| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | Nomor Indikator | Nama Indikator | Nilai Sekolah Anda | Capaian | Perbandingan | Rentang Nilai | Definisi Indikator | Definisi Capaian | Waktu Pengkinian | Level | ||||||||||||||||
2 | Satuan Pendidikan Serupa di Nasional | Nilai Rata-Rata Kab/kota | Nilai Rata-Rata Provinsi | Nilai Rata-Rata Nasional | ||||||||||||||||||||||
3 | A.1 | Kemampuan literasi | 1.25 | Jauh di bawah kompetensi minimum | 1.79 | 1.74 | 1.65 | 1.71 | 1 - 3 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi). | Sebagian besar peserta didik belum mencapai batas kompetensi mininum untuk literasi membaca. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
4 | A.1 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Mahir | 0% | Mahir | 0 - 100 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi). | Peserta didik mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks; mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap isi teks. | November 2021 | 1 | |||||||||||||||||
5 | A.1 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Cakap | 12.5% | Cakap | 0 - 100 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi). | Peserta didik mampu membuat interpretasi dari informasi implisit yang ada dalam teks; mampu membuat simpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam suatu teks. | November 2021 | 1 | |||||||||||||||||
6 | A.1 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Dasar | 25% | Dasar | 0 - 100 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi). | Peserta didik mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana. | November 2021 | 1 | |||||||||||||||||
7 | A.1 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Perlu Intervensi Khusus | 62.5% | Perlu Intervensi Khusus | 0 - 100 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi). | Peserta didik belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks ataupun membuat interpretasi sederhana. | November 2021 | 1 | |||||||||||||||||
8 | A.1.1 | Kompetensi membaca teks informasi | 26.89 | Belum Tersedia | 50.17 | 48.19 | 43.86 | 46.8 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks informasional (non-fiksi). | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
9 | A.1.2 | Kompetensi membaca teks sastra | 23.91 | Belum Tersedia | 50.99 | 47.92 | 44 | 47.27 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks fiksi. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
10 | A.1.3 | Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1) | 28.65 | Belum Tersedia | 56.29 | 54.23 | 49.65 | 52.95 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan menemukan, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan suatu ide atau informasi eksplisit dalam teks informasional (non-fiksi) dan sastra. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
11 | A.1.4 | Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks (L2) | 24.51 | Belum Tersedia | 47.65 | 44.86 | 41.72 | 44.28 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan membandingkan dan mengontraskan ide atau informasi dalam atau antar teks, membuat kesimpulan, mengelompokkan, serta mengombinasikan ide dan informasi dalam teks atau antar teks informasional (non-fiksi) dan sastra. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
12 | A.1.5 | Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3) | 22.94 | Belum Tersedia | 47.41 | 45.14 | 41.98 | 44.38 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan menganalisis, memprediksi, dan menilai konten, bahasa, dan unsur-unsur dalam teks informasional (non-fiksi) dan sastra. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
13 | A.2 | Kemampuan numerasi | 1.25 | Jauh di bawah kompetensi minimum | 1.61 | 1.6 | 1.54 | 1.57 | 1 - 3 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. | Sebagian besar peserta didik belum mencapai batas kompetensi mininum untuk numerasi. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
14 | A.2 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Mahir | 0% | Mahir | 0 - 100 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. | Peserta didik mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta nonrutin berdasarkan konsep matematika yang dimilikinya. | November 2021 | 1 | |||||||||||||||||
15 | A.2 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Cakap | 8.33% | Cakap | 0 - 100 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. | Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan matematika yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam. | November 2021 | 1 | |||||||||||||||||
