kelurahan54 kelurahan54 Kelurahan54 kelurahan
33
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan kesehatan29619 orang2848828.747 orang2176875,7%29035 orangKegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.tercapainya jumlah ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan kesehatanPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SR
34
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan kesehatan28489 orang2803927.379 orang2142178,2%27653 orangKegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.tercapainya jumlah bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standarPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan)
35
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Bayi baru lahir Mendapat IMD28512 bayi1842127399 bayi1605658,60%27673 bayiKegiatan yang sudah dilakukan sosialisasi 1000 HPK di kelas kelas ibu hamil dan Pelatihan PMBATercapainya bayi baru lahir mendapat IMDPerwal ASI, Perwal Percepatan Penurunan Stunting, Pelatihan PMBA, Pelatihan Konseling Menyusui, Pelatihan Manajemen Laktasi
36
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah bayi usia Kurang dari 6 Bulan Mendapat ASI eksklusif18509 bayi528817789 bayi910051,16%17966 bayiKegiatan yang sudah dilakukan sosialisasi 1000 HPK di kelas kelas ibu hamil dan Pelatihan PMBATercapainya bayi usia <6 bulan mendapat ASIPerwal ASI, Perwal Percepatan Penurunan Stunting, Pelatihan PMBA, Pelatihan Konseling Menyusui, Pelatihan Manajemen Laktasi
37
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah anak usia 0-59 bulan yang mendapatkan pelayanan kesehatan balita sesuai standar139869 orang133082134.412 orang100809 orang75%135756 orangKegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri.tercapainya jumlah anak usia 0-59 bulan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standarPerwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan)
38
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Balita 0-59 Bulan di Surveilans gizi melalui ePPGBM8306 balita1042747984 balita1167281462,02%8063 balitaKegiatan yang sudah dilakukan yaitu pemantauan dan evaluasi entry ePPGBM setiap 1 minggu sekaliTercapaian Balita 0-59 Bulan di Surveilans gizi melalui ePPGBMPerwal Stunting, SK TPPS Kota Tangerang Selatan, SK TPPS Tingkat Kecamatan, SK TPPS Tingkat Kelurahan
39
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Balita yang Ditimbang Berat Badannya (D/S)11.312 balita80.79911.312 balita1150341016,92%11312 balitaKegiatan yang sudah dilakukan yaitu pemantauan dan evaluasi entry ePPGBM setiap 1 minggu sekaliTercapaian Balita yang ditimbang berat badannya (D/S)Perwal Stunting, SK TPPS Kota Tangerang Selatan, SK TPPS Tingkat Kecamatan, SK TPPS Tingkat Kelurahan, Penyegaran kader
40
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah balita gizi buruk yang mendapatkan perawatan70 balita6370 balita118168,57%70 balitaKegiatan yang sudah dilakukan yaitu pelacakan dan pendampingan keluarga dengan balita gizi burukSeluruh balita gizi buruk mendapat perawatanPelatihan tatalaksana gizi buruk, Pelatihan PMBA, Pelatihan PAGT
41
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah balita gizi kurang yang mendapatkan PMT1082 balita8091082 balita73490,73%1082 balitaKegiatan yang sudah dilakukan yaitu pelacakan dan pendampingan keluarga dengan balita bermasalah giziSeluruh balita gizi kurang mendapat PMTPerwal Stunting, SK TPPS Kota Tangerang Selatan, SK TPPS Tingkat Kecamatan, SK TPPS Tingkat Kelurahan, Pelatihan tatalaksana gizi buruk, Pelatihan PMBA, Pelatihan PAGT
42
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Balita usia 6-59 bulan yang mendapatkan vitamin A113.838 balita usia 6-59 bulan125.024113.838 balita usia 6-59 bulan12379799,02%113838 balita usia 6-59 bulanKegiatan yang sudah di lakukan yaitu sweeping pemberian vitamin A setelah pelaksanaan posyandu dan pada bulan maret dan/atau septemberTercapainya pemberian Vitamin A untuk balitaPerwal Stunting
43
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah anak usia pendidikan dasar yang mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar115424  orang171546110.921 orang110921100,00%11203 orang
44
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah warga negara usia 60 tahun Keatas mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar147906 orang140728142.135 orang11495480,88%143556 orang
45
