ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAAABACADAEAFAG
1
ALUR CAPAIAN DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
2
PENDIDIKAN AGAMA KHONGHUCU DAN BUDI PEKERTI
3
FASE E DAN F
4
BUTUH FILE LENGKAP
SILAKAN WA 0853-8611-7714
Ini hanya contoh
5
Fase E (Umumnya Kelas 10)
6
Capaian Pembelajaran
7

Pada akhir fase E, pelajar memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah, mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
8
Alur Capaian dan Tujuan Pembelajaran
9
Aspek Elemen Alur Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Perkiraan Jumlah JamKegiatan Inti Profil Pelajar Pancasila Kata KunciGlosari
10
Sejarah SuciK.1 Menganalisis karya dan nilai keteladanan para Nabi dan Raja Suci.Peserta didik dapat menyebutkan karya-karya dan keteladanan para nabi dan raja suci, sehingga dapat termotivasi untuk untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi sesama.6 Jp.Menyimak fakta sejarah, Menyebutkan dan menginventarisir karya-karya dan keteladanan para nabi dan raja suci karya para nabi dan raja sucishènghuáng (sèng huáng 聖皇/圣皇) ‘nabi purba yang agung’ sebagai sebutan bagi orang suci yang hidup pada zaman prasejarah Tiongkok. shèngwáng (sèng wáng 聖王/圣王) ‘raja suci purba’ sebagai predikat yang dilekatkan kepada para raja zaman kuno yang berperan penting dalam sejarah perjalanan agama Khonghucu shèngwáng néng jīnglún (sèng wáng néng cīng lúen 聖王能經綸/圣王能经纶) para nabi besar terkait kitab Yìjīng (易經), yakni berturut-turut sesuai dengan kronologis: Fú Xī (伏羲) pada 30 abad SM yang membakukan simbol-simbol ajaib yang akhirnya menjadi trigram bāguà (八卦), kemudian Wén Wáng (文王) pada 12 abad SM yang menyuratkan ‘Firman’ (Guàcí 卦辭 atau Tuàn 彖) yakni makna setiap heksagram secara global, lalu Zhōu Gōng (周公) pada 12 abad SM yang menyuratkan ‘Kalam’ (Xiang 象 atau Yáocí 爻辭) yakni makna setiap garis-garis heksagram, terakhir Nabi Kŏngzĭ (孔子) pada 5 abad SM yang menggenapkan dengan ‘Sepuluh Sayap’ (Shíyì 十 翼) sebagai penjabaran atau tuntunan memahami kitab Yìjīng
11
K.2 Menganalisis sejarah masuknya agama Khonghucu, perkembangan, dan eksistensi agama Khonghucu di Indonesia. Peserta didik dapat menceritakan kembali sejarah masuknya agama Khonghucu ke Indoensia, sehingga dapat memahami betul bagaimana cara melestarikan budaya yang bersumber dari ajaran Khonghucu6 Jp.menyimak fakta sejarah masuk agama Khonghucu, dan Menceritakan kembali dengan bahasa sendiri sejarah masuknya agama Khonghucu ke Indonesia.Bernalar KristisEksistensi agama Khonghucu di Indonesia
12
K.3 Menceritakan kisah hidup Zilu, Zigong, dan Gong Ye Chang.Peserta didik dapat menceritakan kembali kisah hidup Zi Lu, Zi Gong, dan Gong Ye Chang, dan dapat meneledani sifat-sifat mulia ketiga tokoh tersebut.6 Jp.bercerita atau menceritakan kembali tentang kisah hidup Zi Lu, Zi Gong, dan Gong Ye Chang.Kisah hidup dan keteladanan Zilu, Zigong, dan Gong Ye Chang.Zĭ Gòng (cё kùng 子貢/子贡) nama kehormatan seorang murid Nabi Kŏngzĭ yang bernama Duānmù Cì (端木賜), seorang murid Nabi Kŏngzĭ yang terkenal karena keluwesan dan kepandaiannya dalam berdiplomasi, ia berasal dari negeri Wèi (衛國), salah satu dari 12 Yang Bijak; Cu Kong; Twan Bok Su Zĭ Lù (cë lù 子路) 1 nama kehormatan salah seorang murid Nabi Kŏngzĭ, seorang dari kalangan militer yang terkenal sederhana dan kasar, tetapi juga jujur dan gagah, nama awalnya Zhòng Yóu (仲由), juga disebut Jì Lù (季路), salah satu dari 12 Yang Bijak; Cu Lo; Tiong Yu; Kwi Lo; 2 nama atau judul bab XIII kitab Lúnyŭ, bab yang banyak berisi ajaran yang terkait masalah pemerintahan dan kepemimpinan; Cu Lo. Gōng Yĕcháng (kūng yĕ cháng 公冶長/公冶长) murid yang kemudian menjadi menantu Nabi Kŏngzĭ, dan namanya kemudian menjadi judul bab V kitab Lúnyŭ (論語).
