ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
1
2
3
ANALISA RISIKO FAKULTAS KEDOKTERAN USU
4
5
NO URAIAN RISIKO TINGKAT RISIKO PENYEBAB DAMPAK PADA CAPAIAN TUJUAN RENCANA TINDAK PENGENDALIAN
6
A. KEPEGAWAIAN
7
1. Pegawai belum seluruhnya menaati jam kerja. Sedang Kurang punishment dan reward Disiplin ASN kurang, kinerja menurun Sosialisasi, monitoring, evaluasi, dan teguran oleh atasan langsung
8
2. Dalam menjalankan tugas dan fungsi, masih ada pegawai yang belum sepenuhnya bekerja sesuai dengan kompetensinya Sedang Pendidikan tidak sesuai dengan bidang kerjanya Motivasi kurang, pekerjaan lambat dalam selesai Pelatihan, rotasi, dan peningkatan jenjang pendidikan
9
3. Masih ada pegawai yang tidak memenuhi kewajiban dan melanggar peraturan tetapi belum dijatuhi hukuman disiplin Sedang Budaya kerja yang buruk, kurangnya motivasi diri sendiri Menggangu sistem kerja, menimbulkan ketidakharmonisan hubungan dengan sesama rekan kerja. Kejelasan tupoksi, teguran lisan dan tertulis oleh atasan langsung, sosialisasi peraturan.
10
4. Masih ada pegawai yang belum menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal Sedang Motivasi kurang dan disiplin lemah Motivasi kurang Pelatihan, sosialisasi, rotasi, dan reward.
11
5. Masih ada kegiatan belum dilaksanakan dan melewati batas waktu yang telah ditetapkan. Sedang Masalah distribusi surat yang lambat, dan peraturan yang sering berubah-rubah Proses surat menyurat menjadi lambat, pemahaman peraturan baru. Surat lebih awal diproses, distribusi surat tepat waktu, rapat rutin, dan SOP pada kegiatan rutin yang penting.
12
6. Terdapat kegiatan yang tidak dapat mencapai target kinerja yang ditetapkan Sedang Realisasi dan waktu kegiatan tidak seluruhnya terpenuhi. Target kinerja kurang dari 100% Sosialisasi, peningkatan monitoring, evaluasi kinerja, dan melakukan tindak lanjut.
13
7. Budaya kerja yang belum optimal Sedang Kebiasaan lama yang sulit diubah Kinerja tidak meningkat, hasilnya tidak maksimal. Peningkatan monitoring dan evaluasi kinerja, melakukan tindak lanjut.
14
8. Pola pikir masih susah menerima perubahan. Sedang Cara berpikir (mindset) masih konvesional Keterampilan kerja kurang, disiplin kerja menurun. Sosialisasi visi unit kerja, target kinerja pribadi, motivasi kerja, reward, dan punishment.
15
16
B. KEUANGAN
17
1. Perhitungan yang kurang matang dalam pembuatan pagu anggaran Sedang Perubahan SBM di saat pelaksanaan, kurang sosialisasi terkait SBM dan penggunaan. Serapan tidak maksimal, pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan perencanaan. Sosialisasi SBM, sosialisasi IKU, bantuan perhitungan unit cost
18
2. Kegiatan yang terlambat dilaksanakan Sedang Kurang komunikasi antara perencana RKA, keuangan fakultas, dan sirenbang universitas RKA yang disetujui tidak sesuai perencanaan, serapan tidak maksimal, dan pelaksanaan tidak sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat dan dijadwalkan. Buat time tabel kegiatan, melakukan komunikasi setiap bulannya dengan Wakil Dekan II untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan jadwal, setiap akhir bulan dilakukan rekap untuk pelaksanaan kegiatan bulan depan.
19
3. Up load Berkas SPJ yang tidak lengkap Sedang Dokumen tidak lengkap, pelaksanaan kegiatan tidak menyerahkan bukti pelaksanaan ke bagian keuangan. Permintaan honor dan DP bulan berikutnya ditolak karena SPJ tidak lengkap. Sebelum kegiatan dilakukan briefing kelengkapan dan batas waktu penyerahan dokumen kegiatan.
20
4. Pengembalian sisa TDP Ringan Kesalahan pengetikan angka penyetoran sisa TDP Permintaan honor dan DP tertunda Teliti dalam pengetikan angka pengembalian sisa TDP.
