BCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAAABACADAEAFAGAH
1
MATRIK 1. INDIKATOR TPB/SDGs KABUPATEN/KOTA TAHUN 2019-2020
2
3
KABUPATEN JEPARA
4
KODE
INDIKATOR
INDIKATOR SDGs NASIONALINDIKATOR SDGs KAB/KOTATARGET (PERPRES 59/2017)TARGET (PERPRES 59/2017) RINGKASANSUMBER DATASATUANBASELINE
2018
201920202021STATUS CAPAIANKET.
5
TARGETREALISASITARGETREALISASITARGETREALISASI
6
7
12345678910111213141415
8
Tujuan 1 : Mengakhiri Kemiskinan Dalam Segala Bentuk Dimanapun
9
Target 1.2. Pada tahun 2030, mengurangi setidaknya setengah proporsi laki-laki, perempuan dan anak-anak dari semua usia, yang hidup dalam kemiskinan di semua dimensi, sesuai dengan definisi nasional
10
1.2.1*Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional, menurut jenis kelamin dan kelompok umur.Angka kemiskinanMenurunnya tingkat kemiskinan pada tahun 2019 menjadi 7-8% (2015: 11,13%).Menurun menjadi 7-8%BPS%76,6-7,16.666,2-6,67.17
11
Target 1.3. Menerapkan secara nasional sistem dan upaya perlindungan sosial yang tepat bagi semua, termasuk kelompok yang paling miskin, dan pada tahun 2030 mencapai cakupan substansial bagi kelompok miskin dan rentan.
12
1.3.1.(a)Proporsi peserta jaminan kesehatan melalui SJSN Bidang Kesehatan Persentase penduduk yang tercover jaminan Kesehatan BPJS KesehatanMeningkatnya persentase penduduk yang menjadi peserta jaminan kesehatan melalui SJSN Bidang Kesehatan menjadi minimal 95% pada tahun 2019Meningkat menjadi 95%BPJS KESEHATAN%77.637580.159577.25
13
1.3.1.(b)Proporsi peserta Program Jaminan Sosial Bidang KetenagakerjaanPersentase pekerja/buruh yang menjadi peserta program BPJS KetenagakerjaanMeningkatnya Kepesertaan Program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang Ketenagakerjaan pada tahun 2019 menjadi 62,4 juta pekerja formal dan 3,5 juta pekerja informal (2014: Formal 29,5 juta; Informal 1,3 juta).Meningkat menjadi 62,4 juta pekerja formal; 3,5 juta pekerja informalBPJS KETENAGAKERJAAN%57.342125PM25
14
1.3.2 (c ) Persentase penyandang disabilitas miskinjumlah disabilitas yang terbantuMeningkatnya persentase penyandang difabilitas miskin dan rentan yang menerima bantuan pemenuhan kebutuhan dasar pada tahun 2019 menjadi 17,12% (2015: 14,84%).Meningkat menjadi 17,12%DINSOSPERMASDESOrang2363803804839
15
1.3.1.(d)Jumlah rumah tangga yang mendapatkan bantuan tunai bersyarat / Program Keluarga Harapan (PKH)Jumlah penerima PKHMenurunnya jumlah keluarga sangat miskin yang mendapatkan bantuan tunai bersyarat menjadi 2,8 juta pada tahun 2019 (2015: 3 juta).Menurun menjadi 2,8 jutaDINSOSPERMASDESOrang42,642N/A4,71340,21740,217
16
Target 1.4. Pada tahun 2030, menjamin bahwa semua laki-laki dan perempuan, khususnya masyarakat miskin dan rentan, memiliki hak yang sama terhadap sumber daya ekonomi, serta akses terhadap pelayanan dasar, kepemilikan dan kontrol atas tanah dan bentuk kepemilikan lain, warisan, sumber daya alam, teknologi baru, dan jasa keuangan yang tepat, termasuk keuangan mikro
17
1.4.1.(a)Persentase perempuan pernah kawin umur 15-49 tahun yang proses melahirkan terakhirnya di fasilitas kesehatanCakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatanMeningkatnya cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk 40% penduduk berpendapatan terbawah pada tahun 2019 menjadi 70%Meningkat menjadi 70%DINKES%1009599.99N/A100
18
1.4.1.(b)Persentase anak umur 12-23 bulan yang menerima imunisasi dasar lengkapCakupan imunisasi dasar lengkapMeningkatnya cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak usia 12-23 bulan untuk 40% penduduk berpendapatan terbawah pada tahun 2019 menjadi 63%.Meningkat menjadi 63%.DINKES%97.8993101.193.597.4
19
1.4.1.(c)Prevalensi penggunaan metode kontrasepsi (CPR) semua cara pada Pasangan Usia Subur (PUS) usia 15-49 tahun yang berstatus kawin.
