| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | ||||||||||||||||||||||||||
2 | Satuan Pendidikan : SMK AL KHOZINI | |||||||||||||||||||||||||
3 | Mata Pelajaran : Fase F | |||||||||||||||||||||||||
4 | Guru Mata Pelajaran : Afthon Mustoufin, S.Kom | |||||||||||||||||||||||||
5 | ||||||||||||||||||||||||||
6 | ||||||||||||||||||||||||||
7 | CP | INDIKATOR SOAL | CP | INDIKATOR SOAL | ||||||||||||||||||||||
8 | ||||||||||||||||||||||||||
9 | Menjelaskan konsep VLAN, mengkonfigurasi dan menguji VLAN, | VLAN adalah strategi untuk mengelola koneksi jaringan secara logis tanpa harus terikat pada lokasi fisik. Strategi ini memungkinkan pengelolaan jaringan menjadi lebih terstruktur dan tersegmentasi, sehingga meningkatkan performa dan keamanan jaringan. | Memahami jaringan fiber optic, memahami jenis-jenis kabel fiber optic, memilih kabel fiber optic, menerapkan fungsi alat kerja fiber optic, | FTTH (Fiber To The Home) yaitu teknologi yang menggunakan kabel fiber optik untuk mengirimkan data dari jaringan internet ke perangkat pengguna (end user). | ||||||||||||||||||||||
10 | ||||||||||||||||||||||||||
11 | ||||||||||||||||||||||||||
12 | Trunk Port(port trunk) adalah port yang bisa membawa beberapa vlan sekaligus. Pada trunk port, frame nya adalah tagged. Artinya akan ada penambahan VLAN tag pada ethernet frame jika keluar melalui port ini. | Teknologi PON (Passive Optical Network) adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam infrastruktur jaringan telekomunikasi yang berbasis serat optik. PON dirancang untuk mengirimkan data, suara, dan video secara efisien melalui serat optik tanpa memerlukan penggunaan daya listrik aktif di jaringan distribusi, yang berbeda dengan teknologi aktif seperti Ethernet. | ||||||||||||||||||||||||
13 | ||||||||||||||||||||||||||
14 | ||||||||||||||||||||||||||
15 | ||||||||||||||||||||||||||
16 | Acces Port (port akses) adalah port yang hanya bisa dilewati oleh 1 vlan saja. itulah mengapa mode access biasanya diset ke end device. mode access bisa saja di set antara 2 switch jika memang benar2 hnya dilewati oleh 1 vlan saja. Pada access port, semua frame nya adalah untagged. | |||||||||||||||||||||||||
17 | ||||||||||||||||||||||||||
18 | ||||||||||||||||||||||||||
19 | ||||||||||||||||||||||||||
20 | TOPOLOGI FTTH PON | |||||||||||||||||||||||||
21 | ||||||||||||||||||||||||||
22 | ||||||||||||||||||||||||||
23 | ||||||||||||||||||||||||||
24 | ||||||||||||||||||||||||||
25 | ||||||||||||||||||||||||||
26 | ||||||||||||||||||||||||||
27 | ||||||||||||||||||||||||||
28 | ||||||||||||||||||||||||||
29 | ||||||||||||||||||||||||||
30 | ||||||||||||||||||||||||||
31 | ||||||||||||||||||||||||||
32 | ||||||||||||||||||||||||||
33 | ||||||||||||||||||||||||||
34 | ||||||||||||||||||||||||||
35 | ||||||||||||||||||||||||||
36 | Ada 3 logika untuk menangani trafik yang meninggalkan salah satu port di switch-chip yang mengaktifkan VLan, yakni : | |||||||||||||||||||||||||
37 | leave-as-is : paket data tidak ada perubahan ketika keluar dari port | |||||||||||||||||||||||||
38 | always-strip : akan menghilangkan VLan Header pada paket data | LINK BUDGET | ||||||||||||||||||||||||
39 | add-if-missing : akan menambahkan VLan Header pada paket data | |||||||||||||||||||||||||
40 | Sebuah fitur pada mikrotik yang dapat menggabungkan 2 interface atau lebih menjadi satu broadcast domain yang sama disebut bridging/switching. | |||||||||||||||||||||||||
41 | ||||||||||||||||||||||||||
42 | ||||||||||||||||||||||||||
43 | Mode Switch membutuhkan hardware khusus yakni switch chip yang ditanam di routerboard. Sebuah routerboard bisa difungsikan sebagai switch bila didalam router tersebut sudah terpasang switch-chip. Switch-chip mampu melakukan forwarding frame ethernet secara full duplex dan independen tanpa membebani prosesor di Router. | |||||||||||||||||||||||||
44 | ||||||||||||||||||||||||||
45 | ||||||||||||||||||||||||||
46 | ||||||||||||||||||||||||||
47 | ||||||||||||||||||||||||||
48 | ||||||||||||||||||||||||||
49 | Mode bridge bekerja dilevel software, maka paket data yang masuk akan terbaca di prosessor sehingga menyebabkan CPU-Loadnya akan naik. | |||||||||||||||||||||||||
50 | ||||||||||||||||||||||||||
51 | ||||||||||||||||||||||||||
52 | Mode Switch hanya bisa kita gunakan pada interface yang tergolong dalam satu switch-chip yang sama, selain itu kita bisa menggunakan mode Bridge | |||||||||||||||||||||||||
53 | ||||||||||||||||||||||||||
54 | ||||||||||||||||||||||||||
55 | Pada perangkat Routerboard yang memiliki kurang dari samadengan 5 interface ethernet, maka bisa dipastikan memiliki 1 buah switch-chip yang menghubungkan semua ethernet tersebut | |||||||||||||||||||||||||
56 | ||||||||||||||||||||||||||
57 | ||||||||||||||||||||||||||
58 | Perangkat RouterBoard yang memiliki lebih dari 5 interface ethernet, maka ada 2 swit-chip. Sebagai contoh, RouterBoard yang memiliki 10 ethernet, maka eth1-5 &6-10 memiliki switch-chip masing-masing | |||||||||||||||||||||||||
59 | ||||||||||||||||||||||||||
60 | ||||||||||||||||||||||||||
61 | ||||||||||||||||||||||||||
62 | Interface wireless tidak termasuk dalam switch-chip. Sehingga untuk menggabungkan wlan dan ethernet bisa menggunakan mode bridge. | |||||||||||||||||||||||||
63 | ||||||||||||||||||||||||||
64 | ||||||||||||||||||||||||||
65 | TOPOLOGI BRIDGE/SWITCH SEDERHANA | |||||||||||||||||||||||||
66 | ||||||||||||||||||||||||||
67 | ||||||||||||||||||||||||||
68 | ||||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||
71 | ||||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||
73 | ||||||||||||||||||||||||||
74 | ||||||||||||||||||||||||||
75 | ||||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||
77 | Ketika R2 menggunakan bridge pada eth4 dan eth5 sedangkan R1 menggunakan Bridge pada eth2 dan eth3, maka konfigurasi ip pada PC1 dan PC2 mengikuti network 192.168.1.0/24 | |||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | CP | INDIKATOR SOAL | ||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | melakukan instalasi perangkat jaringan nirkabel, menguji instalasi perangkat jaringan nirkabel, | |||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | Mode AP-bridge digunakan sebagai Access point atau pemancar yang bisa melayani banyak client atau disebut juga dengan PTMP (Point To Multi Point), | |||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | Wireless dengan Mode station digunakan sebagai wireless client/ penerima pada topologi PTP (Point To Point) atau PTMP (Point To Multi Point) | |||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | wireless security profile (AP) | |||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||