| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | ||||||||||||||||||||||||||
2 | PERANGKAT BANTU SUPERVISI FASYANKES TA DISTRICT MENTORING, 2025-2026 | |||||||||||||||||||||||||
3 | ||||||||||||||||||||||||||
4 | ||||||||||||||||||||||||||
5 | ||||||||||||||||||||||||||
6 | Provinsi * : | Jawa Timur | ||||||||||||||||||||||||
7 | Kabupaten/Kota * : | Kediri | ||||||||||||||||||||||||
8 | Nama Fasyankes * : | Puskesmas Citalem | ||||||||||||||||||||||||
9 | Tanggal Pelaksanaan * : | 20-Apr-26 | ||||||||||||||||||||||||
10 | Tim Supervisi [Dinkes Kab/Kota] * : | 1. ( tulis nama dan jabatan) | Keterangan: | Keterangan: | ||||||||||||||||||||||
11 | 2. ( tulis nama dan jabatan) | D= Dokumen | NA= Not Applicable | |||||||||||||||||||||||
12 | 3. ( tulis nama dan jabatan) | IP= Interview Petugas | 0= Tidak ada/ Tidak terpenuhi sama sekali | |||||||||||||||||||||||
13 | Tim Supervisi [Mentor Lokal] * : | 1. ( tulis nama dan jabatan) | O= Observasi | 1= Ada/terpenuhi sebagian | ||||||||||||||||||||||
14 | 2. ( tulis nama dan jabatan) | Pd= Penilaian Dokumen/Sistem | 2= Ada/terpenuhi keseluruhan | |||||||||||||||||||||||
15 | 3. ( tulis nama dan jabatan) | |||||||||||||||||||||||||
16 | ||||||||||||||||||||||||||
17 | ||||||||||||||||||||||||||
18 | ||||||||||||||||||||||||||
19 | No. | Komponen yang ditinjau | Standar Cara Penilaian | Metode | Hasil supervisi | Rekomendasi Komponen Pendampingan oleh Tim Mentor Lokal dan Dinkes | ||||||||||||||||||||
20 | Skor | Keterangan | ||||||||||||||||||||||||
21 | A | MANAJEMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA | 18 | |||||||||||||||||||||||
22 | A.1 | Sumber Daya Manusia dan Manajemen Layanan | 13 | |||||||||||||||||||||||
23 | 1 | Tersedia tim layanan memadai yang terdiri atas dokter, perawat/bidan, petugas laboratorium, petugas farmasi, petugas RR | Observasi dan tanyakan tim layanan terdiri dari siapa saja | IP/O | 1 | Jika belum tersedia tim layanan yang lengkap, tim Dinkes setempat dapat mengadvokasi kebutuhan tim layanan PDP lengkap kepada Pimpinan Fasyankes untuk mengoptimalkan pelayanan HIV dan IMS komprehensif | ||||||||||||||||||||
24 | 2 | Tersedia uraian tugas tertulis untuk masing-masing anggota tim layanan | Lihat ketersediaan dokumen | D | 2 | Jika tidak tersedia, tim mentor dan Dinkes setempat dapat mengadvokasi atau memberi contoh draft uraian tugas masing-masing anggota tim untuk memperjelas peran dan fungsi dalam pelayanan HIV dan IMS komprehensif | ||||||||||||||||||||
25 | 3 | Tersedia SK Tim Layanan HIV dan IMS | Lihat ketersediaan dokumen | D | 1 | Jika tidak tersedia, Dinkes setempat dapat memberikan contoh SK Tim Layanan PDP serta mendorong pembentukan SK Tim Layanan PDP segera | ||||||||||||||||||||
26 | 4 | Seluruh anggota tim sudah pernah mendapatkan pelatihan PDP dan IMS baik dalam bentuk OJT/Refreshing/workshop/orientasi baik secara daring atau luring | Tanyakan kepada petugas dan lihat dokumentasi dalam bentuk undangan atau sertifikat | IP/D | 2 | Jika ada anggota tim belum mengikuti pelatihan baik daring/ luring, tim mentor dan Dinkes setempat dapat mengusulkan kegiatan peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan program dan melakukan inventaris petugas yang belum dilatih kepada tim regional TA District mentoring | ||||||||||||||||||||
27 | 5 | Tersedia dokumen atau panduan minimal yang menjadi referensi dalam memberikan pelayanan HIV dan IMS (baik softcopy maupun hardcopy) yang mencakup : a. Pedoman Nasional Penanganan IMS 2015 b. Pedoman Tata Laksana Sifilis untuk Pengendalian Sifilis di Layanan Kesehatan Dasar 2017 c. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran tentang Tata Laksana HIV tahun 2019 d. Peraturan Menteri Kesehatan No. 23 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus, Acquired Immuno-Deficiency Syndrom, dan Infeksi Menular Seksual. | Lihat ketersediaan dokumen baik softcopy ataupun cetak | IP/D | 1 | Jika dokumen panduan belum tersedia, mentor lokal dapat memberikan file dokumen panduan yang dimaksud kepada tim layanan yang dikunjungi | ||||||||||||||||||||