Cakupan peserta Kb aktifMeningkatnya cakupan angka pemakaian kontrasepsi semua cara pada perempuan usia 15-49 tahun untuk 40% penduduk berpendapatan terbawah pada tahun 2019 menjadi 65%.Meningkat menjadi 65%DP3AP2KB%70.6173.173.573.173.53
20
1.4.1.(d)Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sumber air minum layak dan berkelanjutanPersentase rumah tangga yang dapat mengakses air bersihMeningkatnya akses air minum layak untuk 40% penduduk berpendapatan terbawah pada tahun 2019 menjadi 100%.Meningkat menjadi 100%DISPERKIM%85.4710092.9510093.91
21
1.4.1.(e)Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak dan berkelanjutanPersentase rumah tinggal bersanitasi layakMeningkatnya akses sanitasi layak untuk 40% penduduk berpendapatan terbawah pada tahun 2019 menjadi 100%.Meningkat menjadi 100%DISPERKIM%10072.5510086,82
22
1.4.1.(f)Persentase Rumah Tangga Kumuh PerkotaanPersentase luas permukiman dikawasan kumuh sesuai SK Bupati di kawasan perkotaan yang tertanganiMeningkatnya jumlah rumah tangga berpendapatan rendah yang dapat mengakses hunian layak pada tahun 2019 menjadi 18,6 juta untuk 40% penduduk berpendapatan terbawah.Meningkat menjadi 18,6 jutaDISPERKIM%0.01500.000300,0014
23
1.4.1.(g)APM SD/SDLB/MI/Paket A Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/ SDLB/Paket AMeningkatnya Angka Partisipasi Murni SD/MI/ Sederajat pada tahun 2019 menjadi 94,78% (2015: 91,23%).Meningkat menjadi 94,78%DISDIKPORA%97.0299.2099.27 99.23 99.66
24
1.4.1.(h)APM SMP/SMPLB/MTs/Paket BAngka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/SMPLBMeningkatnya Angka Partisipasi Murni SMP/MTs/ Sederajat pada tahun 2019 menjadi 82,2% (2015: 79,97%).Meningkat menjadi 82,2%DISDIKPORA%78.8082.0084.98 83.00 84.74
25
Persentase SD/MI berakreditasi minimal BDISDIKPORA%N/A-98.83PM98.83
26
Persentase SMP/MTs berakreditasi minimal BDISDIKPORA%N/A-92.71PM91.75
27
Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket ADISDIKPORA%N/A107.90100.04108.5102.59
28
Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/paket BDISDIKPORA%N/A88.0088.8589.596.46
29
1.4.1.(j)Persentase penduduk umur 0-17 tahun dengan kepemilikan akta kelahiranPersentase Kepemilikan Cakupan Akta Kelahiran Penduduk Usia 0 - 18 tahunKepemilikan akte lahir untuk penduduk 40% berpendapatan terbawah pada tahun 2019 menjadi 77,4%.Meningkat menjadi 77,4%.DISDUKCAPIL% 81.7858.4457.9994.1293.33
30
1.4.1.(k)Persentase rumah tangga miskin yang sumber penerangan utamanya listrik baik dari PLN dan bukan PLNPersentase rumah tangga miskin dan rentan yang sumber penerangan utamanya listrik baik dari PLN dan bukan PLNMeningkatnya akses penerangan untuk penduduk 40% berpendapatan terbawah menjadi 100% pada tahun 2019.Meningkat menjadi 100%DINSOSPERMASDES% PMPM98.63PM98.89
31
Target 1.5. Pada tahun 2030, membangun ketahanan masyarakat miskin dan mereka yang berada dalam kondisi rentan, dan mengurangi kerentanan mereka terhadap kejadian ekstrim terkait iklim dan guncangan ekonomi, sosial, lingkungan, dan bencana
32
1.5.1.(a)Jumlah lokasi penguatan pengurangan risiko bencana daerahPersentase pengembangan desa siaga bencana Meningkatnya jumlah lokasi penguatan pengurangan risiko bencana daerah pada tahun 2019 menjadi 39 daerah (2015: 35 daerah).Meningkat menjadi 39 daerahBPBD%N/A9.238,2110,77 8,72
33
1.5.2.(a)Jumlah kerugian ekonomi langsung akibat bencana.Jumlah kerugian ekonomi langsung akibat bencana (tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MenurunBPBDRpN/ANA 11,672,000,000 NA 2,680,500,000