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah penduduk usia Produktif yang mendapat Pelayanan Kesehatan sesuai Standar959167 orang920.949 Orang913.435 orang 795.358 Orang87,07895495 orangupaya yang di lakukan untuk mencapai target yaitu menigkatkan skrining kesehatan dengan lintas sektor maupun lintas program , bekerjasama dengan OPD di wilayah kerja puskesmas dan dinas kesehatan, melakukan monitoring dan evaluasi kepuskesmas, melakukan pelatihan kepada kader kesehatan penduduk usia produktif (15-59) mendapatkan pelayanan Skrining sesuai standar percepatan Skrining usia produktif
46
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah kasus Penyakit Tidak Menular yang mendapatkan pelayanan kesehatan155751 kasus237.137 Orang149.676 kasus246.662 Orang164,80151172 kasuskegiatan yang sudah di laksanakan yaitu upaya percepatan skrining PTM, pembinaan kader posbindu PTM, pelatihan kader PTM, monitoring dan evaluasi puskesmas, melaksnakan posyandu terintergrasi, menggiatkan pandu PTM, melakukan rujukan berjenjang pasien dengan penyakit menular mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
47
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah penderita Hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar327.232 orang143.325 Orang282.924 orang207.175 Orang73,23308359 orangkegiatan yang sudah di laksanakan yaitu upaya percepatan skrining PTM, pembinaan kader posbindu PTM, pelatihan kader PTM, monitoring dan evaluasi puskesmas, melaksnakan posyandu terintergrasi, menggiatkan pandu PTM penduduk dengan hipertensi mendapatka. pelayanan sesuai standarRenstra Kemenkes no 13 tahun 2022 adanya pemantauan pasien hipertensi terkendali
48
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah penderita Diabetes mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar53.313 orang43.704 Orang38.066 orang35.311 Orang92,7651747 orangkegiatan yang sudah di laksanakan yaitu upaya percepatan skrining PTM, pembinaan kader posbindu PTM, pelatihan kader PTM, monitoring dan evaluasi puskesmas, melaksnakan posyandu terintergrasi, menggiatkan pandu PTM penduduk dengan Diabetes Mellitus mendapatka. pelayanan sesuai standarRenstra Kemenkes no 13 tahun 2022 adanya pemantauan pasien dengan DM terkendali
49
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ ) Berat yang mendapatkan pelayanan sesuai standar1.150 orang1.205 Orang1.106 orang1.598 Orang144,481117 orangkegiatan yang sudah di laksanakan yaitu sudah tercapai , Pelacakan Kasus jiwa melalui Ngider Sehat dan Kader KesehatanODGJ Berat yang mendapatkan pelayanan sesuai standarRenstra Kemenkes no 13 tahun 2022 adanya pemantauan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat terkendali
50
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Puskesmas yang melaksanakan pencegahan dan pelayanan kesehatan jiwa dan napza33 puskesmas32 Puskesmas32 puskesmas32 Puskesmas10032 puskesmasKegiatan sudah terlaksana di 32 puskesmas se Kota Tangerang SelatanPelayanan Kesehatan Jiwa dan Napza sudah dilayani sesuai standar di 32 PuskesmasRenstra Kemenkes no 13 tahun 2022 adanya Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Napza
51
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Sektor Formal dan informal yang melaksanakan kesehatan kerja32 sektor32 Sektor19 sektor35 Sektor22 sektor
52
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Puskesmas yang melaksanakan kesehatan olahraga32 puskesmas32 Puskesmas19 puskesmas35 Puskesmas22 puskesmas
53
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Orang Terduga TB mendapatkan pelayanan sesuai standar7865 orang9746 Orang7.884 orang13146 Orang166,74%7874 orangKegiatan investigasi kontak dan kunjungan rumah mulai dapat dilakukan secara aktif oleh puskesmas, selain itu terdapat kegiatan skrining pada populasi berisiko yakni penyandang diabetes militus dengan metode xray dan mahasiswa oleh penabulutercapainya jumlah orang terduga TB mendapatkan pelayanan sesuai standar memperluas kegiatan skrining TB pada kelompok berisiko lainnya, memastikan semua pasien TB telah dilakukan investigasi kontak, melakukan monitoring evaluasi dan umpan balik pada setiap kegiatan
54
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Orang Terduga Mederita HIV Yang Mendapatkan Pelayanan Sesuai Standar19116 orang21026 Orang18.190 orang19490 Orang107,15%18417 orangDengan semakin membaiknya keadaan pandemi covid 19, dan dengan meninggkatnya mobilitas masyarakat dalam akses kesehatan meninggkat, maka lkegiatan skrining stay/mobile pun meningkat, sehingga cakupan tersebut juga meninggkat.
selain itu ada perubahan target dari kementrian kesehatan seiring membaiknya keadaan covid 19, menjadi lebih tinggi.
