ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
2
PERANGKAT BANTU SUPERVISI FASYANKES TA DISTRICT MENTORING, 2025-2026
3
4
5
6
Provinsi * :Jawa Timur
7
Kabupaten/Kota * :Kediri
8
Nama Fasyankes * :Puskesmas Citalem
9
Tanggal Pelaksanaan * :20-Apr-26
10
Tim Supervisi [Dinkes Kab/Kota] * :1. ( tulis nama dan jabatan)Keterangan:Keterangan:
11
2. ( tulis nama dan jabatan)D= DokumenNA= Not Applicable
12
3. ( tulis nama dan jabatan)IP= Interview Petugas0= Tidak ada/ Tidak terpenuhi sama sekali
13
Tim Supervisi [Mentor Lokal] * :1. ( tulis nama dan jabatan)O= Observasi1= Ada/terpenuhi sebagian
14
2. ( tulis nama dan jabatan)Pd= Penilaian Dokumen/Sistem2= Ada/terpenuhi keseluruhan
15
3. ( tulis nama dan jabatan)
16
17
18
19
No.Komponen yang ditinjauStandar Cara PenilaianMetodeHasil supervisiRekomendasi Komponen Pendampingan oleh Tim Mentor Lokal dan Dinkes
20
SkorKeterangan
21
AMANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA18
22
A.1Sumber Daya Manusia dan Manajemen Layanan13
23
1Tersedia tim layanan memadai yang terdiri atas dokter, perawat/bidan, petugas laboratorium, petugas farmasi, petugas RRObservasi dan tanyakan tim layanan terdiri dari siapa sajaIP/O1Jika belum tersedia tim layanan yang lengkap, tim Dinkes setempat dapat mengadvokasi kebutuhan tim layanan PDP lengkap kepada Pimpinan Fasyankes untuk mengoptimalkan pelayanan HIV dan IMS komprehensif
24
2Tersedia uraian tugas tertulis untuk masing-masing anggota tim layananLihat ketersediaan dokumenD2Jika tidak tersedia, tim mentor dan Dinkes setempat dapat mengadvokasi atau memberi contoh draft uraian tugas masing-masing anggota tim untuk memperjelas peran dan fungsi dalam pelayanan HIV dan IMS komprehensif
25
3Tersedia SK Tim Layanan HIV dan IMSLihat ketersediaan dokumenD1Jika tidak tersedia, Dinkes setempat dapat memberikan contoh SK Tim Layanan PDP serta mendorong pembentukan SK Tim Layanan PDP segera
26
4Seluruh anggota tim sudah pernah mendapatkan pelatihan PDP dan IMS baik dalam bentuk OJT/Refreshing/workshop/orientasi baik secara daring atau luringTanyakan kepada petugas dan lihat dokumentasi dalam bentuk undangan atau sertifikatIP/D2Jika ada anggota tim belum mengikuti pelatihan baik daring/ luring, tim mentor dan Dinkes setempat dapat mengusulkan kegiatan peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan program dan melakukan inventaris petugas yang belum dilatih kepada tim regional TA District mentoring
27
5Tersedia dokumen atau panduan minimal yang menjadi referensi dalam memberikan pelayanan HIV dan IMS (baik softcopy maupun hardcopy) yang mencakup :

