| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | Tabel T-C.29. | ||||||||||||||||||||||||||
7 | Kode | Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan Daerah Dan Program/Kegiatan | Indikator Kinerja Program (outcomes)/ Kegiatan (output) | Target Kinerja Capaian Program (Renstra Perangkat Daerah) Tahun 2026 | Realisasi Target Kinerja Hasil Program dan Keluaran Kegiatan s/d dengan tahun 2021 | Target dan Realisasi Kinerja Program dan Kegiatan Tahun 2022 | Target program dan kegiatan (Renja Perangkat Daerah tahun n-1) 2023 | Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan | Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra Perangkat Daerah | Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut | |||||||||||||||||
8 | Target Renja Perangkat Daerah tahun 2022 | Realisasi Renja Perangkat Daerah tahun 2022 (TW-III) | Tingkat Realisasi (%) | ||||||||||||||||||||||||
9 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 = (7/6) | 9 | ||||||||||||||||||
10 | |||||||||||||||||||||||||||
11 | 1 | 1 | URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR | ||||||||||||||||||||||||
12 | 3 | 1.2 | URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KESEHATAN | Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup | 31,82 /100.000 kelahiran hidup | 31.6/100.000 kelahiran hidup | 32 /100.000 kelahiran hidup | 36.75/100.000 kelahiran hidup | 87,07 | 31,88 /100.000 kelahiran hidup | Penyebab kematian ibu karena perdarahan, hipertensi, Infeksi. Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | Meningkatnya kematian ibu | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SR | ||||||||||||||
13 | 3 | Angka Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran Hidup | 0,76 /1000 kelahiran hidup | 0.52/1000 kelahiran hidup | 0,80 /1000 kelahiran hidup | 0.03/1000 kelahiran hidup | 2667 | 0,79 /1000 kelahiran hidup | Penyebab kematian bayi karena asifikais, sepsis dan BBLS. Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | Meningkatnya kematian bayi | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan) | ||||||||||||||||
14 | 3 | Prevalensi Stunting Balita | 13,69 Persen | 2,64 Persen | 14,92 Persen | 1,53 Persen | 14,45 Persen | Data stunting terdiri dari dua sumber, yang pertama data survey yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan data laporan bulanan dari puskesmas. Untuk data yang digunakan oleh nasional adalah data survey, dan data survey 2022 baru dilaksanakan pada bulan september dan hasilnya belum di publikasikan. Pencegahan stunting dilakukan bukan hanya oleh dinas kesehatan, tapi dengan seluruh OPD Lintas Sektor. Untuk Dinas Kesehatan sendiri sudah melakukan publikasi data stunting ke seluruh kelurahan dan menindaklanjuti evaluasi yang sudah di lakukan. Beberapa Inovasi yang sudah dibuat untuk percepatan penurunan stunting antara lain pembentukan pos gizi, bina gizi kota tangerang selatan (Bintang), Pelatihan MTBS dan Gizi Buruk, dan Pemberian Makanan Tambahan. | Perwal Percepatan Penurunan Stunting, Perwal ASI Eksklusif | ||||||||||||||||||
15 | 3 | Prevalensi KEK (Kurang Energi Kronik) pada Ibu Hamil | 3,89 Persen | 2,52 Persen | 3,93 Persen | 3,78 Persen | 97,1722365 | 3,92 Persen | |||||||||||||||||||
16 | 3 | Prevalensi Obesitas Sentral | 30 Persen | 28,18 Persen | 40 Persen | 40,51 Persen | 101,275 | 37 Persen | konsumsi makanan cepat saji atau minuman yang mengandung gula tambahan dalam jangka panjang serta aktifitas Fisik yang kurang menyebabkan angka obesitas meningkat | Obesitas Meningkat | Melakukan Skrining Deteksi Dini Faktor Resiko PTM dan Penangan kasus Obesitas untuk dilakukan konseling Gizi Seimbang. | ||||||||||||||||
17 | 3 | Prevalensi Balita Gizi Buruk | 0,04 Persen | 0,05 Persen | 0,04 Persen | 0,09 Persen | 44,4 | 0,04 Persen | Terhentinya kegiatan pemantauan pertumbuhan di posyandu mempengaruhi kenaikan jumlah kasus gizi buruk di tangsel karena tidak dapat dilakukannya deteksi dini balita kurang gizi. | gizi buruk meningkat | Pelacakan balita malnutrisi dan pendampingan balita balnutrisi. Dilakukannya kembali deteksi dini status gizi balita. penanganan segera balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan. Pelatihan Tim Gizi Buruk, Pelatihan PAGT, Pelatihan Konseling Laktasi, Pelatihan PMBA, | ||||||||||||||||
18 | 7 | 1:02:02 | PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT | Angka Kesakitan Menurut Penyakit Tertentu per 100 penduduk | 7,20 | 16,27 | 8 | 15 | 53,33 | 7,8 | meningkatnya capaian skrining penyakit, karna mobilitas fisik meningkat sehingga mempengaruhi temuan kasus penyakit menular dan tidak menular | Tercapainya kasus penemuan penyakit yang mendaptkan pelayanan kesehatan sesuai standar | meningkatkan pelayanan pengobatan penyakit dan meningkatkan edukasi kepada pasien dengan pasien menular dan tidak menular | P2P | |||||||||||||
19 | 7 | Cakupan balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | 100 % | 100 % | 100% | 75 % | 75% | 100 % | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | tercapainya cakupan balita yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan) | KESMAS/ KESGA | |||||||||||||||
