ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
Lampiran 4
2
3
Definisi Operasional, Cara Penghitungan dan Target Indikator Kinerja UKM Pengembangan Puskesmas
4
5
NoIndikator UKM PengembanganDefinisi OperasionalCara PenghitunganTarget Th 2022Sumber Data
6
2.2.1.Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat
7
1.PAUD dan TK yang mendapat penyuluhan/pemeriksaan gigi dan mulut PAUD dan TK yang mendapat penyuluhan/ pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut di wilayah kerja Puskesmas dalam waktu 1 tahunJumlah PAUD dan TK yang mendapat penyuluhan/ pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut dibagi jumlah PAUD/TK di wilayah kerja Puskesmas dikali 100%50%Lap puskesmas
8
2.Kunjungan ke Posyandu terkait kesehatan gigi dan mulutKunjungan petugas Puskesmas terkait kesehatan gigi dan mulut ke Posyandu di wilayah kerja Puskesmas dalam waktu 1 tahunJumlah kunjungan petugas Puskesmas terkait kesehatan gigi dan mulut ke Posyandu dibagi jumlah Posyandu di wilayah kerja Puskesmas dikali 100%30%Lap puskesmas
9
2.2.2.Pelayanan Kesehatan Indera
10
1Deteksi dini ganguan penglihatan dan ganguan pendengaran paling kurang pada 40% populasi Deteksi dini gangguan penglihatan melalui E-tumbling, E-chart Snellen chart dan pendengaran melalui tes suara, garpu tala pada minimal40% penduduk. Kompilasi data deteksi dini di UKBM (Posbindu, Posyandu, UKS, UKK) dan FKTP Integrasi dengan SPM Balita, UKS dan LansiaHasil kegiatan Deteksi Dini Ganguan Indera (Penglihatandan Pendengaran) dibagi Total Populasi /penduduk dikali 100%40%
11
2.2.3 Penanganan Masalah Penyalahgunaan Napza
12
1. Penyediaan dan penyebaran informasi tentang pencegahan & penanggulangan bahaya penyalahgunaan NapzaPenyuluhan tentang pencegahan & penanggulangan bahaya penyalahgunaan Napza kepada siswa sekolah (setingkat SD, SLTP & SLTA).Jumlah sekolah (setingkat SD, SLTP & SLTA) yang mendapatkan penyuluhan dibagi jumlah seluruh sekolah (setingkat SD, SLTP & SLTA) di wilayah kerja Puskesmas dikali 100%.10%laporan tribulan
13
2.2.4. Kesehatan Matra
14
1.Hasil pemeriksaan kesehatan jamaah haji 3 bulan sebelum operasional terdata.Jemaah haji yang dilakukan pemeriksaan kesehatan yang dientry dalam siskohat (Sistem Komputerisasi Kesehatan Terpadu) pada 3 (tiga) bulan sebelum operasional Jumlah hasil pemeriksaan jemaah haji yang dientry dalam siskohat pada 3 (tiga) bulan sebelum operasional dibagi dengan jumlah kuota jemaah haji pada tahun berjalan dikali 100 %100%Laporan online
15
2.2.5.Pelayanan Kesehatan Tradisional
16
1.Penyehat Tradisional yang memiliki STPTPenyehat Tradisional yang memiliki STPT ( Surat Terdaftar Penyehat Tradisional) yang ada di wilayah kerja Puskesmas. Penyehat Tradisional adalah seseorang yang memiliki pengetahuan pengobatan radisional dengan modalitas ketrampilan dan ramuan yang diperoleh secara turun temurun atau kursus pada penyehat tradisional seniorJumlah Penyehat Tradisional yang memiliki STPT dibagi jumlah Penyehat Tradisional yang ada di wilayah kerja Puskesmas dikali 100%15%Laporan Tribulan PKT (Pelayanan Kesehatan Tradisional)
17
