ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
2
DATA CONTOH
3
Popukasi mutlak gulma (PMG) menyatakan jumlah individu gulma terdapat dalam satu petak pengamatan
4
Hasil pengamatan di lima lokasi, di tiap lokasi dalam tiga transek acak, dan pada setiap transek acak dalam kuadrat acak berukuran 3 m x 3 m
5
6
LokasiTransekKuadratPMG
Sebaran frekuensi dapat berupa:
7
Lokasi 1
Transek 1
K14
1) Sebaran frekuensi data individu, dengan menghitung berapa kali satu data terdapat dalam kumpulan data
8
Lokasi 1
Transek 1
K26
2) Sebaran frekuensi data kisaran, dengan menghitung berapa banyak data yang termasuk dalam kisaran nilai tertentu
9
Lokasi 1
Transek 1
K37
10
Lokasi 1
Transek 1
K46
Sebaran frekuensi dapat dinyatakan dalam bentuk:
11
Lokasi 1
Transek 1
K55
1) Tabel, dengan menyajikan tabel yang terdiri atas kolom pertama yang memuat data (atau kisaran data) dan kolom kedua yang memuat frekuensi data (data dalam kisaran)
12
Lokasi 1
Transek 2
K16
2) Grafik, dengan menyajikan yang sudah disusun dalam bentuk tabel sebaran frekuensi menjadi bentuk grafik (chart)
13
Lokasi 1
Transek 2
K26
14
Lokasi 1
Transek 2
K39
Terlebih dahulu kita perlu membuat sebaran frekuensi individu dalam bentuk tabel:
15
Lokasi 1
Transek 2
K410
1) Tentuk data dengan nilai terendah, pada data contoh nilai terendah adalah satu
16
Lokasi 1
Transek 2
K512
2) Tentukan data dengan nilai tertinggi, pada data contoh nilai tertinggi adalah 15
17
Lokasi 1
Transek 3
K12
3) Buat tabel dengan kolom pertama yang terdiri atas baris yang memuat secara berurutan nilai 1 sampai 14
18
Lokasi 1
Transek 3
K26
4) Buat kolom kedua untuk menyajikan frekuensi, yaitu berapa kali data dengan nilai tertentu, terdapat dalam kumpulan data.
19
Lokasi 1
Transek 3
K39
5) Menghitung frekuensi setiap data dan mengisikan nilai frekuensi yang diperoleh pada baris yang sesuai di dalam kolom kedua.
20
Lokasi 1
Transek 3
K47
21
Lokasi 1
Transek 3
K510
MEMBUAT SEBARAN FREKUENSI INDIVIDU BENTUK TABEL SECARA MANUAL
MEMBUAT SEBARAN FREKUENSI INDIVIDU BENTUK TABEL DENGAN MENGGUNAKAN EXCEL
22
Lokasi 2
Transek 1
K110
Data Individu
Frekuensi (Silahkan hitung sendiri)
Data Individu
Frekuensi Kumulatif (Silahkan hitung sendiri)
Data Individu
Frekuensi (Silahkan hitung sendiri)
Data Individu
Frekuensi Kumulatif (Silahkan hitung sendiri)
23
Lokasi 2
Transek 1
K2811111111
24
Lokasi 2
Transek 1
K3823242324
25
Lokasi 2
Transek 1
K4935393539
26
Lokasi 2
Transek 1
K584841748417
27
Lokasi 2
Transek 2
K16511528511528
28
Lokasi 2
Transek 2
K28612640612640
29
Lokasi 2
Transek 2
K39710750710750
30
Lokasi 2
Transek 2
K498785787857
31
Lokasi 2
Transek 2
K5119696396963
32
Lokasi 2
Transek 3
K1810410671041067
33
Lokasi 2
Transek 3
K2911311701131170
34
Lokasi 2
Transek 3
K3812212721221272
35
Lokasi 2
Transek 3
K4713113731311373
36
Lokasi 2
Transek 3
K51014114741411474
37
Lokasi 3
Transek 1
K1515115751511575
38
Lokasi 3
Transek 1
K26
Jumlah data
75
Jumlah data
75
39
Lokasi 3
Transek 1
K34
Fungi yang digunakan untuk menentukan jumlah data tidak lagi COUNT
40
Lokasi 3
Transek 1
K45
melainkan fungsi SUM, sebab dihitung dari frekuensi setiap data individu
41
Lokasi 3
Transek 1
K54
42
Lokasi 3
Transek 2
K14
Kita lanjutkan membuat sebaran frekuensi kisaran dalam bentuk tabel:
43
Lokasi 3
Transek 2
K26
1) Tentuk data dengan nilai terendah, pada data contoh nilai terendah adalah satu
44
Lokasi 3
Transek 2
K35
2) Tentukan data dengan nilai tertinggi, pada data contoh nilai tertinggi adalah 15
45
Lokasi 3
Transek 2
K47
3) Tentukan jumlah interval kelas kisaran yang akan kita buat dan kisaran interval nilai setiap kelasnya, misalnya akan membuat 7 kelas interval dengan kisaran nilai 3
46
Lokasi 3
Transek 2
K57
4) Buat tabel dengan kolom pertama yang terdiri atas baris yang memuat secara berurutan kelas interval secara berurutan dari terendah menjadi tertinggi
47
Lokasi 3
Transek 3
K114
5) Buat kolom kedua untuk menyajikan frekuensi, yaitu berapa kali data termasuk dalam kelas interval tertentu, terdapat dalam kumpulan data.
