| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | AA | AB | AC | AD | AE | AF | AG | AH | AI | AJ | AK | AL | AM | AN | AO | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | Rekapitulasi Fenomena Tahunan 5101 Kab Jembrana Tahun 2021 - 2023 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
3 | Kab: | 5101 Kab Jembrana | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
4 | Kategori | Uraian | 2018 | 2019 | 2019 | 2020 | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | |||||||||||||||||||||||||||||||
5 | Pertumbuhan (%) | ALASAN REVISI Tahun 2021 | Pertumbuhan (%) | ALASAN REVISI Tahun 2021 | Pertumbuhan (%) | ALASAN REVISI Tahun 2022 | Pertumbuhan (%) | FENOMENA | Pertumbuhan (%) | ALASAN REVISI Tahun 2022 | Pertumbuhan (%) | FENOMENA | Pertumbuhan (%) | FENOMENA | Pertumbuhan (%) | FENOMENA | Pertumbuhan (%) | FENOMENA | ||||||||||||||||||||||||
6 | (1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) | (9) | (10) | (11) | (12) | (13) | (14) | (15) | (16) | (17) | (18) | (19) | (20) | (21) | (22) | (23) | (24) | (25) | (26) | (24) | (25) | (26) | |||||||||||||
7 | A | Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan | Pertumbuhan | 6.78 | Penyesuaian terkait perubahan laju pertumbuhan pada Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian; Kehutanan dan Penebangan Kayu; serta Perikanan. | Pertumbuhan | 6.36 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 6.42 | Penyesuaian terkait perubahan laju pertumbuhan pada Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian; Kehutanan dan Penebangan Kayu; serta Perikanan. | Pertumbuhan | 0.67 | Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tercatat tumbuh positif, utamanya didorong pertumbuhan pada subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian. | Pertumbuhan | 0.7 | Penyesuaian terkait perubahan laju pertumbuhan pada Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian. | Pertumbuhan | 2.73 | Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tercatat tumbuh positif. Hal ini didorong pertumbuhan pada semua subkategori, meliputi Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian; Kehutanan dan Penebangan Kayu; serta Perikanan. | Pertumbuhan | 0.04 | Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tercatat tumbuh positif. Hal ini didorong pertumbuhan pada subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian, serta subkategori Kehutanan dan Penebangan Kayu. | Pertumbuhan | 1.57 | Secara umum, Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tercatat tumbuh positif. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pada ketiga subkategori, meliputi Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian, Kehutanan dan Penebangan Kayu, serta Perikanan. | Pertumbuhan | 9.04 | Secara umum, Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tercatat tumbuh positif. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pada subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian, serta Perikanan. Jumlah tenaga kerja pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (hasil Sakernas Agustus 2024) juga tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. | |||||||||||||
8 | laju implisit | 2.72 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.58 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.51 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai PDRB ADHB dan PDRB ADHK Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. | laju implisit | 1.3 | Harga mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan konsumen dan ketersediaan komoditas di pasaran. | laju implisit | 1.07 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai PDRB ADHB dan PDRB ADHK Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. | laju implisit | 1.99 | Harga mengalami peningkatan sejalan dengan arah pergerakan IHP Pertanian. | laju implisit | 3.82 | Terjadi peningkatan harga pada sub kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga diantaranya faktor cuaca dan peningkatan biaya operasional sebagai dampak kenaikan BBM. Peningkatan upah tenaga kerja juga menjadi faktor pengungkit meningkatnya harga. | laju implisit | 4.43 | Terjadi peningkatan harga pada Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga diantaranya faktor cuaca dan peningkatan biaya operasional sebagai dampak kenaikan BBM. Peningkatan upah tenaga kerja juga menjadi faktor pengungkit meningkatnya harga. | laju implisit | 3.48 | Terjadi peningkatan harga pada Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan. Beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga diantaranya faktor cuaca dan peningkatan biaya operasional sebagai dampak kenaikan BBM. Peningkatan upah tenaga kerja juga menjadi faktor pengungkit meningkatnya harga. | |||||||||||||||
9 | 1. Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian | Pertumbuhan | 0.6 | Penyesuaian terkait perubahan laju pertumbuhan pada Subkategori tanaman pangan, tanaman hortikultura semusim, perkebunan semusim, tanaman hortikultura tahunan dan lainnya, perkebunan tahunan, peternakan, serta jasa pertanian dan perburuan. | Pertumbuhan | 5.31 | Secara umum, Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian tercatat mengalami pertumbuhan (y-on-y). Subkategori yang tercatat tumbuh positif, yaitu tanaman hortikultura semusim, tanaman hortikultura tahunan dan lainnya, perkebunan tahunan, peternakan, serta jasa pertanian dan perburuan. | Pertumbuhan | 5.41 | Penyesuaian terkait perubahan laju pertumbuhan pada Subkategori tanaman hortikultura tahunan dan lainnya, serta jasa pertanian dan perburuan. | Pertumbuhan | 0.64 | Secara umum, Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian tercatat mampu tumbuh positif. Utamanya didukung oleh pertumbuhan pada komoditas perkebunan yang secara share nilai tambah memang cukup besar. | Pertumbuhan | 0.68 | Penyesuaian terkait perubahan laju pertumbuhan pada Subkategori Tanaman Hortikultura Tahunan dan Lainnya, serta Jasa Pertanian dan Perburuan. | Pertumbuhan | 1.43 | Secara umum, Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian tercatat mampu tumbuh positif. Utamanya didukung oleh pertumbuhan pada komoditas tanaman pangan, tanaman hortikultura tahunan, serta jasa pertanian dan perburuan. | Pertumbuhan | 0.12 | Secara umum, Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian tercatat mampu tumbuh positif. | Pertumbuhan | 0.38 | Secara umum, Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian tercatat mampu tumbuh positif. | Pertumbuhan | 0.32 | Pertanian di Kabupaten Jembrana, pada tahun 2024 mengalami berbagai perkembangan, seperti tambahan kuota pupuk subsidi, bantuan bibit, dan perbaikan irigasi. Petani mendapatkan tambahan kuota pupuk subsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton (https://www.balipost.com/news/2024/05/23/401279/Petani-di-Jembrana-Dapat-Tambahan...html). Sejumlah 59 subak di Jembrana mendapatkan perbaikan irigasi. (https://jembranakab.go.id/index.php?module=detailberita&id=4900). Selain itu, tahun 2024 Kementerian Pertanian melakukan terobosan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas padi di Indonesia, salah satunya dengan program Perluasan Areal Tanam (PAT) padi melalui pompanisasi, termasuk di Jembrana (https://bali.bsip.pertanian.go.id/berita/bsip-bali-gali-potensi-dan-permasalahan-pat-padi-di-kabupaten-jembrana). | ||||||||||||||
10 | laju implisit | 1.75 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.48 | Harga mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan konsumen dan ketersediaan komoditas di pasaran. | laju implisit | 1.38 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai ADHB dan ADHK Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian. | laju implisit | 1.42 | Harga mengalami peningkatan sejalan dengan peningkatan permintaan konsumen dan ketersediaan komoditas di pasaran. | laju implisit | 1.05 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai ADHB dan ADHK Subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan, dan Jasa Pertanian. | laju implisit | 1.78 | Harga mengalami peningkatan sejalan dengan arah pergerakan IHP Pertanian. | laju implisit | 4.37 | Terjadi peningkatan harga yang cukup signifikan dari kategori tanaman pangan dan perkebunan semusim. Peningkatan harga utamanya disebabkan karena faktor cuaca yang mempengaruhi hasil produksi serta tingginya permintaan konsumen. | laju implisit | 4.71 | Peningkatan harga utamanya disebabkan faktor cuaca yang mempengaruhi hasil produksi komoditas pertanian. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan tingginya permintaan konsumen sehingga harga komoditas cenderung terus meningkat. | laju implisit | 4.84 | Peningkatan harga utamanya disebabkan faktor cuaca yang mempengaruhi hasil produksi komoditas pertanian. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan tingginya permintaan konsumen sehingga harga komoditas cenderung terus meningkat. | |||||||||||||||
11 | a. Tanaman Pangan | Pertumbuhan | 2.89 | Terdapat update data produksi komoditas Tabama dengan data ATAP. Berdasarkan Data SP Padi dan Palawija tahun 2018, beberapa komoditas tercatat mengalami peningkatan produksi dan luas panen, yakni padi dan ubi jalar, sedangkan jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, dan ubi kayu tercatat mengalami penurunan produksi. Produksi padi tercatat meningkat 2,99 persen atau sekitar 1.800 ton dengan luas panen meningkat 4,95 persen atau sekitar lebih dari lima kali lipat. Pada sisi lain, produksi jagung tercatat menurun sekitar 6,18 persen, kedelai turun sekitar -43,40 persen, kacang tanah -1,89 persen, kacang tanah -3,16 persen, dan ubi kayu sekitar -16,74 persen. Meski demikian, output terbesar masih didominasi oleh komoditas padi sehingga total pertumbuhan Tabama tetap tercatat tumbuh. | Pertumbuhan | -2.09 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. Berdasarkan data KSA padi tahun 2019, produksi padi tercatat turun -5,40 persen atau sekitar 3.200 ton dengan luas panen tercatat turun -7,86 persen atau sekitar 700 ha dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas lain yang juga tercatat mengalami penurunan produksi adalah kedelai dan kacang hijau. Produksi kedelai tercatat turun -19,71 persen atau sekitar 230 ton, sedangkan produksi kacang hijau tercatat turun sekitar -39,62 persen atau sekitar 60 ton. | Pertumbuhan | -2.09 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -6.74 | Hasil KSA mencatat penurunan produksi padi secara y-on-y sekitar -14 persen. Ditambah dengan informasi dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, luas panen padi pada tahun 2020 lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya dan terkonfirmasi dari hasil SIM-TP. Hal ini berkaitan dengan kekeringan yang terjadi pada akhir tahun 2019 sehingga berakibat pada menurunnya luas panen pada subround pertama tahun 2020 (yang biasanya periode puncak panen raya). Secara keseluruhan, produktivitas Tabama tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya karena tingginya serangan hama dan kondisi cuaca yang sering hujan. Oleh karenanya, Tabama secara tahunan tercatat mengalami pertumbuhan negatif dibandingkan tahun sebelumnya. | Pertumbuhan | -6.74 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 1.97 | Hasil KSA Padi mencatat penambahan luas panen padi sekitar 3,12 persen dengan volume produksi meningkat sekitar 6,33 persen. Untuk palawija (hasil pendataan SIM-TP) tercatat adanya peningkatan volume produksi pada ubi jalar, sekitar 50 persen, dan ubi kayu yang meningkat hingga lebih dari tiga kali lipat. Meskipun, tercatat pula adanya penurunan produksi pada komoditas kedelai (4-5%) dan jagung (36-37%). Namun, secara agregat output komoditas padi masih lebih besar jika dibandingkan palawija, yakni menyumbang hingga lebih dari 90 persen output tanaman pangan. | Pertumbuhan | 1.07 | Hasil KSA padi mencatat luas panen tahun 2022 meningkat sekitar 10,49 persen dengan volume produksi padi (GKG) meningkat sekitar 15,45 persen. Untuk komoditas palawija, peningkatan output produksi utamanya tercatat pada komoditas kedelai yang meningkat sekitar 6,98 persen. Penambahan luas panen padi menjadi pendorong utama peningkatan pertumbuhan pada subkategori tanaman pangan. Data ATAP KSA Padi tahun 2022 mencatat produksi padi sekitar 58.159 Ton-GKG dengan luas panen sebesar 10.450 Ha. | Pertumbuhan | 3.44 | Hasil KSA padi mencatat volume produksi padi (ton GKG) meningkat sekitar 6,45 persen. Untuk komoditas palawija, peningkatan output produksi utamanya tercatat pada komoditas kedelai yang meningkat sekitar 26,79 persen dan komoditas jagung yang meningkat sekitar 6,44 persen. Salah satu faktor pendorong peningkatan produksi tanaman pangan tahun 2023, yakni meningkatnya produktivitas tanaman padi palawija dan meningkatnya luas panen khusus untuk tanaman palawija. Data ATAP KSA Padi tahun 2023 mencatat produksi padi sebesar 63,854 Ton-GKG (Sumber: BRS No.24/04/51/Th. XVIII, 1 April 2024). Dengan luas panen sebesar 10,278 Ha. | Pertumbuhan | -14.40 | Berdasarkan hasil KSA dan ubinan padi dan palawija, output tanaman pangan menurun sebesar 13,50 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan luas panen dan produktivitas tanaman pangan. - komoditas padi mengalami penurunan luas panen -13,44 persen, produktivitas -0,82 persen - komoditas ubi kayu mengalami penurunan luas panen -12,50 persen - komoditas ubi jalar mengalami penurunan produktivitas -68,35 persen - komoditas kedele mengalami penurunan luas panen -55,98 persen, produktivitas -11,98 persen - komoditas kacang hijau tidak ada panen di tahun 2024 | ||||||||||||||
12 | Laju Implisit | 3.3 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. Penurunan produksi Tabama secara umum menyebabkan harga komoditas mengalami peningkatan. | Laju Implisit | -1.78 | Harga komoditas tanaman pangan secara umum justru menurun karena kualitas produk yang dihasilkan menurun terkait kondisi cuaca. Selain itu untuk memenuhi permintaan konsumen. | Laju Implisit | -1.78 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | Laju Implisit | 5 | Dari pengamatan petugas pertanian di masing-masing kecamatan, harga jual gabah masih tinggi, yakni berkisar Rp 5.000 per kilogram. Peningkatan harga tanaman pangan seiring dengan peningkatan biaya produksi yang timbul. | Laju Implisit | 0 | Menyesuaikan laju implisit pada Subkategori Tanaman Pangan karena adanya update harga berlaku hasil SHPED. | Laju Implisit | 0.53 | Pendataan SHPED menunjukkan adanya peningkatan harga beberapa komoditas tanaman pangan, meski tidak terlalu signifikan. | Laju Implisit | 4.66 | 1. NEGARA, BALIPOST.com – Harga sejumlah pupuk non subsidi di sejumlah outlet pertanian di Kabupaten Jembrana mengalami kenaikan. Sejumlah pedagang kios penyalur mengungkapkan kenaikan pupuk non subsidi ini mengikuti harga dari distributor. Selain pupuk, obat-obatan untuk pertanian dan perkebunan juga mengalami kenaikan, menyesuaikan harga baru dari stok yang sebelumnya ada. Para petani khususnya petani padi sangat bergantung dengan pupuk subsidi yang dialokasikan pemerintah. Sejumlah petani menyebutkan kenaikan harga pupuk non subsidi mulai dari akhir tahun lalu. Khususnya untuk pupuk Urea dan NPK terjadi kenaikan yang cukup signifikan. https://www.balipost.com/news/2022/02/03/248338/Harga-Pupuk-Non-Subsidi-Meroket.html 2. Beberapa harga tanaman pangan mengalami peningkatan, seperti beras yang meningkat 1,72%; Cabai Merah Besar mengalami peningkatan 4,17%; dan Cabai Rawit Merah mengalami peningkatan sebesar 10,25%. Peningkatan harga ini disebabkan karena adanya faktor cuaca yang berpengaruh pada produksi tanaman pangan. https://bmc.baliprov.go.id/news/title/pantauan-harga-untuk-7-komoditas-prioritas-di-provinsi-bali-tanggal-30-desember-2022 3. Dalam Peraturan Bapanas Nomor 5 Tahun 2022, Bapanas menaikkan HAP jagung dengan kadar air 15 persen, dari Rp 3.150 per kilogram menjadi Rp 4.200 per kilogram atau sekitar 33 persen. Perbadan No. 5 Tahun 2022, yaitu untuk jagung pipilan kering kadar air 15 persen, harga acuan pembelian di produsen di harga Rp 4.200/kg dan harga acuan penjualan di konsumen di harga Rp 5.000/kg. https://nasional.tempo.co/read/1658120/badan-pangan-nasional-minta-peternak-dan-pedagang-tetapkan-harga-sesuai-hap | Laju Implisit | 9.08 | 1. Selama tahun 2023 per Oktober, beras sudah mengalami inflasi 13 kali, inflasi tertinggi terjadi pada September 2023 sebesar 6,38 persen. Kenaikan harga beras dimulai dari produsen (petani), penggilingan, distributor hingga ke konsumen akhir. https://www.detik.com/bali/bisnis/d-6961623/beras-sudah-inflasi-13-kali-tertinggi-di-september-2023 2. Peningkatan harga gabah menyebabkan kenaikan dari Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,36 persen sehingga menyebabkan tejadinya kenaikan NTP di bulan Oktober 2023. https://www.rri.co.id/daerah/426654/harga-gabah-picu-peningkatan-indeks-ntp-di-bali-oktober-2023?utm_source=popular_home&utm_medium=internal_link&utm_campaign=General%20Campaign | Laju Implisit | 5.36 | Berdasarkan data Survei Harga Perdesaan, Terjadi peningkatan harga tanaman pangan pada tahun 2024 dibandingkan 2023. adapun komoditas yang mempengaruhi peningkatan harga yaitu - Gabah Kering Giling naik 7,13 persen - Gabah Kering Panen naik 9,08 persen - Jagung Ontongan naik 0,35 persen - Kacang Kedelai naik 7,37 persen - Ketela Pohon naik 18,56 persen - Ketela Rambat naik 18,33 persen peningkatan harga ini disebabkan oleh cuaca, peningkatan ongkos transportasi dan juga penambahan permintaan akan komoditas tersebut. seperti jagung yang semakin banyak permintaan untuk dijadikan pakan ternak | |||||||||||||||