2.Kelompok Asuhan Mandiri yang terbentukDesa/Kelurahan yang memiliki Kelompok Asuhan Mandiri dengan SK Kepala Desa/Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas. Kelompok Asuhan Mandiri adalah kelompok masyarakat yang mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan mengatasi masalah gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat dengan memanfaatkan Taman Obat Keluarga/TOGA dan akupresur.Jumlah Desa/Kelurahan yang memiliki kelompok Asuhan Mandiri yang ber SK dibagi dengan jumlah desa/kelurahan yang ada di wilayah kerja Puskesmas dikali 100%20%Laporan Tribulan PKT
18
3.Panti Sehat berkelompok yang berijinPanti Sehat berkelompok yang berijin yang ada di wilayah Kerja Puskesmas.Panti Sehat adalah tempat yang digunakan untuk melakukan perawatan kesehatan tradisional empiris yang berijin dan yang memberikan pelayanan lebih dari 1 (satu) orang penyehat tradisional (Hattra) Jumlah Panti Sehat berkelompok yang berijin dibagi jumlah Panti Sehat berkelompok yang ada di wilayah kerja Puskesmas dikali 100%15%Laporan Tribulan PKT
19
4Pembinaan Penyehat TradisionalPenyehat Tradisional yang ada di wilayah kerja Puskesmas yang mendapat pembinaan oleh petugas kesehatan Jumlah Penyehat Tradisional yang mendapat pembinaan oleh petugas kesehatan di bagi jumlah Penyehat Tradisional yang ada di wilayah kerja Puskesmas dikali 100%50%Laporan Tribulan PKT
20
2.2.6.Pelayanan Kesehatan Olahraga
21
1.Kelompok /klub olahraga yang dibinaKelompok/ klub olahraga, meliputi kelompok olahraga di sekolah, klub antara lain jantung sehat, senam asma, senam usila, senam ibu hamil, senam diabetes, senam osteoporosis, kebugaran jamah haji dan kelompok olahraga/latihan fisik lainnya yang dibina di wilayah kerja Puskesmas selama pada kurun waktu tertentu.Jumlah kelompok/klub olahraga yang dibina dibagi jumlah kelompok/ klub olahraga yang ada dikali 100%35%Data dasar
22
2.Pengukuran Kebugaran Calon Jamaah Haji Calon Jamaah Haji (CJH) yang dilakukan pengukuran kebugaran jasmani sesuai dengan pedoman yang ada. Jumlah CJH yang dilakukan Pengukuran Kebugaran Jasmani oleh Puskesmas pada tahun berjalan dibagi Jumlah CJH yang terdaftar di Puskesmas pada tahun berjalan dikali 100 %80%Data dasar, Kementerian agama
23
3.Puskemas menyelenggarakan pelayanan kesehatan Olahraga internalPuskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan olahraga internal , yaitu : 1. perencanaan tahunan dan/atau bulanan; 2. peregangan minimal satu kali dalam sehari; 3. senam bersama seminggu sekali; 4. pengukuran kebugaran jasmani karyawan Puskesmas minimal 1 kali per tahun) Jumlah bulan yang mencapai Indikator layanan kesehatan olahraga internal (capaian indikator dibagi 4) dibagi 12 bulan X 100 %30%Data Dasar/LBKO
24
4Pengukuran kebugaran Anak SekolahSekolah Dasar/MI adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan enam tahun bagi anak usia 6-12 tahun. Pengukuran Kebugaran Anak Sekolah /Madarasah adalah pengukuran kebugaran pada anak kelas 4-6 tahun yang berusia 10 - 12 tahunJumlah Sekolah Dasar/MI yang diukur kebugaran jasmani dibagi jumlah SD/MI yang ada di wilayah kerja x 100 %20%
25
2.2.7. Pelayanan Kesehatan Kerja
26
 1Puskesmas menyelenggarakan K3 Puskesmas (internal)Puskesmas menyelenggarakan K3 Puskesmas (internal) adalah puskesmas menyelenggarakan K3 di internal sesuai dengan permenkes nomor 52 Tahun 2018 yaitu :
1) Pengenalan potensi bahaya dan pengendalian risiko K3 Fasyankes (minimal ada identifikasi bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial dan ada perencanaan K3 internal).