28 | 6 | Tersedia dokumen Standar Operasional Prosedur pelayanan yang mencakup : a) SOP Tatalaksana IMS yang mencakup sifilis b) SOP Tatalaksana HIV yang mencakup pengobatan ARV, kolaborasi TBC HIV, pemeriksaan VL c) SOP Penelusuran ODHIV hiilang | Lihat ketersediaan dokumen baik softcopy ataupun cetak | IP/D | 1 | Jika SOP belum tersedia, maka tim mentor lokal dapat memberikan draft SOP Tatalaksana HIV dan SOP Penelusuran ODHIV hilang yang sudah disediakan | ||||||||||||||||||||
29 | 7 | Terdapat jadwal pertemuan rutin evaluasi dan koordinasi layanan HIV dan IMS (minilokarya, rapat bulanan puskesmas, pertemuan lintas sektoral kecamatan, dll) | Tanyakan kepada petugas sekaligus cek ketersediaan surat undangan atau notulensi pertemuan | IP/D | 2 | Tim mentor lokal berserta Dinkes setempat mengusulkan pertemuan rutin untuk mengevaluasi capaian program HIV dan IMS baik internal maupun terintegrasi dalam pertemuan Fasyankes lainnya untuk memastikan perbaikan kinerja berkelanjutan | ||||||||||||||||||||
30 | 8 | Terdapat jadwal rutin pertemuan dengan mitra komunitas atau LSM mitra, baik mitra penjangkau dan atau pendamping, terkait evaluasi capaian atau penelusuran ODHIV hilang, maupun validasi data | Tanyakan kepada petugas sekaligus cek ketersediaan surat undangan atau notulensi pertemuan | IP/D | 1 | Jika belum terlaksana, mentor lokal dan Dinkes setempat mendorong terlaksananya pertemuan evaluasi rutin bersama komunitas penjangkau/ pendamping untuk evaluasi kinerja masing-masing, termasuk diantaranya membahas penelusuran ODHIV hilang dan validasi data | ||||||||||||||||||||
31 | 9 | Terdapat jadwal rutin pertemuan antar unit yang terkait dengan program HIV (misalnya dengan poli kandungan, poli anak, poli kulit & kelamin, poli TBC (DOTS), serta poli penyakit dalam | Tanyakan kepada petugas sekaligus cek ketersediaan surat undangan atau notulensi pertemuan | IP/D | 1 | Jika belum terlaksana, dinkes setempat dan mentor lokal mendorong pertemuan antar unit, seperti unit TB dan KIA untuk memastikan semua pasien TB dan ibu hamil ANC diperiksa HIV | ||||||||||||||||||||
32 | 10 | Tim layanan mengikuti kegiatan pendampingan atau penguatan secara periodik oleh tim mentor lokal baik daring atau luring dalam 3 bulan terakhir | Tanyakan kepada petugas sekaligus cek ketersediaan surat undangan atau notulensi pertemuan | IP/D | 1 | |||||||||||||||||||||
33 | A.2 | Kerjasama dengan Mitra Komunitas Lokal | 5 | |||||||||||||||||||||||
34 | 1 | Fasyankes bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) lokal dalam hal penjangkauan populasi kunci | Tanyakan kepada petugas atau observasi ketersediaan mitra komunitas di layanan | IP/O | 1 | Jika belum bermitra, Dinkes setempat akan memfasilitasi kemitraan antara Fasyankes dan mitra penjangkau | ||||||||||||||||||||
35 | 2 | Kemitraan dengan LSM atau OMS penjangkau disertai dokumen MoU/PKS yang diperbaharui | Cek ketersediaan dokumen MoU/PKS | D | 1 | Jika belum tersedia dokumen PKS baik ditingkat faskes atau Dinkes KK, Dinkes KK akan memberikan draft MoU/PKS ke tim layanan atau mempersiapkan dokumen PKS/MoU di tingkat KK | ||||||||||||||||||||
36 | 3 | Fasyankes bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) lokal dalam hal pendampingan ODHIV | Tanyakan kepada petugas atau observasi ketersediaan mitra komunitas di layanan | IP/O | 1 | Jika belum bermitra terutama jika sudah berstatus PDP, Dinkes setempat akan memfasilitasi kemitraan antara fasyankes dan mitra pendamping | ||||||||||||||||||||