Tercapai Kelompok beresiko HIV AIDS yang mendapatkan pelayanan StandarMemperluas layanan HIV AIDS secara Komprehensif di Kota Tangerang Selatan
55
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Sasaran POPM Kecacingan270.000 anak usia 1-12 tahun270.000 anak usia 1-12 tahun270.000 anak usia 1-12 tahun270.000 anak usia 1-12 tahun100,00%270000 anak usia 1-12 tahunpelaksanaan POPM Kecacingan tercapai, akan tetapi ada kendala saat pelaksanaan pemberian obat cacing sirupmencegah terjadinya stunting serta kecacingan pada anakmembuat logistik untuk program kecacingan
56
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Kasus Program Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2)460 kasus437 kasus 550 kasus640 Kasus116,36%540 kasusmeningkatnya kasus P2BB di kota tangerang selatan seperti DBD, Malaria dan Gigitan Hewan Pembawa Rabies (GHPR)Terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus - kasus Penyakit Bersumber Binatangmembuat perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi setiap bulannya
57
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah kasus kusta yang ditangani90 kasus63 Kasus150 kasus69 Kasus46,00%134 kasusSkrining dan deteksi dini kepada kontak dan masyarakat yang masih belum maksimal dilakukan oleh PuskesmasTercapainya jumlah kasus kusta yang ditanganiMelakukan monitoring evaluasi dan feed back terhadap kegiatan yang dilakukan ,serta melakukan skrining dan deteksi dini pada kontak dengan lebih intensif dan terarah
58
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah penemuan kasus diare pada balita13.089 kasus5594 Kasus8.940 kasus8084 Kasus90,43%9834 kasusCapaian program sampai bulan september, Tercapainya jumlah kasus diare yang ditangani Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan
59
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah ibu hamil yang dilakukan deteksi dini hepatitis B31273 orang18505 Orang21.360 orang20219 Orang94,66%23496 orangCapaian program sampai bulan september, Tercapainya jumlah ibu hamil yang dilakukan deteksi dini hepatitis Melakukan skrining dengan lebih insentif
60
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah balita dilakukan hitung nafas28.653 balita12154 Balita19.570 balita13461 Balita68,78%21528 balitaCapaian program sampai bulan SeptemberTercapainya jumlah balita batuk / kesesakan bernafas yang dihitung nafas Mengintensifkan kegiatan skrining terhadap balita batuk
61
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Bayi yang diberikan imunisasi Dasar Lengkap28.489 anak26945 anak27.379 anak20223 anak73,86%27652 anakcapaian program sampai bulan september, kegiatan pelayanan imunisasi dasar lengkap masih berjalan tercapinya bayi yang diberikan Imunisasi dasar lengkapmelakukan imunisasi kejar maupun sweping bagi anak anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap
62
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Bayi yang diberikan Imunisasi Lanjutan Campak-Rubella2795 anak29211 anak2675 anak19201 anak717,79%2705 anakcapaian program sampai bulan september, kegiatan pelayanan imunisasi campak-rubellamasih berjalan tercapinya bayi yang diberikan Imunisasi campak-rubellamelakukan imunisasi kejar maupun sweping bagi anak anak yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella
63
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Puskesmas yang dibina dalam Upaya Penanggulangan Krisis Kesehatan7 puskesmas6 puskesmas6 puskesmas6 puskesmas100,00%6 puskesmastelah dilakukan pembinaan dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan terhadap 6 puskesmas di kota tangerang selatantercapainya jumlah puskesmas yang dibina dalam upaya penanggulangan krisis kesehatanakan terus dilakukan pembinaan dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan dan berfokus kepada puskesmas yang belum hingga seluruh puskesmas mendapatkan pembinaan, dan peningkatan kapasitas kepada puskesmas yang sudah dilakukan pembinaan
64
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Peringatan Dini Penyakit Potensial KLB/Wabah yang Direspon50 kasus72 kasus40 kasus452 kasus11,345 kasusjumlah kasus meningkat dikarenakan ada kebijakan baru mengenai penamabahan jenis penyakit "tersangka covid" di triwulan 2 sehingga 1 kasus menimbulkan sinyal sehingga menambah kasus tercapainya peringatan dini penyakit potensial KLB/wabah yang di responPertemuan koordinasi secara terus-menerus dengan pengelola program, lintas program dan lintas sektor terkait dikarenakan kejadian penyakit berpotensi KLB/Wabah bersifat dinamis dan kelimuan kesehatan selalu berkembang.
