ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
Nomor IndikatorNama IndikatorNilai Sekolah AndaCapaianPerbandinganRentang NilaiDefinisi IndikatorDefinisi CapaianWaktu PengkinianLevel
2
Satuan Pendidikan Serupa di NasionalNilai Rata-Rata Kab/kotaNilai Rata-Rata ProvinsiNilai Rata-Rata Nasional
3
A.1Kemampuan literasi1.56
Di bawah kompetensi minimum
1.631.61.51.721 - 3
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).
Kurang dari 50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk literasi membaca.November 20211
4
A.1Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Mahir0%Mahir0 - 100
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).
Peserta didik mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks; mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap isi teks.
November 20211
5
A.1Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Cakap26.67%Cakap0 - 100
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).
Peserta didik mampu membuat interpretasi dari informasi implisit yang ada dalam teks; mampu membuat simpulan dari hasil integrasi beberapa informasi dalam suatu teks.
November 20211
6
A.1Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Dasar57.78%Dasar0 - 100
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).
Peserta didik mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks serta membuat interpretasi sederhana.November 20211
7
A.1
Proporsi peserta didik dengan kemampuan literasi Perlu Intervensi Khusus
15.56%
Perlu Intervensi Khusus
0 - 100
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi beragam jenis teks (teks informasional dan teks fiksi).
Peserta didik belum mampu menemukan dan mengambil informasi eksplisit yang ada dalam teks ataupun membuat interpretasi sederhana.
November 20211
8
A.1.1Kompetensi membaca teks informasi46.76
Belum Tersedia
52.2350.5847.3655.310 - 100
Rata-rata nilai peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks informasional (non-fiksi).
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
9
A.1.2Kompetensi membaca teks sastra53.67
Belum Tersedia
55.554.6151.0658.880 - 100
Rata-rata nilai peserta didik dalam memahami, menggunakan, merefleksi, dan mengevaluasi teks fiksi.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
10
A.1.3Kompetensi mengakses dan menemukan isi teks (L1)53.38
Belum Tersedia
56.6155.5252.6359.550 - 100
Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan menemukan, mengidentifikasi, dan mendeskripsikan suatu ide atau informasi eksplisit dalam teks informasional (non-fiksi) dan sastra.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
11
A.1.4Kompetensi menginterpretasi dan memahami isi teks (L2)46.17
Belum Tersedia
49.4448.2345.0952.590 - 100
Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan membandingkan dan mengontraskan ide atau informasi dalam atau antar teks, membuat kesimpulan, mengelompokkan, serta mengombinasikan ide dan informasi dalam teks atau antar teks informasional (non-fiksi) dan sastra.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
12
A.1.5Kompetensi mengevaluasi dan merefleksikan isi teks (L3)44.11
Belum Tersedia
48.5547.6144.7351.50 - 100
Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan menganalisis, memprediksi, dan menilai konten, bahasa, dan unsur-unsur dalam teks informasional (non-fiksi) dan sastra.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
13
A.2Kemampuan numerasi1.62
Di bawah kompetensi minimum
1.621.61.561.651 - 3
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.
Kurang dari 50% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.November 20211
14
A.2Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Mahir4.44%Mahir0 - 100
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.
Peserta didik mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah kompleks serta nonrutin berdasarkan konsep matematika yang dimilikinya.
November 20211
15
A.2Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Cakap17.78%Cakap0 - 100
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.
Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan matematika yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam.November 20211
16
A.2
Proporsi peserta didik dengan kemampuan numerasi Perlu Intervensi Khusus
71.11%Dasar0 - 100
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.
Peserta didik memiliki keterampilan dasar matematika: komputasi dasar dalam bentuk persamaan langsung, konsep dasar terkait geometri dan statistika, serta menyelesaikan masalah matematika sederhana yang rutin.
November 20211
17
A.26.67%
Perlu Intervensi Khusus
0 - 100
Persentase peserta didik berdasarkan kemampuan dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan.
Peserta didik hanya memiliki pengetahuan matematika yang terbatas (penguasaan konsep yang parsial dan keterampilan komputasi yang terbatas).
