ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAA
1
Terakhir disunting: 9 September 2021 pukul 11.00 WIB. Timeline ini akan terus diperbaharui. Timeline lengkap sejauh ini telah dirangkum di situs weneedtotalkaboutpapua.carrd.co (versi Bahasa Inggris), go check them out to see what you also can do to help: educate, sign petitions, donate, share resources, etc. Thank you! ❤
2
weneedtotalkaboutpapua.carrd.co
3
4
WAKTUPERISTIWATEMPATTOKOH TERLIBATDETAILSUMBER
5
1946Juli: Kepala administrasi Belanda di wilayah New Guinea mengadakan konferensi yang dihadiri oleh perwakilan wilayah kepulauan timur.Franz Kaisipeo, perwakilan Papua Barat.Franz Kaisipeo, perwakilan Papua Barat, menyampaikan pandangan bahwa jika Papua Barat menjadi bagian dari Indonesia, kondisi ekonomi masyarakatnya takkan diperhatikan. Didukung oleh pemerintah Australia, perbedaan bahasa dan etnis juga mejadi faktor besar mengapa Papua Barat sebaiknya tidak bergabung dengan Indonesia.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
6
1949Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.Papua Barat tidak termasuk wilayah Indonesia, masih termasuk bagian dari Belanda. Belanda mempersiapkan kemerdekaan bagi Papua Barat sementara Indonesia membuat klaim atas Papua Barat.https://www.humanrightspapua.org/images/docs/NeglectedGenocideAHRC-ICP2013hires.pdf
7
1949Klaim Indonesia atas Papua Barat sempat dibantah oleh Moh. Hatta dengan dalih bahwa masyarakat Papua Barat tergolong ke dalam ras yang berbeda (Melanesia).Moh. HattaKlaim Indonesia atas Papua Barat sempat dibantah oleh Moh. Hatta dengan dalih bahwa masyarakat Papua Barat tergolong ke dalam ras yang berbeda (Melanesia).https://scholarcommons.usf.edu/cgi/viewcontent.cgi?referer=&httpsredir=1&article=1270&context=gsp
8
1950-anPersiapan kemerdekaan Papua Barat oleh Belanda. Rencana merdeka selambat-lambatnya 1970.Persiapan kemerdekaan Papua Barat oleh Belanda meliputi:
- Belanda mendukung proses pembentukan negara (saat itu disebut Western New Guinea).
- Pembentukan partai politik, buruh, undang-undang pemilihan umum.
- Pembentukan New Guinea Council (Dewan Nugini Belanda).
https://www.humanrightspapua.org/images/docs/NeglectedGenocideAHRC-ICP2013hires.pdf
9
1961Februari: Belanda menyelenggarakan pemilihan untuk New Guinea Council.Pemerintah BelandaFebruari: Belanda menyelenggarakan pemilihan untuk New Guinea Council.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
10
1961April: Anggota New Guinea Council bertemu untuk pertama kali.Pemerintah Belanda mengajukan "Luns Plan" kepada Majelis Umum PBB, isi rencana tersebut adalah pemberhentian kedaulatan Belanda atas Papua Barat, didukung oleh administrasi PBB dan pembentukan komisi studi internasional yang akan mengawasi dan mengatur pemungutan suara (plebisit) untuk menentukan status wilayah Papua Barat.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
11
196119 Oktober: Kongres Masyarakat Papua Pertama.New Guinea Council bersama para pemimpin lokal.Kongres Masyarakat Papua Pertama: New Guinea Council bersama para pemimpin lokal bertemu demi mengukuhkan kedaulatan dan kemerdekaan Papua Barat.https://www.humanrightspapua.org/images/docs/NeglectedGenocideAHRC-ICP2013hires.pdf
12
19611 Desember: Belanda mengakui simbol identitas Papua Barat. Bendera Bintang Kejora dikibarkan.1 Desember: Belanda mengakui simbol identitas Papua Barat. Bendera Bintang Kejora dikibarkan.https://www.humanrightspapua.org/images/docs/NeglectedGenocideAHRC-ICP2013hires.pdf
13
196119 Desember: Pidato Trikora (Tri Komando Rakyat).YogyakartaSoekarno membacakan Pidato Trikora.Trikora:
- Gagalkan negara boneka Papua.
- Kibarkan bendera Merah Putih di Irian Barat.
- Bersiap untuk mobilisasi umum.
https://tirto.id/sejarah-pidato-trikora-dan-ambisi-sukarno-kuasai-papua-db2m
14
1961Komando Mandala dibentuk.Dibentuk oleh Soekarno. Dipimpin oleh Jenderal Soeharto.Komando Mandala dibentuk untuk mengimplementasikan Operasi Trikora.https://www.humanrightspapua.org/images/docs/NeglectedGenocideAHRC-ICP2013hires.pdf
15
196215 Agustus: New York Agreement.New York Agreement: Belanda tidak diperkenankan memberi kemerdekaan kepada Papua Barat dan harus menyerahkan kontrol atasnya kepada UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority) pada 1 Oktober 1962. Masyarakat Papua Barat tidak dilibatkan, di dalamnya hanya tercetus bahwa Indonesia akan menyelenggarakan referendum pada 1969 bagi masyarakat Papua Barat untuk menentukan pilihan atas nasib mereka.https://www.humanrightspapua.org/images/docs/NeglectedGenocideAHRC-ICP2013hires.pdf