13
Kitab SuciK.4 Mengidentifikasi fase perkembagan kitab-kita suci agama Khonghucu
Peserta didik dapat menyebutkan dan mengidentifikasi fase-fase perkembangan kitab suci Agama Khonghucu 6 Jp.Menyebutkan dan Mengidentifikasi isi kitab suci fase-fase perkembangan kitab suciFase-fase perkembangan kitab suci
14
K.5 Mengidentifikasi bagian-bagian kitab Wujing.
Peserta didik dapat Mengidentifikasi bagian-bagian kitab Wujing.6 Jp.Mengidentifikasi isi kitab suci Bagian kitab Wujing.Wŭjīng, kitab (ŭ cīng 五經/五经) kumpulan lima kitab agama Khonghucu (Rújiào 儒教) yang dikelompokkan menjadi satu, dikenal sebagai kitab yang mendasari agama Khonghucu; Ngo King (atau Ngo Keng)
15
KeimananK.6 Menganalisis kebesaran dan kekuasaan Tian atas hidup dan kehidupan di dunia ini. Peserta didik dapat memahami kebesaran dan kekuasaan Tian, sebagai pencipta dan pengatur kehidupan di atas dunia ini dengan jalan suci dan hukum-Nya, sehingga dapat tumbuh rasa kepatuhan dan hormat sujud kepadaNya.6 Jp.Menyimak konsep, dan menganalisis kebesaran dan kekuasaan TianBeriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Kebesaran dan kekuasaan Tian
16
K.7 Mengidentifikasi konsep dasar dan prinsip-prinsip Yin Yang.Peserta didik dapat menjelaskan konsep dasar dan prinsip-prinsip Ying Yang dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.9 Jp.Menyimak penjelasan konsep, dan bertanya.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Konsep dasar dan prinsip-prinsip Ying Yangyīnyáng (īn yáng 陰陽/阴阳) dua sifat yang berkebalikan, tetapi saling melengkapi, yakni: positif dan negatif, siang dan malam, pria dan wanita, rembulan dan matahari, dan lain lain; (baca kitab Lĭjì XLI:11 dan XLI:12); iem yang (atau im iong)
17
Tata IbadahK.8 Menganalisis hakikat dan makna ibadah. Peserta didik dapat menganalisis hakikat dan makna ibadah, sehingga dapat mejalankan dengan seimbang antara ritual dan pengamalan dalam perilaku nyata. 9 Jp.Menyimak penjelasan konsep, dan menganalisis hakikat dan makna ibadah. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Hakikat dan makna ibadah.
18
K.9 Menerapkan persembahyangan kepada Tian.

Peserta didik dapat memahami tata cara persembahyang kepada Tian, sehingga dapat melakukan persembahyangan dengan cara yang baik dan benar. 9 Jp.Menyimak prosedur pelaksanaan sembahyang dan mempraktik sembahyang kepada TianBeriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Tata cara persembahyang- an kepada Tian.