34
1.5.3*Dokumen Strategi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tingkat provinsiJumlah dokumen Peta Rawan Bencana sebagai dasar dalam penanggulangan bencana(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)adaBPBDDokumenN/A0000
35
Tujuan 2 : Menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan Pertanian Berkelanjutan
36
Target 2.1. Pada tahun 2030, menghilangkan kelaparan dan menjamin akses bagi semua orang, khususnya orang miskin dan mereka yang berada dalam kondisi rentan, termasuk bayi, terhadap makanan yang aman, bergizi, dan cukup sepanjang tahun.
37
2.1.1*Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan (Prevalence of Undernourishment)Jumlah Produksi Tanaman Pangan Utama(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MenurunDKPPTon122.03 598,320.80 529,410.00 607,295.62 682,523.8
38
2.1.2*Prevalensi penduduk dengan kerawanan pangan sedang atau berat, berdasarkan pada Skala Pengalaman Kerawanan PanganPersentase Penanganan Daerah Rawan Pangan(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MenurunDKPP%100100100100100
39
2.1.2.(a)Proporsi penduduk dengan asupan kalori minimum di bawah 1400 kkal/kapita/hari(a) Kosumsi EnergiMenurunnya proporsi penduduk dengan asupan kalori minimum di bawah 1400 kkal/kapita/hari pada tahun 2019 menjadi 8,5 % (2015: 17,4%).Menurun menjadi 8,5 %DKPPkkal/kapita/thN/A1980230424402201.5
40
Target 2.2. Pada tahun 2030, menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi, termasuk pada tahun 2025 mencapai target yang disepakati secara internasional untuk anak pendek dan kurus di bawah usia 5 tahun, dan memenuhi kebutuhan gizi remaja perempuan, ibu hamil dan menyusui, serta manula.
41
2.2.1.(a)Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek pada anak di bawah 2 tahunPersentase balita stuntingMenurunnya prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak di bawah dua tahun/baduta pada tahun 2019 menjadi 28% (2013: 32,9%).Menurun menjadi 28%DINKES%27.012319.612213.78
42
2.2.2*Prevalensi malnutrisi (berat badan/tinggi badan) anak pada usia kurang dari 5 tahun, berdasarkan tipePersentase Balita Gizi Buruk(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MenurunDINKES%3.842.42.882.11.97
43
2.2.2.(a)Prevalensi Anemia pada Ibu HamilPrevalensi anemia pada ibu hamilMenurunnya prevalensi anemia pada ibu hamil pada tahun 2019 menjadi 28% (2013: 37,1%).Menurun menjadi 28%DINKES%15.662117.482114.1
44
2.2.2.(b)Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif.Persentase bayi usia <6 bulan dapat ASI EksklusifPersentase bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif menjadi 50% pada tahun (2013: 38%).Meningkat menjadi 50%DINKES%N/A6371.036474.63
45
2.2.2.(c)Kualitas konsumsi pangan yang diindikasikan oleh skor Pola Pangan Harapan (PPH) mencapai; dan tingkat konsumsi ikanSkor Pola Pangan Harapan (PPH)Meningkatnya kualitas konsumsi pangan yang diindikasikan oleh skor Pola Pangan Harapan (PPH) mencapai 92,5 (2014: 81,8), dan tingkat konsumsi ikan menjadi 54,5 kg/kapita/tahun pada tahun 2019 (2015: 40,9 kg/kapita/tahun).Meningkat menjadi: skor PPH 92,5; tingkat konsumsi ikan 54,5 kg/kapita/tahunDKPPNilai90.891.791.492.192.1
46
Tujuan 3: Menjamin Kehidupan Yang Sehat Dan Meningkatkan Kesejahteraan Seluruh Penduduk Semua Usia
47
Target 3.1. Pada tahun 2030, mengurangi rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup.