November 20211
18
A.2.1Kompetensi pada domain Bilangan53.98
Belum Tersedia
53.7853.3552.5854.170 - 100
Rata-rata nilai peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten bilangan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
19
A.2.2Kompetensi pada domain Aljabar54.15
Belum Tersedia
53.4453.0552.1453.770 - 100
Rata-rata nilai peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten aljabar untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
20
A.2.3Kompetensi pada domain Geometri54.28
Belum Tersedia
54.0853.8453.0654.270 - 100
Rata-rata nilai peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten geometri untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
21
A.2.4Kompetensi pada domain Data dan Ketidakpastian52.31
Belum Tersedia
51.5451.3950.4652.010 - 100
Rata-rata nilai peserta didik dalam berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika pada konten data dan ketidakpastian untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
22
A.2.5Kompetensi mengetahui (L1)53.77
Belum Tersedia
54.2453.9953.0854.650 - 100
Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan memahami fakta, proses, konsep, dan prosedur.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
23
A.2.6Kompetensi menerapkan (L2)50.49
Belum Tersedia
50.4750.2749.3350.90 - 100
Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang fakta-fakta, relasi, proses, konsep, prosedur, dan metode pada konten bilangan dengan konteks situasi nyata untuk menyelesaikan masalah atau menjawab pertanyaan.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
24
A.2.7Kompetensi menalar (L3)54.97
Belum Tersedia
54.4154.0253.2854.720 - 100
Rata-rata nilai peserta didik pada kemampuan menganalisis data dan informasi, membuat kesimpulan, dan memperluas pemahaman dalam situasi baru, meliputi situasi yang tidak diketahui sebelumnya atau konteks yang lebih kompleks.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20212
25
A.3Karakter2
Perlu Dikembangkan
2.052.0322.081 - 3
Rata-rata nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai akhlak pada manusia, akhlak pada alam, akhlak bernegara, gotong royong, kreativitas, nalar kritis, kebinekaan global dan kemandirian pada survei karakter.
Peserta didik telah menyadari pentingnya nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta berkebinekaan global, namun masih perlu dukungan untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
November 20211
26
A.3.1
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
2Berkembang2.062.032.022.091 - 3
Rata-rata nilai karakter peserta didik yang berkaitan akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara di survei karakter.
Peserta didik memiliki kesadaran akan pentingnya berakhlak baik pada sesama manusia, alam, dan negara, serta sudah menerapkannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
November 20212
27
A.3.2Gotong Royong2Berkembang2.011.991.952.051 - 3
Kesediaan dan pengalaman berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
Peserta didik memiliki kesediaan dan kemauan berkontribusi dalam kegiatan yang bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan fisik dan sosial, serta sudah diimplementasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
November 20212
28
A.3.3Kreativitas2Berkembang2.162.122.132.151 - 3
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai senang berpikir berbeda, menerapkan ide baru dalam memecahkan masalah, dan membuat karya-karya baru.
Peserta didik memiliki kesenangan dan pengalaman untuk menghasilkan pemikiran, gagasan, serta karya yang baru dan berbeda, serta sudah diimplementasikan secara optimal.
November 20212
29
A.3.4Nalar Kritis2Berkembang2.022.011.972.051 - 3
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai penelusuran informasi, analisis dan evaluasi informasi, serta refleksi etis dalam pengambilan keputusan.
Peserta didik terbiasa untuk menelusuri, menganalisis, dan mengevaluasi informasi, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang dibuat.
November 20212
30
A.3.5Kebinekaan global2Berkembang21.981.932.041 - 3
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai minat terhadap budaya dari berbagai negara, dan kepedulian pada isu-isu global.
Peserta didik memiliki ketertarikan terhadap keragaman di berbagai negara serta memiliki kepedulian terhadap isu-isu global, dan sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
November 20212
31
A.3.6Kemandirian2Berkembang2.062.031.982.061 - 3
Komposit nilai karakter peserta didik berdasarkan nilai melakukan perencanaan secara reflektif, dan pengelolaan emosi dan pengendalian diri.
Peserta didik terbiasa mengelola pikiran, perasaan, dan tindakan untuk mencapai tujuan belajar dalam kehidupan sehari-hari.November 20212
32
C.1Proporsi GTK bersertifikat16.67%Kurang25.58%23.09%19.58%36.47%
0% - 100%
Jumlah guru dan tenaga pendidikan di sekolah yang memiliki sertifikat dibagi dengan total guru dan tenaga pendidikan yang ada.
