| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | ||||||||||||||||||||||||||
2 | Problem Statement (Latar Belakang) | Goals | Key Result (output) (capaian akhir tahun ) " Bagaimana Terwujudnya (tujuan)" | Outcome (dampak jangka panjang) "manfaat yang akan dirasakan" | Proker/inisiative | PJ | Keterangan/Catatan/ Konsep | Timeline Pelaksanaan | ||||||||||||||||||
3 | 1 | Kondisi regenerasi kepengurusan yang berlangsung secara berkala menyebabkan komposisi fungsionaris terus mengalami perubahan, sehingga membutuhkan proses saling mengenal, penyesuaian, dan penyamaan pemahaman antaranggota bidang. | Mewujudkan Bidang Kaderisasi sebagai “Rumah Bertumbuh” yang Hangat dan Sistematis | ≥90% anggota bidang menyatakan merasa nyaman, didengar, dan didukung (melalui evaluasi internal tiap triwulan) | Terbangunnya iklim kerja Bidang Kaderisasi Insani yang harmonis, kolaboratif, dan profesional sehingga koordinasi internal berjalan lancar, konflik peran dapat diminimalisir, serta pelaksanaan program menjadi lebih efektif dan efisien. | Gathering bidang, Syuro Rutin Bidang | Kabid Sekbid | Syuro Rutin 1 bulan sekali | ||||||||||||||||||
4 | Onboarding Bidang, syuro rutin Bidang, forum reflektif/ evaluasi tiap triwulan | On boarding dilakasankan 3 kali 1. tentang kaderisasi dan kanban 2. Media kreatif 3. Event Megement | ||||||||||||||||||||||||
5 | ≥80% anggota menunjukkan kontribusi aktif dalam program kaderisasi (berdasarkan distribusi task, kehadiran dan laporan kerja). | |||||||||||||||||||||||||
6 | terimplementasinya 1 sistem monitoring transparan yang digunakan aktif minimal 80% anggota | SOP Bidang, Monitoring kanban board (trello/alternatif lain) | Alur Komunikasi, SOP media, peraturan dalam bidang | |||||||||||||||||||||||
7 | 2 | Keberlanjutan proses kaderisasi Insani sangat bergantung pada ketersediaan data dan dokumentasi yang tertata dengan baik. Dokumentasi tidak hanya berfungsi sebagai arsip kegiatan, tetapi juga sebagai sumber informasi strategis yang menjadi acuan dalam perencanaan, evaluasi, serta pengambilan keputusan | Tersedianya 1 sistem data dan dokumentasi terpusat dan transparan yang mudah diakses . | Terjaganya keberlanjutan kaderisasi Insani melalui dokumentasi yang sistematis sebagai dasar regenerasi kepengurusan dan penguatan tata kelola kaderisasi. | Database keperluan Bidang Kaderisasi | Kabid Sekbid | Bekerja sama dengan biro statistika | |||||||||||||||||||
8 | Database kaderisasi (tr1, tr2, tr3) | Sekbid x Monas | (Setiap Syuro divisi dan bidang ) Uang kas atau tabungan bersama sebagai bentuk penjagaan kader untuk pengawalan sampai ke ILT, yang nantinya uang tabungan untuk biaya registrasi ILT | |||||||||||||||||||||||
9 | ≥85% anggota memahami tupoksi dan alur kerja bidang (diukur melalui asesmen internal) | Kelas Divisi | Kadiv semua divisi | Penyelenggraan minimal sekali untuk setiap divisi (pencerdasan divisi dan persiapan sebelum event) | ||||||||||||||||||||||
10 | 3 | Kapasitas fungsionaris Bidang Kaderisasi menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kaderisasi secara menyeluruh. Fungsionaris yang memiliki pemahaman dan pengalaman kaderisasi yang utuh diharapkan mampu menjalankan peran pembinaan secara lebih efektif. penting untuk memastikan setiap fungsionaris memiliki bekal pemahaman, pengalaman, dan legitimasi kaderisasi yang memadai dalam menjalankan tugasnya sebagai penggerak | >90% anggota kaderisasi menyelesaikan tr hingga tr3 | Terbentuknya fungsionaris Bidang Kaderisasi yang kompeten, matang secara pemahaman kaderisasi, dan siap menjadi role model serta penggerak kaderisasi yang berkualitas di lingkungan Insani maupun LDF. | Tabungan ILT | Sekbid | ||||||||||||||||||||
11 | Pengawalan Jenjang Kaderisasi setiap anggota. | Kadiv semua divisi | ||||||||||||||||||||||||
12 | ||||||||||||||||||||||||||