https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
16
19631 Mei: UNTEA menyerahkan Papua Barat kepada Indonesia.UNTEA1 Mei: UNTEA menyerahkan Papua Barat kepada Indonesia.https://www.humanrightspapua.org/images/docs/NeglectedGenocideAHRC-ICP2013hires.pdf
17
1963OPM (Organisasi Papua Merdeka) dibentuk untuk mengadvokasi kemerdekaan Papua Barat.OPM (Organisasi Papua Merdeka)OPM (Organisasi Papua Merdeka) dibentuk untuk mengadvokasi kemerdekaan Papua Barat.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
18
1967April: Perusahaan tambang multinasional Amerika, PT Freeport, menandatangani kontrak dengan pemerintahan "Orde Baru" untuk "mengeruk" Papua Barat.PT FreeportApril: Perusahaan tambang multinasional Amerika, PT Freeport, menandatangani kontrak dengan pemerintahan "Orde Baru" untuk "mengeruk" Papua Barat.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
19
1968Fernando Ortis-Sanz, utusan PBB, tiba di Indonesia untuk mengawasi, membantu, dan berpartisipasi dalam pelaksanaan referendum "penentuan nasib" Papua Barat seperti yang disepakati dalam New York Agreement.Fernando Ortis-Sanz, utusan PBB.Fernando Ortis-Sanz, utusan PBB, tiba di Indonesia untuk mengawasi, membantu, dan berpartisipasi dalam pelaksanaan referendum "penentuan nasib" Papua Barat seperti yang disepakati dalam New York Agreement. Selama di Indonesia, Fernando Ortis-Sanz justru "dipersulit" oleh pemerintah untuk melaksanakan tugasnya.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
20
1969PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat, Act of Free Choice).1025 masyarakat Papua Barat dipilih untuk melakukan pemungutan suara mewakili 800 ribu rakyat Papua Barat. 1025 perwakilan ini berada di bawah ancaman dan intimidasi agar memilih Papua Barat jadi bagian dari Indonesia. Hasil akhir: Papua Barat jadi bagian dari Indonesia.https://scholarcommons.usf.edu/cgi/viewcontent.cgi?referer=&httpsredir=1&article=1270&context=gsp
21
1970Mei: Salah seorang anggota ABRI menembak mati Maria Bonsapia, perempuan yang tengah hamil, di depan 80 perempuan dan anak-anak.ABRI (pelaku), Maria Bonsapia (korban tewas).Maria Bonsapia yang tengah mengandung ditembak mati oleh salah seorang anggota ABRI di depan 80 perempuan dan anak-anak. Janinnya kemudian dikeluarkan paksa dan dibedah. Sekelompok anggota juga memerkosa dan membunuh saudarinya. Kemudian mereka memberi pengumuman kepada kerumunan bahwa rekan-rekan militer mereka telah memusnahkan 500 masyarakat Papua Barat di kawasan Lereh.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
22
1970Juni: Tentara Indonesia mengepung dua desa di pesisir dan membunuh total 55 laki-laki dewasa di depan para perempuan dan anak-anak.Wusdori dan KridoriTentara Indonesia (pelaku), warga desa Wusdori dan Kridori.Tentara Indonesia mengepung dua desa di pesisir kemudian meminta seluruh penduduk desa untuk keluar dan berkumpul di lapangan terbuka. Setelahnya, mereka membunuh seluruh laki-laki dewasa, total 55, di depan para perempuan dan anak-anak. Keesokan harinya, para tentara ini memanggil 30 warga laki-laki dari desa tetangga dan memaksa mereka ke dalam kapal milik dua desa sebelumnya. Mereka diikatkan batu di leher dan ditenggelamkan setelahnya.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
23
Pertengahan 1970-anPemerintah Indonesia membentuk Kopkamtib (Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) yang mengintimidasi masyarakat Papua Barat secara struktural.Kopkamtib (Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban)Pemerintah Indonesia mulai khawatir tindakan militer dalam merespons OPM dan TPN akan membuat semakin banyak masyarakat Papua Barat terlibat dalam gerakan tersebut. Maka mulai dibentuklah Kopkamtib (Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban) yang lebih aktif membatasi dan mengintimidasi secara struktural.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
24
19711 Juli: TPN (Tentara Pembebasan Nasional), gerakan baru di sekitar perbatasan Papua Barat-Papua Nugini menyatakan kemerdekaan Papua Barat secara simbolik.TPN (Tentara Pembebasan Nasional)1 Juli: TPN (Tentara Pembebasan Nasional) menyatakan kemerdekaan Papua Barat secara simbolik, menunjukan kepada anak cucu mereka bahwa masyarakat Papua Barat menolak hasil PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat, Act of Free Choice) dan mereka akan terus melawannya.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
25
1971–1972Operasi KotekaOperasi Koteka merupakan pemaksaan terhadap suku-suku di wilayah Papua Barat untuk meninggalkan penggunaan koteka dan mulai mengenakan pakaian modern.https://scholarcommons.usf.edu/cgi/viewcontent.cgi?referer=&httpsredir=1&article=1270&context=gsp
26
1972Agustus: Marthin Luther Waren menghilang.Marthin Luther WarenAgustus: Marthin Luther Waren menghilang setelah ia dibebaskan dari penjara oleh pemerintah Indonesia. Setelah ia menandatangani dokumen pembebasan, kawan-kawannya, Daan dan Kapaopas, melihat petugas intelijen Indonesia menawarkan tumpangan menggunakan kendaraan non-militer. Marthin Luther Waren mengiyakan dan tak pernah terlihat lagi setelahnya.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
27
1972Wabah penyakit mematikan cysticercosis menyerang masyarakat Papua Barat.EkariDokter dari rumah sakit Enarotali mendeteksi epidemi cysticercosis ketika mereka menemukan telur cacing pita pada 9% dari 122 orang Ekari yang dirawat di sana. Setelah dilacak, telur cacing pita ini berasal dari kawanan babi dari Bali yang diberikan pemerintah Indonesia sebagai "tanda perdamaian" dengan warga Ekari.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