21
5. Terlambatnya pengembalian sisa TDP Sedang Dokumen tidak lengkap, pelaksanaan kegiatan tidak menyerahkan bukti pelaksanaan ke bagian keuangan. Permintaan honor dan DP bulan berikutnya ditolak karena SPJ tidak lengkap. Komunikasi dengan tim pelaksana lebih intensif untuk melengkapi dokumen kegiatan.
22
6. Kesalahan pengetikan judul dalam membuat permintaan dan pelaporan Sedang Human error Pihak terkait merasa dirugikan, pembayaran tertunda ke bulan berikutnya. Koreksi ulang jumlah permintaan honor dan TDP.
23
7. Perhitungan PPh pasal 23 yang dipungut langsung oleh bagian keuangan pihak fakultas/Universitas Ringan Human error Jika terjadi kesalahan perhitungan PPh pasal 23 dari yang sebenarnya pihak perusahan (rekanan) dirugikan. Koreksi dan meneliti ulang dengan rekanan, sosialisasi PPh pasal 23.
24
8. Jaringan internet yang lambat menyebabkan terganggunya aplikasi sistem keuangan. Sedang Ketergantungan sistem jaringan internet input data sering terganggu, pekerjaan tertunda. Pekerjaan di awal waktu sesuai dengan jadwal.
25
9. Permintaan dana kegiatan sering tidak sesuai dengan DPA yang sudah ditetapkan. Ringan Kegiatan melebihi anggaran yang ada di DPA. Kegiatan tidak dapat dibayar sesuai dengan jadwal dan pembayaran di tunda. Sosialisasi besaran DPA setiap kegiatan dan setiap bulan.
26
10. Pembuatan pagu anggaran yang masih bersifat gelondongan atau tidak dibuatkan perincian saat pengisian RKA. Ringan Pembuatan kegiatan tidak memberikan rincian kegiatan untuk dimasukkan ke RKA Tidak dapat melakukan permintaan honor dan DP Meminta rincian kegiatan.
27
ASET
28
1Pembelian sarana dan prasarana yang tidak diperhitungkan biaya pemeliharaannya Sedang Kurangnya informasi pengetahuan tentang sarana dan prasarana yang akan dibeli dan atau dibagun sebelum pengadaan sarana dan prasarana Tidak memperhitungkan biaya pemeliharaan ke depannya, keterbatasan dana yang dialokasikan dalam RKA. Penghematan energi dan mohon bantuan pemeliharaan dari Universitas perlu mendapat informasi yang akurat agar bisa mempertimbangkan dan mengambil keputusan, keperluan akan sistem atau bagian maintenance dari pihak universitas.
29
2Permintaan sarana dan prasarana yang kurang perencanaan berdasarkan fungsi dan keperluan Ringan Pada saat merencanakan pengadaan kurangnya koordinasi dengan beberapa bagian yang terkaitDalam merencanakan pangadaan harus dilakukan koordinasi menyeluruh untuk mendapatkan informasi, pelatihan pengadaan barang dan jasaKoordinasi kerja pengadaan dapat dilakukan secara optimal, kartu kendali kegiatan
30
3Aset yang diminta kurang dimanfaatkan secara maksimal Sedang Kurangnya informasi pengetahuan tentang sarana dan prasarana yang akan dibeli dan atau dibagun sebelum pengadaan sarana dan prasarana, pengadaan barang yang tidak lengkap untuk satu tujuan kegiatanAset yang dipergunakan mudah rusak dan dana pemeliharaan terbatas Dilakukan pengawasan dan sosialisasi kepada sumber daya manusia yang menggunakan
31
4Perencanaan pengadaan sarana kurang matang direncanakan sebelum pengisian RKA Ringan Saat merencanakan pengadaan kurangnya koordinasi dengan beberpa bagian yang terkait Pengadaan yang dilakukan kurang optimal dan tidak tepat pada saat pengisian RKA Perencana pengadaan harus berkoordinasi secara menyeluruh untuk mendapatkan informasi lengkap
32
5Pemindahan barang inventaris yang sering tidak dilakukan pelaporan ke bagian perlengkapan Sedang Seringnya pemidahan yang diadakan tiba - tiba dan bersifat individu dan kurangnya kesadaran utk melakukan pelaporan Aset yang dipergunakan mudah rusak dan dana pemeliharaan terbatas Dilakukan pengawasan yang berkelanjutan dari sub bagian perlengkapan untuk melakukan
33
6Perubahan spesifikasi barang inventartis akibat kurang dari data yang telah ditetapkan. Sedang Adanya revisi anggaran yang terjadi di tengah jalan yang mempengaruhi anggaran yang semula telah ditetapkan RKA perubahan, reschedule kegiatan yang tertunda Kedepannya dilakukan koordinasi yang lebih baik lagi dalam perencanaan perlu dilebihkan dari anggaran yang sebenarnya untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan RKA.