13 | 4 | media tidak hanya berfungsi sebagai kanal publikasi kegiatan, tetapi juga sebagai ruang edukasi, respons terhadap isu aktual, serta penguatan identitas dan citra lembaga. Oleh karena itu, pemanfaatan media secara terarah dan konsisten menjadi kebutuhan strategis bagi Bidang Kaderisasi Insani. | Media Bidang Kaderisasi yang informatif dan konsisten dalam menyajikan kajian, menyampaikan informasi sertasebagai sarana untuk memperkuat branding Bidang Kaderisasi insani | Tersampaikannya Kajian Riset Kurikulum terkait Kaderisasi, dengan target 3 postingan dalam setahun | Branding Bidang Kaderisasi semakin kuat,disertai meningkatnya pencerdasan kader melalui pemanfaatan media sosial secara optimal. | Kajian Kaderisasi | Divisi Riku | |||||||||||||||||||
14 | Tersampaikannya informasi dan publikasi terkait progam keja eventual bidang kaderisasi | Publikasi Event | Divisi PM | |||||||||||||||||||||||
15 | Tersampaikannya informasi terkait Training Rohis seluruh LDF 12/12 di sosial media kaderisasi sebagai pusat informasi | Calling Out Training Rohis | Divisi Monas | |||||||||||||||||||||||
16 | 5 | Kaderisasi merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan dakwah kampus. Kualitas dan arah kaderisasi sangat ditentukan oleh adanya sistem yang terstruktur, terintegrasi, dan berkelanjutan. Objek dakwah secara langsung berada di tingkat fakultas, sehingga Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) menjadi pihak yang memiliki kewenangan dan kapasitas untuk menyelenggarakan kegiatan kaderisasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing fakultas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mendorong terselenggaranya Training Rohis di setiap fakultas sebagai bentuk pelaksanaan kaderisasi yang berbasis pada objek dakwah masing-masing. Insani berperan dalam memastikan keselarasan arah, standar, dan keberlanjutan kaderisasi melalui fungsi regulasi | Terwujudnya kaderisasi Insani 2026 yang memenuhi beberapa fungsi : 1. Fungsi Regulasi berkaitan dengan standarisasi training rohis se undip 2. Fungsi Pengawasan berkaitan dengan pengawasan untuk memastikan standarisasi tersebut terlaksana 3.Fungsi Eksekusi berkaitan dengan bidang kaderisasi sebagai wadah yang menyediakan event atau ruang belajar sebagai penunjang untuk mencapai standarisasi yang telah di sepakati. | Terwujudnya sistem kaderisasi yang terstruktur berpedoman pada BPK, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam menjawab kebutuhan kaderisasi di seluruh Lembaga Dakwah Fakultas serta memperkuat peran Insani sebagai poros kaderisasi dakwah kampus ditandai dengan ≥85% LDF menjalankan standar kaderisasi yang telah disepakati bersama | Forum Kaderisasi | Divisi Monas | Pelaksanaan sebelum sekolah kaderisasi, dan sebelum ILT | |||||||||||||||||||
17 | Harmoni Kaderisasi | Divisi Monas | PIC perfakultas | |||||||||||||||||||||||
18 | Srawung Kaderisasi | Kabid Sekbid | Sowan LDF pengumpulan evaluasi, keterbutuhan dan sinkronisasi timeline | |||||||||||||||||||||||
19 | SOP Training Rohis | Divisi Riku | noted : kewajiban untuk mengenalkan buku saku di setiap selesai penyelenggraan TR | |||||||||||||||||||||||
20 | Singkronisasi Timeline | Kabid Sekbid | mulai sinkronisasi dengan LDF | |||||||||||||||||||||||
21 | 6 | Kurangnya pemahaman yang merata di kalangan pengurus internal Insani, khususnya pada tingkat staf, mengenai sistem kaderisasi kerohanian Islam . Sebagian pengurus belum memahami bahwa Training Rohis merupakan bagian dari jenjang kaderisasi yang wajib ditempuh secara berkelanjutan. Kondisi ini menyebabkan partisipasi dalam kegiatan kaderisasi sering kali didorong oleh faktor fear of missing out (FOMO) atau sekadar menggugurkan kewajiban sebagai staff, bukan atas dasar kesadaran akan urgensi dan tujuan pembinaan. Evaluasi pelaksanaan kaderisasi tahun sebelumnya menunjukkan bahwa jumlah anggota internal Insani yang berhasil menyelesaikan jenjang kaderisasi hingga Training Rohis 3 lebih sedikit dibandingkan dengan lembaga dakwah tingkat fakultas, yang mengindikasikan lemahnya internalisasi sistem kaderisasi di lingkungan internal Insani. | Terwujudnya pemahaman yang merata terkait urgensi kaderisasi serta tersosialisasikannya sistem kaderisasi kerohanian Islam di kalangan aktivis lembaga dakwah internal Insani. yang dirandai dengan ≥70% fungsionaris Insani menyelesaikan jenjang kaderisasi sesuai standar yang berlaku. dan 90% fungsionaris Insani mengikuti forum internalisasi sistem kaderisasi | Terjadi peningkatan partisipasi peserta dalam Training Rohis sebagai rangkaian kaderisasi yang berkelanjutan, didasari oleh kesadaran dan pemahaman akan urgensi pembinaan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban | Buku Saku Kaderisasi | Kabid Sekbid | Sosialiasi terkait jenjang kaderisasi kerohanian islam di undip untuk fungsionaris internal insani bekerjasama dengan PO di sekolah insani. | |||||||||||||||||||