Satuan Pendidikan dengan proporsi guru bersertifikat pendidik kurang.Oktober 20211
33
C.2Proporsi GTK penggerak0%Bukan0.4%0%0.74%0.23%
0% - 100%
Jumlah GTK yang masuk kedalam program guru penggerak dibagi total guru.Sekolah dengan KS/Wakil KS/KS Penggerak belum berasal dari guru penggerak.Oktober 20211
34
C.2.1% guru penggerak0
Belum Tersedia
0.070.040.150.13Jumlah guru yang lulus program guru penggerak dibagi total guru.Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.Oktober 20212
35
C.2.2% KS/wakil KS penggerak0Bukan000.010
Jumlah lulusan program guru penggerak di daerah yang diangkat menjadi kepala sekolah dibagi jumlah lulusan program guru penggerak di daerah tsb

Provinsi = SMA/SMK/SLB
Kab/Kota = PAUD/SD/SMP.
Sekolah dengan KS/Wakil KS/KS Penggerak belum berasal dari guru penggerak.Oktober 20212
36
C.2.3% pengawas penggerak
Data Terbaru Belum Tersedia
Data Terbaru Belum Tersedia
Jumlah lulusan program guru penggerak di daerah yang diangkat menjadi pengawas sekolah dibagi jumlah lulusan program guru penggerak di daerah tsb

Provinsi = SMA/SMK/SLB
Kab/Kota = PAUD/SD/SMP.
Nilai indikator ini belum tersedia.Oktober 20212
37
C.3Pengalaman pelatihan GTK26.67Berkembang13.179.189.6415.610 - 100
Nilai guru yang pernah mengikuti pelatihan pengetahuan bidang studi, pedagogi, manajerial, atau pelatihan lain dikali bobot masing-masing pelatihan.
Satuan Pendidikan berkembang dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan.Oktober 20211
38
C.3.1Pengetahuan bidang studi (termasuk magang untuk SMK)40%Berkembang16.76%10.43%10.76%20.89%
0% - 100%
Rata-rata persentase guru yang mengikuti pelatihan terkait pengetahuan bidang studi di seluruh sekolah.
Satuan Pendidikan berkembang dalam keikutsertaan guri dalam pelatihan pengetahuan bidang studi.Oktober 20212
39
C.3.2Pedagogi30%Merintis17.44%11.01%12.14%19.59%
0% - 100%
Rata-rata persentase guru yang mengikuti pelatihan terkait pedagogi di seluruh sekolah.Satuan Pendidikan sedang merintis dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan pengetahuan pedagogik.Oktober 20212
40
C.3.3Manajerial10%Berkembang5.3%6.09%6.02%6.36%
0% - 100%
Rata-rata persentase guru yang mengikuti pelatihan terkait pengetahuan manajerial di seluruh sekolah.
Satuan Pendidikan berkembang dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan penguatan manajerial.Oktober 20212
41
C.5Nilai uji kompetensi guru47.87Cukup41.6841.5338.6844.20 - 100Rata-rata nilai uji kompetensi guru dalam hal kompetensi pedagogik dan profesional.Satuan Pendidikan dengan rata-rata nilai UKG cukup.Desember 20151
42
C.5.1Kompetensi pedagogik48.8Cukup41.6742.739.8843.650 - 100Total nilai uji kompetensi guru dalam hal kompetensi pedagogik dibagi total guru.Satuan Pendidikan dengan rata-rata nilai UKG Pedadogik cukup.Desember 20152
43
C.5.2Kompetensi profesional46.93Cukup41.6840.3737.4844.760 - 100Total nilai uji kompetensi guru dalam hal kompetensi profesional dibagi total guru.Satuan Pendidikan dengan rata-rata nilai UKG Profesional cukup.Desember 20152
44
C.6Kehadiran guru di kelas
Data Terbaru Belum Tersedia
Data Terbaru Belum Tersedia
Rata-rata jumlah jam pelajaran kosong berdasarkan laporan kepala sekolah dan laporan peserta didik.
Nilai indikator ini belum tersedia.November 20211
45
C.6.1Kehadiran guru menurut laporan murid
Data Terbaru Belum Tersedia
Data Terbaru Belum Tersedia
Nilai kehadiran guru berdasarkan laporan peserta didik dalam satuan waktu di survei lingkungan belajar.
