ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZAAABAC
1
FASE A: KELAS 1 SD
2
RasionalAlur Tujuan dan Pembelajaran dalam fase ini disusun dengan tujuan untuk memperkuat fondasi dasar keterampilan literasi pelajar kelas awal. Sebelum dapat menguasai aneka keterampilan berbahasa yang lebih kompleks, pelajar kelas awal perlu diberikan beragam latihan, contoh, dan strategi yang dapat membantu mereka mempersiapkan diri. Bentuk kegiatan dan latihan dimulai dari diri sendiri serta lingkungan yang dekat dengan keseharian mereka. Aneka pilihan kegiatan dalam ATP ini dimaksudkan untuk membentuk pribadi pelajar yang mengenal dirinya, terampil mengemukakan gagasannya, mandiri dalam melakukan aneka tugas sederhana, percaya diri akan kemampuannya, serta berani mencoba sehingga dapat berdaya di dalam lingkungannya.
3
KOMPETENSI
4
MENYIMAKMEMBACA DAN MEMIRSABERBICARA DAN MEMPRESENTASIKANMENULIS
5
Capaian PembelajaranPelajar mampu bersikap menjadi penyimak yang baik. Pelajar mampu memahami pesan lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.Pelajar mampu bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang baik. Pelajar mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi anak. Pelajar mampu menambah kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan ilustrasi.Pelajar mampu melafalkan teks dengan tepat, berbicara dengan santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks. Pelajar mampu bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, guru, dan orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan. Pelajar mampu mengungkapkan gagasan secara lisan dengan bantuan gambar dan/atau ilustrasi. Pelajar mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar; dan menceritakan kembali teks narasi yang dibacakan atau dibaca dengan topik diri dan lingkungan.Pelajar mampu bersikap dalam menulis di atas kertas dan/atau melalui media digital. Pelajar mampu menulis deskripsi dengan beberapa kalimat tunggal, menulis rekon tentang pengalaman diri, menulis kembali narasi berdasarkan fiksi yang dibaca atau didengar, menulis prosedur tentang kehidupan sehari-hari, dan menulis eksposisi tentang kehidupan sehari-hari. Pelajar mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik.
6
Alur Tujuan Pembelajaran dalam setiap fase1.1. Pelajar memahami dan dapat mempraktikkan instruksi lisan yang diberikan orang tua dan guru mengenai aktivitas yang berhubungan dengan bantu diri (mandi, berganti pakaian, membersihkan diri, makan, mengenal anggota tubuh dan fungsinya).1.1. Pelajar dapat memahami makna aneka kata yang sering digunakan dalam keseharian dan lingkungannya (berhubungan dengan tubuh dan diri sendiri, lingkungan sekitar, keluarga, konsep waktu, rutinitas harian di rumah, sekolah, dan tempat umum).1.1. Pelajar dapat memahami konteks dasar saat berbicara. 1.1. Pelajar mengenal ke-26 alfabet dan dapat menuliskannya dengan tulisan tangan secara benar.
7
1.2. Pelajar dapat menyebutkan identitas dasar buku dan unsur intrinsik penokohan dari buku yang dibacakan. (judul buku, nama pengarang, nama tokoh utama,latar, dan inti cerita).1.2. Pelajar dapat memaknai gambar atau ilustrasi dalam sebuah teks secara tepat; Memahami hubungan antara tulisan dengan ilustrasi/gambar pada buku cerita atau teks non fiksi sederhana (denah rumah dan sekolah, gambar hewan, benda, lingkungan sekitar). 1.2. Pelajar mampu menanggapi aneka informasi yang mereka terima dengan reaksi yang tepat atau sesuai. 1.2. Pelajar mampu membedakan huruf dan bunyi huruf sehingga mampu menyalin kata yang dilihat dan didengar.
