BCDEIJKLMNOPQRXYZAAABACADAEAFAGAHAIAJAKALAMANAOAPAQARASATAUAVAWAXAYAZBABBBCBDBEBFBGBHBIBJBKBLBMBNBOBPBQBRBSBTBUBVBWBXCZDADBDCDDDEDFDGDHDIDJDKDLDMDNDODPDQDRDSDTDUDVDWDXDYDZEAEBECEDEEEF
1
MATRIKS CAPAIAN RENCANA AKSI PERJANJIAN KINERJA
2
BALAI BESAR/BALAI POM
3
TAHUN 2023JanuariFebruariMaretAPRIL
4
kuncikuncikuncikunciAnalisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau
peningkatan/ penurunan kinerja serta upaya perbaikan dan penyempurnaan kinerja ke depan (rekomendasi perbaikan kinerja).
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan
ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
Tindak Lanjut rekomendasi hasil evaluasi sebelumnya
(Internal maupun eksternal)
Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau
peningkatan/ penurunan kinerja serta upaya perbaikan dan penyempurnaan kinerja ke depan (rekomendasi perbaikan kinerja).
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan
ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
Tindak Lanjut rekomendasi hasil evaluasi sebelumnya
(Internal maupun eksternal)
Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau
peningkatan/ penurunan kinerja serta upaya perbaikan dan penyempurnaan kinerja ke depan (rekomendasi perbaikan kinerja).
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan
ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
Tindak Lanjut rekomendasi hasil evaluasi sebelumnya
(Internal maupun eksternal)
IndikatorAnalisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau
peningkatan/ penurunan kinerja serta upaya perbaikan dan penyempurnaan kinerja ke depan (rekomendasi perbaikan kinerja).
Analisis program/kegiatan yang menunjang keberhasilan
ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
Tindak Lanjut rekomendasi hasil evaluasi sebelumnya
(Internal maupun eksternal)
5
Sasaran StrategisIndikatorTarget 2023TargetRealisasi s.d bulanRealisasi s.d bulanRealisasi s.d bulanRealisasi s.d bulanRealisasi s.d bulanRealisasi s.d bulanRealisasi s.d bulanRealisasi s.d bulanRealisasi s.d bulanRekomendasiTindak LanjutRekomendasiTindak LanjutRekomendasiTindak LanjutRekomendasiTindak Lanjut
6
JANFEBMARAPRILMEIJUNIJULIAGSTSEPTJANFEBMARETAPRILMEIJUNIJULIAGUSTUSSEPTSelesai *Belum **Selesai *Belum **Selesai *Belum **Selesai *Belum **
7
PembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan n%Capaian thd Target tahun nPembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan n%Capaian thd Target tahun nPembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan n%Capaian thd Target tahun nPembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan n%Capaian thd Target tahun nKriteriaPembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan n%Capaian thd Target tahun nKriteriaPembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan n%Capaian thd Target tahun nKriteriaPembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan n%Capaian thd Target tahun nKriteriaPembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan n%Capaian thd Target tahun nKriteriaPembilangPenyebutRealisasi%Capaian thd Target bulan nKriteria Capaian terhadap Taget Triwulan III%Capaian thd Target tahun nKriteria Capaian terhadap Taget Tahun 2023%Capaian thd Target tahun 2024Rencana AksiTime lineRencana AksiTime lineRencana AksiTime lineRencana AksiTime line
8
1Terwujudnya Obat dan Makanan yang memenuhi syarat di masing–masing wilayah kerja UPT1Persentase Obat yang memenuhi syarat9191919191919191919133100,00109,89109,892626100,00109,89109,89919496,81106,38106,3813814396,50106,05106,05MEMENUHI EKSPEKTASI26727497,45107,08107,08MEMENUHI EKSPEKTASI37938797,93107,62107,62MEMENUHI EKSPEKTASI50751798,07107,76107,76MEMENUHI EKSPEKTASI61663297,47107,11107,11MEMENUHI EKSPEKTASI76679196,84106,42SANGAT BAIK106,42Tercapai / Melampaui105,261. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Menyusun perencanaan sampling dan pengujian dengan saling berkoordinasi, baik internal maupun bersama anggota Region MakassarPenyusunan Renlak Sampling dan Pengujian, berkoordinasi dengan balai dan Loka di Region MakassarRenlak sampling dan pengujian telah disusun1. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Melakukan penyesuaian/sinkronisasi renlak sampling dan pengujian dengan Pedoman Sampling yang telah direview oleh Direktorat PengawasanMelaksanakan kegiatan sampling dan pengujian sesuai renlakKegiatan sampling dan pengujian muiai dilakukan sesuai renlak1. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih relatif rendah, sehingga angka TMS juga rendah
1. Sampling sesuai renlak
2. Komunikasi yang baik antara pengujian dengan inspeksi dan Balai lain di region Makassar
Mengevaluasi jumlah sampling TMK penandaan karena akan menambah jumlah TMS1Persentase Obat yang memenuhi syarat1. Fasilitas penyimpanan Obat di sarana distribusi dan sarana pelayanan kefarmasian telah tersedia dan penyimpanannya sesuai dengan kondisi (suhu) yang direkomendasikan.
2. Pembinaan kepada sarana produksi dan sarana distribusi obat yang secara terus menerus dilakukan oleh petugas / inspektru balai untuk menjaga mutu dan kualitas produk
3. Pelaksanaan sampling sesuai Renlak yang disusun mengacu pada Pedoman Sampling

1. Dari proses sampling : melakukan proses perecanaan sampling sesuai dengan pedoman prioritas sampling
2. Proses pengujian : melakukan proses perncanaan pengujian sesuai prinsip efisiensi Regionalisasi Laboratorium
1. Pelaksanaan kegiatan KIE kepada masyarakat tentang pengetahuan Obat aman
2. Pengawasan kepatuhan fasilitas produksi dan dsitribusi untuk meningkatkan/menjaga mutu dan keamanan Obat
3. Pengawalan dan pendampingan pelaku usaha obat tradisional dan kosmetik
1
9
1Terwujudnya Obat dan Makanan yang memenuhi syarat di masing–masing wilayah kerja UPT2Persentase Makanan yang memenuhi syarat88,588,588,588,588,588,588,588,588,588,5000,000,000,006785,7196,8596,85878997,75110,46110,46919298,91111,77111,77MEMENUHI EKSPEKTASI11812098,33111,11111,11MEMENUHI EKSPEKTASI18319792,89104,96104,96MEMENUHI EKSPEKTASI22024490,16101,88101,88MEMENUHI EKSPEKTASI27830292,05104,01104,01MEMENUHI EKSPEKTASI35037792,84104,90SANGAT BAIK104,90Tercapai / Melampaui103,151. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Menyusun perencanaan sampling dan pengujian dengan saling berkoordinasi, baik internal maupun bersama anggota Region MakassarPenyusunan Renlak Sampling dan Pengujian, berkoordinasi dengan balai dan Loka di Region MakassarRenlak sampling dan pengujian telah disusun1. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Melakukan penyesuaian/sinkronisasi renlak sampling dan pengujian dengan Pedoman Sampling yang telah direview oleh Direktorat PengawasanMelaksanakan kegiatan sampling dan pengujian sesuai renlakKegiatan sampling dan pengujian muiai dilakukan sesuai renlak1. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Melakukan penyesuaian/sinkronisasi renlak sampling dan pengujian dengan Pedoman Sampling yang telah direview oleh Direktorat PengawasanMelaksanakan kegiatan sampling dan pengujian sesuai renlak2Persentase Makanan yang memenuhi syarat1. Fasilitas penyimpanan Makanan di sarana distribusi telah tersedia dan penyimpanannya sesuai dengan kondisi yang direkomendasikan.
2. Pembinaan kepada sarana produksi dan sarana distribusi Makanan yang secara terus menerus dilakukan oleh petugas / inspektur balai untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk
3.