20 | 7 | Persentase anak usia pendidikan dasar yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | 100 % | 100 % | 100% | 100% | 100% | 100 % | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu skrining kesehatan anak usia pendidikan dasar, meningkatkan peran UKS, berkoordinasi dengan RS mengenai Dokter kecil | Tercapainya Persentase anak usia pendidikan dasar yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | melakukan advokasi skrining kesehatan peserta didik ke OPD terkait | KESMAS/ KESGA | |||||||||||||||
21 | 7 | Persentase bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir | 100 % | 100 % | 100% | 80 % | 80% | 100 % | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | tercapainya Persentase bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan kesehatan bayi baru lahir | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan) | KESMAS/ KESGA | |||||||||||||||
22 | 7 | Persentase ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan kesehatan bersalin | 100 % | 100 % | 100% | 80 % | 80% | 100 % | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | tercapainya presentase ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan kesehatan | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SR | KESMAS/ KESGA | |||||||||||||||
23 | 7 | Persentase ibu hamil yang mendapat pelayanan kesehatan ibu hamil | 100 % | 100 % | 100% | 75.96 | 75.96% | 100 % | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | tercapainya presentase ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SR | KESMAS/ KESGA | |||||||||||||||
24 | 7 | Prosentase warga negara usia 60 tahun ke atas yang mendapatkan pelayanan skrining kesehatan sesuai dengan standar minimal 1 kali yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan dalam kurun waktu satu tahun | 100 % | 100% | 100% | 76.25% | 76.25% | 100 % | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu monitoring dan evaluasi Puskesmas, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Caregiver, pemantauan puskesmas santun lansia. | tercapainya Prosentase warga negara usia 60 tahun ke atas yang mendapatkan pelayanan skrining kesehatan sesuai dengan standar minimal 1 kali yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan dalam kurun waktu satu tahun | pemantauan lansia resiko (ngider sehat), monitoring dan evalusi posbindu | KESMAS/ KESGA | |||||||||||||||
25 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan | 31340 orang | 29819 | 30.117 orang | 22868 | 75,93% | 30418 orang | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | tercapainya jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SR | ||||||||||||||
26 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Ibu hamil KEK mendapatkan PMT | 1100 ibu hamil | 785 | 1100 ibu hamil | 525 | 47,72727273 | 1100 ibu hamil | Kegiatan yang sudah di lakukan yaitu seluruh ibu hamil KEK diberikan Makanan Tambahan, sampai dengan TW3 jumlah ibu hamil KEK sebanyak 525 ibu hamil KEK | Tercapainya Ibu hamil KEK yang mendapat PMT | Perwal Stunting | ||||||||||||||
27 | |||||||||||||||||||||||||||
28 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Ibu Hamil Mendapat Tablet Tambah Darah (TTD) Minimal 90 Tablet | 105245 orang | 29902 | 97232 orang | 21263 | 21,86831496 | 99176 orang | Kegiatan yang sudah dilakukan adalah pemberian tablet tambah darah kepada seluruh ibu hamil minimal 90 tablet | Tercapainya Ibu hamil mendapat TTD minimal 90 tablet selama kehamilan | Perwal Stunting | ||||||||||||||
29 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah remaja putri mendapat TTD | 40788 remaja putri | 36.064 | 37162 remaja putri | 51678 | 139,0614068 | 38069 remaja putri | Dalam pemberian TTD Rematri masih ada beberapa sekolah yang masih belum mau menerima TTD, sehingga belum semua remaja putri di kota tangsel mendapatkan TTD. Kegiatan yang sudah di lakukan yaitu AKSI Bergizi (Kegiatan sarapan bersama, olah raga bersama, dan minum TTD bersama di sekolah). Sosialisasi penggunaan Aplikasi ceria dengan Kemenkes. Memperluas cakupan pemberian TTD dengan sosialisasi ke sekolah sekolah tentang pentingnya konsumsi TTD dalam mencegah stunting | Tercapainya pemberian TTD untuk remaja putri | MOU dengan Dindik dan Kemenag untuk pemberian TTD di sekolah | ||||||||||||||
30 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Rumah tangga yang diperiksa mengonsumsi garam beriodium | 4644 rumah tangga | 4644 rumah tangga | 4644 rumah tangga | 2516 | 54,17743325 | 4644 rumah tangga | tidak tersedianya iodine test sehingga pengecekan garam beriodium terhamat dan tidak maksimal | Cakupan pemeriksaan garam beriodium menurun | Pengadaan iodine test | ||||||||||||||
31 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | jumlah fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan tradisional | 35 fasyankes | 30 | 30 fasyankes | 30 | 34 fasyankes | ||||||||||||||||||