28
1973Wabah cysticercosis telah menyebar ke masyarakat Papua Barat yang tinggal di Lembah Baliem.Lembah BaliemWabah cysticercosis telah menyebar ke masyarakat Papua Barat yang tinggal di Lembah Baliem.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
29
1973Otoritas kesehatan di Jakarta begitu lamban dalam memberikan bantuan terkait wabah cysticercosis.Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan wabah "selain mengimbau masyarakat untuk mengubah pola hidup.... Berdasar prioritas nasional, penyakit disebabkan cacing pita lebih rendah kasusnya dibandingkan tuberkulosis, malaria, dan penyakit lainnya."https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
30
1973"Indonesianisasi" mulai ditanamkan dalam sistem pendidikan dan dalam kehidupan bermasyarakat Papua Barat."Indonesianisasi" mulai ditanamkan dalam sistem pendidikan dan dalam kehidupan bermasyarakat Papua Barat.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
31
1973Pemerintah Indonesia mengganti nama Papua Barat dari yang awalnya "Irian Barat" menjadi "Irian Jaya", mengikuti ibukotanya, Jayapura.Pemerintah Indonesia mengganti nama Papua Barat dari yang awalnya "Irian Barat" menjadi "Irian Jaya", mengikuti ibukotanya, Jayapura.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
32
1977Wabah cysticercosis tercatat sebagai salah satu penyebab terbesar dari kematian orang-orang Ekari.EkariWabah cysticercosis tercatat sebagai salah satu penyebab terbesar dari kematian orang-orang Ekari.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
33
1977Mei: OV-10 Bronco menjatuhkan bom "Daisy Cluster" dekat desa Ilaga.Mei: OV-10 Broncos menjatuhkan bom "Daisy Cluster" dekat desa Ilaga.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
34
197722 Juli: Tentara Indonesia memberondong sekelompok desa, termasuk Akimuga, sekitar 40 km dari Timika.Tentara Indonesia22 Juli: Tentara Indonesia memberondong sekelompok desa, termasuk Akimuga, sekitar 40 km dari Timika. Tiap-tiap desa diperkirakan memiliki populasi lebih dari seribu.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
35
1977Akhir Agustus: Dua OV-10 Bronco Bombers menghancurkan sebagian besar perkebunan di wilayah Akimuga. Hasilnya, banyak anak Papua Barat yang mengalami malnutrisi.AkimugaAkhir Agustus: Dua OV-10 Bronco Bombers menghancurkan sebagian besar perkebunan di wilayah Akimuga. Hasilnya, banyak anak Papua Barat yang mengalami malnutrisi.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
36
1977Operasi Tumpas (Operation Annihilation)AkimugaMiliter IndonesiaMiliter Indonesia menangkap dan menyandera masyarakat Papua Barat selama berbulan-bulan. Mengacu kepada Amnesty International, mereka memenjarakan 30 sandera laki-laki dalam kontainer besi selama 3 bulan. Keadaan gelap gulita di wilayah tambang Freeport dengan suhu malam hari mendekati titik beku.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
37
1978Mei: OPM menculik 7 tentara Indonesia berpangkat tinggi untuk menarik perhatian internasional agar diperkenankan bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia. Respons militer Indonesia adalah mengebom dan membakar desa-desa menggunakan pesawat OV-10 Bronco di kedua sisi perbatasan Papua Barat-Papua Nugini.Perbatasan Papua Barat-Papua NuginiOPM, militer IndonesiaMei: OPM menculik 7 tentara Indonesia berpangkat tinggi untuk menarik perhatian internasional agar diperkenankan bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia. Respons militer Indonesia adalah mengebom dan membakar desa-desa menggunakan pesawat OV-10 Bronco di kedua sisi perbatasan Papua Barat-Papua Nugini. Menyebabkan kematian ratusan orang Papua Barat dan lebih dari ribuan orang pindah ke Papua Nugini.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
38
1979Kematian Baldus Mofu, salah satu perwakilan New Guinea Council.Baldus MofuBaldus Mofu, salah satu perwakilan New Guinea Council, bebas dari penjara pada Oktober 1979. Beberapa minggu setelahnya, dua orang tak dikenal menculiknya dari rumah. Keesokan paginya ia kembali ke rumah dalam keadaan babak belur. Ia meninggal beberapa jam setelahnya.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
39
1980Suku Amungme dipindahkan secara paksa dari wilayah tambang Freeport.PT FreeportSuku Amungme dipindahkan secara paksa dari wilayah tambang Freeport di Tembagapura ke wilayah pantai yang panas dan rawan penyakit malaria. Pada bulan Juni, epidemi malaria menyapu suku Amungme dan menyebabkan 216 anak meninggal dunia. Freeport tidak menyediakan apa pun baik makanan maupun obat-obatan kepada masyarakat Papua Barat untuk melawan wabah. Pimpinan suku Amungme mengirimkan banyak petisi kepada pemerintah Indonesia (meminta akses ke sekolah dan pekerjaan, hak atas tanah, dan negosiasi kontrak baru antara Freeport dengan Indonesia dan Papua Barat). Semua petisi tersebut sia-sia.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
40
1981Operasi Sapu Bersih (Operation Clean Sweep)Militer IndonesiaOperasi Sapu Bersih (Operation Clean Sweep) terkenal dengan slogan "Biar tikus lari ke hutan, asal ayam piara di kandang" yang bisa diartikan sebagai sebuah operasi untuk memindahkan masyarakat Papua Barat secara paksa dari wilayah asal mereka agar wilayah tersebut bisa ditempati oleh transmigran dari Jawa. Militer memerkosa, menyiksa, hingga membunuh para istri dari siapa pun yang menentang.https://scholarcommons.usf.edu/cgi/viewcontent.cgi?referer=&httpsredir=1&article=1270&context=gsp