22 | Buku Saku Kaderisasi | SOP Riku | ||||||||||||||||||||||||
23 | 7 | Mengingat peran Insani sebagai regulator dan fasilitator kaderisasi di tingkat universitas. Peran tersebut menuntut adanya alur komunikasi yang jelas dan berkelanjutan agar proses pemantauan kegiatan kaderisasi di setiap fakultas dapat berjalan secara sistematis dan terkoordinasi. Melalui komunikasi dan koordinasi yang terstruktur, penyelarasan sistem kaderisasi antar fakultas dapat diwujudkan. Selain itu, LDF memiliki peran sebagai penghubung antara bidang kaderisasi dengan objek dakwah, yaitu mahasiswa sehingga sinergi yang baik antara Insani dan lembaga dakwah fakultas menjadi kunci dalam memastikan proses kaderisasi berjalan efektif, | Terwujudnya komunikasi yang sinergis serta koordinasi kaderisasi yang terstruktur dan terpantau dengan baik antara bidang kaderisasi Insani dan lembaga dakwah fakultas. ditandai dengan Minimal 80% LDF menyampaikan laporan kaderisasi per semester dan Tersedianya dashboard monitoring kaderisasi lintas fakultas. | Hubungan kerja yang sinergis sehingga proses kaderisasi di seluruh fakultas berjalan lebih terkoordinasi, terpantau, dan selaras dengan arah kebijakan kaderisasi Insani. | Harmoni Kaderisasi | Divisi Monas | capaian keberhasilan dilihat dari saat forum lingkar kita juga akan mengajak PIC fakultas untuk menjalin silaturrahmi dan menanyakan terkait keberjalanan harmoni kaderisasi | |||||||||||||||||||
24 | Sowan LDF | Kabid X Monas | Harus selesai selama Bulan Ramadhan sowan di 12 LDV , pengumpulan timeline, evaluasi dan keterbutuhan | |||||||||||||||||||||||
25 | 8 | Perbedaan kapasitas serta kondisi internal Bidang Kaderisasi di masing-masing LDF, termasuk adanya proses regenerasi pimpinan bidang yang masih memerlukan adaptasi, menyebabkan pelaksanaan kaderisasi belum sepenuhnya merata di seluruh fakultas | Tercapainya pemerataan kualitas pelaksanaan kaderisasi di seluruh Lembaga Dakwah Fakultas melalui penguatan kapasitas internal Bidang Kaderisasi LDF, pembinaan trainer yang terarah serta pendampingan proses adaptasi regenerasi kepemimpinan ditunjukkan dengan: 1. 85% fungsionaris kaderisasi LDF mengikuti sekolah kaderisasi 2. 75 % Almuni TFT mengikuti Halaqoh Trainer | Pelaksanaan kaderisasi yang lebih merata, didukung oleh peningkatan kapasitas internal Bidang Kaderisasi LDF, fungsionaris kaderisasi yang terbekali secara kompetensi dan pemahaman dalam menjalankan rangkaian program kerja kaderisasi | Sekolah Kaderisasi | Divisi Program Menejemen | materi tahun lalu - BPK dan kaderisasi di kerohanian islam di undip - Penyelenggraan Event ( TR) -Menejemen SDM | |||||||||||||||||||
26 | Proses kaderisasi dan TFT yang telah dilaksanakan belum sepenuhnya diiringi dengan mekanisme pembinaan lanjutan yang terarah dan berkelanjutan. Setelah menyelesaikan tahapan, kader dan trainer cenderung dilepas tanpa pendampingan dan pengawalan yang sistematis, - sehingga materi yang tersampaikan antar trainer berbeda beda karena memang tidak memiliki rujukan yang sama, - Sehingga kualitas kader dari setipa fakultas berbeda karena perbedaan materi yang didapatkan | Terbinanya dan terjaganya kualitas trainer yang memiliki kesiapan keilmuan serta pemahaman materi yang komprehensif, sehingga proses penyampaian materi kaderisasi dapat berlangsung secara merata, terstandar, dan selaras di seluruh jenjang dan unit pelaksanaan. | Halaqoh Trainer | Divisi Riku | Pelaksanaan 2 kali pada semester genap untuk mempersiapkan trainer - Persiapan TR 1 : Awal April - Persiapan TR 2 : Akhir April atau awal Mei | |||||||||||||||||||||