Nilai indikator ini belum tersedia.November 20212
46
C.6.2Kehadiran guru menurut laporan kepala sekolah
Data Terbaru Belum Tersedia
Data Terbaru Belum Tersedia
Nilai kehadiran guru berdasarkan laporan kepala sekolah dalam satuan waktu di survei lingkungan belajar.
Nilai indikator ini belum tersedia.November 20212
47
C.8Pemenuhan kebutuhan Guru0%Kurang57.52%23%66.22%53.31%
0% - 100%
Jumlah formasi guru ASN yang diajukan dibagi jumlah formasi guru ASN yang dibutuhkan berdasarkan data dari Kemendikbud.
Satuan Pendidikan yang kurang mampu dalam melakukan pemenuhan guru.Oktober 20211
48
D.1Kualitas pembelajaran2.04Terarah1.881.941.891.871 - 3
Rata-rata nilai untuk kualitas pembelajaran manajemen kelas, dukungan afektif, aktvitasi kognitif, Pembelajaran praktik vs teori, dan pembelajaran Jarak Jauh di survei lingkungan belajar.
Pembelajaran mengarah pada peningkatan kualitas yang ditunjukkan dengan suasana kelas yang mulai kondusif dan adanya dukungan afektif serta aktivasi kognitif dari guru.
November 20211
49
D.1.1Manajemen kelas2Menerapkan1.891.951.921.891 - 3
Rata-rata nilai untuk keteraturan suasana kelas dan disiplin positif di survei lingkungan belajar.
Sebagian kelas suasananya kondusif untuk melangsungkan pembelajaran dan sejumlah guru berupaya aktif untuk melibatkan peserta didik dalam pengelolaan kelas.
November 20212
50
D.1.2Dukungan afektif2.18Responsif1.992.051.971.991 - 3
Rata-rata nilai untuk dukungan afektif, perhatian dan kepedulian guru, dan umpan balik konstruktif di survei lingkungan belajar.
Dukungan afektif berupa perhatian, kepedulian dan umpan balik untuk meningkatkan ekspektasi akademik, diberikan guru sesuai hasil pemetaan kebutuhan peserta didik.
November 20212
51
D.1.3Aktivasi kognitif1.93Responsif1.761.821.81.731 - 3
Rata-rata nilai untuk instruksi yang adaptif, panduan guru, aktivitas interaktif, pembelajaran literasi, pembelajaran numerasi, skor iklim pembelajaran terbuka di survei lingkungan belajar.
Aktivasi kognitif dalam proses pembelajaran berupa menciptakan iklim pembelajaran terbuka dengan memberikan instruksi, panduan dan aktivitas yang interaktif pada pembelajaran literasi dan numerasi yang dipraktekkan oleh guru bersifat terbatas.
November 20212
52
D.2Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru2Aktif1.722.081.931.811 - 3
Nilai komposit guru terhadap tingkat aktivitas refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru.
Kegiatan pengembangan kualitas pembelajaran yang dilakukan belum terstruktur. Guru belum konsisten melakukan refleksi pembelajaran, mengeksplorasi referensi pengajaran baru, dan mencetuskan inovasi baru.
November 20211
53
D.2.1Belajar tentang pembelajaran51.3Aktif41.5146.8743.1744.120 - 100
Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap aktivitas belajar yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar.
Guru belum secara intensif mencari referensi pengajaran melalui buku, seminar, diskusi, praktik baik guru lain, dll untuk meningkatkan kualitas pengajaran, namun masih perlu ditingkatkan intensitasnya.
November 20212
54
D.2.2Refleksi atas praktik mengajar52.89Aktif43.8549.9346.0646.290 - 100
Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap tingkat refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru atas praktik mengajar.
Proses refleksi untuk peningkatan kualitas yang dilakukan, tidak terbatas ketika terjadi permasalahan, namun, belum dilakukan secara rutin dan konsisten.
November 20212
55
D.2.3Penerapan praktik inovatif57.55Aktif46.4153.6449.5349.180 - 100
Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap praktik pengajaran guru yang inovatif untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Guru mulai aktif mencari cara, sumber, dan strategi pengajaran baru dalam rangka melakukan inovasi pembelajaran untuk meningkatkan ketertarikan, keterlibatan, dan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran.
