ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
2
3
Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Indikator Kinerja UKP Puskesmas
4
5
NoIndikatorDefinisi OperasionalCara PenghitunganTarget Th 2022Sumber Data
6
(1)(2)(3)(4)(5)(6)
7
2.3.1. Pelayanan Non Rawat Inap
8
1. Angka Kontak KomunikasiIndikator untuk mengetahui aksesabilitas dan pemanfaatan pelayanan primer oleh peserta berdasarkan jumlah peserta jaminan kesehatan (per nomor identitas peserta) yang mendapatkan pelayanan kesehatan (kontak sakit maupun sehat) di Puskesmas per bulan baik di dalam gedung maupun di luar gedung tanpa memperhitungkan frekuensi kedatangan peserta dalam satu bulan Perbandingan jumlah peserta terdaftar yang melakukan kontak dengan FKTP dengan total Jumlah Peserta terdaftar di Puskesmas dikali 1000 (seribu)
Catatan Kinerja Puskesmas :
≥150 ‰ = 100%
> 145 - <150 ‰ = 75%
> 140 - 145 ‰ = 50%
> 135 - 140 ‰ = 25%
≤ 135 = 0%
≥150 per milRegister Pelayanan UKP dan Laporan Pelayanan UKM
9
2.Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non Spesialistik (RRNS)Indikator untuk mengetahui kualitas pelayanan di Puskesmas sehingga sistem rujukan terselenggara sesuai indikasi medis dan kompetensinya. Kasus non spesialistik adalah kasus terkait 144 diagnosa yang harus ditangani di Puskesmas serta kriteria Time-Age-Complication-Comorbidity (TACC). Kelayakan rujukan kasus tersebut berdasarkan kesepakatan dalam bentuk perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan, Puskesmas, Dinkes Kabupaten/Kota dan organisasi profesi dengan memperhatikan kemampuan pelayanan Puskesmas serta progresifitas penyakit yang merupakan keadaan khusus dan/atau kedaruratan medisPerbandingan antara jumlah rujukan kasus non spesialistik dengan jumlah seluruh rujukan oleh Puskesmas dikali 100%
Catatan kinerja Puskesmas:
≤
2% = 100% > 2 - 2,5% = 75%
> 2,5 - 3% = 50%
> 3 - 3,5% = 25%
>3,5% = 0%
≤2% Register rujukan, P-Care.
10
3.Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) Indikator untuk mengetahui optimalisasi penatalaksanaan prolanis oleh Puskesmas dalam menjaga kadar gula darah puasa bagi pasien diabetes tipe 2 (DM) atau tekanan darah bagi pasien HT. Penyakit kronis masuk Prolanis yaitu Diabetes Melitus dan Hipertensi. Aktifitas Prolanis: (1) Edukasi Klub (2) Konsultasi Medis
(3) Pemantauan Kesehatan melalui pemeriksaan penunjang (4) Senam Prolanis
(5)
Home visit/kunjungan rumah (6) Pelayanan Obat secara rutin (obat PRB)
Capaian rasio peserta prolanis DM terkendali ditambah capaian rasio peserta prolanis HT terkendali dibagi 2
Catatan untuk kinerja Puskesmas:
≥ 5% = 100%;
4 - < 5% = 75%
3 - < 4% = 50%
2 - < 3% = 25%
< 2% = 0%
≥ 5%Aplikasi P-Care, Laporan pelaksanaan Prolanis
11
4. Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi (Standar Pelayanan Minimal ke 8)Pelayanan kesehatan sesuai standar meliputi :
a. Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan
b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau kepatuhan minum obat
c. Melakukan rujukan jika diperlukan. Tekanan Darah Sewaktu (TDS) lebih dari 140 mmHg ditambahkan pelayanan terapi farmakologi