32 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah kelurahan yang menerima promosi kesehatan | 54 kelurahan | 54 Kelurahan | 54 kelurahan | 54 Kelurahan | 54 kelurahan | ||||||||||||||||||
33 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan kesehatan | 29619 orang | 28488 | 28.747 orang | 21768 | 75,7% | 29035 orang | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu hamil, OJT Kasus Kegawat daruratan maternal di RS dan Puskesmas, Blended Learning Dokter Umum, Blended Learning USG bagi Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan maternal, Kerjasama dengan Pihak ketiga (RS, Organiasi profesi, OPD Terkait, PKK) tekait Sistem Rujukan Kegawatdaruratan Maternal Neonatl, , Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | tercapainya jumlah ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan kesehatan | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau ibu hamil resiko tinggi, Pemantauan ibu hamil bersalin dan nifas resiko tinggi (ngider bidan)Kepwal Tim AMP SR | ||||||||||||||
34 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan kesehatan | 28489 orang | 28039 | 27.379 orang | 21421 | 78,2% | 27653 orang | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | tercapainya jumlah bayi baru lahir yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan) | ||||||||||||||
35 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Bayi baru lahir Mendapat IMD | 28512 bayi | 18421 | 27399 bayi | 16056 | 58,60% | 27673 bayi | Kegiatan yang sudah dilakukan sosialisasi 1000 HPK di kelas kelas ibu hamil dan Pelatihan PMBA | Tercapainya bayi baru lahir mendapat IMD | Perwal ASI, Perwal Percepatan Penurunan Stunting, Pelatihan PMBA, Pelatihan Konseling Menyusui, Pelatihan Manajemen Laktasi | ||||||||||||||
36 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah bayi usia Kurang dari 6 Bulan Mendapat ASI eksklusif | 18509 bayi | 5288 | 17789 bayi | 9100 | 51,16% | 17966 bayi | Kegiatan yang sudah dilakukan sosialisasi 1000 HPK di kelas kelas ibu hamil dan Pelatihan PMBA | Tercapainya bayi usia <6 bulan mendapat ASI | Perwal ASI, Perwal Percepatan Penurunan Stunting, Pelatihan PMBA, Pelatihan Konseling Menyusui, Pelatihan Manajemen Laktasi | ||||||||||||||
37 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah anak usia 0-59 bulan yang mendapatkan pelayanan kesehatan balita sesuai standar | 139869 orang | 133082 | 134.412 orang | 100809 orang | 75% | 135756 orang | Kegiatan yang sudah dilaksanankan yaitu Kelas ibu balita, OJT Kasus Kegawat daruratan neonatal di RS dan PuskesmasBlended Learning Dokter Umum, Monitoring Puskesmas, Pelatihan MTBS dan Gizi buruk, Pelatihan SDIDTK, Reorientasi Penanganan kasus kegawatdaruratan neonatal, Pembinaan Rumah Sakit, Pembinaan Bidan Praktek mandiri. | tercapainya jumlah anak usia 0-59 bulan yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | Perwal Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Kepwal kelompok kerja penanganan Kegawatdaruratan ibu hamil, bersalin, nifas dan atau bayi baru lahir, Reorientasi penanganan kasus kegawatdaruratan maternal neonatal, Meningkatkan peran serta masyarakat dalam memantau bayi balita resiko tinggi, Pemantauan bayi balita resiko tinggi (ngider bidan) | ||||||||||||||
38 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Balita 0-59 Bulan di Surveilans gizi melalui ePPGBM | 8306 balita | 104274 | 7984 balita | 116728 | 1462,02% | 8063 balita | Kegiatan yang sudah dilakukan yaitu pemantauan dan evaluasi entry ePPGBM setiap 1 minggu sekali | Tercapaian Balita 0-59 Bulan di Surveilans gizi melalui ePPGBM | Perwal Stunting, SK TPPS Kota Tangerang Selatan, SK TPPS Tingkat Kecamatan, SK TPPS Tingkat Kelurahan | ||||||||||||||
39 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Balita yang Ditimbang Berat Badannya (D/S) | 11.312 balita | 80.799 | 11.312 balita | 115034 | 1016,92% | 11312 balita | Kegiatan yang sudah dilakukan yaitu pemantauan dan evaluasi entry ePPGBM setiap 1 minggu sekali | Tercapaian Balita yang ditimbang berat badannya (D/S) | Perwal Stunting, SK TPPS Kota Tangerang Selatan, SK TPPS Tingkat Kecamatan, SK TPPS Tingkat Kelurahan, Penyegaran kader | ||||||||||||||
40 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah balita gizi buruk yang mendapatkan perawatan | 70 balita | 63 | 70 balita | 118 | 168,57% | 70 balita | Kegiatan yang sudah dilakukan yaitu pelacakan dan pendampingan keluarga dengan balita gizi buruk | Seluruh balita gizi buruk mendapat perawatan | Pelatihan tatalaksana gizi buruk, Pelatihan PMBA, Pelatihan PAGT | ||||||||||||||
41 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah balita gizi kurang yang mendapatkan PMT | 1082 balita | 809 | 1082 balita | 734 | 90,73% | 1082 balita | Kegiatan yang sudah dilakukan yaitu pelacakan dan pendampingan keluarga dengan balita bermasalah gizi | Seluruh balita gizi kurang mendapat PMT | Perwal Stunting, SK TPPS Kota Tangerang Selatan, SK TPPS Tingkat Kecamatan, SK TPPS Tingkat Kelurahan, Pelatihan tatalaksana gizi buruk, Pelatihan PMBA, Pelatihan PAGT | ||||||||||||||