27 | 9 | Keberlanjutan lembaga dakwah kampus sangat ditentukan oleh ketersediaan kader yang tidak hanya matang secara pemahaman dan kapasitas dakwah, tetapi juga siap memikul tanggung jawab kepemimpinan. Proses kaderisasi yang berjenjang perlu diakhiri dengan pembinaan pada level tertinggi sebagai ruang pematangan kader terbaik yang telah melalui tahapan kaderisasi sebelumnya. | Terwujudnya penyelenggaraan jenjang kaderisasi kerohanian Islam tertinggi yang akan menghasilkan kader terbaik dari setiap fakultasnya yang kemudian akan dikawal pengkaryaannya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan serta mendukung proses regenerasi lembaga dakwah ditunjukkan dengan 1. Setiap LDF mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti ILT 2. 90 % alumni ILT 2026 menghadiri MR 3 3. (minimal 3 orang ) Alumni ILT 2025 mencalonkan diri di PEMIRA INSANI 2026 | Terbentuknya kader unggulan dari setiap fakultas yang memiliki kesiapan kepemimpinan dan kapasitas pengkaryaan, sehingga mampu melanjutkan estafet kepemimpinan, mempermudah proses regenerasi, serta menjaga keberlanjutan lembaga dakwah. | Insani Leadership Training (ILT) | kabid Sekbid X Azeira | lebih di kerucutkan lagi terkait materinya, pemaparan GDO harusnya masuk di rangkaian ILT ( puncak). diskusi 4 bidang utama harus clear karena sebagai bekal para kader untuk terjun di lembaga dakwah, diskusi 4 bidang bukan membahas peran bidang tersebut di insani saja, bukan malah mengkritisi, tapi justru membahas terkait general sebagai bentuk pencerdasan | |||||||||||||||||||
28 | diperlukannya pembinaan kader setelah jenjang kaderisasi tertinggi (ILT) dengan menyampaikan materi yang diperlukan untuk pemahaman lebih lanjut, serta mempersiapkan para kader untuk pengkaryaan lebih lanjut . | Madrasah Rohis 3 | Divisi Program Menejemen | Pembinaan pasca ILT, Penyampaian materi yang belum tersampaikan pada ILT - tambahan materi dalam konteks mendukung para alumni untuk persipan pemira, menyedian ruang untuk belajar dan persiapan untuk terjun di Insani. - Materi keinsanian - Ruhul Istijabah | ||||||||||||||||||||||
29 | Pemilihan Raya merupakan salah satu mekanisme penting dalam menjaga keberlanjutan dan legitimasi kepemimpinan organisasi pergantian kepemimpinan merupakan sebuah hal mutlak . Oleh karena itu, diperlukan sistem pemilihan yang terstruktur dan partisipatif agar proses transisi kepemimpinan dapat berjalan secara tertib dan kondusif. | PEMIRA INSANI | Divisi Program Menejemen | |||||||||||||||||||||||
30 | ||||||||||||||||||||||||||
31 | ||||||||||||||||||||||||||
32 | ||||||||||||||||||||||||||
33 | ||||||||||||||||||||||||||
34 | ||||||||||||||||||||||||||
35 | ||||||||||||||||||||||||||
36 | ||||||||||||||||||||||||||
37 | ||||||||||||||||||||||||||
38 | ||||||||||||||||||||||||||
39 | ||||||||||||||||||||||||||
40 | ||||||||||||||||||||||||||
41 | ||||||||||||||||||||||||||
42 | ||||||||||||||||||||||||||
43 | ||||||||||||||||||||||||||
44 | ||||||||||||||||||||||||||
45 | ||||||||||||||||||||||||||
46 | ||||||||||||||||||||||||||
47 | ||||||||||||||||||||||||||
48 | ||||||||||||||||||||||||||
49 | ||||||||||||||||||||||||||
50 | ||||||||||||||||||||||||||
51 | ||||||||||||||||||||||||||
52 | ||||||||||||||||||||||||||
53 | ||||||||||||||||||||||||||
54 | ||||||||||||||||||||||||||
55 | ||||||||||||||||||||||||||
56 | ||||||||||||||||||||||||||
57 | ||||||||||||||||||||||||||
58 | ||||||||||||||||||||||||||
59 | ||||||||||||||||||||||||||
60 | ||||||||||||||||||||||||||
61 | ||||||||||||||||||||||||||
62 | ||||||||||||||||||||||||||
63 | ||||||||||||||||||||||||||
64 | ||||||||||||||||||||||||||
65 | ||||||||||||||||||||||||||
66 | ||||||||||||||||||||||||||
67 | ||||||||||||||||||||||||||
68 | ||||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||
71 | ||||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||
73 | ||||||||||||||||||||||||||
74 | ||||||||||||||||||||||||||
75 | ||||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 |