1. Dari proses sampling : melakukan proses perecanaan sampling sesuai dengan pedoman prioritas sampling
2. Proses pengujian : melakukan perencanaan pengujian parameter uji wajib dan/atau pilihan sesuai dengan pedoman sampling
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pangan aman melalui KIE
2.Pendampingan dan pengawalan pelaku usaha UMKM
3.
2
10
1Terwujudnya Obat dan Makanan yang memenuhi syarat di masing–masing wilayah kerja UPT3Persentase Obat yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan8989898989898989898933100,00112,36112,361818100,00112,36112,364343100,00112,36112,36697295,83107,68107,68MEMENUHI EKSPEKTASI9610294,12105,75105,75MEMENUHI EKSPEKTASI14515295,39107,19107,19MEMENUHI EKSPEKTASI18519694,39106,05106,05MEMENUHI EKSPEKTASI23225292,06103,44103,44MEMENUHI EKSPEKTASI27429891,95103,31SANGAT BAIK103,31Tercapai / Melampaui101,041. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Menyusun perencanaan sampling dan pengujian dengan saling berkoordinasi, baik internal maupun bersama anggota Region MakassarPenyusunan Renlak Sampling dan Pengujian, berkoordinasi dengan balai dan Loka di Region MakassarRenlak sampling dan pengujian telah disusun1. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Melakukan penyesuaian/sinkronisasi renlak sampling dan pengujian dengan Pedoman Sampling yang telah direview oleh Direktorat PengawasanMelaksanakan kegiatan sampling dan pengujian sesuai renlakKegiatan sampling dan pengujian muiai dilakukan sesuai renlak1. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih relatif rendah, sehingga angka TMS juga rendah
1. Sampling sesuai renlak
2. Komunikasi yang baik antara pengujian dengan inspeksi dan Balai lain di region Makassar
Mengevaluasi jumlah sampling TMK penandaan karena akan menambah jumlah TMS3Persentase Obat yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan1. Fasilitas penyimpanan Obat di sarana distribusi dan sarana pelayanan kefarmasian telah tersedia dan penyimpanannya sesuai dengan kondisi (suhu) yang direkomendasikan.
2. Pembinaan kepada sarana produksi dan sarana distribusi obat yang secara terus menerus dilakukan oleh petugas / inspektru balai untuk menjaga mutu dan kualitas produk
3. Sampel Targetted yang umumnya berpotensi TMS pengujian, sudah semakin meningkat keamanan dan mutunya

1. Dari proses sampling : melakukan proses perecanaan sampling sesuai dengan pedoman prioritas sampling
2. Proses pengujian : melakukan proses perncanaan pengujian sesuai prinsip efisiensi Regionalisasi Laboratorium
1. Pelaksanaan kegiatan KIE kepada masyarakat tentang pengetahuan Obat aman
2. Pengawasan kepatuhan fasilitas produksi dan dsitribusi untuk meningkatkan/menjaga mutu dan keamanan Obat
3. Pengawalan dan pendampingan pelaku usaha obat tradisional dan kosmetik
3
11
1Terwujudnya Obat dan Makanan yang memenuhi syarat di masing–masing wilayah kerja UPT4Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan808080808080808080801250,0062,5062,50151693,75117,19117,19181994,74118,42118,42181994,74118,42118,42MEMENUHI EKSPEKTASI383997,44121,79121,79TIDAK DAPAT DISIMPULKAN777898,72123,40123,40TIDAK DAPAT DISIMPULKAN939498,94123,67123,67TIDAK DAPAT DISIMPULKAN9910099,00123,75123,75TIDAK DAPAT DISIMPULKAN10510798,13122,66TIDAK DAPAT DISIMPULKAN122,66Tercapai / Melampaui121,15Tingkat kesadaran pelaku usaha lokal dan sarana distribusi masih kurang sehingga mutu produk masih rendah
Kurangnya kesadaran dari pelaku usaha lokal untuk membaiki mutu produknyaPenyusunan Renlak Sampling dan Pengujian, berkoordinasi dengan balai dan Loka di Region MakassarRenlak sampling dan pengujian telah disusunTingkat kesadaran pelaku usaha lokal dan sarana distribusi masih kurang sehingga mutu produk masih rendah
Kurangnya kesadaran dari pelaku usaha lokal untuk membaiki mutu produknyaMelaksanakan kegiatan sampling dan pengujian sesuai renlakKegiatan sampling dan pengujian muiai dilakukan sesuai renlakTingkat kesadaran pelaku usaha lokal dan sarana distribusi masih kurang sehingga mutu produk masih rendah
Kurangnya kesadaran dari pelaku usaha lokal untuk membaiki mutu produknyaMelaksanakan kegiatan sampling dan pengujian sesuai renlak4Persentase Makanan yang aman dan bermutu berdasarkan hasil pengawasan1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pangan aman melalui KIE
2.Pendampingan dan pengawalan pelaku usaha UMKM
1. Penajaman sampling pangan targetted agar dapat mencerminkan kondisi riil di masyarakat
2. Mengikuti arahan Pusat untuk melakukan perluasan sampling jika diperlukan
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pangan aman melalui KIE
2.Pendampingan dan pengawalan pelaku usaha UMKM
3. Fasilitasi pengujian produk UMKM secara gratis dalam rangka penerbitan izin edar
4
12
1Terwujudnya Obat dan Makanan yang memenuhi syarat di masing–masing wilayah kerja UPT5Persentase pangan fortifikasi yang memenuhi syarat77777777777777777777000,000,000,00171989,47116,20116,20273090,00116,88116,88748092,50120,13120,13TIDAK DAPAT DISIMPULKAN748092,50120,13120,13TIDAK DAPAT DISIMPULKAN748092,50120,13120,13TIDAK DAPAT DISIMPULKAN748092,50120,13120,13TIDAK DAPAT DISIMPULKAN849093,33121,21121,21TIDAK DAPAT DISIMPULKAN849588,42114,83SANGAT BAIK114,83Tercapai / Melampaui113,361. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Menyusun perencanaan sampling dan pengujian dengan saling berkoordinasi secara internalpenyusunan Renlak Sampling dan Pengujian sesuai roadmap pelaporan Direktorat Pengawasan dan Peredaran Pangan OlahanRenlak sampling dan pengujian telah disusun1. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Melakukan penyesuaian/sinkronisasi renlak sampling dan pengujian dengan Pedoman Sampling yang telah direview oleh Direktorat PengawasanMelaksanakan kegiatan sampling dan pengujian sesuai renlakKegiatan sampling dan pengujian muiai dilakukan sesuai renlak1. Tingkat kesadaran pelaku usaha dan sarana distribusi sudah cukup tinggi sehingga mutu produk terjaga
2. Populasi sampling masih rendah, sehingga angka TMS juga rendah
Melakukan penyesuaian/sinkronisasi renlak sampling dan pengujian dengan Pedoman Sampling yang telah direview oleh Direktorat PengawasanMelaksanakan kegiatan sampling dan pengujian sesuai renlak5Persentase pangan fortifikasi yang memenuhi syaratSesuai Pedoman Sampling, Pengambilan keputusan MS/TMS produk pangan fortifikasi ditentukan oleh kadar fortifikan dan tempat sampling (di peredaran atau di pabrik)1. Pelaku usaha sudah semakin tinggi kepatuhan dan pengetahuan dalam menjaga mutu dan keamanan produk, serta kadar fortifikan yang ditambahkan
2.
3.

dst.
1. Edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha garam beriodum
2.
3.

dst.