48
3.1.1*Angka Kematian Ibu (AKI) Kasus Kematian IbuMenurunnya angka kematian ibu per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2019 menjadi 306 (2010: 346).Menurun menjadi 306DINKESJUMLAH1215131515
49
3.1.2*Proporsi perempuan pernah kawin umur 15-49 tahun yang proses kelahiran terakhirnya ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih.Persentase Pertolongan Persalinan Tenaga KesehatanMeningkatnya persentase persalinan oleh tenaga kesehatan terampil pada tahun 2019 menjadi 95 % (2015: 91,51%).Meningkat menjadi 95%DINKES%1009599.99PM100
50
3.1.2.(a)Proporsi perempuan pernah kawin umur 15-49 tahun yang proses kelahiran terakhirnya di fasilitas kesehatan.Persentase persalinan di fasilitas pelayanan kesehatanMeningkatnya persentase persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan pada tahun 2019 menjadi 85 % (2015: 75%).Meningkat menjadi 85 %DINKES%100100100PM100
51
Target 3.2. Pada tahun 2030, mengakhiri kematian bayi baru lahir dan balita yang dapat dicegah, dengan seluruh negara berusaha menurunkan Angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 KH (Kelahiran Hidup) dan Angka Kematian Balita 25 per 1.000.
52
3.2.1*Angka Kematian Balita (AKBa) per 1000 kelahiran hidup.Angka Kematian Balita (AKBa) per 1000 kelahiran hidup(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MenurunDINKES%N/A5.655.46PM4.83
53
3.2.2*Angka Kematian Neonatal (AKN) per 1.000 kelahiran hidupCakupan neonatal komplikasi yang ditangani(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MenurunDINKES%N/A-100PM100
54
3.2.2.(a)Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidupAngka kematian Bayi (AKB) per 1000 kelahiran hidupMenurunnya angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2019 menjadi 24 (2012-2013: 32).Menurun menjadi 24DINKES%4.865.34.685.254.34
55
3.2.2.(b)Persentase kabupaten/kota yang mencapai 80% imunisasi dasar lengkap pada bayi.Cakupan desa UCIMeningkatnya persentase kabupaten/ kota yang mencapai 80% imunisasi dasar lengkap pada bayi pada tahun 2019 menjadi 95% (2015: 71,2%).Meningkat menjadi 95%DINKES%N/A100100PM100
56
Target 3.3. Pada tahun 2030, mengakhiri epidemi AIDS, tuberkulosis, malaria, dan penyakit tropis yang terabaikan, dan memerangi hepatitis, penyakit bersumber air, serta penyakit menular lainnya.
57
3.3.3*Kejadian Malaria per 1.000 orangAngka Kesakitan Malaria (anual parasite incidence)(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MenurunDINKES%N/APM0.09PM0.006
58
3.3.4.(a)Persentase kabupaten/kota yang melakukan deteksi dini untuk infeksi Hepatitis B.Persentase puskesmas yang melakukan deteksi dini untuk infeksi Hepatitis B(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MeningkatDINKES%N/APM100PM100
59
3.3.5*Jumlah orang yang memerlukan intervensi terhadap penyakit tropis yang terabaikan (Filariasis dan Kusta)Cakupan penemuan kasus baru kusta tanpa cacat (tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MenurunDINKES%217988.42PM96
60
3.3.5.(b)Jumlah kabupaten/kota dengan eliminasi filariasis (berhasil lolos dalam survei penilaian transmisi tahap I).