16 | A.2 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Dasar | 33.33% | Dasar | 0 - 100 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. | Peserta didik memiliki keterampilan dasar matematika: komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin. | November 2021 | 1 | |||||||||||||||||
17 | A.2 | Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Perlu Intervensi Khusus | 58.33% | Perlu Intervensi Khusus | 0 - 100 | Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. | Peserta didik hanya memiliki pengetahuan matematika yang terbatas (penguasaan konsep yang parsial dan keterampilan komputasi yang terbatas). | November 2021 | 1 | |||||||||||||||||
18 | A.2.1 | Kompetensi pada domain Bilangan | 21.11 | Belum Tersedia | 33.09 | 33.41 | 31.2 | 31.98 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten bilangan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
19 | A.2.2 | Kompetensi pada domain Aljabar | 18.51 | Belum Tersedia | 31.19 | 31.08 | 29.33 | 30.06 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten aljabar untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
20 | A.2.3 | Kompetensi pada domain Geometri | 18.25 | Belum Tersedia | 32.06 | 31.85 | 30.1 | 30.91 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten geometri untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
21 | A.2.4 | Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian | 18.84 | Belum Tersedia | 38.42 | 37.72 | 35.41 | 36.64 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten data dan ketidakpastian untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
22 | A.2.5 | Kompetensi mengetahui (L1) | 18.81 | Belum Tersedia | 39.28 | 39.34 | 36.29 | 37.54 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan memahami fakta, proses, konsep, dan prosedur. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
23 | A.2.6 | Kompetensi menerapkan (L2) | 22.34 | Belum Tersedia | 32.1 | 31.8 | 30.13 | 30.86 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada konten bilangan dengan konteks situasi nyata untuk menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
24 | A.2.7 | Kompetensi menalar (L3) | 17.05 | Belum Tersedia | 29.36 | 29.27 | 27.83 | 28.41 | 0 - 100 | Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau konteks yang lebih kompleks. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
25 | A.3 | Karakter | 2.07 | Berkembang | 2.12 | 2.13 | 2.09 | 2.1 | 1 - 3 | Rata-rata nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai akhlak pada manusia, akhlak pada alam, akhlak bernegara, gotong royong, kreativitas, nalar kritis, kebinekaan global dan kemandirian pada survei karakter. | Peserta didik terbiasa menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
26 | A.3.1 | Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia | 1.83 | Perlu Ditingkatkan | 2.13 | 2.14 | 2.09 | 2.1 | 1 - 3 | Rata-rata nilai karakter peserta didik yang berkaitan akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara di survei karakter. | Peserta didik menyadari pentingnya berakhlak baik pada sesama manusia, alam, dan negara, namun belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
27 | A.3.2 | Gotong Royong | 2 | Berkembang | 2.13 | 2.14 | 2.12 | 2.1 | 1 - 3 | Kesediaan dan pengalaman berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. | Peserta didik memiliki kesediaan dan kemauan berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan sosial, serta sudah diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
28 | A.3.3 | Kreativitas | 2.7 | Membudaya | 2.32 | 2.34 | 2.23 | 2.27 | 1 - 3 | Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai senang berpikir berbeda, menerapkan ide baru dalam memecahkan masalah, dan membuat karya-karya baru. | Peserta didik telah mengimplementasikan dan menggerakkan aktivitas terkait kegiatan yang menghasilkan pemikiran, gagasan, serta karya yang baru dan berbeda secara rutin serta konsisten. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
29 | A.3.4 | Nalar Kritis | 2.4 | Membudaya | 2.2 | 2.23 | 2.13 | 2.15 | 1 - 3 | Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai penelusuran informasi, analisis dan evaluasi informasi, serta refleksi etis dalam pengambilan keputusan. | Peserta didik secara rutin dan konsisten telah menelusuri, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