5
13
2Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan mutu Obat dan Makanan di masing–masing wilayah kerja UPT6Indeks kesadaran masyarakat (awareness index) terhadap Obat dan Makanan aman dan bermutu di masing–masing wilayah kerja UPT83------0,00-------------------------
Nilai Belum Keluar
-Pemahaman masyarakat terkait obat dan makanan aman masih rendahpeningkatan pemahaman masyarakat terkait obat dan makanan aman melali penyuluhan langsung, kie melalui sosial mediamembuat konten obat dan makanan aman melalui sosial mediaproses pelasanaan podcast cobe ricaPemahaman masyarakat terkait obat dan makanan aman masih rendahpeningkatan pemahaman masyarakat terkait obat dan makanan aman melali penyuluhan langsung, kie melalui sosial mediamembuat konten obat dan makanan aman melalui sosial media
telah di laksanakan podcast cobe rica untuk TW 1
Pemahaman masyarakat terkait obat dan makanan aman masih rendahpeningkatan pemahaman masyarakat terkait obat dan makanan aman melali penyuluhan langsung, kie melalui sosial mediamembuat konten obat dan makanan aman melalui sosial mediatelah di laksanakan podcast cobe rica untuk TW 16Indeks kesadaran masyarakat (awareness index) terhadap Obat dan Makanan aman dan bermutu di masing–masing wilayah kerja UPT6
14
3Meningkatnya kepuasan pelaku usaha dan
Masyarakat terhadap kinerja pengawasan Obat dan Makanan di masing –masing wilayah kerja UPT
7Indeks kepuasan pelaku usaha terhadap pemberian bimbingan dan pembinaan pengawasan Obat dan Makanan85,6------0,00-------------------------
Nilai Belum Keluar
-7Indeks kepuasan pelaku usaha terhadap pemberian bimbingan dan pembinaan pengawasan Obat dan Makanan7
15
3Meningkatnya kepuasan pelaku usaha dan
Masyarakat terhadap kinerja pengawasan Obat dan Makanan di masing –masing wilayah kerja UPT
8Indeks kepuasan masyarakat atas kinerja Pengawasan Obat dan Makanan78,5------0,00-------------------------
Nilai Belum Keluar
-Masyarakat kurang mengetahui tupoksi Badan POMPengenalan profil BBPOM di Makassar saat kegiatan KIESosialisasi profil BBPOM di Makassar baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun daring, serta menggiatkan sosialisasi kinerja BBPOM makassar melalui sosial mediaproses pelaksaaan KIE/penyuluhan dengan materi profil BBPOM MakassarMasyarakat kurang mengetahui tupoksi Badan POMPengenalan profil BBPOM di Makassar saat kegiatan KIESosialisasi profil BBPOM di Makassar baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun daring, serta menggiatkan sosialisasi kinerja BBPOM makassar melalui sosial media
proses pelaksaaan KIE/penyuluhan dengan materi profil BBPOM Makassar
Masyarakat kurang mengetahui tupoksi Badan POMPengenalan profil BBPOM di Makassar saat kegiatan KIESosialisasi profil BBPOM di Makassar baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun daring, serta menggiatkan sosialisasi kinerja BBPOM makassar melalui sosial mediaproses pelaksaaan KIE/penyuluhan dengan materi profil BBPOM Makassar8Indeks kepuasan masyarakat atas kinerja Pengawasan Obat dan Makanan8
16
3Meningkatnya kepuasan pelaku usaha dan
Masyarakat terhadap kinerja pengawasan Obat dan Makanan di masing –masing wilayah kerja UPT
9Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Publik BPOM93,5------0,00-------------------------
Nilai Belum Keluar
-Berdasarkan evaluasi Badan POM Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Publik Balai Besar POM di Makassar pada tahun 2022 adalah 91,90. Perhitungan Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Publik diukur berdasarkan 9 unsur pelayanan terhadap 4 jenis layanan publik BBPOM di Makassar. Responden yang melakukan survei tidak mendapatkan penjelasan yang tepat terkait dengan 9 unsur pelayanan sehingga memberikan jawaban survei yang kurang sesuai. Untuk kedepannya akan dibuatkan pola survei dengan memberikan penjelasan yang lebih detail terhadap 9 unsur pelayanan publik yang merupakan bagian dari komponen survei. a) Meningkatkan layanan kepada pelanggan dengan percepatana waktu layanan .
b) Demi kenyamanan konsumen yang membutuhkan layanan publik, Balai Besar POM di Makassar terus meningkatkan sarana dan prasarana di ruang layanan seperti menyediakan perangkat scanner dan fotocopy, charging station, area bermain anak, dan minuman kopi serta teh untuk pelanggan
c) Sarana prasarana untuk pelanggan difabel seperti kursi roda, toilet difabel, petugas khusus pelanggan difabel juga telah disiapkan
Sosialisasi standar pelayanan setelah dilakukan Forum konsultasi publik untuk penyusunan standar pelayanan tahun 2023Proses pelaksanaan forum konsultasi publikApril-MeiBerdasarkan evaluasi Badan POM Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Publik Balai Besar POM di Makassar pada tahun 2022 adalah 91,90. Perhitungan Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Publik diukur berdasarkan 9 unsur pelayanan terhadap 4 jenis layanan publik BBPOM di Makassar. Responden yang melakukan survei tidak mendapatkan penjelasan yang tepat terkait dengan 9 unsur pelayanan sehingga memberikan jawaban survei yang kurang sesuai. Untuk kedepannya akan dibuatkan pola survei dengan memberikan penjelasan yang lebih detail terhadap 9 unsur pelayanan publik yang merupakan bagian dari komponen survei. a) Meningkatkan layanan kepada pelanggan dengan percepatana waktu layanan .
b) Demi kenyamanan konsumen yang membutuhkan layanan publik, Balai Besar POM di Makassar terus meningkatkan sarana dan prasarana di ruang layanan seperti menyediakan perangkat scanner dan fotocopy, charging station, area bermain anak, dan minuman kopi serta teh untuk pelanggan
c) Sarana prasarana untuk pelanggan difabel seperti kursi roda, toilet difabel, petugas khusus pelanggan difabel juga telah disiapkan
Sosialisasi standar pelayanan setelah dilakukan Forum konsultasi publik untuk penyusunan standar pelayanan tahun 2023Proses pelaksanaan forum konsultasi publikApril-MeiBerdasarkan evaluasi Badan POM Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Publik Balai Besar POM di Makassar pada tahun 2022 adalah 91,90. Perhitungan Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Pelayanan Publik diukur berdasarkan 9 unsur pelayanan terhadap 4 jenis layanan publik BBPOM di Makassar. Responden yang melakukan survei tidak mendapatkan penjelasan yang tepat terkait dengan 9 unsur pelayanan sehingga memberikan jawaban survei yang kurang sesuai. Untuk kedepannya akan dibuatkan pola survei dengan memberikan penjelasan yang lebih detail terhadap 9 unsur pelayanan publik yang merupakan bagian dari komponen survei. a) Meningkatkan layanan kepada pelanggan dengan percepatana waktu layanan .
