ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
2
3
Definisi Operasional Kinerja Klaster Pelayanan Manajemen
4
5
NoJenis VariabelDefinisi OperasionalSkalaKeterangan
6
Nilai 0Nilai 4Nilai 7Nilai 10
7
(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)
8
1.1.Manajemen Inti Puskesmas
9
1.Rencana 5 (lima) tahunanRencana 5 (lima) tahunan sesuai visi, misi, tugas pokok dan fungsi Puskesmas bedasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimalTidak ada rencana 5 (lima) tahunanAda, tidak sesuai visi, misi, tugas pokok dan fungsi Puskesmas, tidak berdasarkan pada analisis kebutuhan masyarakatAda, sesuai visi, misi, tugas pokok dan fungsi Puskesmas, tidak berdasarkan pada analisis kebutuhan masyarakatAda, sesuai visi, misi, tugas pokok dan fungsi Puskesmas bedasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat
10
2.RUK Tahun (N+1) RUK (Rencana Usulan Kegiatan) Puskesmas untuk tahun yad ( N+1) dibuat berdasarkan analisa situasi, kebutuhan dan harapan masyarakat dan hasil capaian kinerja, prioritas serta data 2 ( dua) tahun yang lalu dan data survei, disahkan oleh Kepala PuskesmasTidak adaAda , tidak sesuai visi, misi, tugas pokok dan fungsi Puskesmas,tidak berdasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat dan kinerja Ada, sesuai visi, misi, tugas pokok dan fungsi Puskesmas, tidak berdasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat dan kinerja Ada , sesuai visi, misi, tugas pokok dan fungsi Puskesmas, bedasarkan pada analisis kebutuhan masyarakat dan kinerja , ada pengesahan kepala Puskesmas
11
3.RPK/POA bulanan/tahunanDokumen Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK), sebagai acuan pelaksanaan kegiatan yang akan dijadwalkan selama 1 (satu) tahun dengan memperhatikan visi misi dan tata nilai Puskesmas Tidak ada Ada dokumen RPKdokumen RPK tidak sesuai RUK, Tidak ada pembahasan dengan LP maupun LS, dalam penentuan jadwaldokumen RPK sesuai RUK, tidak ada pembahasan dengan LP maupun LS dalam penentuan jadwaldokumen RPK sesuai RUK, ada pembahasan dengan LP maupun LS dalam penentuan jadwal
12
4.Lokakarya Mini bulanan (lokmin bulanan)Rapat Lintas Program (LP) membahas review kegiatan, permasalahan LP,rencana tindak lanjut (corrective action) , beserta tindak lanjutnyasecara lengkap. Dokumen lokmin awal tahun memuat penyusunan POA, briefing penjelasan program dari Kapus dan detail pelaksanaan program (target, strategi pelaksana) dan kesepakatan pegawai Puskesmas. Notulen memuat evaluasi bulanan pelaksanaan kegiatan dan langkah koreksi.Tidak ada dokumen Ada, dokumen tidak memuat evaluasi bulanan pelaksanaan kegiatan dan langkah koreksiAda, dokumen corrective action,dafar hadir, notulen hasil lokmin,undangan rapat lokmin tiap bulan lengkapAda, dokumen yang menindaklanjuti hasil lokmin bulan sebelumnya
13
5.Lokakarya Mini tribulanan (lokmin tribulanan)Rapat lintas program dan Lintas Sektor (LS) membahas review kegiatan, permasalahan LP, corrective action, beserta tindak lanjutnya secara lengkap tindak lanjutnya. Dokumen memuat evaluasi kegiatan yang memerlukan peran LSTidak ada dokumen Ada, dokumen tidak memuat evaluasi bulanan pelaksanaan kegiatan dan langkah koreksiAda Dokumen corrective action,dafar hadir, notulen hasil lokmin,undangan rapat lokmin lengkapAda, dokumen yang menindaklanjuti hasil lokmin yang melibatkan peran serta LS
14
6.Laporan Kinerja PuskesmasHasil Kinerja Puskesmas yang paling sedikit memuat data dan informasi tentang pencapaian pelaksanaan pelayanan kesehatan dan manajemen Puskesmas dan telah di laporkan ke Dinas Kesehatan untuk di evaluasi dan diberikan umpan balik. Belum membuat dokumen Laporan KinerjaAda , dokumen lengkap (berisi Pendahuluan, Matriks Penilaian Kinerja, Hasil Penilaian Kinerja, Rencana Tindak Lanjut) yang dilaporkan < 4 x /setahun (tidak setiap 3 bulan) ke Dinas Kesehatan.Ada , dokumen lengkap (berisi Pendahuluan, Matriks Penilaian Kinerja, Hasil Penilaian Kinerja, Rencana Tindak Lanjut) yang dilaporkan setiap 3 bulan ke Dinas Kesehatan, belum dievaluasi dan belum mendapat umpan balik dari Dinas Kesehatan.Ada , dokumen lengkap (berisi Pendahuluan, Matriks Penilaian Kinerja, Hasil Penilaian Kinerja, Rencana Tindak Lanjut) yang dilaporkan setiap 3 bulan ke Dinas Kesehatan, telah dievaluasi dan mendapat umpan balik dari Dinas Kesehatan.