37 | 4 | Kemitraan dengan LSM atau OMS pendampingan ODHIV disertai dokumen MoU/PKS yang diperbaharui | Cek ketersediaan dokumen MoU/PKS | D | 1 | Jika belum tersedia dokumen PKS baik ditingkat faskes atau Dinkes KK, Dinkes KK akan memberikan draft MoU/PKS ke tim layanan atau mempersiapkan dokumen PKS/MoU di tingkat KK | ||||||||||||||||||||
38 | 5 | Isi dokumen MoU/PKS pendampingan memuat aspek penelusuran ODHIV hilang yang melibatkan tim pendamping komunitas | Cek ketersediaan dokumen MoU/PKS | D | 1 | Jika sudah tersedia namun isi redaksi komponen program terkait penelusuran belum lengkap, Dinkes akan menghimbau penambahan komponen program tersebut untuk ditambahkan pada isi MoU/PKS sebagai revisi atau adendum | ||||||||||||||||||||
39 | B | IMPLEMENTASI TEKNIS DAN PROGRAM | 61 | |||||||||||||||||||||||
40 | B.1 | Fasilitas dan Pelayanan Tertata Baik | 6 | |||||||||||||||||||||||
41 | 1 | Layanan memiliki ijin operasional dari Dinas Kesehatan setempat atau institusi terkait lainnya | Observasi ketersediaan papan informasi ijn operasional atau dokumen ijin | O/D | 2 | |||||||||||||||||||||
42 | 2 | Jam buka layanan sesuai dengan waktu operasional yang tertera | Observasi ketersediaan papan informasi atau dokumen waktu pelayanan | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
43 | 3 | Layanan memiliki supply air dan listrik yang cukup | Tanyakan kepada petugas atau lakukan observasi | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
44 | 4 | Terdapat ruangan untuk administrasi, konsultasi dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta konseling pengobatan | Tanyakan kepada petugas atau lakukan observasi | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
45 | 5 | Privasi pasien terjaga baik secara visual maupun pendengaran | Tanyakan kepada petugas atau lakukan observasi | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
46 | B.2 | Ketersediaan Layanan Tes dan Pengobatan HIV | 48 | |||||||||||||||||||||||
47 | 1 | Layanan tes HIV tersedia setiap hari kerja | Tanyakan kepada petugas atau lakukan observasi | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
48 | 2 | Fasyankes melaksanakan layanan VCT mobile dalam 3 bulan terakhir bersama atau tanpa mitra komunitas lokal | Tanyakan kepada petugas atau cek ketersediaan dokumen laporan | IP/D | 2 | |||||||||||||||||||||
49 | 3 | Petugas secara rutin melakukan konseling dan tes HIV pada kelompok sasaran berikut dalam 3 bulan terakhir : | 1 | |||||||||||||||||||||||
50 | 3 | a. Laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum diakses oleh populasi kunci, Dinkes akan mendorong mitra penjangkau untuk mengakses fasyankes tesebut sebagai salah satu rujukan | ||||||||||||||||||||
51 | 3 | b. Wanita Pekerja Seks (WPS) | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum diakses oleh populasi kunci, Dinkes akan mendorong mitra penjangkau untuk mengakses fasyankes tesebut sebagai salah satu rujukan | ||||||||||||||||||||
52 | 3 | c. Waria/transgender | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum diakses oleh populasi kunci, Dinkes akan mendorong mitra penjangkau untuk mengakses fasyankes tesebut sebagai salah satu rujukan | ||||||||||||||||||||
53 | 3 | d. Pengguna narkoba suntik (Penasun) | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum diakses oleh populasi kunci, Dinkes akan mendorong mitra penjangkau untuk mengakses fasyankes tesebut sebagai salah satu rujukan | ||||||||||||||||||||