19
K.10 Mengenal tempat-tempat ibadah umat Khonghucu.Peserta didik dapat menyebutkan dan menjelaskan tempat-tempat ibadah Khonghucu, sehingga dapat mempertahankan eksistensi rumah ibadah Khonghucu. 9 Jp.menyimak konsep rumah ibadah dan fakta tentang tempat tempat yang ada di Indonesia. Tempat-tempat Ibadah
20
Perilaku JunziK.11 Mengidetifikasi hakikat dan sifat dasar manusia.Peserta didik dapat menjelaskan hakikat dan sifat dasar manusia yang memiliki watak sejati sebagai daya hidup rohani sekaligus memiliki keinginan dan nafsu-nafsu sebagai daya hidup jasmani.9 Jp.Menyimak konsep tentang hakikat dan sifat dasar manusia.Hakikat dan sifat dasar manusia. Watak sejatixìng (sìng 性) sifat-sifat bajik yang dikaruniakan Tuhan YME sejak lahir kepada manusia, meliputi cinta kasih, kebenaran, kesusilaan, dan kebijaksanaan (kitab Mèngzĭ VIIA:21.4 dan kitab Lĭjì XVII.I:1.11 serta kitab Lĭjì XVII.II:2.10), yang menjadi kekuatan bagi manusia sekaligus menjadi kewajiban untuk mengamalkembangkannya; watak sejati; sing (atau seng).
21
K.12 Menganalisis perbedaan dan pentingnya kerukunan antar umat beragama, dan hidup harmonis dengan sesama.Peserta didik dapat memahami makna perbedaan, sehingga dapat terbangun sikap toleran dan semangat hidup rukun dalam perbedaan.9 Jp.Menyimak konsep tentang perbedaan dan kaitannya dengan kerukunan.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Kerukunan antar umat beragama
22
23
Fase F (Umumnya Kelas 11-12)
24
Capaian Pembelajaran
25

Pada akhir fase F, pelajar memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah, mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan, serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
26
Alur Capaian dan Tujuan Pembelajaran
27
Aspek Elemen Alur Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Perkiraan Jumlah JamKegiatan Inti Profil Pelajar Pancasila Kata KunciGlosari
28
Sejarah SuciK.1 Memperjelas Nabi Kongzi sebagai Tian Zhi Mu Duo.Peserta didik dapat menjelaskan arti dan peran Tian Zhi Mu duo 6 Jp.Menyimak penjelasan tentang peran Nabi Kongzi sebagai Tian Zhi Mu duo Kongzi sebagai Tian Zhi Mu Duo. mùduó (mù tuó 木鐸/木铎) genta logam bergandul atau dengan pemukul kayu, sebagai sarana yang dipakai oleh utusan kerajaan di zaman dulu untuk memaklumkan titah atau berita sosial/sipil kepada rakyat (baca kitab Shūjīng III.IV.II:3), sebutan ini kemudian dilekatkan kepada Nabi Kŏngzĭ sebagai ‘Genta Rohani Tuhan’ bagi umat manusia (baca kitab Lúnyŭ III:24); lihat juga Tiān Zhī Mùduó dan Khonghucu,
29
K.2 Mengamalkan prinsip-prinsip moral yang diajarkan Mengzi.