November 20212
56
D.3Kepemimpinan instruksional2.67Berdampak1.521.831.651.661 - 3
Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap tingkat kepemimpinan instruksional sekolah yang mendukung perbaikan kualitas pembelajaran.
Kepemimpinan instruksional yang visioner dengan mengacu pada visi-misi sekolah secara konsisten termasuk mengkomunikasikan visi-misi kepada warga sekolah sehingga perencanaan, praktik dan asesmen pembelajaran berorientasi peningkatan hasil belajar peserta didik melalui dukungan program, sistem insentif atau sumber daya yang memadai yang berdampak pada membudayanya guru melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran.
November 20211
57
D.3.1Visi-misi sekolah57.7Terarah42.2548.3243.8645.480 - 100
Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap penyampaian dan penerapan visi-misi sekolah yang berpusat pada perbaikan pembelajaran.
Visi-misi sekolah menjadi acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kerja sekolah serta dikomunikasikan kepada warga sekolah.
November 20212
58
D.3.2Pengelolaan kurikulum sekolah55.54Berdampak40.6746.3942.4143.320 - 100
Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap pengelolaan pengembangan kurikulum sekolah dengan berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik.
Perencanaan pembelajaran, praktik pembelajaran, dan praktik asesmen di satuan pendidikan sudah berorientasi pada peningkatan hasil belajar peserta didik.
November 20212
59
D.3.3Dukungan untuk refleksi guru52.97Terstruktur40.5645.8741.9943.160 - 100
Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap program, sistem insentif, dan sumber daya yang mendukung refleksi guru dan perbaikan pembelajaran.
Sekolah sudah memiliki program, sistem insentif, dan sumber daya yang telah mendukung guru untuk melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran.
November 20212
60
D.4Iklim keamanan sekolah2.36Aman2.282.182.082.241 - 3
Nilai komposit nilai indeks rasa aman, perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan narkoba.
Satuan pendidikan memiliki lingkungan sekolah yang aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat mempertahankan kualitas warga sekolah dalam mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim keamanan di lingkungan sekolah.
November 20211
61
D.4.1Kesejahteraan psikologis murid2Berkembang21.991.921.941 - 3
Nilai rata-rata peserta didik terhadap kesejahteraan psikologis dan perasaan aman yang dirasakan di sekolah.
Peserta didik merasa aman dan nyaman ketika berada di lingkungan sekolah pada situasi-situasi tertentu saja.November 20212
62
D.4.2Kesejahteraan psikologis guru2Berkembang1.992.052.031.991 - 3
Nilai rata-rata kesejahteraan psikologis guru yang melingkupi perasaan terhubung dan perasaan senang mengajar di sekolah.
Guru masih belum sepenuhnya merasa sebagai bagian dari satuan pendidikan sehingga mereka menikmati perannya sebagai seorang pendidik hanya pada situasi tertentu saja.
November 20212
63
D.4.3Perundungan3Aman2.582.562.422.591 - 3
Nilai komposit nilai dari pengalaman perundungan peserta didik, konsepsi perundungan guru, efikasi diri perundungan, dan program dan kebijakan sekolah tentang perundungan.
Satuan pendidikan aman dari kasus perundungan. Kepala sekolah dan guru telah memiliki konsepsi yang tepat dan yakin dengan pengetahuan dan kemampuannya terkait perundungan.
November 20212
64
D.4.4Hukuman fisik2.63Aman2.382.111.982.281 - 3
Nilai komposit nilai dari pengalaman hukuman fisik peserta didik, konsepsi hukuman fisik peserta didik, dan program dan kebijakan sekolah tentang hukuman fisik.
Satuan pendidikan aman dari kasus hukuman fisik. Kepala sekolah dan guru telah memiliki konsepsi yang tepat dan yakin dengan pengetahuan dan kemampuannya terkait hukuman fisik.
November 20212
65
D.4.5Kekerasan seksual2Waspada2.031.941.8421 - 3
Nilai komposit nilai dari pengalaman kekerasan seksual peserta didik, konsepsi kekerasan seksual guru, efikasi diri kekerasan seksual, pengetahuan dan definisi bentuk kekerasan seksual, dan program dan kebijakan sekolah tentang kekerasan seksual.