b) Demi kenyamanan konsumen yang membutuhkan layanan publik, Balai Besar POM di Makassar terus meningkatkan sarana dan prasarana di ruang layanan seperti menyediakan perangkat scanner dan fotocopy, charging station, area bermain anak, dan minuman kopi serta teh untuk pelanggan
c) Sarana prasarana untuk pelanggan difabel seperti kursi roda, toilet difabel, petugas khusus pelanggan difabel juga telah disiapkan
Sosialisasi standar pelayanan setelah dilakukan Forum konsultasi publik untuk penyusunan standar pelayanan tahun 2023Proses pelaksanaan forum konsultasi publikApril-Mei9Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Layanan Publik BPOM9
17
4Meningkatnya efektivitas pemeriksaan sarana obat dan makanan serta pelayanan publik di masing masing wilayah kerja UPT10Persentase keputusan/rekomendasi hasil Inspeksi sarana produksi dan distribusi yang dilaksanakan93939393939393939393100,00107,53107,53100,00107,53107,53100,00107,53107,53100,00107,53107,53MEMENUHI EKSPEKTASI--100,00107,53107,53MEMENUHI EKSPEKTASI--100,00107,53107,53MEMENUHI EKSPEKTASI--100,00107,53107,53MEMENUHI EKSPEKTASI--91,6798,5798,57BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--93,33100,36SANGAT BAIK100,36Tercapai / Melampaui98,251.Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran pelaku usaha dalam menindaklanjuti temuan ketidaksesuaian pada saat pemeriksaan 2. Semakin solidnya kerjasama tim inspeksi dalam melakukan pemeriksaan sarana1. Melakukan komunikasi yang baik dengan pihak terkait dalam pengawasan 2. Meningkatkan monitoring dan evaluasi terhadap CAPA dari pelaku usaha 3. Petugas juga membuka diri dalam melakukan konsultasi terkait pembuatan CAPA kepada pelaku usaha sehingga temuan hasil pengawasan bisa diperbaiki sesuai waktu yang ditetapkanMelakukan komunikasi secara intens dengan pelaku usaha dalam rangka penyelesaian CAPA hasil temuan pemeriksaan petugasCAPA yang berhasil diselesaikan oleh pelaku usaha1.Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran pelaku usaha dalam menindaklanjuti temuan ketidaksesuaian pada saat pemeriksaan 2. Semakin solidnya kerjasama tim inspeksi dalam melakukan pemeriksaan sarana1. Melakukan komunikasi yang baik dengan pihak terkait dalam pengawasan 2. Meningkatkan monitoring dan evaluasi terhadap CAPA dari pelaku usaha 3. Petugas juga membuka diri dalam melakukan konsultasi terkait pembuatan CAPA kepada pelaku usaha sehingga temuan hasil pengawasan bisa diperbaiki sesuai waktu yang ditetapkanMelakukan komunikasi secara intens dengan pelaku usaha dalam rangka penyelesaian CAPA hasil temuan pemeriksaan petugasCAPA yang berhasil diselesaikan oleh pelaku usaha1.Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran pelaku usaha dalam menindaklanjuti temuan ketidaksesuaian pada saat pemeriksaan 2. Semakin solidnya kerjasama tim inspeksi dalam melakukan pemeriksaan sarana1. Melakukan komunikasi yang baik dengan pihak terkait dalam pengawasan 2. Meningkatkan monitoring dan evaluasi terhadap CAPA dari pelaku usaha 3. Petugas juga membuka diri dalam melakukan konsultasi terkait pembuatan CAPA kepada pelaku usaha sehingga temuan hasil pengawasan bisa diperbaiki sesuai waktu yang ditetapkanMelakukan komunikasi secara intens dengan pelaku usaha dalam rangka penyelesaian CAPA hasil temuan pemeriksaan petugasCAPA yang berhasil diselesaikan oleh pelaku usaha10Persentase keputusan/rekomendasi hasil Inspeksi sarana produksi dan distribusi yang dilaksanakan10
18
4Meningkatnya efektivitas pemeriksaan sarana obat dan makanan serta pelayanan publik di masing masing wilayah kerja UPT11Persentase keputusan/rekomendasi hasil inspeksi yang ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan707070707070707070700,000,000,0032,6146,5846,5839,5156,4456,4480,00114,29114,29MEMENUHI EKSPEKTASI--57,8982,7082,70BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--58,6183,7383,73BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--54,7978,2778,27TIDAK MEMENUHI EKSPEKTASI--57,9582,7882,78BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--53,8776,95CUKUP76,95Akan Tercapai71,821. Masih adanya sebagian lintas sektor yang kurang respon dengan hasil temuan pemeriksaan petugas1. Aktif melakukan komunikasi dan evaluasi hasil pengawasan dengan lintas sektor 2. Secara intens melakukan koordinasi dengan kepala dinas terkait dalam hal menindak lanjuti temuan hasil pengawasanSebagai upaya perbaikan dari rendahnya feedback dari terhadap temuan ketidaksesuaian pengawasan petugas di harapkan segera mengkomunikasikan kepada atasan langsung apabila ada temuan hasil pengawasan di fasilitas pemerintah yang lambat atau tidak di respon perbaikannya1. Masih adanya sebagian lintas sektor yang kurang respon dengan hasil temuan pemeriksaan petugas1. Aktif melakukan komunikasi dan evaluasi hasil pengawasan dengan lintas sektor 2. Secara intens melakukan koordinasi dengan kepala dinas terkait dalam hal menindak lanjuti temuan hasil pengawasanSebagai upaya perbaikan dari rendahnya feedback dari terhadap temuan ketidaksesuaian pengawasan petugas di harapkan segera mengkomunikasikan kepada atasan langsung apabila ada temuan hasil pengawasan di fasilitas pemerintah yang lambat atau tidak di respon perbaikannya1. Masih adanya sebagian lintas sektor yang kurang respon dengan hasil temuan pemeriksaan petugas1. Aktif melakukan komunikasi dan evaluasi hasil pengawasan dengan lintas sektor 2. Secara intens melakukan koordinasi dengan kepala dinas terkait dalam hal menindak lanjuti temuan hasil pengawasanSebagai upaya perbaikan dari rendahnya feedback dari terhadap temuan ketidaksesuaian pengawasan petugas di harapkan segera mengkomunikasikan kepada atasan langsung apabila ada temuan hasil pengawasan di fasilitas pemerintah yang lambat atau tidak di respon perbaikannyaSudah ada beberapa lintas sektor yang merespon perbaikan temuan11Persentase keputusan/rekomendasi hasil inspeksi yang ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan11
19
4Meningkatnya efektivitas pemeriksaan sarana obat dan makanan serta pelayanan publik di masing masing wilayah kerja UPT12Persentase keputusan penilaian sertifikasi yang diselesaikan tepat waktu99999999999999999999182572,0072,7372,73385569,0969,7969,79828497,6298,6198,619611384,9685,8185,81BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI13215088,0088,8988,89BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI18324375,3176,0776,07TIDAK MEMENUHI EKSPEKTASI304304100,00101,01101,01MEMENUHI EKSPEKTASI36738994,3495,3095,30BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI42244195,6996,66CUKUP96,66Akan Tercapai95,6912Persentase keputusan penilaian sertifikasi yang diselesaikan tepat waktu12
20