2) Penerapan kewaspadaan standar (minimal cuci tangan, memakai APD, dan pengelolaan jarum suntik)
3) Penerapan prinsip ergonomi (minimal ada salah satu SOP postur tubuh saat kerja, dan pengaturan shift kerja)
4) pemberian imunisasi (Program imunisasi : hepatitis/ covid-19 / dll)
5) Pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat di fasyankes (minimal ada peraturan internal pelaksanaan aktifitas fisik (olahraga) dan tidak merokok di tempat kerja)
6) Pemeriksaan kesehatan berkala (program pemeriksaan berkala minimal posbindu)
7) Pengelolaan sarana dan prasarana fasyankes dari aspek K3 (mempunyai jadwal pemeliharaan sarpras berkala)
8) Pengelolaan peralatan medis dari aspek K3 (mempunyai daftar inventarisasi peralatan dan jadwal pemeliharaannya),
9) kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat atau bencana, termasuk kebakaran (minimal peta risiko di puskesmas dan jalur evakuasi)
10) Pengelolan bahan B3 dan limbah B3 (minimal ada tempat khusus penyimpanan barang dan limbah B3),
11) Pengelolaan limbah domestik
Jumlah bulan yang mencapai minimal 80% dari 11 indikator K3 Fasyankes yang ada pada Permenkes Nomor 52 Tahun 2018 dalam satu bulan dibagi 12 bulan dikali 100%30%Dokumen pelaksanaan kegiatan K3 puskesmas, Data dasar dan Buku Regester Bantu Kesehatan Kerja
Ada penambahan /perubahan variabel akan dikirim
27
 2Puskesmas menyelenggarakan pembinaan K3 perkantoranPuskesmas menyelenggarakan pembinaan K3 adalah pembinaan setiap SDM di puskesmas yang melakukan assesment dan atau intervensi. Perkantoran adalah kantor kecamatan dan kantor kelurahanJumlah kantor yang dibina K3 Perkantoran dibagi jumlah total perkantoran (kelurahan dan kecamatan) yang ada di wilayah kerja dikali 100%35%Data dasar dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan puskesmas dan Buku Regester Bantu Kesehatan Kerja
28
3.Promotif dan preventif yang dilakukan pada kelompok kesehatan kerja Salah satu atau seluruh kegiatan promosi (penyuluhan, konseling, latihan olahraga dll) dan/ atau preventif (imunisasi, pemeriksaan kesehatan, APD, ergonomi, pengendalian bahaya lingkungan dll) yang dilakukan minimal 1 (satu) kali tiap bulan selama 12 ( dua belas) bulan pada kelompok kesehatan kerja. Jumlah kelompok kerja (Pos UKK) yang dilakukan kegiatan promotif dan preventif yang dilakukan dalam satu bulan dibagi jumlah seluruh Pos UKK (kali 12) di wilayah binaan dikali 100%40%Data dasar, Laporan Bulanan Kesehatan Pekerja (LBKP) dan Buku Register Bantu Kesehatan Kerja
29
2.2.8 Kefarmasian
30
Edukasi dan Pemberdayaan masyarakat tentang obat pada Gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat
31
1.Kader aktif pada kegiatan Edukasi dan Pemberdayaan masyarakat tentang obat pada Gerakan masyrakat cerdas menggunakan obat Jumlah kader yang telah tersosialisasi gema cermat yang aktif menjadi fasilitator kegiatan gema cermat kepada masyarakat diwilayah kerjanya.% Kader aktif pada kegiatan Edukasi dan Pemberdayaan masyarakat tentang obat pada Gerakan masyrakat cerdas menggunakan obat = Jumlah kader aktif yang telah tersosialisasikan gema cermat dibagi jumlah kader yang mengikuti sosialisasi x 100%
25%Data /notulen kegiatan penyuluhan di puskesmas
32
2Jumlah wilayah yang dilakukan Kegiatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan ObatJumlah desa/kelurahan di wilayah kerja puskesmas yang telah tersosialisasi kegiatan gema cermat.

% Jumlah wilayah yang dilakukan Kegiatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat = Jumlah desa atau kelurahan yang telah tersosialisasikan gema cermat dibagi jumlah desa kelurahan di wilayah kerja x 100%
25%Data /notulen kegiatan penyuluhan di puskesmas
33
3Jumlah masyarakat yang telah tersosialisasikan gema cermat Jumlah masyarakat ( usia > 15 tahun) yang telah tersosialisasi kegiatan gema cermat.Jumlah masyarakat yang telah tersosialisasikan gema cermat = Jumlah masyarakat yang telah tersosialisasikan gema cermat dibagi jumlah masyarakat (usia>15 tahun) yang ditargetkan di wilayah kerja dikali 100% 25%Data /notulen kegiatan penyuluhan di puskesmas
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100