https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
41
1981Agustus: Operasi Sapu Bersih (Operation Clean Sweep) diimplementasikan dengan mengebom desa Madi, wilayah Paniai di Central Highlands.Desa MadiMiliter IndonesiaOperasi Sapu Bersih menyebabkan kematian sedikitnya 2500 orang (estimasi pemerintah Indonesia) dan mencapai 13000 orang Papua Barat (estimasi jurnalis Belanda). Militer menggunakan napalm dan senjata kimia untuk memusnahkan penduduk desa.https://scholarcommons.usf.edu/cgi/viewcontent.cgi?referer=&httpsredir=1&article=1270&context=gsp

https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
42
1982Eksploitasi suku Asmat yang tinggal di pesisir selatan pantai Papua Barat, oleh perusahaan-perusahaan kayu basis Jakarta.Perusahaan-perusahaan kayu tersebut merelokasi suku Asmat dan mempekerjakan mereka secara paksa di mana mereka diperintahkan untuk menebang hutan-hutan mereka sendiri dengan upah yang sangat rendah. Siapa saja yang melawan akan ditahan.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
43
1982Militer Indonesia menerapkan kerja paksa terhadap masyarakat Papua Barat di wilayah Paniai.Wilayah PaniaiMiliter IndonesiaMiliter Indonesia menerapkan kerja paksa terhadap masyarakat Papua Barat di wilayah Paniai. Seluruh laki-laki, kecuali guru, harus melakukan patroli malam di pos jaga dan para pemuda dipaksa untuk memberikan ransum ke pos jaga tanpa kompensasi. Jika ada seorang saja yang absen, seisi desa akan dihukum. Hukuman ini meliputi denda hingga penyiksaan fisik.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
44
1983Aparat menahan Arnold Ap, antropolog, beserta koleganya Eduard Mofu, anak dari Baldus Mofu.Aparat, Arnold Ap (antropolog), Eduard Mofu (anak Baldus Mofu)Pemerintah Indonesia menahan Arnold Ap, antropolog, beserta koleganya Eduard Mofu, anak dari Baldus Mofu.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
45
1984April: Aparat membunuh Arnold Ap dan Eduard Mofu.Aparat, Arnold Ap (antropolog), Eduard Mofu (anak Baldus Mofu)April: Aparat membunuh Arnold Ap dan Eduard Mofu setelah menipu mereka dengan mengajak mereka keluar karena akan dipindahkan ke wilayah Papua Nugini. Pemerintah Indonesia mengklaim bahwa mereka berdua dibunuh karena mencoba melarikan diri.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
46
1985Mei: Pasukan tentara Indonesia membakar 200 desa di wilayah Enarotali, Central Highlands, sebagai balasan atas OPM yang membunuh 2 migran.EnarotaliTentara IndonesiaMei: Pasukan tentara Indonesia membakar 200 desa di wilayah Enarotali, Central Highlands, sebagai balasan atas OPM yang membunuh 2 migran.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
47
1985Juni dan Juli: Militer membunuh 517 penduduk desa di beberapa desa dataran tinggi.Militer IndonesiaJuni dan Juli: Militer membunuh 517 penduduk desa di beberapa desa dataran tinggi.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
48
198627.726 keluarga Jawa telah pindah ke Papua Barat karena gencarnya transmigrasi.27.726 keluarga Jawa telah pindah ke Papua Barat karena gencarnya transmigrasi. Masyarakat Papua Barat tidak mendapat kompensasi atas tanah yang diambil, hanya sebatas sertifikat dan pembangunan gereja maupun sekolah atau bahkan upacara tradisi. Diterapkan prinsip 1:9 (1 keluarga Papua Barat, 9 keluarga Jawa), memastikan masyarakat Papua Barat menjadi minoritas di setiap wilayah.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
49
1996Penyanderaan mahasiswa internasional di Southern Highlands.Southern HighlandsPenyanderaan dikoordinasikan oleh Kelly Kwalik, pimpinan OPM (Organisasi Papua Merdeka).Beberapa mahasiswa internasional disandera di Southern Highlands sebagai bentuk gertakan kepada dunia.https://griffithlawjournal.org/index.php/gjlhd/article/viewFile/578/539
50
1996Militer Indonesia menembak mati 16 orang Papua Barat dari jarak dekat sebagai respons atas penyanderaan.Southern HighlandsMiliter IndonesiaMiliter Indonesia memanfaatkan peristiwa penyanderaan untuk menyamar sebagai ICRC (International Committee of the Red Cross) menggunakan helikopter berlogo ICRC, organisasi yang dipercaya masyarakat Papua Barat. Ketika helikopter mendekat ke darat di mana masyarakat Papua Barat tengah berkumpul untuk menyambut, mereka menembak mati 16 orang dari jarak dekat (point-blank).https://griffithlawjournal.org/index.php/gjlhd/article/viewFile/578/539
51
1998Mei: Soeharto dipaksa turun dari jabatannya sebagai presiden dan kemudian digantikan oleh wakilnya, B.J. Habibie.Mei: Soeharto dipaksa turun dari jabatannya sebagai presiden dan kemudian digantikan oleh wakilnya, B.J. Habibie.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
52
19982 Juli: Aktivis Filep Karma memimpin upacara pengibaran Bintang Kejora di menara kecil dekat Pelabuhan Biak.BiakFilep Karma2 Juli: Aktivis Filep Karma memimpin upacara pengibaran Bintang Kejora di menara kecil dekat Pelabuhan Biak.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
53
19986 Juli: Militer Indonesia menembaki kerumunan masyarakat Papua Barat.Pulau BiakMiliter IndonesiaMiliter Indonesia menembaki kerumunan masyarakat Papua Barat yang berkumpul mengelilingi tangki air di pusat kota saat sedang berdoa, bernyanyi, dan mengibarkan bendera Bintang Kejora untuk kemerdekaan. Sebanyak 32 orang tewas di tempat. Setidaknya 100 orang dipaksa ke dalam kapal angkatan laut untuk kemudian ditenggelamkan di samudra.