65
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Jemaah Haji yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Haji1300 orang1273 orang1200 orang1273 orang106,08%1200 orangtelah dilakukan pelayanan kesehatan kepada seluruh jemaah haji sesuai jumlah sasaranTerlaksananya Jumlah Jemaah Haji yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Hajiakan terus dilakukan upaya peningkatan kesehatan jemaah haji melalui pembinaan kesehatan dan peningkatan kebugaran sesuai standar yang berlaku
66
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Desa/kelurahan Stop Buang air besar Sembarangan (SBS)54 kelurahan6 kelurahan32 kelurahan12 Kelurahan37,537 kelurahandikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki septic tanktidak terpenuhinya target program stop BABS terus melakukan kordinasi dan pembuatan septic tank yang memenuhi syarat di bantu seluruh lintas sektor dan csr
67
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah fasyankes yang dilakukan pengawasan limbah medis66 fasyankes (RS dan puskesmas)66 Fasyankes66 fasyankes (RS dan puskesmas)66 Fasyankes10066 fasyankes (RS dan puskesmas)fasyankes yang melakukan pengawasan limbah medis sesuai targetterpenuhinya jumlah fasyankes yang melakukan pengawasan limbah medismonitoting dan evaluasi ditingkatkan
68
121.02.02.2.02Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kotajumlah kawasan yang menerapkan Kebijakan Kota Sehat (KTR)7 kawasan7 kawasa7 kawasan7 kawasan1007 kawasanpenerapan KTR di 7 kawasan terpenuhiterlaksananya penerapan KTR di 7 kawasanmonitoring dan evaluasi KTR ditingkatkan
69
71:02:05PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATANPersentase pos pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang aktif100 %80100%85.185.1100 %masih terdapat posyandu yang belum memenuhi kriteria posyandu aktifbelum terpenuhinya posyandu aktif monitoring dan evalusasi ditingkatkanKESMAS/ PROMKES
70
121.02.05.2.01Advokasi, Pemberdayaan, Kemitraan, Peningkatan Peran serta Masyarakat dan Lintas Sektor Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Mitra Potensial yang melakukan Upaya Promosi Kesehatan Advokasi Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan45 mitra potensial20 Mitra Potensial 25 mitra potensial20 Mitra Potensial8030 mitra potensial5 Mitra potensial yang dalam proses kordinasi kerjasama kegiatan bidang kesehatanTercapainya Jumlah Mitra Potensial yang dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatanKordinasi kepada mitra potensial akan lebih ditingkatkan dan berkesinambungan
71
121.02.05.2.02Pelaksanaan Sehat dalam rangka Promotif Preventif Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah kelurahan yang menyelenggarakan promosi gerakan hidup bersih dan sehat54 kelurahan54 kelurahan54 kelurahan54 kelurahan10054 kelurahansemua kelurahan sudah melakukan kegiatan germasTerlaksananya kegiatan germas di kota tangerang selatanMonitoring dan evaluasi kegiatan germas akan ditingkatkan
72
121.02.05.2.03Pengembangan dan Pelaksanaan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) Tingkat Daerah Kabupaten/KotaJumlah Peningkatan Kapasitas Kader dan Tenaga Kesehatan UKBM5533 orang5490 orang5533 orang5533 Orang1005533 orang5533 orang kader posyandu terpenuhi dalam peningkatan kapasitas kader posyandu di kota tangerang selatanmeningkatnya kapasitas kader posyandu di kota tangerang selatanmonitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas kader posyandu ditingkatkan
73
Indek Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan90 Nilai81,03%82 Nilai86,9684 Nilai
74
7Persentase pemenuhan pelayanan sesuai klasifikasi RS milik Pemerintah Daerah100 %80%100%100%100100 %Sudah terpenuhi dan terlaksanameningkatnya pemenuhan pelayanan kesehatanmonitaring dan evaluasi peningkatan pemenuhan pelayanan kesehatan terus ditingkatkanRSUD
75
71:02:02PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKATCakupan pengelolaan sistem informasi RS milik Pemerintah Daerah sistem informasi100 %100%100%100%100100 %Sistem Informasi rumah sakit sudah dijalankan dan tersedia di rumah sakitMemudahkan Sistem yang ada dirumah sakit dari setiap Unitmonitoring dan evalusi terus dilakukakn dan perbaikan sistem terus ditingkatkanRSUD