15
1.2. Manajemen Arsip
16
1.Ada SOP Pengelolaan Arsipadanya panduan yang mengatur cara pengelolaan arsip secara sistematis, terstruktur, dan efisienTidak ada dokumen SOP pengelolaan arsip tersedia dalam bentuk dokumen tertulis, tetapi belum tersosialisasikan dengan baik kepada seluruh pegawai yang terlibat dalam pengelolaan arsipSOP pengelolaan arsip tersedia dalam bentuk dokumen tertulis dan sudah disosialisasikan kepada pegawai yang terkait, namun belum diterapkan secara konsisten dalam praktik sehari-hariSOP pengelolaan arsip tersedia dalam bentuk dokumen tertulis, telah disosialisasikan secara menyeluruh kepada pegawai terkait, serta diterapkan secara konsisten dalam pengelolaan arsip sehari-hari
17
2.Ada Surat Keputusan/Surat Tugas Pengelola Arsip PuskesmasSurat Keputusan / Surat Tugas Pengelola Arsip dengan uraian tugas pokoknyaTidak ada dokumen Ada SK / Surat Tugas Pengelola Arsip, tidak ada uraian tugas dan evaluasi pelaksanaan uraian tugasAda SK / Surat Tugas Pengelola Arsip, ada uraian tugas tetapi tidak ada evaluasi pelaksanaan uraian tugasAda SK / Surat Tugas Pengelola Arsip, ada uraian tugas dan evaluasi pelaksanaan uraian tugas
18
3.Audit pengelolaan arsip secara berkalaPemantauan dan evaluasi sistem pengelolaan arsip (keakuratan data, relevansi data, keamanan informasi dan manajemen risiko) secara independenAudit tidak pernah dilaksanakanAudit arsip dilakukan tetapi tidak secara berkala, tidak terdokumentasi dengan baik, atau hanya dilakukan jika ada masalah yang muncul.Audit arsip dilakukan secara berkala sesuai jadwal tertentu (sekurang-kurangnya 1x setahun), terdokumentasi, tetapi tindak lanjut hasil audit belum optimal atau belum diterapkan secara konsistenAudit arsip dilakukan secara berkala sesuai jadwal yang telah ditetapkan(sekurang-kurangnya 1x setahun), terdokumentasi dengan baik, serta ditindaklanjuti dengan perbaikan atau peningkatan sistem pengelolaan arsip berdasarkan hasil audit
19
1.3. Manajemen Sumber Daya Manusia
20
1.Penyusunan Rencana Kebutuhan (RENBUT) Tenaga Medis dan Tenaga KesehatanMetode Penghitungan Kebutuhan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan sesuai kompetensinya berdasarkan beban kerja dan kebutuhan rillTidak ada dokumenAda dokumen renbut, dengan hasil < 4 jenis tenaga medis dan tenaga kesehatan dari 9 tenaga medis dan tenaga kesehatan sesuai kebutuhanAda dokumen renbut, dengan hasil < 7 jenis tenaga medis dan tenaga kesehatan (termasuk dokter, dokter gigi, bidan dan perawat) dari 9 nakes sesuai kebutuhanAda dokumen renbut, dengan hasil < 9 jenis tenaga medis dan tenaga kesehatan (termasuk dokter, dokter gigi, bidan dan perawat) sesuai kebutuhan
21
2.SK, uraian tugas pokok (tanggung jawab dan wewenang ) serta uraian tugas integrasi Surat Keputusan Penanggung Jawab dengan uraian tugas pokok dan tugas integrasi jabatan karyawan Tidak ada SK Penanggung Jawab dan uraian tugasAda SK Penanggung Jawab dan uraian tugas 50% karyawanAda SK Penanggung Jawab dan uraian tugas 75% karyawanAda SK Penanggung Jawab dan uraian tugas seluruh karyawan
22
3.Registrasi Perizinan (STR dan SIP) bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Setiap Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan yang telah memberikan pelayanan kesehatan dan atau menjalankan pekerjaan profesi wajib memiliki izin STR & SIP ada indentifikasi untuk SIP yang akan habis masa berlakunya 6 bulan. Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan yang wajib memiliki STR dan SIP adalah dengan pendidikan (Profesi atau Vokasi).Tidak ada dokumn pencatatan registrasi perizinan (STR & SIP)Ada dokumen pencatatan registrasi perizinan (STR & SIP) tenaga medis dan tenaga kesehatan, tidak ada analisa terkait SIP yang akan habis dan yang sudah habisAda dokumen pencatatan registrasi perizinan (STR & SIP) tenaga medis dan tenaga kesehatan, ada analisa terkait SIP yang akan habis dan yang sudah habis dan tidak ada tindak lanjut dan evaluasi bagi SIP yang akan habis dan sudah habisAda dokumen pencatatan registrasi perizinan (STR & SIP) tenaga medis dan tenaga kesehatan, ada analisa, tindak lanjut serta evaluasi terkait SIP yang akan habis dan yang sudah habis
23
4.Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinyaPeningkatan kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan adalah proses yang berkelanjutan dan penting untuk memastikan bahwa tenaga kesehatan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan efektif. Peningkatan Kompetensi dapat melalui Pelatihan dengan mengikuti (seminar, workshop, pelatihan, dan kursus, dll) dan / atau Pendidikan berkelanjut bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan memperbarui pengetahuan dan keterampilan.Tidak ada data pencatatan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan dan atau pendidikan berkelanjutAda Pencatatan laporan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya hanya melalui pelatihan atau pendidikan berkelanjutan dan tidak ada rencana tindak lanjut dan belum dilakukan monitoring evaluasi kinerja oleh atasanAda Pencatatan laporan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya hanya melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan dan tidak ada rencana tindak lanjut ataupun monitoring evaluasi kinerja oleh atasan Ada Pencatatan laporan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya hanya melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan dan ada rencana tindak lanjut serta pelaksanaan serta monitoring evaluasi kinerja yang dilakukan oleh atasan
24
5.Tersedianya tenaga dokter umum organik/tetap minimal 1 orangTenaga Dokter umum organik/tetap merupakan tenaga dokter umum yang bekerja selama minimal 37,5 jam dalam seminggu di Puskesmas lokasi tempat bekerja, menempatkan salah satu SIP yang dimiliki di Puskesmas lokasi tempat bekerja serta memilki SK Penugasan secara resmi. Dokter umum yang merangkap sebagai kepala Puskesmas jika memenuhi syarat diatas yakni menempatkan salah satu SIP di Puskesmas keberadaanya dapat dihitung tersedia tenaga dokterBelum tersedia tenaga dokter umumTersedia tenaga dokter umum tidak tetap 1 dokter umum, menempatkan salah satu SIP yang dimiliki di Puskesmas lokasi tempat bekerja serta memilki SK Penugasan secara resmiTersedia tenaga dokter umum tidak tetap lebih dari 1 dokter umum, menempatkan salah satu SIP yang dimiliki di Puskesmas lokasi tempat bekerja serta memilki SK Penugasan secara resmiTersedia tenaga dokter umum organik/tetap minimal 1 dokter umum, menempatkan salah satu SIP yang dimiliki di Puskesmas lokasi tempat bekerja serta memilki SK Penugasan secara resmi