Angka kasus filaria yang ditangani Meningkatnya jumlah kabupaten/kota dengan eliminasi filariasis pada tahun 2019 menjadi 35.Meningkat menjadi 35.DINKESAngkaN/APM0PM0
61
Target 3.4. Pada tahun 2030, mengurangi hingga sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular, melalui pencegahan dan pengobatan, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan
62
3.4.1.(b)Prevalensi tekanan darah tinggiProporsi kasus hipertensi di fasyankesMenurunnya prevalensi tekanan darah tinggi pada tahun 2019 menjadi 24,3% (2013: 25,8%).Menurun menjadi 24,3%DINKESper 1000N/A-11.96PM9.6
63
3.4.1.(c)Prevalensi obesitas pada penduduk umur ≥18 tahunPrevalensi Obesitas Pada Penduduk Usia 18+ Tahun Tidak meningkatnya prevalensi obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas pada tahun 2019 menjadi 15,4% (2013: 15,4%).MenurunDINKES%N/A-2.11PM4.02
64
Target 3.5. Memperkuat pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan zat, termasuk penyalahgunaan narkotika dan penggunaan alkohol yang membahayakan
65
3.5.1.(c)Jumlah korban penyalahgunaan NAPZA yang mendapatkan rehabilitasi sosial di dalam panti sesuai standar pelayananJumlah yang mengakses layanan pasca rehabilitasi (NAPZA)Meningkatnya jumlah korban penyalahgunaan NAPZA yang mendapatkan rehabilitasi sosial di dalam panti sesuai standar pelayanan pada tahun 2019 menjadi 210 (2015: 200) dan di luar panti pada tahun 2019 menjadi 4.319 (2015: 1.464).Meningkat menjadi: Di dalam panti 210; di luar panti 4.319DINKESKasusN/AN/A15N/AN/A
66
3.5.1.(d)Jumlah lembaga rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan NAPZA yang telah dikembangkan / dibantuJumlah Lembaga Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA yang telah dikembangkan/dibantuMeningkatnya jumlah Lembaga Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan NAPZA yang telah dikembangkan/dibantu pada tahun 2019 menjadi 85 (2015: 75).Meningkat menjadi 85DINKESKasusN/AN/AN/AN/AN/A
67
3.5.1.(e)Prevalensi penyalahgunaan narkobaJumlah Kasus narkobaTerkendalinya laju prevalensi penyalahgunaan narkoba pada akhir tahun 2019 menjadi angka 0,02% (2015: 0,05%).Menurun menjadi angka 0,02%DINKESKasusN/A13241323
68
Target 3.7. Pada tahun 2030, menjamin akses universal terhadap layanan kesehatan seksual dan reproduksi, termasuk keluarga berencana, informasi dan pendidikan, dan integrasi kesehatan reproduksi ke dalam strategi dan program nasional
69
3.7.1*Proporsi perempuan usia reprodukdi (15-49 tahun) atau pasangannya yang memiliki kebutuhan keluarga berencana dan menggunakan alat kontrasepsi modernCakupan peserta Kb aktifMeningkatnya angka prevalensi pemakaian kontrasepsi suatu cara pada tahun 2019 menjadi 66% (2012-2013 :61,9%).Meningkat menjadi 66%DP3AP2KB%69.2673.173.573.173.53
70
3.7.2*Angka kelahiran pada perempuan umur 15-19 tahun (Age Specific Fertility Rate/ASFR)Angka kelahiran remaja (perempuan usia 15-19 tahun per 1.000 perempuan usia 15-19 tahun)Menurunnya angka kelahiran pada remaja usia 15-19 tahun (age specific fertility rate/ASFR) pada tahun 2019 menjadi 38 (2012-2013: 48).Menurun menjadi 38DP3AP2KBAngka33.2132.317.7132.016.58
71
3.7.2.(a)Total Fertility Rate (TFR)Total Fertility Rate (TFR)Menurunnya Total Fertility Rate (TFR) pada tahun 2019 menjadi 2,28 (2012:2,6).Menurun menjadi 2,28DP3AP2KBAngka2.342.332.22.322.18
72
Target 3.8. Mencapai cakupan kesehatan universal, termasuk perlindungan risiko keuangan, akses terhadap pelayanan kesehatan dasar yang baik, dan akses terhadap obat- obatan dan vaksin dasar yang aman, efektif, berkualitas, dan terjangkau bagi semua orang.