4Meningkatnya efektivitas pemeriksaan sarana obat dan makanan serta pelayanan publik di masing masing wilayah kerja UPT13Persentase sarana produksi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan6565656565656565656561060,0092,3192,31122254,5583,9283,92234057,5088,4688,46335757,8989,0789,07BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI568665,12100,18100,18MEMENUHI EKSPEKTASI689968,69105,67105,67MEMENUHI EKSPEKTASI8312268,03104,67104,67MEMENUHI EKSPEKTASI9513968,35105,15105,15MEMENUHI EKSPEKTASI10715369,93107,59SANGAT BAIK107,59Tercapai / Melampaui99,911. Melakukan usaha peningkatan kemampuan petugas dalam melakukan pengawasan secara optimal 2. Senantiasa memberikan informasi dan edukasi kepada pelaku usaha pada saat melakukan pengawasan Melakukan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha sehingga pelaku usaha mampu mengimplementasikan pedoman cara produksi yang baik lewat kegiatan formal maupun pembinaan secara personal langsung ke pelakuk usaha yang bersangkutanSebagai tindakan perbaikan terhadap kurang maksimalnya pelaku usaha sektor produksi dalam menerapkan pedoman cara produk obat dan makanan yang baik pada tahun sebelumnya yaitu dengan melakukan pengawasan secara lebih optimal1. Melakukan usaha peningkatan kemampuan petugas dalam melakukan pengawasan secara optimal 2. Senantiasa memberikan informasi dan edukasi kepada pelaku usaha pada saat melakukan pengawasan Melakukan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha sehingga pelaku usaha mampu mengimplementasikan pedoman cara produksi yang baik lewat kegiatan formal maupun pembinaan secara personal langsung ke pelakuk usaha yang bersangkutanSebagai tindakan perbaikan terhadap kurang maksimalnya pelaku usaha sektor produksi dalam menerapkan pedoman cara produk obat dan makanan yang baik pada tahun sebelumnya yaitu dengan melakukan pengawasan secara lebih optimal1. Melakukan usaha peningkatan kemampuan petugas dalam melakukan pengawasan secara optimal 2. Senantiasa memberikan informasi dan edukasi kepada pelaku usaha pada saat melakukan pengawasan Melakukan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha sehingga pelaku usaha mampu mengimplementasikan pedoman cara produksi yang baik lewat kegiatan formal maupun pembinaan secara personal langsung ke pelakuk usaha yang bersangkutanSebagai tindakan perbaikan terhadap kurang maksimalnya pelaku usaha sektor produksi dalam menerapkan pedoman cara produk obat dan makanan yang baik pada tahun sebelumnya yaitu dengan melakukan pengawasan secara lebih optimal13Persentase sarana produksi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan13
21
4Meningkatnya efektivitas pemeriksaan sarana obat dan makanan serta pelayanan publik di masing masing wilayah kerja UPT14Persentase sarana distribusi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan78787878787878787878232592,00117,95117,95748884,09107,81107,8115321969,8689,5789,5721430071,3391,4591,45BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI31843373,4494,1694,16BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI35849073,0693,6793,67BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI43358673,8994,7394,73BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI51268275,0796,2596,25BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI56074974,7795,85CUKUP95,85Akan Tercapai93,461. Melakukan usaha peningkatan kemampuan petugas dalam melakukan pengawasan secara optimal 2. Senantiasa memberikan informasi dan edukasi kepada pelaku usaha pada saat melakukan pengawasan Melakukan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha sehingga pelaku usaha mampu mengimplementasikan pedoman cara distribusi yang baik lewat kegiatan formal maupun pembinaan secara personal langsung ke pelakuk usaha yang bersangkutanSebagai tindakan perbaikan terhadap kurang maksimalnya pelaku usaha sektor distribusi dalam menerapkan pedoman cara produk obat dan makanan yang baik pada tahun sebelumnya yaitu dengan melakukan pengawasan secara lebih optimal1. Melakukan usaha peningkatan kemampuan petugas dalam melakukan pengawasan secara optimal 2. Senantiasa memberikan informasi dan edukasi kepada pelaku usaha pada saat melakukan pengawasan Melakukan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha sehingga pelaku usaha mampu mengimplementasikan pedoman cara distribusi yang baik lewat kegiatan formal maupun pembinaan secara personal langsung ke pelakuk usaha yang bersangkutanSebagai tindakan perbaikan terhadap kurang maksimalnya pelaku usaha sektor distribusi dalam menerapkan pedoman cara produk obat dan makanan yang baik pada tahun sebelumnya yaitu dengan melakukan pengawasan secara lebih optimal1. Melakukan usaha peningkatan kemampuan petugas dalam melakukan pengawasan secara optimal 2. Senantiasa memberikan informasi dan edukasi kepada pelaku usaha pada saat melakukan pengawasan Melakukan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha sehingga pelaku usaha mampu mengimplementasikan pedoman cara distribusi yang baik lewat kegiatan formal maupun pembinaan secara personal langsung ke pelakuk usaha yang bersangkutanSebagai tindakan perbaikan terhadap kurang maksimalnya pelaku usaha sektor distribusi dalam menerapkan pedoman cara produk obat dan makanan yang baik pada tahun sebelumnya yaitu dengan melakukan pengawasan secara lebih optimal14Persentase sarana distribusi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan14
22
4Meningkatnya efektivitas pemeriksaan sarana obat dan makanan serta pelayanan publik di masing masing wilayah kerja UPT15Indeks Pelayanan Publik4,44,44,44,4------0,00-------------000--4,61104,77104,77MEMENUHI EKSPEKTASI--4,61104,77SANGAT BAIK104,77Tercapai / Melampaui101,32Berdasarkan evaluasi Badan POM Indeks Pelayanan Publik Balai Besar POM di Makassar pada tahun 2022 adalah 4,56. Perhitungan indeks Pelayanan Publik dihitung dipusat berdasarkan atas 6 (enam) aspek meliputi : Kebijakan Pelayanan; Profesionalitas SDM; Sarana Prasarana; SPIP; Konsultasi dan Pengaduan; dan InovasiPencapaian indikator ini ditunjang oleh 6 aspek pelayanan publik yaitu Kebijakan Pelayanan; Profesionalitas SDM; Sarana Prasarana; SPIP; Konsultasi dan Pengaduan; dan Inovasi yang dilaksanakan dan diimplementasikan oleh BBPOM di MakassarBerdasarkan pada hasil evaluasi terhadap Indeks Pelayanan Publik Balai Besar POM di Makassar masuk dalam kriteria Prima, dan memnuhi ekspektasi pelanggan karena telah dilaksanakannya berbagai upaya upaya untuk tetap memberikan pelayanan prima sesuai dengan 6 aspek pelayanan publik yaitu memperbaiki Kebijakan Pelayanan dengan standar pelayanan prima secara terus menerus dan berkelanjutan; meningkatkan Profesionalitas SDM; meningkatkan fasilitas Sarana Prasarana; memantau pelaksanan SPIP dan mendokumentasikan dengan baik; meningkatkan pelayanan Konsultasi dan Pengaduan; dan meningkatkan Inovasi baik untuk mempermudah pelayanan ataupun memenuhi kebutuhan dari pelanggan.Proses penyusunan standar pelayanan tahun 2023 sesuai dengan Perkabpom 28 tahun 2022Berdasarkan evaluasi Badan POM Indeks Pelayanan Publik Balai Besar POM di Makassar pada tahun 2022 adalah 4,56. Perhitungan indeks Pelayanan Publik dihitung dipusat berdasarkan atas 6 (enam) aspek meliputi : Kebijakan Pelayanan; Profesionalitas SDM; Sarana Prasarana; SPIP; Konsultasi dan Pengaduan; dan InovasiPencapaian indikator ini ditunjang oleh 6 aspek pelayanan publik yaitu Kebijakan Pelayanan; Profesionalitas SDM; Sarana Prasarana; SPIP; Konsultasi dan Pengaduan; dan Inovasi yang dilaksanakan dan diimplementasikan oleh BBPOM di MakassarBerdasarkan pada hasil evaluasi terhadap Indeks Pelayanan Publik Balai Besar POM di Makassar masuk dalam kriteria Prima, dan memnuhi ekspektasi pelanggan karena telah dilaksanakannya berbagai upaya upaya untuk tetap memberikan pelayanan prima sesuai dengan 6 aspek pelayanan publik yaitu memperbaiki Kebijakan Pelayanan dengan standar pelayanan prima secara terus menerus dan berkelanjutan; meningkatkan Profesionalitas SDM; meningkatkan fasilitas Sarana Prasarana; memantau