13 | b. Tanaman Hortikultura Semusim | Pertumbuhan | -6.7 | Terdapat update data produksi komoditas hortikultura dari SIMHORTI. Data SIMHORTI untuk tanaman hortikultura semusim mencatat penurunan produksi pada komoditas semangka sebesar -21,35 persen, melon sebesar -16,45 persen, dan terung sebesar -97,50 persen. Penurunan nilai output tanaman hortikultura semusim terbesar disumbang dari penurunan produksi semangka. | Pertumbuhan | 17.38 | Berdasarkan data SIMHORTI, peningkatan produksi hortikultura semusim terbesar didorong oleh peningkatan produksi semangka dan melon yang mencapai lebih dari 60 persen. Diikuti komoditas kacang panjang sebesar 37,10 persen dan terung yang meningkat pesat hingga lebih dari 23 kali lipat. Namun, output terbesar utamanya tetap disumbang oleh komoditas semangka dan melon. | Pertumbuhan | 17.38 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -6.76 | Hasil pendataan Survei Sayur Buah Semusim (SBS) yang tercatat di SIM-HORTI mencatat penurunan produksi, utamanya pada komoditas semangka, melon, dan tomat. | Pertumbuhan | -6.76 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -5.13 | Hasil pendataan Survei Sayur Buah Semusim (SBS) yang tercatat di SIM-HORTI mencatat penurunan volume produksi, utamanya pada komoditas semangka (-11,63%), ketimun (-25%), dan bawang merah (tercatat tidak ada produksi selama tahun 2021). | Pertumbuhan | 0.92 | Hasil pendataan Survei Sayur Buah Semusim (SBS) yang tercatat di SIM-HORTI mencatat peningkatan output produksi sekitar 66,38 persen. Peningkatan utamanya didorong oleh tingginya produksi komoditas semangka (68,75%). Beberapa komoditas lain yang menyumbang peningkatan kinerja subkategori hortikultura semusim meliputi tomat (140,83%), ketimun (87,43%), dan terung (33,68%). | Pertumbuhan | -1.28 | Hasil pendataan Survei Sayur Buah Semusim (SBS) yang tercatat di SIM-HORTI mencatat adanya penurunan volume produksi. Penurunan produksi diantaranya terdapat pada komoditas semangka (-48,75%), tomat (-67,21%), sawi (-85%), dan kacang panjang (-4,98%). | Pertumbuhan | 0.05 | Berdasarkan hasil Survei Pertanian Hortikultura (SPH), output tanaman hortikultura semusim meningkat sebesar 48,3 persen. Kenaikan ini terutama bersumber dari kenaikan produksi komoditas tomat 419,72 persen, melon 70,81 persen, semangka 49,92 persen, terung 1,94 persen, dan tanaman anggrek 72 persen. | ||||||||||||||
14 | Laju Implisit | 2.72 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | 0.94 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | 0.94 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | Laju Implisit | 1.59 | Harga komoditas meningkat seiring peningkatan permintaan dan peningkatan biaya operasional. | Laju Implisit | 1.59 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | Laju Implisit | 2.02 | Mengikuti arah pergerakan IHP sayur dan buah yang mengalami peningkatan harga. | Laju Implisit | 3.69 | Penyebab kenaikan harga tersebut antara lain adanya faktor cuaca yang berpengaruh pada produksi bahan pokok, khususnya volatile food serta ketersediaan pasokan Kabupaten Jembrana masih bergantung dari luar daerah. | Laju Implisit | 4.65 | Penyebab kenaikan harga komoditas tanaman hortikultura semusim antara lain faktor cuaca yang berpengaruh pada volume produksi serta ketersediaan pasokan di Kabupaten Jembrana yang masih bergantung dari luar daerah. | Laju Implisit | 3.66 | Berdasarkan data SHPED, mayoritas harga komoditas hortikultura naik seperti cabai merah tomat dan lain lain. hal ini disebabkan karena cuaca dan operasional seperti BBM dalam distribusinya | |||||||||||||||
15 | c. Perkebunan Semusim | Pertumbuhan | -0.38 | Revisi terkait update data dari Dinas Perkebunan. Produksi komoditas tembakau rakyat tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya. | Pertumbuhan | -3.12 | Berdasarkan data (ASEM) Dinas Perkebunan Provinsi Bali, produksi komoditas tembakau virginia di Kabupaten Jembrana tercatat mengalami penurunan dibandingkan produksi tahun sebelumnya, yakni sekitar -40,32 persen. | Pertumbuhan | -3.12 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 6.17 | Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Bidang Perkebunan, mencatat peningkatan produksi pada komoditas tembakau virginia. | Pertumbuhan | 6.17 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -22.15 | 1. Data perkebunan dari Dinas Perkebunan Provinsi Bali mencatatkan penurunan volume produksi yang signifikan pada komoditas tembakau hingga sekitar -83,15 persen. 2. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi petani tembakau menunjukkan pada tahun 2021, cuaca tidak menentu mengakibatkan gagal panen menjadi penyebab utama menurunnya produksi tembakau. Kondisi tersebut diikuti penurunan permintaan dari industri rokok. | Pertumbuhan | 2.29 | Data Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Perkebunan mencatat peningkatan kuantitas produksi untuk komoditas tembakau virginia. Setelah pada tahun sebelumnya tidak ada produksi, pada tahun 2022 tercatat ada volume produksi sebesar 1,30 ton. | Pertumbuhan | -5.84 | Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mencatat penurunan kuantitas produksi untuk komoditas tembakau virginia. Setelah pada tahun sebelumnya tercatat ada volume produksi sebesar 1,30 ton, pada tahun 2023 tercatat dari 2 Ha lahan tembakau belum ada yang dipanen. | Pertumbuhan | -1.71 | 1. Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Bidang Perkebunan mencatat bahwa pada tahun 2024, belum terdapat produksi tembakau. Dilihat dari jumlah tenaga kerja yang mengelola perkebunan tembakau terdapat penurunan sekitar -28,57 persen dibanding tahun sebelumnya. 2. Berdasarkan data dari responden Survei Mandiri Indikator Produksi petani tembakau menyatakan bahwa terjadi penurunan produksi komoditas tembakau. | ||||||||||||||
16 | Laju Implisit | 2.58 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | 0.97 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | 0.97 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | Laju Implisit | -2.47 | Mengikuti perkembangan harga perkebunan semusim di tingkat provinsi. | Laju Implisit | 0.36 | Terdapat revisi berbalik arah karena adanya update data terkait perkembangan harga berlaku pada beberapa komoditas Subkategori Perkebunan Semusim hasil SHPED. Revisi juga dilakukan dengan mempertimbangkan arah pergerakan IHP perkebunan di tingkat provinsi yang mengalami peningkatan harga. | Laju Implisit | 0.13 | Mengikuti arah pergerakan IHP perkebunan yang mengalami peningkatan harga. | Laju Implisit | 1.70 | Harga tembakau mengalami kenaikan karena jumlah produksinya masih terbatas, sedangkan permintaan tinggi di Kabupaten Jembrana | Laju Implisit | 1.58 | Harga tembakau mengalami kenaikan karena jumlah produksinya masih terbatas, sedangkan permintaan pasar cukup tinggi. | Laju Implisit | 1.26 | Harga tembakau mengalami kenaikan sebesar lebih dari 5 persen karena jumlah produksinya masih terbatas, sedangkan permintaan pasar cukup tinggi. (https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240103061835-532-1044600/harga-rokok-terus-dinaikkan-kenapa-perokok-malah-meningkat-88-juta) | |||||||||||||||
17 | d. Tanaman Hortikultura Tahunan dan lainnya | Pertumbuhan | -5.02 | Terdapat update data produksi hortikultura tahunan pada SIMHORTI. Komoditas penyumbang penurunan output hortikultura tahunan terbesar antara lain tercatat pada beberapa komoditas berikut ini: produksi mangga turun sedalam -94,41 persen, pisang -70,41 persen, jeruk siam/keprok -49,98 persen, cabai besar -88,31 persen, dan cabai rawit -1,78 persen. | Pertumbuhan | 2.44 | Berdasarkan SIMHORTI tahun 2019, secara umum komoditas hortikultura tahunan tercatat tumbuh. Komoditas penyumbang peningkatan pertumbuhan antara lain mangga yang meningkat hingga lebih dari 20 kali lipat, durian tercatat tumbuh 9,13 persen, cabai besar sekitar 3 kali lipat, dan salak yang tercatat tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. | Pertumbuhan | 3.13 | Terdapat update data volume produksi hortikultura tahunan pada SIMHORTI. | Pertumbuhan | 5 | Hasil pendataan Survei Buah Sayur Tahunan (BST) yang tercatat di SIM-HORTI mencatat peningkatan produksi, utamanya pada komoditas pisang, durian, cabai besar, dan cabai rawit. | Pertumbuhan | 5.3 | Terdapat update data produksi hortikultura tahunan pada SIMHORTI. | Pertumbuhan | 3.82 | Hasil pendataan/Survei Buah Sayur Tahunan (BST) yang tercatat di SIM-HORTI mencatat peningkatan total output sekitar 2,89 persen. Peningkatan utamanya tercatat pada komoditas cabai rawit yang mencapai hingga lebih dari lima kali lipat, cabai besar/merah sekitar 32,92 persen, rambutan lebih dari satu kali lipat, dan manggis hingga lebih dari enam kali lipat. | Pertumbuhan | 0.26 | Hasil pendataan/Survei Buah Sayur Tahunan (BST) yang tercatat di SIM-HORTI mencatat peningkatan output produksi sekitar 4,58 persen. Beberapa komoditas yng mengalami peningkatan volume produksi diantaranya mangga (228,41%), durian (18,27%), dan pepaya (134,84%). | Pertumbuhan | -2.09 | Hasil Survei Buah Sayur Tahunan (BST) yang tercatat di SIM-HORTI mencatat adanya penurunan volume produksi. Beberapa komoditas yang tercatat menurun produksinya, antara lain cabai besar/merah (-53,43%), cabai rawit (-33,33%), pisang (-31,02%), dan salak (-62,21%). | Pertumbuhan | 2.62 | Berdasarkan hasil Survei Pertanian Hortikultura (SPH), output tanaman hortikultura tahunan dan lainnya meningkat sebesar 68,3 persen. Peningkatan ini terutama bersumber dari kenaikan produksi komoditas pisang (88,01 persen), mangga (162,11 persen), manggis (77,39 persen), rambutan (9,84 persen), jeruk siam/keprok (57,75 persen), sawo (30,03 persen), alpukat (460,74 persen), belimbing (55,31 persen), duku/langsat/kokosan (4.529,17 persen), buah naga, dan lainnya. | ||||||||||||||
18 | Laju Implisit | 3.05 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | 2.66 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | 1.97 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai ADHB dan ADHK Subkategori Tanaman Hortikultura Tahunan dan lainnya. | Laju Implisit | -1.9 | Mengikuti perkembangan harga tanaman hortikultura tahunan di tingkat provinsi. | Laju Implisit | 0.1 | Terdapat revisi berbalik arah karena adanya update data terkait perkembangan harga berlaku pada beberapa komoditas Subkategori Tanaman Hortikultura Tahunan hasil SHPED. Revisi juga dilakukan dengan mempertimbangkan arah pergerakan IHP sayur dan buah di tingkat provinsi yang mengalami peningkatan harga. | Laju Implisit | 0.55 | Mengikuti arah pergerakan IHP sayur dan buah yang mengalami peningkatan harga. | Laju Implisit | 3.48 | Harga-harga tanaman di tingkat petani cenderung mengalami peningkatan pada tahun 2022 daripada tahun 2021 http://infoharga.bappebti.go.id/ | Laju Implisit | 3.65 | Harga komoditas tanaman hortikultura tahunan dan lainnya di Kabupaten Jembrana tahun 2023 mengalami peningkatan karena faktor cuaca yang menyebabkan hasil panen tidak optimal, sedangkan permintaan pasar cukup tinggi sehingga berdampak pada kenaikan harga. | Laju Implisit | 2.58 | Harga komoditas tanaman hortikultura tahunan dan lainnya di Kabupaten Jembrana mengalami peningkatan karena faktor cuaca yang menyebabkan hasil panen tidak optimal, sedangkan permintaan pasar cukup tinggi sehingga berdampak pada kenaikan harga. Berdasarkan data SHPED, komoditas yang mengalami peningkatan yaitu Pisang (44,54 persen), alpukat (49,86 persen), Buah Naga (12,64 persen) | |||||||||||||||
19 | e. Perkebunan Tahunan | Pertumbuhan | 1.46 | Tidak terdapat revisi laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. Data perkebunan tahunan dari Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Perkebunan Kabupaten Jembrana mencatat peningkatan produksi kelapa dalam sebesar 27,03 persen dan karet yang mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. | Pertumbuhan | 9.02 | Berdasarkan data (ASEM) dari Dinas Perkebunan Provinsi Bali tahun 2019, sebagian besar komoditas perkebunan tahunan mengalami peningkatan produksi dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa diantaranya, kakao tercatat meningkat 14,95 persen, kelapa dalam 2,80 persen, cengkeh 11,79 persen, dan pala yang mencapai hampir dua kali lipat. | Pertumbuhan | 9.02 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 2.12 | 1) Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Bidang Perkebunan, mencatat peningkatan produksi pada komoditas kelapa dalam, kakao, dan pala. 2) Acara panen kakao milik kelompok Merta Abadi kemitraan dengan Bank Indonesia dilaksanakan di Desa Eka Sari, Jembrana, Rabu (22/7). Komoditas kakao menjadi salah satu produk ekspor asal Jembrana. Menurut perkiraan petani, sekali panen dari 700 pohon yang ada, diperkirakan diperoleh 10 kilogram kering per 10 hari, dan masa panen baru dimulai dan akan berlangsung kurang lebih selama enam bulan ke depan. Sebagai bentuk komitmen Bank Indonesia terhadap pengembangan kakao Jembrana, melalui Program Sosial Bank Indonesia itu disampaikan bantuan berupa tujuh unit infrastruktur sumur bor yang telah dan tengah dibangun, motor roda tiga, cultivator, gerobak dorong, mesin penyemprotan, dan handsprayer. Di KWT Kusumasari yang menjadi hilirisasi kakao juga diberikan mesin pengolahan coklat, sumur bor, motor roda tiga, pembangunan pavingisasi, dan kanopi di rumah pengolahan coklat (Nusabali.com, 23 Juli 2020). 3) Gubernur Bali mendampingi pelepasan ekspor 20 ton biji kakao fermentasi ke Jepang. Gubernur juga memberikan bantuan berupa peralatan pascapanen (gudang pengolahan, solar dryer dome beserta kelengkapannya), benih tanaman kakao. | Pertumbuhan | 2.12 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -0.05 | Data Dinas Perkebunan Provinsi Bali mencatat adanya penurunan volume produksi, utamanya pada komoditas unggulan dari Kabupaten Jembrana, meliputi kakao (-2,23%) dan cengkeh (-6,32%). | Pertumbuhan | -0.26 | Data Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Perkebunan mencatat penurunan output produksi, khususnya pada beberapa komoditas penyumbang nilai tambah terbesar, seperti kakao. | Pertumbuhan | 0.80 | 1. Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mencatat peningkatan volume produksi perkebunan tahunan. Komoditas yang tercatat mengalami peningkatan produksi diantaranya kakao (1,81%), kelapa dalam (4,48%), cengkeh (9,16%), panili (189,47%), pala (5,71%), pinang (1,17%), dan kopi robusta (0,59%). 2. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Perkebunan Kabupaten Jembrana mencatatkan pertumbuhan yang selaras dengan data provinsi. Untuk komoditas kakao tercatat mengalami peningkatan produksi sangat signifikan (470,63%), kelapa (689,95%), dan cengkeh (182,68%). | Pertumbuhan | 1.02 | 1. Secara umum pada tahun 2024 produksi perkebunan tahunan mengalami kenaikan dibandingkan pada tahun 2023. Berdasarkan data, produksi perkebunan tahunan meningkat sebesar 151,48 persen dibandingkan tahun 2023. Kenaikan ini terjadi akibat kenaikan produksi utama yaitu kelapa dalam sebesar 2,53 persen, kelapa deres 3,00 persen, kakao 10,40 persen, pinang 33,33 persen dan pala 18, 19 persen. 2. Kementerian Pertanian memberikan bantuan 11.000 bibit kelapa dan 33.000 ton pupuk di 17 subak di Jembrana. (https://jembranakab.go.id/index.php?module=detailberita&id=4818). 3. Kementerian Pertanian juga memberikan 100.000 bibit kakao untuk tahun 2024. (https://jembranakab.go.id/index.php?module=detailberita&id=4818) | ||||||||||||||
20 | Laju Implisit | 0.94 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | -0.29 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | -0.29 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | Laju Implisit | 0.58 | Harga vanili tembus Rp200 ribu per kilogram. Kenaikan harga vanili basah mulai terjadi sejak awal musim panen sekitar sebulan lalu. Peningkatan harga terjadi karena lebih baiknya kualitas vanili yang dihasilkan dibanding musim panen sebelumnya. Harga vanili kering juga tercatat mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, yakni dari Rp1,6 juta/kg menjadi Rp1,7 juta/kg. | Laju Implisit | 0.58 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | Laju Implisit | 1.46 | Mengikuti arah pergerakan IHP perkebunan yang mengalami peningkatan harga. | Laju Implisit | 3.46 | Informasi dari responden pengelola perkebunan kakao di Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, untuk produksi kakao mengalami peningkatan harga sepanjang tahun pada kisaran Rp3000/kg. Pada tingkat petani harga sekitar 19rb/kg dan di tingkat pengepul sekitar 26rb/kg. Hal ini didorong tingginya permintaan konsumen akan komoditas kakao Jembrana, sedangkan ketersediaan produk justru menurun karena terpengaruh faktor cuaca. | Laju Implisit | 4.48 | Informasi dari responden pengelola perkebunan kakao di Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, untuk produksi kakao mengalami peningkatan harga sepanjang tahun 2023 pada kisaran 5%-15%. Hal ini didorong tingginya permintaan konsumen akan komoditas kakao Jembrana sebagai produk unggulan, sedangkan ketersediaan produk belum optimal karena terpengaruh faktor cuaca. | Laju Implisit | 6.48 | Informasi dari responden pengelola perkebunan kakao di Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, untuk produksi kakao mengalami peningkatan harga sepanjang tahun 2024 pada kisaran 5%-15%. Hal ini didorong tingginya permintaan konsumen akan komoditas kakao Jembrana sebagai produk unggulan, sedangkan ketersediaan produk belum optimal karena terpengaruh faktor cuaca. Selain itu berdasarkan data SHPED harga kelapa belum dikupas juga meningkat 9,14 persen dan harga kopi biji kering juga meningkat 19,16 persen. | |||||||||||||||
21 | f. Peternakan | Pertumbuhan | 2.02 | Terdapat update data produksi peternakan dari data dinas. Pertumbuhan Subkategori peternakan didorong oleh peningkatan produksi beberapa komoditas peternakan, seperti sapi yang tercatat meningkat 5,02 persen, kambing 4 persen, itik lebih dari 100 persen, ayam ras petelur 25,70 persen, ayam ras pedaging 11,03 persen, telur ayam petelur 25,69 persen, dan telur itik mencapai lebih dari 100 persen. Demikian halnya peningkatan pada pemotongan hewan ternak yang tercatat pada ayam, sapi, babi, dan kambing. | Pertumbuhan | 4.18 | Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Peternakan Kabupaten Jembrana tahun 2019, peningkatan pertumbuhan Subkategori peternakan didorong oleh peningkatan produksi beberapa komoditas seperti sapi yang tercatat meningkat 5,10 persen, kerbau, kuda, dan ayam ras pedaging yang meningkat lebih dari 100 persen, ayam ras petelur, itik, telur ayam ras petelur, dan telur itik yang meningkat pada kisaran 13-15 persen. Selain itu, peningkatan pada pemotongan hewan khususnya ayam yang tercatat sebesar 67,07 persen. | Pertumbuhan | 4.18 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 0.14 | Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Bidang Peternakan, tercatat peningkatan produksi khususnya pada jumlah populasi ayam kampung, ayam petelur, ayam pedaging, dan jumlah produksi telur ayam buras, ayam ras, dan itik. | Pertumbuhan | 0.14 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 2.86 | 1. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Peternakan Kabupaten Jembrana, mencatatkan peningkatan volume produksi, baik dari sisi jumlah populasi maupun volume produksi daging dan telur. Dari sisi jumlah populasi, peningkatan diantaranya pada ternak ayam kampung, ayam petelur, ayam pedaging, sapi, babi, kambing, kerbau, kuda, dan itik manila. Dari sisi volume produksi daging, tercatat peningkatan diantaranya daging ayam pedaging (19,65%), sapi (3,86%), babi (11,42%), kambing (22,62%), dan kerbau (10,26%). Untuk produksi telur, peningkatan tercatat pada telur ayam ras (36,67%) dan telur itik (7,36%). 2. Data pemotongan ternak pada dua RPH yang ada di Kabupaten Jembrana, yakni RPH Teluk Bunter Negara dan RPH Sumber Utama Melaya secara total mencatatkan peningkatan volume ternak yang dipotong sekitar 11,62 persen. | Pertumbuhan | 0.13 | Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Peternakan Kabupaten Jembrana, mencatatkan peningkatan kinerja output produksi sekitar 2,48 persen. Hal ini utamanya dipengaruhi peningkatan produksi pada daging ayam yang meningkat sekitar 28,08 persen. | Pertumbuhan | 0.24 | Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali mencatat peningkatan volume produksi peternakan di Kabupaten Jembrana. Produksi daging yang tercatat meningkat diantaranya ayam kampung (46,60%), ayam pedaging (25,41%), kambing (680,43%), dan kerbau (28,21%). Demikian halnya dengan produksi telur yang tercatat meningkat diantaranya telur ayam ras (6,64%) dan telur itik (54,35%). Untuk pemotongan ternak juga tercatat meningkat diantaranya sapi (9,77%), kambing (893,91%), dan kerbau (25%). | Pertumbuhan | 2.83 | Berdasarkan Data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Bidang Peternakan, mencatat bahwa pada tahun 2024 terdapat peningkatan jumlah populasi ternak, antara lain sapi Bali (1,15%), kambing (21,76%), babi Landrace dan peranakannya (21,06%), dan ayam ras petelur (42,26%). Dari produksi daging, peningkatan tertinggi terdapat pada produksi ayam pedaging, hingga lebih dari dua kali lipat (270,14%). | ||||||||||||||