a. Pedoman Nasional Penanganan IMS 2015
b. Pedoman Tata Laksana Sifilis untuk Pengendalian Sifilis di Layanan Kesehatan Dasar 2017
c. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran tentang Tata Laksana HIV tahun 2019
d. Peraturan Menteri Kesehatan No. 23 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus, Acquired Immuno-Deficiency Syndrom, dan Infeksi Menular Seksual.
Lihat ketersediaan dokumen baik softcopy ataupun cetakIP/D1Jika dokumen panduan belum tersedia, mentor lokal dapat memberikan file dokumen panduan yang dimaksud kepada tim layanan yang dikunjungi
28
6Tersedia dokumen Standar Operasional Prosedur pelayanan yang mencakup :
a) SOP Tatalaksana IMS yang mencakup sifilis
b) SOP Tatalaksana HIV yang mencakup pengobatan ARV, kolaborasi TBC HIV, pemeriksaan VL
c) SOP Penelusuran ODHIV hiilang
Lihat ketersediaan dokumen baik softcopy ataupun cetakIP/D1Jika SOP belum tersedia, maka tim mentor lokal dapat memberikan draft SOP Tatalaksana HIV dan SOP Penelusuran ODHIV hilang yang sudah disediakan
29
7Terdapat jadwal pertemuan rutin evaluasi dan koordinasi layanan HIV dan IMS (minilokarya, rapat bulanan puskesmas, pertemuan lintas sektoral kecamatan, dll)Tanyakan kepada petugas sekaligus cek ketersediaan surat undangan atau notulensi pertemuanIP/D2Tim mentor lokal berserta Dinkes setempat mengusulkan pertemuan rutin untuk mengevaluasi capaian program HIV dan IMS baik internal maupun terintegrasi dalam pertemuan Fasyankes lainnya untuk memastikan perbaikan kinerja berkelanjutan
30
8Terdapat jadwal rutin pertemuan dengan mitra komunitas atau LSM mitra, baik mitra penjangkau dan atau pendamping, terkait evaluasi capaian atau penelusuran ODHIV hilang, maupun validasi dataTanyakan kepada petugas sekaligus cek ketersediaan surat undangan atau notulensi pertemuanIP/D1Jika belum terlaksana, mentor lokal dan Dinkes setempat mendorong terlaksananya pertemuan evaluasi rutin bersama komunitas penjangkau/ pendamping untuk evaluasi kinerja masing-masing, termasuk diantaranya membahas penelusuran ODHIV hilang dan validasi data
31
9Terdapat jadwal rutin pertemuan antar unit yang terkait dengan program HIV (misalnya dengan poli kandungan, poli anak, poli kulit & kelamin, poli TBC (DOTS), serta poli penyakit dalamTanyakan kepada petugas sekaligus cek ketersediaan surat undangan atau notulensi pertemuanIP/D1Jika belum terlaksana, dinkes setempat dan mentor lokal mendorong pertemuan antar unit, seperti unit TB dan KIA untuk memastikan semua pasien TB dan ibu hamil ANC diperiksa HIV
32
10Tim layanan mengikuti kegiatan pendampingan atau penguatan secara periodik oleh tim mentor lokal baik daring atau luring dalam 3 bulan terakhirTanyakan kepada petugas sekaligus cek ketersediaan surat undangan atau notulensi pertemuanIP/D1
33
A.2Kerjasama dengan Mitra Komunitas Lokal5
34
1Fasyankes bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) lokal dalam hal penjangkauan populasi kunciTanyakan kepada petugas atau observasi ketersediaan mitra komunitas di layananIP/O1Jika belum bermitra, Dinkes setempat akan memfasilitasi kemitraan antara Fasyankes dan mitra penjangkau
35
2Kemitraan dengan LSM atau OMS penjangkau disertai dokumen MoU/PKS yang diperbaharui Cek ketersediaan dokumen MoU/PKSD1Jika belum tersedia dokumen PKS baik ditingkat faskes atau Dinkes KK, Dinkes KK akan memberikan draft MoU/PKS ke tim layanan atau mempersiapkan dokumen PKS/MoU di tingkat KK
36
3Fasyankes bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) lokal dalam hal pendampingan ODHIVTanyakan kepada petugas atau observasi ketersediaan mitra komunitas di layananIP/O1Jika belum bermitra terutama jika sudah berstatus PDP, Dinkes setempat akan memfasilitasi kemitraan antara fasyankes dan mitra pendamping
37