42 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Balita usia 6-59 bulan yang mendapatkan vitamin A | 113.838 balita usia 6-59 bulan | 125.024 | 113.838 balita usia 6-59 bulan | 123797 | 99,02% | 113838 balita usia 6-59 bulan | Kegiatan yang sudah di lakukan yaitu sweeping pemberian vitamin A setelah pelaksanaan posyandu dan pada bulan maret dan/atau september | Tercapainya pemberian Vitamin A untuk balita | Perwal Stunting | ||||||||||||||
43 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah anak usia pendidikan dasar yang mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar | 115424 orang | 171546 | 110.921 orang | 110921 | 100,00% | 11203 orang | |||||||||||||||||
44 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah warga negara usia 60 tahun Keatas mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar | 147906 orang | 140728 | 142.135 orang | 114954 | 80,88% | 143556 orang | |||||||||||||||||
45 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah penduduk usia Produktif yang mendapat Pelayanan Kesehatan sesuai Standar | 959167 orang | 920.949 Orang | 913.435 orang | 795.358 Orang | 87,07 | 895495 orang | upaya yang di lakukan untuk mencapai target yaitu menigkatkan skrining kesehatan dengan lintas sektor maupun lintas program , bekerjasama dengan OPD di wilayah kerja puskesmas dan dinas kesehatan, melakukan monitoring dan evaluasi kepuskesmas, melakukan pelatihan kepada kader kesehatan | penduduk usia produktif (15-59) mendapatkan pelayanan Skrining sesuai standar | percepatan Skrining usia produktif | ||||||||||||||
46 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah kasus Penyakit Tidak Menular yang mendapatkan pelayanan kesehatan | 155751 kasus | 237.137 Orang | 149.676 kasus | 246.662 Orang | 164,80 | 151172 kasus | kegiatan yang sudah di laksanakan yaitu upaya percepatan skrining PTM, pembinaan kader posbindu PTM, pelatihan kader PTM, monitoring dan evaluasi puskesmas, melaksnakan posyandu terintergrasi, menggiatkan pandu PTM, melakukan rujukan berjenjang | pasien dengan penyakit menular mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | |||||||||||||||
47 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah penderita Hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | 327.232 orang | 143.325 Orang | 282.924 orang | 207.175 Orang | 73,23 | 308359 orang | kegiatan yang sudah di laksanakan yaitu upaya percepatan skrining PTM, pembinaan kader posbindu PTM, pelatihan kader PTM, monitoring dan evaluasi puskesmas, melaksnakan posyandu terintergrasi, menggiatkan pandu PTM | penduduk dengan hipertensi mendapatka. pelayanan sesuai standar | Renstra Kemenkes no 13 tahun 2022 adanya pemantauan pasien hipertensi terkendali | ||||||||||||||
48 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah penderita Diabetes mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar | 53.313 orang | 43.704 Orang | 38.066 orang | 35.311 Orang | 92,76 | 51747 orang | kegiatan yang sudah di laksanakan yaitu upaya percepatan skrining PTM, pembinaan kader posbindu PTM, pelatihan kader PTM, monitoring dan evaluasi puskesmas, melaksnakan posyandu terintergrasi, menggiatkan pandu PTM | penduduk dengan Diabetes Mellitus mendapatka. pelayanan sesuai standar | Renstra Kemenkes no 13 tahun 2022 adanya pemantauan pasien dengan DM terkendali | ||||||||||||||
49 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ ) Berat yang mendapatkan pelayanan sesuai standar | 1.150 orang | 1.205 Orang | 1.106 orang | 1.598 Orang | 144,48 | 1117 orang | kegiatan yang sudah di laksanakan yaitu sudah tercapai , Pelacakan Kasus jiwa melalui Ngider Sehat dan Kader Kesehatan | ODGJ Berat yang mendapatkan pelayanan sesuai standar | Renstra Kemenkes no 13 tahun 2022 adanya pemantauan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat terkendali | ||||||||||||||
50 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Puskesmas yang melaksanakan pencegahan dan pelayanan kesehatan jiwa dan napza | 33 puskesmas | 32 Puskesmas | 32 puskesmas | 32 Puskesmas | 100 | 32 puskesmas | Kegiatan sudah terlaksana di 32 puskesmas se Kota Tangerang Selatan | Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Napza sudah dilayani sesuai standar di 32 Puskesmas | Renstra Kemenkes no 13 tahun 2022 adanya Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Napza | ||||||||||||||
51 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Sektor Formal dan informal yang melaksanakan kesehatan kerja | 32 sektor | 32 Sektor | 19 sektor | 35 Sektor | 22 sektor | ||||||||||||||||||
52 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Puskesmas yang melaksanakan kesehatan olahraga | 32 puskesmas | 32 Puskesmas | 19 puskesmas | 35 Puskesmas | 22 puskesmas | ||||||||||||||||||