34
7Pemeliharan barang inventaris masih kurang dilakukan secara rutin Ringan Teknisi yang akan melakukan pemeliharan rutinPemeliharaan aset tidak sesuai jadwal dan kegiatan terkendali Sebaiknya disusun perencanaan service barang pemeliharaan secara rutin perbulan
35
8Penghapusan barang belum dilakukan pencatatan secara cepat Sedang Kurangnya tanggap Operator SIMAK barang terhadap tupoksinya Operator mendapat teguran, kegiatan SIMAK barang tidak optimal Dilakukan pegawasan oleh atasan langsung sehingga tidak terjadi lagi keterlambatan dalam pencatatan, ada indeks kepuasaan layanan
36
9Barang inventaris yang rusak tidak dapat diidentifikasi kodenya Sedang Barang inventaris yang rusak adalah barang - barang yang sudah lama Terkadang stiker penambalan nomor sudah hilang atau kabur Dilakukan pengecekan secara berkala untuk stiker penabalan nomor apakah masih bagus atau tidak
37
10Sulitnya menghitung angka pengurang harta (aktiva) secara cepat Ringan Pencatatan pengalokasian harta (aktiva) kurang update Kualitas dalam pendataan pelaporan harta (aktiva) Meningkatkan kordinasi kerja Operator SIMAK barang dengan sub . Bagian perlengkapan dan updatin data harta (aktiva)
38
11
Bila diminta data atau arsip belum dapat dibuat atau dilaporkan secara ringan
Ringan Sistem pengarsipan tahun seblumnya masih belum selesai dilakukan dengan baik Masih banyak arsip - arsip yang harus di tata ulang dengan rapi Dilakukan pengelolaan arsip yang lebih baik lagi secara rutin setiap harinya.
39
40
F KERJASAMA
41
1Keterlambatan dalam perpanjangan kerjasama Sedang Tata Kelola dokumen kerja sama belum optimal Optimalisasi dokumen kerjasama dengan aplikasi SIMKERMA termasuk tanggal expired PKS
42
2Tidak terselenggaranya kegiatan dalam perjanjian kerjasama Sedang Kurangnya komunikasi antara departemen dengan mitra kerja sama aatau WD IIISosialisasi dokumen kerja sama ke departemen terkait
43
44
G. PENDIDIKAN
45
1Perubahan nlai ujian tanpa sepengetahuan atau acc wakil Dekan 1 atau dosen yang bersangkutan Berat Adanya gratifikasi terhadap petugas yang memasukan nilai Wakil Dekan 1 dan Kasub bag. Melakukan pengawasan terhadap operator yang memasukan nilai ujian
46
2
membantu mahasiswa yang kurang dari 80% pertemuan agar bisa ikut dalam ujian
Berat Adanya gratifikasi terhadap petugas yang merangkap jumlah peremuan dalam perkuliahan Dosen yang mengajar mangabsen sendiri mahasiswanya dan dokumen di paraf oleh Ka.sub. Bag
47
3Penerimaan mahasiswa baru jalur undangan dan mandiri. Bagi mahasiswa baru jalur undangan dan mandiri yang tidak memnuhi kompetensi Sedang Pemberian gratifikasi kepada tim UKT Rapat pembahasan ujian jalur undagan dan mandiri dilakukan terbuka dengan pimpinan fakultas dan rektor, mengevaluasi kegiatan penerimaan mahasiswa baru jalur undagan
48
4Pengurangan uang kuliah tunggal (UKT), dimana mahasiswa yang mampu bermohon utk ikut pengurangan UKT Sedang Gratifikasi terhadap petugas penggadaan soal ujian Verifikasi data yang dijadikan syarat penurunan UKT. Kunjungan lapangan ke alamat mahasiswa yang mengajukan UKT
49
5Soal ujian UTS dan UAS yang berulangBerat Dosen tidak punya waktu menulis soal baruMahasiswa rendah dalam literasi, membaca, soal tidak daat digunakan untuk UKMPPDPelatihan penulisan soal, dan soal diminta di awal semester sebelum perkuliahan dimulai
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100