Jumlah penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun di wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dibagi jumlah estimasi penderita hipertensi usia ≥ 15 tahun yang berada didalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi Kab/Kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 100%Register Pelayanan
12
5. Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Mellitus (Standar Pelayanan Minimal ke 9)Pelayanan kesehatan sesuai standar yang meliputi :
a. Pengukuran gula darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan
b. Edukasi perubahan gaya hidup dan / atau nutrisi
c. Melakukan rujukan jika diperlukan.Gula darah Sewaktu (GDS) lebih dari 200 mg/dl ditambahkan pelayanan terapi farmakologi
Jumlah penderita Diabetes Mellitus usia > 15 tahun di dalam wilayah kerjanya yang mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam kurun waktu satu tahun dibagi jumlah estimasi penderita Diabetes Mellitus usia ≥15 tahun yang berada di dalam wilayah kerjanya berdasarkan angka prevalensi kab/kota dalam kurun waktu satu tahun yang sama dikali 100%. 100%Rekam Medik
13
6.Kelengkapan pengisian rekam medik Rekam medik yang lengkap dalam 24 jam setelah selesai pelayanan, diisi oleh tenaga medis dan atau paramedis (identitas, SOAP, KIE, askep, diagnosis, kode ICD X, kajian sosial, pengobatan, tanda tangan) serta pengisian identitas rekam medik lengkap oleh petugas rekam medik (nama, nomor rekam medik, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, no kartu BPJS) Jumlah rekam medik rawat jalan yang diisi lengkap dibagi jumlah rekam medik rawat jalan dikali 100%100%Rekam Medik
14
7. Rasio gigi tetap yang ditambal terhadap gigi tetap yang dicabut Pelayanan kuratif kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan di Puskesmas, dinilai dengan membandingkan perlakuan tambal/cabut gigi tetapJumlah gigi tetap yang di tambal permanen dibandingkan dengan gigi tetap yang dicabut. Catatan kinerja Puskesmas:
>1 = 100%
0,75 - 1 = 75 %,
0,5 - < 0,75 = 50 %
0,25 - <0,5 = 25 %
< 0,25 = 0 %
>1Register gigi
15
8.Bumil yang mendapat pelayanan kesehatan gigiPelayanan kesehatan gigi ibu hamil minimal 1 kali selama kehamilan di Puskesmas (konseling/ pemeriksaan/ perawatan) Jumlah ibu hamil (minimal 1x selama kehamilan) yang mendapat pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas dibagi jumlah ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas dikali 100%100%Register gigi
16
2.3.2. Pelayanan Gawat Darurat
17
1Kelengkapan pengisian informed consent Kelengkapan pengisian data informed consent meliputi identitas pasien, informasi (diagnosis dan tata cara tindakan kedokteran, tujuan tindakan kedokteran yang dilakukan, alternatif tindakan lain dan risikonya, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, prognosis dari tindakan yang akan dilakukan serta perkiraan pembiayaan) dan tanda tangan saksi serta pemberi layanan.Jumlah informed consent gawat darurat yang diisi lengkap dibagi jumlah informed consent di pelayanan gawat darurat dikali 100%100%Rekam Medik Ruang Pelayanan Gawat Darurat
18
2.3.3. Pelayanan Kefarmasian
19
1.Kesesuaian item obat yang tersedia dalam FornasEvaluasi kesesuaian item obat yang tersedia di Puskesmas terhadap Fornas FKTP. Perhitungan evaluasi kesesuaian item obat yang tersedia dengan Fornas dilakukan setiap bulan.Jumlah item obat di Puskemas yang sesuai dengan Fornas FKTP dibagi jumlah item obat yang tersedia di Puskemas dikali 100 %. Contoh: Jumlah obat Puskesmas yang sesuai dengan fornas 297 item, yang tersedia 513 item, maka % kesesuaian =297/513x 100 %= 57,89%80%Data stok obat