53 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Orang Terduga TB mendapatkan pelayanan sesuai standar | 7865 orang | 9746 Orang | 7.884 orang | 13146 Orang | 166,74% | 7874 orang | Kegiatan investigasi kontak dan kunjungan rumah mulai dapat dilakukan secara aktif oleh puskesmas, selain itu terdapat kegiatan skrining pada populasi berisiko yakni penyandang diabetes militus dengan metode xray dan mahasiswa oleh penabulu | tercapainya jumlah orang terduga TB mendapatkan pelayanan sesuai standar | memperluas kegiatan skrining TB pada kelompok berisiko lainnya, memastikan semua pasien TB telah dilakukan investigasi kontak, melakukan monitoring evaluasi dan umpan balik pada setiap kegiatan | ||||||||||||||
54 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Orang Terduga Mederita HIV Yang Mendapatkan Pelayanan Sesuai Standar | 19116 orang | 21026 Orang | 18.190 orang | 19490 Orang | 107,15% | 18417 orang | Dengan semakin membaiknya keadaan pandemi covid 19, dan dengan meninggkatnya mobilitas masyarakat dalam akses kesehatan meninggkat, maka lkegiatan skrining stay/mobile pun meningkat, sehingga cakupan tersebut juga meninggkat. selain itu ada perubahan target dari kementrian kesehatan seiring membaiknya keadaan covid 19, menjadi lebih tinggi. | Tercapai Kelompok beresiko HIV AIDS yang mendapatkan pelayanan Standar | Memperluas layanan HIV AIDS secara Komprehensif di Kota Tangerang Selatan | ||||||||||||||
55 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Sasaran POPM Kecacingan | 270.000 anak usia 1-12 tahun | 270.000 anak usia 1-12 tahun | 270.000 anak usia 1-12 tahun | 270.000 anak usia 1-12 tahun | 100,00% | 270000 anak usia 1-12 tahun | pelaksanaan POPM Kecacingan tercapai, akan tetapi ada kendala saat pelaksanaan pemberian obat cacing sirup | mencegah terjadinya stunting serta kecacingan pada anak | membuat logistik untuk program kecacingan | ||||||||||||||
56 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Kasus Program Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) | 460 kasus | 437 kasus | 550 kasus | 640 Kasus | 116,36% | 540 kasus | meningkatnya kasus P2BB di kota tangerang selatan seperti DBD, Malaria dan Gigitan Hewan Pembawa Rabies (GHPR) | Terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus - kasus Penyakit Bersumber Binatang | membuat perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi setiap bulannya | ||||||||||||||
57 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah kasus kusta yang ditangani | 90 kasus | 63 Kasus | 150 kasus | 69 Kasus | 46,00% | 134 kasus | Skrining dan deteksi dini kepada kontak dan masyarakat yang masih belum maksimal dilakukan oleh Puskesmas | Tercapainya jumlah kasus kusta yang ditangani | Melakukan monitoring evaluasi dan feed back terhadap kegiatan yang dilakukan ,serta melakukan skrining dan deteksi dini pada kontak dengan lebih intensif dan terarah | ||||||||||||||
58 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah penemuan kasus diare pada balita | 13.089 kasus | 5594 Kasus | 8.940 kasus | 8084 Kasus | 90,43% | 9834 kasus | Capaian program sampai bulan september, | Tercapainya jumlah kasus diare yang ditangani | Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan yang dilakukan | ||||||||||||||
59 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah ibu hamil yang dilakukan deteksi dini hepatitis B | 31273 orang | 18505 Orang | 21.360 orang | 20219 Orang | 94,66% | 23496 orang | Capaian program sampai bulan september, | Tercapainya jumlah ibu hamil yang dilakukan deteksi dini hepatitis | Melakukan skrining dengan lebih insentif | ||||||||||||||
60 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah balita dilakukan hitung nafas | 28.653 balita | 12154 Balita | 19.570 balita | 13461 Balita | 68,78% | 21528 balita | Capaian program sampai bulan September | Tercapainya jumlah balita batuk / kesesakan bernafas yang dihitung nafas | Mengintensifkan kegiatan skrining terhadap balita batuk | ||||||||||||||
61 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Bayi yang diberikan imunisasi Dasar Lengkap | 28.489 anak | 26945 anak | 27.379 anak | 20223 anak | 73,86% | 27652 anak | capaian program sampai bulan september, kegiatan pelayanan imunisasi dasar lengkap masih berjalan | tercapinya bayi yang diberikan Imunisasi dasar lengkap | melakukan imunisasi kejar maupun sweping bagi anak anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap | ||||||||||||||
62 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Bayi yang diberikan Imunisasi Lanjutan Campak-Rubella | 2795 anak | 29211 anak | 2675 anak | 19201 anak | 717,79% | 2705 anak | capaian program sampai bulan september, kegiatan pelayanan imunisasi campak-rubellamasih berjalan | tercapinya bayi yang diberikan Imunisasi campak-rubella | melakukan imunisasi kejar maupun sweping bagi anak anak yang belum mendapatkan imunisasi campak rubella | ||||||||||||||
63 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Puskesmas yang dibina dalam Upaya Penanggulangan Krisis Kesehatan | 7 puskesmas | 6 puskesmas | 6 puskesmas | 6 puskesmas | 100,00% | 6 puskesmas | telah dilakukan pembinaan dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan terhadap 6 puskesmas di kota tangerang selatan | tercapainya jumlah puskesmas yang dibina dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan | akan terus dilakukan pembinaan dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan dan berfokus kepada puskesmas yang belum hingga seluruh puskesmas mendapatkan pembinaan, dan peningkatan kapasitas kepada puskesmas yang sudah dilakukan pembinaan | ||||||||||||||
