ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAAABACADAEAFAG
1
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
2
Sekolah
: SMA NEGERI 1 SALEM
3
Penyusun
: TIM MGMP SEKOLAH SMA NEGERI 1 SALEM
4
Mata Pelajaran
: MATEMATIKA
5
Kelas/Fase: X / E
6
Semester: 1
7
CP UmumPada akhir fase E, peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat operasi bilangan berpangkat (eksponen), serta menggunakan barisan dan deret (aritmetika dan geometri) dalam bunga tunggal dan bunga majemuk. Mereka dapat menggunakan sistem persamaan linear tiga variabel, sistem pertidaksamaan linear dua variabel, persamaan dan fungsi kuadrat dan persamaan
8
9
10
fungsi eksponensial dalam menyelesaikan masalah. Mereka dapat menentukan perbandingan trigonometri dan memecahkan masalah yang melibatkan segitiga siku-siku. Mereka juga dapat
menginterpretasi dan membandingkan himpunan data berdasarkan distribusi data, menggunakan diagram pencar untuk menyelidiki hubungan data numerik, dan mengevaluasi
laporan berbasis statistika. Mereka dapat menjelaskan peluang dan menentukan frekuensi harapan dari kejadian majemuk, dan konsep dari kejadian saling bebas dan saling lepas.
11
12
ALOKASI WAKTU
13
NoELEMENMateri IntiCAPAIAN PEMBELAJARAN Tujuan PembelajaranPokok MateriProfil Pelajar PancasilaReguler (JP)Projek
Jumlah Jam
Kata KunciGlosarium
14
1BilanganEkponen dan Bentuk AkarDi akhir fase E, peserta didik dapat menggeneralisasi sifat-sifat bilangan berpangkat (termasuk bilangan pangkat pecahan). 10.1.1Peserta didik dapat memahami sifat-sifat bilangan berpangkat bulatEksponen Pangkat BulatBerpikir Kritis22EksponenEksponen adalah sebuah konsep bilangan yang berbentuk perkalian bilangan yang sama berulang kali
15
10.1.2Peserta didik dapat memahami sifat-sifat bilangan berpangkat rasionalEksponen bentuk rasionalBerpikir Kritis22Eksponen
16
10.1.3Peserta didik dapat mengaplikasikan sifat-sifat bilangan berpangkat bulat dan rasional dalam penyelesaian masalah kontekstualEksponenMandiri dan Gotong Royong22Bilangan Berpangkat
17
10.1.4Peserta didik dapat merasionalkan bentuk akarBentuk AkarMandiri dan Gotong Royong22Bentuk AkarBentuk akar adalah adalah bilangan irasional yang mampu dinyatakan dengan sebuah pecahan yaitu π‘Ž dimana a dan 𝑏 b β‰  0 serta a dan b merupakan sebuah bilangan bulat
18
19
Barisan dan Deret BilanganDi akhir fase E, peserta didik dapat menerapkan barisan dan deret aritmetika dan geometri, termasuk masalah yang terkait bunga tunggal dan bunga majemuk.10.2.1
Peserta didik dapat menentukan suku ke-n suatu barisan aritmetika
Suku ke-n barisan aritmetikaBerpikir Kritis22Suku ke-n barisan aritmetikaBarisan Aritmetika adalah barisan bilangan yang mempunyai beda atau selisih yang tetap antara dua suku barisan yang berurutan.
20
10.2.2Peserta didik dapat menentukan jumlah n suku pertama suatu deret aritmetikaJumlah n suku pertama deret aritmetikaBerpikir Kritis22Jumlah n suku pertama barisan aritmetikaDeret Aritmetika adalah jumlah dari bilangan dalam suatu barisan aritmetika.
21
10.2.3Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan dan deret aritmetikaMasalah kontekstual barisan dan deret ariitmetikaKreatif, mandiri44Masalah kontekstual
22
10.2.4
Peserta didik dapat menentukan suku ke-n suatu barisan geometri
Suku ke-n barisan geometriBerpikir Kritis22Suku ke-n barisan geometriBarisan Geometri adalah barisan bilangan yang mempunyai rasio tetap antara dua suku barisan yang berurutan.