20
2 .Ketersediaan obat dan vaksin terhadap 45 item obat dan vaksin indikator Tersedianya obat dan vaksin untuk pelayanan kesehatan dasar terhadap 45 item obat indikator (Albendazol /Pirantel Pamoat, Alopurinol, Amlodipin/Kaptopril, Amoksisilin 500 mg, Amoksisilin sirup, Antasida tablet kunyah/antasida suspensi, Amitriptilin tab, Asam Askorbat (Vitamin C), Asiklovir, Betametason salep, Deksametason tablet/deksametason injeksi, Diazepam injeksi 5 mg/ml, Diazepam, Dihidroartemsin+piperakuin (DHP) dan primaquin, Difenhidramin Inj. 10 mg/ml, Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1 % (sebagai HCl), Fitomenadion (Vitamin K) injeksi, Furosemid 40 mg/Hidroklorotiazid (HCT), Garam Oralit serbuk, Glibenklamid/Metformin, Hidrokortison krim/salep, Kotrimoksazol (dewasa) kombinasi tablet/Kotrimoksazol suspensi, Ketoconazol tab, Klorfeniramin Maleat (CTM) tab, Lidokain inj, Magnesium Sulfat injeksi, Metilergometrin Maleat injeksi 0,200 mg-1 ml, Natrium Diklofenak, OAT FDC Kat 1, Oksitosin injeksi, Parasetamol sirup 120 mg / 5 ml, Parasetamol 500 mg, Prednison 5 mg, Retinol 100.000/200.000 IU, Salbutamol, Salep Mata/Tetes Mata Antibiotik, Simvastatin, Tablet Tambah Darah, Vitamin B6 (Piridoksin), Zinc 20 mg), Vaksin Hepatitis B, Vaksin BCG, Vaksin DPT - Hb - HIB, Vaksin Polio, Vaksin Campak/Vaksin Rubella) Pemilihan obat dan vaksin 45 item tersebut adalah sesuai dengan Indikator Kinerja Kementerian pada Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekkes Ditjen Farmalkes Kemkes RI. Penilaian ketersediaan obat dan vaksin dilakukan setiap bulan.Bila obat tersedia untuk pelayanan di Puskesmas maka diberi angka 1, bila obat tidak tersedia untuk pelayanan di Puskesmas maka diberi angka 0 (catatan : bila obat tidak dibutuhkan oleh Puskesmas dan tidak tersedia (kosong) di Puskesmas tersebut maka dalam format pelaporannya ditulis N/A, dan dalam perhitungan dianggap bernilai 1). Perhitungan diperoleh dengan cara = Jumlah kumulatif item obat indikator yang tersedia di Puskesmas dibagi 45 dikali 100 %85%Data stok obat/LPLPO
21
3.Penggunaan antibiotika pada penatalaksanaan ISPA non pneumoniaPenggunaan antibiotika pada penatalaksanaan kasus ISPA non pneumoni per lembar resep terhadap seluruh kasus tersebut. Penggunaan antibiotik pada penatalaksanaan kasus ISPA non-pneumonia memiliki batas toleransi maksimal sebesar 20%. Data sampel diambil dari resep 1 kasus per hari dengan urutan pertama dengan diagnosa penyakit misal seperti ISPA ats (acute upper respiratory tract infection) (diagnosa dokter/perawat tidak spesifik), pilek (common cold), batuk-pilek, otitis media, sinusitis atau dalam kode ICD X berupa J00, J01, J04, J05, J06, J10, J11.Jumlah Penggunaan Antibiotika pada ISPA non Pneumonia dibagi Jumlah kasus ISPA non Pneumonia dikali 100 %
Catatan kinerja Puskesmas :
≤ 20% = 100%
21-40 % =75%
41-60 % = 50%
61-80 % = 25%
> 80 % = 0%
≤ 20 %Resep, diagnosa pasien , Laporan POR bulanan
22