25
1.4 Manajemen Sarana dan Prasarana, dan Perbekalan Kesehatan
26
1.4.1 Manajemen Sarana dan Prasarana
27
1.Kelengkapan dan Updating data Aplikasi Sarana, Prasarana, Alat Kesehatan (ASPAK) Nilai data kumulatif SPA >60 % dan >60% berdasarkan data ASPAK yang telah diupdate secara berkala ( minimal 2 kali dalam setahun, tgl 30 Juni dan 31 Desember tahun berjalan ) dan telah divalidasi Dinkes Kab/Kota.Nilai data kumulatif SPA < 60 % dan kelengkapan alat kesehatan <60 % dan data ASPAK belum diupdate dan divalidasi Dinkes Kab/Kota Nilai data kumulatif SPA <60 % dan kelengkapan alat kesehatan <60 % berdasarkan data ASPAK yang sudah diupdate dan divalidasi Dinkes Kab/Kota Nilai data kumulatif SPA >60 % dan kelengkapan alat kesehatan <60 % berdasarkan data ASPAK yang sudah diupdate dan divalidasi Dinkes Kab/Kota Nilai data kumulatif SPA >60 % dan kelengkapan alat kesehatan > 60% berdasarkan data ASPAK yang sudah diupdate dan divalidasi Dinkes Kab/Kota
28
2.Analisis data ASPAK dan rencana tindak lanjut Analisis data ASPAK berisi ketersediaan Sarana , Prasarana dan alkes (SPA) di masing-masing ruangan dan kebutuhan SPA yang belum terpenuhi.Tindak lanjut berisi upaya yang akan dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan SPA.Tidak ada analisis dataAda analisis data, rencana tindak lanjut, tindak lanjut dan evaluasi belum ada Ada analisis data SPA , rencana tindak lanjut, tidak ada tindak lanjut dan evaluasiAda analisis data lengkap dengan rencana tindak lanjut, tindak lanjut dan evaluasi
29
3.Pemeliharaan prasarana PuskesmasPemeliharaan Sarana dan prasarana terjadwal serta dilakukan, dilengkapi dengan jadwal dan bukti pelaksanaanTidak ada jadwal pemeliharaan prasarana dan tidak dilakukan pemeliharaanAda jadwal pemeliharaan dan tidak dilakukan pemeliharaanAda jadwal pemeliharaan dan dilakukan pemeliharaan. Tidak ada bukti pelaksanaan.Ada jadwal pemeliharaan dan dilakukan pemeliharaan. Ada bukti pelaksanaan.
30
4.Kalibrasi alat kesehatan Kalibrasi alkes dilakukan sesuai dengan daftar peralatan yang perlu dikalibrasi, ada jadwal, dan bukti pelaksanaan kalibrasi.
Tidak ada jadwal kalibrasi dan tidak dilakukan kalibrasiAda jadwal kalibrasi dan tidak dilakukan kalibrasiAda jadwal kalibrasi dan dilakukan kalibrasiTidak ada bukti pelaksanaan.Ada jadwal kalibrasi dan dilakukan kalibrasi Ada bukti pelaksanaan.
31
5.Perbaikan dan pemeliharaan peralatan medis dan non medisPerbaikan dan pemeliharaan peralatan medis dan non medis terjadwal dan sudah dilakukan yang dibuktikan dengan adanya jadwal dan bukti pelaksanaanTidak ada jadwal pemeliharaan peralatan dan tidak dilakukan pemeliharaanAda jadwal pemeliharaan dan tidak dilakukan pemeliharaanAda jadwal pemeliharaan dan dilakukan pemeliharaan. Tidak ada bukti pelaksanaan.Ada jadwal pemeliharaan dan dilakukan pemeliharaan. Ada bukti pelaksanaan.
32
1.4.2 Manajemen Perbekalan Kesehatan
33
1.Ketersediaan 40 butir obat indikatorTersedianya obat untuk pelayanan kesehatan dasar terhadap 40 item obat indikator (Albendazol , Alopurinol, Amlodipin, Kaptopril, Amoksisilin 500 mg/Amoksisilin sirup, Antasida tablet kunyah/antasida suspensi, Anti anemia/Tablet Tambah Darah, Anti alergi (deksametason injeksi/ Klorfeniramin Maleat (CTM) tab/ Diphenhidramin injeksi/Loratadin 10 mg Tab/ Setirizin Tab/Setirizin Sirup), Antiemetik Dimenhidrinat/ Domperidon), Antifungi (Antifungi kombinasi asam benzoat dan asam salisilat 2%/Ketokonazol krim 2%/ Mikonazol krim 2%, Asam Askorbat (Vitamin C), Asiklovir, Diazepam (tablet/Injeksi/Enema), Diuretik (Furosemid 40 mg/manitol infus/Spironolakton 25 mg tab), Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1 % (sebagai HCl), Fitomenadion (Vitamin K) injeksi, Garam Oralit serbuk, Glimepirid, Haloperidol (Tab/Injeksi/drop), Ibuprofen (tab/suspensi), Kalsium Laktat, Antiinflamasi dan antipruritik topikal (Betametason krim 0,1%/Hidrokortison krim 2,5%), Kortikosteroid (metilprednisolon/prednison), Kotrimoksazol (tab/suspensi), Lidokain (inj/gel/spray), Metformin tab, Natrium Diklofenak, OAT FDC Kat 1, Oksitoksik (Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg-1 ml/Oksitosin injeksi), Omeprazole (kapsul/Injeksi), Parasetamol (tab/sirup/drop), Piridoksin (Vitamin B6), Primakuin, Ranitidin, Retinol (Vitamin A), Salbutamol, Antimikroba salep mata/tetes, Simvastatin, FDC TLD (Tenofovir/Lamivudin/Dolutegravir) / TLE (Tenofovir/Lamivudin/Efavirenz), Zinc 20 mg. Pemilihan 40 butir obat tersebut adalah sesuai dengan Indikator Kinerja Kementerian pada Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekkes Ditjen Farmalkes Kemkes RI. Penilaian ketersediaan obat indikator dilakukan setiap bulan.Jumlah obat yang tersedia di puskesmas kurang dari 36 item obat indikator (< 90% dari 40 item obat indikator) dan Kecukupan obat yang tersedia kurang dari 1 mingguJumlah obat yang tersedia di puskesmas kurang dari 36 item obat indikator (< 90% dari 40 item obat indikator) dan Kecukupan obat yang tersedia minimal 2 minggu90% dari 40 item obat indikator tersedia di puskesmas ( minimal 36 item obat indikator) dan Kecukupan obat yang tersedia (minimal 36 item obat indikator) minimal 1 bulan bulan90% dari 40 item obat indikator tersedia di puskesmas ( minimal 36 item obat indikator) dan Kecukupan obat yang tersedia (minimal 36 item obat indikator) lebih dari 2 bulan
34
2.Ketersediaan 7 vaksin Rutin lengkaptersedianya vaksin untuk pelayanan imunisasi rutin lengkap. 7 vaksin tersebut adalah Vaksin Polio ( bOPV/ IPV), Vaksin Hepatitis B Uniject,Vaksin DPT-HB-Hib,Vaksin PCV,Vaksin ROTAVIRUS,Vaksin MR dan Vaksin BCGSemua Vaksin IRL tidak tersediaMinimal 4 dari 7 item vaksin IRL tersedia dan tercatat di SMILEMinimal 6 dari 7 item vaksin IRL tersedia dan tercatat di SMILESemua item vaksin IRL tersedia, tercatat di SMILE dan aplikasi SMILE Imunisasi terupdate secara real time.