Peserta didik dapat menganalisis situs-situs yang berkaitan dengan keberadaan agama Khonghucu di Indonesia dan di Tiongkok.6 Jp.Mencari tahu tentang situs-situs yang berkaitan dengan keberadaan agama Khonghucu di Indonesia dan di Tiongkok. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Situs-situs yang berkaitan dengan keberadaan agama Khonghucu
30
K.3 Memperjelas peta sejarah perkembangan agama Khonghucu pada zaman Neo Confucianism
Peserta didik dapat memetakan perkembangan Agama Khonghucu zaman Neo Confucianisme dan mengenali toko-tokoh Neo Confucianisme yang berpengaruh.6 Jp.Menyimak fakta tetang perkembangan Agama Khonghucu zaman Neo Confucianisme dan mengenali toko-tokoh Neo Confucianisme yang berpengaruh.Perkembangan Agama Khonghucu zaman Neo ConfucianismeConfucianisme
31
K.4 Memperjelas Kisah Raja Suci Yao dan Shun.Peserta didik dapat menjelaskan kisah Raja Suci You dan Shun serta dapat meneladani sifat-sifat mulia You dqan Shun.6 Jp.Menyimak kisahKisah dan keteladanan Raja Suci
32
K.5 Menganalisis situs sejarah agama Khonghucu di Indonesia dan Tiongkok

Peserta didik dapat Menganalisis situs sejarah agama Khonghucu di Indonesia dan Tiongkok6 Jp.Mencari situs-situs yang berkaitan dengan keberadaan agama Khonghucu di Indonesia dan di Tiongkok.Sejarah agama Khonghucu di Indonesia dan Tiongkok
33
K.6 Mengaitkan kontribusi ajaran Khonghucu bagi perdamaian dunia

Peserta didik dapat Mengaitkan kontribusi ajaran Khonghucu bagi perdamaian dunia3 Jp.Diskusi tentang kontribusi ajaran Khonghucu bagi perdamaian dunia

Bernalar kritisPerdamaian dunia
34
K.7 Menganalisis kisah Nabi Yiyin
Peserta didik dapat Menganalisis kisah Nabi Yiyin3 Jp.Menyimak kisah dan keteladanan Nabi Yiyin.Kisah dan keteladanan Nabi Yiyin
35
K.8 Menganalisis jabatan yang pernah diemban oleh Nabi Kongzi pada zaman ChunqiuPeserta didik dapat Menganalisis jabatan yang pernah diemban oleh Nabi Kongzi pada zaman Chunqiu3 Jp.Menyimak fakta tentang jabatan yang pernah diemban Nabi Kongzi.Jabatan Nabi Kongzichūnqiū shídài (chūen chioū sё tài 春秋時代) zaman Musim Semi dan Rontok sebagai istilah yang digunakan untuk menyebut periode sejarah Tiongkok bertahun 770 SM-476 SM di pertengahan Dinasti Zhōu (周), pada zaman tersebut Nabi Kŏngzĭ hidup
36
Kitab SuciK.9 Memilih ayat suci yang terdapat dalam kitab Sishu yang berkaitan dengan Lima Kebajikan

Peserta didik dapat memilih ayat suci yang terdapat dalam kitab Sishu yang berkaitan dengan Lima Kebajikan3 Jp.Memilih ayat suci Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Lima Kebajikan
37
K.10 Memilih ayat yang terdapat dalam kitab Wujing yang berkaitan dengan Lima Hubungan KemasyarakatanPeserta didik dapat memilih ayat yang terdapat dalam kitab Wujing yang berkaitan dengan Lima Hubungan Kemasyarakatan3 Jp.Memilih ayat suci Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Lima Hubungan Kemasyarakatanwŭlún (ŭ lúen 五倫/五伦) lima hubungan kemanusiaan; sebagai sendi-sendi hubungan antarmanusia yang diajarkan dalam agama Khonghucu, terdiri atas (1) antara ayah dengan anak ada kasih (fùzi yŏu qīn 父子有親), (2) antara pemimpin dengan pembantu ada kebenaran (jūnchén yŏu yì 君臣有義), (3) suami dengan istri ada pembagian tugas (fūfù yŏu bié 夫婦有別), (4) antara yang tua dengan muda ada pengertian kedudukan (chángyòu yŏu xù 長幼有序), serta (5) antara kawan dengan sahabat ada saling percaya (péngyŏu yŏu xìn 朋友有信); ngo lun; (baca kitab kitab Mèngzĭ IIIA:4:8); lihat juga wŭ dádào wŭmĕidé
38
K.11 Mengamalkan kitab suci yang pokok (Sishu) dan kitab suci yang mendasari (Wujing).
Peserta didik dapat mengamalkan kitab suci yang pokok (Sishu) dan kitab suci yang mendasari (Wujing) dalam kehidupan sehari-hari.