73
3.8.1.(a)Unmet need pelayanan kesehatan Unmeet Need pelayanan kesehatanMenurunnya unmeet need pelayanan kesehatan pada tahun 2019 menjadi 9,91% (2012-2013:11,4%).Menurun menjadi 9,91%DINKESN/AN/AN/AN/AN/AN/A
74
3.8.2*Jumlah penduduk yang dicakup asuransi kesehatan atau sistem kesehatan masyarakat per 1.000 pendudukPersentase penduduk yang tercover jaminan Kesehatan BPJS KesehatanMeningkatnya cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2019 minimal 95% (2015:60%).Meningkat menjadi minimal 95%BPJS Kesehatan%72.317580.159577.25
75
3.8.2.(a)Cakupan Jaminan Kesehatan NasionalPersentase merokok pada penduduk umur ≥15 tahun(tidak ada dalam lampiran Perpres 59/2017)MenurunDINKESN/AN/AN/AN/AN/AN/A
76
Tujuan 4 : Menjamin Pendidikan yang Inklusif dan Merata serta Mempromosikan Kesempatan Belajar Sepanjang Hayat
77
Target 4.1. Pada tahun 2030, menjamin bahwa semua anak perempuan dan laki-laki menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah tanpa dipungut biaya, setara, dan berkualitas, yang mengarah pada capaian pembelajaran yang relevan dan efektif.
78
4.1.1.(a)Persentase SD/MI berakreditasi minimal B
Persentase SD/MI berakreditasi minimal B
Meningkatnya persentase SD/MI berakreditasi minimal B pada tahun 2019 menjadi 84,2% (2015:68,7%).Meningkat menjadi 84,2%DISDIKPORA%N/A-98.83PM98.83
79
4.1.1.(b)Persentase SMP/MTs berakreditasi minimal B
Persentase SMP/MTs berakreditasi minimal B
Meningkatnya persentase SMP/MTs berakreditasi minimal B pada tahun 2019 menjadi 81% (2015:62,5%).Meningkat menjadi 81%DISDIKPORA%N/A-92.71PM91.75
80
4.1.1.(c)Persentase SMA/MA berakreditasi minimal B
Persentase SMA/MA berakreditasi minimal B
Meningkatnya persentase SMA/MA berakreditasi minimal B pada tahun 2019 menjadi 84,6% (2015:73,5%).Meningkat menjadi 84,6%DISDIKPORA%N/AN/AN/AN/AN/A
81
4.1.1.(d)APK SD/SDLB/MI/Paket A Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket AMeningkatnya Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/sederajat pada tahun 2019 menjadi 114,09% (2015: 108%).Meningkat menjadi 114,09%DISDIKPORA%109.16107.90100.04108.5102.59
82
4.1.1.(e)APK SMP/SMPLB/MTs/Paket BAngka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/paket BMeningkatnya APK SMP/MTs/sederajat pada tahun 2019 menjadi 106,94% (2015: 100,7%).Meningkat menjadi 106,94%DISDIKPORA%88.8088.0088.8589.596.46
83
Target 4.2. Pada tahun 2030, menjamin bahwa semua anak perempuan dan laki-laki memiliki akses terhadap perkembangan dan pengasuhan anak usia dini, pengasuhan, pendidikan pra-sekolah dasar yang berkualitas, sehingga mereka siap untuk menempuh pendidikan dasar
84
4.2.2.(a)APK PAUDAngka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)Meningkatnya APK anak yang mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada tahun 2019 menjadi 77,2% (2015: 70,06%).Meningkat menjadi 77,2%DISDIKPORA%58.2159.0059.3059.559.95
85
Target 4.3. Pada tahun 2030, menjamin akses yang sama bagi semua perempuan dan laki-laki, terhadap pendidikan teknik, kejuruan dan pendidikan tinggi, termasuk universitas, yang terjangkau dan berkualitas
86
4.3.1.(b)APK Perguruan TinggiAngka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT)Meningkatnya APK Perguruan Tinggi (PT) pada tahun 2019 menjadi 36,73 % (2015: 29,9%).Meningkat menjadi 36,73 %DISDIKPORA%N/AN/AN/AN/AN/A
87
Target 4.5. Pada tahun 2030, menghilangkan disparitas gender dalam pendidikan, dan menjamin akses yang sama untuk semua tingkat pendidikan dan pelatihan kejuruan, bagi masyarakat rentan termasuk penyandang cacat, masyarakat penduduk asli, dan anak-anak dalam kondisi rentan.