35
3.Ketersediaan 37 jenis Alkes dan BMHP untuk pemeriksaan kesehatanTersedia alkes dan BMHP untuk pemeriksaan kesehatan yaitu : 1. Alkohol Swab (pcs)
2. Aplikasi fluor
3. Celemek Dental
4. Collecting Kit (cytobrush + VTM)
5. Dental Kit
6. Dental Plaque Disclosing
7. Fecal OBT
8. gel EKG
9. gel USG
10. Handscoon (pcs)
11. Jarum Vacutainer
12. Kertas saring
13. Lancet
14. Lancet pediatric
15. Microbrush
16. Paket Reagen Diluent Cleanser, Lyse
17. Plester bulat bening
18. Pot Dahak
19. Pot Sample Feses
20. Rapid test Hepatitis B (HbSAg)
21. Rapid test Hepatitis C (anti HCV)
22. Rapid Test HIV dan Sifilis combo/dual
23. Reagen Ekstraksi
24. Reagen kreatinin
25. Reagen PCR
26. Reagen SGOT
27. Reagen Ureum
28. Reagensia Cholesterol Total
29. Reagensia HDL Direct
30. Reagensia Trigliserida
31. Strip gula darah
32. Strip Hb
33. Tabung Vacutainer
34. Thermal paper EKG
35. Tip Kuning
36. Tuberkulin
37. Wing Needle
Semua alkes dan BMHP tidak tersediaMinimal 5.dari 37 item jenis alkes dan BMHP Minimal 10.dari 37 item jenis alkes dan BMHP Minimal 15 dari 37 item jenis alkes dan BMHP Data berasal dari stok opname
36
1.5. Manajemen Mutu Pelayanan
37
1.5.1 Manajemen Mutu
38
1.SK Tim Mutu Puskesmas dan uraian tugasSurat Keputusan Kepala Puskesmas tentang Tim Mutu Puskesmas (Manris, PPI, AI, KP,K3,MFK) dan uraian tugasnyaTidak ada SK Tim mutu Puskesmas dan uraian tugasAda SK Tim Mutu Puskesmas tanpa ada uraian tugas yang jelasAda SK Tim Mutu Puskesmas dengan uraian tugas yang jelas tetapi belum lengkap timnyaAda SK Tim Mutu Puskesmas dengan uraian tugas yang jelas dengan tim yang lengkap
39
2.Rencana Program Mutu PuskesmasRencana Program Mutu Puskesmas dalam jangka waktu 1 tahun telah disusun, dibuktikan dengan dokumen penyusunan rencana program mutu Puskesmas yg lengkap (undangan, daftar hadir, notulen dan dokumentasi kegiatan pertemuan beserta KAK, RUK program mutu dan indikator kinerja mutu).Tidak ada dokumen rencana program Mutu PuskesmasAda dokumen rencana program Mutu Puskesmas, tetapi tidak lengkapAda dokumen lengkap rencana program Mutu Puskesmas tetapi belum dibuat untuk semua tim kerjaAda dokumen lengkap rencana program Mutu Puskesmas dan dibuat oleh semua tim kerja
40
3.Pelaksanaan kegiatan program Mutu Puskesmas serta evaluasinyaPelaksanaan Kegiatan oleh tim mutu (Manris, PPI, AI, KP,K3,MFK), sesuai kerangka acuan dan dievaluasi.Tidak ada pelaksanaan kegiatan program Mutu PuskesmasPelaksanaan kegiatan program Mutu Puskesmas tidak sesuai kerangka acuanPelaksanaan kegiatan program Mutu Puskesmas sesuai kerangka acuan tetapi tidak ada evaluasiPelaksanaan kegiatan program Mutu Puskesmas sesuai kerangka acuan dan dievaluasi
41
4.Pengelolaan Pengaduan PelangganPengelolaan pengaduan pelayanan puskesmas adalah serangkaian proses yang dilakukan oleh puskesmas dalam menerima, mencatat, menindaklanjuti, dan menyelesaikan pengaduan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan.Tidak ada sistem atau mekanisme pengaduan yang tersedia,Sistem pengaduan tersedia tetapi pengaduan yang masuk tidak ditindaklanjutiSistem pengaduan tersedia tetapi pengaduan yang masuk belum semua ditindaklanjutiSistem pengaduan tersedia, semua pengaduan yang masuk sudah ditindaklanjuti
42
5.Survei Kepuasan PasienSurvei Kepuasan Pasien adalah kegiatan pengukuran secara komprehensif tentang tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan.Tidak ada survei kepuasan pasienSurvei dilakukan tetapi tidak dianalisis dan ditindak lanjutiSurvei dilakukan, hasil dianalisis tetapi belum ditindaklanjutiSurvei dilakukan, hasil dianalisis tetapi dan ditindaklanjuti
43
6.Pertemuan Tinjauan ManajemenPertemuan yang dilaksanakan secara periodik minimal 2 kali setahun untuk meninjau kinerja sistem manajemen mutu dan kinerja pelayanan/penyelenggaraan kegiatan di Puskesmas menghasilkan rekomendasi perbaikan dan tindaklanjut.Tidak dilakukan Pertemuan Tinjauan ManajemenDilakukan 1 kali setahunDilakukan minimal 2 kali setahun, dokumen bukti pelaksanaan lengkap, rekomendasi tidak ditindaklanjutiDilakukan minimal 2 kali setahun, dokumen bukti pelaksanaan lengkap, rekomendasi ditindaklanjuti
44
7.Laporan capaian indikator mutu Puskesmas ke Dinas Kesehatan laporan capaian indikator mutu Puskesmas (INM, indikator mutu prioritas puskesmas, dan indikator mutu prioritas pelayanan) setiap triwulan kepada Dinas Kesehatan tidak ada laporanlaporan tidak setiap triwulanlaporan setiap triwulan namun tidak lengkap seluruh indikator mutunyalaporan setiap triwulan dan lengkap seluruh indikator mutunya dilaporkan
45
1.5.2 Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
46
1.Identifikasi Risiko Infeksidilakukan identifikasi risiko infeksi pada pasien, petugas dan pengunjung, dianalisis dan dibuat rencana pencegahannyaTidak ada identifikasi risiko infeksi.Identifikasi risiko infeksi dilakukan tetapi tidak menyeluruh (pasien, petugas dan pengunjung)Identifikasi risiko infeksi dilakukan secara menyeluruh, dianalisis tetapi tidak ditindakalnjutiIdentifikasi risiko infeksi dilakukan secara menyeluruh, dianalisis dan ditindaklanjuti
47
2.Pengelolaan Risiko InfeksiDisusun strategi dan tindakan untuk mengurangi risiko infeksi berupa pelaksanaan kewaspadaan isolasi (standar dan transmisi), di evaluasi dan di tindaklanjutiTidak ada strategi atau tindakan untuk mengurangi risiko infeksi.Terdapat Strategi pengelolaan infeksi tapi belum dilaksanakanTerdapat Strategi, dilaksanakan, dievaluasi tetapi belum ditidaklanjutiTerdapat Strategi dan dilaksanakan, dievaluasi dan ditidaklanjut