Sumber lain mengatakan 8 orang dibunuh langsung, 3 menghilang, 37 luka parah. Para perempuan dipaksa ke dalam kapal untuk kemudian diperkosa, dibunuh, dimutilasi, dan dibuang ke laut.

Sumber dari Amnesty Internasional menyatakan bahwa pasukan gabungan Brimob dan militer menembak 200 orang yang menjaga bendera Bintang Kejora. 40 orang meninggal.
https://griffithlawjournal.org/index.php/gjlhd/article/viewFile/578/539

https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf

https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
54
20001 Januari: Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua secara resmi.Abdurrahman Wahid (Gus Dur)1 Januari: Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua secara resmi. Ia juga mengizinkan pengibaran bendera Bintang Kejora, dengan syarat harus dikibarkan di bawah bendera Merah Putih.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
55
20006 Oktober: Polisi, Brimob, menggerebek pusat berkumpul masyarakat Wamena dan melakukan penindasan.WamenaPolisi, Brimob6 Oktober: Polisi, Brimob, menggerebek setidaknya tujuh pusat berkumpul masyarakat Wamena. Mereka memberikan tembakan peringatan, merantai tiang-tiang bendera, dan merobek bendera Bintang Kejora. Sekitar pukul 8 pagi, lebih dari 50 orang telah dihajar dan dibawa ke kantor polisi. Sedikitnya satu orang mati tertembak dan 10 orang luka-luka. Selang beberapa jam kemudian, kerumunan berkumpul di sekitar sungai di Wouma. Mereka mulai memprotes, membakar, dan menjarah toko. Pasukan bersenjata datang dan menembaki mereka. Kerumunan tadi mulai menyerang rumah migran dan mengakibatkan 24 orang non-Papua terbunuh. Sementara 7 orang Papua juga terbunuh karena tembakan. 22 orang Papua ditahan, beberapa disiksa dan dipaksa untuk mengakui perbuatan yang tak mereka lakukan. Mereka mendapat hukuman 4 hingga 6 bulan penjara.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
56
2000Desember: Kantor polisi di Abepura diserang dan dua petugas polisi dibunuh. Polisi mengerahkan massa untuk mencari pelakunya dan membalas dendam dengan menarget seluruh warga.AbepuraPolisi, BrimobDesember: Kantor polisi di Abepura diserang dan dua petugas polisi dibunuh. Polisi mengerahkan massa untuk mencari pelakunya dan membalas dendam dengan menarget seluruh warga. Polisi dan Brimob sweeping Asrama Ninmin di Abepura, memaksa penghuni asrama keluar dan menghajar mereka. 23 orang dari asrama tersebut (14 laki-laki, 9 perempuan termasuk seorang anak perempuan beusia 7 tahun) dibawa ke ruang tahanan dan dihajar. Kemudian mereka sweeping empat kompleks tetangga di mana orang Papua Barat, sebagian besar dari Wamena, tinggal. Dalam 24 jam 3 mahasiswa terbunuh dan 100 orang ditahan di kantor polisi. Di ruang tahanan, para tahanan dihajar menggunakan balok kayu dan pentungan besi. Beberapa disundut rokok, dipaksa menjilat darah di lantai, dan disetrum; satu orang diminta untuk memotong dan memakan rambutnya sendiri. Mereka juga dihina dan dilecehkan dengan ungkapan-ungkapan rasis. Sekitar 24 jam kemudian, mereka dibebaskan.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
57
2001DPR mengesahkan UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua.DPRDPR mengesahkan UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Peraturan tersebut memberikan pemerintah daerah hak lebih besar untuk mengatur kebutuhannya dan meningkatkan alokasi pajak meskipun kendali atas hubungan luar negeri, keamanan, dan pertahanan masih terpusat pada pemerintah pusat.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
58
2001November: Theys Eluay, pemimpin pro-kemerdekaan Papua Barat, dibunuh.Theys EluayNovember: Theys Eluay, pemimpin pro-kemerdekaan Papua Barat, dibunuh. Ia diculik dan disiksa sampai mati. Kematiannya dua minggu setelah UU No. 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua disahkan.https://law.yale.edu/sites/default/files/documents/pdf/Intellectual_Life/West_Papua_final_report.pdf
59
2011Oktober: Sekitar 8000 pekerja mogok kerja memprotes PT Freeport Indonesia dan menuntut kenaikan gaji.TimikaPolisiOktober: Sekitar 8000 pekerja mogok kerja memprotes PT Freeport Indonesia dan menuntut kenaikan gaji.