8
1.3. Pelajar memahami serta mampu menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan teks aural yang dibacakan guru dan orang tua sesuai jenjangnya. Kata tanya yang dikuasai: 'apa' dan 'siapa'.1.3. Pelajar dapat menjelaskan kembali makna sebuah ilustrasi atau gambar dengan kalimat sendiri (denah rumah dan sekolah, gambar hewan, benda, lingkungan sekitar). 1.3. Pelajar dapat menceritakan tentang dirinya sesuai konteks dengan runtut dan jelas (pengalaman, identitas, keunikan diri, peran di dalam keluarga). 1.3. Pelajar mampu mengidentifikasi tulisannya sendiri kemudian memperbaiki kesalahan sederhana dalam tulisannya.
9
Perkiraan jumlah jam pelajaran1.1. 5 jam pelajaran. Memahami instruksi adalah salah satu kecakapan hidup, maka proses pembelajaran ini dilakukan di sepanjang kegiatan belajar, tidak hanya dalam pelajaran Bahasa Indonesia saja. 1.1. 5 jam pelajaran --> Selama pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung; Guru dapat menyediakan Dinding Kata untuk mengumpulkan semua kata baru yang dipelajari. Dinding Kata ini dapat digunakan juga untuk kegiatan review. 1.1. 5 jam pelajaran. Keterampilan ini tidak hanya bisa diajarkan sebatas pelajaran Bahasa Indonesia saja. Sangat mungkin untuk dikombinasikan bersama dengan pelajaran/kegiatan lain. 1.1. 5 jam pelajaran. Keterampilan ini tidak hanya bisa diajarkan sebatas pelajaran Bahasa Indonesia saja. Sangat mungkin untuk dikombinasikan bersama dengan pelajaran/kegiatan lain.
10
1.2. 5 jam pelajaran untuk materinya secara spesifik, namun dapat dilanjutkan/diulang terus selama ada kegiatan membaca buku. 1.2. 5 jam pelajaran. Keterampilan ini tidak hanya bisa diajarkan sebatas pelajaran Bahasa Indonesia saja. Sangat mungkin untuk dikombinasikan bersama dengan pelajaran/kegiatan lain. Jika untuk melatih keterampilan dasar kompetensi ini, dapat dilakukan selama 5 jam pelajaran per minggu secara bertahap. 2.2. 8-10 jam pelajaran (1-2 minggu belajar), secara bertahap.1.2. 5 jam pelajaran. Keterampilan ini tidak hanya bisa diajarkan sebatas pelajaran Bahasa Indonesia saja. Sangat mungkin untuk dikombinasikan bersama dengan pelajaran/kegiatan lain.
11
1.3. 5 jam pelajaran untuk melatih siswa, namun dapat dilanjutkan/ diulang terus selama ada kegiatan yang berhubungan dengan keterampilan mendengarkan. 1.3. 5 jam pelajaran - Keterampilan ini juga perlu diberikan secara bertahap dan ditargetkan dengan jelas indikatornya. Misal, murid dapat menjelaskan hubungan antara gambar/ilustrasi dengan informasi yang sesuai. Belum perlu terlalu kaku dengan pilihan kata dan susunan kalimatnya. Keterampilan ini juga dapat dilatih bersama pelajaran/kegiatan non Bahasa Indonesia. 2.3. 5 jam pelajaran. Keterampilan ini tidak hanya bisa diajarkan sebatas pelajaran Bahasa Indonesia saja. Sangat mungkin untuk dikombinasikan bersama dengan pelajaran/kegiatan lain. 1.3. Kurang lebih 1 kuartal (3 bulan), dengan pelajaran Bahasa Indonesia 5 jam per minggu. Tentunya dapat diselingi dengan fokus kompetensi yang lain (tidak melulu kegiatan menulis).
12
Kata/frasa kunci1.1. Pelajar mengetahui dan mampu melakukan aneka aktivitas yang berhubungan dengan diri sendiri secara mandiri, terutama bantu diri. 1.1. Pelajar memperkaya pengetahuan kosakatanya.