30 | A.3.5 | Kebinekaan global | 2 | Berkembang | 2 | 1.99 | 2 | 2 | 1 - 3 | Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai minat terhadap budaya dari berbagai negara, dan kepedulian pada isu-isu global. | Peserta didik memiliki ketertarikan terhadap keragaman di berbagai negara serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu global, dan sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
31 | A.3.6 | Kemandirian | 2 | Berkembang | 1.96 | 1.94 | 1.99 | 1.98 | 1 - 3 | Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai melakukan perencanaan secara reflektif, dan pengelolaan emosi dan pengendalian diri. | Peserta didik terbiasa mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mencapai tujuan belajar dalam kehidupan sehari-hari. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
32 | C.1 | Proporsi GTK bersertifikat | 25% | Kurang | 48.71% | 38.19% | 48.62% | 44.64% | 0% - 100% | Jumlah guru dan tenaga pendidikan di sekolah yang memiliki sertifikat dibagi dengan total guru dan tenaga pendidikan yang ada. | Satuan Pendidikan dengan proporsi guru bersertifikat pendidik kurang. | Oktober 2021 | 1 | |||||||||||||
33 | C.2 | Proporsi GTK penggerak | 0% | Bukan | 0.02% | 0.22% | 0.12% | 0.11% | 0% - 100% | Jumlah GTK yang masuk kedalam program guru penggerak dibagi total guru. | Sekolah dengan KS/Wakil KS/KS Penggerak belum berasal dari guru penggerak. | Oktober 2021 | 1 | |||||||||||||
34 | C.2.1 | % guru penggerak | 0 | Belum Tersedia | 0.07 | 0.1 | 0.06 | 0.04 | Jumlah guru yang lulus program guru penggerak dibagi total guru. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | Oktober 2021 | 2 | ||||||||||||||
35 | C.2.2 | % KS/wakil KS penggerak | 0 | Bukan | 0 | 0 | 0 | 0 | Jumlah lulusan program guru penggerak di daerah yang diangkat menjadi kepala sekolah dibagi jumlah lulusan program guru penggerak di daerah tsb Provinsi = SMA/SMK/SLB Kab/Kota = PAUD/SD/SMP. | Sekolah dengan KS/Wakil KS/KS Penggerak belum berasal dari guru penggerak. | Oktober 2021 | 2 | ||||||||||||||
36 | C.2.3 | % pengawas penggerak | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | Jumlah lulusan program guru penggerak di daerah yang diangkat menjadi pengawas sekolah dibagi jumlah lulusan program guru penggerak di daerah tsb Provinsi = SMA/SMK/SLB Kab/Kota = PAUD/SD/SMP. | Nilai indikator ini belum tersedia. | Oktober 2021 | 2 | ||||||||||||||||||
37 | C.3 | Pengalaman pelatihan GTK | 3.33 | Merintis | 15.34 | 20.76 | 12.1 | 12.72 | 0 - 100 | Nilai guru yang pernah mengikuti pelatihan pengetahuan bidang studi, pedagogi, manajerial, atau pelatihan lain dikali bobot masing-masing pelatihan. | Satuan Pendidikan sedang merintis dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan. | Oktober 2021 | 1 | |||||||||||||
38 | C.3.1 | Pengetahuan bidang studi (termasuk magang untuk SMK) | 0% | Merintis | 18.22% | 26.62% | 16.5% | 14.77% | 0% - 100% | Rata-rata persentase guru yang mengikuti pelatihan terkait pengetahuan bidang studi di seluruh sekolah. | Satuan Pendidikan sedang merintis dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan pengetahuan bidang studi. | Oktober 2021 | 2 | |||||||||||||
39 | C.3.2 | Pedagogi | 0% | Merintis | 20.64% | 26.41% | 12.01% | 16.7% | 0% - 100% | Rata-rata persentase guru yang mengikuti pelatihan terkait pedagogi di seluruh sekolah. | Satuan Pendidikan sedang merintis dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan pengetahuan pedagogik. | Oktober 2021 | 2 | |||||||||||||
40 | C.3.3 | Manajerial | 10% | Berkembang | 7.17% | 9.24% | 7.8% | 6.69% | 0% - 100% | Rata-rata persentase guru yang mengikuti pelatihan terkait pengetahuan manajerial di seluruh sekolah. | Satuan Pendidikan berkembang dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan penguatan manajerial. | Oktober 2021 | 2 | |||||||||||||
41 | C.5 | Nilai uji kompetensi guru | 55.16 | Baik | 50.34 | 45.12 | 47.19 | 48.79 | 0 - 100 | Rata-rata nilai uji kompetensi guru dalam hal kompetensi pedagogik dan profesional. | Satuan Pendidikan dengan rata-rata nilai UKG sudah baik. | Desember 2015 | 1 | |||||||||||||
42 | C.5.1 | Kompetensi pedagogik | 63.2 | Baik | 49.22 | 45.05 | 47.63 | 48.2 | 0 - 100 | Total nilai uji kompetensi guru dalam hal kompetensi pedagogik dibagi total guru. | Satuan Pendidikan dengan rata-rata nilai UKG Pedadogik sudah baik. | Desember 2015 | 2 | |||||||||||||