4Penggunaan antibiotika pada penatalaksanaan kasus diare non spesifikPenggunaan antibiotika pada penatalaksanaan kasus diare non spesifik terhadap seluruh kasus tersebut. Penggunaan antibiotik pd penatalaksanaan kasus diare non-spesifik memiliki batas toleransi maksimal 8 %. Diare Non Spesifik meliputi Gastroenteritis, penyebab tidak jelas, virus, dll (non bakterial). Data sampel diambil dari resep 1 kasus per hari dengan urutan pertama dengan diagnosa penyakit ditulis diare mencret atau sejenisnya atau dalam kode ICD X berupa A09 dan K52. Jumlah penggunaan Antibiotika pada diare non spesifik dibagi jumlah kasus diare non spesifik dikali 100 %
Catatan kinerja Puskesmas :
≤ 8 % = 100%
9 - 20 % = 75%
21 - 40 % = 50%
41 - 60 % = 25%
> 60% = 0%
≤ 8 %Resep, diagnosa pasien , Laporan POR bulanan
23
5.Penggunaan Injeksi pada Myalgia Penggunaan injeksi pada penatalaksanaan kasus myalgia terhadap seluruh kasus tersebut. Penggunaan injeksi pada penatalaksanaan kasus myalgia dengan batas toleransi maksinal 1%. Data sampel diambil dari resep 1 kasus per hari dengan urutan pertama dengan diagnosa penyakit nyeri otot, pegal-pegal sakit pinggang, atau sejenisnya yang tidak membutuhkan injeksi (misal vitamin B1) Jumlah penggunaan injeksi pada myalgia dibagi jumlah kasus myalgia dikali 100%
Catatan kinerja Puskesmas:
≤ 1 % = 100%
2 - 10 % =75%
11 - 20 % = 50%
21 - 30 % = 25%
> 30 % = 0%
≤ 1 %Resep, diagnosa pasien , Laporan POR bulanan
24
6. Rerata item obat yang diresepkan rerata item obat per lembar resep terhadap seluruh kasus tersebut. Rerata item obat perlembar resep dengan batas toleransi 2,6. ( perhitungan sesuai dengan laporan Penggunaan Obat Rasional bulanan puskesmas)Jumlah item obat per lembar resep dibagi jumlah resep
Catatan kinerja Puskesmas:
≤ 2,6 = 100%
2,7 - 4 =75%
5 - 7 = 50%
8 - 9 = 25%
> 9 = 0%
≤ 2,6Resep, diagnosa pasien , Laporan POR bulanan
25
7Pengkajian resep,pelayanan resep dan pemberian informasi obatJumlah kegiatan pengkajian resep ,pelayanan resep dan pemberian informasi obat yang terdokumentasi.Jumlah kegiatan pengkajian resep ,pelayanan resep dan pemberian informasi obat yang terdokumentasi dibagi jumlah resep yang masuk setiap bulan dikali 100%.80%Resep, diagnosa pasien , dokumentasi pengkajian resep dan pemberian informasi obat, Laporan Pelayanan Kefarmasian
26
8KonselingJumlah Konseling yang dilakukan pada pasien kronis ( penderita DM, Hipertensi, TB, HIV/AIDS, ODGJ) yang terdokumentasi.Jumlah Konseling yang dilakukan pada pasien kronis ( penderita DM, Hipertensi, TB, HIV/AIDS, ODGJ) yang terdokumentasi dibagi jumlah pasien kronis( penderita DM, Hipertensi, TB, HIV/AIDS, ODGJ) yang menerima resep setiap bulan dikali 100%5%Resep, diagnosa pasien ,Dokumentasi konseling, Laporan Pelayanan Kefarmasian
27
9Pelayanan Informasi ObatJumlah pelayanan Informasi Obat yang terdokumentasi.Jumlah pelayanan informasi obat yang terdokumentasi di bagi jumlah kegiatan pelayann informasi obat ( aktif dan pasif) setiap bulan dikali 100%10%Dokumentasi PIO, Laporan Pelayanan Kefarmasian
29
2.3.4.Pelayanan laboratorium 
30
1.Kesesuaian jenis pelayanan laboratorium dengan standar50 Jenis pelayanan meliputi: a.Hemoglobin, Hematokrit, Hitung eritrosit, Hitung trombosit, Hitung lekosit, Hitung jenis lekosit, LED, Masa perdarahan dan Masa pembekuan.