76
7Persenstase pemenuhan rujukan pada RS milik Pemerintah Daerah100 %100%100%100%100100 %Rujukan rumah sakit rujukan partical telah adamerujuk pasien ke rumah sakitmonitoring dan evaluasi terus dilakukan dalam standar proses rujukan particalRSUD
77
7Persentase fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah daerah dengan ketersediaan kefarmasian dan alat kesehatan sesuai standar100 %99,3 %92%99.1 %8095 %beberapa alat kesehatan dan ketersedian kefarmasian sudah adadapat berjalannya operasional rumah sakitupaya upaya dalam pemenuhan ketersedian farmasi dan alat kesehatan sesuai standar terus dilakukan agar sesuai standarSDK/ FARMALKES
78
7Persentase fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah daerah dengan ketersediaan sarana prasarana dan perbekalan kesehatan sesuai standar97 %85%85%97,49090 %sarana dan prasana di rumah sakit telah tersediadapat dimanfaatkan untuk pemenuhan pelayan dan operasinal rumah sakitupaya upaya dalam pemenuhan sarana dan prasarana dirumah sakit terus dilakukanSDK/ FARMALKES
79
7Persentase Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang memenuhi standar88 %75,1280%97,48082 %pelayanan kesehatan telah dimulai dan melakukan operasinalmelakukan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkanpemenuhana pelayanan terus ditingkatkan agar dapat maximal dalam membrikan pelayanan terbaikYANKES
80
7Persentase pemenuhan alat kesehatan RS milik Pemerintah Daerah90 %80%80%80%10080 %Pemenuhan alat kesehatan di RSU sudah memadai, seperti tahun ini akan membuka layanan patologi anatomi, dan merencanakan akan membuka layanan ESWL untuk Batu ginjal. akan tetapi beberapa alat kesehatan penunjang diagnostik seperti MRI belum terpenuhi. Meningkatnya pemenuhan alat kesehatan di RSmonitoring dan evaluasi terus dilakukan dalam pemenuhan alat kesehatan di rsuRSUD
81
7Persentase pemenuhan sarana dan prasarana RS milik Pemerintah Daerah dalam kondisi baik90 %80%80%80%10080 %sarana dan prasarana dirumah sakit dalam kondisi baikdapat digunakan sebagaimana mestinyasarana dan prasana di lakukan pemeliharaan agar selalu dalam kondis baikRSUD
82
7Persentase pemenuhan sarana keperawatan pada RS milik Pemerintah Daerah90 %90%90%90%10090 %Sarana Keperawatan dirumah sakit dalam kondisi baik dapat digunakan sebagaimana mestinyasarana keperawatan di lakukan pemeliharaan agar selalu dalam kondis baikRSUD
83
7Persentase pemenuhan sarana promosi RS milik Pemerintah Daerah100 %100%100%100%100100 %kegiatan yang telah dilakukan oleh promosi kesehatan RSU adalah webinar kesehatan dan promosi kesehatan pada sosial media RS yang telah rutin dilakukan, dan cetakan flyer kesehatan untuk pengunjung rumah sakit,digitalisasi promosi kesehatan rumah sakitPemanfaatan Teknologi Informasi dalam promosi kesehatan di rsRSUD
84
7Persentase penduduk kota tangerang selatan yang memiliki jaminan kesehatan95 %85,06%95%94,62%100%95 %Masih banyak masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS dan masyarakat yang sudah menjadi peserta jaminan kesehatan yang menunggak, dikarenakan masih berlakunya peraturan tentang pembebasan tarif pelayanan kesehatan di faskes milik Pemerintah Daerah menggunakan EKTP, sehingga masyarakat masih bisa berobat dengan gratis di Puskesmas dan atau RSUDJaminan kesehatan merupakan program prioritas Wali Kota, meningkatkan akses masyarakat Kota Tangerang Selatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara komprehensive; yakni pelayanan yang diberikan bersifat paripurna mulai dari preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif, tidak hanya sebatas di faskes milik Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan tapi juga bisa di faskes di luar Kota Tangerang SelatanPeraturan Walikota Tangerang Selatan tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Daerah, mengoptimalkan anggaran untuk pembayaran premiSDK/ PJKM
85
7Persentase penguatan data dan informasi dalam sistem informasi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah daerah68 %29%29%38 %SDK/ SDMK