6 Jp.Minymak konsep ajaran dalam Sishu Wujing untuk kemudian menerapkannya Sishu WujingSìshū, kitab (sё sū 四書/四书) ‘Empat Kitab‘;kumpulan kitab-kitab suci yang menjadi kitab pokok/utama dalam agama Khonghucu, terdiri atas Dàxué (大學), Zhōngyōng (中庸), Lúnyŭ (論語), dan Mèngzĭ (孟子); Wŭjīng, kitab (ŭ cīng 五經/五经) kumpulan lima kitab agama Khonghucu (Rújiào 儒教) yang dikelompokkan menjadi satu, dikenal sebagai kitab yang mendasari agama Khonghucu; Ngo King (atau Ngo Keng)
39
K.12 Menganalisis seluruh ayat suci yang terdapat dalam kitab Sishu yang berkaitan dengan cita-cita Nabi Kongzi dan Masyarakat Kebersamaan Agung (Da Tong)
Peserta didik dapat menganalisis seluruh ayat suci yang terdapat dalam kitab Sishu yang berkaitan dengan cita-cita Nabi Kongzi dan Masyarakat Kebersamaan Agung (Da Tong)6 Jp.Mencari ayat suci dalam Sishu yang berkaitan dengan cita-cita Nabi Kongzi.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Kebersamaan Agung (Da Tong)dàtóng shìjiè (tà túng së ciè 大同世界) ‘dunia dalam kebersamaan agung’; sebagai kondisi makro dunia yang ideal sesuai ajaran Nabi Kŏngzĭ, di sana terpilih orang yang bijak dan mampu, dapat dipercaya, yang dibinanya menjadi harmonis, tidak hanya mengasihi orang tua sendiri dan menyayangi anak sendiri, para lanjut usia bahagia dan tenteram melewati hari tua, generasi muda berperan untuk berpahala, dan anak-anak mendapatkan bimbingan yang baik, jika situasi tersebut dapat diwujudkan pemimpin yang bijak maka kehidupan di dunia aman tenteram dan kejahatan tidak berkembang (baca kitab Lĭjì VII.I:1.2); lihat juga lĭyùn dàxiáng
40
KeimananK.13 Meyakini persembahyangan kepada Tian


Peserta didik dapat menyakini bahwa pesembahyangan kepada Tuhan itu dapat meneguhkan iman 6 Jp.Menyimak penjelasan tentang tujuan sembahyang kepada Tuhan. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Persembahyang an kepada Tian
41
K.14 Meyakini persembahyangan kepada Nabi Kongzi
Peserta didik dapat menyakini bahwa pesembahyangan kepada Nabi Kongzi dapat membangun semangat untuk melaksanakan ajaran-ajaran mulia Nabi Kongzi.3 Jp.Menyimak prosedur persembahyang kepada Nabi KongziBeriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Persembahyang an
42
K.15 Meyakini persembahyangan kepada leluhur
Peserta didik dapat menyakini bahwa pesembahyangan kepada kepada leluhur merupakan tindakkan memuliakan leluhur dan menghirmati Tuhan.6 Jp.Menyimak prosedur persembahyang kepada leluhurBeriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Leluhur
43
K.16 Mengamalkan sikap hidup Zhong Shu
Peserta didik dapat mengamalkan sikap hidup penuh satya (Zhong) kepada kodrat suci yang difirmankan Tuhan dan tenggangrasa kepada sesama manusia.6 Jp.Menyimak konsep tentang Satya (Zhong)Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Zhong Shuzhōng (cūng 忠) satya, setia; salah satu dari delapan kebajikan dalam agama Khonghucu yang dapat berarti konsisten serta dengan sepenuh jiwa-raga melaksanakan atau mengabdi kepada suatu prinsip, hal atau tugas; shù (sù 恕) sifat toleransi atau bertenggang rasa (apa yang tidak diharapkan diri sendiri, janganlah diberikan kepada orang lain); jalan suci yang satu, tetapi menembusi semua (baca kitab Lúnyŭ IV:15.1-3 dan kitab Lúnyŭ XII:2 serta kitab Zhōngyōng XII:3 d)
44
K.17 Menghayati sikap dan karakter Junzi sebagai pedoman hidup di dunia
Peserta didik dapat melaksanakan perilaku Junzi dalam kehidupan sehari-hari.6 Jp.Menyimak penjelasan tentang karakter Junzi. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Junzijūnzĭ (cǖn cё 君子) susilawan, bangsawan, insan paripurna, insan kamil; peringkat pencapaian manusia yang telah menjadi insan luhur budi dan beriman, sebagai seruan Nabi Kŏngzĭ agar semua umat membina diri menjadi manusia paripurna (baca kitab Lúnyŭ VI:13),
45
