| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | sh | |||||||||||||||||||||||||
2 | MONITORING EVALUASI TINDAK LANJUT PEMECAHAN MASALAH PROGRAM PENINGKATAN MUTU BULAN JANUARI 2024 | |||||||||||||||||||||||||
3 | NO | Program | Indikator Kinerja | Kegiatan | Sasaran | Target (%) | Pencapaian | Presentase Capaian | Kesenjangan | IDENTIFIKASI MASALAH | ANALISA MASALAH | RENCANA TINDAK LANJUT | TINDAK LANJUT | EVALUASI TL | HASIL | KENDALA | TL EVALUASI | MONITORING EVALUASI | ||||||||
4 | Tahunan | Bulanan | Tahunan | Bulanan | Tahunan | Bulanan | Sampai Bulan Ini (%) | Bulanan (%) | ||||||||||||||||||
5 | 1 | INM | Kepatuhan Kebersihan Tangan (KKT) | Kebersihan Cuci Tangan | 85 | 85 | 85 | 85 | 85 | 95,71 | 95,71 | 0 | Target Nasional kepatuhan kebersihan tangan 85 % lebih kecil dari Target kepatuhan kebersihan tangan di puskesmas 100 % | persentase capaian Kepatuhan Kebersihan tangan lebih dari 85 % | Monitoring Kepatuhan Cuci tangan 5 moment | Melaksanakan monitoring Kepatuhan kebersihan tangan 5 moment | Masih ada petugas yang belum patuh kebersihan tangan pada 5 moment | 4,29 % adalah petugas yang belum patuh pada 5 moment kebersihan tangan | 1. Tidak semua ruang pelayanan terdapat wastapel 2. Di setiap ruang pelayan belum tersedia handrup | Sosialisasi kepada petugas tentang kepatuhankebersihantangan 5 moment | Sosialisasi kepada petugas sudah dilaksanakan | |||||
6 | 2 | Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) | Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 100 | 0 | Kelengkapan APD masing masing ruangan sudah disepakati | Petugas yang mengetahui kelengkapan APD dalam pelayanan di setiap ruangan adalah petugas yang bersangkutan | Monitoring kepatuhan Alat Pelindung Diri setiap bulan | Melaksanakan monitoring kepatuhan Alat Pelindung Diri setiap bulan | Semua petugas sudah patuh terhadap penggunaan APD | 100 % petugas mematuhi penggunaan APD | belum ada daftar ceklis kelengkapan APD di setiap ruangan pelayanan | Ingatkan petugas akan kelengkapan penggunaan APD | |||||||
7 | 3 | Kepatuhan identifikasi Pengguna Layanan (Pasien) | Identifikasi Pengguna Layanan (Pasien) | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 0% | Tidak ada masalah semua petugas melakukan identifikasi kepada pasien | Setiap bulan melakukan identifikasi pasien | Mengisi form ceklis sebagai bukti petugas nakes melakukan identifikasi pasien | Melihat secara langsung petugas nakes ketika megidentifikasi langsung sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati yakni dengan menyebutkan nama pasien, tanggal lahir/usia dan alamat | Apabila terjadi kesalahan/ petugas nakes tidak melakukan identifikasi pasien akan dimasukan kedalam form ceklis | Hasilnya dilaporkan kepada pemegang program mutu | Masih terkendali | Melanjutkan kembali identifikasi pasien | Apabila seluruh nakes melakukan identifikasi tidak adanya monitoring evaluasi | ||||||