86
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Fasyankes Pemda dengan ketersediaan Obat Vaksin sesuai standar38 fasyankes3835 fasyankes37106%36 fasyankesobat vaksin telah tersedia sesuai standar dan terdistribusi di setiap fasyankesTercapainya jumlah fasyankes pemda dengan ketersediaan obat vaksin sesuai standarmonitoring dan evaluasi tetap dilakukan dengan melihat kebutuhan setiap fasyankes
87
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Fasyankes Pemda dengan ketersediaan Bahan Habis Pakai sesuai standar39 fasyankes3936 fasyankes37103%37 fasyankesBahan habis pakai telah tersedia sesuai standar dan terdistribusi di setiap fasyankesTercapainya jumlah fasyankes pemda dengan ketersediaan bahan habis pakai sesuai standarmonitoring dan evaluasi tetap dilakukan dengan melihat kebutuhan setiap fasyankes
88
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Fasilitas Kesehatan Lainnya yang dibangun unit unit unit
89
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Pengadaan Sarana pada Fasyankes Pemda12 puskesmas06 puskesmas6 Puskesmas12 puskesmas
90
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Pengadaan sarana pada Penunjang Fasilitas Kesehatan1 paket1 Paket1 paket1 Paket1 paket
91
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Pengadaan sarana pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya1 paket0 paket3 paket
92
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Pengadaan Prasarana dan Pendukung Fasilitas Pelayanan kesehatan1 paket1 Paket1 paket1 Paket2 paket
93
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Puskesmas yang dilakukan rehabilitasi dan pemeliharaan12 puskesmas012 puskesmas4 Puskesmas12 puskesmasketerbatasan dalam anggaran untuk kekurangan di nggarkan di tahun 2023
94
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah rehabilitasi dan Pemeliharaan yang dilakukan pada Penunjang Fasilitas Kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya1 paket1 paket1 paket
95
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Puskesmas yang mendapatkan pemeliharaan rutin dan berkala alat kesehatan/alat penunjang medik fasilitas pelayanan kesehatan33 puskesmas1 puskesmas33 puskesmas
96
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Fasyankes Pemda dengan ketersediaan Alat kesehatan/ Alat Penunjang Medik sesuai standar35 fasyankes3535 fasyankes37106%35 fasyankesAlat kesehatan / alat penunjang medik telah tersedia sesuai standar dan terdistribusi di setiap fasyankesTercapainya jumlah fasyankes pemda dengan ketersediaan alat kesehatan / alat penunjang medik sesuai standarmonitoring dan evaluasi tetap dilakukan dengan melihat kebutuhan setiap fasyankes
97
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik PEMDA yang dilakukan pemeliharaan prasarana dan pendukung fasilitas pelayanan kesehatan35 puskesmas puskesmas35 puskesmas
98
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Penunjang Fasilitas Kesehatan yang dilakukan pemeliharaan prasarana dan pendukung fasilitas pelayanan kesehatan1 paket1 paket1 paket
99
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya milik PEMDA yang dilakukan pemeliharaan prasarana dan pendukung fasilitas pelayanan kesehatan2 fasyankes fasyankes2 fasyankes
100
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah ketersediaan obat generik, dan obat program nasional di RSUD3 paket22 paket23 paket
101
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah ketersediaan alat kesehatan habis pakai sesuai standar di RSUD3 paket22 paket23 paket
102
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah ketersediaan makan minum di RS3 paket2 paket3 paket
103
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah ketersediaan darah di RS3 paket2 paket3 paket
104
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah pemeliharaan prasarana pendukung fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD3 paket22 paket23 paket
105
121.02.02.2.01Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/KotaJumlah pemeliharaan rutin dan berkala alat kesehatan dan alat penunjang medik di RSUD3 paket22 paket23 paket