23
10.2.5Peserta didik dapat menentukan jumlah n suku pertama suatu deret geometriJumlah n suku pertama deret geometriBerpikir Kritis22Jumlah n suku pertama deret geometriDeret Geometri adalah suatu deret bilangan yang memiliki rasio atau perbandingan yang tetap
24
10.2.6Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan dan deret geometriMasalah kontekstual barisan dan deret geometriKreatif, mandiri22Masalah kontekstual
25
0
26
2Aljabar dan FungsiSistem Persamaan Liner Tiga Variabel, Sistem Pertidaksamaan Liner Dua VariabelDi akhir fase E, peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear tiga variabel dan sistem pertidaksamaan linear dua variabel. 10.3.1Peserta didik dapat menyelesaikan sistem persamaan linear tiga variabel menggunakan cara gabungan substitusi dan eliminasiSistem Persamaan Linear Tiga VariabelBerpikir Kritis44SPLTVSPLTV adalah sistem persamaan yang terdiri dari tiga persamaan di mana masing-masing persamaan memiliki tiga variabel.
27
10.3.2Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan tiga variabelMasalah kontekstual SPLTVBerpikir Kritis44Masalah kontekstual
28
10.3.3Peserta didik dapat menyelesaikan sistem pertidaksamaan linear dua variabelSistem Pertidaksamaan Linear Dua VariabelMandiri dan Gotong Royong22SPtLDVSPtLDV adalah adalah pertidaksamaan yang terdiri atas dua variabel dengan bentuk umum dari pertidaksamaan linear dua variabel ini ditulis dengan lambang x dan y.
29
10.3.4Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan sistem pertidaksamaan linear dua variabelMasalah konteksual SPtLDVKreatif, mandiri22SPtLDV
30
31
Fungsi Kuadrat Di akhir fase E, peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat (termasuk akar imajiner)10.4.1Peserta didik dapat memahami tentang konsep persamaan kuadratPersamaan KuadratBerpikir Kritis22Persamaan KuadratPersamaan Kuadrat adalah persamaan matematika dari variabel yang mempunyai pangkat tertinggi dua
32
10.4.2Peserta didik dapat menyelesaikan masalah tentang persamaan kuadratMasalah kontekstual Persamaan KuadratBerpikir Kritis22Masalah Kontekstual Persamaan Kuadrat
33
10.4.3Peserta didik dapat menggambar grafik fungsi kuadratGrafik Fungsi Kuadrat
Mandiri dan Gotong Royong
44Grafik Fungsi KuadratGrafik Fungsi Kuadrat adalah grafik dari sebuah fungsi polinom yang memiliki peubah/variabel dengan pangkat tertingginya adalah 2
34
35
Persamaan dan fungsi EksponensialDi akhir fase E, peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan persamaan eksponensial (berbasis sama) dan fungsi eksponensial10.5.1
Peserta didik dapat memahami konsep persamaan eksponen
Persamaan EksponenBerpikir Kritis22Persamaan EksponenPersamaan Eksponen adalah persamaan yang pangkatnya mengandung variabel dan kemungkinan bilangan dasarnya mengandung variabel.
36
10.5.2Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan eksponen
Masalah kontekstual Persamaan Eksponen
Kreatif, mandiri22Masalah kontekstual Persamaan Eksponen
37
0
38
0
39
3GeometriPerbandingan Trigonometri pada segitiga siku-sikuDi akhir fase E, peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan segitiga siku-siku yang melibatkan perbandingan trigonometri dan aplikasinya. 10.6.1Peserta didik dapat menjelaskan defiisi perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku Perbandingan Trigonometri pada segitiga siku-sikuBerpikir Kritis22Trigonometri Trigonometri adalah cabang ilmu matematika yang mempelajari hubungan antara besar sudut dan panjang sisi pada segitiga.
40
10.6.2Peserta didik dapat menentukan nilai perbandingan trigonometri sudut-sudut istimewa di kuadran IPerbandingan trigonometri sudut-sudut istimewa di kuadran IBerpikir Kritis22Kuadran I
Kuadran I adalah daerah sumbu x positif dan sumbu y positif.
41
10.6.3Peserta didik dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan Perbandingan Trigonometri pada segitiga siku-sikuMasalah kontekstual yang berkaitan dengan Perbandingan Trigonometri pada segitiga siku-sikuKreatif, mandiri44
Perbandingan Trigonometri
Perbandingan Trigonometri adalah perbandingan panjang sisi-sisi segitiga. Nilai perbandingan trigonometri tersebut dihitung menggunakan sudut lancip (kurang dari 90ΒΊ). Agar memudahkan perhitungan, maka digunakan sudut siku-siku.
42
541872
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100