K.18 Menghayati bahwa manusia sebagai co creator yang diciptakan oleh Tian untuk membantu mengharmoniskan seluruh alam semesta
Peserta didik dapat menghayati tugas sebagai mahkluk termulia untuk membantu pekerhjaan Tuhan mulia sebagai mengharmoniskan kehidupan dengan alam dan lingkungan.6 Jp.Menyimak konsep tentang manusia sebagai co creator dari ciptaan Tuhan Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia co creator
46
Tata IbadahK.19 Menampilkan upacara-upacara persembahyangan kepada leluhur

Peserta didik dapat mempraktikan upacara-upacara sembahyang kepada leluhur.6 Jp.Mempratikan upacara persembahyangan kepada leluhur.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Persembahyang an kepada leluhur
47
K.20 Menampilkan upacara (sembahyang) kepada para Suci (Shen Ming).

Peserta didik dapat mempraktikan upacara-upacara sembahyang kepada para suci (Shen Ming).6 Jp.Mempratikan upacara persembahyangan kepada para suci. (Shen Ming)Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Para Suci (Shen Ming).shénmíng (sén míng 神明) ‘roh yang gemilang’; arwah (roh) suci atau malaikat yang menjadi salah satu (di samping terhadap Tuhan, leluhur dan Nabi Kŏngzĭ) tujuan persembahyangan umat Khonghucu sekaligus juga menjadi teladan atau panutan perilaku bagi umat (baca kitab Lĭjì XXII:14 dan kitab Shūjīng V.XXI.II:3); sien bing (atau sin beng)
48
K.21 Memperjelas upacara persembahyangan kepada Tian, Nabi dan leluhur.
Peserta didik dapat mempraktikan upacara-upacara sembahyang kepada nabi.9 Jp.Mempratikan upacara persembahyangan kepada nabi.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Persembahyangan
49
K.22 Menganalisis makna agamis Xin Chun (tahun baru Kongzi-li) serta kaitannya dengan tradisi dan budaya. menetapkan makna dan kategori seluruh ritual persembahyangan agama Khonghucu yang dilakukan dalam satu tahun membedakan atribut yang digunakan oleh rohaniwan Khonghucu dalam melakukan persembahyanganPeserta didik dapat Menganalisis makna agamis Xin Chun (tahun baru Kongzi-li) serta kaitannya dengan tradisi dan budaya. 9 Jp.menganalisis makna tahun baru Imlek Bernalar kritismakna agamis Xin Chun (tahun baru Kongzi-li)
50
K.23 Menetapkan makna dan kategori seluruh ritual persembahyangan agama Khonghucu yang dilakukan dalam satu tahun membedakan atribut yang digunakan oleh rohaniwan Khonghucu dalam melakukan persembahyanganPeserta didik menentukan makna dan kategori seluruh ritual persembahyangan agama Khonghucu yang dilakukan dalam satu tahun dan dapat membedakan atribut yang digunakan oleh rohaniwan Khonghucu dalam melakukan persembahyangan.6 Jp.Menymak konsep ritual persembahyangan
51
K.24 Menampilkan perilaku hormat kepada orang tua sebagai bentuk laku bakti

Peserta didik dapat menerapkan sikap dan perilaku bakti kepada orang tua6 Jp.Meyimak makna laku baktiLaku baktixiào (siào 孝) perilaku bakti anak kepada orang tua; sebagai salah satu sekaligus pokok dari delapan kebajikan dalam agama Khonghucu, merupakan sikap dan kewajiban anak dalam memuliakan/mendukung/menjalin hubungan yang lestari dengan orang tuanya, baik semasa hidup maupun setelah kepulangan orang tua; hau; seseorang yang mampu bersikap dan berperilaku demikian disebut juga sebagai seorang yang u hau (iu hau有 孝); (baca kitab Lúnyŭ I:2.2 dan kitab Lúnyŭ I:9)
52
K.25 Memberikan sumbangan dana untuk bakti sosial bagi saudara sebangsa dan setanah air pada momentum Hari Persaudaraan
Peserta didik dapat termotivasi memberikan sumbangan dana untuk bakti sosial bagi saudara pada momentum Hari Persaudaraan
3 Jp.Kegiatan bakti sosial Berkebinekaan GlobalHari Persaudaraanèrsì shēngān (èr së sēng ān 二四升安), tanggal 25 bulam 12 Yinli saat menaikan syukur kehadiran Tian karena sudah selamat melewati satu tahun, yang dikaitkan dengan malaikat zao jun gong.