22 | Laju Implisit | 1.84 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | 3.99 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | 3.99 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | Laju Implisit | 2.63 | Menjelang Lebaran, harga daging mengalami kenaikan. Harga daging ayam di beberapa pasar mengalami peningkatan dari Rp. 25 ribu menjadi Rp. 38 ribu perkilogram. Selain harga daging ayam yang melonjak, harga daging sapi juga menjadi Rp. 120 ribu perkilogram. Menurut beberapa pedagang daging, peningkatan harga daging ini diakibatkan berkurangnya pasokan daging dari rumah potong ke pasar. | Laju Implisit | 1.78 | Menyesuaikan laju implisit pada Subkategori Peternakan karena adanya update harga berlaku hasil SHPED yang tercatat lebih rendah dibandingkan data rilis sebelumnya, meski tetap tercatat mengalami peningkatan harga/tumbuh positif. | Laju Implisit | 2.79 | Mengikuti arah pergerakan IHP peternakan yang mengalami peningkatan harga. Hasil pengolahan SHPED juga menunjukkan adanya peningkatan harga komoditas peternakan. | Laju Implisit | 5.80 | Adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) cukup mengganggu pasokan daging di wilayah Kabupaten Jembrana. Kondisi ini mendorong peningkatan harga jual komoditas peternakan, khususnya sapi dan babi. https://bali.tribunnews.com/2022/05/20/antisipasi-pmk-di-jembrana-aparatgabungan-periksa-kandang-sapi-di-melaya https://jembranakab.bps.go.id/ -WARTA UNTUK JEMBRANA 2022- | Laju Implisit | 4.69 | 1. Menjelang lebaran 2023, harga ayam ras mengalami peningkatan sebesar Rp. 5.000,00 di Jembrana. ( https://bali.tribunnews.com/2023/04/11/jelang-lebaran-2023-harga-ayam-ras-di-jembrana-bali-naik-cabai-rawit-justru-turun ) 2. Menjelang Idul Adha 2023, permintaan hewan kurban baik sapi maupun kambing tinggi. Tingginya permintaan ini berdampak pada lonjakan harga jual sapi dan kambing ( https://www.detik.com/bali/berita/d-6773023/jelang-idul-adha-permintaan-hewan-kurban-di-jembrana-tabanan-tinggi ). 3. Jelang hari Raya Galungan pada bulan Agustus 2023, harga daging babi di Jembrana meningkat mencapai Rp.100.000,00 per kg. Meskipun demikian, permintaan akan daging babi pun mengalami peningkatan yang signifikan serta terdapat lonjakan jumlah babi yang dipotong menjelang galungan ( https://baliexpress.jawapos.com/bali/671816824/daging-babi-di-jembrana-sentuh-rp-100-ribu-permintaan-justru-meningkat ) | Laju Implisit | 3.82 | Berdasarkan Berita Resmi Statistik Provinsi Bali kelompok bahan makanan berupa daging babi dan daging ayam ras memberikan andil inflasi tahun 2024 oleh karena itu dapat disimpulkan harga hasil peternakan mengalami kenaikan sepanjang tahun 2024. Daging babi mengalami kenaikan harga pada tahun 2024 disebabkan Peningkatan permintaan babi hidup dari luar wilayah Bali seperti Sulawesi Utara (Manado dan Minahasa), Kalimantan Barat, Lampung, dan lainnya. | |||||||||||||||
23 | g. Jasa Pertanian dan Perburuan | Pertumbuhan | 0.44 | Terdapat update data berdasarkan hasil Survei Mandiri Indikator Produksi di Kabupaten Jembrana. Pertumbuhan jasa penyewaan traktor seiring dengan peningkatan produksi Tabama, khususnya padi sawah. | Pertumbuhan | 0.4 | Berdasarkan hasil Survei Mandiri Indikator Produksi tahun 2019 di Kabupaten Jembrana, pertumbuhan Subkategori jasa pertanian dan perburuan tercatat tumbuh melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya tercermin dari penyewaan jasa pengolahan lahan yang tidak secepat tahun 2018. | Pertumbuhan | 1.38 | Terdapat update data terkait volume produksi jasa pertanian dan perburuan yang tercatat mengalami peningkatan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan data sebelumnya. | Pertumbuhan | -0.54 | Jasa pertanian didekati dengan indikator luas tanam padi, yang tercatat mengalami penurunan cukup dalam, sekitar -45 persen (hasil SIM-TP). | Pertumbuhan | -0.53 | Terdapat update data terkait jasa pertanian dan perburuan yang tercatat sedikit mengalami peningkatan pertumbuhan. | Pertumbuhan | 1.85 | Berdasarkan hasil LK Jasa Pertanian dan Perburuan menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi ini dipengaruhi peningkatan produksi utamanya pada komoditas tanaman pangan, tanaman hortikultura tahunan dan lainnya, serta peternakan. | Pertumbuhan | 0.23 | Berdasarkan hasil LK Jasa Pertanian dan Perburuan menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi ini dipengaruhi peningkatan produksi utamanya pada komoditas tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan semusim, serta peternakan. | Pertumbuhan | 2.08 | Berdasarkan hasil LK Jasa Pertanian dan Perburuan menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi ini dipengaruhi peningkatan produksi utamanya pada komoditas tanaman pangan, tanaman perkebunan tahunan, dan peternakan. | Pertumbuhan | 2.45 | Berdasarkan hasil LK Jasa Pertanian dan Perburuan menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi ini dipengaruhi peningkatan produksi utamanya pada komoditas tanaman tanaman hortikultura semusim, hortikultura tahunan, perkebunan tahunan, dan peternakan. | ||||||||||||||
24 | Laju Implisit | 3.18 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | Laju Implisit | 1.56 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | Laju Implisit | 0.58 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai ADHB dan ADHK Subkategori Jasa Pertanian dan Perburuan. | Laju Implisit | 0.82 | Peningkatan biaya operasional mendorong peningkatan harga. | Laju Implisit | 0.82 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | Laju Implisit | 1.04 | Peningkatan biaya operasional mendorong peningkatan harga. | Laju Implisit | 3.45 | Peningkatan biaya operasional mendorong peningkatan harga. | Laju Implisit | 2.55 | Adanya peningkatan biaya operasional (BBM, upah tenaga kerja) yang berdampak pada kenaikan harga jasa pertanian dan perburuan. | Laju Implisit | 1.50 | Adanya peningkatan biaya operasional (BBM, upah tenaga kerja) yang berdampak pada kenaikan harga jasa pertanian dan perburuan. | |||||||||||||||
25 | 2. Kehutanan dan Penebangan Kayu | Pertumbuhan | 1.13 | Tidak terdapat perubahan dibandingkan data rilis sebelumnya. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi di Kabupaten Jembrana dengan pendekatan dari industri yang menggunakan bahan baku kayu bulat dalam proses produksi menunjukkan peningkatan sekitar 18,07 persen. | Pertumbuhan | -1.36 | Berdasarkan hasil Survei Mandiri Indikator Produksi tahun 2019 di Kabupaten Jembrana, pendekatan produksi Subkategori kehutanan dari industri yang menggunakan bahan baku kayu bulat tercatat mengalami penurunan produksi sekitar -21,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. | Pertumbuhan | -1.36 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -15.49 | 1) Output kehutanan didekati dengan indikator industri pengelolaan kayu menjadi veneer pada Survei Mandiri Indikator Produksi . Hasilnya mencatat adanya penurunan produksi secara y-on-y. 2) Luas hutan yang kritis di Kawasan Bali Barat mencapai 108 hektar dari total 38 ribu hektare. Hutan yang berada di kawasan pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Bali, kondisinya kian memprihatinkan. Sebagian besar hutan di wilayah hutan produksi nyaris tanpa tanaman besar, bahkan seperti perkebunan milik pribadi. | Pertumbuhan | -15.49 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 3.21 | 1. Pada subkategori kehutanan dan penebangan kayu, dipergunakan pendekatan dari usaha industri pengolahan kayu (veneer) yang mencatatkan peningkatan produksi sangat signifikan (hingga lebih dari tiga kali lipat). Bahan baku kayu yang biasa digunakan didatangkan dari beberapa kabupaten di Provinsi Bali dengan utamanya berasal dari Kabupaten Jembrana. 2. Hasil pendataan Survei Mandiri Indikator Produksi untuk usaha madu hutan dan bambu menunjukkan adanya peningkatan produksi. | Pertumbuhan | 1.29 | Pada subkategori kehutanan dan penebangan kayu, dipergunakan pendekatan dari usaha industri pengolahan kayu (veneer) yang mencatatkan peningkatan produksi sekitar 19,20 persen. | Pertumbuhan | -0.06 | Pendekatan dengan hasil Survei Mandiri Indikator Produksi industri pembuatan veneer yang menggunakan bahan baku kayu hutan mencatat adanya penurunan produksi sekitar -26,27 persen. | Pertumbuhan | -10.45 | Berdasarkan Survei Mandiri Indikator Produksi , dengan Pendekatan industri penebangan dan pengolahan kayu menjadi papan (Survei Mandiri Indikator Produksi PT Rimba Jembrana Perkasa), produksi papan setengah jadi dari kayu gelondongan menurun sebesar -12,43 persen. | ||||||||||||||
26 | laju implisit | 2.88 | Tidak terdapat perubahan dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 3.81 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 3.81 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 2.09 | Harga komoditas meningkat seiring peningkatan permintaan dan peningkatan biaya operasional. | laju implisit | 2.09 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 1.19 | Mengikuti arah pergerakan IHP kehutanan yang mengalami peningkatan harga, baik pada komoditas kayu maupun hasil hutan lain (bambu). | laju implisit | 2.96 | Kenaikan biaya operasional pengangkutan bahan baku, yakni biaya BBM ikut mendorong peningkatan harga produk kehutanan dan penebangan kayu. | laju implisit | 2.53 | Kenaikan biaya operasional pengangkutan bahan baku, yakni biaya BBM ikut mendorong peningkatan harga produk kehutanan dan penebangan kayu. | laju implisit | 1.45 | Kenaikan biaya operasional pengangkutan bahan baku, yakni biaya BBM ikut mendorong peningkatan harga produk kehutanan dan penebangan kayu. | |||||||||||||||
27 | 3. Perikanan | Pertumbuhan | 19.01 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. Data Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan tahun 2018 mencatat total volume produksi ikan menurut Subkategori perikanan (perikanan laut dan perikanan darat) meningkat hingga lebih dari 100 persen dan nilai produksi meningkat sekitar 50,77 persen. | Pertumbuhan | 8.12 | Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan tahun 2019, tercatat peningkatan volume produksi dan nilai produksi Subkategori perikanan (laut dan darat) masing-masing sebesar 68,26 persen dan 17,92 persen. | Pertumbuhan | 8.12 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 0.75 | Data Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana menunjukkan adanya peningkatan volume produksi khususnya pada sektor budidaya. Untuk sektor perikanan tangkap, khususnya pada triwulan IV 2020, hasil tangkapan ikan melimpah. Jenis ikan yang melimpah antara lain ikan layur. Hasil laporan triwulanan tempat pendaratan ikan tradisional di Pekutatan mencatat kenaikan volume ikan pada triwulan IV dibandingkan triwulan sebelumnya. Demikian pula dengan PPN Pengambengan mencatat peningkatan produksi karena cuaca pada triwulan IV lebih stabil dibandingkan triwulan III 2020. | Pertumbuhan | 0.75 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 4.86 | Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana, tercatat peningkatan volume produksi secara total, baik pada produksi perikanan tangkap maupun produksi budidaya, yang masing-masing volume produksinya meningkat sekitar 5 persen. Peningkatan pada produksi perikanan tangkap antara lain tercatat pada komoditas ikan layang, ikan baronang, dan ikan tenggiri. Peningkatan pada usaha budidaya didorong masifnya usaha pengembangbiakan udang vanname. | Pertumbuhan | -0.08 | 1. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana, tercatat penurunan produksi perikanan tangkap sekitar -15,28 persen. Hal ini dipengaruhi oleh cuaca buruk yang berdampak pada berkurangnya hari melaut para nelayan. Di sisi lain, perikanan budidaya justru mampu menunjukkan adanya peningkatan produksi sangat signifikan hingga hampir dua kali lipat (191,02%). 2. Data PPN Pengambengan mencatat adanya penurunan volume produksi sekitar -6,75 persen. 3. Nelayan menjerit akibat sulitnya dapat solar, selain itu cuaca buruk menghambat nelayan untuk melaut sehingga produksi ikan menurun di Jembrana https://bali.tribunnews.com/2022/03/31/nelayan-menjerit-akibat-sulitnyadapat-solar-spbn-pengambengan-tegaskan-tidak-ada-pembedaan. https://jembranakab.bps.go.id/ -WARTA UNTUK JEMBRANA 2022- | Pertumbuhan | 3.46 | Data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali mencatat adanya peningkatan produksi perikanan, meliputi perikanan tangkap di laut (0,99%) dan perikanan budidaya (1%). Peningkatan produksi juga dicatatkan dari data Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana yang menunjukkan adanya peningkatan volume perikanan tangkap hingga sekitar 51 persen sepanjang tahun 2023. | Pertumbuhan | 22.40 | Secara umum pada tahun 2024 produksi perikanan tangkap dan budidaya mengalami kenaikan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana, pada tahun 2024, produksi perikanan tangkap meningkat sebesar 180,88 persen dibandingkan tahun 2023 sedangkan untuk perikanan budidaya meningkat sebesar 13,48 persen Berdasarkan data Survei Mandiri Indikator Produksi "PPN Pengambengan" terjadi peningkatan produksi ikan tangkap sebesar 104,34 persen. | ||||||||||||||
28 | laju implisit | 4.1 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.65 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.65 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 1.11 | Hasil tangkapan ikan melimpah dengan harga yang cukup baik, sekitar Rp43 ribu per kilogram. Jenis ikan yang melimpah antara lain ikan layur. | laju implisit | 1.11 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 2.21 | Data harga ikan dari Dinas KKP Kabupaten Jembrana menunjukkan peningkatan. Hal ini searah dengan pergerakan IHP perikanan yang tercatat mengalami peningkatan. | laju implisit | 3.01 | Cuaca buruk (angin kencang, arus dan gelombang tinggi) yang terjadi di Selat Bali) membuat nelayan sedikit melaut. Dampak penurunan volume hasil tangkapan mendorong peningkatan harga jual ikan. | laju implisit | 3.97 | Pada beberapa bulan tertentu, hasil tangkapan ikan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jembrana sempat menurun akibat cuaca buruk. Dampak dari cuaca buruk yang terjadi adalah penurunan tangkapan ikan yang mengakibatkan peningkatan harga ikan di Jembrana. https://www.denpost.id/ekbis/105511623718/cuaca-buruk-nelayan-di-jembrana-takut-melaut https://www.detik.com/bali/berita/d-6506908/hasil-tangkapan-nelayan-jembrana-menurun-akibat-cuaca-buruk | laju implisit | 1.50 | 1. Harga komoditas perikanan tangkap berdasarkan data SHPED tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023 secara total mengalami peningkatan. Secara total pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 11,56 persen. Jika dilihat dari harga ikan, mengalami peningkatan harga sebesar 1,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dilihat dari harga kebutuhan perikanan tangkap seperti harga sewa perahu dan kebutuhan lainnya mengalami peningkatan sebesar 11,55 persen. 2. Dilihat dari harga kebutuhan perikanan budidaya seperti harga pakan ikan dan lainnya mengalami peningkatan sebesar 1,21 persen. | |||||||||||||||
29 | B | Pertambangan dan Penggalian | Pertumbuhan | 2.03 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi di usaha penggalian mencatat peningkatan produksi batu pecah sekitar 49 persen. | Pertumbuhan | -1.43 | Berdasarkan hasil Survei Mandiri Indikator Produksi pada usaha penggalian batu pecah tercatat penurunan produksi sekitar -6,06 persen. Hal ini sejalan pula dengan nilai pajak mineral bukan logam dan batuan dari Dinas BPKAD Kabupaten Jembrana yang tercatat menurun. | Pertumbuhan | -1.43 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -4.16 | Kategori Pertambangan dan Penggalian tercatat tumbuh negatif karena banyak proyek pembangunan ditunda pelaksanaannya, terutama tender dari pemerintah. | Pertumbuhan | -4.16 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 0.17 | Kategori Pertambangan dan Penggalian secara umum mengalami pertumbuhan positif, seiring peningkatan permintaan konsumen yang tercermin pula pada peningkatan pertumbuhan Kategori Konstruksi. | Pertumbuhan | 0.44 | Kategori Pertambangan dan Penggalian tercatat masih tumbuh positif karena meningkatnya permintaan akan bahan baku bangunan/konstruksi. | Pertumbuhan | 2.45 | Kategori Pertambangan dan Penggalian tercatat masih tumbuh positif karena meningkatnya permintaan akan bahan baku bangunan/konstruksi. | Pertumbuhan | 0.10 | 1. Kategori Pertambangan dan Penggalian tercatat masih tumbuh positif karena meningkatnya permintaan akan bahan baku bangunan/konstruksi. Jumlah tenaga kerja pada lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian (hasil Sakernas Agustus 2024) juga tercatat mengalami peningkatan sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni hingga lebih dari 100 persen; 2. Data dari responden Survei Mandiri Indikator Produksi CV Dasar Jaya Pratiwi, mencatat produksi tanah urug pada tahun 2024 mencapai 59.287 m3. Sedangkan, pada responden CV Batu Mas mencatat produksi batu pecah sebesar 326 m3. Produksi tersebut selaras dengan pertumbuhan positif pada lapangan usaha konstruksi; 3. Berdasarkan survei usaha rumah tangga penggalian, volume produksi batu pecah secara rata-rata mengalami peningkatan sekitar 136,36 persen. | |||||||||||||
