| A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
1 | ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP) | |||||||||||||||||||||||||
2 | MATA PELAJARAN SOSIOLOGI | |||||||||||||||||||||||||
3 | JENJANG SMA FSE F | |||||||||||||||||||||||||
4 | Mengacu pada : CP 032/H/KR/2024 | |||||||||||||||||||||||||
5 | 1 | Informasi Umum | Penyusun | : Slamet Triyono | ||||||||||||||||||||||
6 | Sekolah | : SMA Negeri 1 Cilacap | ||||||||||||||||||||||||
7 | Mata Pelajaran | : Sosiologi | ||||||||||||||||||||||||
8 | Kelas | : XI | ||||||||||||||||||||||||
9 | 2 | Capaian Pembelajaran Pertahun | Pemahaman Konsep | Keterampilan Proses | ||||||||||||||||||||||
10 | Peserta didik mampu memahami berbagai permasalahan sosial, konflik, dan kekerasan yang terjadi di masyarakat. Peserta didik mampu secara kritis, analitis, dan kreatif memberikan pemecahan masalah sosial yang solutif terhadap dinamika kehidupan sosial di tengah masyarakat digital saat ini. Penerapan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial digunakan untuk mewujudkan masyarakat multikultural yang harmonis dan integratif. | Peserta didik mampu mengamati fenomena sosial di Indonesia dan/atau dunia, serta membuat pertanyaan untuk menggali informasi secara mendalam tentang fenomena sosial yang terjadi. Selain itu, peserta didik mampu mengumpulkan informasi dari sumber primer dan sekunder, melakukan observasi partisipatif dan mendokumentasikan, menganalisis dan menguji keabsahan data, serta menarik simpulan dari informasi yang diperoleh. Kemudian, peserta didik mengomunikasikannya dalam bentuk grafik, infografis, dan/atau tabel. Peserta didik mampu merefleksikan hasil informasi, hasil observasi dan hasil dokumentasi yang diperoleh untuk ekspektasi di masa depan, serta merencanakan penelitian sosial lanjutan pada masyarakat yang lebih luas. | ||||||||||||||||||||||||
11 | 4 | Alur Tujuan Pembelajaran | Fase F tahap 1 | Kata Kunci | Topik | Kompetensi | Indikator Penilaian | Eviden/Bukti | Jumlah Jam | |||||||||||||||||
12 | Menganalisis berbagai permasalahan sosial sebagai akibat adaya hubungan antar kelompok sosial dalam kehidupan masyarakat dan menarik kesimpulan faktor penyebab-penyebab terjadinya permasalahan sosial berdasarkan hasil studi pengamatan. | Menganalisis berbagai permasalahan sosial di masyarakat | Masalah-masalah sosial | Mendeskripsikan | 1 | Mendeskripsikan pemahaman tentang Pengertian masalah sosial | Laporan analisis tentang contoh masalah-masalah sosial serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut | |||||||||||||||||||
13 | Menjelaskan | 2 | Menjelaskan faktor-faktor penyebab munculnya masalah sosial serta dampaknya dalam kehidupan | |||||||||||||||||||||||
14 | mengidentifikasi | 3 | melakukan studi identifikasi dan literasi berbagai masalah sosial yang ada di sekitarnya | |||||||||||||||||||||||
15 | Mendeskripsikan | 4 | mendeskripsikan cara-cara penyelsaian dalam menghadapi masalah sosial yang ada dalam masyarakat | |||||||||||||||||||||||
16 | Memberi contoh | 5 | memberi contoh langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menghadapi berbagai masalah sosial dalam masyarakat | |||||||||||||||||||||||
17 | Mengomunikasikan | 6 | Mengomunikasikan hasil pengamatan tentang permasalahan sosial dan pemecahannya sesuai dengan informasi hasil pengamatan | |||||||||||||||||||||||
18 | Merancang upaya penerapan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial sehingga dapat terwujud kehidupan sosial yang harmonis dan mengevaluasi penerapan prinsip kesetaraan dalam konteks kehidupan nyata di masyarakat. | Menerapkan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial yang terjadi di masyarakat | Stratifikasi, diferensiasi, kesetaraan gender dan harmonisasi sosial | Mendeskripsikan | 1 | Mendeskripsikan pemahaman tentang stratifikasi sosial | Bahan tayang/presentasi/ film pendek/terkait dengan integrasi dan reintegrasi dengan mengambil contoh sebuah peristiwa | |||||||||||||||||||
19 | Menjelaskan | 2 | Menjelaskan ruang lingkup dan cakupan diferensiasi sosial | |||||||||||||||||||||||
20 | Mendeskripsikan | 3 | Mendeskripsikan pemahaman tentang kesetaraan gender serta pengarusutamaan gender | |||||||||||||||||||||||
21 | Menganalisis | 4 | Menganalisis dan memberi contoh harmonisasi sosial dalam kehidupan bermasyarakat | |||||||||||||||||||||||