8 | 4 | Angka keberhasilan pengobatan pasien TB semua kasus sensitive obat (SO) | Pemantauan pengobatan pasien TB semua kasus sensitive obat (SO) | 90% | 90% | 90% | 90% | 100% | 100% | 100% | 0% | Tidak ada masalah,pasien TB SO yang sembuh dibulan januari sebanyak 1 orang sisanya masih melanjutkan pengobatan | Setiap pasien SO dapat menyelesaikan pengobatan sesuai arahan petugas | melakukan edukasi pada pasien jika ada keluarga dan kerabat memiliki gejala yang sama disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas | Melakukan investigasi kontak erat dan menganjurkan untuk terapi profilaksis TB | semua kontak erat mau dilakukan skrining TB | tidak ada kontak erat yang memiliki gejala TB ataupun masuk kriteria menjadi terduga TB | kontak erat tidak ada yang bersedia melakukan terapi pencegahan TB dikarenakan merasa baik baik saja dan takut akan efek samping Obat TB | sosialisasi tentang TPT pada kontak erat | sosialisasi tentang TPT pada kontak erat sudah dilaksanakan | ||||||
9 | 5 | Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar | Pelayanan ANC sesuai standar | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 0 | tidak ada masalah, semua ibu hamil mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar | setiap bulan melakukan pencatatan dan pelaporan pelayanan ANC sesuai standar | Monitoring pencatatan dan pelaporan pelayanan ANC sesuai standar baik di dalam gedung maupun hasil laporan pelayanan luar gedung, serta bekerja sama dengan BPM setempat | edukasi pada tenaga bidan didalam gedung dan BPM setempat, edukasi pada ibu hamil di wilayah kerja tentang penyingnya pemeriksaan ANC sesuai standar melalui penyuluhan dan kelas ibu hamil | Pencatatan dan pelaporan berjalan lancar | Hasilnya dilaporkan kepada pemegang program mutu | Masih terkendali | Melanjutkan kembali pencatatan dan pelaporan dan kegiatan yang sudah direncanakan | Apabila pelayanan ANC sesuai standar terlaksana sesuai target maka rencana tindak lanjut akan terus dilaksanakan | ||||||
10 | 6 | Kepuasan Pengguna layanan (pasien) | Survei Kepuasan Pasien | .>76,6 | .>76,6 | .>76,6 | .>76,6 | - | - | - | - | Tidak dilakukan survei kepuasan pasien | media untuk melakukan survei belum ada | Pembuatan media untuk survei kepuasan pasien | Media untuk melakukan survei sudah dibuat | media yang dibuat masih belum optimal | Media yang digunakan masih ada kekurangan | terbatasnya sistem survei yang akan digunakan | optimalisasi pembuatan media survei kepuasan pasien | media yang sudah ada, akan disebar ke setiap unit | ||||||
11 | 7 | IMPP | Cakupan lansia yang mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar | Skrining kesehatan pada Lansia (umur ≥ 60 tahun) | 1141 | 95 | 1141 | 95 | 289 | 289 | 314,1 | 73,9 | Cakupan Lansia yang mendapatkan skrining kesehatan sesuai standart masih rendah | Man : kunjungan lansia pasien baru sedikit | Penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat pemeriksaan kesehatan | Melakukan Penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat pemeriksaan kesehatan | Penyuluhan kepada masyarakat tentang manfaat pemeriksaan kesehatan sudah terlaksana | Minat lansia datang ke posbindu masih kurang setelah dilakukan penyuluhan kesehatan | akses lansia jauh ke puskesmas ataupun ke posyandu | melakukan sweeping dengan kunjungan rumah pada lansia yang belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan | dilakukan sweeping dengan kunjungan rumah setelah pelayanan di posbindu lansia | |||||
12 | Kerjasama LP dalam meningkatkan kunjungan lansia | Melakukan Kerjasama LP dalam meningkatkan kunjungan lansia | koordinasi dengan LP harus terus ditingkatkan | kunjungan lansia baru masih kurang | 1. Petugas yang turun kelapangan hanya 1 orang 2. Petugas yang turun kelapangan petugas non medis | meminta data hasil pemeriksaan bagi lansia yang sudah terkontrol di dokter swasta | data lansia yang terkontrol oleh dokter swasta belum di dapat | |||||||||||||||||||