Di satuan pendidikan jarang terjadi kasus pelecehan seksual. Kepala sekolah dan guru sudah memahami konsep, definisi dan bentuk-bentuk pelecehan seksual, namun belum cukup yakin dengan kemampuannya dalam mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual.
November 20212
66
D.4.6Narkoba2.38Aman2.512.32.162.451 - 3
Nilai komposit nilai dari pengalaman peserta didik terkait narkoba di sekolah, pengetahuan guru tentang narkoba, dan program dan kebijakan sekolah tentang narkoba.
Satuan pendidikan aman dari kasus penyalahgunaan narkoba.Kepala sekolah dan guru memahami pengertian narkoba dan contoh penyalahgunaan narkoba.
November 20212
67
D.6Iklim Kesetaraan Gender2Merintis2.072.232.092.161 - 3Nilai rata-rata terkait dukungan atas kesetaraan gender guru dan pimpinan sekolah.
Satuan pendidikan mendukung kesetaraan hak-hak sipil antar kelompok gender. Dukungan tersebut seringkali didasari oleh alasan pragmatis dan cenderung bersifat pasif.
November 20211
68
D.6.1Dukungan atas kesetaraan gender
Data Terbaru Belum Tersedia
Data Terbaru Belum Tersedia
Nilai rata-rata terkait dukungan atas kesetaraan gender guru dan pimpinan sekolah.Nilai indikator ini belum tersedia.November 20212
69
D.8Iklim Kebinekaan2.38Membudaya2.162.242.142.191 - 3Nilai rata-rata guru, kepala sekolah, dan peserta didik terhadap iklim kebinekaan di sekolah.
Satuan pendidikan sudah mampu menghadirkan suasana proses pembelajaran yang menjunjung tinggi toleransi agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas; mendukung kesetaraan agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat nasionalisme.
November 20211
70
D.8.1Toleransi agama dan budaya2Merintis1.942.061.951.971 - 3Nilai rata-rata pimpinan sekolah dan guru terhadap toleransi agama dan budaya di sekolah.
Satuan pendidikan mengakui adanya keragaman agama/kepercayaan dan budaya, tetapi tidak sepenuhnya menerima keragaman tersebut.
November 20212
71
D.8.2Sikap Inklusif2.5Membudaya2.222.142.082.171 - 3Nilai rata-rata sikap inklusif peserta didik dan guru.Satuan pendidikan mendukung dan mengakomodir semua peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berkualitas.November 20212
72
D.8.3Dukungan atas kesetaraan agama dan budaya2Merintis1.81.91.821.851 - 3
Nilai rata-rata terkait dukungan atas kesetaraan agama dan budaya guru dan pimpinan sekolah.
Satuan pendidikan mendukung kesetaraan hak-hak sipil antara kelompok agama/kepercayaan dan budaya mayoritas dan minoritas. Akan tetapi, dukungan tersebut sering kali didasari alasan pragmatis dan cenderung bersikap pasif.
November 20212
73
D.8.4Komitmen kebangsaan3Membudaya2.672.852.692.761 - 3Nilai rata-rata terkait komitmen kebangsaan pimpinan sekolah dan guru.
Satuan Pendidikan mengetahui lemahnya komitmen kebangsaan dan menindak pelanggaran tersebut dengan cara-cara yang demokratis, seperti bertukar pikiran satu sama lain.
November 20212
74
D.10Iklim Inklusivitas2.18Merintis1.9321.951.921 - 3
Nilai rata-rata layanan disabilitas, CBI, sikap terhadap disabilitas, dan fasilitas sekolah disabilitas di sekolah.
Satuan pendidikan mulai mengembangkan suasana proses pembelajaran yang menyediakan layanan yang ramah bagi peserta didik dengan disabilitas dan cerdas berbakat istimewa.
November 20211
75
D.10.1Layanan disabilitas2.1Berkembang1.851.951.871.891 - 3
Nilai rata-rata layanan sekolah yang melingkupi pengetahuan dan sikap tentang peserta didik dengan disabilitas.
Satuan pendidikan mulai memiliki pengetahuan, sikap yang tepat, dan kemampuan untuk melaksanakan praktik pembelajaran khusus bagi peserta didik dengan disabilitas.