64 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Peringatan Dini Penyakit Potensial KLB/Wabah yang Direspon | 50 kasus | 72 kasus | 40 kasus | 452 kasus | 11,3 | 45 kasus | jumlah kasus meningkat dikarenakan ada kebijakan baru mengenai penamabahan jenis penyakit "tersangka covid" di triwulan 2 sehingga 1 kasus menimbulkan sinyal sehingga menambah kasus | tercapainya peringatan dini penyakit potensial KLB/wabah yang di respon | Pertemuan koordinasi secara terus-menerus dengan pengelola program, lintas program dan lintas sektor terkait dikarenakan kejadian penyakit berpotensi KLB/Wabah bersifat dinamis dan kelimuan kesehatan selalu berkembang. | ||||||||||||||
65 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Jemaah Haji yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Haji | 1300 orang | 1273 orang | 1200 orang | 1273 orang | 106,08% | 1200 orang | telah dilakukan pelayanan kesehatan kepada seluruh jemaah haji sesuai jumlah sasaran | Terlaksananya Jumlah Jemaah Haji yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Haji | akan terus dilakukan upaya peningkatan kesehatan jemaah haji melalui pembinaan kesehatan dan peningkatan kebugaran sesuai standar yang berlaku | ||||||||||||||
66 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Desa/kelurahan Stop Buang air besar Sembarangan (SBS) | 54 kelurahan | 6 kelurahan | 32 kelurahan | 12 Kelurahan | 37,5 | 37 kelurahan | dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki septic tank | tidak terpenuhinya target program stop BABS | terus melakukan kordinasi dan pembuatan septic tank yang memenuhi syarat di bantu seluruh lintas sektor dan csr | ||||||||||||||
67 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah fasyankes yang dilakukan pengawasan limbah medis | 66 fasyankes (RS dan puskesmas) | 66 Fasyankes | 66 fasyankes (RS dan puskesmas) | 66 Fasyankes | 100 | 66 fasyankes (RS dan puskesmas) | fasyankes yang melakukan pengawasan limbah medis sesuai target | terpenuhinya jumlah fasyankes yang melakukan pengawasan limbah medis | monitoting dan evaluasi ditingkatkan | ||||||||||||||
68 | 12 | 1.02.02.2.02 | Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | jumlah kawasan yang menerapkan Kebijakan Kota Sehat (KTR) | 7 kawasan | 7 kawasa | 7 kawasan | 7 kawasan | 100 | 7 kawasan | penerapan KTR di 7 kawasan terpenuhi | terlaksananya penerapan KTR di 7 kawasan | monitoring dan evaluasi KTR ditingkatkan | ||||||||||||||
69 | 7 | 1:02:05 | PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN | Persentase pos pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang aktif | 100 % | 80 | 100% | 85.1 | 85.1 | 100 % | masih terdapat posyandu yang belum memenuhi kriteria posyandu aktif | belum terpenuhinya posyandu aktif | monitoring dan evalusasi ditingkatkan | KESMAS/ PROMKES | |||||||||||||
70 | 12 | 1.02.05.2.01 | Advokasi, Pemberdayaan, Kemitraan, Peningkatan Peran serta Masyarakat dan Lintas Sektor Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Mitra Potensial yang melakukan Upaya Promosi Kesehatan Advokasi Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan | 45 mitra potensial | 20 Mitra Potensial | 25 mitra potensial | 20 Mitra Potensial | 80 | 30 mitra potensial | 5 Mitra potensial yang dalam proses kordinasi kerjasama kegiatan bidang kesehatan | Tercapainya Jumlah Mitra Potensial yang dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan | Kordinasi kepada mitra potensial akan lebih ditingkatkan dan berkesinambungan | ||||||||||||||
71 | 12 | 1.02.05.2.02 | Pelaksanaan Sehat dalam rangka Promotif Preventif Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah kelurahan yang menyelenggarakan promosi gerakan hidup bersih dan sehat | 54 kelurahan | 54 kelurahan | 54 kelurahan | 54 kelurahan | 100 | 54 kelurahan | semua kelurahan sudah melakukan kegiatan germas | Terlaksananya kegiatan germas di kota tangerang selatan | Monitoring dan evaluasi kegiatan germas akan ditingkatkan | ||||||||||||||
72 | 12 | 1.02.05.2.03 | Pengembangan dan Pelaksanaan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) Tingkat Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Peningkatan Kapasitas Kader dan Tenaga Kesehatan UKBM | 5533 orang | 5490 orang | 5533 orang | 5533 Orang | 100 | 5533 orang | 5533 orang kader posyandu terpenuhi dalam peningkatan kapasitas kader posyandu di kota tangerang selatan | meningkatnya kapasitas kader posyandu di kota tangerang selatan | monitoring dan evaluasi peningkatan kapasitas kader posyandu ditingkatkan | ||||||||||||||
73 | Indek Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan | 90 Nilai | 81,03% | 82 Nilai | 86,96 | 84 Nilai | |||||||||||||||||||||