43 | C.5.2 | Kompetensi profesional | 47.12 | Cukup | 51.47 | 45.2 | 46.76 | 49.38 | 0 - 100 | Total nilai uji kompetensi guru dalam hal kompetensi profesional dibagi total guru. | Satuan Pendidikan dengan rata-rata nilai UKG Profesional cukup. | Desember 2015 | 2 | |||||||||||||
44 | C.6 | Kehadiran guru di kelas | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | Rata-rata jumlah jam pelajaran kosong berdasarkan laporan kepala sekolah dan laporan peserta didik. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2021 | 1 | ||||||||||||||||||
45 | C.6.1 | Kehadiran guru menurut laporan murid | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | Nilai kehadiran guru berdasarkan laporan peserta didik dalam satuan waktu di survei lingkungan belajar. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2021 | 2 | ||||||||||||||||||
46 | C.6.2 | Kehadiran guru menurut laporan kepala sekolah | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | Nilai kehadiran guru berdasarkan laporan kepala sekolah dalam satuan waktu di survei lingkungan belajar. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2021 | 2 | ||||||||||||||||||
47 | C.8 | Pemenuhan kebutuhan Guru | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | 54.52% | 34.72% | 50.13% | 54.74% | 0% - 100% | Jumlah formasi guru ASN yang diajukan dibagi jumlah formasi guru ASN yang dibutuhkan berdasarkan data dari Kemendikbud. | Nilai indikator ini belum tersedia. | Oktober 2021 | 1 | |||||||||||||
48 | D.1 | Kualitas pembelajaran | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | 1.93 | 1.91 | 1.91 | 1.9 | 1 - 3 | Rata-rata nilai untuk kualitas pembelajaran manajemen kelas, dukungan afektif, aktvitasi kognitif, Pembelajaran praktik vs teori, dan pembelajaran Jarak Jauh di survei lingkungan belajar. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
49 | D.1.1 | Manajemen kelas | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | 1.99 | 1.98 | 1.96 | 1.96 | 1 - 3 | Rata-rata nilai untuk keteraturan suasana kelas dan disiplin positif di survei lingkungan belajar. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
50 | D.1.2 | Dukungan afektif | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | 2.02 | 1.99 | 1.94 | 1.96 | 1 - 3 | Rata-rata nilai untuk dukungan afektif, perhatian dan kepedulian guru, dan umpan balik konstruktif di survei lingkungan belajar. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
51 | D.1.3 | Aktivasi kognitif | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | 1.78 | 1.78 | 1.82 | 1.78 | 1 - 3 | Rata-rata nilai untuk instruksi yang adaptif, panduan guru, aktivitas interaktif, pembelajaran literasi, pembelajaran numerasi, skor iklim pembelajaran terbuka di survei lingkungan belajar. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
52 | D.2 | Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru | 2.17 | Aktif | 2.11 | 2.19 | 1.94 | 2.02 | 1 - 3 | Nilai komposit guru terhadap tingkat aktivitas refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru. | Kegiatan pengembangan kualitas pembelajaran yang dilakukan belum terstruktur. Guru belum konsisten melakukan refleksi pembelajaran, mengeksplorasi referensi pengajaran baru, dan mencetuskan inovasi baru. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
53 | D.2.1 | Belajar tentang pembelajaran | 58.06 | Membudaya | 50 | 50.33 | 48.98 | 48.66 | 0 - 100 | Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap aktivitas belajar yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar. | Guru sudah aktif mencari referensi pengajaran melalui buku, seminar, diskusi, praktik baik guru lain, dll untuk meningkatkan kualitas pengajaran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
54 | D.2.2 | Refleksi atas praktik mengajar | 56.37 | Aktif | 52.62 | 52.49 | 50.96 | 51.12 | 0 - 100 | Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap tingkat refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru atas praktik mengajar. | Proses refleksi untuk peningkatan kualitas yang dilakukan, tidak terbatas ketika terjadi permasalahan, namun, belum dilakukan secara rutin dan konsisten. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
55 | D.2.3 | Penerapan praktik inovatif | 57.84 | Aktif | 55.72 | 56.51 | 54.01 | 53.98 | 0 - 100 | Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap praktik pengajaran guru yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pengajaran. | Guru mulai aktif mencari cara, sumber, dan strategi pengajaran baru dalam rangka melakukan inovasi pembelajaran untuk meningkatkan ketertarikan, keterlibatan, dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