48
Lokasi 3
Transek 3
K24
6) Menghitung frekuensi setiap kelas interval dan mengisikan nilai frekuensi yang diperoleh pada baris yang sesuai di dalam kolom kedua.
49
Lokasi 3
Transek 3
K36
50
Lokasi 3
Transek 3
K45
MEMBUAT SEBARAN FREKUENSI KISARAN BENTUK TABEL SECARA MANUAL
MEMBUAT SEBARAN FREKUENSI KISARAN BENTUK TABEL DENGAN MENGGUNAKAN EXCEL
51
Lokasi 3
Transek 3
K52
Kelas Interval PMG
Frekuensi (Silahkan hitung sendiri)
Kelas Interval PMG
Frekuensi Kumulatif (Silahkan hitung sendiri)
Kelas Interval PMG
Frekuensi (Silahkan hitung sendiri)
Kelas Interval PMG
Frekuensi Kumulatif (Silahkan hitung sendiri)
52
Lokasi 4
Transek 1
K16<=39<=39<=399<=39
53
Lokasi 4
Transek 1
K23>3-519>3-528>3-51919>3-528
54
Lokasi 4
Transek 1
K34>5-722>5-750>5-72222>5-750
55
Lokasi 4
Transek 1
K411>7-913>7-963>7-91313>7-963
56
Lokasi 4
Transek 1
K53>9-117>9-1170>9-1177>9-1170
57
Lokasi 4
Transek 2
K14>11-133>11-1373>11-1333>11-1373
58
Lokasi 4
Transek 2
K24>132>1375>1322>1375
59
Lokasi 4
Transek 2
K32
Jumlah data data
75
Jumlah data
75
60
Lokasi 4
Transek 2
K46
Fungi yang digunakan untuk menentukan jumlah data tidak lagi COUNT
61
Lokasi 4
Transek 2
K58
melainkan fungsi SUM, sebab dihitung dari frekuensi setiap data individu
62
Lokasi 4
Transek 3
K15
63
Lokasi 4
Transek 3
K27
64
Lokasi 4
Transek 3
K33
65
Lokasi 4
Transek 3
K47
66
Lokasi 4
Transek 3
K57
67
Lokasi 5
Transek 1
K15
68
Lokasi 5
Transek 1
K25
69
Lokasi 5
Transek 1
K36
70
Lokasi 5
Transek 1
K43
71
Lokasi 5
Transek 1
K53
72
Lokasi 5
Transek 2
K17
73
Lokasi 5
Transek 2
K213
74
Lokasi 5
Transek 2
K312
75
Lokasi 5
Transek 2
K45
76
Lokasi 5
Transek 2
K51
77
Lokasi 5
Transek 3
K111
78
Lokasi 5
Transek 3
K215
79
Lokasi 5
Transek 3
K35
80
Lokasi 5
Transek 3
K47
81
Lokasi 5
Transek 3
K55
82
Minimum1
83
Maksimum
15
84
Jumlah Data
75
85
Fungsi yang digunakan untuk menghidung jumlah data di sini adalah fungsi COUNT
86
sebab jumlah data dihitung dari setiap individu data
87
88
Sumber
: Atapeni (2016)
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100