pelaksanan SPIP dan mendokumentasikan dengan baik; meningkatkan pelayanan Konsultasi dan Pengaduan; dan meningkatkan Inovasi baik untuk mempermudah pelayanan ataupun memenuhi kebutuhan dari pelanggan.Proses penyusunan standar pelayanan tahun 2023 sesuai dengan Perkabpom 28 tahun 2022April-MeiBerdasarkan evaluasi Badan POM Indeks Pelayanan Publik Balai Besar POM di Makassar pada tahun 2022 adalah 4,56. Perhitungan indeks Pelayanan Publik dihitung dipusat berdasarkan atas 6 (enam) aspek meliputi : Kebijakan Pelayanan; Profesionalitas SDM; Sarana Prasarana; SPIP; Konsultasi dan Pengaduan; dan InovasiPencapaian indikator ini ditunjang oleh 6 aspek pelayanan publik yaitu Kebijakan Pelayanan; Profesionalitas SDM; Sarana Prasarana; SPIP; Konsultasi dan Pengaduan; dan Inovasi yang dilaksanakan dan diimplementasikan oleh BBPOM di MakassarBerdasarkan pada hasil evaluasi terhadap Indeks Pelayanan Publik Balai Besar POM di Makassar masuk dalam kriteria Prima, dan memnuhi ekspektasi pelanggan karena telah dilaksanakannya berbagai upaya upaya untuk tetap memberikan pelayanan prima sesuai dengan 6 aspek pelayanan publik yaitu memperbaiki Kebijakan Pelayanan dengan standar pelayanan prima secara terus menerus dan berkelanjutan; meningkatkan Profesionalitas SDM; meningkatkan fasilitas Sarana Prasarana; memantau pelaksanan SPIP dan mendokumentasikan dengan baik; meningkatkan pelayanan Konsultasi dan Pengaduan; dan meningkatkan Inovasi baik untuk mempermudah pelayanan ataupun memenuhi kebutuhan dari pelanggan.Proses penyusunan standar pelayanan tahun 2023 sesuai dengan Perkabpom 28 tahun 2022April-Mei15Indeks Pelayanan Publik15
23
4Meningkatnya efektivitas pemeriksaan sarana obat dan makanan serta pelayanan publik di masing masing wilayah kerja UPT16Persentase UMKM yang memenuhi standar produksi pangan olahan dan/atau pembuatan OT dan Kosmetik yang baik79510152030405060706,67133,338,4410,00100,0012,6613,3388,8916,8819,6098,0224,81BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--39,44131,4849,93TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--53,65134,1353,65TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--64,1381,18160,33TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--78,41130,68156,82TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--86,35123,36TIDAK DAPAT DISIMPULKAN109,30Tercapai / Melampaui106,6016Persentase UMKM yang memenuhi standar produksi pangan olahan dan/atau pembuatan OT dan Kosmetik yang baik16
24
5Meningkatnya efektivitas komunikasi, informasi, edukasi Obat dan Makanan di masing–masing wilayah kerja UPT17Tingkat efektifitas KIE Obat dan Makanan9494949494949494----94,41100,44100,4494,20100,21100,21MEMENUHI EKSPEKTASI--94,2100,21100,21MEMENUHI EKSPEKTASI--94,2100,21100,21MEMENUHI EKSPEKTASI--93,8499,8399,83BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--93,8499,8399,83BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--93,8499,83CUKUP99,83Akan Tercapai98,78Pelaksanaan pengukuran tingkat Efektiviatas Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan pada Bulan Januari tahun 2023 belum dilaksanakan karena belum mulai dilakukan kegiatan KIE terkait jadwal dengan tokoh masyarakatPencapaian indikator ini ditunjang oleh kegiatan KIE yang dilaksanakan secara langsungmemperbanyak pilihan sumber informasi KIE serta konten informasi yang disampaikan mencakup semua lapisan masyarakat.prosesPelaksanaan pengukuran tingkat Efektiviatas Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan pada Bulan Februari tahun 2023 dengan indeks 94,41Pencapaian indikator ini ditunjang oleh kegiatan KIE yang dilaksanakan secara langsungmemperbanyak pilihan sumber informasi KIE serta konten informasi yang disampaikan mencakup semua lapisan masyarakat.prosesPelaksanaan pengukuran tingkat Efektiviatas Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan pada tahun 2023 dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali pada TW I, TW II, TW III dan TW IV Adapun aspek yang dinilai terdiri atas:
a) Penilaian masyarakat terhadap ragam pilihan sumber informasi KIE
b) Pemahaman masyarakat terhadap konten informasi yang diterima
c) Penilaian masyarakat terhadap manfaat program KIE
d) Minat masyarakat terhadap informasi Obat dan Makanan
Kegiatan KIE yang dilaksanakan di Balai Besar POM di Makassar bertujuan untuk memberikan pengatahuan tentang Obat dan Makanan aman kepada seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai forum dan Media diantaranya melalui Iklan Televisi, Brosur, koran, Baliho, Media Sosial (Facebook, Instagram dan Twitter), Talkshow Televisi, Talkshow Radio, Penyuluhan dan Webinar.
Pemberian Informasi kepada masyarakat di Unit Layanan Publik Balai Besar POM di Makassar pada triwulan I sebanyak 101 layanan informasi dan 1 layanan pengaduan dan 2 layanan rujukan BPOM RI.
Sampai dengan Triwulan I tahun 2023 juga dilaksanakan kegiatan KIE bersama tokoh masyarakat sebanyak 13 (Tiga belas) titik yang dilaksanakan di Kabupaten Barru dan Kota Makassar dengan menyasar masyarakat umum sebanyak 6500 peserta. KIE juga terkait pemberian Informasi Obat dan Makanan terhadap 155 peserta yang dilaksankan di kabupaten maros dan kota pare pare.KIE juga dilakukan melalui Talkshow radio sebanyak 2 kali
Pencapaian indikator ini ditunjang oleh kegiatan KIE secara langsung Bersama tokoh masyarakat Anggota KOmisi IX DPR RI. Kegiatan penyebaran informasi secara langsung serta KIE melalui talkshow radio serta inovasi parellui (Penyebaran informasi melalui infografis)Berdasarkan pada hasil evaluasi sebelumnya, Balai Besar POM di Makassar meningkatkan pelaksanaan KIE, dengan memperbanyak pilihan sumber informasi KIE serta konten informasi yang disampaikan mencakup semua lapisan masyarakat.

Pelaksanaan KIE secara daring melalui webinar bersama organisasi profesi17Tingkat efektifitas KIE Obat dan Makanan17
25
5Meningkatnya efektivitas komunikasi, informasi, edukasi Obat dan Makanan di masing–masing wilayah kerja UPT18Jumlah sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman98520303540456070800,000,000,0010,0050,0010,2020,0066,6720,4120,0057,1420,00TIDAK MEMENUHI EKSPEKTASI--40,17100,42100,42MEMENUHI EKSPEKTASI--100,00222,21100,00TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--55,0056,12122,21TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--75,00107,14125,00MEMENUHI EKSPEKTASI--80,00100,00BAIK80,00Tercapai / Melampaui61,54Untuk program prioritas nasional di bulan januari dilaksanakan tahapan pra advokasi ke 4 kabupaten yang akan diintervensi untuk menjelaskan kepada stakeholder terkait mengenai tahapan pelaksanaan program prioritas nasionalPencapaian indikator ini ditunjang oleh program pra advokasi lintas sektor Pelaksanaan tahapan pra advokasiselesaiUntuk program prioritas nasional di bulan Februari melai dilaksanakan tahapan advokasi ke 4 kabupaten yang akan diintervensi untuk mendapatkan komitmen pemda terkait pelaksanaan program prioritas nasionalPencapaian indikator ini ditunjang oleh program advokasi lintas sektor Pelaksanaan tahapan advokasiTelah dilaksankan 2 kabupaten dan berproses untuk 2 kabupatenUntuk program prioritas nasional di bulan Maret telah dilaksanakan tahapan advokasi ke 4 kabupaten yang akan diintervensi untuk mendapatkan komitmen pemda terkait pelaksanaan program prioritas nasionalPencapaian indikator ini ditunjang oleh program advokasi lintas sektor