22 | Menganalisis terjadinya konflik dan kekerasan sosial di masyarakat dari berbagai perspektif sosiologis serta merumuskan peta konsep konflik berdasarkan hasil kajian studi kasus pada salah satu kejadian konflik dan kekerasan yang terjadi di masyarakat. | Menganalisis konflik dan kekerasan termasuk di era digital yang terjadi dimasyarakat | Konflik dan kekerasan di era digital | Mendeskripsikan | 1 | Mendeskripsikan pemahaman tentang konflik sosial | Laporan analisis isi tentang konflik dan kekerasan dengan bahan/acuan media massa yang terbit dalam kurun waktu terbatas | |||||||||||||||||||
23 | Menjelaskan | 2 | Menjelaskan proses disintegrasi dan disorganisasi dalam kehidupan sosial | |||||||||||||||||||||||
24 | Menganalisis | 3 | Melakukan analisis tentang bentuk, penggolongan, dan dampak konflik | |||||||||||||||||||||||
25 | Mendeskripsikan | 4 | Mendeskripsikan kekerasan sebagai kondisi yang dapat mengarah pada konflik | |||||||||||||||||||||||
26 | Menyajikan | 5 | Menyajikan berbagai data tentang konflik dan kekerasan di era digital | |||||||||||||||||||||||
27 | Melaksanakan | 6 | Melaksanakan penelitian sederhana tentang konflik dan kekerasan | |||||||||||||||||||||||
28 | Menganalisis masyarakat multikultur sebagai kekayaan sekaligus ancaman bangsa Indonesia yang memunculkan berbagai kelompok sosial dengan mebawa segala konsekoensi yang harus diterima dan dihadapi guna menjaga integrasi tetap berjalan dengan baik serta menghindarkan disintegrasi melalui memaknai dan mengambil nilai-nilai kultural bangsa Indonesia sebagai sumber kehidupan | Menganalisis masyarakat multikultur sebagai upaya menjaga integrasi | Masyarakat Multikultur | Mendeskripsikan | 1 | Mendeskripsikan masyarakat multikultur dan majemuk dalam kehidupan bermasyarakat | Bahan tayang atau paparan tentang nilai-nilai kultural bangsa Indonesia yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara | |||||||||||||||||||
29 | Menganalisis | 2 | Menganalisis keanekaragaman kelompok masyarakat yang dalam kehidupan sosial | |||||||||||||||||||||||
30 | Memahami | 3 | Memahamai nilai-nilai kultural masyarakat Indonesia sebagai pedoman dalam menjaga integrasi bangsa | |||||||||||||||||||||||
31 | 6 | Glosarium | Menganalisis | 4 | Menganalisis prosesintegrasi bangsa agar terhindar dari disintegrasi serta upaya yang dilakukan dalam proses reintegrasi | |||||||||||||||||||||
32 | Kelompok sosial : kumpulan manusia yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Tujuan dibentuknya kelompok sosial adalah untuk mewujudkan penerapan nilai-nilai sosial yang ada dan dibutuhkan dalam suatu struktur sosial pada suatu masyarakat | |||||||||||||||||||||||||
33 | Permasalahan sosial : ketidaksesuaian unsur-unsur kebudayaan yang bisa membahayakan kehidupan suatu kelompok sosial. Beberapa faktor penyebab; faktor ekonomi, budaya, biologis, dan psikologis. | |||||||||||||||||||||||||
34 | Kesetaraan sosial : tatanan politik sosial di mana semua orang yang berada dalam suatu masyarakat atau kelompok tertentu memiliki status yang sama. Setidaknya, kesetaraan sosial mencakup hak yang sama di bawah hukum, merasakan keamanan, memperolehkan hak suara, mempunyai kebebasan untuk berbicara dan berkumpul, dan sejauh mana hak tersebut tidak merupakan hak-hak yang bersifat atau bersangkutan secara personal. | |||||||||||||||||||||||||
35 | Perbedaan sosial : pembedaan penduduk atau warga masyarakat ke dalam golongan-golongan atau kelompok-kelompok secara horizontal atau tidak bertingkat. | |||||||||||||||||||||||||
36 | Kekerasan sosial : kekerasan yang dilakukan dengan melanggar keteraturan sosial yang telah menjadi aturan yang harus dipatuhi. Kekerasan sosial dapat berupa pelanggaran aturan dan pembatasan hak-hak manusia dalam lingkup sosial. | |||||||||||||||||||||||||
37 | Konflik sosial : pertentangan antar anggota masyarakat yang bersifat menyeluruh dalam kehidupan sosial masyarakat. | |||||||||||||||||||||||||
38 | Integrasi sosial : proses penyesuaian unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi. | |||||||||||||||||||||||||
39 | Perdamaian : konsep keharmonisan sosial tanpa adanya permusuhan dan kekerasan. Dalam arti sosial, perdamaian biasanya digunakan untuk berarti kurangnya konflik (seperti perang) dan kebebasan dari rasa takut akan kekerasan antara individu atau kelompok. | |||||||||||||||||||||||||