November 20212
76
D.10.2Layanan sekolah untuk murid cerdas dan bakat istimewa2.1Berkembang1.691.761.711.721 - 3
Nilai rata-rata terhadap layanan sekolah yang melingkupi pengetahuan dan sikap tentang peserta didik cerdas dan berbakat istimewa.
Satuan pendidikan mulai memiliki pengetahuan, sikap yang tepat, dan kemampuan untuk melaksanakan praktik pembelajaran khusus bagi peserta didik dengan kecerdasan dan bakat istimewa.
November 20212
77
D.10.3Sikap terhadap disabilitas2.33Menerima2.252.292.262.171 - 3
Nilai rata-rata sikap guru terhadap disabilitas berdasarkan aspek afektif, kognitif, dan perilaku di survei karakter.
Peserta didik sudah menerima keberadaan peserta didik disabilitas, sehingga merasa nyaman dan bisa berteman akrab.November 20212
78
D.10.4
Fasilitas dan Layanan Sekolah untuk Siswa Disabilitas dan Cerdas Berbakat Istimewa
Data Terbaru Belum Tersedia
Data Terbaru Belum Tersedia
Komposit indeks atas tingkat pengetahuan, sikap dan layanan pengajaran untuk anak CIBI di survei lingkungan belajar.
Nilai indikator ini belum tersedia.November 20212
79
E.1Partisipasi warga sekolah2Selektif1.631.761.671.731 - 3
Nilai rata-rata partisipasi orang tua dan partisipasi peserta didik dalam pengelolaan sekolah.
Satuan pendidikan melibatkan orang tua dan peserta didik dalam beberapa kegiatan di satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik.
November 20211
80
E.1.1Partisipasi orang tua65.89Selektif49.4656.351.4153.340 - 100
Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap Tingkat keterlibatan orang tua dalam proses perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan aktivitas di sekolah.
Satuan pendidikan melibatkan orang tua dalam beberapa kegiatan di satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik.
November 20212
81
E.1.2Partisipasi murid72.53Selektif55.8861.0155.1461.850 - 100
Nilai komposit guru dan kepala sekolah terhadap Tingkat keterlibatan peserta didik dalam proses perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan aktivitas di sekolah.
Satuan pendidikan melibatkan peserta didik dalam beberapa kegiatan di satuan pendidikan khususnya berupa kegiatan akademik dan atau non-akademik.
November 20212
82
E.2
Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk peningkatan mutu
54.56%
Belum Tersedia
50.15%61.97%53.13%47.46%
0% - 100%
Jumlah persentase nilai pembelanjaan non personil untuk peningkatan mutu pembelajaran dan GTK di satuan pendidikan per jenjang.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20201
83
E.2.1
Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan
2.74%
Belum Tersedia
3.65%4.22%4.95%3.12%
0% - 100%
Persentase pembelanjaan sekolah untuk peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan dibagi total anggaran sekolah dalam satu tahun di bos salur.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20202
84
E.2.2Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran51.82%
Belum Tersedia
46.5%57.75%48.18%44.35%
0% - 100%
Persentase pembelanjaan sekolah untuk non personil kegiatan pembelajaran dibagi total anggaran sekolah dalam satu tahun di bos salur.
Nilai indikator ini belum memiliki capaian pengukuran.November 20202
85
E.3Pemanfaatan TIK untuk pengelolaan anggaran0Rendah14.264.0511.14100 - 100Nilai komposit dari pembelanjaan BOS secara daring dan penggunaan SDS.Satuan pendidikan memiliki proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring yang rendah.November 20201
86
E.3.1Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring0%Rendah14.26%4.05%11.14%10%
0% - 100%
Jumlah pembelanjaan dana BOS melalui SIPLah dibagi total anggaran dana BOS yang diterima dalam satu tahun anggaran.
Satuan pendidikan memiliki proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring yang rendah.November 20202
87
E.3.2
Indeks penggunaan platform SDS sumber daya sekolah - ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan
Data Terbaru Belum Tersedia
Data Terbaru Belum Tersedia
Jumlah sekolah yang membuat laporan tepat waktu di platform SDS dan lengkap.Nilai indikator ini belum tersedia.November 20202
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100