4Kemitraan dengan LSM atau OMS pendampingan ODHIV disertai dokumen MoU/PKS yang diperbaharui Cek ketersediaan dokumen MoU/PKSD1Jika belum tersedia dokumen PKS baik ditingkat faskes atau Dinkes KK, Dinkes KK akan memberikan draft MoU/PKS ke tim layanan atau mempersiapkan dokumen PKS/MoU di tingkat KK
38
5Isi dokumen MoU/PKS pendampingan memuat aspek penelusuran ODHIV hilang yang melibatkan tim pendamping komunitasCek ketersediaan dokumen MoU/PKSD1Jika sudah tersedia namun isi redaksi komponen program terkait penelusuran belum lengkap, Dinkes akan menghimbau penambahan komponen program tersebut untuk ditambahkan pada isi MoU/PKS sebagai revisi atau adendum
39
BIMPLEMENTASI TEKNIS DAN PROGRAM61
40
B.1Fasilitas dan Pelayanan Tertata Baik6
41
1Layanan memiliki ijin operasional dari Dinas Kesehatan setempat atau institusi terkait lainnyaObservasi ketersediaan papan informasi ijn operasional atau dokumen ijinO/D2
42
2Jam buka layanan sesuai dengan waktu operasional yang terteraObservasi ketersediaan papan informasi atau dokumen waktu pelayananIP/O1
43
3Layanan memiliki supply air dan listrik yang cukupTanyakan kepada petugas atau lakukan observasiIP/O1
44
4Terdapat ruangan untuk administrasi, konsultasi dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta konseling pengobatanTanyakan kepada petugas atau lakukan observasiIP/O1
45
5Privasi pasien terjaga baik secara visual maupun pendengaranTanyakan kepada petugas atau lakukan observasiIP/O1
46
B.2Ketersediaan Layanan Tes dan Pengobatan HIV48
47
1Layanan tes HIV tersedia setiap hari kerjaTanyakan kepada petugas atau lakukan observasiIP/O1
48
2Fasyankes melaksanakan layanan VCT mobile dalam 3 bulan terakhir bersama atau tanpa mitra komunitas lokalTanyakan kepada petugas atau cek ketersediaan dokumen laporanIP/D2
49
3Petugas secara rutin melakukan konseling dan tes HIV pada kelompok sasaran berikut dalam 3 bulan terakhir :1
50
3a. Laki-laki seks dengan laki-laki (LSL)Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum diakses oleh populasi kunci, Dinkes akan mendorong mitra penjangkau untuk mengakses fasyankes tesebut sebagai salah satu rujukan
51
3b. Wanita Pekerja Seks (WPS)Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum diakses oleh populasi kunci, Dinkes akan mendorong mitra penjangkau untuk mengakses fasyankes tesebut sebagai salah satu rujukan
52
3c. Waria/transgenderTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum diakses oleh populasi kunci, Dinkes akan mendorong mitra penjangkau untuk mengakses fasyankes tesebut sebagai salah satu rujukan
53
3d. Pengguna narkoba suntik (Penasun)Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum diakses oleh populasi kunci, Dinkes akan mendorong mitra penjangkau untuk mengakses fasyankes tesebut sebagai salah satu rujukan
54
3e. Pasien TBTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika cakupan ini belum optimal, tim mentor mendorong setiap pasien TB dites HIV serta mengingatkan kembali 8 sasaran tes HIV sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal)
55
3f. Ibu hamilTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika cakupan ini belum optimal, tim mentor mendorong setiap ibu hamil berkunjung ANC dites HIV serta mengingatkan kembali 8 sasaran tes HIV sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal)
56
3g. Pasien IMSTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika cakupan ini belum optimal, tim mentor mendorong setiap pasien IMS dites HIV serta mengingatkan kembali 8 sasaran tes HIV sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal)
57
3h. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2
58
4Petugas menawarkan PrEP (Pre-Exposre Prophylaxis) atau rujukan PrEP kepada klien berisiko dengan hasil tes HIV negatifTanyakan kepada petugas, cek data SIHA serta stok obat PrEPIP/O/Pd2Jika fasyankes sasaran supervisi sudah menyediakan PreP, tim mentor memberikan penyegaran terkait sasaran dan materi PrEP.