13 | Melengkapi sarana pemeriksaan untuk menarik minat lansia datang ke posbindu | Pengajuan kelengkapan sarana pemeriksaan untuk menarik minat lansia datang ke posbindu | Sarana dan Prasaran pemeriksaan sudah diajukan | Sarana dan prasarana pemeriksaan masih belum lengkap | Sarana yang lebih didahulukan dilengkapi yang bersifat urgent | Pengajuan ulang | Pengajuan dilakukan setiap bulan melalui linktree | |||||||||||||||||||
14 | Membuat inovasi program lansia Kadedeuh (Cilengkrang Dekat Dengan Seupuh) | Melaksanakan Sweeping pada lansia yang tidak datang ke posbindu | Tidak semua lansia ada di rumah pada saat sweeping | Lansia yang dilakukan sweeping masih sedikit. | Tim yang melakukan sweeping hanya 1 orang | Dilakukan penjadwalan tim yang berangkat sweeping sebanyak 2 orang | Jadwal Tim yang melaksanakan kegiatan Posyandu Lansia | |||||||||||||||||||
15 | Methode : Belum dilaksanakan Pelayanan Poli Santun Lansia di dalam gedung Puskesmas | Perencanaann pelaksanaan pelayanan poli santun lansia didalam gedung puskesmas | Melalukan penjadwalan kegiatan poli santun lansia | Belum dilaksanakan kegiatan poli santun lansia | Poli Santun lansia belum berjalan | Terbatas petugas yang bertugas dalam pelaksanaan | Dilakukan penjadwalan kegiatan poli santun lansia 1 minggu sekali di hari tabu | Jadwal pelaksanaan poli santun lansia setiap hari Sabtu di setiap minggunya.. | ||||||||||||||||||
16 | metode : pasien baru dan pasien lama merupakan sasaran baru di bulan januari | meningkatkan kunjungan pasien baru | Kerjasama Lintas Sektor dalam memobilisasi lansia datang ke posbindu atau puskesmas | peran lintas sektor belum maksimal | kunjungan lansia baru masih kurang | pemberitahuan kepada lansia oleh kader mendadak | meningkatkan kerjasama dengan Lintas Sektor melalui RT,RW, dan Lurah | kerjasama dengan Lintas sektor yang sudah terjalin melalui kader wilayah setempat | ||||||||||||||||||
17 | 8 | KMP | Ketepatan pengumpulan laporan bulanan dan kelengkapan pengumpulan arsip | Ketepatan pengumpulan laporan bulanan dan kelengkapan pengumpulan arsip | 56 laporan | 56 laporan | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 0% | Laporan dari setiap pemegang program dilaporkan tepat waktu tetapi untuk pengarsipan yang disimpan di google drive masih belum mengumpulkan tepat waktu | Pengarsipan laporan program masih dipegang disetiap programnya belum disimpan di satu arsip. Ada laporan yang tidak dapat di download dikarenakan pengisian otomatis dari dinas nya, Folder dalam Google drive masih belum semua terisi sesuai bulan | Membuat folder dalam google drive di Link tree rasa di lain Hati terkait Pelaporan masing-masing PJ/Program, Mengabsen di grup bagi yang belum mengumpulkan arsip laporan ke dalam linktree | Mengevaluasi kembali ketepatan waktu pengumpulan laporan dan arsip | Memonitoring pengumpulan laporan kedalam google drive | Masih ada yang belum memasukkan laporan kedalam google drive Rasa di lain hati tepat waktu | Petugas lupa mengirimkan arsip laporan, Laporan tidak bisa di download karena menggunakan aplikasi otomatis dari dinkes | Melakukan pembinaan, Absensi di grup dan teguran lisan apabila ada karyawan yang belum mengumpulkan laporan dan arsip laporan ke dalam link tree | Memonitor ketepatan Pengiriman laporan dan pengumpulan arsip kedalam aplikasi RASA DI LAIN HATI setiap bulannya, setiap tanggal 1-5 bulan berjalan | |||||