74 | 7 | Persentase pemenuhan pelayanan sesuai klasifikasi RS milik Pemerintah Daerah | 100 % | 80% | 100% | 100% | 100 | 100 % | Sudah terpenuhi dan terlaksana | meningkatnya pemenuhan pelayanan kesehatan | monitaring dan evaluasi peningkatan pemenuhan pelayanan kesehatan terus ditingkatkan | RSUD | |||||||||||||||
75 | 7 | 1:02:02 | PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT | Cakupan pengelolaan sistem informasi RS milik Pemerintah Daerah sistem informasi | 100 % | 100% | 100% | 100% | 100 | 100 % | Sistem Informasi rumah sakit sudah dijalankan dan tersedia di rumah sakit | Memudahkan Sistem yang ada dirumah sakit dari setiap Unit | monitoring dan evalusi terus dilakukakn dan perbaikan sistem terus ditingkatkan | RSUD | |||||||||||||
76 | 7 | Persenstase pemenuhan rujukan pada RS milik Pemerintah Daerah | 100 % | 100% | 100% | 100% | 100 | 100 % | Rujukan rumah sakit rujukan partical telah ada | merujuk pasien ke rumah sakit | monitoring dan evaluasi terus dilakukan dalam standar proses rujukan partical | RSUD | |||||||||||||||
77 | 7 | Persentase fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah daerah dengan ketersediaan kefarmasian dan alat kesehatan sesuai standar | 100 % | 99,3 % | 92% | 99.1 % | 80 | 95 % | beberapa alat kesehatan dan ketersedian kefarmasian sudah ada | dapat berjalannya operasional rumah sakit | upaya upaya dalam pemenuhan ketersedian farmasi dan alat kesehatan sesuai standar terus dilakukan agar sesuai standar | SDK/ FARMALKES | |||||||||||||||
78 | 7 | Persentase fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah daerah dengan ketersediaan sarana prasarana dan perbekalan kesehatan sesuai standar | 97 % | 85% | 85% | 97,4 | 90 | 90 % | sarana dan prasana di rumah sakit telah tersedia | dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan pelayan dan operasinal rumah sakit | upaya upaya dalam pemenuhan sarana dan prasarana dirumah sakit terus dilakukan | SDK/ FARMALKES | |||||||||||||||
79 | 7 | Persentase Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang memenuhi standar | 88 % | 75,12 | 80% | 97,4 | 80 | 82 % | pelayanan kesehatan telah dimulai dan melakukan operasinal | melakukan pelayanan terhadap masyarakat yang membutuhkan | pemenuhana pelayanan terus ditingkatkan agar dapat maximal dalam membrikan pelayanan terbaik | YANKES | |||||||||||||||
80 | 7 | Persentase pemenuhan alat kesehatan RS milik Pemerintah Daerah | 90 % | 80% | 80% | 80% | 100 | 80 % | Pemenuhan alat kesehatan di RSU sudah memadai, seperti tahun ini akan membuka layanan patologi anatomi, dan merencanakan akan membuka layanan ESWL untuk Batu ginjal. akan tetapi beberapa alat kesehatan penunjang diagnostik seperti MRI belum terpenuhi. | Meningkatnya pemenuhan alat kesehatan di RS | monitoring dan evaluasi terus dilakukan dalam pemenuhan alat kesehatan di rsu | RSUD | |||||||||||||||
81 | 7 | Persentase pemenuhan sarana dan prasarana RS milik Pemerintah Daerah dalam kondisi baik | 90 % | 80% | 80% | 80% | 100 | 80 % | sarana dan prasarana dirumah sakit dalam kondisi baik | dapat digunakan sebagaimana mestinya | sarana dan prasana di lakukan pemeliharaan agar selalu dalam kondis baik | RSUD | |||||||||||||||
82 | 7 | Persentase pemenuhan sarana keperawatan pada RS milik Pemerintah Daerah | 90 % | 90% | 90% | 90% | 100 | 90 % | Sarana Keperawatan dirumah sakit dalam kondisi baik | dapat digunakan sebagaimana mestinya | sarana keperawatan di lakukan pemeliharaan agar selalu dalam kondis baik | RSUD | |||||||||||||||
83 | 7 | Persentase pemenuhan sarana promosi RS milik Pemerintah Daerah | 100 % | 100% | 100% | 100% | 100 | 100 % | kegiatan yang telah dilakukan oleh promosi kesehatan RSU adalah webinar kesehatan dan promosi kesehatan pada sosial media RS yang telah rutin dilakukan, dan cetakan flyer kesehatan untuk pengunjung rumah sakit, | digitalisasi promosi kesehatan rumah sakit | Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam promosi kesehatan di rs | RSUD | |||||||||||||||
84 | 7 | Persentase penduduk kota tangerang selatan yang memiliki jaminan kesehatan | 95 % | 85,06% | 95% | 94,62% | 100% | 95 % | Masih banyak masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS dan masyarakat yang sudah menjadi peserta jaminan kesehatan yang menunggak, dikarenakan masih berlakunya peraturan tentang pembebasan tarif pelayanan kesehatan di faskes milik Pemerintah Daerah menggunakan EKTP, sehingga masyarakat masih bisa berobat dengan gratis di Puskesmas dan atau RSUD | Jaminan kesehatan merupakan program prioritas Wali Kota, meningkatkan akses masyarakat Kota Tangerang Selatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara komprehensive; yakni pelayanan yang diberikan bersifat paripurna mulai dari preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif, tidak hanya sebatas di faskes milik Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan tapi juga bisa di faskes di luar Kota Tangerang Selatan | Peraturan Walikota Tangerang Selatan tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Daerah, mengoptimalkan anggaran untuk pembayaran premi | SDK/ PJKM | |||||||||||||||