54 | 3 | e. Pasien TB | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika cakupan ini belum optimal, tim mentor mendorong setiap pasien TB dites HIV serta mengingatkan kembali 8 sasaran tes HIV sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal) | ||||||||||||||||||||
55 | 3 | f. Ibu hamil | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika cakupan ini belum optimal, tim mentor mendorong setiap ibu hamil berkunjung ANC dites HIV serta mengingatkan kembali 8 sasaran tes HIV sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal) | ||||||||||||||||||||
56 | 3 | g. Pasien IMS | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika cakupan ini belum optimal, tim mentor mendorong setiap pasien IMS dites HIV serta mengingatkan kembali 8 sasaran tes HIV sesuai SPM (Standar Pelayanan Minimal) | ||||||||||||||||||||
57 | 3 | h. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | |||||||||||||||||||||
58 | 4 | Petugas menawarkan PrEP (Pre-Exposre Prophylaxis) atau rujukan PrEP kepada klien berisiko dengan hasil tes HIV negatif | Tanyakan kepada petugas, cek data SIHA serta stok obat PrEP | IP/O/Pd | 2 | Jika fasyankes sasaran supervisi sudah menyediakan PreP, tim mentor memberikan penyegaran terkait sasaran dan materi PrEP. Sementara jika fasyankes belum menyediakan layanan PrEP, tim mentor memberikan daftar layanan PrEP di wilayah tersebut, sebagai rujukan untuk pasien berisiko dengan hasil tes HIV negatif | ||||||||||||||||||||
59 | 5 | Layanan pengobatan HIV (PDP) tersedia setiap hari kerja | Tanyakan kepada petugas atau lakukan observasi | IP/O | 2 | |||||||||||||||||||||
60 | 6 | Petugas melakukan inisiasi dini pengobatan ARV pada setiap ODHIV baru ditemukan (termasuk pada bumil HIV+ baru) | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika petugas belum memberikan terapi ARV dini (kurang dari 7 hari sejak terdiagnosa) meskipun tidak ada kontra indikasi, mentor lokal memberikan penyegaran kembali terkait pentingnya inisiasi dini, regimen terapi ARV serta SOP tatalaksana ARV terkait inisiasi ARV. Dinkes setempat juga menggali ketersediaan logistik ARV serta membantu ketersediaan yang memadai dan distribusi tepat waktu dan optimal. | ||||||||||||||||||||
61 | 7 | Petugas melakukan inisiasi pengobatan ARV pada setiap ODHIV baru ditemukan (termasuk pada bumil HIV+ baru) pada hari yang sama | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika petugas belum memberikan terapi ARV pada hari yang sama dengan diagnosa meskipun tidak ada kontra indikasi, mentor lokal memberikan penyegaran kembali terkait pentingnya inisiasi dini, regimen terapi ARV serta SOP tatalaksana ARV terkait inisiasi ARV Dinkes setempat juga menggali ketersediaan logistik ARV serta membantu ketersediaan yang memadai dan distribusi tepat waktu dan optimal | ||||||||||||||||||||
62 | 8 | Petugas menawarkan pendampingan pengobatan ARV oleh mitra komunitas pendamping kepada ODHIV baru | Tanyakan kepada petugas atau lakukan observasi di pelayanan | IP | 2 | Jika belum terlaksana, mentor lokal menekankan kembali pentingnya kemitraan dengan komunitas pendamping termasuk melibatkan pendukung sebaya untuk memberikan dukungan psikososial dalam memastikan kepatuhan dan retensi pengobatan | ||||||||||||||||||||
63 | 9 | Petugas menawarkan notifikasi pasangan | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum terlaksana, mentor lokal menekankan kembali manfaat notifikasi pasangan, metode serta operasionalisasinya termasuk aspek pencatatan dan pelaporannya | ||||||||||||||||||||
64 | 10 | Petugas melakukan skrining TBC pada semua ODHIV dalam pengobatan ARV yang berkunjung, termasuk ODHIV baru inisiasi ARV | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum terlaksana, mentor lokal menekankan kembali pentingnya skrining TBC, memberikan penyegaran terkait bagaimana melakukan skrining TBC dan aspek pencatatan dan pelaporannya, termasuk pemberian TPT pada ODHIV memenuhi syarat | ||||||||||||||||||||