Hal ini dimulai dari kegiatan sehari-hari dan peristiwa yang berhubungan dengannya. Tujuan utamanya bukan seberapa banyak kata-kata baru yang dapat dihafal, namun agar pelajar dapat mengembangkan keterampilan bantu dirinya sekaligus mengembangkan keterampilan sosial --> bagaimana pelajar dapat berkomunikasi dengan orang tua, guru, dan teman.
1.1. Konteks dasar berbicara yang dapat mulai diajarkan kepada pelajar kelas 1: volume suara dan menjawab sesuai pertanyaan.

Volume: disesuaikan dengan besar ruangan (bagaimana bicara di kelas, di lapangan, di playground, dst.), disesuaikan dengan jumlah pendengar (kalau hanya mengobrol berdua atau berkelompok).

Menjawab sesuai pertanyaan: jawaban yang diberikan sesuai dengan pertanyaannya. Guru dapat membantu mengingatkan pelajar, memberikan bantuan berupa probing atau kata-kata yang bisa digunakan.
1.1. Dalam memperkenalkan huruf, guru perlu memperhatikan kesiapan motorik halus tiap pelajar sebab hal tersebut merupakan modal utama keterampilan menulis.

Saat mengajarkan cara menulis huruf yang benar, guru juga perlu menyepakati panduan bentuk huruf yang akan diajarkan di sekolah (sebab ada beberapa huruf yang bentuknya berbeda: "a", "
a")
13
1.2. Pelajar mengetahui dan memahami bahwa judul dan nama pengarang merupakan salah satu elemen penting dalam sebuah buku.

Jika pelajar belum bisa membaca, mereka dapat mengingat atau menunjuk judul dan nama pengarangnya pada sebuah buku.
1.2. Jenis buku yang banyak dibaca oleh murid kelas 1 adalah buku cerita bergambar. Jika hendak diperkenalkan dengan teks non fiksi, pastikan teks tersebut dilengkapi dengan gambar yang jelas.

Guru juga perlu memperhatikan buku yang akan digunakan: gambar yang menarik, jelas (tidak ambigu), dan berhubungan dengan isi teks sehingga pelajar dapat dengan mudah menemukan keterkaitan antara gambar dengan isi teks.
1.2. Keterampilan ini dapat dilatih dengan memperbanyak sesi diskusi bersama. Topik diskusi dimulai dari yang sederhana dulu, misal: kegiatan sehari-hari, hobi, atau membahas buku yang sedang dibaca.

Pada awalnya, pertanyaan-pertanyaan pemantik memang diberikan oleh guru dulu, sambil guru juga mengamati bagaimana tanggapan pelajar.

Guru juga perlu memberikan kesempatan kepada pelajar untuk bertanya, mengemukakan pendapatnya, bahkan menyanggah.
1.2. Dalam memperkenalkan huruf, guru dapat menghubungkannya dengan kata-kata sederhana dan dekat dengan anak (nama anak, benda-benda sehari-hari, kata yang ditemukan di buku).

Hal ini bertujuan agar pelajar lebih mudah memahami sekaligus mengingat huruf-huruf tersebut serta bunyinya, tidak sekadar bisa menyalin saja.
14
1.3. Pelajar dapat memahami informasi sederhana dari teks yang ia dengar.

Teks yang didengar dapat berupa buku cerita dengan kalimat-kalimat pendek, instruksi pendek, sapaan kepada dirinya, gambar/ilustrasi sederhana dari sebuah cerita.
1.3. Perancah yang dapat diberikan kepada pelajar terkait kemampuan ini adalah mulai dengan hal-hal yang sederhana dan dekat dengan keseharian mereka.

Guru dapat memberikan bimbingan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemantik yang dapat membantu pelajar mengkonstruksikan pendapatnya dalam bentuk lisan atau tulisan sederhana.

Kesempatan ini juga dapat digunakan oleh guru dan orang tua untuk memperkenalkan kosakata baru yang dapat digunakan pelajar dalam menjelaskan maksudnya.
1.3. Peserta didik yang pengalamannya kaya biasanya akan mengaitkan jawaban atau tanggapannya dengan pengalamannya tersebut. Hal ini adalah hal yang baik, karena artinya, topik yang sedang didiskusikan dekat dengan mereka.