53
K.26 Memperjelaskan nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku bakti kepada orang tua.
Peserta didik dapat memperjelaskan nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku bakti kepada orang tua.6 Jp.Mencari nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku bakti epada orang tua.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Bakti kepada orang tua.
54
K.27 Menampilkan perilaku yang berlandaskan cintakasih dan kebenaran.
Peserta didik dapat menampilkan perilaku yang berlandaskan cintakasih dan kebenaran.
3 Jp.Mempraktikan contoh perilaku yang berlandaskan cinta kasih dan kebenaran.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Cintakasih dan kebenaran.
55
K.28 Menganalisis konsep pembinaan diri sebagai kewajiban pokok setiap manusia.
Peserta didik dapat menganalisis konsep pembinaan diri sebagai kewajiban pokok setiap manusia.6 Jp.Menyimak konsep tentang pembinaan diri.MandiriPembinaan diri
56
K.29 Membuktikan Xiao sebagai pokok kebajikan.Peserta didik dapat menunjukan dan membuktikan dengan melalui pengamalan nyata bahwa bakti merupakan laku bakti (xiao) merupakan pokok kebajikan. 6 Jp.Menyimak konsep tentang laku bakti sebagai pokok kebajikan.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Xiao
57
K.30 Mengevaluasi pentingnya pendidikan dan belajar bagi manusia dalam rangka menggenapi kodrat suci kemanusiaannya.
Peserta didik dapat mengevaluasi pentingnya pendidikan dan belajar bagi manusia dalam rangka menggenapi kodrat suci kemanusiaannya.9 Jp.Menyimak konsep tentang pendidikan dan belajar.Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Pendidikan dan belajar
58
K.31 Menganalisis makna sikap hidup ‘Tengah Sempurna’
Peserta didik dapat menganalisis makna sikap hidup ‘Tengah Sempurna’6 Jp.Menyimak konsep tentang sikap tengah sempurnaBeriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Tengah Sempurna.
59
K.32 Mengaplikasikan sikap dan perilaku berlandaskan Zhong dan Shu.Peserta didik dapat mengaplikasikan sikap dan perilaku berlandaskan Zhong dan Shu.6 Jp.Penerapan sikap dan perilaku Zhong dan ShuBeriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia Zhong dan Shu.
60
K.31 Menghayati semangat suka belajar.Peserta didik dapat menghayati pentingnya memumpuk semangat suka belajar.6 Jp.Mempraktikan teknik-teknik belajar MandiriSuka belajar.
61
K.33 Mengaplikasikan
konsep Masyarakat Kebersamaan Agung dengan komunitas Lintas Agama
Peserta didik dapat mengaplikasikan
konsep Masyarakat Kebersamaan Agung dengan komunitas Lintas Agama
3 Jp.Menyimak konsep kebersamaan agungBerkebinekaan GlobalKebersamaan Agung
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100