Sementara jika fasyankes belum menyediakan layanan PrEP, tim mentor memberikan daftar layanan PrEP di wilayah tersebut, sebagai rujukan untuk pasien berisiko dengan hasil tes HIV negatif
59
5Layanan pengobatan HIV (PDP) tersedia setiap hari kerjaTanyakan kepada petugas atau lakukan observasiIP/O2
60
6Petugas melakukan inisiasi dini pengobatan ARV pada setiap ODHIV baru ditemukan (termasuk pada bumil HIV+ baru)Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika petugas belum memberikan terapi ARV dini (kurang dari 7 hari sejak terdiagnosa) meskipun tidak ada kontra indikasi, mentor lokal memberikan penyegaran kembali terkait pentingnya inisiasi dini, regimen terapi ARV serta SOP tatalaksana ARV terkait inisiasi ARV.

Dinkes setempat juga menggali ketersediaan logistik ARV serta membantu ketersediaan yang memadai dan distribusi tepat waktu dan optimal.
61
7Petugas melakukan inisiasi pengobatan ARV pada setiap ODHIV baru ditemukan (termasuk pada bumil HIV+ baru) pada hari yang samaTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika petugas belum memberikan terapi ARV pada hari yang sama dengan diagnosa meskipun tidak ada kontra indikasi, mentor lokal memberikan penyegaran kembali terkait pentingnya inisiasi dini, regimen terapi ARV serta SOP tatalaksana ARV terkait inisiasi ARV

Dinkes setempat juga menggali ketersediaan logistik ARV serta membantu ketersediaan yang memadai dan distribusi tepat waktu dan optimal
62
8Petugas menawarkan pendampingan pengobatan ARV oleh mitra komunitas pendamping kepada ODHIV baruTanyakan kepada petugas atau lakukan observasi di pelayananIP 2Jika belum terlaksana, mentor lokal menekankan kembali pentingnya kemitraan dengan komunitas pendamping termasuk melibatkan pendukung sebaya untuk memberikan dukungan psikososial dalam memastikan kepatuhan dan retensi pengobatan
63
9Petugas menawarkan notifikasi pasanganTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum terlaksana, mentor lokal menekankan kembali manfaat notifikasi pasangan, metode serta operasionalisasinya termasuk aspek pencatatan dan pelaporannya
64
10Petugas melakukan skrining TBC pada semua ODHIV dalam pengobatan ARV yang berkunjung, termasuk ODHIV baru inisiasi ARVTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum terlaksana, mentor lokal menekankan kembali pentingnya skrining TBC, memberikan penyegaran terkait bagaimana melakukan skrining TBC dan aspek pencatatan dan pelaporannya, termasuk pemberian TPT pada ODHIV memenuhi syarat
65
11Petugas melakukan rujukan diagnostik TBC pada setiap ODHIV dicurigai TBCTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum terlaksana dengan baik, mentor lokal beserta Dinkes setempat menekankan kembali pentingnya kolaborasi TB HIV, memperjelas kembali alur rujukan pemeriksaan TCM TB, serta pentingnya pengobatan OAT dan inisiasi ARV segera
66
12Petugas memberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) pada ODHIV baru inisiasi yang memenuhi syaratTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum terlaksana, mentor lokal menggali ketersediaan logistik, memberikan penyegaran terkait alur skrining TBC dan pemberian TPT serta aspek pencatatan dan pelaporannya. Dinkes setempat membantu memastikan ketersediaan TPT memadai disertai distribusi yang optimal terutama pada fasyankes dengan caseload ODHIV atau temuan kasus ODHIV baru yang cukup besar
67
13Petugas memberikan Pengobatan Pencegahan Kotrimoksasol (PPK) pada ODHIV stadium lanjutTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum terlaksana optimal, mentor lokal memberikan penyegaran terkait pentingnya pemberian PPK dalam manajemen AHD (Advanced HIV Disease) untuk mencegah morbiditas dan mortalitas, serta mengingatkan kembali algoritme pemberian PPK. Dinkes setempat membantu memastikan ketersediaan logistik PPK memadai disertai distribusi yang optimal
68
14Layanan sudah memiliki jejaring untuk pemeriksaan Viral Load HIVTanyakan kepada petugas atau observasi dokumen rujukanIP/Pd2Jika layanan sudah berstatus PDP dan memiliki ODHIV dalam pengobatan ARV, Dinkes dan mentor lokal mengingatkan kembali pentingnya jejaring pemeriksaan VL terutama pada fasyankes yang tidak memiliki alat pemeriksaan VL sendiri.