30 | laju implisit | 7.81 | Tidak ada perubahan dibandingkan laju implisit yang telah dirilis sebelumnya. | laju implisit | 0.95 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 0.95 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.09 | Keterbatasan pasokan karena pandemi mendorong peningkatan harga komoditas pertambangan dan penggalian. | laju implisit | 0.09 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.63 | Sesuai dengan peningkatan IHP penggalian, khususnya pada komoditas batu dan pasir. | laju implisit | 2.71 | Harga komoditas pertambangan dan penggalian rata-rata mengalami kenaikan karena dampak dari kenaikan biaya operasional seperti harga BBM, tarif listrik, dan air. | laju implisit | 3.33 | Harga komoditas pertambangan dan penggalian rata-rata mengalami kenaikan karena dampak dari kenaikan biaya operasional (harga BBM dan upah tenaga kerja). | laju implisit | 3.38 | 1. Harga komoditas pertambangan dan penggalian rata-rata mengalami kenaikan karena dampak dari kenaikan biaya operasional dan transportasi (harga BBM dan upah tenaga kerja); 2. Pada tahun 2024, berdasarkan data SHKK, survei URT penggalian, dan Survei Mandiri Indikator Produksi secara rata-rata terjadi peningkatan harga batu pecah sebesar 5-10 persen dibanding tahun sebelumnya | |||||||||||||||
31 | 1. Pertambangan Minyak dan Gas Bumi | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | |||||||||||||||||||||||
32 | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | ||||||||||||||||||||||||
33 | 2. Pertambangan Batubara dan Lignit | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | |||||||||||||||||||||||
34 | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | ||||||||||||||||||||||||
35 | 3. Pertambangan Bijih Logam | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | |||||||||||||||||||||||
36 | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | ||||||||||||||||||||||||
37 | 4. Pertambangan dan Penggalian Lainnya | Pertumbuhan | 2.03 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi di usaha penggalian mencatat peningkatan produksi batu pecah sekitar 49 persen. | Pertumbuhan | -1.43 | Berdasarkan hasil Survei Mandiri Indikator Produksi pada usaha penggalian batu pecah tercatat penurunan produksi sekitar -6,06 persen. Hal ini sejalan pula dengan nilai pajak mineral bukan logam dan batuan dari Dinas BPKAD Kabupaten Jembrana yang tercatat menurun. | Pertumbuhan | -1.43 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -4.16 | Berdasarkan hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri penggalian batu pecah dan pasir, tercatat mengalami pertumbuhan negatif yang signifikan hingga mencapai sekitar -50 persen karena banyak proyek pembangunan yang ditunda pelaksanaannya akibat pandemi. | Pertumbuhan | -4.16 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 0.17 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha jasa penggalian (CV Batu Mas dan CV Krisna Jaya Perkasa) menunjukkan catatan pertumbuhan positif pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Beberapa komoditas yang dihasilkan seperti pasir dan batu padas/batu pecah tercatat sedikit mengalami peningkatan produksi. | Pertumbuhan | 0.44 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha jasa penggalian (CV Batu Mas) mencatatkan peningkatan produksi batu pecah sekitar 59,20 persen dengan peningkatan pendapatan sekitar 44,73 persen. | Pertumbuhan | 2.45 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk usaha penggalian dengan produk berupa batu kapur dan tanah urug menunjukkan adanya peningkatan produksi pada tahun 2023. Peningkatan proyek konstruksi mendorong peningkatan permintaan bahan galian. | Pertumbuhan | 0.10 | 1. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk usaha penggalian dengan produk berupa batu kapur dan tanah urug menunjukkan adanya peningkatan produksi. Peningkatan proyek konstruksi mendorong peningkatan permintaan bahan galian. 2. Data dari responden Survei Mandiri Indikator Produksi CV Dasar Jaya Pratiwi, mencatat produksi tanah urug pada tahun 2024 mencapai 59.287 m3. Sedangkan, pada responden CV Batu Mas mencatat produksi batu pecah sebesar 326 m3. Produksi tersebut selaras dengan pertumbuhan positif pada lapangan usaha konstruksi. | ||||||||||||||
38 | laju implisit | 7.81 | Tidak ada perubahan dibandingkan laju implisit yang telah dirilis sebelumnya. | laju implisit | 0.95 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 0.95 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.09 | Keterbatasan pasokan karena pandemi mendorong peningkatan harga komoditas pertambangan dan penggalian. | laju implisit | 0.09 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.63 | Sesuai dengan peningkatan IHP penggalian, khususnya pada komoditas batu dan pasir. | laju implisit | 2.71 | Peningkatan permintaan akan tanah urug dan batu pecah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan mendorong peningkatan harga jual produk pertambangan dan penggalian lainnya di Jembrana. Selain itu, kenaikan harga BBM mendorong pula peningkatan biaya transportasi yang berimbas pada kenaikan harga tanah urug dan batu pecah. | laju implisit | 3.33 | Kenaikan harga BBM yang berimbas pada peningkatan biaya transportasi serta kenaikan upah tenaga kerja menyebabkan peningkatan harga bidang pertambangan dan penggalian. | laju implisit | 3.38 | Kenaikan harga BBM yang berimbas pada peningkatan biaya transportasi serta kenaikan upah tenaga kerja menyebabkan peningkatan harga bidang pertambangan dan penggalian. Pada tahun 2024, hasil SHKK, survei usaha penggalian rumah tangga, dan Survei Mandiri Indikator Produksi mencatat harga batu pecah dan tanah urug mengalami kenaikan harga sekitar 5-10 persen. | |||||||||||||||
39 | C | Industri Pengolahan | Pertumbuhan | 3.44 | Terdapat update data berdasarkan hasil Survei IBS dan IMK, serta Survei Mandiri Indikator Produksi di Kabupaten Jembrana. Peningkatan pertumbuhan antara lain tercatat pada industri makanan dan minuman, industri pengolahan tembakau, industri tekstil dan pakaian jadi, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, industri kayu dan barang anyaman dari bambu dan sejenisnya, industri karet dan plastik, industri barang galian bukan logam, industri barang dari logam, komputer, elektronik, optik, industri alat angkutan, industri furnitur, dan industri pengolahan lainnya termasuk jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan. | Pertumbuhan | 5.12 | Berdasarkan hasil Survei IBS dan IMK serta Survei Mandiri Indikator Produksi di Kabupaten Jembrana, pertumbuhan Kategori C (Industri Pengolahan) pada tahun 2019 didorong oleh peningkatan produksi beberapa subkategori. Antara lain industri makanan dan minuman yang tercermin pada produksi pabrik pengolahan ikan yang tercatat meningkat sekitar 36,84 persen, industri barang galian bukan logam pada usaha batu bata yang meningkat sekitar 6,71 persen, industri kertas dan barang dari kertas pada usaha pembuatan kertas rol yang meningkat sekitar 8,61 persen serta peningkatan pada usaha percetakan terkait adanya Pemilu (Pilpres), dan industri barang dari logam pada usaha pembuatan rak aluminium, jemuran pakaian dan handuk yang tercatat tumbuh sekitar 7,72 persen. Selain itu, peningkatan pertumbuhan juga tercatat pada industri tekstil dan pakaian jadi seiring penerapan Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang penggunaan pakaian adat Bali, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional, industri furnitur, dan industri pengolahan lainnya termasuk jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan. | Pertumbuhan | 5.08 | Terdapat update data terkait penurunan volume produksi pada industri pengolahan lainnya, jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan, dibandingkan data sebelumnya. | Pertumbuhan | 2.54 | Pertumbuhan UKM di Kabupaten Jembrana selama 6 bulan masa pandemi tercatat mengalami peningkatan hingga sekitar 80 persen. Wakil Ketua Apindo Jembrana menyatakan bahwa dari pandangan pengusaha, sektor industri di Jembrana tidak begitu terimbas karena tidak bergantung dari sektor pariwisata seperti kabupaten/kota lain di Bali. Hasil Survei IBS Bulanan menunjukkan industri pengolahan ikan (komoditas unggulan Jembrana) mengalami peningkatan produksi hingga mencapai lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hasil indepth ke PT Bali Maya mencatat adanya peningkatan produksi utamanya pada produk Sardines. Kondisi ini dipengaruhi melimpahnya komoditas lemuru. Pengelola juga memperkirakan peningkatan permintaan sarden karena praktis dikonsumsi selama WFH. Bahan baku ikan 30% dari luar Bali, 70% dari Denpasar dan Jembrana. Hasil indepth ke PT Indocitra mencatat peningkatan permintaan sarden yang signifikan pada tahun 2020 karena pemberian sembako terkait dampak covid banyak yang memesan sarden. Hasil indepth ke PT Indohamafish mencatat bahan baku di tahun 2020 lebih banyak berasal dari dalam Jembrana. Catatan fenomena tambahan: untuk industri tekstil dan pakaian jadi tercatat mengalami penurunan signifikan secara y-on-y akibat terdampak covid. Industri tenun endek Jembrana dan tenun cag-cag khas Jembrana tercatat mengalami penurunan produksi cukup dalam. Hasil IMK Triwulan IV 2020 juga mencatat output industri tekstil dan pakaian jadi di Jembrana menurun hingga sekitar -62 persen. Salah satu industri tekstil (tergolong IBS) yang tercatat menurun output produksinya seperti Kelompok Tenun Putri Mas yang memproduksi songket Jembrana dan Bali Rajut yang memproduksi topi dan syal rajutan dari benang. | Pertumbuhan | 2.54 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 1.67 | Kategori Industri Pengolahan tercatat tumbuh positif didorong oleh peningkatan permintaan konsumen yang berdampak pada peningkatan volume produksi berbagai hasil produk industri. | Pertumbuhan | 4.30 | Kategori Industri Pengolahan tercatat tumbuh positif didorong oleh peningkatan permintaan konsumen yang berdampak pada peningkatan volume produksi berbagai hasil produk industri. | Pertumbuhan | 2.76 | Secara umum, hampir semua subkategori Industri Pengolahan tercatat mengalami peningkatan aktivitas sepanjang tahun 2023. Semakin normalnya aktivitas ekonomi pasca Covid-19 dan semakin meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali, mendorong peningkatan permintaan akan berbagai hasil industri. Kondisi ini tercermin pula dari hasil Sakernas Agustus 2023 yang mencatat jumlah tenaga kerja pada industri pengolahan meningkat hingga sekitar 20,47 persen. | Pertumbuhan | 3.96 | Secara umum, hampir semua subkategori Industri Pengolahan tercatat mengalami peningkatan aktivitas sepanjang tahun 2024. Semakin meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali, mendorong peningkatan permintaan akan berbagai hasil industri. Kondisi ini tercermin pula dari hasil Sakernas Agustus 2024 yang mencatat jumlah tenaga kerja pada industri pengolahan meningkat sekitar 8,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. | |||||||||||||
40 | laju implisit | 2.87 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.52 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.55 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai ADHB dan ADHK Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 5.73 | Peningkatan biaya operasional dan peningkatan permintaan konsumen mendorong peningkatan harga (Inflasi). | laju implisit | 1.78 | Menyesuaikan laju implisit pada Kategori Industri Pengolahan karena adanya update harga berlaku beberapa produk hasil industri yang tercatat lebih rendah dibandingkan data rilis sebelumnya, meski tetap tercatat mengalami peningkatan harga/tumbuh positif. | laju implisit | 1.27 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 3.72 | Peningkatan harga dipengaruhi karena terjadinya kenaikan biaya operasional, seperti kenaikan harga BBM, listrik dan air yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku. Selain itu peningkatan upah tenaga kerja juga ikut mendorong peningkatan harga produk industri pengolahan. | laju implisit | 3.73 | Kenaikan biaya operasional (BBM dan upah tenaga kerja) mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Pengolahan. | laju implisit | 3.41 | Kenaikan biaya operasional (BBM dan upah tenaga kerja) mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Pengolahan. | |||||||||||||||
41 | 1. Industri Batubara dan Pengilangan Migas | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | |||||||||||||||||||||||
42 | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | ||||||||||||||||||||||||
43 | a. Industri Batubara | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | |||||||||||||||||||||||
44 | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | ||||||||||||||||||||||||
45 | b. Industri Pengilangan Migas | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | |||||||||||||||||||||||
46 | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | ||||||||||||||||||||||||
47 | 2. Industri Makanan dan Minuman | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 2.94 | Untuk industri makanan dan minuman, hasil IBS secara total untuk industri pengalengan ikan tercatat mengalami peningkatan produksi. Sampel IBS PT Bali Maya Permai Food mencatat produk tuna meningkat sekitar 83,75 persen; produk mackarel meningkat sekitar 88,55 persen, dan tepung ikan meningkat sekitar 8,69 persen. Selain itu, IMK yang menghasilkan berbagai makanan minuman juga tercatat mengalami peningkatan. Hal ini dikonfirmasi oleh Disperindagkop Kabupaten Jembrana yang menggencarkan promosi produk hasil UMKM diantaranya dengan menyediakan Pojok UMKM di Kantor Bupati Jembrana dan menyelenggarakan berbagai pameran hasil industri. | Pertumbuhan | 5.19 | Industri pengalengan ikan (IBS) di Kabupaten Jembrana mencatatkan peningkatan produksi sarden dan tepung ikan karena tingginya permintaan. Sebagai salah satu produk unggulan, produksi sarden dari berbagai perusahaan pengalengan ikan tersebut telah pula diekspor tidak hanya di dalam negeri, tetapi hingga ke luar negeri. Salah satunya data dari PT Indohamafish yang mencatatkan peningkatan produksi hingga sekitar 7,52 persen. Selain industri pengalengan ikan, terdapat pula peningkatan produksi dari IBS penggilingan beras yang didukung oleh peningkatan produksi beras sepanjang tahun 2022. | Pertumbuhan | 5.38 | Hasil pendataan IBS bulanan untuk industri pengalengan ikan dan industri penggilingan padi mencatatkan peningkatan produksi pada tahun 2023. Bahkan untuk industri pengalengan ikan tercatat mengalami peningkatan volume ekspor. Kondisi ini terekam pula dari hasil Survei Mandiri Indikator Produksi PT Indohamafish dan PT Sarana Tani Pratama yang mencatat peningkatan omset produksi sarden dalam kaleng masing-masing sekitar 7,81 persen dan 25,36 persen. | Pertumbuhan | 9.17 | Berdasarkan data survei IBS untuk produksi Industri Makanan Minuman mengalami peningkatan pada tahun 2024 dibandingkan 2023. - PT Sarana Tani Pratama meningkat sebesar 24,32 persen - PT Indohamafish meningkat sebesar 12,65 persen | ||||||||||||||||||||||||
48 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 0.54 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 4.14 | Kenaikan harga pada industri makanan dan minuman karena terjadinya kenaikan biaya operasional, seperti kenaikan harga BBM, listrik dan air yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku. | laju implisit | 4.59 | Kenaikan harga pada industri makanan dan minuman karena terjadinya kenaikan biaya operasional serta kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku. https://sigapura.baliprov.go.id/ | laju implisit | 4.64 | Kenaikan harga pada industri makanan dan minuman karena terjadinya kenaikan biaya operasional serta kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku. (https://sigapura.baliprov.go.id/ ) | |||||||||||||||||||||||||
49 | 3. Industri Pengolahan Tembakau | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | -3.01 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri pengopenan tembakau mencatat penurunan produksi karena faktor ketersediaan bahan baku dan turunnya permintaan dari pabrik rokok. | Pertumbuhan | -0.04 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri pengopenan tembakau menunjukkan adanya penurunan volume produksi. Hal ini lebih dipengaruhi faktor cuaca. | Pertumbuhan | -9.15 | Sejalan dengan produksi tembakau virginia yang mengalami penurunan produksi, industri pengolahan tembakau juga ikut mengalami penurunan aktivitas pada tahun 2023. | Pertumbuhan | -5.73 | Sejalan dengan produksi tembakau virginia yang mengalami penurunan produksi, industri pengolahan tembakau juga ikut mengalami penurunan aktivitas. | ||||||||||||||||||||||||
50 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 0.28 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 2.97 | Tingginya permintaan yang tidak dibarengi dengan peningkatan produksi mengakibatkan kenaikan harga tembakau. | laju implisit | 2.53 | Kondisi cuaca ekstrem, kenaikan biaya operasional, dan peningkatan upah tenaga kerja menyebabkan kenaikan harga bahan baku industri pengolahan tembakau di Jembrana. | laju implisit | 7.32 | Kondisi cuaca ekstrem, kenaikan biaya operasional, dan peningkatan upah tenaga kerja menyebabkan kenaikan harga bahan baku industri pengolahan tembakau di Jembrana. | |||||||||||||||||||||||||
51 | 4. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 4.27 | Hasil pengolahan VIMK menunjukkan gambaran peningkatan produksi pada industri tekstil dan pakaian jadi (misalnya tenun songket, tenun cag-cag) sekitar 82,41 persen. | Pertumbuhan | 4.20 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk usaha produksi songket Jembrana mencatatkan peningkatan produksi sangat signifikan hingga lebih dari dua kali lipat (201,04%). Selain itu, pada tahun 2022 ditambah dengan adanya produksi endek. | Pertumbuhan | -3.38 | Hasil pengolahan data IMK menunjukkan penurunan produksi tekstil dan pakaian jadi pada tahun 2023. | Pertumbuhan | -1.90 | Berdasarkan data Survei Mandiri Indikator Produksi , putri mas collection mengalami penurunan pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 sebesar -39,07 persen | ||||||||||||||||||||||||