56 | D.3 | Kepemimpinan instruksional | 2 | Terarah | 1.9 | 1.97 | 1.86 | 1.79 | 1 - 3 | Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap tingkat kepemimpinan instruksional sekolah yang mendukung perbaikan kualitas pembelajaran. | Kepemimpinan instruksional mengarah pada visi-misi sekolah sehingga mendorong sebagian perencanaan, praktik dan asesmen pembelajaran mulai mengarah pada orientasi peningkatan hasil belajar peserta didik dengan adanya program, sistem insentif atau sumber daya yang mulai mendukung guru melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
57 | D.3.1 | Visi-misi sekolah | 52.8 | Terarah | 51.6 | 51.74 | 50.89 | 49.67 | 0 - 100 | Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap penyampaian dan penerapan visi-misi sekolah yang berpusat pada perbaikan pembelajaran. | Visi-misi sekolah menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja sekolah serta dikomunikasikan kepada warga sekolah. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
58 | D.3.2 | Pengelolaan kurikulum sekolah | 50.06 | Berorientasi | 48.6 | 48.49 | 48.34 | 47.24 | 0 - 100 | Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap pengelolaan pengembangan kurikulum sekolah dengan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik. | Perencanaan pembelajaran, praktik pembelajaran, dan praktik asesmen di satuan pendidikan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
59 | D.3.3 | Dukungan untuk refleksi guru | 49.07 | Tersedia | 47.97 | 48.26 | 47.81 | 46.71 | 0 - 100 | Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap program, sistem insentif, dan sumber daya yang mendukung refleksi guru dan perbaikan pembelajaran. | Sekolah sudah memiliki program, sistem insentif, dan sumber daya yang mulai mendukung guru untuk melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
60 | D.4 | Iklim keamanan sekolah | 2.27 | Aman | 2.29 | 2.36 | 2.22 | 2.22 | 1 - 3 | Nilai komposit nilai indeks rasa aman, perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan narkoba. | Satuan pendidikan memiliki lingkungan sekolah yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah dalam mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan sekolah. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
61 | D.4.1 | Kesejahteraan psikologis murid | 1.38 | Perlu Dikembangkan | 1.92 | 1.97 | 1.85 | 1.87 | 1 - 3 | Nilai rata-rata peserta didik terhadap kesejahteraan psikologis dan perasaan aman yang dirasakan di sekolah. | Peserta didik belum merasa aman dan nyaman ketika berada di lingkungan satuan pendidikan. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
62 | D.4.2 | Kesejahteraan psikologis guru | 3 | Maju | 2.19 | 2.14 | 2.2 | 2.19 | 1 - 3 | Nilai rata-rata kesejahteraan psikologis guru yang melingkupi perasaan terhubung dan perasaan senang mengajar di sekolah. | Guru merasa menjadi bagian tak terpisahkan dari satuan pendidikan sehingga mereka sudah sepenuhnya antusias dalam menjalani peran sebagai seorang pendidik. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
63 | D.4.3 | Perundungan | 2.5 | Aman | 2.7 | 2.76 | 2.58 | 2.61 | 1 - 3 | Nilai komposit nilai dari pengalaman perundungan peserta didik, konsepsi perundungan guru, efikasi diri perundungan, dan program dan kebijakan sekolah tentang perundungan. | Satuan pendidikan aman dari kasus perundungan. Kepala sekolah dan guru telah memiliki konsepsi yang tepat dan yakin dengan pengetahuan dan kemampuannya terkait perundungan. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
64 | D.4.4 | Hukuman fisik | 2 | Waspada | 2.34 | 2.41 | 2.28 | 2.27 | 1 - 3 | Nilai komposit nilai dari pengalaman hukuman fisik peserta didik, konsepsi hukuman fisik peserta didik, dan program dan kebijakan sekolah tentang hukuman fisik. | Di satuan pendidikan masih terjadi kasus hukuman fisik meskipun kepala sekolah dan guru sudah mengenal konsepsi dan cukup yakin dengan pengetahuan dan kemampuannya menangani hukuman fisik. Perlu dilakukan intervensi pencegahan dan penanganan hukuman fisik pada peserta didik. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