Mereka berarti juga dapat menemukan benang merah antara pengalaman dengan hal yang sedang dibicarakan.

Guru perlu melatih keterampilan ini dengan membantu pelajar menyampaikannya dengan runut dan jelas.
1.3. Keterampilan ini juga bermanfaat bagi perkembangan metakognisi pelajar: memahami kemampuan diri sendiri sehingga ketika perlu memperbaiki kesalahan, mereka benar-benar paham, bukan sekadar diminta oleh guru.

Bentuk kesalahan yang dapat disadari sendiri oleh pelajar: penulisan bentuk huruf, cara menulis dari kiri ke kanan --> sangat berhubungan dengan poin 1.1 dan 1.2.
15
Profil Pelajar PancasilaBeriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia - Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan Spiritual: Mulai membiasakan diri untuk disiplin, rapi, membersihkan dan merawat diri dalam semua aktivitas kesehariannya.Bernalar Kritis - Mengajukan Pertanyaan: Mengajukan pertanyaan untuk menjawab
keingintahuannya dan untuk mengidentifikasi suatu permasalahan mengenai diri dan lingkungan sekitarnya.
Berkebinekaan Global - Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya: Memahami bahwa kemajemukan dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang baru.Mandiri - Memahami strategi dan rencana pengembangan diri: Mengidentifikasi
beberapa strategi dan cara belajar dengan bimbingan dari orang dewasa.
16
Bergotong-royong- Komunikasi: Menyimak informasi
sederhana dari orang lain dan menyampaikan informasi sederhana
kepada orang lain.
Kreatif - Menghasilkan gagasan yang orisinal: Menggabungkan beberapa gagasan menjadi ide atau gagasan imajinatif yang bermakna untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya.Bernalar Kritis - Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan: Mengidentifikasi proses penalaran untuk menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan.Mandiri - Mengembangkan Refleksi Diri: Melakukan refleksi terhadap apa yang
telah dipelajari tentang dirinya sendiri berdasarkan pengalaman di rumah dan di sekolah.
17
GlosariumAnggota tubuh: kaki, tangan, lengan, bahu, hidung, mata, telinga, dsb; Anggota keluarga: ayah, ibu, kakak, adik, nenek, kakek, oma, opa, om, tante, sepupu, dsb; Aktivitas sehari-hari: mandi, makan, tidur, bangun tidur, sekolah, main, belajar, dsb; Benda: buku, tas sekolah, pensil, penggaris, penghapus, handuk, sabun, bak mandi, keset, selimut, bantal, dsb; Kata yang lebih spesifik (sesuai tema): pengarang, penulis, sampul, angka, huruf, apa, siapa, berapa, dsb. Nama-nama hewan yang umum, kata benda/kerja/sifat lain yang berhubungan dengan buku/teks yang sedang dibaca atau tema yang sedang dipelajari. Kata-kata yang berhubungan dengan konsep waktu: sekarang, kemarin, hari ini, besok, lusa, nama-nama hari, nama-nama bulan dalam satu tahun, minggu depan, tahun depan, bulan depan.Kata keterangan waktu: kemarin, besok, nanti, pagi, siang, sore, malam, hari ini, sekarang, dsb; Nama-nama hewan, kata benda/kerja/sifat lain yang berhubungan dengan teks yang sedang dibaca.Kata-kata dengan diftong: 'au', 'ai', 'oi', dsb; Kata-kata dengan gabungan huruf konsonan: 'ng', ny', kh', dsb. Nama-nama hewan, kata benda/kerja/sifat lain yang berhubungan dengan teks yang sedang dibaca.
18
AW
19