88
4.5.1*Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) perempuan/ laki-laki di (1) SD/MI/ sederajat; (2) SMP/MTs/ sederajat; (3) SMA/SMK/ MA/sederajat; dan Rasio Angka Partisipasi Kasar (APK) perempuan/laki-laki di (4) Perguruan Tinggi.Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) perempuan/laki-laki di (1) SD/MI/sederajat; (2) SMP/MTs/sederajat ; (3) SMA/SMK/MA/sederajat; dan (4) Rasio APK perempuan/laki-laki di PTRasio Angka Partisipasi Murni (APM) perempuan/laki-laki di SD/MI/paket A yang setara gender pada tahun 2019. 4.2 Rasio APM perempuan/laki-laki di SMP/MTs/ Paket B yang setara gender pada tahun 2019. 4.3 Rasio APK perempuan/laki-laki di SMA/SMK/MA yang setara gender pada tahun 2019. 4.4 Rasio APK perempuan/laki-laki pada PT dan PTA yang setara gender pada tahun 2019.MeningkatDISDIKPORA%N/AN/AR APM SD = 100,03;
R APM SMP = 100,04
-R APM SD=93,30
R APM SMP = 98,92
89
Target 4.6. Pada tahun 2030, menjamin bahwa semua remaja dan proporsi kelompok dewasa tertentu, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki kemampuan literasi dan numerasi
90
4.6.1.(a)Persentase Angka Melek Aksara penduduk ≥ 15 tahunAngka melek hurufMeningkatnya rata-rata angka melek aksara penduduk usia di atas 15 tahun pada tahun 2019 menjadi 96,1% (2015: 95,2%).Meningkat menjadi 96,1%DISDIKPORA%99.999.9299.8499.9399.95
91
Tujuan 5: Mencapai Keseteraan Gender Dan Memperdayakan Perempuan
92
Target 5.1. Mengakhiri segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan dimanapun
93
5.1.1*Jumlah kebijakan yang responsif gender mendukung pemberdayaan perempuanJumlah kebijakan yang responsif gender mendukung pemberdayaan perempuanMeningkatnya jumlah kebijakan yang responsif gender mendukung pemberdayaan perempuan pada tahun 2019 bertambah sebanyak 16 (2015: 19).bertambah sebanyak 16DP3AP2KBDokumen4140PM2
94
Target 5.2. Menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan di ruang publik dna pribadi termasuk perdagangan orang dan ekploitasi seksual serta berbagai jenis eksploitasi lainnya
95
5.2.1.(a)Prevalensi kekerasan terhadap anak perempuanJumlah kasus kekerasan perempuan dan anak Menurunnya prevalensi kasus kekerasan terhadap anak perempuan pada tahun 2019 (2013: 20,48 %).Menurun menjadi kurang dari 20,48%DP3AP2KBkasusN/AN/A67PM32
96
Jumlah kasus kekerasan perempuan DP3AP2KBkasusN/AN/A29PM8
97
Jumlah kasus kekerasan anak DP3AP2KBorangN/AN/A3810024
98
Rasio kekerasan terhadap perempuan termasuk TPPODP3AP2KBper 10000.980.60.460.080.019
99
Prevalensi kekerasan terhadap anakDP3AP2KBPer 1000N/A1.131.121.250.071
100
5.2.2.(a)Persentase korban kekerasan terhadap perempuan yang mendapat layanan komprehensifIndikator 5.2.2.(a) Persentase korban kekerasan terhadap perempuan yang mendapat layanan komprehensif Meningkatnya persentase kasus kekerasan terhadap perempuan yang mendapat layanan komprehensif pada tahun 2019 menjadi 70% (2015: 50%).Meningkat menjadi 70%DP3AP2KB%100100100100100