65 | D.4.5 | Kekerasan seksual | 2.19 | Waspada | 1.98 | 2.07 | 1.9 | 1.91 | 1 - 3 | Nilai komposit nilai dari pengalaman kekerasan seksual peserta didik, konsepsi kekerasan seksual guru, efikasi diri kekerasan seksual, pengetahuan dan definisi bentuk kekerasan seksual, dan program dan kebijakan sekolah tentang kekerasan seksual. | Di satuan pendidikan jarang terjadi kasus pelecehan seksual. Kepala sekolah dan guru sudah memahami konsep, definisi dan bentuk-bentuk pelecehan seksual, namun belum cukup yakin dengan kemampuannya dalam mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
66 | D.4.6 | Narkoba | 2.38 | Aman | 2.45 | 2.57 | 2.38 | 2.36 | 1 - 3 | Nilai komposit nilai dari pengalaman peserta didik terkait narkoba di sekolah, pengetahuan guru tentang narkoba, dan program dan kebijakan sekolah tentang narkoba. | Satuan pendidikan aman dari kasus penyalahgunaan narkoba.Kepala sekolah dan guru memahami pengertian narkoba dan contoh penyalahgunaan narkoba. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
67 | D.6 | Iklim Kesetaraan Gender | 3 | Membudaya | 2.34 | 2.29 | 2.31 | 2.27 | 1 - 3 | Nilai rata-rata terkait dukungan atas kesetaraan gender guru dan pimpinan sekolah. | Satuan pendidikan secara aktif mensosialisasikan dan menyuarakan dukungan akan pentingnya mewujudkan kesetaraan hak-hak sipil antar kelompok gender dengan dasar prinsip keadilan. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
68 | D.6.1 | Dukungan atas kesetaraan gender | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | Nilai rata-rata terkait dukungan atas kesetaraan gender guru dan pimpinan sekolah. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2021 | 2 | ||||||||||||||||||
69 | D.8 | Iklim Kebinekaan | 2.38 | Membudaya | 2.22 | 2.23 | 2.22 | 2.2 | 1 - 3 | Nilai rata-rata guru, kepala sekolah, dan peserta didik terhadap iklim kebinekaan di sekolah. | Satuan pendidikan sudah mampu menghadirkan suasana proses pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas; mendukung kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat nasionalisme. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
70 | D.8.1 | Toleransi agama dan budaya | 2.5 | Membudaya | 2.07 | 2.05 | 2.06 | 2.05 | 1 - 3 | Nilai rata-rata pimpinan sekolah dan guru terhadap toleransi agama dan budaya di sekolah. | Satuan pendidikan mengakui, menghargai, menerima, mendukung dan merawat keragaman agama/kepercayaan dan budaya. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
71 | D.8.2 | Sikap Inklusif | 2 | Merintis | 1.93 | 2.01 | 1.94 | 1.91 | 1 - 3 | Nilai rata-rata sikap inklusif peserta didik dan guru. | Satuan pendidikan mendukung dan mengakomodir sebagian peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
72 | D.8.3 | Dukungan atas kesetaraan agama dan budaya | 2 | Merintis | 1.94 | 1.93 | 1.93 | 1.92 | 1 - 3 | Nilai rata-rata terkait dukungan atas kesetaraan agama dan budaya guru dan pimpinan sekolah. | Satuan pendidikan mendukung kesetaraan hak-hak sipil antara kelompok agama/kepercayaan dan budaya mayoritas dan minoritas. Akan tetapi, dukungan tersebut sering kali didasari alasan pragmatis dan cenderung bersikap pasif. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
73 | D.8.4 | Komitmen kebangsaan | 3 | Membudaya | 2.94 | 2.92 | 2.93 | 2.9 | 1 - 3 | Nilai rata-rata terkait komitmen kebangsaan pimpinan sekolah dan guru. | Satuan Pendidikan mengetahui lemahnya komitmen kebangsaan dan menindak pelanggaran tersebut dengan cara-cara yang demokratis, seperti bertukar pikiran satu sama lain. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
74 | D.10 | Iklim Inklusivitas | 2.07 | Merintis | 2.02 | 2.03 | 1.99 | 1.99 | 1 - 3 | Nilai rata-rata layanan disabilitas, CBI, sikap terhadap disabilitas, dan fasilitas sekolah disabilitas di sekolah. | Satuan pendidikan mulai mengembangkan suasana proses pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah bagi peserta didik dengan disabilitas dan cerdas berbakat istimewa. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
75 | D.10.1 | Layanan disabilitas | 2.1 | Berkembang | 2.01 | 1.99 | 1.97 | 1.97 | 1 - 3 | Nilai rata-rata layanan sekolah yang melingkupi pengetahuan dan sikap tentang peserta didik dengan disabilitas. | Satuan pendidikan mulai memiliki pengetahuan, sikap yang tepat, dan kemampuan untuk melaksanakan praktik pembelajaran khusus bagi peserta didik dengan disabilitas. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