KESIMPULAN FASE A KELAS 1 Tujuan Pembelajaran disusun secara berurutan dari 1.1. sampai 1.12.1.1. Menyimak: Pelajar memahami dan dapat mempraktikkan instruksi lisan yang diberikan orang tua dan guru mengenai aktivitas yang berhubungan dengan bantu diri (mandi, berganti pakaian, membersihkan diri, makan). pelajar mengetahui dan mampu melakukan aneka aktivitas yang berhubungan dengan diri sendiri secara mandiri, terutama bantu diri. 5 JP
20
1.2. Membaca dan Memirsa: Pelajar memahami makna aneka kata yang sering digunakan dalam keseharian pelajar: berhubungan dengan diri sendiri, rutinitas harian di rumah, sekolah, dan tempat umum. pelajar memperkaya pengetahuan kosakatanya. Hal ini dimulai dari kegiatan sehari-hari dan peristiwa yang berhubungan dengannya. Tujuan utamanya bukan seberapa banyak kata-kata baru yang dapat dihafal, namun agar pelajar dapat mengembangkan keterampilan bantu dirinya sekaligus mengembangkan keterampilan sosial --> bagaimana pelajar dapat berkomunikasi dengan orang tua, guru, dan teman. 5 JP
21
1.3. Berbicara dan Mempresentasikan: Memahami konteks dasar saat berbicara. Konteks dasar berbicara yang dapat mulai diajarkan kepada pelajar kelas 1: volume suara dan menjawab sesuai pertanyaan. Volume: disesuaikan dengan besar ruangan (bagaimana bicara di kelas, di lapangan, di playground, dst.), disesuaikan dengan jumlah pendengar (kalau hanya mengobrol berdua atau berkelompok). Menjawab sesuai pertanyaan: jawaban yang diberikan sesuai dengan pertanyaannya. Guru dapat membantu mengingatkan pelajar, memberikan bantuan berupa probing atau kata-kata yang bisa digunakan. 5 JP
22
1.4. Menyimak: Pelajar memahami dan mampu menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan teks aural yang dibacakan guru dan orang tua sesuai jenjangnya. Kata tanya yang dikuasai: 'apa' dan 'siapa'. pelajar dapat memahami informasi sederhana dari teks yang ia dengar. Teks yang didengar dapat berupa buku cerita dengan kalimat-kalimat pendek, instruksi pendek, sapaan kepada dirinya, gambar/ilustrasi sederhana dari sebuah cerita. 5 JP
23
1.5. Berbicara dan Mempresentasikan: Pelajar mampu menanggapi aneka informasi yang mereka terima dengan reaksi yang tepat atau sesuai. Keterampilan ini dapat dilatih dengan memperbanyak sesi diskusi bersama. Topik diskusi dimulai dari yang sederhana dulu, misal: kegiatan sehari-hari, hobi, atau membahas buku yang sedang dibaca. Pada awalnya, pertanyaan-pertanyaan pemantik memang diberikan oleh guru dulu, sambil guru juga mengamati bagaimana tanggapan pelajar. Guru juga perlu memberikan kesempatan kepada pelajar untuk bertanya, mengemukakan pendapatnya, bahkan menyanggah. 8 JP
24
1.6. Berbicara dan Mempresentasikan: Menceritakan pengalaman pribadi sesuai konteks dengan runtut dan jelas. Anak-anak yang pengalamannya kaya biasanya akan mengaitkan jawaban atau tanggapannya dengan pengalamannya tersebut. Hal ini adalah hal yang baik, karena artinya, topik yang sedang didiskusikan dekat dengan anak. Mereka berarti juga dapat menemukan benang merah antara pengalaman dengan hal yang sedang dibicarakan. Guru perlu melatih keterampilan ini dengan membantu pelajar menyampaikannya dengan runtut dan jelas. 5 JP
25
1.7. Menulis: Pelajar mengenal ke-26 alfabet dan dapat menuliskannya dengan tulisan tangan secara benar. Dalam memperkenalkan huruf, guru perlu memperhatikan kesiapan motorik halus tiap pelajar sebab hal tersebut merupakan modal utama keterampilan menulis. Saat mengajarkan cara menulis huruf yang benar, guru juga perlu menyepakati panduan bentuk huruf yang akan diajarkan di sekolah (sebab ada beberapa huruf yang bentuknya berbeda: "a", "a")5 JP