48
3.Laporan program PPI ke Dinas Kesehatanlaporan PPI ke Dinas Kesehatan 2x setahun dan terdapat umpan baliknyaTidak ada laporanLaporan 1x dalam setahunLaporan minimal 2x setahun tetapi tidak ada umpan balik dari dinas kesehatanLaporan minimal 2 x setahun dan ada umpan balik dari dinas kesehatan
49
1.5.3 Manajemen Risiko
50
1.Dilakukan identifikasi risiko yang tertuang dalam register risikoProses identifikasi risiko dilakukan dan dicatat dalam dokumen register risiko yang memuat risiko klinis (keselamatan pasien) dan risiko non-klinis (keuangan, kepatuhan, reputasi, dll).Tidak ada identifikasi risiko yang dilakukanIdentifikasi risiko dilakukan namun belum terdokumentasi dalam register risikoIdentifikasi risiko dilakukan dan tercatat dalam register risiko untuk sebagian jenis risiko (klinis dan non klinis)Identifikasi risiko dilakukan dan tercatat dalam register risiko untuk semua jenis risiko (klinis dan non klinis)
51
2.Tersedia profil risiko yang berisi prioritas risikoProfil risiko adalah dokumen yang merangkum seluruh risiko yang telah diidentifikasi, dianalisis, dan dievaluasi, serta disusun berdasarkan tingkat prioritas dan dilakukan pembaruan berkalaTidak tersedia profil risikoProfil risiko tersedia namun belum memuat prioritas risikoProfil risiko tersedia dan memuat prioritas risiko namun tidak diperbarui berkalaProfil risiko tersedia dan memuat prioritas risiko dan diperbarui berkala
52
3.Pelaksanaan mitigasi risikoTindakan mitigasi terhadap risiko prioritas telah dirancang dan diimplementasikan sesuai rencana.Tidak ada tindakan mitigasi yang dilakukanMitigasi dilakukan tidak sesuai rencanaMitigasi risiko dilaksanakan sesuai rencana untuk sebagian prioritas risikoMitigasi risiko dilaksanakan sesuai rencana untuk semua prioritas risiko
53
4.Pelaporan manajemen risikoLaporan manajemen risiko disusun secara berkala untuk setiap risiko kegiatan dan lengkap memuat informasi hasil identifikasi, analisis, mitigasi, dan evaluasi risiko.Tidak ada pelaporan risikoPelaporan risiko disusun namun tidak lengkapPelaporan risiko disusun secara lengkap tetapi tidak rutinPelaporan risiko disusun lengkap dan berkala
54
1.5.4 Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
55
1.Penyusunan Program Kerja MFKDokumen rencana tahunan kegiatan pengelolaan MFK berdasarkan identifikasi risiko yang diperbarui setiap tahunTidak ada program kerja MFKProgram disusun tapi belum berdasarkan risikoProgram lengkap dan berbasis risiko tidak diperbarui tiap tahunProgram lengkap, berbasis risiko diperbarui setiap tahun
56
2.Pelaksanaan Program MFKImplementasi kegiatan MFK untuk semua program (Keamanan dan keselamatan fasilitas, pengelolaan B3, manajemen kedaruratan dan bencana, manajemen alat kesehatan, manajemen pengamanan kebakaran, manajemen alat kesehatan, manajemen utilitas dan pendidikan MFK) sesuai kerangka acuanTidak ada kegiatan MFK dilaksanakanKegiatan MFK dilaksanakan namun tidak sesuai kerangka acuanKegiatan MFK dilaksanakan sesuai kerangka acuan tetapi belum semua programKegiatan MFK dilaksanakan oleh semua program sesuai kerangka acuan
57
3.Pemantauan dan Evaluasi Program MFKPemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program MFKTidak ada kegiatan pemantauan dan evaluasiPemantauan dan evaluasi dilakukan tidak terjadwalPemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk sebagian programPemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk seluruh program
58
4.Laporan Kegiatan Program MFKlaporan pelaksanaan kegiatan MFK sesuai dengan program kerja secara berkalaTidak tersedia laporan kegiatan MFKLaporan kegiatan MFK tersedia namun tidak rutin atau tidak lengkap sesuai program kerja.Laporan kegiatan MFK disusun secara berkala tetapi belum semua program dilaporkanLaporan kegiatan MFK disusun secara berkala dan semua program dilaporkan
59
1.5.5 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
60
1.Perencanaan K3Penyusunan rencana program K3 berdasarkan identifikasi risiko dan penunjukan petugas yang bertanggung jawabTidak ada perencanaan program K3Perencanaan K3 ada tetapi belum berdasar identifikasi risikoPerencanaan K3 lengkap berdasar identifikasi risiko tetapi petugas belum ditetapkanPerencanaan K3 lengkap dengan identifikasi risiko, sudah ada petugas yang ditetapkan
61
2.Pelaksanaan K3Pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan berkala, imunisasi pegawai, penanganan paparan penyakit infeksi, kekerasan atau cedera akibat kerja, serta promosi kesehatan dan kesejahteraan pegawai secara rutinTidak ada pelaksanaan kegiatan K3Pelaksanaan kegiatan K3 dilakukan sebagian atau tidak rutinPelaksanaan kegiatan K3 dilakukan keseluruhan tetapi tidak rutinPelaksanaan kegiatan K3 dilakukan keseluruhan dan rutin
62
3.Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3 dan tidaklanjutnyaPemantauan kegiatan K3 termasuk dokumentasi pelaporan, pemantauan pelaksanaan imunisasi dan kesehatan berkala, serta respons terhadap insiden yang terjadi dan ditindaklanjutiTidak ada pemantauan dan evaluasiPemantauan dan evaluasi dilakukan tetapi belum menyeluruh untuk kegiatan K3Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk seluruh kegiatan K3 tetapi belum ada tindaklanjutnyaPemantauan dan evaluasi dilakukan untuk seluruh kegiatan K3 dan ada tindaklanjutnya