65 | 11 | Petugas melakukan rujukan diagnostik TBC pada setiap ODHIV dicurigai TBC | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum terlaksana dengan baik, mentor lokal beserta Dinkes setempat menekankan kembali pentingnya kolaborasi TB HIV, memperjelas kembali alur rujukan pemeriksaan TCM TB, serta pentingnya pengobatan OAT dan inisiasi ARV segera | ||||||||||||||||||||
66 | 12 | Petugas memberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) pada ODHIV baru inisiasi yang memenuhi syarat | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum terlaksana, mentor lokal menggali ketersediaan logistik, memberikan penyegaran terkait alur skrining TBC dan pemberian TPT serta aspek pencatatan dan pelaporannya. Dinkes setempat membantu memastikan ketersediaan TPT memadai disertai distribusi yang optimal terutama pada fasyankes dengan caseload ODHIV atau temuan kasus ODHIV baru yang cukup besar | ||||||||||||||||||||
67 | 13 | Petugas memberikan Pengobatan Pencegahan Kotrimoksasol (PPK) pada ODHIV stadium lanjut | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum terlaksana optimal, mentor lokal memberikan penyegaran terkait pentingnya pemberian PPK dalam manajemen AHD (Advanced HIV Disease) untuk mencegah morbiditas dan mortalitas, serta mengingatkan kembali algoritme pemberian PPK. Dinkes setempat membantu memastikan ketersediaan logistik PPK memadai disertai distribusi yang optimal | ||||||||||||||||||||
68 | 14 | Layanan sudah memiliki jejaring untuk pemeriksaan Viral Load HIV | Tanyakan kepada petugas atau observasi dokumen rujukan | IP/Pd | 2 | Jika layanan sudah berstatus PDP dan memiliki ODHIV dalam pengobatan ARV, Dinkes dan mentor lokal mengingatkan kembali pentingnya jejaring pemeriksaan VL terutama pada fasyankes yang tidak memiliki alat pemeriksaan VL sendiri. Mentor lab memastikan petugas lab mampu mengelola sampel VL, mentor dokter dan perawat memastikan petugas dapat mengidentifikasi ODHIV eligible diperiksa VL, mentor data memastikan setiap hasil pemeriksaan VL tercatat di SIHA 2.1. Sementara Dinkes kab/kota membantu memastikan ketersediaan kurir, jejaring pemeriksaan, serta reagen di layanan rujukan pemeriksaan VL. | ||||||||||||||||||||
69 | 15 | Petugas melakukan pemeriksaan viral load HIV kepada setiap ODHIV memenuhi syarat untuk memantau efektivitas pengobatan ARV | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Mentor lab memastikan petugas lab mampu mengelola sampel VL, mentor dokter dan perawat memastikan petugas dapat mengidentifikasi ODHIV eligible diperiksa VL, mentor data memastikan setiap hasil pemeriksaan VL tercatat di SIHA 2.1. Sementara Dinkes kab/kota membantu memastikan ketersediaan kurir, jejaring pemeriksaan, serta reagen di layanan rujukan pemeriksaan VL. | ||||||||||||||||||||
70 | 16 | Petugas memberikan obat ARV untuk beberapa bulan (MMD atau Multimonth Dispensing) kepada ODHIV dalam pengobatan ARV yang memenuhi syarat. | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum terlaksana, mentor melakukan penyegaran terkait materi MMD, sementara Dinkes KK memastikan ketersediaan logistik ARV yang mencukupi untuk mendukung program MMD. Mentor data memastikan setiap petugas mampu mencatat pemberian MMD di SIHA 2.1 | ||||||||||||||||||||