26
1.8. Menulis: Mampu membedakan huruf dan bunyi huruf sehingga mampu menyalin kata yang dilihat dan didengar. Dalam memperkenalkan huruf, guru dapat menghubungkannya dengan kata-kata sederhana dan dekat dengan anak (nama anak, benda-benda sehari-hari, kata yang ditemukan di buku). Hal ini bertujuan agar pelajar lebih mudah memahami sekaligus mengingat huruf-huruf tersebut serta bunyinya, tidak sekadar bisa menyalin saja. 5 JP
27
1.9. Menyimak: Pelajar dapat menyebutkan identitas dasar buku dan unsur intrinsik penokohan dari buku yang dibacakan. (judul buku, nama pengarang, nama tokoh utama,latar, dan inti cerita).5 JP
28
1.10.Membaca dan Memirsa: Pelajar dapat memaknai gambar atau ilustrasi dalam sebuah teks secara tepat; Memahami hubungan antara tulisan dengan ilustrasi/gambar pada buku cerita atau teks non fiksi sederhana. Jenis buku yang banyak dibaca oleh murid kelas 1 adalah buku cerita bergambar. Jika hendak diperkenalkan dengan teks non fiksi, pastikan teks tersebut dilengkapi dengan gambar yang jelas. Guru juga perlu memperhatikan buku yang akan digunakan: gambar yang menarik, jelas (tidak ambigu), dan berhubungan dengan isi teks sehingga pelajar dapat dengan mudah menemukan keterkaitan antara gambar dengan isi teks. 5 J
29
1.11.Membaca dan Memirsa: Menjelaskan kembali makna sebuah ilustrasi atau gambar dengan kalimat sendiri. Perancah yang dapat diberikan kepada pelajar terkait kemampuan ini adalah mulai dengan hal-hal yang sederhana dan dekat dengan keseharian mereka. Guru dapat memberikan bimbingan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemantik yang dapat membantu pelajar mengkonstruksikan pendapatnya dalam bentuk lisan atau tulisan sederhana. Kesempatan ini juga dapat digunakan oleh guru dan orang tua untuk memperkenalkan kosakata baru yang dapat digunakan pelajar dalam menjelaskan maksudnya. 5 J
30
1.12.Menulis: Pelajar mampu mengidentifikasi tulisannya sendiri kemudian memperbaiki kesalahan sederhana dalam tulisannya. Keterampilan ini juga bermanfaat bagi perkembangan metakognisi pelajar: memahami kemampuan diri sendiri sehingga ketika perlu memperbaiki kesalahan, mereka benar-benar paham, bukan sekadar diminta oleh guru. Bentuk kesalahan yang dapat disadari sendiri oleh pelajar: penulisan bentuk huruf, cara menulis dari kiri ke kanan. 5 J
31
KESIMPULAN FASE A KELAS 2 Tujuan Pembelajaran disusun secara berurutan dari 2.1. sampai 2.12.2.1. Menyimak: Pelajar memahami dan dapat mempraktikkan instruksi lisan yang diberikan orang tua dan guru terkait aktivitas yang lebih kompleks dan berdampak bagi orang lain di luar dirinya. Mereka mulai memahami bahwa dirinya adalah bagian dari kelompok, maka perlu menguasai beberapa keterampilan lain yang berkaitan dengan hal tersebut. pelajar dapat diberi tanggungjawab kelompok, tugas-tugas rumah tangga sederhana, atau dipercaya menjadi petugas kelas.5 JP
32
2.2. Menyimak: Pelajar memahami dan mampu menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan teks aural yang dibacakan guru dan orang tua sesuai jenjangnya. Kata tanya yang dikuasai: 'apa', 'siapa', 'di mana', 'berapa', 'kapan'. Pelajar juga dapat memahami informasi yang lebih panjang atau kompleks dari teks yang ia dengar. Teks yang didengar dapat berupa buku cerita sesuai jenjangnya, instruksi, pertanyaan, simbol/gambar. 5 JP
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100