63
1.5.6 Audit Internal
64
1.Penyusunan Rencana Program Audit TahunanRencana audit tahunan disusun dalam kerangka acuan minimal 2x setahun untuk tiap unit sasaran auditTidak ada rencanaAda rencana kurang dari 2x setahunAda Rencana audit minimal 2x setahun utk masing-masing sasaran audit tetapi belum disusun dalam Kerangka AcuanAda Rencana audit minimal 2x setahun utk masing-masing sasaran audit dan disusun dalam Kerangka Acuan
65
2.Pelaksanaan Audit Sesuai Rencana (kerangka acuan)Audit internal dilaksanakan sesuai jadwal audit dan dievaluasiTidak dilaksanakanDilaksanakan tidak sesuai rencanaDilaksanakan sesuai rencana tetapi tidak di evaluasiDilaksanakan sesuai rencana dan di evaluasi
66
3.Pelaporan dan Umpan Balik Hasil AuditLaporan hasil audit disampaikan kepada Kepala Puskesmas, tim mutu, pihak yang diaudit secara tertulis dan terdapat umpan baliknyaTidak ada laporanLaporan tidak lengkapLaporan lengkap tidak ada umpan balikLaporan lengkap disertai umpan balik
67
4.Rekomendasi dan Tindak Lanjut Temuan AuditRekomendasi dan Tindak lanjut audit dilaksanakan oleh pihak terkait dan terdokumentasi.Tidak ada tindak lanjut<50% temuan dan rekomendasi ditindaklanjuti50-80% temuan dan rekomendasi ditindaklanjuti>80% temuan dan rekomendasi ditindaklanjuti
68
1.5.7 Keselamatan Pasien
69
1.Penyelenggaraan Keselamatan PasienAdanya dokumen kebijakan, pedoman, dan rencana kegiatan penyelenggaraan keselamatan pasien di Puskesmas (standar keselamatan pasien, sasaran keselamatan pasien dan tujuh langkah keselamatan pasien).Tidak ada dokumen penyelenggaraan keselamatan pasienTersedia 1-2 dokumen dari 3 kegiatan penyelenggaraan keselamatan pasien (standar keselamatan pasie, sasaran keselamatan pasien,tujuh langkah keselamatan pasien)Tersedia dokumen penyelenggaraan keselamatan pasien (standar keselamatan pasien,sasaran keselamatan pasien,tujuh langkah keselamatan pasien), tidak ada bukti penerapanTersedia dokumen penyelenggaraan keselamatan pasien (standar keselamatan pasien,sasaran keselamatan pasien,tujuh langkah keselamatan pasien), ada bukti penerapan.
70
2.Monitoring dan evaluasi penyelenggaraan keselamatan pasienDilakukan pemantauan, monitoring dan evaluasi berkala (bulanan, tribulanan, semester dan tahunan) terhadap penyelenggaraan keselamatan pasienTidak dilakukan pemantauan, monitoring dan evaluasi. Dilakukan pemantauan, monitoring dan evaluasi tetapi tidak ada bukti dokumen. Dilakukan pemantauan, monitoring dan evaluasi, ada bukti dokumen tetapi belum dilakukan tindak lanjut.Dilakukan pemantauan, monitoring dan evaluasi secara berkala, ada bukti dokumen, sudah dilakukan tindak lanjut.
71
3.Pelaporan insidenMelakukan pelaporan insiden (KTD, Sentinel, KTC, KNC dan KPC signifikan) sesuai prosedur.Tidak melakukan pelaporan dan tidak melakukan prosedur penanganan insidenTidak melakukan pelaporan, melakukan penanganan insiden Melakukan pelaporan dan melakukan prosedur penanganan insidenMelakukan pelaporan, melakukan prosedur penanganan insiden dan melakukan pemantauan penanganan insiden
72
1.6. Manajemen Keuangan dan Aset atau Barang Milik Daerah
73
1.Penatausahaan KeuanganTersedia SOP, bukti penerimaan dan pengeluaran kas sesuai dengan ketentuanTidak ada SOP dan tidak ada buktiTidak ada SOP dan ada buktiSOP tidak lengkap dan ada buktiSOP lengkap dan ada bukti
74
2.Kesesuaian Pertanggungjawaban sesuai dengan Regulasi Yang berlakuDokumen Pertanggungjawaban Belanja sesuai dengan aturan yang berlaku dan Dokumen Penerimaan Pendapatan sesuai dengan ketentuanTidak ada Dokumen Pertanggungjawaban dan Dokumen PenerimaanDokumen Pertanggungjawaban dan Dokumen Penerimaan pendapatan tidak sesuai dengan regulasi yang berlakuDokumen Pertanggungjawaban dan Dokumen Penerimaan Pendapatan yang sesuai regulasi tidak lengkapDokumen Pertanggungjawaban dan Dokumen Penerimaan yang sesuai dengan regulasi lengkap
75
3.Laporan Pertanggungjawaban KeuanganTersedianya Buku Kas Umum, Buku Pembantu BKU, Buku Penerimaan dan Penyetoran Kas, Berita Acara Penutupan KasTidak ada DokumenDokumen Tersedia 25 %Dokumen Tersedia 50 %Dokumen Lengkap
76
4.Ketepatan Waktu Penyediaan laporan dan Penyampaian Laporan PertanggungjawabanKetepatan Waktu Menyediakan Laporan dan Pembukuan sesuai dengan Regulasi Yang berlakuTidak ada Laporan dan PembukuanPenyediaan Laporan dan Pembukuan tidak tepat waktu dan tidak sesuai ketentuanPenyediaan Laporan dan Pembukuan disampaikan tepat waktu namun tidak sesuai ketentuanPenyediaan Laporan dan Pembukuan disampaikan tepat waktu dan sesuai ketentuan
77
5.Tercapainya Target Pendapatan dan Realisasi BelanjaTercapainya target Pendapatan dan Realiseasi BelanjaTarget Pendapatan dan realisasi belanja < 25 %Target Pendapatan dan Realisasi Belanja 50 %Target Pendapatan dan Realisasi Belanja < 85 %Terget Penndapatan dan Realisasi Belanja 100 %
78
6.Tersusunnya laporan keuanganTersusunnya laporan keuangan semester dan tahunanDokumen laporan tidak adaDokumen laporan tidak ada, tidak sesuaiDokumen laporan ada, lengkap dan sesuai. Belum dilakukan audit eksternal (Kantor Akuntan Publik/KAP).Dokumen laporan ada, lengkap dan sesuai. Sudah dilakukan audit eksternal (Kantor Akuntan Publik/KAP).