18 | 9 | Kepatuhan Terhadap Aturan Jam Kerja | Kepatuhan Terhadap Aturan Jam Kerja | 26 | 26 | 0% | 0% | - | 80,76% | 80,76% | 19,24% | Ditemukan 80,76% karyawan masih sering terlambat dengan berbagai alasan dan kendala. Walau sudah dilakukan pembinaan dan teguran lisan | Karyawan terlambat dikarenakan masalah internal dan macet dijalan dikarenakan lokasi rumah yang jauh. Ada karyawan setelah dibina mengalami perubahan perilaku | Pembinaan dan mengingatkan untuk tidak terlambat lagi, pengelolaan waktu dari diri sendiri agar ditingkatkan lagi | Tingkat keterlambatan pegawai berkurang | Jumlah pegawai yang terlambat masih sama walau sudah diberikan pembinaan | Karyawan yang terlambat masih itu-itu saja, Lokasi rumah jauh dan kendala di internal keluarga | Melakukan pembinaan Ulang dan teguran secara lisan bagi yang sering terlambat | Setiap tanggan 1-3 bulan berikutnya di minitoring dan evaluasi dari absensi SIAP untuk ASN dan Absensi Finger print bagi Non ASN | |||||||
19 | 10 | UKPP | Waktu tunggu pelayanan pendaftaran pasien lama kurang dari 5 menit | Waktu tunggu pelayanan pendaftaran pasien lama kurang dari 5 menit | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 0% | Tidak ada identifikasi masalah, pelayanan pendaftaran pasien lama sesuai yakni kurang dari 5 menit | Setiap bulan membuat catatan waktu tunggu pasien lama | Mengisi form untuk melengkapi data waktu tunggu sebagai bukti | Melihat secara langsung kecepatan petugas dalam mengambil berkas rekam medis sehingga pasien tidak menunggu lama | Apabila terjadi kesalahan dan pasien menunggu lebih dari 5 menit akan dimasukan ke dalam laporan | Hasilnya akan di laporkan kepada pemegang progarm mutu | tidak ada kendala | Apabila tidak ada kendala maka tetap mengisi form waktu tunggu | Apabila pelayanan kurang dari 5 menit maka tidak ada vealuasi | |||||
20 | 11 | Semua pasien baru di ruang poli umum dilakukan pengkajian awal pasien | Semua pasien baru di ruang poli umum dilakukan pengkajian awal pasien | 100 % | 100 % | 100% | 100 % | 100 % | 80 % | 80 % | - 20 % | Semua pasien baru di ruang poli umum dilakukan pengkajian awal pasien belum tercapai | Man : Petugas lupa Terburu buru Material : kadang form habis Machine ; Susunan di RM belum rapi Methode : Pendaftaran lupa melampirkan | 1. Mengingatkan petugas 2. Morning Greeting 3. Fc form 4. Merapikan RM 5. Unit menyediakan | Sosialisasi petugas untuk melakukan pengkajian awal Melakukan Morning greeting Menyusun RM dan Unit menyediakan | Perbaikan walaupun kadang petugas masih lupa terutama bila pasien banyak | Perbaikan | Banyak Pasien | Monev | Jadwal setiap minggu | ||||||
21 | 12 | Kepatuhan petugas mengisi form MTBS sesuai pasien | pelayanan MTBS sesuai dengan SOP | 100% | 100% | 100% | 100 % | 88% | 88% | 88% | -12% | kepatuhan petugas dalam pengisian form MTBS | man: belum semua petugasdi mtbs mendapat pelatihan mtbs. Money: penggandaan form mtbs masih kurang. Matherial: bagan MTBS perlu ada tambahan. Methode: bagan MTBS sebagai panduan pemeriksaan balita sakit. Measurement/media: media promosi sudah cukup baik | Memberikan sosialisasi pengisianform mtbs pada semua | Memberikan sosialisasi pengisian form mtbs di lokbul | Semua petugas sudah mendapatkan sosialisa mtbs | Kepatuhan petugas mengisian form mtbs 100 % | Tidak semua petugas hadir saatsosialisasi mtbs | Dilakukan monitoring kepatuhan petugas dalam mengisi form mtbs | Dilakukan pemantauan register mtbs tiap Bulan | ||||||