11 Oktober: Sekitar 100 demonstran dari 7 kelompok orang asli Papua berkumpul di Pasar Gorong-Gorong, titik penjemputan untuk ke lokasi tambang yang lebih jauh di Tembagapura. Tujuan pertemuan untuk bertemu dengan manajemen perusahaan dan bernegosiasi atas tuntutan mereka, sekaligus mengunjungi rumah mereka di sekitar wilayah pertambangan. Bendera Merah Putih dikibarkan sebagai sinyal bahwa ini perkumpulan ini tidak terkait gerakan pro-kemerdekaan. Mereka dihentikan polisi di gerbang titik penjemputan dan tidak diizinkan masuk. Pendemo berusaha melewati gerbang dan memindahkan barikade polisi. Menurut keterangan saksi kepada Amnesty International, Kapolres Timika menggertak dengan menembak ke atas dan berteriak, "Tembak, tembak." Pendemo lari, tapi 5 dari mereka terkena tembakan. Beberapa melemparkan batu ke polisi sebagai bentuk perlawanan.

Petrus Ayamiseba tertembak di dada dan tewas beberapa jam kemudian. Leo Wandagu tertembak peluru karet sisi kanan punggungnya lalu meninggal dunia lima hari setelahnya. Tidak pernah ada investigasi kriminal atas peristiwa ini.
https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
60
201117–19 Oktober: Kongres Rakyat Papua III.AbepuraPolsek Jayapura, Polda Papua, aparat keamanan17–19 Oktober: Kongres Rakyat Papua III. Koalisi aktivis Papua menyelenggarakan pertemuan politik yang damai di lapangan depan seminari teologi di Abepura. Tujuan Kongres Rakyat Papua III adalah konsolidasi kelompok-kelompok pro-kemerdekaan Papua Barat dan membentuk "pemerintahan transisi". Panitia kongres mengundang pemerintah pusat untuk berbicara dan sudah menginformasikan kegiatan ke Kapolda Papua.

19 Oktober: Sejumlah polisi dan militer memblokir jalan utama dengan tank dan kendaraan lapis baja serta mengepung lapangan tempat pelaksanaan kongres. Dua jam setelah kongres selesai, polisi dan militer mendekati lokasi dan menembak ke udara dan menyebabkan kepanikan padahal kongres berjalan dengan damai. Banyak orang mulai melarikan diri sementara unit dari Polsek Jayapura dan Polda Papua melempar gas air mata. Diperkirakan 387 peserta, termasuk 58 perempuan, ditahan. Aparat keamanan juga turut memukul, menghajar, dan menendang para tahanan dengan senapan. Beberapa tahanan bahkan ditembak kakinya.
https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
61
201119 Oktober: Kongres Rakyat Papua III, aparat menembak kerumunan, enam orang tewas.AbepuraAparat19 Oktober: Kongres Masyarakat Papua Ketiga, aparat menembak kerumunan, enam orang tewas.https://griffithlawjournal.org/index.php/gjlhd/article/viewFile/578/539
62
201120 Oktober: Ditemukan mayat Demianus Daniel Kadepa, Yakobus Samonsabara, dan Max Asa Yeuw.20 Oktober: Ditemukan mayat Demianus Daniel Kadepa, Yakobus Samonsabara, dan Max Asa Yeuw. Yakobus dan Max Asa adalah anggota PETAPA (Penjaga Tanah Papua) yang juga merupakan panitia kegiatan Kongres Rakyat Papua III. Mengacu laporan Komnas HAM, pada mayat ketiganya ditemukan luka tembakan dan lebam akibat pukulan.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
63
20126 Juni: Tentara menyerang penduduk Desa Honelama, Wamena.Desa Honelama, WamenaTentara6 Juni: Satu dari dua tentara mengendarai sepeda motor dan menabrak anak usia 3 tahun yang sedang menyeberang di Desa Honelama, Wamena. Penduduk desa yang menyaksikan itu mengejar para tentara dan menghentikan mereka. Seorang warga Papua bergabung ke kerumunan dan tiba-tiba menusuk kedua tentara tersebut, menyebabkan seorang meninggal dan seorang lainnya luka-luka. Penduduk desa tak mengenal orang tersebut.

Tak berapa lama, dua truk tentara dari Batalion Infantri 756/Wamena tiba dan melancarkan tembakan ke desa dengan membabi buta. Berdasarkan keterangan saksi, para tentara juga menusuk puluhan warga dengan bayonet serta membakar puluhan rumah, gedung, dan kendaraan. Seorang warga, Elinus Yoman, ditemukan tewas dengan banyak luka di sekujur wajah dan tubuhnya. Banyak warga yang melarikan diri dari desa tersebut selama beberapa hari.
https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
64
201214 Juni: Penembakan Mako Tabuni.AbepuraPolisi14 Juni: Petugas kepolisian menembak dan membunuh Mako Tabuni, wakil ketua KNPB (Komite Nasional Papua Barat). KNPB telah mengorganisir demonstrasi massa di beberapa kota di Papua, menuntut hak self-determination melalui referendum. Polisi menuding Mako Tabuni atas penembakan terhadap orang-orang non-Papua, termasuk turis Jerman, dan menyatakan bahwa ia menolak ditahan dan mencoba mengambil senjata polisi. Kepolisian menyatakan bahwa penembakan terhadap Mako Tabuni merupakan usaha pertahanan diri meski sumber lain menyatakan bahwa Mako Tabuni ditembak dari belakang ketika lari dari polisi. Tak ada otopsi yang diketahui atas Mako Tabuni.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
65
201330 April: Penembakan di Aimas.AimasPasukan gabungan polisi-militer30 April: Sekelompok aktivis Papua Barat, dipimpin Isak Kalaibin, berkumpul untuk ibadah malam dan untuk merancang kegiatan damai untuk memperingati 50 tahun penyerahan Papua Barat ke Indonesia melalui New York Agreement tahun 1962. Kepolisian Daerah Sorong rupanya mengetahui rencana ini dari intel mereka dan meminta seluruh personel mereka untuk berkumpul di markas. Dibentuk pasukan gabungan polisi-militer untuk membubarkan kegiatan tersebut. Pasukan ini dipimpin wakil kepala Polda Sorong dan terdiri atas 11 polisi dan 3 anggota militer.