79
1.7. Manajemen Sistem Informasi Digital
80
1.Jumlah Unit/ruang Layanan yang terintegrasi dengan sistem informasi digitalTerintegrasinya antar unit/ruang layanan yang ada di puskesmas ( Ruang pendaftaran, ruang pelayanan klaster 2, ruang pelayanan klaster 3, ruang pelayanan klaster 4 dan ruang pelayanan lintas klaster)layanan tidak terhubung dengan layanan lainnya40% jumlah layanan saling terhubung dari total layanan yang ada70% jumlah layanan saling terhubung dari total layanan yang ada100% jumlah layanan yang ada saling terhubung
81
2.Pelaporan data kunjungan Puskesmas ke Satu SehatTerkirimnya data Rekam Medis Elektronik ke Satu Sehat dalam waktu 7X24 jamtidak mengirim datapengiriman data ke satusehat s.d 40% dari jumlah kunjungan Puskesmaspengiriman data ke satusehat s.d 70%dari jumlah kunjungan Puskesmaspengiriman data ke satusehat s.d 100% dari jumlah kunjungan Puskesmas
82
3.Jumlah resources Rekam Medis Elektronik yang terkirim ke Satu SehatJumlah 15 item di RME (kunjungan, kondisi ICD X, observasi, tindakan, resume diet, resep obat, tebus obat, servis request, spesimen, laporan diagnostik, alergi intoleran, impresi klinis, rencana perawatan, tanggapan kuesioner dan pernyataan pengobatan)tidak mengirim dataPengiriman resources ke Satu Sehat <5Pengiriman resources ke Satu Sehat <10Pengiriman dilakukan untuk semua item resources (15 item)
83
1.8. Manajemen Jejaring
84
1.8.1 Jejaring berbasis wilayah administratif
85
1.8.1.1 Pelayanan Kesehatan Tradisional
86
1.Panti Sehat berkelompok yang berijinPanti Sehat berkelompok yang berijin yang ada di wilayah Kerja Puskesmas.Panti Sehat adalah tempat yang digunakan untuk melakukan perawatan kesehatan tradisional empiris yang berijin dan yang memberikan pelayanan lebih dari 1 (satu) orang penyehat tradisional (Hattra).Prosentase Panti Sehat yang memiliki izin 0%Prosentase Panti Sehat yang memiliki izin dibawah 20%Prosentase Panti Sehat yang memiliki izin 20%Prosentase Panti Sehat yang memiliki izin lebih dari 20%
87
2.Penyehat Tradisional yang memiliki STPTPenyehat Tradisional yang memiliki STPT (Surat Terdaftar Penyehat Tradisional) yang ada di wilayah kerja Puskesmas. Penyehat Tradisional adalah seseorang yang memiliki pengetahuan pengobatan radisional dengan modalitas ketrampilan dan/atau ramuan yang diperoleh secara turun temurun atau kursus pada penyehat tradisional senior.Prosentase Penyehat Tradisional yang memiliki STPT 0%Prosentase Penyehat Tradisional yang memiliki STPT dibawah 30%Prosentase Penyehat Tradisional yang memiliki STPT 30%Prosentase Penyehat Tradisional yang memiliki STPT lebih dari 30%
88
3.Pembinaan Penyehat TradisionalPenyehat Tradisional yang ada di wilayah kerja Puskesmas yang mendapat pembinaan (Sosialisasi dan Kunjungan Lapangan) oleh petugas kesehatan.Prosentase pelaksanaan pembinaan Penyehat Tradisional 0%Prosentase pelaksanaan pembinaan Penyehat Tradisional dibawah 50%Prosentase pelaksanaan pembinaan Penyehat Tradisional 50%Prosentase pelaksanaan pembinaan Penyehat Tradisional lebih dari 50%
89
4.Kelompok Asuhan Mandiri yang terbentukDesa/Kelurahan yang memiliki Kelompok Asuhan Mandiri dengan SK Kepala Desa/Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas. Kelompok Asuhan Mandiri adalah kelompok masyarakat yang mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan mengatasi masalah gangguan kesehatan ringan secara mandiri di wilayahnya oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat dengan memanfaatkan Taman Obat Keluarga/TOGA dan akupresur.Prosentase jumlah Kelompok Asman yang terbentuk 0%Prosentase jumlah Kelompok Asman yang terbentuk dibawah 22%Prosentase jumlah Kelompok Asman yang terbentuk 22%Prosentase jumlah Kelompok Asman yang terbentuk lebih dari 22%
90
5.Kelompok Asuhan Mandiri yang mendukung Program PrioritasKelompok Asman yang berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu ILP di Wilayah PuskesmasTidak memiliki kelompok Asman mendukung prognasMemiliki 1 kelompok Asman mendukung prognasMemiliki 2 kelompok Asman mendukung prognasMemiliki sama dengan atau lebih dari 3 kelompok Asman mendukung prognas
91
1.8.1.2 Kesehatan Olah Raga
92
1.Puskesmas
menyelenggarakan
program aktivitas fisik
Puskesmas yang menyelenggarakan aktivitas fisik adalah puskesmas yang melaksanakan minimal kegiatan utama (nomor 1 dan 2), dari 4 (empat) kegiatan berikut:
1. Skrining kebugaran jasmani siklus hidup (anak sekolah/usia produktif/lanjut usia/calon jamaah haji/kelompok olahraga) dan kegiatan olahraga di internal Puskesmas (peregangan, senam/kegiatan olahraga bersama, dan skrining kebugaran jasmani)
2. Edukasi aktivitas fisik di dalam Gedung dan luar Gedung minimal 1 kali/bulan
3. Pembinaan Kelompok Olahraga Masyarakat
4. Penilaian faktor risiko dan pelayanan kesehatan pada kegiatan olahraga
Puskesmas tidak menyelenggarakan program aktivitas fisik utama maupun tambahanPuskesmas menyelenggarakan minimal kegiatan utama program peningkatan aktivitas fisik (no 1 dan 2)Puskesmas menyelenggarakan kegiatan utama program peningkatan aktivitas fisik (nomor 1 dan 2) dan 1 kegiatan tambahan (nomor 3 atau 4)Puskesmas menyelenggarakan seluruh program peningkatan aktivitas fisik
93
2.Pustu
menyelenggarakan
program aktivitas fisik
Pustu menyelenggarakan program aktivitas fisik adalah Pustu yang melaksanakan kegiatan edukasi aktivitas fisik dan kegiatan olahraga rutin.