Mentor lab memastikan petugas lab mampu mengelola sampel VL, mentor dokter dan perawat memastikan petugas dapat mengidentifikasi ODHIV eligible diperiksa VL, mentor data memastikan setiap hasil pemeriksaan VL tercatat di SIHA 2.1. Sementara Dinkes kab/kota membantu memastikan ketersediaan kurir, jejaring pemeriksaan, serta reagen di layanan rujukan pemeriksaan VL.
69
15Petugas melakukan pemeriksaan viral load HIV kepada setiap ODHIV memenuhi syarat untuk memantau efektivitas pengobatan ARV Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Mentor lab memastikan petugas lab mampu mengelola sampel VL, mentor dokter dan perawat memastikan petugas dapat mengidentifikasi ODHIV eligible diperiksa VL, mentor data memastikan setiap hasil pemeriksaan VL tercatat di SIHA 2.1. Sementara Dinkes kab/kota membantu memastikan ketersediaan kurir, jejaring pemeriksaan, serta reagen di layanan rujukan pemeriksaan VL.
70
16Petugas memberikan obat ARV untuk beberapa bulan (MMD atau Multimonth Dispensing) kepada ODHIV dalam pengobatan ARV yang memenuhi syarat.Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd2Jika belum terlaksana, mentor melakukan penyegaran terkait materi MMD, sementara Dinkes KK memastikan ketersediaan logistik ARV yang mencukupi untuk mendukung program MMD. Mentor data memastikan setiap petugas mampu mencatat pemberian MMD di SIHA 2.1
71
17Tim penelusur dari fasyankes rutin melakukan penelusuran ODHIV hilang serta mencatat hasil penelusuran melalui SIHATanyakan kepada petugas serta cek data SIHAIP/Pd2Jika belum dilakukan secara rutin, mentor lokal kembali mengingatkan pentingnya melakukan penelusuran pada ODHIV hilang termasuk melibatkan tim penelusur dari mitra pendamping komunitas.

Mentor lokal akan memberikan penyegaran kembali terkait meteri penelusuran ODHIV hilang, yang eligible ditelusuri termasuk aspek pencatatan dan pelaporan di SIHA 2.1
72
B.3Ketersediaan Layanan IMS7
73
1Layanan IMS tersedia setiap hari kerja

*) Pelayanan IMS disini dapat berupa : penanganan keluhan berdasarkan tanda dan gejala IMS/ pemeriksaan sifilis/ pemeriksaan duh tubuh anogenital/pemeriksaan sifilis pada ibu hamil dalam program triple eliminasi yang terintegrasi pada ANC ( Antenatal Care) serta tidak harus dilakukan dalam poli atau ruang tersendiri, namun juga bisa terintegrasi di poli umum.
Tanyakan kepada petugas atau lakukan observasiIP/O1Mentor lokal kembali memastikan pelayanan IMS baik melalui pendekatan sindrom, klinis dan laboratorium tercatat dengan baik dilaporkan di SIHA 2.1
74
2Petugas pernah melakukan manajemen kasus IMS dengan pendekatan sindrom dalam 3 bulan terakhirTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd1Mentor lokal kembali memastikan pelayanan IMS baik melalui pendekatan sindrom, klinis dan laboratorium tercatat dengan baik dilaporkan di SIHA 2.1
75
3Petugas pernah melakukan pengambilan sampel duh tubuh anogenital (DTA/DTU/DTV/DTS) dalam 3 bulan terakhirTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA dan observasi BHP anuskopi atau spekulumIP/Pd1Jika reagen dan bahan medis tersedia (spekulum dan anuskopi), berikan penyegaran terkait pengambilan sampel duh tubuh anogenital termasuk pemeriksaan lab pada sampel duh tubuh anogenital.
76
4Petugas pernah melakukan pemeriksaan sifilis pada populasi kunci dalam 3 bulan terakhirTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd1Mentor lokal kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan IMS pada ibu hamil dan populasi kunci serta mendorong pemeriksaan sifilis pada ibu hamil sebagai bagian dari triple eliminasi. Selain itu juga memastikan setiap populasi kunci datang baik mandiri maupun dijangkau oleh penjangkau komunitas tidak hanya dites HIV namun secara paralel juga dites sifilis.