52 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 0.79 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 2.64 | Kenaikan harga pada industri tekstil dan pakaian jadi disebabkan karena peningkatan harga bahan baku (BBM, listrik, air, benang) | laju implisit | 3.91 | Kenaikan harga pada industri tekstil dan pakaian jadi disebabkan karena peningkatan harga bahan baku akibat peningkatan biaya operasional (BBM, air) dan upah tenaga kerja. | laju implisit | 2.23 | Kenaikan harga pada industri tekstil dan pakaian jadi disebabkan karena peningkatan harga bahan baku akibat peningkatan biaya operasional (BBM, air) dan upah tenaga kerja. Hal ini juga sejalan dengan data SHPED yang menunjukkan peningkatan rata-rata tarif jahit pakaian sebesar 7,45 persen di tahun 2024 (dari Rp58.166 menjadi Rp62.500). | |||||||||||||||||||||||||
53 | 5. Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | -1.29 | Hasil pengolahan data IMK menunjukkan penurunan produksi. | Pertumbuhan | 3.18 | Hasil pengolahan data IMK menunjukkan peningkatan produksi, diantaranya pada produksi tas dari kulit. Hal ini didorong oleh semakin pulihnya kategori pariwisata di Bali. | Pertumbuhan | 3.63 | Hasil pengolahan data IMK menunjukkan peningkatan produksi, diantaranya pada produksi tas dari kulit. Hal ini didorong oleh semakin pulihnya kategori pariwisata di Bali. | Pertumbuhan | 1.03 | Sepanjang tahun 2024, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki tercatat mengalami peningkatan produksi lebih dari 5 persen. Kondisi ini tergambar diantaranya dari hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha pembuatan tas dan jok dari kulit imitasi "Sapturahman" yang meningkat produksinya hingga sekitar 50 persen. | ||||||||||||||||||||||||
54 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 0.26 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 2.45 | Kenaikan harga bahan baku kulit mendorong peningkatan biaya operasional pada industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki. | laju implisit | 2.49 | Kenaikan harga bahan baku kulit yang disebabkan karena peningkatan biaya operasional dan upah tenaga kerja mendorong peningkatan biaya operasional pada industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki. | laju implisit | 3.16 | Kenaikan harga bahan baku kulit yang disebabkan karena peningkatan biaya operasional dan upah tenaga kerja mendorong peningkatan biaya operasional pada industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki. | |||||||||||||||||||||||||
55 | 6. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus; dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan Sejenisnya | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 0.11 | Usaha industri pengolahan kayu (veneer) mencatatkan peningkatan produksi sangat signifikan (hingga lebih dari tiga kali lipat). | Pertumbuhan | 7.87 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk usaha industri pengolahan kayu (veneer) mencatatkan peningkatan produksi sekitar 19,20 persen. Tingginya permintaan dan ketersediaan bahan baku kayu bulat mendorong peningkatan pada subkategori ini. | Pertumbuhan | -0.32 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi industri pembuatan veneer mencatat adanya penurunan produksi sekitar -26,27 persen. | Pertumbuhan | -2.49 | Berdasarkan data Survei Mandiri Indikator Produksi , UD Agus Karya, produksi lemari, pintu, dipan, jendela, meja, kursi dari kayu menurun sebesar -67,27 persen dan PT Rimba Jembrana Perkasa produsen veneer mengalami penurunan produksi sebesar 12,43 persen | ||||||||||||||||||||||||
56 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 1.87 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 3.49 | Kenaikan BBM sangat berpengaruh pada peningkatan biaya transportasi/pengangkutan bahan baku kayu yang sebagian berasal dari luar Kabupaten Jembrana. | laju implisit | 2.45 | Kenaikan BBM sangat berpengaruh pada peningkatan biaya transportasi/pengangkutan bahan baku kayu. | laju implisit | 1.29 | Kenaikan BBM sangat berpengaruh pada peningkatan biaya transportasi/pengangkutan bahan baku kayu | |||||||||||||||||||||||||
57 | 7. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 1.81 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri percetakan mencatat peningkatan pada volume produksi (28,94%) dan nilai produksi (29,91%). | Pertumbuhan | 2.94 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi industri percetakan mencatat peningkatan produksi (spanduk, kartu nama, stiker) sekitar 46,89 persen. | Pertumbuhan | 4.33 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha percetakan mencatat adanya peningkatan produksi spanduk, stiker, kartu nama hingga sekitar 193,97 persen. | Pertumbuhan | -1.02 | Terjadi penurunan produksi industri kertas dan barang dari kertas; percetakan dan reproduksi media rekaman. Kondisi ini tergambar salah satunya dari data responden Survei Mandiri Indikator Produksi Percetakan, UD Komindo, yang mengalami penurunan produksi stiker sekitar -8,15 persen | ||||||||||||||||||||||||
58 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 3.21 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 6.28 | Kenaikan harga tarif dasar listrik, air, dan BBM mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman. | laju implisit | 4.00 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman. | laju implisit | 0.46 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman. | |||||||||||||||||||||||||
59 | 8. Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 2.71 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri pembuatan dupa mencatatkan peningkatan volume produksi (28%), nilai produksi (100,88%), dan jumlah tenaga kerja (19,82%). | Pertumbuhan | 0.51 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri pembuatan dupa berskala besar di Kabupaten Jembrana menunjukkan peningkatan produksi dupa mentah sekitar 37,13 persen dan dupa jadi sekitar 48,70 persen. Jumlah tenaga kerja juga tercatat bertambah sekitar 2,94 persen. | Pertumbuhan | 5.48 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi industri pembuatan dupa (berskala IBS) mencatat adanya peningkatan produksi sekitar 31,18 persen. | Pertumbuhan | 3.30 | Terjadi peningkatan aktivitas industri kimia, farmasi, dan obat tradisional. Hal ini dapat diamati melalui produksi dupa meningkat 0,74 persen pada tahun 2024 dibandingkan 2023 berdasarkan Survei Mandiri Indikator Produksi CV Saraswati 108. | ||||||||||||||||||||||||
60 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 2.23 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 4.60 | Kenaikan harga tarif dasar listrik, air, dan BBM mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional. | laju implisit | 3.48 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional. | laju implisit | 1.14 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional. | |||||||||||||||||||||||||
61 | 9. Industri Karet; Barang dari Karet dan Plastik | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 0.11 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi industri karet (vulkanisir ban) mencatat adanya peningkatan volume produksi sekitar 0,15 persen. | Pertumbuhan | 3.08 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri karet (ban) mencatatkan peningkatan produksi pada tahun 2022 karena didorong peningkatan kebutuhan di kategori transportasi/pengangkutan. | Pertumbuhan | 0.89 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha vulkanisir ban mencatat adanya peningkatan produksi sekitar 36,13 persen. | Pertumbuhan | -1.15 | Terjadi penurunan produksi industri karet; barang dari karet dan plastik. Berdasarkan data Survei Mandiri Indikator Produksi UD Jawa Ban terjadi penurunan produksi sebesar -9,93 persen dibandingkan tahun sebelumnya. | ||||||||||||||||||||||||
62 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 2.54 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 3.48 | Kenaikan harga tarif listrik, air, dan BBM mengakibatkan kenaikan harga pada Industri Karet; Barang dari Karet dan Plastik. | laju implisit | 0.47 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Karet; Barang dari Karet dan Plastik | laju implisit | 1.51 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Karet; Barang dari Karet dan Plastik | |||||||||||||||||||||||||
63 | 10. Industri Barang Galian bukan Logam | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 0.21 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha batu bata mencatat adanya peningkatan produksi. | Pertumbuhan | -1.89 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk usaha industri batu bata menunjukkan adanya penurunan produksi pada tahun 2022 karena cuaca buruk (sering hujan) yang memberikan dampak pada lamanya proses pembuatan batu bata dan berkurangnya ketersediaan bahan baku. | Pertumbuhan | 3.56 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha batu bata mencatat adanya peningkatan produksi sekitar 37,24 persen. | Pertumbuhan | 2.03 | 1. Berdasarkan Survei Mandiri Indikator Produksi Industri Pengolahan Aspal PT Cahaya Bali Bangun Persada, produksi aspal/hotmix meningkat 93,42 persen pada tahun 2024 dibandingkan 2023 2. Pada Tahun 2024, berdasarkan Survei Mandiri Indikator Produksi Produsen Bata Merah <Wiasa>, produksi bata merah meningkat 171,71 persen dibandingkan tahun 2023 | ||||||||||||||||||||||||
64 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 2.18 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 4.12 | Kenaikan harga tarif listrik, air, dan BBM mengakibatkan kenaikan harga pada Industri Bahan Galian bukan Logam | laju implisit | 3.21 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Bahan Galian bukan Logam. | laju implisit | 1.10 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Bahan Galian bukan Logam. | |||||||||||||||||||||||||
65 | 11. Industri Logam Dasar | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | |||||||||||||||||||||||
66 | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | ||||||||||||||||||||||||
67 | 12. Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 0.14 | Hasil pengolahan Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri pengolahan barang dari aluminium mencatatkan peningkatan volume produksi (0,47%) dan nilai produksi (0,75%). | Pertumbuhan | -1.06 | Hasil IMK menunjukkan penurunan produksi pada tahun 2022 karena melambatnya permintaan. | Pertumbuhan | 0.82 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi industri pembuatan peralatan rumah tangga dari aluminium mencatat adanya peningkatan produksi seiring peningkatan permintaan produk. | Pertumbuhan | 3.51 | Berdasarkan Survei Mandiri Indikator Produksi Pandawa Aluminium, di tahun 2024 produksi barang dari aluminium meningkat 11,97 persen dibandingkan tahun 2023 | ||||||||||||||||||||||||
68 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 3.24 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 3.53 | Kenaikan harga tarif dasar listrik, air, dan BBM mengakibatkan kenaikan harga pada Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik. | laju implisit | 1.04 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan. | laju implisit | 0.52 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan. | |||||||||||||||||||||||||
69 | 13. Industri Mesin dan Perlengkapan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 0.52 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk usaha servis dinamo dan rakit gulungan dinamo mencatat peningkatan volume produksi sekitar 11,11 persen. | Pertumbuhan | 0.52 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha reparasi motor listrik dinamo mencatat terdapat peningkatan volume rakitan gulungan dinamo beserta servisnya sekitar 24,75 persen. | Pertumbuhan | 1.30 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha rakit dan servis dinamo mencatat peningkatan produksi sekitar 17,59 persen. | Pertumbuhan | -3.43 | Aktivitas Industri Mesin dan Perlengkapan menurun pada tahun 2024. Hal ini dapat dilihat pada produksi rakit gulung dinamo menurun -78,06 persen pada Alik Dinamo sampel Survei Mandiri Indikator Produksi . | ||||||||||||||||||||||||
70 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 1.89 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 4.09 | Kenaikan harga tarif dasar listrik, air, dan BBM mengakibatkan kenaikan harga pada Industri Mesin dan Perlengkapan. | laju implisit | 2.21 | Kenaikan biaya operasional (harga BBM dan upah tenaga kerja) mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Mesin dan Perlengkapan. | laju implisit | -0.42 | Kenaikan biaya operasional (harga BBM dan upah tenaga kerja) mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Mesin dan Perlengkapan. | |||||||||||||||||||||||||
71 | 14. Industri Alat Angkutan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 0.66 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri alat angkutan perahu fiber/jukung menunjukkan peningkatan. | Pertumbuhan | 0.43 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri alat angkutan perahu fiber/jukung menunjukkan peningkatan. | Pertumbuhan | 1.24 | Industri pembuatan jukung mengalami pertumbuhan positif seiring dengan peningkatan aktivitas perikanan tangkap tahun 2023 di Kabupaten Jembrana. | Pertumbuhan | -3.76 | Terjadi penurunan produksi kurang dari 5 persen pada industri alat angkutan pada sampel Survei Mandiri Indikator Produksi industri pembuatan kapal penangkap ikan (jukung/perahu selerek/fiber) Pandan Wangi "Ahmad Suvi". | ||||||||||||||||||||||||
72 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 1.56 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 4.34 | Kenaikan harga tarif dasar listrik, air, BBM, dan bahan baku fiber mengakibatkan kenaikan harga pada Industri Alat Angkutan. | laju implisit | 2.57 | Kenaikan biaya operasional (BBM dan upah tenaga kerja) mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Alat Angkutan. | laju implisit | 1.99 | Kenaikan biaya operasional (BBM dan upah tenaga kerja) mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Alat Angkutan. | |||||||||||||||||||||||||
73 | 15. Industri Furnitur | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 0.71 | Hasil pengolahan VIMK menunjukkan gambaran peningkatan produksi pada industri furnitur sekitar 14,30 persen. | Pertumbuhan | 5.26 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi industri furnitur mencatat adanya peningkatan produksi sekitar 28,43 persen. Produk yang mengalami peningkatan seperti lemari, pintu, dipan, dan jendela. | Pertumbuhan | 0.23 | Berdasarkan hasil Susenas Maret 2023 menunjukkan konsumsi penduduk Jembrana untuk produk furnitur, perlengkapan rumah tangga, dan perbaikan rutin rumah meningkat sekitar 25,95 persen. | Pertumbuhan | -0.42 | Berdasarkan Survei Mandiri Indikator Produksi Pandawa Aluminium, pada tahun 2024 produksi furnitur dari aluminium meningkat 11,97 persen dibanding 2023 | ||||||||||||||||||||||||
74 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 1.31 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 2.82 | Kenaikan harga tarif dasar listrik, air, BBM, dan bahan baku kayu mengakibatkan kenaikan harga pada Industri Alat Angkutan. | laju implisit | 2.79 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Furnitur. | laju implisit | 1.87 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Furnitur. | |||||||||||||||||||||||||
75 | 16. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 3.64 | Hasil pengolahan VIMK menunjukkan gambaran peningkatan produksi sangat signifikan pada industri pengolahan lainnya, jasa reparasi, dan pemasangan mesin dan peralatan hingga lebih dari empat kali lipat. | Pertumbuhan | 5.55 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk usaha servis dinamo dan rakit gulungan dinamo mencatat peningkatan volume produksi sekitar 1,26 persen. | Pertumbuhan | 2.77 | 1. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi IBS pengolahan HOTMIX mencatat adanya peningkatan produksi hingga 775,67 persen. 2. Hasil IMK untuk pembuatan sarana upacara mencatatkan peningkatan produksi pada tahun 2023 dengan semakin meningkatnya kegiatan upacara keagamaan. | Pertumbuhan | 5.42 | Berdasarkan sampel Survei Mandiri Indikator Produksi UD. Putra Guru, produksi sarana upacara pada tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan 2023, yaitu sebesar 215,14 persen | ||||||||||||||||||||||||
76 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 1.52 | Peningkatan harga seiring dengan peningkatan IHP pada Kategori Industri Pengolahan. | laju implisit | 2.59 | Kenaikan harga tarif dasar listrik, air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan | laju implisit | 2.12 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan. | laju implisit | 3.36 | Kenaikan harga air, BBM, dan upah tenaga kerja mengakibatkan kenaikan harga pada produk Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan. | |||||||||||||||||||||||||
77 | D | Pengadaan Listrik, Gas | Pertumbuhan | 1.89 | Tidak terdapat revisi data rilis sebelumnya. Data volume listrik yang terjual atau disalurkan dari PLN dan data produksi es balok hasil Survei Mandiri Indikator Produksi di Kabupaten Jembrana menunjukkan volume listrik yang disalurkan tercatat tumbuh melambat dibandingkan data yang telah dirilis sebelumnya. Produksi es balok hasil Survei Mandiri Indikator Produksi tercatat tumbuh 12,07 persen. | Pertumbuhan | 2.38 | Tidak terdapat revisi data rilis sebelumnya. Berdasarkan data dari PLN area Bali Utara (Negara dan Gilimanuk), jumlah listrik terjual (KWh) sepanjang tahun 2019 tercatat sebesar 180.407.711 KWh dengan produksi listrik sebanyak 526.642.600 KWh atau meningkat sekitar 8,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk produksi es, hasil Survei Mandiri Indikator Produksi mencatat peningkatan cukup besar yakni lebih dari 100 persen. | Pertumbuhan | 2.38 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | 0.23 | Peningkatan pada Kategori Pengadaan Listrik dan Gas utamanya didorong peningkatan output distribusi listrik oleh PLN. Volume listrik terjual dari PLN (Rayon Negara dan ULP Gilimanuk) tercatat meningkat hingga lebih dari 50 persen. Seluruh segmen pelanggan tercatat meningkat dalam penggunaan listrik (kwh terjual), baik di rumah tangga, usaha perhotelan, sosial, perkantoran, industri, penerangan jalan umum, maupun layanan khusus. Meningkatnya produksi hasil tambak juga menunjukkan adanya peningkatan pemakaian listrik. | Pertumbuhan | 0.14 | Terdapat update data alokasi Subkategori Pengadaan Listrik sebagai bagian memperkecil diskrepansi. | Pertumbuhan | 0.83 | Kategori Pengadaan Listrik, Gas tercatat tumbuh positif pada tahun 2023. | Pertumbuhan | 6.67 | Kategori Pengadaan Listrik, Gas tercatat tumbuh positif pada tahun 2022. | Pertumbuhan | 8.86 | 1. Dengan semakin meningkatnya aktivitas perekonomian di Kabupaten Jembrana, tentu saja mendorong peningkatan distribusi listrik baik untuk golongan rumah tangga maupun sektor industri/usaha. Demikian pula dengan meningkatnya subkategori perikanan (utamanya perikanan tangkap) mendorong peningkatan kebutuhan akan pengadaan es balok untuk mengawetkan ikan. 2. Hasil Sakernas Agustus 2023 mencatat jumlah tenaga kerja pada sektor Pengadaan Listrik dan Gas meningkat signifikan hingga 284,17 persen. | Pertumbuhan | 1.35 | Dengan peningkatan pertumbuhan pada berbagai sektor ekonomi mendorong adanya peningkatan kebutuhan akan penyediaan listrik, gas, dan es sebagai bahan penolong dalam proses produksi | |||||||||||||