22 | 13 | Informed concent pada pasien yang mendapatkan tindakan pencabutan gigi | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 0% | informed concent pada pasien yang mendapatkan tindakan pencabutan gigi telah terisi lengkap | setiap bulan melakukan monitoring | melakun pengecekan kembali kelengkapan informed concent setelah selesai tindakan pencabutan gigi | melakun pengecekan kembali kelengkapan informed concent setelah selesai tindakan pencabutan gigi | pengisian informed consent pada tindakan pencabutan gigi telah terisi dengan lengkap | terdapat perbaikan dalam pengisian informed concent | tidak ada kendala | melanjutkan monitoring kelengkapan setiap selesai tindakan pencabutan gigi | melakukan evaluasi setiap bulan | |||||||
23 | 14 | Ketersediaan obat essensial | petugas melakukan pendataan ketersediaan obat essensial | 100 % | 100 % | 80 % | 80 % | 80 % | 80 % | 80 % | 20 % | tidak ada masalah semua ketersedian obat essensial mencukupi sesuai dengan jumlah item yang harus tersedia | Setiap bilan melakukan pendataan ketersediaan obat essensial di puskesamas | Melaporkan ketersediaan obat essensial sebagai bukti petugas farmasi melakukan pendataan | Melakukan pengecekan stok ketersediaan obat esensial secara langsung baik dgudang dan pelayanan | Apabila terjadi kekosongan ketersediaan obat essensial maka akan dimasukan kedalam laporan ketersediaan obat esensial | 20 % masih ada stok yang tidak bisa dilengkapi karena jenis item tidak masuk kedalam daftar formularium nasiunal fasyankes tingkat 1 | ketersediaan obat esensial dipuskesmas sesuai aturan formilarium nasional | Melanjutkan dan kembali melakukan pendataan ketersediaan obat esensial | Apabila ketersediaan obat esensial mencapai target maka tidak dilakukan monitoring evaluasi | ||||||
24 | 15 | Kelengkapan Pengisian Informed Consent di ruang tindakan | petugas belum lengkap dalam pengisian informed consent karena lupa | 100% | 100% | 100% | 100% | 93% | 93% | 93% | 7% | masih terdapat beberapa informed consent yang masih belum lengkap | petugas belum lengkap dalam pengisian informed consent karena lupa | Melakukan crosscehk kelengkapan setelah selesai tindakan | Melakukan crosscehk kelengkapan setelah selesai tindakan | Pengisian tanda tangan pasien atau keluarga pasien masih ada yang belum dilakukan | terdapat kenaikan 1% dalam pengisian kelengkapan informed consent | petugas masih ada yang lupa mengisi kelengkapan informed consent | petugas melengkapi kelengkapan informed consent setelah selesai tindakan | melakukan evaluasi setiap bulan dan penjadwalan petugas khusu di ruang tindakan | ||||||