Mentor mengingatkan kembali algoritme pemeriksaan dan diagnosa HIV dan sifilis, SOP pemeriksaan laboratorium HIV dan sifilis, termasuk penguatan aspek pencatatan dan pelaporan. Sementara mentor farmasi bersama Dinkes setempat mebantu memastikan kecukupan logitsik yang memadai.
77
5Petugas melakukan pemeriksaan sifilis secara rutin pada ibu hamil

*)Pemeriksaan sifilis terintegrasi dalam layanan antenatal sebagai bagian dari Triple Eliminasi
Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd1Mentor lokal kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan IMS pada ibu hamil dan populasi kunci serta mendorong pemeriksaan sifilis pada ibu hamil sebagai bagian dari triple eliminasi. Selain itu juga memastikan setiap populasi kunci datang baik mandiri maupun dijangkau oleh penjangkau komunitas tidak hanya dites HIV namun secara paralel juga dites sifilis.

Mentor mengingatkan kembali algoritme pemeriksaan dan diagnosa HIV dan sifilis, SOP pemeriksaan laboratorium HIV dan sifilis, termasuk penguatan aspek pencatatan dan pelaporan. Sementara mentor farmasi bersama Dinkes setempat mebantu memastikan kecukupan logitsik yang memadai.
78
6Petugas Fasyankes memberikan terapi pada kasus IMS segera (pada hari yang sama) setelah kasus IMS terdeteksi, termasuk pada bumil.Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd1Jika belum terlaksana dengan baik, mentor lokal menekankan pentingnya pemberian terapi IMS pada hari yang sama sesuai panduan untuk memastikan pengobatan efektif dan mencegah risiko penularan jika pasien hilang/ tidak kembali. Pada sesi tersebut jika dapat diberikan penyegaran bagan alir IMS serta regimen pengobatan termasuk pada sifilis. Mentor data juga menekankan supaya catpor dilakukan 100% sesuai standar dan berikan penyegaran terkait catpor IMS jika diperlukan.

Dinkes Kab/Kota akan membantu memastikan ketersediaan logistik tes dan pengobatan IMS, serta distribusi yang optimal ke fasyankes.
79
7Petugas Fasyankes memberikan terapi pada kasus sifilis segera (pada hari yang sama) setelah kasus terdeteksi, termasuk pada ibu hamil dengan menggunakan regimen benzatine penicilinTanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHAIP/Pd1Jika belum dilakukan secara rutin, tim mentor menekankan kembali pentingnya pengobatan sifilis dengan Benzatine Penicilin terutama pada bumil untuk mengobati bayinya. Tekankan bahwa terapi sifilis yang lebih sederhana dan jangka pendek mengurangi risiko putus terapi sehingga mendukung keberhasilan terapi dan mengurangi risiko penularan lebih lanjut. Mentor data juga menekankan supaya catpor dilakukan 100% sesuai standar dan berikan penyegaran terkait catpor IMS jika diperlukan.

Dinkes Kab/Kota akan membantu memastikan ketersediaan logistik tes dan pengobatan sifilis, serta distribusi yang optimal ke fasyankes.
80
CPERALATAN DAN LOGISTIK86
81
C.1Ruang Periksa atau Tindakan26
82
1Bahan Habis Pakai berikut tersedia dalam jumlah mencukupi :14
83
1a. AnuskopiTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
84
1b. SpekulumTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
85
1c. LubrikanTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
86
1d. PH PaperTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
87
1e. Kapas LidiTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
88
1f. Object GlassTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
89
1g. Obat BP 2,4 juta IUTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1Jika tidak tersedia, Dinkes Kab/Kota setempat memeriksa ketersediaan di gudang farmasi Dinkes setempat. Jika belum tersedia periksa apakah permintaan sudah diajukan dari fasyankes ke Dinkes atau permintaan dari Dinkes Kab/Kota sudah diajukan ke Dinkes Provinsi

Jika tersedia, buat rencana distribusi segera untuk mendukung pengobatan IMS dini pada fasyankes dampingan
90
1h. AquabidesTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
91
1i. Spuit 10 ccTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
92
1j. Spuit 1 ccTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
93
1k. Needle 18 GTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
94
1l. VaselineTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
95
1m. Podofilin/ TCATanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
96
1n. KondomTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O1
97
2Peralatan berikut tersedia dalam kondisi laik pakai :12
98
1a. TimbanganTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O2
99
1b. TensimeterTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O2
100
1c. Anafilaktik kitTanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkaitIP/O2