b. Kimia klinik: Glukosa, Protein, Albumin, Bilirubin total, Bilirubin direk, SGOT, SGPT, Alkali fosfatase, Asam urat,Ureum/BUN, Kreatinin, Trigliserida, Kolesterol total, Kolesterol HDL dan Kolesterol LDL.
c. Mikrobiologi dan Parasitologi: BTA, Diplococcus gram negatif, Trichomonas vaginalis, Candida albicans, Bacterial vaginosis, Malaria, Microfilaria dan Jamur permukaan.
d. Imunologi: Tes kehamilan, Golongan darah, Widal, VDRL, HbsAg, Anti Hbs, Anti HIV dan Antigen/antibody dengue.
e. Urinalisa: Makroskopis (Warna, Kejernihan, Bau, Volume), pH, Berat jenis, Protein, Glukosa, Bilirubin, Urobilinogen, Keton, Nitrit, Lekosit, Eritrosit dan Mikroskopik (sedimen).
f. Tinja: Makroskopik, Darah samar dan Mikroskopik.
Jumlah jenis pelayanan yang tersedia dibagi Jumlah standar jenis pelayanan (50) dikali 100%60%Surat Keputusan Kepala Puskesmas tentang Jenis Layanan
31
2.Ketepatan waktu tunggu penyerahan hasil pelayanan laboratorium Waktu mulai pasien diambil sample sampai dengan menerima hasil yang sudah diekspertisi sesuai jenis pemeriksaan dan kebijakan tentang waktu tunggu penyerahan hasil Jumlah pasien dengan waktu tunggu penyerahan hasil pelayanan laboratorium sesuai jenis pemeriksaan dan kebijakan dibagi jumlah seluruh pemeriksaan dikali 100%100%Survey, register
32
3.Kesesuaian hasil pemeriksaan baku mutu internal (PMI)Pemeriksaan mutu pelayanan laboratorium oleh Tenaga Puskesmas yang kompeten, dilakukan evaluasi, analisa dan tindak lanjutJumlah pemeriksaan mutu internal yang memenuhi standar minimal 1 (satu) parameter dari hematologi, Kimia Klinik, serologi, dan bakteriologi dibagi jumlah pemeriksaan dalam 1 (satu) bulan dikali 100%100%Hasil Pemeriksaan Baku Mutu Internal
33
4. Pemeriksaan Hemoglobin pada ibu hamil Pemeriksaan Hemoglobin pada ibu hamil minimal 1 (satu) kali selama kehamilan oleh tenaga yang kompetenJumlah pemeriksaan Hemoglobin minimal 1 (satu) kali pada ibu hamil dibagi jumlah ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas dikali 100%100%Register Pemeriksaan Laboratorium Pedoman KIA
34
2.3.5.Pelayanan Rawat Inap
35
1.Bed Occupation Rate(BOR)Prosentase pemakaian tempat tidur di Puskesmas rawat inap setiap bulanJumlah hari perawatan dalam 1 bulan dibagi hasil kali jumlah tempat tidur dengan jumlah hari dalam 1 bulan dikali 100 %
Catatan kinerja Puskesmas :
10% - 60% = 100%
>60 - 70% = 75%
>70 - 80% = 50%
>80 - 90% = 25%
<10% atau >90% = 0%
10% - 60%Rekam Medik
36
2.Kelengkapan pengisian rekam medik rawat inap Rekam medik yang telah diisi lengkap pada pelayanan rawat inap oleh staf medis dan atau tenaga yang diberikan pelimpahan kewenangan, meliputi kelengkapan pengisian identitas, SOAP, KIE, asuhan keperawatan, lembar observasi , lembar rujukan, asuhan gizi, resume medis, surat pemulangan, informed concent, monitoring rujukan, monitoring pra, selama dan sesudah pemberian anestesi dan laporan operasi Jumlah rekam medis yang lengkap dibagi jumlah rekam medis per bulan di pelayanan rawat inap dikali 100%100%Rekam Medik
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101