76 | D.10.2 | Layanan sekolah untuk murid cerdas dan bakat istimewa | 2.1 | Berkembang | 1.82 | 1.79 | 1.77 | 1.79 | 1 - 3 | Nilai rata-rata terhadap layanan sekolah yang melingkupi pengetahuan dan sikap tentang peserta didik cerdas dan berbakat istimewa. | Satuan pendidikan mulai memiliki pengetahuan, sikap yang tepat, dan kemampuan untuk melaksanakan praktik pembelajaran khusus bagi peserta didik dengan kecerdasan dan bakat istimewa. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
77 | D.10.3 | Sikap terhadap disabilitas | 2 | Mengakui | 2.24 | 2.31 | 2.22 | 2.2 | 1 - 3 | Nilai rata-rata sikap guru terhadap disabilitas berdasarkan aspek afektif, kognitif, dan perilaku di survei karakter. | Peserta didik mulai menerima keberadaan, namun masih ragu untuk berteman akrab dengan peserta didik disabilitas. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
78 | D.10.4 | Fasilitas dan Layanan Sekolah untuk Siswa Disabilitas dan Cerdas Berbakat Istimewa | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | Komposit indeks atas tingkat pengetahuan, sikap dan layanan pengajaran untuk anak CIBI di survei lingkungan belajar. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2021 | 2 | ||||||||||||||||||
79 | E.1 | Partisipasi warga sekolah | 2 | Selektif | 1.9 | 1.89 | 1.77 | 1.84 | 1 - 3 | Nilai rata-rata partisipasi orang tua dan partisipasi peserta didik dalam pengelolaan sekolah. | Satuan pendidikan melibatkan orang tua dan peserta didik dalam beberapa kegiatan di satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik. | November 2021 | 1 | |||||||||||||
80 | E.1.1 | Partisipasi orang tua | 58.57 | Restriktif | 61.84 | 61.51 | 58.46 | 59.7 | 0 - 100 | Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap Tingkat keterlibatan orang tua dalam proses perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan aktivitas di sekolah. | Satuan pendidikan masih sangat terbatas melibatkan orang tua dalam berbagai kegiatan di satuan pendidikan. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
81 | E.1.2 | Partisipasi murid | 87.84 | Selektif | 65.72 | 65.14 | 61.06 | 63.25 | 0 - 100 | Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap Tingkat keterlibatan peserta didik dalam proses perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan aktivitas di sekolah. | Satuan pendidikan melibatkan peserta didik dalam beberapa kegiatan di satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik. | November 2021 | 2 | |||||||||||||
82 | E.2 | Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu | 73.31% | Belum Tersedia | 43.52% | 39.05% | 50.52% | 46.02% | 0% - 100% | Jumlah persentase nilai pembelanjaan non personil untuk peningkatan mutu pembelajaran dan GTK di satuan pendidikan per jenjang. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2020 | 1 | |||||||||||||
83 | E.2.1 | Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan | 0.33% | Belum Tersedia | 3.65% | 5.02% | 6.46% | 4.1% | 0% - 100% | Persentase pembelanjaan sekolah untuk peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan dibagi total anggaran sekolah dalam satu tahun di bos salur. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2020 | 2 | |||||||||||||
84 | E.2.2 | Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran | 72.98% | Belum Tersedia | 39.86% | 34.03% | 44.06% | 41.93% | 0% - 100% | Persentase pembelanjaan sekolah untuk non personil kegiatan pembelajaran dibagi total anggaran sekolah dalam satu tahun di bos salur. | Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran. | November 2020 | 2 | |||||||||||||
85 | E.3 | Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran | 0 | Rendah | 7.25 | 2.51 | 11.9 | 11.02 | 0 - 100 | Nilai komposit dari pembelanjaan BOS secara daring dan penggunaan SDS. | Satuan pendidikan memiliki proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring yang rendah. | November 2020 | 1 | |||||||||||||
86 | E.3.1 | Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring | 0% | Rendah | 7.25% | 2.51% | 11.9% | 11.02% | 0% - 100% | Jumlah pembelanjaan dana BOS melalui SIPLah dibagi total anggaran dana BOS yang diterima dalam satu tahun anggaran. | Satuan pendidikan memiliki proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring yang rendah. | November 2020 | 2 | |||||||||||||
87 | E.3.2 | Indeks penggunaan platform SDS sumber daya sekolah - ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan | Data Terbaru Belum Tersedia | Data Terbaru Belum Tersedia | Jumlah sekolah yang membuat laporan tepat waktu di platform SDS dan lengkap. | Nilai indikator ini belum tersedia. | November 2020 | 2 | ||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||