78 | laju implisit | 4.85 | Tidak ada perubahan dibandingkan laju implisit yang telah dirilis sebelumnya. | laju implisit | 1.42 | Tidak ada perubahan dibandingkan laju implisit yang telah dirilis sebelumnya. | laju implisit | 1.42 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.97 | Peningkatan biaya operasional mendorong peningkatan harga. | laju implisit | 0.99 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai ADHK data alokasi Subkategori Pengadaan Listrik. | laju implisit | 0.07 | Harga listrik per Kwh tercatat sedikit mengalami peningkatan. Kondisi ini tercermin pula dari peningkatan IHP Ketenagalistrikan dan Pengadaan Gas. | laju implisit | 1.51 | Kenaikan harga yang diatur pemerintah, seperti Tarif Dasar Listrik (TDL), BBM, dan gas. | laju implisit | 2.39 | Untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing industri, pemerintah tidak menaikkan tarif listrik selama tahun 2023. Namun, di sisi lain harga gas LPG pada tahun 2023, tercatat mengalami kenaikan. | laju implisit | 0.23 | Kenaikan biaya operasional (harga BBM) mengakibatkan kenaikan harga pada produk pengadaan listrik dan gas | |||||||||||||||
79 | 1. Ketenagalistrikan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 0.88 | Data PLN untuk area Kabupaten Jembrana yang bersumber dari PLN Provinsi Bali mencatatkan peningkatan jumlah listrik terjual (Kwh) sekitar 1,05 persen dengan peningkatan nilai penjualan sekitar 3,30 persen. | Pertumbuhan | 6.77 | Data distribusi listrik total PLN Rayon Negara dan PLN Rayon Gilimanuk untuk wilayah Kabupaten Jembrana mencatatkan peningkatan volume listrik terjual (Kwh) sekitar 1,72 persen dan peningkatan jumlah pelanggan sekitar 1,88 persen. | Pertumbuhan | 8.82 | Data distribusi listrik total PLN Rayon Negara dan PLN Rayon Gilimanuk untuk wilayah Kabupaten Jembrana mencatatkan peningkatan volume listrik terjual (Kwh) sekitar 3,98 persen dan peningkatan jumlah pelanggan sekitar 3,31 persen. | Pertumbuhan | 1.28 | Berdasarkan data Survei Mandiri Indikator Produksi dari PLN Area Negara dan PLN Area Gilimanuk, terjadi peningkatan pada tahun 2024 dibandingkan pada tahun 2023 - Jumlah Pelanggan meningkat sebesar 4,28 persen - Listrik Terjual meningkat sebesar 7,33 persen | ||||||||||||||||||||||||
80 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 0.05 | Harga listrik per Kwh tercatat sedikit mengalami peningkatan. Kondisi ini tercermin pula dari peningkatan IHP Ketenagalistrikan dan Pengadaan Gas. | laju implisit | 1.48 | Terjadi kenaikan harga listrik yang diatur pemerintah sesuai masing-masing kelompok. Rumah Tangga: 1. Golongan R-1/TR daya 900 VA, Rp 1.352 per kWh. 2. Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp 1.444,70 per kWh. 3. Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.444,70 per kWh. 4. Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.699,53 per kWh. 5. Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.699,53 per kWh. Bisnis Besar: 1.Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.444,70 per kWh. 2. Golongan B-3/ Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh. Industri Besar: 1. Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.114,74 per kWh. 2. Golongan I-4/ Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas, Rp 996,74 per kWh. Pemerintah: 1. Golongan P-1/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.699,53 per kWh. 2. Golongan P-2/ TM daya di atas 200 kVA, Rp 1.522,88 per kWh. 3. Golongan P-3/ TR untuk penerangan jalan umum, Rp 1.699,53 per kWh. Layanan Khusus: 1. Golongan L/ TR, TM, TT, Rp 1.644,52 per kWh. https://jembranakab.bps.go.id/ -WARTA UNTUK JEMBRANA 2022- | laju implisit | 2.39 | Pada tahun 2023, besaran tarif listrik untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi tetap alias tidak naik. Namun secara perhitungan tarif tenaga listrik golongan pelanggan nonsubsidi semestinya mengalami kenaikan jika memperhatikan indikator-indikator makro ekonomi yang memengaruhi kenaikan harga tarif listrik meliputi kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi dan Harga Patokan Batubara (HPB). Akan tetapi untuk menjaga daya beli masyarakat dan daya saing industri, pemerintah memutuskan tidak menaikkan tarif listrik pada 2023. https://www.kompas.com/tren/read/2023/06/23/154500965/tarif-listrik-per-kwh-juli-september-2023-tidak-naik-ini-besarannya#:~:text=Akan%20tetapi%2C%20untuk%20menjaga%20daya,2023%20(triwulan%20III%202023). | laju implisit | 0.21 | Tidak terdapat peningkata tarif dasar listrik pada tahun 2024 (https://web.pln.co.id/statics) | |||||||||||||||||||||||||
81 | 2. Pengadaan Gas dan Produksi Es | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | -1.12 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk industri pembuatan es balok mencatat penurunan volume produksi sekitar -33,57 persen. | Pertumbuhan | 2.93 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk pengadaan gas dan produksi es balok untuk pengawetan ikan menunjukkan adanya peningkatan produksi pada tahun 2022. | Pertumbuhan | 10.74 | Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi pengadaan gas dan produksi es balok untuk pengawetan ikan menunjukkan adanya peningkatan produksi pada tahun 2023. | Pertumbuhan | 3.86 | Berdasarkan data Survei Mandiri Indikator Produksi dari PT Sarana Tani Pratama terjadi peningkatan produksi es balok pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 sebesar 9,56 persen. Kondisi ini sejalan dengan peningkatan kebutuhan akan pengawetan ikan hasil tangkapan yang juga mengalami peningkatan pada tahun 2024. | ||||||||||||||||||||||||
82 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 0.51 | Harga listrik per Kwh tercatat sedikit mengalami peningkatan. Kondisi ini tercermin pula dari peningkatan IHP Ketenagalistrikan dan Pengadaan Gas. | laju implisit | 2.20 | Terjadi kenaikan harga gas 3 kg yang sebelumnya memiliki HET sebesar Rp 16.000 menjadi Rp 19.000 atau naik sebesar 18,75 persen. | laju implisit | 2.50 | 1. Harga LPG 3 Kg dan 12 Kg naik pada pekan ketiga Agustus 2023, untuk LPG 3 Kg mengalami kenaikan sebesar 0,92% sedangkan untuk LPG 12 Kg melonjak naik sebesar 4,9% berdasarkan data dari Sistem pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP) https://dataindonesia.id/komoditas/detail/harga-lpg-3-kg-dan-12-kg-naik-pada-pekan-ketiga-agustus-2023 2. Secara internasional, harga gas alam dunia naik menuju level US$2,06 per MMbtu pada 19 Oktober 2023 https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/10/19/harga-gas-alam-dunia-naik-menuju-level-us-3-06-per-mmbtu-kamis-19-oktober-2023- | laju implisit | 1.71 | Berdasarkan data Survei Mandiri Indikator Produksi , terjadi peningkatan harga es balok sebesar 60,66 persen jika dibandingkan pada tahun 2024 | |||||||||||||||||||||||||
83 | E | Pengadaan Air | Pertumbuhan | 2.74 | Terdapat update (revisi) data volume air yang disalurkan (m3) dari PDAM Kabupaten Jembrana. Secara volume, peningkatan produksi air tercatat sekitar 1,97 persen. | Pertumbuhan | 1.36 | Tidak terdapat revisi data rilis sebelumnya. Berdasarkan data dari PDAM Kabupaten Jembrana hasil Survei Mandiri Indikator Produksi dan SKTNP Barang, volume air yang disalurkan (M3) meningkat sekitar 0,82 persen secara y-on-y. | Pertumbuhan | 1.36 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -0.58 | Data PDAM Tirta Amertha Jati mencatatkan pertumbuhan negatif sepanjang tahun 2020. Berdasarkan volume air yang disalurkan (m3), tercatat penurunan produksi sekitar -3 persen. Penurunan utamanya dari Pemkab dan sekolah-sekolah terkait pemberlakuan WFH dan SFH. Selama empat bulan dari April hingga Juli 2020, PDAM Jembrana membebaskan sanksi denda keterlambatan pembayaran rekening air. Kebijakan menghapus sanksi denda terhadap pelanggan ini, sebagai bagian upaya meringankan beban masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19. Di samping itu juga membantu upaya pemulihan ekonomi dalam masa tatanan kehidupan era baru yang diberlakukan mulai Juli lalu. | Pertumbuhan | -0.58 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -3.81 | 1. Data PDAM Tirta Amertha Jati di Kabupaten Jembrana mencatat penurunan volume air yang disalurkan (m3) sekitar -6,05 persen. 2. Hasil SKTNP Jasa untuk jasa pengolahan limbah mencatat adanya penurunan produksi sekitar -9,04 persen. | Pertumbuhan | 0.23 | 1. Data PDAM Tirta Amertha Jati Kabupaten Jembrana mencatat volume air yang disalurkan (m3) meningkat sekitar 2,31 persen dengan pendapatan penjualan air bersih meningkat sekitar 7,16 persen. 2. Data Sakernas Agustus 2022 mencatat jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja pada kategori pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang bertambah hingga sekitar 118,63 persen. | Pertumbuhan | -0.11 | 1. Data PDAM Tirta Amertha Jati Kabupaten Jembrana mencatat volume air yang disalurkan (m3) menurun sekitar -3,07 persen. 2. Data LRA APBD untuk pendapatan pajak air tanah mencatat adanya penurunan penerimaan pajak sekitar -4,26 persen. | Pertumbuhan | 3.17 | Berdasarkan data Survei Mandiri Indikator Produksi dari PDAM Kabupaten Jembrana, jumlah air yang disalurkan meningkat sebesar 6,35 persen. Selain itu, data Survei Mandiri Indikator Produksi dari BPKAD Kabupaten Jembrana, pajak air tanah meningkat sebesar 54,93 persen. | |||||||||||||
84 | laju implisit | 0.39 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.03 | Tidak terdapat revisi data rilis sebelumnya. Bertambahnya jumlah pelanggan dan tingginya permintaan akan air dan jasa pengolahan limbah karena musim kemarau panjang menyebabkan terjadinya peningkatan harga. | laju implisit | 1.03 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.98 | Peningkatan biaya operasional mendorong peningkatan harga. | laju implisit | 0.98 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 1.01 | Harga air bersih per m3 tercatat mengalami peningkatan. Hal ini tergambar dari nilai pendapatan penjualan air bersih tercatat meningkat sekitar 3,80 persen, meski secara volume menurun. Kondisi ini juga ditunjukkan dengan peningkatan IHP pengelolaan air. | laju implisit | 2.03 | Harga air bersih per m3 tercatat mengalami peningkatan. Hal ini tergambar dari nilai pendapatan penjualan air bersih. Peningkatan harga dipengaruhi pula oleh peningkatan biaya operasional seperti penambahan pipa dan perawatan saluran air. | laju implisit | 2.62 | Terjadi kenaikan tarif air PDAM sebesar Rp. 10.000 di Provinsi Bali tahun 2023( https://denpasar.kompas.com/read/2023/08/03/163457478/gubernur-bali-singgung-warga-ribut-saat-tarif-air-naik-rp-10000-tetapi-beli ) | laju implisit | 1.45 | Terjadi peningkatan tarif dasar air PDAM yang terjadi pada tahun 2024 (https://www.rri.co.id/daerah/580560/april-2024-pdam-berlakukan-tarif-baru-pembayaran-air) | |||||||||||||||
85 | F | Konstruksi | Pertumbuhan | 9.74 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. Data jumlah IMB yang diterbitkan oleh Dinas PMPTSP Kabupaten Jembrana menunjukkan dari LRA, penyusutan belanja modal bangunan tercatat meningkat sekitar 43,22 persen. Data retribusi total tercatat meningkat sekitar 5,21 persen. Pada tahun 2018 dilaksanakan pembangunan RSU Negara dengan nilai kontrak mencapai Rp179 M dari dana APBD dengan sistem pola rancang bangun tahun jamak 2018-2019. Pada tahal I (tahun 2018) dianggarkan Rp130 M. Selain itu dilakukan pembangunan Terminal Penumpang Negara di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Desa Baluk (https://www.nusabali.com/berita/45090/rampungkan-pembangunan-terminal-siapkan-anggaran-rp-54-miliar). Proyek berskala besar lainnya berupa pembangunan gedung auditorium di kawasan civic center Pemkab Jembrana, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Jembrana yang pada tahap I tahun 2018 menghabiskan anggaran sekitar Rp 8.9M (https://www.nusabali.com/berita/55160/proyek-auditorium-tahap-ii-telan-rp-18-m) serta pengembangan Kebun Raya Jagatnatha Jembrana. | Pertumbuhan | 3.52 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. Berdasarkan hasil Survei Mandiri Indikator Produksi di Kabupaten Jembrana, jumlah IMB yang diterbitkan dan nilai penyusutan belanja modal tercatat mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dari sisi pendapatan atas penerbitan IMB meningkat sekitar 18,08 persen secara y-on-y. Dilihat dari nilai PBB dan Pajak Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan juga tercatat meningkat, masing-masing sekitar 0,39 persen dan 17,76 persen. Data retribusi total tercatat meningkat sekitar 2 persen. Pada tahun 2019, dilanjutkan beberapa proyek pembangunan berskala besar seperti pembangunan RSU Negara tahap II dengan anggaran sekitar Rp50 M (https://news.beritabali.com/read/2018/06/27/201806270004/pembangunan-rsu-negara-senilai-rp179-m-ditarget-rampung-2019), finishing pembangunan kawasan Terminal Penumpang Negara, pembangunan proyek auditorium tahap II senilai HPS Rp18 M, dan penyelesaian pengembangan Kebun Raya Jagatnatha Jembrana (https://radarbali.jawapos.com/read/2019/06/26/143152/kebun-raya-jagatnatha-jembrana-dipermak-launching-lima-bulan-lagi). | Pertumbuhan | 3.52 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -2.14 | Jumlah IMB terbit tercatat mengalami penurunan sekitar -27 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk LRA belanja modal khusus bangunan juga tercatat turun hingga -78 persen. Beberapa proyek pembangunan milik Pemkab dengan biaya cukup besar yang ditunda pelaksanaannya antara lain Gedung Mall Pelayanan Publik (sekitar 4 miliar) serta Auditorium Anjungan Cerdas dan Konservasi. Berdasarkan responden konstruksi diperoleh informasi sbb: mengacu kepada Surat Edaran Gubernur Bali, Surat Edaran Bupati Jembrana No. 050/183/BPKAD/2020, Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum RI, Surat Edaran Menteri Keuangan RI, dan Surat Edaran OJK (Otoritas Jasa Keuangan) update No. 04CSPI serta terkait dengan situasi dan kondisi saat ini, dimana dampak yang ditimbulkan dari Corona Virus Disease (COVID-19) sangat besar terutama pada sektor Konstruksi Fisik, baik dari tingkat pemerintah pusat sampai daerah, dengan ditiadakannya anggaran belanja yang sumber dananya dari dana DAK Fisik (APBN, APBD I, dan APBD II), bantuan keuangan dari PHR Kabupaten Badung dan bantuan keuangan dari Prov Bali, kecuali untuk jaminan kesehatan nasional serta meniadakan belanja modal yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah yang belum direalisasikan, yang berdampak langsung pada turunnya cashflow perusahaan konstruksi. | Pertumbuhan | -2.74 | Terdapat update data terkait kegiatan/aktivitas konstruksi di Kabupaten Jembrana selama tahun 2020 sekaligus sebagai upaya memperbaiki level antar kabupaten/kota dengan memperhatikan besaran rasio PMTB Bangunan. | Pertumbuhan | 2.01 | 1. Data penerbitan IMB mencatatkan peningkatan jumlah IMB terbit dari 213 pada tahun 2020 menjadi 355 pada tahun 2021 (dengan catatan mulai triwulan IV 2021 tidak ada pengurusan IMB berganti menjadi Persetujuan Bangunan dan Gedung/PBG. Namun, hingga sekarang belum berjalan menunggu Perda Retribusi terbaru). 2. Pengerjaan konstruksi meningkat dengan sumber biaya APBN atau APBD Provinsi Bali, diantaranya meliputi: a) Pembangunan/rehab fisik sekolah dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 di SD 2 Asah Duren (Rp984,3 juta) dan SD 1 Medewi (Rp1,1 M). Secara agregat, penyerapan DAK 2021 yang sudah mencapai 100 persen untuk rehab sekolah baik SD maupun SMP senilai Rp30 miliar. b) Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Berangbang senilai Rp38,3 M dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR (dikerjakan selama 15 bulan dan selesai pada awal tahun 2022). c) Pembangunan 2 jembatan baru dilakukan di jalur utama Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Sumbersari dan di kawasan Hutan Cekik, Kecamatan Melaya, Jembrana pada Bulan September-Desember 2021. Pelaksanaannya diawasi oleh Balai Besar Pengerjaan Jalan Nasional Provinsi Bali. d) Bupati mencanangkan dimulainya pembangunan tambak udang vaname di Br. Pebuahan, Banyubiru, yang menggunakan metode Ultra Intensive Aquagriculture Technology, sebuah metode terbaru budidaya udang vaname berbasis teknologi terkini. Program ini merupakan kerjasama antara Pemda Jembrana dengan TNI AL dan menggandeng investor PT. Bonafit Bamaraja Marine dalam bentuk Program Kampung Bahari Nusantara berbasis budidaya udang vaname dan wisata bahari. e) Pelaksanaan panen udang vannamei di Poltek Kelautan Perikanan (Poltek KP) yang terletak di Desa Pengambengan Kecamatan Negara- Jembrana berbarengan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung teaching factory (TEFA) budidaya ikan. f) Pembangunan Gedung Mapolsek Kota Jembrana. g) Pembangunan gedung kelas belajar siswa di UWP Sila Kertha Raharja Manistutu oleh Kementerian Agama RI. h) Pembangunan Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jembrana oleh Kementerian Agama RI. i) Rehabilitasi Gedung SLBN 1 Jembrana oleh Pemprov Bali senilai Rp281juta (sumber: https://lpse.baliprov.go.id/). j) Belanja Modal Pembangunan Ruang Laboratorium Kimia (DAK) SMAN 1 Mendoyo dan Pembangunan Toilet (Jamban) Beserta Sanitasinya (DAK) SMAN 1 Mendoyo senilai Rp832 juta. k) Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor SMAN 3 Negara senilai Rp9,783M. 3. Data hasil Sakernas Agustus 2021 menunjukkan adanya penurunan jumlah tenaga kerja yang bekerja pada Kategori F sekitar -6,80 persen. 