1.) Edukasi Aktivitas fisik adalah kegiatan pemberian informasi rekomendasi aktivitas fisik siklus hidup kepada Masyarakat oleh tenaga medis/tenaga kesehatan/kader
2.) Kegiatan olahraga rutin adalah kegiatan senam/olahraga bersama yang dilakukan minimal 1 (satu) kali perminggu yang dilakukan secara mandiri di pustu atau bergabung dengan kelompok olahraga masyarakat

Jumlah Pustu yang menyelenggarakan program aktivitas fisik dibagi jumlah pustu yang ada di wilayah kerja x 100%
0-49% pustu menyelenggarakan program aktivitas fisik50-59% pustu menyelenggarakan program aktivitas fisik60-69% pustu menyelenggarakan program aktivitas fisik70-100% pustu menyelenggarakan program aktivitas fisik
94
3.Pembinaan Kelompok OlahragaPembinaan Kelompok Olahraga meliputi edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, skrining kebugaran jasmani, dll.

Kelompok Olahraga adalah suatu kelompok dengan jumlah anggota minimal 10 orang, yang melakukan kegiatan olahraga minimal 1 (satu) kali/bulan dan dilakukan secara rutin dalam 6 (enam) bulan terakhir. Contoh : Kelompok olahraga di sekolah, klub antara lain jantung sehat, senam asma, senam usila, senam ibu hamil, senam diabetes, senam osteoporosis, kebugaran jamah haji dan kelompok olahraga/latihan fisik lainnya yang dibina di wilayah kerja Puskesmas selama pada kurun waktu tertentu.

Jumlah kelompok olahraga yang dibina dibagi jumlah kelompok olahraga yang ada dikali 100%
0-30% kelompok olahraga dilakukan pembinaan>30 - 60% kelompok olahraga dilakukan pembinaan>60 - 80% kelompok olahraga dilakukan pembinaan>80% kelompok olahraga dilakukan pembinaan
95
4.Pengukuran Kebugaran Calon Jamaah HajiCalon Jamaah Haji (CJH) yang dilakukan pengukuran kebugaran jasmani sesuai dengan pedoman yang ada.

Jumlah CJH yang dilakukan Pengukuran Kebugaran Jasmani oleh Puskesmas pada tahun berjalan dibagi Jumlah CJH yang terdaftar di Puskesmas pada tahun berjalan dikali 100 %
0-60% calon jamaah haji diukur kebugaran jasmani>60-80% calon jamaah haji diukur kebugaran jasmani>80 - 90% calon jamaah haji diukur kebugaran jasmani>90% calon jamaah haji diukur kebugaran jasmani
96
1.8.2 Jejaring berbasis satuan pendidikan
97
1.Sosialisasi/penyuluhan tentang pencegahan & penanggulangan bahaya penyalahgunaan NAPZASosialisasi/Penyuluhan tentang pencegahan & penanggulangan bahaya penyalahgunaan NAPZA kepada siswa sekolah (setingkat SD, SLTP & SLTA), dengan cakupan materi wajib :
- Definisi NAPZA
- Jenis-jenis dan contoh NAPZA
- Bahaya penyalahgunaan NAPZA
- Fasilitasi pertolongan/bantuan/perlindungan bagi korban penyalahgunaan NAPZA
0% sekolah (setingkat SD, SLTP, & SLTA) dilakukan penyuluhan >0 - 5% sekolah (setingkat SD, SLTP, & SLTA) dilakukan penyuluhan >5 - 9% sekolah (setingkat SD, SLTP, & SLTA) dilakukan penyuluhan ≥10% sekolah (setingkat SD, SLTP, & SLTA) dilakukan penyuluhan
98
2.Pengukuran kebugaran Anak Usia SekolahPengukuran Kebugaran yang dilakukan bagi Anak Sekolah Dasar/sederajat kelas 4-6 tahun yang berusia 10 - 12 tahun sesuai dengan pedoman yang ada.

Jumlah SD/sederajat yang diukur kebugaran jasmani dibagi jumlah SD/sederajat yang ada di wilayah kerja x 100 %
0-20% sekolah diwilayah kerja diukur kebugaran jasmani>20 - 40% sekolah diwilayah kerja diukur kebugaran jasmani>40 - 70% sekolah diwilayah kerja diukur kebugaran jasmani>70% sekolah diwilayah kerja diukur kebugaran jasmani
99
1.8.3 Jejaring berbasis tempat kerja
100
1.Puskesmas melakukan pembinaan K3 Perkantoran tempat kerja formalPuskesmas melakukan pembinaan kesehatan kerja K3 perkantoran bagi tempat kerja formal kantor kecamatan/kel/desa. Tempat kerja melaksanakan K3 Perkantoran adalah tempat kerja yang mencapai 40% dari self assesment K3 Perkantoran.

Jumlah kantor yang melaksanakan K3 Perkantoran dibagi jumlah total perkantoran yang ada di wilayah kerja dikali 100%
0-20% kantor yang melaksanakan K3 Perkantoran>20-40% kantor yang melaksanakan K3 Perkantoran>40-70% kantor yang melaksanakan K3 Perkantoran>70% kantor yang melaksanakan K3 Perkantoran