Pelaksanaan tahapan tahapan selanjutnya Program PJAS
Pelaksanaan tahapan selanjutnya yaitu Sosialisasi Keamanan pangan dan Bimtek Kader Keamanan pangan sekolah18Jumlah sekolah dengan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman18
26
5Meningkatnya efektivitas komunikasi, informasi, edukasi Obat dan Makanan di masing–masing wilayah kerja UPT19Jumlah desa pangan aman25520202540506670700,000,000,0010,0050,0040,0020,00100,0080,0020,0080,0020,00BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--32,5081,2581,25BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--95,00190,0095,00TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--63,34253,36126,68TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--80,71115,30122,29MEMENUHI EKSPEKTASI--85,00121,43TIDAK DAPAT DISIMPULKAN85,00Tercapai / Melampaui265,63Untuk program prioritas nasional di bulan januari dilaksanakan tahapan pra advokasi ke 4 kabupaten yang akan diintervensi untuk menjekaskan kepada stakeholder terkait mengenai tahapan pelaksanaan program prioritas nasionalPencapaian indikator ini ditunjang oleh program advokasi lintas sektor Pelaksanaan tahapan pra advokasiselesaiUntuk program prioritas nasional di bulan Februari melai dilaksanakan tahapan advokasi ke 4 kabupaten yang akan diintervensi untuk mendapatkan komitmen pemda terkait pelaksanaan program prioritas nasionalPencapaian indikator ini ditunjang oleh program advokasi lintas sektor Pelaksanaan tahapan advokasiTelah dilaksankan 2 kabupaten dan berproses untuk 2 kabupatenUntuk program prioritas nasional di bulan Maret Telah dilaksanakan tahapan advokasi ke 4 kabupaten yang akan diintervensi untuk mendapatkan komitmen pemda terkait pelaksanaan program prioritas nasionalPencapaian indikator ini ditunjang oleh program advokasi lintas sektor
Pelaksanaan tahapan selanjutnya program desa pangan aman
Pelaksanaan tahapan selanjutnya pelatihan kader keamanan pangan desa19Jumlah desa pangan aman19
27
5Meningkatnya efektivitas komunikasi, informasi, edukasi Obat dan Makanan di masing–masing wilayah kerja UPT20Jumlah pasar aman dari bahan berbahaya18525253555657575800,000,000,0012,5050,0069,4425,00100,00138,8930,0085,7130,00BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--49,1789,4089,40BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--100,00153,85100,00MEMENUHI EKSPEKTASI--75,00416,67115,38MEMENUHI EKSPEKTASI--81,00108,00108,00MEMENUHI EKSPEKTASI--85,00106,25SANGAT BAIK85,00Tercapai / Melampaui369,57Untuk program prioritas nasional di bulan januari dilaksanakan tahapan pra advokasi ke 4 kabupaten yang akan diintervensi untuk menjekaskan kepada stakeholder terkait mengenai tahapan pelaksanaan program prioritas nasionalPencapaian indikator ini ditunjang oleh program advokasi lintas sektor Pelaksanaan tahapan pra advokasiselesaiUntuk program prioritas nasional di bulan Februari melai dilaksanakan tahapan advokasi ke 4 kabupaten yang akan diintervensi untuk mendapatkan komitmen pemda terkait pelaksanaan program prioritas nasionalPencapaian indikator ini ditunjang oleh program advokasi lintas sektor
Pelaksanaan tahapan advokasi dan survei pasar
Telah dilaksankan 2 kabupaten dan berproses untuk 2 kabupatenUntuk program prioritas nasional di bulan Maret telah dilaksanakan tahapan advokasi ke 4 kabupaten yang akan diintervensi untuk mendapatkan komitmen pemda terkait pelaksanaan program prioritas nasional serta tahap survei pasar untuk penentuan kategori pasar yang akan diintervensiPencapaian indikator ini ditunjang oleh program advokasi lintas sektor dan survei pasar
Pelaksanaan tahapan selanjutnya program PPABK
pelaksanaan tahapan selanjutnya yaitu bimtek pengelola pasar dan penyuluhan pedagang pasar20Jumlah pasar aman dari bahan berbahaya20
28
6Meningkatnya efektivitas pemeriksaan produk dan pengujian Obat dan Makanan di masing–masing wilayah kerja UPT21Persentase sampel Obat yang diperiksa dan diuji sesuai standar10025152025405060702,28113,922,289,43188,619,4318,23121,5218,2328,70143,5128,70TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--40,38161,5240,38TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--40,19100,4740,19MEMENUHI EKSPEKTASI--53,64107,28134,10TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--71,55119,2571,55MEMENUHI EKSPEKTASI--97,88139,83TIDAK DAPAT DISIMPULKAN97,88Tercapai / Melampaui97,881. Realisasi sampling masih sangat rendah, sehingga penyelesaian pengujian tepat waktu
2. Seluruh sampel Januari masih diuji sendiri, sehingga timeline lebih mudah dikendalikan
1. Penyusunan renlak sampling dan pengujian melibatkan substansi Inspeksi dan Pengujian
2. Koordinasi yang baik antara Inspeksi dan pengujian
Pelaksanaan sampling dan Pengujian dimulai pada bulan JanuariSampling dan Pengujian bulan Januari telah terlaksana1. Realisasi sampling masih sangat rendah, sehingga penyelesaian pengujian tepat waktu
2. Koordinasi yang baik dengan anggota region Makassar, sehingga sampel tiba dan diuji tepat waktu
Penyesuaian renlak sampling dan pengujian dengan kemampuan dan kesiapan laboratorium anggota Region MakassarUpdate kemampuan uji dan kesiapan setiap BalaiMasing-masing BB/BPOM anggota region telah melakukan update kemampuan uji dan kesepakatan jadwal pengujian1. Realisasi sampling masih relatif rendah, sehingga penyelesaian pengujian tepat waktu
2. Koordinasi yang baik dengan anggota region Makassar, sehingga sampel tiba dan diuji tepat waktu
Penyesuaian renlak sampling dan pengujian dengan kemampuan dan kesiapan laboratorium anggota Region MakassarMasing-masing BB/BPOM anggota region telah melakukan update kemampuan uji dan kesepakatan jadwal pengujian21Persentase sampel Obat yang diperiksa dan diuji sesuai standar21
29
6Meningkatnya efektivitas pemeriksaan produk dan pengujian Obat dan Makanan di masing–masing wilayah kerja UPT22Persentase sampel makanan yang diperiksa dan diuji sesuai standar10025152025405060704,61230,544,6113,71274,2513,7125,81172,0625,8129,34146,7129,34TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--45,39181,5645,39TIDAK DAPAT DISIMPULKAN52463547,54118,8647,54MEMENUHI EKSPEKTASI--72,9972,99182,49TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--88,86148,1088,86TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--89,16127,37TIDAK DAPAT DISIMPULKAN89,16Tercapai / Melampaui89,161. Realisasi sampling masih sangat rendah, sehingga penyelesaian pengujian tepat waktu
2. Seluruh sampel Januari masih diuji sendiri, sehingga timeline lebih mudah dikendalikan
1. Penyusunan renlak sampling dan pengujian melibatkan substansi Inspeksi dan Pengujian
2. Koordinasi yang baik antara Inspeksi dan pengujian
Pelaksanaan sampling dan Pengujian dimulai pada bulan JanuariSampling dan Pengujian bulan Januari telah terlaksana1. Realisasi sampling masih sangat rendah, sehingga penyelesaian pengujian tepat waktu
2. Koordinasi yang baik dengan anggota region Makassar, sehingga sampel tiba dan diuji tepat waktu
Penyesuaian renlak sampling dan pengujian dengan kemampuan dan kesiapan laboratorium anggota Region MakassarUpdate kemampuan uji dan kesiapan setiap BalaiMasing-masing BB/BPOM anggota region telah melakukan update kemampuan uji dan kesepakatan jadwal pengujian1. Realisasi sampling masih sangat rendah, sehingga penyelesaian pengujian tepat waktu