4. Data realisasi APBD untuk total belanja modal gedung dan bangunan (konstruksi gedung) dan belanja modal jalan, jembatan, saluran irigasi (konstruksi bangunan sipil) tercatat menurun sekitar -15,82 persen. | Pertumbuhan | 2.64 | 1. Kategori Konstruksi tercatat menunjukkan peningkatan kinerja ekonomi yang ditunjukkan dengan meningkatnya pembangunan konstruksi gedung/bangunan, seperti: a. Pembangunan Gedung Sentra Tenun yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian senilai 11,2 Miliar rupiah. b. Revitalisasi gedung PLUT dengan anggaran sebesar Rp 1.758.959.000,- yang bersumber dari DAK Kementerian Koperasi dan UKM. c. Kementerian PUPR mulai membangun Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,83 kilometer (km). Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Bali I Wayan Koster di Pekutatan, Jembrana, Bali pada Sabtu (10/9). d. Pembangunan Gedung Pabrik PT Mitra Prodin yang menghabiskan biaya pembangunan hingga sekitar Rp200 miliar. e. Gedung baru KPN Satya Bakti selesai dibangun dengan menghabiskan biaya sekitar 1 M, dibangun dalam tempo 5 bulan. f. Pada bulan Juni 2022 dilakukan pembangunan gedung PHDI Kabupaten Jembrana senilai Rp500juta dengan dana berasal dari Kementerian Agama. g. Pembangunan Sirkuit All in One di Desa Pengambengan Kabupaten Jembrana dengan biaya sekitar Rp4,5 miliar. h. Krematorium Desa Adat Pekutatan telah selesai dibangun dan menelan biaya sekitar 8,7 miliar yang bersumber dari dana BKK Provinsi Bali. 4. Data realisasi belanja modal APBD khusus untuk konstruksi gedung tercatat meningkat sekitar 45,93 persen dan konstruksi bangunan sipil meningkat hingga 168,78 persen. 5. Data jumlah pengurusan ijin persetujuan bangunan gedung (PBG) tahun 2022 mencatat total retribusi yang dikumpulkan meningkat sekitar 83,72 persen. | Pertumbuhan | 0.22 | 1. Kategori Konstruksi tercatat mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun 2023 meskipun melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Ada beberapa proyek konstruksi besar termasuk Pembangunan Pasar Umum Negara di Jembrana Bali Telan Anggaran 143,5 Miliar (proyek multiyears) dan Sentra Pengolahan Beras Terpadu (sudah selesai). https://mediaaku.com/Berita.aspx?title=pembangunan-pasar-umum-negara-di-jembrana-bali-telan-anggaran-143,5-miliar#:~:text=Pembangunan%20Pasar%20Umum%20Negara%20di%20Jembrana%20Bali%20Telan%20Anggaran%20143%2C5%20Miliar https://www.detik.com/bali/bisnis/d-6936226/pembangunan-pasar-umum-negara-senilai-rp-143-5-miliar-dimulai https://bali.bisnis.com/read/20230222/537/1630698/jembrana-bangun-sentra-pengolahan-beras-terpadu 2. Hasil Sakernas Agustus 2023 mencatat jumlah tenaga kerja pada sektor Konstruksi meningkat sekitar 16,98 persen. 3. Beberapa proyek konstruksi yang dilaksanakan tahun 2023 (tender) dengan total tander senilai Rp31.669.705.976,88: a. Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Benel di Kabupaten Jembrana (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 4.317.380.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek dilaksanakan tahun 2023 dan sudah selesai dalam 1 tahun pengerjaan (bukan proyek multiyears). b. Pengawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Benel di Kabupaten Jembrana (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 319.633.380,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai c. Penataan Halaman Taman Makam Pahlawan Negara. Nilai Kontrak : Rp. 239.908.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. d. Pembangunan Pura Segara Gilimanuk. Nilai Kontrak : Rp. 1.555.555.555,55. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. e. Pembangunan Pura Agung Pecangakan. Nilai Kontrak : Rp. 631.994.700,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. f. Rehab Pura Kahyangan Jagat Majapahit. Nilai Kontrak : Rp. 4.070.427.582,04. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. g. Pembangunan Pura Ulun Pecangakan. Nilai Kontrak : Rp. 1.531.607.042,26. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. h. Pembangunan Factory Sharing Komoditi Kakao Kabupaten Jembrana. Nilai Kontrak : Rp. 3.839.351.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. i. Pekerjaan Konstruksi Mall Pelayanan Publik Tahap II. Nilai Kontrak : Rp. 2.679.765.775,41. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. j. Pembangunan Pura Segara Pengambengan. Nilai Kontrak : Rp. 939.780.908,21. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. k. Pengawasan Pembangunan Factory Sharing pada Sentra UKM Kabupaten Jembrana. Nilai Kontrak : Rp. 210.611.400,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. l. Rehabilitasi ruang tata usaha dengan tingkat kerusakan minimal sedang SMPN 5 Negara DAK SMP Tahun 2023. Nilai Kontrak : Rp. 231.162.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. m. Pembangunan Ruang UKS SMPN 5 Negara DAK SMP Tahun 2023. Nilai Kontrak : Rp. 200.435.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. n. Pembangunan toilet (jamban) beserta sanitasinya SMPN 5 Negara DAK SMP Tahun 2023. Nilai Kontrak : Rp. 285.149.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. o. Pembangunan Pura Luhur Pasatan. Nilai Kontrak : Rp. 776.556.395,57. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. p. Pembangunan Pura Kembar Perancak. Nilai Kontrak : Rp. 581.000.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. q. Pembangunan Pura Pegubugan. Nilai Kontrak : Rp. 367.313.212,16. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. r. Pembangunan Pura Kanjeng Ratu Kidul. Nilai Kontrak : Rp. 907.896.465,68. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. s. Pagar Alas Sirkuit All In One. Nilai Kontrak : Rp. 746.032.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. t. Pembangunan Bangunan Penunjang Gedung Kejaksaan Negeri Jembrana. Nilai Kontrak : Rp. 480.947.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. u. Pembangunan Sumur Bor Desa Tukadaya. Nilai Kontrak : Rp. 920.012.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. v. Jasa Konsultasi Dokumen Lingkungan Rencana Kegiatan Revitalisasi Pasar Umum Negara. Nilai Kontrak : Rp. 458.436.660,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. w. Rehabilitasi ruang kelas SDN 2 Pohsanten. Nilai Kontrak : Rp. 365.988.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. x. Rehabilitasi ruang kelas SDN 2 Cupel. Nilai Kontrak : Rp. 412.039.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. y. Rehabilitasi ruang kelas SDN 2 Dauhwaru. Nilai Kontrak : Rp. 360.132.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. z. Rehabilitasi ruang kelas SDN 3 Medewi. Nilai Kontrak : Rp. 358.217.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. aa. Rehabilitasi ruang kelas SDN 6 Penyaringan. Nilai Kontrak : Rp. 241.814.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. ab. Rehabilitasi ruang kelas SDN 6 Yehembang. Nilai Kontrak : Rp. 366.647.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. ac. Rehabilitasi ruang kelas SDN 3 Tegal Cangkring. Nilai Kontrak : Rp. 379.161.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. ad. Rehabilitasi ruang kelas SDN 4 Melaya. Nilai Kontrak : Rp. 676.257.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. ae. Pembangunan Gedung SPKT POLRES Jembrana. Nilai Kontrak : Rp. 1.669.168.000,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. af. DED Pembangunan/Revitalisasi Pasar Negara. Nilai Kontrak : Rp. 549.327.900,00. Sumber Dana: APBD. Proyek sudah selesai. https://lpse.jembranakab.go.id/eproc4/lelang?kategoriId=&tahun=2023&instansiId=&rekanan=&kontrak_status=&kontrak_tipe= https://lpse.baliprov.go.id/eproc4/lelang?kategoriId=&tahun=2023&instansiId=&rekanan=&kontrak_status=&kontrak_tipe= Perbandingan dengan konstruksi tahun 2022: Proyek konstruksi yang dilaksanakan tahun 2022 (tender) dengan nilai tender senilai Rp 90.874.849.721,00: a. Pembangunan Sirkuit All in One di Pengambengan (APBD). Nilai Kontrak : Rp. 968.896.300,00 b. Pembangunan dan Rehabilitasi Pura. Nilai Kontrak : Rp. 321.807.000,00 c. Pembangunan Krematorium. Nilai Kontrak : Rp. 8.780.091.000,00 d. Rehabilitasi Ruang Kelas SDN 2 Pendem DAK SD Th 2022. Nilai Kontrak : Rp. 267.810.000,00 e. Rehabilitasi Ruang Kelas (SDN 1 Pengeragoan, SDN 4 Medewi, SDN 2 Asahduren) DAK SD Th 2022. Nilai Kontrak : Rp. 663.322.000,00 f. Perehaban Pura Jagatnata. Nilai Kontrak : Rp. 3.397.772.000,00 g. Rehabilitasi Ruang Kelas SDN 5 Melaya DAK SD Th 2022. Nilai Kontrak : Rp. 263.371.000,00 h. Rehabilitasi ruang kelas SDN 1 Candikusuma DAK SD Th 2022. Nilai Kontrak : Rp. 174.108.000,00 i. Belanja Modal Bangunan Kesehatan-Rehab NICU. Nilai Kontrak : Rp. 1.923.689.925,00 j. Belanja Modal Bangunan Kesehatan- Rehab PICU. Nilai Kontrak : Rp. 1.336.785.517,00 k. Peningkatan Saluran Drainase Penanggulangan Banjir. Nilai Kontrak : Rp. 1.362.043.000,00 l. Rehabilitasi Bendung dan Sayap Bendung Penyaringan Tahap II. Nilai Kontrak : Rp. 558.268.000,00 m. Pembangunan Gedung KPU Jembrana. Nilai Kontrak : Rp. 1.410.410.000,00 n. Pembangunan Jembatan Bungbungan Dauh Pangkung - Dangin Pangkung. Nilai Kontrak : Rp. 1.444.088.808,00 o. Pembangunan Sirkuit All in One di Pengambengan (DAK) . Nilai Kontrak : Rp. 2.999.000.000,00 p. Revitalisasi Gedung PLUT. Nilai Kontrak : Rp. 1.797.307.844,00 q. Belanja Modal Bangunan Industri - Gedung Sentra Tenun. Nilai Kontrak : Rp. 11.200.000.000,00 r. Belanja modal bangunan industri berupa jasa pengawasan. Nilai Kontrak : Rp. 165.847.320,00 s. Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan di Kawasan Perdesaan Berupa Pegembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah (SR) di Kelurahan Tegalcangkring. Nilai Kontrak : Rp. 945.041.000,00 t. Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan di Kawasan Perdesaan Berupa Pegembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah (SR) di Desa Penyaringan. Nilai Kontrak : Rp. 1.138.852.000,00 u. Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan di Kawasan Perdesaan Berupa Pegembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah (SR) di Desa Yeh Sumbul sp. Nilai Kontrak : Rp. 1.638.897.000,00 v. Peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan di Kawasan Perdesaan Berupa Pegembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah (SR) di Desa Melaya. Nilai Kontrak : Rp. 1.922.334.000,00 w. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan + Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas struktur Jalan Jalak Putih (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 3.031.956.287,00 x. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Matahari (DAK) . Nilai Kontrak : Rp. 2.900.000.000,00 y. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Persil - Segah (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 2.168.563.709,00 z. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Pergung - Pangkung Apit (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 5.122.302.310,00 aa. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Tetelan - Palasari (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 6.509.337.230,00 ab. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Mendoyo Dauh Tukad - Gunung Sekar (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 3.874.874.241,00 ac. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan + Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas struktur Jalan Yeh Embang - Kedisan (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 4.592.696.650,00 ad. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan + Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas struktur Jalan Poh Santen - Pangkung Jangu (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 6.969.000.081,00 ae. Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Lelateng - Baluk Rening (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 6.288.312.519,00 af. Belanja Persediaan untuk Dijual/Diserahkan-Persediaan untuk Dijual/Diserahkan Kepada Masyarakat berupa Babi. Nilai Kontrak : Rp. 362.560.000,00 ag. Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Benel di Kabupaten Jembrana (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 4.108.086.000,00 ah. Pengawasan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Benel di Kabupaten Jembrana (DAK). Nilai Kontrak : Rp. 267.418.980,00 https://lpse.jembranakab.go.id/eproc4/lelang?kategoriId=&tahun=2022&instansiId=&rekanan=&kontrak_status=&kontrak_tipe= https://lpse.baliprov.go.id/eproc4/lelang?kategoriId=&tahun=2022&instansiId=&rekanan=&kontrak_status=&kontrak_tipe= | Pertumbuhan | 1.10 | 1. Berdasarkan realisasi APBD, belanja modal konstruksi meningkat sebesar 79,93 persen. Selain itu, data tenaga kerja hasil Sakernas menunjukkan peningkatan sebesar 18,02 persen. 2. Beberapa proyek konstruksi berskala besar yang dikerjakan pada tahun 2024 diantaranya penanganan abrasi di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pembangunan pengaman pantai sepanjang 1,9 kilometer. Konstruksi ini menggunakan revetment batu armor dan dilengkapi dengan walkway dari paving block. Selain itu, revitalisasi Pasar Umum Negara (PUN) juga telah dimulai dengan target penyelesaian pada Juli 2024. | |||||||||||||
86 | laju implisit | 4.29 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dengan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 3.21 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dengan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 3.21 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.96 | Harga bahan baku dan jasa konstruksi meningkat seiring peningkatan biaya operasional akibat dampak pandemi Covid-19. | laju implisit | 1.58 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai ADHB dan ADHK Kategori Konstruksi. | laju implisit | 2.06 | Harga bahan bangunan dan jasa konstruksi tercatat mengalami peningkatan sekitar 10 persen (berdasarkan hasil pendataan IKK di Kabupaten Jembrana). | laju implisit | 4.27 | Peningkatan TDL, BBM, air, upah tenaga kerja, dan bahan baku (semen, pasir, kayu, batu) menjadi pendorong utama peningkatan harga pada Kategori Konstruksi. | laju implisit | 1.69 | Peningkatan biaya operasional (BBM, air, upah tenaga kerja) dan harga bahan baku (semen, pasir, kayu, batu) menjadi pendorong utama peningkatan harga pada Kategori Konstruksi. | laju implisit | 0.96 | Peningkatan biaya operasional (BBM, air, upah tenaga kerja) dan harga bahan baku (semen, pasir, kayu, batu) menjadi pendorong utama peningkatan harga pada Kategori Konstruksi. Hal ini juga ditunjukkan oleh data SHPED yang menunjukkan terjadinya peningkatan rata-rata upah tukang sebesar 12,22 persen (dari Rp95.312 di tahun 2023 menjadi Rp107.917 di tahun 2024). | |||||||||||||||
87 | G | Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor | Pertumbuhan | 6.16 | Terdapat update data hasil Survei Mandiri Indikator Produksi , untuk subkategori perdagangan besar dan eceran (selain mobil dan sepeda motor) tercatat meningkat cukup tinggi. | Pertumbuhan | 6.54 | Tidak terdapat revisi dari laju pertumbuhan yang telah dirilis sebelumnya. Berdasarkan hasil Survei Mandiri Indikator Produksi terkait data realisasi penerimaan BBNKB-1 Badan Pendapatan Provinsi Bali di Kantor Samsat Jembrana tahun 2019 mencatat peningkatan jumlah unit kendaraan baru sekitar 18.58 persen. Untuk perdagangan besar dan eceran (bukan mobil dan sepeda motor) hasil Survei Mandiri Indikator Produksi mencatat peningkatan sekitar 4,38 persen, sedangkan untuk jasa service mobil tercatat meningkat 15,91 persen dan perdagangan mobil bekas meningkat sekitar 7,03 persen. | Pertumbuhan | 6.54 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -6.81 | Pertumbuhan negatif pada Kategori Perdagangan utamanya didorong pertumbuhan negatif pada Subkategori Perdagangan Mobil dan Sepeda Motor. Berdasarkan data Samsat (Dispenda Provinsi Bali UPT Jembrana), tercatat penurunan besaran pajak kendaraan baru (BBNKB dan PKB) hingga sekitar -46 persen. Kondisi ini sejalan dengan menurunnya jumlah kendaraan baru. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk usaha perdagangan eceran yang utamanya sembako mencatat penurunan penjualan sepanjang tahun 2020 jika dibandingkan tahun sebelumnya. | Pertumbuhan | -6.61 | Terdapat update data terkait aktivitas perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor dengan adanya penambahan data sampel pendukung. | Pertumbuhan | 0.82 | 1. Peningkatan pada Kategori Perdagangan Besar dan Eceran searah dengan peningkatan pada ketiga kategori lapangan usaha (pertanian, penggalian, dan industri pengolahan) yang menghasilkan produk/barang yang diperdagangkan (commodity flow). Hal ini juga telah mempertimbangkan net ekspor dari LK ekspor-impor PDRB Menurut Pengeluaran Kabupaten Jembrana. 2. Hasil Sakernas Agustus 2021 mencatat peningkatan jumlah tenaga kerja yang bekerja pada Kategori G sekitar 11,66 persen. | Pertumbuhan | 5.41 | Kategori Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tercatat tumbuh positif. Peningkatan produksi dipengaruhi ketersediaan berbagai produk barang yang selaras dengan peningkatan permintaan konsumen. | Pertumbuhan | 5.06 | 1. Kategori Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tercatat tumbuh positif. Peningkatan produksi dipengaruhi ketersediaan berbagai produk barang yang selaras dengan peningkatan permintaan konsumen. 2. Hasil Sakernas Agustus 2023 mencatat jumlah tenaga kerja pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor meningkat sekitar 16,97 persen. | Pertumbuhan | 2.24 | Terjadi peningkatan produksi Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar lebih dari 2 persen yang terjadi utamanya pada sektor perdagangan mobil dan perdagangan BBM akibat bertambahnya kendaraan bermotor. | |||||||||||||
88 | laju implisit | 2.16 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.96 | Tidak terdapat revisi laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 1.96 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.98 | 1) Harga daging ayam di beberapa pasar mengalami peningkatan dari Rp. 25 ribu menjadi Rp. 38 ribu perkilogram. Selain harga daging ayam yang melonjak, harga daging sapi juga menjadi Rp. 120 ribu perkilogram. Menurut beberapa pedagang daging, peningkatan harga daging ini diakibatkan berkurangnya pasokan daging dari rumah potong ke pasar. Harga bawang merah juga naik Rp. 5 ribu per kilogram, dari 40 ribu rupiah menjadi 45 ribu rupiah per kilogram. 2) Data Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) mencatat ada penurunan wajib pajak tidak membayar pajak sebesar 1.246 unit, akan tetapi jumlah penerimaan uang terjadi peningkatan sebesar Rp 114.583.550, atau 0,34 persen karena di tahun 2020 banyak yang datang membayar pajak kendaraan roda empat. | laju implisit | 0.77 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai ADHB dan ADHK Subkategori Perdagangan Besar dan Eceran. | laju implisit | 2.04 | Sesuai dengan pergerakan peningkatan IHP bahan baku barang yang diperdagangkan dan peningkatan IHK (seturut IHK Kota Singaraja) khususnya makanan, minuman, pakaian, rokok tembakau. | laju implisit | 4.44 | Terjadi kenaikan harga operasional seperti kenaikan BBM, listrik dan air mengakibatkan kenaikan harga pada kategori Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor. Selain itu kenaikan tarif pajak sebesar 11% juga mempengaruhi kenaikan harga. https://klc2.kemenkeu.go.id/kms/knowledge/peubahan-tarif-ppn-menjadi-11-mulai-april-2022-e7de2cde/detail/ | laju implisit | 3.46 | Terjadi kenaikan harga BBM. Selain itu, pada akhir tahun 2023 harga kendaraan mengalami peningkatan akibat momen akhir tahun dan melemahnya rupiah terhadap dolar US. | laju implisit | 1.58 | Terjadi peningkatan biaya perdagangan akibat biaya operasional seperti BBM sehingga harga barang yang diperjualbelikan meningkat dan juga terjadi kenaikan kurs sehingga terjadi peningkatan harga kendaraan bermotor | |||||||||||||||