Pukul 9 malam pasukan gabungan polisi-militer mendekat menggunakan 4 mobil. Mobil yang memimpin (ditumpangi oleh wakil kepala Polda Sorong) dihadang peserta doa. Beberapa anggota kerumunan mulai memukul-mukul mobil dengan kepalan tangan dan kayu. Tiba-tiba, aparat dari mobil lain menembak tanpa peringatan ke arah kerumunan. Sedikitnya 5 orang terkena tembakan. Abner Malagawak dan Thomas Blesia tewas di tempat sementara Salomina Kalaibin, saudari Isak Kalaibin, meninggal pada 6 Mei akibat luka tembak di bahu dan perutnya.
https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
66
20138 Agustus: Pembunuhan Irwan Irwan WendaWamenaPolisi8 Agustus: Irwan Irwan Wenda adalah pria dengan disabilitas mental (21 tahun). Saat itu ia keluar rumah dan berjalan dekat pasar Wouma di Wamena, Kab. Jayawijaya, Prov. Papua. Dua anggota keluarganya mengikuti dan memintanya pulang tapi ia menolak. Irwan mengambil sebatang tebu lalu memukulkannya ke jendela toko dan rumah sepanjang jalan utama dan mencoba menghentikan beberapa mobil. Setelah sekitar 500 meter, Irwan tiba di perumahan polisi dan dihadang oleh seorang polisi yang baru saja pulang sehabis menjadi imam di masjid. Dua anggota keluarga Irwan masih mengikuti di belakang dari jarak 10 meter.

Setelah bercakap-cakap, Irwan tiba-tiba memukul polisi tersebut dengan batang tebu. Polisi itu langsung masuk ke perumahan dan kembali beberapa menit setelahnya dengan sebuah senapan. Tanpa peringatan, ia menembak Irwan tiga kali di kaki kiri, perut, dan kepala dari jarak 2 meter. Kemudian, beberapa anggota polisi membawa Irwan ke rumah sakit sementara beberapa lainnya membawa dua anggota keluarga Irwan ke kantor polisi untuk diinterogasi dan disiksa lalu dipenjara. Malamnya mereka dibebaskan setelah puluhan kerabat Irwan berdemo di depan kantor polisi.

Kapolda Jayawijaya berjanji akan menindak polisi yang menembak Irwan dan menempuh jalan damai dengan keluarga Irwan dengan membayar 600 juta rupiah dari pemerintah daerah Jayawijaya. Investigasi kriminal nyatanya tak pernah dilakukan.
https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
67
20142 Juli: Pembunuhan di Pasar Youtefa.Pasar Youtefa, AbepuraPolisi2 Juli: Pembunuhan di Pasar Youtefa. Kerusuhan pecah di Pasar Youtefa Abepura setelah seorang petugas kepolisian dibunuh dan senjata apinya dicuri oleh orang yang tak diketahui. Salah seorang petugas lain juga terluka setelah ia berusaha menghentikan judi dadu. Pada hari yang sama, kepolisian menjalankan operasi dengan merazia area sekeliling pasar, termasuk asrama kelompok etnis Pegunungan Tengah yang dicurigai telah membunuh petugas polisi tersebut. Selama razia, polisi mengajak kelompok etnis lain dari Sulawesi Selatan untuk membantu. Sebuah NGO melaporkan bahwa orang-orang non-Papua ini menghajar, menendang, bahkan memukul orang-orang Papua yang tak bisa melarikan diri. Setelah operasi tersebut, tiga laki-laki Papua ditemukan tewas di beberapa lokasi sekitar pasar. Sabusek Kabak, seorang mahasiswa, ditemukan tewas di depan Papua Bank dengan luka di pelipis kiri dan luka tusukan. Yeniaw Wanimbo ditemukan di depan Kampus Yamas dengan luka-luka akibat benda tajam. Demy Kepno ditemukan dengan luka lebam di wajahnya dan beberapa luka tembakan.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
68
201426 Agustus: Pembunuhan Martinus Yohame.Sorong26 Agustus: Mayat Martinus Yohame, salah satu anggota KNPB (Komite Nasional Papua Barat), ditemukan di dalam karung mengapung di laut dekat kepulauan Nana, Kab. Sorong. Luka yang ditemukan pada mayat Martinus Yohame meliputi luka tembak di dada. Martinus Yohame dilaporkan menghilang pada 20 Agustus 2014. Sebelum ia menghilang, ia menerima pesan Facebook dari seseorang yang mengaku sebagai anggota Komnas HAM cabang Papua dan dari seorang jurnalis yang berniat mewawancarainya. Ketua Komnas HAM cabang Papua menyangkal pesan tersebut dan tidak ada informasi lebih lanjut mengenai jurnalis misterius yang mengontak Martinus Yohame.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
69
20148 Desember: Aparat keamanan menembak ratusan demonstran Papua.Enarotali, Kab. PaniaiAparat keamanan8 Desember: Aparat keamanan menembak ratusan demonstran Papua yang berkumpul di Mabes Polri di pusat Enarotali, Kab. Paniai. Demonstrasi terjadi sebagai respons atas anggota militer yang diduga menghajar 11 anak Papua di Kab. Paniai Timur sehari sebelumnya. Setelah pendemo mulai melempari batu dan kayu ke gedung, aparat melancarkan tembakan ke kerumunan, membunuh 4 orang. Sedikitnya 11 orang luka-luka akibat peluru atau bayonet. Mengacu Komnas HAM, dua saksi melihat aparat kepolisian menghajar seorang demonstran dan menembaknya dari jarak dekat setelah ia jatuh ke tanah.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
70
2015Mei: Presiden Jokowi mencabut batasan bagi jurnalis asing untuk mengunjungi Papua.Joko Widodo (Jokowi)Mei: Presiden Jokowi mencabut batasan bagi jurnalis asing untuk mengunjungi Papua. Dalam praktiknya, mereka tetap perlu izin khusus dan berada di bawah pengawasan ketat.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
71
2015Mei: Presiden Jokowi memberikan grasi bagi 5 aktivis Papua dan berjanji akan memberikan grasi maupun amnesti kepada tahanan lainnya.Joko Widodo (Jokowi)Mei: Presiden Jokowi memberikan grasi bagi 5 aktivis Papua dan berjanji akan memberikan grasi maupun amnesti kepada tahanan lainnya.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
72
201530 Oktober: Pembunuhan Emerikus Konakaimu Konakem.MeraukePolisi30 Oktober: Petugas kepolisian daerah Merauke menembak dan membunuh tersangka kriminal bernama Emerikus Konakaimu Konakem (19) saat berupaya menangkapnya. Sebelumnya, Emerikus dan temannya, diduga karena alkohol, menghentikan motor di daerah perumahan Yobar dan mengambilnya secara paksa. Pemilik kendaraan melapor ke Kepolisian Daerah (Polda) Merauke.