71 | 17 | Tim penelusur dari fasyankes rutin melakukan penelusuran ODHIV hilang serta mencatat hasil penelusuran melalui SIHA | Tanyakan kepada petugas serta cek data SIHA | IP/Pd | 2 | Jika belum dilakukan secara rutin, mentor lokal kembali mengingatkan pentingnya melakukan penelusuran pada ODHIV hilang termasuk melibatkan tim penelusur dari mitra pendamping komunitas. Mentor lokal akan memberikan penyegaran kembali terkait meteri penelusuran ODHIV hilang, yang eligible ditelusuri termasuk aspek pencatatan dan pelaporan di SIHA 2.1 | ||||||||||||||||||||
72 | B.3 | Ketersediaan Layanan IMS | 7 | |||||||||||||||||||||||
73 | 1 | Layanan IMS tersedia setiap hari kerja *) Pelayanan IMS disini dapat berupa : penanganan keluhan berdasarkan tanda dan gejala IMS/ pemeriksaan sifilis/ pemeriksaan duh tubuh anogenital/pemeriksaan sifilis pada ibu hamil dalam program triple eliminasi yang terintegrasi pada ANC ( Antenatal Care) serta tidak harus dilakukan dalam poli atau ruang tersendiri, namun juga bisa terintegrasi di poli umum. | Tanyakan kepada petugas atau lakukan observasi | IP/O | 1 | Mentor lokal kembali memastikan pelayanan IMS baik melalui pendekatan sindrom, klinis dan laboratorium tercatat dengan baik dilaporkan di SIHA 2.1 | ||||||||||||||||||||
74 | 2 | Petugas pernah melakukan manajemen kasus IMS dengan pendekatan sindrom dalam 3 bulan terakhir | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 1 | Mentor lokal kembali memastikan pelayanan IMS baik melalui pendekatan sindrom, klinis dan laboratorium tercatat dengan baik dilaporkan di SIHA 2.1 | ||||||||||||||||||||
75 | 3 | Petugas pernah melakukan pengambilan sampel duh tubuh anogenital (DTA/DTU/DTV/DTS) dalam 3 bulan terakhir | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA dan observasi BHP anuskopi atau spekulum | IP/Pd | 1 | Jika reagen dan bahan medis tersedia (spekulum dan anuskopi), berikan penyegaran terkait pengambilan sampel duh tubuh anogenital termasuk pemeriksaan lab pada sampel duh tubuh anogenital. | ||||||||||||||||||||
76 | 4 | Petugas pernah melakukan pemeriksaan sifilis pada populasi kunci dalam 3 bulan terakhir | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 1 | Mentor lokal kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan IMS pada ibu hamil dan populasi kunci serta mendorong pemeriksaan sifilis pada ibu hamil sebagai bagian dari triple eliminasi. Selain itu juga memastikan setiap populasi kunci datang baik mandiri maupun dijangkau oleh penjangkau komunitas tidak hanya dites HIV namun secara paralel juga dites sifilis. Mentor mengingatkan kembali algoritme pemeriksaan dan diagnosa HIV dan sifilis, SOP pemeriksaan laboratorium HIV dan sifilis, termasuk penguatan aspek pencatatan dan pelaporan. Sementara mentor farmasi bersama Dinkes setempat mebantu memastikan kecukupan logitsik yang memadai. | ||||||||||||||||||||
77 | 5 | Petugas melakukan pemeriksaan sifilis secara rutin pada ibu hamil *)Pemeriksaan sifilis terintegrasi dalam layanan antenatal sebagai bagian dari Triple Eliminasi | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 1 | Mentor lokal kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan IMS pada ibu hamil dan populasi kunci serta mendorong pemeriksaan sifilis pada ibu hamil sebagai bagian dari triple eliminasi. Selain itu juga memastikan setiap populasi kunci datang baik mandiri maupun dijangkau oleh penjangkau komunitas tidak hanya dites HIV namun secara paralel juga dites sifilis. Mentor mengingatkan kembali algoritme pemeriksaan dan diagnosa HIV dan sifilis, SOP pemeriksaan laboratorium HIV dan sifilis, termasuk penguatan aspek pencatatan dan pelaporan. Sementara mentor farmasi bersama Dinkes setempat mebantu memastikan kecukupan logitsik yang memadai. | ||||||||||||||||||||