89 | 1. Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | -3.08 | 1. Data penerimaan pajak BBNKB I dari Bapenda Provinsi Bali untuk area Kabupaten Jembrana tercatat mengalami penurunan sekitar -21,34 persen dengan jumlah kendaraan baru (sepeda motor dan mobil) tercatat menurun sekitar -20,67 persen. 2. Data LRA APBD Pendapatan Bagi Hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor tercatat menurun sekitar -55,47 persen dan untuk Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor tercatat menurun sekitar -1 persen. 3. Data hasil Susenas Maret 2021 untuk total pengeluaran biaya perbaikan kendaraan bermotor tercatat mengalami penurunan sekitar -33,25 persen. 4. Data Survei Mandiri Indikator Produksi dari PT Toyota Agung Automall cabang Negara mencatat adanya penurunan jumlah penjualan mobil dan jumlah servis secara total sekitar -32,89 persen. Penurunan utamanya pada jumlah servis mobil. Secara nilai produksi, penurunan tercatat sekitar -25,19. | Pertumbuhan | 6.55 | 1. Data realisasi total pendapatan bagi hasil pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, dan bagi hasil pajak bahan bakar kendaraan bermotor tercatat meningkat sekitar 34,35 persen. 2. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha jual beli kendaraan bekas mencatat adanya peningkatan volume penjualan sekitar 1,19 persen. 3. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk responden PT Toyota Agung Automall cabang Negara mencatat peningkatan produksi penjualan mobil sekitar 33,33 persen dan peningkatan jasa servis mobil sekitar 5,87 persen. | Pertumbuhan | 2.18 | 1. Data realisasi total pendapatan bagi hasil pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, dan bagi hasil pajak bahan bakar kendaraan bermotor (BBNKB I) dari Bapenda Provinsi Bali mencatat adanya peningkatan penerimaan pajak sekitar 55,91 persen. Jumlah sepeda motor baru tercatat meningkat sekitar 60,75 persen dan jumlah mobil meningkat sekitar 45,82 persen. 2. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi usaha jual beli kendaraan bekas mencatat adanya peningkatan volume penjualan sekitar 33,33 persen. 3. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk responden PT Toyota Agung Automall cabang Negara mencatat peningkatan produksi penjualan mobil sekitar 40,82 persen. 4. Hasil Susenas Maret 2023 mencatat total biaya perbaikan kendaraan bermotor meningkat sekitar 9,74 persen. | Pertumbuhan | 0.23 | 1. Berdasarkan data Bapenda Provinsi Bali, penjualan sepeda motor baru tercatat meningkat sekitar 26,76 persen dan penjualan mobil baru tercatat meningkat sekitar 10,44 persen; 2. Berdasarkan data BBNKB-I, tahun 2024 pendapatan pajak kendaraan meningkat sebesar 22,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya; 3. Berdasarkan data Survei Mandiri Indikator Produksi PT Agung Automall/Toyota, penjualan mobil meningkat 28,98 persen | ||||||||||||||||||||||||
90 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 0.65 | Sesuai dengan pergerakan peningkatan IHP bahan baku barang yang diperdagangkan dan peningkatan IHK (seturut IHK Kota Singaraja) khususnya makanan, minuman, pakaian, rokok tembakau. | laju implisit | 3.04 | Indeks Harga Kendaraan Juni 2022 Naik 2,89% Dibanding Setahun Lalu https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/07/07/indeks-harga-kendaraan-juni-2022-naik-289-dibanding-setahun-lalu | laju implisit | 3.57 | Menjelang akhir tahun, harga mobil mengalami kenaikan, selain akibat dari menguatnya dollar terhadap rupiah https://www.cnbcindonesia.com/news/20231107172219-4-487141/harga-mobil-bakal-terbang-efek-dolar-ini-penjelasan-pabrikan | laju implisit | 2.60 | Berdasarkan data SHPED, rata-rata harga reparasi dan spare part kendaraan mengalami peningkatan sebesar 23,61 persen (dari Rp111.434 menjadi Rp137.741). | |||||||||||||||||||||||||
91 | 2. Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | Pertumbuhan | 2.41 | 1. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk responden swalayan yang termasuk skala usaha terbesar di Kabupaten Jembrana tercatat mengalami peningkatan volume barang terjual. 2. Pada tahun 2021 ada penambahan beberapa waralaba (indomaret, alfamart) dan toko bangunan berskala besar di Kabupaten Jembrana. | Pertumbuhan | 4.98 | 1. Pada tahun 2022, dibuka pusat perbelanjaan (mall) baru di Jembrana. 2. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi untuk responden swalayan yang termasuk skala usaha terbesar di Kabupaten Jembrana tercatat mengalami peningkatan volume barang terjual sekitar 10,12 persen dengan peningkatan omset sekitar 8,88 persen. 3. Data realisasi pendapatan retribusi pelayanan pasar (los dan kios) tercatat meningkat sekitar 6,54 persen. 4. Data Sakernas Agustus 2022 mencatat jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja pada kategori perdagangan besar dan eceran, dan reparasi mobil dan sepeda motor bertambah sekitar 29,94 persen. | Pertumbuhan | 6.18 | 1. Berdasarkan hasil Susenas Maret 2023 menunjukkan konsumsi penduduk Jembrana untuk makanan dan minuman tidak beralkohol meningkat sekitar 5,66 persen. 2. Hasil Survei Mandiri Indikator Produksi SPBU 54.822.13 PT Bisma Rahayu Petrolindo Jembrana mencatat volume penjualan BBM meningkat sekitar 2,15 persen. | Pertumbuhan | 3.00 | Pada tahun 2024, berdasarkan Survei Mandiri Indikator Produksi SPBU 54.822.13 PT Bisma Rahayu Petrolindo Jembrana aktivitas perdagangan BBM mengalami peningkatan sebesar 2,42 persen dibandingkan tahun 2023 | ||||||||||||||||||||||||
92 | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | laju implisit | 2.68 | Sesuai dengan pergerakan peningkatan IHP bahan baku barang yang diperdagangkan dan peningkatan IHK (seturut IHK Kota Singaraja) khususnya makanan, minuman, pakaian, rokok tembakau. | laju implisit | 5.00 | Pemerintah menetapkan kenaikan harga pertamax per 1 April 2022 menjadi Rp 12.500 – Rp 13.000 per liternya. Kenaikan ini dari harga pertamax yang sebelumnya berkisar di harga Rp 9.000 – Rp 9.400 per liternya. Meski demikian, semakin longgarnya aturan PPKM meningkatkan volume penjualan BBM. | laju implisit | 3.42 | Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi telah mengalami kenaikan sejak awal Oktober 2023. PT Pertamina (Persero) mengumumkan sejumlah perubahan harga, mulai dari Pertamax yang naik menjadi Rp 14 ribu per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp 16 ribu per liter, Pertamax Turbo menjadi Rp 16.600 per liter, Dexlite menjadi Rp 17.200 per liter, dan Pertamina Dex menjadi Rp 17.900 per liter. https://ekonomi.republika.co.id/berita/s24v70490/jangan-lupa-harga-bbm-sudah-naik-cek-daftar-lengkapnya | laju implisit | 1.21 | Berdasarkan data SHPED terjadi peningkatan rata-rata harga bahan bakar sebesar 9,58 persen (dari Rp10.433 menjadi Rp11.433). | |||||||||||||||||||||||||
93 | H | Transportasi dan Pergudangan | Pertumbuhan | 2.53 | Penyesuaian terkait perubahan laju pertumbuhan pada subkategori Angkutan Darat, ASDP, serta Pergudangan dan JPU, Pos dan Kurir. | Pertumbuhan | 5.05 | Tidak terdapat revisi laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. Peningkatan jumlah produksi sektor barang yang dihasilkan (pertanian dan industri) mendorong peningkatan jumlah produksi usaha transportasi dan pengangkutan. Pertumbuhan pada Kategori H (Transportasi dan Pergudangan) tahun 2019 utamanya didorong oleh peningkatan pertumbuhan pada Subkategori Angkutan Darat, ASDP, dan Jasa Penunjang Angkutan, POS dan Kurir. | Pertumbuhan | 5.05 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -13.67 | Secara umum, Kategori Transportasi dan Perdagangan tercatat tumbuh negatif. Utamanya didorong penurunan output produksi dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). | Pertumbuhan | -13.53 | Penyesuaian terkait perubahan laju pertumbuhan pada subkategori Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) karena adanya update data jumlah penumpang dan jumlah kendaraan yang menyeberang pada periode tahun 2020. | Pertumbuhan | -6.58 | Secara umum, Kategori Transportasi dan Perdagangan tercatat tumbuh negatif. Utamanya didorong penurunan output produksi dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). | Pertumbuhan | 4.15 | Secara umum, Kategori Transportasi dan Perdagangan tercatat tumbuh positif. Dengan berakhirnya PPKM dan meningkatnya arus wisatawan mendorong peningkatan kinerja pada kategori ini. | Pertumbuhan | 9.03 | 1. Dengan adanya peningkatan produksi pada sektor barang dan tingginya permintaan pasar mendorong peningkatan pada aktivitas transportasi dan pergudangan sepanjang tahun 2023. 2. Hasil Sakernas Agustus 2023 mencatat jumlah tenaga kerja pada sektor Transportasi dan Pergudangan meningkat sekitar 58,24 persen. | Pertumbuhan | 6.22 | 1. Dengan adanya peningkatan produksi pada sektor barang dan tingginya permintaan pasar mendorong peningkatan pada aktivitas transportasi dan pergudangan sepanjang tahun 2024. 2. Hasil Sakernas Agustus 2024 mencatat jumlah tenaga kerja pada sektor Transportasi dan Pergudangan meningkat sekitar 24,18 persen. | |||||||||||||
94 | laju implisit | 2.49 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.53 | Tidak terdapat revisi laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 1.95 | Menyesuaikan perubahan laju implisit pada Subkategori Angkutan Darat dan ASDP karena adanya update harga berlaku. | laju implisit | 1.78 | Peningkatan biaya operasional mendorong peningkatan harga. | laju implisit | 1.77 | Menyesuaikan laju implisit dengan adanya perubahan pada nilai ADHK Subkategori ASDP. | laju implisit | 0.46 | Sesuai dengan laju pergerakan IHP Angkutan Penumpang yang secara tahunan tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. | laju implisit | 4.41 | Kenaikan harga pada Kategori Transportasi dan Pergudangan utamanya didorong oleh peningkatan harga BBM. | laju implisit | 5.02 | Kenaikan harga pada Kategori Transportasi dan Pergudangan utamanya didorong oleh peningkatan harga BBM, langkanya solar, peningkatan tarif penyeberangan dan tingginya permintaan akan kebutuhan transportasi. | laju implisit | 3.38 | Kenaikan harga pada Kategori Transportasi dan Pergudangan utamanya didorong oleh peningkatan harga BBM, langkanya solar, peningkatan tarif penyeberangan dan tingginya permintaan akan kebutuhan transportasi. | |||||||||||||||
95 | 1. Angkutan Rel | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | Pertumbuhan | --tidak ada aktivitas-- | |||||||||||||||||||||||
96 | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | laju implisit | --tidak ada aktivitas-- | ||||||||||||||||||||||||
97 | 2. Angkutan Darat | Pertumbuhan | 3.13 | Terdapat update dan tambahan data terkait jumlah kendaraan umum angkutan darat (KIR). Secara y-on-y, jumlah bus, mobil penumpang, dan mobil angkutan barang tercatat meningkat sekitar 26,81 persen. | Pertumbuhan | 4.04 | Tidak terdapat revisi dibandingkan laju pertumbuhan pada data rilis sebelumnya. Berdasarkan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Kabupaten Jembrana dari Dinas Perhubungan, tercatat peningkatan jumlah penumpang yang masuk dan keluar dari Terminal Tipe C, masing-masing sebesar 82,43 persen dan 90,76 persen. | Pertumbuhan | 4.04 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -2.84 | Data Samsat Provinsi Bali mencatat jumlah kendaraan baru menurun sekitar -43 persen. | Pertumbuhan | -2.84 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -0.57 | 1. Data Dinas Perhubungan untuk jumlah kendaraan bermotor wajib KIR tercatat menurun sekitar -49,77 persen. 2. Data hasil Susenas Maret 2021 biaya yang dikeluarkan untuk transportasi darat tercatat mengalami penurunan sekitar -64,38 persen. 3. Data LRA untuk pendapatan Retribusi Terminal dan Retribusi Ijin Trayek untuk Menyediakan Pelayanan Angkutan Umum juga tercatat menurun masing-masing sekitar -16,63 persen dan -81,90 persen. | Pertumbuhan | 5.82 | 1. Data Dinas Perhubungan untuk jumlah kendaraan bermotor wajib KIR tercatat meningkat sekitar 1,82 persen. 2. Data LRA untuk pendapatan Retribusi Terminal dan Retribusi Ijin Trayek untuk Menyediakan Pelayanan Angkutan Umum tercatat meningkat masing-masing sekitar 26,73 persen dan lebih dari satu kali lipat (139,68%). | Pertumbuhan | 2.43 | Dengan semakin normalnya aktivitas masyarakat dan pengangkutan barang mendorong peningkatan pada aktivitas angkutan darat di Kabupaten Jembrana. Jumlah kendaraan angkutan darat yang melintas juga terlihat terus mengalami peningkatan. | Pertumbuhan | 5.64 | Dengan semakin normalnya aktivitas masyarakat dan pengangkutan barang mendorong peningkatan pada aktivitas angkutan darat di Kabupaten Jembrana. Jumlah kendaraan angkutan darat yang melintas juga terlihat terus mengalami peningkatan. | ||||||||||||||
98 | laju implisit | 2.08 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 2.14 | Tidak terdapat revisi laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 1.45 | Terdapat update data harga jasa angkutan darat yang tercatat lebih rendah dibandingkan data harga sebelumnya, meski tetap tumbuh positif. | laju implisit | -0.01 | Mengikuti perkembangan harga di tingkat provinsi. | laju implisit | 1.54 | Terdapat revisi berbalik arah karena adanya update data terkait perkembangan harga pada subkategori angkutan darat sekaligus menyesuaikan dengan pergerakan peningkatan IHP angkutan darat penumpang di tingkat provinsi. Ketentuan pembatasan penumpang hingga 50 persen jumlah kapasitas maksimum penumpang yang dapat diangkut memaksa operator bus menaikkan harga tiket sebesar 40-50 persen dari harga semula. | laju implisit | 0.83 | Sesuai dengan pergerakan peningkatan IHP angkutan darat penumpang. | laju implisit | 5.15 | Kenaikan harga BBM berdampak pada peningkatan harga tiket angkutan bus Gilimanuk-Denpasar. Misalnya untuk bus jurusan Negara-Denpasar mengalami kenaikan Rp5rb menjadi Rp35rb. Gilimanuk-Denpasar naik jadi Rp55rb. Demikian halnya angkutan desa (Angdes) yang melayani trayek di dalam kabupaten. Dari Negara-Gilimanuk, naik dari Rp15rb menjadi Rp20rb. | laju implisit | 7.17 | Tingginya permintaan akan angkutan darat pada saat Lebaran Idul Fitri mengakibatkan kenaikan harga tiket bus Bali - Jawa sebesar 40 persen https://www.detik.com/bali/berita/d-6643018/organda-bali-siapkan-245-bus-mudik-tiket-bus-naik-hingga-40-persen | laju implisit | 5.40 | Berdasarkan data SHPED, terjadi peningkatan rata-rata tarif angkutan bermotor dalam kota dan tarif ojek sebesar 15,03 persen (dari Rp15.285 di tahun 2023 menjadi Rp17.583 di tahun 2024). Peningkatan tarif ini juga didukung adanya peningkatan rata-rata harga bahan bakar sebesar 9,58 persen (dari Rp10.433 menjadi Rp11.433). | |||||||||||||||
99 | 3. Angkutan Laut | Pertumbuhan | -1.13 | Terdapat update data angkutan laut dari BPS Provinsi Bali. | Pertumbuhan | -5.98 | Berdasarkan data hasil SIMOPPEL, jumlah penumpang yang diangkut dari Pelabuhan Labuhan Lalang tercatat menurun sedalam -20,32 persen dan jumlah kapal menurun sekitar -17,99 persen. | Pertumbuhan | -5.98 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -12.88 | Mengikuti arah pertumbuhan Provinsi Bali sebagai upaya memperkecil nilai tambah angkutan laut di Kabupaten Jembrana. Catatan: dulu yang dimasukkan adalah data Pelabuhan Pengambengan dan Labuhan Lalang. | Pertumbuhan | -12.88 | Tidak terdapat perubahan laju pertumbuhan dibandingkan data rilis sebelumnya. | Pertumbuhan | -4.23 | Mengikuti arah pertumbuhan Provinsi Bali sebagai upaya memperkecil diskrepansi subkategori angkutan laut di Kabupaten Jembrana. Catatan: dulu yang dimasukkan adalah data angkutan laut meliputi data Pelabuhan Pengambengan dan data Pelabuhan Labuhan Lalang. | Pertumbuhan | -4.55 | NEGARA, BALIPOST.com – Arus kendaraan barang Jawa-Bali sejak dioperasikannya tol laut mengalami penurunan. Tol Laut berupa kapal yang menghubungkan Banyuwangi-Lombok ini cukup banyak mengurangi volume kendaraan barang yang melintas. (https://www.balipost.com/news/2022/02/06/248925/Tol-Laut-Beroperasi,Arus-Kendaraan...html) | Pertumbuhan | -3.81 | Arus kendaraan barang Jawa-Bali sejak dioperasikannya tol laut mengalami penurunan. Tol Laut berupa kapal yang menghubungkan Banyuwangi-Lombok ini cukup banyak mengurangi volume kendaraan barang yang melintas. | Pertumbuhan | -9.08 | Arus kendaraan barang Jawa-Bali sejak dioperasikannya tol laut mengalami penurunan. Tol Laut berupa kapal yang menghubungkan Banyuwangi-Lombok ini cukup banyak mengurangi volume kendaraan barang yang melintas. | ||||||||||||||
100 | laju implisit | 1.95 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.61 | Mengikuti indeks harga provinsi sebagai upaya memperkecil diskrepansi. | laju implisit | 1.61 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.89 | Mengikuti perkembangan harga di tingkat provinsi. | laju implisit | 0.89 | Tidak terdapat perubahan laju implisit dibandingkan data rilis sebelumnya. | laju implisit | 0.69 | Mengikuti perkembangan harga di tingkat provinsi. | laju implisit | 2.44 | Kenaikan harga dipengaruhi oleh peningkatan harga BBM solar. | laju implisit | 3.07 | Sulitnya solar mengakibatkan antrean kendaraan mengular di Jembrana Bali https://radarbali.jawapos.com/jembrana/703315269/solar-sulit-antrean-kendaraan-mengular-di-jembrana-bali . Disisi lain, untuk harga solar non subsidi yaitu Dexlite per 1 Oktober 2023, harganya mengalami kenaikan dari Rp 16.350 per liter menjadi Rp 17.200 per liter. https://www.cnbcindonesia.com/news/20231005003654-4-477972/resmi-naik-ini-harga-bbm-terbaru-di-spbu-ri-5-oktober-2023 | laju implisit | 2.60 | Terjadinya peningkatan harga jasa angkutan laut | |||||||||||||||