40 | Harmoni sosial : paduan keselarasan, perpaduan antara keyakinan dan tingkah laku, menghormati, menyayangi apa yang ada, merangkum, mensinerjikan dan menyelaraskan segala macam perbedaan secara ikhlas dan alamiah di lingkungan sosial. | |||||||||||||||||||||||||
41 | Masyarakat digital : masyarakat yang elemen didalamnya terhubung melalui jaringan teknologi informasi dan komunikasi sehingga memengaruhi pola interaksi yang terjadi. | |||||||||||||||||||||||||
42 | Metodologi ilmiah : suatu prosedur atau tata cara sistematis yang digunakan para ilmuan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi | |||||||||||||||||||||||||
43 | Masyarakat global : sebagai suatu masyarakat yang memiliki pemikiran secara meluas, tidak lagi terbatas pada batas suatu Negara. | |||||||||||||||||||||||||
44 | Hoaks : informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. | |||||||||||||||||||||||||
45 | 7 | Rasional Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran | Hate speech : perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan dan sikap prasangka entah dari pihak pelaku pernyataan tersebut ataupun korban dari tindakan tersebut. | |||||||||||||||||||||||
46 | 8 | Catatan khusus penggunaan alur tujuan pembelajaran | Pengembangan materi dalam alur tujuan pembelajaran (ATP) dimaksudkan untuk memperdalam penguasaan konsep materi terkait di kelas XI oleh peserta didik dan pencapaian kebermaknaan pembelajaran yang mendalam serta sesuai dengan kebutuhan pencapaian CP dalam pembelajaran. Selain itu, penyusunan ATP juga mempertimbangan tahapan dalam pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan system thingking (suatu proses untuk melihat segala sesuatu sebagai kesatuan utuh dan menekankan pada hubungan antar elemen yang ada pada suatu sistem). Cakupan konten ATP secara kritis juga menekankan pada perlunya kontekstulisasi pembelajaran yang sesuai dengan konsep materi ajar dan pemecahan solusi melalui studi penelitian. Pencapaian pembelajaran pada elemen keterampilan proses inkuiri (inquiry process skill) dapat dilakukan dengan beberapa alternatif, yakni terintegrasi dalam pencapaian elemen pemahaman konsep, berdiri sendiri dalam bentuk pelaksanaan proyek pembelajaran dan atau dilakukan dalam bentuk studi multidisiplin dengan mata pelajaran lainnya. | |||||||||||||||||||||||
47 | Penggunaan alur tujuan pembelajaran (ATP) perlu memperhatikan kondisi kesiapan satuan pendidikan yang terkait dengan intek siswa, komptensi guru, hiterogenitas kondisi siswa, ketersediaan sarana pendukung, dinamika lingkungan sekitar pembelajaran dan kearifan lokal budaya masyarakat setempat. | |||||||||||||||||||||||||
48 | ||||||||||||||||||||||||||
49 | ||||||||||||||||||||||||||
50 | ||||||||||||||||||||||||||
51 | ||||||||||||||||||||||||||
52 | ||||||||||||||||||||||||||
53 | ||||||||||||||||||||||||||
54 | ||||||||||||||||||||||||||
55 | ||||||||||||||||||||||||||
56 | ||||||||||||||||||||||||||
57 | ||||||||||||||||||||||||||
58 | ||||||||||||||||||||||||||
59 | ||||||||||||||||||||||||||
60 | ||||||||||||||||||||||||||
61 | ||||||||||||||||||||||||||
62 | ||||||||||||||||||||||||||
63 | ||||||||||||||||||||||||||
64 | ||||||||||||||||||||||||||
65 | ||||||||||||||||||||||||||
66 | ||||||||||||||||||||||||||
67 | ||||||||||||||||||||||||||
68 | ||||||||||||||||||||||||||
69 | ||||||||||||||||||||||||||
70 | ||||||||||||||||||||||||||
71 | ||||||||||||||||||||||||||
72 | ||||||||||||||||||||||||||
73 | ||||||||||||||||||||||||||
74 | ||||||||||||||||||||||||||
75 | ||||||||||||||||||||||||||
76 | ||||||||||||||||||||||||||
77 | ||||||||||||||||||||||||||
78 | ||||||||||||||||||||||||||
79 | ||||||||||||||||||||||||||
80 | ||||||||||||||||||||||||||
81 | ||||||||||||||||||||||||||
82 | ||||||||||||||||||||||||||
83 | ||||||||||||||||||||||||||
84 | ||||||||||||||||||||||||||
85 | ||||||||||||||||||||||||||
86 | ||||||||||||||||||||||||||
87 | ||||||||||||||||||||||||||
88 | ||||||||||||||||||||||||||
89 | ||||||||||||||||||||||||||
90 | ||||||||||||||||||||||||||
91 | ||||||||||||||||||||||||||
92 | ||||||||||||||||||||||||||
93 | ||||||||||||||||||||||||||
94 | ||||||||||||||||||||||||||
95 | ||||||||||||||||||||||||||
96 | ||||||||||||||||||||||||||
97 | ||||||||||||||||||||||||||
98 | ||||||||||||||||||||||||||
99 | ||||||||||||||||||||||||||
100 | ||||||||||||||||||||||||||