2. Koordinasi yang baik dengan anggota region Makassar, sehingga sampel tiba dan diuji tepat waktu
Penyesuaian renlak sampling dan pengujian dengan kemampuan dan kesiapan laboratorium anggota Region MakassarUpdate kemampuan uji dan kesiapan setiap BalaiMasing-masing BB/BPOM anggota region telah melakukan update kemampuan uji dan kesepakatan jadwal pengujian22Persentase sampel makanan yang diperiksa dan diuji sesuai standar22
30
7Meningkatnya efektivitas penindakan kejahatan Obat dan Makanan di masing–masing wilayah kerja UPT23Persentase keberhasilan penindakan kejahatan di bidang Obat dan Makanan945102535404550607018,43368,5719,6023,57235,7125,0824,4797,8826,0340,00114,2942,55MEMENUHI EKSPEKTASI--37,1492,8639,51BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--46,26102,8049,21MEMENUHI EKSPEKTASI--59,4463,23132,09TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--63,27105,4467,30MEMENUHI EKSPEKTASI--65,8294,02CUKUP70,02Akan Tercapai67,85Jumlah perkara tahun 2023 sampai dengan bulan Januari :

- 1 Perkara berada di Posisi SPDP sehingga total Persentase Keberhasillan penindakan terhadap target perkara tahun 2023 dan perkara carry over sebesar 18.85% melebihi dari pada yang ditargetkkan pada Bulan Januari 2023 Sebesar 5%, hal ini disebabkan karena perkara yang targetkan dapat dicapai Pro Justisia dan berada pada Proses SPDP
agar pemenuhan pencapaian target dapat tercapai
Tim Penindakan akan melakukan :
- Analisis penjejakan digital dan penajaman trand terhadap analisis kerawanan kejahatan dan meningkatkan investigasi pada pelaksanaan intelijen pada seluruh komoditi obat dan makanan yang berpotensi terjadi di wilayah pengawasan BBPOM di Makassar
- Koordinasi yang baik terhadap stakeholder agar seluruh perkara dapat diselesaikan hingga tahap
Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti kepada Jaksa Penuntut Umum
agar pemenuhan pencapaian
target dapat tercapai
Tim Penindakan akan menerapkan
Rekomendasi :
- Peningkatan penjejakan digital dan
penajaman trand terhadap peta
kerawanan kejahatan
- Peningkatan investigasi
pada pelaksanaan intelijen terhadap
komoditi obat dan
makanan di wilayah pengawasan
BBPOM Makassar
- Koordinasi yang baik terhadap
stakeholder
1 Perkara berada pada
Posisi SPDP
Melaksanakan Proses
pemberkasan hingga
sampai pada Tahap II
Bulan April 2023Jumlah perkara tahun 2023
sampai dengan bulan Februari :

- 1 Perkara berada di Posisi Tahap 1

sehingga total Persentase Keberhasillan
penindakan terhadap target perkara
tahun 2023 dan perkara carry over
sebesar 18.85% melebihi dari pada
yang ditargetkkan pada Bulan Februari 2023
Sebesar 10%, hal ini disebabkan karena
perkara yang targetkan dapat dicapai
Pro Justisia dan berada pada Proses Tahap 1

agar pemenuhan pencapaian
target dapat tercapai
Tim Penindakan akan melakukan :
- Analisis penjejakan digital dan penajaman trand terhadap analisis kerawanan kejahatan dan meningkatkan investigasi pada pelaksanaan intelijen pada seluruh komoditi obat dan makanan yang berpotensi terjadi di wilayah pengawasan BBPOM di Makassar
- Koordinasi yang baik terhadap stakeholder agar seluruh perkara dapat diselesaikan hingga tahap Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti kepada Jaksa Penuntut Umum
agar pemenuhan pencapaian
target dapat tercapai
Tim Penindakan akan menerapkan
Rekomendasi :
- Peningkatan penjejakan digital dan
penajaman trand terhadap peta
kerawanan kejahatan
- Peningkatan investigasi
pada pelaksanaan intelijen terhadap
komoditi obat dan
makanan di wilayah pengawasan
BBPOM Makassar
- Koordinasi yang baik terhadap
stakeholder
Berada dalam Proses 1 Perkara Berada pada
Posisi Tahap 1
Melaksanakan Proses
pemberkasan hingga
sampai pada Tahap II
Diharapkan selesai
Tahap II pada
Bulan April 2023
Jumlah perkara tahun 2023
sampai dengan bulan Maret :

- 1 Perkara berada di Posisi Tahap 1
- 2 Perkara berada pada posisi SPDP

sehingga total Persentase Keberhasillan
penindakan terhadap target perkara
tahun 2023 dan perkara carry over
sebesar 24.47% kurang dari pada
yang ditargetkkan pada Bulan Maret 2023
Sebesar 25%, hal ini disebabkan karena
perkara yang targetkan dapat dicapai
Pro Justisia dan masih berada pada Proses Tahap 1
dan 2 perkara berada pada posisi proses SPDP

agar pemenuhan pencapaian
target dapat tercapai
Tim Penindakan akan melakukan :
- Analisis penjejakan digital dan penajaman trand terhadap analisis kerawanan kejahatan dan meningkatkan investigasi pada pelaksanaan intelijen pada seluruh komoditi obat dan makanan yang berpotensi terjadi di wilayah pengawasan BBPOM di Makassar
- Koordinasi yang baik terhadap stakeholder agar seluruh perkara dapat diselesaikan hingga tahap Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti kepada Jaksa Penuntut Umum
agar pemenuhan pencapaian
target dapat tercapai
Tim Penindakan akan menerapkan
Rekomendasi :
- Peningkatan penjejakan digital dan
penajaman trand terhadap peta
kerawanan kejahatan
- Peningkatan investigasi
pada pelaksanaan intelijen terhadap
komoditi obat dan
makanan di wilayah pengawasan
BBPOM Makassar
- Koordinasi yang baik terhadap
stakeholder
Proses Perkara di Penindakan saat ini
- 1 Perkara berada di Posisi Tahap 1
- 2 Perkara berada pada posisi SPDP
Melaksanakan Proses
pemberkasan hingga
sampai pada Tahap II
Diharapkan selesai
Tahap II pada
Bulan April 2023 dan untuk Perkara pada tahap SPDP diharapkan selesai Tahap II di Bulan Mei 2023
23Persentase keberhasilan penindakan kejahatan di bidang Obat dan Makanan23
31
8Terwujudnya tatakelola pemerintahan UPT yang optimal24Indeks RB UPT81,8--------------------------------
Nilai Belum Keluar
-24Indeks RB UPT24
32
8Terwujudnya tatakelola pemerintahan UPT yang optimal25Nilai AKIP UPT80,3--------------------------------
Nilai Belum Keluar
-25Nilai AKIP UPT25
33
9Terwujudnya SDM UPT yang berkinerja optimal26Indeks Profesionalitas ASN UPT77--------------------------------
Nilai Belum Keluar
88,1326Indeks Profesionalitas ASN UPT26
34
10Menguatnya laboratorium, pengelolaan data dan informasi pengawasan obat dan makanan27Persentase pemenuhan laboratorium pengujian Obat dan Makanan sesuai standar GLP86--------------------------------
Nilai Belum Keluar
-27Persentase pemenuhan laboratorium pengujian Obat dan Makanan sesuai standar GLP27
35
10Menguatnya laboratorium, pengelolaan data dan informasi pengawasan obat dan makanan28Indeks pengelolaan data dan informasi UPT yang optimal2,52,52,52,52,52,52,52,5----2,6104,00104,002,60104,00104,00MEMENUHI EKSPEKTASI--2,6104,00104,00MEMENUHI EKSPEKTASI--2,6104,00104,00MEMENUHI EKSPEKTASI--2,4899,2099,20BELUM MEMENUHI EKSPEKTASI--2,6104,00104,00MEMENUHI EKSPEKTASI--2,5100,00BAIK100,00Tercapai / Melampaui83,3328Indeks pengelolaan data dan informasi UPT yang optimal28
36
11Terkelolanya Keuangan UPT secara Akuntabel29Nilai Kinerja Anggaran UPT96,25102030405055657522,48449,6023,3731,54315,4432,7965,294326,4767,8766,40221,3369,02TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--69,63174,0872,38TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--72,694145,3975,57TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--73,35876,26146,72TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--69,08106,28125,60TIDAK DAPAT DISIMPULKAN--68,19490,93CUKUP70,89Akan Tercapai70,6729Nilai Kinerja Anggaran UPT29
86
34Persentase Realisasi Penggunaan Produk Dalam Negeri
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149