78 | 6 | Petugas Fasyankes memberikan terapi pada kasus IMS segera (pada hari yang sama) setelah kasus IMS terdeteksi, termasuk pada bumil. | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 1 | Jika belum terlaksana dengan baik, mentor lokal menekankan pentingnya pemberian terapi IMS pada hari yang sama sesuai panduan untuk memastikan pengobatan efektif dan mencegah risiko penularan jika pasien hilang/ tidak kembali. Pada sesi tersebut jika dapat diberikan penyegaran bagan alir IMS serta regimen pengobatan termasuk pada sifilis. Mentor data juga menekankan supaya catpor dilakukan 100% sesuai standar dan berikan penyegaran terkait catpor IMS jika diperlukan. Dinkes Kab/Kota akan membantu memastikan ketersediaan logistik tes dan pengobatan IMS, serta distribusi yang optimal ke fasyankes. | ||||||||||||||||||||
79 | 7 | Petugas Fasyankes memberikan terapi pada kasus sifilis segera (pada hari yang sama) setelah kasus terdeteksi, termasuk pada ibu hamil dengan menggunakan regimen benzatine penicilin | Tanyakan kepada petugas serta cek data pasien di SIHA | IP/Pd | 1 | Jika belum dilakukan secara rutin, tim mentor menekankan kembali pentingnya pengobatan sifilis dengan Benzatine Penicilin terutama pada bumil untuk mengobati bayinya. Tekankan bahwa terapi sifilis yang lebih sederhana dan jangka pendek mengurangi risiko putus terapi sehingga mendukung keberhasilan terapi dan mengurangi risiko penularan lebih lanjut. Mentor data juga menekankan supaya catpor dilakukan 100% sesuai standar dan berikan penyegaran terkait catpor IMS jika diperlukan. Dinkes Kab/Kota akan membantu memastikan ketersediaan logistik tes dan pengobatan sifilis, serta distribusi yang optimal ke fasyankes. | ||||||||||||||||||||
80 | C | PERALATAN DAN LOGISTIK | 86 | |||||||||||||||||||||||
81 | C.1 | Ruang Periksa atau Tindakan | 26 | |||||||||||||||||||||||
82 | 1 | Bahan Habis Pakai berikut tersedia dalam jumlah mencukupi : | 14 | |||||||||||||||||||||||
83 | 1 | a. Anuskopi | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
84 | 1 | b. Spekulum | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
85 | 1 | c. Lubrikan | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
86 | 1 | d. PH Paper | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
87 | 1 | e. Kapas Lidi | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
88 | 1 | f. Object Glass | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
89 | 1 | g. Obat BP 2,4 juta IU | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | Jika tidak tersedia, Dinkes Kab/Kota setempat memeriksa ketersediaan di gudang farmasi Dinkes setempat. Jika belum tersedia periksa apakah permintaan sudah diajukan dari fasyankes ke Dinkes atau permintaan dari Dinkes Kab/Kota sudah diajukan ke Dinkes Provinsi Jika tersedia, buat rencana distribusi segera untuk mendukung pengobatan IMS dini pada fasyankes dampingan | ||||||||||||||||||||
90 | 1 | h. Aquabides | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
91 | 1 | i. Spuit 10 cc | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
92 | 1 | j. Spuit 1 cc | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
93 | 1 | k. Needle 18 G | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
94 | 1 | l. Vaseline | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
95 | 1 | m. Podofilin/ TCA | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
96 | 1 | n. Kondom | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 1 | |||||||||||||||||||||
97 | 2 | Peralatan berikut tersedia dalam kondisi laik pakai : | 12 | |||||||||||||||||||||||
98 | 1 | a. Timbangan | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 2 | |||||||||||||||||||||
99 | 1 | b. Tensimeter | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 2 | |||||||||||||||||||||
100 | 1 | c. Anafilaktik kit | Tanyakan kepada petugas dan cek ketersediaan di unit terkait | IP/O | 2 | |||||||||||||||||||||