85 | 7 | Persentase penguatan data dan informasi dalam sistem informasi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah daerah | 68 % | 29% | 29% | 38 % | SDK/ SDMK | ||||||||||||||||||||
86 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Fasyankes Pemda dengan ketersediaan Obat Vaksin sesuai standar | 38 fasyankes | 38 | 35 fasyankes | 37 | 106% | 36 fasyankes | obat vaksin telah tersedia sesuai standar dan terdistribusi di setiap fasyankes | Tercapainya jumlah fasyankes pemda dengan ketersediaan obat vaksin sesuai standar | monitoring dan evaluasi tetap dilakukan dengan melihat kebutuhan setiap fasyankes | ||||||||||||||
87 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Fasyankes Pemda dengan ketersediaan Bahan Habis Pakai sesuai standar | 39 fasyankes | 39 | 36 fasyankes | 37 | 103% | 37 fasyankes | Bahan habis pakai telah tersedia sesuai standar dan terdistribusi di setiap fasyankes | Tercapainya jumlah fasyankes pemda dengan ketersediaan bahan habis pakai sesuai standar | monitoring dan evaluasi tetap dilakukan dengan melihat kebutuhan setiap fasyankes | ||||||||||||||
88 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Fasilitas Kesehatan Lainnya yang dibangun | unit | unit | unit | ||||||||||||||||||||
89 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Pengadaan Sarana pada Fasyankes Pemda | 12 puskesmas | 0 | 6 puskesmas | 6 Puskesmas | 12 puskesmas | ||||||||||||||||||
90 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Pengadaan sarana pada Penunjang Fasilitas Kesehatan | 1 paket | 1 Paket | 1 paket | 1 Paket | 1 paket | ||||||||||||||||||
91 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Pengadaan sarana pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya | 1 paket | 0 | paket | 3 paket | |||||||||||||||||||
92 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Pengadaan Prasarana dan Pendukung Fasilitas Pelayanan kesehatan | 1 paket | 1 Paket | 1 paket | 1 Paket | 2 paket | ||||||||||||||||||
93 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Puskesmas yang dilakukan rehabilitasi dan pemeliharaan | 12 puskesmas | 0 | 12 puskesmas | 4 Puskesmas | 12 puskesmas | keterbatasan dalam anggaran | untuk kekurangan di nggarkan di tahun 2023 | ||||||||||||||||
94 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah rehabilitasi dan Pemeliharaan yang dilakukan pada Penunjang Fasilitas Kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya | 1 paket | 1 paket | 1 paket | ||||||||||||||||||||
95 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Puskesmas yang mendapatkan pemeliharaan rutin dan berkala alat kesehatan/alat penunjang medik fasilitas pelayanan kesehatan | 33 puskesmas | 1 puskesmas | 33 puskesmas | ||||||||||||||||||||
96 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Fasyankes Pemda dengan ketersediaan Alat kesehatan/ Alat Penunjang Medik sesuai standar | 35 fasyankes | 35 | 35 fasyankes | 37 | 106% | 35 fasyankes | Alat kesehatan / alat penunjang medik telah tersedia sesuai standar dan terdistribusi di setiap fasyankes | Tercapainya jumlah fasyankes pemda dengan ketersediaan alat kesehatan / alat penunjang medik sesuai standar | monitoring dan evaluasi tetap dilakukan dengan melihat kebutuhan setiap fasyankes | ||||||||||||||
97 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan milik PEMDA yang dilakukan pemeliharaan prasarana dan pendukung fasilitas pelayanan kesehatan | 35 puskesmas | puskesmas | 35 puskesmas | ||||||||||||||||||||
98 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Penunjang Fasilitas Kesehatan yang dilakukan pemeliharaan prasarana dan pendukung fasilitas pelayanan kesehatan | 1 paket | 1 paket | 1 paket | ||||||||||||||||||||
99 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan lainnya milik PEMDA yang dilakukan pemeliharaan prasarana dan pendukung fasilitas pelayanan kesehatan | 2 fasyankes | fasyankes | 2 fasyankes | ||||||||||||||||||||
100 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah ketersediaan obat generik, dan obat program nasional di RSUD | 3 paket | 2 | 2 paket | 2 | 3 paket | ||||||||||||||||||
101 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah ketersediaan alat kesehatan habis pakai sesuai standar di RSUD | 3 paket | 2 | 2 paket | 2 | 3 paket | ||||||||||||||||||
102 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah ketersediaan makan minum di RS | 3 paket | 2 paket | 3 paket | ||||||||||||||||||||
103 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah ketersediaan darah di RS | 3 paket | 2 paket | 3 paket | ||||||||||||||||||||
104 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah pemeliharaan prasarana pendukung fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD | 3 paket | 2 | 2 paket | 2 | 3 paket | ||||||||||||||||||
105 | 12 | 1.02.02.2.01 | Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Kewenangan Daerah Kabupaten/Kota | Jumlah pemeliharaan rutin dan berkala alat kesehatan dan alat penunjang medik di RSUD | 3 paket | 2 | 2 paket | 2 | 3 paket | ||||||||||||||||||