25 | 16 | Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) | Pemantauan KIPI terhadap pasieun yang telah diberikan imunisasi | Sasaran KIPI tidak ditemukan | Sasaran KIPI tidak ditemukan | Sasaran KIPI tidak ditemukan | Sasaran KIPI tidak ditemukan | Sasaran KIPI tidak ditemukan | Sasaran KIPI tidak ditemukan | Sasaran KIPI tidak ditemukan | Sasaran KIPI tidak ditemukan | Tidak ditemukan nya pasieun dengan kejadian KIPI | Tidak ditemukan nya pasieun dengan kejadian KIPI | Melakukan observasi terhadap pasieun yang telah diberikan imunisasi | Terus melakukan pemantauan imunisasi | Tidak ditemukannya pasieun KIPI | Tidak ditemukannya pasieun KIPI | Tidak ditemukan nya pasieun dengan kejadian KIPI | Terus melakukan pemantauan imunisasi | Tidak ditemukan nya pasieun dengan kejadian KIPI | ||||||
26 | 17 | Waktu Tunggu Pemeriksaan Laboratorium | Melakukan Pemeriksaan Hematologi,Kimia Klinik,Serologi dan Mikroskopik | 80% | 80% | 80% | 80% | 79% | 79% | 79% | 1% | SDM yang terbatas dan alat yang digunakan blm semuanya otomatis | Petugas laboratorium yang bertugas hanya 1 orang sehingga apabila pasien yang melakukan pemeriksaan lab sangat banyak maka waktu tunggu hasil lab pun akan lebih lama, ditambah apabila pasien melakukan banyak pemeriksaan lab seperti kimia lengkap, darah rutin lengkap dan widal dimana pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama | Mengajukan kelengkapan alat yang lebih otomatis untuk mempermudah pemeriksaan laboratorium | Mengevaluasi target waktu tunggu pemeriksaan laboratorium | Untuk beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan pemisahan antara serum dan whole blood maka perlu ditambah waktu tunggu nya | Terdapat peningkatan ketepatan waktu tunggu sebanyak 2% | Apabila alat mengalami eror maka perlu konsultasi terlebih dahulu dengan teknisi sehingga cukup memakan waktu | Mengevaluasi target waktu tunggu pemeriksaan laboratorium | Mengevaluasi target waktu tunggu pemeriksaan laboratorium dan selalu berkoordinasi dengan teknisi untuk maintenance alat lab | ||||||
27 | 18 | UKM | Terlaksananya inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) rumah target 10% sesuai standar | pemeriksan dan pemantauan sarana fisik rumah | 2897 | 100% | 100% | 100% | 100% | 306 | 10,56% | 89,44% | tercapai | terlaksana | rutin melakukan pemantauan IKL Rumah | IKL Rumah | terlaporkan hasil kunjungan | tedapat nilai memenuhi syarat pada sarana rumah yang ada | terkendali | jumlah rumah sehat meningkat | terdapat feedbac dari Dinas | |||||
28 | 19 | Pemantauan perkembangan (SDIDTK) minimal 2 kali setahun dilakukan sesuai standar | skrining SDIDTK di posyandu | 1042 | 87 | 100% | 8,2%% | 99 | 99 | 9,50% | 1,30% | Tidak ada kesenjangan cakupan Skrining SDIDTKdi POSYANDU wilayah kerja UPTD Puskesmas Cilengkrang pada bulan januari tahun 2024 | man: kader posyandu sudah mampu melaksanakan SDIDTK. Money: kurangnya intensif untuk kader. Matherial: alat edukasi buku KIA terbatas.Methode: buku KIA sebagai panduan penilaian SDIDTK. Measurement/media: Media promosi sudah cukup baik | Memberikan dukungan dan pemantauan pelaksanaan SDIDTK bagi kader | Memberikan dukungan dan pemantauan pelaksanaan SDIDTK bagi kader | Kader Posyandu sudah mampu melaksanakan SDIDTK | SDIDTK bagi balita di posyandu dilaksanakan tiap bulan | Tidak semua ibu balita membawa anaknya ke posyandu | Dilakukan penyuluhan secara berkala kepada ibu balita tentang SDIDTK | Dilakukan SDIDTK di posyandu tiap Bulan | ||||||