Pukul 14.00, polisi mencari keduanya di daerah perumahan Yobar tanpa mengetahui bahwa keduanya sudah mengembalikan sepeda motor ke pemiliknya. Keduanya melarikan diri dan saat dalam pengejaran, polisi menembak kedua paha Emerikus. Emerikus dilarikan ke rumah sakit namun ia meninggal karena kehilangan banyak darah.
https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
73
2015November: Pemerintah Indonesia membentuk tim untuk mengusut kekerasan HAM yang terjadi di Papua.Menkopolhukam, Mendagri, Menlu, Menag, TNI, Jaksa Agung, Polri, Komnas HAM, aktivis PapuaNovember: Pemerintah Indonesia membentuk tim untuk mengusut kekerasan HAM yang terjadi di Papua. Tim terdiri dari Menkopolhukam, Mendagri, Menlu, Menag, TNI, Jaksa Agung, Polri, Komnas HAM, dan aktivis Papua. Tim tersebut memeriksa 64 kasus dan mengidentifikasi 12 kasus kekerasan HAM, kemudian memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mengusut itu semua.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
74
20151 Desember: Penembakan di Desa Wanampompi.Desa Wanampompi1 Desember: Masyarakat pro-kemerdekaan berkumpul untuk melaksanakan upacara pengibaran bendera untuk memperingati 54 tahun pengibaran bendera Bintang Kejora. Sekitar pukul 7 pagi, tepat setelah mereka mengibarkan bendera dan bersiap untuk menyanyikan lagu kebangsaan, polisi dan militer mendekat dan menembaki kerumunan tak lama kemudian.

Empat orang meninggal dunia termasuk Erik Manitori, pemimpin upacara, dan sedikitnya 8 orang luka-luka. Menurut keterangan organisasi gereja, Yonas Manitori dan Dairus Andiribi tewas di tempat setelah ditembak aparat ketika mereka mendekat untuk menanyakan maksud dan tujuan patroli. Erik Manitori dan Yulianus Robaha mendekat untuk memeriksa keduanya namun mereka ditembak di kaki. Keduanya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tidak pernah ada investigasi terkait kasus ini.
75
2017Mei: Di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UN Human Rights Council), Kementerian Luar Negeri Indonesia berjanji bahwa Jaksa Agung akan menyelesaikan investigasi atas kasus kekerasan HAM yang terjadi di Wasior dan Wamena dan meneruskan kasus tersebut ke Pengadilan HAM. Sayang sekali sampai sekarang ini tak pernah terjadi.Kementerian Luar NegeriMei: Di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UN Human Rights Council), Kementerian Luar Negeri Indonesia berjanji bahwa Jaksa Agung akan menyelesaikan investigasi atas kasus kekerasan HAM yang terjadi di Wasior dan Wamena dan meneruskan kasus tersebut ke Pengadilan HAM. Sayang sekali sampai sekarang ini tak pernah terjadi.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
76
20171 Agustus: Penembakan Desa Oneibo (Oneibo Village Shootings).Desa OneiboPolisi dan Brimob1 Agustus: Penembakan Desa Oneibo (Oneibo Village Shootings). Konflik meletus di kamp perusahaan konstruksi di Oneibo, Deiya ketika para pekerja dilaporkan menolak meminjamkan mobil untuk mengangkut pemuda Papua yang kritis karena tenggelam ke rumah sakit, yang kemudian menyebabkan kematiannya. Sebagai bentuk protes, puluhan warga desa masuk ke kamp perusahaan dan menghancurkan tenda. Polisi tiba bersama anggota Brimob yang memprovokasi pendemo untuk melemparkan batu kepada mereka. Merespons aksi ini, polisi melepaskan tembakan tanpa peringatan ke arah kerumunan. Sedikitnya sebelas orang menderita luka tembak. Salah satu yang terluka adalah Yulianus Pigai, tertembak di paha dan perut dan kemudian meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat. Juru bicara Kepolisian Daerah Papua menyatakan bahwa polisi telah mematuhi peraturan yang ada dan hanya menggunakan peluru karet, dan memberi tembakan peringatan. Meski begitu, setelah investigasi, disebutkan bahwa pada 11 Agustus petugas kepolisian melanggar prosedur standar dalam menangani kerusuhan massa.https://www.amnesty.org/download/Documents/ASA2181982018ENGLISH.pdf
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100