29 | 20 | Pemantauan D/S di wilayah kerja Posyandu | Penimbangan | 946 | 946 | 85 | 85 | 819 | 819 | 86.6 | 1,6 | Capaian kegiatan pemantauan D/S di Posyandu sudah mencapai target | Pelaksanaan kegiatan pemantauan D/S sudah dilaksanakan optimal | Membuat jadwal kegiatan pemantauan D/S di Posyandu | Melaksanakan kegiatan pemantauan D/S di Posyandu | Pencatatan dan pelaporan kegiatan pemantauan D/S di posyandu pada aplikasi EPPGBM | Pelaporan kegiatan pemantauan D/S di posyandu pada aplikasi EPPGBM dilaporkan ke dinas kesehatan Kota Bandung | masih terkendali | Melanjutkan kegiatan , pencatatan dan pelaporan kegiatan pemantauan D/S di Posyandu pada aplikasi EPPGBM | terdapatnya feedback dari DKK | ||||||
30 | 21 | Semua data hasil skrining faktor risiko PTM tercatat dan terlaporkan dalam SIPTM | Melaporkan hasil skrining faktor risiko PTM tercatat dan terlaporkan dalam SIPTM | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 100% | 0% | SIPTM sudah ditentukan oleh Kemenkes dan sudah disosialisasikan pada semua pemegang prog.PTM | setiap bulan sudah terlaporkan pada SIPTM | mengisi SIPTM tiap bulan | melaksanakan pengisian SIPTM | terlaporkan hasil skrining pada SIPTM | SIPTM sudah terisi dan diketahui oleh DKK | masih terkendali | melanjutkan kegiatan pengisian SIPTM | terdapatnya feedback dari DKK | ||||||
31 | 22 | Pelayanan skrining HIV sesuai standar melalui mobile vct | Hasil skrining HIV sesuai standar | 221 | 18 | 100% | 100% | 33 | 33 | 14.9% | 83,30% | capaian bulanan skrining HIV sesuai standart sudah mencapai target bulanan | pelaksanaan mobile vct/ skrining hiv baik didalam maupun diluar gedung telah dilakukans ecara optimal | Melakukan penjadwalan kegiatan skrining hiv baik di dalam gedung maupun luar gedung | Melakukan penjadwalan kegiatan skrining hiv baik di dalam gedung maupun luar gedung | skring hiv didalam gedung dilakukan setiap hari dan kegiatan skrining hiv luar gedung dilakukan 2 minggu sekali di BPM dan sesuai jadwal mobile yang diminta oleh LSM | Pelaksanaan mobile vct didalam dan luar gedung dilakukan di BPM Bd.Siti untuk pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil | Jadwal dari LSM untuk kelompok beresiko masih belum ada | Dilakukan koordinasi berkelanjutan dengan LSM dalam penjadwalan mobile vct bagi kelompok beresiko | Skrining HIV di dalam gedung dilaksanakan setiap hari dan pelayanan mobile vct luar gedung fi BPM dilaksanakan setiap 2 minggu sekali, sedangkan untuk jadwal mobile vct di lsm, sesuai dengan kesepakatan dengan lsm | ||||||
32 | 23 | Kunjungan rumah intervensi PIS PK 10% dari total keluarga prasehat di wilayah kerja | kunjungan rumah dengan pendekatan keluarga | 240 | 20 | 100 | 100 | 18 | 18 | 7,50% | 92,50% | kurangnya kunjungan intervensi PIS-PK | tidak ada refreshing mengenai kegiatan PIS-PK | Melakukan penjadwalan kunjungan | Jadwal | Dijadwalkan untuk kunjungan | Terlaksananya kegiatan | Tenaga | melanjutkan pendataan keluarga sehat | pencatatan dan pelaporan kasus dilaksanakan setiap bulan meskipun hasilnya nihil | ||||||
33 | 24 | PPI | Infeksi Daerah Operasi | Pencatatan dan pelaporan kejadian infeksi daerah operasi | NIHIL | NIHIL | < 2 % | NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL | Tidak ada kasus infeksi daerah operasi | pencatatan dan pelaporan kasus belum optimal | Monitoring pencatatan dan pelaporan pelayanan kasus | mengingatkan petugas yang ada disetiap ruangan untuk mengisi register pencatatan dan pelaporan kasus | Pencatatan dan pelaporan sudah dilaksanakan oleh petugas disetiap ruangan | Hasilnya dilaporkan ke Penangung Jawab PPI | Tidak ada kendala | Melanjutkan kembali pencatatan dan pelaporan kasus sesuai register | pencatatan dan pelaporan kasus dilaksanakan setiap bulan meskipun hasilnya nihil | |||||
34 | 25 | Abses Gigi | Pencatatan dan pelaporan kejadian Abses Gigi | NIHIL | NIHIL | < 2 % | NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL | NIHIL | Tidak Ada Kasus Abses Gigi yang dilakukan tindakan incisi abses | pencatatan dan pelaporan kasus belum optimal | Monitoring pencatatan dan pelaporan pelayanan kasus | mengingatkan petugas yang ada disetiap ruangan untuk mengisi register pencatatan dan pelaporan kasus | Pencatatan dan pelaporan sudah dilaksanakan oleh petugas disetiap ruangan | Hasilnya dilaporkan ke Penangung Jawab PPI | Tidak ada kendala | Melanjutkan kembali pencatatan dan pelaporan kasus sesuai register | pencatatan dan pelaporan kasus dilaksanakan setiap bulan meskipun hasilnya nihil | ||||||
35 | 26 | IKP | Pengurangan Risiko Pasien Jatuh | Penapisan Pasien risiko Jatuh | NIHIL | NIHIL | 100 % | 100% | NIHIL | NIHIL | 100% | NIHIL | Tidak ditemukan pasien yan jatuh | Pasien dengan risiko jatuh dapat diidentifikasi dengan baik oleh petugas sehingga pasien yang berisiko jatuh dapat dibantu dengan menggunakan kursi roda oleh petugas dan menunggu di kursi prioritas | Pengadaan penanda untuk pasien risiko jatuh dan kelenkapan penapisan risiko pasien jatuh pada RM | Pengajuan penanda bagi pasien risiko jatuh, Pemantauan kelenkapan form pengkajian | Monitoring pengajuan dan monitoring kegiatan penapisan risiko pasien jatuh pada Rekam Medis | Pasien dengan risiko jatuh dapat diidentifikasi oleh petugas seingga tidak terjadi insiden pasien jatuh di UPTD Puskesmas Cilenkrang,serta data penapisan pasien dengan risiko jatuh dapat terdokumentasi di dalam Rekam Medis | Tidak ada kendala | Melaksanakan penapisan pasien risiko jatuh sesuai dengan SOP | pencatatan dan pelaporan kasus dilaksanakan setiap bulan meskipun hasilnya nihil | |||||
36 | ||||||||||||||||||||||||||
37 | ||||||||||||||||||||||||||
38 | ||||||||||||||||||||||||||
39 | ||||||||||||||||||||||||||
40 | ||||||||||||||||||||||||||
41 | ||||||||||||||||||||||||||
42 | ||||||||||||||||||||||||||
43 | ||||||||||||||||||||||||||
44 | ||||||||||||||||||||||||||
45 | ||||||||||||||||||||||||||
46 | ||||||||||||||||||||||||||
47 | ||||||||||||||||||||||||||
48 | ||||||||||||||||||||||||||
49 | ||||||||||||||||||||||||||
50 | ||||||||||||||||||||||||||
51 | ||||||||||||||||||||||||||
52 | ||||||||||||||||||||||||||
53 | ||||||||||||||||||||||||||
54 | ||||||||||||||||||||||||||
55 | ||||||||||||||||||||||||||
56 | ||||||||||||||||||||||||||
57 | ||||||||||||||||||||||||||
58 | ||||||||||||||||||||||||||
59 | ||||||||||||||||||||||||||
60 | ||||||||||||||||||||||||||
61 | ||||||||||||||||||||||||||
62 | ||||||||||||||||||||||||||
63 | ||||||||||||||||||||||||||
64 | ||||||||||||||||||||||||||
65 | ||||||||||||||||||||||||||
66 | ||||||||||||||||||||||||||
67 | ||||||||||||||||||||||||||
68 | ||||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||
71 | ||||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||
73 | ||||||||||||||||||||||||||
74 | ||||||||||||||||||||||||||
75 | ||||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||